Modul AjarPertemuan 4Bab 1Fase ASemester 1

Modul Ajar Matematika Kelas 1: Mengenal Bingkai 10 (Ten Frame) untuk Membangun Number Sense

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Matematika kelas 1 dengan topik "Mengenal Bingkai 10 (Ten Frame) untuk Membangun Number Sense". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 1: Mengenal Bingkai 10 (Ten Frame) untuk Membangun Number Sense

Matematika - Kelas 1

Bab 1 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Mengenal Bingkai 10 (Ten Frame) untuk Membangun Number Sense

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikMengenal Bingkai 10 (Ten Frame) untuk Membangun Number Sense
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat memasangkan banyak benda pada bingkai 10 (ten frame) untuk menunjukkan bilangan 1 sampai dengan 10 menggunakan benda konkret
  2. Murid dapat menghubungkan susunan benda pada bingkai 10 dengan lambang bilangan yang sesuai

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana caramu menghitung benda dengan cepat dan mudah?
  2. Apa yang terjadi jika kita menyusun benda dalam kotak-kotak?
  3. Bisakah kita melihat bilangan hanya dengan melihat susunan benda?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru mengajak murid bernyanyi lagu bilangan 1-10 sambil bertepuk tangan (5 menit)
  • Guru menunjukkan benda konkret (kelereng/kancing) dan bertanya: Bagaimana cara kalian menghitung benda ini dengan cepat? (asesmen awal)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: Hari ini kita akan belajar cara baru menghitung dengan menggunakan bingkai 10
  • Guru menjelaskan aturan pembelajaran: murid akan bekerja dengan teman sebangku dan mencoba menyusun benda di bingkai 10

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran: murid diajak fokus mengamati demonstrasi guru, Bermakna: menghubungkan bingkai 10 dengan cara menghitung yang lebih terstruktur):

  • Guru menunjukkan bingkai 10 (ten frame) dalam bentuk konkret atau gambar di papan tulis
  • Guru menjelaskan bahwa bingkai 10 terdiri dari 2 baris dan 5 kolom (total 10 kotak)
  • Guru mendemonstrasikan cara memasangkan benda (misalnya 3 kelereng) ke dalam bingkai 10: isi dari kiri ke kanan, baris atas dulu
  • Murid mengamati dengan saksama dan mengangkat tangan jika ada yang ingin ditanyakan
  • Guru memberikan contoh kedua dengan bilangan 7: mengisi baris atas penuh (5), lalu melanjutkan ke baris bawah (2)
  • Murid menghitung bersama-sama: 5 di atas, 2 di bawah, total 7

Mengaplikasi (Menggembirakan: murid belajar melalui permainan berpasangan, Bermakna: murid mengalami langsung proses memasangkan benda dengan bilangan, Berkesadaran: murid fokus menghitung dan memeriksa hasil kerja sendiri):

  • Guru membagikan bingkai 10 konkret (kertas/plastik) dan benda manipulatif (kelereng/kancing/tutup botol) kepada setiap pasangan murid
  • Murid bekerja berpasangan: satu murid menyebutkan bilangan, murid lain memasangkan benda di bingkai 10
  • Guru berkeliling memantau dan memberikan bimbingan kepada murid yang kesulitan (asesmen proses)
  • Murid bergantian peran: yang tadinya memasang sekarang menyebutkan bilangan
  • Guru memberikan tantangan: Coba tunjukkan bilangan 9 di bingkai 10 kalian! Berapa kotak yang terisi? Berapa yang kosong?
  • Murid menyelesaikan lembar kerja: memasangkan gambar bingkai 10 yang sudah terisi dengan lambang bilangan yang sesuai (1-10)
  • Guru memberikan kesempatan murid maju ke depan kelas untuk menunjukkan hasil kerjanya

Merefleksi (Berkesadaran: murid diajak memikirkan proses belajarnya sendiri, Bermakna: menghubungkan pengalaman konkret dengan pemahaman konsep):

  • Guru mengajak murid berkumpul di area diskusi kelas
  • Guru bertanya: Apa yang kalian pelajari hari ini tentang bingkai 10?
  • Murid berbagi pengalaman: mana yang mudah, mana yang sulit, apa yang menarik
  • Guru menunjukkan beberapa contoh susunan bingkai 10 dan meminta murid menebak bilangannya dengan cepat
  • Murid merefleksi: Apakah bingkai 10 membuat kita lebih mudah menghitung? Mengapa?
  • Guru menyimpulkan bersama murid: Bingkai 10 membantu kita melihat bilangan dengan jelas karena tersusun rapi

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir: menunjukkan 3 gambar bingkai 10 dan meminta murid menulis lambang bilangannya di papan kecil/kertas
  • Guru memberikan umpan balik positif dan apresiasi kepada murid yang aktif
  • Guru mengajak murid menyanyikan lagu bilangan sambil membayangkan bingkai 10
  • Guru memberikan tugas ringan: mencari benda di rumah yang bisa dihitung dengan bingkai 10 (opsional, untuk dipresentasikan pertemuan berikutnya)
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang sudah mahir: berikan bingkai 20 (dua bingkai 10) untuk menghitung bilangan lebih besar. Untuk murid yang perlu dukungan: fokus pada bilangan 1-5 terlebih dahulu dengan bimbingan intensif
  • Proses: Murid cepat dapat bekerja mandiri dengan lembar kerja tambahan yang lebih variatif. Murid lambat didampingi guru atau tutor sebaya, menggunakan benda konkret lebih lama sebelum beralih ke gambar
  • Produk: Murid cepat membuat bingkai 10 sendiri dari kertas dan menghias dengan kreativitas mereka. Murid lambat cukup menyelesaikan lembar kerja dasar dengan benar

ASESMEN

Awal:

  • Guru menunjukkan sekelompok benda (misalnya 6 kelereng tersebar) dan bertanya: Bagaimana cara kalian menghitung benda ini? Apakah mudah atau sulit? (mengidentifikasi pemahaman awal tentang membilang dan strategi hitung)

Proses:

  • Guru berkeliling mengamati murid saat bekerja berpasangan dengan bingkai 10 dan benda konkret
  • Guru mencatat murid yang sudah bisa memasangkan dengan benar, yang masih ragu, dan yang perlu bimbingan tambahan
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik individu: Mengapa kamu meletakkan benda di kotak itu? Berapa yang sudah terisi?
  • Guru memeriksa lembar kerja saat murid mengerjakannya dan memberikan umpan balik langsung

Akhir:

  • Guru menampilkan 3 gambar bingkai 10 dengan susunan benda berbeda (misalnya: 4, 8, 10)
  • Murid menulis lambang bilangan yang sesuai di papan kecil atau kertas
  • Guru menilai ketepatan jawaban dan kecepatan murid mengenali bilangan dari bingkai 10
  • Guru meminta 3 murid maju secara acak untuk unjuk kerja: memasangkan benda di bingkai 10 sesuai bilangan yang disebutkan guru (misalnya: 5, 7, 9)

Formatif:

  • Observasi saat murid memasangkan benda di bingkai 10 berpasangan
  • Pertanyaan lisan selama kegiatan inti: Berapa banyak benda di bingkai 10 ini?
  • Pemeriksaan lembar kerja siswa: ketepatan memasangkan gambar dengan lambang bilangan

Sumatif:

  • Tes tertulis sederhana: murid diberikan 5 gambar bingkai 10 dan menulis lambang bilangan yang sesuai
  • Unjuk kerja: murid diminta memasangkan benda konkret di bingkai 10 sesuai bilangan yang disebutkan guru (penilaian individu)

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Memasangkan benda pada bingkai 10Murid belum bisa memasangkan benda pada bingkai 10 dengan benar, benda tidak tersusun sesuai aturan (isi dari kiri ke kanan, baris atas dulu)Murid bisa memasangkan benda pada bingkai 10 dengan bimbingan guru, kadang masih keliru dalam urutan pengisianMurid bisa memasangkan benda pada bingkai 10 dengan benar sesuai aturan untuk bilangan 1-10Murid bisa memasangkan benda pada bingkai 10 dengan benar, cepat, dan mandiri untuk semua bilangan 1-10, bahkan bisa menjelaskan alasannya
Menghubungkan susunan bingkai 10 dengan lambang bilanganMurid belum bisa menghubungkan susunan benda pada bingkai 10 dengan lambang bilangan yang sesuaiMurid bisa menghubungkan susunan bingkai 10 dengan lambang bilangan untuk bilangan 1-5 dengan bimbinganMurid bisa menghubungkan susunan bingkai 10 dengan lambang bilangan 1-10 dengan tepatMurid bisa menghubungkan susunan bingkai 10 dengan lambang bilangan dengan cepat dan tepat, serta mampu menjelaskan cara menghitungnya (misalnya: 5 di atas + 3 di bawah = 8)
Kemandirian dan partisipasiMurid pasif, tidak mau mencoba menggunakan bingkai 10, perlu dorongan terus-menerusMurid mau mencoba dengan dorongan guru atau teman, namun masih ragu-raguMurid aktif mencoba menggunakan bingkai 10, bertanya jika tidak paham, bekerja sama dengan baikMurid sangat antusias, mandiri dalam menggunakan bingkai 10, membantu teman yang kesulitan, dan berani mempresentasikan hasil kerjanya

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid sudah memahami cara menggunakan bingkai 10?
  • Murid mana yang perlu pendampingan lebih lanjut pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap pembelajaran sudah sesuai?
  • Apakah benda konkret yang digunakan cukup menarik dan mudah dimanipulasi murid?
  • Strategi diferensiasi mana yang paling efektif untuk kelas ini?

Refleksi Murid:

  • Apa yang paling kamu sukai dari belajar bingkai 10 hari ini?
  • Apakah bingkai 10 membantumu menghitung lebih mudah? Mengapa?
  • Apa yang masih sulit bagimu?
  • Apa yang ingin kamu pelajari lebih lanjut tentang bilangan?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Matematika Kelas 1 SD/MI Kurikulum Merdeka (Kemendikbudristek, 2022)
  2. Buku Guru Matematika Kelas 1 SD/MI Kurikulum Merdeka (Kemendikbudristek, 2022)
  3. Bingkai 10 (ten frame) konkret dari kertas karton/plastik (1 set per pasangan)
  4. Benda manipulatif: kelereng, kancing, tutup botol, atau biji-bijian (minimal 10 per pasangan)
  5. Lembar kerja: gambar bingkai 10 dengan berbagai susunan benda dan kolom lambang bilangan
  6. Papan tulis dan spidol untuk demonstrasi guru
  7. Kertas/papan kecil untuk asesmen akhir

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.