MODUL AJAR Matematika — Kelas 1 (Fase A) Topik: Strategi Penjumlahan yang Hasilnya 10 INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Matematika |
|---|
| Fase / Kelas | Fase A / Kelas 1 |
|---|
| Topik | Strategi Penjumlahan yang Hasilnya 10 |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x35 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat menemukan berbagai pasangan bilangan yang jika dijumlahkan menghasilkan 10 menggunakan benda konkret atau bingkai 10 (ten frame)
- Murid dapat menuliskan seluruh operasi penjumlahan dua bilangan cacah yang hasilnya tepat 10
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Berapa cara berbeda yang bisa kalian temukan untuk membuat angka 10 dengan dua bilangan?
- Jika kalian punya 10 kelereng, bagaimana cara membaginya menjadi dua kelompok?
- Apa yang terjadi jika kita mengubah urutan bilangan dalam penjumlahan yang hasilnya 10?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru menyapa murid dan mengajak berdoa bersama
- Guru melakukan asesmen awal dengan menanyakan bilangan apa saja yang sudah dipelajari (0-10)
- Guru menunjukkan 10 jari tangan dan bertanya: 'Berapa jari yang Ibu/Bapak punya?'
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Jika Ibu tutup 3 jari, berapa jari yang masih terlihat? Berapa jumlahnya kalau digabung lagi?'
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: menemukan berbagai cara membuat bilangan 10
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membagikan 10 benda konkret (kelereng, kancing, atau biji-bijian) kepada setiap murid
- Murid mengamati dan menghitung benda yang mereka miliki untuk memastikan ada 10 benda
- Guru mendemonstrasikan cara membagi 10 benda menjadi dua kelompok dengan cara berbeda (misal: 5 dan 5, 6 dan 4, 7 dan 3)
- Murid mengamati pola yang terbentuk: setiap kali dibagi menjadi dua kelompok, jumlahnya tetap 10
- Guru memperkenalkan bingkai 10 (ten frame) sebagai alat bantu visual
- Murid mengisi bingkai 10 dengan benda konkret mereka dan mengamati bagaimana 10 kotak terisi penuh
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid bekerja secara mandiri mencari berbagai cara membagi 10 benda menjadi dua kelompok
- Setiap kali menemukan cara baru, murid meletakkan benda di bingkai 10 dengan pola berbeda (misal: mengisi dari kiri-kanan, atas-bawah)
- Guru berkeliling memberikan bimbingan dan mengajukan pertanyaan seperti: 'Berapa benda di kelompok kiri? Berapa di kanan? Berapa jumlahnya?'
- Murid menuliskan operasi penjumlahan yang mereka temukan di kertas atau buku (misal: 4 + 6 = 10, 3 + 7 = 10)
- Guru mengajak murid menuliskan semua pasangan bilangan yang hasilnya 10 di papan tulis secara bersama-sama
- Murid mencatat semua pasangan bilangan yang hasilnya 10: 0+10, 1+9, 2+8, 3+7, 4+6, 5+5, 6+4, 7+3, 8+2, 9+1, 10+0
- Guru mengajak murid menemukan pola: 'Apa yang kalian perhatikan dari pasangan bilangan ini?'
Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):- Murid diminta memikirkan: 'Mana pasangan bilangan yang paling mudah kalian ingat? Mengapa?'
- Murid berbagi pengalaman dengan teman sebangku: 'Berapa cara berbeda yang kalian temukan untuk membuat 10?'
- Guru mengajak murid merefleksi: 'Apakah urutan bilangan mempengaruhi hasil? Coba bandingkan 3+7 dan 7+3'
- Murid menyimpulkan bahwa ada banyak cara membuat bilangan 10 dengan dua bilangan
- Guru memberikan apresiasi atas usaha dan temuan murid
Penutup:- Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta 3-5 murid menyebutkan pasangan bilangan yang hasilnya 10
- Murid mengerjakan latihan singkat di buku atau lembar kerja: melengkapi operasi penjumlahan yang hasilnya 10
- Guru memberikan refleksi: 'Apa yang kalian pelajari hari ini? Apa yang menyenangkan? Apa yang masih sulit?'
- Guru memberikan penguatan: 'Besok kita akan belajar cara cepat menjumlahkan bilangan dengan menggunakan pasangan 10 ini'
- Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid berdoa dan salam
Diferensiasi:- Konten: Murid cepat: menantang dengan pertanyaan 'Berapa pasangan bilangan yang hasilnya 10 jika salah satu bilangannya adalah bilangan genap?' Murid lambat: fokus pada 3-5 pasangan bilangan yang paling umum (5+5, 4+6, 3+7)
- Proses: Murid cepat: bekerja mandiri menemukan semua pasangan dan mencatatnya. Murid lambat: dibimbing langkah demi langkah dengan manipulasi benda konkret dan bantuan visual bingkai 10
- Produk: Murid cepat: membuat poster atau kartu pasangan bilangan yang hasilnya 10 dengan ilustrasi. Murid lambat: menuliskan minimal 5 pasangan bilangan yang hasilnya 10 dengan bantuan bingkai 10
ASESMENAwal:- Tanya jawab lisan untuk mengetahui pemahaman murid tentang bilangan 0-10
- Meminta murid menunjukkan bilangan tertentu dengan jari atau benda konkret
Proses:- Observasi saat murid bereksplorasi dengan benda konkret dan bingkai 10
- Mengamati kemampuan murid menemukan berbagai pasangan bilangan
- Memeriksa ketepatan penulisan operasi penjumlahan
- Mendengarkan penjelasan murid tentang strategi yang mereka gunakan
Akhir:- Latihan tertulis: melengkapi operasi penjumlahan yang hasilnya 10 (minimal 8 dari 10 benar)
- Tes lisan: menyebutkan 5 pasangan bilangan yang hasilnya 10
- Praktik: mendemonstrasikan cara membuat bilangan 10 dengan bingkai 10
Formatif:- Observasi saat murid memanipulasi benda konkret dan bingkai 10
- Tanya jawab lisan tentang pasangan bilangan yang ditemukan
- Pemeriksaan hasil tulisan operasi penjumlahan murid
Sumatif:- Latihan tertulis: melengkapi 10 soal penjumlahan yang hasilnya 10
- Demonstrasi: murid menunjukkan cara membuat bilangan 10 dengan bingkai 10
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menemukan pasangan bilangan yang hasilnya 10 | Murid belum mampu menemukan pasangan bilangan yang hasilnya 10 meskipun dengan bantuan benda konkret | Murid dapat menemukan 1-3 pasangan bilangan yang hasilnya 10 dengan bantuan guru dan benda konkret | Murid dapat menemukan 4-7 pasangan bilangan yang hasilnya 10 menggunakan benda konkret atau bingkai 10 secara mandiri | Murid dapat menemukan semua pasangan bilangan yang hasilnya 10 (minimal 8 pasangan) dengan berbagai cara dan tanpa bantuan | | Menuliskan operasi penjumlahan yang hasilnya 10 | Murid belum mampu menuliskan operasi penjumlahan dengan benar | Murid dapat menuliskan 1-3 operasi penjumlahan yang hasilnya 10 dengan bantuan guru | Murid dapat menuliskan 4-7 operasi penjumlahan yang hasilnya 10 dengan tepat secara mandiri | Murid dapat menuliskan semua operasi penjumlahan yang hasilnya 10 (minimal 8) dengan tepat dan rapi | | Penalaran kritis dalam menemukan pola | Murid belum menyadari adanya pola dalam pasangan bilangan yang hasilnya 10 | Murid mulai menyadari ada pola tetapi belum dapat menjelaskannya | Murid dapat menjelaskan pola sederhana seperti 'jika satu bilangan bertambah, bilangan lainnya berkurang' | Murid dapat menjelaskan berbagai pola dan menerapkannya untuk menemukan pasangan baru dengan cepat |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah semua murid dapat menemukan minimal 5 pasangan bilangan yang hasilnya 10?
- Apakah penggunaan benda konkret dan bingkai 10 efektif membantu pemahaman murid?
- Murid mana yang memerlukan pendampingan lebih intensif pada pembelajaran berikutnya?
- Apakah diferensiasi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan murid?
- Apa yang perlu diperbaiki dari strategi pembelajaran hari ini?
Refleksi Murid:- Apa yang kamu pelajari hari ini tentang bilangan 10?
- Berapa cara yang kamu temukan untuk membuat bilangan 10?
- Apa yang paling menyenangkan saat belajar hari ini?
- Apa yang masih kamu rasa sulit?
- Bagaimana perasaanmu setelah bisa menemukan banyak pasangan bilangan?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa Matematika Kelas 1 SD/MI Kurikulum Merdeka
- Buku Guru Matematika Kelas 1 SD/MI Kurikulum Merdeka
- Benda konkret: kelereng, kancing, biji-bijian, atau kubus mainan (10 buah per murid)
- Bingkai 10 (ten frame) - dapat dibuat dari kertas atau karton dengan 10 kotak (2 baris x 5 kolom)
- Papan tulis dan spidol
- Lembar kerja latihan penjumlahan yang hasilnya 10
- Alat tulis murid (pensil, penghapus, buku tulis)
|