Modul AjarBab 4Fase ASemester 1

Modul Ajar Matematika Kelas 1 Bab 4: Mengenal Bentuk

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Matematika kelas 1 untuk Bab 4 "Mengenal Bentuk", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 1 Bab 4: Mengenal Bentuk

Matematika - Kelas 1

Bab 4

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Bab 4 — Mengenal Bentuk

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikBab 4 — Mengenal Bentuk
Alokasi Waktu16 JP (16 x 35 menit = 560 menit)
Jumlah Pertemuan8
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 1.4.1 Mengenali bangun datar segitiga, segiempat, dan lingkaran pada benda konkret di lingkungan sekitar
  2. TP 1.4.2 Mengelompokkan bangun datar segitiga, segiempat, dan lingkaran berdasarkan bentuknya
  3. TP 1.4.3 Melakukan komposisi (penyusunan) bangun datar segitiga dan segiempat menjadi bentuk baru
  4. TP 1.4.4 Melakukan dekomposisi (penguraian) suatu bangun datar segiempat menjadi bangun datar segitiga

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas✓
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bentuk apa saja yang bisa kita lihat pada permukaan benda di dalam kelas kita?
  2. Apakah permukaan buku tulis dan permukaan jam dinding di dinding kelas memiliki bentuk yang sama?
  3. Bentuk apa saja yang kalian lihat pada rambu lalu lintas atau benda di luar kelas?
  4. Apakah permukaan roda sepeda, ubin teras, dan potongan atap rumah memiliki bentuk yang sama?
  5. Jika ada jam dinding bulat, buku tulis, dan penggaris segitiga bercampur di meja, bagaimana cara memisahkannya?
  6. Mengapa tutup toples bulat tidak bisa dikelompokkan bersama kotak pensil?
  7. Jika ada banyak gambar bangun datar yang tercampur, bagaimana cara memisahkannya?
  8. Mengapa gambar potongan pizza dan gambar penggaris segitiga ditaruh di kelompok yang sama?
  9. Jika selembar kertas berbentuk persegi kita lipat dari satu sudut ke sudut seberangnya, bentuk apa yang akan muncul?
  10. Berapa banyak segitiga yang bisa kita buat dari memotong satu bentuk segiempat?
  11. Jika dua potongan bentuk segitiga kita dekatkan dan satukan sisinya, bentuk baru apa saja yang bisa terjadi?
  12. Bagaimana cara kita menyusun potongan segitiga dan segiempat agar menjadi bentuk rumah atau perahu?
  13. Jika kamu memiliki beberapa potongan kertas berbentuk segitiga dan segiempat, bentuk baru apa saja yang bisa kamu ciptakan sendiri?
  14. Bagaimana caramu menyusun potongan segitiga dan segiempat agar sisi-sisinya saling menempel membentuk suatu gambar utuh?
  15. Benda apa saja di sekitar kita yang berbentuk segitiga, segiempat, dan lingkaran?
  16. Bagaimana cara membuat dua bentuk segitiga dari satu lembar kertas segiempat?
  17. Bentuk baru apa yang dapat kita susun dari potongan segitiga dan segiempat?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Mengenali Bangun Datar Segitiga, Segiempat, dan Lingkaran pada Benda Konkret di Kelas — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.1 Mengenali bangun datar segitiga, segiempat, dan lingkaran pada benda konkret di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan mengangkat 3 benda konkret di meja guru satu per satu: (1) Buku tulis, (2) Penggaris segitiga, (3) Tutup toples bulat, lalu meminta murid menyebutkan bentuk permukaannya (acuan jawaban: (1) segiempat, (2) segitiga, (3) lingkaran/bentuk lengkung) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengenali bentuk bangun datar segitiga, segiempat, dan lingkaran pada benda-benda nyata yang ada di dalam kelas (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menempelkan 3 model bentuk dasar dari kertas karton di papan tulis: segiempat, segitiga, dan lingkaran, lalu memperkenalkan namanya sambil meraba tepian masing-masing bentuk (5 menit).
  • Guru memperlihatkan 3 benda kelas konkret di depan kelas: permukaan papan tulis, penggaris segitiga kayu, dan permukaan jam dinding bulat, lalu mengajak murid mencocokkan permukaan benda tersebut dengan bentuk karton di papan tulis (acuan pasangan: papan tulis -> segiempat; penggaris kayu -> segitiga; jam dinding -> lingkaran) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid bermain 'Detektif Bentuk Kelas': dalam kelompok berpasangan, murid menjelajahi ruang kelas untuk menemukan dan menunjukkan 3 benda konkret berbeda yang permukaannya berbentuk segitiga, segiempat, dan lingkaran (15 menit).
  • Setiap murid secara mandiri mengerjakan lembar cek pengamatan berisi 3 benda konkret kelas dengan memilih/memberi tanda bentuk bangun datar yang sesuai untuk: (1) permukaan meja murid, (2) hiasan bendera segitiga di dinding kelas, (3) piring snack bulat (acuan jawaban: (1) segiempat, (2) segitiga, (3) lingkaran) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru dan murid bersama-sama memeriksa hasil lembar cek pengamatan dan murid mengonfirmasi kecocokan bentuk benda kelas yang mereka temukan dengan acuan (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali ketiga bentuk bangun datar pada benda di kelas: segitiga, segiempat, dan lingkaran (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan atas partisipasi aktif murid dan menutup sesi pembelajaran dengan doa penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan benda konkret berukuran besar dengan batas tepi kontras bagi murid yang membutuhkan dukungan visual/taktil.
  • Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru memberikan bimbingan langsung dengan meraba tepi benda konkret bersama model karton acuan; bagi murid yang cepat mengenali, diberikan tantangan menemukan 2 benda konkret tambahan di kelas pada masing-masing bentuk (misalnya jendela untuk segiempat, ventilasi segitiga untuk segitiga, dan koin/tutup spidol untuk lingkaran).
  • Produk: Murid dapat mengenali bentuk bangun datar dengan cara menunjuk langsung benda konkret atau menandai pilihan pada lembar cek bergambar.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik dengan menunjukkan 3 benda konkret di meja guru: (1) Buku tulis, (2) Penggaris segitiga, dan (3) Tutup toples bulat. Kriteria kesiapan: murid mampu menyebutkan/menunjuk bentuk permukaannya (acuan jawaban: (1) segiempat/persegi/kotak, (2) segitiga, (3) lingkaran/bulat/bentuk lengkung).

Proses:

  • Observasi formatif saat aktivitas 'Detektif Bentuk Kelas' dan pemeriksaan lembar cek pengamatan mandiri berisi 3 benda konkret kelas: (1) permukaan meja murid -> segiempat, (2) hiasan bendera segitiga -> segitiga, (3) piring snack bulat -> lingkaran (acuan: tepat mengidentifikasi ketiga bentuk bangun datar pada benda konkret tersebut).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan singkat di penutup: guru mengangkat 3 benda konkret kelas (penghapus papan tulis, potongan kertas lipat segitiga, tutup botol bulat) dan murid secara serempak/bergantian menunjuk kartu nama bentuk yang sesuai (acuan jawaban: penghapus -> segiempat; kertas lipat segitiga -> segitiga; tutup botol -> lingkaran).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat murid menunjukkan benda konkret di kelas sesuai bentuknya dalam kegiatan Detektif Bentuk Kelas
  • Pemeriksaan lembar cek pengamatan mengenali bentuk bangun datar pada 3 benda konkret kelas

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengenali bangun datar segitiga, segiempat, dan lingkaran pada benda konkret di kelasBelum mampu mengenali bangun datar segitiga, segiempat, maupun lingkaran pada benda konkret di kelas meskipun telah dibimbing (0 dari 3 benda tepat: meja, bendera segitiga, piring bulat).Mengenali 1 dari 3 bangun datar (segitiga, segiempat, atau lingkaran) pada benda konkret di kelas dengan bimbingan guru (acuan: meja -> segiempat; bendera segitiga -> segitiga; piring bulat -> lingkaran).Mengenali 2 dari 3 bangun datar (segitiga, segiempat, atau lingkaran) pada benda konkret di kelas secara mandiri dan tepat sesuai acuan.Mengenali seluruh (3 dari 3) bangun datar segitiga, segiempat, dan lingkaran pada benda konkret di kelas secara mandiri dan tepat sesuai acuan (meja -> segiempat; bendera segitiga -> segitiga; piring bulat -> lingkaran).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan benda konkret di ruang kelas membantu murid memahami konsep bentuk segitiga, segiempat, dan lingkaran secara nyata?
  • Apakah alokasi waktu 70 menit mencukupi untuk eksplorasi mandiri dan aktivitas kelompok kecil?

Murid:

  • Benda apa di dalam kelas yang paling mudah kamu kenali bentuknya hari ini?
  • Apakah kamu senang mencari benda-benda segitiga, segiempat, dan lingkaran di kelas?

Pertemuan 2 — Mengenali Bangun Datar Segitiga, Segiempat, dan Lingkaran pada Benda Konkret Lingkungan Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.1 Mengenali bangun datar segitiga, segiempat, dan lingkaran pada benda konkret di lingkungan sekitar

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran, menyapa murid, dan memimpin doa pembiasaan (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 3 gambar benda konkret lingkungan: rambu dilarang parkir bundar (lingkaran), rambu hati-hati segitiga (segitiga), dan paving block persegi (segiempat), lalu meminta murid menunjuk dan menyebutkan nama bentuk permukaannya (acuan: rambu dilarang parkir = lingkaran; rambu hati-hati = segitiga; paving block = segiempat) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengenali bangun datar segitiga, segiempat, dan lingkaran pada benda konkret di lingkungan sekitar sekolah (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid diajak keluar kelas ke area halaman sekolah secara tertib untuk mengamati 3 benda konkret nyata yang ada di lingkungan sekitar sekolah: permukaan tutup tong sampah berbentuk lingkaran, permukaan papan plang petunjuk arah berbentuk segiempat, dan penopang tiang bendera berbentuk segitiga (10 menit).
  • Guru membimbing murid menyentuh dan menelusuri tepian permukaan masing-masing benda tersebut untuk mengenali bentuk bangun datarnya: lengkung tertutup (lingkaran), empat sisi lurus (segiempat), dan tiga sisi lurus (segitiga) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid bermain tantangan berpasangan 'Berburu Bentuk di Sekitar': setiap pasangan murid mencari dan menunjukkan 3 benda konkret nyata di halaman/taman sekolah yang mewakili segitiga, segiempat, dan lingkaran (contoh acuan benda valid: segitiga = gantungan pot segitiga / daun berbentuk segitiga; segiempat = ubin taman / jendela pos satpam; lingkaran = ban bekas taman / penutup selokan bundar) (15 menit).
  • Murid secara mandiri menyelesaikan Lembar Cek Bentuk yang memuat 3 gambar benda konkret lingkungan sekitar dengan cara memberi tanda silang (X) pada pilihan nama bangun datar yang tepat: (1) Gambar roda sepeda anak -> pilihan: segitiga / segiempat / lingkaran (kunci: lingkaran); (2) Gambar bendera hias segitiga pramuka -> pilihan: segitiga / segiempat / lingkaran (kunci: segitiga); (3) Gambar papan nama sekolah -> pilihan: segitiga / segiempat / lingkaran (kunci: segiempat) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa hasil pilihan pada Lembar Cek Bentuk bersama konfirmasi visual yang ditunjukkan guru di papan peraga (5 menit).
  • Murid mengungkapkan satu benda konkret lingkungan sekitar yang paling mudah ia kenali bentuknya hari ini (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap keberhasilan murid mengenali permukaan benda konkret di lingkungan sekitar sebagai segitiga, segiempat, atau lingkaran (3 menit).
  • Guru dan murid menutup kegiatan pembelajaran dengan salam dan doa penutup (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan benda konkret nyata langsung di halaman sekolah bagi murid yang membutuhkan sensori visual-taktil, serta kartu foto benda lingkungan bagi murid yang lebih cepat mengidentifikasi.
  • Proses: Memberikan bimbingan terarah dan pendampingan menelusuri tepian benda bagi murid yang masih ragu membedakan sisi lurus dan lengkung; memberikan tantangan mandiri menemukan lebih banyak variasi benda konkret bagi murid yang cepat.
  • Produk: Murid boleh menunjukkan secara lisan dengan menunjuk langsung bendanya atau menandai pilihan pada Lembar Cek Bentuk.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes lisan/tunjuk diagnostik di awal pembelajaran menggunakan 3 gambar benda: rambu dilarang parkir bundar, rambu hati-hati segitiga, dan paving block persegi. Murid diminta menunjuk dan menyebutkan nama bangun datar permukaannya (acuan: rambu dilarang parkir = lingkaran; rambu hati-hati = segitiga; paving block = segiempat).

Proses:

  • Cek identifikasi pada tantangan 'Berburu Bentuk': guru mencatat ketepatan murid saat menunjuk 3 benda konkret di halaman yang masing-masing permukaannya berbentuk segitiga, segiempat, dan lingkaran (acuan: benda yang ditunjuk memiliki permukaan bidang datar yang sesuai dengan bentuk segitiga, segiempat, atau lingkaran).
  • Penilaian Lembar Cek Bentuk berisi 3 butir: (1) Roda sepeda anak (acuan: lingkaran); (2) Bendera hias segitiga (acuan: segitiga); (3) Papan nama sekolah (acuan: segiempat).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi berupa pemeriksaan 3 butir Lembar Cek Bentuk: murid dinyatakan mencapai tujuan pembelajaran bila mampu mengenali minimal 2 dari 3 benda konkret lingkungan sekitar dengan tepat (kunci: butir 1 = lingkaran; butir 2 = segitiga; butir 3 = segiempat).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja menunjuk dan mengenali benda konkret segitiga, segiempat, dan lingkaran saat berburu bentuk di halaman sekolah
  • Pemeriksaan hasil pengerjaan Lembar Cek Bentuk benda lingkungan sekitar

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengenali bangun datar segitiga, segiempat, dan lingkaran pada benda konkret lingkungan sekitarBelum mampu mengenali bangun datar segitiga, segiempat, maupun lingkaran pada benda konkret lingkungan sekitar meskipun dengan bimbingan penuh guru (0 butir tepat).Mengenali 1 dari 3 bentuk bangun datar pada benda konkret lingkungan sekitar secara tepat dengan bantuan/arahan guru (acuan: roda sepeda = lingkaran; bendera hias = segitiga; papan nama sekolah = segiempat).Mengenali 2 dari 3 bentuk bangun datar pada benda konkret lingkungan sekitar secara tepat dan mandiri (acuan: roda sepeda = lingkaran; bendera hias = segitiga; papan nama sekolah = segiempat).Mengenali seluruh 3 bentuk bangun datar (segitiga, segiempat, dan lingkaran) pada benda konkret lingkungan sekitar secara tepat dan mandiri (acuan: roda sepeda = lingkaran; bendera hias = segitiga; papan nama sekolah = segiempat).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah aktivitas observasi langsung di halaman sekolah efektif membantu murid mengenali bangun datar pada benda nyata?
  • Bagian mana dari kegiatan mengenali bentuk benda lingkungan yang paling diminati oleh murid?

Murid:

  • Benda apa di luar kelas yang paling kamu sukai bentuknya?
  • Apakah kamu sekarang bisa membedakan benda yang berbentuk lingkaran, segitiga, dan segiempat?

Pertemuan 3 — Mengelompokkan Benda Konkret Berdasarkan Bentuk Segitiga, Segiempat, dan Lingkaran — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.2 Mengelompokkan bangun datar segitiga, segiempat, dan lingkaran berdasarkan bentuknya

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menunjukkan 3 benda konkret satu per satu di depan kelas: (1) permukaan kotak pensil, (2) permukaan jam dinding bulat, (3) potongan kue lupis berbentuk segitiga, lalu meminta murid menyebutkan bentuk permukaan masing-masing benda secara lisan (acuan jawaban: 1 = segiempat, 2 = lingkaran, 3 = segitiga) untuk mengecek kesiapan sebelum mengelompokkan (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan kegiatan hari ini, yaitu bermain memilah dan mengelompokkan aneka benda nyata ke dalam wadah bentuk segitiga, segiempat, atau lingkaran (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meletakkan 3 keranjang berlabel bentuk di depan kelas: Keranjang Segiempat, Keranjang Segitiga, dan Keranjang Lingkaran (3 menit).
  • Guru memodelkan cara mengamati permukaan benda konkret lalu memasukkannya ke wadah yang sesuai: mengambil buku saku (permukaan segiempat) lalu memasukkannya ke keranjang segiempat; mengambil piring plastik bulat (permukaan lingkaran) lalu memasukkannya ke keranjang lingkaran; mengambil penggaris segitiga lalu memasukkannya ke keranjang segitiga (7 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok beranggotakan 3-4 anak dan membagikan satu kotak misteri berisi 6 benda konkret nyata: (1) tutup toples bulat, (2) uang koin logam, (3) buku tulis kecil, (4) kartu pos persegi panjang, (5) potongan karton sandwich segitiga, (6) penggaris segitiga kecil, serta 3 nampan bertanda simbol segiempat, segitiga, dan lingkaran (5 menit).
  • Dalam permainan seru 'Teka-Teki Memilah Benda', setiap kelompok secara berkolaborasi memilah dan memasukkan keenam benda tersebut ke nampan yang tepat: nampan lingkaran berisi (1) tutup toples bulat dan (2) uang koin logam; nampan segiempat berisi (3) buku tulis kecil dan (4) kartu pos persegi panjang; nampan segitiga berisi (5) karton sandwich segitiga dan (6) penggaris segitiga kecil (acuan: pengelompokan tepat 2 benda per nampan sesuai daftar tersebut) (18 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setiap kelompok saling memeriksa isi nampan kelompok tetangga (kunjung karya mini) dengan mencocokkan apakah benda yang ada di tiap nampan memiliki kesamaan bentuk permukaan tanpa tertukar (10 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa benda-benda konkret dapat dikelompokkan dengan cara melihat bentuk permukaannya, apakah bersudut tiga (segitiga), bersudut empat (segiempat), atau melengkung bundar (lingkaran) (7 menit).

Penutup:

  • Murid merapikan kembali benda-benda konkret ke dalam kotak misteri masing-masing (3 menit).
  • Guru memberikan cek pemahaman akhir secara klasikal: menunjukkan 1 gantungan kunci segitiga dan bertanya ke nampan mana benda itu harus ditaruh (acuan jawaban benar: nampan segitiga) (4 koordinasi singkat) (4 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas kerja sama murid dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan benda konkret dengan tepian bentuk yang sangat jelas dan kontras bagi kelompok yang membutuhkan bimbingan bertahap.
  • Proses: Kelompok yang membutuhkan bimbingan didampingi guru memilah benda satu per satu secara terpandu, sedangkan kelompok mahir diberikan tambahan 3 benda konkret variatif (penghapus segiempat, badge pramuka segitiga, dan tutup botol lingkaran) untuk dikelompokkan mandiri.
  • Produk: Pengelompokan fisik benda konkret pada 3 nampan bentuk (segitiga, segiempat, lingkaran).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran menggunakan 3 benda konkret: (1) kotak pensil (acuan: segiempat), (2) jam dinding bulat (acuan: lingkaran), dan (3) kue lupis (acuan: segitiga).

Proses:

  • Observasi formatif saat kelompok memilah 6 benda konkret ke dalam 3 nampan bentuk dengan daftar acuan tepat: Nampan Lingkaran = tutup toples bulat dan uang koin logam; Nampan Segiempat = buku tulis kecil dan kartu pos; Nampan Segitiga = karton sandwich segitiga dan penggaris segitiga.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman penutup: murid menentukan nampan yang tepat untuk 1 benda konkret penguji berupa gantungan kunci segitiga (acuan jawaban: nampan segitiga).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja pengelompokan 6 benda konkret ke dalam nampan bentuk segitiga, segiempat, dan lingkaran.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Mengelompokkan Benda Konkret (Segitiga, Segiempat, Lingkaran)Mengelompokkan 0-2 dari 6 benda konkret ke nampan bentuk yang sesuai acuan kunci.Mengelompokkan 3-4 dari 6 benda konkret ke nampan bentuk yang sesuai acuan kunci.Mengelompokkan 5 dari 6 benda konkret ke nampan bentuk yang sesuai acuan kunci.Mengelompokkan seluruh (6 dari 6) benda konkret ke nampan bentuk yang tepat secara konsisten dan mandiri sesuai acuan kunci (tutup toples dan koin ke lingkaran; buku dan kartu pos ke segiempat; karton sandwich dan penggaris segitiga ke segitiga).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penyediaan benda konkret nyata memudahkan murid kelas 1 memahami pengelompokan bentuk bangun datar?
  • Bagaimana keterlibatan setiap anak dalam kelompok saat aktivitas memilah benda ke dalam nampan?

Murid:

  • Benda apa yang paling mudah kamu masukkan ke nampannya?
  • Apakah kamu senang bermain memilah benda bersama teman sekelompokmu?

Pertemuan 4 — Mengelompokkan Gambar Bangun Datar Segitiga, Segiempat, dan Lingkaran Berdasarkan Bentuknya — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.2 Mengelompokkan bangun datar segitiga, segiempat, dan lingkaran berdasarkan bentuknya

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan memperlihatkan 3 kartu gambar: (1) gambar amplop surat, (2) gambar roda sepeda, dan (3) gambar potongan semangka, lalu meminta murid menunjuk mana yang berbentuk lingkaran, segiempat, atau segitiga (acuan diagnostik: amplop = segiempat, roda = lingkaran, semangka = segitiga) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengelompokkan berbagai gambar bangun datar ke dalam kelompok segitiga, segiempat, dan lingkaran (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menempelkan 3 kantong/wadah berperekat di papan tulis berlabel: 'Kelompok Segitiga', 'Kelompok Segiempat', dan 'Kelompok Lingkaran' (2 menit).
  • Guru mendemonstrasikan cara mengelompokkan dengan mengambil 3 kartu gambar contoh: gambar buku tulis dimasukkan ke kantong segiempat, gambar jam dinding bundar ke kantong lingkaran, dan gambar rambu lalu lintas segitiga ke kantong segitiga sambil memandu murid menyadari kesamaan bentuk permukaannya (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid berpasangan memainkan permainan kartu tantangan 'Pilah Cepat Gambar Bentuk': setiap pasangan menerima 9 kartu gambar yang terdiri atas: (1) gambar potongan pizza, (2) gambar atap rumah segitiga, (3) gambar gantungan baju segitiga, (4) gambar jendela persegi, (5) gambar papan catur segiempat, (6) gambar bingkai foto segiempat, (7) gambar koin bundar, (8) gambar piring bundar, dan (9) gambar donat bundar (acuan kelompok: kartu 1, 2, 3 = kelompok segitiga; kartu 4, 5, 6 = kelompok segiempat; kartu 7, 8, 9 = kelompok lingkaran) lalu murid bersama pasangannya memilah kartu ke dalam 3 wadah kecil di mejanya (15 menit).
  • Secara mandiri, setiap murid mengerjakan lembar latihan mandiri 'Mengelompokkan Gambar Bangun Datar' dengan cara menarik garis dari 6 kartu gambar ke dalam kotak bangun yang sesuai: (1) gambar bendera segitiga, (2) gambar sandwich segitiga, (3) gambar layar televisi segiempat, (4) gambar keset segiempat, (5) gambar roda gerobak lingkaran, (6) gambar kancing baju lingkaran (acuan: gambar 1 dan 2 ke kotak Segitiga; gambar 3 dan 4 ke kotak Segiempat; gambar 5 dan 6 ke kotak Lingkaran) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memandu murid memeriksa lembar kerjanya secara bersama-sama, memverifikasi pasangan garis gambar ke kelompok bentuk yang tepat, dan meminta murid menandai gambar yang sudah berhasil dikelompokkan dengan benar (10 menit).

Penutup:

  • Guru membimbing murid menyimpulkan bahwa gambar benda dapat dikelompokkan berdasarkan kesamaan bentuknya menjadi kelompok segitiga, segiempat, atau lingkaran (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap usaha belajar murid hari ini dan menutup pelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu gambar dengan kontur garis tepi yang lebih tebal dan kontras bagi murid yang membutuhkan bantuan visual.
  • Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru memberikan bimbingan langsung dengan menyandingkan gambar langsung ke bentuk cetakan dasar; bagi murid yang cepat, diberikan tambahan 3 kartu gambar variatif untuk dikelompokkan mandiri.
  • Produk: Murid dapat mengelompokkan melalui cara menempelkan kartu fisik pada kolom kelompok atau menarik garis pada lembar kerja.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik menggunakan 3 kartu gambar: (1) amplop surat, (2) roda sepeda, (3) potongan semangka. Kriteria siap: murid dapat menunjuk atau menyebutkan bentuknya secara tepat (acuan: amplop = segiempat, roda = lingkaran, semangka = segitiga).

Proses:

  • Observasi saat aktivitas berpasangan memilah 9 kartu gambar: (1) potongan pizza, (2) atap rumah, (3) gantungan baju, (4) jendela, (5) papan catur, (6) bingkai foto, (7) koin, (8) piring, (9) donat. Guru memeriksa ketepatan meletakkan kartu pada wadah Segitiga (1, 2, 3), Segiempat (4, 5, 6), dan Lingkaran (7, 8, 9).

Akhir Pertemuan:

  • Pemeriksaan hasil kerja mandiri menarik garis pada 6 gambar: (1) bendera segitiga -> Segitiga, (2) sandwich segitiga -> Segitiga, (3) layar televisi -> Segiempat, (4) keset -> Segiempat, (5) roda gerobak -> Lingkaran, (6) kancing baju -> Lingkaran. Target tuntas: minimal 5 dari 6 gambar dikelompokkan dengan tepat sesuai acuan.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat memilah 9 kartu gambar bangun datar secara berpasangan
  • Pemeriksaan ketepatan pengelompokan 6 gambar pada lembar kerja mandiri

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Mengelompokkan Gambar Bangun Datar Segitiga, Segiempat, dan LingkaranMengelompokkan 1–2 dari 6 gambar bangun datar secara tepat ke dalam kelompok segitiga, segiempat, atau lingkaran dengan bimbingan penuh (acuan: 1 bendera -> segitiga, 2 sandwich -> segitiga, 3 televisi -> segiempat, 4 keset -> segiempat, 5 roda -> lingkaran, 6 kancing -> lingkaran).Mengelompokkan 3–4 dari 6 gambar bangun datar secara tepat ke dalam kelompok segitiga, segiempat, atau lingkaran dengan sedikit arahan guru sesuai daftar acuan gambar 1 s.d. 6.Mengelompokkan 5 dari 6 gambar bangun datar secara tepat ke dalam kelompok segitiga, segiempat, dan lingkaran secara mandiri sesuai daftar acuan gambar 1 s.d. 6.Mengelompokkan seluruh (6 dari 6) gambar bangun datar secara tepat ke dalam kelompok segitiga, segiempat, dan lingkaran secara mandiri tanpa kesalahan sesuai daftar acuan gambar 1 s.d. 6.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media kartu gambar konkret membantu murid memahami cara mengelompokkan bangun datar?
  • Bagian mana dari pengelompokan gambar yang masih membuat murid tertukar (misal antara segiempat dan segitiga)?

Murid:

  • Gambar bangun datar mana yang paling mudah kamu kelompokkan hari ini?
  • Apakah kamu senang bermain memilah kartu gambar bentuk bersama temanmu?

Pertemuan 5 — Melakukan Dekomposisi Bangun Datar Segiempat Menjadi Bangun Datar Segitiga — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.4 Melakukan dekomposisi (penguraian) suatu bangun datar segiempat menjadi bangun datar segitiga

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid dan mengajak berdoa bersama (2 menit).
  • Guru memeriksa kehadiran murid dan menciptakan suasana kelas yang menyenangkan dan nyaman (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat: menunjukkan 1 bangun segiempat dan 1 bangun segitiga dari kertas karton, lalu meminta murid menyebutkan nama kedua bentuk tersebut (acuan: bangun bersisi 4 adalah segiempat, bangun bersisi 3 adalah segitiga) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mendemonstrasikan cara melipat selembar kertas segiempat persegi secara diagonal (menghubungkan 2 sudut yang berhadapan) sehingga terbagi menjadi 2 bagian berbentuk segitiga (acuan: 1 segiempat terurai menjadi 2 segitiga sama besar) (5 menit).
  • Murid mengamati garis lipatan diagonal pada kertas segiempat dan mengenali bahwa satu bangun segiempat tersebut telah terurai (terdekomposisi) menjadi 2 bangun segitiga (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Tantangan 'Sulap Bentuk' (Menggembirakan): Setiap murid menerima 2 lembar kertas lipat warna-warni berbentuk segiempat (1 persegi dan 1 persegi panjang) serta gunting anak berujung tumpul (5 menit).
  • Murid melipat kertas segiempat persegi secara diagonal dari pojok ke pojok, menekan bekas lipatan, lalu menggunting tepat di garis lipatan tersebut hingga terurai menjadi 2 bangun segitiga (acuan: menghasilkan tepat 2 potongan segitiga) (15 menit).
  • Murid melanjutkan dekomposisi pada kertas segiempat kedua (persegi panjang) dengan melipat dan menggunting secara diagonal dari sudut ke sudut untuk menghasilkan 2 segitiga baru (acuan: menghasilkan tepat 2 potongan segitiga) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid meletakkan hasil potongan bangun di atas meja masing-masing, menghitung jumlah potongan segitiga yang terbentuk dari setiap segiempat yang diurai (acuan: masing-masing menghasilkan 2 segitiga) (5 menit).

Penutup:

  • Guru dan murid menyimpulkan kegiatan hari ini bahwa bangun segiempat dapat diurai (didekomposisi) dengan cara dipotong secara diagonal menjadi 2 bangun datar segitiga (3 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa pengecekan langsung terhadap lembar hasil penguraian murid dan memberikan umpan balik (5 menit).
  • Guru menutup pertemuan pembelajaran dengan doa dan salam penutup (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kertas segiempat yang sudah memiliki garis putus-putus diagonal sebagai panduan melipat/menggunting; murid yang cepat diberikan kertas segiempat polos tanpa garis bantu.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru secara individual saat melipat sudut ke sudut; murid mandiri melakukan pelipatan dan pengguntingan secara langsung.
  • Produk: Murid yang cepat mengurai segiempat persegi menjadi 4 segitiga (dengan melipat dua garis diagonal menyilang); murid reguler mengurai segiempat menjadi 2 segitiga.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan dengan menunjukkan 2 potongan kertas karton: (1) Bentuk segiempat persegi warna biru, (2) Bentuk segitiga warna kuning. Guru menanyakan: 'Apakah nama masing-masing bentuk ini?' (acuan: bentuk 1 = segiempat; bentuk 2 = segitiga).

Proses:

  • Pengamatan kinerja saat murid mengurai 2 lembar kertas segiempat menjadi segitiga: (1) Kertas persegi diurai menjadi 2 segitiga, (2) Kertas persegi panjang diurai menjadi 2 segitiga (acuan: garis potong diagonal dari sudut ke sudut berhadapan dan menghasilkan potongan berbentuk segitiga).

Akhir Pertemuan:

  • Pemeriksaan hasil kerja fisik: Setiap murid menunjukkan hasil potongan dari 1 bangun segiempat persegi. Murid menjawab pertanyaan guru: 'Menjadi bangun apa potongan kertas ini dan berapa jumlahnya?' (acuan: menjadi bangun segitiga, berjumlah 2 buah potongan).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja melipat dan menggunting bangun segiempat menjadi bangun segitiga menggunakan rubrik penilaian proses.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Dekomposisi bangun datar segiempat menjadi bangun datar segitigaBelum mampu mengurai segiempat menjadi segitiga (garis lipat/potong tidak menghubungkan sudut sehingga potongan bukan segitiga), memerlukan bantuan penuh guru.Mampu mengurai 1 dari 2 segiempat menjadi bangun segitiga dengan bantuan atau arahan guru saat menentukan garis diagonal.Mampu mengurai 2 bangun segiempat (persegi dan persegi panjang) menjadi bangun segitiga secara tepat (masing-masing menjadi 2 segitiga) secara mandiri.Mampu mengurai 2 bangun segiempat menjadi segitiga secara mandiri dan tepat, serta mampu melakukan penguraian lebih lanjut dari 1 segiempat menjadi 4 segitiga melalui dua garis diagonal.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah instruksi cara melipat sudut ke sudut diagonal cukup jelas dan dapat dipahami oleh murid kelas 1?
  • Bagian mana dari kegiatan dekomposisi yang masih memerlukan bantuan fisik intensif bagi murid?

Murid:

  • Bagaimana perasaanmu saat berhasil menyulap bentuk segiempat menjadi segitiga?
  • Apakah kamu bisa menunjukkan potongan segitiga hasil guntinganmu?

Pertemuan 6 — Melakukan Komposisi Bangun Datar Segitiga dan Segiempat Terbimbing Menjadi Bentuk Baru — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.3 Melakukan komposisi (penyusunan) bangun datar segitiga dan segiempat menjadi bentuk baru

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menunjukkan 2 potongan segitiga sama kaki kertas di papan tulis, lalu meminta murid menebak bangun apa yang terbentuk jika kedua sisi miringnya disatukan (acuan: menjadi segiempat/persegi) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan kegiatan hari ini, yaitu belajar menyusun (komposisi) potongan bangun datar segitiga dan segiempat secara terbimbing untuk membuat berbagai bentuk baru (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mendemonstrasikan penyusunan 2 keping segitiga siku-siku menjadi 1 bentuk segiempat (persegi panjang), serta mendemonstrasikan penggabungan 1 segiempat dan 1 segitiga di atasnya menjadi bentuk rumah sederhana (acuan: dinding segiempat + atap segitiga) (8 menit).
  • Murid dalam kelompok kecil (2-3 anak) menerima satu set potongan kertas tebal warna-warni yang terdiri atas 4 keping segitiga dan 2 keping segiempat (persegi dan persegi panjang) (4 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru memberikan tantangan permainan terbimbing 'Tebak & Susun Bentuk Baru': murid bersama kelompoknya diminta memanipulasi potongan kertas untuk menyusun Pola 1 yaitu bentuk 'Perahu Layar' (acuan susunan: badan perahu menggunakan 1 segiempat persegi panjang, layar perahu menggunakan 2 keping segitiga di atasnya) (10 menit).
  • Guru membimbing kelompok menyelesaikan Pola 2 yaitu bentuk 'Ikan' (acuan susunan: badan ikan menggunakan 1 segiempat belah ketupat/miring, ekor menggunakan 1 segitiga, dan sirip menggunakan 1 segitiga) dengan cara mencocokkan potongan kertas pada kartu pola garis bantu yang disediakan (10 menit).
  • Murid secara berpasangan mencoba tantangan terpandu Pola 3: menyusun 'Roket' (acuan susunan: badan roket menggunakan 1 segiempat persegi panjang, ujung kepala roket 1 segitiga di atas, dan 2 sayap roket masing-masing 1 segitiga di sisi kiri-kanan bawah) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru memeriksa susunan bentuk yang telah dibuat, mencocokkan apakah sisi-sisi bangun datar menempel rapat membentuk wujud baru yang utuh sesuai acuan pola (5 menit).
  • Murid menceritakan secara singkat potongan apa saja yang mereka pakai saat membuat perahu, ikan, atau roket (3 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa bangun datar segitiga dan segiempat dapat digabungkan (dikomposisi) menjadi beragam bentuk baru yang menarik seperti perahu, ikan, atau rumah (5 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas kerja sama murid dalam menyusun bentuk dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu pola dengan garis batas bangun yang jelas (scaffolding untuk murid yang membutuhkan bimbingan bertahap) dan kartu siluet tanpa garis dalam untuk murid yang lebih cepat.
  • Proses: Memberikan bimbingan langsung dengan menempatkan keping pertama bagi murid yang kesulitan menyusun, sementara murid yang cepat diberikan tantangan menyusun bentuk baru dengan variasi gabungan 4 segitiga menjadi segiempat besar.
  • Produk: Ketepatan komposisi bentuk baru (perahu, ikan, roket) dinilai berdasarkan kerapatan sambungan sisi bangun datar yang digunakan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik visual di awal pertemuan: Guru menyatukan 2 segitiga siku-siku sama kaki di papan flanel dan bertanya: 'Jika dua segitiga ini disatukan sisinya seperti ini, menjadi bangun apa?' (Acuan jawaban: segiempat/persegi panjang/persegi).

Proses:

  • Pengamatan ketercapaian saat murid menyusun 3 pola bentuk baru: (1) Pola Perahu: 1 segiempat sebagai badan + 2 segitiga sebagai layar; (2) Pola Ikan: 1 segiempat sebagai badan + 2 segitiga sebagai ekor dan sirip; (3) Pola Roket: 1 segiempat sebagai badan + 3 segitiga sebagai kepala dan dua sayap. Kriteria: sisi-sisi potongan bangun datar saling menempel tepat membentuk kesatuan bentuk baru.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir inti/penutup: Murid diminta menunjukkan dengan keping konkret di mejanya penggabungan 1 segiempat dan 1 segitiga menjadi bentuk rumah sederhana (acuan: segiempat di bagian bawah sebagai dinding dan segitiga diletakkan tepat di atas sisi atas segiempat sebagai atap).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja penyusunan komposisi keping segitiga dan segiempat menjadi bentuk baru (pola perahu, ikan, roket) dengan lembar checklist pengamatan.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Komposisi Bangun Datar Segitiga dan SegiempatBelum mampu menyusun keping segitiga dan segiempat menjadi bentuk baru meskipun telah diberi bimbingan langsung dan kartu garis bantu.Mampu menyusun keping segitiga dan segiempat menjadi 1 bentuk baru (misalnya bentuk perahu) dengan bimbingan penuh guru menggunakan kartu garis bantu.Mampu menyusun keping segitiga dan segiempat menjadi 2 hingga 3 bentuk baru (perahu, ikan, roket) secara terbimbing sesuai acuan pola garis bantu.Mampu menyusun keping segitiga dan segiempat menjadi seluruh bentuk baru (perahu, ikan, roket) secara rapi dan tepat dengan panduan minimal atau kartu siluet.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media manipulatif keping bangun datar segitiga dan segiempat berukuran pas dan mudah dimanipulasi oleh tangan anak kelas 1?
  • Apakah tahapan bimbingan penyusunan bentuk baru dari yang sederhana (2-3 keping) hingga 4 keping sudah runtut dan mudah dipahami murid?

Murid:

  • Bentuk baru mana yang paling kamu sukai saat menyusun tadi: perahu, ikan, atau roket?
  • Apakah kamu merasa mudah atau sulit saat menempelkan sisi segitiga ke sisi segiempat?

Pertemuan 7 — Melakukan Komposisi Mandiri Bangun Datar Segitiga dan Segiempat Menjadi Bentuk Baru — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.3 Melakukan komposisi (penyusunan) bangun datar segitiga dan segiempat menjadi bentuk baru

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid dan memandu doa bersama secara tertib (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid mengambil dan mengangkat 1 keping bentuk segitiga dan 1 keping bentuk segiempat dari meja masing-masing (acuan: murid tepat membedakan keping segitiga berkaki 3 sisi dan keping segiempat bersisi 4) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menyusun secara mandiri aneka potongan bangun datar segitiga dan segiempat menjadi bentuk kreasi baru (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memperagakan penggabungan 1 keping segitiga di atas 1 keping segiempat menjadi bentuk rumah di papan flanel atau papan tulis berkesadaran agar murid mengamati pertemuan tepian sisi bangun (5 menit).
  • Murid mengamati dan menjawab pertanyaan guru tentang keping penyusun bentuk rumah tersebut (acuan: tersusun dari 1 bentuk segitiga sebagai atap dan 1 bentuk segiempat sebagai badan rumah) (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan permainan tantangan mandiri 'Tantangan Kreasi Bentuk': setiap murid menerima amplop berisi 6 keping bangun datar (3 keping segitiga kertas warna dan 3 keping segiempat kertas warna) untuk dikomposisikan secara bebas di atas selembar kertas putih (10 menit).
  • Murid menyusun (komposisi) keping-keping segitiga dan segiempat secara mandiri tanpa bantuan guru untuk menghasilkan minimal 1 bentuk baru (misalnya bentuk perahu, pohon cemara berpohon kotak, ikan, roket, atau rumah) dengan menempelkan sisi-sisi bangun secara rapat dan merekatkannya menggunakan lem (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid meletakkan hasil karyanya di atas meja masing-masing, lalu menghitung berapa banyak keping segitiga dan berapa banyak keping segiempat yang berhasil digabungkan menjadi bentuk baru ciptaannya (acuan: pencatatan jumlah keping segitiga dan segiempat yang benar-benar dipakai pada karya) (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa beberapa keping segitiga dan segiempat dapat digabungkan menjadi berbagai macam bentuk baru yang utuh (5 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas kemandirian murid menyusun karya hari ini dan menutup pertemuan dengan doa serta salam penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan berupa siluet garis tepi bentuk (scaffolding) sebagai tempat menempelkan keping, sedangkan murid yang mahir diberikan tambahan 2 keping bentuk segitiga dan segiempat untuk menghasilkan bentuk baru yang lebih variatif.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan dipandu secara individual dalam merapatkan sisi antarkeping bangun, sedangkan murid yang cepat menyusun secara mandiri penuh.
  • Produk: Murid menyusun komposisi bentuk baru sesuai daya cipta masing-masing (seperti rumah, perahu, roket, atau hewan sederhana) dari potongan segitiga dan segiempat yang tersedia.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik cepat mengenali keping bangun: Guru meminta murid mengambil dari wadah dan mengangkat tepat 1 keping segitiga dan 1 keping segiempat. (Acuan: keping segitiga memiliki 3 sisi lurus, keping segiempat memiliki 4 sisi lurus; murid dinyatakan siap bila mengangkat kedua keping dengan tepat).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja mandiri: Guru mengamati kemandirian dan ketepatan murid menyusun bangun datar segitiga dan segiempat menjadi bentuk baru. Kriteria keberhasilan: murid menyusun minimal 2 keping (minimal satu segitiga dan satu segiempat) dengan sisi saling bersentuhan rapat membentuk satu kesatuan bentuk baru tanpa bantuan peragaan guru.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri: Murid menunjukkan bentuk baru yang telah direkatkan pada kertas dan menyebutkan keping penyusunnya kepada guru. (Acuan ketercapaian: produk merupakan bentuk utuh gabungan segitiga dan segiempat, serta murid mampu menyebutkan secara tepat keping yang digunakannya, misal: 'bentuk perahu tersusun dari 1 segiempat dan 2 segitiga').

Formatif:

  • Unjuk kerja mandiri menyusun keping segitiga dan segiempat menjadi bentuk baru
  • Observasi lembar kerja identifikasi keping penyusun bentuk kreasi baru

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Komposisi (Penyusunan) Bangun Datar Segitiga dan Segiempat Menjadi Bentuk Baru Secara MandiriBelum mampu menyusun keping segitiga dan segiempat menjadi bentuk baru meskipun telah diberi bimbingan langsung, kepingan diletakkan terpisah tanpa sisi yang saling menempel.Mampu menyusun keping segitiga dan segiempat menjadi bentuk baru namun masih membutuhkan arahan/bimbingan guru dalam merapatkan sisi-sisi antarkeping.Mampu melakukan komposisi keping segitiga dan segiempat secara mandiri menjadi minimal satu bentuk baru yang terpadu dengan sisi-sisi saling menempel tepat.Mampu melakukan komposisi keping segitiga dan segiempat secara mandiri menghasilkan lebih dari satu variasi bentuk baru yang rapi dan terpadu tanpa bantuan sama sekali.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat melakukan komposisi keping segitiga dan segiempat secara mandiri tanpa bergantung pada contoh tiruan guru?
  • Apakah alokasi waktu 20 menit pada tahap kreasi mandiri mencukupi bagi seluruh murid untuk menyelesaikan penempelan bentuk baru?

Murid:

  • Apakah kamu merasa senang dan bisa menyusun potongan segitiga dan segiempat menjadi bentuk baru sendiri?
  • Bentuk baru apa yang paling kamu sukai dari hasil susunan keping segitiga dan segiempatmu tadi?

Pertemuan 8 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.4.1 Mengenali bangun datar segitiga, segiempat, dan lingkaran pada benda konkret di lingkungan sekitar
  • TP 1.4.2 Mengelompokkan bangun datar segitiga, segiempat, dan lingkaran berdasarkan bentuknya
  • TP 1.4.3 Melakukan komposisi (penyusunan) bangun datar segitiga dan segiempat menjadi bentuk baru
  • TP 1.4.4 Melakukan dekomposisi (penguraian) suatu bangun datar segiempat menjadi bangun datar segitiga

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi dengan salam, mengajak murid berdoa bersama, serta memeriksa kesiapan alat belajar (gunting ramah anak, lem, dan pensil) di meja masing-masing (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pertemuan ke-8 sebagai asesmen sumatif bab untuk menunjukkan kemahiran mengenali, mengelompokkan, mengurai (dekomposisi), dan menyusun (komposisi) bangun datar segitiga, segiempat, dan lingkaran (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan Lembar Kerja Bagian 1 (memasangkan dan mengelompokkan) dan menjelaskan petunjuk pengerjaan secara jelas: menarik garis hubung benda konkret ke bentuk bangun datar serta memberi tanda centang pada kolom kelompok bentuk yang sesuai (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid secara mandiri dan serentak mengerjakan Lembar Kerja Bagian 1 berisi 6 butir: (1) memasangkan gambar jam dinding bulat -> lingkaran, penggaris segitiga -> segitiga, buku tulis -> segiempat; (2) memberi tanda centang pengelompokan gambar roda -> kolom lingkaran, potongan pizza -> kolom segitiga, jendela berbingkai -> kolom segiempat (acuan kunci: jam dinding-lingkaran, penggaris-segitiga, buku-segiempat, roda-kolom lingkaran, pizza-kolom segitiga, jendela-kolom segiempat) (25 menit).
  • Guru membagikan lembar segiempat kertas lipat bergaris diagonal dan lembar penempelan tugas Bagian 2, lalu menjelaskan petunjuk menggunting tepat pada garis diagonal serta menempel potongan menjadi satu bentuk baru (5 menit).
  • Murid secara mandiri dan serentak melakukan unjuk kerja manipulatif: (1) menggunting kertas lipat segiempat tepat pada garis diagonal hingga terurai menjadi 2 potongan segitiga (dekomposisi); (2) menyusun dan mengelem kedua potongan segitiga tersebut ditambah 1 keping segiempat yang disediakan menjadi satu bentuk baru (misalnya bentuk rumah, perahu, atau pohon) pada lembar tugas (komposisi) (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru memandu murid memeriksa kembali kelengkapan hasil karya dan lembar kerja yang telah selesai sebelum dikumpulkan ke meja guru (3 menit).

Penutup:

  • Guru mengumpulkan seluruh lembar kerja dan karya manipulatif murid secara tertib (1 menit).
  • Guru mengapresiasi kemandirian dan ketertiban seluruh murid selama menyelesaikan seluruh asesmen Bab 4 Mengenal Bentuk, serta menutup sesi pembelajaran dengan doa penutup (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Memberikan lembar kerja dengan kontras visual garis potong yang lebih tebal bagi murid dengan hambatan penglihatan tanpa mengubah bentuk bangun yang diukur.
  • Proses: Menyediakan gunting khusus berpegas (ramah anak berkebutuhan motorik halus) tanpa bantuan guru dalam menentukan arah potongan.
  • Produk: Format bukti sumatif tetap seragam: lembar kerja visual bertanda centang/garis dan karya tempel manipulatif dekomposisi-komposisi.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Cek kesiapan perlengkapan murid (pensil, gunting tumpul anak, lem kertas) di meja sebelum asesmen dimulai.

Proses:

  • Observasi ketertiban pengerjaan mandiri murid dan pematuhan prosedur keamanan penggunaan gunting saat asesmen berlangsung.

Sumatif Bab:

  • unjuk kerja manipulatif serentak dan lembar kerja visual menandai-mengelompokkan: hasil guntingan dekomposisi segiempat menjadi segitiga, karya tempel komposisi segitiga-segiempat menjadi bentuk baru, serta lembar kerja pengelompokan dan identifikasi bentuk konkret
  • lembar kerja visual memasangkan dan mengelompokkan serentak: hasil pengerjaan lembar kerja bergambar oleh seluruh murid secara serentak berupa penarikan garis hubung benda konkret di kelas/lingkungan sekitar ke bentuk bangun datarnya (segitiga, segiempat, lingkaran) serta pewarnaan/pemberian tanda centang untuk mengelompokkan gambar bangun datar ke dalam kolom kategori bentuk yang tepat (30 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban visual dan panduan penskoran objektif)
  • unjuk kerja manipulatif serentak (dekomposisi dan komposisi): artefak hasil karya murid yang dikerjakan serentak di meja masing-masing: (1) dua potongan segitiga hasil menggunting tepat pada garis diagonal lembar segiempat kertas lipat, dan (2) susunan bentuk baru (seperti rumah, perahu, atau pohon) yang dirangkai dan ditempel pada lembar tugas dari potongan segitiga dan segiempat tersebut (40 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian artefak (kriteria ketepatan garis potong segiempat menjadi dua segitiga dan keterpaduan susunan bentuk baru dari segitiga serta segiempat))

Sumatif:

  • unjuk kerja manipulatif serentak dan lembar kerja visual menandai-mengelompokkan: hasil guntingan dekomposisi segiempat menjadi segitiga, karya tempel komposisi segitiga-segiempat menjadi bentuk baru, serta lembar kerja pengelompokan dan identifikasi bentuk konkret
  • lembar kerja visual memasangkan dan mengelompokkan serentak: hasil pengerjaan lembar kerja bergambar oleh seluruh murid secara serentak berupa penarikan garis hubung benda konkret di kelas/lingkungan sekitar ke bentuk bangun datarnya (segitiga, segiempat, lingkaran) serta pewarnaan/pemberian tanda centang untuk mengelompokkan gambar bangun datar ke dalam kolom kategori bentuk yang tepat (30 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban visual dan panduan penskoran objektif)
  • unjuk kerja manipulatif serentak (dekomposisi dan komposisi): artefak hasil karya murid yang dikerjakan serentak di meja masing-masing: (1) dua potongan segitiga hasil menggunting tepat pada garis diagonal lembar segiempat kertas lipat, dan (2) susunan bentuk baru (seperti rumah, perahu, atau pohon) yang dirangkai dan ditempel pada lembar tugas dari potongan segitiga dan segiempat tersebut (40 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian artefak (kriteria ketepatan garis potong segiempat menjadi dua segitiga dan keterpaduan susunan bentuk baru dari segitiga serta segiempat))

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengenali dan Mengelompokkan Bangun Datar (TP 1.4.1 & TP 1.4.2)Tepat memasangkan dan mengelompokkan 1–2 dari 6 butir benda konkret (acuan: jam dinding-lingkaran, penggaris-segitiga, buku-segiempat, roda-lingkaran, pizza-segitiga, jendela-segiempat).Tepat memasangkan dan mengelompokkan 3–4 dari 6 butir benda konkret sesuai daftar acuan kunci.Tepat memasangkan dan mengelompokkan 5 dari 6 butir benda konkret sesuai daftar acuan kunci.Tepat memasangkan dan mengelompokkan seluruh 6 butir benda konkret (jam dinding-lingkaran, penggaris-segitiga, buku-segiempat, roda-lingkaran, pizza-segitiga, jendela-segiempat) secara mandiri.
Dekomposisi Bangun Datar Segiempat Menjadi Segitiga (TP 1.4.4)Guntingan menyimpang jauh dari garis diagonal sehingga tidak menghasilkan 2 bangun datar segitiga.Guntingan mendekati garis diagonal dan menghasilkan 2 bangun segitiga namun tepi potongan tidak rata/terpotong sebagian.Guntingan tepat mengikuti garis diagonal segiempat dan menghasilkan 2 bangun datar segitiga yang utuh.Guntingan sangat rapi dan presisi tepat pada garis diagonal segiempat sehingga menghasilkan 2 bangun datar segitiga identik secara mandiri.
Komposisi Bangun Datar Segitiga dan Segiempat Menjadi Bentuk Baru (TP 1.4.3)Potongan segitiga dan segiempat hanya ditempel acak bertumpukan tanpa membentuk satu kesatuan bentuk baru.Menyusun potongan segitiga dan segiempat membentuk satu kesatuan bentuk baru namun tepi antar-bangun saling tumpang tindih.Menyusun potongan segitiga dan segiempat secara terpadu membentuk satu kesatuan bentuk baru (seperti rumah, perahu, atau pohon) tanpa tumpang tindih.Menyusun seluruh potongan segitiga dan segiempat secara sangat rapi dan terpadu membentuk bangun baru yang jelas polanya secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 25 menit untuk lembar kerja visual dan 25 menit untuk unjuk kerja manipulatif mencukupi bagi seluruh murid kelas 1?
  • Bagian tugas mana yang paling banyak mengalami kekeliruan: identifikasi/pengelompokan visual atau dekomposisi/komposisi manipulatif?

Murid:

  • Tugas mana yang paling mudah kamu selesaikan hari ini, menarik garis atau menggunting dan menempel bentuk?
  • Bentuk baru apa yang berhasil kamu buat dari gabungan potongan segitiga dan segiempatmu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2022)
  2. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2022)
  3. Benda konkret di dalam kelas (buku tulis, penggaris segitiga, tutup toples, meja, jam dinding bulat, penghapus papan tulis, piring snack, bendera segitiga)
  4. Model bangun datar karton (segitiga, segiempat, lingkaran) dan lembar cek pengamatan
  5. Benda-benda konkret di lingkungan halaman/taman sekolah (paving block, roda sepeda, rambu petunjuk, tutup tempat sampah, tiang bendera)
  6. Lembar Cek Bentuk Benda Lingkungan Sekitar
  7. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2022).
  8. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2022).
  9. Benda konkret kelas: jam dinding, tutup toples, koin, buku tulis, kartu pos, penggaris segitiga, miniatur karton sandwich, keranjang dan nampan bertanda bentuk.
  10. Set kartu gambar aneka benda berbentuk segitiga, segiempat, dan lingkaran
  11. Tiga wadah pemilah dan kantong tempel bertuliskan Segitiga, Segiempat, Lingkaran
  12. Kertas lipat/origami warna-warni berbentuk persegi dan persegi panjang
  13. Gunting kertas anak berujung tumpul
  14. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2022, Bab 4 Mengenal Bentuk)
  15. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2022, Bab 4 Mengenal Bentuk)
  16. Set tangram sederhana / keping potongan segitiga dan segiempat warna-warni dari kertas karton
  17. Papan flanel / lembar kartu pola garis bantu bentuk perahu, ikan, dan roket
  18. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2022) Bab 4 Subbab Menyusun Bentuk Bangun
  19. Kepingan potongan kertas origami berbentuk bangun datar segitiga dan segiempat aneka warna
  20. Kertas HVS/gambar putih dan lem kertas
  21. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas I Bab 4 Mengenal Bentuk (Kemendikbudristek, 2022)
  22. Lembar Asesmen Sumatif Bagian 1 (lembar visual memasangkan dan mengelompokkan)
  23. Lembar Asesmen Sumatif Bagian 2 (kertas lipat segiempat bergaris diagonal, gunting ramah anak, lem kertas, lembar tempel karya)

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.