MODUL AJAR Koding dan Kecerdasan Artifisial — Kelas 7 (Fase D) Topik: Bab 2 — Literasi Digital untuk Kreasi Konten INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Koding dan Kecerdasan Artifisial |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 7 |
|---|
| Topik | Bab 2 — Literasi Digital untuk Kreasi Konten |
|---|
| Alokasi Waktu | 20 JP (20 x 40 menit = 800 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 10 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 7.2.1 Memproduksi konten digital berupa slide secara kreatif
- TP 7.2.2 Mendiseminasi konten digital berupa slide kepada audiens sasaran
- TP 7.2.3 Memproduksi konten digital berupa infografis yang memuat informasi terstruktur
- TP 7.2.4 Mendiseminasi konten digital berupa infografis melalui saluran digital yang relevan
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Apa perbedaan utama antara membaca paragraf panjang di buku dengan membaca teks yang diringkas di dalam slide presentasi?
- Bagaimana cara menyusun teks dan tata letak dasar slide agar informasi yang kita sampaikan langsung dipahami oleh pembaca?
- Mengapa sebuah slide presentasi yang hanya berisi teks panjang sering membuat audiens bosan dan sulit menangkap pesan utama?
- Bagaimana gambar atau ikon visual dapat membantu memperjelas makna teks pada slide presentasi?
- Mengapa slide dengan teks terlalu panjang atau warna latar yang bertabrakan membuat audiens sulit membaca materi?
- Bagaimana penggunaan efek transisi slide yang tepat dapat membuat alur perpindahan informasi menjadi rapi tanpa mengaburkan isi pesan?
- Bagaimana cara kita menyebarkan pesan dan gagasan pada slide secara langsung agar dimengerti oleh teman sekelas?
- Apa saja langkah penting saat mendiseminasikan konten slide kepada audiens langsung di ruang kelas?
- Bagaimana cara kita membagikan file presentasi slide kepada orang lain tanpa harus mengirimkan lampiran file yang berukuran besar?
- Mengapa pengaturan hak akses (seperti 'Hanya Lihat' atau 'Bisa Mengedit') sangat penting saat kita menyebarkan tautan berbagi slide daring?
- Bagaimana cara membagi teks yang panjang menjadi tiga bagian struktur (judul, poin inti data, dan simpulan) agar mudah dibaca?
- Mengapa penataan kotak tata letak (wireframe) penting dibuat sebelum kita mendesain infografis digital?
- Mengapa sebuah infografis membutuhkan ikon visual di samping teks informasi?
- Bagaimana cara menyusun informasi yang panjang agar tampak terstruktur dan mudah dipahami dalam satu lembar infografis?
- Setelah sebuah infografis selesai dibuat, bagaimana cara membagikannya agar teman-teman sekelas dapat membaca dan memanfaatkan informasinya dengan mudah?
- Saluran digital kelas apa saja yang paling tepat digunakan untuk menyebarkan file gambar infografis secara tertib?
- Bagaimana cara membagikan infografis ke akun media sosial resmi sekolah agar pesan visualnya dapat diakses dengan tepat oleh audiens?
- Apa perbedaan saluran diseminasi grup kelas daring dengan kanal media sosial publik sekolah dalam menyebarkan informasi grafis?
- Bagaimana rancangan slide dan infografis digital yang telah kalian susun dapat menyampaikan pesan secara terstruktur dan menarik bagi audiens?
- Mengapa diseminasi karya melalui saluran digital dan presentasi langsung memerlukan pemilihan format serta bahasa penyampaian yang tepat sasaran?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Memproduksi Kerangka Teks dan Tata Letak Dasar Konten Digital Berupa Slide — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.2.1 Memproduksi konten digital berupa slide secara kreatif
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan mengondisikan kesiapan belajar (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu memproduksi kerangka teks 3 bagian dan tata letak dasar slide digital secara kreatif (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis klasifikasi cepat di papan tulis: murid mengidentifikasi 3 kutipan teks ke dalam kategori 'Pembuka', 'Isi', atau 'Penutup' (acuan kunci: (1) 'Selamat pagi, hari ini kita membahas Tips Gaya Hidup Sehat' -> Pembuka; (2) 'Pola makan bergizi seimbang dan olahraga teratur 30 menit sehari' -> Isi; (3) 'Mari mulai hidup sehat sejak dini, terima kasih' -> Penutup) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mengamati perbandingan dua contoh tampilan slide di layar: Slide A yang memuat teks paragraf rapat tanpa hierarki dan Slide B yang memuat kerangka teks ringkas (judul, poin inti) dengan tata letak dasar seimbang (7 menit).
- Murid menyimak penjelasan guru mengenai prinsip kerangka teks slide (struktur 3 bagian: pembuka, isi, penutup; satu ide utama per slide) serta tata letak dasar (kontras teks dengan latar, penataan kotak teks judul di atas dan poin penjelasan di bawah) (8 menit).
- Murid memainkan tantangan cepat menggembirakan 'Sortir Kartu Kerangka Slide': secara berpasangan, murid menempelkan 3 kartu potongan teks acak topik 'Keamanan Akun Digital' ke kolom yang tepat di lembar kerja (kartu 1: 'Tips Membuat Kata Sandi Kuat' -> kolom Judul/Pembuka; kartu 2: 'Gunakan kombinasi simbol dan minimal 8 karakter' -> kolom Poin Isi; kartu 3: 'Simpan kata sandi dengan aman dan jangan dibagikan' -> kolom Penutup/Simpulan; acuan: urutan tepat kartu 1, 2, 3) (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid membuka aplikasi pembuat slide (seperti PowerPoint, Google Slides, atau Canva) di komputer masing-masing untuk memulai proyek produksi slide baru (5 menit).
- Murid memproduksi kerangka teks presentasi 3 slide bertema 'Gaya Hidup Sehat' atau 'Jejak Digital Remaja', yang terdiri atas: Slide 1 (Pembuka: Judul dan subjudul), Slide 2 (Isi: 2-3 butir teks ringkas yang memuat satu ide utama), dan Slide 3 (Penutup: Kalimat simpulan/pesan akhir) (10 menit).
- Murid mengatur tata letak dasar pada ketiga slide tersebut secara mandiri dengan menetapkan posisi judul utama di area atas, perataan kotak teks yang rapi, pemanfaatan ruang kosong (white space), serta kontras warna font dan latar belakang yang terbaca jelas (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil kerangka teks dan tata letak dasar 3 slide miliknya menggunakan lembar cek mandiri keterbacaan (memeriksa apakah teks sudah ringkas dan posisi tata letak tidak bertumpuk) (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik formatif langsung pada draf kerja murid di layar komputer terkait proporsi tata letak teks dan keringkasan kalimat kerangka slide (3 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan prinsip utama pembuatan kerangka teks dan tata letak dasar pada slide presentasi digital (4 menit).
- Guru menginformasikan rencana latihan pertemuan berikutnya (menambahkan elemen visual dan multimedia pada slide yang sudah dibuat kerangkanya) lalu menutup sesi dengan doa dan salam (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar panduan kerangka teks terstruktur dengan template kotak tata letak bagi murid yang membutuhkan bimbingan, serta daftar tema terbuka (misal: Etika Media Sosial atau Hemat Energi) bagi murid yang siap mengeksplorasi ide teks lebih kompleks.
- Proses: Memberikan bimbingan bertahap (scaffolding) pada penataan placeholder teks bagi murid yang baru mengenal aplikasi slide, sementara murid yang mahir dipersilakan merancang variasi grid tata letak dasar (misal 2 kolom teks sejajar) secara mandiri.
- Produk: Produk minimal berupa file 3 slide digital yang memuat kerangka teks 3 bagian (pembuka, isi, penutup) dengan tata letak dasar yang rapi dan terbaca.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik identifikasi fungsi kerangka teks: Murid mengklasifikasikan 3 teks contoh ke dalam kategori Pembuka, Isi, atau Penutup. Kunci acuan: (1) 'Selamat pagi, hari ini kita membahas Tips Gaya Hidup Sehat' = Pembuka; (2) 'Pola makan bergizi seimbang dan olahraga teratur 30 menit sehari' = Isi; (3) 'Mari mulai hidup sehat sejak dini, terima kasih' = Penutup.
Proses:- Observasi formatif saat murid mengetikkan teks dan menata kotak teks pada slide 1 (pembuka), slide 2 (isi), dan slide 3 (penutup). Indikator: kerangka teks memuat minimal 3 bagian lengkap dan tata letak teks tidak menumpuk serta simetris/terbaca.
Akhir Pertemuan:- Cek hasil produksi kerangka dan tata letak slide digital (3 slide). Kriteria penerimaan operasional: Teks pada slide 1 berisi judul topik; slide 2 memuat 2-3 butir poin ringkas tanpa paragraf panjang; slide 3 memuat 1 kalimat penutup; seluruh teks ditempatkan dalam tata letak dasar yang tidak bertumpuk dengan margin yang proporsional.
Formatif:- Penilaian proses observasi langsung terhadap penyusunan kerangka teks 3 bagian pada aplikasi slide
- Pemeriksaan hasil kerja tata letak dasar slide menggunakan rubrik penilaian unjuk kerja produksi slide
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kelengkapan Kerangka Teks Slide | Membuat kerangka slide kurang dari 2 bagian struktur (hanya judul atau teks isi yang belum terpisah). | Membuat kerangka teks slide yang mencakup 2 bagian struktur (misalnya hanya pembuka dan isi, tanpa bagian penutup). | Membuat kerangka teks slide secara lengkap mencakup 3 bagian struktur (pembuka, isi, dan penutup). | Membuat kerangka teks slide secara lengkap 3 bagian struktur dengan kalimat yang sangat ringkas, padat, dan fokus pada satu ide pokok per slide. | | Tata Letak Dasar Slide | Tata letak teks belum teratur, posisi kotak teks bertumpukan atau terpotong di luar batas slide. | Menata kotak teks di dalam batas slide namun penempatan posisi judul dan isi belum proporsional atau margin tidak seimbang. | Menata posisi judul dan teks isi secara proporsional, rapi, tidak bertumpukan, serta memanfaatkan ruang slide dengan seimbang. | Menata posisi judul dan teks isi secara proporsional dengan pengaturan hierarki visual (ukuran font pembeda) dan ruang kosong (white space) yang sangat rapi dan konsisten pada seluruh slide. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat memahami struktur kerangka teks presentasi 3 bagian dengan jelas sebelum menuangkannya ke dalam slide?
- Bagian tata letak dasar mana yang paling sering mengalami kendala penataan oleh murid di aplikasi slide?
Murid:- Bagian mana dari pembuatan kerangka slide (pembuka, isi, atau penutup) yang menurutmu paling mudah dibuat?
- Apakah tata letak teks pada slide yang kamu susun sudah mudah dibaca dan posisinya rapi?
Pertemuan 2 — Memproduksi Konten Digital Berupa Slide Kreatif Berbantuan Elemen Visual dan Multimedia — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.2.1 Memproduksi konten digital berupa slide secara kreatif
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu memperkaya kerangka slide dengan elemen visual dan multimedia secara kreatif (3 menit).
- Guru melaksanakan diagnostik singkat melalui asesmen awal dengan menampilkan slide teks polos bertema 'Gaya Hidup Sehat' lalu meminta murid memilih 1 dari 3 pasangan visual yang paling tepat memperjelas teks (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengamati pemodelan guru tentang cara menyisipkan dan menata elemen visual (gambar relevan, ikon pendukung, serta bentuk geometris) agar serasi dengan teks pada aplikasi presentasi (Google Slides/PowerPoint/Canva) (10 menit).
- Murid mengikuti permainan cepat 'Tebak Ikon Tepat': murid mencocokkan secara cepat 3 kartu teks konsep dengan 3 kartu simbol/ikon digital yang diproyeksikan di layar: (1) 'Pola Makan Seimbang' -> ikon piring berisi sayur/buah; (2) 'Aktivitas Fisik Teratur' -> ikon sepatu lari; (3) 'Istirahat Cukup' -> ikon jam dan tempat tidur (acuan: pasangan tepat 1-1) (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid membuka berkas kerangka slide teks yang telah dibuat pada pertemuan sebelumnya (topik 'Gaya Hidup Sehat' yang terdiri atas 3 slide: Judul, Isi, dan Penutup) (5 menit).
- Murid memproduksi slide kreatif dengan menyisipkan minimal 1 gambar relevan berlisensi bebas pada slide judul, serta minimal 2 ikon visual penjelas teks pada slide isi dengan memperhatikan proporsi ukuran dan kontras warna (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa keselarasan antara teks dan elemen visual yang baru disisipkan pada slide menggunakan daftar cek mandiri 3 butir: (1) Gambar relevan dengan topik, (2) Ikon memperjelas teks bukan sekadar hiasan, (3) Teks tetap terbaca jelas tanpa tertutup elemen visual (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan prinsip pemilihan elemen visual dan multimedia pada slide yang efektif memperkuat pesan (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik menyeluruh atas hasil kerja mandiri murid dan menutup sesi pembelajaran (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan folder aset gambar dan ikon siap pakai yang sudah dikurasi guru; murid mahir diperbolehkan mencari aset mandiri dari repositori daring berlisensi terbuka (Creative Commons).
- Proses: Guru memberikan panduan langkah demi langkah (scaffolding) untuk penyisipan dan pengaturan tata letak gambar bagi murid yang belum lancar mengoperasikan antarmuka aplikasi presentasi.
- Produk: Murid yang bergerak cepat dapat menambahkan elemen multimedia tambahan berupa video singkat atau tautan audio penjelas pada slide isi, sedangkan murid reguler fokus pada penyisipan gambar dan ikon visual yang proporsional.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Murid mengidentifikasi pasangan visual yang tepat untuk teks slide 'Minum Air Putih 8 Gelas Sehari' dari 3 pilihan gambar yang ditampilkan: Pilihan A (Gambar cangkir kopi panas), Pilihan B (Gambar botol air mineral dan gelas berisi air), Pilihan C (Gambar soda kaleng). (Acuan jawaban benar: Pilihan B, karena secara tepat merepresentasikan konsep air putih).
Proses:- Lembar observasi produksi slide kreatif saat murid bekerja: memeriksa apakah murid menyisipkan minimal 1 gambar pada slide judul dan minimal 2 ikon visual pada slide isi yang relevan dengan teks topik 'Gaya Hidup Sehat' (Acuan: gambar bertema kesehatan/olahraga/makanan sehat, ikon berupa simbol aktivitas atau nutrisi yang tidak menutupi keterbacaan teks).
Akhir Pertemuan:- Cek hasil kerja mandiri pada akhir sesi: Murid mengumpulkan tautan/berkas slide 3 halaman yang telah diperkaya visual. Kriteria penerimaan operasional: Terdapat minimal 1 elemen gambar relevan pada slide judul, minimal 2 ikon visual pendukung pada slide isi, serta tidak ada teks yang tertutup oleh elemen grafis.
Formatif:- Kuis diagnostik visual di awal pembelajaran
- Observasi unjuk kerja saat menyisipkan elemen visual dan multimedia pada slide
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penyisipan Elemen Visual dan Multimedia pada Slide | Belum menyisipkan elemen visual atau gambar dan ikon yang disisipkan tidak sesuai dengan konteks teks topik slide. | Menyisipkan 1 gambar atau ikon pada slide dengan bimbingan teknis, namun penempatannya masih menutupi teks atau belum proporsional. | Menyisipkan minimal 1 gambar relevan pada slide judul dan minimal 2 ikon pendukung pada slide isi secara mandiri dengan tata letak yang proporsional dan tidak menutupi teks. | Menyisipkan elemen visual (gambar dan ragam ikon) secara konsisten dan harmonis di seluruh slide dengan proporsi ukuran, kontras warna yang optimal, serta menambahkan elemen multimedia pendukung secara tepat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 30 menit pengerjaan cukup bagi seluruh murid untuk mengeksplorasi dan menyisipkan elemen visual?
- Bagian mana dari petunjuk teknis pemilihan visual yang paling banyak membutuhkan scaffolding guru?
Murid:- Apakah gambar dan ikon yang kamu pilih sudah benar-benar membantu orang lain memahami isi slide buatanmu?
- Kesulitan apa yang kamu temui saat mengatur tata letak gambar agar teks tetap terbaca dengan jelas?
Pertemuan 3 — Memproduksi Slide Digital yang Memuat Efek Transisi dan Keterbacaan Informasi — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.2.1 Memproduksi konten digital berupa slide secara kreatif
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran, mengecek kehadiran, dan mengondisikan murid untuk siap belajar dengan berkesadaran (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: memproduksi slide presentasi yang memuat efek transisi dan memperhatikan prinsip keterbacaan informasi (kontras warna teks-latar serta hierarki ukuran huruf) (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat menggunakan kuis visual 2 slide: Slide A (latar abu-abu muda, teks kuning tipis, paragraf 8 baris tanpa jeda) dan Slide B (latar gelap, teks putih tebal dengan ukuran judul 36pt dan poin ringkas 20pt). Murid diminta memilih slide mana yang memenuhi prinsip keterbacaan (acuan: Slide B tepat karena kontras tinggi dan teks ringkas bertingkat) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati demonstrasi guru tentang penerapan prinsip keterbacaan informasi: rasio kontras warna font dengan latar (latar terang-teks gelap atau sebaliknya), hierarki ukuran teks (judul 32-40 pt, subjudul/isi 18-24 pt), serta pembatasan jumlah teks per slide maksimal 5 baris poin ringkas (10 menit).
- Murid mencermati perbedaan berbagai efek transisi (misalnya: Fade/Pudar, Push/Dorong, Wipe/Usap) dan mempelajari aturan transisi fungsional (durasi sedang 0.5-1 detik, konsisten antar-slide) agar tidak menimbulkan distraksi visual (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Tantangan 'Detektif Keterbacaan' (Joyful Game): Murid menerima berkas latihan berisi 3 slide mentah yang sengaja dibuat keliru (Slide 1: teks merah di atas latar hijau; Slide 2: seluruh teks paragraf berukuran seragam 14pt; Slide 3: transisi acak super lambat 5 detik). Murid berlatih memperbaiki ketiga slide tersebut dalam waktu 8 menit untuk menemukan kombinasi kontras, ukuran, dan transisi yang nyaman dibaca (8 menit).
- Murid secara mandiri memproduksi karya slide digital 3 halaman bertema 'Tips Bijak Menggunakan Internet' menggunakan aplikasi presentasi (Google Slides atau PowerPoint/Canva) dengan menerapkan teks ringkas terbaca, hierarki ukuran font judul-isi, pemilihan warna kontras, serta menyematkan efek transisi yang rapi dan konsisten (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil kreasi slide masing-masing melalui fitur preview/presentasi layar penuh untuk memastikan seluruh teks dapat terbaca jelas dari jarak pandang laptop dan transisi berpindah mulus tanpa hambatan (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap hasil produksi slide murid mengenai pentingnya keterbacaan teks dan transisi yang harmonis dalam kreasi slide digital (3 menit).
- Guru menginformasikan agenda pertemuan berikutnya (Pertemuan 4) mengenai diseminasi presentasi langsung kepada audiens kelas, lalu menutup pembelajaran dengan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan panduan palet warna kontras tinggi yang sudah teruji dan acuan ukuran font yang baku; murid yang mahir diberikan tantangan eksplorasi transisi lanjutan seperti Morph/Smooth Transition.
- Proses: Pemberian scaffolding bertahap saat penyuntingan keterbacaan teks bagi murid yang masih kesulitan menentukan kontras warna.
- Produk: Variasi jumlah poin informasi pada slide (minimal 3 halaman slide untuk target standar, dapat menambahkan elemen transisi objek bagi yang mahir).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik visual 2 pilihan tampilan slide: Murid mengamati Slide A (teks kuning di atas latar abu-abu terang, paragraf panjang tanpa hierarki ukuran) dan Slide B (teks putih tebal 36pt dan isi 20pt di atas latar biru gelap). Kriteria penilaian: Murid tepat memilih Slide B dengan menyebutkan alasan kontras warna teks-latar yang jelas dan pemisahan ukuran teks yang tegas (acuan jawaban: Slide B benar; alasan: kontras tajam memudahkan pembacaan seketika dan ukuran judul/isi terstruktur jelas).
Proses:- Observasi formatif saat pengerjaan mandiri: Menilai ketepatan pengaturan kontras warna font-latar, hierarki ukuran font (judul minimal 32pt, isi minimal 18pt), pembatasan teks ringkas (maksimal 5 baris), serta pemasangan efek transisi yang konsisten pada ketiga slide (durasi transisi 0.5 - 1.0 detik).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman produk akhir slide digital: Guru memeriksa berkas digital slide murid berdasarkan 2 kriteria wajib: (1) Keterbacaan informasi terpenuhi pada 3 slide (kontras teks-latar tajam, teks poin ringkas, pembedaan ukuran font judul dan isi terlihat jelas); (2) Efek transisi terpasang pada perpindahan antarslide secara konsisten dan berjalan lancar saat diputar pada mode presentasi.
Formatif:- Kuis diagnostik visual keterbacaan informasi pada apersepsi
- Pengecekan unjuk kerja saat tantangan 'Detektif Keterbacaan'
- Penilaian produk hasil kreasi slide digital 3 halaman menggunakan rubrik keterbacaan dan transisi
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keterbacaan Informasi pada Slide (Kontras Warna dan Hierarki Teks) | Teks pada slide belum kontras dengan warna latar (sulit dibaca) dan ukuran teks judul maupun isi dibuat seragam tanpa hierarki. | Teks sudah menggunakan warna kontras pada sebagian slide (1-2 slide), namun hierarki ukuran font antara judul dan isi teks belum konsisten. | Teks memiliki kontras tajam dengan warna latar di seluruh slide (3 slide) serta hierarki ukuran font judul (≥32pt) dan isi (≥18pt) terbaca jelas secara mandiri. | Teks memiliki kontras tajam sempurna, hierarki ukuran font sangat rapi dan proporsional, serta tata letak teks sangat ringkas dan mudah dipahami secara mandiri. | | Penerapan Efek Transisi Slide | Belum menyematkan efek transisi antarslide atau efek transisi yang disematkan tidak berfungsi saat slide dijalankan. | Menyematkan efek transisi namun jenis efek berbeda-beda secara acak pada setiap slide dan durasinya mengganggu pembacaan. | Menyematkan efek transisi yang rapi, berfungsi lancar, dan diterapkan secara konsisten pada seluruh perpindahan slide. | Menyematkan efek transisi yang konsisten, selaras dengan ritme alur pesan slide, dan berjalan sangat mulus tanpa jeda lag. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 30 menit pengerjaan mandiri cukup bagi seluruh murid untuk memproduksi 3 slide berfitur transisi?
- Bagian mana dari pengaturan kontras warna atau hierarki teks yang paling sering memerlukan bimbingan ulang?
Murid:- Apakah tulisan pada slide buatanmu sudah dapat dibaca dengan mudah jika dilihat dari kejauhan?
- Apakah efek transisi yang kamu pilih membantu perpindahan slide menjadi lebih menarik atau justru memperlambat penyampaian informasi?
Pertemuan 4 — Mendiseminasi Konten Digital Berupa Slide Melalui Presentasi Langsung kepada Audiens Kelas — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.2.2 Mendiseminasi konten digital berupa slide kepada audiens sasaran
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan kesiapan belajar (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: mendiseminasi konten digital berupa slide secara langsung kepada audiens kelas (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan lisan terarah: (1) 'Apa arti mendiseminasikan slide?' (acuan: menyebarkan, membagikan, atau menyampaikan isi slide kepada audiens sasaran); (2) 'Sebutkan 3 bagian urutan penyampaian slide kepada audiens!' (acuan: pembuka/judul, isi gagasan, penutup/kesimpulan) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak paparan guru mengenai alur diseminasi slide secara langsung: pembukaan sasaran audiens, penyampaian pokok slide bagian per bagian, dan penutupan pesan slide (8 menit).
- Murid secara berpasangan mengidentifikasi checklist 3 tahapan diseminasi slide: (1) Membuka slide dan menyapa sasaran audiens; (2) Mendiseminasikan isi slide halaman demi halaman secara berurutan; (3) Menutup diseminasi dengan merangkum pesan utama slide (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Dalam format permainan simulasi 'Estafet Diseminasi Mini', murid dibagi ke dalam kelompok kecil beranggotakan 3 orang untuk bergantian berperan sebagai penyaji yang mendiseminasikan slide dan audiens penerima (10 menit).
- Setiap kelompok mempraktikkan diseminasi slide hasil karya pertemuan sebelumnya secara langsung kepada teman sekelasnya sesuai checklist alur: pembuka, pemaparan slide isi, dan penutup slide (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangannya mengisi lembar refleksi keterlaksanaan diseminasi slide untuk memeriksa apakah seluruh bagian slide telah tersampaikan tuntas kepada audiens sasaran (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap jalannya diseminasi langsung slide di kelas (5 menit).
- Guru dan murid menyimpulkan pentingnya keterampilan diseminasi langsung agar pesan slide diterima tepat sasaran, kemudian kelas ditutup dengan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan kartu panduan alur diseminasi slide (kartu pembuka, kartu urutan slide isi, kartu penutup), sedangkan murid yang sudah mahir mendiseminasikan slide tanpa melihat kartu panduan.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan melakukan simulasi diseminasi slide berpasangan terlebih dahulu sebelum diseminasi ke kelompok audiens, sementara murid yang mahir langsung mendiseminasikan kepada kelompok audiens yang lebih besar.
- Produk: Seluruh murid mendiseminasikan konten slide; murid yang memerlukan scaffolding mendiseminasikan 3 slide inti, sedangkan murid yang mahir mendiseminasikan 5 slide lengkap.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: (1) 'Apa arti mendiseminasikan konten slide?' (acuan: menyebarluaskan/menyampaikan isi slide kepada audiens sasaran); (2) 'Sebutkan 3 bagian urutan penyampaian slide!' (acuan: pembuka, isi, penutup).
Proses:- Pengamatan langsung saat murid mendiseminasikan slide kepada audiens kelas dengan lembar observasi 3 indikator: (1) Menyampaikan salam pembuka dan judul slide kepada audiens; (2) Menyampaikan seluruh halaman isi slide secara berurutan; (3) Menyampaikan kesimpulan penutup slide kepada audiens.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi melalui lembar verifikasi ketercapaian diseminasi: murid mencentang 3 bukti ketercapaian diseminasi yang telah dilakukan (acuan verifikasi: slide pembuka tersampaikan, seluruh slide isi tersampaikan, slide penutup tersampaikan kepada audiens sasaran).
Formatif:- Observasi unjuk kerja diseminasi langsung slide menggunakan lembar cek alur penyampaian konten kepada audiens kelas
- Penilaian antar-teman terhadap kelengkapan penyampaian bagian slide (pembuka, isi, penutup)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kelengkapan Alur Diseminasi Slide kepada Audiens Sasaran | Mendiseminakan slide hanya pada 1 bagian (misal hanya menampilkan judul slide tanpa menyampaikan isi dan penutup kepada audiens). | Mendiseminakan slide mencakup 2 bagian secara tepat (misal membuka dan menyampaikan isi, namun tidak menyampaikan bagian penutup kepada audiens). | Mendiseminakan seluruh slide mencakup 3 bagian runtut (pembuka, isi materi slide secara urut, dan penutup slide) kepada audiens sasaran. | Mendiseminakan seluruh slide mencakup 3 bagian runtut (pembuka, isi materi slide secara urut, dan penutup slide) kepada audiens sasaran secara mandiri dan konsisten tanpa memerlukan arahan ulang guru. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu simulasi diseminasi slide memberikan kesempatan merata kepada setiap murid untuk mendiseminasikan karyanya?
- Bagaimana respons dan keterlibatan audiens kelas saat mendengarkan diseminasi slide dari temannya?
Murid:- Bagian mana dari penyampaian slide yang paling mudah dan paling menantang untuk disebarkan kepada audiens kelas?
- Apakah pesan dalam slide yang saya buat berhasil dipahami oleh teman-teman yang menjadi audiens?
Pertemuan 5 — Mendiseminasi Konten Digital Berupa Slide Menggunakan Tautan Berbagi Daring kepada Sasaran Terarah — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.2.2 Mendiseminasi konten digital berupa slide kepada audiens sasaran
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa pembuka secara khidmat (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: mendiseminasi konten digital berupa slide menggunakan tautan berbagi daring (shareable link) kepada audiens sasaran terarah dengan pengaturan akses yang tepat (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan pertanyaan terstruktur mengenai 3 tingkat izin berbagi tautan daring: (1) Viewer/Pelihat, (2) Commenter/Pemberi komentar, dan (3) Editor/Pengedit. Murid menjawab secara lisan untuk memetakan kesiapan teknis berbagi berkas digital (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak demonstrasi guru di layar proyektor mengenai prosedur mendiseminasi slide digital melalui tautan berbagi (Google Slides/Canva/Cloud Drive), yang mencakup: membuka menu 'Bagikan' (Share), memilih target sasaran audiens (siapa saja yang memiliki tautan atau alamat surel spesifik), mengatur hak akses ('Hanya Lihat'/'Viewer' agar konten tidak diubah sembarangan), dan menyalin tautan berbagi (10 menit).
- Guru memberikan tantangan cepat 'Tebak Izin Tautan' sebagai penguatan pemahaman: Murid menganalisis 2 skenario target audiens: Skenario A (Slide dibagikan ke siswa kelas lain hanya untuk bahan belajar membaca) -> Hak akses tepat: 'Viewer/Hanya Lihat'; Skenario B (Slide dibagikan ke guru untuk diperiksa dan diberi masukan di kolom komentar) -> Hak akses tepat: 'Commenter/Pemberi Komentar'. Seluruh murid memberikan respons secara serentak (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid secara mandiri membuka berkas slide digital yang telah diproduksi pada pertemuan sebelumnya di perangkat masing-masing (laptop/komputer lab) (5 menit).
- Murid melakukan diseminasi daring dengan mempraktikkan langkah pembagian tautan slide: mengatur aksesibilitas tautan ke mode 'Siapa saja yang memiliki tautan' dengan izin 'Hanya Lihat/Viewer' demi keamanan konten digital (10 menit).
- Murid menjalankan aktivitas menyenangkan berpasangan 'Misi Detektif Tautan': Setiap murid saling mengirimkan tautan slide masing-masing kepada rekan pasangannya melalui formulir pengumpulan digital/pesan kelas lokal, lalu rekan tersebut bertindak sebagai sasaran audiens untuk menguji apakah tautan slide berhasil dibuka dan kontennya dapat dibaca dengan lancar sesuai izin 'Viewer' tanpa kendala akses terkunci (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa status ketercapaian diseminasi slide daring masing-masing: memastikan tautan dapat diakses tanpa login terbatas dan izin tidak keliru menjadi 'Editor' yang membahayakan isi karya slide (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan intisari langkah mendiseminasi slide daring secara aman dan terarah kepada audiens sasaran (7 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas keberhasilan seluruh murid dalam menyebarkan tautan karyanya secara tepat serta menutup kegiatan pembelajaran dengan doa penutup (8 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu panduan visual bergambar langkah demi langkah (ikon 'Share', pilihan izin 'Viewer') bagi murid yang membutuhkan bantuan visual teknis.
- Proses: Murid yang telah mahir dapat membagikan tautan slide dengan mencoba fitur pembagian terarah ke surel spesifik teman secara mandiri, sedangkan murid yang membutuhkan bimbingan didampingi langkah demi langkah dalam menyalin tautan publik berizin lihat.
- Produk: Semua murid menghasilkan bukti yang sama: satu tautan berbagi daring slide digital aktif dengan izin akses 'Viewer/Hanya Lihat'.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan mengenai 3 peran hak akses tautan daring: (1) Apa fungsi izin 'Viewer/Hanya Lihat'? (Acuan: audiens hanya dapat melihat isi slide tanpa mengubah isi); (2) Apa fungsi izin 'Editor'? (Acuan: audiens dapat mengubah, menambah, atau menghapus isi slide); (3) Mengapa membagikan slide ke audiens umum sebaiknya berstatus 'Viewer'? (Acuan: menjaga keaslian konten agar tidak diubah atau dirusak orang lain).
Proses:- Observasi langsung saat murid melakukan penyetelan diseminasi tautan slide: memeriksa apakah murid berhasil mengaktifkan tautan berbagi daring, memilih mode akses 'Viewer', dan menyalin tautan ke formulir pengumpulan kelas (Acuan: tautan aktif, tidak meminta izin akses terkunci/restricted, dan berstatus hanya lihat).
Akhir Pertemuan:- Cek verifikasi tautan diseminasi akhir: Guru memeriksa tautan kiriman murid dengan 2 kriteria ketercapaian mutlak: (1) Tautan dapat dibuka langsung oleh audiens (tidak bertuliskan 'You need access/Minta akses'); (2) Pengaturan izin tepat pada mode 'Viewer' (tidak mengizinkan pengeditan slide secara bebas oleh audiens).
Formatif:- Pengamatan kinerja praktik pembuatan tautan berbagi daring untuk slide presentasi
- Verifikasi keterbukaan dan ketepatan izin tautan slide daring oleh rekan berpasangan ('Misi Detektif Tautan')
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengaturan Hak Akses Diseminasi Tautan Slide | Tautan slide tidak dapat diakses oleh audiens (berstatus terkunci/restricted dan membutuhkan persetujuan akses manual). | Tautan slide dapat diakses oleh audiens tetapi izin akses keliru (misalnya terbuka dalam mode 'Editor' sehingga audiens dapat mengubah isi slide). | Tautan slide berhasil dibuat dan dapat diakses langsung oleh audiens dengan pengaturan hak akses yang tepat ('Viewer/Hanya Lihat') secara mandiri. | Tautan slide berhasil dibuat dan dapat diakses langsung oleh audiens dengan hak akses 'Viewer' yang tepat, serta mampu membantu memverifikasi keterbukaan tautan milik rekan dengan akurat. | | Ketepatan Sasaran Diseminasi Tautan Slide | Belum mampu mengirimkan atau membagikan tautan slide kepada audiens sasaran yang ditentukan di kelas. | Mampu mengirimkan tautan slide kepada sasaran audiens tetapi tautan terputus atau salah menyalin alamat URL sehingga tidak mengarah ke slide. | Mampu mengirimkan tautan berbagi slide yang valid secara tepat sasaran kepada rekan atau formulir digital kelas sehingga slide terbaca utuh. | Mampu mendiseminasi tautan berbagi slide yang valid secara konsisten kepada seluruh sasaran audiens yang dituju tanpa ada kendala tautan rusak. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid berhasil memahami risiko keamanan data jika membagikan slide daring dengan mode 'Editor' sembarangan?
- Apakah alokasi waktu praktik berpasangan cukup memfasilitasi semua murid untuk menguji keterbukaan tautan slide mereka?
Murid:- Apakah tautan slide yang saya bagikan hari ini sudah berhasil dibuka dan dibaca oleh teman saya tanpa kendala?
- Mengapa saya harus memilih izin 'Hanya Lihat' ketika membagikan slide karya saya kepada audiens umum?
Pertemuan 6 — Memproduksi Kerangka Struktur Data dan Tata Letak Infografis Digital Sederhana — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.2.3 Memproduksi konten digital berupa infografis yang memuat informasi terstruktur
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran memproduksi kerangka struktur data serta tata letak dasar infografis digital (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat dengan menampilkan 3 contoh potongan teks di layar: (A) 'Tips Menjaga Kebersihan Kelas', (B) '1. Sapu lantai setiap pagi, 2. Buang sampah ke tempatnya, 3. Hapus papan tulis setelah selesai pelajaran', (C) 'Kelas yang bersih mendukung kenyamanan belajar bersama'. Murid secara serentak menuliskan fungsi masing-masing bagian pada secarik kertas (acuan jawaban: A = Judul/Kepala Infografis, B = Informasi Inti/Data Terstruktur, C = Simpulan/Penutup) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak pemodelan guru tentang cara mereduksi teks mentah menjadi struktur data infografis yang memuat 3 elemen hierarkis (Judul Utama, 3 Poin Data Terstruktur ringkas, dan 1 Kalimat Penutup) serta pembagian bidang tata letak dasar berbentuk grid vertikal (atas-tengah-bawah) (10 menit).
- Permainan Tebak Struktur (Joyful): Guru membagikan lembar kuis kilat berisi 4 cuplikan teks acak bertema 'Pola Makan Sehat': (1) 'Panduan Gizi Remaja', (2) 'Konsumsi air putih minimal 8 gelas per hari', (3) 'Kurangi konsumsi gula berlebih', (4) 'Tubuh bugar berawal dari piring makan yang tepat'. Murid adu cepat mengelompokkannya ke dalam kolom 'Kepala/Judul', 'Poin Data Terstruktur', atau 'Penutup' (acuan jawaban: butir 1 = Kepala/Judul; butir 2 dan 3 = Poin Data Terstruktur; butir 4 = Penutup) (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menerima lembar kerja produksi kerangka infografis berisi bahan bacaan mentah 'Langkah Pengelolaan Sampah Sekolah' dan lembar sketsa tata letak (wireframe grid 3 blok) (5 menit).
- Murid secara mandiri memproduksi kerangka teks terstruktur dari bacaan tersebut menjadi: (a) 1 Judul singkat, (b) 3 poin data/langkah utama terstruktur, dan (c) 1 kalimat simpulan penutup (acuan teks: Judul memuat kata 'Kelola Sampah/Sampah Sekolah'; 3 Poin memuat pemilahan organik-anorganik, daur ulang, dan pengurangan plastik sekali pakai; Penutup memuat ajakan/simpulan lingkungan bersih) (15 menit).
- Murid memproduksi rancangan tata letak dasar infografis digital (wireframe) pada kertas kerja berpetak atau aplikasi desain dasar dengan memetakan posisi kotak judul (area atas), 3 kotak penempatan poin data (area tengah sejajar/berurutan), dan kotak simpulan (area bawah) secara proporsional dan terstruktur (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil rancangan kerangka dan tata letak infografis miliknya menggunakan daftar periksa mandiri: kelengkapan 3 elemen struktur (judul, isi, simpulan) dan kerapian pemetaan kotak tata letak (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap hasil produksi kerangka struktur dan penataan ruang tata letak yang telah diselesaikan murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tindak lanjut bahwa kerangka struktur dan wireframe tata letak ini akan diproduksi menjadi infografis digital lengkap dengan elemen visual/ikon pada pertemuan berikutnya, lalu menutup sesi dengan doa dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks bacaan yang kata kuncinya telah ditebalkan; murid yang mandiri mengolah teks bacaan narasi utuh.
- Proses: Murid yang memerlukan dukungan bertahap diberikan templat garis bantu grid tata letak; murid yang telah mahir merancang grid tata letak secara bebas dan proporsional.
- Produk: Kerangka tata letak dapat berupa sketsa tata letak beranotasi pada lembar kerja cetak maupun penataan blok tata letak digital sederhana pada aplikasi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Identifikasi awal pengelompokan fungsi struktur teks infografis dari 3 cuplikan: (A) 'Tips Menjaga Kebersihan Kelas' (acuan: Judul/Kepala); (B) '1. Sapu lantai setiap pagi, 2. Buang sampah ke tempatnya, 3. Hapus papan tulis setelah selesai pelajaran' (acuan: Poin Data Terstruktur); (C) 'Kelas yang bersih mendukung kenyamanan belajar bersama' (acuan: Simpulan/Penutup). Kriteria: tepat mengidentifikasi minimal 2 dari 3 cuplikan.
Proses:- Pemeriksaan pembentukan kerangka data: Menilai kemampuan murid mengabstraksi teks bacaan menjadi 1 judul terarah, 3 butir informasi ringkas terstruktur, dan 1 simpulan ringkas.
- Pemeriksaan penataan tata letak: Mengamati ketepatan pembuatan sketsa tata letak (wireframe) infografis yang membagi bidang menjadi area kepala (judul), area tubuh (3 wadah poin data terstruktur), dan area kaki (simpulan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir formatif: Murid mengumpulkan lembar kerangka struktur data dan tata letak dasar infografis untuk dinilai berdasarkan kelengkapan 3 bagian struktur informasi dan ketepatan pemetaan 3 area penempatan data pada tata letak.
Formatif:- Penilaian kinerja unjuk kerja: Memeriksa lembar kerja produksi kerangka struktur data teks infografis dan rancangan tata letak dasar (wireframe).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Produksi Kerangka Struktur Data Infografis | Belum mampu memilah informasi; kerangka hanya memuat teks narasi utuh tanpa pembagian judul, poin isi, maupun simpulan. | Memproduksi kerangka data namun hanya memuat 1 bagian yang terstruktur (misal: hanya judul atau hanya simpulan), sedangkan poin data lainnya belum diringkas. | Memproduksi kerangka data terstruktur secara lengkap memuat 1 judul, 3 butir data/langkah utama yang ringkas, dan 1 simpulan. | Memproduksi kerangka data terstruktur secara lengkap (judul, 3 butir data ringkas, simpulan) dengan rumusan kalimat yang sangat padat, runtut, dan informatif secara mandiri. | | Produksi Tata Letak Dasar (Wireframe) Infografis | Belum mampu membuat pembagian area tata letak; peletakan teks tidak teratur tanpa pembagian blok/kotak area. | Membuat sketsa tata letak namun pemetaan bidang belum jelas antara area kepala, tubuh data, dan kaki penutup. | Memproduksi rancangan tata letak dasar secara tepat dengan membagi bidang secara proporsional menjadi area judul (atas), 3 wadah poin data terstruktur (tengah), dan simpulan (bawah). | Memproduksi rancangan tata letak dasar secara tepat, rapi, proporsional pada 3 area hierarkis, serta dilengkapi anotasi visual penempatan elemen secara konsisten dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 40 menit pada tahap aplikasi mencukupi bagi murid untuk menyusun kerangka struktur data sekaligus membuat sketsa tata letak?
- Bagian mana dari pemilahan struktur data (judul, butir data, atau penutup) yang masih menyulitkan murid?
Murid:- Apakah kamu dapat membedakan dengan jelas antara judul, poin data inti, dan simpulan dalam menyusun kerangka infografis?
- Bagian tata letak mana yang menurutmu paling menantang untuk diatur posisinya agar terlihat seimbang dan rapi?
Pertemuan 7 — Memproduksi Konten Digital Berupa Infografis yang Memuat Informasi Terstruktur dan Ikon Visual — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.2.3 Memproduksi konten digital berupa infografis yang memuat informasi terstruktur
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, serta mengondisikan ruang komputer/kelas dalam suasana tertib dan kondusif (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-7, yaitu memproduksi konten digital berupa infografis yang memuat informasi terstruktur dan ikon visual (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 3 pasang kartu digital: Kartu A (ikon jam dinding) dipasangkan dengan teks 'Manajemen Waktu', Kartu B (ikon apel) dipasangkan dengan teks 'Pola Makan Sehat', dan Kartu C (ikon buku terbuka) dipasangkan dengan teks 'Kegiatan Belajar'; murid diminta mengonfirmasi keselarasan pasangan ikon dan teks informasi tersebut secara serentak di papan tulis interaktif (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mencermati demonstrasi guru tentang teknik memproduksi infografis menggunakan aplikasi desain (Canva/PowerPoint): menyusun kanvas vertikal, memasukkan hierarki teks terstruktur (judul utama, subjudul/poin fakta, teks penjelas singkat), serta memilih ikon visual yang relevan dengan makna teks (10 menit).
- Murid mengikuti permainan tebak cepat 'Ikon Tepat untuk Data' di mana guru menampilkan 3 butir data: (1) Data 'Konsumsi air putih 8 gelas per hari' dengan opsi ikon gelas vs ikon mobil; (2) Data 'Tidur teratur 8 jam' dengan opsi ikon bulan-bintang vs ikon garpu; (3) Data 'Mencuci tangan dengan sabun' dengan opsi ikon keran air vs ikon bola; murid serentak memilih opsi yang relevan untuk menanamkan pemahaman fungsi ikon sebagai penguat informasi (5 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran):- Murid secara mandiri membuka aplikasi desain grafis digital (Canva atau PowerPoint) dan menyiapkan kanvas infografis baru berdasarkan draf kerangka yang telah dirancang sebelumnya (5 menit).
- Murid memproduksi infografis digital dengan memasukkan 3 bagian informasi terstruktur lengkap (judul topik, minimal 3 poin teks data/fakta singkat, dan simpulan ringkas) ke dalam tata letak yang rapi (20 menit).
- Murid melengkapi setiap poin teks informasi terstruktur dengan ikon visual vektor/simbol grafis yang relevan secara visual dan konsisten warnanya (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid melakukan pemeriksaan mandiri (self-check) pada karya infografis digital masing-masing dengan mencocokkan kelengkapan teks terstruktur dan kesesuaian makna ikon visual terhadap data sebelum melakukan penyimpanan berkas format PNG/JPEG (7 menit).
Penutup:- Murid menyimpan dokumen infografis digital hasil kreasi ke dalam folder kerja komputer masing-masing dengan format nama 'Infografis_Nama_Kelas' (4 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap proses produksi infografis hari ini dan mengingatkan bahwa berkas gambar infografis yang telah jadi akan disiapkan untuk didiseminasikan pada saluran digital di pertemuan berikutnya, kemudian menutup pembelajaran dengan doa dan salam (4 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan pilihan set data terstruktur: data bertopik 'Tip Manajemen Waktu Pelajar' dengan 3 poin panduan untuk murid yang membutuhkan panduan dasar, dan set data 'Dampak Positif Literasi Digital' dengan 5 poin terstruktur untuk murid yang siap dengan materi lebih padat.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan langkah demi langkah dalam penempatan kotak teks dan pencarian kata kunci ikon di menu elemen aplikasi; murid yang mahir diarahkan langsung memproduksi tata letak mandiri secara eksploratif.
- Produk: Produk infografis digital minimal memuat 3 poin informasi terstruktur beserta 3 ikon visual pendukung, sedangkan murid yang bekerja lebih cepat dapat memproduksi infografis dengan 4-5 poin terstruktur beserta ikon pelengkap tanpa mengubah format utama.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Uji kesiapan pemahaman simbol visual dan teks: Murid mengidentifikasi ketepatan 3 pasangan kartu digital berikut: (1) Kartu A menampilkan ikon jam dinding untuk teks 'Manajemen Waktu' (acuan: tepat/selaras); (2) Kartu B menampilkan ikon apel untuk teks 'Pola Makan Sehat' (acuan: tepat/selaras); (3) Kartu C menampilkan ikon buku terbuka untuk teks 'Kegiatan Belajar' (acuan: tepat/selaras).
Proses:- Observasi keterlaksanaan produksi infografis: Memantau kemampuan murid memasukkan informasi terstruktur (judul, 3 poin teks fakta) dan ketepatan menyisipkan ikon visual pendukung pada aplikasi desain digital.
Akhir Pertemuan:- Pemeriksaan produk akhir file infografis digital (PNG/JPEG) yang dihasilkan murid dengan kriteria: memuat 1 judul yang jelas, minimal 3 butir teks informasi yang tersusun hierarkis, dan minimal 3 ikon visual yang maknanya selaras dengan masing-masing butir teks informasi tersebut.
Formatif:- Pemeriksaan draf kanvas kerja digital murid saat menginput teks terstruktur dan menambahkan ikon visual.
- Cek mandiri (self-assessment checklist) kelengkapan komponen infografis digital.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keterstrukturan Informasi Teks dalam Infografis | Menyusun teks infografis belum terstruktur (hanya berupa paragraf panjang tanpa pembagian judul dan butir poin informasi). | Menyusun teks infografis dengan judul namun baru memuat 1-2 butir poin informasi terstruktur. | Menyusun teks infografis secara lengkap dan terstruktur memuat judul yang jelas serta minimal 3 butir poin informasi yang terpisah rapi. | Menyusun teks infografis secara sangat lengkap dan terstruktur memuat judul, 4 butir poin informasi atau lebih dengan hierarki ukuran teks yang tertata runtut. | | Penggunaan Ikon Visual Pendukung | Belum menyertakan ikon visual atau menyertakan ikon yang maknanya tidak relevan sama sekali dengan isi teks informasi. | Menyertakan 1-2 ikon visual yang maknanya relevan dengan butir teks informasi. | Menyertakan minimal 3 ikon visual yang maknanya tepat dan selaras dengan masing-masing butir teks informasi. | Menyertakan 4 atau lebih ikon visual yang sangat selaras dengan butir teks informasi serta memiliki keserasian gaya desain/warna secara konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu praktik mandiri (45 menit) memadai bagi seluruh murid untuk menyelesaikan infografis digital?
- Apakah murid mengalami kendala teknis saat mencari dan memasukkan ikon visual di aplikasi desain?
Murid:- Bagian mana dari infografis buatanmu yang menurutmu paling jelas dan menarik bagi orang lain?
- Apakah ikon visual yang kamu pilih sudah benar-benar mewakili teks informasi yang kamu tulis?
Pertemuan 8 — Mendiseminasi Konten Digital Berupa Infografis pada Saluran Digital Kelas — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.2.4 Mendiseminasi konten digital berupa infografis melalui saluran digital yang relevan
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa pembuka (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu mendiseminasi file konten digital berupa infografis yang sudah dibuat pada pertemuan sebelumnya ke saluran digital kelas (Google Classroom/Drive Bersama Kelas) (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat untuk memetakan kesiapan teknis murid dalam mengunggah file ke saluran digital kelas melalui 3 pertanyaan lisan (acuan jawaban: 1. Format file gambar infografis adalah PNG/JPEG/PDF; 2. Tombol unggah biasanya berlambang tambah '+' atau ikon panah ke atas/upload; 3. Kolom teks pengantar diisi judul karya dan identitas pembuat) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):- Murid menyimak panduan guru pada layar proyektor mengenai prosedur teknis mendiseminasi file infografis ke saluran digital kelas (Google Classroom tugas materi atau Google Drive folder kelas), mencakup 3 langkah baku: membuka folder/topik tugas kelas, mengunggah file infografis (format PNG/JPEG/PDF), dan menyertakan teks pengantar diseminasi (judul infografis dan nama pembuat) (10 menit).
- Murid dalam kelompok kecil (2-3 orang) mencocokkan kartu alur diseminasi saluran kelas yang dibagikan guru, yaitu menyusun urutan 4 kartu: Kartu 1 'Buka folder repositori digital kelas', Kartu 2 'Klik tombol Unggah/Upload file', Kartu 3 'Pilih file gambar infografis dari perangkat', Kartu 4 'Tuliskan keterangan judul dan publikasikan/klik Turn In atau Simpan' (acuan urutan benar: 1 - 2 - 3 - 4) (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):- Murid secara berkelompok membuka perangkat komputer/gawai dan mengakses saluran digital kelas resmi yang ditentukan guru (Google Classroom / folder Drive kelas) (5 menit).
- Setiap kelompok mengunggah file infografis digital yang telah disiapkan ke dalam saluran digital kelas pada folder atau topik penugasan 'Mading Digital Kelas VII' (10 menit).
- Murid melengkapi unggahan diseminasi dengan menuliskan teks pengantar singkat yang memuat 3 elemen wajib: judul infografis, kelompok pembuat, dan ringkasan pesan utama infografis (misal: 'Infografis Langkah Cuci Tangan karya Kelompok 2 untuk menjaga kebersihan bersama') (15 menit).
- Setiap kelompok memeriksa keterbukaan akses file di saluran digital kelas dengan membuka dan mengonfirmasi bahwa minimal 1 karya kelompok lain dapat diakses/dilihat tampilannya dengan jelas (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama kelompok mengevaluasi proses diseminasi yang baru saja dilakukan: mengecek apakah file infografis terunggah utuh, teks keterangan lengkap, dan tautan/file dapat dibuka oleh sesama anggota kelas di saluran digital kelas (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik atas keberhasilan seluruh kelompok dalam mengunggah dan mendiseminasi infografis di saluran digital kelas tepat waktu (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran mengenai pentingnya ketertiban saluran digital kelas agar informasi dapat diakses oleh seluruh anggota kelas, kemudian menutup kelas dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan teknis diberikan kartu panduan bergambar langkah demi langkah mengunggah file di saluran digital kelas.
- Proses: Murid yang sudah terampil mengunggah secara mandiri dapat mendampingi kelompok pasangannya untuk memastikan perizinan akses file (permission) sudah disetel menjadi 'dapat dilihat oleh semua yang memiliki tautan di ruang kelas'.
- Produk: Seluruh kelompok mendiseminasi satu file infografis digital di saluran kelas, kelompok yang lebih cepat dapat menyertakan takarir (caption) pengantar yang lebih informatif sesuai format saluran kelas.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran mengenai kesiapan menyebarkan konten digital ke saluran kelas: (1) Format file gambar infografis yang siap dibagikan (acuan: PNG, JPEG, atau PDF); (2) Letak/tombol unggah file di saluran digital kelas (acuan: tombol '+', 'Tambah atau Buat', atau 'Upload File'); (3) Komponen teks pengantar postingan saluran kelas (acuan: judul karya dan nama pembuat).
Proses:- Lembar observasi praktik diseminasi infografis pada saluran digital kelas: mengamati keterlaksanaan pengunggahan file gambar infografis ke folder/topik kelas yang ditentukan serta keberadaan teks pengantar karya (acuan kriteria: file berformat gambar/dokumen yang terbaca utuh, berhasil diposkan di repositori kelas, serta disertai identitas pembuat).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi melalui verifikasi postingan: Guru dan murid mengecek daftar unggahan infografis di saluran digital kelas berdasarkan daftar periksa 3 butir (acuan: 1. File infografis berhasil tersemat di saluran kelas; 2. File dapat dibuka/diunduh tanpa galat perizinan; 3. Teks pengantar mencantumkan judul dan identitas kelompok).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja pengunggahan file infografis ke saluran digital kelas
- Pemeriksaan kelengkapan teks pengantar diseminasi (judul infografis dan nama pembuat)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Saluran Diseminasi | Belum mampu mengunggah file infografis ke saluran digital kelas yang ditentukan meski telah diarahkan guru. | Mampu mengunggah file infografis namun salah menempatkan folder/topik di saluran digital kelas sehingga memerlukan arahan guru. | Mampu mengunggah file infografis tepat pada saluran digital kelas dan folder/topik yang telah ditentukan secara mandiri. | Mampu mengunggah file infografis tepat pada saluran digital kelas dan folder yang ditentukan secara mandiri serta memastikan hak akses file terbuka untuk semua anggota kelas. | | Kelengkapan Informasi Diseminasi | Mengunggah file infografis tanpa menyertakan teks pengantar apa pun di saluran digital kelas. | Menyertakan teks pengantar diseminasi namun hanya memuat salah satu elemen (hanya judul atau hanya nama pembuat). | Menyertakan teks pengantar diseminasi secara lengkap memuat judul infografis dan nama kelompok pembuat. | Menyertakan teks pengantar diseminasi yang lengkap memuat judul, nama kelompok pembuat, serta ringkasan pesan utama infografis secara jelas dan terstruktur. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh kelompok berhasil mendiseminasi file infografis ke saluran digital kelas yang ditentukan?
- Kendala teknis apa (jaringan, akun, perizinan akses) yang paling banyak dihadapi murid saat proses diseminasi dan bagaimana solusinya untuk pertemuan berikutnya?
Murid:- Apakah file infografis kelompokmu sudah berhasil diposkan dan bisa dilihat oleh teman sekelas di saluran digital kelas?
- Langkah teknis apa yang menurutmu paling menantang saat menyebarkan infografis ke saluran digital kelas hari ini?
Pertemuan 9 — Mendiseminasi Konten Digital Berupa Infografis Melalui Saluran Media Sosial Sekolah — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.2.4 Mendiseminasi konten digital berupa infografis melalui saluran digital yang relevan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, serta mengondisikan kesiapan belajar (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mendiseminasi konten digital berupa infografis melalui saluran media sosial sekolah (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat dengan meminta murid memilih saluran publik yang tepat untuk publikasi infografis sekolah dari 2 opsi yang ditampilkan di papan tulis: (A) Akun media sosial resmi majalah dinding digital sekolah, (B) Pesan pribadi nomor asing (acuan jawaban tepat: A) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mencermati simulasi tata cara diseminasi infografis ke saluran media sosial sekolah (menyiapkan berkas gambar infografis, menentukan akun kanal sasaran, dan mengunggah ke dasbor pengelola/antrean publikasi sekolah) (10 menit).
- Murid dalam kelompok kecil memainkan tantangan kuis cepat 'Saluran Tepat': mencocokkan 3 jenis materi infografis dengan saluran media sosial sekolah yang relevan: (1) Infografis 'Jadwal Ekstrakurikuler' -> feed Instagram OSIS sekolah; (2) Infografis 'Prestasi Lomba Robotik' -> halaman Facebook resmi sekolah; (3) Infografis 'Tips Literasi Membaca' -> kanal blog/web sekolah (acuan kecocokan: 1 ke feed Instagram OSIS, 2 ke halaman Facebook resmi, 3 ke kanal blog/web sekolah) (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyiapkan berkas infografis yang telah dibuat sebelumnya untuk disalurkan ke platform simulasi media sosial sekolah (Google Drive/Folder Bersama Saluran Media Sekolah) (10 menit).
- Murid melakukan proses pengunggahan dan pengaturan akses kiriman infografis ke saluran simulasi media sosial sekolah dengan mengisi tautan dan formulir pengajuan unggah secara cermat (15 menit).
- Murid melakukan pengecekan keterbukaan tautan dan tampilan infografis pada antrean posting media sosial sekolah agar dipastikan siap terbit dan dapat diakses audiens (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid meninjau kembali status tautan kiriman infografisnya pada dasbor saluran publikasi media sosial sekolah dan mencatat keberhasilan proses unggahnya (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap keberhasilan alur diseminasi infografis ke saluran digital sekolah yang telah diselesaikan murid (5 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan alur teknis diseminasi konten digital infografis melalui saluran media sosial sekolah (3 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa 2 pertanyaan cek pemahaman diseminasi (acuan kunci terlampir di asesmen akhir) (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar panduan visual langkah per langkah pengunggahan ke kanal media sosial untuk murid yang memerlukan dukungan teknis.
- Proses: Murid yang mahir secara mandiri mendiseminasi infografis ke dua format saluran berbeda (feed gambar dan format dokumen unduhan), sedangkan murid yang butuh bimbingan didampingi menyalurkan ke satu saluran utama.
- Produk: Bukti diseminasi berupa tautan aktif kiriman infografis pada kanal media sosial simulasi sekolah.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik tertulis/lisan: 'Manakah saluran yang paling relevan untuk mendiseminasi infografis kegiatan sekolah kepada khalayak umum sekolah: (A) Akun media sosial resmi sekolah, (B) Folder dokumen offline komputer rumah?' (Acuan jawaban: A, karena akun media sosial resmi sekolah menjangkau publik warga sekolah secara digital).
Proses:- Lembar observasi diseminasi infografis: Murid mengunggah berkas infografis ke saluran media sosial/antrean publikasi sekolah dan menyalin tautan publikasi dengan hak akses publik yang terbuka (Indikator: berkas infografis terunggah utuh dan tautan publikasi dapat diakses).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis 2 butir: (1) Sebutkan 1 saluran digital sekolah yang relevan untuk mendiseminasi infografis visual! (Acuan: Akun media sosial sekolah / Instagram OSIS / Facebook sekolah / Web sekolah). (2) Apa kriteria keberhasilan diseminasi infografis pada saluran digital? (Acuan: Berkas infografis terunggah, tautan kiriman aktif, dan konten dapat dibuka/dilihat oleh audiens sasaran).
Formatif:- Pengamatan unjuk kerja pengunggahan dan pengisian formulir diseminasi infografis ke saluran media sosial sekolah
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Diseminasi infografis melalui saluran media sosial | Belum mampu mengunggah dan membagikan tautan berkas infografis ke saluran media sosial sekolah. | Mampu mengunggah berkas infografis ke saluran media sosial sekolah namun tautan belum dapat diakses audiens sasaran. | Mampu mengunggah berkas infografis ke saluran media sosial sekolah dan membagikan tautan publikasi yang aktif serta dapat dibuka dengan benar. | Mampu mengunggah berkas infografis secara mandiri ke lebih dari satu format saluran media sosial sekolah dengan tautan publikasi yang aktif dan keterbacaan visual yang tepat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid berhasil menyelesaikan alur pengunggahan infografis ke saluran media sosial sekolah?
- Bagaimana tingkat partisipasi murid dalam menuntaskan langkah diseminasi digital secara tepat?
Murid:- Apakah infografis yang saya unggah ke saluran media sosial sekolah sudah dapat dilihat dengan jelas oleh orang lain?
- Kendala apa yang saya temukan saat menyalurkan infografis ke platform media digital sekolah?
Pertemuan 10 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.2.1 Memproduksi konten digital berupa slide secara kreatif
- TP 7.2.2 Mendiseminasi konten digital berupa slide kepada audiens sasaran
- TP 7.2.3 Memproduksi konten digital berupa infografis yang memuat informasi terstruktur
- TP 7.2.4 Mendiseminasi konten digital berupa infografis melalui saluran digital yang relevan
Pendahuluan:- Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, doa bersama, dan mengecek kesiapan fasilitas laboratorium komputer serta proyektor (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab, aturan kerja mandiri kelompok, alokasi waktu 45 menit untuk produksi produk dan 35 menit untuk unjuk kerja presentasi dan diseminasi, serta kriteria rubrik penilaian proyek terintegrasi (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid dalam kelompok masing-masing menyimak lembar instruksi tugas sumatif proyek terintegrasi yang mencakup penyelesaian 3-4 slide kreatif dan 1 lembar infografis terstruktur serta persiapan diseminasi (3 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Tugas 1: Murid secara berkelompok bekerja serentak di laboratorium komputer memproduksi dan merapikan artefak digital berupa 3-4 slide presentasi kreatif (judul, gagasan utama, visualisasi pendukung) dan 1 lembar infografis yang memuat data terstruktur serta ikon visual relevan dengan acuan teknis: keselarasan elemen visual, kontras warna, keterbacaan tipografi, dan hierarki informasi (35 menit).
- Tugas 2: Murid secara berkelompok melaksanakan unjuk kerja diseminasi: menyampaikan isi 3-4 slide presentasi di depan audiens kelas secara bergiliran (5 menit per kelompok untuk 7 kelompok = 35 menit) sekaligus menyerahkan bukti tangkapan layar atau tautan aktif publikasi infografis pada saluran media digital kelas (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid secara mandiri mencatat refleksi proses kerja kelompok dalam menyelesaikan kreasi slide, infografis, dan tahapan diseminasi pada lembar evaluasi diri yang dibagikan guru (2 menit).
Penutup:- Guru mengumpulkan berkas digital (file slide dan infografis) serta bukti tautan/tangkapan layar diseminasi dari seluruh kelompok ke folder penyimpanan kelas (2 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas kedisiplinan dan kreativitas murid selama asesmen sumatif bab, menyampaikan rangkuman capaian bab Literasi Digital, dan menutup pertemuan dengan doa (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Memberikan salinan lembar petunjuk tugas cetak dengan teks berukuran besar bagi murid yang memiliki hambatan penglihatan di laboratorium komputer.
- Proses: Menyediakan pendampingan aksesibilitas perangkat keras (pengaturan mouse/keyboard atau pembesaran layar monitor) tanpa mengubah waktu dan instruksi tugas penilaian.
- Produk: Format berkas akhir dapat diserahkan dalam bentuk PDF interaktif, PPTX, atau tautan kanvas daring sesuai ketersediaan akun aplikasi tanpa mengurangi kriteria isi dan struktur.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan teknis perangkat laboratorium komputer, kelengkapan aset visual rancangan awal kelompok, dan akun saluran digital kelas untuk publikasi (acuan kesiapan: komputer menyala normal, aplikasi desain/presentasi dapat diakses, draf materi 3-4 slide dan infografis tersedia di folder kerja masing-masing kelompok).
Proses:- Observasi keterlibatan anggota kelompok saat penyelesaian serentak artefak slide dan infografis di laboratorium komputer.
Sumatif Bab:- projek terintegrasi kreasi dan diseminasi konten digital: berkas tayangan slide, lembar karya infografis digital, kinerja presentasi kelompok, serta tautan/tangkapan layar publikasi pada saluran digital
- unjuk kerja dan projek mini serentak: karya digital berupa 3-4 slide presentasi kreatif dan 1 lembar infografis terstruktur yang diselesaikan secara serentak di laboratorium komputer (45 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian produk digital (kesesuaian elemen visual, keterbacaan teks, dan keterstrukturan informasi))
- kinerja presentasi dan unjuk kerja diseminasi: penyampaian isi slide di depan kelas (5 menit per kelompok untuk 7 kelompok = 35 menit) disertai penyerahan bukti tangkapan layar/tautan publikasi infografis pada media digital kelas (35 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja presentasi dan lembar cek diseminasi digital)
Sumatif:- projek terintegrasi kreasi dan diseminasi konten digital: berkas tayangan slide, lembar karya infografis digital, kinerja presentasi kelompok, serta tautan/tangkapan layar publikasi pada saluran digital
- unjuk kerja dan projek mini serentak: karya digital berupa 3-4 slide presentasi kreatif dan 1 lembar infografis terstruktur yang diselesaikan secara serentak di laboratorium komputer (45 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian produk digital (kesesuaian elemen visual, keterbacaan teks, dan keterstrukturan informasi))
- kinerja presentasi dan unjuk kerja diseminasi: penyampaian isi slide di depan kelas (5 menit per kelompok untuk 7 kelompok = 35 menit) disertai penyerahan bukti tangkapan layar/tautan publikasi infografis pada media digital kelas (35 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja presentasi dan lembar cek diseminasi digital)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Produksi Slide Kreatif (TP 7.2.1) | Memproduksi slide kurang dari 3 lembar, teks sulit terbaca, tata letak belum tertata, dan tidak memuat elemen visual pendukung. | Memproduksi 3-4 slide presentasi, namun penataan elemen visual dan keterbacaan teks masih belum seimbang atau kontras warna kurang jelas. | Memproduksi 3-4 slide presentasi secara kreatif dengan tata letak rapi, keterbacaan teks baik, dan elemen visual pendukung yang relevan secara mandiri. | Memproduksi 3-4 slide presentasi secara sangat kreatif dengan komposisi tata letak harmonis, kontras warna dan tipografi optimal, serta integrasi multimedia/visual yang sangat mendukung pemahaman informasi. | | Diseminasi Slide kepada Audiens (TP 7.2.2) | Tidak mampu menyampaikan isi slide kepada audiens kelas atau presentasi tidak berjalan sesuai alur bahan tayang. | Mendiseminasi isi slide di depan kelas namun penyampaian ide terputus-putus dan kurang memperhatikan respons audiens kelas. | Mendiseminasi isi slide secara runtut dan jelas kepada audiens kelas dalam alokasi waktu yang ditentukan. | Mendiseminasi isi slide secara sangat runtut, komunikatif, percaya diri, serta aktif merespons perhatian audiens sasaran secara efektif. | | Produksi Infografis Terstruktur (TP 7.2.3) | Karya infografis tidak memuat informasi yang terstruktur, alur pembacaan membingungkan, dan tidak menggunakan ikon visual yang sesuai. | Karya infografis memuat informasi namun struktur hierarki data belum konsisten dan ikon visual masih terbatas. | Karya infografis memuat informasi terstruktur dengan hierarki yang jelas (judul, subtopik, data penjelas) serta ikon visual yang tepat. | Karya infografis menyajikan informasi yang sangat terstruktur, pemanfaatan ikon visual fungsional, tata letak data padat namun sangat mudah dipahami. | | Diseminasi Infografis pada Saluran Digital (TP 7.2.4) | Tidak menyerahkan bukti publikasi infografis pada saluran digital kelas yang ditentukan. | Menyerahkan bukti publikasi infografis namun tautan tidak dapat diakses atau salah penempatan saluran digital. | Mendiseminasi infografis dengan menyerahkan bukti tautan aktif atau tangkapan layar publikasi yang tepat pada saluran digital kelas. | Mendiseminasi infografis secara lengkap disertai bukti tautan aktif yang terkelola rapi dan tangkapan layar keterbacaan publikasi pada saluran digital kelas. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 45 menit untuk produksi dan 35 menit untuk diseminasi/presentasi mencukupi bagi seluruh kelompok menyelesaikan asesmen sumatif?
- Bagaimana tingkat kemandirian dan kreativitas murid dalam mengintegrasikan pembuatan slide dan infografis digital?
Murid:- Bagian mana dari pembuatan slide atau infografis yang paling memuaskan hasil kreasinya bagi kelompokmu?
- Tantangan apa yang kalian hadapi saat mendiseminasi karya secara langsung di depan kelas dan melalui saluran digital?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa: Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMP/MTs Kelas VII (Kemendikdasmen 2025, Bab 2)
- Buku Panduan Guru: Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMP/MTs Kelas VII (Kemendikdasmen 2025, Bab 2)
- Perangkat komputer/laptop laboratorium dengan aplikasi presentasi (PowerPoint, Canva, atau Google Slides)
- Contoh slide pembanding (slide teks padat vs slide teks terstruktur dengan tata letak dasar rapi)
- Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial SMP/MTs Kelas VII (Kemendikdasmen 2025, Bab 2)
- Buku Guru Koding dan Kecerdasan Artifisial SMP/MTs Kelas VII (Kemendikdasmen 2025, Bab 2)
- Aplikasi pembuat slide presentasi (Google Slides / Canva / Microsoft PowerPoint)
- Perangkat komputer/laptop sekolah atau gawai murid
- Komputer/Laptop/Chromebook laboratorium sekolah
- Aplikasi presentasi (Google Slides, Microsoft PowerPoint, atau Canva for Education)
- Lembar panduan palet warna dan contoh template slide keterbacaan
- Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMP/MTs Kelas VII
- Buku Panduan Guru Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMP/MTs Kelas VII
- Perangkat komputer/gawai penampil slide (aplikasi Google Slides/Canva/PowerPoint)
- Proyektor/Layar kelas atau lembar kerja simulasi tayang slide
- Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial SMP/MTs Kelas VII (Kemendikdasmen, 2025)
- Buku Panduan Guru Koding dan Kecerdasan Artifisial SMP/MTs Kelas VII (Kemendikdasmen, 2025)
- Aplikasi presentasi daring (Google Slides / Canva / Microsoft PowerPoint Online)
- Perangkat komputer/laptop dengan koneksi internet di laboratorium komputer
- Buku Panduan Guru Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMP/MTs Kelas VII (Kemendikdasmen 2025, Bab 2).
- Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMP/MTs Kelas VII (Kemendikdasmen 2025, Bab 2).
- Lembar Kerja Siswa: Sketsa Grid dan Templat Struktur Data Infografis.
- Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMP/MTs Kelas VII, Kemendikdasmen 2025, Bab 2 Subbab Penggunaan Aplikasi Dasar Slide dan Infografik.
- Komputer/Laptop laboratorium dengan koneksi internet dan peramban web.
- Aplikasi desain grafis digital (Canva / PowerPoint / Google Slides).
- Buku Panduan Guru Koding dan Kecerdasan Artifisial SMP/MTs Kelas VII
- Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial SMP/MTs Kelas VII Bab 2
- Platform Saluran Digital Kelas (Google Classroom / Google Drive Repositori Kelas)
- Perangkat komputer/laptop/gawai terhubung internet
- Buku Panduan Guru Koding dan Kecerdasan Artifisial SMP/MTs Kelas VII (Kemendikdasmen 2025)
- Komputer/gawai dengan koneksi internet
- Platform simulasi media sosial sekolah / Google Classroom / Folder Berbagi Sekolah
- Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMP/MTs Kelas VII (Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, 2025)
- Buku Panduan Guru Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMP/MTs Kelas VII (Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, 2025)
- Komputer laboratorium, proyektor, aplikasi pembuat presentasi dan infografis (Canva/Google Slides/PowerPoint), serta media penyimpanan/saluran digital kelas
|