Modul AjarPertemuan 6Bab 2Fase ASemester 1

Modul Ajar Matematika Kelas 1: Strategi Penjumlahan Berulang (Penjumlahan Ganda)

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 1 dengan topik "Strategi Penjumlahan Berulang (Penjumlahan Ganda)". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 1: Strategi Penjumlahan Berulang (Penjumlahan Ganda)

Matematika - Kelas 1

Bab 2 - Pertemuan 6

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Strategi Penjumlahan Berulang (Penjumlahan Ganda)

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikStrategi Penjumlahan Berulang (Penjumlahan Ganda)
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengenali dan menggunakan strategi penjumlahan ganda (bilangan yang dijumlahkan sama, contoh: 3 + 3 = 6) untuk menyelesaikan operasi penjumlahan sampai dengan 10.
  2. Murid dapat membedakan penjumlahan ganda dari penjumlahan biasa dan menyebutkan contoh penjumlahan ganda dengan hasil sampai dengan 10.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang terjadi jika kita menjumlahkan dua bilangan yang sama?
  2. Bagaimana caramu menghitung 4 + 4 dengan cepat menggunakan jari?
  3. Bisakah kamu menemukan penjumlahan ganda lain yang hasilnya sampai 10?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama.
  • Guru mengecek kehadiran dan kesiapan murid.
  • Guru melakukan apersepsi dengan mengajak murid mengingat kembali penjumlahan yang sudah dipelajari sebelumnya melalui tepuk tangan: tepuk 2 kali, lalu tepuk 3 kali, tanya berapa total tepukannya.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: kita akan belajar cara cepat menjumlahkan bilangan yang sama (penjumlahan ganda).
  • Guru melakukan asesmen awal dengan bertanya: Siapa yang bisa menghitung 2 + 2? Bagaimana caranya?

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid bermain penjumlahan dengan jari tangan, menunjukkan contoh 1 + 1 dengan mengangkat 1 jari tangan kiri dan 1 jari tangan kanan.
  • Guru mengeluarkan kartu bilangan penjumlahan ganda: 1 + 1 = 2, 2 + 2 = 4, 3 + 3 = 6, 4 + 4 = 8, 5 + 5 = 10 dan menempelkannya di papan tulis.
  • Murid mengamati kartu-kartu penjumlahan ganda dan mencoba menghitungnya dengan jari mereka sendiri.
  • Guru mengajukan pertanyaan: Bagaimana jumlah setiap bilangan yang kita tambahkan? (Jawaban: jumlahnya sama).
  • Guru memberikan penguatan bahwa penjumlahan ganda adalah penjumlahan dua bilangan yang sama, contoh: 3 + 3 = 6.
  • Murid membuka buku siswa halaman 59 dan mengamati gambar penjumlahan berulang (penjumlahan ganda).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mengerjakan latihan di buku siswa halaman 60: menulis hasil penjumlahan ganda 1 + 1, 2 + 2, 3 + 3.
  • Guru membimbing murid mengerjakan soal dengan menggunakan jari atau benda konkret (kelereng, pensil, balok).
  • Murid diminta membandingkan penjumlahan ganda dengan penjumlahan biasa: 3 + 3 dengan 3 + 4, mana yang lebih mudah dihitung dan mengapa.
  • Guru memberikan tantangan: cari penjumlahan ganda lain yang hasilnya sampai 10, lalu tulis di buku tulis.
  • Murid berpasangan dan saling menunjukkan hasil penjumlahan ganda yang mereka buat, lalu menghitungnya bersama-sama.
  • Guru meminta beberapa pasangan maju ke depan untuk menunjukkan hasil kerja mereka dan menjelaskan cara menghitungnya.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar dan bertanya: Apa yang kamu pelajari hari ini tentang penjumlahan ganda?
  • Murid diminta menyebutkan contoh penjumlahan ganda yang mereka ingat dan menjelaskan mengapa itu penjumlahan ganda.
  • Guru bertanya: Apakah penjumlahan ganda memudahkan kamu dalam menghitung? Mengapa?
  • Murid diminta memikirkan: Kapan kamu bisa menggunakan penjumlahan ganda dalam kehidupan sehari-hari? (Contoh: menghitung kaus kaki, sepatu, mata, telinga).
  • Guru memberikan apresiasi kepada semua murid yang telah aktif belajar hari ini.

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan memberikan 3 soal penjumlahan ganda secara lisan: 2 + 2, 4 + 4, 5 + 5, murid menjawab dengan mengangkat jari atau menyebutkan jawabannya.
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini: penjumlahan ganda adalah penjumlahan dua bilangan yang sama, contoh 3 + 3 = 6.
  • Guru memberikan pesan moral: terus berlatih agar semakin mahir menghitung.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa bersama dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan tambahan dukungan, sediakan benda konkret (kelereng, balok) dalam jumlah lebih banyak. Untuk murid yang sudah mahir, berikan tantangan menemukan penjumlahan ganda yang hasilnya lebih dari 10 (contoh: 6 + 6).
  • Proses: Murid yang cepat dapat bekerja mandiri dan membuat 5 contoh penjumlahan ganda sendiri. Murid yang lebih lambat dibimbing guru secara langsung dalam kelompok kecil dengan menggunakan manipulatif konkret.
  • Produk: Murid yang sudah mahir diminta membuat gambar cerita penjumlahan ganda (misalnya: gambar 2 piring dengan 3 kue di setiap piring). Murid yang membutuhkan dukungan cukup menulis 3 contoh penjumlahan ganda.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan: Siapa yang bisa menghitung 2 + 2? Bagaimana caranya?
  • Observasi kemampuan murid menghitung penjumlahan sederhana dengan jari atau benda konkret.

Proses:

  • Observasi partisipasi murid saat bermain dengan jari dan mengamati kartu bilangan penjumlahan ganda.
  • Mengamati cara murid mengerjakan latihan di buku siswa dan memberikan umpan balik langsung.
  • Mendengarkan penjelasan murid saat mempresentasikan hasil kerja berpasangan di depan kelas.
  • Tanya jawab untuk mengecek pemahaman: Apa bedanya 3 + 3 dengan 3 + 4?

Akhir:

  • Tes lisan: murid menjawab 3 soal penjumlahan ganda (2 + 2, 4 + 4, 5 + 5) dengan benar.
  • Penilaian hasil latihan tertulis: ketepatan jawaban dan kemampuan menulis operasi penjumlahan ganda.
  • Refleksi lisan: murid dapat menyebutkan minimal 2 contoh penjumlahan ganda dan menjelaskan cirinya.

Formatif:

  • Observasi aktivitas murid saat bermain penjumlahan dengan jari dan mengerjakan latihan di buku siswa.
  • Tanya jawab selama proses pembelajaran untuk mengecek pemahaman konsep penjumlahan ganda.
  • Penilaian hasil kerja murid saat menulis contoh penjumlahan ganda di buku tulis.

Sumatif:

  • Tes lisan di akhir pembelajaran: murid menjawab 3-5 soal penjumlahan ganda.
  • Hasil latihan tertulis di buku siswa halaman 60.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengenali penjumlahan gandaBelum dapat membedakan penjumlahan ganda dari penjumlahan biasa.Dapat menyebutkan 1 contoh penjumlahan ganda dengan bantuan guru.Dapat menyebutkan 2-3 contoh penjumlahan ganda secara mandiri.Dapat menyebutkan minimal 4 contoh penjumlahan ganda dan menjelaskan ciri-cirinya dengan jelas.
Menghitung penjumlahan gandaBelum dapat menghitung penjumlahan ganda dengan benar meskipun menggunakan benda konkret.Dapat menghitung 1-2 penjumlahan ganda (1+1, 2+2) dengan bantuan benda konkret.Dapat menghitung 3-4 penjumlahan ganda (sampai 4+4) dengan benar menggunakan jari atau benda konkret.Dapat menghitung semua penjumlahan ganda sampai 5+5 dengan cepat dan benar tanpa bantuan alat.
Membedakan penjumlahan ganda dari penjumlahan biasaBelum memahami perbedaan antara penjumlahan ganda dan penjumlahan biasa.Mulai memahami bahwa penjumlahan ganda menggunakan dua bilangan yang sama, tetapi masih kesulitan membedakannya.Dapat membedakan penjumlahan ganda dari penjumlahan biasa dengan contoh yang diberikan guru.Dapat membedakan dan menjelaskan perbedaan penjumlahan ganda dengan penjumlahan biasa secara mandiri.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat memahami konsep penjumlahan ganda?
  • Strategi apa yang paling efektif untuk membantu murid memahami penjumlahan ganda?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah sesuai dengan kebutuhan murid?
  • Apa yang perlu diperbaiki untuk pembelajaran selanjutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kamu pelajari hari ini tentang penjumlahan ganda?
  • Apakah kamu merasa mudah atau sulit belajar penjumlahan ganda? Mengapa?
  • Apa contoh penjumlahan ganda yang kamu ingat?
  • Kapan kamu bisa menggunakan penjumlahan ganda dalam kehidupan sehari-hari?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas I (halaman 59-60)
  2. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas I (halaman 66)
  3. Kartu bilangan penjumlahan ganda (1+1, 2+2, 3+3, 4+4, 5+5)
  4. Benda konkret: kelereng, balok mainan, pensil warna, atau benda lain di kelas
  5. Jari tangan murid sebagai alat bantu hitung
  6. Papan tulis dan spidol

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.