Modul AjarBab 1Fase ASemester 1

Modul Ajar Matematika Kelas 1 Bab 1: Ayo Membilang sampai dengan 10

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Matematika kelas 1 untuk Bab 1 "Ayo Membilang sampai dengan 10", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Matematika Kelas 1 Bab 1: Ayo Membilang sampai dengan 10

Matematika - Kelas 1

Bab 1

MODUL AJAR

Matematika — Kelas 1 (Fase A)

Topik: Bab 1 — Ayo Membilang sampai dengan 10

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranMatematika
Fase / KelasFase A / Kelas 1
TopikBab 1 — Ayo Membilang sampai dengan 10
Alokasi Waktu20 JP (20 x 35 menit = 700 menit)
Jumlah Pertemuan10
Tahun Ajaran2026/2027
Semester1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 1.1.1 Menunjukkan pemahaman bilangan cacah sampai 10
  2. TP 1.1.2 Membaca bilangan cacah sampai 10
  3. TP 1.1.3 Menulis bilangan cacah sampai 10
  4. TP 1.1.4 Membandingkan bilangan cacah sampai 10
  5. TP 1.1.5 Mengurutkan bilangan cacah sampai 10
  6. TP 1.1.6 Melakukan komposisi (menyusun) bilangan cacah sampai 10
  7. TP 1.1.7 Melakukan dekomposisi (mengurai) bilangan cacah sampai 10

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Berapa banyak jari di satu tanganmu?
  2. Bagaimana caramu menunjukkan kumpulan benda yang tidak ada isinya sama sekali?
  3. Bagaimana caramu membaca angka yang tertulis di kartu ini?
  4. Jika melihat lambang angka 3 dan tulisan 't-i-g-a', bagaimana bunyinya saat dibaca nyaring?
  5. Bagaimana kita membaca angka 0 saat melihat keranjang yang kosong?
  6. Bagaimana cara membaca kartu lambang bilangan 6, 7, 8, 9, dan 10 bersama nama bilangannya?
  7. Bagaimana gerakan jarimu di udara saat membentuk angka 1 dan angka 0?
  8. Mengapa saat menulis angka kita perlu memulai dari titik goresan yang tepat?
  9. Bagaimana kita tahu kelompok benda mana yang lebih banyak tanpa menebak?
  10. Kapan kita menyebut dua kelompok benda itu 'sama banyak'?
  11. Jika kita menaiki tangga dari bawah, bilangan apa yang kita sebutkan setelah angka 3?
  12. Bagaimana urutan bilangan jika kita turun dari anak tangga paling atas ke bawah mulai dari angka 10?
  13. Jika Ibu guru memegang 2 balok di tangan kiri dan 3 balok di tangan kanan, berapa banyak balok jika digabungkan?
  14. Bagaimana caramu membuat bilangan 6 dari dua kelompok kancing yang berbeda?
  15. Jika Ibu guru memegang 6 buah kancing lalu memisahkannya ke tangan kanan dan tangan kiri, berapa saja kancing di masing-masing tangan?
  16. Apakah satu kumpulan benda bisa dipisahkan menjadi dua kelompok dengan cara yang berbeda-beda?
  17. Bagaimana cara menyusun 2 warna kancing yang berbeda di dalam bingkai 10 agar pas menjadi 6?
  18. Jika ada 8 kancing di dalam bingkai 10 lalu dipisahkan menjadi dua baris, berapa saja bagian kancing yang terbentuk?
  19. Bagaimana caramu membuktikan bahwa kamu sudah mahir membilang, membaca, menulis, membandingkan, serta menyusun dan mengurai bilangan sampai 10?
  20. Mengapa kita perlu teliti dan mandiri saat mengerjakan lembar asesmen dan memperagakan pasangan bilangan di hadapan guru?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menunjukkan pemahaman bilangan cacah 0 sampai 10 dengan benda konkret — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.1.1 Menunjukkan pemahaman bilangan cacah sampai 10

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan mengangkat wadah transparan kosong dan wadah berisi 3 balok, lalu meminta murid menunjukkan jumlah benda menggunakan jari tangan (acuan: wadah kosong = kepalan tangan tertutup/0 jari; wadah 3 balok = 3 jari terangkat) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan belajar hari ini, yaitu menunjukkan banyaknya benda konkret untuk bilangan cacah 0 sampai dengan 10 (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meletakkan 1 sampai 10 balok warna secara bertahap di atas meja peraga, mendemonstrasikan cara mencacah satu per satu sambil menunjuk benda, serta memperagakan kondisi wadah kosong untuk bilangan 0 (10 menit).
  • Murid secara berkesadaran mengamati demonstrasi dan menirukan peragaan menunjukkan kuantitas 0 sampai 10 menggunakan jari tangan dan benda konkret di mejanya (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid secara berpasangan memainkan permainan tantangan 'Ambil dan Tunjukkan': satu murid menyebutkan bilangan acak antara 0 sampai 10 dan pasangannya mengambil stik es krim/tutup botol sebanyak bilangan tersebut (acuan: bilangan 0 = tidak mengambil benda/meja bersih; bilangan 1 s.d. 10 = mengambil tepat sejumlah benda yang diminta) (10 menit).
  • Secara mandiri, murid mengerjakan lembar aktivitas membilang konkret: murid mengambil benda konkret di atas meja sesuai 4 instruksi guru berikut: (1) Ambil 4 stik; (2) Ambil 7 stik; (3) Ambil 0 stik; (4) Ambil 10 stik (acuan: (1) tepat 4 buah; (2) tepat 7 buah; (3) tepat 0 buah/tangan kosong; (4) tepat 10 buah) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid bersama pasangannya saling memeriksa jumlah benda konkret yang diambil pada masing-masing instruksi dan memastikan kesesuaian jumlahnya (5 menit).
  • Guru memfasilitasi murid menyimpulkan makna bilangan 0 (tidak ada benda sama sekali) dan bilangan 1 sampai 10 melalui peragaan kumpulan benda nyata (5 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru merapikan kembali alat peraga stik es krim dan balok ke dalam wadah (4 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap keberhasilan murid membilang benda konkret dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (6 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menggunakan benda berukuran lebih besar (balok kayu) dan dibatasi rentang 0-5 terlebih dahulu; murid yang sudah mahir menggunakan kumpulan benda beragam jenis hingga 10.
  • Proses: Pemberian pendampingan langsung (scaffolding) satu per satu saat mencacah benda untuk murid yang belum lancar, sedangkan murid mahir membilang secara mandiri.
  • Produk: Murid menunjukkan pemahaman kuantitas melalui benda konkret atau peragaan jari tangan sesuai kesiapan motorik.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik peragaan jari: Guru menunjukkan wadah transparan kosong dan wadah berisi 3 balok, murid diminta menunjukkan jumlah benda dengan jari tangan (acuan: wadah kosong = 0 jari/kepalan tangan tertutup; wadah 3 balok = 3 jari terangkat).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja pengambilan stik es krim sesuai 4 instruksi: (1) Ambil 4 stik (acuan: tepat 4 stik); (2) Ambil 7 stik (acuan: tepat 7 stik); (3) Ambil 0 stik (acuan: tangan kosong/0 stik); (4) Ambil 10 stik (acuan: tepat 10 stik).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman konkret penutup: Murid diminta menunjukkan kumpulan benda konkret di meja untuk 2 kondisi: (1) Kondisi bilangan 0 (acuan: meja bersih tanpa benda/0 buah); (2) Kondisi bilangan 6 (acuan: tepat 6 butir tutup botol).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat permainan pasangan 'Ambil dan Tunjukkan' dan lembar aktivitas mengambil benda konkret 0 sampai 10.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menunjukkan pemahaman kuantitas bilangan cacah 0 sampai 10 dengan benda konkretBelum mampu menunjukkan kuantitas benda konkret secara tepat untuk instruksi bilangan 0 sampai 10 meski telah dibimbing guru.Mampu menunjukkan kuantitas benda konkret secara tepat untuk 1-2 instruksi bilangan (dari total 4 instruksi target: 4, 7, 0, 10 stik) dengan bantuan guru.Mampu menunjukkan kuantitas benda konkret secara tepat untuk minimal 3 dari 4 instruksi bilangan target (4, 7, 0, 10 stik) secara mandiri.Mampu menunjukkan kuantitas benda konkret secara tepat untuk seluruh 4 instruksi bilangan target (4, 7, 0, 10 stik) secara konsisten dan mandiri tanpa kesalahan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media benda konkret (stik es krim, balok, tutup botol) mempermudah murid memahami kuantitas bilangan 0 sampai 10?
  • Apakah murid mengalami kesulitan dalam memahami konsep bilangan 0 sebagai representasi tidak adanya benda?

Murid:

  • Benda apa yang paling kamu sukai saat menghitung tadi?
  • Bagaimana perasaanmu saat menunjukkan bilangan 0 dengan tanganmu?

Pertemuan 2 — Membaca bilangan cacah 1 sampai 5 melalui kartu lambang dan nama bilangan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.1.2 Membaca bilangan cacah sampai 10

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid secara hangat (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu belajar membaca lambang bilangan 1 sampai 5 beserta nama bilangannya menggunakan kartu angka (2 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan memperlihatkan 3 kartu lambang bilangan secara bergantian: kartu '1', kartu '3', dan kartu '5', lalu meminta murid membacanya secara bersama (acuan bacaan tepat: 1 dibaca 'satu', 3 dibaca 'tiga', 5 dibaca 'lima') untuk memetakan kesiapan membaca lambang bilangan 1 sampai 5 (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menunjukkan 5 pasang kartu secara berurutan di papan tulis yang memuat lambang bilangan dan nama bilangan: pasangan (1) lambang '1' dengan kartu nama 'satu', pasangan (2) lambang '2' dengan kartu nama 'dua', pasangan (3) lambang '3' dengan kartu nama 'tiga', pasangan (4) lambang '4' dengan kartu nama 'empat', dan pasangan (5) lambang '5' dengan kartu nama 'lima' (5 menit).
  • Guru memodelkan cara membaca lambang bilangan dan nama bilangan 1 sampai 5 dengan mengeja suku katanya lalu membaca utuh: 's-a-t-u dibaca satu', 'd-u-a dibaca dua', 't-i-g-a dibaca tiga', 'e-m-p-a-t dibaca empat', 'l-i-m-a dibaca lima', kemudian murid menirukan membaca bersama-sama dengan penuh kesadaran (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid dibagi ke dalam kelompok berpasangan (2 orang) dan setiap pasangan menerima 5 kartu lambang bilangan ('1', '2', '3', '4', '5') serta 5 kartu nama bilangan ('satu', 'dua', 'tiga', 'empat', 'lima') (5 menit).
  • Dalam suasana menggembirakan, murid bermain 'Cari Pasanganku': murid A memegang kartu lambang lalu menunjukkannya kepada murid B, kemudian murid B mencari kartu nama bilangan yang sesuai lalu membaca lambang dan nama bilangan tersebut secara nyaring bergantian untuk seluruh bilangan 1 sampai 5 (acuan pasangan benar: 1 - satu, 2 - dua, 3 - tiga, 4 - empat, 5 - lima) (15 menit).
  • Setiap murid secara mandiri mengerjakan lembar latihan membaca dengan menjodohkan garis dari lambang ke nama bilangan serta melafalkan bacaannya saat guru berkeliling memeriksa (acuan: lambang '1' -> 'satu', lambang '2' -> 'dua', lambang '3' -> 'tiga', lambang '4' -> 'empat', lambang '5' -> 'lima') (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengangkat satu per satu kartu lambang dan kartu nama bilangan 1 sampai 5 secara acak di depan kelas, lalu murid bersama-sama membaca nyaring lambang dan tulisan yang ditunjukkan untuk memastikan ketepatan membacanya (acuan bacaan: lambang/kata 1='satu', 2='dua', 3='tiga', 4='empat', 5='lima') (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali cara membaca lambang dan nama bilangan 1 sampai 5 ('satu', 'dua', 'tiga', 'empat', 'lima') (3 menit).
  • Guru memberikan cek pemahaman akhir secara lisan kepada 3 murid acak untuk membaca 1 kartu lambang bilangan yang ditunjuk (acuan: kartu '2' dibaca 'dua', kartu '4' dibaca 'empat', kartu '5' dibaca 'lima') dan memberikan apresiasi atas partisipasi seluruh murid (5 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan mengajak murid merapikan kartu belajar dan mengakhiri sesi dengan doa bersama (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu nama bilangan dengan pemenggalan suku kata berwarna (misal: sa-tu, ti-ga), sedangkan murid yang sudah mahir membaca diberikan kartu tanpa pemenggalan.
  • Proses: Murid yang belum lancar membaca lambang dan nama bilangan didampingi guru secara intensif dengan bantuan pengulangan fonemik, sedangkan murid yang cepat membaca berlatih membaca kartu yang diacak urutannya secara mandiri.
  • Produk: Semua murid membaca kartu lambang dan nama bilangan 1 sampai 5; murid yang mahir membaca seluruh 5 bilangan secara mandiri dan acak, sedangkan murid yang berkembang membaca dengan urutan teratur 1 sampai 5.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes lisan diagnostik singkat di awal pelajaran: guru menunjukkan 3 kartu lambang bilangan yaitu '1', '3', dan '5'. Kriteria kesiapan: murid mampu membaca lambang tersebut dengan benar (acuan jawaban tepat: kartu '1' dibaca 'satu', kartu '3' dibaca 'tiga', kartu '5' dibaca 'lima').

Proses:

  • Pengamatan formatif saat permainan 'Cari Pasanganku' dan lembar kerja: guru memeriksa ketepatan murid dalam membaca 5 lambang bilangan cacah 1 sampai 5 beserta nama bilangannya (acuan daftar pasangan target lengkap: 1 dibaca 'satu', 2 dibaca 'dua', 3 dibaca 'tiga', 4 dibaca 'empat', 5 dibaca 'lima').

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di akhir sesi pembelajaran: guru memperlihatkan kartu lambang bilangan 1 sampai 5 secara acak kepada murid, murid membaca lambang dan nama bilangannya secara tepat (acuan jawaban: 1 = satu, 2 = dua, 3 = tiga, 4 = empat, 5 = lima).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja membaca pasangan lambang dan nama bilangan 1 sampai 5 saat kegiatan berpasangan 'Cari Pasanganku'.
  • Penilaian kinerja membaca mandiri pada lembar penjodohan lambang dan nama bilangan 1 sampai 5.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Membaca bilangan cacah 1 sampai 5 melalui kartu lambang dan nama bilanganBelum mampu membaca lambang dan nama bilangan cacah 1 sampai 5 (0 sampai 1 bilangan tepat dari 5 target: 1='satu', 2='dua', 3='tiga', 4='empat', 5='lima') meski dengan bimbingan penuh.Mampu membaca 2 sampai 3 lambang dan nama bilangan cacah dari 5 target (acuan: 1='satu', 2='dua', 3='tiga', 4='empat', 5='lima') dengan bimbingan guru.Mampu membaca 4 sampai 5 lambang dan nama bilangan cacah dari 5 target (acuan: 1='satu', 2='dua', 3='tiga', 4='empat', 5='lima') secara tepat dengan arahan minimal.Mampu membaca seluruh 5 lambang dan nama bilangan cacah (acuan: 1='satu', 2='dua', 3='tiga', 4='empat', 5='lima') secara tepat, lancar tanpa mengeja, dan mandiri saat kartu diacak.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan kartu lambang dan kartu nama bilangan mempermudah murid dalam membaca bilangan cacah 1 sampai 5?
  • Bagian mana dari langkah membaca lambang atau mengeja nama bilangan yang masih dirasa sulit oleh murid berkemampuan awal rendah?

Murid:

  • Kartu bilangan mana yang paling mudah kamu baca hari ini?
  • Apakah kamu sudah bisa membaca angka 1 sampai 5 dan tulisannya sendiri?

Pertemuan 3 — Membaca bilangan cacah 0 serta 6 sampai 10 melalui kartu lambang dan nama bilangan — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.1.2 Membaca bilangan cacah sampai 10

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru mengecek kesiapan belajar dan melakukan asesmen awal diagnostik membaca lambang bilangan dengan menunjukkan kartu lambang bilangan 0, 6, 7, 8, 9, 10 secara acak kepada murid secara klasikal; acuan bacaan benar: kartu '0' dibaca nol, '6' dibaca enam, '7' dibaca tujuh, '8' dibaca delapan, '9' dibaca sembilan, '10' dibaca sepuluh (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membaca bilangan cacah 0 serta 6 sampai 10 menggunakan kartu lambang bilangan dan kartu nama bilangan (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memperlihatkan 6 pasang kartu secara bergantian di papan tulis yang memuat lambang dan nama bilangan: pasangan (1) lambang '0' dengan kata 'nol', (2) lambang '6' dengan kata 'enam', (3) lambang '7' dengan kata 'tujuh', (4) lambang '8' dengan kata 'delapan', (5) lambang '9' dengan kata 'sembilan', dan (6) lambang '10' dengan kata 'sepuluh' (8 menit).
  • Murid menyimak penjelasan guru dan bersama-sama menirukan membaca nama bilangan yang tertera pada kartu saat guru menunjuk kartu lambang '0' dibaca 'nol', '6' dibaca 'enam', '7' dibaca 'tujuh', '8' dibaca 'delapan', '9' dibaca 'sembilan', dan '10' dibaca 'sepuluh' (7 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid bermain tantangan berpasangan 'Tunjuk dan Baca': setiap pasangan murid menerima 6 kartu lambang bilangan ('0', '6', '7', '8', '9', '10') dan 6 kartu nama bilangan ('nol', 'enam', 'tujuh', 'delapan', 'sembilan', 'sepuluh'); seorang murid mengangkat kartu lambang dan pasangannya membaca nama bilangannya secara lantang dan tepat, lalu bergantian peran (acuan: '0' -> nol, '6' -> enam, '7' -> tujuh, '8' -> delapan, '9' -> sembilan, '10' -> sepuluh) (10 menit).
  • Murid mengerjakan lembar latihan membaca mandiri yang menyajikan 6 butir menjodohkan lambang bilangan ke nama bilangan tertulis: butir 1 lambang '0' dipasangkan ke kata 'nol', butir 2 lambang '6' ke kata 'enam', butir 3 lambang '7' ke kata 'tujuh', butir 4 lambang '8' ke kata 'delapan', butir 5 lambang '9' ke kata 'sembilan', butir 6 lambang '10' ke kata 'sepuluh' (acuan kunci jawaban: 1-nol, 2-enam, 3-tujuh, 4-delapan, 5-sembilan, 6-sepuluh) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru memanggil beberapa murid secara acak untuk membaca langsung 2 kartu lambang bilangan yang diambil dari kotak undian (pilihan: 0, 6, 7, 8, 9, 10; acuan: membaca sesuai nama bilangan yang tepat) sambil murid lain menyimak dan mencocokkan kebenarannya bersama (5 menit).
  • Murid bersama guru mengungkapkan bilangan mana di antara 0, 6, 7, 8, 9, 10 yang paling mudah dibaca dan bilangan mana yang masih sering tertukar pelafalannya (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali cara membaca bilangan cacah 0 serta 6 sampai 10 (3 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap ketepatan pelafalan seluruh murid dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam penutup (7 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu lambang bilangan yang dilengkapi kartu nama bilangan dengan warna huruf penanda awal kata bagi murid yang membutuhkan bantuan visual.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih membaca berulang secara terbimbing bersama guru dengan 3 bilangan terlebih dahulu (0, 6, 7), sedangkan murid yang sudah mahir membaca kartu lambang bilangan yang diacak dengan cepat secara mandiri.
  • Produk: Murid membuktikan kemampuan membacanya melalui pelafalan lisan langsung saat ditunjukkan kartu lambang bilangan atau menjodohkan kartu lambang ke kartu nama bilangan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran: Guru menunjukkan kartu lambang bilangan 0, 6, 7, 8, 9, 10 satu per satu secara acak kepada murid; acuan jawaban benar: lambang '0' dibaca nol, '6' dibaca enam, '7' dibaca tujuh, '8' dibaca delapan, '9' dibaca sembilan, '10' dibaca sepuluh untuk memetakan murid yang sudah mampu membaca lambang dan yang masih terbata-bata.

Proses:

  • Observasi formatif saat aktivitas 'Tunjuk dan Baca' dan pengerjaan lembar kerja: Guru mengamati ketepatan murid membaca nama bilangan dari 6 kartu lambang bilangan ('0', '6', '7', '8', '9', '10'); acuan kebenaran lengkap: '0' dibaca nol, '6' dibaca enam, '7' dibaca tujuh, '8' dibaca delapan, '9' dibaca sembilan, '10' dibaca sepuluh.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan individu di akhir sesi: Murid membaca 2 lambang bilangan acak dari himpunan {0, 6, 7, 8, 9, 10} yang ditunjukkan guru; acuan jawaban benar: pelafalan kata tepat sesuai lambangnya ('0' -> nol, '6' -> enam, '7' -> tujuh, '8' -> delapan, '9' -> sembilan, '10' -> sepuluh).

Formatif:

  • Tes lisan membaca lambang bilangan 0, 6, 7, 8, 9, 10 saat ditunjukkan kartu lambang bilangan
  • Penilaian kinerja menjodohkan 6 kartu lambang bilangan dengan kartu nama bilangan pada lembar kerja

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan membaca bilangan cacah 0 serta 6 sampai 10 melalui kartu lambang dan nama bilangan (Target 6 bilangan: 0, 6, 7, 8, 9, 10; acuan: 0='nol', 6='enam', 7='tujuh', 8='delapan', 9='sembilan', 10='sepuluh')Membaca dengan tepat kurang dari 3 bilangan dari 6 bilangan target (0, 6, 7, 8, 9, 10) dengan bimbingan penuh guru.Membaca dengan tepat 3 sampai 4 bilangan dari 6 bilangan target (0, 6, 7, 8, 9, 10) dengan sedikit bantuan guru.Membaca dengan tepat 5 bilangan dari 6 bilangan target (0, 6, 7, 8, 9, 10) secara mandiri.Membaca dengan tepat seluruh 6 bilangan target (0, 6, 7, 8, 9, 10) secara mandiri dan konsisten tanpa keraguan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan media kartu lambang dan nama bilangan efektif membantu murid membedakan bacaan lambang bilangan 0 serta 6 sampai 10?
  • Bilangan mana di antara 0 dan 6-10 yang paling banyak membutuhkan bimbingan ulang bagi murid?

Murid:

  • Kartu bilangan mana dari 0, 6, 7, 8, 9, dan 10 yang paling mudah kamu baca?
  • Apakah kamu sudah bisa membaca lambang angka 0 dan 6 sampai 10 tanpa bantuan teman atau guru?

Pertemuan 4 — Menulis lambang bilangan cacah 0 sampai 10 dengan arah goresan yang tepat — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.1.3 Menulis bilangan cacah sampai 10

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu berlatih menulis lambang bilangan 0 sampai 10 dengan arah goresan yang tepat (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal berupa diagnostik motorik dan arah goresan: murid diminta menirukan goresan garis tegak dari atas ke bawah untuk angka 1 dan lingkaran berlawanan arah jarum jam untuk angka 0 di udara, lalu guru memeriksa kesiapan goresan murid (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memperagakan pemodelan arah goresan yang tepat di papan tulis untuk 11 lambang bilangan (0 sampai 10) dengan titik awal dan arah tarikan baku: angka 0 (mulai dari atas memutar ke kiri melingkar kembali ke atas), 1 (tarik garis lurus dari atas ke bawah), 2 (lengkung atas ke kanan, miring ke kiri bawah, garis datar ke kanan), 3 (lengkung atas ke tengah, lengkung bawah ke kiri), 4 (garis miring/tegak ke bawah, garis datar ke kanan, garis tegak memotong dari atas ke bawah), 5 (garis tegak pendek ke bawah, lengkung cembung ke kanan, garis datar penutup di atas), 6 (miring melengkung ke kiri bawah lalu membuat bulatan penuh di bawah), 7 (garis datar ke kanan lalu miring lurus ke kiri bawah), 8 (membentuk huruf S lalu menyilang kembali ke atas menutup lingkaran), 9 (lingkaran kecil di atas lalu ditarik garis lengkung ke bawah), dan 10 (menulis lambang 1 diikuti lambang 0) (10 menit).
  • Murid mempraktikkan gerakan menulis di udara (skywriting) bersama-sama mengikuti aba-aba guru untuk setiap lambang bilangan 0 sampai 10 secara runtut agar memahami titik awal dan arah alur goresan (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid bermain 'Tebak dan Tulis di Punggung Teman': berpasangan, satu murid menuliskan lambang bilangan tertentu (pilihan acak dari 0 sampai 10) dengan jari di punggung temannya menggunakan arah goresan yang benar, lalu teman pasangannya menyebutkan bilangan tersebut dan menuliskannya di papan tulis mini masing-masing secara bergantian (10 menit).
  • Murid mengerjakan Lembar Latihan Menulis Bilangan secara mandiri: menebalkan garis putus-putus berpanah arah goresan dan menyalin mandiri sebanyak 3 kali untuk seluruh 11 lambang bilangan (0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10) dengan arah tarikan yang tepat dan bentuk proporsional (16 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru membimbing murid melakukan pengecekan mandiri terhadap hasil tulisan mereka pada lembar kerja: murid menandai dengan lingkaran kecil satu lambang bilangan yang goresannya dirasa paling rapi dan sesuai arah panah (5 menit).
  • Murid menyampaikan lambang bilangan mana yang menurut mereka paling mudah ditulis dan mana yang tarikan garisnya paling menantang (misalnya angka 8 atau 5) beserta penyebabnya (3 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja murid tentang pentingnya menulis lambang bilangan dari arah goresan yang tepat agar tulisan jelas terbaca (5 menit).
  • Guru dan murid menutup pembelajaran dengan merapikan alat tulis, bersyukur, dan berdoa bersama (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan motorik halus diberikan lembar kerja bergaris bantu tebal dan panah penunjuk arah goresan berwarna, sedangkan murid yang sudah lancar diberikan bidang bergaris polos standar.
  • Proses: Guru memberikan pendampingan langsung (hand-over-hand scaffolding) bagi murid yang arah goresannya masih terbalik, sedangkan murid yang mahir menulis secara mandiri.
  • Produk: Murid yang masih berkembang menuntaskan penulisan lambang bilangan 0 sampai 5 dengan arah tepat, sedangkan murid yang mahir menuliskan lengkap lambang bilangan 0 sampai 10 sebanyak masing-masing 3 repetisi rapi.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik kinestetik arah goresan lambang bilangan di udara: Murid diminta memperagakan arah goresan angka 1 (acuan: tarikan garis lurus tegak dari atas ke bawah) dan angka 0 (acuan: tarikan melengkung memutar dari atas ke kiri lalu kembali menutup ke atas). Guru mencatat kesiapan motorik murid.

Proses:

  • Observasi formatif saat pengerjaan Lembar Latihan Menulis Lambang Bilangan: Guru memeriksa arah tarikan goresan dan bentuk untuk seluruh 11 target bilangan: (0) mulai atas melingkar ke kiri; (1) garis tegak atas ke bawah; (2) lengkung atas ke bawah lalu datar ke kanan; (3) dua lengkungan kanan dari atas ke bawah; (4) garis turun, mendatar, lalu dipotong garis tegak; (5) garis turun pendek, lengkung perut kanan, garis topi datar; (6) lengkung turun ke kiri bawah memutar membentuk bulatan; (7) garis datar kanan lalu miring ke kiri bawah; (8) alur kurva S menyilang kembali ke atas; (9) bulatan atas tertutup lalu kaki lengkung ke bawah; (10) lambang 1 diikuti lambang 0.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di lembar kerja akhir: Murid menuliskan lambang bilangan yang didiktekan guru untuk 5 butir acak: 3, 5, 6, 8, dan 10. (Kriteria ketepatan acuan: angka 3 ditulis dengan dua lengkung menghadap kiri tanpa terbalik; angka 5 ditulis dengan alur tegak pendek, perut lengkung, dan topi datar; angka 6 ditulis dari atas melengkung ke bulatan bawah; angka 8 ditulis dengan alur kurva menyilang tanpa menumpuk dua lingkaran terpisah; angka 10 ditulis berurutan angka 1 di kiri dan angka 0 di kanan).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat skywriting dan permainan menulis di punggung teman untuk mengecek arah goresan.
  • Pemeriksaan lembar latihan menulis lambang bilangan 0 sampai 10 terhadap kesesuaian arah goresan dan keterbacaan bentuk.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kesesuaian Arah Goresan Lambang Bilangan (0-10)Menulis lambang bilangan 0 sampai 10 dengan arah goresan yang seluruhnya terbalik atau salah titik awal (misal: menarik angka 1 dari bawah ke atas, angka 0 searah jarum jam atau bertumpuk) dan memerlukan bantuan penuh guru.Menulis sebagian lambang bilangan (1 sampai 4 bilangan dari 11 target: 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10) dengan arah goresan yang tepat secara mandiri, sedangkan sisanya masih terbalik atau ragu-ragu.Menulis sebagian besar lambang bilangan (5 sampai 9 bilangan dari 11 target: 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10) dengan arah goresan yang tepat dan titik awal yang benar secara mandiri.Menulis seluruh lambang bilangan (11 bilangan lengkap: 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10) dengan arah goresan, titik awal, dan bentuk proporsional yang tepat secara konsisten dan mandiri.
Keterbacaan dan Kemandirian Menulis Lambang BilanganBentuk lambang bilangan yang ditulis belum menyerupai simbol aslinya sehingga sulit dikenali serta bergantung pada tuntunan tangan guru.Bentuk lambang bilangan mulai dapat dikenali walau masih tampak kaku atau ukuran belum proporsional dengan sesekali diingatkan guru.Bentuk lambang bilangan jelas terbaca dan proporsional sesuai kaidah lambang bilangan secara mandiri.Bentuk lambang bilangan sangat rapi, proporsional, konsisten di atas garis buku tulis, dan tuntas dikerjakan secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah instruksi permodelan arah goresan lambang bilangan 0 sampai 10 sudah cukup jelas dan mudah ditiru oleh murid?
  • Lambang bilangan mana yang paling banyak mengalami kesalahan arah goresan (misal: terbalik pada angka 3, 5, atau 8) sehingga memerlukan latihan tambahan pada pertemuan berikutnya?

Murid:

  • Angka berapa yang paling mudah kamu tulis hari ini?
  • Bagian mana yang paling seru saat kamu berlatih menulis lambang bilangan tadi?

Pertemuan 5 — Membandingkan banyak dua kelompok benda konkret sampai 10 — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.1.4 Membandingkan bilangan cacah sampai 10

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan meletakkan 3 pensil di kotak A dan 5 pensil di kotak B di meja demonstrasi, lalu meminta murid membandingkan kelompok mana yang lebih banyak atau lebih sedikit menggunakan metode memasangkan satu per satu (acuan: kotak B lebih banyak dari kotak A, kotak A lebih sedikit dari kotak B) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membandingkan banyak dua kelompok benda konkret sampai dengan 10 menggunakan istilah 'lebih banyak', 'lebih sedikit', atau 'sama banyak' (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memodelkan cara membandingkan dua kelompok benda konkret (tutup botol merah dan tutup botol biru) dengan cara memasangkan satu lawan satu secara sejajar di atas meja (5 menit).
  • Murid mengamati 3 contoh perbandingan konkret yang dicontohkan guru: (1) 4 tutup botol merah dan 4 tutup botol biru (acuan: sama banyak karena semua punya pasangan); (2) 6 tutup botol merah dan 4 tutup botol biru (acuan: merah lebih banyak dari biru / biru lebih sedikit dari merah); (3) 3 tutup botol merah dan 5 tutup botol biru (acuan: merah lebih sedikit dari biru / biru lebih banyak dari merah) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Secara berpasangan, murid memainkan permainan tantangan konkret 'Ambil dan Bandingkan': Murid A mengambil sejumlah stik es krim (1-10) dan Murid B mengambil sejumlah kancing (1-10), keduanya menata berdampingan satu lawan satu, lalu menentukan kelompok mana yang 'lebih banyak', 'lebih sedikit', atau 'sama banyak' (15 menit).
  • Setiap murid mengerjakan lembar latihan konkret mandiri membandingkan 4 pasangan kelompok gambar benda konkret: (1) Kotak A berisi 7 apel dan Kotak B berisi 5 jeruk (acuan: apel lebih banyak dari jeruk); (2) Kotak A berisi 4 bola dan Kotak B berisi 6 balon (acuan: bola lebih sedikit dari balon); (3) Kotak A berisi 8 buku dan Kotak B berisi 8 pensil (acuan: buku sama banyak dengan pensil); (4) Kotak A berisi 3 bunga dan Kotak B berisi 9 daun (acuan: bunga lebih sedikit dari daun) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil lembar latihan mandiri dengan meninjau kembali bahwa kelompok yang bersisa saat dipasangkan adalah kelompok yang 'lebih banyak', sedangkan pasangannya adalah 'lebih sedikit', dan jika habis berpasangan berarti 'sama banyak' (7 menit).

Penutup:

  • Murid menjawab cek pemahaman akhir secara lisan/isyarat jari saat guru menunjukkan dua wadah balok: Wadah X berisi 6 balok dan Wadah Y berisi 6 balok (acuan: sama banyak), serta Wadah K berisi 9 balok dan Wadah L berisi 4 balok (acuan: K lebih banyak dari L) (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap ketepatan perbandingan, mengajak bersyukur, dan menutup sesi pertemuan (3 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menggunakan benda konkret berukuran besar (balok kayu) dengan rentang bilangan 1 sampai 5, sedangkan murid yang sudah mahir membandingkan kelompok benda hingga batas 10 dengan selisih jumlah hanya 1.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing langsung memasangkan benda dengan garis bantu tali/benang, sedangkan murid mahir membandingkan langsung melalui pembilangan mandiri.
  • Produk: Murid menuangkan hasil perbandingan dengan menempelkan kartu simbol tanda panah/kata atau melingkari kelompok benda pada lembar kegiatan.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pemeriksaan diagnostik awal perbandingan dua kelompok pensil di meja demonstrasi: 3 pensil di Kotak A dan 5 pensil di Kotak B. Kriteria: Murid tepat menyebutkan kotak B lebih banyak dari kotak A atau kotak A lebih sedikit dari kotak B (acuan: 5 pensil lebih banyak dari 3 pensil).

Proses:

  • Pengamatan keterlibatan dan ketepatan murid membandingkan stik es krim dan kancing pada permainan 'Ambil dan Bandingkan' menggunakan strategi memasangkan satu per satu.
  • Pemeriksaan hasil lembar latihan mandiri 4 pasangan benda konkret: Butir 1 (7 apel vs 5 jeruk -> apel lebih banyak); Butir 2 (4 bola vs 6 balon -> bola lebih sedikit); Butir 3 (8 buku vs 8 pensil -> sama banyak); Butir 4 (3 bunga vs 9 daun -> bunga lebih sedikit).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman penutup untuk 2 set wadah balok: Set 1 (Wadah X berisi 6 balok dan Wadah Y berisi 6 balok; acuan tepat: kedua wadah sama banyak); Set 2 (Wadah K berisi 9 balok dan Wadah L berisi 4 balok; acuan tepat: Wadah K lebih banyak dari Wadah L, atau Wadah L lebih sedikit dari Wadah K).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat permainan berpasangan memasangkan benda konkret satu per satu
  • Pemeriksaan lembar latihan mandiri membandingkan 4 kelompok benda konkret

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Membandingkan Banyak Dua Kelompok Benda Konkret sampai 10Belum tepat menentukan hubungan 'lebih banyak', 'lebih sedikit', atau 'sama banyak' pada 4 butir latihan pasangan benda konkret meski dibimbing.Tepat menentukan hubungan perbandingan pada 1-2 dari 4 butir latihan pasangan benda konkret (acuan: Butir 1 apel lebih banyak, Butir 2 bola lebih sedikit, Butir 3 sama banyak, Butir 4 bunga lebih sedikit).Tepat menentukan hubungan perbandingan pada 3 dari 4 butir latihan pasangan benda konkret secara mandiri.Tepat menentukan seluruh (4 dari 4) butir latihan hubungan perbandingan pasangan benda konkret secara mandiri dan konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah strategi memasangkan satu per satu membantu murid memahami konsep lebih banyak, lebih sedikit, dan sama banyak secara konkret?
  • Berapa banyak murid yang masih kesulitan saat membandingkan dua kelompok benda yang selisih bilangannya hanya satu?

Murid:

  • Bagian mana yang paling kamu sukai saat bermain memasangkan benda tadi?
  • Apakah kamu sudah bisa menentukan benda mana yang lebih banyak dan lebih sedikit?

Pertemuan 6 — Mengurutkan bilangan cacah sampai 10 dengan membilang maju dan mundur — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.1.5 Mengurutkan bilangan cacah sampai 10

Pendahuluan:

  • Guru menyapa murid, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menanyakan urutan bilangan acak: 'Jika ada kartu 2, 4, 3, bagaimana urutannya dari yang paling kecil?' (acuan: urutan yang benar adalah 2, 3, 4) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu belajar mengurutkan bilangan cacah sampai 10 dengan cara membilang maju dan mundur melalui permainan tangga bilangan (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid mengamati peragaan guru dengan media gambar tangga bilangan 1 sampai 10 dan model anak (Upe) yang menaiki tangga untuk membilang maju (bertambah 1 tiap langkah) serta menuruni tangga untuk membilang mundur (berkurang 1 tiap langkah) (7 menit).
  • Murid bersama guru menyuarakan urutan bilangan membilang maju 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10 dan membilang mundur 10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1 secara runtut (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid dibagi ke dalam kelompok kecil beranggotakan 4-5 anak untuk melakukan permainan 'Ayo Berbaris Berurutan': tiap kelompok menerima satu set 5 kartu bilangan acak (Set A: 3, 1, 5, 2, 4; Set B: 8, 6, 10, 7, 9) dan berlomba menyusun kartu urut maju dari terkecil ke terbesar serta urut mundur dari terbesar ke terkecil (acuan Set A maju: 1, 2, 3, 4, 5; Set A mundur: 5, 4, 3, 2, 1; Set B maju: 6, 7, 8, 9, 10; Set B mundur: 10, 9, 8, 7, 6) (15 menit).
  • Secara mandiri, murid mengerjakan lembar latihan melengkapi urutan bilangan rumpang maju dan mundur pada 4 butir soal: Soal 1 urut maju: 1, 2, [3], 4, [5]; Soal 2 urut maju: 6, [7], 8, [9], 10; Soal 3 urut mundur: 5, 4, [3], 2, [1]; Soal 4 urut mundur: 10, [9], 8, 7, [6] (acuan: angka dalam tanda kurung siku adalah jawaban tepat) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali hasil susunan kartu bilangan dan lembar kerja miliknya dengan mencocokkan pada tangga bilangan kelas bersama bimbingan guru (10 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan bahwa membilang maju berarti mengurutkan dari bilangan kecil ke besar, sedangkan membilang mundur mengurutkan dari bilangan besar ke kecil (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap kerja murid dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memerlukan bimbingan menggunakan kartu bantuan bergambar titik bilangan (dot card) 1-5, sedangkan murid yang sudah mahir mengurutkan bilangan acak dari rentang 1-10 secara langsung.
  • Proses: Murid yang belum lancar didampingi secara intensif dengan peragaan tangga bilangan langkah demi langkah, sementara murid yang telah lancar diberikan tantangan berpasangan menyusun urutan mundur dari sembarang angka acak (misal mulai dari 7 mundur ke 2).
  • Produk: Semua murid menghasilkan urutan bilangan cacah yang tepat pada lembar kerja, baik dengan bantuan visual tangga bilangan maupun secara mandiri penuh.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: Guru menunjukkan 3 kartu bilangan acak (kartu angka 2, 4, 3) dan meminta murid menyebutkan urutannya mulai dari yang paling kecil (acuan jawaban: urutan tepat adalah 2, 3, 4).

Proses:

  • Pengamatan keterlibatan dan ketepatan murid saat permainan kelompok menyusun 5 kartu bilangan: Set A (3, 1, 5, 2, 4) diurutkan maju menjadi 1, 2, 3, 4, 5 dan mundur menjadi 5, 4, 3, 2, 1; Set B (8, 6, 10, 7, 9) diurutkan maju menjadi 6, 7, 8, 9, 10 dan mundur menjadi 10, 9, 8, 7, 6.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman individu melalui 4 butir lembar kerja melengkapi urutan bilangan rumpang: (1) Urutan maju: 1, 2, ..., 4, ... (acuan: 3 dan 5); (2) Urutan maju: 6, ..., 8, ..., 10 (acuan: 7 dan 9); (3) Urutan mundur: 5, 4, ..., 2, ... (acuan: 3 dan 1); (4) Urutan mundur: 10, ..., 8, 7, ... (acuan: 9 dan 6). Kriteria tuntas: minimal 3 dari 4 butir terjawab tepat.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja permainan kelompok mengurutkan kartu bilangan maju dan mundur
  • Penilaian lembar kerja individu melengkapi urutan bilangan rumpang sampai 10

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengurutkan bilangan cacah sampai 10 dengan membilang majuBelum mampu mengurutkan bilangan cacah secara maju meskipun menggunakan media konkret dan bimbingan penuh guru.Mampu mengurutkan bilangan cacah secara maju pada rentang 1-5 dengan bantuan media kartu/tangga bilangan.Mampu mengurutkan bilangan cacah secara maju pada rentang 1-10 secara tepat dan mandiri (sesuai acuan: 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10).Mampu mengurutkan bilangan cacah secara maju pada rentang 1-10 mulai dari sembarang bilangan secara tepat, konsisten, dan mandiri.
Mengurutkan bilangan cacah sampai 10 dengan membilang mundurBelum mampu mengurutkan bilangan cacah secara mundur meskipun dibimbing menggunakan media tangga bilangan.Mampu mengurutkan bilangan cacah secara mundur pada rentang 5-1 dengan bantuan media visual tangga bilangan.Mampu mengurutkan bilangan cacah secara mundur pada rentang 10-1 secara tepat dan mandiri (sesuai acuan: 10, 9, 8, 7, 6, 5, 4, 3, 2, 1).Mampu mengurutkan bilangan cacah secara mundur pada rentang 10-1 mulai dari sembarang bilangan secara tepat, konsisten, dan mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media tangga bilangan dan kartu angka efektif memfasilitasi pemahaman konsep membilang maju dan mundur bagi seluruh murid?
  • Bagian mana dari urutan membilang mundur yang paling banyak memicu keraguan murid dan bagaimana perbaikan pendampingannya?

Murid:

  • Bagian mana yang paling kamu sukai saat bermain urutan bilangan hari ini?
  • Apakah kamu lebih mudah mengurutkan bilangan maju atau mengurutkan bilangan mundur?

Pertemuan 7 — Melakukan komposisi (menyusun) bilangan cacah sampai 10 menggunakan benda konkret — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.1.6 Melakukan komposisi (menyusun) bilangan cacah sampai 10

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru mengecek kesiapan belajar dengan asesmen awal diagnostik: murid diminta mengambil 2 stik lalu mengambil 1 stik lagi dan menyebutkan jumlah keseluruhannya saat disatukan (acuan: tepat menyebutkan dan menunjukkan 3 stik) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu belajar menyusun (melakukan komposisi) dua kelompok benda konkret menjadi satu bilangan utuh sampai 10 (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Guru meletakkan 2 kelereng di piring merah dan 3 kelereng di piring biru, kemudian memindahkan semuanya ke mangkuk tengah sambil membilang: '2 kelereng dan 3 kelereng jika digabung menjadi 5 kelereng' (7 menit).
  • Guru mendemonstrasikan contoh komposisi bilangan 7 di depan kelas: 4 stik kayu digabung dengan 3 stik kayu menjadi 7 stik kayu; murid mengamati dan menghitung bersama banyaknya stik gabungan (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Secara berpasangan, murid memainkan permainan tantangan 'Gabung Kancing': Murid A mengambil sejumlah kancing (misal 3) dan Murid B mengambil kancing (misal 5), kemudian mereka menggabungkannya ke piring tengah dan menghitung total komposisi bilangan yang terbentuk (8 kancing) secara bergantian sebanyak 3 putaran (15 menit).
  • Murid secara mandiri menyelesaikan lembar kerja komposisi benda konkret untuk menyusun 4 target bilangan berikut: (1) Menyusun bilangan 4 dari 1 tutup botol biru dan 3 tutup botol merah; (2) Menyusun bilangan 6 dari 2 kancing hijau dan 4 kancing kuning; (3) Menyusun bilangan 8 dari 5 stik es krim dan 3 stik es krim; (4) Menyusun bilangan 10 dari 6 batu kerikil dan 4 batu kerikil (acuan: seluruh 4 susunan benda dihitung dan digabungkan dengan hasil tepat: 4, 6, 8, dan 10) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru memeriksa hasil susunan benda konkret mereka, menyadari bahwa satu bilangan (misal 5) dapat disusun dari gabungan dua bilangan lain (misal 1 dan 4, atau 2 dan 3) (5 menit).

Penutup:

  • Guru melakukan cek pemahaman akhir secara lisan dan peragaan: guru menunjukkan 3 kubus di tangan kiri dan 4 kubus di tangan kanan, lalu murid serentak menunjukkan jumlah gabungannya dengan kartu angka atau menyebut jumlah totalnya (acuan: tepat 7 kubus) (5 menit).
  • Guru menyimpulkan kegiatan pembelajaran menyusun benda konkret, memberi apresiasi atas keaktifan murid, dan menutup pelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan variasi ukuran benda konkret (kancing besar/kecil, tutup botol) untuk kemudahan manipulasi tangan murid.
  • Proses: Murid yang memerlukan bimbingan didampingi menyusun bilangan kecil (sampai 5), sedangkan murid yang sudah mahir diberi tantangan menyusun bilangan 7 sampai 10 dengan variasi pasangan kelompok benda berbeda.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan hasil komposisi secara langsung menggunakan penataan benda di meja atau melingkari jumlah gabungan benda pada lembar kerja bergambar.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tugas peragaan singkat di awal sesi: Murid diminta mengambil 2 stik es krim di tangan kiri dan 1 stik di tangan kanan, lalu menyatukannya di atas meja dan menyebutkan jumlah total stik (acuan jawaban tepat: 3 stik).

Proses:

  • Pengamatan langsung saat kerja berpasangan dan mandiri: Guru mengamati ketepatan murid menyusun dua kelompok benda konkret pada 4 target bilangan lembar kerja: (1) 1 dan 3 menjadi 4; (2) 2 dan 4 menjadi 6; (3) 5 dan 3 menjadi 8; (4) 6 dan 4 menjadi 10 (acuan: semua pasangan benda digabungkan dan dihitung menghasilkan nilai tepat 4, 6, 8, 10).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman di penutup: Murid mengamati guru menggabungkan 3 kubus dan 4 kubus, kemudian murid menyebutkan total bilangan hasil komposisi (acuan jawaban tepat: 7).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja manipulasi benda konkret dalam menyusun kelompok bilangan
  • Pemeriksaan lembar kerja komposisi bilangan 1 sampai 10 menggunakan benda konkret

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Melakukan komposisi (menyusun) bilangan cacah sampai 10 menggunakan benda konkretBelum mampu menyusun dua kelompok benda konkret menjadi bilangan target atau hanya mampu menyusun kurang dari 2 dari 4 target dengan benar meski telah dibimbing (acuan target: 4, 6, 8, 10).Mampu menyusun 2 dari 4 target bilangan menggunakan benda konkret dengan tepat secara mandiri, atau memerlukan arahan guru untuk target lainnya (acuan target: 4, 6, 8, 10).Mampu menyusun 3 dari 4 target bilangan menggunakan benda konkret dengan tepat secara mandiri (acuan target: 4, 6, 8, 10).Mampu menyusun seluruh 4 target bilangan (4, 6, 8, dan 10) dari dua kelompok benda konkret secara tepat dan mandiri tanpa bantuan guru.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan benda konkret (kancing, stik, tutup botol) efektif memfasilitasi pemahaman konsep komposisi bilangan?
  • Bagian mana dari kegiatan berpasangan yang membutuhkan pendampingan lebih intensif?

Murid:

  • Benda konkret apa yang paling kamu sukai saat belajar menggabungkan bilangan tadi?
  • Apakah kamu merasa mudah saat menyatukan dua kelompok kancing untuk membentuk bilangan baru?

Pertemuan 8 — Melakukan dekomposisi (mengurai) bilangan cacah sampai 10 menggunakan benda konkret — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.1.7 Melakukan dekomposisi (mengurai) bilangan cacah sampai 10

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat secara klasikal menggunakan 5 tutup botol: guru memegang 5 tutup botol di satu piring, lalu memindahkannya menjadi dua bagian (misal 2 di tangan kiri dan 3 di tangan kanan), kemudian meminta murid menyebutkan banyak benda di kedua tangan untuk mengecek kesiapan konsep memisahkan kumpulan benda (acuan diagnostik: murid tepat menyebut 2 dan 3 sebagai uraian dari 5) (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid memperhatikan demonstrasi guru mengurai 6 kancing baju menggunakan media konkret dan matras pemisah dua lingkaran (lingkaran utuh diurai menjadi dua cabang lingkaran): 6 kancing dipisahkan menjadi 1 dan 5, lalu dikembalikan dan dipisahkan lagi menjadi 2 dan 4, serta 3 dan 3 (acuan uraian bilangan 6: 1 dan 5, 2 dan 4, atau 3 dan 3) (10 menit).
  • Secara berpasangan, murid memegang 7 butir biji conglak di wadah utama, lalu mempraktikkan membagi 7 butir tersebut ke dalam dua piring kecil berbeda untuk mengamati bahwa bilangan 7 dapat diurai menjadi dua kelompok benda konkret (acuan uraian bilangan 7: 1 dan 6, 2 dan 5, atau 3 dan 4) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid memainkan aktivitas interaktif 'Trik Sulap Dua Tangan': murid mengambil 8 kancing baju, meletakkannya di belakang punggung, membaginya ke tangan kanan dan kiri secara rahasia, lalu membuka kedua tangan di atas meja dan mencatat pasangan uraian bilangannya (misal: 3 di tangan kiri dan 5 di tangan kanan) secara bergantian dengan teman sebangku (acuan uraian bilangan 8: 1 dan 7, 2 dan 6, 3 dan 5, atau 4 dan 4) (15 menit).
  • Murid secara mandiri menyelesaikan lembar latihan kerja manipulatif konkret untuk mengurai 4 bilangan berikut menggunakan kancing/biji: (1) Mengurai bilangan 5 menjadi 2 kelompok benda (acuan benar: 1 dan 4, atau 2 dan 3); (2) Mengurai bilangan 7 menjadi 2 kelompok benda (acuan benar: 1 dan 6, 2 dan 5, atau 3 dan 4); (3) Mengurai bilangan 9 menjadi 2 kelompok benda (acuan benar: 1 dan 8, 2 dan 7, 3 dan 6, atau 4 dan 5); (4) Mengurai bilangan 10 menjadi 2 kelompok benda (acuan benar: 1 dan 9, 2 dan 8, 3 dan 7, 4 dan 6, atau 5 dan 5) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mereview hasil penguraian bilangan yang telah dilakukan, menyimpulkan secara sadar bahwa satu kumpulan bilangan cacah sampai 10 dapat diurai menjadi dua kelompok dengan berbagai kemungkinan kombinasi (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan konfirmasi dan umpan balik langsung terhadap hasil kerja murid dalam mengurai bilangan cacah sampai 10 menggunakan benda konkret (3 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan mengajak murid merapikan alat peraga konkret dan mengucapkan doa serta salam penutup (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan menggunakan bilangan yang lebih kecil (sampai 5) dengan benda konkret berukuran besar, sedangkan murid yang mahir mengurai bilangan yang lebih besar (8 sampai 10).
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru langkah demi langkah saat membagi benda konkret, sedangkan murid yang mandiri mencari lebih dari satu variasi uraian untuk satu bilangan.
  • Produk: Semua murid mendemonstrasikan penguraian benda konkret, murid yang mahir menuliskan 2 alternatif uraian untuk bilangan yang sama pada lembar kerjanya.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik peragaan: Guru menunjukkan 5 tutup botol utuh, lalu memisahkannya ke dua tangan (2 tutup botol di tangan kiri, 3 tutup botol di tangan kanan). Pertanyaan guru: 'Berapa banyak tutup botol di tangan kiri dan berapa di tangan kanan?' (acuan: murid tepat menjawab 2 dan 3).

Proses:

  • Pengamatan langsung saat murid melakukan aktivitas 'Trik Sulap Dua Tangan' dengan 8 kancing: guru memeriksa ketepatan pemisahan 8 kancing menjadi dua kelompok (acuan tepat: jumlah kedua tangan tepat 8, yaitu 1 dan 7, 2 dan 6, 3 dan 5, atau 4 dan 4 tanpa ada kancing yang tercecer atau salah hitung).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri di lembar kerja mengurai 4 bilangan menggunakan benda konkret: (1) Mengurai 5 kancing (acuan benar: 1 dan 4, atau 2 dan 3); (2) Mengurai 7 kancing (acuan benar: 1 dan 6, 2 dan 5, atau 3 dan 4); (3) Mengurai 9 kancing (acuan benar: 1 dan 8, 2 dan 7, 3 dan 6, atau 4 dan 5); (4) Mengurai 10 kancing (acuan benar: 1 dan 9, 2 dan 8, 3 dan 7, 4 dan 6, atau 5 dan 5). Kriteria tuntas: minimal 3 dari 4 butir diurai dengan tepat.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat murid memisahkan benda konkret (kancing/biji) menjadi dua kelompok
  • Pemeriksaan lembar latihan dekomposisi 4 butir bilangan cacah sampai 10

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Melakukan dekomposisi (mengurai) bilangan cacah sampai 10 menggunakan benda konkretBelum mampu mengurai kumpulan benda konkret sampai 10 menjadi dua kelompok dengan tepat meskipun dengan bimbingan penuh guru.Mampu mengurai kumpulan benda konkret sampai 10 menjadi dua kelompok dengan tepat pada 1-2 butir bilangan dengan bimbingan guru (acuan butir: 5, 7, 9, 10).Mampu mengurai kumpulan benda konkret sampai 10 menjadi dua kelompok secara tepat pada minimal 3 dari 4 butir bilangan secara mandiri (acuan butir: 5, 7, 9, 10).Mampu mengurai kumpulan benda konkret sampai 10 menjadi dua kelompok secara tepat pada seluruh 4 butir bilangan (5, 7, 9, 10) serta menemukan lebih dari satu variasi uraian secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah penggunaan media konkret kancing dan piringan pemisah mempermudah murid memahami konsep dekomposisi bilangan sampai 10?
  • Bagian mana dari kegiatan penguraian bilangan yang masih membuat murid keliru saat memisahkan kelompok benda?

Murid:

  • Apakah kamu senang bermain memisahkan kancing dengan dua tangan?
  • Bilangan berapa yang paling mudah kamu pisahkan menjadi dua bagian?

Pertemuan 9 — Melakukan komposisi dan dekomposisi bilangan cacah sampai 10 menggunakan bingkai 10 — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.1.6 Melakukan komposisi (menyusun) bilangan cacah sampai 10
  • TP 1.1.7 Melakukan dekomposisi (mengurai) bilangan cacah sampai 10

Pendahuluan:

  • Guru mengondisikan kelas, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru menunjukkan media papan bingkai 10 kosong dan menyampaikan tujuan belajar hari ini yaitu menyusun (komposisi) dan mengurai (dekomposisi) bilangan cacah sampai 10 (4 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan meminta murid mengisi bingkai 10 menggunakan 4 kancing merah dan 1 kancing kuning lalu menyebutkan total bilangannya (acuan: tepat menghasilkan bilangan 5) (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mendemonstrasikan komposisi bilangan 7 pada bingkai 10 menggunakan 4 kancing merah dan 3 kancing biru, memperlihatkan bahwa 4 dan 3 membentuk 7 (6 menit).
  • Guru memperagakan dekomposisi bilangan 8 pada bingkai 10 dengan memisahkan 8 kancing menjadi 5 di baris atas dan 3 di baris bawah, membuktikan 8 terurai menjadi 5 dan 3 (6 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid secara berpasangan memainkan tantangan 'Detektif Bingkai 10' menggunakan papan bingkai 10 serta kancing dua warna (merah dan kuning) untuk memecahkan 3 misi komposisi: (1) susun bilangan 6 dari 4 kancing merah dan ... kancing kuning; (2) susun bilangan 9 dari 5 kancing merah dan ... kancing kuning; (3) susun bilangan 10 dari 7 kancing merah dan ... kancing kuning (acuan: misi 1 = 2 kancing kuning; misi 2 = 4 kancing kuning; misi 3 = 3 kancing kuning) (14 menit).
  • Murid secara mandiri menyelesaikan lembar latihan dekomposisi bingkai 10 untuk menguraikan 3 bilangan: (1) mengurai 7 kancing menjadi 2 kelompok; (2) mengurai 8 kancing menjadi 2 kelompok; (3) mengurai 10 kancing menjadi 2 kelompok (acuan kunci pasangan yang diterima: butir 1 = 1 dan 6, 2 dan 5, atau 3 dan 4; butir 2 = 1 dan 7, 2 dan 6, 3 dan 5, atau 4 dan 4; butir 3 = 1 dan 9, 2 dan 8, 3 dan 7, 4 dan 6, atau 5 dan 5) (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil susunan dan uraian bilangan pada bingkai 10 serta mengecek kembali apakah jumlah seluruh kotak yang terisi sesuai dengan bilangan target (8 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa bilangan sampai 10 dapat disusun dari dua kumpulan bilangan atau diurai menjadi dua kumpulan bagian menggunakan petak bingkai 10 (6 menit).
  • Guru memberikan tindak lanjut dan apresiasi atas kerja sama murid dalam menyelesaikan tantangan bingkai 10 sebelum menutup pelajaran dengan doa (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan bingkai 10 dengan petak bergaris tebal dan kancing kontras bagi murid yang membutuhkan bantuan visual, serta bingkai 10 polos bagi murid yang sudah lancar.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih komposisi dan dekomposisi pada bilangan 1 sampai 5 terlebih dahulu dengan pendampingan guru; murid yang cepat diberikan tantangan mencari lebih dari 2 variasi pasangan dekomposisi untuk bilangan 9 dan 10 secara mandiri.
  • Produk: Murid menuangkan hasil komposisi dan dekomposisi berupa susunan fisik kancing pada bingkai 10 konkret atau menggambar bulatan warna pada lembar bergambar bingkai 10.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tes unjuk kerja singkat: Murid diminta menata 4 kancing merah dan 1 kancing kuning ke dalam petak bingkai 10 lalu menentukan bilangan hasil gabungannya (acuan: tepat menyusun dan menyebut bilangan 5).

Proses:

  • Pengamatan saat kegiatan 'Detektif Bingkai 10': Menilai ketepatan murid melengkapi kancing kuning untuk menyusun target bilangan 6, 9, dan 10 (acuan: misi 1 butuh 2 kancing; misi 2 butuh 4 kancing; misi 3 butuh 3 kancing).
  • Pemeriksaan lembar latihan dekomposisi: Menilai ketepatan mengurai bilangan 7, 8, dan 10 menjadi dua kelompok pada bingkai 10 (acuan: butir 1 jumlah bagian = 7; butir 2 jumlah bagian = 8; butir 3 jumlah bagian = 10).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan/peragaan cepat di akhir tahap merefleksi: Murid menunjukkan 1 cara dekomposisi bilangan 6 pada bingkai 10 (acuan jawaban benar: memisahkan menjadi pasangan 1 dan 5, 2 dan 4, atau 3 dan 3).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat murid menyusun kancing dua warna pada bingkai 10 (komposisi)
  • Pemeriksaan lembar latihan mandiri dekomposisi bilangan menggunakan bingkai 10

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Melakukan komposisi bilangan cacah sampai 10 menggunakan bingkai 10Belum mampu menyusun kancing pada bingkai 10 untuk membentuk bilangan yang ditentukan walau dibimbing.Mampu menyusun kancing pada bingkai 10 untuk membentuk 1 dari 3 misi bilangan target secara tepat.Mampu menyusun kancing pada bingkai 10 untuk membentuk 2 dari 3 misi bilangan target secara tepat (acuan: misi 1 butuh 2 kancing, misi 2 butuh 4 kancing, misi 3 butuh 3 kancing).Mampu menyusun kancing pada bingkai 10 untuk membentuk seluruh (3 misi) bilangan target secara tepat dan mandiri.
Melakukan dekomposisi bilangan cacah sampai 10 menggunakan bingkai 10Belum mampu mengurai kancing pada bingkai 10 menjadi dua kelompok bilangan.Mampu mengurai kancing pada bingkai 10 menjadi dua kelompok bilangan dengan tepat pada 1 dari 3 butir soal.Mampu mengurai kancing pada bingkai 10 menjadi dua kelompok bilangan dengan tepat pada 2 dari 3 butir soal (acuan: butir 1 hasil urai total 7, butir 2 total 8, butir 3 total 10).Mampu mengurai kancing pada bingkai 10 menjadi dua kelompok bilangan dengan tepat pada seluruh (3 butir) soal secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah media manipulatif bingkai 10 dan kancing dua warna efektif membantu murid memahami konsep komposisi dan dekomposisi?
  • Bagian mana dari langkah menyusun atau mengurai bilangan yang masih membingungkan sebagian murid?

Murid:

  • Kegiatan apa yang paling menyenangkan saat bermain kancing di bingkai 10 hari ini?
  • Bilangan berapa yang paling mudah kamu uraikan menjadi dua bagian?

Pertemuan 10 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 1.1.1 Menunjukkan pemahaman bilangan cacah sampai 10
  • TP 1.1.2 Membaca bilangan cacah sampai 10
  • TP 1.1.3 Menulis bilangan cacah sampai 10
  • TP 1.1.4 Membandingkan bilangan cacah sampai 10
  • TP 1.1.5 Mengurutkan bilangan cacah sampai 10
  • TP 1.1.6 Melakukan komposisi (menyusun) bilangan cacah sampai 10
  • TP 1.1.7 Melakukan dekomposisi (mengurai) bilangan cacah sampai 10

Pendahuluan:

  • Guru mengkondisikan murid dalam suasana tenang, mengajak berdoa bersama, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan bahwa hari ini adalah asesmen sumatif Bab 1 untuk menunjukkan pencapaian belajar membilang sampai dengan 10 secara mandiri (3 menit).
  • Guru menjelaskan tata tertib asesmen yang terdiri dari dua bagian: pengerjaan lembar kerja tertulis serentak dan unjuk kerja manipulatif-lisan bergiliran di meja guru (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan lembar kerja tertulis bergambar dan menjelaskan petunjuk pengerjaan setiap nomor dengan jelas: membilang gambar dan menulis lambang bilangan dengan arah goresan benar, membandingkan dua kelompok gambar benda dengan pasangan satu-satu, serta melengkapi urutan bilangan cacah (3 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Tugas 1 (Tes Tertulis Serentak): Seluruh murid secara mandiri mengerjakan lembar kerja tertulis bergambar selama 22 menit. Butir soal mencakup: (1) Membilang gambar kumpulan benda dan menuliskan lambangnya: Soal 1a menghitung 4 buah apel (kunci: 4); Soal 1b menghitung 7 pensil (kunci: 7); Soal 1c piring kosong tanpa benda (kunci: 0). (2) Membandingkan dua kelompok gambar: Soal 2a membandingkan 6 bola dan 4 gawang dengan pasangan satu-satu (kunci: kelompok bola 'lebih banyak dari' kelompok gawang); Soal 2b membandingkan 3 cangkir dan 5 piring (kunci: kelompok cangkir 'lebih sedikit dari' kelompok piring); Soal 2c membandingkan 5 topi dan 5 anak (kunci: kelompok topi 'sama banyak dengan' kelompok anak). (3) Mengurutkan bilangan: Soal 3a melengkapi urutan membilang maju 3, 4, __, 6, 7 (kunci: 5); Soal 3b melengkapi urutan membilang mundur 9, 8, __, 6, 5 (kunci: 7) (22 menit).
  • Tugas 2 (Unjuk Kerja Bergiliran): Bersamaan saat murid lain melanjutkan lembar kerja secara tertib atau aktivitas penguatan senyap, tiap murid dipanggil bergantian ke meja guru selama 1,5 menit (total 28 murid x 1,5 menit = 35 menit) untuk melakukan 3 tugas unjuk kerja lisan dan manipulatif: (a) Membaca lambang bilangan saat guru memperlihatkan 3 kartu acak dari kartu 0-10: kartu '0' dibaca 'nol', kartu '6' dibaca 'enam', kartu '8' dibaca 'delapan'; (b) Komposisi bilangan konkret: murid menyusun sasaran 7 dengan menggabungkan dua piring kancing (misal 3 kancing merah dan 4 kancing biru digabung menjadi 7); (c) Dekomposisi bilangan konkret: murid mengurai 9 kancing yang tersedia menjadi dua kelompok terpisah (misal 9 diurai menjadi 5 dan 4) (35 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengumpulkan seluruh lembar kerja murid, lalu mengajak murid bernapas lega dan merefleksikan pengalaman mengerjakan asesmen secara mandiri dan jujur (3 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru merangkum secara lisan bahwa bilangan 0 sampai 10 dapat dihitung, dibaca, ditulis, dibandingkan, diurutkan, serta disusun dan diurai pasangannya (1 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas kejujuran dan kemandirian seluruh murid dalam menyelesaikan rangkaian asesmen Bab 1, lalu menutup pertemuan dengan doa (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi aksesibilitas visual: lembar kerja dicetak dengan gambar berukuran jelas dan kontras tinggi bagi murid yang membutuhkan tanpa mengubah kompetensi yang diuji.
  • Proses: Akomodasi akses cara menjawab: murid dengan hambatan motorik halus menulis lambang bilangan diberikan kesempatan membimbing tangan atau menyebutkan lambang bilangan secara lisan langsung kepada guru dengan standar bukti yang tetap sama.
  • Produk: Standar bukti kompetensi dan kunci penilaian tetap seragam untuk seluruh murid sesuai acuan sumatif.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan mental dan sarana tulis murid sebelum tes sumatif dimulai: memastikan murid memahami instruksi pengerjaan mandiri tanpa bertanya kepada teman.

Proses:

  • Observasi langsung keteraturan dan kemandirian murid selama tes tertulis serentak berlangsung.

Sumatif Bab:

  • kombinasi tes tertulis bergambar serentak dan unjuk kerja manipulatif-lisan bergiliran: lembar kerja tertulis melingkari/menuliskan lambang bilangan serta membandingkan dan mengurutkan bilangan cacah sampai 10, dipadukan dengan performa lisan membaca bilangan dan peragaan manipulatif konkret komposisi serta dekomposisi bilangan sampai 10
  • tes tertulis serentak: lembar kerja murid berisi tugas membilang banyak gambar benda konkret lalu menuliskan lambang bilangan 0-10 dengan goresan tepat, membandingkan dua kelompok gambar benda dengan pasangan satu-satu (lebih banyak/lebih sedikit/sama banyak), dan melengkapi urutan lambang bilangan cacah 0-10 dari terkecil maupun terbesar (25 menit; kelompok; instrumen: pedoman penskoran dan kunci jawaban lembar kerja bergambar)
  • unjuk kerja bergiliran: kinerja tiap murid dinilai 1,5 menit secara rotasi ke meja guru (28 murid x 1,5 menit = 42 menit): murid melafalkan nama bilangan saat ditunjukkan kartu lambang bilangan cacah 0-10 (TP 2), memperagakan penggabungan dua kelompok kancing warna menjadi satu bilangan sasaran sampai 10 (TP 6), serta mengurai satu kelompok kancing sasaran sampai 10 menjadi dua kelompok bilangan pembentuknya (TP 7) dengan kriteria rubrik: ketepatan lafal nama lambang bilangan, ketepatan komposisi kuantitas benda, dan ketepatan dekomposisi kuantitas benda (45 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja 3 kriteria (ketepatan pelafalan lambang bilangan 0-10, ketepatan penyusunan/komposisi benda konkret, dan ketepatan penguraian/dekomposisi benda konkret))

Sumatif:

  • kombinasi tes tertulis bergambar serentak dan unjuk kerja manipulatif-lisan bergiliran: lembar kerja tertulis melingkari/menuliskan lambang bilangan serta membandingkan dan mengurutkan bilangan cacah sampai 10, dipadukan dengan performa lisan membaca bilangan dan peragaan manipulatif konkret komposisi serta dekomposisi bilangan sampai 10
  • tes tertulis serentak: lembar kerja murid berisi tugas membilang banyak gambar benda konkret lalu menuliskan lambang bilangan 0-10 dengan goresan tepat, membandingkan dua kelompok gambar benda dengan pasangan satu-satu (lebih banyak/lebih sedikit/sama banyak), dan melengkapi urutan lambang bilangan cacah 0-10 dari terkecil maupun terbesar (25 menit; kelompok; instrumen: pedoman penskoran dan kunci jawaban lembar kerja bergambar)
  • unjuk kerja bergiliran: kinerja tiap murid dinilai 1,5 menit secara rotasi ke meja guru (28 murid x 1,5 menit = 42 menit): murid melafalkan nama bilangan saat ditunjukkan kartu lambang bilangan cacah 0-10 (TP 2), memperagakan penggabungan dua kelompok kancing warna menjadi satu bilangan sasaran sampai 10 (TP 6), serta mengurai satu kelompok kancing sasaran sampai 10 menjadi dua kelompok bilangan pembentuknya (TP 7) dengan kriteria rubrik: ketepatan lafal nama lambang bilangan, ketepatan komposisi kuantitas benda, dan ketepatan dekomposisi kuantitas benda (45 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja 3 kriteria (ketepatan pelafalan lambang bilangan 0-10, ketepatan penyusunan/komposisi benda konkret, dan ketepatan penguraian/dekomposisi benda konkret))

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Membilang dan Menulis Bilangan Cacah 0-10 (TP 1 & TP 3)Membilang gambar benda dan menuliskan lambang bilangan dengan tepat kurang dari 2 butir dari 3 butir soal (Acuan: Soal 1a = 4; Soal 1b = 7; Soal 1c = 0).Tepat membilang gambar benda dan menuliskan lambang bilangan pada 2 butir dari 3 butir soal (Acuan: Soal 1a = 4; Soal 1b = 7; Soal 1c = 0).Tepat membilang gambar benda dan menuliskan lambang bilangan pada seluruh 3 butir soal (Acuan: Soal 1a = 4; Soal 1b = 7; Soal 1c = 0) dengan arah goresan angka yang terbaca.Tepat membilang gambar benda dan menuliskan lambang bilangan pada seluruh 3 butir soal secara konsisten mandiri dengan arah goresan yang rapi dan presisi sempurna.
Ketepatan Membandingkan dan Mengurutkan Bilangan Cacah sampai 10 (TP 4 & TP 5)Menjawab tepat kurang dari 3 butir dari total 5 butir soal pembandingan dan pengurutan (Acuan: Soal 2a 'lebih banyak dari', Soal 2b 'lebih sedikit dari', Soal 2c 'sama banyak dengan', Soal 3a '5', Soal 3b '7').Menjawab tepat 3 sampai 4 butir dari 5 butir soal pembandingan dan pengurutan sesuai acuan.Menjawab tepat seluruh 5 butir soal pembandingan dan pengurutan sesuai acuan kunci jawaban.Menjawab tepat seluruh 5 butir soal pembandingan dan pengurutan secara mandiri tanpa keraguan atau coretan perbaikan.
Ketepatan Membaca Lambang Bilangan Cacah 0-10 secara Lisan (TP 2)Melafalkan dengan tepat nama lambang bilangan hanya pada 1 kartu dari 3 kartu yang ditunjukkan (Acuan: kartu '0' dilafalkan 'nol', kartu '6' dilafalkan 'enam', kartu '8' dilafalkan 'delapan').Melafalkan dengan tepat nama lambang bilangan pada 2 kartu dari 3 kartu yang ditunjukkan sesuai acuan.Melafalkan dengan tepat nama lambang bilangan pada seluruh 3 kartu yang ditunjukkan ('nol', 'enam', 'delapan') tanpa salah.Melafalkan dengan fasih, tepat, dan spontan seluruh nama lambang bilangan pada 3 kartu yang ditunjukkan secara mandiri.
Ketepatan Komposisi dan Dekomposisi Bilangan Cacah dengan Benda Konkret (TP 6 & TP 7)Belum tepat melakukan peragaan komposisi (sasaran 7) maupun dekomposisi (sasaran 9) menggunakan kancing warna (Acuan komposisi 7: pasangan 1+6, 2+5, 3+4, atau sebaliknya; Acuan dekomposisi 9: urai menjadi 1 dan 8, 2 dan 7, 3 dan 6, atau 4 dan 5).Tepat melakukan salah satu tugas manipulatif: komposisi sasaran 7 saja atau dekomposisi sasaran 9 saja sesuai acuan pasangan bilangan.Tepat melakukan kedua peragaan manipulatif, yaitu komposisi sasaran 7 dan dekomposisi sasaran 9 sesuai pasangan bilangan yang benar.Tepat dan cepat memperagakan komposisi sasaran 7 dan dekomposisi sasaran 9 secara mandiri serta mampu menunjukkan variasi pasangan bilangan lainnya dengan benda konkret.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Bagaimana ketercapaian murid kelas 1 terhadap keseluruhan kompetensi dasar bilangan cacah 0-10 pada Bab 1?
  • Apakah alokasi waktu 1,5 menit per murid untuk unjuk kerja manipulatif-lisan di meja guru berjalan efektif dan tertib?
  • Bagian mana dari kompetensi membilang, membandingkan, mengurutkan, atau pasangan bilangan yang masih memerlukan bimbingan lanjutan pada bab berikutnya?

Murid:

  • Bagian tugas mana yang paling mudah kamu selesaikan hari ini?
  • Bagian tugas mana yang terasa paling membutuhkan ketelitian saat kamu menyusun atau mengurai kancing?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek 2021)
  2. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek 2021)
  3. Benda konkret: stik es krim, tutup botol, balok kayu hitung, wadah transparan
  4. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2022).
  5. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2022).
  6. Set kartu lambang bilangan (angka 1, 2, 3, 4, 5) dan kartu nama bilangan ('satu', 'dua', 'tiga', 'empat', 'lima').
  7. Lembar kerja memasangkan lambang dan nama bilangan 1 sampai 5.
  8. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek 2022)
  9. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek 2022)
  10. Set kartu lambang bilangan (0, 6, 7, 8, 9, 10) dan kartu nama bilangan ('nol', 'enam', 'tujuh', 'delapan', 'sembilan', 'sepuluh')
  11. Lembar kerja pasangan kartu lambang dan nama bilangan
  12. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas I, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, 2021.
  13. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas I, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, 2021.
  14. Kartu raba bertitik lambang bilangan 0 sampai 10 (sandpaper numbers/kartu bertekstur).
  15. Papan tulis mini dan spidol untuk latihan menulis lambang bilangan.
  16. Lembar Kerja Murid (LKPD) menebalkan dan menyalin lambang bilangan 0 sampai 10 dengan panduan panah alur.
  17. Buku Panduan Guru Matematika untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2022)
  18. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2022)
  19. Benda konkret di kelas: kancing warna-warni, stik es krim, tutup botol, pensil, dan balok mainan
  20. Set kartu lambang bilangan 1 sampai 10
  21. Bagan/poster tangga bilangan 1-10 di dinding kelas
  22. Benda konkret: kancing warna-warni, stik es krim, tutup botol, batu kerikil kecil, kubus hitung, dan piring plastik
  23. Media konkret: kancing baju warna-warni, biji conglak/batu kecil, piring kertas kecil, matras diagram pasangan bilangan
  24. Papan petak bingkai 10 (ten frame)
  25. Kancing/keping manipulatif warna merah dan kuning
  26. Buku Siswa Matematika untuk SD/MI Kelas I (Kemendikbudristek, 2022) Bab 1 Ayo Membilang sampai dengan 10
  27. Lembar Kerja Asesmen Sumatif Bab 1 Bergambar
  28. Kartu lambang bilangan cacah 0 sampai 10
  29. Kancing warna/benda manipulatif konkret untuk peragaan komposisi dan dekomposisi

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.