MODUL AJAR Koding dan Kecerdasan Artifisial — Kelas 5 (Fase C) Topik: Bab 1 — Berpikir Komputasional: Menemukan Solusi INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Koding dan Kecerdasan Artifisial |
|---|
| Fase / Kelas | Fase C / Kelas 5 |
|---|
| Topik | Bab 1 — Berpikir Komputasional: Menemukan Solusi |
|---|
| Alokasi Waktu | 18 JP (18 x 35 menit = 630 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 9 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 5.1.1 Mengidentifikasi permasalahan sederhana dalam kehidupan sehari-hari beserta penyebabnya
- TP 5.1.2 Menerapkan pemecahan masalah secara sistematis untuk menyelesaikan persoalan sehari-hari
- TP 5.1.3 Menuliskan instruksi logis dan terstruktur menggunakan sekumpulan kosakata
- TP 5.1.4 Menuliskan instruksi logis dan terstruktur menggunakan sekumpulan simbol
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kalian kebingungan mencari pensil atau penghapus di atas meja belajar?
- Apa yang biasanya membuat suatu hal menjadi masalah bagi kita saat berada di sekolah atau di rumah?
- Mengapa mainan yang rusak tidak bisa langsung diperbaiki tanpa diperiksa bagian dalamnya?
- Apa bedanya kejadian yang menjadi masalah dengan alasan atau penyebab masalah itu muncul?
- Bagaimana cara kita mencari barang yang terselip di meja yang sangat berantakan?
- Mengapa menyelesaikan masalah besar terasa lebih mudah jika diurai menjadi langkah-langkah kecil?
- Apa yang biasanya terjadi jika kita menyelesaikan masalah di rumah secara terburu-buru tanpa urutan yang jelas?
- Bagaimana urutan langkah sistematis dapat membantu kita memastikan masalah sehari-hari selesai tuntas tanpa ada yang terlewat?
- Apa yang akan terjadi jika kamu mengikat tali sepatu sebelum memasukkan kakimu ke dalam sepatu?
- Mengapa saat membuat minuman manis, urutan memasukkan air, teh, dan gula harus berurutan secara logis?
- Apa akibatnya jika sebuah resep masakan tidak menyebutkan takaran bahan atau melewatkan langkah mengaduk?
- Bagaimana cara kita mendeteksi dan memperbaiki bagian yang keliru dari sebuah susunan instruksi tertulis?
- Bagaimana komputer atau robot memahami arah jika kita tidak menggunakan kata-kata tertulis melainkan tanda panah?
- Mengapa urutan simbol panah arah harus disusun secara tepat saat memandu lintasan dari titik awal ke titik tujuan?
- Bagaimana cara kita menuliskan petunjuk arah perjalanan jika tidak boleh menggunakan tulisan kata-kata sama sekali?
- Apa yang terjadi jika urutan simbol arah dan aksi tertukar saat kita memandu robot menuju titik sasaran?
- Bagaimana cara kita membuktikan bahwa kita sudah mampu memecah masalah sehari-hari dan menemukan penyebabnya?
- Mengapa instruksi yang kita tuliskan dengan kata-kata atau simbol harus runtut dan tidak boleh ada langkah yang tertinggal?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengidentifikasi Permasalahan Sederhana dalam Kehidupan Sehari-hari di Sekolah dan Rumah — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.1.1 Mengidentifikasi permasalahan sederhana dalam kehidupan sehari-hari beserta penyebabnya
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan fokus kegiatan hari ini yaitu mengenali masalah sederhana di sekolah dan di rumah (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat dengan menampilkan dua situasi bertuliskan di papan tulis: Situasi 1 'Rani lupa membawa buku pelajaran karena tergesa-gesa' dan Situasi 2 'Budi membaca buku di perpustakaan dengan tenang'. Guru meminta murid mengangkat tangan jika suatu situasi merupakan contoh masalah sehari-hari (acuan diagnostik: Situasi 1 adalah masalah, Situasi 2 bukan masalah) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memperlihatkan ilustrasi gambar Pepi yang kebingungan mencari penghapus di atas meja belajar yang berantakan dan meminta murid mengamati kondisi tersebut dengan saksama (5 menit).
- Murid menyimak penjelasan guru bahwa masalah adalah sesuatu atau keadaan yang menghambat atau menyulitkan kita mencapai suatu tujuan sehari-hari (5 menit).
- Murid bersama guru menelaah 3 skenario situasi sederhana di layar/papan tulis untuk menentukan mana yang termasuk masalah: Skenario A 'Kamar tidur berantakan sehingga mainan terinjak pecah', Skenario B 'Sepatu diletakkan rapi di rak sepatu', Skenario C 'Baju seragam kotor karena terjatuh di jalan becek' (acuan pemahaman: Skenario A dan C adalah masalah, Skenario B bukan masalah) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan permainan tantangan tebak cepat 'Detektif Masalah': guru membacakan 4 pernyataan kartu situasi dan murid merespons dengan mengangkat kartu bertuliskan 'MASALAH' atau 'BUKAN MASALAH': (1) 'Lupa membawa bekal makan siang ke sekolah', (2) 'Merapikan tempat tidur setelah bangun tidur', (3) 'Kaus kaki basah karena kehujanan di jalan pulang', (4) 'Tiba di sekolah tepat waktu bersama ayah' (acuan kunci kartu: 1=Masalah, 2=Bukan Masalah, 3=Masalah, 4=Bukan Masalah) (10 menit).
- Murid menerima lembar latihan mandiri 'Misi Detektif' yang memuat 4 kasus di lingkungan sekolah dan rumah: Kasus 1 'Tas sekolah tidak muat karena mainan dimasukkan ke dalam tas', Kasus 2 'Pensil patah saat ujian dan tidak membawa rautan', Kasus 3 'Menyapu lantai ruang kelas bersama regu piket', Kasus 4 'Terlambat masuk kelas karena tali sepatu lepas di tangga'. Murid menandai kasus yang tergolong masalah dan menuliskan nama masalahnya secara tepat (acuan kunci: Kasus 1, 2, dan 4 adalah masalah; Kasus 3 bukan masalah) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kecocokan hasil identifikasi mereka secara mandiri berdasarkan konfirmasi kunci jawaban bersama guru di papan tulis (5 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan bahwa mengenali permasalahan di sekitar kita adalah langkah pertama untuk memahami situasi di sekolah dan rumah (5 menit).
- Guru memberikan penguatan, menutup sesi pembelajaran, dan mengingatkan persiapan untuk pertemuan berikutnya tentang penyebab masalah (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu situasi bergambar konkret, sedangkan murid mahir menganalisis situasi teks naratif sederhana tanpa gambar.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru dengan pertanyaan penuntun ('Apa yang terhambat di sini?'), sedangkan murid mahir bekerja mandiri secara penuh.
- Produk: Semua murid menghasilkan identifikasi masalah yang sama pada lembar misi dengan variasi uraian kata sederhana sesuai kemampuan bahasa murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan belajar mengenai konsep masalah: Guru membacakan 2 situasi: Situasi 1 'Rani lupa membawa buku pelajaran karena tergesa-gesa' dan Situasi 2 'Budi membaca buku di perpustakaan dengan tenang'. Murid diminta mengidentifikasi mana situasi yang merupakan masalah (Kunci acuan: Situasi 1 = Masalah; Situasi 2 = Bukan Masalah).
Proses:- Pengamatan ketepatan respon saat permainan 'Detektif Masalah' pada 4 pernyataan situasi (Kunci acuan: (1) Lupa bawa bekal = Masalah; (2) Merapikan tempat tidur = Bukan Masalah; (3) Kaus kaki basah = Masalah; (4) Tiba tepat waktu = Bukan Masalah).
- Pemeriksaan lembar kerja mandiri 'Misi Detektif' memilah 4 kasus (Kunci acuan: Kasus 1 'Tas tidak muat' = Masalah; Kasus 2 'Pensil patah & tanpa rautan' = Masalah; Kasus 3 'Menyapu lantai' = Bukan Masalah; Kasus 4 'Terlambat karena tali sepatu lepas' = Masalah).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di penutup: Murid menyebutkan 1 contoh kejadian di sekolah yang tergolong masalah dan menjelaskan hambatan yang ditimbulkannya (Kriteria penerimaan: Murid menyebutkan peristiwa nyata yang menghambat aktivitas belajar/kegiatan di sekolah, contoh: penghapus tertinggal membuat catatan salah tidak bisa dihapus).
Formatif:- Asesmen diagnostik awal melalui identifikasi lisan terhadap 2 situasi sederhana di awal pembelajaran.
- Asesmen unjuk kerja respon cepat kartu 'Detektif Masalah' pada 4 pernyataan situasi.
- Asesmen tertulis mandiri pada lembar kerja 4 kasus permasalahan sederhana di sekolah dan rumah.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi permasalahan sederhana dalam kehidupan sehari-hari | Belum mampu menentukan masalah sederhana dari 4 kasus yang diberikan (hanya 0-1 kasus tepat sesuai acuan kunci). | Mampu mengidentifikasi sebagian masalah sederhana dari 4 kasus yang diberikan (2 kasus tepat sesuai acuan kunci). | Mampu mengidentifikasi masalah sederhana dari 4 kasus yang diberikan dengan baik (3 kasus tepat sesuai acuan kunci). | Mampu mengidentifikasi seluruh masalah sederhana dari 4 kasus yang diberikan secara tepat dan mandiri (seluruh 4 kasus tepat sesuai acuan kunci). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah contoh situasi masalah yang disajikan cukup dekat dan mudah dipahami oleh murid kelas 5?
- Apakah murid dapat membedakan dengan jelas antara kegiatan wajar sehari-hari dan situasi yang tergolong masalah?
Murid:- Apa tanda bahwa suatu kejadian di sekolah atau rumah merupakan sebuah masalah bagimu?
- Bagian mana dari aktivitas 'Detektif Masalah' hari ini yang paling membantumu memahami apa itu masalah?
Pertemuan 2 — Mengidentifikasi Penyebab Munculnya Masalah Sederhana Sehari-hari — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.1.1 Mengidentifikasi permasalahan sederhana dalam kehidupan sehari-hari beserta penyebabnya
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (2 menit).
- Guru melakukan diagnostik awal lisan dengan menampilkan satu kasus: 'Pensil Pepi patah saat menulis di kelas.' Guru meminta murid menyebutkan mana kejadian masalah dan kemungkinan penyebabnya dari pilihan: (A) Tulisan rapi, (B) Menekan terlalu keras saat menulis, (C) Pensil disimpan di kotak pensil (acuan tepat: masalah = pensil patah; penyebab = opsi B) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengidentifikasi penyebab munculnya masalah sederhana sehari-hari di rumah dan di sekolah (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mengamati gambar ilustrasi kasus Arif yang bingung karena mobil mainannya tidak berjalan, lalu guru membimbing murid membedakan masalah ('mainan tidak berfungsi') dengan penyebab ('ada baut roda yang terlepas dan baterai belum terpasang') (8 menit).
- Murid menyimak penjelasan guru tentang konsep sebab-akibat: masalah adalah hambatan yang tampak, sedangkan penyebab adalah alasan mendasar mengapa hambatan itu terjadi (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid memainkan permainan kartu detektif sebab-akibat 'Tebak Asal Masalah': murid menerima Lembar Kerja Aktivitas 1 yang memuat 4 kasus masalah sehari-hari dan 4 kartu penyebab teracak untuk dipasangkan secara tepat. Kasus 1: 'Pepi terlambat tiba di sekolah' -> Penyebab: 'Bangun kesiangan karena tidur larut malam'. Kasus 2: 'Buku gambar Rafi basah dan robek di dalam tas' -> Penyebab: 'Tutup botol minum di dalam tas tidak tertutup rapat'. Kasus 3: 'Kamar tidur Koka berantakan penuh mainan' -> Penyebab: 'Tidak mengembalikan mainan ke wadahnya setelah selesai bermain'. Kasus 4: 'Lampu senter belajar tidak mau menyala' -> Penyebab: 'Baterai senter habis dan belum diganti' (acuan kunci pasangan: Kasus 1-Penyebab bangun kesiangan; Kasus 2-Penyebab tutup botol tidak rapat; Kasus 3-Penyebab tidak mengembalikan mainan; Kasus 4-Penyebab baterai habis) (18 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan latihan Aktivitas 2 'Detektif Penyebab Masalah' dengan mengidentifikasi penyebab langsung dari 2 situasi tertulis: Situasi A: 'Rafi tidak bisa memakai seragam olahraga pada jam olahraga di sekolah' (acuan penyebab tepat: lupa memasukkan baju olahraga ke dalam tas saat malam hari / baju belum dicuci); Situasi B: 'Koka tersandung saat berjalan di ruang tengah rumah' (acuan penyebab tepat: ada kabel atau mainan berserakan di lantai) (12 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid bersama guru mencocokkan hasil identifikasi penyebab masalah dan menyadari bahwa setiap masalah selalu memiliki akar penyebab yang nyata dan dapat ditelusuri secara logis (8 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan inti pembelajaran bahwa mengetahui penyebab masalah adalah kunci agar masalah serupa tidak terulang kembali (4 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar murid, membagikan lembar cek pemahaman singkat, dan menutup sesi pertemuan dengan doa bersama (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu berpasangan bergambar dengan petunjuk visual warna senada, sedangkan murid yang cepat menguasai diberikan teks skenario masalah sehari-hari dengan pilihan penyebab yang lebih bervariasi tanpa bantuan warna.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru menelusuri pertanyaan panduan 'Mengapa hal itu bisa terjadi?', sementara murid mahir menganalisis penyebab langsung secara mandiri.
- Produk: Semua murid menghasilkan identifikasi pasangan masalah dan penyebab pada lembar aktivitas, dengan variasi tingkat kemandirian dalam pengerjaannya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik lisan di awal pembelajaran: Murid memilih penyebab dari masalah 'Pensil Pepi patah saat menulis' dari pilihan: (A) Tulisan rapi, (B) Menekan terlalu keras saat menulis, (C) Pensil disimpan di kotak pensil (acuan jawaban benar: B — Menekan terlalu keras saat menulis; opsi A dan C adalah pengalih).
Proses:- Formatif proses selama Aktivitas 1: Memeriksa ketepatan murid menjodohkan 4 masalah dengan penyebabnya. Kasus 1: Pepi terlambat sekolah -> acuan: Bangun kesiangan karena tidur larut malam; Kasus 2: Buku gambar Rafi basah di tas -> acuan: Tutup botol minum tidak tertutup rapat; Kasus 3: Kamar tidur Koka berantakan -> acuan: Tidak mengembalikan mainan ke wadahnya; Kasus 4: Lampu senter tidak menyala -> acuan: Baterai senter habis dan belum diganti (skor 1 per butir tepat, total 4 butir).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid menuliskan penyebab dari 2 masalah tertulis. Butir 1: Masalah 'Rafi tidak bisa memakai seragam olahraga pada jam olahraga di sekolah' (kriteria penerimaan: menyebutkan penyebab kelalaian menyiapkan/membawa baju, misal lupa memasukkan ke tas atau baju masih kotor/belum dicuci). Butir 2: Masalah 'Koka tersandung saat berjalan di ruang tengah rumah' (kriteria penerimaan: menyebutkan penyebab keberadaan benda penghalang di lantai, misal mainan/kabel berserakan).
Formatif:- Penilaian kinerja pengerjaan menjodohkan 4 pasangan masalah dan penyebab pada Lembar Kerja Aktivitas 1
- Cek tertulis identifikasi penyebab masalah pada Aktivitas 2
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Mengidentifikasi Penyebab Masalah Sederhana | Mengidentifikasi dengan tepat maksimal 1 dari 4 penyebab masalah pada lembar kerja penjodohan (Kasus 1: bangun kesiangan, Kasus 2: tutup botol tidak rapat, Kasus 3: mainan tidak dikembalikan, Kasus 4: baterai habis), dengan bimbingan penuh. | Mengidentifikasi dengan tepat 2 dari 4 penyebab masalah pada lembar kerja penjodohan (Kasus 1: bangun kesiangan, Kasus 2: tutup botol tidak rapat, Kasus 3: mainan tidak dikembalikan, Kasus 4: baterai habis), dengan bantuan arahan guru. | Mengidentifikasi dengan tepat 3 dari 4 penyebab masalah pada lembar kerja penjodohan (Kasus 1: bangun kesiangan, Kasus 2: tutup botol tidak rapat, Kasus 3: mainan tidak dikembalikan, Kasus 4: baterai habis) secara mandiri. | Mengidentifikasi dengan tepat seluruh 4 dari 4 penyebab masalah pada lembar kerja penjodohan (Kasus 1: bangun kesiangan, Kasus 2: tutup botol tidak rapat, Kasus 3: mainan tidak dikembalikan, Kasus 4: baterai habis) secara mandiri dan konsisten tanpa keraguan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid dapat membedakan antara peristiwa yang menjadi masalah dan penyebab yang memicu masalah tersebut?
- Bagian kegiatan mana yang paling efektif memfasilitasi murid bernalar kritis dalam mencari penyebab masalah?
Murid:- Apa hal baru yang kamu pelajari tentang penyebab terjadinya sebuah masalah?
- Mengapa kita harus mencari tahu penyebab masalah sebelum mencoba memecahkannya?
Pertemuan 3 — Menerapkan Pemecahan Masalah secara Sistematis dengan Mengurai Langkah Penyelesaian — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.1.2 Menerapkan pemecahan masalah secara sistematis untuk menyelesaikan persoalan sehari-hari
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan fokus belajar hari ini yaitu menerapkan pemecahan masalah secara sistematis dengan mengurai langkah penyelesaian (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat: Murid diminta memilih urutan logis penyelesaian masalah 'Merapikan Meja Belajar Pepi' dari 3 kartu pilihan langkah: (A) Mengembalikan barang ke kotak pensil, (B) Memilah buku dan alat tulis, (C) Mengelap permukaan meja. Acuan urutan yang tepat: B - A - C (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid mengamati narasi kasus Pepi yang bingung mencari penghapus di meja yang berantakan lalu menyimak penjelasan cara mengurai penyelesaian menjadi 4 tahapan sistematis: (1) Mengidentifikasi tujuan/masalah, (2) Memilah/mengelompokkan barang, (3) Menata barang ke tempatnya, (4) Memeriksa hasil (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Murid bermain tantangan berpasangan 'Langkah Runtut Si Pepi': setiap pasangan menyusun 4 potongan kartu langkah acak untuk menyelesaikan masalah 'Pepi sering tertinggal buku pelajaran' ke dalam bagan urutan kerja yang tepat. Kartu acak: [K1: Mengecek jadwal pelajaran besok], [K2: Menyiapkan dan memasukkan buku sesuai jadwal], [K3: Memeriksa kembali isi tas], [K4: Meletakkan tas di dekat pintu]. Urutan tepat: K1 - K2 - K3 - K4 (15 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja Pemecahan Masalah Sistematis untuk mengurai langkah penyelesaian kasus 'Pepi lupa membawa topi upacara': menuliskan minimal 3 dari 4 langkah penyelesaian secara runtut dan logis. Acuan langkah logis: (1) Mengecek perlengkapan upacara di hari Minggu malam, (2) Mengambil topi dari lemari/gantungan, (3) Memasukkan topi ke dalam tas atau menyatukannya dengan seragam, (4) Memeriksa kelengkapan sebelum berangkat ke sekolah (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali urutan langkah penyelesaian masalah yang telah disusun pada lembar kerja secara mandiri, menilai apakah urutan langkah sudah dapat dijalankan secara runtut tanpa ada tahapan penting yang terlewat (5 menit).
Penutup:- Guru dan murid menyimpulkan pentingnya mengurai langkah penyelesaian secara sistematis agar persoalan sehari-hari dapat terselesaikan dengan rapi dan terarah (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar murid hari ini dan menginformasikan kegiatan lanjutan pada pertemuan berikutnya (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan berupa kartu bantu tahapan (awal, tengah, akhir), sedangkan murid yang lebih cepat diberikan skenario masalah sehari-hari dengan tahapan yang lebih rinci.
- Proses: Bimbingan terarah diberikan kepada murid yang masih kesulitan mengurutkan langkah secara logis, sementara murid yang telah mandiri dapat langsung menyusun uraian langkah pemecahan masalah secara mandiri.
- Produk: Murid diperbolehkan menyusun langkah sistematis dalam bentuk bagan alir berurutan atau daftar bernomor 1 sampai 4.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik kesiapan mengurutkan penyelesaian masalah: Murid menentukan urutan 3 kartu langkah merapikan meja belajar. Kartu: (A) Mengembalikan barang ke kotak pensil, (B) Memilah buku dan alat tulis, (C) Mengelap permukaan meja. Acuan jawaban benar: B - A - C.
Proses:- Observasi ketepatan mengurutkan 4 kartu langkah 'Pepi sering tertinggal buku pelajaran' pada aktivitas berpasangan. Acuan urutan benar: K1 (Cek jadwal) - K2 (Siapkan buku) - K3 (Periksa tas) - K4 (Letakkan tas).
Akhir Pertemuan:- Pengecekan hasil Lembar Kerja: Murid menuliskan langkah penyelesaian masalah 'Pepi lupa membawa topi upacara'. Kriteria ketercapaian: memuat minimal 3 dari 4 langkah sistematis yang logis sesuai acuan: (1) Mengecek perlengkapan upacara malam sebelumnya, (2) Mengambil topi dari tempat penyimpanan, (3) Menyiapkan/memasukkan topi ke tas sekolah, (4) Memeriksa kembali sebelum berangkat.
Formatif:- Penilaian unjuk kerja penyusunan urutan langkah penyelesaian masalah secara sistematis pada Lembar Kerja Aktivitas Mandiri
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menerapkan pemecahan masalah secara sistematis | Menyusun kurang dari 2 langkah penyelesaian masalah secara logis dan runtut berdasarkan acuan kasus yang diberikan. | Menyusun 2 dari 4 langkah penyelesaian masalah secara runtut dan logis sesuai acuan kasus yang diberikan dengan bimbingan. | Menyusun 3 dari 4 langkah penyelesaian masalah secara runtut dan sistematis sesuai acuan kasus yang diberikan secara mandiri. | Menyusun seluruh 4 langkah penyelesaian masalah secara lengkap, runtut, dan sistematis sesuai acuan kasus yang diberikan secara mandiri tanpa kekeliruan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat memahami konsep mengurai masalah besar menjadi langkah-langkah penyelesaian yang sistematis?
- Bagian mana dari aktivitas menyusun langkah yang membutuhkan bimbingan lebih intensif bagi murid?
Murid:- Langkah penyelesaian mana yang paling mudah kamu urutkan hari ini?
- Apakah mengurai langkah penyelesaian membantumu menyelesaikan masalah sehari-hari secara lebih teratur?
Pertemuan 4 — Menerapkan Pemecahan Masalah secara Sistematis pada Kasus Kegiatan Sehari-hari — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.1.2 Menerapkan pemecahan masalah secara sistematis untuk menyelesaikan persoalan sehari-hari
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan mengondisikan kelas agar siap belajar (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menerapkan pemecahan masalah secara sistematis pada kasus kegiatan sehari-hari (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 1 kasus pendek di papan tulis: 'Meja belajar berantakan sehingga buku tulis hilang saat hendak belajar'. Murid diminta secara lisan atau acungan tangan memilih langkah pertama yang sistematis dari 2 pilihan: A. Langsung membongkar seluruh isi kamar; B. Mengamati dan mengelompokkan barang di meja terlebih dahulu (acuan kunci diagnostik: B, karena langkah sistematis diawali dari mengamati masalah secara teratur) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mencermati bagan 4 tahapan pemecahan masalah sistematis di papan tulis: (1) Amati masalahnya, (2) Cari penyebabnya, (3) Rencanakan solusinya, dan (4) Susun urutan langkah penyelesaiannya (5 menit).
- Murid menyimak satu contoh kasus sehari-hari: 'Pepi lupa membawa topi upacara pada hari Senin' beserta pemodelan pemecahan masalah sistematis: Masalah = Lupa membawa topi upacara; Penyebab = Topi ditaruh sembarangan dan tidak disiapkan malam sebelumnya; Solusi = Menyiapkan seragam dan atribut upacara pada malam hari; Urutan langkah = (a) Ambil topi dan dasi dari lemari, (b) Masukkan ke kantong depan tas sekolah, (c) Periksa kelengkapan tas, (d) Letakkan tas di samping pintu (7 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti tantangan cepat 'Susun Solusi Kasus': guru memberikan 4 potongan kartu urutan pemecahan masalah untuk Kasus Cepat 'Lupa membawa botol minum': Kartu 1: Menyiapkan botol minum di malam hari; Kartu 2: Mengisi air minum di pagi hari; Kartu 3: Memasukkan botol ke saku samping tas; Kartu 4: Mengecek tas sebelum berangkat. Murid mengurutkan kartu nomor 1 sampai 4 secara cepat dan gembira (acuan: urutan tepat adalah Kartu 1 -> Kartu 2 -> Kartu 3 -> Kartu 4) (8 menit).
- Murid secara mandiri menerima Lembar Kerja Kasus Sehari-hari yang memuat 2 kasus nyata: Kasus A ('Kaus kaki basah karena kehujanan dan lupa dijemur sehingga tidak ada kaus kaki kering untuk sekolah') dan Kasus B ('Tugas gambar tertinggal di rumah karena dikerjakan di meja ruang tamu bukan di meja belajar') (10 menit).
- Murid menerapkan pemecahan masalah secara sistematis pada Kasus A dan Kasus B dengan menuliskan secara lengkap: masalah, penyebab, rencana solusi, dan minimal 3 urutan langkah penyelesaian yang logis untuk masing-masing kasus (acuan Kasus A: Masalah = Kaus kaki basah/belum kering; Penyebab = Tidak langsung dijemur setelah kehujanan; Rencana Solusi = Mengeringkan dan menyiapkan kaus kaki cadangan; Urutan langkah = 1. Cuci/peras kaus kaki, 2. Jemur di tempat berangin/keringkan, 3. Masukkan ke dalam sepatu/tas setelah kering. Acuan Kasus B: Masalah = Tugas gambar tertinggal; Penyebab = Mengerjakan tugas tidak di tempat belajar biasa dan tidak langsung disimpan; Rencana Solusi = Mengembalikan perlengkapan ke tas setelah selesai menggambar; Urutan langkah = 1. Selesaikan gambar, 2. Masukkan gambar ke dalam map tugas, 3. Masukkan map langsung ke dalam tas sekolah) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali urutan langkah pemecahan masalah yang telah ditulisnya pada lembar kerja untuk memastikan tidak ada tahapan penting yang terlewati secara mandiri (5 menit).
- Murid menandai pada lembar refleksi diri apakah langkah-langkah yang dibuatnya sudah berurutan dan dapat dipraktikkan langsung di rumah (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali cara menerapkan pemecahan masalah secara sistematis melalui 4 tahapan berurutan (amati masalah, cari penyebab, rencanakan solusi, susun langkah penyelesaian) (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik umum terhadap ketepatan urutan langkah kerja murid dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan format lembar kerja dengan panduan kata tanya bantuan (Apa masalahnya? Kenapa terjadi? Apa solusinya? Bagaimana urutan 1, 2, 3?). Murid yang cepat diberikan kasus tambahan: Kasus C ('Buku paket basah terkena tumpahan air minum di dalam tas') untuk dipecahkan secara sistematis.
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan dibimbing guru pada penentuan urutan langkah logis, sedangkan murid yang sudah lancar menyelesaikan seluruh kasus secara mandiri penuh.
- Produk: Seluruh murid menyajikan hasil penerapan pemecahan masalah sistematis dalam format 4 tahapan (masalah, penyebab, solusi, urutan langkah) sesuai tingkat kemandirian masing-masing.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik kesiapan menentukan langkah awal pemecahan masalah sistematis: Guru menyajikan kasus 'Meja belajar berantakan sehingga buku tulis hilang saat hendak belajar'. Murid memilih langkah sistematis pertama dari 2 opsi: A. Langsung membongkar seluruh isi kamar; B. Mengamati dan mengelompokkan barang di meja terlebih dahulu. (Acuan jawaban benar: B; kriteria: murid yang memilih B dinilai siap, murid yang memilih A diberikan bimbingan konsep pemecahan teratur).
Proses:- Pemeriksaan lembar kerja mandiri penerapan pemecahan masalah sistematis pada Kasus A (Kaus kaki basah) dan Kasus B (Tugas gambar tertinggal). Kriteria penilaian mencakup ketepatan menentukan masalah, penyebab, solusi, serta kelengkapan minimal 3 urutan langkah penyelesaian logis sesuai acuan: (Acuan Kasus A: Masalah kaus kaki basah, penyebab tidak dijemur, solusi menjemur/menyiapkan cadangan, urutan: cuci/peras -> jemur -> simpan ke sepatu/tas. Acuan Kasus B: Masalah tugas tertinggal, penyebab meletakkan di luar tas, solusi memasukkan langsung ke map/tas, urutan: selesai gambar -> masukkan ke map -> masukkan ke tas).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir melalui 1 butir pertanyaan tertulis singkat: 'Tuliskan urutan angka 1 sampai 4 untuk menerapkan pemecahan masalah sistematis berikut: (A) Rencanakan solusi, (B) Susun langkah penyelesaian, (C) Amati masalah, (D) Cari penyebab.' (Acuan jawaban benar: C = 1, D = 2, A = 3, B = 4).
Formatif:- Penilaian kinerja tertulis pada Lembar Kerja Kasus Sehari-hari (Kasus A dan Kasus B) menggunakan rubrik pemecahan masalah sistematis.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan Pemecahan Masalah secara Sistematis | Belum mampu menerapkan tahapan pemecahan masalah secara sistematis; hanya menuliskan masalah tanpa penyebab, solusi, atau urutan langkah pada Kasus A maupun Kasus B. | Menerapkan pemecahan masalah sistematis secara sebagian, yaitu mampu menentukan masalah dan penyebab, namun urutan langkah penyelesaian belum runtut atau kurang dari 3 langkah pada kedua kasus. | Menerapkan pemecahan masalah secara sistematis dengan menentukan masalah, penyebab, rencana solusi, dan menyusun minimal 3 urutan langkah penyelesaian yang runtut dan logis pada Kasus A dan Kasus B sesuai acuan. | Menerapkan pemecahan masalah secara sistematis secara mandiri penuh dengan menentukan masalah, penyebab, rencana solusi, dan menyusun lebih dari 3 urutan langkah penyelesaian yang sangat rinci, runtut, dan logis pada Kasus A, Kasus B, serta kasus tambahan tanpa bantuan guru. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu pada tahap Mengaplikasi cukup bagi murid untuk menyelesaikan 2 kasus pemecahan masalah secara mandiri?
- Bagian mana dari 4 tahapan pemecahan masalah sistematis yang masih sering membingungkan bagi murid?
Murid:- Apakah kamu dapat mengurutkan langkah penyelesaian masalah sehari-hari secara teratur dari awal sampai selesai?
- Langkah pemecahan masalah mana yang paling mudah dan paling menantang untuk kamu tuliskan hari ini?
Pertemuan 5 — Menuliskan Urutan Instruksi Logis dan Terstruktur Menggunakan Kosakata Sederhana — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.1.3 Menuliskan instruksi logis dan terstruktur menggunakan sekumpulan kosakata
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama (3 menit).
- Guru memberikan apersepsi dengan menanyakan apa yang terjadi jika seseorang memakai kaus kaki setelah memakai sepatu untuk memantik pemikiran tentang pentingnya urutan (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menuliskan instruksi logis dan terstruktur menggunakan kosakata sederhana (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat: murid diminta mengurutkan 3 langkah acak memakai sepatu bertali: A. Ikat tali sepatu, B. Masukkan kaki ke dalam sepatu, C. Ambil sepatu (acuan urutan benar: C - B - A) (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menyajikan contoh teks instruksi rancu membuat teh manis dari Buku Siswa: 'ambil gelas, masukkan teh, masukkan gula, lalu tuangkan air ke dalamnya' (hasilnya terlalu manis karena takaran dan urutan aduk tidak jelas) (5 menit).
- Guru memandu murid menelaah bahwa instruksi yang terstruktur membutuhkan kejelasan langkah berurutan dan kosakata tindakan yang tepat (misal: siapkan, masukkan, tuangkan, aduk) (5 menit).
- Murid bersama guru mencermati contoh susunan instruksi logis membuat teh manis: Langkah 1: Siapkan gelas, kantong teh, gula, dan air hangat; Langkah 2: Masukkan satu kantong teh ke dalam gelas; Langkah 3: Tuangkan air hangat ke dalam gelas; Langkah 4: Tambahkan satu sendok gula lalu aduk hingga larut (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru mengadakan permainan tantangan logika cepat 'Detektif Langkah Kacau': murid secara berpasangan menebak urutan benar dari 3 kartu instruksi acak mencuci tangan: [Kartu 1: Bilas tangan dengan air mengalir sampai bersih], [Kartu 2: Basahi tangan dengan air dan usapkan sabun], [Kartu 3: Keringkan tangan dengan lap bersih] (acuan urutan benar: Kartu 2 -> Kartu 1 -> Kartu 3) (10 menit).
- Guru membagikan Lembar Kerja Tugas Mandiri: Murid diminta menuliskan 4 urutan instruksi logis dan terstruktur tentang 'Langkah Menyiapkan Buku Pelajaran Sesuai Jadwal' menggunakan kosakata sederhana yang disediakan (kosakata panduan: siapkan, periksa, masukkan, letakkan) (10 menit).
- Guru berkeliling mengamati proses murid menuliskan instruksi, memberikan bimbingan bagi murid yang memerlukan bantuan dan mencatat capaian pada formatif proses (5 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid membaca ulang instruksi yang telah ditulis dan memeriksa sendiri kelogisan urutannya (apakah ada langkah penting yang terlewat atau terbalik) (5 menit).
- Guru mengonfirmasi struktur instruksi yang logis berdasarkan acuan kunci tugas menyiapkan buku pelajaran: Langkah 1: Siapkan tas sekolah dan buku-buku; Langkah 2: Periksa jadwal pelajaran besok; Langkah 3: Masukkan buku yang sesuai jadwal ke dalam tas; Langkah 4: Letakkan tas di tempat yang rapi (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya menuliskan instruksi yang urut, terstruktur, dan menggunakan kosakata yang jelas agar tujuan berhasil tercapai (5 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir singkat secara lisan/tulisan cepat: menentukan urutan instruksi meminjam buku di perpustakaan (acuan: pilih buku -> bawa ke meja petugas -> catat peminjaman) (3 menit).
- Guru menginformasikan materi pertemuan berikutnya, yaitu memperbaiki instruksi logis yang memiliki kesalahan langkah, lalu menutup kelas dengan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu kata kerja kunci yang sudah terurut sebagian (scaffolding langkah awal). Murid yang lebih cepat diberikan kasus instruksi dengan 5 langkah terperinci.
- Proses: Murid yang masih kesulitan menulis urutan dibimbing dengan pertanyaan penuntun ('Apa yang harus kamu lakukan sebelum memasukkan buku?'). Murid cepat bekerja mandiri secara penuh.
- Produk: Semua murid menuliskan teks instruksi terstruktur minimal 4 langkah logis pada lembar kerja.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tugas diagnostik mengurutkan 3 langkah acak memakai sepatu bertali: A. Ikat tali sepatu, B. Masukkan kaki ke dalam sepatu, C. Ambil sepatu (Acuan jawaban benar tepat urut: C - B - A).
Proses:- Pengamatan formatif saat murid menyusun 4 urutan instruksi logis tugas mandiri 'Langkah Menyiapkan Buku Pelajaran Sesuai Jadwal'. Acuan urutan benar: (1) Menyiapkan tas dan buku/jadwal; (2) Memeriksa jadwal pelajaran; (3) Memasukkan buku yang sesuai jadwal ke tas; (4) Menutup/meletakkan tas di tempat rapi.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman singkat mengurutkan 3 langkah meminjam buku perpustakaan yang disajikan acak: X. Petugas mencatat peminjaman, Y. Memilih buku di rak, Z. Membawa buku ke meja petugas (Acuan urutan tepat: Y - Z - X).
Formatif:- Penilaian kinerja menuliskan urutan instruksi logis dan terstruktur pada lembar kerja tugas mandiri (4 langkah instruksi menyiapkan buku).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menuliskan urutan instruksi logis dan terstruktur | Menuliskan kurang dari 2 langkah instruksi dengan urutan yang masih terbalik/tidak logis. | Menuliskan 2 dari 4 langkah instruksi dengan urutan logis dan terstruktur, masih membutuhkan panduan guru. | Menuliskan 3 dari 4 langkah instruksi dengan urutan logis dan terstruktur secara tepat sesuai acuan alur. | Menuliskan seluruh 4 langkah instruksi secara urut, logis, dan terstruktur secara mandiri sesuai acuan alur (menyiapkan -> memeriksa jadwal -> memasukkan buku -> meletakkan tas). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat memahami konsep kelogisan urutan langkah dalam instruksi tertulis?
- Apakah penggunaan contoh kontekstual (sepatu, teh manis, jadwal buku) efektif membantu pemahaman berpikir terstruktur murid?
Murid:- Mengapa urutan langkah dalam menuliskan instruksi tidak boleh terbolak-balik?
- Bagian mana dari tugas menulis instruksi tadi yang paling mudah dan paling menantang bagimu?
Pertemuan 6 — Menuliskan dan Memperbaiki Instruksi Logis Terstruktur Berbasis Kosakata Tertulis — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.1.3 Menuliskan instruksi logis dan terstruktur menggunakan sekumpulan kosakata
Pendahuluan:- Guru membuka kelas, menyapa murid, mengecek kehadiran, dan menyampaikan fokus pembelajaran hari ini yaitu menguji dan memperbaiki instruksi tertulis yang keliru atau tidak lengkap (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat dengan menampilkan 1 instruksi rumpang: 'Membuat Susu Cokelat Hangat: (1) Masukkan 2 sendok bubuk cokelat ke cangkir; (2) Tuang air panas ke cangkir; (3) Minum susu cokelat.' Murid diminta menuliskan 1 langkah kosakata yang hilang pada secarik kertas (acuan jawaban: 'Aduk susu menggunakan sendok hingga larut merata' sebelum diminum) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati pemaparan guru tentang konsep menemukan kesalahan logis (bug) pada teks instruksi: memeriksa kelengkapan rincian kosakata (seperti takaran/tindakan) dan kebenaran urutan langkah (10 menit).
- Murid menganalisis contoh kasus 'Instruksi Membuat Teh Manis Pepi' yang tertulis: (A) Ambil gelas; (B) Masukkan teh; (C) Masukkan gula; (D) Tuangkan air; lalu guru memandu identifikasi kesalahan: tidak ada takaran gula sehingga terlalu manis dan belum ada instruksi mengaduk (acuan perbaikan: tambahkan '1 sendok teh gula' dan 'aduk air teh dengan sendok hingga gula larut') (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti permainan tantangan detektif 'Tebak Langkah yang Rusak' secara seru: murid membaca kartu skenario instruksi 'Menghidupkan Komputer' yang sengaja disusun acak-keliru di papan tulis: [1. Tekan tombol Enter pada keyboard; 2. Tancapkan kabel daya ke stopkontak; 3. Tekan tombol power pada CPU; 4. Nyalakan tombol layar monitor] (5 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja Perbaikan Instruksi berisi 2 kasus tertulis. Kasus 1 'Mencuci Tangan': Teks salah: [1. Keringkan tangan dengan lap; 2. Basahi tangan dengan air mengalir; 3. Gosok tangan memakai sabun 20 detik; 4. Bilas dengan air bersih] (Acuan perbaikan urutan logis: 2-3-4-1). Kasus 2 'Menyedut Bubur Instan': Teks kurang: [1. Buka kemasan mangkuk; 2. Masukkan bumbu dan bubur; 3. Aduk rata; 4. Bubur siap dimakan] (Acuan perbaikan: sisipkan langkah 'Tuangkan 200 ml air panas ke dalam mangkuk' di antara langkah 2 dan 3) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengevaluasi hasil lembar kerjanya dengan mencocokkan pada kunci verifikasi logis yang dibacakan guru, mencermati apakah instruksi perbaikannya sudah terstruktur runtut dan memakai kosakata tindakan yang jelas (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja murid tentang pentingnya ketelitian urutan dan kata kerja tindakan saat menulis instruksi (3 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan proses perbaikan teks instruksi dan menginformasikan bahwa pertemuan berikutnya akan mempelajari instruksi menggunakan simbol (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan berupa daftar pilihan kata kerja bantu (misal: 'tuangkan', 'aduk', 'bilas', 'keringkan'); murid yang sudah mahir diberikan teks skenario dengan 2 kesalahan sekaligus (langkah terbalik dan takaran hilang).
- Proses: Murid mandiri langsung menganalisis dan menuliskan perbaikan pada lembar kerja; murid yang belum lancar dibimbing menelusuri alur langkah satu per satu secara berurutan.
- Produk: Semua murid menghasilkan teks perbaikan instruksi tertulis yang logis dan terstruktur.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Menyelesaikan 1 teks instruksi rumpang 'Membuat Susu Cokelat Hangat'. Acuan jawaban: Murid menuliskan langkah perbaikan yang memuat kata kerja tindakan mengaduk (misalnya: 'Aduk susu sampai larut merata') sebelum diminum.
Proses:- Pemeriksaan Lembar Kerja Perbaikan Instruksi dengan 2 butir kasus: (1) Menuliskan perbaikan urutan instruksi mencuci tangan (acuan urutan benar: 2-3-4-1: Basahi tangan -> Gosok dengan sabun -> Bilas dengan air bersih -> Keringkan dengan lap); (2) Menuliskan perbaikan teks menyeduh bubur instan dengan menyisipkan langkah hilang yang memuat kosakata tindakan dan objek yang tepat (acuan: menyisipkan 'Tuang air panas ke mangkuk' sebelum mengaduk).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat (1 soal tiket keluar): 'Perbaiki kalimat instruksi berikut agar logis: [Ambil sikat gigi, berkumurlah dengan air, oleskan pasta gigi ke sikat, sikat gigi perlahan]'. Acuan jawaban urutan logis yang benar: (1) Ambil sikat gigi; (2) Oleskan pasta gigi ke sikat; (3) Sikat gigi perlahan; (4) Berkumurlah dengan air.
Formatif:- Penilaian proses lembar kerja perbaikan instruksi tertulis (Kasus 1 perbaikan urutan dan Kasus 2 penyisipan langkah yang hilang)
- Observasi diagnostik awal pada instruksi rumpang membuat susu hangat
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menuliskan dan Memperbaiki Urutan Instruksi Berbasis Kosakata (Kasus 1 Mencuci Tangan: 4 langkah) | Belum mampu menyusun kembali instruksi; urutan langkah yang ditulis masih salah seluruhnya (0 langkah tepat). | Menuliskan perbaikan urutan instruksi dengan benar pada 1-2 langkah dari 4 langkah yang tersedia. | Menuliskan perbaikan urutan instruksi dengan benar pada 3 langkah dari 4 langkah yang tersedia. | Menuliskan perbaikan urutan instruksi secara tepat dan runtut pada seluruh 4 langkah sesuai urutan acuan (2-3-4-1) secara mandiri. | | Menuliskan Perbaikan Langkah Instruksi yang Hilang Menggunakan Kosakata (Kasus 2 Menyeduh Bubur) | Belum mampu menuliskan langkah instruksi yang hilang atau kosakata tindakan yang ditulis tidak relevan dengan konteks kegiatan. | Menuliskan langkah yang hilang tetapi penempatannya salah urutan atau kosakata tindakan yang dipakai kurang jelas (misal: hanya menulis kata 'air'). | Menuliskan langkah yang hilang dengan kosakata tindakan yang jelas (memuat kata 'tuang air panas') namun penempatan urutan langkah masih kurang tepat. | Menuliskan langkah yang hilang secara tepat memuat kosakata tindakan logis ('tuang air panas') dan ditempatkan pada urutan yang benar (di antara langkah 2 dan 3) secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah contoh instruksi yang keliru berhasil memandu murid menemukan letak kesalahan langkah secara logis?
- Bagian mana dari instruksi berbasis kosakata tertulis yang paling sering mengalami kekeliruan oleh murid?
Murid:- Apakah kamu dapat menemukan langkah yang salah atau terlewat pada urutan instruksi yang kamu baca?
- Apa yang harus kamu perhatikan saat menulis ulang kalimat instruksi agar orang lain tidak salah melakukannya?
Pertemuan 7 — Menuliskan Instruksi Logis dan Terstruktur Menggunakan Simbol Arah dan Gerak — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.1.4 Menuliskan instruksi logis dan terstruktur menggunakan sekumpulan simbol
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran, menyapa murid, dan mengondisikan kesiapan belajar (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat: menampilkan 4 simbol panah di papan tulis (↑, ↓, ←, →) dan meminta murid menuliskan arti gerak dari tiap simbol pada secarik kertas (acuan: ↑ = maju/atas, ↓ = mundur/bawah, ← = belok kiri/geser kiri, → = belok kanan/geser kanan) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menuliskan instruksi langkah gerak yang logis dan runtut menggunakan simbol arah (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mengamati papan kisi berukuran 3x3 di papan tulis yang memuat posisi awal Robot Koka di petak (1,1) dan target baterai di petak (1,3) tanpa rintangan (5 menit).
- Guru memodelkan cara menuliskan instruksi simbol secara berurutan langkah demi langkah untuk memindahkan robot ke petak tujuan (acuan: instruksi yang ditulis adalah [→, →]) (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan tantangan interaktif 'Simbol Arah Si Kucing' di mana murid berpasangan saling menguji pembacaan rangkaian 3 simbol arah acak dengan menunjuk petak grid di meja (10 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Kerja 'Navigasi Simbol Kisi 4x4' yang berisi 2 tugas rute: Tugas 1 memandu bidak dari petak awal (A1) ke tujuan (A4) lurus mendatar (acuan: →, →, →); Tugas 2 memandu bidak dari petak (A1) menuju (C3) melewati rute aman menghindari rintangan di B2 (acuan kunci rute valid: [→, →, ↓, ↓] atau [↓, ↓, →, →] atau [→, ↓, ↓, →]) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali urutan simbol yang telah mereka tuliskan pada Lembar Kerja untuk memastikan tidak ada simbol arah yang terbalik atau melompati petak rintangan (5 menit).
- Murid menyimpulkan bahwa kejelasan dan keruntutan simbol menentukan ketepatan hasil eksekusi langkah (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap hasil penulisan instruksi simbol yang telah diselesaikan murid (5 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan memberikan apresiasi dan mengumumkan topik latihan lanjutan kombinasi simbol pada pertemuan berikutnya (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan arah fisik berukuran besar, sedangkan murid yang cepat diberikan peta grid dengan 2 rintangan tambahan.
- Proses: Murid yang kesulitan menuliskan simbol dipandu mencoba melangkahkan bidak satu per satu petak secara konkret sebelum mencatat simbolnya.
- Produk: Semua murid menghasilkan produk yang sama yaitu urutan simbol arah navigasi, dengan variasi panjang langkah sesuai jalur tugas yang dipilih.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes diagnostik singkat menuliskan arti 4 simbol arah dasar pada secarik kertas (acuan: ↑ = maju/atas; ↓ = mundur/bawah; ← = geser/belok kiri; → = geser/belok kanan).
Proses:- Observasi sistematis saat murid menyusun urutan simbol pada Lembar Kerja Navigasi Simbol Kisi 4x4 (memeriksa ketepatan arah gerak dan keruntutan urutan simbol dari petak awal ke petak akhir).
Akhir Pertemuan:- Pengecekan hasil akhir Lembar Kerja Tugas 1 dan Tugas 2 dengan mencocokkan rangkaian simbol murid terhadap kunci rute valid (Tugas 1: →, →, →; Tugas 2: rangkaian 4 simbol valid seperti →, →, ↓, ↓ tanpa menabrak rintangan B2).
Formatif:- Penilaian kinerja menuliskan urutan simbol arah navigasi pada lembar kerja kisi 4x4.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan dan Keruntutan Penulisan Instruksi Simbol | Belum mampu menuliskan simbol arah secara logis atau simbol yang ditulis tidak sesuai arah gerak pada kisi. | Mampu menuliskan sebagian instruksi simbol dengan benar, tetapi urutannya terbalik atau menabrak petak rintangan pada tugas kisi. | Mampu menuliskan urutan instruksi simbol arah secara runtut dan tepat mencapai target pada Tugas 1 dan Tugas 2 dengan sedikit arahan guru. | Mampu menuliskan seluruh urutan instruksi simbol arah secara tepat, runtut, efisien, dan mandiri tanpa kesalahan rute. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan media kisi visual 3x3 dan 4x4 efektif membantu murid memahami penulisan instruksi berbasis simbol arah?
- Bagian mana dari penulisan simbol gerak yang masih membingungkan bagi sebagian murid?
Murid:- Apakah kamu merasa lebih mudah menuliskan perintah menggunakan simbol panah arah dibandingkan kata-kata tertulis?
- Apa yang terjadi jika ada satu simbol arah yang tertukar posisinya dalam rangkaian instruksimu?
Pertemuan 8 — Menuliskan Rangkaian Instruksi Terstruktur Menggunakan Kombinasi Simbol Petunjuk — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.1.4 Menuliskan instruksi logis dan terstruktur menggunakan sekumpulan simbol
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 3 simbol di papan tulis: [↑] (Maju 1 Langkah), [↷] (Belok Kanan), dan [★] (Ambil Benda), lalu meminta murid menuliskan arti ketiga simbol tersebut pada kertas kecil (acuan jawaban: [↑] = Maju 1 langkah; [↷] = Belok kanan; [★] = Ambil benda) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menuliskan rangkaian instruksi yang logis dan terstruktur menggunakan kombinasi simbol petunjuk arah dan tindakan (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru memodelkan pembacaan peta grid 4x4 di papan tulis dan memperkenalkan 5 simbol petunjuk standar: [↑] (Maju 1 Langkah ke Depan), [↓] (Mundur 1 Langkah), [↶] (Putar Kiri 90 Derajat di Tempat), [↷] (Putar Kanan 90 Derajat di Tempat), dan [★] (Ambil Benda di Petak) (5 menit).
- Murid mencermati demonstrasi guru saat menyusun urutan simbol untuk misi sederhana: Robot di kotak (A,1) menghadap ke Utara ingin mengambil bintang di (A,3). Rangkaian instruksi simbol yang logis: [↑] -> [↑] -> [★] (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru menggelar permainan tantangan interaktif 'Simbol Petualang Robot' pada grid lantai kelas, di mana murid secara berpasangan saling menguji kartu instruksi simbol untuk menggerakkan pion robot melewati petak tanpa menabrak petak rintangan (batu) menuju petak target bendera (10 menit).
- Guru membagikan Lembar Aktivitas Mandiri yang memuat peta grid 4x4 dengan posisi awal pion di kotak (1,1) menghadap Utara, rintangan batu di (2,2) dan (2,3), serta target bendera di (1,4) dan target harta di (3,4) (5 menit).
- Murid secara mandiri menuliskan rangkaian instruksi terstruktur berupa deretan simbol pada lembar kerja untuk 2 misi wajib: Misi 1 (Pion dari (1,1) menghadap Utara menuju target bendera di (1,4) dengan mengambil bintang di (1,2); acuan urutan simbol: [↑] -> [★] -> [↑] -> [↑]) dan Misi 2 (Pion dari (1,4) menghadap Utara menuju harta di (3,4) menghindari rintangan batu; acuan urutan simbol: [↷] -> [↑] -> [↑] -> [★]) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali (self-check) rangkaian simbol yang telah ditulis dengan menelusuri jalur pion langkah demi langkah pada peta grid untuk memastikan urutan instruksi logis dan tidak membentur rintangan (5 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan pentingnya urutan logis dan ketepatan simbol petunjuk agar instruksi dapat dijalankan tepat sasaran tanpa kesalahan langkah (5 menit).
- Guru memberikan penguatan dan umpan balik singkat terhadap lembar instruksi simbol yang telah dikerjakan murid, serta menutup kegiatan belajar dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu fisik bergambar simbol arah dan tindakan konkret bagi murid yang memerlukan dukungan visual tambahan, serta peta grid tantangan dengan 3 belokan bagi murid yang memerlukan tantangan lebih tinggi.
- Proses: Bimbingan langkah per langkah secara terstruktur bagi murid yang kesulitan menentukan rotasi arah ([↶] dan [↷]), sementara murid yang telah mahir langsung menyusun instruksi untuk dua rute alternatif secara mandiri.
- Produk: Murid yang membutuhkan bimbingan cukup menyelesaikan Misi 1 dengan kombinasi 4 simbol secara tepat, sedangkan murid mahir menuliskan rangkaian simbol lengkap untuk Misi 1, Misi 2, beserta rute kembali ke titik awal menggunakan simbol.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes diagnostik singkat menuliskan arti dari 3 simbol petunjuk yang disajikan guru di papan tulis: (1) Simbol [↑] (acuan jawaban: Maju 1 langkah); (2) Simbol [↷] (acuan jawaban: Belok kanan / putar kanan); (3) Simbol [★] (acuan jawaban: Ambil benda/bintang).
Proses:- Pemeriksaan ketepatan urutan penulisan rangkaian simbol pada Lembar Aktivitas Mandiri untuk Misi 1 (acuan: urutan 4 simbol [↑] -> [★] -> [↑] -> [↑]) dan Misi 2 (acuan: urutan 4 simbol [↷] -> [↑] -> [↑] -> [★]). Kriteria: instruksi simbol terstruktur, logis tanpa ada langkah yang melompati petak atau menabrak rintangan batu.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi berupa pengecekan kebenaran 1 jalur instruksi cepat: Diberikan posisi awal di (2,1) menghadap Timur, murid menuliskan 3 simbol untuk mencapai (4,1) dan mengambil koin di titik tersebut (acuan jawaban tepat: [↑] -> [↑] -> [★]).
Formatif:- Pemeriksaan lembar kerja penulisan rangkaian simbol petunjuk pada peta grid 4x4
- Observasi unjuk kerja saat murid menelusuri dan menuliskan urutan simbol
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Menuliskan Rangkaian Instruksi Simbol Terstruktur | Menuliskan simbol instruksi tanpa struktur urutan yang logis atau belum ada simbol yang tepat mengarahkan pion ke sasaran sesuai acuan Misi 1 dan Misi 2. | Menuliskan rangkaian instruksi simbol dengan sebagian urutan logis, namun hanya tepat menyelesaikan 1 dari 2 misi sesuai kunci acuan (Misi 1 atau Misi 2 saja). | Menuliskan seluruh rangkaian instruksi simbol secara logis dan terstruktur dengan tepat memenuhi target pada kedua misi (Misi 1: [↑] -> [★] -> [↑] -> [↑] dan Misi 2: [↷] -> [↑] -> [↑] -> [★]) secara tepat dengan sedikit bimbingan konfirmasi arah. | Menuliskan seluruh rangkaian instruksi simbol secara logis, terstruktur, runtut, dan tepat memenuhi target kedua misi (Misi 1 dan Misi 2) secara mandiri sepenuhnya tanpa kekeliruan langkah. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat membedakan dengan jelas antara simbol gerak maju/mundur dengan simbol putar arah?
- Bagian mana dari penulisan urutan simbol yang paling sering menimbulkan kekeliruan logika arah pada murid?
Murid:- Apakah kamu merasa lebih mudah memberikan perintah menggunakan simbol gambar dibandingkan kata-kata tertulis?
- Langkah apa yang paling membantumu memastikan urutan simbol yang kamu tulis sudah benar dan tidak salah arah?
Pertemuan 9 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 5.1.1 Mengidentifikasi permasalahan sederhana dalam kehidupan sehari-hari beserta penyebabnya
- TP 5.1.2 Menerapkan pemecahan masalah secara sistematis untuk menyelesaikan persoalan sehari-hari
- TP 5.1.3 Menuliskan instruksi logis dan terstruktur menggunakan sekumpulan kosakata
- TP 5.1.4 Menuliskan instruksi logis dan terstruktur menggunakan sekumpulan simbol
Pendahuluan:- Guru membuka sesi dengan menyapa murid, mengecek kehadiran 28 murid, serta memimpin doa singkat sebelum memulai asesmen (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan sesi sumatif bab 1 dan menjelaskan tata tertib asesmen individual tanpa diskusi kelompok demi mengukur capaian secara mandiri (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan Lembar Asesmen Sumatif Bagian 1 (Tugas 1: Analisis Pemecahan Masalah) kepada 28 murid dan membacakan petunjuk teknis pengisian teks tertulis (3 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Sebanyak 28 murid secara serentak dan mandiri mengerjakan Tugas 1 (TP 5.1.1 dan TP 5.1.2) tertulis selama 32 menit. Lembar berisi skenario masalah: 'Tas sekolah Doni sering kali sangat berat dan buku pelajaran sering tertinggal saat jadwal pelajaran berganti di pagi hari.' Murid menjawab 3 butir: (1) Identifikasi masalah utama: 'Tas sekolah terlalu berat dan buku pelajaran sering tertinggal'; (2) Identifikasi 2 akar penyebab: 'Menyiapkan jadwal mendadak di pagi hari' dan 'Membawa seluruh buku pelajaran setiap hari tanpa memilah jadwal'; (3) Rencana solusi sistematis bertahap: Langkah 1 - 'Melihat jadwal pelajaran untuk esok hari pada malam hari', Langkah 2 - 'Mengeluarkan buku yang tidak diperlukan besok', Langkah 3 - 'Memasukkan buku pelajaran yang sesuai jadwal ke dalam tas' (32 menit).
- Guru mengumpulkan Lembar Tugas 1, membagikan Lembar Tugas 2 (TP 5.1.3 dan TP 5.1.4: Unjuk Kerja Tertulis Algoritma Teks dan Simbolik), serta 28 murid serentak dan mandiri mengerjakan selama 25 menit. Tugas 2 berisi: Menuliskan algoritma teks dan simbolik untuk misi 'Robot Pengambil Penghapus di Petak 3x3'. Titik mulai (1,1), titik tujuan penghapus (3,2). Teks instruksi: (Langkah 1: 'Maju 2 langkah ke depan', Langkah 2: 'Belok kanan 90 derajat', Langkah 3: 'Maju 1 langkah ke depan', Langkah 4: 'Ambil penghapus'). Diagram alur simbolik: [Mulai] -> [Panah Maju x2] -> [Panah Belok Kanan] -> [Panah Maju x1] -> [Simbol Ambil] -> [Selesai]. Kunci simbol yang benar: panah lurus, panah belok kanan, ikon capit/ambil (pilihan pengalih yang tidak boleh dipilih: simbol putar balik 180 derajat, simbol lompat, simbol silang merah/berhenti paksa) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memfasilitasi murid melakukan hening sejenak untuk memeriksa kelengkapan nama, nomor, dan jawaban sebelum seluruh lembar artefak Tugas 2 dikumpulkan secara tertib (2 menit).
Penutup:- Guru mengumpulkan seluruh lembar artefak tugas murid untuk diperiksa sesudah sesi menggunakan rubrik analitik (2 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas kedisiplinan serta kemandirian seluruh murid dalam menyelesaikan rangkaian asesmen sumatif Bab 1 lalu menutup pembelajaran dengan salam (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Memberikan lembar soal dengan ukuran huruf lebih besar bagi murid yang memiliki hambatan penglihatan tanpa mengubah substansi soal dan kriteria penilaian.
- Proses: Memberikan pendampingan pembacaan ulang kalimat instruksi soal secara netral bagi murid dengan hambatan membaca lancar tanpa memberikan petunjuk jawaban.
- Produk: Format penyajian artefak tetap seragam berupa lembar isian tertulis analisis masalah dan lembar bagan algoritma teks serta simbolik.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan alat tulis dan konfirmasi pemahaman aturan pengerjaan mandiri tanpa melihat buku/catatan sebelum lembar tugas dibagikan.
Proses:- Pemantauan kepatuhan pengerjaan mandiri dan ketertiban waktu pengerjaan selama 35 menit Tugas 1 dan 35 menit Tugas 2 berlangsung serentak di kelas.
Sumatif Bab:- kombinasi tes tertulis analisis masalah dan unjuk kerja tertulis penyusunan algoritma: Tugas 1 (TP 1, 2): 28 murid masing-masing mengerjakan lembar analisis pemecahan masalah secara tertulis selama 35 menit serentak; artefak dinilai sesudah kegiatan dengan rubrik analitik, bukan observasi lisan bergantian.
Tugas 2 (TP 3, 4): 28 murid masing-masing menyusun lembar algoritma instruksi langkah demi langkah berbasis teks terstruktur dan diagram alur simbolik selama 35 menit serentak; artefak individual diperiksa guru sesudah sesi menggunakan rubrik penyusunan instruksi.
- tes tertulis pemecahan masalah: 28 murid masing-masing mengerjakan lembar analisis pemecahan masalah secara tertulis selama 35 menit serentak; artefak dinilai sesudah kegiatan dengan rubrik analitik, bukan observasi lisan bergantian. (35 menit; individual; instrumen: rubrik analitik identifikasi masalah, akar penyebab, dan rencana solusi bertahap sistematis)
- unjuk kerja tertulis penyusunan instruksi dan diagram alur: 28 murid masing-masing menyusun lembar algoritma instruksi langkah demi langkah berbasis teks terstruktur dan diagram alur simbolik selama 35 menit serentak; artefak individual diperiksa guru sesudah sesi menggunakan rubrik penyusunan instruksi. (35 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian teks instruksi logis dan bagan diagram alur simbolik)
Sumatif:- kombinasi tes tertulis analisis masalah dan unjuk kerja tertulis penyusunan algoritma: Tugas 1 (TP 1, 2): 28 murid masing-masing mengerjakan lembar analisis pemecahan masalah secara tertulis selama 35 menit serentak; artefak dinilai sesudah kegiatan dengan rubrik analitik, bukan observasi lisan bergantian.
Tugas 2 (TP 3, 4): 28 murid masing-masing menyusun lembar algoritma instruksi langkah demi langkah berbasis teks terstruktur dan diagram alur simbolik selama 35 menit serentak; artefak individual diperiksa guru sesudah sesi menggunakan rubrik penyusunan instruksi.
- tes tertulis pemecahan masalah: 28 murid masing-masing mengerjakan lembar analisis pemecahan masalah secara tertulis selama 35 menit serentak; artefak dinilai sesudah kegiatan dengan rubrik analitik, bukan observasi lisan bergantian. (35 menit; individual; instrumen: rubrik analitik identifikasi masalah, akar penyebab, dan rencana solusi bertahap sistematis)
- unjuk kerja tertulis penyusunan instruksi dan diagram alur: 28 murid masing-masing menyusun lembar algoritma instruksi langkah demi langkah berbasis teks terstruktur dan diagram alur simbolik selama 35 menit serentak; artefak individual diperiksa guru sesudah sesi menggunakan rubrik penyusunan instruksi. (35 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian teks instruksi logis dan bagan diagram alur simbolik)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi Masalah dan Penyebab (TP 5.1.1) | Menjawab keliru atau hanya mampu menuliskan 1 unsur tanpa menemukan akar penyebab yang relevan (Acuan masalah: tas berat dan buku tertinggal; Penyebab 1: jadwal mendadak pagi hari; Penyebab 2: membawa buku tanpa memilah jadwal). | Menuliskan masalah utama dengan tepat, namun hanya menuliskan 1 dari 2 akar penyebab secara tepat. | Menuliskan masalah utama dan kedua akar penyebab (total 2 penyebab) secara tepat sesuai acuan skenario. | Menuliskan masalah utama, kedua akar penyebab secara tepat lengkap, serta menambahkan penjelasan hubungan logis antara penyebab dan dampak masalah secara mandiri. | | Penerapan Pemecahan Masalah Sistematis (TP 5.1.2) | Menuliskan langkah solusi yang acak, melompat, atau tidak terhubung dengan akar penyebab masalah (kurang dari 2 langkah logis). | Menuliskan 2 langkah pemecahan masalah secara runtut namun belum lengkap menyelesaikan akar masalah. | Menuliskan ketiga langkah solusi bertahap secara runtut dan sistematis sesuai acuan (Langkah 1: Cek jadwal malam hari, Langkah 2: Keluarkan buku tidak perlu, Langkah 3: Masukkan buku sesuai jadwal). | Menuliskan seluruh langkah solusi bertahap secara tepat, sistematis, serta merincikan tindakan pencegahan agar masalah tidak berulang. | | Penyusunan Instruksi Berbasis Kosakata (TP 5.1.3) | Menuliskan kosakata instruksi kurang dari 2 langkah logis atau urutan tidak mengarah ke lokasi tujuan penghapus. | Menuliskan 2-3 langkah instruksi dengan kosakata yang tepat namun urutan belum runtut mencapai tujuan. | Menuliskan seluruh 4 langkah instruksi kosakata terstruktur secara logis dan runtut mencapai tujuan (Acuan: Maju 2 langkah -> Belok kanan -> Maju 1 langkah -> Ambil penghapus). | Menuliskan seluruh 4 langkah instruksi kosakata secara runtut, tepat sasaran tanpa redundansi, serta menggunakan kalimat perintah yang sangat jelas dan terstruktur. | | Penyusunan Instruksi Berbasis Simbol (TP 5.1.4) | Menggambar simbol yang salah arah atau memilih lebih dari 1 simbol pengalih (pengalih: putar balik 180°, lompat, silang merah). | Menggambar rangkaian simbol arah gerak yang sebagian benar namun masih memuat 1 simbol pengalih atau urutan simbol belum runtut. | Menggambar seluruh rangkaian diagram simbol secara tepat, runtut ([Mulai] -> [Maju x2] -> [Belok Kanan] -> [Maju x1] -> [Ambil] -> [Selesai]), dan tidak memilih simbol pengalih. | Menggambar seluruh rangkaian diagram simbol dengan tepat, runtut, bersih, tanpa simbol pengalih, serta dilengkapi alur panah konektor yang sempurna. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 35 menit per tugas cukup bagi seluruh 28 murid untuk menyelesaikan lembar analisis dan unjuk kerja tertulis?
- Berdasarkan hasil asesmen sumatif, aspek TP mana yang paling banyak dikuasai murid dan TP mana yang masih membutuhkan perbaikan pada bab berikutnya?
Murid:- Bagian mana dari asesmen sumatif tadi yang menurutmu paling mudah dikerjakan?
- Apakah kamu merasa sudah mampu menggunakan cara berpikir komputasional saat menghadapi masalah sehari-hari?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Koding dan Kecerdasan Artifisial SD/MI Kelas V
- Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial SD/MI Kelas V
- Kartu tanda 'MASALAH' dan 'BUKAN MASALAH'
- Lembar Aktivitas Misi Detektif Masalah
- Buku Panduan Guru Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SD/MI Kelas V
- Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SD/MI Kelas V Bab 1
- Lembar Kerja Aktivitas 1 (Kartu Masalah dan Kartu Penyebab)
- Gambar ilustrasi kasus Arif dan mainannya rusak
- Buku Guru Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SD/MI Kelas V, Bab 1
- Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SD/MI Kelas V, Bab 1
- Set kartu langkah pemecahan masalah dan lembar kerja aktivitas
- Buku Panduan Guru Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SD/MI Kelas V (Bab 1 Subbab B, Memecahkan Masalah Secara Sistematis).
- Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SD/MI Kelas V (Bab 1, Halaman 15-16).
- Lembar Kerja Murid: Penerapan Pemecahan Masalah Sistematis Kasus Sehari-hari.
- Kartu Aktivitas Cepat: Tantangan Susun Solusi Kasus.
- Buku Guru Koding dan Kecerdasan Artifisial SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek)
- Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial SD/MI Kelas V (Kemendikbudristek, Bab 1 Subbab C)
- Kartu tantangan urutan langkah mencuci tangan
- Lembar Kerja Murid (LKPD) Menulis Instruksi Logis
- Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SD/MI Kelas V
- Lembar Kerja Murid (LKPD): Memperbaiki Instruksi Tertulis
- Kartu teks instruksi acak untuk permainan detektif kelas
- Buku Panduan Guru Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas V SD
- Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas V SD
- Lembar Kerja Grid Navigasi 4x4 dan kartu simbol panah arah
- Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas V SD/MI
- Buku Panduan Guru Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas V SD/MI
- Peta grid lantai kelas 4x4 dan kartu simbol petunjuk arah/gerak
- Buku Panduan Guru Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SD/MI Kelas V (Bab 1: Berpikir Komputasional)
- Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SD/MI Kelas V (Bab 1)
- Lembar Asesmen Sumatif Bagian 1 (Analisis Masalah Sehari-hari)
- Lembar Asesmen Sumatif Bagian 2 (Algoritma Teks dan Simbolik Gerak Robot)
|