Modul AjarPertemuan 7Bab 5Fase ASemester 2

Modul Ajar Matematika Kelas 1: Mengurutkan Tiga Bilangan sampai dengan 20 dari Terkecil ke Terbesar dan Sebaliknya

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 1 dengan topik "Mengurutkan Tiga Bilangan sampai dengan 20 dari Terkecil ke Terbesar dan Sebaliknya". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 1: Mengurutkan Tiga Bilangan sampai dengan 20 dari Terkecil ke Terbesar dan Sebaliknya

Matematika - Kelas 1

Bab 5 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Mengurutkan Tiga Bilangan sampai dengan 20 dari Terkecil ke Terbesar dan Sebaliknya

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikMengurutkan Tiga Bilangan sampai dengan 20 dari Terkecil ke Terbesar dan Sebaliknya
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengurutkan tiga bilangan cacah sampai dengan 20 dari yang terkecil ke terbesar menggunakan benda konkret atau gambar
  2. Murid dapat mengurutkan tiga bilangan cacah sampai dengan 20 dari yang terbesar ke terkecil menggunakan benda konkret atau gambar
  3. Murid dapat membandingkan dan menentukan bilangan terbesar serta terkecil dari tiga bilangan yang diberikan

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Jika kalian memiliki 3 tumpukan kelereng, bagaimana cara kalian tahu mana yang paling banyak dan paling sedikit?
  2. Ketika kita mengurutkan bilangan dari yang kecil ke besar, bilangan mana yang harus di depan?
  3. Apa bedanya mengurutkan dari terkecil dan mengurutkan dari terbesar?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan berdoa bersama (5 menit)
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan pengalaman murid membandingkan dua benda atau bilangan
  • Guru menampilkan 3 tumpukan benda konkret dengan jumlah berbeda (misal: 12, 15, 10 pensil)
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Tumpukan mana yang paling banyak? Mana yang paling sedikit?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan belajar mengurutkan tiga bilangan dari kecil ke besar dan sebaliknya

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menunjukkan 3 kartu bilangan (contoh: 13, 11, 18) dan meminta murid mengamati ketiga bilangan tersebut
  • Murid diminta menyebutkan bilangan mana yang paling kecil dan mana yang paling besar dengan cara membandingkan satu per satu
  • Guru membimbing murid membandingkan: 'Bandingkan 13 dan 11, mana yang lebih kecil? Sekarang bandingkan dengan 18'
  • Guru memvisualisasikan ketiga bilangan menggunakan benda konkret (kelereng, sedotan, atau kubus) agar murid melihat perbedaan jumlahnya secara nyata
  • Guru menjelaskan bahwa mengurutkan dari terkecil berarti dimulai dari bilangan yang jumlahnya paling sedikit
  • Guru menunjukkan urutan dari terkecil: 11, 13, 18 dan dari terbesar: 18, 13, 11 dengan kartu bilangan yang disusun

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi dalam kelompok kecil (3-4 orang) dan diberikan kartu bilangan (10-20) serta benda konkret
  • Setiap kelompok memilih 3 bilangan secara acak dari kartu yang tersedia
  • Murid bekerja sama menghitung benda konkret sesuai bilangan yang dipilih, lalu menyusun dari terkecil ke terbesar
  • Setelah selesai, murid diminta mengurutkan ketiga bilangan tersebut dari terbesar ke terkecil
  • Guru berkeliling mengamati proses kerja kelompok dan memberikan scaffolding bagi kelompok yang membutuhkan
  • Setiap kelompok menuliskan hasil urutan bilangan di buku catatan mereka
  • Perwakilan kelompok menyampaikan hasil pengurutan mereka di depan kelas dan menjelaskan caranya

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid merefleksikan proses pengurutan: 'Bagaimana cara kalian menemukan bilangan terkecil?'
  • Murid diminta menceritakan kesulitan yang mereka hadapi dan bagaimana mereka mengatasinya
  • Guru menanyakan: 'Apa perbedaan ketika kita mengurutkan dari kecil ke besar dan dari besar ke kecil?'
  • Murid diminta memikirkan contoh situasi dalam kehidupan sehari-hari di mana kita perlu mengurutkan bilangan (misal: urutan nomor antrian, tinggi badan)
  • Guru memberikan penguatan positif terhadap partisipasi dan usaha murid

Penutup:

  • Guru memberikan latihan individu: murid diminta mengurutkan 3 bilangan yang ditulis guru di papan (contoh: 14, 10, 12)
  • Murid mengerjakan soal di buku latihan dan mengumpulkan sebagai asesmen akhir
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini: mengurutkan bilangan bisa dari kecil ke besar atau dari besar ke kecil
  • Guru memberikan apresiasi kepada murid yang aktif dan memberikan semangat kepada semua murid
  • Guru menutup pembelajaran dengan berdoa dan salam (5 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah lancar dapat diberikan 4-5 bilangan untuk diurutkan, sedangkan murid yang membutuhkan dukungan lebih tetap menggunakan 3 bilangan dengan rentang lebih kecil (10-15)
  • Proses: Murid yang cepat memahami dapat langsung menggunakan lambang bilangan tanpa benda konkret, sedangkan murid yang membutuhkan bantuan dapat tetap menggunakan benda konkret atau gambar sebagai alat bantu visual sepanjang pembelajaran
  • Produk: Murid dapat menunjukkan hasil pengurutan dalam bentuk tulisan bilangan, menyusun kartu bilangan secara fisik, atau menggambar sejumlah benda sesuai urutan

ASESMEN

Awal:

  • Guru menanyakan kepada murid: 'Siapa yang bisa membandingkan dua bilangan, mana yang lebih besar?'
  • Guru menunjukkan dua bilangan (misalnya 15 dan 12) dan meminta murid menunjukkan mana yang lebih besar
  • Observasi pemahaman awal murid tentang konsep lebih banyak dan lebih sedikit

Proses:

  • Observasi saat murid bekerja dalam kelompok: apakah mereka dapat membandingkan ketiga bilangan dengan tepat
  • Pertanyaan langsung kepada murid: 'Bagaimana kamu tahu bilangan ini yang terkecil?'
  • Mengamati cara murid menggunakan benda konkret untuk membantu proses pengurutan
  • Memeriksa hasil diskusi kelompok dan pembagian tugas dalam kelompok

Akhir:

  • Latihan individu: Murid diberikan 3 bilangan (contoh: 14, 10, 12) dan diminta menuliskan urutan dari terkecil ke terbesar dan dari terbesar ke terkecil
  • Penilaian ketepatan hasil urutan yang dituliskan murid
  • Observasi apakah murid masih membutuhkan benda konkret atau sudah dapat mengurutkan bilangan secara mandiri

Formatif:

  • Observasi selama kerja kelompok: kemampuan membandingkan bilangan dan menyusun urutan
  • Pertanyaan lisan saat kegiatan: 'Bilangan mana yang terkecil? Mengapa?'
  • Pengamatan penggunaan benda konkret sebagai alat bantu

Sumatif:

  • Latihan individu di akhir pembelajaran: mengurutkan 3 bilangan dari terkecil ke terbesar dan sebaliknya
  • Penilaian hasil tulisan di buku latihan

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengurutkan bilangan dari terkecil ke terbesarMurid belum dapat mengurutkan 3 bilangan dengan benar meskipun menggunakan benda konkretMurid dapat mengurutkan 3 bilangan dengan bantuan benda konkret dan bimbingan guru secara intensifMurid dapat mengurutkan 3 bilangan dari terkecil ke terbesar dengan bantuan benda konkret secara mandiriMurid dapat mengurutkan 3 bilangan dari terkecil ke terbesar tanpa bantuan benda konkret dan dapat menjelaskan alasannya
Mengurutkan bilangan dari terbesar ke terkecilMurid belum dapat mengurutkan 3 bilangan dari terbesar ke terkecil meskipun menggunakan benda konkretMurid dapat mengurutkan 3 bilangan dari terbesar ke terkecil dengan bantuan benda konkret dan bimbingan guruMurid dapat mengurutkan 3 bilangan dari terbesar ke terkecil dengan bantuan benda konkret secara mandiriMurid dapat mengurutkan 3 bilangan dari terbesar ke terkecil tanpa bantuan benda konkret dan dapat menjelaskan konsep urutan
Menentukan bilangan terbesar dan terkecilMurid belum dapat menentukan bilangan terbesar dan terkecil dari 3 bilangan yang diberikanMurid dapat menentukan bilangan terbesar atau terkecil dengan bantuan guruMurid dapat menentukan bilangan terbesar dan terkecil dengan bantuan benda konkretMurid dapat menentukan bilangan terbesar dan terkecil secara cepat tanpa alat bantu
Kolaborasi dalam kelompokMurid tidak berpartisipasi dalam kegiatan kelompokMurid mulai terlibat dalam kegiatan kelompok dengan banyak arahanMurid aktif bekerja sama dengan anggota kelompok dalam menyelesaikan tugasMurid aktif berkontribusi, membantu teman, dan mampu menjelaskan hasil kerja kelompok

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat mencapai tujuan pembelajaran hari ini?
  • Murid mana yang membutuhkan pendampingan lebih lanjut?
  • Apakah penggunaan benda konkret efektif membantu pemahaman murid?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap kegiatan sudah sesuai?
  • Strategi diferensiasi mana yang paling efektif untuk kelas ini?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling menyenangkan dari pembelajaran hari ini?
  • Apa yang masih sulit bagimu saat mengurutkan bilangan?
  • Bagaimana kamu membantu temanmu dalam kelompok tadi?
  • Di mana kamu bisa menggunakan keterampilan mengurutkan bilangan dalam kehidupan sehari-hari?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika Kelas I SD/MI (Kemendikbudristek)
  2. Buku Panduan Guru Matematika Kelas I SD/MI (Kemendikbudristek)
  3. Kartu bilangan 10-20
  4. Benda konkret: kelereng, sedotan, kubus satuan, biji-bijian, lidi, atau alat tulis
  5. Papan tulis dan spidol
  6. Buku catatan murid
  7. Lembar kerja latihan individu

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.