Modul AjarPertemuan 8Bab 2Fase ASemester 1

Modul Ajar Matematika Kelas 1: Menyelesaikan Soal Cerita Penjumlahan sampai dengan 10

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 1 dengan topik "Menyelesaikan Soal Cerita Penjumlahan sampai dengan 10". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 1: Menyelesaikan Soal Cerita Penjumlahan sampai dengan 10

Matematika - Kelas 1

Bab 2 - Pertemuan 8

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Menyelesaikan Soal Cerita Penjumlahan sampai dengan 10

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikMenyelesaikan Soal Cerita Penjumlahan sampai dengan 10
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menyelesaikan masalah soal cerita yang berkaitan dengan penjumlahan sampai dengan 10 menggunakan satu langkah penyelesaian
  2. Murid dapat membuat soal cerita penjumlahan sampai dengan 10 berdasarkan konteks sehari-hari dan menuliskan kalimat matematikanya

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melihat burung di pohon? Apa yang terjadi jika ada burung lain datang?
  2. Ketika kalian bermain dengan teman, lalu ada teman lain yang datang, apakah jumlah teman bertambah?
  3. Bagaimana cara kita menghitung jumlah semua benda setelah digabungkan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak siswa berdoa bersama
  • Guru memeriksa kehadiran dan kesiapan belajar siswa
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya tentang pengalaman siswa bermain atau melihat benda yang bertambah jumlahnya
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan belajar menyelesaikan soal cerita penjumlahan dan membuat soal cerita sendiri
  • Guru menampilkan pertanyaan pemantik tentang burung di pohon atau teman bermain untuk membangkitkan rasa ingin tahu

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membacakan soal cerita dari buku siswa: Ada 4 burung di pohon. Datang lagi 2 burung. Berapa jumlah semua burung?
  • Siswa mengamati gambar burung dan menghitung bersama-sama dengan bimbingan guru
  • Guru mengajukan pertanyaan: Ada berapa burung di pohon? Ada berapa burung yang datang? Berapa jumlah semua burung?
  • Guru menjelaskan strategi menyelesaikan soal cerita: memberi tanda informasi penting, menggambar sketsa, menuliskan operasi hitung, melakukan operasi hitung, menuliskan kesimpulan, mengecek kembali
  • Guru menuliskan operasi penjumlahan di papan tulis: 4 + 2 = 6, dan membacanya bersama-sama
  • Siswa menyalin operasi penjumlahan di buku masing-masing sambil mengucapkan kalimat matematikanya

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan lembar kerja dengan 2-3 soal cerita penjumlahan konteks sehari-hari (pensil, siswa di kelas, mainan)
  • Siswa mengerjakan soal cerita secara mandiri atau berpasangan, menandai informasi penting dan menuliskan operasi penjumlahan
  • Siswa membuat soal cerita penjumlahan sendiri dengan langkah: menggambar objek benda kesukaan, menuliskan operasi hitung penjumlahannya, menghitung dan menuliskan hasilnya
  • Guru berkeliling memberikan bimbingan dan asesmen proses, mengamati cara siswa menyelesaikan masalah dan membuat soal cerita
  • Siswa yang sudah selesai diminta untuk saling bertukar soal cerita dengan teman dan menyelesaikannya

Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Beberapa siswa maju ke depan kelas untuk menyampaikan soal cerita yang telah dibuat dan menjelaskan operasi penjumlahannya
  • Siswa lain mendengarkan, bertanya, dan memberikan tanggapan
  • Guru memberikan apresiasi atas kreativitas siswa dalam membuat soal cerita
  • Guru mengajak siswa merefleksi: Cara mana yang menurut kalian paling mudah untuk menyelesaikan soal cerita? Apa yang kalian rasakan saat membuat soal cerita sendiri?
  • Siswa menjawab pertanyaan refleksi secara lisan atau menuliskannya di buku

Penutup:

  • Guru dan siswa bersama-sama menyimpulkan pembelajaran: soal cerita penjumlahan dapat diselesaikan dengan strategi yang sistematis dan kita dapat membuat soal cerita dari kehidupan sehari-hari
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta siswa menuliskan satu soal cerita penjumlahan dan penyelesaiannya di kertas kecil
  • Guru memberikan penguatan positif atas pencapaian siswa hari ini
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran pertemuan selanjutnya
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk siswa cepat: soal cerita dengan konteks lebih kompleks atau penjumlahan tiga bilangan. Untuk siswa lambat: soal cerita dengan bilangan lebih kecil (sampai 5) dan bantuan gambar visual lebih banyak
  • Proses: Siswa cepat bekerja mandiri dan membantu teman. Siswa lambat mendapat bimbingan intensif dari guru dan bekerja berpasangan dengan teman yang lebih mampu
  • Produk: Siswa cepat membuat 2-3 soal cerita dengan gambar dan operasi hitung. Siswa lambat membuat 1 soal cerita sederhana dengan bantuan gambar atau manipulatif konkret

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan tentang pengalaman siswa melihat atau mengalami situasi di mana benda atau orang bertambah jumlahnya
  • Menanyakan kemampuan prasyarat: apakah siswa masih ingat cara menulis operasi penjumlahan dengan simbol + dan =

Proses:

  • Mengamati cara siswa menandai informasi penting dalam soal cerita
  • Memeriksa kebenaran operasi penjumlahan yang ditulis siswa
  • Observasi kemampuan siswa membuat gambar sesuai soal cerita
  • Mendengarkan penjelasan siswa saat mempresentasikan soal cerita buatannya
  • Mencatat siswa yang memerlukan bantuan tambahan dan memberikan scaffolding

Akhir:

  • Siswa menyelesaikan 2 soal cerita penjumlahan sampai dengan 10 secara tertulis di kertas
  • Siswa mengumpulkan soal cerita yang telah dibuat lengkap dengan gambar, operasi hitung, dan hasil
  • Penilaian terhadap kelengkapan langkah penyelesaian: informasi penting, operasi hitung, hasil, dan kesimpulan

Formatif:

  • Observasi selama siswa mengerjakan soal cerita dan membuat soal cerita sendiri
  • Tanya jawab untuk mengecek pemahaman siswa tentang informasi penting dalam soal cerita
  • Penilaian proses pembuatan soal cerita: kelengkapan gambar, operasi hitung, dan hasil

Sumatif:

  • Tugas tertulis: menyelesaikan 2 soal cerita penjumlahan sampai dengan 10
  • Produk: soal cerita penjumlahan buatan siswa dengan gambar, operasi hitung, dan hasil yang benar

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menyelesaikan soal cerita penjumlahanBelum dapat mengidentifikasi informasi penting dan belum dapat menuliskan operasi penjumlahan yang benarDapat mengidentifikasi sebagian informasi penting namun operasi penjumlahan masih kurang tepatDapat mengidentifikasi informasi penting dan menuliskan operasi penjumlahan dengan benar, namun sesekali masih perlu bantuanDapat mengidentifikasi informasi penting, menuliskan operasi penjumlahan, menghitung hasil, dan menuliskan kesimpulan dengan benar dan mandiri
Membuat soal cerita penjumlahanBelum dapat membuat soal cerita dan menggambar objek yang sesuaiDapat membuat cerita sederhana namun operasi penjumlahan belum sesuai atau gambar kurang jelasDapat membuat soal cerita yang sesuai konteks sehari-hari, menggambar objek, dan menuliskan operasi penjumlahan dengan benarDapat membuat soal cerita yang kreatif dan kontekstual, menggambar dengan jelas, menuliskan operasi penjumlahan dan hasil dengan benar, serta mempresentasikannya dengan percaya diri
Komunikasi matematisBelum dapat menjelaskan cara menyelesaikan soal cerita atau membacakan soal buatannyaDapat menyampaikan sebagian penjelasan namun masih terbata-bata atau kurang jelasDapat menjelaskan cara menyelesaikan soal cerita dan menyampaikan soal buatannya dengan cukup jelasDapat menjelaskan dengan jelas dan sistematis cara menyelesaikan soal cerita, menyampaikan soal buatannya dengan percaya diri, dan menjawab pertanyaan teman
KreativitasSoal cerita yang dibuat meniru sepenuhnya contoh dari guru tanpa variasiSoal cerita yang dibuat memiliki sedikit variasi dari contoh namun konteksnya masih sangat miripSoal cerita yang dibuat menggunakan konteks berbeda dari contoh dan sesuai pengalaman sehari-hariSoal cerita yang dibuat sangat kreatif, unik, sesuai pengalaman pribadi, dan menarik untuk diselesaikan oleh teman

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua siswa dapat memahami strategi menyelesaikan soal cerita penjumlahan?
  • Siswa mana yang masih memerlukan bimbingan lebih lanjut dalam membuat soal cerita?
  • Apakah alokasi waktu sudah sesuai untuk setiap tahap pembelajaran?
  • Bagaimana cara meningkatkan kreativitas siswa dalam membuat soal cerita di pembelajaran selanjutnya?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah efektif untuk mengakomodasi kebutuhan semua siswa?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kalian pelajari hari ini tentang soal cerita penjumlahan?
  • Cara mana yang menurut kalian paling mudah untuk menyelesaikan soal cerita?
  • Bagaimana perasaan kalian saat membuat soal cerita sendiri?
  • Apa yang kalian sukai dari pembelajaran hari ini?
  • Apa yang masih kalian anggap sulit dan ingin dipelajari lagi?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika Kelas I Kurikulum Merdeka
  2. Buku Panduan Guru Matematika Kelas I Kurikulum Merdeka
  3. Kartu bilangan 1-10
  4. Gambar burung, pensil, siswa, dan objek lain untuk soal cerita
  5. Kertas gambar dan alat tulis warna
  6. Papan tulis dan spidol
  7. Lembar kerja soal cerita penjumlahan

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.