Modul AjarBab 3Fase ASemester 1

Modul Ajar Matematika Kelas 1 Bab 3: Pengurangan sampai dengan 10

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Matematika kelas 1 untuk Bab 3 "Pengurangan sampai dengan 10", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 1 Bab 3: Pengurangan sampai dengan 10

Matematika - Kelas 1

Bab 3

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Bab 3 — Pengurangan sampai dengan 10

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikBab 3 — Pengurangan sampai dengan 10
Alokasi Waktu18 JP (18 x 35 menit = 630 menit)
Jumlah Pertemuan9
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 1.3.1 Melakukan dekomposisi (mengurai) bilangan cacah sampai 10
  2. TP 1.3.2 Melakukan operasi pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 10
  3. TP 1.3.3 Menunjukkan pemahaman makna simbol matematika "=" dalam suatu kalimat matematika yang terkait dengan pengurangan bilangan cacah sampai 10 menggunakan gambar
  4. TP 1.3.4 Menulis bilangan cacah sampai 10 dari hasil operasi pengurangan menggunakan benda-benda konkret

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Jika Ibu guru memegang 5 kancing di dua tangan tertutup, berapa kancing yang ada di tangan kanan dan kiri?
  2. Dengan berapa cara kita bisa memisahkan 4 benda menjadi dua kelompok?
  3. Jika kita punya 7 kelereng, dapatkah kita membaginya ke dalam dua piring yang berbeda?
  4. Apakah ada lebih dari satu cara untuk memisahkan 8 benda menjadi dua bagian?
  5. Jika kamu punya 4 buah kelereng lalu diambil 2 oleh temanmu, apa yang terjadi dengan kelerengmu?
  6. Bagaimana caramu mencari sisa tutup botol jika sebagian disembunyikan?
  7. Jika ada 8 kelereng di atas meja lalu diambil 3 butir oleh temanmu, apa yang terjadi dengan jumlah kelereng di meja?
  8. Bagaimana caramu membuktikan sisa benda yang ada di wadah setelah sebagian dipindahkan?
  9. Jika ada 4 buah apel lalu dimakan 1 buah, berapakah buah yang tersisa?
  10. Apa arti tanda garis dua sejajar (=) di antara gambar sisa apel dan bilangan yang kita hitung?
  11. Apa arti tanda garis dua (=) saat kita melihat gambar pengurangan?
  12. Bagaimana gambar kumpulan benda menunjukkan bahwa sisi kiri tanda sama dengan nilainya sama dengan sisi kanan?
  13. Jika ada 5 stik es krim di meja lalu diambil 2 stik, berapa sisa stik es krim yang tertinggal?
  14. Bagaimana bentuk lambang bilangan cacah untuk menuliskan sisa benda tersebut?
  15. Jika kita punya 8 kelereng lalu diambil 2 kelereng, lambang bilangan berapa yang harus kita tulis untuk sisa kelerengnya?
  16. Bagaimana bentuk lambang bilangan jika ada 10 stik es krim lalu diambil 4 buah?
  17. Bagaimana caramu membuktikan berapa sisa benda jika sebagian benda dipisahkan atau diambil?
  18. Apa arti tanda sama dengan (=) saat kita menuliskan hasil pengurangan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Melakukan Dekomposisi Bilangan Cacah sampai 5 Menggunakan Pasangan Bilangan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.3.1 Melakukan dekomposisi (mengurai) bilangan cacah sampai 10

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan memegang 3 stik es krim, memisahkannya menjadi 1 di tangan kiri dan meminta murid menyebutkan isi tangan kanan (acuan jawaban: 2 stik es krim) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengurai (melakukan dekomposisi) bilangan cacah sampai 5 menggunakan pasangan bilangan (number bond) dengan benda konkret (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Guru meletakkan 5 balok kecil di lingkaran atas bagan pasangan bilangan (gabungan), lalu memindahkan 2 balok ke lingkaran kiri (sebagian) dan 3 balok ke lingkaran kanan (sebagian) sambil memperagakan dekomposisi bilangan 5 menjadi 2 dan 3 (7 menit).
  • Murid mengamati dan menyimak peragaan alternatif penguraian bilangan 4 menjadi pasangan 1 dan 3, serta bilangan 3 menjadi pasangan 1 dan 2 menggunakan wadah fisik berkait (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid bermain permainan 'Tebak Sembunyi Balok' secara berpasangan: satu murid memegang 5 kancing, menyembunyikan sebagian di balik punggung dan menunjukkan sisanya di telapak meja, sementara pasangannya menebak dan meletakkan kancing pasangannya di atas kartu bagan pasangan bilangan (10 menit).
  • Secara berpasangan, murid menyelesaikan Lembar Aktivitas Dekomposisi Bilangan konkret dengan membagi 4 kancing dan 5 kancing ke dalam 4 variasi pasangan bilangan berikut: (1) 4 kancing diurai menjadi 1 dan 3; (2) 4 kancing diurai menjadi 2 dan 2; (3) 5 kancing diurai menjadi 1 dan 4; (4) 5 kancing diurai menjadi 2 dan 3 (acuan jawaban: pasangan 1 dan 3; 2 dan 2; 1 dan 4; 2 dan 3) (15 menit).
  • Murid mengerjakan latihan mandiri 3 butir dekomposisi bilangan pada lembar kerja: (1) mengurai 3 kancing menjadi pasangan 1 dan ... (acuan: 2); (2) mengurai 4 kancing menjadi pasangan 3 dan ... (acuan: 1); (3) mengurai 5 kancing menjadi pasangan 4 dan ... (acuan: 1) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama teman sebangku saling mencocokkan hasil sebaran balok pada bagan pasangan bilangan masing-masing dan memastikan jumlah gabungan tetap utuh (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa bilangan sampai 5 dapat diurai menjadi dua bagian pasangan bilangan yang berbeda (3 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas kerja sama murid dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan benda konkret manipulatif (stik, kancing, atau tutup botol) serta kartu bagan pasangan bilangan bergambar titik panduan untuk murid yang membutuhkan bantuan visual.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih mengurai bilangan 2 dan 3 terlebih dahulu dengan pendampingan langsung, sedangkan murid yang sudah mahir diberi tantangan menemukan semua variasi penguraian bilangan 5 (0 dan 5, 1 dan 4, 2 dan 3).
  • Produk: Murid menuangkan hasil penguraian menggunakan susunan benda konkret di atas bagan cetak atau menuliskannya langsung dalam lingkaran pasangan bilangan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik peragaan konkret: Guru menunjukkan 3 stik es krim, memegang 1 di tangan kiri terbuka dan sisanya di tangan kanan tertutup. Guru bertanya: 'Berapa stik yang disembunyikan di tangan kanan?' (acuan jawaban: 2 stik es krim).

Proses:

  • Observasi keterlibatan dan ketepatan murid saat memisahkan kumpulan benda konkret (3, 4, dan 5 kancing) ke dalam 2 piring bagian pada bagan pasangan bilangan (lembar aktivitas pasangan: 4 menjadi 1 dan 3, 4 menjadi 2 dan 2, 5 menjadi 1 dan 4, 5 menjadi 2 dan 3).

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan tugas mandiri 3 butir isian rumpang dekomposisi bilangan cacah sampai 5: (1) 3 kancing diurai menjadi 1 dan [2]; (2) 4 kancing diurai menjadi 3 dan [1]; (3) 5 kancing diurai menjadi 4 dan [1] (acuan: butir 1 = 2; butir 2 = 1; butir 3 = 1).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat permainan pasangan bilangan dan pemeriksaan ketepatan isian lembar kerja dekomposisi bilangan sampai 5

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Dekomposisi bilangan cacah sampai 5 menggunakan benda konkret/pasangan bilanganBelum mampu memisahkan kumpulan benda cacah sampai 5 menjadi dua bagian pasangan bilangan meskipun dengan bimbingan penuh guru.Mampu memisahkan benda cacah sampai 5 menjadi dua bagian pasangan bilangan secara tepat pada 1 butir dari 3 butir tugas dengan bantuan guru.Mampu memisahkan benda cacah sampai 5 menjadi dua bagian pasangan bilangan secara tepat pada minimal 2 dari 3 butir tugas (acuan: penguraian bilangan 3, 4, dan 5) secara mandiri.Mampu memisahkan benda cacah sampai 5 menjadi dua bagian pasangan bilangan secara tepat pada seluruh 3 butir tugas serta menemukan variasi dekomposisi lain secara mandiri dan konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan media konkret (kancing/balok) membantu murid memahami konsep pemisahan/dekomposisi bilangan sampai 5?
  • Bagian kegiatan mana yang membuat murid paling antusias dan aktif berpartisipasi?

Murid:

  • Apakah kamu senang bermain tebak kancing bersama temanmu?
  • Bilangan mana yang paling mudah kamu pisahkan menjadi dua bagian?

Pertemuan 2 — Melakukan Dekomposisi Bilangan Cacah 6 sampai 10 Menggunakan Pasangan Bilangan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.3.1 Melakukan dekomposisi (mengurai) bilangan cacah sampai 10

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid, memimpin doa singkat, dan memeriksa kehadiran murid (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid mengamati 6 balok/kancing, lalu meminta salah satu murid memisahkan 6 kancing tersebut ke dalam dua piring kecil (acuan pasangan: 1 dan 5, 2 dan 4, atau 3 dan 3) untuk melihat kesiapan awal murid memahami penguraian bilangan (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mengurai (melakukan dekomposisi) bilangan cacah 6 sampai 10 menggunakan pasangan bilangan (number bond) berbantuan benda konkret (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru meletakkan 8 buah tutup botol di atas meja, lalu menunjukkan diagram pasangan bilangan (satu lingkaran gabungan/utuh dan dua lingkaran cabang/sebagian) (5 menit).
  • Guru memodelkan penguraian bilangan 8 menjadi dua kumpulan: memindahkan 3 tutup botol ke lingkaran cabang kiri dan 5 tutup botol ke lingkaran cabang kanan (acuan: 8 terurai menjadi 3 dan 5) (5 menit).
  • Guru mengajak murid mengamati variasi penguraian lain dari bilangan 8 dengan memindahkan tutup botol sehingga terbentuk pasangan 2 dan 6 serta 4 dan 4 (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Secara berpasangan, murid memainkan permainan 'Membuka Rahasia Bilangan': setiap pasangan menerima 10 stik es krim dan sebuah kartu bilangan target (kartu bilangan 7, 9, atau 10). Murid A membagi stik es krim ke dalam dua wadah dan Murid B meletakkan kartu angka pada diagram pasangan bilangan (acuan kombinasi benar: untuk 7 -> 1&6, 2&5, 3&4; untuk 9 -> 1&8, 2&7, 3&6, 4&5; untuk 10 -> 1&9, 2&8, 3&7, 4&6, 5&5) (10 menit).
  • Murid secara mandiri menyelesaikan lembar latihan dekomposisi untuk melengkapi pasangan bilangan rumpang: (1) Bilangan 6 diurai menjadi 2 dan ... (acuan: 4); (2) Bilangan 7 diurai menjadi 3 dan ... (acuan: 4); (3) Bilangan 8 diurai menjadi 5 dan ... (acuan: 3); (4) Bilangan 9 diurai menjadi 2 dan ... (acuan: 7); (5) Bilangan 10 diurai menjadi 6 dan ... (acuan: 4) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru bersama murid memeriksa hasil latihan mandiri, membahas bersama pasangan bilangan yang ditemukan, serta menyadari bahwa sebuah bilangan dari 6 sampai 10 dapat diurai menjadi beberapa pasang bilangan yang berbeda (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik dan meminta murid melakukan asesmen akhir berupa cek pemahaman lisan cepat: jika bilangan 7 diurai dan salah satu bagiannya adalah 1, berapakah bagian lainnya? (acuan: 6) (5 menit).
  • Guru menyampaikan apresiasi atas ketertiban belajar murid, merapikan media bersama, dan menutup pembelajaran dengan doa penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu bilangan dengan bantuan bulatan/titik warna untuk murid yang masih memerlukan bantuan visual konkret, serta kartu angka murni untuk murid yang sudah mahir.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih dekomposisi pada bilangan 6 dan 7 terlebih dahulu dengan manipulasi stik es krim secara langsung didampingi guru, sedangkan murid yang mahir mencoba menemukan seluruh variasi pasangan untuk bilangan 9 dan 10 secara mandiri.
  • Produk: Murid menuangkan hasil dekomposisi pada lembar berdiagram pasangan bilangan; murid yang memerlukan scaffolding melengkapi pasangan dengan menempelkan stiker kancing, sedangkan murid reguler dan mahir menuliskan lambang bilangan pada lingkaran bagian.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik dan peragaan memisahkan 6 kancing ke dalam 2 wadah (acuan: wadah berisi pasangan 1 dan 5, 2 dan 4, atau 3 dan 3).

Proses:

  • Pengamatan saat murid memisahkan benda konkret 6-10 dan mencocokkannya ke diagram pasangan bilangan (acuan: jumlah kedua bagian tepat sama dengan bilangan utuh).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman individu di akhir sesi: melengkapi pasangan bilangan dari bilangan 7 jika salah satu bagiannya adalah 1 (acuan jawaban: 6).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat permainan berpasangan 'Membuka Rahasia Bilangan' memisahkan stik es krim sesuai kartu bilangan 7, 9, atau 10.
  • Pemeriksaan lembar latihan mandiri dekomposisi bilangan rumpang untuk bilangan 6 sampai 10 (5 butir).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Melakukan Dekomposisi Bilangan Cacah 6 sampai 10Belum mampu mengurai bilangan cacah 6 sampai 10 menjadi dua bagian bilangan walaupun menggunakan benda konkret dan bimbingan penuh guru (0-1 butir tepat dari 5 butir latihan: butir 1 [4], butir 2 [4], butir 3 [3], butir 4 [7], butir 5 [4]).Mampu mengurai sebagian bilangan cacah 6 sampai 10 menjadi dua bagian bilangan menggunakan benda konkret dengan bantuan guru (2-3 butir tepat dari 5 butir latihan: butir 1 [4], butir 2 [4], butir 3 [3], butir 4 [7], butir 5 [4]).Mampu mengurai bilangan cacah 6 sampai 10 menjadi dua bagian bilangan menggunakan pasangan bilangan secara tepat dan mandiri (minimal 4 dari 5 butir latihan tepat: butir 1 [4], butir 2 [4], butir 3 [3], butir 4 [7], butir 5 [4]).Mampu mengurai seluruh bilangan cacah 6 sampai 10 menjadi dua bagian bilangan pada diagram pasangan bilangan secara tepat, konsisten, dan mandiri tanpa kesalahan (seluruh 5 butir latihan tepat: butir 1 [4], butir 2 [4], butir 3 [3], butir 4 [7], butir 5 [4]) serta menemukan lebih dari satu alternatif pasangan pada bilangan yang sama.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan stik es krim dan diagram pasangan bilangan mempermudah murid memahami konsep penguraian bilangan 6 sampai 10?
  • Bagian bilangan mana (antara 6 sampai 10) yang paling banyak memerlukan bimbingan tambahan bagi murid?

Murid:

  • Apakah kamu merasa senang saat membagi stik es krim menjadi dua kelompok?
  • Bilangan mana antara 6 sampai 10 yang paling mudah kamu pisahkan menjadi dua bagian?

Pertemuan 3 — Melakukan Operasi Pengurangan Benda Konkret sampai 5 — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.3.2 Melakukan operasi pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 10

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat menggunakan benda konkret: meletakkan 3 stik es krim di atas meja, mengambil 1 buah di depan murid, lalu meminta murid menyebutkan sisa benda secara lisan (acuan: sisa 2 stik es krim) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan kegiatan pembelajaran hari ini, yaitu melakukan operasi pengurangan menggunakan benda-benda konkret sampai 5 melalui aktivitas mengambil dan memisahkan benda (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Guru mendemonstrasikan tindakan fisik pengurangan konkret di depan kelas: menaruh 5 kancing besar di piring, memindahkan 2 kancing keluar dari piring, lalu mengajak murid membilang sisa kancing yang tertinggal di dalam piring (acuan: sisa 3 kancing) (7 menit).
  • Guru memberikan tantangan kedua: meletakkan 4 kancing di piring, meminta seorang relawan mengambil 3 kancing, lalu bersama-sama mengamati sisa kancing di piring (acuan: sisa 1 kancing) untuk menegaskan bahwa pengurangan berarti mengambil sebagian benda sehingga jumlahnya berkurang (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru membagikan media konkret berupa 5 buah tutup botol dan sebuah mangkuk plastik kecil kepada setiap pasangan murid (3 menit).
  • Murid bermain tantangan berpasangan 'Ambil dan Hitung Sisa' secara menggembirakan: Murid A meletakkan sejumlah tutup botol (maksimal 5) ke dalam mangkuk, Murid B mengambil sebagian tutup botol dan menyembunyikannya di bawah telapak tangan, lalu Murid A menghitung langsung sisa tutup botol di mangkuk; setelah itu mereka bertukar peran (12 menit).
  • Setiap murid secara bergantian menyelesaikan 3 simulasi konkret terstruktur di mejanya dengan pengamatan guru: (1) Menyiapkan 5 kelereng, mengambil 2 kelereng (acuan sisa: 3 kelereng); (2) Menyiapkan 4 kelereng, mengambil 1 kelereng (acuan sisa: 3 kelereng); (3) Menyiapkan 3 kelereng, mengambil 3 kelereng (acuan sisa: 0 kelereng) (13 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengajak murid berhenti sejenak dan mengamati kembali kumpulan benda konkret di mejanya secara sadar (berkesadaran), memperhatikan perubahan jumlah sebelum dan sesudah diambil (4 menit).
  • Murid bersama guru menyimpulkan bahwa jika benda diambil atau dipisahkan, jumlah benda yang tersisa menjadi lebih sedikit atau habis (3 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan cek pemahaman akhir secara individual: guru menunjukkan 4 stik es krim, mengambil 2 stik, lalu meminta murid menunjukkan dengan jarinya sisa stik es krim yang ada di meja guru (acuan: sisa 2 stik) (5 menit).
  • Guru menyampaikan apresiasi atas keterlibatan murid dalam praktik konkret hari ini dan menutup pertemuan dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan variasi objek konkret manipulatif yang mudah digenggam (tutup botol, kancing besar, dan stik es krim).
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih pengurangan konkret dalam rentang 1-3 dengan pendampingan langsung langkah demi langkah; murid yang cepat diberikan kesempatan mempraktikkan pengurangan konkret dari himpunan awal 5 dengan variasi pengambilan yang berbeda (misalnya mengambil 4 dari 5 benda).
  • Produk: Hasil unjuk kerja berupa ketepatan menunjukkan sisa kumpulan benda konkret setelah tindakan pengambilan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Peragaan manipulatif singkat: Guru meletakkan 3 stik es krim di meja, mengambil 1 stik di depan murid, lalu meminta murid menyebutkan sisa benda di meja (acuan: sisa 2 stik es krim).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja 3 tugas konkret pada kegiatan inti: (1) Mengambil 2 dari 5 benda konkret (acuan tepat: sisa 3 benda); (2) Mengambil 1 dari 4 benda konkret (acuan tepat: sisa 3 benda); (3) Mengambil 3 dari 3 benda konkret (acuan tepat: sisa 0 benda).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman manipulatif: Guru memegang 4 stik es krim, mengambil 2 stik di hadapan murid, lalu murid menunjukkan sisa stik es krim dengan jari tangannya (acuan tepat: 2).

Formatif:

  • Unjuk kerja dan observasi langsung saat murid melakukan pemisahan/pengambilan benda konkret (tutup botol/kancing) dan menentukan sisa benda sampai 5.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Melakukan Operasi Pengurangan Benda Konkret sampai 5Belum mampu menentukan sisa benda konkret yang tepat saat dilakukan pengambilan 1 sampai 5 benda meskipun telah dibimbing guru.Mampu menentukan sisa benda konkret secara tepat pada 1 dari 3 simulasi konkret (acuan: 5-2=3, 4-1=3, 3-3=0) dengan bimbingan guru.Mampu melakukan operasi pengurangan benda konkret dan menentukan sisa benda secara tepat pada minimal 2 dari 3 simulasi konkret (acuan: 5-2=3, 4-1=3, 3-3=0) secara mandiri.Mampu melakukan operasi pengurangan benda konkret dan menentukan sisa benda secara tepat pada seluruh (3 dari 3) simulasi konkret (acuan: 5-2=3, 4-1=3, 3-3=0) secara mandiri dan konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan media tutup botol dan kancing efektif membantu murid memahami konsep pengurangan sebagai tindakan mengambil/memisahkan benda?
  • Bagian mana dari aktivitas berpasangan yang membutuhkan pendampingan lebih intensif bagi murid yang belum lancar membilang sisa?

Murid:

  • Apakah kamu senang bermain mengambil dan menghitung sisa tutup botol bersama teman?
  • Apa yang terjadi pada benda di mangkuk ketika temanmu mengambilnya?

Pertemuan 4 — Melakukan Operasi Pengurangan Benda Konkret 6 sampai 10 — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.3.2 Melakukan operasi pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 10

Pendahuluan:

  • Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mempraktikkan operasi pengurangan langsung menggunakan kumpulan 6 sampai 10 benda konkret dengan cara mengambil sebagian benda dan menghitung sisanya (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 5 stik es krim di meja, meminta seorang murid mengambil 2 stik, dan menanyakan sisa stik di meja kepada kelas (acuan: sisa 3 stik) guna memetakan kesiapan murid dalam operasi pengurangan konkret (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru meletakkan 8 buah balok hitung di atas meja demonstrasi dan membimbing seluruh murid menghitung bersama-sama dari 1 sampai 8 dengan penuh kesadaran (5 menit).
  • Guru menyimulasikan situasi pengurangan kontekstual: 'Ada 8 balok, lalu 3 balok dipindahkan ke dalam kotak tertutup.' Guru memindahkan 3 balok tersebut secara nyata dan meminta murid menghitung sisa balok yang masih tampak di atas meja (acuan: sisa 5 balok) (5 menit).
  • Guru mengulangi pemodelan dengan kumpulan 10 tutup botol: 10 tutup botol dihitung bersama, kemudian guru mengambil 4 tutup botol dan murid menghitung sisa benda yang tertinggal (acuan: sisa 6 tutup botol) untuk menegaskan makna bahwa pengurangan adalah mengambil sebagian benda dari kumpulan awal sehingga jumlahnya berkurang (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid dibagi berpasangan dan setiap pasangan menerima 1 mangkuk berisi 10 kelereng/manik-manik untuk memainkan permainan interaktif 'Ambil dan Hitung Sisanya' (5 menit).
  • Murid berpasangan mempraktikkan 4 tantangan pengurangan benda konkret secara bergantian: (1) Menyusun 7 kelereng lalu mengambil 3 butir (acuan: sisa 4 butir); (2) Menyusun 9 kelereng lalu mengambil 5 butir (acuan: sisa 4 butir); (3) Menyusun 6 kelereng lalu mengambil 2 butir (acuan: sisa 4 butir); (4) Menyusun 10 kelereng lalu mengambil 6 butir (acuan: sisa 4 butir). Guru berkeliling mengamati tindakan fisik pengambilan benda dan penghitungan sisa oleh masing-masing murid (15 menit).
  • Setiap murid secara mandiri menyelesaikan lembar tugas unjuk kerja manipulatif pengurangan konkret yang terdiri atas 3 tugas berurutan: Tugas 1: Sediakan 8 kancing, pisahkan 2 kancing, hitung sisanya (acuan: sisa 6 kancing); Tugas 2: Sediakan 7 kancing, pisahkan 4 kancing, hitung sisanya (acuan: sisa 3 kancing); Tugas 3: Sediakan 10 kancing, pisahkan 7 kancing, hitung sisanya (acuan: sisa 3 kancing) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru memandu murid melakukan refleksi terarah tentang langkah nyata yang baru saja dilakukan: 'Apa yang kalian lakukan dengan benda konkret saat melakukan pengurangan?' dan 'Bagaimana cara kalian memastikan jumlah sisa benda sudah benar?' (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap konsep pengurangan benda konkret: menghitung total mula-mula (6-10 benda), memisahkan/mengambil sebagian, lalu menghitung benda yang tersisa secara teliti (3 menit).
  • Guru menyampaikan apresiasi atas keaktifan murid dalam mempraktikkan pengurangan menggunakan benda konkret dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menggunakan benda berukuran lebih besar (balok kayu besar) dengan rentang 6-7 benda, sedangkan murid yang sudah mahir diberikan kumpulan benda hingga 10 butir dengan variasi pengambilan acak.
  • Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru mendampingi langkah hitung satu per satu saat memisahkan benda; bagi murid yang tanggap, mereka mempraktikkan pengambilan benda secara mandiri tanpa pendampingan intensif.
  • Produk: Murid pembelajar lambat menuntaskan 2 manipulasi pengurangan benda konkret (rentang 6-7 benda), sedangkan murid yang cepat menyelesaikan seluruh 3 manipulasi benda konkret hingga 10 benda.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab peragaan di awal pelajaran: Murid diminta mengambil 2 stik dari kumpulan 5 stik es krim di meja guru dan menyebutkan sisa benda yang tertinggal di meja (acuan: sisa 3 stik es krim).

Proses:

  • Pengamatan langsung saat murid melakukan operasi pengurangan benda konkret dalam 4 skenario berpasangan: (1) 7 kelereng diambil 3 (acuan: sisa 4); (2) 9 kelereng diambil 5 (acuan: sisa 4); (3) 6 kelereng diambil 2 (acuan: sisa 4); (4) 10 kelereng diambil 6 (acuan: sisa 4). Kriteria: ketepatan membilang awal, memisahkan objek, dan menghitung sisa.

Akhir Pertemuan:

  • Cek unjuk kerja mandiri pengurangan benda konkret: Murid memperagakan pengurangan pada 3 tugas mandiri: (1) 8 kancing diambil 2 (acuan: sisa 6); (2) 7 kancing diambil 4 (acuan: sisa 3); (3) 10 kancing diambil 7 (acuan: sisa 3).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja manipulasi benda konkret saat aktivitas berpasangan 'Ambil dan Hitung Sisanya'
  • Pemeriksaan hasil manipulasi benda konkret pada lembar unjuk kerja mandiri (3 tugas pengurangan)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Melakukan Operasi Pengurangan Benda Konkret (Kuantitas 6 sampai 10)Belum mampu memisahkan benda konkret dan belum tepat menentukan sisa benda pada kumpulan 6 sampai 10 benda secara mandiri (butuh bimbingan penuh untuk 1 tugas sekalipun).Mampu memisahkan benda konkret dan tepat menghitung sisa benda pada 1 dari 3 tugas mandiri yang diberikan (acuan: tepat pada tugas 8-2=6, 7-4=3, atau 10-7=3) dengan arahan guru.Mampu memisahkan benda konkret dan tepat menghitung sisa benda pada minimal 2 dari 3 tugas mandiri yang diberikan (acuan: tepat pada tugas 8-2=6, 7-4=3, dan/atau 10-7=3) secara mandiri.Mampu memisahkan benda konkret dan tepat menghitung sisa benda pada seluruh 3 tugas mandiri yang diberikan (acuan: 8-2=6, 7-4=3, dan 10-7=3) secara mandiri, tepat, dan konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan benda konkret (kelereng, balok, kancing) efektif membantu murid memahami konsep pengurangan bilangan 6 sampai 10?
  • Bagian mana dari langkah simulasi pengurangan konkret yang masih membingungkan bagi sebagian murid?

Murid:

  • Apakah kamu merasa senang bermain mengambil kelereng dan menghitung sisanya hari ini?
  • Benda apa yang paling mudah kamu hitung saat melakukan pengurangan tadi?

Pertemuan 5 — Menunjukkan Pemahaman Makna Simbol Matematika "=" dalam Kalimat Pengurangan sampai 5 Menggunakan Gambar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.3.3 Menunjukkan pemahaman makna simbol matematika "=" dalam suatu kalimat matematika yang terkait dengan pengurangan bilangan cacah sampai 10 menggunakan gambar

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid dan berdoa bersama secara tertib (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu memahami dan menunjukkan makna tanda sama dengan (=) sebagai penanda kesamaan jumlah/hasil sisa pada pengurangan sampai 5 menggunakan gambar (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 kartu gambar: Kartu A berisi gambar 3 pensil disilang 1 dan Kartu B berisi gambar 2 pensil utuh. Guru menanyakan apakah banyaknya sisa pensil pada Kartu A sama dengan jumlah pensil pada Kartu B (acuan: ya, keduanya berjumlah sama yaitu 2) (4 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menempelkan media gambar timbangan/papan peraga di papan tulis: sisi kiri menampilkan kartu gambar cerita '4 jeruk diambil/disilang 1' dan sisi kanan menampilkan kartu gambar '3 jeruk utuh' untuk mengenalkan bahwa tanda '=' berarti kedua sisi memiliki jumlah nilai yang sama seimbang (5 menit).
  • Guru memperagakan penulisan kalimat matematika pengurangan menggunakan gambar: [Gambar 5 balon disilang 2] dipasangkan dengan simbol '=' lalu [Gambar 3 balon utuh], menegaskan bahwa tanda '=' bermakna 'hasil sisa setelah dikurangi sama banyaknya dengan' kumpulan gambar di sisi kanan (7 menit).
  • Guru memberikan kesempatan tanya jawab terbimbing untuk menunjuk kumpulan gambar yang nilainya seimbang dengan bentuk pengurangan gambar sampai 5 (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru mengajak murid melakukan aktivitas permainan edukatif 'Kartu Gambar Seimbang': secara berpasangan, murid mencocokkan kartu kalimat pengurangan gambar dengan kartu gambar hasil sisa yang nilainya sama menggunakan kartu simbol '=' (10 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Aktivitas berisi 3 butir soal memasangkan kalimat pengurangan gambar dengan gambar hasil yang dihubungkan tanda '=': Butir 1: [Gambar 4 bintang disilang 2] = [Pilihan: A. 1 bintang, B. 2 bintang; acuan kunci: B]; Butir 2: [Gambar 3 daun disilang 1] = [Pilihan: A. 2 daun, B. 3 daun; acuan kunci: A]; Butir 3: [Gambar 5 permen disilang 4] = [Pilihan: A. 2 permen, B. 1 permen; acuan kunci: B] (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil latihan lembar kerja dan mengonfirmasi makna simbol '=' bahwa gambar di sebelah kiri dan kanan bernilai sama banyak (5 menit).
  • Murid diajak mengungkapkan pemahamannya tentang apa arti tanda '=' ketika melihat pengurangan bergambar (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali bahwa tanda '=' dalam pengurangan menunjukkan bahwa sisa benda dari pengurangan bernilai sama banyak dengan gambar hasil di sebelahnya (3 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar murid dan mengakhiri sesi pembelajaran dengan doa serta salam penutup (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu gambar dengan lingkaran bantuan hitung satu per satu; murid yang lebih cepat diberikan kartu gambar pengurangan sampai 5 tanpa tanda silang sehingga harus mencocokkan sisa secara mandiri.
  • Proses: Pendampingan langsung diberikan kepada murid yang masih bingung membedakan simbol '-' dan '=', sedangkan murid yang mahir langsung bekerja mandiri.
  • Produk: Murid menuangkan pemahaman dengan menghubungkan garis pasangan gambar atau menempel kartu simbol '=' di antara pasangan gambar yang tepat.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran menggunakan 2 kartu gambar: Kartu A berisi 3 pensil disilang 1 dan Kartu B berisi 2 pensil utuh. Murid diminta menunjuk apakah sisa pada Kartu A bernilai sama dengan isi Kartu B (acuan jawaban: murid menjawab 'sama banyak' atau 'sama-sama 2').

Proses:

  • Pengamatan keterlibatan dan ketepatan murid saat menaruh kartu simbol '=' di antara gambar pengurangan dan gambar hasil dalam permainan berpasangan (acuan: simbol '=' diletakkan tepat di antara dua gambar yang bernilai sama).

Akhir Pertemuan:

  • Pengecekan Lembar Aktivitas mandiri 3 butir: Butir 1: [4 bintang disilang 2] = [2 bintang]; Butir 2: [3 daun disilang 1] = [2 daun]; Butir 3: [5 permen disilang 4] = [1 permen]. Kriteria tuntas: minimal 2 dari 3 butir dijodohkan dengan tepat sesuai acuan kunci.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat memasangkan kartu bergambar dengan simbol '='
  • Pemeriksaan lembar kerja pencocokan kalimat pengurangan bergambar sampai 5

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman Makna Simbol Matematika "=" dalam Kalimat Pengurangan sampai 5 Menggunakan GambarBelum mampu menunjukkan kesamaan nilai antara gambar pengurangan dan gambar hasil menggunakan simbol "=" (0 butir tepat dari 3 butir latihan).Mampu menunjukkan kesamaan nilai antara gambar pengurangan dan gambar hasil menggunakan simbol "=" dengan bimbingan (tepat 1 butir dari 3 butir latihan).Mampu menunjukkan kesamaan nilai antara gambar pengurangan dan gambar hasil menggunakan simbol "=" secara mandiri (tepat 2 dari 3 butir latihan).Mampu menunjukkan kesamaan nilai antara gambar pengurangan dan gambar hasil menggunakan simbol "=" secara tepat dan mandiri pada seluruh soal (tepat 3 dari 3 butir latihan).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media gambar konkret yang digunakan berhasil memfasilitasi pemahaman murid mengenai konsep kesamaan nilai pada simbol '='?
  • Bagian mana dari kegiatan yang paling efektif membantu murid memahami bahwa sisi kiri dan sisi kanan bernilai seimbang?

Murid:

  • Apakah kamu senang bermain mencocokkan gambar pengurangan hari ini?
  • Apakah kamu sudah tahu arti tanda '=' ketika melihat gambar pengurangan?

Pertemuan 6 — Menunjukkan Pemahaman Makna Simbol Matematika "=" dalam Kalimat Pengurangan 6 sampai 10 Menggunakan Gambar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.3.3 Menunjukkan pemahaman makna simbol matematika "=" dalam suatu kalimat matematika yang terkait dengan pengurangan bilangan cacah sampai 10 menggunakan gambar

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru mengecek kehadiran dan kesiapan belajar murid di kelas (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan memperlihatkan gambar 7 apel di sisi kiri tanda "=" dan 7 apel di sisi kanan tanda "=", lalu menanyakan apakah jumlah kedua sisi sama (acuan jawaban: ya, kedua sisi berjumlah sama yaitu 7 apel) (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menunjukkan arti tanda sama dengan (=) sebagai tanda kesetaraan atau hasil yang sama pada kalimat pengurangan bilangan 6 sampai 10 menggunakan gambar (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memperlihatkan gambar peragaan timbangan kesetaraan di papan tulis yang membandingkan kalimat pengurangan dengan kumpulan sisa gambar: gambar 8 bintang dicoret 2 bintang di sisi kiri timbangan, dan gambar 6 bintang utuh di sisi kanan tanda "=" (8 menit).
  • Guru membimbing murid mengamati bahwa tanda "=" berarti jumlah yang tersisa setelah pengurangan di sisi kiri (8 - 2 = 6 bintang) nilainya persis sama dengan jumlah gambar di sisi kanan (6 bintang) (7 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Secara berpasangan, murid memainkan permainan kartu bergambar 'Timbangan Sama Dengan' yang menggembirakan, di mana murid mencocokkan kartu kalimat pengurangan bergambar dengan kartu gambar himpunan hasil yang tepat: Kartu A (gambar 7 ikan dicoret 3) dipasangkan dengan tanda "=" ke gambar 4 ikan; Kartu B (gambar 9 bola dicoret 4) dipasangkan dengan tanda "=" ke gambar 5 bola; Kartu C (gambar 10 kelereng dicoret 2) dipasangkan dengan tanda "=" ke gambar 8 kelereng (acuan pasangan benar: 7-3 = 4 ikan, 9-4 = 5 bola, 10-2 = 8 kelereng) (15 menit).
  • Setiap murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja bergambar berisi 4 butir untuk menunjukkan kebenaran tanda "=": Butir 1 (gambar 6 bunga dicoret 1 "=" gambar 5 bunga; Benar/Salah), Butir 2 (gambar 8 donat dicoret 3 "=" gambar 5 donat; Benar/Salah), Butir 3 (gambar 10 balon dicoret 4 "=" gambar 6 balon; Benar/Salah), Butir 4 (gambar 9 daun dicoret 2 "=" gambar 7 daun; Benar/Salah) (acuan jawaban: Butir 1 Benar, Butir 2 Benar, Butir 3 Benar, Butir 4 Benar) (12 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru memeriksa hasil lembar kerja dan menunjukkan kembali makna simbol "=" bahwa sisa gambar di ruas kiri nilainya seimbang/sama banyak dengan gambar di ruas kanan (8 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan bahwa simbol "=" menunjukkan jumlah gambar sisa di ruas kiri bernilai sama persis dengan jumlah gambar di ruas kanan (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan positif atas usaha murid serta menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu gambar dengan tanda silang warna kontras pada objek yang dikurangkan untuk memperjelas sisa; murid yang lebih cepat diberikan gambar perbandingan kesetaraan dengan dua kelompok pengurangan bergambar (misal: gambar 8 dicoret 2 "=" gambar 10 dicoret 4).
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru secara langsung menggunakan kartu gambar konkret berpasangan; murid yang mahir langsung menyelesaikan pencocokan kartu secara mandiri.
  • Produk: Murid menuangkan pemahaman kesetaraan tanda "=" melalui penandaan centang/lingkaran pada gambar yang seimbang sesuai lembar kerja.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik menggunakan 1 gambar perbandingan kesetaraan: gambar 7 apel di ruas kiri tanda "=" dan 7 apel di ruas kanan tanda "=". Pertanyaan: 'Apakah kedua kumpulan apel ini sama banyak sehingga tanda = tepat digunakan?' (Acuan jawaban: Ya, sama banyak yaitu 7 apel).

Proses:

  • Pengamatan keterlibatan dan ketepatan pasangan kartu pada permainan 'Timbangan Sama Dengan': Kartu A (7 ikan dicoret 3) = gambar 4 ikan; Kartu B (9 bola dicoret 4) = gambar 5 bola; Kartu C (10 kelereng dicoret 2) = gambar 8 kelereng (acuan: tepat memasangkan ketiga kartu sesuai nilai sisa gambarnya).
  • Penilaian lembar kerja bergambar mandiri 4 butir: Butir 1 (gambar 6 dicoret 1 "=" 5), Butir 2 (gambar 8 dicoret 3 "=" 5), Butir 3 (gambar 10 dicoret 4 "=" 6), Butir 4 (gambar 9 dicoret 2 "=" 7) (acuan kunci: keempat butir bernilai Benar).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman singkat di akhir sesi: Guru menunjukkan 1 gambar kesetaraan: ruas kiri gambar 8 pensil dicoret 4, tanda "=", ruas kanan gambar 4 pensil. Murid menunjukkan jempol ke atas bila tanda "=" benar atau jempol ke bawah bila salah (acuan jawaban: jempol ke atas/Benar, karena sisa 4 pensil sama banyak dengan 4 pensil di ruas kanan).

Formatif:

  • Tes tertulis berupa lembar kerja mencocokkan gambar dan memeriksa kesetaraan simbol "=" pada pengurangan 6 sampai 10
  • Observasi unjuk kerja permainan memasangkan kartu bergambar pengurangan dengan gambar hasil kesetaraan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman Makna Simbol "=" pada Kalimat Pengurangan Menggunakan Gambar (rentang 6 sampai 10)Belum mampu menunjukkan kesetaraan nilai gambar antara ruas kiri dan kanan tanda "=" pada pengurangan 6 sampai 10 (hanya 0-1 butir tepat dari 4 butir lembar kerja acuan).Mulai mampu menunjukkan kesetaraan nilai gambar pada tanda "=" pada pengurangan 6 sampai 10 namun masih memerlukan bimbingan guru (tepat 2 butir dari 4 butir lembar kerja acuan).Mampu menunjukkan kesetaraan nilai gambar pada tanda "=" pada pengurangan 6 sampai 10 secara tepat dan mandiri (tepat 3 butir dari 4 butir lembar kerja acuan).Mampu menunjukkan kesetaraan nilai gambar pada tanda "=" pada pengurangan 6 sampai 10 secara konsisten, tepat, dan mandiri pada seluruh soal (tepat 4 butir dari 4 butir lembar kerja acuan).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media visual gambar dan timbangan kesetaraan efektif membantu murid memahami bahwa tanda "=" bermakna nilai yang sama di kedua sisi?
  • Bagian mana dari kegiatan menunjukkan makna simbol "=" yang paling mudah dan paling sulit dipahami murid kelas 1?

Murid:

  • Apakah kamu senang bermain mencocokkan kartu bergambar tanda sama dengan hari ini?
  • Bagian gambar mana yang paling kamu sukai saat menghitung sisa benda yang sama banyak?

Pertemuan 7 — Menulis Bilangan Cacah sampai 5 dari Hasil Operasi Pengurangan Benda Konkret — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.3.4 Menulis bilangan cacah sampai 10 dari hasil operasi pengurangan menggunakan benda-benda konkret

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini yaitu memperagakan pengurangan benda konkret dan menuliskan lambang bilangan cacah hasilnya (antara 0 sampai 5) (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat menggunakan 5 tutup botol di meja guru: guru meletakkan 4 tutup botol lalu mengambil 1 tutup botol, kemudian meminta murid menyebutkan dan menuliskan angka sisa benda tersebut di papan tulis mini (acuan: sisa 3 tutup botol, lambang bilangan ditulis: 3) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Guru mendemonstrasikan 2 situasi pengurangan konkret di depan kelas: (1) Menyiapkan 5 balok mainan, mengambil 3 balok, lalu menghitung sisa balok (tersisa 2 balok) dan menuliskan lambang bilangan '2' di papan tulis; (2) Menyiapkan 4 kelereng, mengambil 4 kelereng, menunjukkan wadah kosong (tersisa 0 kelereng) dan menuliskan lambang bilangan '0' di papan tulis (7 menit).
  • Murid mengamati peragaan guru serta memperhatikan cara penulisan lambang bilangan cacah hasil pengurangan (0, 1, 2, 3, 4, 5) secara tepat pada buku berpetak (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid mengikuti tantangan 'Ambil dan Tulis': setiap murid menerima wadah berisi 5 stik es krim untuk mempraktikkan pengurangan konkret secara langsung (5 menit).
  • Murid mempraktikkan 4 tugas pengurangan konkret mandiri dan menuliskan lambang bilangan hasilnya pada lembar kerja: Tugas 1: Siapkan 5 stik, ambil 1 stik, hitung sisanya dan tulis bilangannya (acuan: sisa 4, ditulis 4); Tugas 2: Siapkan 4 stik, ambil 2 stik, hitung sisanya dan tulis bilangannya (acuan: sisa 2, ditulis 2); Tugas 3: Siapkan 3 stik, ambil 3 stik, hitung sisanya dan tulis bilangannya (acuan: sisa 0, ditulis 0); Tugas 4: Siapkan 5 stik, ambil 4 stik, hitung sisanya dan tulis bilangannya (acuan: sisa 1, ditulis 1) (18 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali kecocokan antara sisa stik konkret di mejanya dengan lambang bilangan cacah yang telah ditulis pada lembar kerja (7 menit).
  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap ketepatan penulisan lambang bilangan cacah hasil pengurangan yang dikerjakan murid (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa sisa benda dari pengurangan konkret dapat dituliskan dengan lambang bilangan cacah yang sesuai (0 sampai 5) (5 menit).
  • Guru menutup sesi pembelajaran Pertemuan 7 dengan doa bersama dan salam penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menggunakan stik es krim dengan kartu bantuan bentuk angka 0-5; murid yang mahir menggunakan benda konkret berukuran lebih kecil (kancing kemeja).
  • Proses: Murid yang masih kesulitan menulis angka didampingi secara langsung dalam membilang sisa dan menjiplak bentuk lambang bilangan; murid mahir menyelesaikan tugas secara mandiri penuh.
  • Produk: Seluruh murid menuliskan lambang bilangan cacah (0-5) hasil pengurangan konkret pada lembar kerja berpetak.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab dan demonstrasi singkat: Guru meletakkan 4 tutup botol di meja lalu mengambil 1 tutup botol. Murid diminta membilang sisa benda dan menuliskan lambang bilangan hasilnya di papan tulis mini. Acuan: sisa benda 3 tutup botol, lambang bilangan yang ditulis adalah 3.

Proses:

  • Pengamatan langsung dan pemeriksaan lembar kerja pada 4 tugas pengurangan benda konkret: Tugas 1: 5 stik diambil 1 stik -> menuliskan angka 4; Tugas 2: 4 stik diambil 2 stik -> menuliskan angka 2; Tugas 3: 3 stik diambil 3 stik -> menuliskan angka 0; Tugas 4: 5 stik diambil 4 stik -> menuliskan angka 1.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir sesi: Murid mempraktikkan 1 soal penutup di mejanya: Menyiapkan 5 stik es krim, mengambil 2 stik, lalu menuliskan lambang bilangan sisa stik di lembar cek akhir. Acuan: sisa benda 3 stik, lambang bilangan yang benar ditulis adalah 3.

Formatif:

  • Unjuk kerja praktik pengurangan benda konkret dan tes tertulis singkat menuliskan lambang bilangan cacah hasil pengurangan (skala 0 sampai 5) pada lembar kerja berpetak.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menulis bilangan cacah sampai 5 hasil operasi pengurangan benda konkretBelum mampu menuliskan lambang bilangan cacah hasil operasi pengurangan benda konkret dengan tepat (0 dari 4 tugas benar) meskipun telah dibimbing guru.Mampu menuliskan 1 sampai 2 lambang bilangan cacah hasil operasi pengurangan benda konkret dengan tepat dari 4 tugas yang diberikan dengan bantuan guru (acuan: tugas 1=4, tugas 2=2, tugas 3=0, tugas 4=1).Mampu menuliskan 3 dari 4 lambang bilangan cacah hasil operasi pengurangan benda konkret dengan tepat secara mandiri (acuan: tugas 1=4, tugas 2=2, tugas 3=0, tugas 4=1).Mampu menuliskan seluruh (4 dari 4) lambang bilangan cacah hasil operasi pengurangan benda konkret dengan tepat secara mandiri dan konsisten (acuan: tugas 1=4, tugas 2=2, tugas 3=0, tugas 4=1).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid dapat menghitung sisa benda konkret dan menuliskan lambang bilangan cacah yang sesuai dengan benar?
  • Bagian mana dari langkah membilang atau menulis lambang bilangan yang masih memerlukan bimbingan intensif bagi murid?

Murid:

  • Apakah kamu bisa menghitung sisa stik yang ada di mejamu?
  • Angka berapa yang paling mudah atau paling sulit kamu tulis hari ini?

Pertemuan 8 — Menulis Bilangan Cacah 6 sampai 10 dari Hasil Operasi Pengurangan Benda Konkret — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.3.4 Menulis bilangan cacah sampai 10 dari hasil operasi pengurangan menggunakan benda-benda konkret

Pendahuluan:

  • Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, dan memimpin doa singkat bersama (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: memperagakan 6 tutup botol, mengambil 1 buah, lalu meminta murid menyebutkan dan menuliskan angka lambang bilangan dari sisa tutup botol tersebut di papan tulis mini (acuan: sisa 5 tutup botol, lambang bilangan yang ditulis adalah 5) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mempraktikkan pengurangan benda konkret dengan jumlah 6 sampai 10 dan menuliskan lambang bilangan cacah hasil pengurangannya dengan tepat (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Guru mendemonstrasikan pengurangan benda konkret di depan kelas dengan 2 peragaan: (1) Menyiapkan 7 balok, mengambil 3 balok, menghitung sisa 4 balok bersama murid, lalu menuliskan lambang angka '4' di papan tulis; (2) Menyiapkan 10 balok, mengambil 4 balok, menghitung sisa 6 balok, lalu menuliskan lambang angka '6' di papan tulis (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru membagikan wadah berisi 10 kancing dan lembar kerja kepada setiap murid untuk melakukan permainan tantangan mandiri 'Hitung Sisa Kancing': murid mempraktikkan 4 tugas pengurangan benda nyata, menghitung sisanya, lalu menuliskan lambang bilangan cacah hasilnya pada kotak jawaban: Tugas 1: Ambil 8 kancing, pisahkan 2 kancing (acuan: sisa 6 kancing, ditulis angka '6'); Tugas 2: Ambil 9 kancing, pisahkan 3 kancing (acuan: sisa 6 kancing, ditulis angka '6'); Tugas 3: Ambil 7 kancing, pisahkan 1 kancing (acuan: sisa 6 kancing, ditulis angka '6'); Tugas 4: Ambil 10 kancing, pisahkan 3 kancing (acuan: sisa 7 kancing, ditulis angka '7') (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru memfasilitasi murid memeriksa hasil penulisan lambang bilangannya dengan mencocokkan kembali hitungan kancing nyata di mejanya, serta memastikan angka yang ditulis tidak terbalik (misal angka 6 atau 7) (15 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap ketepatan penulisan lambang bilangan murid pada lembar kerja dan mengonfirmasi hasil pengurangan benda konkret rentang 6 sampai 10 (7 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan kegiatan hari ini dan menutup sesi pembelajaran dengan doa penutup (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan benda konkret berukuran besar (balok busa) bagi murid yang membutuhkan bantuan motorik halus, dan benda standar (kancing/stik) untuk murid lainnya.
  • Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi murid yang kesulitan menghitung sisa benda konkret atau menulis bentuk angka, sementara murid yang sudah mahir menyelesaikan 4 tugas tantangan secara mandiri.
  • Produk: Murid menuliskan lambang bilangan hasil pengurangan pada lembar kerja bergaris pandu atau kotak angka standar sesuai kesiapan menulisnya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik peragaan konkret: Guru meletakkan 6 tutup botol, mengambil 1 tutup botol, lalu meminta murid menuliskan lambang bilangan sisa benda di papan tulis mini. Kunci acuan: sisa 5 tutup botol, lambang bilangan yang ditulis: 5.

Proses:

  • Formatif praktik lembar kerja 'Hitung Sisa Kancing' (4 butir tugas manipulasi benda konkret rentang 6 sampai 10): (1) 8 kancing diambil 2 kancing -> acuan hasil: 6; (2) 9 kancing diambil 3 kancing -> acuan hasil: 6; (3) 7 kancing diambil 1 kancing -> acuan hasil: 6; (4) 10 kancing diambil 3 kancing -> acuan hasil: 7. Guru mencatat ketepatan manipulasi dan ketepatan penulisan angka.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir: Guru memperagakan 10 balok kayu di meja, mengambil 2 balok, lalu setiap murid menuliskan lambang bilangan hasil pengurangan pada kertas kecil masing-masing (acuan: sisa 8 balok, lambang bilangan yang ditulis adalah 8).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja manipulasi benda konkret dan pemeriksaan ketepatan penulisan lambang bilangan cacah pada lembar kerja latihan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menulis bilangan cacah hasil operasi pengurangan benda konkret rentang 6 sampai 10Belum mampu menuliskan lambang bilangan cacah hasil pengurangan benda konkret secara tepat walau dengan bimbingan penuh (0 dari 4 butir tepat).Menuliskan 1 sampai 2 lambang bilangan cacah hasil pengurangan benda konkret secara tepat dengan bantuan/arahan guru dari 4 butir tugas yang diberikan.Menuliskan 3 dari 4 lambang bilangan cacah hasil pengurangan benda konkret rentang 6 sampai 10 secara tepat dan mandiri.Menuliskan seluruh 4 lambang bilangan cacah (angka 6, 6, 6, dan 7) hasil pengurangan benda konkret rentang 6 sampai 10 secara tepat, bentuk angka benar (tidak terbalik), dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan benda konkret kancing dan balok membantu murid menemukan serta menuliskan lambang bilangan hasil pengurangan dengan benar?
  • Bagian mana dari langkah penulisan lambang bilangan cacah 6 sampai 10 yang masih memerlukan pendampingan intensif bagi murid?

Murid:

  • Benda apa yang paling kamu sukai saat menghitung sisa benda tadi?
  • Angka berapa yang paling mudah dan paling menantang untuk kamu tulis hari ini?

Pertemuan 9 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.3.1 Melakukan dekomposisi (mengurai) bilangan cacah sampai 10
  • TP 1.3.2 Melakukan operasi pengurangan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 10
  • TP 1.3.3 Menunjukkan pemahaman makna simbol matematika "=" dalam suatu kalimat matematika yang terkait dengan pengurangan bilangan cacah sampai 10 menggunakan gambar
  • TP 1.3.4 Menulis bilangan cacah sampai 10 dari hasil operasi pengurangan menggunakan benda-benda konkret

Pendahuluan:

  • Guru mengkondisikan ruang kelas agar tertib, berdoa bersama, dan menjelaskan bahwa pada pertemuan ini murid akan menunjukkan ketercapaian belajar tentang pengurangan sampai 10 melalui dua kegiatan: tes tertulis bergambar dan unjuk kerja manipulasi benda konkret (stik/kancing) secara bergantian di meja guru (3 menit).
  • Guru membagikan Lembar Asesmen Sumatif Tertulis Bergambar kepada seluruh murid dan menjelaskan petunjuk pengisian butir soal secara berkesadaran dan tenang (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak petunjuk 3 bagian tes tertulis: Bagian A melengkapi pasangan bilangan (number bond), Bagian B menghubungkan gambar pengurangan dengan ruas kalimat bertanda '=', dan Bagian C menghitung sisa gambar benda konkret lalu menuliskan lambang bilangannya (3 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Seluruh murid mengerjakan Lembar Asesmen Sumatif Tertulis secara mandiri yang memuat butir soal: Bagian A (Dekomposisi Bilangan): (1) Bilangan 5 diurai menjadi 2 dan ... (kunci: 3); (2) Bilangan 7 diurai menjadi 4 dan ... (kunci: 3); (3) Bilangan 9 diurai menjadi 5 dan ... (kunci: 4); (4) Bilangan 10 diurai menjadi 6 dan ... (kunci: 4). Bagian B (Makna Simbol '='): Menghubungkan gambar pengurangan dengan kalimat matematika: (1) Gambar 6 apel dicoret 2 dihubungkan ke '6 - 2 = 4'; (2) Gambar 8 bunga dicoret 3 dihubungkan ke '8 - 3 = 5'; (3) Gambar 5 balon dicoret 1 dihubungkan ke '5 - 1 = 4'; (4) Gambar 7 bintang dicoret 4 dihubungkan ke '7 - 4 = 3'. Bagian C (Menulis Bilangan Sisa Pengurangan): (1) 6 kelereng diambil 2, sisa = ... (kunci: 4); (2) 8 stik diambil 5, sisa = ... (kunci: 3); (3) 9 kancing diambil 3, sisa = ... (kunci: 6); (4) 10 daun diambil 7, sisa = ... (kunci: 3) (22 menit).
  • Secara paralel saat kelas mengerjakan tes tertulis dengan hening dan teratur, guru memanggil murid satu per satu (28 murid x 1,5 menit) ke meja guru untuk melaksanakan unjuk kerja manipulasi benda konkret: Murid mengambil himpunan awal kancing/stik sesuai instruksi, memisahkan sejumlah benda yang dikurangkan, dan membilang sisa benda dengan tepat (tugas konkret: murid mengambil 8 kancing, memisahkan 3 kancing, membilang sisa 5 kancing; atau mengambil 10 stik, memisahkan 4 stik, membilang sisa 6 stik; atau mengambil 7 stik, memisahkan 2 stik, membilang sisa 5 stik) (35 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengumpulkan lembar jawaban tes tertulis dan merefleksikan pengalaman belajarnya secara mandiri terkait bagian mana dari pengurangan yang dirasa paling mudah atau masih membutuhkan latihan (3 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi atas kemandirian dan kejujuran seluruh murid selama pelaksanaan asesmen sumatif serta menyampaikan rangkuman capaian Bab 3 Pengurangan sampai dengan 10 (2 menit).

Diferensiasi:

  • Proses: Akomodasi akses visual dan motorik: pembacaan teks petunjuk butir soal secara individual bagi murid yang masih tahap awal membaca lambang/teks tanpa mengubah substansi tugas matematika.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • kombinasi unjuk kerja konkret terstruktur dan tes tertulis bergambar: kinerja manipulasi benda konkret untuk operasi pengurangan serta lembar tes tertulis berisi dekomposisi bilangan, pencocokan gambar dengan simbol '=', dan penulisan lambang bilangan hasil pengurangan
  • tes tertulis bergambar serentak: lembar kerja murid berisi isian pasangan bilangan (number bond) pengurangan sampai 10, garis penghubung pencocokan gambar sisa benda dengan ruas tanda sama dengan '=', serta penulisan lambang bilangan cacah hasil sisa benda konkret pada kotak jawaban (28 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran analitik (kriteria: ketepatan pasangan dekomposisi, ketepatan pencocokan kesetaraan simbol '=', dan ketepatan penulisan lambang bilangan sisa))
  • unjuk kerja bergiliran: kinerja individual memisahkan sejumlah benda konkret (kancing/stik) dari himpunan awal maksimal 10 dan menghitung sisa benda dengan tepat, dinilai 1,5 menit per murid secara rotasi ke meja guru saat kelas kondusif (28 murid x 1,5 menit = 42 menit) (42 menit; individual; instrumen: lembar observasi unjuk kerja dengan kriteria: ketepatan mengambil jumlah awal, ketepatan memisahkan benda yang dikurangkan, dan ketepatan membilang sisa benda)

Sumatif:

  • kombinasi unjuk kerja konkret terstruktur dan tes tertulis bergambar: kinerja manipulasi benda konkret untuk operasi pengurangan serta lembar tes tertulis berisi dekomposisi bilangan, pencocokan gambar dengan simbol '=', dan penulisan lambang bilangan hasil pengurangan
  • tes tertulis bergambar serentak: lembar kerja murid berisi isian pasangan bilangan (number bond) pengurangan sampai 10, garis penghubung pencocokan gambar sisa benda dengan ruas tanda sama dengan '=', serta penulisan lambang bilangan cacah hasil sisa benda konkret pada kotak jawaban (28 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan rubrik penskoran analitik (kriteria: ketepatan pasangan dekomposisi, ketepatan pencocokan kesetaraan simbol '=', dan ketepatan penulisan lambang bilangan sisa))
  • unjuk kerja bergiliran: kinerja individual memisahkan sejumlah benda konkret (kancing/stik) dari himpunan awal maksimal 10 dan menghitung sisa benda dengan tepat, dinilai 1,5 menit per murid secara rotasi ke meja guru saat kelas kondusif (28 murid x 1,5 menit = 42 menit) (42 menit; individual; instrumen: lembar observasi unjuk kerja dengan kriteria: ketepatan mengambil jumlah awal, ketepatan memisahkan benda yang dikurangkan, dan ketepatan membilang sisa benda)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Dekomposisi Bilangan Cacah sampai 10 (Bagian A: 5 diurai 2 dan 3; 7 diurai 4 dan 3; 9 diurai 5 dan 4; 10 diurai 6 dan 4)Belum mampu menentukan pasangan dekomposisi bilangan (0-1 butir tepat).Mampu menentukan 2 butir pasangan dekomposisi bilangan dengan tepat.Mampu menentukan 3 butir pasangan dekomposisi bilangan dengan tepat.Mampu menentukan seluruh (4 butir) pasangan dekomposisi bilangan dengan tepat.
Operasi Pengurangan Menggunakan Benda Konkret sampai 10 (Unjuk Kerja: Mengambil jumlah awal, memisahkan benda yang dikurangkan, membilang sisa benda)Belum mampu melakukan langkah pemisahan benda konkret dan salah menghitung sisa benda.Mampu mengambil jumlah awal benda konkret, namun keliru saat memisahkan atau membilang sisa benda.Mampu mengambil jumlah awal dan memisahkan benda konkret yang dikurangkan, serta membilang sisa benda dengan benar namun ragu-ragu.Mampu mengambil jumlah awal, memisahkan benda yang dikurangkan, dan membilang sisa benda secara tepat, runtut, dan mandiri.
Makna Simbol '=' Terkait Pengurangan Menggunakan Gambar (Bagian B: gambar 6-2 ke '6-2=4', 8-3 ke '8-3=5', 5-1 ke '5-1=4', 7-4 ke '7-4=3')Belum tepat menghubungkan gambar pengurangan dengan kalimat matematika berlambang '=' (0-1 butir tepat).Mampu menghubungkan 2 butir gambar pengurangan dengan kalimat matematika berlambang '=' secara tepat.Mampu menghubungkan 3 butir gambar pengurangan dengan kalimat matematika berlambang '=' secara tepat.Mampu menghubungkan seluruh (4 butir) gambar pengurangan dengan kalimat matematika berlambang '=' secara tepat.
Menulis Bilangan Cacah Hasil Operasi Pengurangan Konkret (Bagian C: sisa 4, sisa 3, sisa 6, sisa 3)Belum mampu menulis lambang bilangan cacah hasil pengurangan konkret secara tepat (0-1 butir tepat).Mampu menuliskan 2 lambang bilangan cacah hasil pengurangan konkret dengan tepat.Mampu menuliskan 3 lambang bilangan cacah hasil pengurangan konkret dengan tepat.Mampu menuliskan seluruh (4 butir) lambang bilangan cacah hasil pengurangan konkret dengan tepat dan benar bentuk angkanya.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu tes tertulis bergambar dan rotasi unjuk kerja konkret individual telah berjalan efektif dan kondusif?
  • Bagian kompetensi pengurangan mana (dekomposisi, manipulasi konkret, makna simbol '=', atau penulisan lambang) yang masih memerlukan tindak lanjut penguatan bagi sebagian murid?

Murid:

  • Bagian mana dari tugas pengurangan tadi yang paling kamu sukai?
  • Apakah kamu merasa yakin saat menghitung sisa benda konkret menggunakan kancing atau stik?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2022)
  2. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2022)
  3. Kancing warna-warni / balok kecil
  4. Papan bagan pasangan bilangan (number bond mat)
  5. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas I, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  6. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas I, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  7. Benda konkret: stik es krim, kancing/tutup botol, dan piring plastik.
  8. Kartu angka bilangan 6 sampai 10 dan lembar diagram pasangan bilangan (number bond mat).
  9. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. 2021. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas I.
  10. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. 2021. Matematika untuk SD/MI Kelas I.
  11. Benda konkret manipulatif: kancing plastik besar, tutup botol, stik es krim, mangkuk/wadah plastik kecil.
  12. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2021)
  13. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2021)
  14. Benda konkret manipulatif: balok hitung, kancing baju, kelereng, stik es krim, dan mangkuk wadah plastik
  15. Kartu gambar pengurangan benda konkret (jeruk, apel, balon, bintang, daun, permen) dan kartu simbol "=".
  16. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, 2022. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas I.
  17. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas I Bab 3 Pengurangan sampai dengan 10.
  18. Set kartu bergambar pengurangan dan himpunan hasil (kartu timbangan sama dengan).
  19. Gambar peraga timbangan kesetaraan nilai dan papan tulis/spidol.
  20. Benda konkret: stik es krim, tutup botol, kelereng, balok mainan
  21. Lembar kerja siswa berpetak dan papan tulis mini
  22. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas I (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021)
  23. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas I (Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021)
  24. Benda konkret: kancing baju, tutup botol, balok kayu/stik es krim, wadah plastik kecil
  25. Lembar kerja 'Hitung Sisa Kancing' dan kartu angka
  26. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas I, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021
  27. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas I, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021
  28. Benda konkret manipulatif: stik es krim, kancing warna-warni (masing-masing 10 buah per set)
  29. Lembar Asesmen Sumatif Bab 3 Matematika Kelas 1

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.