Modul AjarBab 2Fase ASemester 1

Modul Ajar Matematika Kelas 1 Bab 2: Penjumlahan sampai dengan 10

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Matematika kelas 1 untuk Bab 2 "Penjumlahan sampai dengan 10", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 1 Bab 2: Penjumlahan sampai dengan 10

Matematika - Kelas 1

Bab 2

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Bab 2 — Penjumlahan sampai dengan 10

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikBab 2 — Penjumlahan sampai dengan 10
Alokasi Waktu18 JP (18 x 35 menit = 630 menit)
Jumlah Pertemuan9
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 1.2.1 Melakukan operasi penjumlahan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 10
  2. TP 1.2.2 Melakukan komposisi (menyusun) bilangan cacah sampai 10 dalam konteks penjumlahan
  3. TP 1.2.3 Menunjukkan pemahaman makna simbol matematika "=" dalam suatu kalimat matematika yang terkait dengan penjumlahan bilangan cacah sampai 10 menggunakan gambar
  4. TP 1.2.4 Menulis bilangan cacah sampai 10 dalam kalimat matematika yang terkait dengan penjumlahan

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Jika kamu memegang 2 pensil di tangan kiri dan 1 pensil di tangan kanan, lalu disatukan ke dalam satu kotak pensil, apa yang terjadi dengan banyaknya pensil?
  2. Bagaimana caramu mengetahui jumlah semua benda saat dua kumpulan benda disatukan?
  3. Jika kamu memegang 4 kelereng di tangan kiri dan mengambil lagi 3 kelereng di tangan kanan, berapa banyak kelerengmu sekarang setelah disatukan?
  4. Bagaimana caramu mencari tahu jumlah seluruh pensil jika dua kelompok pensil digabungkan menjadi satu wadah?
  5. Jika Ibu guru mempunyai 5 kancing dan membaginya ke dalam dua tangan, berapa saja isi kancing di tangan kanan dan tangan kiri?
  6. Bagaimanakah cara kita menyusun bilangan 4 dari dua kumpulan benda yang berbeda?
  7. Jika kita punya 7 kancing dan ingin membaginya ke dalam dua piring, ada berapa kancing di masing-masing piring?
  8. Bagaimana saja cara kita menyusun benda agar jumlah seluruhnya menjadi 10?
  9. Jika piring kiri berisi 3 apel dan piring kanan berisi 3 apel, apakah jumlah kedua piring sama banyak?
  10. Mengapa kita menggunakan tanda sama dengan (=) ketika menggabungkan kumpulan gambar yang nilainya sama?
  11. Jika piring kiri berisi 4 jeruk ditambah 3 jeruk, berapa banyak jeruk di piring kanan agar jumlahnya seimbang atau sama banyak?
  12. Apa arti tanda sama dengan (=) di antara gambar kelompok benda dan jumlahnya?
  13. Bagaimana cara kita menuliskan cerita ada 2 pensil lalu ditambah 1 pensil ke dalam bentuk lambang bilangan matematika?
  14. Jika kita punya simbol '+' dan '=', angka berapa saja yang harus kita tulis agar membentuk penjumlahan bilangan sampai 5?
  15. Jika ada 6 pensil di meja dan ditambah lagi 3 pensil, bagaimana kita menuliskan bilangan-bilangannya dalam bentuk penjumlahan?
  16. Bagaimana urutan menulis lambang bilangan dan simbol pada kalimat matematika yang hasilnya sampai 10?
  17. Bagaimana caramu membuktikan bahwa dua kelompok benda yang digabung menghasilkan jumlah tertentu?
  18. Apa artinya jika di antara gambar benda dan lambang bilangan terdapat tanda sama dengan (=)?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Melakukan Operasi Penjumlahan Menggabungkan Dua Kelompok Benda Konkret sampai 5 — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.2.1 Melakukan operasi penjumlahan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 10

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik kesiapan membilang benda sampai 5 dengan menunjukkan 3 buah stik es krim di tangan kiri dan 2 buah di tangan kanan, lalu meminta murid membilang banyak benda masing-masing tangan (acuan: tangan kiri 3 stik, tangan kanan 2 stik) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu belajar menjumlahkan dengan cara menggabungkan dua kumpulan benda konkret sampai hasilnya maksimal 5 (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Guru meletakkan 2 balok kayu warna merah di piring A dan 1 balok kayu warna kuning di piring B di meja demonstrasi, lalu meminta murid mengamati secara saksama (4 menit).
  • Guru memindahkan balok dari piring A dan piring B ke dalam satu wadah besar transparan sambil menjelaskan bahwa 'menjumlahkan artinya menggabungkan bersama', kemudian mengajak murid membilang bersama jumlah seluruh balok di wadah tersebut (1... 2... 3 balok; acuan hasil: 3 balok) (6 menit).
  • Guru mengulang demonstrasi pemodelan kedua dengan menggabungkan 3 tutup botol dan 2 tutup botol ke dalam satu wadah, lalu membilang bersama untuk menunjukkan hasil penggabungan adalah 5 tutup botol (acuan hasil: 5 tutup botol) (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid berpasangan dan menerima wadah berisi manik-manik/batu kerikil dan dua piring kecil; guru memandu permainan tantangan berpasangan 'Tepuk Gabung Benda': satu murid meletakkan sejumlah benda (1-4) di piringnya, teman pasangannya meletakkan sejumlah benda di piring lain sehingga totalnya tidak melebihi 5, lalu saat guru bertepuk tangan, mereka menggabungkan seluruh benda ke satu mangkuk tengah (10 menit).
  • Setiap pasangan menyelesaikan 3 tugas penggabungan benda konkret pada lembar kerja manipulatif: (Tugas 1) menggabungkan 1 kelereng dan 3 kelereng; (Tugas 2) menggabungkan 2 kancing dan 2 kancing; (Tugas 3) menggabungkan 3 stik dan 1 stik; lalu murid membilang dan meletakkan kartu angka hasil yang sesuai (acuan kunci hasil: Tugas 1 = 4 kelereng; Tugas 2 = 4 kancing; Tugas 3 = 4 stik) (8 menit).
  • Setiap pasangan mencoba tugas eksplorasi mandiri: menggabungkan 4 tutup botol dan 1 tutup botol ke dalam satu lingkaran kerja, lalu membilang langsung totalnya (acuan kunci hasil: 5 tutup botol) (8 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengajak murid duduk melingkar dan menunjukkan kembali satu wadah gabungan, lalu mengajukan pertanyaan reflektif: 'Ketika dua kelompok benda digabung menjadi satu, apakah jumlah bendanya bertambah banyak atau berkurang?' (acuan respon murid: bertambah banyak/menjadi lebih banyak) (5 menit).
  • Perwakilan murid memperagakan kembali di depan kelas cara menggabungkan 2 balok dan 3 balok di hadapan teman-temannya lalu membilang totalnya bersama-sama (acuan hasil: 5 balok) (4 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa menjumlahkan dua kelompok benda dilakukan dengan menyatukan/menggabungkan seluruh benda lalu membilang totalnya dari awal sampai akhir (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan atas kerja sama yang baik hari ini, menyampaikan bahwa pada pertemuan berikutnya murid akan melanjutkan menggabungkan benda konkret hingga jumlah 10, serta menutup sesi dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menggunakan benda berukuran lebih besar (balok busa/bola plastik) dengan jumlah gabungan maksimal 3 atau 4; murid yang cepat menggunakan variasi benda kecil (manik-manik/kancing) dengan variasi gabungan hingga tepat 5.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru membilang satu per satu dengan menunjuk benda secara fisik saat digabungkan; murid yang mahir langsung menggabungkan dan membilang secara mandiri berpasangan.
  • Produk: Semua murid menunjukkan bukti belajar yang sama yaitu hasil gabungan benda konkret yang dihitung secara tepat (rentang 2 sampai 5 benda).

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik lisan dan peragaan: Guru menunjukkan 3 stik es krim di tangan kiri dan 2 stik di tangan kanan, lalu meminta murid membilang banyak benda di masing-masing tangan secara terpisah (acuan kunci: tangan kiri = 3; tangan kanan = 2; murid mampu membilang kumpulan benda 1 sampai 3 secara tepat).

Proses:

  • Observasi formatif aktivitas berpasangan 'Tepuk Gabung Benda': Guru mengamati ketepatan murid menggabungkan dua kumpulan benda konkret ke dalam satu wadah dan ketepatan membilang hasil penggabungannya (rentang 1 sampai 5 benda).
  • Pemeriksaan ketepatan unjuk kerja 3 tugas lembar manipulatif: (1) Gabungan 1 kelereng + 3 kelereng = 4 kelereng; (2) Gabungan 2 kancing + 2 kancing = 4 kancing; (3) Gabungan 3 stik + 1 stik = 4 stik.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman individu di akhir sesi: Guru memberikan 2 mangkuk berisi benda (mangkuk A: 2 tutup botol, mangkuk B: 3 tutup botol). Murid menggabungkan isi kedua mangkuk ke satu wadah lalu menyebutkan jumlah totalnya (acuan kunci jawaban tepat: 5 tutup botol).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat murid mempraktikkan penggabungan dua kelompok benda konkret di piring/wadah dan membilang totalnya
  • Cek pemahaman lembar tugas manipulatif 3 butir penggabungan benda konkret (acuan kunci: Tugas 1 = 4, Tugas 2 = 4, Tugas 3 = 4)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Melakukan Operasi Penjumlahan Menggabungkan Benda Konkret sampai 5Belum mampu menggabungkan dua kelompok benda konkret dan belum tepat membilang hasil gabungan benda meskipun dengan bimbingan penuh guru (hasil salah atau benda tertinggal).Mampu menggabungkan dua kelompok benda konkret, namun masih keliru saat membilang total hasil penggabungan (misal hasil penggabungan 4 terhitung 3 atau 5) dan membutuhkan arahan guru.Mampu menggabungkan dua kelompok benda konkret dan membilang total hasil penggabungan secara tepat pada rentang sampai 5 benda dengan mandiri (memenuhi seluruh acuan tugas: 1+3=4, 2+2=4, 3+1=4, 4+1=5).Mampu menggabungkan dua kelompok benda konkret dan membilang total hasilnya secara tepat, konsisten, dan lancar pada berbagai variasi pasangan bilangan sampai 5 (misal 1+4, 2+3, 3+2, 4+1) secara mandiri tanpa ragu.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media konkret (balok, kancing, stik, tutup botol) yang disediakan mempermudah murid memahami konsep menggabungkan dua kelompok benda?
  • Bagaimana keterlibatan murid selama aktivitas berpasangan 'Tepuk Gabung Benda', apakah semua murid aktif memanipulasi benda?
  • Apakah alokasi waktu 70 menit mencukupi untuk tahapan Memahami, Mengaplikasi, dan Merefleksi operasi penjumlahan konkret sampai 5?

Murid:

  • Benda apa yang paling kamu sukai saat bermain menggabungkan benda tadi?
  • Apakah kamu merasa senang saat menghitung semua benda yang sudah disatukan bersama temanmu?

Pertemuan 2 — Melakukan Operasi Penjumlahan Menggabungkan Benda Konkret sampai 10 — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.2.1 Melakukan operasi penjumlahan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 10

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal singkat: memegang 3 stik es krim di tangan kiri dan 2 stik di tangan kanan, lalu meminta murid menyebutkan jumlah gabungannya saat disatukan (acuan: tepat menyebutkan 5 stik) untuk memetakan kesiapan konsep penjumlahan sampai 5 dari pertemuan sebelumnya (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu melakukan penjumlahan dengan menggabungkan benda-benda konkret hingga mencapai jumlah 6 sampai 10 (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru meletakkan 5 balok merah di piring A dan 3 balok kuning di piring B di meja peragaan, lalu memandu murid mengamati kedua kelompok balok tersebut (5 menit).
  • Guru memindahkan balok dari kedua piring ke dalam satu wadah besar sambil mendemonstrasikan tindakan menggabungkan dan membilang maju bersama seluruh kelas: 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8 (acuan gabungan: 8 balok) untuk menekankan bahwa penjumlahan adalah menyatukan dua kelompok benda (5 menit).
  • Guru memperagakan contoh kedua dengan menggabungkan 4 tutup botol biru dan 5 tutup botol hijau ke tengah meja, kemudian meminta perwakilan murid membilang jumlah gabungannya secara langsung (acuan gabungan: 9 tutup botol) (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid dibagi berpasangan dan setiap pasangan menerima nampan serta kantong berisi 10 kancing (5 kancing merah dan 5 kancing biru) untuk permainan 'Misi Gabung Kancing' (5 menit).
  • Tantangan 1: Pasangan murid mengambil 4 kancing merah dan 2 kancing biru, meletakkannya di mangkuk terpisah, lalu menggabungkannya ke mangkuk tengah dan menghitung total kancing bersama pasangan (acuan: 6 kancing) (5 menit).
  • Tantangan 2: Pasangan murid mengambil 6 kancing merah dan 1 kancing biru, menggabungkannya ke tengah mangkuk, lalu membilang totalnya secara teliti (acuan: 7 kancing) (5 menit).
  • Tantangan 3: Pasangan murid mengambil 5 kancing merah dan 4 kancing biru, menggabungkannya ke tengah mangkuk, lalu membilang total kancing gabungan (acuan: 9 kancing) (5 menit).
  • Tantangan 4: Pasangan murid mengambil 7 kancing merah dan 3 kancing biru, menyatukan seluruhnya di mangkuk tengah, lalu menghitung jumlah kancing hasil penggabungan secara runtut (acuan: 10 kancing) (5 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru meminta murid berhenti bermain, merapikan kancing, dan memusatkan perhatian pada hasil gabungan yang baru saja dihitung bersama (5 menit).
  • Murid bersama guru merefleksikan proses berhitung: murid mengecek apakah saat menggabungkan benda jumlahnya selalu menjadi lebih banyak dan memastikan tidak ada benda yang terlewat saat dibilang (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan asesmen akhir berupa 2 butir cek unjuk kerja langsung secara acak: (1) Murid menggabungkan 4 balok dan 4 balok di meja (acuan: tepat menghitung 8 balok); (2) Murid menggabungkan 6 balok dan 3 balok di meja (acuan: tepat menghitung 9 balok) (5 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas ketelitian murid dalam menggabungkan benda, menyimpulkan kegiatan hari ini, dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan benda konkret dengan ukuran lebih besar (balok kayu besar) bagi murid yang membutuhkan bantuan motorik halus dan manipulasi visual yang jelas.
  • Proses: Untuk murid yang masih ragu membilang gabungan di atas 5, guru memberikan pendampingan dengan teknik membilang tunjuk satu per satu secara perlahan; untuk murid yang sudah mahir, diberikan tantangan menggabungkan 3 kelompok benda kecil konkret yang totalnya 10 (misal: 2 + 3 + 5 kancing).
  • Produk: Murid menunjukkan hasil penjumlahan melalui demonstrasi fisik langsung mengelompokkan benda di meja atau menyebutkan total hitungan benda secara lisan kepada guru.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab peragaan langsung: Guru memegang 3 stik es krim di tangan kiri dan 2 stik di tangan kanan, lalu menyatukannya di hadapan murid dan meminta murid menyebutkan total benda hasil penggabungan (acuan: 5 stik es krim).

Proses:

  • Pengamatan kinerja berpasangan pada lembar ceklis saat murid menyelesaikan 4 tantangan penggabungan kancing konkret: (1) Menggabungkan 4 kancing merah dan 2 kancing biru (acuan: 6 kancing); (2) Menggabungkan 6 kancing merah dan 1 kancing biru (acuan: 7 kancing); (3) Menggabungkan 5 kancing merah dan 4 kancing biru (acuan: 9 kancing); (4) Menggabungkan 7 kancing merah dan 3 kancing biru (acuan: 10 kancing).

Akhir Pertemuan:

  • Cek unjuk kerja mandiri/acak di akhir sesi: Murid mempraktikkan penggabungan 2 set benda konkret: Butir 1 menggabungkan 4 balok dan 4 balok (acuan: 8 balok); Butir 2 menggabungkan 6 balok dan 3 balok (acuan: 9 balok).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat murid mempraktikkan penggabungan benda konkret pada 4 tantangan aktivitas berpasangan.
  • Cek lisan dan peragaan langsung pada asesmen awal dan akhir sesi.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Melakukan operasi penjumlahan menggunakan benda konkret sampai 10Belum mampu menggabungkan dan menghitung jumlah gabungan benda konkret sampai 10 meskipun telah diberikan bimbingan penuh oleh guru.Mampu menggabungkan dan menghitung jumlah benda konkret dengan benar pada rentang bilangan 6 sampai 10 sebanyak 1–2 tantangan dari 4 tantangan dengan bantuan/arahan guru.Mampu menggabungkan dan menghitung jumlah benda konkret dengan tepat pada 3 dari 4 tantangan rentang bilangan 6 sampai 10 secara mandiri.Mampu menggabungkan dan menghitung jumlah benda konkret dengan tepat pada seluruh (4 dari 4) tantangan rentang bilangan 6 sampai 10 secara runtut dan mandiri tanpa kesalahan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan media konkret (kancing, balok, stik) efektif membantu seluruh murid memahami makna penggabungan dalam penjumlahan sampai 10?
  • Bagian mana dari kegiatan penggabungan benda konkret yang masih membuat murid kesulitan membilang runtut hingga 10?

Murid:

  • Benda apa yang paling kamu sukai saat dipakai untuk berhitung tadi?
  • Apakah kamu merasa mudah saat menghitung semua kancing yang digabungkan di mangkuk?

Pertemuan 3 — Melakukan Komposisi (Menyusun) Bilangan Cacah sampai 5 dalam Konteks Penjumlahan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.2.2 Melakukan komposisi (menyusun) bilangan cacah sampai 10 dalam konteks penjumlahan

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama sesuai keyakinan masing-masing (2 menit).
  • Guru mengecek kehadiran murid dan mengondisikan kesiapan belajar melalui yel-yel penyemangat kelas 1 (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 4 buah stik es krim, memisahkannya menjadi 1 di tangan kiri dan 3 di tangan kanan, lalu bertanya: 'Jika 1 stik dan 3 stik digabungkan, berapakah bilangan yang tersusun?' (acuan jawaban: 4) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru meletakkan wadah besar bertuliskan angka 5 dan dua piring kecil di atas meja peraga, lalu memperagakan konsep komposisi bilangan: menaruh 2 kancing merah di piring A dan 3 kancing biru di piring B, kemudian memindahkan keduanya ke wadah besar untuk membuktikan bahwa 2 dan 3 menyusun bilangan 5 (acuan: pasangan bilangan 2 dan 3 menyusun 5) (10 menit).
  • Guru mengajak murid mengamati bagan ikatan bilangan (number bond) di papan tulis yang memuat lingkaran gabungan (5) serta dua lingkaran bagian (1 dan 4), mendiskusikan bahwa bilangan cacah sampai 5 dapat dibentuk dari susunan dua kelompok bilangan berbeda (acuan: pasangan 1 dan 4 menyusun 5; pasangan 2 dan 3 menyusun 5) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid berpasangan memainkan permainan tantangan 'Tebak Genggaman Kancing': setiap pasangan memegang 5 kancing, Murid A menyembunyikan sebagian kancing di tangan kanan dan sebagian di tangan kiri, lalu Murid B menyebutkan pasangan penyusun bilangan 5 tersebut secara bergantian (acuan kemungkinan susunan: 0 dan 5, 1 dan 4, 2 dan 3, 3 dan 2, 4 dan 1, 5 dan 0) (15 menit).
  • Setiap murid secara mandiri mengerjakan lembar latihan komposisi bilangan berisi 4 butir ikatan bilangan sampai 5: Butir (1) Menyusun bilangan 3 dari 1 dan ... (acuan: 2); Butir (2) Menyusun bilangan 4 dari 2 dan ... (acuan: 2); Butir (3) Menyusun bilangan 5 dari 3 dan ... (acuan: 2); Butir (4) Menyusun bilangan 5 dari 4 dan ... (acuan: 1) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru memfasilitasi murid untuk memeriksa kembali hasil susunan bilangan pada lembar latihannya dengan mencocokkan menggunakan benda konkret kancing masing-masing (3 menit).
  • Murid bersama guru menyimpulkan bahwa sebuah bilangan cacah sampai 5 dapat disusun dari beberapa kombinasi dua bilangan penyusun yang berbeda (2 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap ketercapaian penyusunan bilangan cacah sampai 5 dan mengapresiasi keaktifan seluruh murid (3 menit).
  • Guru menginformasikan secara singkat kegiatan pertemuan berikutnya yaitu melanjutkan penyusunan bilangan sampai 10, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan benda konkret manipulatif (kancing warna-warni dan manik-manik) bagi murid yang membutuhkan bantuan visual-taktil dalam menyusun bilangan.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan didampingi menyusun bilangan 3 dan 4 secara bertahap menggunakan bantuan piring hitung, sedangkan murid yang sudah mahir diberikan tantangan menemukan seluruh variasi pasangan penyusun bilangan 5.
  • Produk: Murid menuangkan hasil komposisi bilangan menggunakan isian lingkaran ikatan bilangan (number bond) atau menata langsung benda konkret di atas lembar kerja berpetak.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik peragaan konkret: Guru menunjukkan 1 stik di tangan kiri dan 3 stik di tangan kanan, lalu meminta murid menyebutkan bilangan yang tersusun jika kedua kelompok stik digabungkan (acuan jawaban tepat: 4).

Proses:

  • Observasi keterlibatan murid dalam menyusun pasangan bilangan pada permainan tebak genggaman 5 kancing (acuan target: menyebutkan pasangan yang tepat seperti 1 dan 4, 2 dan 3).
  • Pemeriksaan lembar latihan komposisi bilangan 4 butir: Butir (1) penyusun 3 dari 1 dan [2]; Butir (2) penyusun 4 dari 2 dan [2]; Butir (3) penyusun 5 dari 3 dan [2]; Butir (4) penyusun 5 dari 4 dan [1] (acuan: kunci jawaban dalam tanda kurung siku).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman singkat lisan/tunjuk jari di akhir kegiatan: Guru bertanya 'Sebutkan satu pasang bilangan yang jika disusun membentuk bilangan 5!' (acuan jawaban yang diterima salah satu dari: 1 dan 4, 2 dan 3, 0 dan 5, atau kebalikannya).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat permainan pasangan kancing
  • Penilaian lembar kerja penyusunan ikatan bilangan cacah sampai 5

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Melakukan komposisi (menyusun) bilangan cacah sampai 5Belum mampu menyusun bilangan cacah sampai 5 dari dua kelompok bilangan meskipun menggunakan bantuan benda konkret (0 butir tepat dari 4 butir latihan).Mampu menyusun sebagian bilangan cacah sampai 5 dari dua kelompok bilangan dengan bimbingan intensif guru dan benda konkret (1-2 butir tepat dari 4 butir latihan; acuan butir: 3=[1+2], 4=[2+2], 5=[3+2], 5=[4+1]).Mampu menyusun bilangan cacah sampai 5 dari dua kelompok bilangan secara tepat dan mandiri (minimal 3 butir tepat dari 4 butir latihan; acuan butir: 3=[1+2], 4=[2+2], 5=[3+2], 5=[4+1]).Mampu menyusun seluruh variasi kombinasi pasangan bilangan cacah sampai 5 secara tepat, lengkap, dan mandiri tanpa keraguan (4 butir tepat dari 4 butir latihan; acuan butir: 3=[1+2], 4=[2+2], 5=[3+2], 5=[4+1]).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan media konkret kancing efektif mempermudah pemahaman murid mengenai komposisi bilangan sampai 5?
  • Bagian mana dari langkah penyusunan pasangan bilangan yang masih dirasa sulit oleh murid yang memerlukan bimbingan?

Murid:

  • Bagian permainan kancing mana yang paling kamu sukai hari ini?
  • Apakah kamu sekarang bisa menyebutkan dua bilangan yang jika digabung menjadi 5?

Pertemuan 4 — Melakukan Komposisi (Menyusun) Pasangan Bilangan Cacah sampai 10 dalam Konteks Penjumlahan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.2.2 Melakukan komposisi (menyusun) bilangan cacah sampai 10 dalam konteks penjumlahan

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru melakukan diagnostik awal singkat: menunjukkan 6 balok hitung dalam dua kelompok (4 balok merah dan 2 balok biru) lalu bertanya kepada murid berapa gabungan keduanya dan menanyakan pasangan bilangan lain untuk membentuk 6 (acuan jawaban: 4 dan 2 membentuk 6; alternatif pasangan lain: 5 dan 1, atau 3 dan 3) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menemukan berbagai pasangan bilangan (sebagian dan sebagian) untuk menyusun bilangan cacah sampai 10 (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru memperagakan konsep komposisi bilangan 7 menggunakan 7 tutup botol di atas meja demonstrasi, lalu membaginya ke dalam dua wadah transparan (wadah A berisi 5 tutup botol dan wadah B berisi 2 tutup botol) untuk menunjukkan bahwa sebagian 5 dan sebagian 2 jika digabungkan membentuk bilangan 7 (5 menit).
  • Guru mengajak murid mengamati bingkai 10 (ten frame) di papan tulis dan mendemonstrasikan variasi pasangan bilangan untuk angka 8: menempelkan 6 magnet biru dan 2 magnet kuning, kemudian mengubahnya menjadi 5 magnet biru dan 3 magnet kuning, menunjukkan bahwa bilangan 8 dapat disusun dari berbagai pasangan bilangan (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Tantangan Berpasangan 'Kocok Dadu Pasangan 10': Setiap pasangan murid menerima 10 kancing dan 1 gelas plastik; murid A memasukkan sejumlah kancing ke dalam gelas secara acak (misalnya 4 kancing) dan meletakkan sisanya di luar meja (6 kancing), lalu murid B menyebutkan pasangan penyusunnya (4 dan 6 membentuk 10) secara bergantian sebanyak 3 putaran (12 menit).
  • Secara mandiri, murid mengerjakan lembar latihan komposisi pasangan bilangan yang memuat 4 butir soal diagram ikatan bilangan (number bond): (1) Bilangan 7 dengan bagian 3 dan bagian titik-titik; (2) Bilangan 8 dengan bagian 4 dan bagian titik-titik; (3) Bilangan 9 dengan bagian 6 dan bagian titik-titik; (4) Bilangan 10 dengan bagian 2 dan bagian titik-titik (acuan jawaban: butir 1 = 4; butir 2 = 4; butir 3 = 3; butir 4 = 8) (18 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru memandu murid memeriksa hasil latihannya bersama-sama menggunakan benda konkret untuk memverifikasi kebenaran pasangan bilangan yang telah mereka susun (5 menit).
  • Murid memikirkan dan menyebutkan kembali satu pasangan bilangan favorit mereka yang menyusun angka 10 (misalnya: 5 dan 5, atau 1 dan 9) (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa sebuah bilangan cacah sampai 10 dapat disusun (dikomposisikan) dari gabungan dua bilangan yang berbeda (5 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas ketertiban belajar murid dan menutup pertemuan dengan doa serta salam penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menggunakan alat bantu konkret (bingkai 10 dan manik-manik) untuk bilangan 6-8; murid mahir mengeksplorasi seluruh kombinasi pasangan bilangan untuk bilangan 9 dan 10.
  • Proses: Pendampingan langsung secara berulang diberikan kepada murid yang masih kesulitan mengurai/menyusun bilangan di atas 5; murid yang sudah lancar bekerja mandiri dalam menemukan variasi pasangan bilangan.
  • Produk: Semua murid menyelesaikan lembar diagram ikatan bilangan; murid berkemampuan cepat menuliskan lebih dari 2 alternatif pasangan bilangan untuk bilangan target 10.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan menggunakan 6 balok hitung (4 merah dan 2 biru): murid diminta menentukan jumlah gabungan dan menyebutkan pasangan bilangan lain penyusun angka 6 (acuan jawaban: gabungan = 6; pasangan lain penyusun 6: 5 dan 1, atau 3 dan 3).

Proses:

  • Pengamatan langsung saat murid melakukan aktivitas menyusun pasangan bilangan 10 menggunakan kancing dan gelas: guru mencatat apakah murid dapat menyebutkan pasangan bilangan yang tepat saat kancing terbagi (acuan target pasangan: 1 dan 9, 2 dan 8, 3 dan 7, 4 dan 6, 5 dan 5).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis berupa lembar kerja 4 butir diagram ikatan bilangan: (1) Pasangan penyusun 7 jika sebagian adalah 3; (2) Pasangan penyusun 8 jika sebagian adalah 4; (3) Pasangan penyusun 9 jika sebagian adalah 6; (4) Pasangan penyusun 10 jika sebagian adalah 2 (acuan jawaban: butir 1 = 4; butir 2 = 4; butir 3 = 3; butir 4 = 8).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat permainan kocok kancing berpasangan
  • Pemeriksaan lembar latihan mandiri diagram komposisi bilangan cacah sampai 10

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Melakukan komposisi (menyusun) pasangan bilangan cacah sampai 10Belum mampu menyusun pasangan bilangan cacah sampai 10 secara tepat (hanya 0-1 butir tepat dari 4 butir acuan latihan).Mampu menyusun pasangan bilangan cacah sampai 10 secara tepat pada 2 dari 4 butir acuan latihan dengan bantuan benda konkret.Mampu menyusun pasangan bilangan cacah sampai 10 secara tepat pada 3 dari 4 butir acuan latihan secara mandiri.Mampu menyusun seluruh pasangan bilangan cacah sampai 10 secara tepat (4 dari 4 butir acuan latihan: 7 disusun dari 3 dan 4; 8 dari 4 dan 4; 9 dari 6 dan 3; 10 dari 2 dan 8) secara mandiri dan cepat.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan bingkai 10 dan kancing efektif membantu pemahaman murid mengenai pasangan bilangan sampai 10?
  • Bagian mana dari komposisi bilangan yang masih dirasa sulit oleh murid?

Murid:

  • Apakah kamu senang mencari pasangan bilangan dengan permainan kancing hari ini?
  • Bilangan pasangan mana yang paling mudah kamu ingat untuk membuat angka 10?

Pertemuan 5 — Menunjukkan Pemahaman Makna Simbol Matematika "=" sebagai Kesetaraan Berbantuan Gambar Kumpulan Benda sampai 5 — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.2.3 Menunjukkan pemahaman makna simbol matematika "=" dalam suatu kalimat matematika yang terkait dengan penjumlahan bilangan cacah sampai 10 menggunakan gambar

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat dengan menunjukkan 2 pasang gambar di papan tulis: Pasangan A (kiri: 2 bintang, kanan: 2 bintang) dan Pasangan B (kiri: 1 bintang, kanan: 3 bintang), lalu meminta murid menunjukkan pasangan mana yang jumlahnya sama banyak (acuan: Pasangan A sama banyak karena 2 sama dengan 2; Pasangan B tidak sama banyak karena 1 tidak sama dengan 3) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran bahwa hari ini murid akan belajar memahami makna simbol sama dengan (=) sebagai tanda 'sama banyak' atau 'setara' menggunakan gambar kumpulan benda sampai 5 (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memodelkan konsep kesetaraan menggunakan ilustrasi gambar timbangan di papan tulis dengan menampilkan gambar gabungan: sisi kiri (2 bola ditambah 1 bola) dan sisi kanan (3 bola), lalu menjelaskan bahwa tanda "=" diletakkan di tengah karena jumlah kedua sisi sama banyak yaitu 3 bola (10 menit).
  • Murid secara berpasangan mencermati 2 kartu peraga gambar: Kartu 1 menampilkan sisi kiri [1 apel + 3 apel] dan sisi kanan [4 apel] (acuan: setara/sama banyak yaitu 4); Kartu 2 menampilkan sisi kiri [2 jeruk + 1 jeruk] dan sisi kanan [4 jeruk] (acuan: tidak setara/tidak sama banyak karena 3 berbeda dengan 4), kemudian murid menunjukkan kartu yang benar menggunakan simbol "=" (acuan: Kartu 1) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Guru mengadakan permainan berpasangan 'Timbangan Ceria': setiap pasangan murid menerima 4 kartu gambar penjumlahan dan diminta memasangkan kartu yang memiliki nilai setara/sama banyak sampai 5 menggunakan kartu simbol "=" di antara keduanya (15 menit).
  • Murid mengerjakan Lembar Latihan berpasangan yang memuat 3 butir soal verifikasi simbol "=": Butir 1: [3 pensil] ... [2 pensil + 1 pensil] (acuan: benar menggunakan simbol "="); Butir 2: [1 buku + 1 buku] ... [2 buku] (acuan: benar menggunakan simbol "="); Butir 3: [2 penghapus + 2 penghapus] ... [5 penghapus] (acuan: salah jika menggunakan simbol "=", karena 4 tidak sama dengan 5) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama pasangannya memeriksa kembali hasil penempatan simbol "=" pada lembar latihan dan menunjukkan pasangan gambar yang benar-benar sama banyak kepada guru (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa simbol "=" menunjukkan bahwa kumpulan gambar di sebelah kiri dan kanan memiliki jumlah yang sama banyak/setara sampai 5 (3 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap kerja berpasangan murid dan menutup pembelajaran dengan doa penutup (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu gambar benda berjejer teratur dengan jumlah 1 sampai 3; murid yang cepat diberikan gambar pola gabungan sampai 5.
  • Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru memberikan panduan membilang langsung di atas gambar satu per satu; murid yang sudah mahir mengerjakan secara mandiri bersama teman.
  • Produk: Murid menunjukkan pemahaman dengan menempelkan kartu simbol "=" pada lembar kerja atau melingkari tanda "=" pada gambar yang setara.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Menunjukkan gambar yang sama banyak dari 2 pilihan: Pasangan A (kiri: 2 bintang, kanan: 2 bintang) vs Pasangan B (kiri: 1 bintang, kanan: 3 bintang) (acuan: Pasangan A bernilai sama banyak yaitu 2 dan 2).

Proses:

  • Pengamatan saat permainan 'Timbangan Ceria': ketepatan murid meletakkan kartu simbol "=" pada pasangan kartu gambar yang setara: Kartu [2 bintang + 1 bintang] setara dengan Kartu [3 bintang] (acuan: 3 sama dengan 3); Kartu [1 bola + 1 bola] setara dengan Kartu [2 bola] (acuan: 2 sama dengan 2).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman 3 butir lembar latihan kesetaraan simbol "=": Butir 1 [3 pensil] = [2 pensil + 1 pensil] (acuan: Tepat/Setara, nilai 3); Butir 2 [1 buku + 1 buku] = [2 buku] (acuan: Tepat/Setara, nilai 2); Butir 3 [2 penghapus + 2 penghapus] = [5 penghapus] (acuan: Tidak Tepat/Tidak Setara, nilai 4 tidak sama dengan 5).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja berpasangan saat mencocokkan kumpulan gambar dengan simbol "="
  • Pemeriksaan ketepatan pengisian lembar latihan 3 butir kesetaraan simbol "="

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan makna simbol "=" sebagai kesetaraan kumpulan gambar sampai 5Belum mampu menunjukkan kesetaraan kumpulan gambar yang menggunakan simbol "=" dengan benar (0 butir tepat dari 3 butir acuan).Mampu menunjukkan kesetaraan kumpulan gambar yang menggunakan simbol "=" dengan benar pada 1 dari 3 butir acuan secara terbimbing.Mampu menunjukkan kesetaraan kumpulan gambar yang menggunakan simbol "=" dengan benar pada minimal 2 dari 3 butir acuan secara mandiri.Mampu menunjukkan kesetaraan kumpulan gambar yang menggunakan simbol "=" dengan benar pada seluruh (3 dari 3) butir acuan secara mandiri dan konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan gambar timbangan konkret efektif membantu murid memahami makna kesetaraan pada simbol "="?
  • Bagaimana keterlibatan murid selama permainan berpasangan 'Timbangan Ceria'?

Murid:

  • Bagian mana dari gambar tadi yang paling membantumu mengerti tanda sama dengan (=)?
  • Apakah kamu senang mencocokkan gambar yang sama banyak hari ini?

Pertemuan 6 — Menunjukkan Pemahaman Makna Simbol Matematika "=" dalam Kalimat Matematika Penjumlahan Menggunakan Gambar sampai 10 — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.2.3 Menunjukkan pemahaman makna simbol matematika "=" dalam suatu kalimat matematika yang terkait dengan penjumlahan bilangan cacah sampai 10 menggunakan gambar

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan menyapa murid dan mengajak berdoa bersama, kemudian memeriksa kehadiran (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal berupa kuis visual cepat di papan tulis: menampilkan gambar 3 bintang + 2 bintang di sisi kiri timbangan gambar dan meminta murid memilih apakah sisi kanan yang seimbang berisi gambar 5 bintang atau 6 bintang (acuan: gambar 5 bintang) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu memahami bahwa tanda sama dengan (=) artinya kedua sisi bernilai sama banyak atau seimbang menggunakan gambar sampai 10 (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memodelkan konsep kesetaraan tanda '=' menggunakan media kartu gambar timbangan dan kartu gambar benda: sisi kiri diletakkan kartu gambar [4 apel + 2 apel] dan sisi kanan diletakkan kartu gambar [6 apel], lalu guru memasang simbol '=' di tengah untuk menunjukkan bahwa jumlah kedua sisi sama banyak yaitu 6 (8 menit).
  • Murid secara bersama-sama mengamati dan membuktikan kesetaraan pada kalimat matematika gambar kedua: gambar [5 balon + 3 balon] = gambar [8 balon] dengan menghitung langsung jumlah gambar di sisi kiri (8 balon) dan sisi kanan (8 balon) (7 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid bermain secara berpasangan dalam tantangan 'Kartu Timbangan Seimbang': tiap pasangan menerima 3 set kartu bergambar kalimat matematika dan bertugas menempelkan kartu simbol '=' di antara pasangan kartu yang jumlah gambarnya sama banyak serta mencocokkan kartu hasil yang benar: (1) [4 bola + 3 bola] disandingkan dengan kartu [7 bola]; (2) [6 daun + 2 daun] disandingkan dengan kartu [8 daun]; (3) [5 bunga + 5 bunga] disandingkan dengan kartu [10 bunga] (acuan: ketiga pasangan set kartu bernilai sama banyak: 7=7, 8=8, 10=10) (10 menit).
  • Murid mengerjakan Lembar Kerja Mandiri berisi 4 butir soal bergambar untuk menunjukkan kesetaraan simbol '=': murid mewarnai atau melingkari kelompok gambar di sisi kanan yang bernilai sama banyak dengan kalimat penjumlahan bergambar di sisi kiri: Butir 1: gambar [3 pensil + 4 pensil] = pilihan: A [7 pensil], B [6 pensil] (acuan: A); Butir 2: gambar [5 topi + 4 topi] = pilihan: A [8 topi], B [9 topi] (acuan: B); Butir 3: gambar [2 ikan + 6 ikan] = pilihan: A [8 ikan], B [7 ikan] (acuan: A); Butir 4: gambar [4 mobil + 6 mobil] = pilihan: A [10 mobil], B [9 mobil] (acuan: A) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru dan murid bersama-sama memeriksa salah satu hasil kerja di papan tulis untuk mengonfirmasi bahwa tanda '=' hanya boleh diletakkan jika jumlah gambar di sebelah kiri dan kanan benar-benar sama banyak (5 menit).
  • Murid mengangkat kartu jempol ke atas jika merasa paham arti simbol '=' sebagai tanda sama banyak atau jempol ke samping jika masih merasa bingung (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa simbol matematika '=' berarti kedua kelompok benda memiliki nilai atau jumlah yang sama banyak/setara (5 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas kerja sama murid dalam menyelesaikan tantangan kartu seimbang dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu gambar benda terstruktur dengan pola warna berbeda untuk membantu murid yang membutuhkan visualisasi lebih jelas.
  • Proses: Bagi murid yang memerlukan bimbingan, guru memberikan bantuan langsung dengan membimbing penghitungan gambar satu per satu di kedua sisi. Bagi murid yang lebih cepat, diberikan tambahan 2 set kartu kalimat matematika gambar dengan jumlah total hingga 10: set 1: [7 kelereng + 2 kelereng] = [9 kelereng]; set 2: [6 kupu-kupu + 4 kupu-kupu] = [10 kupu-kupu].
  • Produk: Murid dapat menunjukkan kesetaraan tanda '=' dengan cara melingkari gambar jawaban yang setara atau menarik garis penghubung tanda '=' antargambar.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik visual awal: Murid diminta menentukan gambar yang setara dengan [3 bintang + 2 bintang] pada pilihan gambar A (5 bintang) atau B (6 bintang). Acuan jawaban benar: A (5 bintang).

Proses:

  • Pengamatan keterlibatan dan ketepatan murid saat aktivitas berpasangan 'Kartu Timbangan Seimbang' menempatkan simbol '=' pada 3 set kartu bergambar: (1) [4 bola + 3 bola] = [7 bola]; (2) [6 daun + 2 daun] = [8 daun]; (3) [5 bunga + 5 bunga] = [10 bunga]. Acuan: ketiganya bernilai setara/sama banyak.
  • Pemeriksaan Lembar Kerja Mandiri 4 butir: Butir 1 [3+4=7]; Butir 2 [5+4=9]; Butir 3 [2+6=8]; Butir 4 [4+6=10]. Acuan kunci: 1=A (7), 2=B (9), 3=A (8), 4=A (10).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir: Murid menentukan kebenaran kesetaraan pada gambar di papan tulis: [5 permen + 2 permen] = [7 permen]. Acuan: Benar/Sama banyak (jumlah kedua sisi adalah 7).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat aktivitas berpasangan mencocokkan kartu bergambar kalimat matematika penjumlahan
  • Pemeriksaan Lembar Kerja Mandiri menunjukkan makna tanda '=' berbantuan gambar

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan pemahaman makna simbol '=' dalam kalimat matematika penjumlahan menggunakan gambar sampai 10Belum mampu menunjukkan kesetaraan simbol '=' pada gambar (benar 0-1 dari 4 butir soal lembar kerja acuan: 1=A, 2=B, 3=A, 4=A) meskipun telah dibimbing.Mampu menunjukkan kesetaraan simbol '=' pada gambar dengan tepat sebanyak 2 dari 4 butir soal lembar kerja (acuan: 1=A, 2=B, 3=A, 4=A) dengan bantuan arahan guru.Mampu menunjukkan kesetaraan simbol '=' pada gambar dengan tepat minimal 3 dari 4 butir soal lembar kerja (acuan: 1=A, 2=B, 3=A, 4=A) secara mandiri.Mampu menunjukkan kesetaraan simbol '=' pada gambar secara tepat untuk seluruh butir soal (4 dari 4 butir acuan: 1=A, 2=B, 3=A, 4=A) serta menyelesaikan soal tambahan pengayaan secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan kartu gambar timbangan berhasil memfasilitasi pemahaman murid bahwa simbol '=' bermakna kesetaraan/sama banyak?
  • Bagian mana dari kegiatan berpasangan yang paling efektif membantu murid memahami posisi simbol '=' di antara dua kumpulan gambar?

Murid:

  • Apakah kamu merasa senang bermain memasangkan kartu bergambar yang seimbang?
  • Apakah kamu sudah tahu arti tanda '=' jika diletakkan di tengah-tengah gambar?

Pertemuan 7 — Menulis Bilangan Cacah sampai 5 dalam Kalimat Matematika Penjumlahan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.2.4 Menulis bilangan cacah sampai 10 dalam kalimat matematika yang terkait dengan penjumlahan

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan menyapa murid dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu belajar menulis bilangan cacah sampai 5 ke dalam kalimat matematika penjumlahan (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan kartu gambar 2 buah jeruk dan 1 buah jeruk di papan tulis, lalu meminta murid secara lisan menyebutkan bilangan untuk masing-masing kelompok serta jumlahnya (acuan: bilangan kelompok pertama 2, bilangan kelompok kedua 1, jumlah seluruhnya 3) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru memperagakan situasi nyata menggunakan benda konkret di meja: meletakkan 3 balok kayu di sisi kiri dan 1 balok kayu di sisi kanan, lalu membimbing murid menyadari bahwa penggabungan ini dapat dituliskan dengan lambang bilangan cacah membentuk pola '... + ... = ...' (acuan kalimat matematika: 3 + 1 = 4) (7 menit).
  • Guru menuliskan format kalimat matematika berbingkai di papan tulis [ ... ] + [ ... ] = [ ... ], lalu memperagakan cara menulis bilangan cacah sampai 5 pada 2 contoh situasi gambar: (Contoh 1) gambar 1 bola dan 2 bola (acuan: ditulis 1 + 2 = 3); (Contoh 2) gambar 2 mobil dan 2 mobil (acuan: ditulis 2 + 2 = 4), sambil menekankan penempatan angka pertama, kedua, dan hasil jumlah (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid bermain tantangan interaktif 'Tulis Cepat di Papan Mini/Buku Tulis': Guru memperlihatkan secara bergantian 3 kartu gambar kumpulan benda konkret (gambar kartu 1: 1 apel dan 3 apel; gambar kartu 2: 3 bintang dan 2 bintang; gambar kartu 3: 4 kelereng dan 1 kelereng), lalu setiap murid menuliskan bilangan cacah ke dalam kalimat matematika lengkap pada buku masing-masing (acuan jawaban: kartu 1 ditulis 1 + 3 = 4; kartu 2 ditulis 3 + 2 = 5; kartu 3 ditulis 4 + 1 = 5) (15 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Latihan Menulis Kalimat Matematika yang memuat 4 butir soal gambar ilustrasi kumpulan benda sampai 5: Butir 1 (gambar 2 ikan dan 1 ikan; acuan jawaban: 2 + 1 = 3); Butir 2 (gambar 1 bunga dan 4 bunga; acuan jawaban: 1 + 4 = 5); Butir 3 (gambar 3 buku dan 1 buku; acuan jawaban: 3 + 1 = 4); Butir 4 (gambar 2 daun dan 3 daun; acuan jawaban: 2 + 3 = 5) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru dan murid bersama-sama mencocokkan hasil penulisan bilangan pada kalimat matematika di papan tulis, memeriksa apakah urutan angka yang ditulis sudah tepat mewakili kelompok benda dan hasil penjumlahannya (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan cara menuliskan bilangan cacah sampai 5 dalam kalimat matematika penjumlahan berurutan: bilangan kelompok pertama, tanda tambah (+), bilangan kelompok kedua, tanda sama dengan (=), lalu bilangan hasil gabungan (5 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas ketelitian murid dalam menulis bilangan dan menutup sesi pembelajaran dengan doa serta salam penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar kerja dengan kotak berbayang angka bantu tipis untuk menulis bilangan sampai 5, sedangkan murid yang cepat diberikan 2 butir soal tambahan penulisan bilangan mandiri dari cerita visual sampai 5 (soal tambahan A: 1 kupu-kupu dan 1 kupu-kupu -> acuan: 1 + 1 = 2; soal tambahan B: 2 pensil dan 2 pensil -> acuan: 2 + 2 = 4).
  • Proses: Guru memberikan pendampingan langsung secara berulang kepada murid yang masih keliru menempatkan posisi angka atau hasil penjumlahan.
  • Produk: Semua murid menghasilkan tulisan bilangan cacah dalam kalimat matematika penjumlahan sampai 5 dengan tingkat kemandirian yang disesuaikan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran menggunakan kartu gambar 2 buah jeruk dan 1 buah jeruk untuk mengecek kesiapan murid mengidentifikasi bilangan cacah sebelum menuliskannya ke kalimat matematika (acuan jawaban: bilangan kelompok pertama adalah 2, bilangan kelompok kedua adalah 1, dan jumlah seluruhnya adalah 3).

Proses:

  • Pemeriksaan ketepatan menulis bilangan cacah ke dalam kalimat matematika pada 3 kartu gambar tantangan interaktif: kartu 1 (acuan: 1 + 3 = 4), kartu 2 (acuan: 3 + 2 = 5), dan kartu 3 (acuan: 4 + 1 = 5).
  • Pemeriksaan ketepatan pengerjaan 4 butir soal lembar latihan mandiri: Butir 1 gambar 2 ikan dan 1 ikan (acuan: 2 + 1 = 3); Butir 2 gambar 1 bunga dan 4 bunga (acuan: 1 + 4 = 5); Butir 3 gambar 3 buku dan 1 buku (acuan: 3 + 1 = 4); Butir 4 gambar 2 daun dan 3 daun (acuan: 2 + 3 = 5).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman singkat di tahap refleksi/penutup: murid menuliskan satu kalimat matematika penjumlahan di buku masing-masing berdasarkan kartu penutup bergambar 1 topi dan 1 topi (acuan jawaban: 1 + 1 = 2).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat menulis kalimat matematika pada papan mini/buku tulis selama tantangan interaktif.
  • Pemeriksaan hasil lembar latihan mandiri menulis kalimat matematika penjumlahan sampai 5 (4 butir soal).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan menulis bilangan cacah sampai 5 dalam kalimat matematika penjumlahanBelum mampu menulis bilangan cacah dalam kalimat matematika penjumlahan sesuai gambar atau hanya tepat 1 butir dari 4 butir soal lembar latihan mandiri walaupun dengan bimbingan penuh guru (acuan: 2 + 1 = 3; 1 + 4 = 5; 3 + 1 = 4; 2 + 3 = 5).Mampu menulis bilangan cacah dalam kalimat matematika penjumlahan secara tepat sebanyak 2 butir dari 4 butir soal lembar latihan mandiri dengan bantuan arahan guru (acuan: 2 + 1 = 3; 1 + 4 = 5; 3 + 1 = 4; 2 + 3 = 5).Mampu menulis bilangan cacah dalam kalimat matematika penjumlahan secara tepat sebanyak 3 butir dari 4 butir soal lembar latihan mandiri secara mandiri (acuan: 2 + 1 = 3; 1 + 4 = 5; 3 + 1 = 4; 2 + 3 = 5).Mampu menulis bilangan cacah dalam kalimat matematika penjumlahan secara tepat pada seluruh (4 butir) soal lembar latihan mandiri secara mandiri dan konsisten tanpa kekeliruan (acuan: Butir 1: 2 + 1 = 3; Butir 2: 1 + 4 = 5; Butir 3: 3 + 1 = 4; Butir 4: 2 + 3 = 5).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media kartu gambar dan balok konkret membantu murid memahami posisi penulisan bilangan dalam kalimat matematika penjumlahan?
  • Bagian mana dari penulisan simbol dan bilangan (angka suku pertama, suku kedua, atau hasil) yang paling sering membuat murid keliru?

Murid:

  • Apakah kamu sudah bisa menuliskan angka-angka penjumlahan sendiri dengan rapi dan benar?
  • Bagian mana dari menulis kalimat penjumlahan yang paling kamu sukai hari ini?

Pertemuan 8 — Menulis Bilangan Cacah sampai 10 dalam Kalimat Matematika Penjumlahan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.2.4 Menulis bilangan cacah sampai 10 dalam kalimat matematika yang terkait dengan penjumlahan

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu berlatih menulis lambang bilangan cacah sampai 10 secara lengkap dan tepat ke dalam kalimat matematika penjumlahan (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat: guru menempelkan kartu bergambar 4 kelereng dan 1 kelereng di papan tulis, lalu meminta murid menuliskan kalimat matematikanya di papan tulis mini masing-masing (acuan jawaban benar: 4 + 1 = 5) untuk mengecek kesiapan menulis kalimat matematika (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menyajikan cerita bergambar di papan tulis: ada 5 bola basket di keranjang kiri dan 3 bola basket di keranjang kanan (total 8 bola) (5 menit).
  • Guru memodelkan cara menulis bilangan-bilangan tersebut ke dalam format kalimat matematika penjumlahan: menulis bilangan suku pertama (5), menulis tanda tambah (+), menulis bilangan suku kedua (3), menulis tanda sama dengan (=), lalu menulis hasil penjumlahan (8), sehingga terbaca 5 + 3 = 8 (5 menit).
  • Murid bersama-sama membaca dan mencermati posisi setiap lambang bilangan cacah dalam kalimat matematika penjumlahan tersebut dengan penuh kesadaran (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru mengadakan permainan tantangan berpasangan yang menggembirakan 'Tebak dan Tulis Cepat': secara bergantian, satu murid mengambil kartu cerita bergambar dan pasangannya berlomba menuliskan kalimat matematika penjumlahan yang tepat pada papan tulis mini (10 menit).
  • Murid mengerjakan Lembar Latihan Menulis Kalimat Matematika secara mandiri yang memuat 4 butir soal: Butir 1 (gambar 6 apel dan 2 apel -> murid menulis: 6 + 2 = 8); Butir 2 (gambar 4 buku dan 5 buku -> murid menulis: 4 + 5 = 9); Butir 3 (gambar 7 pensil dan 3 pensil -> murid menulis: 7 + 3 = 10); Butir 4 (gambar 5 kelereng dan 2 kelereng -> murid menulis: 5 + 2 = 7) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali hasil tulisan kalimat matematikanya bersama bimbingan guru dengan mencocokkan tiap bilangan pada gambar (acuan: butir 1: 6 + 2 = 8; butir 2: 4 + 5 = 9; butir 3: 7 + 3 = 10; butir 4: 5 + 2 = 7) (10 menit).
  • Murid mengidentifikasi bagian mana yang dirasa paling mudah atau masih memerlukan ketelitian saat menuliskan bilangan cacah sampai 10 (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja murid dan mengapresiasi ketepatan penulisan bilangan cacah dalam kalimat matematika (5 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan doa penutup dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu bergambar dengan panduan kotak rumpang kosong berformat [_] + [_] = [_] bagi murid yang memerlukan scaffolding visual.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan pendampingan langsung saat membilang objek sebelum menuliskan angkanya, sedangkan murid yang cepat diberikan 2 butir soal tambahan bilangan sampai 10 (misal: gambar 8 bunga dan 2 bunga -> 8 + 2 = 10; gambar 3 topi dan 6 topi -> 3 + 6 = 9).
  • Produk: Murid menuangkan hasil penulisan kalimat matematika pada lembar kerja bergaris bantu kotak bilangan atau lembar polos berformat kalimat matematika baku.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes tertulis diagnostik singkat di awal pembelajaran menggunakan papan tulis mini: Murid menuliskan kalimat matematika penjumlahan dari gambar 4 kelereng digabung dengan 1 kelereng (acuan jawaban tepat: 4 + 1 = 5).

Proses:

  • Pengamatan langsung dan pemeriksaan pengerjaan 4 butir soal latihan mandiri: (1) gambar 6 apel dan 2 apel (acuan: 6 + 2 = 8); (2) gambar 4 buku dan 5 buku (acuan: 4 + 5 = 9); (3) gambar 7 pensil dan 3 pensil (acuan: 7 + 3 = 10); (4) gambar 5 kelereng dan 2 kelereng (acuan: 5 + 2 = 7).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir tahap inti/refleksi: Murid memeriksa dan mencocokkan kebenaran penulisan 4 kalimat matematika pada lembar kerja mandiri terhadap acuan kunci jawaban (butir 1: 6 + 2 = 8; butir 2: 4 + 5 = 9; butir 3: 7 + 3 = 10; butir 4: 5 + 2 = 7).

Formatif:

  • Tes tertulis singkat pada Lembar Latihan Menulis Kalimat Matematika Penjumlahan (4 butir soal bilangan sampai 10)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Menulis Bilangan Cacah sampai 10 dalam Kalimat Matematika PenjumlahanBelum mampu menuliskan bilangan cacah dalam kalimat matematika secara tepat (0-1 butir tepat dari 4 butir target).Menuliskan bilangan cacah sampai 10 dalam kalimat matematika penjumlahan secara tepat pada 2 dari 4 butir target dengan bimbingan guru.Menuliskan bilangan cacah sampai 10 dalam kalimat matematika penjumlahan secara tepat pada 3 dari 4 butir target secara mandiri.Menuliskan seluruh bilangan cacah sampai 10 dalam kalimat matematika penjumlahan secara tepat pada 4 dari 4 butir target secara mandiri (acuan: butir 1: 6 + 2 = 8; butir 2: 4 + 5 = 9; butir 3: 7 + 3 = 10; butir 4: 5 + 2 = 7).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu untuk latihan menulis lambang bilangan cacah dalam kalimat matematika penjumlahan sudah mencukupi bagi seluruh murid?
  • Apakah murid masih mengalami kesulitan meletakkan posisi bilangan suku pertama, suku kedua, dan hasil penjumlahan secara berurutan?

Murid:

  • Bagian mana dari menulis kalimat penjumlahan bilangan sampai 10 yang paling aku sukai hari ini?
  • Apakah aku sudah bisa menuliskan angka-angka penjumlahan dengan benar tanpa terbalik?

Pertemuan 9 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.2.1 Melakukan operasi penjumlahan menggunakan benda-benda konkret yang banyaknya sampai 10
  • TP 1.2.2 Melakukan komposisi (menyusun) bilangan cacah sampai 10 dalam konteks penjumlahan
  • TP 1.2.3 Menunjukkan pemahaman makna simbol matematika "=" dalam suatu kalimat matematika yang terkait dengan penjumlahan bilangan cacah sampai 10 menggunakan gambar
  • TP 1.2.4 Menulis bilangan cacah sampai 10 dalam kalimat matematika yang terkait dengan penjumlahan

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi dengan salam, mengecek kesiapan belajar murid di meja masing-masing, dan membagikan lembar asesmen tertulis (2 menit).
  • Guru membacakan petunjuk teknis pengerjaan Asesmen Sumatif Bab 2 yang terdiri atas dua bagian: tes tertulis di meja masing-masing dan unjuk kerja peragaan manipulatif secara bergiliran di meja guru (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru menjelaskan tata cara pengerjaan Lembar Tes Tertulis yang memuat 4 butir ikatan bilangan (komposisi bilangan cacah sampai 10) dan 4 butir penulisan bilangan pada kalimat matematika berpanduan gambar, serta memastikan setiap murid memahami bahwa tugas dikerjakan mandiri tanpa berdiskusi (3 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Seluruh murid secara serentak mengerjakan Lembar Tes Tertulis mandiri selama 25 menit; soal terdiri atas: Bagian A Komposisi Bilangan: (1) Gabungan 5 dari pasangan 3 dan [..] (kunci: 2); (2) Gabungan 7 dari pasangan 4 dan [..] (kunci: 3); (3) Gabungan 8 dari pasangan [..] dan 2 (kunci: 6); (4) Gabungan 10 dari pasangan 5 dan [..] (kunci: 5). Bagian B Kalimat Matematika Berpanduan Gambar: (5) Gambar 2 apel dan 3 apel -> [..] + [..] = [..] (kunci: 2 + 3 = 5); (6) Gambar 4 bintang dan 2 bintang -> [..] + [..] = [..] (kunci: 4 + 2 = 6); (7) Gambar 5 bunga dan 4 bunga -> [..] + [..] = [..] (kunci: 5 + 4 = 9); (8) Gambar 6 bola dan 4 bola -> [..] + [..] = [..] (kunci: 6 + 4 = 10) (25 menit).
  • Secara paralel saat pengerjaan tertulis berlangsung hingga selesai, guru memanggil murid secara individual ke meja guru secara bergiliran (rotasi 28 murid x 1,5 menit = 42 menit) untuk melaksanakan tes unjuk kerja manipulatif dan lisan: murid mengambil dan menggabungkan dua himpunan tutup botol (misal: 4 tutup botol merah digabung 3 tutup botol biru, acuan kunci: murid menggabungkan dan membilang tepat menjadi 7), lalu guru menunjukkan kartu gambar 3 kupu-kupu dan 2 kupu-kupu = 5 seraya bertanya makna tanda '=', murid menjawab secara lisan (acuan kunci lisan: tanda '=' bermakna banyaknya gambar di sebelah kiri sama banyak/setara dengan bilangan 5 di sebelah kanan) (32 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid yang telah menyelesaikan kedua bagian asesmen memeriksa kembali kelengkapan identitas dan jawaban pada lembar tertulis mereka di bawah arahan guru (2 menit).

Penutup:

  • Guru mengumpulkan seluruh lembar asesmen tertulis dan merapikan alat peraga manipulatif yang telah dipakai di meja guru (2 menit).
  • Guru menyampaikan apresiasi atas kemandirian, ketertiban, dan kejujuran seluruh murid dalam menuntaskan asesmen penjumlahan sampai dengan 10 sepanjang bab ini (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi akses: teks petunjuk dan lambang bilangan pada lembar kerja dicetak dengan ukuran besar dan kontras jelas bagi murid yang membutuhkan bantuan visual, tanpa mengubah target bilangan 1-10.
  • Proses: Bagi murid yang memerlukan akomodasi konsentrasi atau motorik halus, giliran panggilan unjuk kerja konkret diatur pada urutan awal atau diberi waktu jeda tanpa mengubah standar dan durasi penilaian 1,5 menit.
  • Produk: Standar bukti belajar tetap seragam sesuai ACUAN SUMATIF ATP: artefak lembar tertulis (ikatan bilangan dan kalimat matematika) serta unjuk kerja manipulatif dan penjelasan lisan makna simbol '='.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • kombinasi tes tertulis bergambar serentak dan unjuk kerja terintegrasi wawancara lisan singkat: lembar kerja tertulis yang memuat penulisan lambang bilangan dalam kalimat matematika serta pasangan bilangan komposisi sampai 10, disertai peragaan manipulatif menggabungkan dua himpunan benda dan penjelasan lisan makna simbol '=' di meja guru
  • tes tertulis serentak: lembar tugas tertulis yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid (28 murid) berisi diagram ikatan bilangan (number bond) untuk menyusun bilangan sampai 10 serta isian lambang bilangan yang tepat pada kalimat matematika penjumlahan berpanduan gambar (28 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran objektif (skor 1 untuk tiap pasangan bilangan penyusun yang tepat, skor 1 untuk tiap lambang bilangan yang ditulis tepat pada kalimat matematika))
  • unjuk kerja manipulatif dan tes lisan bergiliran: kinerja individual dinilai 1,5 menit per murid secara rotasi ke meja guru (42 menit / 1,5 menit = 28 murid tuntas): murid menggabungkan dua kelompok tutup botol/stik (total ≤ 10) lalu menghitung jumlahnya, serta menjawab secara lisan bahwa banyaknya gambar di ruas kiri bernilai sama dengan bilangan hasil di ruas kanan tanda '=' (42 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja analitik dengan 2 kriteria eksplisit: (1) ketepatan peragaan penggabungan himpunan konkret dan penyebutan jumlah total 1-10; (2) kejelasan penjelasan lisan makna simbol '=' sebagai penanda kesetaraan/sama banyak antara gambar dan bilangan hasil)

Sumatif:

  • kombinasi tes tertulis bergambar serentak dan unjuk kerja terintegrasi wawancara lisan singkat: lembar kerja tertulis yang memuat penulisan lambang bilangan dalam kalimat matematika serta pasangan bilangan komposisi sampai 10, disertai peragaan manipulatif menggabungkan dua himpunan benda dan penjelasan lisan makna simbol '=' di meja guru
  • tes tertulis serentak: lembar tugas tertulis yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid (28 murid) berisi diagram ikatan bilangan (number bond) untuk menyusun bilangan sampai 10 serta isian lambang bilangan yang tepat pada kalimat matematika penjumlahan berpanduan gambar (28 menit; kelompok; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran objektif (skor 1 untuk tiap pasangan bilangan penyusun yang tepat, skor 1 untuk tiap lambang bilangan yang ditulis tepat pada kalimat matematika))
  • unjuk kerja manipulatif dan tes lisan bergiliran: kinerja individual dinilai 1,5 menit per murid secara rotasi ke meja guru (42 menit / 1,5 menit = 28 murid tuntas): murid menggabungkan dua kelompok tutup botol/stik (total ≤ 10) lalu menghitung jumlahnya, serta menjawab secara lisan bahwa banyaknya gambar di ruas kiri bernilai sama dengan bilangan hasil di ruas kanan tanda '=' (42 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja analitik dengan 2 kriteria eksplisit: (1) ketepatan peragaan penggabungan himpunan konkret dan penyebutan jumlah total 1-10; (2) kejelasan penjelasan lisan makna simbol '=' sebagai penanda kesetaraan/sama banyak antara gambar dan bilangan hasil)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Operasi penjumlahan menggunakan benda konkret sampai 10 (TP 1.2.1)Belum mampu menggabungkan dua kelompok benda konkret atau salah dalam membilang total benda saat digabungkan.Mampu menggabungkan dua kelompok benda konkret, namun masih keliru saat membilang total benda (misal: selisih lebih/kurang 1-2 benda dari acuan kunci: 4 digabung 3 = 7).Mampu melakukan penggabungan dua kelompok benda konkret dan membilang total hasilnya dengan tepat (acuan kunci: 4 digabung 3 menghasilkan tepat 7 benda) dengan sedikit bimbingan arahan guru.Mampu melakukan penggabungan dua kelompok benda konkret dan membilang total hasilnya secara tepat, runtut, dan mandiri (acuan kunci: 4 digabung 3 menghasilkan tepat 7 benda).
Komposisi (menyusun) bilangan cacah sampai 10 (TP 1.2.2)Menjawab benar 0-1 butir dari 4 butir diagram ikatan bilangan (acuan butir: 5 -> 3 & 2; 7 -> 4 & 3; 8 -> 6 & 2; 10 -> 5 & 5).Menjawab benar 2 butir dari 4 butir diagram ikatan bilangan sesuai acuan kunci.Menjawab benar 3 butir dari 4 butir diagram ikatan bilangan sesuai acuan kunci.Menjawab benar seluruh 4 butir diagram ikatan bilangan sesuai acuan kunci secara tepat dan mandiri.
Pemahaman makna simbol matematika "=" menggunakan gambar (TP 1.2.3)Belum mampu menjelaskan arti tanda '=' pada kartu gambar atau hanya menyebutkan kata yang tidak relevan dengan hubungan kesetaraan.Menyebutkan bahwa tanda '=' adalah hasil akhir penjumlahan, namun belum menunjukkan makna bahwa jumlah gambar bernilai sama dengan bilangannya.Menyebutkan secara lisan bahwa tanda '=' menunjukkan bahwa jumlah gambar di sebelah kiri sama banyak dengan angka di sebelah kanan (acuan: gambar bernilai sama/setara dengan bilangan 5), namun butuh pemantik dari guru.Menjelaskan secara lisan dengan lugas dan mandiri bahwa tanda '=' menunjukkan kesetaraan/sama banyak antara kumpulan gambar di sebelah kiri dan bilangan hasil di sebelah kanan.
Menulis bilangan cacah sampai 10 dalam kalimat matematika penjumlahan (TP 1.2.4)Menulis benar lambang bilangan pada 0-1 kalimat matematika dari 4 soal berpanduan gambar (acuan butir: 2+3=5, 4+2=6, 5+4=9, 6+4=10).Menulis benar lambang bilangan pada 2 kalimat matematika dari 4 soal berpanduan gambar sesuai acuan kunci.Menulis benar lambang bilangan pada 3 kalimat matematika dari 4 soal berpanduan gambar sesuai acuan kunci.Menulis benar seluruh lambang bilangan pada 4 kalimat matematika penjumlahan berpanduan gambar secara lengkap dan mandiri sesuai acuan kunci.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Bagaimana ketercapaian murid secara keseluruhan pada Bab 2 berdasarkan hasil integrasi tes tertulis dan unjuk kerja manipulatif?
  • Apakah alokasi waktu 1,5 menit per murid untuk unjuk kerja dan tes lisan di meja guru berjalan efektif dan tertib?
  • Bagian kompetensi mana (penjumlahan konkret, ikatan bilangan, makna kesetaraan, atau penulisan kalimat matematika) yang masih membutuhkan penguatan lebih lanjut bagi murid yang belum tuntas?

Murid:

  • Kegiatan mana yang paling kamu sukai saat menunjukkan kemampuan berhitung penjumlahan hari ini?
  • Apakah kamu merasa mudah saat menyusun pasangan bilangan dan menulis kalimat matematika?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek 2021, Bab 2)
  2. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek 2021, Bab 2 Penjumlahan sampai dengan 10)
  3. Benda konkret: balok kayu warna, stik es krim, tutup botol, kancing besar, kelereng/batu kerikil
  4. Piring plastik kecil dan wadah/mangkuk transparan
  5. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas I.
  6. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas I.
  7. Benda konkret manipulatif: kancing warna-warni, balok kayu/plastik, stik es krim, piring plastik/mangkuk hitung.
  8. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. 2021. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas I.
  9. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. 2021. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas I.
  10. Benda konkret manipulatif: kancing plastik warna-warni, wadah plastik kecil, piring hitung, dan kartu bagan ikatan bilangan (number bond).
  11. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2022)
  12. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2022)
  13. Media konkret: kancing hitung, balok warna-warni, gelas plastik, dan kartu bingkai 10 (ten frame)
  14. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek 2021)
  15. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek 2021)
  16. Kartu gambar kumpulan benda (pensil, apel, bintang, bola) sampai 5 dan kartu simbol "="
  17. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek 2022)
  18. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek 2022)
  19. Set kartu gambar timbangan, kartu gambar benda (apel, bola, daun, bunga), dan kartu simbol '='
  20. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas I, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021
  21. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas I, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2021
  22. Balok kayu kecil / benda konkret hitung
  23. Kartu gambar kumpulan benda konkret (jeruk, bola, mobil, apel, bintang, kelereng, ikan, bunga, buku, daun, topi)
  24. Lembar latihan menulis kalimat matematika penjumlahan sampai 5
  25. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2021)
  26. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2021)
  27. Kartu gambar kumpulan benda konkret (apel, buku, pensil, kelereng, bola)
  28. Papan tulis mini dan spidol untuk latihan menulis murid
  29. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas I. Jakarta: Pusat Perbukuan.
  30. Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. (2021). Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas I. Jakarta: Pusat Perbukuan.
  31. Lembar Asesmen Sumatif Tertulis Bab 2 (ikatan bilangan dan kalimat matematika bergambar).
  32. Benda konkret manipulatif: 10 tutup botol / stik es krim per meja asesmen.
  33. Kartu peraga kesetaraan gambar dan bilangan (kartu gambar kupu-kupu dengan tanda '=' dan bilangan 5).

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.