MODUL AJAR Koding dan Kecerdasan Artifisial — Kelas 11 (Fase F) Topik: Bab 1 — Kreasi Konten Digital dengan Kolaborasi Manusia dan KA INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Koding dan Kecerdasan Artifisial |
|---|
| Fase / Kelas | Fase F / Kelas 11 |
|---|
| Topik | Bab 1 — Kreasi Konten Digital dengan Kolaborasi Manusia dan KA |
|---|
| Alokasi Waktu | 30 JP (30 x 45 menit = 1350 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 12 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 11.1.1 Menyusun produksi konten digital tingkat lanjut untuk mendukung kecerdasan artifisial melalui kolaborasi manusia dan KA
- TP 11.1.2 Melakukan diseminasi konten digital tingkat lanjut untuk mendukung kecerdasan artifisial melalui platform digital yang relevan
- TP 11.1.3 Menganalisis penerapan prinsip human-centered dan etika yang ada dalam pembuatan konten digital bersama kecerdasan artifisial
- TP 11.1.4 Mengevaluasi tanggung jawab dan kepatuhan terhadap etika yang ada pada penyebaran konten hasil kecerdasan artifisial
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Bagaimana kecerdasan artifisial generatif dapat membantu kita merancang draf teks konten digital yang terstruktur?
- Mengapa hasil teks murni dari kecerdasan artifisial tetap memerlukan kurasi, penajaman, dan penyuntingan dari manusia?
- Bagaimana instruksi teks (prompt) yang detail dapat memandu Kecerdasan Artifisial menghasilkan elemen gambar yang sesuai dengan kebutuhan konten?
- Mengapa hasil gambar mentah dari KA tetap memerlukan sentuhan manusia dalam penyusunan elemen visual akhir?
- Bagaimana rekaman audio yang memiliki gangguan derau (noise) dapat diperbaiki secara otomatis menggunakan alat bantu kecerdasan artifisial?
- Dalam penyusunan konten audio digital, bagian mana yang dapat dioptimalkan oleh fitur KA dan bagian mana yang memerlukan sentuhan penyuntingan manusia?
- Apakah hasil karya teks atau gambar yang dibuat sepenuhnya oleh generator KA tanpa sentuhan nilai manusia sudah cukup aman dan layak digunakan untuk publik?
- Mengapa manusia harus tetap memegang kendali utama (human oversight) saat memproduksi konten bersama kecerdasan artifisial?
- Jika sebuah gambar atau artikel dibuat oleh generator KA berdasarkan jutaan karya manusia yang ada di internet, siapakah pemilik hak cipta sebenarnya dan bagaimana kita harus mencantumkan atribusinya?
- Mengapa mengambil karya digital orang lain tanpa atribusi atau izin lisensi tetap dianggap pelanggaran etika dan hukum meskipun sudah diolah ulang menggunakan kecerdasan artifisial?
- Bagaimana sebuah sistem KA pembuat konten teks atau gambar bisa menghasilkan luaran yang mendiskriminasi kelompok tertentu?
- Langkah verifikasi apa yang wajib dilakukan manusia agar konten kolaboratif bersama KA bebas dari bias dan pelanggaran etika representasi?
- Mengapa konten digital bermutu tinggi yang dibuat dengan bantuan KA bisa tetap sepi penonton jika tidak memiliki perencanaan diseminasi?
- Bagaimana cara menentukan platform digital dan jadwal unggah yang paling relevan agar pesan konten edukasi KA tepat sasaran?
- Bagaimana takarir (caption) yang dibuat bersama KA dapat meningkatkan jangkauan diseminasi konten digital?
- Mengapa takarir mentah hasil KA tetap perlu disunting sebelum disebarkan ke platform digital?
- Bagaimana cara menyatukan beragam karya teks, visual, dan audio hasil kolaborasi dengan KA menjadi sebuah portofolio digital yang terstruktur?
- Langkah teknis apa yang perlu dilakukan agar portofolio kampanye digital tersebut dapat diakses publik melalui media kampanye digital yang relevan?
- Mengapa konten hasil kecerdasan artifisial yang tampak sangat meyakinkan berisiko tinggi menjadi hoaks bila disebarkan tanpa verifikasi?
- Bagaimana kita mengevaluasi apakah tindakan seseorang saat menyebarkan konten hasil KA sudah bertanggung jawab dan patuh pada etika pencegahan hoaks?
- Mengapa sebuah unggahan informasi hasil kecerdasan artifisial wajib mencantumkan label transparansi KA dan rujukan sumber fakta aslinya?
- Apa konsekuensi etis jika konten edukasi kesehatan atau sains buatan KA disebarluaskan ke publik tanpa melalui proses verifikasi validitas faktual?
- Bagaimana membuktikan bahwa konten digital yang kita hasilkan merupakan bentuk kolaborasi seimbang antara kreativitas manusia dan efisiensi KA?
- Mengapa diseminasi karya hasil bantuan KA menuntut transparansi, atribusi hak cipta, dan evaluasi etika yang ketat sebelum disebarluaskan?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menyusun Draf Awal Teks Konten Digital Tingkat Lanjut Melalui Kolaborasi Manusia dan KA — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.1.1 Menyusun produksi konten digital tingkat lanjut untuk mendukung kecerdasan artifisial melalui kolaborasi manusia dan KA
Pendahuluan:- Guru membuka sesi pembelajaran, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan fokus pertemuan yaitu menyusun draf awal teks konten digital tingkat lanjut melalui kolaborasi manusia dan KA (5 menit).
- Guru memandu asesmen awal diagnostik cepat dengan menampilkan perbandingan teks mentah hasil KA versus teks terkurasi oleh manusia, lalu murid menuliskan 1 komponen utama penyusun teks draf konten (judul pikat/hook, isi/argumen, atau ajakan bertindak/CTA) pada secarik kertas kecil (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, alur kerja penyusunan teks, serta manfaat kolaborasi manusia dan kecerdasan artifisial dalam penulisan konten digital (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mengamati lembar telaah yang memuat 3 elemen inti draf teks konten: (1) Headline/Hook pemikat pembaca, (2) Body text/penjelasan konteks, dan (3) Call to Action (CTA) terarah (15 menit).
- Dalam kelompok berpasangan, murid memainkan tantangan interaktif 'Detektif Prompt' untuk mencocokkan formula prompt instruksi teks (Peran, Konteks, Tugas, Batasan) dengan potongan draf teks yang dihasilkan model bahasa KA (15 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Secara berpasangan, murid merumuskan prompt terstruktur pada aplikasi KA generatif teks untuk menghasilkan draf teks awal bertema 'Edukasi Literasi KA Sekolah' (20 menit).
- Murid memverifikasi dan menyusun ulang draf teks keluaran KA tersebut dengan melakukan penyesuaian gaya bahasa, memperbaiki kejelasan kalimat, serta menyelaraskan struktur 3 bagian teks (Hook, Isi, CTA) menjadi naskah draf utuh (20 menit).
- Setiap pasangan murid bertukar naskah draf dengan pasangan lain untuk memberikan umpan balik kelengkapan 3 struktur teks berdasarkan lembar panduan cek (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengidentifikasi bagian draf teks mana yang dihasilkan lebih cepat oleh KA dan bagian mana yang mutlak membutuhkan sentuhan nalar kritis manusia (15 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan proses menyusun draf teks konten digital melalui kolaborasi terstruktur bersama KA (10 menit).
- Guru memberikan konfirmasi ketercapaian kegiatan belajar dan mengingatkan persiapan untuk pertemuan berikutnya mengenai penyusunan elemen visual konten berbantuan KA (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan contoh struktur prompt teks sederhana bagi murid yang membutuhkan bimbingan, serta opsi struktur prompt berbasis rantai pemikiran (few-shot prompting) bagi murid yang lebih cepat.
- Proses: Memberikan pendampingan langkah demi langkah saat menyusun draf bagi pasangan yang memerlukan asistensi, serta memberi keleluasaan eksplorasi variasi gaya penulisan bagi pasangan yang mahir.
- Produk: Draf teks akhir murid dapat berupa naskah utas media sosial (minimal 3 bagian terpadu) atau naskah artikel blog mini (minimal 150 kata memuat hook, isi, dan CTA).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik pemahaman awal struktur teks: Murid mengidentifikasi 3 komponen penyusun draf konten digital dari sebuah kutipan teks yang disajikan di papan tulis (kriteria penerimaan: menyebutkan dengan tepat minimal 2 dari 3 komponen: (1) Kalimat pembuka/Hook, (2) Isi/Pesan utama, (3) Kalimat penutup/CTA).
Proses:- Lembar telaah penyusunan draf teks konten: Guru mengamati keterpaduan hasil kerja kolaborasi murid bersama KA dengan kriteria: (1) Ketercakupan 3 bagian teks yaitu Hook pembuka, Isi teks edukasi, dan Call to Action; (2) Keterbacaan dan kejelasan kalimat pasca-penyuntingan manusia dari teks mentah KA.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penyusunan teks di akhir sesi: Murid mengumpulkan draf teks hasil kolaborasi bersama KA yang memuat 3 elemen wajib (Acuan kelengkapan: Bagian 1 memuat kalimat pikat/hook, Bagian 2 memuat penjelasan literasi KA minimal 2 kalimat, Bagian 3 memuat ajakan bertindak konkret).
Formatif:- Penilaian proses penyusunan prompt dan draf naskah kolaboratif menggunakan lembar observasi aktivitas kelompok.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kelengkapan Struktur Draf Teks Konten Kolaboratif | Draf teks hanya memuat 1 dari 3 komponen struktur (pilihan komponen: Hook, Isi, CTA). | Draf teks memuat 2 dari 3 komponen struktur secara tepat (pilihan komponen: Hook, Isi, CTA). | Draf teks memuat seluruh 3 komponen struktur (Hook, Isi, CTA) secara lengkap dan terpadu. | Draf teks memuat seluruh 3 komponen struktur (Hook, Isi, CTA) secara lengkap, padu, serta menunjukkan hasil perbaikan gaya bahasa yang jelas antara teks mentah KA dan teks final. | | Kolaborasi Penyusunan Teks Bersama KA | Menyalin teks mentah dari KA tanpa melakukan penyusunan atau penyesuaian kalimat. | Menyusun draf dengan sedikit penyesuaian kalimat pada teks mentah KA (hanya memperbaiki kesalahan ketik/tata bahasa dasar). | Menyusun draf teks dengan mengombinasikan keluaran KA dan kalimat kurasi sendiri secara runtut dan mudah dipahami. | Secara mandiri dan adaptif menyusun draf teks dengan mengombinasikan instruksi prompt bertahap dan kurasi mendalam pada seluruh alur teks. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 135 menit mencukupi bagi seluruh murid untuk merumuskan prompt sekaligus menyunting draf teks keluaran KA?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam mengevaluasi kelemahan draf mentah yang dihasilkan oleh kecerdasan artifisial?
Murid:- Bagian mana dari pembuatan draf teks konten yang paling terbantu oleh saran dari kecerdasan artifisial?
- Perubahan apa yang paling banyak saya lakukan saat mengubah teks mentah KA menjadi draf naskah akhir?
Pertemuan 2 — Menyusun Elemen Visual dan Gambar Konten Digital Tingkat Lanjut Berbantuan KA — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.1.1 Menyusun produksi konten digital tingkat lanjut untuk mendukung kecerdasan artifisial melalui kolaborasi manusia dan KA
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan kesiapan belajar ruang kelas (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menyusun elemen visual dan gambar konten digital tingkat lanjut melalui kolaborasi manusia dan KA (5 menit).
- Murid mengerjakan asesmen awal berupa kuis cepat diagnostik 2 butir pada lembar singkat: (1) Menentukan komponen prompt visual yang tepat (subjek, gaya, pencahayaan); (2) Menentukan fungsi penyuntingan gambar manusia atas luaran KA (acuan: butir 1 kunci B, butir 2 kunci A) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid mengamati perbandingan 2 contoh konten visual: Gambar A (hasil mentah KA tanpa modifikasi) dan Gambar B (hasil susunan kolaboratif manusia-KA yang dilengkapi teks visual, tata letak seimbang, dan penyesuaian warna) untuk memahami struktur penyusunan elemen visual (15 menit).
- Murid mencermati demonstrasi guru tentang formulasi prompt teks-ke-gambar (mencakup elemen subjek, gaya visual, rasio aspek, pencahayaan) serta teknik penyuntingan elemen visual grafis berbantuan alat KA seperti Canva Magic Studio atau Image Generator (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Murid mengikuti tantangan ceria 'Prompt Remix Challenge' secara berpasangan, mencoba menyusun variasi 1 set prompt visual singkat bertema edukasi teknologi dalam waktu cepat untuk membandingkan variasi elemen gambar yang dihasilkan model KA (15 menit).
- Murid secara mandiri menyusun 1 paket elemen visual konten digital tingkat lanjut (berisi 1 gambar utama hasil prompt KA dan minimal 2 elemen grafis pelengkap seperti label teks visual atau bingkai penegas) menggunakan perangkat masing-masing (40 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid meninjau kesesuaian elemen visual yang telah disusun terhadap kebutuhan pesan konten menggunakan lembar periksa mandiri (15 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan alur kolaborasi manusia dan KA dalam menyusun elemen visual konten digital tingkat lanjut (10 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap proses penyusunan visual murid dan menginformasikan fokus pertemuan berikutnya yaitu penyusunan elemen audio konten digital (4 menit).
- Guru menutup pertemuan dengan doa bersama dan salam penutup (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan struktur prompt visual (subjek, latar, pencahayaan, gaya grafis), sedangkan murid yang telah mahir diberikan eksplorasi parameter gaya lanjutan (misal: isometric, flat vector, cyberpunk lighting).
- Proses: Murid yang membutuhkan pendampingan menyusun elemen visual dengan template dasar tata letak, sedangkan murid yang lebih cepat menyusun komposisi visual multi-elemen secara mandiri.
- Produk: Produk akhir disesuaikan tingkat kompleksitasnya: murid pemula menyusun gambar dengan 2 elemen visual pendukung, sedangkan murid mahir menyusun gambar dengan 4 elemen visual pendukung.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Soal pilihan ganda diagnostik 2 butir: (1) 'Manakah struktur prompt visual teks-ke-gambar yang paling operasional? A. Buatkan gambar bagus tentang komputer, B. Ilustrasi vektor datar seorang siswa SMA merakit modul AI di meja lab, pencahayaan terang, rasio 16:9, C. Gambar kecerdasan buatan masa depan' (acuan kunci: B); (2) 'Peran utama manusia setelah gambar mentah dihasilkan oleh KA dalam penyusunan konten visual adalah: A. Memilih, memadukan elemen teks pendukung, dan menyesuaikan komposisi visual, B. Langsung mempublikasikan gambar tanpa pemeriksaan, C. Menghapus seluruh bagian gambar' (acuan kunci: A).
Proses:- Observasi sistematis menggunakan lembar amatan saat murid merancang prompt gambar KA dan memadukan minimal 2 elemen grafis pelengkap (acuan: ketepatan subjek visual pada prompt dan kerapian integrasi teks grafis pada gambar).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri di lembar refleksi: murid menunjukkan 1 gambar hasil prompt KA dan 2 elemen visual tambahan yang telah disusun, lalu memberi tanda centang pada 3 indikator kelengkapan (subjek gambar jelas, teks visual terbaca, tata letak teratur; kriteria penerimaan: ketiga indikator tercentang dan terbukti pada berkas visual murid).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja penyusunan draf prompt dan penggabungan elemen visual grafis pada lembar kerja murid.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penyusunan Prompt Gambar KA | Menuliskan instruksi prompt visual tanpa deskripsi subjek dan gaya yang spesifik (hanya 1 kata kunci umum). | Menuliskan instruksi prompt visual dengan memuat subjek namun belum menyertakan gaya atau parameter visual. | Menuliskan instruksi prompt visual lengkap memuat subjek, gaya visual, dan pencahayaan/rasio secara terarah. | Menuliskan instruksi prompt visual sangat terperinci (subjek, gaya, sudut pandang, rasio, dan mood) secara mandiri dan efektif menghasilkan visual yang tepat sasaran. | | Penyusunan dan Integrasi Elemen Visual Konten | Belum menyusun elemen visual tambahan pada gambar luaran KA. | Menyusun gambar mentah KA dengan menambahkan 1 elemen visual tambahan namun letak dan keterbacaannya belum selaras. | Menyusun gambar hasil KA dengan memadukan minimal 2 elemen visual tambahan (teks grafis/bingkai) secara rapi dan selaras. | Menyusun gambar hasil KA dengan memadukan lebih dari 2 elemen visual pendukung secara harmonis, proporsional, dan terpadu utuh. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu praktik mandiri perancangan visual berbantuan KA mencukupi bagi seluruh murid?
- Bagian instruksi penyusunan prompt manakah yang paling banyak membutuhkan bimbingan tambahan?
Murid:- Apa perbedaan utama yang kamu rasakan antara memakai gambar langsung dari KA dengan menyusunnya kembali bersama elemen visual buatanmu?
- Kendala apa yang kamu temui saat mencoba menyesuaikan gaya gambar KA dengan elemen visual pelengkap?
Pertemuan 3 — Menyusun dan Menyunting Audio Konten Digital Tingkat Lanjut dengan Dukungan KA — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.1.1 Menyusun produksi konten digital tingkat lanjut untuk mendukung kecerdasan artifisial melalui kolaborasi manusia dan KA
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyiapkan perangkat komputer/laptop serta aplikasi pengolah audio (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menyusun dan menyunting rekaman audio konten digital tingkat lanjut berbantuan KA (2 menit).
- Murid mengerjakan asesmen diagnostik singkat: guru memutar 2 berkas audio berdurasi 15 detik (Audio A jernih tanpa derau; Audio B memiliki gangguan desis AC dan suara latar berlebih) dan meminta murid menuliskan identifikasi kualitas kedua audio tersebut pada lembar catatan (acuan: Audio A = rekaman bersih/layak pakai; Audio B = rekaman terdistorsi/memerlukan noise reduction) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak demonstrasi guru tentang teknik pengolahan audio berbantuan platform KA (Adobe Podcast/Audacity AI plugin/Descript), khususnya fungsi otomatis voice enhancement, penghilangan noise latar, dan pengaturan kejelasan vokal (15 menit).
- Murid berpasangan memainkan kuis interaktif cepat 'Deteksi Fitur Audio KA': guru menayangkan 3 cuplikan masalah audio pada layar proyektor dan murid secara bergantian mencocokkan fitur KA yang tepat (Masalah 1: Suara latar bising knalpot -> Solusi: AI Noise Suppression; Masalah 2: Volume vokal naik-turun -> Solusi: Auto-Leveler/Enhance Speech; Masalah 3: Gema ruangan kosong -> Solusi: De-reverb) (15 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Setiap kelompok beranggotakan dua murid merekam narasi audio pendek orisinal berdurasi 30-45 detik dengan tema 'Inovasi KA di Sekitarku' menggunakan mikrofon gawai atau headset (15 menit).
- Murid memproses rekaman suara mentah tersebut ke dalam perangkat lunak penyunting audio berbasis KA untuk menjalankan fitur peredaman noise (noise reduction) dan peningkatan kejernihan suara (voice enhance) (25 menit).
- Murid melakukan penyuntingan manual lanjutan secara kolaboratif: memotong jeda kosong yang terlalu panjang (trimming), menyisipkan musik latar (backsound) bebas royalti, dan menyeimbangkan volume antara narasi utama dengan musik latar agar tidak saling bertabrakan (32 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memperdengarkan perbandingan audio mentah (sebelum diedit) dan audio hasil akhir kolaborasi bersama KA kepada pasangan kelompok sebelahnya untuk saling memeriksa kejernihan suara dan keseimbangan musik latar (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan alur kerja penyusunan audio: peredaman derau berbantuan KA dikombinasikan dengan kontrol manual manusia pada pemotongan jeda dan percampuran musik (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja murid dan menyampaikan bahwa rekaman audio yang telah disunting ini akan digabungkan dengan elemen visual pada sesi perencanaan konten berikutnya (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan rekaman suara sampel siap olah bagi murid yang mengalami kendala teknis pada perangkat mikrofon.
- Proses: Memberikan panduan langkah visual (cheat sheet) parameter audio KA bagi murid yang membutuhkan scaffolding, sementara murid yang mahir diberikan kebebasan mengatur multi-track audio.
- Produk: Format ekspor audio dapat berupa berkas WAV maupun MP3 stereo berkualitas minimal 128 kbps.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pemberian 2 sampel audio (Audio A dan Audio B berdurasi 15 detik). Murid mengidentifikasi kelayakan audio untuk konten digital. Acuan jawaban: Audio A = rekaman bersih dan layak; Audio B = rekaman memiliki derau/noise latar sehingga wajib disunting.
Proses:- Pengamatan langsung saat murid melakukan penyuntingan audio: (1) ketepatan mengoperasikan fitur pembersih derau berbasis KA; (2) ketepatan memotong jeda kosong (trimming) secara manual; (3) ketepatan menyeimbangkan audio ducking/volume latar di bawah narasi vokal.
Akhir Pertemuan:- Pemeriksaan produk berkas audio hasil penyuntingan murid dengan kriteria operasional penerimaan: (1) derau latar berkurang signifikan tanpa merusak karakter suara asli vokal; (2) tidak ada jeda hening lebih dari 2 detik; (3) tingkat volume musik latar lebih rendah dari vokal sehingga narasi terdengar jelas dan utuh.
Formatif:- Tes diagnostik identifikasi kualitas audio mentah di awal pembelajaran
- Lembar observasi unjuk kerja penyusunan dan penyuntingan audio berbantuan KA
- Cek pemahaman perbandingan sebelum dan sesudah olah audio di akhir sesi
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penyusunan dan Penyuntingan Rekaman Vokal dengan Dukungan KA | Belum mampu menerapkan fitur KA untuk membersihkan derau pada rekaman audio mentah sehingga vokal tetap tertutup noise. | Mampu menerapkan fitur KA pembersih derau tetapi suara vokal terdistorsi atau derau masih mendominasi rekaman. | Mampu menerapkan fitur KA pembersih derau sehingga vokal terdengar jernih dan bebas gangguan latar secara mandiri. | Mampu menerapkan fitur KA pembersih derau dan peningkatan kejelasan vokal secara optimal sehingga kualitas suara jernih alami tanpa artefak distorsi frekuensi. | | Penyuntingan Lanjutan dan Penyelarasan Unsur Konten Audio | Belum memotong jeda hening serta belum memadukan narasi dengan musik latar. | Memotong sebagian jeda hening namun musik latar masih menutupi kejernihan narasi vokal. | Memotong jeda hening secara rapi dan memadukan musik latar dengan volume yang seimbang di bawah narasi vokal. | Memotong jeda hening dengan presisi, memadukan efek transisi masuk-keluar (fade in/fade out), serta menyelaraskan volume musik latar secara harmonis di bawah narasi. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan alat bantu KA berhasil mempercepat murid dalam memperbaiki kualitas audio tanpa menghilangkan peran kendali mereka sebagai kreator?
- Bagian mana dari langkah penyuntingan audio yang paling banyak membutuhkan bimbingan teknis intensif?
Murid:- Apa perbedaan paling mencolok yang kamu dengar antara berkas rekaman suara sebelum dan sesudah diproses menggunakan fitur KA?
- Keputusan manual apa yang harus tetap kamu ambil sendiri meskipun alat bantu KA telah mengotomatisasi pembersihan audio?
Pertemuan 4 — Menganalisis Penerapan Prinsip Human-Centered dalam Kolaborasi Pembuatan Konten Digital Bersama KA — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.1.3 Menganalisis penerapan prinsip human-centered dan etika yang ada dalam pembuatan konten digital bersama kecerdasan artifisial
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran mengenai analisis penerapan prinsip human-centered dalam pembuatan konten bersama KA (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis klasifikasi cepat berisi 3 pernyataan peran untuk memetakan kesiapan memahami posisi manusia versus KA: (1) 'Menentukan batasan etika dan empati konten', (2) 'Menghasilkan ratusan variasi kata dalam hitungan detik', (3) 'Memvalidasi kebenaran faktual sebelum publikasi' (acuan jawaban: 1 = Manusia, 2 = KA, 3 = Manusia) (15 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyimak paparan telaah konsep 3 pilar prinsip human-centered dalam pembuatan konten: pengawasan manusia (human oversight), inklusivitas dan empati nilai budaya, serta transparansi batasan peran KA (15 menit).
- Murid secara berpasangan mencermati Lembar Studi Kasus berisi 3 skenario pembuatan konten digital: Skenario A (otomatisasi artikel medis tanpa tinjauan dokter), Skenario B (rekayasa prompt kampanye anti-perundungan di sekolah dengan kurasi ketat pesan empati oleh siswa), dan Skenario C (penggunaan gambar ilustrasi KA untuk modul budaya lokal tanpa melibatkan perwakilan komunitas adat) (20 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan aktivitas tantangan berpasangan 'Audit Peran Human-Centered' dengan menganalisis pemenuhan pilar human-centered pada ketiga skenario menggunakan lembar analisis berbobot skor (20 menit).
- Murid mengisi Lembar Analisis Kepatuhan Human-Centered untuk membuktikan penerapan kontrol manusia, nilai empati, dan transparansi (acuan analisis: Skenario A = Melanggar pilar human oversight dan berisiko fatal; Skenario B = Memenuhi pilar empati dan kontrol manusia penuh; Skenario C = Melanggar pilar inklusivitas dan sensitivitas budaya) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali hasil analisisnya secara mandiri, membandingkan temuannya dengan lembar kunci acuan evaluasi guru, serta menandai bagian analisis yang belum mendalam (15 menit).
- Murid menuliskan satu refleksi kesadaran personal mengenai pentingnya memposisikan KA sebagai asisten teknis dan manusia sebagai penentu moral/arah konten digital (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap hasil analisis pilar human-centered yang telah diselesaikan murid (5 menit).
- Guru menyampaikan agenda pertemuan berikutnya tentang etika atribusi hak cipta karya KA dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan daftar periksa (checklist) indikator pilar human-centered; murid dengan capaian tinggi menganalisis variasi skenario tambahan yang memuat benturan kepentingan profesional.
- Proses: Murid yang masih kesulitan dipasangkan dengan teman sebaya dalam membaca skenario kasus; murid mahir menganalisis studi kasus secara mandiri penuh.
- Produk: Analisis dituangkan dalam matriks evaluasi dengan kedalaman uraian argumentasi rasional sesuai tingkat kesiapan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Kuis klasifikasi 3 butir pernyataan peran manusia vs KA: (1) 'Menentukan batasan etika dan empati konten' (kunci: Manusia); (2) 'Menghasilkan ratusan variasi kata dalam hitungan detik' (kunci: KA); (3) 'Memvalidasi kebenaran faktual sebelum publikasi' (kunci: Manusia). Kriteria kesiapan: menjawab benar minimal 2 butir dinyatakan siap.
Proses:- Observasi pengerjaan Lembar Analisis Kepatuhan Human-Centered pada 3 skenario kasus: Skenario A (acuan: Tidak patuh - melanggar pilar human oversight karena ketiadaan verifikasi ahli medis), Skenario B (acuan: Patuh - memenuhi pilar empati dan kendali manusia dalam kurasi pesan anti-perundungan), Skenario C (acuan: Tidak patuh - melanggar pilar inklusivitas dan representasi nilai budaya lokal).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman individu berupa 1 butir simpulan analisis: 'Tentukan 1 alasan pokok mengapa peran manusia tidak dapat digantikan oleh KA dalam menjaga prinsip human-centered pada pembuatan konten digital!' (Kriteria penerimaan: jawaban memuat aspek empati emosional, pertimbangan nilai moral/etika kemanusiaan, atau tanggung jawab akuntabilitas publik).
Formatif:- Penilaian Lembar Analisis Studi Kasus Penerapan Human-Centered menggunakan rubrik analitik 4 level
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kemampuan Menganalisis Pilar Pengawasan Manusia (Human Oversight) | Belum mampu mengidentifikasi keberadaan kendali pengawasan manusia pada ketiga skenario kasus yang diberikan. | Mampu mengidentifikasi ada/tidaknya pengawasan manusia pada 1 dari 3 skenario secara tepat sesuai kunci acuan. | Mampu menganalisis keberadaan pengawasan manusia secara tepat pada 2 dari 3 skenario kasus sesuai kunci acuan. | Mampu menganalisis dan menguraikan fungsi pengawasan manusia secara tepat pada seluruh (3) skenario kasus sesuai kunci acuan secara mandiri. | | Kemampuan Menganalisis Pilar Empati dan Inklusivitas Budaya | Belum mampu mengenali dampak konten terhadap nilai empati dan inklusivitas budaya manusia pada skenario. | Mampu mengenali pemenuhan pilar empati atau inklusivitas budaya hanya pada 1 skenario kasus secara tepat. | Mampu menganalisis pemenuhan atau pelanggaran pilar empati dan inklusivitas budaya pada 2 dari 3 skenario kasus secara tepat. | Mampu menganalisis secara tepat dan kritis pemenuhan pilar empati serta inklusivitas budaya pada seluruh (3) skenario kasus sesuai kunci acuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah skenario kasus yang disediakan cukup konkret dan relevan untuk memantik penalaran kritis murid terkait prinsip human-centered?
- Bagian pilar human-centered manakah yang paling banyak disalahpahami oleh murid selama pengerjaan analisis?
Murid:- Apakah saya sudah dapat membedakan peran teknis KA dan peran etis manusia saat memproduksi konten digital?
- Bagaimana saya akan memastikan prinsip human-centered tetap diterapkan saat nanti berkolaborasi dengan alat KA?
Pertemuan 5 — Menganalisis Penerapan Atribusi dan Etika Hak Cipta dalam Pembuatan Konten Digital Bersama KA — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.1.3 Menganalisis penerapan prinsip human-centered dan etika yang ada dalam pembuatan konten digital bersama kecerdasan artifisial
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-5 tentang analisis penerapan atribusi dan etika hak cipta dalam pembuatan konten digital bersama KA (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat secara tertulis menggunakan 2 pertanyaan panduan: (1) Apa perbedaan lisensi hak cipta penuh (All Rights Reserved) dengan lisensi terbuka Creative Commons? (2) Mengapa konten teks atau gambar yang dihasilkan KA tetap wajib mencantumkan atribusi sumber referensi dan keterangan bantuan mesin? (acuan: (1) All Rights Reserved melarang penggunaan ulang tanpa izin pemilik, sedangkan Creative Commons memberi izin penggunaan ulang dengan syarat tertentu seperti atribusi atau nonkomersial; (2) Karena model KA dilatih dari dataset karya cipta manusia dan transparansi penggunaan alat KA merupakan prinsip kejujuran akademik/etika digital) (10 menit).
- Guru memberikan apersepsi kontekstual dengan mengajukan pertanyaan pemantik mengenai batasan klaim kepemilikan karya saat berkolaborasi dengan generator KA untuk membangkitkan kesadaran etis murid (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak pemaparan materi melalui tayangan slide interaktif mengenai konsep dasar hak cipta digital, jenis-jenis lisensi Creative Commons (CC BY, CC BY-SA, CC BY-NC, CC BY-ND), prinsip atribusi TASL (Title, Author, Source, License), serta regulasi etika penggunaan materi berhak cipta dalam pelatihan dan luaran model KA (20 menit).
- Murid secara berpasangan memainkan permainan interaktif 'Kartu Detektif Lisensi' untuk mengidentifikasi status legalitas dari 3 kartu skenario: Kartu 1: Mengunduh foto berlisensi CC BY-NC lalu menjualnya sebagai aset visual poster komersial; Kartu 2: Menggunakan lagu berhak cipta penuh tanpa izin sebagai musik latar video edukasi publik non-profit; Kartu 3: Memasukkan artikel berlisensi CC BY ke dalam prompt KA untuk diringkas dan mencantumkan judul, penulis asli, tautan, serta nama mesin KA (acuan analisis: Kartu 1 melanggar ketentuan Non-Commercial; Kartu 2 melanggar hak cipta penuh/All Rights Reserved karena tidak ada izin lisensi; Kartu 3 sah/mematuhi prinsip atribusi Creative Commons dan etika transparansi KA) (15 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membagikan Lembar Kerja Analisis Kasus Etika Konten KA yang memuat 3 studi kasus nyata: Kasus A: Konten artikel blog wisata yang disusun dengan bantuan ChatGPT menyalin langsung 3 paragraf utuh karya jurnalis tanpa tanda kutip atau atribusi; Kasus B: Desain infografis kesehatan menggunakan ilustrasi hasil Midjourney yang meminta gaya spesifik meniru seniman lokal yang masih hidup tanpa izin atau atribusi nama seniman aslinya; Kasus C: Konten podcast edukasi sains menggunakan voice cloning KA suara figur publik tanpa persetujuan untuk membaca naskah fakta sains (25 menit).
- Murid secara mandiri menganalisis ketiga studi kasus tersebut pada lembar kerja dengan mengidentifikasi pelanggaran etika hak cipta, menentukan apakah prinsip atribusi dipatuhi atau dilanggar, serta menuliskan rekomendasi tindakan etis yang tepat sesuai prinsip human-centered (acuan analisis: Kasus A melanggar atribusi dan tergolong plagiarisme teks, rekomendasi: cantumkan sumber kutipan jurnalis dan sitasi bantuan KA; Kasus B melanggar etika hak moral seniman dan eksploitasi gaya karya, rekomendasi: mintakan izin atau gunakan prompt gaya generik serta cantumkan atribusi inspirasi; Kasus C melanggar hak publisitas/privasi identitas dan etika representasi, rekomendasi: gunakan suara sintesis generik berlisensi terbuka atau peroleh persetujuan resmi figur bersangkutan) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid melakukan telaah silang berpasangan (peer-review) untuk saling memeriksa kelengkapan identifikasi pelanggaran hak cipta dan ketepatan rumusan atribusi pada lembar kerja teman berdasarkan panduan etika Creative Commons dan atribusi KA (15 menit).
- Murid menuliskan satu refleksi pribadi berkesadaran di lembar kerjanya mengenai batasan moral dan tanggung jawab integritas diri saat menggunakan alat bantu KA dalam memproduksi konten digital di kehidupan sehari-hari (5 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan prinsip utama atribusi TASL, penghormatan hak kekayaan intelektual, dan etika transparansi dalam pembuatan konten bersama KA (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik terhadap hasil analisis murid, mengumpulkan lembar kerja analisis sebagai bukti capaian TP 11.1.3 pertemuan ini, dan menginformasikan topik pertemuan berikutnya (Pencegahan Bias dan Pelanggaran Etika dalam Pembuatan Konten Bersama KA) sebelum menutup kelas dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar bantuan grafis bagan lisensi Creative Commons dan format baku penulisan atribusi TASL, sedangkan murid yang berpencapaian tinggi diberikan bahan analisis kasus kompleks tentang sengketa hak cipta data latih (fair use training data) kecerdasan artifisial.
- Proses: Murid dengan kesiapan belajar bertahap dipandu guru melalui bedah skenario terbimbing langkah demi langkah, sementara murid yang telah mahir bekerja secara mandiri menganalisis implikasi hukum dan etika hak cipta.
- Produk: Format penyajian lembar telaah analisis murid dapat berupa tabel analisis terstruktur, peta konsep etika atribusi, atau catatan telaah kasus naratif dengan tetap memenuhi seluruh kriteria analisis pelanggaran dan rekomendasi etis.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik tertulis awal di awal sesi dengan 2 pertanyaan: (1) Sebutkan perbedaan lisensi hak cipta penuh (All Rights Reserved) dengan lisensi Creative Commons! (2) Mengapa konten yang dibuat dengan bantuan KA wajib mencantumkan sumber dan atribusi alat? (Acuan jawaban: (1) All Rights Reserved melarang pemanfaatan tanpa izin resmi pembuat, Creative Commons mengizinkan penggunaan ulang dengan aturan tertentu seperti atribusi/nonkomersial; (2) Menghormati hak kekayaan intelektual pemilik data asli dan menjaga integritas transparansi karya).
Proses:- Penilaian formatif saat kegiatan inti: Pemeriksaan ketepatan analisis murid pada Lembar Kerja Analisis Kasus Etika Konten KA yang memuat Kasus A (plagiarisme teks pada artikel blog KA), Kasus B (pelanggaran hak moral/gaya seniman pada visual Midjourney), dan Kasus C (pelanggaran hak publisitas pada voice cloning KA) berdasarkan indikator ketepatan identifikasi pelanggaran etika dan rekomendasi atribusi legal yang sesuai acuan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman dan refleksi tertulis penutup: Murid menuliskan format atribusi TASL yang benar (Title, Author, Source, License) beserta pernyataan pengakuan penggunaan KA untuk salah satu skenario konten digital yang dipelajari (Kriteria penerimaan: format mencantumkan judul karya, nama pencipta asli, tautan sumber, jenis lisensi yang berlaku, serta klausul transparansi bantuan generator KA).
Formatif:- Asesmen diagnostik awal: Tes tertulis singkat 2 butir pemahaman awal tentang hak cipta dan atribusi KA
- Asesmen formatif proses: Pengamatan keaktifan analisis pada permainan Kartu Detektif Lisensi dan penilaian Lembar Kerja Analisis Kasus Etika Konten KA
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Analisis Pelanggaran Etika Hak Cipta dalam Konten Digital KA | Belum mampu mengidentifikasi pelanggaran etika hak cipta dan lisensi pada ketiga kasus yang disajikan. | Mampu mengidentifikasi pelanggaran etika hak cipta dan lisensi pada 1 dari 3 kasus studi secara tepat sesuai acuan. | Mampu menganalisis pelanggaran etika hak cipta dan lisensi pada 2 dari 3 kasus studi secara tepat sesuai acuan. | Mampu menganalisis pelanggaran etika hak cipta dan lisensi pada seluruh 3 kasus studi (Kasus A: plagiarisme teks; Kasus B: hak moral seniman visual; Kasus C: hak publisitas audio) secara tepat, lengkap, dan mandiri sesuai acuan. | | Penerapan Rekomendasi Atribusi dan Prinsip Human-Centered | Belum mampu merumuskan rekomendasi atribusi atau tindakan etis human-centered untuk konten yang dianalisis. | Merumuskan rekomendasi atribusi namun belum memuat komponen lisensi resmi atau belum menyertakan pengakuan bantuan KA pada kasus yang dianalisis. | Merumuskan rekomendasi atribusi yang memuat prinsip TASL dan transparansi penggunaan KA secara tepat pada 2 kasus. | Merumuskan rekomendasi atribusi yang memuat prinsip TASL (Title, Author, Source, License) secara lengkap disertai prosedur transparansi pelibatan KA yang selaras dengan prinsip human-centered pada seluruh 3 kasus. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 135 menit mencukupi untuk memfasilitasi murid menganalisis ketiga studi kasus etika hak cipta secara mendalam?
- Bagaimana keterlibatan murid selama permainan analisis kartu lisensi, dan apakah ada miskonsepsi mengenai kepemilikan hak cipta pada luaran KA yang perlu diluruskan pada pertemuan berikutnya?
Murid:- Hal baru apa yang saya pelajari hari ini tentang batasan hukum dan etika saat menggunakan gambar atau teks buatan KA?
- Langkah nyata apa yang akan saya lakukan untuk selalu menghormati hak cipta orang lain dan bersikap transparan ketika memanfaatkan kecerdasan artifisial?
Pertemuan 6 — Menganalisis Pencegahan Bias dan Pelanggaran Etika dalam Pembuatan Konten Digital Bersama KA — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.1.3 Menganalisis penerapan prinsip human-centered dan etika yang ada dalam pembuatan konten digital bersama kecerdasan artifisial
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran mengenai analisis pencegahan bias serta pelanggaran etika dalam pembuatan konten kolaboratif bersama KA (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat: murid membaca satu kutipan studi kasus singkat 'Generator gambar selalu menghasilkan dokter berjenis kelamin pria dan perawat berjenis kelamin wanita' lalu murid menuliskan bentuk masalah etika tersebut di selembar kertas (acuan jawaban benar: bias gender/stereotipe representasi data latih KA) (10 menit).
- Guru mengaitkan hasil diagnostik dengan peran manusia sebagai pengendali utama (human-in-the-loop) untuk menyaring keluaran KA sebelum menjadi konten digital final (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):- Murid menyimak paparan telaah konsep mengenai sumber timbulnya bias algoritmik (bias data latih, bias keterwakilan) serta risiko pelanggaran etika representasi dalam konten multimedia hasil KA (15 menit).
- Murid secara berpasangan mengikuti kuis cepat 'Detektif Bias KA': murid membaca 3 cuplikan hasil mentah generator KA lalu mencocokkan bentuk biasnya secara cepat dan tepat (acuan: cuplikan 1 'profesi eksekutif selalu berjas pria muda' = bias demografis/gender; cuplikan 2 'rekomendasi gaya hidup hanya mencakup kalangan urban perkotaan' = bias sosioekonomi; cuplikan 3 'analisis sentimen mengidentifikasi nama etnis tertentu dengan sentimen negatif' = bias rasial/etnis) (15 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menerima Lembar Analisis Kasus yang memuat 2 skenario kasus pembuatan konten digital: Kasus A (pembuatan artikel blog edukasi sejarah dengan KA yang memuat narasi stereotipe diskriminatif) dan Kasus B (pembuatan infografis karier dengan KA yang menghasilkan ilustrasi tanpa inklusivitas disabilitas dan gender) (15 menit).
- Murid bekerja mandiri menganalisis Kasus A: mengidentifikasi letak bias/pelanggaran etika representasi, menguraikan faktor penyebab bias pada model KA, serta merumuskan 2 tindakan preventif konkret manusia untuk mencegah bias tersebut (acuan Kasus A: identifikasi bias = stereotipe kelompok tertentu; penyebab = data latih KA tidak berimbang; tindakan preventif = rekayasa prompt inklusif dan kurasi verifikasi fakta historis oleh manusia) (25 menit).
- Murid melanjutkan menganalisis Kasus B: mengidentifikasi bias representasi visual, menjelaskan potensi dampaknya terhadap audiens, serta menyusun panduan checklist perbaikan konten berbasis prinsip human-centered (acuan Kasus B: identifikasi bias = homogenitas figur dan eksklusi disabilitas; dampak = normalisasi diskriminasi representasi; checklist pencegahan = audit visual multi-perspektif dan penegasan parameter representasi inklusif) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid membandingkan hasil analisis Kasus A dan Kasus B dengan rubrik evaluasi pencegahan bias secara mandiri untuk mengukur ketepatan argumen analisisnya (10 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan inti pembelajaran bahwa KA merefleksikan bias dunia nyata, sehingga manusia wajib bertindak kritis memitigasi bias dan menjaga etika representasi konten (5 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman 1 butir tertulis mengenai fungsi prinsip human-centered dalam mengontrol bias KA (acuan jawaban: memastikan manusia memegang kendali pengawasan etis, koreksi arah data, dan tanggung jawab akhir luaran konten) lalu menutup pembelajaran (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan definisi jenis-jenis bias KA (gender, representasi, sosioekonomi); murid yang sudah mahir menganalisis skenario kasus tambahan yang memuat bias algoritmik terselubung.
- Proses: Scaffolding bertahap dengan lembar kerja terstruktur bagi murid yang memerlukan dukungan identifikasi faktor penyebab bias.
- Produk: Tingkat kedalaman rumusan tindakan preventif: murid reguler menyusun 2 tindakan perbaikan konkret, murid berkemampuan tinggi menambahkan analisis potensi trade-off/efek samping dari intervensi prompt.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik tertulis singkat: Murid mengidentifikasi jenis masalah etika pada cuplikan 'Generator gambar selalu menghasilkan dokter berjenis kelamin pria dan perawat wanita' (acuan kunci: bias gender/stereotipe representasi data latih KA).
Proses:- Formatif kinerja: Pemeriksaan pengerjaan Lembar Analisis Kasus A dan Kasus B yang mengukur ketepatan identifikasi letak bias, penjelasan penyebab bias algoritmik, serta kelayakan tindakan preventif human-centered (acuan Kasus A & B tercantum pada langkah inti kegiatan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid menjawab tertulis pertanyaan 'Apa esensi peran prinsip human-centered ketika menghadapi konten draf mentah KA yang mengandung bias?' (kriteria penerimaan: jawaban memuat peran manusia sebagai pengendali utama/penentu keputusan etis dan penyaring validitas konten sebelum disebarkan).
Formatif:- Penilaian analisis lembar kasus pencegahan bias dan pelanggaran etika KA
- Cek pemahaman diagnostik awal dan asesmen penutup
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menganalisis pencegahan bias dan pelanggaran etika konten KA | Menganalisis kasus dengan mengidentifikasi bias secara keliru atau tidak menemukan indikasi pelanggaran etika representasi pada kedua skenario. | Menganalisis kasus dengan mengidentifikasi bias secara tepat pada 1 dari 2 skenario, tetapi belum mampu menguraikan faktor penyebab bias algoritmik maupun tindakan preventifnya. | Menganalisis kasus dengan mengidentifikasi bias secara tepat pada kedua skenario (Kasus A: stereotipe/data tidak berimbang; Kasus B: bias representasi visual), serta merumuskan tindakan preventif manusia yang relevan. | Menganalisis kasus dengan mengidentifikasi bias secara komprehensif pada kedua skenario, menguraikan akar penyebab bias data latih secara rinci, serta merumuskan prosedur tindakan preventif human-centered yang sistematis dan teruji. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid mampu mengenali bahwa bias pada luaran KA berakar dari keterbatasan data dan algoritma?
- Bagaimana keterlibatan murid selama menelaah studi kasus etika representasi digital?
Murid:- Apakah saya sudah mampu membedakan konten hasil KA yang netral dan yang mengandung bias tersembunyi?
- Tindakan verifikasi apa yang akan selalu saya terapkan sebelum menggunakan hasil kreasi KA untuk konten publik?
Pertemuan 7 — Melakukan Perencanaan Diseminasi Konten Digital Tingkat Lanjut pada Platform Digital yang Relevan — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.1.2 Melakukan diseminasi konten digital tingkat lanjut untuk mendukung kecerdasan artifisial melalui platform digital yang relevan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu merancang perencanaan diseminasi konten digital tingkat lanjut pada platform digital yang relevan (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat secara tertulis menggunakan 3 pertanyaan pemetaan kesiapan: (1) Sebutkan 2 contoh platform digital berbasis video pendek dan 2 berbasis teks/artikel; (2) Apa perbedaan target audiens pelajar SMA dan praktisi profesional dalam penyebaran konten digital?; (3) Tuliskan 1 faktor penting dalam menentukan waktu rilis konten. Murid menjawab pada lembar cepat (acuan jawaban: (1) Video: TikTok, YouTube Shorts, Instagram Reels; Teks: Blog/Medium, LinkedIn, Web sekolah; (2) Pelajar: bahasa kasual/visual cepat; Profesional: teknis/analitis/formal; (3) Jam aktif audiens/kebiasaan berselancar di internet) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak paparan guru mengenai konsep dasar diseminasi konten digital tingkat lanjut dan instrumen 'Tabel Matriks Perencanaan Diseminasi' yang mencakup 4 elemen inti: Platform Pilihan, Karakteristik Audiens Sasaran, Format Konten Pendukung KA, serta Jadwal & Strategi Distribusi (15 menit).
- Murid secara berpasangan mengikuti tantangan interaktif 'Pilah Cepat Platform': mencocokkan 4 kartu studi kasus konten KA dengan platform digital dan format yang paling relevan, yaitu: Kasus 1 (Infografik cara kerja computer vision) -> Blog/Web Sekolah; Kasus 2 (Video tutorial instalasi modul Python KA 60 detik) -> TikTok/Reels; Kasus 3 (Podcast bedah masa depan AI bersama pakar) -> Spotify/YouTube; Kasus 4 (Rangkuman buletin riset etika KA formal) -> LinkedIn/Blog Medium (15 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran):- Murid menyusun dokumen draf 'Matriks Perencanaan Diseminasi Konten Digital' secara mandiri untuk konten hasil kreasi KA yang telah dibuat pada pertemuan sebelumnya, mengisi lengkap 4 kolom: (1) Platform sasaran utama dan alternatif, (2) Profil target audiens (rentang usia dan preferensi media), (3) Format file pendukung KA yang akan diunggah, dan (4) Waktu/hari tayang terencana beserta alasan strategisnya (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid melakukan telaah silang berpasangan (peer-review) memeriksa keterpautan antara platform yang dipilih dengan profil audiens pada matriks diseminasi pasangannya menggunakan daftar periksa ketercapaian (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap rancangan perencanaan diseminasi yang telah disusun murid dan mengaitkannya dengan kesiapan unggah konten di pertemuan berikutnya (5 menit).
- Murid menyelesaikan lembar cek pemahaman akhir berisi 2 pertanyaan: (1) Sebutkan 2 alasan mengapa platform X (pilihan murid) relevan untuk konten KA yang dirancang; (2) Sebutkan jam rilis yang dipilih beserta alasan kebiasaan audiensnya. Kriteria penerimaan: jawaban mengaitkan karakteristik platform dengan format konten KA dan kebiasaan jam aktif target penonton (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid dengan kesiapan belajar awal tinggi diberikan lembar matriks diseminasi multi-kanal (kombinasi 2 platform digital berbeda), sedangkan murid yang membutuhkan bimbingan fokus pada 1 platform digital utama dengan panduan lembar kerja berstruktur.
- Proses: Guru mendampingi secara langsung murid yang masih bingung membedakan segmen audiens media sosial, sementara murid yang sudah mahir menyusun jadwal distribusi mandiri.
- Produk: Matriks perencanaan diseminasi dapat berupa tabel digital terformat atau lembar bagan visual terstruktur sesuai kesiapan perangkat murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik tertulis singkat di pendahuluan: (1) Sebutkan 2 platform digital video pendek dan 2 berbasis teks/artikel; (2) Jelaskan perbedaan audiens pelajar dan profesional; (3) Sebutkan 1 pertimbangan waktu unggah. Acuan jawaban: (1) Video: TikTok/Reels/Shorts; Teks: Blog/LinkedIn/Medium; (2) Pelajar: konten visual santai; Profesional: teknis-analitis terstruktur; (3) Waktu luang/jam aktif bermedia digital target sasaran.
Proses:- Pemeriksaan draf Matriks Perencanaan Diseminasi Konten Digital saat tahap mengaplikasi dengan memeriksa kelengkapan 4 elemen: platform relevan, profil audiens, format konten, dan jadwal rilis.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir di penutup: Murid menuliskan alasan pemilihan 1 platform digital utama dan jam rilis untuk konten KA mereka. Kriteria penerimaan operasional: Alasan platform memuat kecocokan format file konten KA (video/grafik/teks) dan target usia penonton, serta jam rilis logis sesuai jam aktif target audiens.
Formatif:- Asesmen diagnostik awal tertulis 3 butir pemetaan konsep platform dan audiens di tahap pendahuluan
- Observasi unjuk kerja saat penugasan mandiri pengisian Matriks Perencanaan Diseminasi Konten Digital
- Cek pemahaman akhir mengenai keselarasan platform dan waktu rilis konten di penutup
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Perencanaan Diseminasi Konten pada Platform Digital | Menyusun perencanaan diseminasi dengan mengisi kurang dari 2 elemen pada matriks perencanaan atau platform yang dipilih tidak relevan dengan format konten digital yang dibuat. | Menyusun perencanaan diseminasi dengan mengisi 2 elemen (platform dan audiens) secara tepat, namun belum merinci format konten pendukung KA atau jadwal rilisnya. | Menyusun perencanaan diseminasi secara lengkap memuat 4 elemen (platform relevan, target audiens terdefinisi, format konten pendukung KA, dan jadwal rilis terencana) dengan tepat secara mandiri. | Menyusun perencanaan diseminasi secara lengkap memuat 4 elemen (platform utama dan platform alternatif yang relevan, target audiens terdefinisi rinci, format konten KA terpetakan, dan jadwal rilis terencana beserta justifikasi strategisnya) tanpa bantuan guru. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 25 menit untuk menyusun matriks perencanaan diseminasi cukup bagi semua murid?
- Bagaimana variasi pemilihan platform oleh murid, apakah sudah mencerminkan pemahaman terhadap karakteristik audiens konten KA?
Murid:- Apa pertimbangan paling penting yang saya gunakan saat memilih platform digital untuk menyebarkan konten hasil kolaborasi KA?
- Bagian mana dari tabel perencanaan diseminasi yang paling menantang untuk saya tentukan?
Pertemuan 8 — Melakukan Diseminasi Konten Digital Tingkat Lanjut Disertai Takarir Berbantuan KA pada Platform Digital Relevan — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.1.2 Melakukan diseminasi konten digital tingkat lanjut untuk mendukung kecerdasan artifisial melalui platform digital yang relevan
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan mengondisikan kelas dalam suasana berkesadaran (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: melakukan diseminasi konten digital tingkat lanjut disertai takarir berbantuan KA pada platform digital yang relevan (4 menit).
- Guru memberikan kuis diagnostik singkat tertulis berupa 2 butir pertanyaan di papan tulis: (1) Sebutkan 2 fungsi takarir (caption) dalam diseminasi konten digital! (2) Mengapa draf takarir dari KA perlu diverifikasi manusia sebelum diunggah? Murid menuliskan jawaban pada secarik kertas (acuan jawaban: (1) Menjelaskan konteks isi konten dan memikat interaksi/jangkauan audiens; (2) Memastikan akurasi isi, nada bicara sesuai audiens, dan mencegah kesalahan informasi/halusinasi KA) (8 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati demonstrasi guru tentang teknik pembuatan takarir terstruktur berbantuan KA generatif teks menggunakan formula: hook (pembuka menarik), isi ringkas pendukung konten, call-to-action (CTA), dan tagar relevan (10 menit).
- Secara berpasangan, murid membedah 2 contoh draf takarir hasil KA (Draf A: takarir mentah tanpa penyesuaian audiens; Draf B: takarir yang sudah diselaraskan dengan gaya platform blog/media sosial) untuk mengenali elemen pendukung diseminasi (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid memainkan tantangan seru 'Takarir Kilat': murid menulis prompt ke generator KA untuk menghasilkan 2 alternatif draf takarir pendukung konten digital masing-masing dalam waktu 5 menit, lalu memilih 1 yang terbaik secara antusias (10 menit).
- Murid melakukan penyuntingan draf takarir terpilih agar memuat: pesan utama konten, konteks pemanfaatan KA, dan ajakan interaksi sesuai target platform (15 menit).
- Murid mempraktikkan proses diseminasi nyata: mengunggah/menayangkan konten digital tingkat lanjut karya sebelumnya yang dilengkapi takarir hasil suntingan pada platform digital kelas (padlet/forum daring/blog portofolio bersama) sesuai rancangan saluran yang ditentukan (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid saling memeriksa keterbacaan takarir dan keberhasilan tayang konten digital teman sebangku di platform digital, lalu menuliskan satu umpan balik spesifik mengenai ketepatan takarir terhadap isi konten (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan proses diseminasi konten digital tingkat lanjut yang dipadukan dengan takarir berbantuan KA (3 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap keberhasilan publikasi seluruh murid di platform kelas dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan contoh prompt generator teks KA dengan tingkat kompleksitas bertingkat (template siap pakai untuk murid yang butuh bimbingan, dan prompt berbasis persona lanjutan untuk murid mahir).
- Proses: Memberikan pendampingan langkah demi langkah dalam integrasi unggah media ke platform bagi murid yang membutuhkan bantuan teknis; membebaskan eksplorasi tagar dan gaya bahasa takarir bagi murid yang cepat.
- Produk: Variasi format takarir: takarir ringkas berbasis poin kunci (minimal 50 kata) atau takarir naratif mendalam (100-150 kata) beserta tautan sumber pendukung konten.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes diagnostik singkat tertulis 2 butir: (1) Sebutkan 2 fungsi takarir (caption) dalam diseminasi konten digital! (Acuan: Menjelaskan konteks isi konten dan meningkatkan keterlibatan/jangkauan audiens); (2) Mengapa draf takarir dari KA perlu diverifikasi manusia sebelum diunggah? (Acuan: Memastikan kesesuaian konteks/fakta konten, menyesuaikan gaya bahasa sasaran, dan menghindari kesalahan data/halusinasi KA).
Proses:- Lembar observasi praktik diseminasi: memeriksa kelengkapan takarir (memuat konteks konten, ajakan interaksi, dan tagar) serta keberhasilan penayangan konten pada platform digital kelas (Acuan kriteria: konten sukses terunggah di platform tujuan, takarir padu dengan isi konten digital, dan bebas kesalahan tata bahasa mendasar).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid menyerahkan tautan hasil unggahan diseminasi konten beserta draf takarir final pada lembar kontrol digital guru (Acuan verifikasi: 1 tautan aktif/tampilan tayang yang memuat konten digital dan takarir terpublikasi secara utuh).
Formatif:- Penilaian diagnostik awal penguasaan fungsi takarir dalam diseminasi
- Observasi unjuk kerja praktik penyusunan takarir berbantuan KA dan pelaksanaan diseminasi konten ke platform digital
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penyusunan Takarir Berbantuan KA untuk Diseminasi | Menyalin draf takarir mentah dari KA tanpa penyuntingan konteks konten sama sekali. | Menyunting draf takarir dari KA namun belum memuat keterkaitan yang jelas dengan pesan konten digital yang disebarkan. | Menyusun dan menyunting takarir berbantuan KA yang secara jelas menjelaskan isi konten serta memuat ajakan interaksi relevan. | Menyusun dan menyunting takarir berbantuan KA yang sangat kontekstual, memuat narasi pemikat, penjelasan isi konten, ajakan interaksi terstruktur, dan tagar pendukung yang tepat. | | Pelaksanaan Diseminasi Konten pada Platform Digital | Belum berhasil menayangkan atau mempublikasikan konten digital beserta takarir pada platform digital yang ditentukan. | Mempublikasikan konten digital pada platform digital namun takarir belum tersemat secara lengkap pada unggahan. | Melakukan diseminasi konten digital tingkat lanjut lengkap dengan takarir pada platform digital yang relevan secara mandiri. | Melakukan diseminasi konten digital tingkat lanjut lengkap dengan takarir terformat optimal pada platform digital yang relevan secara mandiri dan tepat waktu. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu praktik mandiri diseminasi di platform digital mencukupi bagi seluruh murid?
- Bagaimana respons murid terhadap variasi kualitas draf takarir yang dihasilkan perangkat KA?
Murid:- Bagian mana dari pembuatan takarir berbantuan KA yang paling mempermudah proses publikasi karyamu?
- Apakah takarir yang kamu unggah sudah mampu menyampaikan maksud dari konten digitalmu kepada audiens platform?
Pertemuan 9 — Melakukan Diseminasi Portofolio Konten Digital Tingkat Lanjut pada Media Kampanye Digital yang Relevan — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.1.2 Melakukan diseminasi konten digital tingkat lanjut untuk mendukung kecerdasan artifisial melalui platform digital yang relevan
Pendahuluan:- Guru membuka sesi pembelajaran, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan target pertemuan, yakni melakukan diseminasi portofolio konten digital tingkat lanjut pada platform digital kampanye (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat untuk mengecek kesiapan murid dalam melakukan diseminasi portofolio digital ke platform media kampanye daring (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak panduan guru mengenai struktur penyusunan etalase portofolio digital kampanye serta alur teknis penerbitan/diseminasi pada platform digital yang relevan (misalnya Google Sites, Canva Web, atau blog portofolio sekolah) (15 menit).
- Murid secara berpasangan mengikuti kuis interaktif cepat 'Cocok Media Kampanye' di papan tulis untuk memilih fitur publikasi yang tepat untuk 3 jenis portofolio: (1) infografik serial -> galeri responsif; (2) video edukasi -> pemutar tersemat; (3) rekaman audio -> widget suara terintegrasi (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran):- Murid secara mandiri menyusun etalase portofolio digital tingkat lanjut yang menghimpun konten teks kampanye, visual/grafis, dan audio hasil kolaborasi dengan KA ke dalam platform kampanye digital yang dipilih (25 menit).
- Murid melakukan diseminasi portofolio digital tersebut secara langsung dengan mengatur akses visibilitas publik, menerbitkan (publish) halaman portofolio, serta menghasilkan tautan publik yang valid dan dapat diakses (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid melakukan uji coba akses tautan portofolio secara silang dengan rekan sebelah untuk memastikan seluruh tautan, sematan media, dan keterbacaan halaman berjalan lancar saat diakses audiens (5 menit).
Penutup:- Guru dan murid melakukan reviu singkat ketercapaian proses diseminasi portofolio serta mendata tautan hasil penerbitan pada daftar repositori kelas (3 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap keberhasilan publikasi portofolio murid dan menyampaikan arahan persiapan untuk evaluasi tanggung jawab etika penyebaran konten pada pertemuan berikutnya (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan template struktur tata letak portofolio siap pakai bagi murid yang memerlukan panduan visual, serta opsi tata letak kustom bagi murid yang mandiri.
- Proses: Memberikan bimbingan terarah langkah per langkah pada pengaturan visibilitas platform bagi murid yang membutuhkan pendampingan teknis.
- Produk: Format media kampanye portofolio dapat disesuaikan pada platform microsite web (Google Sites/Canva Web/Blog) sesuai kemahiran teknis murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan diagnostik kesiapan diseminasi melalui pertanyaan tertulis singkat: 'Sebutkan 2 langkah utama dalam mengubah draf proyek web portofolio menjadi tautan daring yang dapat diakses publik!' (Acuan jawaban benar: (1) Mengatur visibilitas/izin akses menjadi publik/siapa saja yang memiliki tautan; (2) Menekan tombol publikasikan/publish untuk menerbitkan alamat situs).
Proses:- Observasi formatif saat pengerjaan: Guru memeriksa apakah murid berhasil mengunggah seluruh komponen portofolio (teks kampanye, aset visual, audio tersemat) dan mengklik tombol publish pada platform yang dipilih dengan tautan publik yang valid.
Akhir Pertemuan:- Pemeriksaan tautan diseminasi portofolio digital yang dikumpulkan murid dengan 3 kriteria ketercapaian: (1) Tautan dapat diakses tanpa hambatan izin (publik); (2) Memuat kompilasi konten digital hasil kolaborasi KA; (3) Tata letak kampanye berfungsi interaktif. (Acuan: Tautan berstatus aktif/200 OK dan seluruh aset media tampil lengkap).
Formatif:- Lembar ceklis diseminasi portofolio digital (verifikasi pengaturan penerbitan dan keberfungsian tautan publik)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Diseminasi Portofolio Konten Digital pada Media Kampanye | Belum berhasil memublikasikan portofolio ke platform digital; tautan tidak dapat diakses publik atau draf portofolio belum diterbitkan. | Menerbitkan portofolio pada platform digital kampanye, namun pengaturan visibilitas masih terbatas/terkunci atau sebagian elemen media gagal dimuat. | Berhasil melakukan diseminasi portofolio konten digital secara lengkap pada platform kampanye digital dengan tautan publik yang aktif dan dapat diakses dengan tepat. | Melakukan diseminasi portofolio konten digital secara mandiri dan terstruktur sempurna pada platform kampanye digital, tautan publik dapat diakses dengan respons cepat, dan seluruh elemen media terintegrasi secara interaktif. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid berhasil menyelesaikan tahap penerbitan (publishing) portofolio digital kampanye mereka hingga menghasilkan URL publik yang valid?
- Kendala teknis apa pada platform media kampanye yang paling banyak dihadapi murid saat proses diseminasi portofolio berlangsung?
Murid:- Bagian mana dari proses pengaturan publikasi portofolio digital yang paling mudah dan paling menantang bagimu?
- Apakah portofolio kampanye digital yang kamu diseminasikan sudah dapat dibuka dan terbaca dengan baik di perangkat lain?
Pertemuan 10 — Mengevaluasi Tanggung Jawab dan Kepatuhan Etika dalam Mencegah Hoaks pada Penyebaran Konten Hasil KA — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.1.4 Mengevaluasi tanggung jawab dan kepatuhan terhadap etika yang ada pada penyebaran konten hasil kecerdasan artifisial
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengevaluasi tanggung jawab dan kepatuhan etika dalam mencegah hoaks pada penyebaran konten hasil KA (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat menggunakan 2 butir kasus penyebaran konten: (1) Akun X mengunggah gambar realistis bencana alam hasil generator KA tanpa label AI yang memicu kepanikan publik (acuan evaluasi: melanggar etika/tidak bertanggung jawab karena menyebarkan disinformasi tanpa label/verifikasi); (2) Akun Y mengunggah audio tiruan suara pejabat yang membacakan kebijakan palsu (acuan evaluasi: melanggar etika dan tanggung jawab hukum karena fabrikasi informasi berpotensi hoaks). Murid mengangkat kartu hijau (patuh/bertanggung jawab) atau merah (melanggar/tidak bertanggung jawab) untuk memetakan kesiapan mengevaluasi kepatuhan etika (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):- Murid mencermati pemaparan ringkas guru mengenai indikator evaluasi tanggung jawab dan kepatuhan etika dalam penyebaran konten hasil KA untuk mencegah hoaks, yang mencakup 3 indikator utama: (a) Verifikasi kebenaran fakta sebelum diseminasi, (b) Transparansi pencantuman label/watermark bahwa materi dibuat dengan KA (AI-generated), dan (c) Mitigasi dampak negatif agar tidak memicu kepanikan, fitnah, atau misinformasi (15 menit).
- Murid berpasangan mengikuti kuis kilat interaktif 'Detektif Etika AI' di mana guru membacakan 3 pernyataan cepat: Pernyataan 1: 'Menyebarkan gambar rekayasa AI tentang kebakaran gedung sekolah demi menambah pengikut media sosial adalah tindakan etis.' (Kunci: Salah); Pernyataan 2: 'Menyertakan catatan bahwa infografis dibuat dengan bantuan KA dan datanya bersumber dari rujukan resmi merupakan wujud tanggung jawab mencegah hoaks.' (Kunci: Benar); Pernyataan 3: 'Membiarkan publik mengira video deepfake pidato tokoh adalah rekaman asli tanpa klarifikasi adalah bentuk kepatuhan etika.' (Kunci: Salah). Pasangan murid merespons dengan cepat dan antusias (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid menerima Lembar Evaluasi Etika yang memuat 3 skenario penyebaran konten hasil KA: Skenario 1: 'Seseorang menyebarkan foto rekayasa KA tentang pembagian bansos tunai di balai kota tanpa verifikasi ke dinas terkait sehingga warga berbondong-bondong datang dan ricuh' (Acuan evaluasi: Tidak bertanggung jawab dan melanggar etika; alasan: mengabaikan verifikasi fakta dan memicu kericuhan publik/hoaks); Skenario 2: 'Seorang kreator mengunggah video animasi edukasi sejarah buatan KA dengan takarir penjelas bahwa visualisasi merupakan rekayasa model KA dan fakta sejarah telah divalidasi buku sejarah resmi Kemendikbud' (Acuan evaluasi: Bertanggung jawab dan patuh etika; alasan: menerapkan transparansi label KA dan validasi data mencegah misinformasi); Skenario 3: 'Seorang pelajar menyebarkan rekaman suara kloningan AI guru yang seolah-olah mengumumkan ujian dibatalkan di grup angkatan' (Acuan evaluasi: Tidak bertanggung jawab dan melanggar etika; alasan: fabrikasi identitas figur otoritas tanpa izin yang menimbulkan disinformasi) (10 menit).
- Secara mandiri, murid mengevaluasi ketiga skenario tersebut dengan menentukan status kepatuhan etika (patuh atau melanggar) serta memberikan pertimbangan tanggung jawab dan kepatuhan etika pencegahan hoaks berdasarkan 3 indikator (verifikasi fakta, pelabelan KA, mitigasi dampak) sesuai acuan (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid melakukan telaah silang berpasangan untuk membandingkan hasil evaluasi skenario dengan acuan kunci, lalu menyimpulkan konsekuensi etis dari kelalaian verifikasi saat menyebarkan konten hasil KA (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik penegasan terhadap hasil telaah murid dan mengonfirmasi ketepatan evaluasi tanggung jawab pada ketiga skenario (5 menit).
- Murid dan guru menyimpulkan pembelajaran hari ini mengenai pentingnya tanggung jawab moral dan kepatuhan etika dalam mencegah hoaks ketika membagikan konten KA, lalu guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang memerlukan bimbingan diberikan kartu panduan berisi 3 indikator evaluasi etika; murid yang sudah mahir diberikan 1 skenario tambahan yang lebih kompleks (Skenario 4: 'Akun berita komunitas mengunggah gambar kecelakaan lalu lintas buatan AI sebagai ilustrasi berita nyata tanpa label ilustrasi buatan AI' — acuan: melanggar kepatuhan transparansi karena berpotensi mengecoh publik seolah dokumentasi nyata).
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan diberikan contoh pemodelan evaluasi pada Skenario 1 terlebih dahulu oleh guru, sedangkan murid berkemampuan cepat langsung mengevaluasi ketiga skenario secara mandiri.
- Produk: Seluruh murid menyusun simpulan evaluasi status kepatuhan etika pada lembar kerja dengan tingkat kedalaman argumentasi yang disesuaikan kesiapan belajarnya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik respons cepat (kartu hijau/merah) terhadap 2 kasus awal: (1) Akun X menyebarkan gambar bencana buatan KA tanpa label hingga memicu kepanikan (acuan: Tidak bertanggung jawab/melanggar); (2) Akun Y mengunggah rekaman audio tiruan pejabat tentang kebijakan palsu (acuan: Tidak bertanggung jawab/melanggar).
Proses:- Observasi partisipasi dan ketepatan respons murid pada kuis kilat 'Detektif Etika AI' (Pernyataan 1: Salah, Pernyataan 2: Benar, Pernyataan 3: Salah).
- Pemeriksaan Lembar Evaluasi Etika pada 3 skenario: Skenario 1 (bansos tunai), Skenario 2 (video edukasi sejarah), Skenario 3 (kloning suara pembatalan ujian).
Akhir Pertemuan:- Pengecekan ketercapaian evaluasi pada Lembar Evaluasi Etika: murid tepat menentukan status kepatuhan etika dan menguraikan evaluasi tanggung jawab pencegahan hoaks minimal pada 2 dari 3 skenario sesuai acuan jawaban.
Formatif:- Penilaian Lembar Evaluasi Etika Pencegahan Hoaks pada 3 skenario penyebaran konten hasil KA
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Evaluasi Tanggung Jawab dan Kepatuhan Etika dalam Mencegah Hoaks | Belum mampu mengevaluasi status kepatuhan etika dan tanggung jawab pencegahan hoaks pada ketiga skenario dengan tepat sesuai acuan. | Mengevaluasi status kepatuhan etika dan tanggung jawab pencegahan hoaks dengan tepat sesuai acuan hanya pada 1 dari 3 skenario yang disajikan. | Mengevaluasi status kepatuhan etika dan tanggung jawab pencegahan hoaks dengan tepat sesuai acuan pada 2 dari 3 skenario yang disajikan. | Mengevaluasi status kepatuhan etika dan tanggung jawab pencegahan hoaks dengan tepat sesuai acuan pada seluruh 3 skenario yang disajikan secara mandiri dan komprehensif. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah skenario kasus penyebaran konten hasil KA yang disajikan cukup kontekstual dan efektif melatih kemampuan murid dalam mengevaluasi kepatuhan etika?
- Bagaimana keterlibatan murid selama kuis kilat interaktif dan pengerjaan lembar evaluasi mandiri?
Murid:- Prinsip etika apa yang menurutmu paling penting diterapkan saat hendak menyebarkan konten yang dibuat bersama KA ke media sosial?
- Langkah apa yang akan kamu lakukan jika menemukan konten buatan KA yang berpotensi memicu kepanikan atau hoaks di lingkungan sekitarmu?
Pertemuan 11 — Mengevaluasi Kepatuhan Etika Terhadap Transparansi dan Validitas Informasi pada Penyebaran Konten Hasil KA — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.1.4 Mengevaluasi tanggung jawab dan kepatuhan terhadap etika yang ada pada penyebaran konten hasil kecerdasan artifisial
Pendahuluan:- Guru membuka kelas, mengecek kehadiran, dan menyampaikan tujuan pembelajaran mengevaluasi kepatuhan etika transparansi dan validitas informasi pada penyebaran konten hasil KA (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik awal melalui kuis cepat dua butir di papan tulis mengenai transparansi dan validitas penyebaran konten KA (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mencermati panduan telaah etika penyebaran konten KA yang mencakup dua kriteria utama: (1) Transparansi (pemberian label 'Dibuat dengan KA' / disclosure yang jelas kepada audiens) dan (2) Validitas Informasi (verifikasi akurasi data/fakta primer bebas halusinasi KA) (15 menit).
- Murid secara interaktif mengikuti permainan tebak status kepatuhan: guru menayangkan 1 contoh kasus unggahan sains buatan KA yang diberi label KA namun datanya halusinasi, murid mengangkat kartu kode 'Patuh' atau 'Melanggar' disertai identifikasi alasannya (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid secara mandiri menelaah Lembar Evaluasi Kasus Penyebaran Konten KA yang memuat 3 skenario nyata: Skenario 1 (Penyebaran infografik tips kesehatan hasil generative AI tanpa label disclosure dan memakai referensi jurnal fiktif/halusinasi AI), Skenario 2 (Penyebaran video sejarah ringkas bertagar resmi #DibuatDenganAI namun memuat kronologi tahun kemerdekaan yang salah), dan Skenario 3 (Penyebaran artikel edukasi gizi buatan AI yang secara transparan mencantumkan watermarking KA serta seluruh angka nutrisinya telah dicocokkan dengan basis data Kemenkes) (25 menit).
- Murid menuliskan penilaian evaluasi derajat kepatuhan etika (Patuh Penuh / Pelanggaran Sebagian / Pelanggaran Berat) serta memberikan rekomendasi perbaikan kepatuhan transparansi dan validitas untuk ketiga skenario tersebut pada lembar kerja (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengevaluasi hasil telaahnya dengan mencocokkan pertimbangan etika mereka terhadap kriteria transparansi dan validitas objektif yang dibahas bersama guru (5 menit).
Penutup:- Murid mengerjakan cek pemahaman akhir berisi 1 butir evaluasi kepatuhan etika kasus diseminasi KA (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas hasil telaah dan menutup pembelajaran tanpa merangkum keseluruhan bab karena pertemuan sumatif bab berikutnya masih berlangsung (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan daftar periksa (checklist) indikator transparansi dan validitas yang disederhanakan; murid mahir diberikan studi kasus kompleks dengan klaim statistik terselubung.
- Proses: Murid dengan kecepatan belajar lebih lambat menelaah 2 skenario awal dengan panduan langsung guru; murid cepat menelaah mandiri seluruh 3 skenario secara utuh.
- Produk: Murid menyajikan hasil telaah evaluasi etika dalam bentuk tabel matriks ringkas atau uraian deskriptif evaluatif.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Kuis diagnostik 2 butir: (1) Manakah yang wajib dilakukan penyebar konten saat membagikan gambar fotorealistik buatan AI ke media sosial publik? (Acuan benar: Menyertakan penanda/label bahwa gambar dihasilkan oleh KA); (2) Jika teks artikel AI mengutip data statistik riset, apa tanggung jawab etis penyebar konten sebelum mengunggahnya? (Acuan benar: Memverifikasi keaslian dan validitas sumber data primer tersebut).
Proses:- Pemeriksaan ketepatan evaluasi etika pada Lembar Evaluasi Kasus: Skenario 1 (Kunci: Pelanggaran Berat karena melanggar transparansi dan validitas), Skenario 2 (Kunci: Pelanggaran Sebagian karena patuh transparansi namun melanggar validitas kronologi), dan Skenario 3 (Kunci: Patuh Penuh karena memenuhi label transparansi dan validitas data Kemenkes).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman 1 butir: Seorang kreator menyebarkan infografik cuaca ekstrem buatan KA dengan label #AIArt tetapi data curah hujan yang dimuat salah. Evaluasilah status kepatuhan etikanya! (Acuan benar: Terjadi kepatuhan transparansi namun melanggar etika validitas informasi, sehingga penyebar wajib menarik konten untuk verifikasi atau meralat data curah hujan tersebut).
Formatif:- Penilaian proses lembar telaah evaluasi etika transparansi dan validitas informasi pada penyebaran konten hasil KA
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengevaluasi Kepatuhan Etika Transparansi pada Penyebaran Konten KA | Belum mampu mengidentifikasi keberadaan label transparansi pada ketiga skenario penyebaran konten KA. | Mampu mengevaluasi status kepatuhan transparansi secara tepat pada 1 dari 3 skenario (Acuan: Skenario 1 melanggar, Skenario 2 patuh, Skenario 3 patuh). | Mampu mengevaluasi status kepatuhan transparansi secara tepat pada 2 dari 3 skenario. | Mampu mengevaluasi status kepatuhan transparansi secara tepat pada seluruh 3 skenario secara mandiri. | | Mengevaluasi Kepatuhan Etika Validitas Informasi pada Penyebaran Konten KA | Belum mampu mengidentifikasi kekeliruan validitas data fakta pada ketiga skenario penyebaran konten KA. | Mampu mengevaluasi status validitas informasi secara tepat pada 1 dari 3 skenario (Acuan: Skenario 1 rujukan fiktif/tidak valid, Skenario 2 kronologi keliru/tidak valid, Skenario 3 data Kemenkes/valid). | Mampu mengevaluasi status validitas informasi secara tepat pada 2 dari 3 skenario. | Mampu mengevaluasi status validitas informasi secara tepat pada seluruh 3 skenario disertai rekomendasi verifikasi fakta yang tepat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah skenario kasus penyebaran konten KA yang disajikan cukup kontekstual dan efektif melatih daya kritis murid dalam mengevaluasi aspek etika?
- Bagaimana respons murid saat membedakan antara pelanggaran transparansi (penyamaran karya AI) dan pelanggaran validitas (halusinasi fakta)?
Murid:- Mengapa kejujuran dalam mencantumkan label hasil KA dan pengecekan fakta menjadi tanggung jawab moral penting saat saya menyebarkan konten di ruang publik digital?
- Langkah verifikasi apa yang akan selalu saya lakukan sebelum menekan tombol bagikan (share) pada konten hasil bantuan KA?
Pertemuan 12 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.1.1 Menyusun produksi konten digital tingkat lanjut untuk mendukung kecerdasan artifisial melalui kolaborasi manusia dan KA
- TP 11.1.2 Melakukan diseminasi konten digital tingkat lanjut untuk mendukung kecerdasan artifisial melalui platform digital yang relevan
- TP 11.1.3 Menganalisis penerapan prinsip human-centered dan etika yang ada dalam pembuatan konten digital bersama kecerdasan artifisial
- TP 11.1.4 Mengevaluasi tanggung jawab dan kepatuhan terhadap etika yang ada pada penyebaran konten hasil kecerdasan artifisial
Pendahuluan:- Guru membuka sesi asesmen sumatif bab dengan salam, mengecek kehadiran murid, dan memastikan perangkat komputer serta akses folder portofolio digital sekolah siap digunakan (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab, tata tertib pengerjaan mandiri, serta alur pembagian waktu ujian: Tugas 1 Penilaian Produk Portofolio dan Diseminasi (45 menit) serta Tugas 2 Lembar Telaah Evaluasi Etika (35 menit) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid secara mandiri membaca instruksi teknis pengunggahan paket portofolio kreasi konten digital kolaboratif serta petunjuk analisis studi kasus pada lembar evaluasi etika yang dibagikan guru (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid mengerjakan Tugas 1 secara individual di laboratorium komputer: menyusun dan mengunggah paket artefak digital hasil kolaborasi manusia-KA (file teks/visual/audio tingkat lanjut yang telah disunting manusia dari draf KA mentah), dilengkapi tautan publikasi atau tangkapan layar diseminasi aktif pada platform digital kelas beserta takarir/caption pendukung berunsur konteks, pesan utama, dan tagar relevan (35 menit).
- Murid mengerjakan Tugas 2 secara individual: menyelesaikan lembar kerja analisis kasus dan evaluasi etika tertulis mengenai: (1) pemenuhan prinsip human-centered (kendali kreatif manusia atas arahan prompt KA); (2) atribusi hak cipta (pencantuman sumber generator KA dan lisensi rujukan); (3) kepatuhan etis pencegahan hoaks (langkah verifikasi fakta dan transparansi pelabelan konten sintetis buatan KA); serta (4) penanganan plagiarisme/bias data (35 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid melakukan verifikasi mandiri terhadap kelengkapan berkas portofolio dan lembar jawaban analisis etika yang telah diselesaikan sebelum batas waktu berakhir (2 menit).
Penutup:- Guru mengumpulkan seluruh lembar kerja evaluasi etika dan mengunci repositori digital pengumpulan portofolio murid (3 menit).
- Guru memberikan penegasan akhir mengenai pentingnya memegang teguh integritas, kepatuhan etis, dan tanggung jawab digital dalam setiap pemanfaatan kecerdasan artifisial pada kehidupan nyata, serta menutup pembelajaran Bab 1 dengan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi format lembar telaah etika tersedia dalam versi teks digital di layar maupun cetak fisik (standar kompetensi dan isi kasus tetap sama).
- Proses: Akomodasi penyesuaian kontras layar komputer atau pembesaran ukuran font bagi murid dengan hambatan penglihatan selama asesmen.
- Produk: Format bukti artefak diseminasi dapat berupa tautan langsung repositori kelas atau tangkapan layar resolusi tinggi yang memperlihatkan konten beserta takarir terbit.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- Portofolio digital kolaboratif dan lembar telaah evaluasi etika: Paket publikasi konten digital kolaboratif manusia-KA (draf suntingan dan tautan/tangkapan layar diseminasi terbit beserta takarir) serta lembar telaah evaluasi etika berisi analisis prinsip human-centered, atribusi hak cipta, dan refleksi tanggung jawab pencegahan disinformasi
- penilaian produk dan unjuk kerja digital serentak: Artefak digital hasil kolaborasi manusia-KA berupa konten teks/visual/audio tingkat lanjut yang telah disunting, dilengkapi bukti tautan publikasi atau tangkapan layar diseminasi pada platform digital kelas beserta takarirnya, diselesaikan serentak secara individual di laboratorium komputer (50 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian produk kreasi konten dan bukti diseminasi)
- analisis kasus dan refleksi tertulis serentak: Lembar kerja analisis kasus dan refleksi tertulis mengenai pemenuhan prinsip human-centered, atribusi hak cipta karya KA, serta evaluasi kepatuhan etis dalam mencegah hoaks dan plagiarisme saat menyebarkan konten hasil KA, dikerjakan seluruh murid secara serentak (40 menit; individual; instrumen: rubrik analitik evaluasi etika dan tanggung jawab konten KA)
Sumatif:- Portofolio digital kolaboratif dan lembar telaah evaluasi etika: Paket publikasi konten digital kolaboratif manusia-KA (draf suntingan dan tautan/tangkapan layar diseminasi terbit beserta takarir) serta lembar telaah evaluasi etika berisi analisis prinsip human-centered, atribusi hak cipta, dan refleksi tanggung jawab pencegahan disinformasi
- penilaian produk dan unjuk kerja digital serentak: Artefak digital hasil kolaborasi manusia-KA berupa konten teks/visual/audio tingkat lanjut yang telah disunting, dilengkapi bukti tautan publikasi atau tangkapan layar diseminasi pada platform digital kelas beserta takarirnya, diselesaikan serentak secara individual di laboratorium komputer (50 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian produk kreasi konten dan bukti diseminasi)
- analisis kasus dan refleksi tertulis serentak: Lembar kerja analisis kasus dan refleksi tertulis mengenai pemenuhan prinsip human-centered, atribusi hak cipta karya KA, serta evaluasi kepatuhan etis dalam mencegah hoaks dan plagiarisme saat menyebarkan konten hasil KA, dikerjakan seluruh murid secara serentak (40 menit; individual; instrumen: rubrik analitik evaluasi etika dan tanggung jawab konten KA)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penyusunan Produksi Konten Digital Kolaboratif Manusia-KA (TP 11.1.1) | Hanya menyerahkan konten mentah keluaran KA tanpa bukti penyuntingan manusia. | Menyerahkan konten hasil olahan KA dengan penyuntingan manusia yang minimal (kurang dari 2 elemen perbaikan kualitas teks/visual/audio). | Menyusun konten digital tingkat lanjut yang memperlihatkan perbaikan jelas oleh manusia atas draf mentah KA pada aspek kejelasan, kualitas visual/audio, atau struktur bahasa sesuai acuan materi. | Menyusun konten digital tingkat lanjut dengan perpaduan optimal antara efisiensi KA dan sentuhan kreatif manusia yang menyeluruh pada aspek teks, visual, maupun audio secara mandiri dan presisi. | | Pelaksanaan Diseminasi Konten pada Platform Digital (TP 11.1.2) | Tidak menyertakan bukti diseminasi atau takarir pada platform digital yang relevan. | Menyertakan bukti diseminasi namun takarir tidak memuat pesan utama konten dan tidak menyertakan konteks/tagar. | Melakukan diseminasi konten pada platform digital yang relevan dibuktikan dengan tangkapan layar/tautan aktif serta takarir yang memuat 3 elemen lengkap: konteks, pesan utama, dan tagar pendukung. | Melakukan diseminasi konten secara tepat sasaran pada platform digital yang relevan disertai takarir komunikatif yang memuat seluruh elemen lengkap secara mandiri dan efektif. | | Analisis Prinsip Human-Centered dan Atribusi Hak Cipta (TP 11.1.3) | Menganalisis kurang dari 1 indikator etika (tidak menyebutkan peran kendali manusia maupun atribusi KA). | Menganalisis 1 dari 2 indikator: hanya menjelaskan kendali manusia ATAU mencantumkan atribusi alat KA secara tepat (Acuan: 1. Prinsip human-centered = manusia sebagai pemegang kendali kreatif, prompt designer, dan kurator akhir; 2. Atribusi = menyebutkan nama model/alat KA dan sumber aset asli). | Menganalisis 2 dari 2 indikator secara tepat: menjelaskan kendali manusia atas peran KA (human-centered) DAN merumuskan pernyataan atribusi hak cipta yang jelas sesuai acuan. | Menganalisis kedua indikator secara komprehensif, tepat, mendalam, dan kontekstual dengan argumentasi logis yang kuat. | | Evaluasi Tanggung Jawab dan Kepatuhan Etika Penyebaran Konten KA (TP 11.1.4) | Tidak mengevaluasi langkah kepatuhan etika atau pencegahan hoaks/bias dalam penyebaran konten. | Mengevaluasi 1 dari 2 kriteria evaluasi etika: hanya membahas verifikasi fakta anti-hoaks ATAU transparansi pelabelan konten sintetis buatan KA (Acuan: 1. Kepatuhan anti-hoaks = verifikasi fakta dan akurasi informasi; 2. Transparansi = pelabelan AI-generated content untuk mencegah disinformasi). | Mengevaluasi 2 dari 2 kriteria evaluasi etika secara tepat: merumuskan langkah verifikasi fakta untuk mencegah hoaks DAN menegaskan transparansi pelabelan konten hasil KA sesuai acuan. | Mengevaluasi kedua kriteria evaluasi etika secara kritis, solutif, dan berkesadaran penuh terhadap dampak pencegahan disinformasi di ruang publik digital. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 90 menit pada sesi sumatif ini memadai bagi seluruh murid untuk mengunggah artefak portofolio dan merampungkan lembar telaah evaluasi etika secara tuntas?
- Bagaimana capaian murid dalam membedakan peran esensial manusia versus keluaran otomatis KA pada hasil karya dan analisis mereka?
Murid:- Bagian mana dari kolaborasi dengan KA yang paling memperkaya kemampuan kreasi konten digital saya?
- Bagaimana pemahaman etika dan tanggung jawab ini membimbing saya ketika mempublikasikan informasi atau karya digital di masa depan?
SUMBER BELAJAR- Buku Guru Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMA/MA Kelas XI (Kemendikdasmen, 2025)
- Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMA/MA Kelas XI (Kemendikdasmen, 2025)
- Perangkat lunak/antarmuka model bahasa KA generatif berbasis teks (ChatGPT, Claude, atau Gemini)
- Lembar Kerja Siswa: Formula Rancang Prompt Teks Konten
- Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas XI (Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, 2025)
- Aplikasi generator visual KA dan penyunting grafis (Canva / Image Generator daring)
- Perangkat komputer/laptop/gawai terhubung internet
- Buku Panduan Guru Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMA/MA Kelas XI (Pusat Perbukuan, 2025)
- Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMA/MA Kelas XI (Pusat Perbukuan, 2025) Bab 1 Subbab Penyuntingan Audio
- Aplikasi web penyunting audio berbasis KA (Adobe Podcast Enhance Voice / Audacity Audio AI Plugin / Descript)
- Buku Panduan Guru Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMA/MA Kelas XI (Kemendikdasmen 2025)
- Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMA/MA Kelas XI (Kemendikdasmen 2025)
- Lembar Kerja Siswa: Studi Kasus Penerapan Human-Centered dalam Konten Digital
- Buku Panduan Guru Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMA/MA Kelas XI, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
- Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMA/MA Kelas XI, Bab 1 Subbab C, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
- Portal Creative Commons (https://creativecommons.org/licenses/) dan Panduan Atribusi TASL
- Lembar Kerja Analisis Kasus Etika Konten KA dan Set Kartu Detektif Lisensi
- Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMA/MA Kelas XI (Bab 1 Subbab C)
- Buku Panduan Guru Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMA/MA Kelas XI
- Lembar Analisis Skenario Kasus Bias dan Etika Representasi KA
- Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMA/MA Kelas XI Bab 1 (Subbab Aktivitas 1.6 Penyebarluasan Konten)
- Lembar Kerja Matriks Perencanaan Diseminasi Konten Digital
- Perangkat komputer/laptop/gawai yang terhubung jaringan internet
- Buku Panduan Guru & Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas XI (Kemendikdasmen 2025)
- Aplikasi generator teks berbasis Kecerdasan Artifisial (seperti ChatGPT/Copilot/perangkat sejenis)
- Platform digital diseminasi kelas (Padlet, blog sekolah, atau forum pembelajaran daring)
- Komputer/laptop/ponsel pintar yang terhubung ke jaringan internet
- Buku Panduan Guru Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMA/MA Kelas XI (Kemendikbudristek 2025)
- Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMA/MA Kelas XI (Kemendikbudristek 2025)
- Platform publikasi web portofolio (Google Sites, Canva Web, atau Blog Edukasi)
- Komputer/Laptop dengan koneksi internet aktif
- Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMA/MA Kelas XI, Kemendikbudristek.
- Buku Panduan Guru Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMA/MA Kelas XI, Kemendikbudristek.
- UNESCO Recommendation on the Ethics of Artificial Intelligence.
- Portal Literasi Digital Kominfo RI (literasidigital.id).
- Buku Panduan Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMA/MA Kelas XI
- Panduan Etika UNESCO mengenai Kecerdasan Artifisial dan Modul Literasi Digital Kominfo RI
- Buku Guru Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMA/MA Kelas XI, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, 2025.
- Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMA/MA Kelas XI, Bab 1, 2025.
- Komputer laboratorium dengan koneksi internet dan akses platform repositori portofolio digital sekolah.
- Lembar Kerja Sumatif Bab 1: Telaah Kasus Etika dan Evaluasi Konten KA.
|