Modul AjarPertemuan 1Bab 2Fase ASemester 1

Modul Ajar Matematika Kelas 1: Mengenal Konsep Penjumlahan melalui Benda Konkret

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 1 dengan topik "Mengenal Konsep Penjumlahan melalui Benda Konkret". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 1: Mengenal Konsep Penjumlahan melalui Benda Konkret

Matematika - Kelas 1

Bab 2 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Mengenal Konsep Penjumlahan melalui Benda Konkret

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikMengenal Konsep Penjumlahan melalui Benda Konkret
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menunjukkan konsep penjumlahan sebagai penggabungan dua kelompok benda konkret dengan hasil sampai dengan 10
  2. Murid dapat menceritakan situasi penggabungan dua kelompok benda menggunakan kosakata penjumlahan (menambahkan, datang lagi, digabungkan)

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang terjadi jika kita menggabungkan benda-benda yang tadinya terpisah?
  2. Apakah jumlah benda menjadi lebih banyak atau lebih sedikit saat digabungkan?
  3. Bagaimana cara kalian menghitung semua benda setelah digabungkan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengucapkan salam dan mengajak murid berdoa bersama
  • Guru mengecek kehadiran dan kesiapan murid
  • Guru melakukan asesmen awal dengan menunjukkan 3 pensil di tangan kanan dan 2 pensil di tangan kiri, lalu bertanya: 'Berapa pensil di tangan kanan Bu Guru? Berapa pensil di tangan kiri?'
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: hari ini kita akan belajar menggabungkan benda dan menghitung jumlahnya
  • Guru mengaitkan dengan pengalaman murid: 'Siapa yang pernah mengumpulkan mainan atau kelereng bersama teman? Apa yang terjadi dengan jumlahnya?'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menceritakan situasi konkret: 'Ada 4 anak bermain lompat tali. Datang lagi 2 anak untuk ikut bermain. Sekarang ada berapa anak?'
  • Guru meminta 4 murid maju ke depan kelas, kemudian memanggil 2 murid lagi untuk bergabung
  • Guru meminta murid menghitung: 'Berapa anak mula-mula? Berapa anak yang datang lagi? Berapa anak sekarang semuanya?'
  • Guru memperkenalkan kosakata penjumlahan: 'Mula-mula ada 4 anak, bertambah 2 anak, jadi 6 anak. Kita sebut ini menambahkan atau menggabungkan'
  • Guru menunjukkan simbol penjumlahan dengan menulis di papan: 4 + 2 = 6, lalu membacakan: '4 ditambah 2 hasilnya adalah 6'
  • Guru mengulangi dengan contoh pensil warna: menunjukkan 3 pensil merah dan 4 pensil biru, menggabungkannya dalam satu tempat, lalu menulis: 3 + 4 = 7

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid berpasangan dengan teman di sebelahnya
  • Setiap murid mengambil beberapa benda yang sama (1-5 benda): penghapus, pensil, krayon, atau benda lain di kelas
  • Murid menghitung benda miliknya sendiri dan benda milik pasangannya
  • Murid menggabungkan benda mereka dan menghitung jumlah semuanya
  • Murid menceritakan dengan kalimat lengkap: 'Aku punya... pensil. Temanku punya... pensil. Digabungkan jadi... pensil'
  • Murid menuliskan operasi penjumlahan di buku atau kertas:... +... =...
  • Guru berkeliling untuk mengamati, membimbing, dan memberikan umpan balik
  • Beberapa pasangan diminta mempresentasikan hasil kerja mereka di depan kelas

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar atau kembali ke tempat duduk
  • Guru memandu refleksi dengan pertanyaan: 'Apa yang kalian lakukan tadi dengan benda-benda? Apa yang terjadi dengan jumlahnya?'
  • Murid berbagi pengalaman: 'Apa yang mudah? Apa yang sulit? Apa yang menyenangkan?'
  • Guru mengonfirmasi pemahaman: 'Jadi, kalau kita menggabungkan benda, jumlahnya menjadi lebih banyak. Ini namanya penjumlahan'
  • Murid diminta menyebutkan kata-kata lain yang artinya menjumlahkan: menambahkan, datang lagi, digabungkan, dikumpulkan

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir: menunjukkan 2 kelompok benda (misalnya 5 kelereng merah dan 3 kelereng biru), meminta murid menuliskan penjumlahannya
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: 'Hari ini kita belajar menggabungkan benda. Menggabungkan benda disebut penjumlahan. Kita menulis penjumlahan dengan tanda +'
  • Guru memberikan apresiasi kepada murid yang aktif dan berani mencoba
  • Guru menyampaikan rencana pertemuan berikutnya: 'Besok kita akan belajar cara lain untuk menjumlahkan'
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah lancar dapat menggunakan benda dengan jumlah lebih besar (7-10), sedangkan yang masih kesulitan menggunakan benda dengan jumlah kecil (1-5)
  • Proses: Murid yang cepat memahami dapat diminta membuat cerita penjumlahan sendiri, sedangkan yang lambat dibimbing dengan pertanyaan terstruktur dan contoh berulang
  • Produk: Murid yang sudah mahir dapat menuliskan 3-5 kalimat penjumlahan dengan benda berbeda, sedangkan yang masih belajar cukup menuliskan 1-2 kalimat penjumlahan

ASESMEN

Awal:

  • Guru menunjukkan benda konkret (pensil) di kedua tangan dan menanyakan jumlah masing-masing untuk mengecek kemampuan membilang 1-10

Proses:

  • Observasi saat murid bekerja berpasangan: apakah dapat menghitung masing-masing kelompok, menggabungkan, dan menghitung total
  • Mendengarkan cara murid menceritakan proses penggabungan dengan kosakata yang tepat
  • Mengecek hasil tulisan operasi penjumlahan murid

Akhir:

  • Guru menunjukkan 2 kelompok benda konkret (misalnya 5 kelereng merah dan 3 kelereng biru), meminta murid menuliskan penjumlahannya di kertas:... +... =...
  • Guru meminta beberapa murid menceritakan penjumlahan tersebut dengan kalimat lengkap

Formatif:

  • Observasi saat murid bereksplorasi menggabungkan benda berpasangan
  • Tanya jawab lisan tentang konsep penggabungan dan kosakata penjumlahan
  • Pengamatan kemampuan murid menuliskan operasi penjumlahan

Sumatif:

  • Tes tertulis sederhana: murid menuliskan penjumlahan dari gambar atau benda konkret yang ditunjukkan guru
  • Penilaian kinerja: murid menunjukkan dan menceritakan penjumlahan menggunakan benda konkret

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan konsep penjumlahan dengan benda konkretBelum dapat menggabungkan dua kelompok benda atau menghitung hasilnyaDapat menggabungkan benda tetapi masih kesulitan menghitung hasil total dengan tepatDapat menggabungkan dua kelompok benda dan menghitung hasilnya dengan benar untuk bilangan sampai 5Dapat menggabungkan dua kelompok benda dan menghitung hasilnya dengan benar untuk bilangan sampai 10, serta menjelaskan prosesnya
Menceritakan situasi penjumlahan dengan kosakata yang tepatBelum dapat menceritakan situasi penggabungan dengan kata-kata sendiriDapat menceritakan situasi penggabungan tetapi belum menggunakan kosakata penjumlahan (menambahkan, datang lagi, digabungkan)Dapat menceritakan situasi penggabungan dengan menggunakan minimal 1 kosakata penjumlahan yang tepatDapat menceritakan situasi penggabungan dengan lancar menggunakan beragam kosakata penjumlahan yang tepat dan kalimat lengkap
Menuliskan operasi penjumlahanBelum dapat menuliskan simbol + dan = dengan benarDapat menuliskan simbol + dan = tetapi masih keliru dalam menuliskan bilangan yang tepatDapat menuliskan operasi penjumlahan dengan benar untuk soal sederhana (hasil sampai 5)Dapat menuliskan operasi penjumlahan dengan benar dan rapi untuk berbagai soal (hasil sampai 10)

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat memahami konsep penjumlahan sebagai penggabungan?
  • Apakah benda konkret yang digunakan cukup bervariasi dan menarik bagi murid?
  • Bagian mana dari pembelajaran yang paling efektif? Bagian mana yang perlu diperbaiki?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah sesuai dengan kebutuhan murid?

Refleksi Murid:

  • Apa yang kamu pelajari hari ini tentang penjumlahan?
  • Apa yang mudah bagimu? Apa yang masih sulit?
  • Apa yang paling menyenangkan saat belajar menggabungkan benda?
  • Bisakah kamu membuat cerita penjumlahan sendiri di rumah?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika Kelas 1 SD/MI (Kurikulum Merdeka) halaman 43-46
  2. Buku Panduan Guru Matematika Kelas 1 SD/MI (Kurikulum Merdeka) halaman 53-58
  3. Benda konkret di kelas: pensil, penghapus, krayon, kelereng, balok mainan, kartu bilangan
  4. Papan tulis dan spidol untuk menuliskan operasi penjumlahan
  5. Kertas atau buku tulis murid

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.