Modul AjarBab 3Fase CSemester 2

Modul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 5 Bab 3: Kecerdasan Artifisial: Teman Baru di Dunia Digital

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas 5 untuk Bab 3 "Kecerdasan Artifisial: Teman Baru di Dunia Digital", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 5 Bab 3: Kecerdasan Artifisial: Teman Baru di Dunia Digital

Koding dan Kecerdasan Artifisial - Kelas 5

Bab 3

MODUL AJAR

Koding dan Kecerdasan Artifisial — Kelas 5 (Fase C)

Topik: Bab 3 — Kecerdasan Artifisial: Teman Baru di Dunia Digital

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranKoding dan Kecerdasan Artifisial
Fase / KelasFase C / Kelas 5
TopikBab 3 — Kecerdasan Artifisial: Teman Baru di Dunia Digital
Alokasi Waktu16 JP (16 x 35 menit = 560 menit)
Jumlah Pertemuan8
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 5.3.1 Menjelaskan konsep kecerdasan artifisial (KA) sederhana dalam teknologi digital
  2. TP 5.3.2 Membedakan manusia dan komputer dalam melakukan penginderaan
  3. TP 5.3.3 Membedakan karakteristik mesin cerdas dan mesin non-cerdas dalam kehidupan sehari-hari
  4. TP 5.3.4 Mengidentifikasi manfaat dan dampak kecerdasan artifisial (KA) pada kehidupan sehari-hari

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan✓
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana sebuah aplikasi ponsel pintar bisa mengenali suara atau wajah manusia?
  2. Apakah komputer bisa belajar dan berpikir sendiri seperti manusia?
  3. Mengapa YouTube atau TikTok bisa langsung menampilkan video-video yang kita sukai tanpa kita cari?
  4. Bagaimana asisten virtual di ponsel pintar bisa memahami dan menjawab pertanyaan yang kita ucapkan?
  5. Bagaimana cara kita melihat pelangi dan mendengar suara musik?
  6. Apakah smartphone atau robot bisa melihat dan mendengar seperti kita? Alat apa yang mereka gunakan?
  7. Bagaimana cara manusia dan komputer mengenali seekor kucing yang lewat di depannya?
  8. Apakah kamera ponsel pintar bisa merasakan kehangatan atau emosi saat memotret wajah seseorang?
  9. Jika kita memberi perintah suara 'Nyalakan lagu favoritku' pada kipas angin dan pada Google Assistant di ponsel, apa perbedaan reaksi dari kedua mesin tersebut?
  10. Apa yang membedakan mesin yang hanya bergerak karena tombol ditekan dengan mesin yang bisa menyesuaikan diri atau mengambil keputusan sendiri?
  11. Mengapa aplikasi seperti Google Assistant disebut mesin cerdas, sedangkan kipas angin dan blender disebut mesin non-cerdas?
  12. Apa perbedaan cara kerja antara mesin yang hanya bergerak saat tombol ditekan dan mesin yang bisa belajar dari data?
  13. Bagaimana aplikasi peta atau rekomendasi video bisa membantu kegiatan kita sehari-hari?
  14. Apa yang mungkin terjadi jika kita terlalu bergantung pada kecerdasan artifisial atau jika data pribadi kita tersebar?
  15. Bagaimana caramu menjelaskan apa itu kecerdasan artifisial kepada teman yang belum mengetahuinya?
  16. Apa perbedaan mendasar saat kita merasakan udara dingin dibandingkan sensor komputer yang mendeteksinya?
  17. Mengapa kita perlu mengetahui manfaat sekaligus dampak dari teknologi cerdas di sekitar kita?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menjelaskan Konsep Dasar Kecerdasan Artifisial (KA) Sederhana — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.3.1 Menjelaskan konsep kecerdasan artifisial (KA) sederhana dalam teknologi digital

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru mengecek kesiapan belajar murid dan melakukan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan lisan: (1) 'Menurutmu, apa itu kecerdasan artifisial atau robot pintar?' dan (2) 'Dari mana kecerdasan buatan itu mendapatkan kepintarannya?' (acuan jawaban diagnostik: (1) teknologi/mesin yang dibuat manusia agar dapat berpikir, belajar, atau mengambil keputusan seperti manusia; (2) dari data atau program yang dipelajari mesin) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menjelaskan konsep kecerdasan artifisial (KA) sederhana dalam teknologi digital (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru memberikan penjelasan konsep dasar kecerdasan artifisial (KA) menggunakan analogi mesin yang dapat meniru kemampuan manusia dalam memproses data, belajar dari data, dan mengambil keputusan atau memberikan jawaban sederhana (10 menit).
  • Murid menyimak kartu konsep interaktif di papan tulis yang memuat 3 elemen utama konsep KA sederhana: (1) menerima data/informasi, (2) memproses atau mengenali pola data, (3) mengambil tindakan atau keputusan otomatis (7 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid memainkan permainan tantangan seru 'Tebak Kartu Logika Mesin Pintar' berpasangan: murid mencocokkan potongan kartu kalimat definisi konsep KA sederhana untuk menyusun penjelasan lengkap (15 menit).
  • Murid secara individu mengisi Lembar Kerja Detektif Konsep yang berisi tugas menjelaskan pengertian konsep KA sederhana dengan bahasa sendiri berdasarkan kata kunci: mesin/teknologi, meniru pikiran manusia, belajar dari data, dan mengambil keputusan (13 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid bersama pasangan membacakan penjelasan konsep KA yang telah ditulis dan saling mencocokkan apakah penjelasan memuat konsep mesin belajar dan membuat keputusan dari data (5 menit).
  • Guru memfasilitasi murid merenungkan mengapa KA disebut 'artifisial' atau buatan manusia dan bagaimana KA memperoleh kecerdasannya dari data (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik dan penguatan terhadap intisari penjelasan konsep dasar KA sederhana yang telah dipelajari murid (3 menit).
  • Guru dan murid menutup kegiatan pembelajaran dengan berdoa bersama dan salam penutup (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu bantu berilustrasi dengan kata kunci terstruktur (mesin, data, berpikir, keputusan) bagi murid yang membutuhkan panduan.
  • Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi murid yang kesulitan merangkai kalimat konsep KA, serta memberikan tantangan menyusun penjelasan konsep KA yang lebih rinci bagi murid yang cepat paham.
  • Produk: Murid dapat menjelaskan konsep KA sederhana secara tertulis dalam kalimat terstruktur atau secara lisan kepada guru.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran mengenai pemahaman awal arti kecerdasan artifisial dan asal kepintaran mesin (Acuan jawaban: (1) Mesin/sistem buatan yang dirancang untuk dapat belajar/berpikir/mengambil keputusan seperti kecerdasan manusia; (2) Kepintaran berasal dari data dan program yang dilatihkan oleh manusia).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja dan penilaian Lembar Kerja Detektif Konsep untuk menilai ketepatan penjelasan konsep KA sederhana dengan memuat unsur esensial: mesin/teknologi digital, meniru kecerdasan manusia, memproses data/belajar, dan membuat keputusan/tindakan (Acuan jawaban: KA adalah teknologi atau program komputer buatan manusia yang mampu belajar dari data untuk meniru cara berpikir manusia dalam memecahkan masalah atau mengambil keputusan).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman singkat di penutup: 1 pertanyaan lisan kepada perwakilan murid untuk menjelaskan kembali apa inti dari kecerdasan artifisial sederhana (Kriteria penerimaan: penjelasan memuat minimal 2 unsur kunci, yaitu kemampuan mesin meniru kecerdasan/pikiran manusia dan kemampuan belajar dari data untuk mengambil keputusan).

Formatif:

  • Penilaian proses lembar kerja tertulis penjelasan konsep kecerdasan artifisial (KA) sederhana

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penjelasan Konsep Dasar Kecerdasan Artifisial (KA) SederhanaBelum mampu menjelaskan konsep KA sederhana; jawaban tidak memuat unsur kecerdasan buatan, data, maupun pengambilan keputusan oleh mesin.Mampu menjelaskan konsep KA sederhana dengan memuat 1 unsur kunci (misalnya hanya menyebut mesin buatan manusia yang mirip manusia) dengan bimbingan penuh guru.Mampu menjelaskan konsep KA sederhana dengan tepat memuat 2 atau 3 unsur kunci (teknologi/mesin buatan manusia, memproses/belajar dari data, dan mengambil keputusan seperti manusia) secara mandiri.Mampu menjelaskan konsep KA sederhana secara utuh dan tepat mencakup seluruh 4 unsur kunci (mesin/teknologi digital, meniru kecerdasan manusia, belajar dari data, dan mengambil tindakan/keputusan terstruktur) secara mandiri dan runtut.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah analogi dan kartu konsep yang disajikan memudahkan murid memahami konsep abstrak kecerdasan artifisial?
  • Bagaimana keterlibatan murid selama permainan menyusun kartu konsep berlangsung?

Murid:

  • Bagian mana dari konsep kecerdasan artifisial yang paling menarik bagiku hari ini?
  • Dapatkah aku menjelaskan kepada temanku apa itu kecerdasan artifisial dengan bahasaku sendiri?

Pertemuan 2 — Menjelaskan Contoh Kecerdasan Artifisial (KA) Sederhana dalam Teknologi Digital Sehari-hari — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.3.1 Menjelaskan konsep kecerdasan artifisial (KA) sederhana dalam teknologi digital

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memfasilitasi murid mengondisikan diri untuk belajar secara berkesadaran (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan: (1) 'Apa arti kecerdasan artifisial secara sederhana?' (acuan: kemampuan program komputer/mesin untuk belajar dari data dan meniru cara berpikir/keputusan manusia); (2) 'Sebutkan 1 aplikasi digital di sekitarmu yang bisa mengenali wajah atau suara!' (acuan: kunci wajah/face unlock HP, Google Assistant, Siri) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menjelaskan contoh-contoh penerapan konsep kecerdasan artifisial (KA) sederhana dalam teknologi digital yang sering ditemui sehari-hari (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak paparan guru tentang konsep cara kerja KA sederhana pada teknologi digital sehari-hari: bagaimana sistem mengumpulkan data kebiasaan pengguna, menemukan pola, lalu menentukan keluaran berupa rekomendasi atau tanggapan otomatis (10 menit).
  • Murid bersama guru mencermati 4 studi kasus teknologi digital: (1) Asisten virtual (Google Assistant/Siri), (2) Rekomendasi tontonan (YouTube/TikTok), (3) Rekomendasi musik (Spotify), dan (4) Penerjemah bahasa otomatis (Google Translate), mendiskusikan konsep data input dan hasil keputusan KA pada masing-masing teknologi (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid bermain tantangan berpasangan 'Detektif KA Digital' secara menggembirakan: setiap pasangan menerima Lembar Kerja berisi 4 profil teknologi digital dan bertugas menjelaskan konsep KA sederhana di dalamnya (data yang dipelajari dan keputusan/tindakan otomatis yang dihasilkan mesin) (15 menit).
  • Pasangan murid saling bertukar lembar kerja untuk memeriksa kelengkapan penjelasan konsep KA pada 4 teknologi tersebut dengan bimbingan konfirmasi guru (acuan: (1) Asisten Virtual -> mempelajari rekaman suara/kata kunci, memutuskan memberi jawaban lisan/tindakan; (2) Rekomendasi Video -> mempelajari riwayat tontonan/durasi klik, memutuskan menampilkan video serupa; (3) Rekomendasi Musik -> mempelajari lagu yang sering diputar, memutuskan menyusun daftar putar sesuai selera; (4) Penerjemah Bahasa -> mempelajari kumpulan teks terjemahan, memutuskan memilih padanan kata yang tepat) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid diajak meninjau kembali pemahamannya dengan menjawab pertanyaan reflektif: 'Bagian konsep cara kerja KA mana yang paling jelas kamu pahami saat mengamati aplikasi sehari-hari?' (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan kembali bahwa KA pada aplikasi digital bekerja berdasarkan kemampuan mesin mempelajari data kebiasaan pengguna untuk memberikan tindakan/rekomendasi otomatis (5 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman tertulis singkat 2 butir, memberikan penguatan bahwa pertemuan berikutnya akan membahas cara penginderaan sensor komputer vs manusia, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan alur kerja KA bertahap (Input Data -> Pola -> Keputusan Otomatis), sedangkan murid yang lebih cepat diberikan bahan studi kasus teknologi tambahan seperti peta navigasi digital (Google Maps rute tercepat).
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru secara intensif dalam mengidentifikasi jenis data input pada aplikasi, sedangkan murid mahir bekerja mandiri menganalisis hubungan antara data riwayat dan akurasi rekomendasi.
  • Produk: Format penjelasan dapat berupa diagram panah alur sederhana (Data -> Keputusan Mesin) bagi murid yang bertahap, atau uraian paragraf terstruktur bagi murid yang sudah mahir.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran: (1) 'Apa arti kecerdasan artifisial secara sederhana?' (acuan: kemampuan mesin/program komputer untuk belajar dari data dan mengambil keputusan/bertindak meniru kecerdasan manusia); (2) 'Sebutkan 1 aplikasi digital di ponsel yang bisa mengenali suara atau wajah!' (acuan: kunci wajah/face unlock HP, Siri, Google Assistant).

Proses:

  • Penilaian lembar kerja berpasangan 'Detektif KA Digital' yang memuat 4 profil teknologi digital: (1) Asisten virtual (Google Assistant/Siri), (2) Rekomendasi video (YouTube), (3) Rekomendasi lagu (Spotify), (4) Penerjemah bahasa otomatis (Google Translate). Kriteria penilaian: ketepatan menjelaskan konsep data yang dipelajari mesin dan bentuk keputusan otomatis yang dihasilkan mesin untuk keempat profil tersebut (acuan: profil 1 = data suara/pertanyaan & tindakan menjawab; profil 2 = data riwayat tontonan & rekomendasi video serupa; profil 3 = data lagu favorit/genre & pembuatan playlist; profil 4 = data kosakata multibahasa & pemilihan padanan kalimat).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis 2 butir: (1) 'Pada aplikasi YouTube, data apa yang dipelajari oleh KA agar bisa menampilkan rekomendasi beranda?' (acuan: data video yang sering ditonton/dicari pengguna); (2) 'Jelaskan konsep bagaimana Google Assistant dapat menjawab pertanyaan kita!' (acuan: mesin KA menerima data suara pengguna, memproses artinya berdasarkan pola bahasa yang dipelajari, lalu memberikan jawaban atau melakukan perintah otomatis).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran untuk mengecek pemahaman konsep dasar KA
  • Observasi unjuk kerja saat aktivitas berpasangan 'Detektif KA Digital'
  • Cek pemahaman tertulis singkat di akhir pembelajaran

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan konsep kecerdasan artifisial (KA) sederhana dalam contoh teknologi digital sehari-hariMurid menjelaskan konsep KA sederhana (data input dan keputusan otomatis mesin) pada kurang dari 2 dari 4 contoh teknologi digital dengan benar.Murid menjelaskan konsep KA sederhana (data input dan keputusan otomatis mesin) secara tepat pada 2 dari 4 contoh teknologi digital (daftar acuan: Asisten Virtual, Rekomendasi Video, Rekomendasi Musik, Penerjemah Bahasa).Murid menjelaskan konsep KA sederhana (data input dan keputusan otomatis mesin) secara tepat pada 3 dari 4 contoh teknologi digital (daftar acuan: Asisten Virtual, Rekomendasi Video, Rekomendasi Musik, Penerjemah Bahasa).Murid menjelaskan konsep KA sederhana (data input dan keputusan otomatis mesin) secara tepat dan lengkap pada seluruh 4 contoh teknologi digital (daftar acuan: Asisten Virtual, Rekomendasi Video, Rekomendasi Musik, Penerjemah Bahasa) secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah contoh teknologi digital yang disajikan cukup akrab dan mudah dipahami oleh seluruh murid?
  • Apakah aktivitas bermain peran 'Detektif KA Digital' berhasil menumbuhkan pemahaman mendalam tentang hubungan data dan keputusan mesin?

Murid:

  • Teknologi digital bertenaga KA apa yang paling sering kamu gunakan di rumah?
  • Bagaimana perasaanmu setelah mengetahui bahwa aplikasi di gawaimu belajar dari kebiasaan yang kamu lakukan?

Pertemuan 3 — Membedakan Penginderaan Manusia dan Sensor Komputer — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.3.2 Membedakan manusia dan komputer dalam melakukan penginderaan

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal dengan kuis lisan singkat berupa 2 pertanyaan diagnostik: (1) Sebutkan 2 alat indra manusia untuk melihat dan mendengar! (acuan: mata dan telinga); (2) Sebutkan perangkat pada ponsel pintar yang fungsinya mirip mata untuk menangkap gambar! (acuan: kamera) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membedakan penginderaan pada manusia (pancaindra) dengan sensor pada perangkat komputer/teknologi (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru melalui pengamatan langsung benda konkret (ponsel pintar/laptop dan tubuh manusia) mengenai padanan pancaindra manusia dan sensor komputer: mata setara kamera, telinga setara mikrofon, kulit peraba sentuhan setara sensor sentuh (touchscreen), kulit peraba suhu setara sensor suhu, serta hidung pembau setara sensor gas (12 menit).
  • Murid membaca teks narasi singkat tentang Alya dan Robot Koka di taman sekolah, kemudian secara bersama-sama mengidentifikasi bagaimana Alya menangkap pemandangan dengan mata sedangkan Robot Koka menggunakan kamera (8 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid berpasangan memainkan permainan kartu tantangan cepat 'Pasangan Indra vs Sensor' dengan menjodohkan 4 set kartu stimulus indra manusia dengan sensor komputer yang setara: Kartu 1: [Mata - Melihat kupu-kupu warna-warni] dipasangkan dengan [Kamera]; Kartu 2: [Telinga - Mendengar kicauan burung] dipasangkan dengan [Mikrofon]; Kartu 3: [Kulit - Meraba permukaan layar/kain] dipasangkan dengan [Sensor Sentuh]; Kartu 4: [Kulit - Merasakan dinginnya es atau hangatnya udara] dipasangkan dengan [Sensor Suhu] (kartu pengalih: Roda, Baterai, Kabel USB) (15 menit).
  • Setiap murid secara mandiri melengkapi tabel klasifikasi perbandingan penginderaan pada Lembar Kerja Siswa yang memuat 4 baris data stimulus: (1) Penglihatan: Manusia = Mata, Komputer = Kamera; (2) Pendengaran: Manusia = Telinga, Komputer = Mikrofon; (3) Sentuhan fisik: Manusia = Kulit, Komputer = Sensor sentuh; (4) Suhu panas/dingin: Manusia = Kulit, Komputer = Sensor suhu (13 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil klasifikasi tabel perbandingan, mendiskusikan bahwa manusia memakai organ biologis pancaindra sedangkan komputer menggunakan sensor perangkat keras (7 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan konsep perbedaan utama penginderaan manusia (organ tubuh) dan sensor komputer (perangkat keras digital) (3 menit).
  • Murid dan guru menutup pembelajaran dengan berdoa bersama dan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu bergambar konkret (mata-kamera, telinga-mikrofon) bagi murid yang membutuhkan bantuan visual.
  • Proses: Bagi murid yang masih ragu, guru memberikan bimbingan langsung saat memasangkan kartu; bagi murid yang cepat paham, diberikan 1 tantangan tambahan mencocokkan indra pembau (hidung) dengan sensor pendeteksi gas/asap.
  • Produk: Murid dapat melengkapi tabel dengan menuliskan teks langsung atau menempelkan label kata padanan yang tepat.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik: (1) 'Apa alat tubuh yang kita pakai untuk melihat dan mendengar?' (acuan: mata dan telinga); (2) 'Bagian ponsel apa yang bisa menangkap gambar dan suara seperti mata dan telinga?' (acuan: kamera dan mikrofon).

Proses:

  • Pengamatan saat murid memasangkan 4 kartu stimulus indra manusia dengan sensor komputer dalam aktivitas 'Pasangan Indra vs Sensor'. Guru memeriksa apakah murid dapat memasangkan secara tepat tanpa memilih kartu pengalih (Roda, Baterai, Kabel USB).

Akhir Pertemuan:

  • Pemeriksaan lembar kerja tabel perbandingan 4 jenis penginderaan: (1) Penglihatan (Mata - Kamera); (2) Pendengaran (Telinga - Mikrofon); (3) Sentuhan (Kulit - Sensor sentuh); (4) Suhu (Kulit - Sensor suhu). Kriteria ketercapaian: murid tepat melengkapi minimal 3 dari 4 baris pasangan indra-sensor.

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja permainan kartu 'Pasangan Indra vs Sensor'
  • Penilaian lembar kerja klasifikasi padanan indra manusia dan sensor komputer

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Membedakan Penginderaan Manusia dan Sensor KomputerTepat membedakan dan memasangkan 1 dari 4 pasangan indra manusia dan sensor komputer (Daftar acuan: Mata-Kamera, Telinga-Mikrofon, Kulit-Sensor sentuh, Kulit-Sensor suhu; kartu pengalih: Roda, Baterai, Kabel USB).Tepat membedakan dan memasangkan 2 dari 4 pasangan indra manusia dan sensor komputer sesuai daftar acuan, dengan bantuan guru.Tepat membedakan dan memasangkan 3 dari 4 pasangan indra manusia dan sensor komputer secara mandiri sesuai daftar acuan dan menghindari kartu pengalih.Tepat membedakan dan memasangkan seluruh 4 pasangan indra manusia dan sensor komputer secara mandiri sesuai daftar acuan tanpa memilih satu pun kartu pengalih.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat memahami analogi pancaindra manusia dengan sensor perangkat keras komputer?
  • Apakah aktivitas permainan kartu konkret membantu murid membedakan fungsi penginderaan dengan mudah?

Murid:

  • Sensor komputer apa yang fungsinya paling mirip dengan mata dan telingamu?
  • Bagian mana dari kegiatan mencocokkan indra dan sensor tadi yang paling kamu sukai?

Pertemuan 4 — Membedakan Proses dan Karakteristik Penginderaan Manusia dengan Komputer — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.3.2 Membedakan manusia dan komputer dalam melakukan penginderaan

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan memimpin doa bersama (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan cepat tentang organ penginderaan manusia dan pasangannya pada sensor komputer: (1) Mata berpasangan dengan Kamera; (2) Telinga berpasangan dengan Mikrofon; (3) Kulit peraba suhu berpasangan dengan Sensor suhu (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak penjelasan guru dan peragaan analogi 'Melihat Kucing': manusia menangkap gambar kucing dengan mata lalu memaknainya secara emosional dan pengalaman ('kucing lucu, berbulu, bersuara mengeong, ingin dielus'), sedangkan komputer menangkap gambar dengan sensor kamera lalu memprosesnya secara matematis berdasarkan data piksel, pola bentuk, dan kode biner yang diprogram (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid berpasangan memainkan permainan interaktif 'Kartu Karakteristik Penginderaan'. Setiap pasangan memilah 4 kartu pernyataan ke dalam kolom 'Karakteristik Penginderaan Manusia' atau 'Karakteristik Penginderaan Komputer'. Kartu pernyataan: (1) Mengolah rangsangan menggunakan otak serta melibatkan emosi dan perasaan pribadi; (2) Mengolah sinyal digital berdasarkan data angka/algoritma tanpa memiliki perasaan; (3) Menggunakan pancaindra alami seperti mata, telinga, dan kulit; (4) Menggunakan sensor buatan seperti kamera digital, mikrofon, dan sensor suhu. Kunci pemilahan: Kartu 1 dan 3 = Penginderaan Manusia; Kartu 2 dan 4 = Penginderaan Komputer (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama pasangannya memeriksa hasil pemilahan kartu dan menyimpulkan perbedaan utama proses penginderaan: manusia memiliki kesadaran, emosi, dan empati saat mengindera, sedangkan komputer hanya memproses input data sensor sesuai instruksi program (15 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru merangkum perbedaan karakteristik dan proses penginderaan antara manusia dan komputer (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik atas ketercapaian kegiatan pemilahan karakteristik penginderaan dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu pernyataan yang disertai petunjuk kata kunci (misal: kata 'otak/emosi' untuk manusia, kata 'algoritma/data' untuk komputer). Murid yang lebih cepat memahami diberikan studi kasus penginderaan tambahan (misal: proses mendeteksi sentuhan pada layar ponsel vs sentuhan kulit pada benda hangat).
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru dalam membaca dan mencocokkan kartu. Murid yang mahir memilah kartu secara mandiri dan saling memeriksa bersama pasangan.
  • Produk: Seluruh murid menyajikan hasil pemilahan 4 kartu karakteristik penginderaan pada lembar klasifikasi yang tersedia.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik kesiapan materi prasyarat: murid memasangkan 3 organ indra manusia dengan sensor komputer yang tepat. Acuan kunci jawaban: (1) Mata -> Kamera; (2) Telinga -> Mikrofon; (3) Kulit peraba suhu -> Sensor suhu.

Proses:

  • Pengamatan ketercapaian membedakan karakteristik penginderaan manusia dan komputer melalui pemilahan 4 kartu pernyataan. Acuan kunci jawaban: Karakteristik Manusia = Pernyataan (1) dan (3); Karakteristik Komputer = Pernyataan (2) dan (4).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis singkat (2 butir): (1) Sebutkan perbedaan cara manusia dan komputer dalam memaknai objek yang dilihat; (2) Apakah komputer dapat merasakan sedih atau senang saat mendeteksi suara manusia? Acuan jawaban: (1) Manusia memaknai dengan akal, emosi, dan perasaan; komputer memaknai berdasarkan pemrosesan data angka/pola yang diprogram; (2) Tidak, komputer tidak memiliki perasaan atau emosi.

Formatif:

  • Penilaian performa memilah 4 kartu karakteristik penginderaan manusia dan komputer pada kegiatan inti tahap Mengaplikasi

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Membedakan karakteristik dan proses penginderaan manusia dengan komputerMemilah 1 dari 4 kartu pernyataan karakteristik penginderaan manusia dan komputer dengan tepat (Pilihan: Kartu 1 dan 3 untuk Manusia; Kartu 2 dan 4 untuk Komputer).Memilah 2 dari 4 kartu pernyataan karakteristik penginderaan manusia dan komputer dengan tepat (Pilihan: Kartu 1 dan 3 untuk Manusia; Kartu 2 dan 4 untuk Komputer).Memilah 3 dari 4 kartu pernyataan karakteristik penginderaan manusia dan komputer dengan tepat (Pilihan: Kartu 1 dan 3 untuk Manusia; Kartu 2 dan 4 untuk Komputer).Memilah seluruh 4 kartu pernyataan karakteristik penginderaan manusia dan komputer dengan tepat tanpa kesalahan (Kunci: Kartu 1 dan 3 = Penginderaan Manusia; Kartu 2 dan 4 = Penginderaan Komputer).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah simulasi analogi 'Melihat Kucing' efektif membantu murid membedakan proses penginderaan manusia dan komputer?
  • Bagian mana dari aktivitas pemilahan kartu yang masih membuat murid ragu antara peran sensor dan pancaindra?

Murid:

  • Apa perbedaan paling besar antara caramu melihat sesuatu dengan cara kamera komputer melihat sesuatu?
  • Mengapa komputer tidak bisa merasakan kasih sayang atau emosi seperti manusia saat mengindera lingkungan sekitar?

Pertemuan 5 — Membedakan Karakteristik Mesin Cerdas dan Mesin Non-Cerdas melalui Pengamatan Cara Kerja — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.3.3 Membedakan karakteristik mesin cerdas dan mesin non-cerdas dalam kehidupan sehari-hari

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan memimpin doa bersama (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membedakan karakteristik mesin cerdas dan mesin non-cerdas melalui pengamatan cara kerjanya (3 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menunjukkan 2 gambar mesin: Setrika Listrik dan Ponsel Pintar dengan Asisten Suara. Guru mengajukan pertanyaan: 'Di antara kedua mesin ini, manakah yang dapat merespons pertanyaan berbeda secara otomatis dan mana yang hanya memanaskan saat tombol ditekan?'. Murid menjawab serentak atau tunjuk jari (acuan diagnostik: setrika listrik bekerja hanya sesuai tombol/program tetap tanpa berpikir, ponsel pintar dengan asisten suara dapat merespons dan menyesuaikan jawaban) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru memandu murid mengamati demonstrasi langsung dua jenis mesin: Mesin A (Kipas angin manual) dan Mesin B (Google Assistant/Siri pada perangkat gawai guru) (5 menit).
  • Guru memberikan 2 perintah lisan yang sama kepada kedua mesin: Perintah 1: 'Berapa hasil dari 25 ditambah 15?' dan Perintah 2: 'Bagaimana cuaca hari ini?'. Murid mengamati reaksi kedua mesin: kipas angin tetap berputar konstan tanpa merespons suara, sedangkan asisten virtual mendengarkan, memproses data, dan memberikan jawaban suara yang sesuai (10 menit).
  • Guru bersama murid membedah 3 karakteristik utama cara kerja kedua mesin: (1) Kemampuan belajar/beradaptasi (mesin cerdas bisa belajar/menyesuaikan respons, mesin non-cerdas tidak bisa belajar/tetap), (2) Pengambilan keputusan (mesin cerdas mampu mengambil keputusan berdasarkan masukan baru, mesin non-cerdas hanya menjalankan tugas mekanis/program tetap), dan (3) Ketergantungan kontrol manusia (mesin non-cerdas mutlak dikendalikan instruksi tombol fisik manusia tanpa analisis mandiri) (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil (3-4 orang) dan membagikan Lembar Kerja Pengamatan berisi 4 skenario cara kerja mesin berikut: Skenario 1: 'Lampu lalu lintas waktu tetap yang berganti merah-kuning-hijau setiap 60 detik tanpa melihat kepadatan jalan', Skenario 2: 'Kamera sistem absensi wajah yang mengenali wajah murid dan membuka pintu secara otomatis', Skenario 3: 'Blender dapur yang berputar dengan kecepatan tetap ketika tombol angka 2 ditekan', Skenario 4: 'Aplikasi navigasi peta digital yang menyarankan rute baru secara otomatis saat mendeteksi kemacetan mendadak' (5 menit).
  • Tantangan Menyenangkan 'Detektif Mesin': Setiap kelompok menganalisis cara kerja mesin pada ke-4 skenario tersebut dan mengelompokkannya ke dalam tabel karakteristik: apakah termasuk Mesin Cerdas atau Mesin Non-Cerdas beserta alasan karakteristik cara kerjanya (adaptasi/keputusan mandiri vs instruksi tetap/tombol) (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Setiap perwakilan kelompok membacakan hasil pengelompokan mereka. Guru mengonfirmasi ketepatan analisis bersama seluruh kelas (Acuan Kunci: Skenario 1 = Mesin Non-Cerdas karena siklus waktu tetap/tidak menyesuaikan kondisi; Skenario 2 = Mesin Cerdas karena menganalisis data wajah dan mengambil keputusan membuka pintu; Skenario 3 = Mesin Non-Cerdas karena hanya bekerja berputar sesuai tombol fisik; Skenario 4 = Mesin Cerdas karena beradaptasi terhadap perubahan data jalan dan memutuskan rute baru) (10 menit).
  • Guru memfasilitasi refleksi bersama: Murid menyimpulkan inti pembeda utama antara mesin cerdas dan non-cerdas ditinjau dari cara kerjanya (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap kerja kelompok murid mengenai pembeda karakteristik mesin cerdas dan mesin non-cerdas (5 menit).
  • Guru mengajak murid melakukan refleksi singkat mengenai kegiatan belajar hari ini dan menginformasikan bahwa pertemuan berikutnya akan mempelajari ragam contoh mesin cerdas dan non-cerdas lainnya di kehidupan sehari-hari, kemudian menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang memerlukan bimbingan, lembar kerja dilengkapi panduan 2 pertanyaan pemilah: 'Apakah mesin bisa menyesuaikan diri dengan situasi baru?' dan 'Apakah mesin hanya bergerak jika tombol dipencet?'. Untuk murid yang cepat, disediakan skenario tambahan cara kerja termostat pendingin ruangan otomatis vs kipas angin biasa.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan pendampingan langsung oleh guru saat menganalisis skenario 1 dan 3, sementara murid yang mahir diarahkan berdiskusi secara mandiri dalam kelompok.
  • Produk: Pengelompokan disajikan dalam tabel lembar kerja standar atau peta komparasi visual bagi kelompok yang menyukai representasi grafis.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran menggunakan perbandingan Setrika Listrik dan Ponsel Pintar ber-Asisten Suara untuk memetakan kesiapan murid dalam memahami konsep mesin yang beradaptasi vs mesin berprogram tetap (acuan: setrika listrik bekerja hanya saat tombol ditekan/program tetap pemanas tanpa analisis data; asisten suara ponsel merespons pertanyaan berbeda secara adaptif).

Proses:

  • Observasi formatif saat pengerjaan Lembar Kerja 'Detektif Mesin' dalam menganalisis 4 skenario cara kerja mesin dengan acuan ketepatan: Skenario 1 (Lampu lalu lintas waktu tetap) = Mesin Non-Cerdas; Skenario 2 (Kamera absensi pengenal wajah) = Mesin Cerdas; Skenario 3 (Blender dapur) = Mesin Non-Cerdas; Skenario 4 (Peta digital rute dinamis) = Mesin Cerdas.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan singkat di penutup: Murid menyebutkan 1 pembeda utama cara kerja antara mesin cerdas dan non-cerdas (kriteria penerimaan: menyebutkan bahwa mesin cerdas dapat beradaptasi/mengambil keputusan berdasarkan data, sedangkan mesin non-cerdas hanya bekerja berdasarkan instruksi tetap/tombol manual).

Formatif:

  • Penilaian kinerja kelompok melalui Lembar Kerja Pengamatan Pengelompokan 4 Skenario Cara Kerja Mesin (Cerdas vs Non-Cerdas).

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Membedakan karakteristik mesin cerdas dan mesin non-cerdas berdasarkan cara kerjanya (Acuan 4 skenario: 1=Non-Cerdas, 2=Cerdas, 3=Non-Cerdas, 4=Cerdas)Belum mampu mengelompokkan skenario cara kerja mesin atau hanya tepat 1 skenario dengan tepat.Mampu membedakan karakteristik mesin cerdas dan non-cerdas dengan tepat pada 2 dari 4 skenario yang diberikan.Mampu membedakan karakteristik mesin cerdas dan non-cerdas dengan tepat pada 3 dari 4 skenario yang diberikan.Mampu membedakan karakteristik mesin cerdas dan non-cerdas secara tepat dan lengkap pada seluruh (4) skenario cara kerja mesin yang diberikan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah simulasi perbandingan antara kipas angin dan asisten virtual efektif membantu murid memahami perbedaan cara kerja mesin cerdas dan non-cerdas?
  • Apakah alokasi waktu 70 menit mencukupi untuk memfasilitasi kerja kelompok detektif mesin dan pembahasan hasil?

Murid:

  • Apa hal paling menarik yang kamu temukan saat membandingkan cara kerja kipas angin dan asisten virtual?
  • Bagaimana caramu membedakan apakah sebuah alat di sekitarmu termasuk mesin cerdas atau mesin biasa?

Pertemuan 6 — Membedakan Contoh Mesin Cerdas dan Mesin Non-Cerdas dalam Kehidupan Sehari-hari — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.3.3 Membedakan karakteristik mesin cerdas dan mesin non-cerdas dalam kehidupan sehari-hari

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa singkat (2 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat untuk memetakan kesiapan murid membedakan mesin cerdas dan mesin non-cerdas melalui pertanyaan lisan: 'Sebutkan mana yang termasuk mesin cerdas dan mana mesin non-cerdas di antara Google Assistant dan kipas angin!' (acuan: Google Assistant = mesin cerdas karena dapat merespons dan belajar dari data; kipas angin = mesin non-cerdas karena hanya bekerja sesuai tombol tanpa berpikir/belajar) (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu membedakan contoh-contoh konkret mesin cerdas dan mesin non-cerdas dalam kehidupan sehari-hari beserta karakteristik perbedaannya (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru menyajikan perbandingan dua contoh alat sehari-hari: aplikasi asisten virtual (Google Assistant/Siri) dan kipas angin manual, lalu mengajak murid mengamati ciri pembedanya: mesin cerdas dapat belajar, menyesuaikan diri, dan mengambil keputusan berdasarkan data; sedangkan mesin non-cerdas hanya melakukan instruksi tetap dari penekanan tombol tanpa bisa belajar sendiri (10 menit).
  • Guru memberikan penjelasan terstruktur mengenai karakteristik pembeda pada 4 perangkat konkret: (1) Mesin cuci konvensional (non-cerdas: berputar sesuai tombol putar); (2) Robot vacuum cleaner berpemandu AI (cerdas: mengenali rintangan dan memetakan ruangan); (3) Blender (non-cerdas: memutar pisau sesuai tombol sakelar); (4) Kamera HP berpengenal wajah (cerdas: mendeteksi wajah dan menyesuaikan fokus otomatis) (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi murid berpasangan untuk memainkan 'Tantangan Detektif Mesin': setiap pasangan menerima Lembar Klasifikasi berisi 6 nama perangkat dan diminta memilah ke dalam kategori Mesin Cerdas atau Mesin Non-Cerdas serta menuliskan alasan karakteristiknya. Daftar 6 perangkat: (1) Setrika listrik; (2) Google Lens/kamera penerjemah teks; (3) Rekomendasi lagu Spotify; (4) Penanak nasi (rice cooker) manual tombol cetek; (5) Asisten virtual Siri/Google Assistant; (6) Kipas angin tombol (15 menit).
  • Setiap pasangan saling bertukar lembar kerja dengan pasangan sebelah untuk mencocokkan hasil klasifikasi dengan kunci acuan yang dibacakan guru secara interaktif dan menyenangkan (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mereview kembali pola pembeda utama: apakah mesin tersebut bisa belajar/mengambil keputusan dari data (cerdas) atau sekadar bergerak sesuai instruksi mekanik/tombol tetap (non-cerdas) (5 menit).

Penutup:

  • Guru memandu murid menyimpulkan pembelajaran mengenai perbedaan mesin cerdas dan mesin non-cerdas di sekitar mereka (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik dan tindak lanjut untuk membaca pengantar topik manfaat dan dampak kecerdasan artifisial di pertemuan berikutnya, lalu menutup kelas dengan doa (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu gambar perangkat nyata bagi murid yang memerlukan bantuan visual konkret, dan lembar tabel deskripsi teks untuk murid yang sudah lancar membaca mandiri.
  • Proses: Memberikan bimbingan terarah (scaffolding) berupa pertanyaan penuntun ('Apakah alat ini butuh data/bisa mengenali sesuatu atau cuma menyala saat ditekan?') bagi murid lambat; murid cepat diberikan tantangan menganalisis 2 perangkat tambahan (smart thermostat dan bel pintu manual) pada kompetensi pemilahan yang sama.
  • Produk: Hasil klasifikasi dapat dituliskan dalam bentuk tabel centang dua kolom atau diagram pengelompokan lingkaran.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: 'Di antara Google Assistant di ponsel dan kipas angin di dinding kelas, manakah yang merupakan mesin cerdas dan manakah yang mesin non-cerdas? Apa alasanmu?' (Kunci acuan: Google Assistant = mesin cerdas karena dapat memproses perintah bahasa, belajar dari data, dan memberi jawaban; kipas angin = mesin non-cerdas karena hanya berputar saat tombol ditekan tanpa kemampuan belajar atau berpikir).

Proses:

  • Lembar Kerja Klasifikasi 'Detektif Mesin' berisi 6 perangkat: (1) Setrika listrik; (2) Google Lens; (3) Rekomendasi lagu Spotify; (4) Penanak nasi tombol cetek; (5) Siri/Google Assistant; (6) Kipas angin tombol. Kunci acuan pengelompokan: [Mesin Cerdas: (2) Google Lens, (3) Rekomendasi lagu Spotify, (5) Siri/Google Assistant; Alasan acuan: dapat memproses data, mengenali pola/gambar, atau belajar dari kebiasaan pengguna]; [Mesin Non-Cerdas: (1) Setrika listrik, (4) Penanak nasi tombol cetek, (6) Kipas angin tombol; Alasan acuan: hanya bekerja saat tombol dinyalakan dan menjalankan tugas tetap tanpa kemampuan belajar].

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman 2 butir pernyataan penutup: Murid menentukan status (Cerdas / Non-Cerdas) beserta 1 karakteristik pembedanya untuk: (1) Blender buah (Acuan: Mesin Non-Cerdas, karakteristik: hanya berputar saat tombol switch ditekan dan tidak belajar); (2) Kamera pengenal wajah / Face Unlock (Acuan: Mesin Cerdas, karakteristik: mengenali pola wajah dan mengambil keputusan membuka kunci).

Formatif:

  • Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran mengenai contoh mesin cerdas vs mesin non-cerdas
  • Observasi unjuk kerja saat aktivitas kelompok memilah 6 contoh perangkat pada Lembar Klasifikasi
  • Cek pemahaman mandiri di akhir kegiatan inti

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemampuan membedakan contoh mesin cerdas dan mesin non-cerdasTepat mengelompokkan 1–2 dari 6 perangkat pada Lembar Klasifikasi (acuan: Cerdas = Google Lens, Spotify, Siri; Non-Cerdas = Setrika, Penanak nasi, Kipas angin) dengan bimbingan penuh.Tepat mengelompokkan 3–4 dari 6 perangkat pada Lembar Klasifikasi (acuan: Cerdas = Google Lens, Spotify, Siri; Non-Cerdas = Setrika, Penanak nasi, Kipas angin) dengan sesekali diingatkan.Tepat mengelompokkan 5 dari 6 perangkat pada Lembar Klasifikasi (acuan: Cerdas = Google Lens, Spotify, Siri; Non-Cerdas = Setrika, Penanak nasi, Kipas angin) secara mandiri.Tepat mengelompokkan seluruh 6 dari 6 perangkat pada Lembar Klasifikasi (acuan: Cerdas = Google Lens, Spotify, Siri; Non-Cerdas = Setrika, Penanak nasi, Kipas angin) secara mandiri dan tepat menyebutkan karakteristik pembedanya (dapat belajar/mengolah data vs bekerja hanya berdasarkan tombol tetap).

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah contoh perangkat yang disajikan dekat dengan pengalaman keseharian murid sehingga memudahkan mereka membedakan mesin cerdas dan non-cerdas?
  • Bagian mana dari penjelasan karakteristik mesin cerdas yang masih sering tertukar dengan mesin non-cerdas oleh murid?

Murid:

  • Contoh mesin apa di rumahmu yang sekarang kamu ketahui ternyata bukan mesin cerdas melainkan mesin non-cerdas?
  • Ciri apa yang paling mudah kamu gunakan untuk membedakan mesin cerdas dan mesin non-cerdas?

Pertemuan 7 — Mengidentifikasi Manfaat dan Dampak Kecerdasan Artifisial (KA) pada Kehidupan Sehari-hari — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.3.4 Mengidentifikasi manfaat dan dampak kecerdasan artifisial (KA) pada kehidupan sehari-hari

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran, menyapa murid, dan memandu doa bersama serta mengecek kesiapan belajar (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan 2 situasi: (1) 'Aplikasi peta digital mencarikan jalan bebas macet' dan (2) 'Seseorang menjadi malas berpikir karena menyalin tugas sepenuhnya dari bot pintar'. Murid diminta mengidentifikasi mana yang merupakan manfaat dan mana yang merupakan dampak negatif KA. Acuan: situasi 1 = manfaat (mempermudah navigasi), situasi 2 = dampak negatif (ketergantungan/kemalasan belajar) (4 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengidentifikasi manfaat serta dampak penggunaan kecerdasan artifisial dalam kehidupan sehari-hari (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak paparan dan contoh konkret guru mengenai manfaat KA (misalnya: sistem navigasi rute tercepat, rekomendasi belajar sesuai kemampuan, pemantauan kesehatan) serta dampak tantangannya (misalnya: risiko pencurian data pribadi, ketergantungan berlebih, rekomendasi konten yang keliru) (10 menit).
  • Murid secara berpasangan mencermati 4 kartu situasi penggunaan KA yang dibagikan guru: Kartu 1: 'Pendeteksi wajah di ponsel membuka kunci dengan cepat dan aman'; Kartu 2: 'Waktu layar berlebih karena terus menonton video rekomendasi otomatis hingga lupa belajar'; Kartu 3: 'Aplikasi penerjemah bahasa membantu berkomunikasi dengan teman beda negara'; Kartu 4: 'Informasi rahasia akun tercuri karena memasukkan data pribadi di situs bot tak terpercaya' (5 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid memainkan permainan tantangan seru 'Pilah Kartu Pintar': secara bergantian berpasangan menempelkan kartu situasi ke papan bertuliskan kolom 'Manfaat KA' atau 'Dampak Negatif KA'. Acuan pemilahan: Kartu 1 (Pendeteksi wajah) = Manfaat KA; Kartu 2 (Lupa waktu/kecanduan) = Dampak Negatif KA; Kartu 3 (Penerjemah bahasa) = Manfaat KA; Kartu 4 (Kebocoran data) = Dampak Negatif KA (15 menit).
  • Murid secara mandiri menyelesaikan Lembar Kerja Identifikasi yang berisi 4 pernyataan tambahan untuk diklasifikasikan ke dalam kategori Manfaat atau Dampak: Pernyataan A: 'Dokter terbantu mendeteksi rontgen penyakit lebih cepat'; Pernyataan B: 'Orang malas bergerak karena semua otomatis dikerjakan mesin'; Pernyataan C: 'Aplikasi belanja merekomendasikan buku pelajaran yang dibutuhkan'; Pernyataan D: 'Penyebaran berita bohong yang dibuat menyerupai suara orang asli'. Acuan: Pernyataan A = Manfaat, Pernyataan B = Dampak, Pernyataan C = Manfaat, Pernyataan D = Dampak (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil klasifikasi lembar kerja dan mengidentifikasi mengapa etika dan kehati-hatian diperlukan dalam memanfaatkan KA sehari-hari (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap ketepatan murid dalam mengelompokkan manfaat dan dampak KA (5 menit).
  • Guru dan murid menyimpulkan pembelajaran hari ini bahwa KA memberikan banyak manfaat kemudahan namun memiliki dampak yang harus diwaspadai, lalu menutup sesi dengan doa (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu situasi dengan gambar ilustrasi pendukung bagi murid yang membutuhkan bantuan visual, serta teks kasus teknologi nyata bagi murid yang siap dengan tantangan literasi lebih tinggi.
  • Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi murid yang belum lancar mengelompokkan manfaat dan dampak, sementara murid mahir diberikan kartu skenario tambahan untuk langsung diidentifikasi secara mandiri.
  • Produk: Murid dapat menunjukkan hasil identifikasi melalui penempelan kartu berkode warna, memberi tanda centang pada tabel kerja, atau menuliskan kategori secara mandiri.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: Mengidentifikasi status dari 2 contoh kasus: (1) Peta digital mencari jalan bebas macet (Acuan: Manfaat), dan (2) Seseorang malas berpikir karena tugas dikerjakan sepenuhnya oleh bot (Acuan: Dampak negatif). Kriteria ketercapaian: murid tepat menyebutkan kategori minimal 1 dari 2 situasi.

Proses:

  • Penilaian lembar kerja klasifikasi 4 pernyataan situasi KA: (Pernyataan A: Manfaat, Pernyataan B: Dampak negatif, Pernyataan C: Manfaat, Pernyataan D: Dampak negatif). Target ketepatan: minimal 3 dari 4 butir tepat dikelompokkan.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Menyebutkan masing-masing 1 contoh manfaat nyata KA dan 1 contoh dampak negatif KA dalam kehidupan sehari-hari berdasarkan materi yang dipelajari. Kriteria penerimaan: contoh manfaat merujuk pada bantuan efisiensi/kemudahan (seperti navigasi atau rekomendasi), contoh dampak merujuk pada kerugian/risiko (seperti kecanduan gawai, privasi bocor, atau ketergantungan).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja saat permainan Pilah Kartu Pintar (keterampilan mengidentifikasi manfaat vs dampak)
  • Pemeriksaan Lembar Kerja Identifikasi Manfaat dan Dampak KA (4 butir klasifikasi tertulis)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Mengidentifikasi Manfaat Kecerdasan Artifisial (KA)Belum mampu mengidentifikasi manfaat KA dari pernyataan/kartu yang disediakan (0 dari 2 butir manfaat tepat).Mampu mengidentifikasi 1 dari 2 butir manfaat KA yang disediakan secara tepat dengan bimbingan guru.Mampu mengidentifikasi seluruh 2 butir manfaat KA yang disediakan secara tepat (Pernyataan A dan C: dokter terbantu rontgen, rekomendasi buku belanja).Mampu mengidentifikasi seluruh 2 butir manfaat KA yang disediakan secara tepat dan mandiri, serta dapat mengidentifikasi contoh manfaat tambahan di kehidupan nyata secara tepat.
Mengidentifikasi Dampak Kecerdasan Artifisial (KA)Belum mampu mengidentifikasi dampak negatif KA dari pernyataan/kartu yang disediakan (0 dari 2 butir dampak tepat).Mampu mengidentifikasi 1 dari 2 butir dampak negatif KA yang disediakan secara tepat dengan bimbingan guru.Mampu mengidentifikasi seluruh 2 butir dampak negatif KA yang disediakan secara tepat (Pernyataan B dan D: malas bergerak/ketergantungan, penyebaran berita palsu/deepfake).Mampu mengidentifikasi seluruh 2 butir dampak negatif KA yang disediakan secara tepat dan mandiri, serta dapat mengidentifikasi contoh dampak tambahan di kehidupan nyata secara tepat.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat membedakan dengan jelas antara sisi kemudahan (manfaat) dan sisi risiko (dampak negatif) dari KA?
  • Apakah langkah permainan pilah kartu efektif membangkitkan keaktifan seluruh murid dalam mengidentifikasi materi?

Murid:

  • Manfaat kecerdasan artifisial apa yang paling sering membantu kamu atau keluargamu di rumah?
  • Dampak negatif apa dari teknologi cerdas yang harus kamu hindari agar tetap aman dan bijak?

Pertemuan 8 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 5.3.1 Menjelaskan konsep kecerdasan artifisial (KA) sederhana dalam teknologi digital
  • TP 5.3.2 Membedakan manusia dan komputer dalam melakukan penginderaan
  • TP 5.3.3 Membedakan karakteristik mesin cerdas dan mesin non-cerdas dalam kehidupan sehari-hari
  • TP 5.3.4 Mengidentifikasi manfaat dan dampak kecerdasan artifisial (KA) pada kehidupan sehari-hari

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan memimpin doa bersama secara hening (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pertemuan sebagai sesi asesmen sumatif bab untuk menunjukkan capaian pembelajaran terkait konsep KA, penginderaan, mesin cerdas vs non-cerdas, serta manfaat dan dampaknya (2 menit).
  • Guru menjelaskan tata tertib dan prosedur pelaksanaan asesmen kombinasi: pengerjaan lembar kerja tertulis-kinerja secara mandiri dan tes lisan singkat bergiliran di meja guru (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Guru membagikan lembar kerja komprehensif kepada seluruh 28 murid dan membacakan petunjuk umum pengerjaan: Bagian 1 (tabel perbandingan 4 jenis penginderaan manusia vs komputer), Bagian 2 (pengelompokan 4 mesin menjadi cerdas atau non-cerdas beserta alasan logis), dan Bagian 3 (catatan analisis studi kasus 2 manfaat dan 2 dampak KA) (3 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Seluruh 28 murid secara serentak dan mandiri mengerjakan lembar kerja tertulis-kinerja pada meja masing-masing selama 42 menit (40 menit). Rincian butir soal dan kunci acuan lembar kerja tertulis meliputi: 1. Bagian 1: Melengkapi tabel perbandingan penginderaan (Kunci: (a) Penglihatan -> Manusia: Mata, Komputer: Kamera; (b) Pendengaran -> Manusia: Telinga, Komputer: Mikrofon; (c) Peraba sentuhan -> Manusia: Kulit/ujung jari, Komputer: Sensor sentuh/touch screen; (d) Peraba suhu -> Manusia: Kulit, Komputer: Sensor suhu/termometer digital). 2. Bagian 2: Mengelompokkan 4 mesin dan alasannya (Kunci: (a) Kipas angin manual -> Non-cerdas, alasan: hanya berputar saat tombol/sakelar ditekan tanpa belajar/menyesuaikan sendiri; (b) Asisten virtual smartphone -> Cerdas, alasan: mampu memproses bahasa manusia dan menjawab perintah secara mandiri berdasarkan data; (c) Setrika biasa -> Non-cerdas, alasan: hanya memanaskan elemen sesuai putaran kenop mekanis tetap; (d) Robot penyedot debu otomatis -> Cerdas, alasan: memiliki sensor navigasi untuk mengenali rintangan dan belajar memetakan ruang sendiri). 3. Bagian 3: Analisis studi kasus 'Aplikasi Pintar di Rumah dan Sekolah' (Kunci: Menyebutkan minimal 2 manfaat KA [misalnya: (1) Membantu pencarian informasi belajar lebih cepat; (2) Mengotomatiskan pekerjaan berulang seperti pembersihan lantai rumah] dan 2 dampak negatif KA bila tidak bijak [misalnya: (1) Membuat manusia malas berpikir atau bergantung penuh pada alat; (2) Risiko penyalahgunaan atau kebocoran data pribadi]).
  • Secara paralel selama pengerjaan lembar kerja berlangsung, guru memanggil 28 murid secara bergantian satu per satu ke stasiun/meja guru untuk tes lisan singkat berdurasi tepat 1 menit per murid (total 28 menit berjalan bersamaan dengan waktu kerja mandiri) (0 menit). Panduan tes lisan (TP 5.3.1): Guru mengajukan pertanyaan: 'Jelaskan dengan bahasamu sendiri apa itu kecerdasan artifisial (KA) sederhana dan sebutkan satu contohnya dalam teknologi digital!' (Kunci acuan lisan: Konsep KA = program/sistem komputer yang dibuat manusia agar dapat meniru kecerdasan manusia seperti belajar, mengenali pola, atau mengambil keputusan; Contoh teknologi digital = asisten suara pintar ponsel/Google Assistant, filter pengenal wajah di kamera, atau rekomendasi video/musik otomatis).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Guru mengumpulkan seluruh lembar kerja murid tepat waktu dan meminta murid memeriksa kembali ketenangan serta kejujuran dalam menyelesaikan asesmen (12 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi kepada seluruh murid atas ketertiban, kemandirian, dan kejujuran selama mengikuti sesi asesmen sumatif bab (3 menit).
  • Guru menutup pertemuan dengan memberikan pengantar umum mengenai tuntasnya Bab 3, mengingatkan pentingnya memanfaatkan teknologi cerdas secara bijak dalam keseharian, lalu mengakhiri sesi dengan doa penutup dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Memberikan lembar kerja dengan format teks terbaca jelas (font ramah keterbacaan ukuran 14pt) bagi murid yang memiliki hambatan penglihatan ringan tanpa mengubah butir pertanyaan maupun kunci jawaban.
  • Proses: Menyediakan pembacaan ulang petunjuk secara perlahan di meja guru bagi murid yang memerlukan penegasan instruksi tanpa memberikan petunjuk substansi jawaban.
  • Produk: Format bukti tetap seragam sesuai acuan asesmen sumatif: lembar kerja tertulis komprehensif dan tes lisan individual 1 menit.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pengecekan kesiapan teknis dan pemahaman aturan asesmen melalui tanya jawab pembuka: memastikan seluruh murid memahami instruksi rotasi lisan dan pembagian waktu kerja mandiri (acuan: murid mengonfirmasi paham alur tes tanpa kendala).

Proses:

  • Observasi guru terhadap kepatuhan murid pada instruksi mandiri selama pengerjaan lembar kerja tertulis di meja masing-masing (durasi 42 menit).

Sumatif Bab:

  • Asesmen kombinasi: tes lisan singkat perorangan secara stasiun/rotasi dan lembar kerja komprehensif tertulis-kinerja serentak: Rekaman penilaian penjelasan lisan konsep kecerdasan artifisial (KA) sederhana serta portofolio lembar kerja yang memuat perbandingan penginderaan, klasifikasi mesin cerdas vs non-cerdas, dan analisis manfaat-dampak KA
  • lembar kerja tertulis dan klasifikasi serentak: lembar kerja tertulis yang dikerjakan serentak oleh 28 murid berisi tabel perbandingan penginderaan manusia vs komputer beserta sensornya, pengelompokan gambar mesin cerdas dan non-cerdas dengan alasan logis, serta catatan analisis studi kasus manfaat dan dampak KA dalam kehidupan sehari-hari (42 menit; individual; instrumen: rubrik analitik penilaian lembar kerja dan kunci panduan penskoran)
  • tes lisan singkat individual secara rotasi: penjelasan lisan langsung berdurasi 1 menit per murid saat dipanggil bergantian ke meja guru (28 murid x 1 menit = 28 menit) mengenai konsep kecerdasan artifisial (KA) sederhana dan satu contohnya dalam teknologi digital, yang dilakukan secara paralel selagi kelas menyelesaikan lembar kerja mandiri (28 menit; individual; instrumen: lembar ceklis observasi ketercapaian konsep lisan (kriteria: ketepatan konsep dasar KA dan ketepatan contoh digital))

Sumatif:

  • Asesmen kombinasi: tes lisan singkat perorangan secara stasiun/rotasi dan lembar kerja komprehensif tertulis-kinerja serentak: Rekaman penilaian penjelasan lisan konsep kecerdasan artifisial (KA) sederhana serta portofolio lembar kerja yang memuat perbandingan penginderaan, klasifikasi mesin cerdas vs non-cerdas, dan analisis manfaat-dampak KA
  • lembar kerja tertulis dan klasifikasi serentak: lembar kerja tertulis yang dikerjakan serentak oleh 28 murid berisi tabel perbandingan penginderaan manusia vs komputer beserta sensornya, pengelompokan gambar mesin cerdas dan non-cerdas dengan alasan logis, serta catatan analisis studi kasus manfaat dan dampak KA dalam kehidupan sehari-hari (42 menit; individual; instrumen: rubrik analitik penilaian lembar kerja dan kunci panduan penskoran)
  • tes lisan singkat individual secara rotasi: penjelasan lisan langsung berdurasi 1 menit per murid saat dipanggil bergantian ke meja guru (28 murid x 1 menit = 28 menit) mengenai konsep kecerdasan artifisial (KA) sederhana dan satu contohnya dalam teknologi digital, yang dilakukan secara paralel selagi kelas menyelesaikan lembar kerja mandiri (28 menit; individual; instrumen: lembar ceklis observasi ketercapaian konsep lisan (kriteria: ketepatan konsep dasar KA dan ketepatan contoh digital))

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penjelasan Konsep KA Sederhana dan Contoh Digital (Tes Lisan - TP 5.3.1)Belum mampu menjelaskan konsep KA sederhana (keliru memaknai KA hanya sebagai robot fisik biasa) dan tidak mampu menyebutkan contoh teknologi digital yang tepat.Mampu menyebutkan 1 contoh teknologi digital dengan benar (mis. asisten suara pintar), tetapi belum tepat dalam menjelaskan konsep KA sederhana.Mampu menjelaskan konsep KA sederhana secara tepat (kemampuan komputer meniru kecerdasan manusia/belajar dari data), tetapi contoh teknologi digital yang diberikan kurang tepat atau bersifat umum.Mampu menjelaskan konsep KA sederhana secara utuh dan tepat (program/sistem komputer yang dirancang untuk meniru kecerdasan manusia dalam mengenali pola atau mengambil keputusan) serta memberikan 1 contoh teknologi digital secara tepat (mis. Google Assistant, Siri, filter wajah kamera, atau rekomendasi konten digital) secara mandiri.
Perbandingan Penginderaan Manusia dan Komputer (Lembar Kerja Bagian 1 - TP 5.3.2; Acuan: 4 pasangan indra-sensor)Memasangkan dengan tepat 0 hingga 1 dari 4 pasangan indra-sensor pada tabel.Memasangkan dengan tepat 2 dari 4 pasangan indra-sensor pada tabel.Memasangkan dengan tepat 3 dari 4 pasangan indra-sensor pada tabel.Memasangkan dengan tepat seluruh 4 pasangan indra manusia dan sensor komputer (Mata - Kamera, Telinga - Mikrofon, Peraba sentuhan - Sensor sentuh, Peraba suhu - Sensor suhu) secara tepat dan lengkap.
Pembedaan Mesin Cerdas dan Non-Cerdas (Lembar Kerja Bagian 2 - TP 5.3.3; Acuan: 4 mesin [kipas manual, asisten virtual smartphone, setrika biasa, robot penyedot debu])Mengelompokkan dengan tepat 0 hingga 1 dari 4 mesin dan belum mampu memberikan alasan logis.Mengelompokkan dengan tepat 2 dari 4 mesin, namun alasan logis yang dituliskan belum sesuai karakteristik cara kerja mesin.Mengelompokkan dengan tepat 3 dari 4 mesin disertai alasan logis berdasarkan kemampuan belajar/menyesuaikan diri vs instruksi mekanis tetap.Mengelompokkan dengan tepat seluruh 4 mesin (Kipas manual: non-cerdas; Asisten virtual smartphone: cerdas; Setrika biasa: non-cerdas; Robot penyedot debu: cerdas) secara lengkap disertai alasan logis yang tepat pada setiap mesin.
Identifikasi Manfaat dan Dampak KA (Lembar Kerja Bagian 3 - TP 5.3.4; Acuan: 2 manfaat dan 2 dampak KA)Mengidentifikasi hanya 1 manfaat atau 1 dampak KA secara tepat dari studi kasus yang diberikan.Mengidentifikasi 2 butir (misalnya: 1 manfaat dan 1 dampak, atau 2 manfaat tanpa dampak) secara tepat.Mengidentifikasi 3 dari total 4 butir manfaat dan dampak KA (misalnya: 2 manfaat dan 1 dampak, atau 1 manfaat dan 2 dampak) secara tepat.Mengidentifikasi secara lengkap dan tepat seluruh 4 butir yang diminta: 2 manfaat KA (mempercepat pencarian belajar, otomasi pekerjaan rumah) dan 2 dampak negatif KA (membuat malas berpikir, risiko kebocoran privasi) berdasarkan studi kasus.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah manajemen waktu rotasi tes lisan 1 menit per murid berjalan efektif berdampingan dengan pengerjaan tugas mandiri tertulis di kelas?
  • Bagian asesmen mana yang menunjukkan pemahaman paling mendalam dan aspek mana yang memerlukan penguatan remedial pada bab berikutnya?

Murid:

  • Bagian mana dari asesmen sumatif hari ini yang paling menantang bagimu untuk dijelaskan?
  • Setelah menyelesaikan seluruh bab ini, pemahaman baru apa yang paling mengubah caramu memandang teknologi cerdas di sekitarmu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SD/MI Kelas V
  2. Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SD/MI Kelas V Bab 3
  3. Kartu Konsep Logika Mesin Pintar dan Lembar Kerja Detektif Konsep
  4. Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SD/MI Kelas V
  5. Kartu Studi Kasus Aplikasi Digital (YouTube, Spotify, Siri/Google Assistant, Google Translate)
  6. Lembar Kerja Detektif KA Digital
  7. Buku Panduan Guru Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SD/MI Kelas V Bab 3
  8. Perangkat ponsel pintar/laptop (kamera dan mikrofon)
  9. Set kartu gambar/pernyataan 'Indra vs Sensor'
  10. Buku Guru Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SD/MI Kelas V
  11. Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SD/MI Kelas V Bab 3 Subbab B
  12. Set 4 Kartu Karakteristik Penginderaan Manusia dan Komputer
  13. Gawai/Smartphone dengan aplikasi asisten virtual (Google Assistant/Siri)
  14. Kipas angin manual/perangkat non-cerdas sederhana di kelas
  15. Lembar Kerja Pengamatan 'Detektif Mesin'
  16. Buku Panduan Guru Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SD/MI Kelas V, Bab 3
  17. Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SD/MI Kelas V, Bab 3
  18. Aplikasi asisten virtual (Google Assistant/Siri pada ponsel guru) sebagai media demonstrasi
  19. Lembar Kerja Klasifikasi 'Detektif Mesin' berisi 6 perangkat konkret
  20. Buku Panduan Guru Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SD/MI Kelas V, Bab 3 Subbab D
  21. Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas V, Bab 3
  22. Kartu situasi dan lembar klasifikasi Manfaat dan Dampak KA
  23. Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SD/MI Kelas V (Bab 3)
  24. Lembar Asesmen Sumatif Komprehensif Bab 3 (Tabel Penginderaan, Klasifikasi Mesin, dan Studi Kasus Manfaat-Dampak)
  25. Lembar Ceklis Observasi Tes Lisan Guru
  26. Stopwatch/pengatur waktu rotasi tes lisan

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.