MODUL AJAR Matematika — Kelas 1 (Fase A) Topik: Bab 5 — Ayo Membilang sampai dengan 20 INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Matematika |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 1 |
|---|
| Topik | Bab 5 — Ayo Membilang sampai dengan 20 |
|---|
| Alokasi Waktu | 18 JP (18 x 35 menit = 630 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 9 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 1.5.1 Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 20
- TP 1.5.2 Membaca bilangan cacah sampai 20
- TP 1.5.3 Menulis bilangan cacah sampai 20
- TP 1.5.4 Menentukan nilai tempat bilangan cacah sampai 20
- TP 1.5.5 Membandingkan bilangan cacah sampai 20
- TP 1.5.6 Mengurutkan bilangan cacah sampai 20
- TP 1.5.7 Melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan cacah sampai 20
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kamu membantu merapikan mainan atau kelereng yang jumlahnya banyak sekali?
- Bagaimana caramu mengetahui jumlah kumpulan benda yang lebih dari 10 tanpa ada yang terlewat saat membilang?
- Jika melihat angka 1 dan 5 bersanding menjadi 15, bagaimana cara kita membacanya?
- Mengapa angka 11 dibaca 'sebelas' dan bukan 'satu belas'?
- Jika kita memiliki kumpulan benda sebanyak belasan butir, bagaimana bentuk lambang bilangannya ketika ditulis di buku?
- Apakah ada perbedaan cara menulis angka untuk benda berjumlah 12 dengan benda berjumlah 20?
- Jika kita punya 10 stik es krim dan mengikatnya menjadi satu ikat, kita menyebutnya berapa puluhan?
- Bagaimana cara kita mengelompokkan 14 stik menjadi puluhan dan satuan?
- Jika kita punya 1 ikat isi 10 lidi dan 4 lidi lepas, di kolom mana kita menuliskan angka 1 dan angka 4 pada tabel nilai tempat?
- Mengapa pada bilangan 16 angka 1 ditulis di kolom Puluhan sedangkan angka 6 di kolom Satuan?
- Jika Halim mempunyai 15 kelereng dan Upe mempunyai 11 kelereng, kelereng milik siapa yang lebih banyak?
- Kata apa yang kita gunakan jika dua kumpulan benda memiliki jumlah yang persis sama?
- Jika kita memiliki kartu bilangan 14, 11, dan 18, bilangan manakah yang nilainya paling kecil?
- Bagaimana urutan bilangan tersebut jika kita susun mulai dari yang terkecil ke terbesar?
- Jika kita punya 10 stik dan 4 stik lalu digabungkan, berapakah bilangan yang terbentuk?
- Bagaimana cara memisahkan kumpulan 15 kancing menjadi dua kelompok bilangan?
- Bagaimana caramu membuktikan banyaknya benda di sekitarmu sampai 20?
- Bagaimana cara menentukan bilangan mana yang lebih banyak atau lebih sedikit dari dua kumpulan benda?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menunjukkan Pemahaman dan Intuisi Bilangan Melalui Membilang Benda Konkret 11 sampai 20 — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.5.1 Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 20
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru melakukan asesmen diagnostik singkat kesiapan membilang: guru menunjukkan stoples berisi 10 kelereng, lalu menambahkan 3 kelereng lagi di meja dan meminta murid membilang kelanjutannya mulai dari 10 (acuan: kelanjutan benar adalah 'sebelas, dua belas, tiga belas' dengan jumlah total 13 kelereng) (4 menit).
- Guru mengaitkan materi dengan cerita Halim dan Malosi merapikan kelereng serta menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membilang kumpulan benda konkret 11 sampai 20 dengan tepat (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak demonstrasi guru mengelompokkan 10 stik es krim menjadi satu ikatan puluhan, lalu menambahkan 4 stik satuan satu per satu sambil membilang: 'sepuluh... sebelas, dua belas, tiga belas, empat belas' (acuan: total 14 stik) (10 menit).
- Murid bersama guru mencoba membilang kumpulan benda konkret kedua berupa 16 kancing baju dengan strategi menghitung lanjutan dari kelompok 10 kancing (acuan: 10 ditambah 6 kancing menjadi 16 kancing) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Secara berpasangan, murid memainkan permainan tantangan 'Tebak dan Buktikan': satu anak mengambil segenggam tutup botol (antara 11 sampai 20 buah), rekannya menebak perkiraan banyak benda, lalu keduanya membilang bersama satu per satu secara bergantian untuk memastikan jumlah pastinya (15 menit).
- Setiap pasangan murid melakukan 3 kali percobaan pembilangan benda konkret dengan target jumlah yang berbeda: wadah A berisi 12 batu kerikil, wadah B berisi 15 kancing, dan wadah C berisi 18 stik es krim, lalu murid membilang dan mencocokkan jumlahnya pada lembar kerja (acuan: wadah A = 12 benda, wadah B = 15 benda, wadah C = 18 benda) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengecek hasil bilangannya bersama pasangan dan memeriksa apakah ada benda yang terhitung ganda atau terlewat saat membilang (5 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan bersama cara membilang kumpulan benda 11 sampai 20 secara teliti dengan mengelompokkan 10 benda terlebih dahulu lalu melanjutkan hitungan (5 menit).
- Guru melakukan cek pemahaman akhir dan menutup sesi dengan pesan untuk selalu teliti serta berdoa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan benda konkret berukuran lebih besar (seperti balok kayu atau kubus besar) bagi murid yang membutuhkan bantuan motorik/persepsi visual, serta benda berukuran lebih kecil (biji-bijian/kancing kecil) bagi murid yang sudah terampil.
- Proses: Bagi murid yang masih ragu membilang di atas 10, guru memberikan bingkai sepuluh (ten-frame) sebagai panduan visual; bagi murid yang sudah mahir, murid langsung membilang kumpulan 18-20 benda tanpa bingkai panduan.
- Produk: Bagi murid yang membutuhkan bimbingan, cukup menunjukkan hasil bilangan secara lisan dan fisik pada 2 wadah benda; bagi murid yang mahir, membilang lengkap 3 wadah hingga 20 benda beserta verifikasi tebakan pasangannya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik membilang lanjutan: Guru meletakkan 10 sedotan, lalu meletakkan 3 sedotan lagi di sampingnya. Guru meminta murid membilang kelanjutannya (acuan: kelanjutan yang benar adalah 'sebelas, dua belas, tiga belas', total 13 sedotan).
Proses:- Pengamatan langsung saat murid membilang 3 wadah benda konkret: (1) Wadah A berisi 12 batu kerikil; (2) Wadah B berisi 15 kancing; (3) Wadah C berisi 18 stik es krim (acuan ketepatan: wadah A tepat 12 butir; wadah B tepat 15 butir; wadah C tepat 18 butir; satu-satu tidak ada yang terlewat atau terhitung ganda).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Guru menunjukkan satu wadah berisi 17 manik-manik, lalu meminta murid secara acak membilang benda tersebut di hadapan guru dengan menunjuk satu per satu (acuan: murid membilang urut tanpa lompat hingga tepat 17 manik-manik).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat membilang benda konkret (stik, kelereng, kancing) dalam permainan 'Tebak dan Buktikan'
- Pemeriksaan lembar verifikasi hitungan benda konkret (wadah A, B, dan C)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menunjukkan pemahaman dan intuisi bilangan cacah 11 sampai 20 melalui membilang benda konkret | Belum mampu membilang kumpulan benda konkret 11 sampai 20 secara runtut (banyak benda terlewat atau terhitung ganda lebih dari 3 benda) meskipun dengan bimbingan penuh guru. | Mampu membilang kumpulan benda konkret 11 sampai 20, namun masih melakukan 1-2 kekeliruan (melewatkan atau menduplikasi hitungan benda) dan membutuhkan arahan guru. | Mampu membilang kumpulan benda konkret 11 sampai 20 dengan tepat dan korespondensi satu-satu (tanpa ada benda terlewat atau terhitung ganda) secara mandiri sesuai ketiga wadah acuan (12, 15, 18). | Mampu membilang kumpulan benda konkret 11 sampai 20 dengan tepat dan cepat menggunakan strategi pengelompokan 10 benda terlebih dahulu secara konsisten dan mandiri pada seluruh wadah pengujian. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan model konkret (stik es krim dan kancing) membantu murid membangun intuisi bilangan 11 sampai 20 secara nyata?
- Bagian mana dari kegiatan membilang berpasangan yang paling menarik bagi murid dan di mana murid masih menemui kendala?
Murid:- Apakah kamu merasa senang saat bermain tebak dan membilang benda bersama temanmu tadi?
- Benda apa yang paling mudah dan paling menantang untuk kamu hitung hari ini?
Pertemuan 2 — Membaca Nama dan Lambang Bilangan Cacah 11 sampai 20 — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.5.2 Membaca bilangan cacah sampai 20
Pendahuluan:- Guru menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 3 kartu lambang bilangan yaitu 11, 14, dan 20 secara bergantian, lalu meminta murid melafalkan bacaannya bersama dan individual untuk memetakan kesiapan membaca lambang bilangan cacah 11 sampai 20 (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru memodelkan cara membaca lambang bilangan cacah 11 sampai 20 dan nama bilangannya menggunakan pemenggalan suku kata pada papan tulis: 11 (se-be-las), 12 (dua be-las), 13 (ti-ga be-las), 14 (em-pat be-las), 15 (li-ma be-las), 16 (e-nam be-las), 17 (tu-juh be-las), 18 (de-la-pan be-las), 19 (sem-bi-lan be-las), 20 (dua pu-luh), lalu murid menirukan pelafalannya secara bersama-sama (10 menit).
- Murid secara berpasangan bergantian membaca nyaring nama bilangan dan lambang bilangan dari kartu peraga 11 sampai 20 yang dibagikan guru di meja masing-masing (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru membagikan 5 pasang kartu lambang dan nama bilangan acak kepada setiap pasangan murid, yaitu pasangan: [12 - dua belas], [13 - tiga belas], [15 - lima belas], [17 - tujuh belas], [19 - sembilan belas], kemudian murid memainkan permainan 'Cari Jodoh Kartu' dengan mencocokkan lambang dan nama bilangan lalu membacanya dengan lantang (15 menit).
- Murid secara mandiri membaca 5 butir soal pada lembar latihan membaca bilangan cacah: (1) lambang 11 dipasangkan ke nama 'sebelas'; (2) lambang 14 dipasangkan ke nama 'empat belas'; (3) lambang 16 dipasangkan ke nama 'enam belas'; (4) lambang 18 dipasangkan ke nama 'delapan belas'; (5) lambang 20 dipasangkan ke nama 'dua puluh', lalu membacakan hasilnya saat guru berkeliling mengobservasi (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mereviu cara membaca bilangan 11 sampai 20 yang sering tertukar atau keliru diucapkan (misalnya 11 dibaca sebelas, bukan satu belas; 12 dibaca dua belas, bukan satu dua) (5 menit).
Penutup:- Guru membimbing murid merangkum kegiatan membaca lambang bilangan dan nama bilangan 11 sampai 20 yang telah dipelajari hari ini (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik penutup, menyampaikan apresiasi atas kemandirian murid, dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang memerlukan bimbingan diberikan kartu bilangan dengan panduan tanda hubung suku kata (misal: 'em-pat be-las'), sedangkan murid yang sudah mahir membaca langsung menggunakan kartu nama bilangan utuh tanpa tanda hubung.
- Proses: Murid yang lambat didampingi guru secara terbimbing saat melafalkan suku kata bilangan, sedangkan murid cepat berlatih membaca mandiri secara acak 11 sampai 20.
- Produk: Semua murid membaca lambang dan nama bilangan 11 sampai 20 secara lisan atau menjodohkan teks nama bilangan dengan lambangnya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes diagnostik membaca 3 kartu lambang bilangan di papan tulis: kartu 11 (acuan lisan: 'sebelas'), kartu 14 (acuan lisan: 'empat belas'), dan kartu 20 (acuan lisan: 'dua puluh'). Dikatakan siap jika mampu melafalkan minimal 2 dari 3 lambang bilangan dengan tepat tanpa mengeja.
Proses:- Observasi unjuk kerja saat permainan memasangkan 5 pasang kartu lambang dan nama bilangan: pasangan 12 dengan 'dua belas', 13 dengan 'tiga belas', 15 dengan 'lima belas', 17 dengan 'tujuh belas', dan 19 dengan 'sembilan belas' (acuan: pasangan tepat dan dibaca benar oleh murid tanpa bantuan guru).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri melalui lembar latihan membaca dan menjodohkan 5 butir soal: (1) lambang 11 -> nama 'sebelas', (2) lambang 14 -> nama 'empat belas', (3) lambang 16 -> nama 'enam belas', (4) lambang 18 -> nama 'delapan belas', (5) lambang 20 -> nama 'dua puluh'. Kriteria ketuntasan: murid tepat menjodohkan dan melafalkan minimal 4 dari 5 butir soal sesuai acuan.
Formatif:- Tes lisan membaca lambang dan nama bilangan cacah 11 sampai 20 secara langsung saat kegiatan inti
- Penugasan menjodohkan lambang bilangan dan nama bilangan pada lembar kerja membaca
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Membaca Lambang dan Nama Bilangan Cacah 11 sampai 20 | Belum mampu membaca lambang dan nama bilangan cacah 11 sampai 20 secara tepat, masih membutuhkan bimbingan penuh dari guru. | Mampu membaca 1 sampai 2 lambang dan nama bilangan cacah 11 sampai 20 dengan tepat sesuai acuan pelafalan. | Mampu membaca 3 sampai 4 lambang dan nama bilangan cacah 11 sampai 20 dengan tepat secara mandiri sesuai acuan pelafalan. | Mampu membaca seluruh (5 dari 5) lambang dan nama bilangan cacah 11 sampai 20 yang diujikan dengan tepat dan lancar secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan pemenggalan suku kata efektif membantu murid membaca nama bilangan belasan?
- Bagian mana dari bilangan 11 sampai 20 yang paling sering salah dibaca oleh murid?
Murid:- Bilangan mana antara 11 sampai 20 yang paling mudah kamu baca?
- Apakah kamu masih merasa kesulitan membaca bilangan tertentu? Bilangan yang mana?
Pertemuan 3 — Menulis Lambang Bilangan Cacah 11 sampai 20 Sesuai Kumpulan Benda — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.5.3 Menulis bilangan cacah sampai 20
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru mengaitkan pembelajaran hari ini dengan kegiatan menghitung benda konkret di sekitar meja murid (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan kegiatan hari ini, yaitu menulis lambang bilangan 11 sampai 20 sesuai kumpulan benda yang dihitung (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat: menunjukkan gambar 12 buah kelereng di papan tulis dan meminta murid menuliskan lambang bilangannya di papan mini/kertas masing-masing (acuan jawaban: murid menulis angka 12) (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru meletakkan wadah berisi 14 batang stik es krim di meja peraga, lalu membilang bersama murid satu per satu dari 1 sampai 14 (5 menit).
- Guru mendemonstrasikan pembentukan lambang bilangan 14 di papan tulis, menekankan penulisan angka puluhan 1 di kiri dan angka satuan 4 di kanan dengan urutan goresan yang benar (5 menit).
- Guru memperagakan contoh kedua menggunakan 17 kancing baju, membilangnya bersama, lalu mencontohkan penulisan lambang bilangan 17 di papan tulis (acuan: lambang bilangan 17) (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengajak murid melakukan permainan 'Hitung dan Tulis': dalam 4 putaran tantangan seru, guru menampilkan kartu bergambar kumpulan benda (Putaran 1: 13 pensil, Putaran 2: 15 apel, Putaran 3: 18 daun, Putaran 4: 16 bola), lalu setiap murid serentak mengangkat kartu angka yang mereka tulis sendiri di kertas (acuan jawaban: Putaran 1 = 13; Putaran 2 = 15; Putaran 3 = 18; Putaran 4 = 16) (10 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar latihan menulis lambang bilangan berdasarkan 5 kumpulan gambar benda: (1) kumpulan 11 bintang, (2) kumpulan 14 jeruk, (3) kumpulan 16 kelereng, (4) kumpulan 19 buku, (5) kumpulan 20 koin (acuan kunci jawaban berturut-turut: 11, 14, 16, 19, 20) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru membimbing murid mencocokkan hasil tulisan lambang bilangannya dengan kunci jawaban di papan tulis dan memeriksa ketepatan bentuk angka yang ditulis (5 menit).
- Murid menyampaikan angka mana yang terasa paling mudah ditulis dan angka mana yang memerlukan latihan goresan lebih banyak (misalnya bentuk angka 12 atau 20) (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap kegiatan menulis lambang bilangan 11 sampai 20 yang telah dilakukan hari ini (3 menit).
- Guru memberikan satu soal cek pemahaman cepat di akhir sesi: murid melihat gambar 18 lingkaran di papan dan menuliskan lambang bilangannya di buku tugas (acuan jawaban: 18) (5 menit).
- Guru menutup sesi pembelajaran dengan apresiasi dan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar bantu titik-titik (tracing dot) pola angka 11 sampai 20 bagi murid yang motorik halusnya masih berkembang.
- Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi murid yang masih terbalik menulis angka (misalnya angka 12 tertulis 21), serta memberi tantangan kumpulan benda lebih bervariasi bagi murid yang sudah mahir.
- Produk: Murid yang sudah lancar menulis lambang bilangan secara langsung, sedangkan murid yang membutuhkan dukungan menulis lambang bilangan dengan bantuan panduan garis petak angka.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik di pendahuluan: Murid diminta menghitung gambar 12 buah kelereng di papan tulis lalu menuliskan lambang bilangannya pada kertas masing-masing (acuan jawaban: lambang bilangan 12 tepat).
Proses:- Formatif pada lembar kerja mandiri (5 butir): Menulis lambang bilangan sesuai kumpulan benda berikut: (1) 11 bintang -> 11; (2) 14 jeruk -> 14; (3) 16 kelereng -> 16; (4) 19 buku -> 19; (5) 20 koin -> 20 (acuan kunci jawaban lengkap: 11, 14, 16, 19, 20).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid menghitung 18 lingkaran di papan tulis dan menuliskan lambang bilangannya secara mandiri di buku catatan (acuan jawaban: 18).
Formatif:- Pemeriksaan ketepatan menulis lambang bilangan pada permainan 'Hitung dan Tulis'
- Penilaian lembar kerja mandiri menulis lambang bilangan 11 sampai 20 sesuai gambar kumpulan benda
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Menulis Lambang Bilangan Cacah 11 sampai 20 Sesuai Kumpulan Benda | Menulis dengan tepat paling banyak 1 dari 5 lambang bilangan sesuai kumpulan benda pada lembar latihan (acuan kunci: 11, 14, 16, 19, 20). | Menulis dengan tepat 2 sampai 3 dari 5 lambang bilangan sesuai kumpulan benda pada lembar latihan (acuan kunci: 11, 14, 16, 19, 20). | Menulis dengan tepat 4 dari 5 lambang bilangan sesuai kumpulan benda pada lembar latihan (acuan kunci: 11, 14, 16, 19, 20). | Menulis dengan tepat seluruh (5 dari 5) lambang bilangan sesuai kumpulan benda pada lembar latihan secara mandiri dan benar (acuan kunci: 11, 14, 16, 19, 20). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid sudah dapat memegang alat tulis dan membentuk lambang bilangan 11 sampai 20 dengan benar tanpa terbalik?
- Bagian mana dari kegiatan menulis lambang bilangan yang paling memerlukan bimbingan intensif bagi murid?
Murid:- Apakah kamu merasa senang menulis angka 11 sampai 20 hari ini?
- Lambang bilangan angka berapa yang paling mudah kamu tulis?
Pertemuan 4 — Menentukan Nilai Tempat Puluhan dan Satuan Menggunakan Kumpulan Benda Konkret — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.5.4 Menentukan nilai tempat bilangan cacah sampai 20
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa, serta memeriksa kehadiran murid (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid mengambil 12 biji/stik, lalu mengelompokkan 10 benda ke dalam satu wadah dan menyisakan sisanya di luar wadah, kemudian menanyakan: 'Berapa puluhan dan berapa satuan?' (acuan jawaban: 1 puluhan dan 2 satuan) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memodelkan konsep nilai tempat menggunakan 15 kelereng: menghitung 10 kelereng lalu memasukkannya ke dalam kantong plastik transparan sebagai '1 puluhan', serta meletakkan 5 kelereng lepas di luar kantong sebagai '5 satuan' (acuan konsep: 15 = 1 puluhan dan 5 satuan) (10 menit).
- Murid menyimak peragaan perbandingan benda konkret lain: 1 ikat pensil berisi 10 buah (1 puluhan) dan 3 pensil lepas (3 satuan) yang membentuk bilangan 13 (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Tantangan Berpasangan 'Ikat Puluhan': Secara berpasangan, murid menerima seikat karet dan 20 stik es krim untuk menyelesaikan 3 kartu tantangan mengelompokkan benda konkret: Kartu 1 mengambil 11 stik (diikat 10, sisa 1), Kartu 2 mengambil 16 stik (diikat 10, sisa 6), dan Kartu 3 mengambil 18 stik (diikat 10, sisa 8) (acuan: Kartu 1 = 1 puluhan 1 satuan; Kartu 2 = 1 puluhan 6 satuan; Kartu 3 = 1 puluhan 8 satuan) (15 menit).
- Murid secara mandiri menyelesaikan latihan pada lembar kerja benda konkret untuk menentukan nilai tempat dari kumpulan gambar benda yang dilingkari per sepuluh: Butir 1 ada 14 permen (1 kelompok 10 dan 4 lepas), Butir 2 ada 17 daun (1 kelompok 10 dan 7 lepas), Butir 3 ada 12 bintang (1 kelompok 10 dan 2 lepas), dan Butir 4 ada 20 stik (2 ikat 10 dan 0 lepas) (acuan: Butir 1 = 1 puluhan 4 satuan; Butir 2 = 1 puluhan 7 satuan; Butir 3 = 1 puluhan 2 satuan; Butir 4 = 2 puluhan 0 satuan) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mengecek hasil lembar kerja dengan mengonfirmasi kembali bahwa setiap 10 benda yang dikumpulkan menjadi satu ikatan bernilai 1 puluhan dan sisanya adalah satuan (5 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan cara menentukan nilai tempat puluhan dan satuan dari kumpulan benda konkret (10 benda diikat menjadi 1 puluhan) (5 menit).
- Guru melakukan asesmen akhir singkat (cek pemahaman) dengan menunjukkan 1 ikat stik berisi 10 dan 5 stik lepas, lalu meminta murid menyebutkan nilai tempatnya (acuan jawaban: 1 puluhan dan 5 satuan), kemudian menutup pertemuan dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan benda konkret ukuran lebih besar (stik besar/balok) untuk kelompok yang membutuhkan kemudahan manipulasi motorik, dan stik ukuran biasa/kancing untuk kelompok mandiri.
- Proses: Murid yang masih kesulitan didampingi langkah demi langkah saat mengikat setiap 10 benda; murid yang cepat diberikan tantangan membuktikan nilai tempat bilangan 19 dan 20 menggunakan 2 ikatan puluhan.
- Produk: Murid menuangkan hasil penentuan nilai tempat dengan meletakkan kartu angka puluhan dan satuan di samping ikatan benda konkret atau menuliskannya di tabel nilai tempat lembar kerja.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes diagnostik kinerja singkat: Murid diminta mengambil 12 biji/stik, mengelompokkan 10 biji ke dalam satu wadah dan sisanya di luar, lalu menentukan nilai tempatnya (acuan jawaban benar: 1 puluhan dan 2 satuan).
Proses:- Formatif unjuk kerja tantangan berpasangan pada 3 kartu tugas: mengelompokkan stik es krim menjadi ikatan puluhan dan satuan lepas (acuan: Kartu 1 [11 stik] = 1 puluhan dan 1 satuan; Kartu 2 [16 stik] = 1 puluhan dan 6 satuan; Kartu 3 [18 stik] = 1 puluhan dan 8 satuan).
- Formatif tertulis lembar kerja mandiri 4 butir penentuan nilai tempat dari gambar kumpulan benda konkret (acuan: Butir 1 [14 permen] = 1 puluhan dan 4 satuan; Butir 2 [17 daun] = 1 puluhan dan 7 satuan; Butir 3 [12 bintang] = 1 puluhan dan 2 satuan; Butir 4 [20 stik] = 2 puluhan dan 0 satuan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan penutup: Guru menunjukkan kumpulan benda konkret konkret berupa 1 ikat stik (isi 10) dan 5 stik lepas, murid menentukan nilai tempatnya (acuan jawaban benar: 1 puluhan dan 5 satuan).
Formatif:- Observasi unjuk kerja manipulasi benda konkret saat mengelompokkan 10 benda menjadi satu puluhan dan sisanya satuan
- Pemeriksaan lembar kerja mandiri penentuan nilai tempat bilangan cacah 11 sampai 20 berdasarkan kumpulan benda konkret
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menentukan nilai tempat puluhan dan satuan menggunakan benda konkret | Belum mampu mengelompokkan 10 benda menjadi 1 puluhan dan belum tepat menentukan nilai tempat puluhan maupun satuan (0 sampai 1 butir tepat dari 4 butir acuan LK). | Mampu mengelompokkan 10 benda menjadi 1 puluhan dengan bimbingan penuh guru, serta tepat menentukan nilai tempat pada 2 butir dari 4 butir acuan LK. | Mampu mengelompokkan 10 benda menjadi puluhan dan menentukan nilai tempat puluhan serta satuan dengan tepat pada minimal 3 butir dari 4 butir acuan LK secara mandiri. | Mampu mengelompokkan benda konkret dan menentukan nilai tempat puluhan serta satuan secara tepat pada seluruh butir (4 butir acuan LK: 14, 17, 12, dan 20) secara mandiri dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan ikatan stik es krim membantu murid memahami bahwa 1 puluhan terdiri dari 10 satuan?
- Bagian mana dari langkah manipulasi benda konkret yang masih membuat murid keliru antara puluhan dan satuan?
Murid:- Apakah kamu senang mengikat stik es krim menjadi kelompok puluhan?
- Berapa banyak stik yang harus kamu kumpulkan agar bisa diikat menjadi 1 puluhan?
Pertemuan 5 — Menentukan Nilai Tempat Bilangan Cacah 11 sampai 20 pada Tabel Nilai Tempat — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.5.4 Menentukan nilai tempat bilangan cacah sampai 20
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru memeriksa kesiapan belajar dan melakukan asesmen awal diagnostik lisan dengan menunjukkan 1 ikat sedotan (10 buah) dan 3 sedotan lepas, lalu bertanya: 'Ada berapa puluhan dan berapa satuannya?' (acuan jawaban: 1 puluhan dan 3 satuan) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menentukan nilai tempat puluhan dan satuan bilangan 11 sampai 20 dengan menuliskannya ke dalam tabel nilai tempat (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menggambar format tabel nilai tempat 2 kolom ('Puluhan' di sebelah kiri dan 'Satuan' di sebelah kanan) di papan tulis, lalu memperagakan bilangan 15 menggunakan 1 kantong kelereng (berisi 10 kelereng = 1 puluhan) dan 5 kelereng lepas (5 satuan) (5 menit).
- Guru memodelkan cara memindahkan data benda konkret ke dalam tabel nilai tempat: menuliskan angka 1 pada kolom 'Puluhan' dan angka 5 pada kolom 'Satuan', serta menegaskan bahwa 15 = 1 puluhan dan 5 satuan (5 menit).
- Murid menyimak dan bersama-sama membaca angka pada tabel nilai tempat untuk bilangan 13 (kolom Puluhan: 1, kolom Satuan: 3) dan 17 (kolom Puluhan: 1, kolom Satuan: 7) yang dituliskan guru (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagi murid secara berpasangan dan membagikan papan saku tabel nilai tempat serta kartu bilangan 11 sampai 20 untuk permainan 'Tantangan Tabel Nilai Tempat' (5 menit).
- Dalam permainan berpasangan, salah satu murid mengambil sebuah kartu bilangan (misalnya 14), lalu pasangannya meletakkan kartu angka pada tabel nilai tempat: angka 1 di kolom Puluhan dan angka 4 di kolom Satuan, kemudian bergantian untuk bilangan 12, 16, 18, dan 20 (acuan: 12 -> Puluhan: 1, Satuan: 2; 16 -> Puluhan: 1, Satuan: 6; 18 -> Puluhan: 1, Satuan: 8; 20 -> Puluhan: 2, Satuan: 0) (10 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar latihan mengisi tabel nilai tempat untuk 4 butir bilangan: (1) 11; (2) 14; (3) 17; (4) 19 (acuan: butir 1 -> Puluhan: 1, Satuan: 1; butir 2 -> Puluhan: 1, Satuan: 4; butir 3 -> Puluhan: 1, Satuan: 7; butir 4 -> Puluhan: 1, Satuan: 9) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru dan murid bersama-sama memeriksa jawaban latihan mandiri di papan tulis, mencocokkan letak angka puluhan dan satuan pada tabel nilai tempat (5 menit).
- Murid mengidentifikasi letak angka pada tabel nilai tempat dan menyadari posisi puluhan selalu di kolom sebelah kiri dan satuan di sebelah kanan (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa bilangan dua angka 11 sampai 20 terdiri atas puluhan dan satuan yang dapat diletakkan pada tabel nilai tempat (angka kiri untuk puluhan, angka kanan untuk satuan) (5 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan memberikan apresiasi atas kerja sama murid dan membaca doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menggunakan kartu angka dengan warna berbeda (merah untuk puluhan, biru untuk satuan) saat memasukkan ke tabel; murid mahir menentukan nilai tempat bilangan hingga 20 langsung dalam bentuk simbolik.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan didampingi secara intensif oleh guru dengan bantuan benda konkret sedotan berikat; murid yang cepat bekerja mandiri dengan bilangan acak 11-20.
- Produk: Murid yang membutuhkan bimbingan menyelesaikan minimal 2 dari 4 butir tabel nilai tempat dengan benar; murid mahir menyelesaikan seluruh 4 butir tabel nilai tempat secara lengkap dan tepat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik singkat di awal pembelajaran: guru memperlihatkan 1 ikat berisi 10 sedotan dan 3 sedotan lepas, kemudian murid menentukan nilai tempatnya (acuan jawaban benar: 1 puluhan dan 3 satuan).
Proses:- Pengamatan keterlibatan dan ketepatan murid saat meletakkan kartu angka pada papan saku tabel nilai tempat dalam permainan berpasangan untuk bilangan 12, 16, 18, dan 20 (acuan: 12 = Puluhan: 1, Satuan: 2; 16 = Puluhan: 1, Satuan: 6; 18 = Puluhan: 1, Satuan: 8; 20 = Puluhan: 2, Satuan: 0).
Akhir Pertemuan:- Pemeriksaan lembar latihan tertulis berisi 4 butir pengisian tabel nilai tempat: (1) bilangan 11 (acuan: Puluhan = 1, Satuan = 1); (2) bilangan 14 (acuan: Puluhan = 1, Satuan = 4); (3) bilangan 17 (acuan: Puluhan = 1, Satuan = 7); (4) bilangan 19 (acuan: Puluhan = 1, Satuan = 9). Kriteria ketercapaian: murid tepat menentukan minimal 3 dari 4 butir tabel nilai tempat.
Formatif:- Observasi unjuk kerja berpasangan meletakkan angka pada papan tabel nilai tempat saat permainan tantangan
- Pemeriksaan hasil lembar latihan mandiri menentukan angka puluhan dan satuan pada tabel nilai tempat untuk bilangan 11 sampai 20
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menentukan nilai tempat bilangan cacah 11 sampai 20 pada tabel nilai tempat | Belum mampu menentukan angka puluhan dan satuan pada tabel nilai tempat untuk bilangan 11 sampai 20 (benar 0 atau 1 butir dari 4 butir acuan: 11, 14, 17, 19). | Mampu menentukan angka puluhan dan satuan pada tabel nilai tempat secara tepat untuk 2 dari 4 butir acuan (11, 14, 17, 19) dengan bantuan guru. | Mampu menentukan angka puluhan dan satuan pada tabel nilai tempat secara tepat untuk 3 dari 4 butir acuan (11, 14, 17, 19) secara mandiri. | Mampu menentukan angka puluhan dan satuan pada tabel nilai tempat secara tepat untuk seluruh 4 butir acuan (11: P=1 S=1; 14: P=1 S=4; 17: P=1 S=7; 19: P=1 S=9) secara mandiri dan konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan tabel nilai tempat dan kartu angka membantu murid memahami posisi puluhan dan satuan secara konkret?
- Bagian mana dari langkah pembelajaran menentukan nilai tempat yang masih membingungkan bagi sebagian murid?
Murid:- Apakah kamu sudah bisa membedakan kolom puluhan dan kolom satuan pada tabel nilai tempat?
- Kegiatan mana yang paling kamu sukai saat belajar nilai tempat hari ini?
Pertemuan 6 — Membandingkan Dua Bilangan Cacah sampai 20 Menggunakan Istilah Lebih Banyak, Lebih Sedikit, atau Sama Banyak — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.5.5 Membandingkan bilangan cacah sampai 20
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak murid berdoa singkat bersama, dan memeriksa kehadiran murid (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan memperagakan dua piring berisi kancing: Piring A berisi 14 kancing dan Piring B berisi 12 kancing. Guru menanyakan piring mana yang berisi lebih banyak kancing (acuan jawaban: Piring A lebih banyak daripada Piring B; atau 14 lebih banyak dari 12) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan kegiatan hari ini, yaitu membandingkan dua bilangan cacah sampai 20 dengan menggunakan istilah 'lebih banyak', 'lebih sedikit', atau 'sama banyak' (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati dua wadah transparan di depan kelas: Wadah 1 berisi 15 sedotan dan Wadah 2 berisi 11 sedotan. Guru membimbing murid menghitung isi masing-masing wadah satu per satu secara berkesadaran (mindful) (5 menit).
- Murid menyimak peragaan memasangkan satu per satu sedotan dari Wadah 1 dan Wadah 2 untuk membuktikan bahwa Wadah 1 memiliki sisa 4 sedotan yang tidak berpasangan, sehingga disimpulkan: 15 lebih banyak dari 11, dan 11 lebih sedikit dari 15 (acuan: konsep pembandingan melalui pemasangan satu-satu) (7 menit).
- Murid mengamati contoh perbandingan ketiga menggunakan 2 kotak manik-manik: Kotak A berisi 13 manik-manik dan Kotak B berisi 13 manik-manik. Ketika dipasangkan seluruhnya habis tanpa sisa, murid memahami penggunaan istilah 'sama banyak' (13 sama banyak dengan 13) (6 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan permainan pasangan bilangan menggembirakan 'Tepuk Banding': Guru mengangkat 2 kartu lambang bilangan sekaligus, murid bertepuk tangan sekali jika bilangan pertama lebih banyak, menundukkan kepala jika lebih sedikit, atau meletakkan tangan di dada jika sama banyak untuk 3 set bilangan: (1) 16 dan 12 (acuan: 16 lebih banyak dari 12), (2) 14 dan 17 (acuan: 14 lebih sedikit dari 17), (3) 18 dan 18 (acuan: 18 sama banyak dengan 18) (10 menit).
- Murid mengerjakan Lembar Latihan mandiri berisi 4 butir perbandingan dua bilangan cacah: (1) Bandingkan bilangan 16 dan 19 (acuan: 16 lebih sedikit dari 19); (2) Bandingkan bilangan 20 dan 15 (acuan: 20 lebih banyak dari 15); (3) Bandingkan bilangan 17 dan 17 (acuan: 17 sama banyak dengan 17); (4) Bandingkan bilangan 13 dan 11 (acuan: 13 lebih banyak dari 11) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil lembar latihan secara bersama-sama, memeriksa ketepatan penggunaan istilah pembanding pada keempat butir latihan (5 menit).
- Murid memikirkan kembali strategi yang mereka gunakan dalam membandingkan dua bilangan (apakah melihat kumpulan bendanya atau mengingat urutan bilangannya) secara tenang dan berkesadaran (5 menit).
Penutup:- Murid menjawab 2 butir kuis cek pemahaman lisan singkat dari guru: (1) Bilangan 12 ... dari 18 (acuan: lebih sedikit); (2) Bilangan 19 ... dari 14 (acuan: lebih banyak) (4 menit).
- Guru dan murid menyimpulkan bahwa untuk membandingkan dua bilangan cacah sampai 20 kita dapat memakai istilah 'lebih banyak', 'lebih sedikit', atau 'sama banyak'. Guru menutup pertemuan dengan doa dan salam (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan visual disediakan benda konkret/stik hitung untuk dipasangkan langsung saat membandingkan; murid yang sudah lancar langsung membandingkan lambang bilangan abstrak.
- Proses: Murid yang memerlukan bimbingan tambahan didampingi dengan menghitung maju untuk menentukan letak bilangan, sedangkan murid yang mandiri langsung menuliskan istilah perbandingannya.
- Produk: Murid yang masih lambat menulis cukup melingkari kata pembanding yang tepat ('lebih banyak' / 'lebih sedikit' / 'sama banyak'), sedangkan murid yang cepat menuliskan kalimat perbandingan secara utuh.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik peragaan konkret: Guru menunjukkan dua piring kancing (Piring A = 14 kancing, Piring B = 12 kancing). Murid diminta menentukan piring mana yang memuat kancing lebih banyak. Acuan jawaban benar: Piring A berisi kancing lebih banyak daripada Piring B (karena 14 lebih banyak dari 12).
Proses:- Pemeriksaan Lembar Latihan mandiri membandingkan dua bilangan cacah (skala 1-4 butir benar) dengan acuan lengkap: Butir 1: 16 dan 19 (acuan: 16 lebih sedikit dari 19); Butir 2: 20 dan 15 (acuan: 20 lebih banyak dari 15); Butir 3: 17 dan 17 (acuan: 17 sama banyak dengan 17); Butir 4: 13 dan 11 (acuan: 13 lebih banyak dari 11).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan akhir sesi pembelajaran dengan 2 butir pertanyaan rumpang: Butir 1: 12 ... dari 18 (acuan: lebih sedikit); Butir 2: 19 ... dari 14 (acuan: lebih banyak).
Formatif:- Asesmen diagnostik awal: mengamati respons murid membandingkan 14 kancing dan 12 kancing.
- Asesmen formatif proses: pengamatan partisipasi pada permainan 'Tepuk Banding' dan penilaian lembar latihan mandiri 4 butir perbandingan bilangan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Membandingkan dua bilangan cacah sampai 20 | Belum mampu membandingkan dua bilangan cacah sampai 20 secara tepat (hanya 0-1 butir tepat dari 4 butir latihan: 16 vs 19, 20 vs 15, 17 vs 17, 13 vs 11). | Mampu membandingkan dua bilangan cacah sampai 20 dengan bantuan guru (tepat 2 butir dari 4 butir latihan: 16 vs 19, 20 vs 15, 17 vs 17, 13 vs 11). | Mampu membandingkan dua bilangan cacah sampai 20 secara tepat dan mandiri (tepat 3 butir dari 4 butir latihan: 16 vs 19, 20 vs 15, 17 vs 17, 13 vs 11). | Mampu membandingkan dua bilangan cacah sampai 20 secara tepat, konsisten, dan mandiri pada seluruh tugas (tepat seluruh 4 butir latihan: 16 vs 19, 20 vs 15, 17 vs 17, 13 vs 11). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan model pasangan benda konkret membantu murid memahami istilah lebih banyak, lebih sedikit, dan sama banyak secara jelas?
- Bagian mana dari kegiatan pembandingan bilangan sampai 20 yang masih membuat sebagian murid keliru?
Murid:- Bagaimana caramu mengetahui bilangan mana yang jumlahnya lebih banyak?
- Kegiatan mana yang paling kamu sukai saat belajar membandingkan bilangan hari ini?
Pertemuan 7 — Mengurutkan Bilangan Cacah sampai 20 dari Terkecil ke Terbesar dan Sebaliknya — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.5.6 Mengurutkan bilangan cacah sampai 20
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama sesuai keyakinan masing-masing (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik cepat dengan menunjukkan 3 kartu bilangan di papan tulis: 12, 16, dan 10, lalu meminta murid secara serempak dengan gestur jari/tunjuk untuk menentukan bilangan mana yang paling kecil dan mana yang paling besar (acuan: paling kecil = 10, paling besar = 16) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengurutkan bilangan cacah 11 sampai 20 dari yang terkecil ke terbesar dan dari yang terbesar ke terkecil (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperagakan konsep urutan bilangan menggunakan garis bilangan 10 sampai 20 di papan tulis, menekankan bahwa menghitung maju (11, 12, 13, ..., 20) menghasilkan urutan dari terkecil ke terbesar, sedangkan menghitung mundur (20, 19, 18, ..., 11) menghasilkan urutan dari terbesar ke terkecil (10 menit).
- Guru memberikan contoh pemodelan dengan mengambil 3 bilangan acak: 13, 11, dan 18. Guru mendemonstrasikan cara menentukan bilangan terkecil (11), bilangan di tengah (13), dan terbesar (18), lalu menuliskan urutan dari terkecil (11, 13, 18) dan urutan dari terbesar (18, 13, 11) (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid berpasangan memainkan permainan tantangan kartu 'Kereta Bilangan Ceria'. Setiap pasangan menerima 4 set kartu bilangan acak untuk disusun berjejer di meja: Set 1 berisi [14, 12, 17] diurutkan dari terkecil (acuan: 12, 14, 17); Set 2 berisi [19, 15, 11] diurutkan dari terbesar (acuan: 19, 15, 11); Set 3 berisi [16, 13, 20] diurutkan dari terkecil (acuan: 13, 16, 20); Set 4 berisi [18, 10, 14] diurutkan dari terbesar (acuan: 18, 14, 10) (10 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar latihan mengurutkan bilangan yang terdiri atas 4 butir soal: Butir 1 urutkan [15, 11, 19] dari terkecil (acuan: 11, 15, 19); Butir 2 urutkan [13, 18, 12] dari terkecil (acuan: 12, 13, 18); Butir 3 urutkan [17, 20, 14] dari terbesar (acuan: 20, 17, 14); Butir 4 urutkan [16, 10, 13] dari terbesar (acuan: 16, 13, 10) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru bersama murid memeriksa hasil pengerjaan lembar latihan dengan meminta perwakilan murid menuliskan urutan bilangan di papan tulis, lalu murid mengecek mandiri ketepatan urutan masing-masing (5 menit).
- Murid merefleksikan cara yang paling mudah mereka gunakan saat mengurutkan bilangan (apakah dengan membayangkan hitung maju/mundur atau melihat angka puluhan dan satuannya) (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap ketepatan murid dalam mengurutkan bilangan cacah sampai 20 baik dari yang terkecil maupun dari yang terbesar (5 menit).
- Guru menyampaikan agenda pembelajaran untuk pertemuan berikutnya dan menutup kegiatan kelas dengan doa serta salam penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang memerlukan bimbingan, disediakan alat bantu visual garis bilangan 10–20 terpasang di meja. Untuk murid yang mahir, disediakan kartu bilangan dengan 4 bilangan sekaligus (misal: 11, 19, 14, 17).
- Proses: Murid yang membutuhkan pendampingan dipandu langsung oleh guru dengan langkah membilang maju satu per satu, sedangkan murid mahir langsung menyelesaikan tantangan secara mandiri.
- Produk: Murid menyelesaikan lembar latihan lembar kerja sesuai instruksi penulisan urutan bilangan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik cepat kesiapan membilang dan membandingkan bilangan: guru menunjukkan kartu bilangan [12, 16, 10]. Murid diminta menunjuk bilangan terkecil dan terbesar. (Acuan: terkecil = 10, terbesar = 16).
Proses:- Observasi ketepatan mengurutkan 4 set kartu bilangan berpasangan: Set 1 [14, 12, 17] dari terkecil (acuan: 12, 14, 17); Set 2 [19, 15, 11] dari terbesar (acuan: 19, 15, 11); Set 3 [16, 13, 20] dari terkecil (acuan: 13, 16, 20); Set 4 [18, 10, 14] dari terbesar (acuan: 18, 14, 10).
Akhir Pertemuan:- Pengecekan mandiri pada lembar kerja 4 butir soal: Butir 1 urutkan [15, 11, 19] dari terkecil (acuan: 11, 15, 19); Butir 2 urutkan [13, 18, 12] dari terkecil (acuan: 12, 13, 18); Butir 3 urutkan [17, 20, 14] dari terbesar (acuan: 20, 17, 14); Butir 4 urutkan [16, 10, 13] dari terbesar (acuan: 16, 13, 10).
Formatif:- Observasi unjuk kerja permainan menyusun kartu bilangan 'Kereta Bilangan Ceria'
- Penilaian lembar latihan mandiri mengurutkan bilangan cacah sampai 20
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengurutkan bilangan cacah sampai 20 dari terkecil ke terbesar dan sebaliknya | Belum mampu mengurutkan bilangan cacah sampai 20 dengan tepat (0-1 butir tepat dari 4 butir lembar latihan). | Mampu mengurutkan bilangan cacah sampai 20 dengan tepat pada 2 butir dari 4 butir lembar latihan dengan bimbingan guru. | Mampu mengurutkan bilangan cacah sampai 20 dengan tepat pada minimal 3 dari 4 butir lembar latihan secara mandiri. | Mampu mengurutkan bilangan cacah sampai 20 dengan tepat pada seluruh 4 butir lembar latihan secara mandiri dan konsisten baik urutan dari terkecil maupun terbesar. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan garis bilangan dan permainan kartu efektif membantu murid memahami konsep mengurutkan bilangan maju dan mundur?
- Bagian mana dari urutan bilangan yang masih membuat murid keliru antara terkecil ke terbesar atau sebaliknya?
Murid:- Apakah kamu lebih mudah mengurutkan bilangan dari yang paling kecil atau dari yang paling besar?
- Bantuan apa yang paling memudahkanmu saat menyusun urutan bilangan hari ini?
Pertemuan 8 — Melakukan Komposisi dan Dekomposisi Bilangan Cacah sampai 20 dengan Pasangan Bilangan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.5.7 Melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan cacah sampai 20
Pendahuluan:- Guru menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid menjawab 2 soal lisan: (1) 'Berapa hasil gabungan 10 dan 2?' (acuan jawaban: 12); (2) 'Jika 13 dipisah menjadi 10 dan berapa?' (acuan jawaban: 3) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu belajar menyusun (komposisi) dan mengurai (dekomposisi) bilangan cacah 11 sampai 20 menggunakan model pasangan bilangan (number bond) (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati peragaan guru menggabungkan 10 balok merah dan 5 balok kuning pada lingkaran bagian dalam bagan pasangan bilangan di papan tulis hingga menghasilkan 15 pada lingkaran total (komposisi), serta melihat pemisahan 14 balok menjadi 10 dan 4 (dekomposisi) (7 menit).
- Murid mempraktikkan langsung di meja masing-masing menggunakan 20 kancing dan templat kartu bagan pasangan bilangan untuk membuktikan komposisi: 10 kancing dan 6 kancing digabung menjadi 16 kancing (acuan: 10 dan 6 menyusun 16) (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid bermain tantangan berpasangan 'Tebak Pasanganku': murid A mengambil kartu bilangan target (misalnya 17), murid B meletakkan 10 kancing di lingkaran pertama dan menebak sisa kancing di lingkaran kedua (yaitu 7 kancing), lalu bergantian untuk bilangan 12, 15, dan 19 (10 menit).
- Murid secara mandiri menyelesaikan Lembar Latihan berisikan 4 soal penentuan pasangan bilangan: (1) Menyusun bilangan dari pasangan 10 dan 3 (acuan jawaban: 13); (2) Menyusun bilangan dari pasangan 10 dan 8 (acuan jawaban: 18); (3) Mengurai bilangan 16 menjadi 10 dan ... (acuan jawaban: 6); (4) Mengurai bilangan 20 menjadi 10 dan ... (acuan jawaban: 10) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil pengerjaan lembar latihan dengan memverifikasi kembali menggunakan benda konkret jika terdapat ketidaksesuaian jawaban (5 menit).
- Murid menyimpulkan bahwa bilangan belasan dapat dengan mudah disusun atau diurai menjadi kumpulan 10 dan satuannya (5 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan inti materi mengenai cara menyusun dan mengurai bilangan cacah sampai 20 (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar hari ini serta menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menggunakan kartu pasangan bilangan bergambar titik konkret (dot-card), sedangkan murid yang lebih mahir langsung menggunakan kartu lambang bilangan angka.
- Proses: Murid yang masih kesulitan didampingi secara intensif menggunakan kancing dan templat manipulatif berpetak sepuluh; murid yang telah mahir bekerja mandiri menyelesaikan variasi pasangan bilangan (misalnya 15 diurai menjadi 9 dan 6).
- Produk: Murid bebas menyajikan hasil urai bilangan melalui peletakan kancing pada templat atau langsung menuliskannya pada lembar angka pasangan bilangan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik singkat di pendahuluan: (1) '10 dan 2 digabung menjadi berapa?' (acuan jawaban: 12); (2) '13 jika dipisahkan menjadi 10 dan berapa?' (acuan jawaban: 3).
Proses:- Pengamatan saat kegiatan manipulatif pasangan bilangan dan pengerjaan lembar latihan 4 butir: Butir 1: Pasangan 10 dan 3 (kunci: 13); Butir 2: Pasangan 10 dan 8 (kunci: 18); Butir 3: Dekomposisi 16 menjadi 10 dan titik-titik (kunci: 6); Butir 4: Dekomposisi 20 menjadi 10 dan titik-titik (kunci: 10).
Akhir Pertemuan:- Pengecekan akhir pemahaman melalui 2 butir soal lisan/tulis cepat: (1) Komposisi dari 10 dan 7 (kunci jawaban: 17); (2) Dekomposisi 19 menjadi 10 dan titik-titik (kunci jawaban: 9).
Formatif:- Tes diagnostik lisan di awal pembelajaran
- Observasi unjuk kerja saat permainan manipulatif pasangan bilangan
- Penilaian lembar latihan komposisi dan dekomposisi bilangan cacah sampai 20
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Komposisi dan Dekomposisi Bilangan Cacah sampai 20 | Belum mampu menyusun atau mengurai bilangan cacah sampai 20, atau hanya menjawab benar maksimal 1 dari 4 butir lembar latihan (acuan: butir 1=13, butir 2=18, butir 3=6, butir 4=10) meskipun dengan bimbingan penuh. | Mampu menyusun atau mengurai bilangan cacah sampai 20 dengan menjawab tepat 2 dari 4 butir lembar latihan (acuan: butir 1=13, butir 2=18, butir 3=6, butir 4=10) dengan bantuan benda konkret. | Mampu menyusun dan mengurai bilangan cacah sampai 20 dengan menjawab tepat minimal 3 dari 4 butir lembar latihan (acuan: butir 1=13, butir 2=18, butir 3=6, butir 4=10) secara mandiri. | Mampu menyusun dan mengurai bilangan cacah sampai 20 dengan menjawab seluruh 4 butir lembar latihan secara tepat (kunci lengkap: butir 1=13, butir 2=18, butir 3=6, butir 4=10) secara cepat, tepat, dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan media kancing dan templat number bond efektif membantu pemahaman murid mengenai komposisi dan dekomposisi bilangan sampai 20?
- Bagian mana dari kegiatan berpasangan yang memerlukan penyesuaian bimbingan pada pertemuan mendatang?
Murid:- Kegiatan mana yang paling menyenangkan saat bermain dengan pasangan bilangan hari ini?
- Apakah kamu sudah bisa memisahkan bilangan belasan menjadi 10 dan satuannya?
Pertemuan 9 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 1.5.1 Menunjukkan pemahaman dan memiliki intuisi bilangan (number sense) pada bilangan cacah sampai 20
- TP 1.5.2 Membaca bilangan cacah sampai 20
- TP 1.5.3 Menulis bilangan cacah sampai 20
- TP 1.5.4 Menentukan nilai tempat bilangan cacah sampai 20
- TP 1.5.5 Membandingkan bilangan cacah sampai 20
- TP 1.5.6 Mengurutkan bilangan cacah sampai 20
- TP 1.5.7 Melakukan komposisi (menyusun) dan dekomposisi (mengurai) bilangan cacah sampai 20
Pendahuluan:- Guru membuka sesi dengan menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab untuk melihat pemahaman membilang sampai 20 dan menjelaskan alur dua stasiun: tes tertulis bergambar di meja masing-masing dan unjuk kerja bergiliran di meja guru (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan lembar asesmen tertulis bergambar dan memandu murid memahami 4 bagian soal: (1) Menulis lambang bilangan dari gambar 14 kelereng dan 18 bintang (kunci: 14 dan 18); (2) Mengisi tabel nilai tempat puluhan dan satuan untuk bilangan 16 (kunci: 1 puluhan, 6 satuan); (3) Melingkari kata pembanding yang tepat untuk 12 apel ... 15 apel (kunci: lebih sedikit); (4) Melengkapi bagan pasangan bilangan untuk dekomposisi 17 menjadi 10 dan titik-titik (kunci: 7) (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid secara mandiri mengerjakan lembar asesmen tertulis bergambar pada 4 bagian tugas yang telah dijelaskan dengan tenang dan jujur (35 menit).
- Secara paralel saat murid mengerjakan lembar tertulis, guru memanggil murid secara bergiliran ke meja guru selama 1 menit per murid (total 20 menit untuk unjuk kerja) untuk melakukan 3 tugas konkret: (1) Membilang sekumpulan 13 stik es krim satu per satu (acuan: tepat membilang 13 stik); (2) Membaca nyaring kartu bilangan 19 yang ditunjuk guru (acuan: tepat melafalkan 'sembilan belas'); (3) Menyusun 5 kartu acak bertuliskan 11, 14, 12, 15, 13 secara berurutan maju (acuan urutan: 11, 12, 13, 14, 15) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengumpulkan lembar asesmen bergambar ke meja guru setelah memeriksa kembali kelengkapan jawabannya secara mandiri (2 menit).
Penutup:- Guru mengapresiasi kemandirian, kejujuran, dan usaha sungguh-sungguh seluruh murid dalam menyelesaikan rangkaian asesmen sumatif Bab 5 (2 menit).
- Guru mengajak murid melakukan refleksi singkat dengan mengangkat jempol jika merasa lancar mengerjakan tugas dan menutup pertemuan dengan doa bersama (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Tidak ada modifikasi kompetensi; format cetak lembar bergambar disajikan dengan kontras jelas dan ukuran font besar.
- Proses: Akomodasi akses berupa pembacaan ulang petunjuk soal bagi murid yang membutuhkan tanpa memberi tahu jawaban.
- Produk: Standar bukti tetap sama sesuai kriteria rubrik sumatif Bab 5.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- kombinasi tes tertulis bergambar dan unjuk kerja stasiun terpadu: lembar asesmen bergambar yang memuat hasil penulisan lambang, perbandingan bilangan, pemisahan nilai tempat, dan dekomposisi bilangan; serta catatan observasi kemampuan membilang benda, melafalkan nama bilangan, dan menyusun urutan kartu bilangan
- tes tertulis serentak: lembar asesmen bergambar berisi aktivitas menulis lambang bilangan 11 sampai 20 sesuai jumlah objek, mengisi tabel nilai tempat puluhan dan satuan, melingkari/memberi tanda pembanding dua bilangan, serta melengkapi bagan ikatan bilangan (komposisi/dekomposisi) (40 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran lembar kerja bergambar)
- unjuk kerja bergiliran: kinerja murid membilang langsung kumpulan stik es krim (sampai 20), membaca nyaring kartu lambang bilangan yang ditunjuk guru, dan menyusun 5 kartu bilangan acak secara berurutan maju/mundur, dinilai 1 menit per murid secara bergantian di meja guru (28 murid x 1 menit = 28 menit, muat dalam slot 30 menit) (30 menit; individual; instrumen: lembar ceklis observasi unjuk kerja individual)
Sumatif:- kombinasi tes tertulis bergambar dan unjuk kerja stasiun terpadu: lembar asesmen bergambar yang memuat hasil penulisan lambang, perbandingan bilangan, pemisahan nilai tempat, dan dekomposisi bilangan; serta catatan observasi kemampuan membilang benda, melafalkan nama bilangan, dan menyusun urutan kartu bilangan
- tes tertulis serentak: lembar asesmen bergambar berisi aktivitas menulis lambang bilangan 11 sampai 20 sesuai jumlah objek, mengisi tabel nilai tempat puluhan dan satuan, melingkari/memberi tanda pembanding dua bilangan, serta melengkapi bagan ikatan bilangan (komposisi/dekomposisi) (40 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran lembar kerja bergambar)
- unjuk kerja bergiliran: kinerja murid membilang langsung kumpulan stik es krim (sampai 20), membaca nyaring kartu lambang bilangan yang ditunjuk guru, dan menyusun 5 kartu bilangan acak secara berurutan maju/mundur, dinilai 1 menit per murid secara bergantian di meja guru (28 murid x 1 menit = 28 menit, muat dalam slot 30 menit) (30 menit; individual; instrumen: lembar ceklis observasi unjuk kerja individual)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menulis Lambang Bilangan (TP 1.5.3) | Belum tepat menuliskan kedua lambang bilangan (14 kelereng dan 18 bintang) sesuai jumlah objek. | Tepat menuliskan 1 dari 2 lambang bilangan (hanya 14 atau hanya 18). | Tepat menuliskan kedua lambang bilangan: 14 dan 18 sesuai jumlah objek. | Tepat dan sangat rapi serta mandiri menuliskan kedua lambang bilangan: 14 dan 18 sesuai jumlah objek. | | Menentukan Nilai Tempat (TP 1.5.4) | Belum tepat mengisi nilai tempat puluhan maupun satuan untuk bilangan 16. | Tepat mengisi salah satu nilai tempat saja (hanya puluhan: 1 atau hanya satuan: 6) untuk bilangan 16. | Tepat mengisi kedua nilai tempat pada tabel: 1 puluhan dan 6 satuan untuk bilangan 16. | Tepat, runtut, dan mandiri mengisi kedua nilai tempat pada tabel: 1 puluhan dan 6 satuan untuk bilangan 16. | | Membandingkan Bilangan (TP 1.5.5) | Belum tepat menentukan kata pembanding antara kumpulan 12 apel dan 15 apel. | Masih keliru atau ragu memilih kata pembanding, memilih istilah yang tidak sesuai. | Tepat memilih dan melingkari kata pembanding 'lebih sedikit' untuk 12 apel dibanding 15 apel. | Tepat dan mandiri memilih serta melingkari kata pembanding 'lebih sedikit' untuk 12 apel dibanding 15 apel tanpa ragu. | | Komposisi dan Dekomposisi Bilangan (TP 1.5.7) | Belum tepat melengkapi bagan pasangan bilangan untuk dekomposisi 17. | Mengisi bilangan pasangan yang kurang tepat (bukan 7). | Tepat melengkapi pasangan bilangan 17 diurai menjadi 10 dan 7. | Tepat dan mandiri melengkapi pasangan bilangan 17 diurai menjadi 10 dan 7. | | Membilang Kumpulan Benda Konkret (TP 1.5.1) | Belum tepat membilang kumpulan 13 stik es krim (ada stik yang terlewat atau terhitung ganda). | Membilang 13 stik es krim tetapi membutuhkan bimbingan guru saat korespondensi satu-satu. | Tepat dan runtut membilang satu per satu seluruh 13 stik es krim tanpa bantuan. | Tepat, konsisten, cepat, dan mandiri membilang satu per satu seluruh 13 stik es krim. | | Membaca Lambang Bilangan (TP 1.5.2) | Belum tepat melafalkan nama bilangan dari kartu lambang 19. | Mengeja atau ragu-ragu saat melafalkan nama bilangan dari kartu 19. | Tepat membaca nyaring nama bilangan dari kartu 19 sebagai 'sembilan belas'. | Tepat, lancar, dan lugas membaca nyaring nama bilangan dari kartu 19 sebagai 'sembilan belas'. | | Mengurutkan Bilangan (TP 1.5.6) | Belum tepat menyusun kelima kartu bilangan (11, 14, 12, 15, 13) secara urut maju. | Tepat menyusun sebagian urutan (hanya 2-3 kartu yang benar urutannya). | Tepat menyusun seluruh 5 kartu bilangan secara berurutan maju: 11, 12, 13, 14, 15. | Tepat, terampil, dan mandiri menyusun seluruh 5 kartu bilangan secara berurutan maju: 11, 12, 13, 14, 15 tanpa jeda ragu. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 40 menit untuk tes tertulis dan 30 menit untuk giliran unjuk kerja terpadu terlaksana secara tertib dan efisien?
- TP manakah dari Bab 5 yang sudah dikuasai mayoritas murid dan TP mana yang memerlukan tindak lanjut remediasi?
Murid:- Bagian tugas mana yang paling mudah kamu kerjakan hari ini?
- Apakah kamu merasa percaya diri saat membilang stik es krim dan membaca kartu bilangan di meja guru?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2022)
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2022)
- Benda konkret di lingkungan kelas: stik es krim, kancing baju, kerikil, kelereng, dan wadah/mangkuk plastik
- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas I, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2022
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas I, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2022
- Kartu lambang bilangan 11 sampai 20 dan kartu nama bilangan 11 sampai 20
- Benda konkret: stik es krim, kancing baju, dan kartu bergambar kumpulan benda (11-20)
- Lembar kerja latihan menulis lambang bilangan
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas I (Bab 5 Subbab C)
- Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas I (Bab 5 Subbab C)
- Benda konkret manipulatif: stik es krim, karet gelang, kelereng, kantong plastik transparan, dan lembar kerja latihan nilai tempat
- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas I, Kemendikbudristek 2021
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas I, Kemendikbudristek 2021
- Media konkret: sedotan berikat (ikat 10) dan lepas, kantong kelereng, papan saku tabel nilai tempat, kartu angka 0-9 dan kartu bilangan 11-20
- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas I (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi)
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas I (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi)
- Benda konkret di kelas: kancing, stik sedotan, manik-manik, wadah transparan
- Kartu lambang bilangan 11 sampai 20
- Lembar latihan mandiri perbandingan bilangan
- Kartu-kartu bilangan konkret 10–20
- Garis bilangan 10–20 di papan tulis/meja
- Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek 2021)
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek 2021)
- Benda konkret (kancing baju/stik es krim/balok)
- Templat kartu bagan pasangan bilangan (number bond)
- Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas I Bab 5 (Kemendikbudristek, 2022)
- Lembar Asesmen Bergambar Bab 5
- Kumpulan stik es krim (sebanyak 13 stik per set unjuk kerja)
- Kartu lambang bilangan (angka 11, 12, 13, 14, 15, dan 19)
|