MODUL AJAR Koding dan Kecerdasan Artifisial — Kelas 7 (Fase D) Topik: Bab 1 — Berpikir Komputasional INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Koding dan Kecerdasan Artifisial |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 7 |
|---|
| Topik | Bab 1 — Berpikir Komputasional |
|---|
| Alokasi Waktu | 16 JP (16 x 40 menit = 640 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 8 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 7.1.1 Menerapkan pengelolaan data dalam kehidupan masyarakat secara sistematis
- TP 7.1.2 Menerapkan pemecahan masalah sederhana dalam kehidupan masyarakat secara sistematis
- TP 7.1.3 Menuliskan instruksi secara sistematis untuk pemecahan masalah
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bagaimana kita bisa mengetahui jenis kendaraan yang paling banyak digunakan teman sekelas untuk berangkat ke sekolah?
- Mengapa mencatat informasi secara rapi dalam tabel membantu kita memahami kebiasaan perjalanan teman-teman kita?
- Bagaimana kumpulan catatan mentah tentang hobi atau daftar hadir di kelas dapat diubah agar polanya langsung terlihat jelas oleh siapa pun yang membacanya?
- Mengapa kita perlu mengubah data teks acak menjadi bentuk tabel frekuensi dan diagram grafik batang?
- Apa yang terjadi jika kita memindahkan mobil di tempat parkir yang padat tanpa memikirkan mobil lain di sekitarnya?
- Bagaimana urutan langkah yang tepat agar sebuah mobil yang terhalang dapat keluar dengan memindahkan sesedikit mungkin mobil penghalang?
- Mengapa seorang kurir atau pengantar barang tidak boleh sembarangan memilih jalan saat mengantarkan pesanan?
- Bagaimana cara kita menentukan rute perjalanan agar semua lokasi terkunjungi tanpa bolak-balik melewati jalan yang sama?
- Mengapa sampah di sekolah sering menumpuk dan bercampur meskipun sudah disediakan beberapa tempat sampah?
- Bagaimana urutan langkah yang sistematis untuk menyelesaikan masalah sampah yang bercampur di lingkungan kita?
- Pernahkah kalian memberikan arahan kepada teman, tetapi teman kalian malah salah melakukan langkahnya?
- Mengapa sebuah petunjuk atau instruksi harus ditulis berurutan secara logis dari langkah awal hingga akhir?
- Bagaimana sebuah komputer atau sistem cerdas tahu tempat sampah mana yang harus dituju jika diberi benda yang berbeda?
- Mengapa kita perlu menuliskan aturan 'jika... maka...' saat membuat petunjuk pemilahan sampah?
- Bagaimana penyajian data yang tepat dapat membantu kita mengenali masalah di lingkungan masyarakat?
- Mengapa penulisan instruksi langkah demi langkah harus logis dan runtut agar dapat memecahkan masalah secara tuntas?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menerapkan Pengumpulan dan Pencatatan Data Transportasi Murid ke Sekolah — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.1.1 Menerapkan pengelolaan data dalam kehidupan masyarakat secara sistematis
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu mengumpulkan serta mencatat data transportasi murid secara sistematis (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan tertulis singkat: (1) 'Apa perbedaan antara data mentah dengan data yang sudah dicatat dalam tabel?' (Acuan: data mentah adalah catatan acak/belum tersusun, tabel menyusun data dalam kolom/baris yang rapi); (2) 'Sebutkan 3 jenis moda transportasi yang biasa dipakai berangkat ke sekolah!' (Acuan: jalan kaki, sepeda, motor, mobil, angkutan umum/bus) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru tentang tahapan awal pengelolaan data: pengumpulan data (mencatat fakta langsung) dan penyimpanan/pencatatan data ke dalam format tabel berkolom nama dan moda transportasi (10 menit).
- Murid mengamati contoh kasus di papan tulis: narasi perjalanan 3 siswa (Budi naik sepeda, Siti naik bus, Andi jalan kaki) yang diubah secara runtut menjadi tabel 2 kolom: 'Nama' dan 'Moda Transportasi' (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan tantangan 'Oper Catatan Kilat' yang menggembirakan: dalam kelompok kecil beranggotakan 5 murid, setiap murid secara bergiliran menyebutkan moda transportasinya dan teman di sampingnya berlomba mencatatnya dengan tepat tanpa salah ketik (10 menit).
- Secara mandiri, setiap murid mengumpulkan data moda transportasi dari 5 rekan kelas terdekat dan mencatatnya ke dalam tabel lembar kerja dengan 3 kolom: 'Nomor', 'Nama Rekan', dan 'Moda Transportasi ke Sekolah' (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali tabel hasil catatannya untuk memastikan semua data 5 rekan tercatat lengkap, jelas terbaca, dan tidak ada kolom yang terlewat (5 menit).
- Murid menuliskan satu kalimat refleksi singkat pada lembar kerja mengenai kendala saat mengumpulkan dan merapikan catatan data teman (5 menit).
Penutup:- Guru membimbing murid menyimpulkan bahwa pengelolaan data dimulai dengan pencatatan informasi secara sistematis dan rapi ke dalam tabel (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja murid dan menginformasikan bahwa data yang telah dicatat akan diolah dan disajikan pada pertemuan berikutnya (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan format tabel yang sudah memuat nomor dan garis kolom siap isi, sedangkan murid cepat dapat menambahkan kolom jarak atau estimasi waktu tempuh secara mandiri pada kompetensi pengelolaan data yang sama.
- Proses: Guru mendampingi langsung murid yang mengalami kendala teknis pencatatan, sementara murid yang sudah mahir dibiarkan mandiri mencatat data lebih banyak teman (hingga 8 orang).
- Produk: Semua murid menghasilkan tabel data transportasi; murid yang memerlukan bimbingan mencatat minimal 3 data teman, sedangkan murid mandiri melengkapi 5 hingga 8 data teman.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan/tulis singkat: (1) 'Apa perbedaan antara data mentah dengan data yang dicatat dalam tabel?' (Acuan: data mentah belum tersusun teratur, tabel sudah tersusun rapi dalam baris dan kolom); (2) 'Sebutkan 3 jenis moda transportasi ke sekolah!' (Acuan: menyebutkan 3 di antara: jalan kaki, sepeda, motor, mobil, bus/angkot).
Proses:- Pengamatan dan umpan balik langsung selama kegiatan 'Oper Catatan Kilat' serta verifikasi kelengkapan pengisian tabel 3 kolom pada lembar kerja mandiri (acuan: tabel berisi minimal 5 nama teman beserta moda transportasi yang tepat).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi berupa pemeriksaan hasil tabel pencatatan data transportasi: dinilai berdasarkan ketepatan format 3 kolom (Nomor, Nama, Moda Transportasi) dan kelengkapan catatan 5 rekan tanpa sel kosong.
Formatif:- Pemeriksaan lembar kerja pencatatan data tabel moda transportasi murid ke sekolah menggunakan rubrik ketepatan dan kelengkapan tabel.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan Pengumpulan dan Pencatatan Data | Mencatat kurang dari 3 data rekan dan format tabel tidak memiliki kolom yang jelas. | Mencatat 3-4 data rekan ke dalam tabel sederhana dengan bantuan instruksi guru. | Mencatat 5 data rekan secara lengkap dan sistematis dalam tabel 3 kolom (Nomor, Nama, Moda Transportasi) secara mandiri. | Mencatat lebih dari 5 data rekan secara lengkap, sangat rapi, dan sistematis dalam format tabel terstruktur secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu selama 80 menit cukup untuk seluruh murid mempraktikkan pencatatan data secara mandiri?
- Bagian mana dari langkah pengumpulan data yang paling banyak membutuhkan bimbingan guru?
Murid:- Apa hal paling mudah dan paling sulit saat mencatat data transportasi teman ke dalam tabel?
- Mengapa catatan yang rapi membuat data temanmu lebih mudah dibaca kembali?
Pertemuan 2 — Menerapkan Pengolahan dan Penyajian Data Hobi serta Kehadiran dalam Bentuk Tabel dan Grafik Sederhana — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.1.1 Menerapkan pengelolaan data dalam kehidupan masyarakat secara sistematis
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran mengenai pengolahan data mentah menjadi tabel frekuensi dan diagram grafik batang (4 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik cepat dengan menampilkan data mentah acak hobi 5 murid di layar: 'Rani: Melukis, Budi: Sepeda, Dito: Melukis, Siti: Sepeda, Eka: Sepeda', lalu meminta murid menghitung frekuensi kategori di buku tulis masing-masing (acuan jawaban benar: Sepeda = 3, Melukis = 2) untuk mengecek kemampuan dasar mentabulasi data (6 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati pemodelan guru di papan tulis tentang cara mengelompokkan data acak kehadiran 10 murid selama sepekan ke dalam tabel distribusi frekuensi yang memiliki kolom kategori, turus/tally, dan total angka (acuan data peraga: H = 6, S = 2, I = 1, A = 1) (10 menit).
- Murid mengamati penjelasan guru mengenai komponen struktural grafik batang yang sistematis: sumbu horizontal (kategori data), sumbu vertikal (frekuensi jumlah), serta skala batang yang proporsional sesuai tabel frekuensi (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Secara berpasangan, murid mengikuti 'Tantangan Visualisasi Data Cepat': mengolah dataset mentah 12 data hobi kelas yang dibagikan guru, yaitu: 'Membaca, Futsal, Robotik, Futsal, Membaca, Futsal, Melukis, Membaca, Futsal, Robotik, Futsal, Membaca' ke dalam tabel frekuensi (acuan hasil tepat: Futsal = 5, Membaca = 4, Robotik = 2, Melukis = 1; Total = 12) (15 menit).
- Murid menggambar grafik diagram batang di kertas milimeter blok berdasarkan tabel frekuensi yang telah dihitung, lengkap dengan label sumbu kategori hobi, sumbu tegak frekuensi berjarak sama (skala 1 s.d. 5), dan tinggi balok batang yang tepat sesuai frekuensi (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid saling bertukar lembar grafik dengan pasangan lain untuk saling memvalidasi ketepatan data antara tabel frekuensi dan ketinggian grafik batang berdasarkan acuan kebenaran penghitungan (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan alur sistematis pengelolaan data mulai dari pencatatan mentah, pengelompokan frekuensi ke dalam tabel, hingga visualisasi dalam grafik batang (5 menit).
- Guru memberikan penguatan materi, menginformasikan bahwa materi pertemuan berikutnya adalah pemecahan masalah sederhana pada sistem antrean kendaraan, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan template tabel bergaris pandu dan sumbu diagram yang sudah berskala bagi murid yang memerlukan bimbingan teknis visual.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan pendampingan langsung dalam proses penandaan turus, sedangkan murid yang mahir diberikan dataset tambahan berupa 15 data kehadiran mingguan untuk ditabulasi mandiri.
- Produk: Format penyajian grafik batang dapat dibuat menggunakan pensil warna/spidol pada lembar milimeter blok atau buku kotak matematika.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Soal tabulasi cepat 5 data acak: 'Rani: Melukis, Budi: Sepeda, Dito: Melukis, Siti: Sepeda, Eka: Sepeda'. Acuan jawaban benar: Frekuensi Sepeda = 3 murid, Frekuensi Melukis = 2 murid.
Proses:- Observasi pengerjaan LKPD konversi dataset 12 hobi ('Membaca, Futsal, Robotik, Futsal, Membaca, Futsal, Melukis, Membaca, Futsal, Robotik, Futsal, Membaca'). Kriteria acuan: Tabel memuat 4 kategori (Futsal=5, Membaca=4, Robotik=2, Melukis=1; total=12) dan diagram batang memiliki skala tegak 1-5 dengan tinggi batang yang tepat.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman membaca grafik sederhana: Guru menampilkan diagram batang kehadiran 1 hari (Hadir: 28, Izin: 2, Sakit: 2). Murid menuliskan jumlah total murid kelas tersebut dan status terbanyak di selembar kertas memo (acuan jawaban: total 32 murid, status terbanyak Hadir = 28).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja pengolahan data mentah ke dalam tabel frekuensi dan ketepatan penyajian grafik batang.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengolahan Data Mentah ke Tabel Frekuensi | Belum mampu mengelompokkan data mentah ke dalam kategori yang tepat, atau hasil frekuensi salah pada lebih dari 2 kategori dari dataset 12 hobi. | Mampu membuat kategori pada tabel namun terdapat kesalahan penghitungan frekuensi pada 1-2 kategori data hobi (acuan: Futsal=5, Membaca=4, Robotik=2, Melukis=1). | Mampu mengelompokkan seluruh data ke dalam 4 kategori dan menghitung frekuensi dengan tepat (Futsal=5, Membaca=4, Robotik=2, Melukis=1, total=12) dengan arahan guru. | Mampu mengelompokkan dan menghitung frekuensi seluruh data hobi secara tepat (Futsal=5, Membaca=4, Robotik=2, Melukis=1, total=12) secara mandiri dan cepat. | | Penyajian Data ke Diagram Batang | Belum mampu membuat sumbu kategori dan skala frekuensi, tinggi batang tidak mencerminkan data tabel frekuensi. | Membuat sumbu kategori dan frekuensi, namun skala angka tidak berjarak sama atau terdapat kesalahan tinggi batang pada minimal 2 kategori. | Menyajikan grafik batang secara tepat dengan sumbu label kategori, skala frekuensi proporsional, dan tinggi balok batang tepat sesuai 4 data kategori tabel frekuensi. | Menyajikan grafik batang secara tepat, rapi, presisi pada skala dan tinggi seluruh 4 batang, serta melengkapi judul diagram secara mandiri tanpa bantuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 15 menit untuk menggambar grafik batang di kertas milimeter blok mencukupi bagi seluruh kelompok?
- Bagian mana dari penyajian data (penentuan skala sumbu atau penggambaran tinggi batang) yang paling banyak memerlukan bimbingan guru?
Murid:- Langkah mana yang paling menantang bagimu: menghitung frekuensi dari data acak atau menggambar grafik batang?
- Bagaimana penyajian data dalam grafik membantumu melihat tren hobi terbanyak di kelas secara lebih cepat?
Pertemuan 3 — Menerapkan Pemecahan Masalah Sederhana pada Kasus Kendaraan Keluar dari Tempat Parkir — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.1.2 Menerapkan pemecahan masalah sederhana dalam kehidupan masyarakat secara sistematis
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menerapkan pemecahan masalah sederhana secara sistematis melalui studi kasus kendaraan di tempat parkir (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan skenario pemantik pada papan tulis: 'Mobil L dan K berada di ruang parkir dan terhalang langsung oleh mobil M di depannya. Tentukan mobil mana yang harus dipindahkan terlebih dahulu agar mobil L bisa keluar!' Murid menuliskan jawabannya di selembar kertas kecil (acuan diagnostik: Mobil M harus dipindahkan terlebih dahulu) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati Gambar 1.6 ilustrasi tempat parkir yang ditunjukkan guru, mengamati konsep posisi kendaraan: mobil yang terhalang di dalam slot parkir dan mobil yang menghalangi di jalur depan yang dapat digeser maju atau mundur (10 menit).
- Murid menyimak penjelasan guru mengenai 4 langkah sistematis pemecahan masalah parkir: (1) mengamati posisi seluruh kendaraan, (2) mengidentifikasi kendaraan yang menghalangi jalur keluar, (3) menentukan kendaraan mana yang paling memungkinkan digeser terlebih dahulu, dan (4) menyusun urutan pemindahan langkah demi langkah (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan simulasi visual interaktif teka-teki logika parkir secara berpasangan di meja masing-masing menggunakan balok kertas mini/kartu mobil untuk mencoba membebaskan mobil target dengan jumlah pergeseran paling efisien (15 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja Kasus Parkir yang memuat 3 skenario masalah sistematis: (1) Kasus 1: Menentukan status mobil A, D, E, J, Q apakah dapat langsung keluar atau terhalang; (2) Kasus 2: Menentukan mobil penghalang yang harus digeser agar Mobil C keluar; (3) Kasus 3: Menentukan urutan langkah pemindahan mobil paling efisien agar Mobil K dan L dapat keluar (acuan kunci jawaban: Kasus 1 = Mobil A, D, E, J, dan Q dapat langsung keluar tanpa menggeser mobil lain; Kasus 2 = Mobil P harus didorong/digeser terlebih dahulu; Kasus 3 = Mobil M digeser terlebih dahulu, kemudian Mobil K atau Mobil L keluar bergantian) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa ketepatan dan efisiensi urutan pemindahan mobil yang telah dirumuskan pada lembar kerjanya secara mandiri dengan bimbingan konfirmasi guru terhadap prinsip pemecahan masalah sistematis (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap prinsip berpikir komputasional dalam menyelesaikan masalah sehari-hari secara sistematis dan efisien tanpa menimbulkan hambatan baru (3 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran pertemuan ini dan menyampaikan bahwa pertemuan berikutnya akan melanjutkan pemecahan masalah sederhana pada penentuan rute pengantaran barang (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan visual konkret disediakan lembar denah kisi berpetak dan pion mobil, sedangkan murid yang sudah mahir langsung menganalisis ilustrasi gambar denah kompleks.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan diberikan bimbingan perancah langkah demi langkah pada Kasus 1 dan 2, sedangkan murid yang cepat diberikan tantangan skenario tambahan dengan 2 lapisan mobil penghalang.
- Produk: Seluruh murid menuliskan solusi pemecahan masalah pada lembar kerja sesuai format urutan langkah pemindahan mobil.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik tertulis singkat: 'Mobil L dan K berada di ruang parkir dan terhalang langsung oleh mobil M di depannya. Tentukan mobil mana yang harus dipindahkan terlebih dahulu agar mobil L bisa keluar!' (Acuan jawaban benar: Mobil M harus dipindahkan/didorong terlebih dahulu).
Proses:- Pemeriksaan Lembar Kerja Kasus Parkir yang memuat 3 skenario pemecahan masalah: (1) Menentukan mobil yang bebas keluar langsung (Acuan: Mobil A, D, E, J, Q); (2) Menentukan mobil penghalang bagi Mobil C (Acuan: Mobil P); (3) Menentukan urutan langkah pemindahan agar Mobil K dan L keluar (Acuan: Langkah 1 dorong Mobil M, Langkah 2 keluarkan Mobil K atau L).
Akhir Pertemuan:- Pengecekan mandiri di akhir sesi terhadap lembar kerja dengan kriteria: pemecahan masalah dikatakan tuntas jika murid berhasil menentukan mobil penghalang dan urutan pemindahan mobil secara tepat dan sistematis pada minimal 2 dari 3 skenario yang diberikan.
Formatif:- Asesmen diagnostik awal: mengidentifikasi mobil penghalang langsung pada skenario sederhana.
- Asesmen formatif proses: unjuk kerja pemecahan masalah sistematis pada Lembar Kerja Kasus Parkir (Kasus 1, Kasus 2, dan Kasus 3).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan pemecahan masalah sederhana kasus parkir secara sistematis | Belum mampu mengidentifikasi mobil penghalang maupun urutan pemindahan mobil pada ketiga skenario kasus parkir secara tepat. | Mampu mengidentifikasi mobil penghalang dan menyusun urutan pemindahan mobil secara tepat hanya pada 1 dari 3 skenario kasus parkir. | Mampu mengidentifikasi mobil penghalang dan menyusun urutan pemindahan mobil secara sistematis dan tepat pada 2 dari 3 skenario kasus parkir. | Mampu mengidentifikasi mobil penghalang dan menyusun seluruh urutan pemindahan mobil secara sistematis, runtut, dan tepat pada seluruh (3) skenario kasus parkir secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan alat bantu visual/pion mobil efektif membantu murid memahami logika keterhalangan dan urutan pemindahan secara sistematis?
- Bagian mana dari langkah pemecahan masalah parkir yang paling banyak menimbulkan kesalahan berpikir pada murid?
Murid:- Langkah apa yang pertama kali kamu lakukan saat melihat denah parkir yang penuh?
- Apakah kamu dapat menemukan urutan pemindahan mobil dengan jumlah pergeseran yang paling sedikit?
Pertemuan 4 — Menerapkan Pemecahan Masalah Sederhana dalam Menentukan Rute Pengantaran Barang — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.1.2 Menerapkan pemecahan masalah sederhana dalam kehidupan masyarakat secara sistematis
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu memecahkan masalah penentuan rute pengantaran barang secara sistematis menggunakan prinsip berpikir komputasional (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui pertanyaan pemantik studi kasus: 'Jika seorang kurir berangkat dari Pos A ke Rumah B, C, dan D, lalu kembali ke Pos A, apa syarat agar rutenya efisien?' Murid menjawab langsung (acuan jawaban: setiap titik dikunjungi tepat satu kali, tidak melewati jalur yang sama dua kali, dan kembali ke titik asal) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyimak stimulus kisah Andri, seorang pengantar roti dari Lezat Bakery, yang harus mengantarkan barang ke beberapa rumah pelanggan secara teratur dan efisien tanpa membuang bahan bakar dan waktu (5 menit).
- Murid bersama guru membedah 3 aturan dasar masalah rute terpendek/optimal dalam berpikir komputasional: (1) Mengunjungi setiap titik pelanggan satu kali, (2) Tidak melewati jalur/jalan yang sama lebih dari satu kali, dan (3) Kembali ke titik awal (gudang/toko) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Secara berpasangan, murid menerima Lembar Aktivitas Rute Graf Sederhana yang memuat peta 4 titik: Gudang Roti (A) terhubung ke Rumah B dan Rumah D; Rumah B terhubung ke Rumah C; Rumah C terhubung ke Rumah D (graf siklus A-B-C-D-A) (5 menit).
- Murid melakukan tantangan simulasi rute dengan melacak jalur menggunakan spidol warna: menguji apakah urutan A -> B -> C -> D -> A dan urutan A -> D -> C -> B -> A memenuhi ketiga aturan sistematis rute efisien (10 menit).
- Setiap pasangan menyelesaikan variasi kasus kedua dengan 5 titik rute pengantaran paket: Pos Kurir (P) ke Pelanggan Q, R, S, dan T (peta tertutup P-Q-R-S-T-P), lalu menuliskan urutan langkah rute yang valid dari titik awal hingga kembali ke titik awal (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil penentuan rute pasangannya dan membandingkan apakah rute yang ditemukan sudah memenuhi ketiga kriteria efisiensi atau masih ada jalur yang terulang/terlewat (10 menit).
- Murid menyimpulkan secara sadar bahwa pemecahan masalah penentuan rute adalah penerapan berpikir komputasional sistematis untuk optimasi sumber daya di kehidupan nyata (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan konfirmasi dan umpan balik terhadap ketepatan rute yang dirumuskan oleh seluruh murid (5 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan memberikan gambaran topik pertemuan berikutnya (pemecahan masalah pengelolaan sampah) dan memimpin doa penutup (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan representasi visual peta graf bertingkat, dari graf 4 titik sederhana hingga graf 5 titik.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan pelacakan jalur menggunakan garis berarah tahap demi tahap; murid yang mahir diberikan tantangan graf dengan satu jalan buntu untuk dihindari.
- Produk: Hasil penentuan rute disajikan dalam bentuk diagram jalur berurutan atau daftar urutan titik kunjungan yang sistematis.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran mengenai syarat rute pengantaran barang yang efisien (acuan jawaban: 3 syarat utama: setiap rumah/titik dikunjungi tepat 1 kali, tidak melintasi jalur yang sama berulang kali, dan kembali ke titik asal keberangkatan).
Proses:- Observasi pemecahan masalah saat murid melacak dan menguji rute pada Kasus 1 (peta 4 titik: acuan rute valid adalah A-B-C-D-A atau A-D-C-B-A) dan Kasus 2 (peta 5 titik: acuan rute valid adalah P-Q-R-S-T-P atau P-T-S-R-Q-P).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir berupa penentuan keabsahan satu skema rute rumpang: Jika diberikan jalur A-B-D-C-A pada peta siklus A-B-C-D-A di mana B tidak terhubung langsung ke D, murid menentukan validitasnya (acuan jawaban: Tidak valid/salah, karena tidak ada jalur langsung dari B ke D sehingga melanggar peta koneksi).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja penentuan rute pengantaran barang menggunakan lembar observasi dan lembar aktivitas murid berpasangan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan pemecahan masalah penentuan rute sistematis | Belum mampu menentukan rute pengantaran barang yang memenuhi aturan (masih ada titik terlewat, jalur terulang, atau tidak kembali ke titik awal). | Mampu menentukan rute pengantaran barang dengan benar pada kasus 4 titik, namun masih melakukan kesalahan pada kasus 5 titik. | Mampu menerapkan pemecahan masalah dengan menentukan rute pengantaran yang valid secara tepat pada kasus 4 titik maupun 5 titik sesuai ketiga aturan rute efisien. | Mampu menerapkan pemecahan masalah dengan menentukan seluruh kemungkinan variasi rute valid (arah searah jarum jam dan berlawanan jarum jam) secara mandiri, tepat, dan sistematis pada seluruh kasus graf yang diberikan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah konteks pengantaran barang dan peta graf visual mempermudah murid memahami konsep pemecahan masalah optimasi rute?
- Bagian mana dari langkah penentuan rute yang paling sering menimbulkan kekeliruan pada murid saat bekerja secara berpasangan?
Murid:- Apa hal terpenting yang harus kamu perhatikan saat memilih rute agar tidak tersesat atau bolak-balik?
- Bagaimana keterampilan menentukan rute ini dapat membantumu dalam merencanakan perjalanan sehari-hari?
Pertemuan 5 — Menerapkan Pemecahan Masalah Sederhana pada Pengelolaan dan Pemilahan Sampah Lingkungan — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.1.2 Menerapkan pemecahan masalah sederhana dalam kehidupan masyarakat secara sistematis
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran tentang pemecahan masalah pengelolaan serta pemilahan sampah secara sistematis (3 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan singkat mengenai identifikasi masalah pemilahan sampah: 'Jika ada botol plastik bekas minum berisi sisa teh dan kulit pisang berserakan di satu kantong, apa masalah utamanya dan apa tindakan pemilahan pertamanya?' (acuan jawaban: masalah utama = sampah organik dan anorganik bercampur serta masih kotor/berisi cairan; tindakan pertama = membuang sisa cairan, memisahkan kulit pisang ke wadah organik, dan memasukkan botol ke wadah anorganik/daur ulang) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru menayangkan studi kasus pengelolaan sampah di kantin sekolah: 'Setiap jam istirahat, 3 bak sampah di depan kantin selalu penuh meluap dengan sampah tercampur (daun pembungkus, sedotan plastik, botol air mineral, dan sisa kuah bakso) sehingga area menjadi becek dan bau.' Murid mengamati masalah dan mengenali tahapan dekomposisi masalah (mengurai jenis sampah dan sumber masalah) secara terarah (10 menit).
- Guru memodelkan cara pemecahan masalah secara sistematis melalui 3 langkah terstruktur: (1) Identifikasi akar masalah (sampah tidak terpilah sejak sumbernya dan ada cairan yang tumpah), (2) Perumusan alternatif solusi terurut (penyediaan ember penampung sisa kuah/cairan -> pemisahan wadah organik daun/sisa makanan -> pemisahan botol dan plastik kering), (3) Penentuan prosedur penanganan yang runtut dari hulu ke hilir (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru mengorganisasikan murid ke dalam kelompok kecil beranggotakan 3-4 orang dan membagikan Lembar Kerja 'Tantangan Solusi Sampah Taman Sekolah' yang memuat kasus konkret: 'Di taman sekolah terdapat tumpukan 4 jenis barang berserakan: (A) Ranting dan daun kering, (B) Gelas plastik sisa boba yang masih ada es batunya, (C) Kertas karton bungkus snack berminyak, (D) Kaleng minuman soda kosong.' (5 menit).
- Murid dalam kelompok berkolaborasi menyelesaikan tantangan tersebut dengan menuliskan tabel pemecahan masalah sistematis: menentukan dekomposisi pemilahan tiap jenis barang, urutan penanganan logis, dan solusi tindakan pembuangan ke 3 kategori tempat penampungan: Organik, Anorganik Kering/Daur Ulang, dan Residu (acuan solusi: (A) Ranting/daun -> Tempat Organik untuk kompos; (B) Gelas boba -> Kosongkan es/cairan ke saluran pembuangan, lalu buang gelas plastik ke Anorganik/Daur Ulang; (C) Karton berminyak -> Tempat Residu karena sudah terkontaminasi lemak makanan; (D) Kaleng soda kosong -> Tempat Anorganik/Daur Ulang). Guru berkeliling memberikan umpan balik formatif terhadap ketepatan urutan langkah pemecahan masalah tiap kelompok (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Perwakilan kelompok membacakan urutan langkah solusi pemecahan masalah yang telah dirumuskan, dan kelompok lain memeriksa kesesuaian langkah berdasarkan acuan logika pemilahan (10 menit).
- Murid bersama guru menyimpulkan bahwa pemecahan masalah sampah secara sistematis harus diawali dengan membedah komponen masalah, membersihkan kontaminan (cairan/minyak), baru mengelompokkan ke kategori yang tepat (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan dan melakukan asesmen akhir singkat secara mandiri: murid menuliskan solusi urutan pemilahan pada selembar kertas memo untuk kasus 2 sampah: kotak susu cair sisa dan sobekan kardus bersih (acuan: kotak susu dikosongkan/dibilas lalu masuk anorganik/residu; kardus bersih langsung masuk anorganik/daur ulang) (3 menit).
- Guru menyampaikan topik pertemuan berikutnya mengenai perumusan instruksi langkah demi langkah dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan kategori sampah (organik, anorganik, residu) beserta contoh konkretnya, sedangkan murid yang lebih cepat diberikan studi kasus tambahan dengan 6 jenis sampah berbeda termasuk baterai bekas (B3).
- Proses: Pada tahap Mengaplikasi, kelompok murid yang masih kesulitan dibimbing langsung oleh guru pada tahap pemisahan cairan dari wadah anorganik, sementara kelompok mandiri bekerja merumuskan alur tindakan mandiri.
- Produk: Format luaran pemecahan masalah dapat dituangkan dalam bentuk bagan alur pemecahan masalah sederhana atau tabel pemecahan masalah 3 kolom (Jenis Sampah - Masalah/Kondisi - Solusi Tindakan Sistematis).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan lisan diagnostik: 'Jika ada botol plastik bekas minum berisi sisa teh dan kulit pisang berserakan di satu kantong, apa masalah utamanya dan apa tindakan pemilahan pertamanya?' (Kriteria ketercapaian: murid mampu mengenali bahwa sampah tercampur serta botol masih berisi cairan, dengan tindakan awal mengosongkan cairan sebelum memilah kulit pisang ke organik dan botol ke anorganik).
Proses:- Pemeriksaan tabel hasil pemecahan masalah kelompok pada kasus 4 sampah taman sekolah dengan acuan kunci: (1) Ranting/daun -> wadah organik; (2) Gelas plastik sisa boba -> buang es batu/cairan ke saluran air lalu gelas ke anorganik; (3) Karton berminyak -> residu; (4) Kaleng soda -> anorganik/daur ulang. Guru mencatat ketepatan klasifikasi dan keruntutan langkah tindakan pemecahan masalah.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri di akhir pertemuan dengan butir soal: 'Tuliskan langkah penanganan sistematis untuk: (1) kotak susu karton berisi sisa susu, (2) sobekan kardus bersih!' (Acuan jawaban: (1) Buka dan buang sisa cairan susu, bilas/pipihkan kotak karton susu, masukkan ke wadah yang sesuai (anorganik/residu); (2) Masukkan sobekan kardus bersih langsung ke wadah anorganik/daur ulang).
Formatif:- Tanya jawab diagnostik awal mengenai identifikasi masalah pencampuran sampah
- Observasi dan pemeriksaan Lembar Kerja 'Tantangan Solusi Sampah Taman Sekolah' saat diskusi kelompok
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan pemecahan masalah pengelolaan dan pemilahan sampah secara sistematis | Belum mampu mengidentifikasi akar masalah sampah tercampur dan solusi tindakan yang dirumuskan tidak berurutan serta salah mengkategorikan 3 atau lebih jenis sampah dari acuan. | Mampu mengidentifikasi masalah namun pemecahan masalah belum runtut (misalnya memilah sampah anorganik tanpa mengosongkan sisa cairan terlebih dahulu) serta tepat mengkategorikan 2 dari 4 jenis sampah sesuai acuan. | Mampu menerapkan pemecahan masalah secara runtut (memisahkan kontaminan/cairan terlebih dahulu) dan tepat menentukan tindakan untuk minimal 3 dari 4 jenis sampah sesuai acuan dengan bantuan minimal. | Mampu menerapkan pemecahan masalah secara runtut dan mandiri, menguraikan tahapan dekomposisi masalah, serta tepat menentukan tindakan pemilahan untuk seluruh (4 dari 4) jenis sampah sesuai acuan tanpa kesalahan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah konteks studi kasus sampah di sekolah berhasil membuat murid memahami dekomposisi masalah dan urutan solusi berpikir komputasional secara konkret?
- Bagian langkah manakah dari pemecahan masalah sistematis yang paling sering terlewat oleh murid saat diskusi kelompok?
Murid:- Apa langkah pertama yang harus saya lakukan sebelum memasukkan botol atau gelas kemasan bekas ke tempat sampah daur ulang?
- Mengapa kita perlu memecah masalah sampah menjadi bagian-bagian kecil (jenis dan kondisinya) sebelum menentukan tempat pembuangannya?
Pertemuan 6 — Menuliskan Instruksi Langkah demi Langkah secara Sistematis Berdasarkan Kasus Keseharian — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.1.3 Menuliskan instruksi secara sistematis untuk pemecahan masalah
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menuliskan instruksi langkah demi langkah secara sistematis untuk pemecahan masalah keseharian (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat secara tertulis mengenai pengurutan 4 langkah acak menyalakan komputer: A. Tekan tombol monitor; B. Tancapkan kabel listrik; C. Tunggu sistem operasi siap; D. Tekan tombol power CPU (acuan urutan benar: B -> D -> A -> C atau B -> A -> D -> C) untuk mengukur kesiapan murid dalam memahami instruksi berurutan (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):- Murid mencermati pemodelan guru di papan tulis mengenai perbedaan instruksi yang rancu (ambigu) dan instruksi yang sistematis (eksplisit, bernomor urut, logis) pada kasus menyeduh teh celup (10 menit).
- Murid secara berpasangan memainkan tantangan permainan tebak urutan instruksi 'Robot Kertas' yang menggembirakan: satu murid membaca urutan langkah membuat pesawat kertas terlipat dan pasangannya menguji apakah langkah tersebut dapat diikuti tanpa kebingungan (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid secara mandiri menuliskan instruksi langkah demi langkah secara sistematis pada Lembar Kerja untuk kasus keseharian: 'Prosedur Mengembalikan Buku Pinjaman ke Perpustakaan Sekolah' yang memuat minimal 4 langkah runtut (acuan langkah logis: 1. Mengambil buku yang akan dikembalikan; 2. Menuju meja petugas perpustakaan; 3. Menyerahkan kartu perpustakaan dan buku kepada petugas; 4. Petugas memindai/mencatat pengembalian; 5. Menerima kartu kembali dan meletakkan buku di rak pengembalian jika diminta) (25 menit).
- Murid melakukan pengujian mandiri dengan membaca ulang instruksi yang telah ditulis untuk memastikan tidak ada langkah penting yang terlewat atau terbalik urutannya (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengevaluasi hasil tulisan instruksinya dengan mencentang daftar periksa mandiri: apakah instruksi sudah jelas, tidak membingungkan, dan berurutan dari awal hingga tujuan tercapai (5 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan bahwa instruksi yang sistematis harus memiliki langkah awal yang jelas, urutan tindakan yang logis, dan kondisi akhir saat masalah selesai (5 menit).
- Guru memberikan penguatan dan menutup sesi pembelajaran dengan doa serta salam tanpa merangkum keseluruhan bab (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar kerja dengan panduan kata kerja awal (misal: 'Ambil...', 'Bawa...', 'Serahkan...') bagi murid yang membutuhkan scaffolding.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan struktur 4 langkah bertahap, sedangkan murid yang cepat diberikan tantangan menuliskan instruksi kasus keseharian dengan 6-7 langkah terperinci.
- Produk: Format penulisan instruksi dapat menggunakan daftar bernomor sederhana (1, 2, 3, dst.) atau diagram alur teks sederhana sesuai tingkat kemandirian murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik tertulis singkat: Murid mengurutkan 4 langkah acak menyalakan komputer berikut: A. Tekan tombol monitor; B. Tancapkan kabel listrik; C. Tunggu sistem operasi siap; D. Tekan tombol power CPU. (Acuan urutan tepat: B -> D -> A -> C atau B -> A -> D -> C).
Proses:- Observasi ketercapaian penulisan instruksi langkah demi langkah pada tugas mandiri 'Prosedur Mengembalikan Buku Pinjaman ke Perpustakaan Sekolah'. (Kriteria: memuat urutan aksi yang logis dari awal penyerahan buku hingga selesai pencatatan administrasi, minimal 4 langkah runtut).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri tertulis: Murid memeriksa apakah instruksi yang dibuat telah memenuhi kriteria kejelasan aksi, kelengkapan urutan (awal-tengah-akhir), dan ketuntasan tujuan masalah.
Formatif:- Penilaian proses menuliskan instruksi langkah demi langkah secara sistematis menggunakan lembar kerja murid.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Sistematika Keruntutan Penulisan Instruksi | Menuliskan instruksi langkah demi langkah yang urutan logisnya terbalik atau tidak runtut sehingga tujuan tidak tercapai. | Menuliskan instruksi langkah demi langkah secara runtut tetapi masih terdapat 1-2 langkah penting yang terlewat dengan bimbingan guru. | Menuliskan instruksi langkah demi langkah secara sistematis dan runtut dari awal hingga akhir pemecahan masalah minimal 4 langkah secara mandiri. | Menuliskan instruksi langkah demi langkah secara sistematis, sangat runtut, dan mendalam (lebih dari 5 langkah terperinci tanpa ada celah ambiguitas) secara mandiri. | | Kejelasan Pernyataan Instruksi | Menuliskan kalimat instruksi yang rancu/ambigu dan tidak menunjukkan tindakan konkret. | Menuliskan sebagian kalimat instruksi yang jelas tetapi masih ada pernyataan yang membingungkan pelaku instruksi. | Menuliskan seluruh kalimat instruksi berupa tindakan konkret yang lugas dan mudah dipahami. | Menuliskan seluruh kalimat instruksi berupa tindakan yang sangat spesifik, terukur, dan sepenuhnya bebas dari tafsir ganda. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas permainan tebak urutan berhasil membangun pemahaman murid tentang pentingnya instruksi sistematis?
- Bagian mana dari langkah penulisan instruksi mandiri yang masih sering terlewat oleh murid?
Murid:- Apakah langkah-langkah instruksi yang saya tulis sudah cukup jelas sehingga orang lain tidak bingung mengikutinya?
- Apa kesulitan terbesar saya saat mengurutkan tindakan langkah demi langkah secara logis?
Pertemuan 7 — Menuliskan Instruksi secara Sistematis Berbasis Logika Kondisional untuk Pemecahan Masalah Pemilahan Sampah — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.1.3 Menuliskan instruksi secara sistematis untuk pemecahan masalah
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran, menyapa murid, dan menyampaikan fokus pertemuan yaitu menuliskan instruksi berbasis logika kondisional (jika-maka) untuk pemecahan masalah pemilahan sampah (3 menit).
- Guru memberikan asesmen diagnostik singkat: murid diminta melengkapi 1 kalimat rumpang logika: 'Jika sampah berupa kulit pisang, maka masukkan ke tong sampah warna _____ (acuan jawaban: hijau/organik)' (4 menit).
- Guru mengaitkan jawaban murid dengan struktur penulisan instruksi kondisional yang akan dipelajari dan ditulis secara sistematis (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru mengenai struktur penulisan instruksi percabangan logika kondisi: 'JIKA [kondisi jenis sampah] MAKA [tindakan pemilahan/tujuan tong]' (8 menit).
- Murid menelaah 4 aturan pemilahan sampah sekolah: (1) Sampah sisa makanan/daun -> Tong Hijau (Organik); (2) Sampah botol/plastik -> Tong Kuning (Anorganik); (3) Sampah baterai/lampu -> Tong Merah (B3); (4) Sampah koran/kardus -> Tong Biru (Kertas) (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid secara berpasangan memainkan kuis simulasi logika 'Detektif Pilah' secara interaktif dan seru, di mana seorang murid menyebut nama benda dan pasangannya menuliskan instruksi kondisional cepat di papan tulis mini/kertas (12 menit).
- Murid secara mandiri menuliskan instruksi langkah demi langkah sistematis berbasis logika kondisional untuk 4 skenario sampah pada Lembar Kerja: Skenario 1 (Kulit jeruk), Skenario 2 (Botol air mineral plastik), Skenario 3 (Pecahan lampu neon bekas), dan Skenario 4 (Kardus bekas kemasan). Format penulisan: 'Langkah 1: Periksa jenis sampah; Langkah 2: JIKA sampah jenis [X], MAKA buang ke tong [warna target]; Langkah 3: Tambahkan skor 1' (acuan jawaban tepat: Skenario 1 -> Tong Hijau/Organik; Skenario 2 -> Tong Kuning/Anorganik; Skenario 3 -> Tong Merah/B3; Skenario 4 -> Tong Biru/Kertas) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid melakukan proses pengujian instruksi tertulis mandiri dengan menelusuri alur langkah (tracing) apakah setiap kondisi sampah yang ditulis telah memiliki instruksi tindakan yang tepat dan runtut tanpa ada yang tertukar (13 menit).
Penutup:- Murid menyerahkan lembar kerja instruksi logika kondisional kepada guru (3 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya kejelasan aturan 'jika-maka' dalam menyusun instruksi sistematis sebelum diubah menjadi kode program atau blok visual (4 menit).
- Guru memberikan umpan balik penutup dan menyampaikan informasi rencana kegiatan asesmen pertemuan berikutnya (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu bantu berisikan kata kunci struktur 'JIKA... MAKA...' untuk murid yang memerlukan panduan tambahan.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan contoh 1 skenario terlebih dahulu; murid cepat diberikan tambahan penulisan instruksi alternatif 'JIKA BUKAN... MAKA...' (kondisi ELSE/peringatan salah).
- Produk: Format penulisan instruksi disajikan dalam bentuk teks berpoin langkah terstruktur atau diagram langkah logika.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik pemahaman logika kondisional awal dengan 1 soal rumpang: 'Jika sampah berupa kulit pisang, maka masukkan ke tong sampah warna _____' (Acuan jawaban: hijau/organik).
Proses:- Pemeriksaan ketepatan penulisan instruksi kondisional pada 4 skenario: (1) Skenario kulit jeruk -> JIKA sampah organik MAKA buang ke tong hijau; (2) Skenario botol plastik -> JIKA sampah anorganik MAKA buang ke tong kuning; (3) Skenario pecahan lampu neon -> JIKA sampah B3 MAKA buang ke tong merah; (4) Skenario kardus kemasan -> JIKA sampah kertas MAKA buang ke tong biru.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi berupa pemeriksaan mandiri kelengkapan komponen langkah: adanya kondisi (jika jenis sampah), aksi pemilahan (maka masukkan ke tong sampah yang sesuai), dan nomor urut langkah sistematis.
Formatif:- Penilaian Lembar Kerja: Menuliskan instruksi sistematis berbasis logika kondisional (jika-maka) untuk pemecahan masalah 4 skenario pemilahan sampah.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Penulisan Instruksi Kondisional | Belum mampu menuliskan instruksi dengan format logika kondisional (jika-maka) secara tepat untuk 4 skenario sampah (0-1 instruksi tepat). | Menuliskan instruksi logika kondisional (jika-maka) dengan tepat untuk 2 dari 4 skenario sampah yang disediakan. | Menuliskan instruksi logika kondisional (jika-maka) secara sistematis dan tepat untuk minimal 3 dari 4 skenario sampah yang disediakan. | Menuliskan seluruh (4 dari 4) instruksi langkah secara sistematis berbasis logika kondisional lengkap (kondisi jenis sampah dan tindakan tong yang tepat) secara mandiri. | | Keruntutan Penulisan Langkah Sistematis | Langkah instruksi ditulis acak tanpa penomoran atau tahapan yang logis. | Langkah instruksi ditulis berurutan namun melewatkan tahapan pemeriksaan kondisi awal. | Langkah instruksi ditulis secara runtut mencakup identifikasi jenis sampah, penerapan aturan kondisional, dan aksi akhir. | Langkah instruksi ditulis secara runtut, lengkap dari awal hingga akhir, serta menyertakan penanganan kondisi salah/pesan umpan balik secara konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat memahami format penulisan aturan kondisi 'jika-maka' dengan jelas?
- Bagian mana dari penyusunan instruksi yang paling sering memicu kesalahan murid?
Murid:- Apakah saya sudah bisa menuliskan instruksi 'jika... maka...' untuk memilah sampah dengan benar?
- Apa kesulitan utama yang saya alami saat menentukan langkah pemilahan sampah secara sistematis?
Pertemuan 8 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.1.1 Menerapkan pengelolaan data dalam kehidupan masyarakat secara sistematis
- TP 7.1.2 Menerapkan pemecahan masalah sederhana dalam kehidupan masyarakat secara sistematis
- TP 7.1.3 Menuliskan instruksi secara sistematis untuk pemecahan masalah
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan fisik serta alat tulis 28 murid secara tertib (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab untuk mengukur penerapan pengelolaan data, pemecahan masalah secara sistematis, dan penulisan instruksi berdasarkan studi kasus nyata (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan berkas Lembar Kerja Asesmen Sumatif individual yang memuat studi kasus 'Pengelolaan Bank Sampah Mandiri RW 05' serta membacakan tata tertib dan kriteria penilaian secara berkesadaran tanpa membuka sesi diskusi jawaban (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid mengerjakan Tugas 1 secara mandiri dan serentak: mengolah data mentah setoran sampah (Plastik: 40 kg, Kertas: 60 kg, Logam: 20 kg, Kaca: 30 kg) ke dalam tabel frekuensi dan grafik batang sederhana, menyimpulkan jenis sampah terbanyak dan tersedikit, serta menuliskan 4 langkah pemecahan masalah penumpukan sampah kardus di pos penimbangan (memahami masalah, merencanakan solusi pemadatan/pengikatan, menjadwalkan pengangkutan, dan memeriksa hasil penataan) (35 menit).
- Murid mengerjakan Tugas 2 secara mandiri dan serentak: menuliskan dokumen teks urutan instruksi kerja langkah demi langkah yang logis dan runtut (minimal 5 langkah terurut: 1. Terima dan periksa wadah sampah dari warga; 2. Pisahkan sampah anorganik sesuai jenis Plastik, Kertas, Logam, Kaca; 3. Timbang berat tiap jenis sampah secara terpisah; 4. Catat berat hasil timbangan ke buku setoran warga; 5. Simpan sampah terpilah ke dalam karung penampungan masing-masing) serta menguji instruksi tersebut untuk memastikan ketepatan alurnya (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengheningkan cipta sejenak dan mengisi 2 butir pernyataan refleksi mandiri di lembar kerja terkait ketelitian serta kemandirian mereka dalam menuntaskan asesmen pemecahan masalah (3 menit).
Penutup:- Guru mengumpulkan seluruh lembar kerja asesmen sumatif murid secara serentak, memberikan apresiasi atas integritas dan ketertiban seluruh murid selama asesmen, serta menyampaikan gambaran umum topik bab berikutnya (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar asesmen dengan format garis bantu tabel dan grafik yang lebih kontras serta cetakan teks yang jelas bagi murid yang membutuhkan akomodasi visual, tanpa mengubah substansi data maupun tugas.
- Proses: Memberikan penyesuaian posisi duduk di barisan depan bagi murid yang memerlukan kemudahan akses penglihatan saat membaca petunjuk di papan tulis, dengan durasi dan kriteria penilaian yang tetap setara.
- Produk: Format luaran tetap seragam berupa berkas lembar kerja tertulis individual berisi tabel/grafik pengelolaan data, dokumen langkah pemecahan masalah, serta rancangan teks urutan instruksi sesuai acuan sumatif.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- penugasan lembar kerja pemecahan masalah terpadu dan penulisan instruksi secara serentak: berkas lembar kerja individual berisi tabel/grafik pengelolaan data kasus kontekstual masyarakat, lembar analisis langkah pemecahan masalah sistematis, serta teks urutan instruksi logis dan teruji
- penugasan lembar kerja analisis data dan pemecahan masalah serentak: lembar kerja murid yang memuat penyajian data sederhana dalam bentuk tabel/grafik beserta penjelasannya dan uraian dokumen langkah pemecahan masalah secara sistematis berdasarkan studi kasus kontekstual di masyarakat, dikerjakan serentak oleh 28 murid (45 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian lembar kerja pengelolaan data dan pemecahan masalah)
- praktik tertulis perancangan instruksi serentak: dokumen rancangan teks urutan instruksi langkah demi langkah yang logis, berurutan, dan teruji untuk menyelesaikan tugas spesifik dari studi kasus sebelumnya, ditulis serentak oleh seluruh murid (35 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian kejelasan dan kelogisan urutan instruksi)
Sumatif:- penugasan lembar kerja pemecahan masalah terpadu dan penulisan instruksi secara serentak: berkas lembar kerja individual berisi tabel/grafik pengelolaan data kasus kontekstual masyarakat, lembar analisis langkah pemecahan masalah sistematis, serta teks urutan instruksi logis dan teruji
- penugasan lembar kerja analisis data dan pemecahan masalah serentak: lembar kerja murid yang memuat penyajian data sederhana dalam bentuk tabel/grafik beserta penjelasannya dan uraian dokumen langkah pemecahan masalah secara sistematis berdasarkan studi kasus kontekstual di masyarakat, dikerjakan serentak oleh 28 murid (45 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian lembar kerja pengelolaan data dan pemecahan masalah)
- praktik tertulis perancangan instruksi serentak: dokumen rancangan teks urutan instruksi langkah demi langkah yang logis, berurutan, dan teruji untuk menyelesaikan tugas spesifik dari studi kasus sebelumnya, ditulis serentak oleh seluruh murid (35 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian kejelasan dan kelogisan urutan instruksi)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengelolaan Data secara Sistematis (Tugas 1) | Menyajikan tabel atau grafik dengan data yang belum sesuai acuan (kurang dari 2 kategori tepat dari 4 kategori: Plastik 40 kg, Kertas 60 kg, Logam 20 kg, Kaca 30 kg) serta belum menuliskan simpulan jenis sampah. | Menyajikan data ke dalam tabel dan grafik dengan tepat untuk 2-3 kategori sampah, namun simpulan jenis sampah terbanyak (Kertas) dan tersedikit (Logam) belum tepat. | Menyajikan seluruh 4 kategori data setoran sampah ke dalam tabel frekuensi dan grafik batang secara tepat dan rapi, serta menyimpulkan dengan benar bahwa sampah terbanyak adalah Kertas (60 kg) dan tersedikit adalah Logam (20 kg). | Menyajikan seluruh 4 kategori data secara tepat, lengkap, rapi pada tabel dan grafik batang dengan skala proporsional, serta memberikan analisis komparasi rinci antarkategori berdasarkan data. | | Pemecahan Masalah Sederhana secara Sistematis (Tugas 1) | Hanya menuliskan 1 dari 4 langkah pemecahan masalah (Acuan: 1. Memahami masalah penumpukan; 2. Merencanakan solusi pemadatan/pengikatan; 3. Melaksanakan pengangkutan; 4. Memeriksa hasil penataan). | Menuliskan 2-3 langkah pemecahan masalah dengan runtut berdasarkan acuan studi kasus penumpukan kardus sampah. | Menuliskan lengkap 4 langkah pemecahan masalah secara runtut dan logis sesuai acuan: memahami masalah, membuat rencana solusi, melaksanakan rencana pengangkutan/pemadatan, dan memeriksa kembali hasil penataan. | Menuliskan lengkap 4 langkah pemecahan masalah secara runtut, logis, dan mendalam disertai rincian tindakan pencegahan agar masalah penumpukan sampah tidak terulang. | | Penulisan Instruksi secara Sistematis (Tugas 2) | Menuliskan kurang dari 3 langkah instruksi kerja pemilahan-penimbangan, atau urutan langkah acak dan tidak logis sehingga tidak dapat dijalankan. | Menuliskan 3-4 langkah instruksi kerja secara runtut, tetapi terdapat langkah kunci (pemisahan jenis sampah atau pencatatan timbangan) yang terlewat. | Menuliskan minimal 5 langkah instruksi kerja pemilahan dan penimbangan secara terurut dan logis (Acuan: 1. Terima/periksa wadah; 2. Pisahkan sampah sesuai jenis; 3. Timbang berat terpisah; 4. Catat ke buku setoran; 5. Simpan ke karung penampungan). | Menuliskan minimal 5 langkah instruksi secara terurut, sangat runtut dan presisi, serta menyertakan langkah pengujian alur kerja (validasi jika timbangan salah atau wadah belum bersih) secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 45 menit untuk Tugas 1 dan 30 menit untuk Tugas 2 sudah memadai bagi seluruh murid untuk menunjukkan kompetensi Berpikir Komputasional secara optimal?
- Bagian mana dari lembar kerja sumatif yang paling banyak memunculkan kendala pemahaman instruksi pada murid?
Murid:- Bagian tugas mana yang paling menantang bagiku: menyajikan data, memecahkan masalah penumpukan sampah, atau menyusun instruksi langkah demi langkah?
- Apakah aku sudah menyusun instruksi secara runtut sehingga orang lain dapat mengikutinya tanpa bingung?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMP/MTs Kelas VII
- Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMP/MTs Kelas VII Bab 1
- Lembar Kerja Murid (Tabel Data Transportasi Siswa)
- Papan tulis dan spidol
- Buku Panduan Guru Koding dan Kecerdasan Artifisial SMP/MTs Kelas VII, Bab 1
- Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial SMP/MTs Kelas VII, Bab 1
- Kertas berpetak / milimeter blok, penggaris, dan spidol warna
- Buku Panduan Guru Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMP/MTs Kelas VII, Bab 1 Aktivitas 4
- Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMP/MTs Kelas VII, Bab 1 Halaman 24-26
- Lembar Kerja Kasus Parkir dan media simulasi denah parkir berpetak
- Buku Panduan Guru Koding dan Kecerdasan Artifisial SMP/MTs Kelas VII
- Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial SMP/MTs Kelas VII Bab 1 (Aktivitas 5: Menentukan Rute Pengantaran Roti Paling Efisien)
- Lembar Kerja Aktivitas Peta Rute Pengantaran Barang
- Spidol warna dan papan tulis/kertas graf rute
- Buku Panduan Guru Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMP/MTs Kelas VII (Kemendikdasmen, 2025)
- Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMP/MTs Kelas VII Bab 1 (Kemendikdasmen, 2025)
- Lembar Kerja Murid: Kasus Pengelolaan dan Pemilahan Sampah Lingkungan Sekolah
- Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMP/MTs Kelas VII, Kemendikdasmen 2025 (Bab 1: Berpikir Komputasional)
- Buku Panduan Guru Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMP/MTs Kelas VII, Kemendikdasmen 2025
- Lembar Kerja Murid (LKM) Penulisan Instruksi Sistematis
- Kertas lipat/origami untuk simulasi instruksi robot kertas
- Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial SMP/MTs Kelas VII
- Lembar Kerja Siswa: Penulisan Instruksi Logika Kondisional Pemilahan Sampah
- Buku Panduan Guru Koding dan Kecerdasan Artifisial SMP/MTs Kelas VII, Kemendikdasmen RI, 2025.
- Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial SMP/MTs Kelas VII, Bab 1 'Berpikir Komputasional', Kemendikdasmen RI, 2025.
- Lembar Kerja Asesmen Sumatif Bab 1: Pengelolaan Bank Sampah Mandiri RW 05.
|