MODUL AJAR Matematika — Kelas 1 (Fase A) Topik: Bab 6 — Penjumlahan dan Pengurangan sampai dengan 20 INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Matematika |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 1 |
|---|
| Topik | Bab 6 — Penjumlahan dan Pengurangan sampai dengan 20 |
|---|
| Alokasi Waktu | 22 JP (22 x 35 menit = 770 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 11 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 1.6.1 Melakukan operasi penjumlahan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20
- TP 1.6.2 Melakukan operasi pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20
- TP 1.6.3 Menunjukkan pemahaman makna simbol matematika "=" dalam suatu kalimat matematika yang terkait dengan penjumlahan bilangan cacah sampai 20 menggunakan gambar
- TP 1.6.4 Menunjukkan pemahaman makna simbol matematika "=" dalam suatu kalimat matematika yang terkait dengan pengurangan bilangan cacah sampai 20 menggunakan gambar
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Jika kamu memiliki 3 stik es krim di tangan kiri dan mengambil lagi 2 stik es krim di tangan kanan, ada berapa stik es krim seluruhnya jika digabungkan?
- Apa yang terjadi dengan jumlah benda ketika kita mengumpulkan dua kelompok benda menjadi satu wadah?
- Jika kalian memiliki 1 ikat pensil berisi 10 buah dan 3 pensil lepas, berapa banyak pensil kalian semuanya?
- Bagaimana caramu menggabungkan 1 ikat stik berisi 10 dengan 5 stik lainnya untuk mengetahui jumlah seluruhnya?
- Jika di wadah pertama ada 11 stik es krim dan di wadah kedua ada 4 stik es krim, bagaimana cara kalian mengetahui jumlah seluruhnya?
- Apa yang terjadi pada kumpulan benda jika kita menggabungkan dua kelompok benda menjadi satu kelompok besar?
- Apa arti tanda '=' saat kita melihat gambar kumpulan benda yang digabungkan?
- Jika sisi kiri ada gambar 3 apel dan 2 apel, berapa gambar apel di sisi kanan agar seimbang atau sama banyak?
- Jika sisi kiri timbangan ada gambar 11 donat ditambah 4 donat, berapa banyak gambar donat di sisi kanan agar timbangan seimbang?
- Apa arti tanda "=" saat kita melihat gambar penjumlahan bilangan belasan?
- Jika kamu memiliki 6 stik es krim di atas meja lalu memberikan 2 stik kepada temanmu, apa yang terjadi dengan jumlah stikmu?
- Bagaimana caramu mengetahui sisa benda setelah sebagian diambil?
- Jika kita mempunyai 15 stik es krim di atas meja lalu kita ambil 4 stik, berapa sisa stik yang masih ada?
- Bagaimana caramu memisahkan benda konkret saat melakukan pengurangan dari bilangan belasan sampai 20?
- Jika kamu memiliki 16 kancing lalu kamu pisahkan 5 kancing ke dalam mangkuk lain, berapa banyak kancing yang tersisa di mejamu?
- Bagaimana cara memisahkan benda satu per satu agar sisa bendanya terhitung dengan benar?
- Apa arti tanda sama dengan (=) pada kalimat matematika pengurangan?
- Bagaimana gambar dapat menunjukkan bahwa ruas kiri dan ruas kanan bernilai sama banyak?
- Jika ada 15 buah apel digambar di kiri lalu dicoret 5 buah, berapa gambar apel di sebelah kanan agar kedua sisi sama banyak?
- Apa arti tanda '=' saat kita menghubungkan gambar pengurangan dengan gambar sisa benda hingga 20?
- Bagaimana caramu membuktikan bahwa kumpulan benda setelah digabung atau dipisahkan hasilnya tepat?
- Apa arti tanda sama dengan (=) ketika kamu melihat gambar penjumlahan atau pengurangan?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Melakukan Operasi Penjumlahan Benda Konkret sampai 10 — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.6.1 Melakukan operasi penjumlahan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20
Pendahuluan:- Guru menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan membagikan 5 tutup botol kepada setiap murid lalu meminta mereka menghitung 3 tutup botol dan menambah 1 tutup botol lagi di mejanya untuk menyebutkan jumlah keseluruhannya (acuan: jumlah gabungan tepat 4 tutup botol) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu melakukan penjumlahan dengan menggabungkan benda-benda konkret hingga berjumlah maksimal 10 (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyimak demonstrasi guru yang menaruh 4 balok kayu warna merah di piring A dan 3 balok kayu warna kuning di piring B, lalu menyatukannya ke dalam satu mangkuk besar sambil menghitung satu per satu dari 1 sampai 7 (10 menit).
- Murid bersama bimbingan guru secara sadar mengamati bahwa tindakan menggabungkan dua kumpulan benda konkret menghasilkan kumpulan baru yang jumlahnya lebih banyak (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid berpasangan memainkan aktivitas tantangan gembira "Tepuk Gabung Manik": Murid A mengambil sejumlah manik-manik (misal 3 manik), Murid B mengambil sejumlah manik-manik (misal 4 manik), lalu setelah aba-aba tepukan tangan mereka menyatukan manik-manik di tengah meja dan menghitung bersama hasil penjumlahannya (15 menit).
- Setiap murid secara mandiri menyelesaikan 4 tugas penggabungan benda konkret pada nampan hitung dengan stik es krim: (1) gabungkan 2 stik dan 3 stik (acuan: 5 stik), (2) gabungkan 4 stik dan 4 stik (acuan: 8 stik), (3) gabungkan 5 stik dan 2 stik (acuan: 7 stik), (4) gabungkan 6 stik dan 3 stik (acuan: 9 stik) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid meletakkan benda konkretnya di meja dan memeriksa kembali hasil hitungannya bersama guru untuk menyadari langkah penggabungan yang telah dilakukan (5 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan bahwa menjumlahkan adalah menggabungkan dua kumpulan benda dan menghitung total seluruhnya (5 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa 1 soal cek pemahaman langsung: murid mengambil 5 kancing, menambahkan 3 kancing lagi di telapak tangannya, dan menyebutkan jumlah totalnya (acuan: 8 kancing), serta menyampaikan kegiatan pertemuan berikutnya (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menggunakan benda berukuran lebih besar (balok busa besar) dalam rentang hitung sampai 5, sedangkan murid cepat diberikan benda hingga batas 10 dengan variasi kombinasi tiga kelompok benda kecil.
- Proses: Murid lambat mendapat pendampingan scaffolding membilang satu demi satu dengan menyentuh benda secara fisik; murid mandiri menghitung langsung secara berpasangan.
- Produk: Semua murid mendemonstrasikan penghitungan gabungan benda konkret secara langsung pada nampan hitung.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik penghitungan konkret: Murid mengambil 3 tutup botol lalu menambahkan 1 tutup botol lagi di mejanya dan membilang totalnya (acuan: tepat membilang 4 tutup botol).
Proses:- Observasi formatif kinerja penggabungan stik es krim pada 4 butir tugas mandiri: Butir (1) gabungkan 2 stik dan 3 stik (acuan: tepat 5 stik), Butir (2) gabungkan 4 stik dan 4 stik (acuan: tepat 8 stik), Butir (3) gabungkan 5 stik dan 2 stik (acuan: tepat 7 stik), Butir (4) gabungkan 6 stik dan 3 stik (acuan: tepat 9 stik).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman individu di akhir sesi: Murid mengambil 5 kancing baju, menggabungkannya dengan 3 kancing baju tambahan, lalu membilang total keseluruhan di telapak tangan (acuan: hasil gabungan tepat 8 kancing).
Formatif:- Observasi unjuk kerja penghitungan benda konkret menggunakan lembar ceklis saat aktivitas "Tepuk Gabung Manik" dan tugas mandiri 4 butir manipulasi stik es krim.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Melakukan operasi penjumlahan menggunakan benda konkret sampai 10 | Belum mampu menggabungkan dan menghitung total benda konkret atau hanya menyelesaikan tepat 1 dari 4 butir tugas mandiri. | Mampu menggabungkan benda konkret dan menghitung totalnya secara tepat pada 2 dari 4 butir tugas mandiri dengan bantuan arahan guru. | Mampu menggabungkan benda konkret dan menghitung totalnya secara tepat pada minimal 3 dari 4 butir tugas mandiri secara mandiri. | Mampu menggabungkan benda konkret dan menghitung totalnya secara tepat pada seluruh (4 dari 4) butir tugas mandiri secara mandiri dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan benda konkret manipulatif (stik es krim, manik-manik, kancing) efektif membantu pemahaman murid mengenai konsep penjumlahan?
- Apakah murid mengalami kendala saat membilang lompat atau membilang satu per satu saat menggabungkan benda?
Murid:- Benda apa yang paling kamu sukai saat menghitung penjumlahan tadi?
- Bagian mana yang paling mudah saat kamu menggabungkan stik es krim?
Pertemuan 2 — Melakukan Operasi Penjumlahan Benda Konkret Bilangan Puluhan dan Satuan sampai 20 — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.6.1 Melakukan operasi penjumlahan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru memeriksa kehadiran dan mengajak murid melakukan tepuk bilangan puluhan untuk membangun kesiapan belajar (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid menghitung 1 bundel berisi 10 stik es krim dan 2 stik lepas di meja demonstrasi untuk mengecek kesiapan menjumlahkan puluhan dan satuan (acuan: 10 dan 2 menjadi 12) (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu melakukan penjumlahan bilangan puluhan dan satuan sampai 20 menggunakan benda konkret seperti stik es krim dan kancing (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperagakan penggabungan 1 ikat stik es krim berisi 10 (1 puluhan) dan 4 stik lepas (4 satuan) di depan kelas, lalu mengajak murid mengamati bahwa 10 stik digabung 4 stik menjadi 14 stik (5 menit).
- Murid secara berkesadaran menyimak peragaan permodelan kedua dengan 1 bundel 10 manik-manik dan 6 manik lepas, kemudian bersama-sama membilang maju mulai dari 10: 11, 12, 13, 14, 15, 16 (acuan hasil: 16 manik-manik) (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid dibagi berpasangan dan menerima wadah berisi stik es krim (beberapa terikat per 10 dan stik satuan lepas) (5 menit).
- Murid bermain tantangan menggembirakan 'Ambil dan Gabung': Murid A mengambil 1 ikat puluhan (10) dan Murid B mengambil kartu angka satuan, lalu keduanya menyusun stik konkretnya di meja dan menghitung jumlah totalnya (10 menit).
- Setiap pasangan menyelesaikan 3 soal penjumlahan benda konkret pada lembar kerja manipulatif: (1) 1 ikat (10) + 3 stik lepas = ... (acuan: 13 stik); (2) 1 ikat (10) + 7 stik lepas = ... (acuan: 17 stik); (3) 1 ikat (10) + 8 stik lepas = ... (acuan: 18 stik) dengan cara mengelompokkan dan menghitung langsung benda konkretnya (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengecek kembali hasil hitungan stik mereka bersama pasangannya untuk memastikan tidak ada stik yang terlewat saat membilang (5 menit).
- Murid mengemukakan cara membilang yang paling mudah menurut mereka saat menjumlahkan 1 ikat puluhan dengan satuan (misal: langsung membilang maju setelah 10) (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan cek pemahaman cepat di akhir sesi dengan menunjukkan 1 bundel 10 balok dan 5 balok lepas, lalu murid mengangkat kartu angka hasil penjumlahannya secara serentak (acuan: 15) (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap hasil kerja murid dan bersama murid menyimpulkan bahwa 1 puluhan (10) digabung dengan satuan membentuk bilangan belasan (3 menit).
- Guru menutup sesi dengan doa dan salam tanpa mengakhiri keseluruhan bab karena masih ada pertemuan berikutnya (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menggunakan wadah beralas nilai tempat (kolom puluhan berisi ikatan 10 dan kolom satuan) untuk meletakkan stik es krim; murid yang sudah mahir menjumlahkan kombinasi puluhan dan satuan dengan benda konkret hingga mendekati 20 (misal: 10 + 9).
- Proses: Murid yang masih kesulitan didampingi guru membilang maju satu demi satu mulai dari 10; murid yang cepat bekerja mandiri bersama pasangan menyelesaikan tantangan tambahan memanipulasi stik.
- Produk: Hasil hitungan benda konkret dicatat dalam bentuk tabel turus atau angka sederhana pada lembar kerja pasangan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik konkret di awal pembelajaran: Menghitung gabungan 1 bundel (10 stik es krim) dan 2 stik es krim satuan lepas (acuan jawaban: 12 stik).
Proses:- Pengamatan langsung saat murid menyelesaikan 3 tugas penjumlahan benda konkret berpasangan: (1) 1 ikat 10 stik + 3 stik lepas (acuan: 13 stik); (2) 1 ikat 10 stik + 7 stik lepas (acuan: 17 stik); (3) 1 ikat 10 stik + 8 stik lepas (acuan: 18 stik).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman individu cepat di akhir pembelajaran: Menentukan jumlah gabungan dari 1 bundel 10 balok dan 5 balok satuan lepas (acuan jawaban: 15 balok).
Formatif:- Observasi unjuk kerja manipulasi benda konkret saat kegiatan 'Ambil dan Gabung'
- Pemeriksaan lembar kerja manipulatif penjumlahan benda konkret puluhan dan satuan (3 butir soal)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Melakukan operasi penjumlahan benda konkret puluhan dan satuan sampai 20 | Belum mampu menggabungkan dan menghitung jumlah gabungan 1 bundel puluhan (10) dan benda satuan konkret meski dengan bimbingan penuh (0 dari 3 soal benar). | Mampu menggabungkan benda konkret namun masih salah dalam membilang hasil akhirnya, atau hanya tepat menyelesaikan 1 dari 3 soal penjumlahan konkret (acuan: tepat pada 1 soal dari tugas 10+3=13, 10+7=17, 10+8=18) dengan bantuan guru. | Mampu melakukan operasi penjumlahan dan menghitung hasil gabungan benda konkret puluhan dan satuan dengan tepat pada minimal 2 dari 3 soal (acuan: tepat pada minimal 2 soal dari tugas 10+3=13, 10+7=17, 10+8=18) secara mandiri. | Mampu melakukan operasi penjumlahan seluruh gabungan benda konkret puluhan dan satuan dengan tepat pada seluruh soal (3 dari 3 soal: 10+3=13, 10+7=17, 10+8=18) secara mandiri, cepat, dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan benda konkret (ikatan stik es krim puluhan dan stik satuan) efektif membantu pemahaman murid mengenai penjumlahan bilangan belasan?
- Bagian mana dari langkah membilang gabungan puluhan dan satuan yang masih menjadi kendala bagi sebagian murid?
Murid:- Benda apa yang paling mudah kamu hitung hari ini saat belajar penjumlahan?
- Apakah kamu merasa senang saat bermain menggabungkan stik es krim bersama teman?
Pertemuan 3 — Melakukan Operasi Penjumlahan Gabungan Kumpulan Benda Konkret sampai 20 secara Mandiri — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.6.1 Melakukan operasi penjumlahan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20
Pendahuluan:- Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, memimpin doa bersama, dan memeriksa kehadiran murid secara tertib (3 menit).
- Guru melakukan diagnostik awal dengan meminta murid secara klasikal melihat 2 wadah transparan di meja guru (wadah A berisi 7 kancing merah dan wadah B berisi 3 kancing kuning), lalu murid diminta menggabungkan dan menghitung jumlah seluruhnya secara lisan (acuan: gabungan 7 kancing dan 3 kancing menghasilkan total 10 kancing) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu melakukan operasi penjumlahan dengan menggabungkan dua kumpulan benda konkret (stik es krim/kancing) sampai dengan 20 secara mandiri (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru meletakkan 12 balok kayu kecil di piring plastik biru dan 5 balok kayu kecil di piring plastik merah di hadapan murid (5 menit).
- Guru mendemonstrasikan proses penggabungan kedua kumpulan balok ke dalam satu wadah besar sambil membimbing murid mengamati bahwa menggabungkan dua kumpulan benda menghasilkan jumlah yang bertambah banyak, lalu menghitung bersama hasilnya dari 1 sampai 17 balok (acuan: 12 balok digabung 5 balok menjadi 17 balok) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Guru membagikan wadah manipulatif mandiri berisi stik es krim kepada setiap murid untuk melakukan permainan tantangan 'Ambil, Gabung, Hitung', di mana murid mengambil kartu tugas dan memanipulasi stik secara langsung dengan riang gembira (5 menit).
- Setiap murid secara mandiri menyelesaikan 4 tugas penggabungan benda konkret pada lembar kerja praktiknya: (1) Menggabungkan 8 stik es krim dan 6 stik es krim (acuan: total 14 stik); (2) Menggabungkan 11 stik es krim dan 5 stik es krim (acuan: total 16 stik); (3) Menggabungkan 13 stik es krim dan 6 stik es krim (acuan: total 19 stik); (4) Menggabungkan 9 stik es krim dan 9 stik es krim (acuan: total 18 stik) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memandu murid memeriksa kembali keakuratan hasil penghitungan gabungan stik es krim mereka secara berkesadaran dengan cara menghitung ulang satu per satu stik yang sudah digabungkan (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa penjumlahan kumpulan benda konkret dilakukan dengan cara mengumpulkan dua bagian benda menjadi satu kumpulan utuh lalu menghitung total banyaknya benda (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas kemandirian murid saat menghitung benda konkret, mengingatkan kegiatan pertemuan berikutnya, dan menutup pembelajaran dengan doa (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menggunakan kartu soal dengan bilangan di bawah 15 (misal: 7 + 4, 8 + 5), sedangkan murid yang cepat menyelesaikan tantangan bilangan mendekati 20 (misal: 14 + 5, 12 + 8).
- Proses: Murid yang memerlukan bimbingan didampingi guru dengan menghitung menggunakan wadah petak sepuluh (ten-frame), sedangkan murid yang mandiri langsung menggabungkan dan menghitung stik secara mandiri.
- Produk: Hasil unjuk kerja penghitungan benda konkret dicatat langsung melalui jumlah stik yang tersusun pada wadah masing-masing murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik peragaan konkret: Guru meminta murid menghitung gabungan 7 kancing merah dan 3 kancing kuning di wadah transparan (acuan jawaban: 10 kancing; indikator: murid mampu membilang maju gabungan kedua benda dengan tepat).
Proses:- Pengamatan ketercapaian saat pengerjaan 4 tugas penggabungan stik es krim secara mandiri: Tugas 1: 8 + 6 (acuan: 14); Tugas 2: 11 + 5 (acuan: 16); Tugas 3: 13 + 6 (acuan: 19); Tugas 4: 9 + 9 (acuan: 18).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir tahap refleksi: Murid secara mandiri diminta mengambil 10 stik di tangan kiri dan 7 stik di tangan kanan, menyatukannya di meja, lalu menyebutkan jumlah akhirnya (acuan: 17 stik).
Formatif:- Observasi unjuk kerja mandiri saat murid memanipulasi dan menghitung gabungan benda konkret (stik es krim)
- Pemeriksaan ketepatan hasil penggabungan pada lembar praktik unjuk kerja konkret 4 butir tugas
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan melakukan operasi penjumlahan gabungan benda konkret sampai 20 secara mandiri | Belum mampu menggabungkan dan menghitung total kumpulan benda konkret dengan benar, atau hanya tepat 1 dari 4 tugas (acuan: Tugas 1=14, Tugas 2=16, Tugas 3=19, Tugas 4=18) dan memerlukan bantuan penuh guru. | Mampu menggabungkan dan menghitung total kumpulan benda konkret dengan tepat sebanyak 2 dari 4 tugas (acuan: Tugas 1=14, Tugas 2=16, Tugas 3=19, Tugas 4=18) dengan sedikit arahan guru. | Mampu menggabungkan dan menghitung total kumpulan benda konkret dengan tepat sebanyak 3 sampai 4 tugas (acuan: Tugas 1=14, Tugas 2=16, Tugas 3=19, Tugas 4=18) secara mandiri. | Mampu menggabungkan dan menghitung total seluruh 4 tugas kumpulan benda konkret (acuan: Tugas 1=14, Tugas 2=16, Tugas 3=19, Tugas 4=18) dengan tepat, cepat, dan sepenuhnya mandiri tanpa keraguan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid sudah mampu membilang dan menggabungkan dua kumpulan benda konkret sampai 20 tanpa tertukar?
- Bagian mana dari manipulasi benda konkret yang masih membuat murid ragu dalam menghitung mandiri?
Murid:- Apakah kamu merasa mudah saat menggabungkan stik es krim dan menghitung jumlah semuanya?
- Tugas nomor berapa yang paling mudah kamu hitung sendiri?
Pertemuan 4 — Menunjukkan Pemahaman Makna Simbol "=" pada Kalimat Matematika Penjumlahan Hasil sampai 10 Menggunakan Gambar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.6.3 Menunjukkan pemahaman makna simbol matematika "=" dalam suatu kalimat matematika yang terkait dengan penjumlahan bilangan cacah sampai 20 menggunakan gambar
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 gambar kelompok pensil di papan: Gambar A (4 pensil) dan Gambar B (4 pensil), lalu meminta murid menunjukkan apakah kedua gambar sama banyak (acuan: ya, kedua kelompok sama-sama berjumlah 4 pensil) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu memahami dan menunjukkan makna tanda sama dengan (=) sebagai tanda 'sama banyak' atau 'hasil gabungan' pada gambar penjumlahan sampai 10 (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Guru memperagakan konsep kesamaan menggunakan gambar timbangan di papan tulis dengan menempelkan gambar 3 jeruk dan 2 jeruk di sisi kiri serta gambar 5 jeruk di sisi kanan, lalu memperkenalkan tanda '=' sebagai lambang bahwa jumlah gambar di kiri sama banyak dengan jumlah gambar di kanan (3 + 2 = 5) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Dalam permainan berpasangan 'Tebak Kartu Seimbang', murid saling mencocokkan kartu bergambar penjumlahan dengan kartu hasil gambar yang tepat untuk membuktikan kesamaan tanda '=' pada 3 set kartu: (1) gambar [2 bintang + 4 bintang] dipasangkan dengan gambar [6 bintang]; (2) gambar [5 bola + 2 bola] dipasangkan dengan gambar [7 bola]; (3) gambar [4 daun + 4 daun] dipasangkan dengan gambar [8 daun] (acuan: pasangan 1=6 bintang, 2=7 bola, 3=8 daun) (15 menit).
- Secara mandiri, murid mengerjakan lembar latihan berpasangan gambar dengan tanda '=' berisi 4 soal: (1) gambar [1 apel + 5 apel] = gambar [...] apel (kunci: 6 apel); (2) gambar [3 bunga + 4 bunga] = gambar [...] bunga (kunci: 7 bunga); (3) gambar [6 permen + 3 permen] = gambar [...] permen (kunci: 9 permen); (4) gambar [5 topi + 5 topi] = gambar [...] topi (kunci: 10 topi) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru memeriksa kembali lembar kerja dengan menghitung bersama jumlah gambar di ruas kiri dan ruas kanan tanda '=' untuk menegaskan bahwa tanda '=' menyatakan jumlah yang sama banyak (10 menit).
Penutup:- Guru memandu murid menyimpulkan makna tanda '=' pada kalimat matematika penjumlahan berdasarkan gambar yang telah dipelajari (5 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan-visual cepat dengan kartu gambar dan menutup kelas dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu gambar dengan bantuan titik bantu hitung (dot count) untuk murid yang butuh bimbingan, dan kartu gambar berpasangan tanpa bantuan titik untuk murid yang lebih cepat.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi secara intensif dalam membilang gambar di kedua sisi tanda '=', sedangkan murid yang mahir langsung menyelesaikan tantangan mencari gambar pelengkap ruas kanan secara mandiri.
- Produk: Murid menunjukkan pemahaman makna '=' dengan melingkari gambar hasil yang sesuai atau menggambar sendiri jumlah benda hasil penjumlahan di sisi kanan tanda '='.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik visual membilang dan membandingkan dua kelompok gambar konkret di papan: Guru menunjukkan Gambar A (4 pensil) dan Gambar B (4 pensil), lalu meminta murid menunjukkan apakah jumlahnya sama banyak atau berbeda (acuan: murid tepat menunjukkan bahwa Gambar A dan B bernilai sama banyak yaitu 4 pensil).
Proses:- Observasi saat murid mencocokkan kartu bergambar pada permainan: ketepatan murid menghubungkan gambar operasi penjumlahan dengan gambar hasil agar kedua ruas tanda '=' bernilai sama pada 3 set kartu (acuan: [2+4]=6 bintang, [5+2]=7 bola, [4+4]=8 daun).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman visual cepat di akhir sesi: Guru memperlihatkan gambar [2 ikan + 6 ikan] = gambar [X ikan], murid diminta memilih kartu gambar X yang benar dari dua pilihan (kartu 7 ikan atau kartu 8 ikan) (acuan: kartu yang benar adalah kartu 8 ikan).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat mencocokkan pasangan kartu gambar pada permainan 'Tebak Kartu Seimbang'
- Pemeriksaan lembar kerja penentuan kesamaan gambar pada kalimat matematika penjumlahan sampai 10
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan makna simbol '=' pada kalimat matematika penjumlahan menggunakan gambar | Belum mampu menunjukkan kesamaan jumlah gambar pada ruas kiri dan kanan tanda '=' (0-1 soal tepat dari 4 soal latihan). | Mampu menunjukkan kesamaan jumlah gambar pada ruas kiri dan kanan tanda '=' pada 2 soal tepat dari 4 soal latihan dengan bimbingan guru. | Mampu menunjukkan makna simbol '=' dengan menentukan gambar hasil penjumlahan secara tepat pada minimal 3 dari 4 soal latihan secara mandiri. | Mampu menunjukkan makna simbol '=' dengan menentukan gambar hasil penjumlahan secara tepat pada seluruh (4 dari 4) soal latihan secara konsisten dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan gambar timbangan dan kartu bergambar efektif membantu murid memahami bahwa tanda '=' bermakna 'sama banyak'?
- Bagian mana dari langkah pembelajaran yang paling membantu murid memahami hubungan antara gabungan gambar dan simbol '='?
Murid:- Bagaimana perasaanmu setelah bermain memasangkan gambar tanda sama dengan tadi?
- Apakah kamu sekarang tahu arti tanda '=' saat melihat gambar penjumlahan?
Pertemuan 5 — Menunjukkan Pemahaman Makna Simbol "=" pada Kalimat Matematika Penjumlahan sampai 20 Menggunakan Gambar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.6.3 Menunjukkan pemahaman makna simbol matematika "=" dalam suatu kalimat matematika yang terkait dengan penjumlahan bilangan cacah sampai 20 menggunakan gambar
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru mengecek kesiapan belajar dan melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan gambar timbangan: ruas kiri berisi gambar 6 apel + 3 apel, ruas kanan kosong; murid diminta menunjuk kartu bilangan yang membuat tanda "=" bernilai benar (acuan: kartu bilangan 9 karena 6 + 3 = 9) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menyajikan gambar peraga timbangan datar di papan tulis yang memuat kalimat matematika penjumlahan sampai 20: di piring kiri terdapat gambar 10 donat cokelat dan 4 donat stroberi (10 + 4), sedangkan di piring kanan terdapat gambar 14 donat polos, dengan tanda "=" di tengah timbangan (5 menit).
- Guru membimbing murid mengamati bahwa tanda "=" menunjukkan jumlah benda/gambar pada kelompok kiri sama banyak nilainya dengan kelompok kanan (10 + 4 = 14) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid memainkan permainan tantangan berpasangan "Kartu Gambar Keseimbangan": setiap pasangan mencocokkan 3 pasang kartu gambar penjumlahan sampai 20 dengan kartu gambar kumpulan hasil agar bernilai sama dengan simbol "=": Pasangan 1: kartu gambar (12 bintang + 3 bintang) dipasangkan dengan kartu gambar (15 bintang); Pasangan 2: kartu gambar (8 pensil + 6 pensil) dipasangkan dengan kartu gambar (14 pensil); Pasangan 3: kartu gambar (11 bola + 7 bola) dipasangkan dengan kartu gambar (18 bola) (15 menit).
- Murid secara mandiri menyelesaikan Lembar Kerja Latihan 3 butir yang meminta murid melengkapi gambar atau bilangan pada kalimat matematika penjumlahan sampai 20 agar bernilai sama ("="): Butir 1: Gambar 13 apel + 2 apel = [ ... ] gambar apel (acuan: gambar 15 apel); Butir 2: Gambar 10 permen + [ ... ] gambar permen = 16 gambar permen (acuan: gambar 6 permen); Butir 3: [ ... ] gambar kelereng + 4 gambar kelereng = 17 gambar kelereng (acuan: gambar 13 kelereng) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil pengerjaan lembar kerja dan murid menunjukkan letak kesamaan banyak gambar antara sisi kiri dan sisi kanan tanda "=" (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap hasil kerja murid dalam menunjukkan makna tanda "=" pada gambar penjumlahan bilangan cacah sampai 20 (5 menit).
- Guru menutup pertemuan pembelajaran dengan mengajak murid merapikan meja belajar dan mengucapkan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu gambar dengan bantuan pengelompokan 10 (puluhan terikat) untuk murid yang membutuhkan bantuan visual konkret.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi menghitung gambar satu per satu pada kedua sisi, sedangkan murid yang cepat diberikan gambar penjumlahan tiga kelompok (misal: 10 + 3 + 2 = 15).
- Produk: Murid dapat menunjukkan pemahaman dengan melingkari gambar pelengkap atau menggambar langsung jumlah benda yang seimbang.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik visual cepat di awal pembelajaran: guru memperlihatkan kartu gambar timbangan datar dengan sisi kiri bergambar 6 apel + 3 apel dan tanda "=" di tengah. Murid diminta memilih kartu bilangan di sebelah kanan agar seimbang. Acuan jawaban benar: memilih kartu 9 (karena 6 + 3 = 9).
Proses:- Pengamatan keterlibatan dan ketepatan murid dalam mencocokkan 3 pasang kartu gambar penjumlahan sampai 20 dengan hasil yang sama pada permainan pasangan kartu (Acuan: 12 + 3 = 15; 8 + 6 = 14; 11 + 7 = 18).
Akhir Pertemuan:- Pengecekan hasil mandiri 3 butir Lembar Kerja melengkapi gambar/bilangan pada kalimat matematika berpenjumlahan sampai 20 bertanda "=". Butir 1: 13 apel + 2 apel = [ ... ] (acuan: 15 apel); Butir 2: 10 permen + [ ... ] = 16 permen (acuan: 6 permen); Butir 3: [ ... ] + 4 kelereng = 17 kelereng (acuan: 13 kelereng).
Formatif:- Observasi unjuk kerja permainan Kartu Gambar Keseimbangan
- Pemeriksaan Lembar Kerja pemahaman makna simbol "=" menggunakan gambar
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pemahaman makna simbol "=" pada kalimat matematika penjumlahan sampai 20 menggunakan gambar | Belum mampu menunjukkan kesamaan nilai gambar pada simbol "=" (benar 0 butir dari 3 butir latihan). | Mampu menunjukkan kesamaan nilai gambar pada simbol "=" pada penjumlahan sederhana sampai 20 dengan bimbingan (benar 1 butir dari 3 butir latihan: butir 1). | Mampu menunjukkan kesamaan nilai gambar pada simbol "=" pada penjumlahan sampai 20 dengan tepat (benar minimal 2 butir dari 3 butir latihan: butir 1 dan 2). | Mampu menunjukkan kesamaan nilai gambar pada simbol "=" pada seluruh kalimat matematika penjumlahan sampai 20 secara tepat dan mandiri (benar seluruh 3 butir latihan: butir 1, 2, dan 3). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan gambar model timbangan membantu murid memahami bahwa simbol "=" berarti bernilai sama banyak, bukan sekadar perintah menghitung?
- Bagian mana dari penjumlahan belasan yang masih memerlukan penguatan visual konkret bagi murid?
Murid:- Apakah kamu merasa senang bermain memasangkan gambar yang sama banyak hari ini?
- Apa arti tanda "=" jika kamu melihat gambar di sebelah kiri dan kanan?
Pertemuan 6 — Melakukan Operasi Pengurangan Benda Konkret sampai 10 — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.6.2 Melakukan operasi pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik kesiapan: guru meletakkan 5 balok hitung di meja, lalu mengambil 2 balok dan bertanya kepada murid, 'Ada 5 balok, Pak/Ibu Guru ambil 2 balok, berapa balok yang tersisa di meja?' Murid menjawab langsung secara lisan (acuan jawaban: 3 balok tersisa) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu melakukan pengurangan dengan mengambil benda konkret hingga bilangan 10 (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru meletakkan 7 tutup botol di atas meja peraga di depan kelas, menghitungnya bersama murid (1 sampai 7), lalu mensimulasikan cerita: 'Ada 7 tutup botol, diambil 3 tutup botol untuk wadah cat air.' Guru memindahkan secara fisik 3 tutup botol ke dalam kotak terpisah (7 menit).
- Guru memandu murid mengamati dan menghitung sisa tutup botol yang tertinggal di atas meja (tersisa 4), lalu menegaskan konsep pengurangan sebagai proses mengambil/memisahkan sebagian benda dari kumpulan semula sehingga jumlahnya berkurang (acuan: 7 diambil 3 menjadi 4) (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Permainan 'Ambil dan Hitung Sisanya': Guru membagikan wadah berisi 10 stik es krim kepada setiap murid. Murid melakukan 4 tantangan pengurangan konkret secara mandiri: (1) letakkan 6 stik lalu ambil 2 stik (acuan sisa: 4 stik); (2) letakkan 8 stik lalu ambil 3 stik (acuan sisa: 5 stik); (3) letakkan 9 stik lalu ambil 4 stik (acuan sisa: 5 stik); (4) letakkan 10 stik lalu ambil 6 stik (acuan sisa: 4 stik) (15 menit).
- Murid mengerjakan Lembar Latihan Konkret di meja masing-masing dengan memperagakan pengurangan menggunakan stik es krim untuk 4 butir tugas: Butir 1: 5 kancing diambil 1 (acuan: sisa 4); Butir 2: 7 kancing diambil 4 (acuan: sisa 3); Butir 3: 8 kancing diambil 5 (acuan: sisa 3); Butir 4: 10 kancing diambil 7 (acuan: sisa 3) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memfasilitasi murid mengecek hasil peragaan stik es krim mereka secara berkesadaran: murid menghitung ulang sisa stik pada salah satu tantangan untuk memastikan ketepatan penghitungan dan menyadari bahwa mengambil benda selalu membuat jumlah sisa lebih sedikit dari semula (5 menit).
Penutup:- Guru melakukan cek pemahaman akhir (asesmen akhir) dengan menampilkan 6 biji congklak di wadah, mengambil 3 biji, dan meminta murid menyebutkan jumlah biji yang tersisa (acuan jawaban: 3 biji tersisa) (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik penguatan atas ketepatan praktik pengurangan murid dan menutup kegiatan pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menggunakan bilangan cacah sampai 5 dengan pendampingan membilang langsung; murid yang lebih cepat diberikan himpunan benda konkret mendekati 10 dengan pengurangan variatif.
- Proses: Scaffolding bertahap: murid yang memerlukan bimbingan didampingi memindahkan benda satu per satu sambil membilang mundur; murid mahir memisahkan benda secara langsung dan mandiri.
- Produk: Semua murid mendemonstrasikan penghitungan sisa benda konkret pada 4 butir latihan pengurangan sampai 10.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik peragaan: Guru menyiapkan 5 balok hitung, mengambil 2 balok di depan murid, dan meminta murid menyebutkan sisa balok yang ada di meja (acuan jawaban: 3 balok tersisa).
Proses:- Pengamatan langsung saat murid menyelesaikan 4 butir tugas pada Lembar Latihan Konkret menggunakan manipulasi stik es krim: Butir 1: 5 diambil 1 (acuan: 4); Butir 2: 7 diambil 4 (acuan: 3); Butir 3: 8 diambil 5 (acuan: 3); Butir 4: 10 diambil 7 (acuan: 3).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan/unjuk kerja penutup: Guru meletakkan 6 biji congklak di atas meja, mengambil 3 biji, lalu meminta murid menentukan sisa biji congklak yang tertinggal (acuan jawaban: 3 biji tersisa).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat murid mempraktikkan pengurangan benda konkret menggunakan stik es krim dan lembar latihan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Melakukan pengurangan benda konkret sampai 10 | Belum mampu memisahkan dan menghitung sisa benda konkret secara tepat pada 4 butir tugas latihan meski dengan bimbingan penuh guru (0-1 butir tepat). | Mampu memisahkan benda konkret dan menghitung sisa dengan benar pada 2 dari 4 butir tugas latihan dengan bantuan/arahan guru (acuan: tugas Butir 1: sisa 4, Butir 2: sisa 3, Butir 3: sisa 3, Butir 4: sisa 3). | Mampu memisahkan benda konkret dan menghitung sisa dengan benar pada minimal 3 dari 4 butir tugas latihan secara mandiri (acuan: tugas Butir 1: sisa 4, Butir 2: sisa 3, Butir 3: sisa 3, Butir 4: sisa 3). | Mampu memisahkan benda konkret dan menghitung sisa dengan benar pada seluruh 4 butir tugas latihan secara tepat, konsisten, dan mandiri tanpa kesalahan membilang (acuan: tugas Butir 1: sisa 4, Butir 2: sisa 3, Butir 3: sisa 3, Butir 4: sisa 3). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan media konkret (stik es krim dan tutup botol) membantu murid memahami konsep pengambilan/pemisahan benda?
- Bagian mana dari langkah membilang sisa benda konkret yang masih menjadi kendala bagi murid?
Murid:- Apakah kamu senang bermain mengambil dan menghitung stik es krim hari ini?
- Apa yang terjadi dengan jumlah benda di mejamu saat sebagian kamu ambil?
Pertemuan 7 — Melakukan Operasi Pengurangan Benda Konkret dari Bilangan Belasan sampai 20 — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.6.2 Melakukan operasi pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama dengan tertib (3 menit).
- Guru mengecek kesiapan belajar dan melakukan asesmen awal berupa tes peragaan singkat: meminta murid menghitung 12 kancing di meja lalu mengambil 2 kancing dan menyebutkan sisa kancing yang tertinggal (acuan: dari 12 kancing diambil 2 kancing, sisa kancing tepat 10) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu melakukan operasi pengurangan benda konkret dari bilangan belasan sampai 20 (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru meletakkan 15 buah balok kubus konkret di meja demonstrasi, lalu menghitung bersama murid satu per satu hingga tepat 15 buah (5 menit).
- Guru memperagakan operasi pengurangan konkret: mengambil 4 buah balok kubus dari kumpulan 15 balok tersebut, memisahkannya ke wadah lain, dan membimbing murid menghitung mundur sisa balok yang tersisa di meja (acuan: 15 balok dikurangi 4 balok tersisa 11 balok) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid bermain berpasangan dalam aktivitas permainan 'Ambil dan Hitung Sisanya': setiap pasangan menerima wadah berisi 20 stik es krim untuk menyelesaikan 3 tantangan kartu pengurangan konkret berurutan: (1) Menyiapkan 14 stik lalu mengambil 3 stik (acuan: sisa 11 stik); (2) Menyiapkan 16 stik lalu mengambil 5 stik (acuan: sisa 11 stik); (3) Menyiapkan 18 stik lalu mengambil 6 stik (acuan: sisa 12 stik) (15 menit).
- Secara mandiri, setiap murid mengerjakan lembar latihan pengurangan benda konkret berisi 3 soal peragaan langsung menggunakan kancing: (Soal 1) Menghitung sisa dari 13 kancing diambil 2 kancing (acuan: 11 kancing); (Soal 2) Menghitung sisa dari 17 kancing diambil 4 kancing (acuan: 13 kancing); (Soal 3) Menghitung sisa dari 19 kancing diambil 7 kancing (acuan: 12 kancing) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru bersama murid memeriksa bersama hasil peragaan operasi pengurangan konkret dari bilangan belasan dan murid menunjukkan sisa benda yang diperolehnya di atas meja masing-masing (5 menit).
Penutup:- Guru memfasilitasi murid menyimpulkan bahwa pengurangan bilangan belasan dapat dilakukan dengan menyiapkan sejumlah benda mula-mula lalu memisahkan atau mengambil sebagian dan menghitung sisanya (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas kegiatan hari ini, menginformasikan kegiatan latihan pengurangan mandiri pada pertemuan berikutnya, dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menggunakan wadah pengelompokan 10 (wadah puluhan) dan satuan untuk mempermudah pemisahan benda konkret, sedangkan murid cepat langsung memanipulasi benda hingga 20 butir.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru secara bertahap dalam menghitung sisa benda konkret, sedangkan murid yang sudah mahir menyelesaikan 3 tantangan mandiri tambahan.
- Produk: Semua murid menunjukkan hasil pengurangan berupa sisa fisik benda konkret di atas meja dan menuliskan bilangan hasil akhirnya pada lembar kerja.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik peragaan konkret individu/klasikal: Murid diminta menghitung 12 kancing di meja lalu mengambil 2 kancing dan menentukan sisa kancing yang tertinggal (acuan kunci: sisa tepat 10 kancing).
Proses:- Pengamatan unjuk kerja berpasangan pada permainan 'Ambil dan Hitung Sisanya' dengan 3 kartu tantangan: (1) 14 diambil 3 (acuan: sisa 11 stik); (2) 16 diambil 5 (acuan: sisa 11 stik); (3) 18 diambil 6 (acuan: sisa 12 stik).
- Pemeriksaan ketepatan pengerjaan mandiri pada 3 butir soal benda konkret kancing: Soal 1: 13 diambil 2 (acuan: 11); Soal 2: 17 diambil 4 (acuan: 13); Soal 3: 19 diambil 7 (acuan: 12).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid memperagakan pengurangan 15 kancing diambil 3 kancing di mejanya dan menunjukkan sisa kancing yang diperoleh (acuan kunci: sisa tepat 12 kancing).
Formatif:- Observasi unjuk kerja manipulasi benda konkret dan pemeriksaan ketepatan hasil pengurangan pada lembar latihan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Melakukan operasi pengurangan menggunakan benda-benda konkret dari bilangan belasan sampai 20 | Belum mampu memisahkan dan menghitung sisa benda konkret secara tepat pada 3 soal latihan mandiri (0 dari 3 soal benar: Soal 1 acuan 11, Soal 2 acuan 13, Soal 3 acuan 12) meskipun telah dibimbing. | Mampu memisahkan dan menentukan sisa benda konkret secara tepat pada 1 dari 3 soal latihan mandiri (pilihan acuan: Soal 1 = 11, Soal 2 = 13, atau Soal 3 = 12) dengan pendampingan guru. | Mampu memisahkan dan menentukan sisa benda konkret secara tepat pada minimal 2 dari 3 soal latihan mandiri (acuan: Soal 1 = 11, Soal 2 = 13, Soal 3 = 12) secara mandiri. | Mampu memisahkan dan menentukan sisa benda konkret secara tepat pada seluruh 3 soal latihan mandiri (acuan lengkap: Soal 1 = 11, Soal 2 = 13, dan Soal 3 = 12) secara mandiri, tepat, dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan benda konkret (kancing dan stik es krim) efektif membantu murid memahami konsep pengurangan bilangan belasan sampai 20?
- Bagian langkah mana yang membutuhkan bimbingan lebih intensif bagi murid yang masih kesulitan menghitung sisa benda?
Murid:- Apakah kamu merasa senang belajar memisahkan stik es krim dan kancing hari ini?
- Apakah kamu sudah bisa menghitung sendiri sisa kancing yang ada di mejamu?
Pertemuan 8 — Melakukan Operasi Pengurangan Pemisahan Kumpulan Benda Konkret sampai 20 secara Mandiri — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.6.2 Melakukan operasi pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan sapaan ramah, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu melakukan operasi pengurangan dengan memisahkan kumpulan benda konkret sampai 20 secara mandiri (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat: guru meletakkan 12 stik es krim di meja peraga, lalu memisahkan 4 stik dan meminta murid menjawab sisa stik di meja (acuan: sisa 8 stik; murid yang menjawab 8 siap berpraktik mandiri, murid yang belum tepat dipetakan untuk bimbingan) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru mendemonstrasikan konsep pemisahan: meletakkan 15 tutup botol di piring besar, kemudian mengambil dan memisahkan 6 tutup botol ke piring kecil secara perlahan sambil menghitung mundur atau menghitung sisa tutup botol yang tertinggal di piring besar (acuan: 15 dipisahkan 6 sisa 9 tutup botol) (5 menit).
- Murid menyimak dan mencermati bahwa pengurangan pemisahan dilakukan dengan menyiapkan kumpulan awal, memindahkan sebagian benda keluar, dan menghitung sisa benda yang tertinggal pada kelompok awal (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Setiap murid menerima wadah berisi 20 benda konkret (kancing/batu kerikil/stik es krim) untuk melakukan tantangan mandiri 'Teka-Teki Pemisahan Benda' yang menggembirakan secara bertahap (5 menit).
- Tantangan 1 (Mandiri): Murid membilang dan menyiapkan tepat 14 stik es krim, memisahkan 5 stik ke tepi meja, lalu menghitung benda yang tersisa secara mandiri (acuan kunci: 14 dipisahkan 5 sisa 9 stik) (5 menit).
- Tantangan 2 (Mandiri): Murid membilang dan menyiapkan tepat 18 stik es krim, memisahkan 7 stik ke tepi meja, lalu menghitung benda yang tersisa secara mandiri (acuan kunci: 18 dipisahkan 7 sisa 11 stik) (10 menit).
- Tantangan 3 (Mandiri): Murid membilang dan menyiapkan tepat 20 stik es krim, memisahkan 8 stik ke tepi meja, lalu menghitung sisa benda yang tertinggal secara mandiri (acuan kunci: 20 dipisahkan 8 sisa 12 stik) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengecek hasil hitungan sisa benda konkret mereka dengan menyandingkan kembali sisa benda bersama guru untuk memastikan ketelitian berhitung mandiri (5 menit).
- Murid mengungkapkan pengalaman memisahkan benda secara mandiri: bagian mana yang paling mudah dan bagaimana memastikan tidak ada stik yang salah hitung saat dipisahkan (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa pengurangan adalah proses memisahkan sejumlah benda dari kumpulan awal dan menghitung sisa benda yang tertinggal (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas kemandirian murid dalam memanipulasi benda konkret dan menutup pelajaran dengan doa serta salam penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menggunakan bilangan belasan yang lebih kecil (misalnya rentang 11-13) dengan benda konkret berukuran lebih besar agar mudah digenggam.
- Proses: Murid yang sudah mahir menyelesaikan tugas pemisahan secara mandiri penuh dengan bilangan mendekati 20 (misal: 19 - 9 = 10, 20 - 6 = 14) tanpa pendampingan langkah per langkah, sedangkan murid yang masih ragu didampingi guru dengan teknik menunjuk satu per satu.
- Produk: Semua murid menunjukkan bukti belajar yang sama yaitu hasil sisa benda konkret yang dihitung secara tepat di mejanya masing-masing.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab peragaan langsung di awal pembelajaran: Guru meletakkan 12 stik es krim di meja, lalu mengambil/memisahkan 4 stik ke wadah lain di depan kelas. Guru meminta murid menghitung sisa stik di meja. Acuan jawaban benar: 8 stik es krim. Tujuannya untuk mengidentifikasi kesiapan murid dalam memahami konsep pemisahan benda konkret sebelum praktik mandiri.
Proses:- Lembar observasi unjuk kerja mandiri 'Teka-Teki Pemisahan Benda' pada 3 tugas terstruktur: (1) Menyiapkan 14 stik, memisahkan 5 stik (acuan sisa benar: 9 stik); (2) Menyiapkan 18 stik, memisahkan 7 stik (acuan sisa benar: 11 stik); (3) Menyiapkan 20 stik, memisahkan 8 stik (acuan sisa benar: 12 stik). Kriteria penilaian: ketepatan membilang himpunan awal, ketepatan memisahkan benda, ketepatan menghitung sisa benda secara mandiri.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman individu di akhir sesi: Guru memberikan satu tugas verifikasi cepat menggunakan benda konkret di meja masing-masing: 'Siapkan 16 kancing/stik, pisahkan 6 kancing/stik ke sudut meja. Berapa sisa kancing/stik yang kamu miliki?' Acuan jawaban benar: 10 kancing/stik (murid menunjukkan sisa 10 benda konkret di mejanya secara mandiri).
Formatif:- Observasi unjuk kerja manipulasi benda konkret: pengamatan langsung terhadap keterampilan murid menyiapkan kumpulan awal benda (sampai 20), memisahkan sejumlah benda secara fisik, dan menghitung sisa benda secara mandiri.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Operasi pengurangan pemisahan kumpulan benda konkret sampai 20 secara mandiri | Belum mampu memisahkan benda konkret dari kumpulan awal sampai 20 atau salah menentukan sisa benda pada ketiga tugas tantangan walau telah dibimbing guru. | Mampu memisahkan benda konkret dan menentukan sisa benda dengan tepat pada 1 dari 3 tugas tantangan (Tantangan 1: 14 - 5 = 9, Tantangan 2: 18 - 7 = 11, Tantangan 3: 20 - 8 = 12) dengan bimbingan dan arahan guru. | Mampu memisahkan benda konkret dan menentukan sisa benda dengan tepat pada minimal 2 dari 3 tugas tantangan (Tantangan 1: 14 - 5 = 9, Tantangan 2: 18 - 7 = 11, Tantangan 3: 20 - 8 = 12) secara mandiri. | Mampu memisahkan benda konkret dan menentukan sisa benda dengan tepat pada seluruh (3 dari 3) tugas tantangan (Tantangan 1: 14 - 5 = 9, Tantangan 2: 18 - 7 = 11, Tantangan 3: 20 - 8 = 12) secara tepat, konsisten, dan mandiri tanpa keraguan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan benda konkret berupa stik es krim/kancing membantu murid memahami konsep pemisahan pada operasi pengurangan secara nyata?
- Bagaimana tingkat kemandirian murid saat membilang dan memisahkan kumpulan benda konkret hingga bilangan 20?
- Langkah perbaikan apa yang perlu disiapkan bagi murid yang masih keliru menghitung sisa benda saat pemisahan?
Murid:- Apakah kamu merasa senang dan mudah menghitung pengurangan dengan memisahkan stik es krim secara mandiri?
- Berapa sisa benda yang paling mudah dan paling menantang kamu hitung hari ini?
Pertemuan 9 — Menunjukkan Pemahaman Makna Simbol "=" pada Kalimat Matematika Pengurangan Bilangan Cacah sampai 10 Menggunakan Gambar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.6.4 Menunjukkan pemahaman makna simbol matematika "=" dalam suatu kalimat matematika yang terkait dengan pengurangan bilangan cacah sampai 20 menggunakan gambar
Pendahuluan:- Guru mengondisikan kelas dengan salam, doa singkat, dan memeriksa kesiapan belajar murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu memahami dan menunjukkan makna tanda sama dengan (=) sebagai tanda keseimbangan atau kesamaan nilai pada pengurangan bilangan cacah sampai 10 dengan bantuan gambar (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat: memperlihatkan gambar 5 buah apel utuh lalu dicoret 2 buah apel di sisi kiri, dan gambar 3 buah apel utuh di sisi kanan, kemudian bertanya kepada murid apakah kedua sisi sama banyak (acuan jawaban benar: sama banyak yaitu 3, sehingga dihubungkan dengan tanda =) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperagakan konsep keseimbangan pada papan peraga bergambar: di ruas kiri ditempel gambar 6 kue donat yang 2 di antaranya disilang (6 - 2), dan di ruas kanan ditempel 4 kue donat utuh; guru meletakkan kartu simbol "=" di antara kedua ruas untuk menunjukkan bahwa sisa kue di kiri sama banyak dengan jumlah kue di kanan (acuan: nilai kedua ruas sama-sama 4) (10 menit).
- Guru memberikan contoh kedua menggunakan gambar balon: di ruas kiri ada 7 balon dengan 3 balon meletus/disilang (7 - 3) dan di ruas kanan ada 4 balon utuh; murid bersama guru mengonfirmasi bahwa nilai hasil pengurangan di sebelah kiri tanda "=" tepat sama dengan jumlah benda di sebelah kanan tanda "=" (acuan: nilai kedua ruas adalah 4) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti permainan berpasangan 'Timbangan Gambar Ceria' (Joyful): murid mencocokkan kartu kalimat matematika pengurangan dengan kartu gambar hasil yang bernilai seimbang agar tanda "=" bernilai benar untuk 3 pasang kartu berikut: (1) Kartu '8 - 3 =' dipasangkan dengan gambar 5 bintang; (2) Kartu '6 - 4 =' dipasangkan dengan gambar 2 daun; (3) Kartu '9 - 3 =' dipasangkan dengan gambar 6 lingkaran (acuan: 8 - 3 = 5; 6 - 4 = 2; 9 - 3 = 6) (12 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar latihan bergambar berisi 4 butir penentuan kesamaan nilai tanda "=" pada pengurangan sampai 10: Butir 1: 5 gambar stroberi disilang 1 = ... gambar stroberi (acuan: 4 gambar stroberi); Butir 2: 7 gambar ikan disilang 4 = ... gambar ikan (acuan: 3 gambar ikan); Butir 3: 8 gambar pensil disilang 2 = ... gambar pensil (acuan: 6 gambar pensil); Butir 4: 10 gambar kelereng disilang 5 = ... gambar kelereng (acuan: 5 gambar kelereng) (13 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali pekerjaannya dengan mengecek apakah sisa gambar yang tidak disilang di sisi kiri tanda "=" benar-benar sama jumlahnya dengan gambar di sisi kanan tanda "=" (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan makna simbol matematika "=" pada pengurangan, yaitu menyatakan bahwa nilai sisa setelah dikurangi sama banyak dengan bilangan/gambar di sisi lainnya (5 menit).
- Guru membagikan lembar cek pemahaman akhir pertemuan dan menutup pembelajaran dengan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan gambar konkret dengan tanda silang yang sangat kontras bagi murid yang membutuhkan bantuan visual lebih jelas.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi dengan menghitung satu per satu sisa gambar yang tidak disilang; murid cepat diberikan tantangan menggambar sendiri kedua ruas bilangan yang seimbang.
- Produk: Murid dapat menunjukkan pemahaman dengan melengkapi gambar hasil atau menuliskan jumlah benda pada gambar yang setara.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: Murid mengamati gambar 5 apel yang dicoret 2 di ruas kiri dan 3 apel utuh di ruas kanan, lalu menentukan apakah kedua ruas bernilai sama banyak sehingga dapat dihubungkan dengan tanda "=" (acuan jawaban: ya, kedua ruas sama banyak yaitu bernilai 3).
Proses:- Pengamatan keterlibatan murid dalam memasangkan 3 kartu pengurangan dengan kartu gambar yang sesuai nilainya pada aktivitas permainan (acuan: 8 - 3 = 5 bintang; 6 - 4 = 2 daun; 9 - 3 = 6 lingkaran).
- Pemeriksaan lembar kerja mandiri 4 butir: Butir 1 (5 - 1 = 4); Butir 2 (7 - 4 = 3); Butir 3 (8 - 2 = 6); Butir 4 (10 - 5 = 5).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman singkat (exit ticket) 2 butir soal bergambar: Butir 1: Apakah benar gambar 6 kupu-kupu disilang 3 = gambar 3 kupu-kupu? (acuan jawaban: Benar, karena 6 - 3 bernilai 3); Butir 2: Gambar 9 jeruk disilang 4 = ... gambar jeruk (acuan jawaban: 5 gambar jeruk).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat memasangkan kartu gambar pengurangan seimbang pada permainan Timbangan Gambar Ceria
- Pemeriksaan lembar kerja mandiri menunjukkan pemahaman simbol "=" pada pengurangan gambar sampai 10
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan pemahaman makna simbol "=" pada pengurangan sampai 10 menggunakan gambar | Belum mampu menunjukkan kesamaan nilai pada kedua ruas simbol "=" pada gambar pengurangan (0-1 butir tepat dari 4 butir latihan mandiri: 5-1=4, 7-4=3, 8-2=6, 10-5=5). | Mampu menunjukkan kesamaan nilai simbol "=" pada gambar pengurangan dengan bimbingan guru (2 butir tepat dari 4 butir latihan mandiri: 5-1=4, 7-4=3, 8-2=6, 10-5=5). | Mampu menunjukkan kesamaan nilai simbol "=" pada gambar pengurangan secara tepat dan mandiri (3-4 butir tepat dari 4 butir latihan mandiri: 5-1=4, 7-4=3, 8-2=6, 10-5=5). | Mampu menunjukkan kesamaan nilai simbol "=" pada seluruh 4 butir latihan mandiri dengan tepat serta konsisten benar pada 2 butir cek pemahaman akhir secara mandiri (acuan: 6-3=3 dan 9-4=5). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan gambar konkret efektif membantu murid memahami konsep kesetaraan nilai pada simbol "="?
- Bagian mana dari kegiatan yang paling menarik minat murid dalam memahami pengurangan?
Murid:- Apakah kamu sekarang tahu bahwa tanda sama dengan (=) artinya kedua sisi harus bernilai sama banyak?
- Kegiatan mana yang paling kamu sukai saat belajar tadi?
Pertemuan 10 — Menunjukkan Pemahaman Makna Simbol "=" pada Kalimat Matematika Pengurangan Bilangan Cacah sampai 20 Menggunakan Gambar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.6.4 Menunjukkan pemahaman makna simbol matematika "=" dalam suatu kalimat matematika yang terkait dengan pengurangan bilangan cacah sampai 20 menggunakan gambar
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu memahami arti tanda '=' (sama dengan/sama banyak) pada pengurangan sampai 20 menggunakan bantuan gambar (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat: menunjukkan gambar 12 bintang dengan 2 bintang dicoret di sisi kiri, simbol '=', dan kotak kosong di sisi kanan, lalu meminta murid menunjukkan berapa banyak gambar bintang utuh yang harus ada di sisi kanan agar sama (acuan jawaban: 10 bintang) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperagakan konsep timbangan gambar di papan tulis dengan menampilkan gambar: Ruas kiri menampilkan 16 lingkaran donat dengan 4 lingkaran disilang (16 - 4), di tengah tanda '=', dan ruas kanan menampilkan 12 lingkaran donat utuh, lalu membimbing murid menyadari bahwa tanda '=' menyatakan bahwa jumlah sisa benda setelah dikurangkan di sisi kiri nilainya persis sama banyak dengan jumlah benda di sisi kanan (10 menit).
- Guru memperagakan kartu model kalimat matematika pengurangan kedua: Sisi kiri gambar 18 segitiga dicoret 5 (18 - 5), tanda '=', dan sisi kanan kotak pilihan gambar (pilihan A: 13 segitiga, pilihan B: 12 segitiga), lalu meminta murid menunjuk gambar yang tepat untuk membuktikan kesamaan nilai kedua sisi (acuan jawaban: pilihan A, yaitu 13 segitiga) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru mengadakan permainan tantangan berpasangan 'Tebak Kartu Seimbang': Setiap pasangan menerima 4 pasang kartu bergambar pengurangan dan sisa bilangan sampai 20: (1) 14 permen dicoret 4 '=' 10 permen utuh; (2) 17 bola dicoret 3 '=' 14 bola utuh; (3) 19 pensil dicoret 7 '=' 12 pensil utuh; (4) 20 bunga dicoret 5 '=' 15 bunga utuh. Murid secara bergantian memasangkan ruas kiri pengurangan dengan ruas kanan menggunakan kartu simbol '=' (15 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja Siswa (LKS) berisi 4 butir soal memasangkan gambar pengurangan dengan gambar hasil yang dipisahkan simbol '=': Soal 1: 13 apel dicoret 3 = ... (gambar 10 apel); Soal 2: 15 jeruk dicoret 4 = ... (gambar 11 jeruk); Soal 3: 18 kelereng dicoret 6 = ... (gambar 12 kelereng); Soal 4: 16 daun dicoret 2 = ... (gambar 14 daun) (acuan jawaban: Soal 1 = 10 apel, Soal 2 = 11 jeruk, Soal 3 = 12 kelereng, Soal 4 = 14 daun) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru dan murid bersama-sama memeriksa satu contoh soal pada lembar kerja dan mengonfirmasi kembali bahwa simbol '=' bermakna nilai sisa pengurangan di sebelah kiri bernilai sama banyak dengan gambar benda di sebelah kanan (5 menit).
Penutup:- Guru memandu murid menyimpulkan bahwa simbol '=' berarti jumlah benda hasil pengurangan di sisi kiri bernilai sama banyak dengan gambar di sisi kanan (3 menit).
- Guru melakukan asesmen akhir/cek pemahaman singkat lisan: menunjukkan kartu '17 buku dicoret 5 = [ ... ]' dan meminta murid menunjuk kartu gambar sisa yang benar (acuan jawaban: 12 buku) (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan gambar dengan petunjuk garis bantu/kotak puluhan (ten-frame) untuk murid yang butuh bantuan visualisasi bilangan belasan.
- Proses: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, guru mendampingi penghitungan sisa gambar yang belum dicoret satu per satu; bagi murid cepat, diberikan soal tambahan pengurangan bilangan 19 dan 20 tanpa panduan visual kotak puluhan.
- Produk: Semua murid menunjukkan pemahaman makna simbol '=' pada pengurangan sampai 20 dengan melengkapi gambar atau menarik garis pasangan pada LKS.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik visual: Murid diminta menentukan jumlah gambar bintang yang tepat di sisi kanan simbol '=' untuk kalimat '12 bintang dicoret 2 = ...' (acuan jawaban: 10 bintang utuh).
Proses:- Cek pemahaman saat permainan berpasangan: Ketepatan murid memasangkan 4 kartu pengurangan gambar belasan dengan kartu gambar sisa melalui tanda '=': (1) 14 - 4 = 10; (2) 17 - 3 = 14; (3) 19 - 7 = 12; (4) 20 - 5 = 15.
- Tugas mandiri LKS 4 butir soal bergambar: (1) 13 apel dicoret 3 = 10 apel; (2) 15 jeruk dicoret 4 = 11 jeruk; (3) 18 kelereng dicoret 6 = 12 kelereng; (4) 16 daun dicoret 2 = 14 daun (acuan: seluruh 4 butir sesuai kunci).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup: Murid menunjukkan pilihan gambar yang benar untuk melengkapi kesamaan nilai pada kalimat '17 buku dicoret 5 = [ ... ]' (acuan: gambar 12 buku).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat memasangkan kartu bergambar pada permainan berpasangan
- Pemeriksaan ketepatan pengerjaan 4 butir lembar kerja mandiri
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan pemahaman makna simbol '=' pada pengurangan bilangan sampai 20 menggunakan gambar | Belum mampu menunjukkan kesamaan nilai gambar pada simbol '=' (tepat 0-1 dari 4 butir soal LKS). | Mampu menunjukkan kesamaan nilai gambar pada simbol '=' dengan bantuan bimbingan guru (tepat 2 dari 4 butir soal LKS). | Mampu menunjukkan kesamaan nilai gambar pada simbol '=' secara mandiri (tepat 3 dari 4 butir soal LKS). | Mampu menunjukkan kesamaan nilai gambar pada simbol '=' secara konsisten, tepat, dan mandiri pada seluruh soal (tepat 4 dari 4 butir soal LKS). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan model gambar konkret dan permainan kartu membantu murid memahami bahwa simbol '=' berarti sama banyak/sama nilai antara hasil pengurangan dan sisi kanan?
- Bagian mana dari pengurangan bilangan belasan yang masih membingungkan murid saat mengaitkannya dengan simbol '='?
Murid:- Apakah kamu merasa mudah menemukan jumlah gambar yang sama banyak di sebelah tanda '='?
- Kegiatan mana yang paling kamu sukai saat belajar pengurangan dengan gambar hari ini?
Pertemuan 11 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.6.1 Melakukan operasi penjumlahan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20
- TP 1.6.2 Melakukan operasi pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 20
- TP 1.6.3 Menunjukkan pemahaman makna simbol matematika "=" dalam suatu kalimat matematika yang terkait dengan penjumlahan bilangan cacah sampai 20 menggunakan gambar
- TP 1.6.4 Menunjukkan pemahaman makna simbol matematika "=" dalam suatu kalimat matematika yang terkait dengan pengurangan bilangan cacah sampai 20 menggunakan gambar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran murid secara tertib (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab untuk menunjukkan kemandirian dalam penjumlahan dan pengurangan sampai dengan 20 menggunakan benda konkret dan lembar bergambar (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru menjelaskan petunjuk pengerjaan asesmen sumatif dua bagian: (1) mengerjakan tes tertulis bergambar secara serentak, dan (2) unjuk kerja manipulasi benda konkret secara bergiliran di meja guru (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Seluruh murid serentak mengerjakan Lembar Asesmen Tertulis Bergambar (TP 3 dan TP 4) berisi 4 butir soal: Soal 1 (gambar 6 apel digabung 5 apel, murid mencocokkan dengan kalimat matematika 6 + 5 = 11; acuan: 11); Soal 2 (gambar 8 bintang digabung 7 bintang, murid mencocokkan dengan kalimat matematika 8 + 7 = 15; acuan: 15); Soal 3 (gambar 14 permen disilang/dipisahkan 4, murid melengkapi kalimat matematika 14 - 4 = ...; acuan: 10); Soal 4 (gambar 18 daun disilang/dipisahkan 6, murid melengkapi kalimat matematika 18 - 6 = ...; acuan: 12) (28 menit).
- Secara paralel saat kelas mengerjakan lembar tertulis, guru memanggil murid satu per satu ke meja guru untuk Unjuk Kerja Manipulatif Benda Konkret (TP 1 dan TP 2) berdurasi 1 menit per murid menggunakan 20 stik es krim/kancing dengan 2 tugas: Tugas A (menggabungkan 8 kancing dan 6 kancing, lalu membilang total gabungan; acuan: 14 kancing); Tugas B (mengambil 16 stik es krim, memisahkan/mengambil 5 stik, lalu membilang sisa stik; acuan: 11 stik) (27 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memfasilitasi murid memeriksa kelengkapan identitas lembar kerja dan mengumpulkan artefak secara tertib dan tenang (2 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi atas ketertiban, kejujuran, dan kemandirian seluruh murid dalam menyelesaikan seluruh asesmen sumatif bab penjumlahan dan pengurangan (2 menit).
- Guru merangkum perjalanan belajar Bab 6 dan menutup pertemuan dengan doa serta salam penutup (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi akses visual: lembar kerja dicetak dengan gambar yang jelas dan ukuran lambang bilangan yang proporsional bagi murid yang membutuhkan kejelasan visual tanpa mengubah butir soal.
- Proses: Akomodasi pembacaan instruksi: guru membacakan instruksi soal secara perlahan bagi murid yang masih tahap awal membaca tanpa memberikan bantuan jawaban.
- Produk: Standar bukti artefak dan hasil unjuk kerja manipulasi tetap sama untuk seluruh murid sesuai acuan penskoran.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- kombinasi tes tertulis bergambar dan unjuk kerja manipulatif benda konkret: lembar asesmen bergambar yang memuat kalimat matematika bersimbol '=' serta hasil observasi unjuk kerja manipulasi benda konkret (stik es krim/manik-manik) hingga 20
- tes tertulis serentak berbantuan gambar: lembar kerja murid berisi tugas mencocokkan jumlah gambar dengan simbol '=' pada kalimat matematika penjumlahan serta melengkapi kalimat matematika pengurangan berbantuan gambar hingga 20 yang dikerjakan serentak seluruh kelas (35 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran lembar kerja)
- unjuk kerja manipulatif bergiliran: kinerja murid mempraktikkan penggabungan dan pemisahan kumpulan benda konkret (stik es krim/kancing hingga 20) secara bergantian di meja guru berdurasi 1 menit per murid (35 menit / 1 menit = 35 murid, muat untuk 28 murid) saat kelas menyelesaikan atau mewarnai lembar aktivitas bergambar (35 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja manipulasi benda konkret (ketepatan membilang gabungan dan sisa pemisahan))
Sumatif:- kombinasi tes tertulis bergambar dan unjuk kerja manipulatif benda konkret: lembar asesmen bergambar yang memuat kalimat matematika bersimbol '=' serta hasil observasi unjuk kerja manipulasi benda konkret (stik es krim/manik-manik) hingga 20
- tes tertulis serentak berbantuan gambar: lembar kerja murid berisi tugas mencocokkan jumlah gambar dengan simbol '=' pada kalimat matematika penjumlahan serta melengkapi kalimat matematika pengurangan berbantuan gambar hingga 20 yang dikerjakan serentak seluruh kelas (35 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran lembar kerja)
- unjuk kerja manipulatif bergiliran: kinerja murid mempraktikkan penggabungan dan pemisahan kumpulan benda konkret (stik es krim/kancing hingga 20) secara bergantian di meja guru berdurasi 1 menit per murid (35 menit / 1 menit = 35 murid, muat untuk 28 murid) saat kelas menyelesaikan atau mewarnai lembar aktivitas bergambar (35 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja manipulasi benda konkret (ketepatan membilang gabungan dan sisa pemisahan))
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penjumlahan Benda Konkret sampai 20 (TP 1.6.1) | Belum tepat menggabungkan dan membilang kumpulan benda konkret pada tugas penggabungan 8 dan 6 stik (hasil membilang bukan 14). | Menggabungkan benda konkret tetapi masih melakukan kesalahan saat membilang total gabungan 8 dan 6 stik (menghasilkan 13 atau 15 stik). | Tepat menggabungkan dan membilang seluruh kumpulan benda konkret pada tugas penggabungan 8 dan 6 stik secara mandiri (acuan: tepat 14 stik). | Tepat, runtut, dan sangat mandiri membilang gabungan 8 dan 6 stik (acuan: tepat 14 stik) tanpa keraguan sedikit pun. | | Pengurangan Benda Konkret sampai 20 (TP 1.6.2) | Belum tepat memisahkan benda konkret dan belum mampu membilang sisa benda pada tugas pemisahan 5 dari 16 kancing (hasil bukan 11). | Mampu memisahkan 5 kancing dari 16 kancing namun salah membilang sisa kumpulan benda (hasil bukan 11). | Tepat memisahkan 5 kancing dari 16 kancing dan tepat membilang sisa kumpulan benda secara mandiri (acuan: tepat 11 kancing). | Tepat dan tangkas memisahkan 5 kancing dari 16 kancing serta membilang sisa kumpulan benda (acuan: tepat 11 kancing) secara mandiri. | | Makna Simbol '=' Penjumlahan Bergambar (TP 1.6.3) | Belum tepat mencocokkan jumlah gambar dengan simbol '=' pada kedua soal penjumlahan (Soal 1 acuan: 11; Soal 2 acuan: 15). | Tepat mencocokkan jumlah gambar dengan simbol '=' pada 1 dari 2 butir soal penjumlahan (hanya Soal 1 = 11 atau hanya Soal 2 = 15). | Tepat mencocokkan seluruh (2 butir) jumlah gambar dengan simbol '=' pada kalimat matematika penjumlahan (Soal 1 acuan: 11; Soal 2 acuan: 15). | Tepat menyelesaikan seluruh (2 butir) soal penjumlahan bergambar (Soal 1 acuan: 11; Soal 2 acuan: 15) secara mandiri dan rapi. | | Makna Simbol '=' Pengurangan Bergambar (TP 1.6.4) | Belum tepat melengkapi kalimat matematika pengurangan bergambar pada kedua soal pengurangan (Soal 3 acuan: 10; Soal 4 acuan: 12). | Tepat melengkapi kalimat matematika pengurangan bergambar pada 1 dari 2 butir soal pengurangan (hanya Soal 3 = 10 atau hanya Soal 4 = 12). | Tepat melengkapi seluruh (2 butir) kalimat matematika pengurangan bertanda '=' berbantuan gambar (Soal 3 acuan: 10; Soal 4 acuan: 12). | Tepat menyelesaikan seluruh (2 butir) kalimat matematika pengurangan bergambar (Soal 3 acuan: 10; Soal 4 acuan: 12) secara mandiri dan teliti. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah pengelolaan waktu antara pengerjaan tertulis serentak dan unjuk kerja bergiliran 1 menit per murid berjalan efektif?
- Bagaimana ketercapaian murid kelas 1 dalam memahami makna simbol '=' pada operasi penjumlahan dan pengurangan sampai dengan 20?
Murid:- Bagian mana dari tugas berhitung tadi yang paling mudah kamu selesaikan?
- Apakah kamu merasa percaya diri saat menghitung stik es krim dan kancing di meja guru?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas I, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas I, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021
- Media konkret manipulatif: stik es krim, tutup botol plastik, kancing baju, manik-manik, nampan hitung, dan mangkuk plastik
- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2022)
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2022)
- Stik es krim (sebagian diikat karet per 10 buah, sebagian dibiarkan lepas)
- Manik-manik, kancing warna-warni, atau balok penghitung
- Lembar kerja manipulatif berpasangan
- Benda konkret manipulatif: stik es krim, kancing warna, balok kayu kecil, dan wadah/piring plastik
- Set kartu gambar penjumlahan dan kartu gambar hasil bilangan sampai 10
- Papan flanel/papan tulis dengan gambar timbangan
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas I Bab 6 (Kemendikbudristek, 2022)
- Set kartu gambar penjumlahan dan kartu gambar hasil sampai dengan 20
- Gambar peraga timbangan datar berpenjumlahan di papan tulis
- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2021)
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2021)
- Benda konkret di kelas: stik es krim, tutup botol, balok hitung, dan biji congklak
- Benda konkret manipulatif: stik es krim, kancing warna-warni, balok kubus
- Wadah plastik kecil/piring kertas untuk memisahkan benda
- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2022).
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2022).
- Benda konkret manipulatif: 20 stik es krim/kancing/batu kerikil per murid dan wadah kecil/piring plastik.
- Papan flanel/papan tulis peraga dan kartu gambar bertanda silang
- Kartu permainan 'Timbangan Gambar Ceria'
- Kartu gambar benda konkret/ilustrasi pengurangan sampai 20 dan kartu simbol '='
- Lembar Kerja Siswa (LKS) bergambar
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. 2022. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas I.
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. 2022. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas I.
- Benda konkret manipulatif: stik es krim dan kancing hitung sebanyak 20 butir per set.
- Lembar kerja asesmen sumatif bergambar Bab 6.
|