Modul AjarBab 6Fase ESemester 2

Modul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 10 Bab 6: Pengelolaan Informasi Digital

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas 10 untuk Bab 6 "Pengelolaan Informasi Digital", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 10 Bab 6: Pengelolaan Informasi Digital

Koding dan Kecerdasan Artifisial - Kelas 10

Bab 6

MODUL AJAR

Koding dan Kecerdasan Artifisial — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Bab 6 — Pengelolaan Informasi Digital

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranKoding dan Kecerdasan Artifisial
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikBab 6 — Pengelolaan Informasi Digital
Alokasi Waktu12 JP (12 x 45 menit = 540 menit)
Jumlah Pertemuan6
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 10.6.1 Menjelaskan konsep dasar basis data dalam pengelolaan informasi digital
  2. TP 10.6.2 Menerapkan pengolahan data pada basis data untuk penyimpanan informasi digital
  3. TP 10.6.3 Menerapkan pengolahan data pada basis data melalui penarikan kembali data yang tersimpan
  4. TP 10.6.4 Menerapkan berpikir komputasional untuk memecahkan permasalahan sehari-hari yang kompleks terkait pengaturan data digital

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis✓
Kreativitas
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana aplikasi di ponselmu (seperti toko online atau media sosial) dapat mengenali akun dan riwayat pesananmu secara rapi tanpa tertukar dengan jutaan pengguna lainnya?
  2. Mengapa menyimpan data dalam sistem basis data jauh lebih menguntungkan dibandingkan hanya mencatatnya dalam berkas teks biasa atau kertas?
  3. Bagaimana sebuah aplikasi toko daring dapat menyimpan identitas ribuan produk baru beserta harganya tanpa tertukar satu sama lain?
  4. Mengapa penentuan tipe data dan kunci utama (primary key) sangat penting saat kita menyiapkan tempat penyimpanan data di dalam basis data?
  5. Bagaimana sebuah sistem perpustakaan digital dapat menampilkan daftar buku terbitan tahun tertentu secara instan dari ribuan baris data?
  6. Mengapa kita perlu menentukan kolom dan kriteria tertentu saat mengambil kembali data yang tersimpan dalam basis data?
  7. Ketika mengelola data pendaftaran ekstrakurikuler sekolah yang menumpuk tak beraturan, bagian mana yang pertama kali perlu dipecah agar mudah diatur?
  8. Bagaimana teknik dekomposisi dalam berpikir komputasional mempermudah kita mengidentifikasi komponen-komponen data yang tersembunyi dalam masalah sehari-hari?
  9. Bagaimana cara menghubungkan data peminjam dengan data buku perpustakaan tanpa harus menulis ulang data buku berkali-kali?
  10. Mengapa sebuah data siswa membutuhkan kode unik (seperti NISN) saat dihubungkan dengan data nilai rapor?
  11. Bagaimana struktur basis data relasional memastikan ribuan rekaman informasi digital tersimpan tanpa duplikasi dan dapat diakses seketika?
  12. Mengapa teknik dekomposisi dan pemodelan relasi sangat penting sebelum kita membuat tabel dan mengeksekusi kueri pada basis data?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Menjelaskan Konsep Dasar Basis Data dalam Pengelolaan Informasi Digital — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 10.6.1 Menjelaskan konsep dasar basis data dalam pengelolaan informasi digital

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi pembelajaran dengan salam pembuka, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menjelaskan konsep dasar basis data dalam pengelolaan informasi digital (2 menit).
  • Guru memandu asesmen awal secara lisan dengan memberikan 2 butir diagnostik konsep: (1) 'Apa perbedaan utama data dan informasi?' (Acuan: data adalah fakta mentah/belum diolah, sedangkan informasi adalah data yang telah diproses sehingga memiliki arti dan konteks bermanfaat); (2) 'Mengapa berkas digital perlu dikelompokkan secara terstruktur?' (Acuan: mempermudah pencarian, mencegah duplikasi, dan menjaga kerapian data) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid menyimak pemaparan interaktif guru mengenai konsep dasar basis data, komponen hierarki data (data mentah, field/atribut, record/tupel, tabel/entitas), serta manfaat basis data (efisiensi ruang, kemudahan akses, integritas data, dan keamanan) (15 menit).
  • Murid berpasangan mengikuti kuis tantangan kartu konsep menggembirakan 'Cocok Konsep Basis Data', di mana tiap pasangan memasangkan 4 kartu istilah dengan 4 kartu penjelasan: (1) Kartu 'Basis Data' -> pasangannya 'Kumpulan data terorganisir yang disimpan secara sistematis dalam komputer'; (2) Kartu 'Entitas' -> pasangannya 'Objek nyata atau konsep yang datanya dicatat, misalnya Siswa atau Barang'; (3) Kartu 'Atribut/Field' -> pasangannya 'Karakteristik atau ciri yang melekat pada entitas, misalnya NISN atau Nama'; (4) Kartu 'Record/Baris' -> pasangannya 'Satu baris data lengkap berisi seluruh atribut dari satu objek tertentu' (Acuan kecocokan: 1-1, 2-2, 3-3, 4-4) (15 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid dalam kelompok kecil (3-4 orang) berdiskusi mengerjakan Lembar Aktivitas Konsep Basis Data untuk menganalisis skenario sistem informasi perpustakaan sekolah dengan mengidentifikasi dan menjelaskan: (1) Definisi basis data perpustakaan; (2) Dua contoh entitas (Buku, Anggota); (3) Tiga atribut per entitas (Buku: ID_Buku, Judul, Pengarang; Anggota: NIS, Nama_Siswa, Kelas); (4) Tiga manfaat basis data dibanding buku catatan fisik (pencarian instan, terhindar dari data ganda, pelaporan cepat) (25 menit).
  • Perwakilan kelompok menyampaikan penjelasan hasil diskusi kelompok di depan kelas, dan kelompok lain memberikan tanggapan terkait kesesuaian penjelasan komponen basis data (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mereview pemahaman konsep dasar basis data dan menyimpulkan mengapa basis data memegang peranan krusial dalam pengelolaan informasi digital modern (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap penjelasan murid mengenai konsep dasar basis data (3 menit).
  • Murid melakukan cek pemahaman singkat mandiri (exit ticket) dan guru menginformasikan rencana pertemuan berikutnya mengenai penerapan basis data untuk penyimpanan informasi digital (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar panduan bergambar hierarki data (karakter -> atribut -> record -> tabel), sedangkan murid yang cepat diberikan studi kasus basis data dengan variasi entitas yang lebih banyak (misalnya e-commerce: Pelanggan, Produk, Transaksi).
  • Proses: Scaffolding bertahap bagi kelompok yang masih kesulitan membedakan entitas dan atribut, sementara kelompok mandiri langsung menganalisis dan menguraikan relasi antar-komponen secara mandiri.
  • Produk: Format penyampaian penjelasan hasil analisis kelompok dapat berupa diagram peta konsep terstruktur atau tabel uraian deskriptif.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan lisan diagnostik: (1) 'Jelaskan perbedaan data dan informasi!' (Acuan: data = fakta mentah belum bermakna; informasi = hasil pemrosesan data yang memiliki konteks dan makna bagi pengguna); (2) 'Mengapa kita membutuhkan pengorganisasian data digital secara terpusat?' (Acuan: agar data mudah dicari, tidak tercecer/ganda, dan tersimpan aman).

Proses:

  • Penilaian Lembar Aktivitas Analisis Konsep Basis Data (4 butir target): (1) Penjelasan basis data (Acuan: kumpulan data terstruktur yang dikelola sistem komputer untuk menghasilkan informasi efisien); (2) Identifikasi 2 entitas (Acuan: Buku dan Anggota/Siswa); (3) Identifikasi minimal 3 atribut per entitas (Acuan Buku: ID_Buku, Judul, Pengarang; Acuan Anggota: NIS, Nama_Siswa, Kelas); (4) Penjelasan 3 manfaat basis data digital (Acuan: pencarian cepat/efisien, mencegah redundansi/duplikasi data, menjaga integritas/keakuratan data).

Akhir Pertemuan:

  • Exit Ticket tertulis (2 butir): (1) 'Tuliskan pengertian basis data dengan bahasamu sendiri!' (Kriteria penerimaan: memuat kata kunci data terstruktur/terorganisir, disimpan secara digital/komputer, dan dapat dimanfaatkan kembali); (2) 'Sebutkan 3 komponen hierarki basis data dari yang terkecil!' (Acuan: atribut/field/kolom, record/baris, dan entitas/tabel).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran
  • Observasi unjuk kerja dan lembar aktivitas kelompok pada kegiatan inti
  • Cek pemahaman mandiri (exit ticket) di akhir pembelajaran

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penjelasan Konsep Dasar Basis DataBelum mampu menjelaskan pengertian basis data serta komponennya (hanya menyebutkan data acak tanpa keterkaitan konsep).Mampu menjelaskan pengertian basis data secara sederhana namun belum tepat dalam menjelaskan komponen pendukungnya (entitas, atribut, record).Mampu menjelaskan pengertian basis data, komponen pendukung (entitas, atribut, record), serta minimal 2 manfaatnya secara tepat dan runtut.Mampu menjelaskan pengertian basis data, seluruh komponen pendukung (entitas, atribut, record, tabel), serta 3 atau lebih manfaatnya secara komprehensif, tepat, dan mandiri.
Identifikasi Komponen Entitas dan AtributBelum mampu membedakan dan mengidentifikasi entitas maupun atribut dari studi kasus yang diberikan (kurang dari 1 entitas/atribut tepat).Mampu mengidentifikasi 1 entitas beserta atributnya secara tepat sesuai skenario studi kasus perpustakaan.Mampu mengidentifikasi 2 entitas dan masing-masing minimal 3 atribut yang sesuai dengan konteks skenario perpustakaan.Mampu mengidentifikasi 2 entitas dan seluruh atributnya (lebih dari 3 atribut per entitas) secara tepat, rinci, dan logis sesuai kebutuhan pengelolaan informasi perpustakaan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah seluruh murid aktif terlibat dalam permainan kartu konsep dan diskusi kelompok?
  • Bagian penjelasan konsep mana yang masih paling banyak menimbulkan kesalahpahaman bagi murid (misal: membedakan entitas vs atribut)?
  • Bagaimana efektivitas alokasi waktu kegiatan inti terhadap capaian pemahaman murid?

Murid:

  • Apa hal paling penting dan baru yang saya pahami tentang cara basis data menyimpan informasi digital?
  • Bagian konsep mana yang menurut saya paling menantang untuk dipahami: membedakan atribut, record, atau entitas?
  • Bagaimana pengetahuan konsep basis data ini membantu saya memahami cara kerja aplikasi favorit saya?

Pertemuan 2 — Menerapkan Pengolahan Data pada Basis Data untuk Penyimpanan Informasi Digital — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 10.6.2 Menerapkan pengolahan data pada basis data untuk penyimpanan informasi digital

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan menyampaikan ruang lingkup kegiatan hari ini yaitu mempraktikkan pengolahan data untuk penyimpanan informasi digital menggunakan perintah basis data (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat untuk memetakan kesiapan murid dalam membedakan tipe data penyimpanan (teks, bilangan bulat, desimal) dan perintah dasar pembuatan tabel (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menyimak demonstrasi terarah mengenai struktur pembuatan tabel penyimpan informasi (CREATE TABLE) dan perintah penambahan baris rekaman data (INSERT INTO) pada basis data relasional (15 menit).
  • Murid menganalisis aturan kesesuaian tipe data dan primary key agar data tersimpan secara valid tanpa redundansi (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid mengikuti tantangan 'SQL Speed Coding Game': secara berpasangan murid saling melempar skenario data sederhana untuk dituliskan sintaks penyimpanannya secara cepat dan tepat di lembar kerja interaktif (15 menit).
  • Murid secara mandiri menerapkan pengolahan data untuk menyimpan informasi digital katalog barang ke dalam tabel basis data (menuliskan sintaks pembuatan tabel dan memasukkan 3 baris data rekaman sesuai spesifikasi yang ditentukan) (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengevaluasi kesesuaian hasil eksekusi/penulisan sintaks pengolahan data penyimpanan miliknya terhadap kriteria validitas tipe data dan primary key (5 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan aspek kunci pengolahan basis data untuk penyimpanan: ketepatan pendefinisian struktur kolom (CREATE TABLE) dan kebenaran input nilai rekaman (INSERT INTO) (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap hasil kerja murid dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam tanpa membahas akhir bab (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Menyediakan kartu acuan format sintaks SQL (CREATE TABLE dan INSERT INTO) bagi murid yang membutuhkan perancah (scaffolding), serta skenario tabel dengan tipe data tambahan (DATE/BOOLEAN) bagi murid yang siap belajar lebih cepat.
  • Proses: Bimbingan langkah-demi-langkah terpandu diberikan kepada murid yang masih keliru menyusun urutan atribut, sedangkan murid yang mahir langsung mengerjakan skenario penyimpanan secara mandiri.
  • Produk: Murid yang membutuhkan bimbingan cukup melengkapi kerangka sintaks penyimpanan untuk 2 atribut, sementara murid yang mahir menuliskan struktur tabel mandiri berisi 5 atribut lengkap dengan nilai data rekaman.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Murid menjawab 2 pertanyaan pemantik diagnostik pada lembar catatan ringkas: (1) Sebutkan tipe data yang tepat untuk menyimpan 'Harga Barang' (Rp25.000) dan 'Nama Barang' ('Buku Tulis'); (2) Tuliskan kata kunci SQL yang digunakan untuk menambahkan baris data baru ke dalam tabel. Acuan jawaban: (1) 'Harga Barang' = INT/INTEGER (atau NUMERIC/DECIMAL) dan 'Nama Barang' = VARCHAR/TEXT; (2) INSERT INTO.

Proses:

  • Penilaian lembar kerja mandiri pengolahan data penyimpanan informasi katalog barang. Tugas: Buat tabel 'barang' dengan atribut id_barang (INT, PRIMARY KEY), nama_barang (VARCHAR), stok (INT), lalu masukkan 3 data rekaman: (1, 'Pensil', 50), (2, 'Penggaris', 30), (3, 'Penghapus', 20). Acuan jawaban benar: Sintaks 1: CREATE TABLE barang (id_barang INT PRIMARY KEY, nama_barang VARCHAR(50), stok INT); Sintaks 2: INSERT INTO barang VALUES (1, 'Pensil', 50), (2, 'Penggaris', 30), (3, 'Penghapus', 20); (atau 3 perintah INSERT terpisah dengan pasangan nilai yang sama persis).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman penutup: Murid mengoreksi 1 baris sintaks penyimpanan yang keliru: 'INSERT TABLE barang (id_barang, stok) VALUES ('Pensil', 50);'. Acuan jawaban benar: Perbaikan sintaks adalah 'INSERT INTO barang (nama_barang, stok) VALUES ('Pensil', 50);' karena kata kunci wajib 'INSERT INTO' dan nilai 'Pensil' bertipe teks harus cocok dengan kolom nama_barang, bukan id_barang yang bertipe integer.

Formatif:

  • Tes diagnostik awal mengenai penentuan tipe data dan kata kunci penyimpanan basis data
  • Observasi unjuk kerja dan lembar latihan menuliskan sintaks pengolahan data penyimpanan (CREATE TABLE dan INSERT INTO)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan pembuatan struktur penyimpanan tabel (CREATE TABLE)Belum mampu menuliskan sintaks pembuatan tabel basis data penyimpan informasi.Menuliskan sintaks pembuatan tabel namun atribut, tipe data, atau primary key belum sesuai spesifikasi acuan.Menuliskan sintaks pembuatan tabel dengan nama tabel, atribut kolom, tipe data, dan primary key tepat sesuai acuan dengan bantuan perancah.Menuliskan sintaks pembuatan tabel dengan nama tabel, atribut kolom, tipe data, dan primary key tepat sesuai acuan secara mandiri dan tanpa kekeliruan sintaksis.
Penerapan penyimpanan rekaman data (INSERT INTO)Belum mampu menuliskan perintah penambahan rekaman data ke dalam tabel basis data.Menuliskan perintah penambahan rekaman data tetapi hanya tepat pada 1 data rekaman atau terdapat ketidakcocokan tipe data.Menuliskan perintah penambahan rekaman data tepat pada minimal 2 data rekaman sesuai acuan.Menuliskan seluruh (3) data rekaman tepat sesuai acuan spesifikasi nilai dan urutan kolom secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu pada tahap praktik mandiri menuliskan perintah penyimpanan data mencukupi bagi seluruh murid?
  • Bagian mana dari konsep tipe data atau primary key yang masih sering menimbulkan kendala bagi murid saat menuliskan perintah penyimpanan basis data?

Murid:

  • Langkah apa yang paling menantang ketika saya menuliskan perintah untuk menyimpan data ke dalam basis data?
  • Bagaimana cara saya memastikan data yang saya simpan memiliki tipe data yang benar dan tidak tertukar?

Pertemuan 3 — Menerapkan Pengolahan Data pada Basis Data melalui Penarikan Kembali Data yang Tersimpan — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 10.6.3 Menerapkan pengolahan data pada basis data melalui penarikan kembali data yang tersimpan

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran terkait penarikan kembali data yang tersimpan pada basis data (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat secara tertulis menggunakan 2 butir soal penarikan data: (1) Menentukan perintah dasar SQL untuk membaca/menampilkan data; (2) Menentukan klausa untuk menyaring data berdasarkan kondisi tertentu (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid menyimak pemaparan guru tentang struktur sintaks penarikan data menggunakan klausa SELECT, FROM, WHERE, dan ORDER BY pada tabel basis data (15 menit).
  • Murid menelaah contoh tabel db_perpustakaan.buku dan menganalisis bagaimana klausa WHERE menyaring baris serta ORDER BY mengurutkan data rekaman (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid mengikuti kuis tantangan berpasangan 'Tebak Baris Cepat' di mana murid mencocokkan potongan query penarikan data dengan baris hasil tabel perpustakaan yang tepat secara interaktif dan menyenangkan (15 menit).
  • Murid secara mandiri menuliskan query penarikan kembali data pada Lembar Kerja Aktivitas untuk 4 kasus penarikan data: (1) Menampilkan semua kolom buku yang terbit setelah tahun 2020; (2) Menampilkan judul dan penulis dari penerbit 'Lentera Dipantara'; (3) Menampilkan buku dengan harga di bawah 50000 diurutkan dari tahun terbaru; (4) Menampilkan buku karya 'Tere Liye' yang diterbitkan tahun 2015 (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa ketepatan penulisan sintaks penarikan data yang telah mereka kerjakan terhadap rubrik/kunci acuan bersama guru serta mengidentifikasi bagian logika penyaringan yang masih keliru (10 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan alur penarikan data (SELECT kolom FROM tabel WHERE kondisi ORDER BY kolom ASC/DESC) dan guru memberikan umpan balik pencapaian pertemuan ini sebelum menutup sesi (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan template sintaks penarikan bertahap (SELECT [nama_kolom] FROM [nama_tabel] WHERE [kondisi]); murid mahir diberikan studi kasus penarikan data dengan kondisi ganda (AND/OR).
  • Proses: Murid berpencapaian tinggi mengerjakan penarikan data secara mandiri tanpa bantuan panduan sintaks; murid yang memerlukan latihan tambahan dipandu guru langkah demi langkah.
  • Produk: Variasi kompleksitas penulisan query pada lembar kerja sesuai kesiapan belajar tanpa mengubah capaian penarikan data.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Soal diagnostik 2 butir: (1) Tuliskan kata kunci perintah dasar SQL untuk mengambil/menampilkan data dari tabel! (Acuan: SELECT); (2) Tuliskan klausa yang digunakan untuk menyaring data berdasarkan syarat/kondisi tertentu! (Acuan: WHERE). Penskoran: Tiap butir benar bernilai 50 (skor maksimal 100).

Proses:

  • Penilaian pengerjaan 4 kasus penarikan data pada lembar kerja: Kasus 1: Menampilkan semua kolom buku terbit setelah 2020 (Acuan: SELECT * FROM buku WHERE tahun > 2020;); Kasus 2: Menampilkan judul dan penulis dari penerbit 'Lentera Dipantara' (Acuan: SELECT judul, penulis FROM buku WHERE penerbit = 'Lentera Dipantara';); Kasus 3: Menampilkan buku dengan harga < 50000 urut tahun terbaru (Acuan: SELECT * FROM buku WHERE harga < 50000 ORDER BY tahun DESC;); Kasus 4: Menampilkan buku karya 'Tere Liye' terbit tahun 2015 (Acuan: SELECT * FROM buku WHERE penulis = 'Tere Liye' AND tahun = 2015;). Kriteria: Ketepatan penulisan klausa SELECT, penentuan kolom/tabel, klausa WHERE, dan klausa pengurutan.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir (exit ticket): Murid melengkapi 1 query penarikan rumpang: 'Menampilkan kolom judul dari tabel buku yang ditulis oleh Dee Lestari' -> query rumpang: 'SELECT [A] FROM buku WHERE [B] = 'Dee Lestari';' (Acuan: A = judul, B = penulis). Kriteria: Kedua isian tepat sesuai acuan.

Formatif:

  • Asesmen awal diagnostik tertulis berupa 2 butir soal konsep query penarikan data
  • Observasi unjuk kerja dan penilaian Lembar Kerja penulisan query penarikan data tersimpan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Penarikan Kembali Data Tersimpan (SELECT, FROM, WHERE, ORDER BY)Mampu menuliskan query penarikan kembali data dengan tepat paling banyak 1 dari 4 kasus yang ditugaskan.Mampu menuliskan query penarikan kembali data dengan tepat sebanyak 2 dari 4 kasus yang ditugaskan dengan bantuan guru.Mampu menuliskan query penarikan kembali data dengan tepat sebanyak 3 dari 4 kasus yang ditugaskan secara mandiri.Mampu menuliskan query penarikan kembali data dengan tepat untuk seluruh 4 kasus yang ditugaskan secara mandiri tanpa kesalahan sintaks.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah murid dapat memahami logika penyaringan data menggunakan klausa WHERE dan ORDER BY dengan jelas?
  • Bagian mana dari penulisan query penarikan data yang paling sering mengalami kesalahan sintaks?

Murid:

  • Langkah apa yang menurutmu paling menantang saat menyusun perintah penarikan data pada tabel?
  • Bagaimana kamu memastikan bahwa kriteria pencarian (WHERE) yang kamu tuliskan sudah memfilter data dengan benar?

Pertemuan 4 — Menerapkan Berpikir Komputasional melalui Dekomposisi Permasalahan Pengaturan Data Digital — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 10.6.4 Menerapkan berpikir komputasional untuk memecahkan permasalahan sehari-hari yang kompleks terkait pengaturan data digital

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan tujuan pembelajaran mengenai penerapan berpikir komputasional melalui dekomposisi permasalahan pengaturan data digital (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 1 kasus data acak pendaftaran buku perpustakaan untuk mengecek pemahaman awal murid dalam memilah entitas dasar data (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyimak paparan dan studi kasus autentik tentang masalah pencatatan peminjaman laptop sekolah yang kacau akibat pencatatan data campur aduk dalam satu catatan panjang (15 menit).
  • Murid bersama guru membedah konsep dekomposisi dalam berpikir komputasional, yaitu memecah permasalahan pengaturan data kompleks menjadi 3 sub-masalah utama: pemilahan data peminjam/siswa, pemilahan data perangkat/laptop, dan pemilahan rekaman transaksi peminjaman (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Dalam format tantangan berpasangan 'Teka-Teki Dekomposisi Data', murid menerima Lembar Aktivitas yang memuat narasi permasalahan data digital kantin sekolah: 'Kantin melayani 300 transaksi per hari secara manual, nota hilang, stok menu tidak terlacak, dan utang murid tidak terdata rapi' (5 menit).
  • Setiap pasangan menerapkan dekomposisi dengan mengurai permasalahan pengaturan data tersebut menjadi sub-masalah data mandiri serta menentukan atribut minimal untuk tiap komponen (acuan pemecahan: Komponen 1 - Data Siswa/Pembeli memuat ID_Siswa, Nama, Kelas; Komponen 2 - Data Menu Makanan memuat ID_Menu, Nama_Menu, Harga, Stok; Komponen 3 - Data Transaksi/Pesanan memuat No_Nota, ID_Siswa, ID_Menu, Jumlah, Tanggal, Status_Bayar) (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid membandingkan hasil uraian dekomposisinya dengan rubrik kriteria dekomposisi data digital di papan tulis, lalu mengevaluasi apakah ada komponen atau atribut data yang masih tumpang tindih atau terlewat (10 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan bagaimana dekomposisi membantu menyederhanakan penataan data sebelum dimodelkan lebih lanjut (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan terhadap hasil kerja murid serta menginformasikan bahwa dekomposisi ini akan dilanjutkan ke tahap pemodelan relasi pada pertemuan berikutnya (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid yang membutuhkan bimbingan, disediakan tabel panduan pemecahan yang memuat petunjuk pengelompokan entitas; untuk murid mahir, disediakan studi kasus tambahan dengan variasi status transaksi multikantin.
  • Proses: Murid yang belum terbiasa memecah masalah bekerja berpasangan dengan arahan berkala dari guru, sedangkan murid yang sudah mahir menyelesaikan dekomposisi secara mandiri lalu memverifikasi kelengkapan atribut rincian.
  • Produk: Hasil dekomposisi dituangkan dalam diagram hierarki pemecahan data atau tabel rincian komponen data terdekomposisi.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik: Diberikan teks data singkat: 'Andi kelas 10A meminjam buku Algoritma (ISBN 978-01) pada 12 Maret dan harus kembali 19 Maret'. Uraikan teks tersebut menjadi 2 komponen data terpisah beserta atributnya! (Acuan jawaban benar: Komponen 1 Data Siswa/Peminjam [Nama: Andi, Kelas: 10A]; Komponen 2 Data Buku/Peminjaman [Judul: Algoritma, ISBN: 978-01, Tanggal Pinjam: 12 Maret, Tanggal Kembali: 19 Maret]).

Proses:

  • Cek proses pengerjaan LKPD Dekomposisi Data Kantin: Memeriksa ketepatan murid membagi masalah menjadi 3 komponen data (Siswa, Menu, Transaksi) dan kelengkapan minimal atribut pada masing-masing komponen sesuai acuan penugasan.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman akhir (exit ticket): 'Sebutkan 3 komponen hasil dekomposisi untuk sistem data parkir digital sekolah!' (Acuan kriteria tepat: memuat minimal 3 entitas terpisah yang logis, yaitu Data Pengendara/Siswa/Guru, Data Kendaraan [Plat Nomor, Jenis], dan Data Karcis/Waktu Parkir [Jam Masuk, Jam Keluar, Tarif]).

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja dekomposisi data digital melalui lembar kerja analisis kasus kantin sekolah
  • Observasi formatif keterlibatan memecah struktur data selama kerja berpasangan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Dekomposisi Permasalahan Pengaturan Data DigitalBelum mampu memecah masalah pengaturan data digital; seluruh data masih digabung menjadi satu daftar tanpa pembagian komponen terpisah.Mampu memecah permasalahan data digital menjadi 1-2 komponen saja, namun sebagian besar atribut masih tercampur atau belum terpisah secara logis sesuai acuan.Mampu memecah permasalahan pengaturan data digital menjadi 3 komponen data (Siswa, Menu, Transaksi) secara tepat dan logis dengan atribut utama terpisah sesuai acuan kunci.Mampu memecah permasalahan pengaturan data digital menjadi 3 komponen data secara lengkap, mandiri, serta merinci seluruh atribut primer dan asing secara tepat tanpa ada data yang tumpang tindih.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 25 menit untuk pengerjaan aktivitas dekomposisi berpasangan mencukupi bagi seluruh murid?
  • Apakah contoh kontekstual kantin sekolah berhasil mempermudah murid memahami konsep pemecahan data kompleks?

Murid:

  • Bagian mana dari pemecahan masalah data tadi yang menurutmu paling sulit dipisahkan?
  • Bagaimana keterampilan dekomposisi ini membantumu ketika merapikan file atau data pribadimu sehari-hari?

Pertemuan 5 — Menerapkan Berpikir Komputasional melalui Pemodelan Relasi Pengaturan Data Digital — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 10.6.4 Menerapkan berpikir komputasional untuk memecahkan permasalahan sehari-hari yang kompleks terkait pengaturan data digital

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini yaitu menerapkan berpikir komputasional melalui pemodelan relasi pengaturan data digital (3 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan tertulis: (1) 'Apa masalah utama jika satu tabel memuat nama siswa, alamat, nama buku yang dipinjam, dan judul buku sekaligus?' (acuan: redundansi data/duplikasi data yang berulang dan rawan inkonsistensi saat pembaruan), dan (2) 'Kunci identitas apa yang dapat menghubungkan entitas Siswa dengan entitas Peminjaman?' (acuan: ID Siswa / NISN sebagai kunci utama/kunci tamu) (7 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mengamati pemodelan keterhubungan data melalui contoh skema relasi pengaturan data kantin sekolah yang menghubungkan entitas 'Siswa' (kolom: NIS, Nama_Siswa), entitas 'Menu' (kolom: Kode_Menu, Nama_Menu, Harga), dan relasi 'Transaksi' (kolom: ID_Transaksi, NIS, Kode_Menu, Tanggal) dengan pencermatan pada aturan relasi One-to-Many dan fungsi primary key serta foreign key (15 menit).
  • Murid secara berpasangan memainkan kuis interaktif pencocokan peran 'Detektif Relasi' di mana guru menampilkan 3 kasus relasi: (1) Satu siswa memiliki satu nomor induk kependudukan (One-to-One), (2) Satu wali kelas membina banyak siswa dalam satu kelas (One-to-Many), (3) Banyak siswa meminjam banyak judul buku di perpustakaan (Many-to-Many); pasangan tercepat yang tepat menyebutkan jenis kardinalitas relasi mendapat poin apresiasi (10 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid secara berkelompok (3-4 orang) menerima Lembar Kerja Pemodelan Relasi Data Kompleks berisi narasi masalah: 'Sistem Pengelolaan Peminjaman Peralatan Lab Komputer Sekolah' yang mencakup data barang lab, data siswa peminjam, dan riwayat peminjaman (10 menit).
  • Murid menerapkan langkah berpikir komputasional dengan menyusun pemodelan relasi pengaturan data digital: (a) Dekomposisi: mengidentifikasi minimal 3 entitas (Entitas Siswa, Entitas Barang, Entitas Peminjaman); (b) Abstraksi: menentukan atribut kunci utama (Primary Key: NIS pada Siswa, Kode_Barang pada Barang, ID_Pinjam pada Peminjaman); (c) Pemodelan Relasi: menggambarkan garis relasi dan menentukan kunci tamu (Foreign Key: NIS dan Kode_Barang ditempatkan pada entitas Peminjaman) serta menentukan kardinalitas (Siswa ke Peminjaman = 1 to N, Barang ke Peminjaman = 1 to N) (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Perwakilan kelompok memeriksa kesesuaian diagram model relasi antarkelompok menggunakan lembar verifikasi silang untuk memastikan ketepatan penempatan kunci relasi (Foreign Key) dan tidak adanya duplikasi entitas yang berlebihan (10 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan bagaimana pemodelan relasi dengan berpikir komputasional memecahkan masalah redundansi dan menjaga integritas data digital (6 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman singkat mandiri (4 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan struktur relasi dengan templat tabel entitas bergaris bantu; murid yang telah mahir diberikan skenario tambahan dengan 4 entitas termasuk entitas 'Petugas Lab'.
  • Proses: Scaffolding bertahap: guru membimbing langsung kelompok yang kesulitan menentukan foreign key, sedangkan kelompok mahir langsung merancang diagram relasi secara mandiri.
  • Produk: Format luaran pemodelan relasi dapat disajikan dalam bentuk diagram tabel kardinalitas manual di kertas plano atau bagan relasi digital.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Murid menjawab 2 pertanyaan diagnostik: (1) Apa dampak redundansi data dalam satu tabel tunggal? (Acuan jawaban: memicu pemborosan memori dan risiko ketidaksinkronan data/anomali peremajaan data); (2) Bagaimana menghubungkan entitas Siswa dan Buku? (Acuan jawaban: membuat entitas transaksi peminjaman yang memuat kunci utama dari siswa dan buku sebagai kunci relasi/foreign key).

Proses:

  • Observasi unjuk kerja saat murid memodelkan relasi 3 entitas (Siswa, Barang, Peminjaman) berdasarkan 3 indikator ketercapaian: (1) Ketepatan dekomposisi entitas, (2) Ketepatan penentuan primary key dan foreign key, (3) Ketepatan relasi/kardinalitas antarentitas.

Akhir Pertemuan:

  • Murid mengerjakan cek pemahaman singkat 2 butir: (1) 'Dalam relasi antara tabel Kelas (Kode_Kelas, Nama_Kelas) dan tabel Siswa (NIS, Nama, Kode_Kelas), manakah yang bertindak sebagai Foreign Key?' (Acuan jawaban benar: Kode_Kelas pada tabel Siswa); (2) 'Tentukan jenis kardinalitas relasi antara tabel Penulis dan tabel Buku yang ditulisnya jika satu penulis bisa menulis banyak buku dan satu buku hanya ditulis oleh satu penulis utama!' (Acuan jawaban benar: One-to-Many / 1 to N).

Formatif:

  • Penilaian proses unjuk kerja pemodelan relasi data pada Lembar Kerja Berpikir Komputasional
  • Asesmen diagnostik awal tertulis 2 butir
  • Asesmen akhir cek pemahaman mandiri 2 butir

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Dekomposisi Entitas dan Atribut KunciBelum mampu memisahkan entitas data dan tidak menentukan primary key secara tepat.Mampu memisahkan data menjadi 2 entitas secara tepat namun belum tepat menetapkan primary key pada entitas terkait.Mampu memecah permasalahan menjadi 3 entitas lengkap (Siswa, Barang, Peminjaman) dan menetapkan primary key pada tiap entitas secara tepat.Mampu memecah permasalahan menjadi 3 entitas atau lebih secara mandiri, lengkap dengan seluruh primary key dan atribut pendukung yang relevan tanpa kesalahan.
Pemodelan Relasi dan Kunci Penghubung (Foreign Key)Belum mampu menghubungkan antarentitas data menggunakan relasi kunci.Mampu menghubungkan antarentitas namun penempatan foreign key atau kardinalitas relasinya masih keliru.Mampu menghubungkan 3 entitas data dengan menempatkan foreign key (NIS dan Kode_Barang pada Peminjaman) dan menentukan kardinalitas relasi 1 to N secara tepat.Mampu memodelkan seluruh relasi antarentitas secara tepat, konsisten, mandiri, serta mampu membuktikan kebenaran integritas relasi data saat terjadi perubahan data.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alur pembelajaran pemodelan relasi dengan berpikir komputasional membantu murid memahami pemecahan masalah data tanpa kebingungan teknis?
  • Apakah permainan pencocokan kasus relasi efektif meningkatkan antusiasme dan pemahaman logika relasi murid?

Murid:

  • Bagian mana dari pemodelan relasi data (menentukan entitas, memilih primary key, atau menghubungkan foreign key) yang paling menantang bagi saya?
  • Bagaimana cara berpikir komputasional dalam menghubungkan data ini dapat membantu saya mengatur data dalam kegiatan sehari-hari?

Pertemuan 6 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 10.6.1 Menjelaskan konsep dasar basis data dalam pengelolaan informasi digital
  • TP 10.6.2 Menerapkan pengolahan data pada basis data untuk penyimpanan informasi digital
  • TP 10.6.3 Menerapkan pengolahan data pada basis data melalui penarikan kembali data yang tersimpan
  • TP 10.6.4 Menerapkan berpikir komputasional untuk memecahkan permasalahan sehari-hari yang kompleks terkait pengaturan data digital

Pendahuluan:

  • Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, memimpin doa, memeriksa kesiapan teknis perangkat lab komputer, serta menyampaikan tata tertib pengerjaan asesmen mandiri (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan dan alokasi waktu 3 bagian asesmen sumatif bab: tes tertulis konsep basis data (22 menit), tes kinerja kueri basis data (35 menit), dan penilaian produk pemodelan relasi data (30 menit) (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid mencermati petunjuk pengerjaan Bagian 1 (Tes Tertulis) dan menyelesaikan lembar soal uraian konsep dasar basis data secara mandiri yang memuat 4 butir soal: (1) Menjelaskan pengertian basis data dan 2 perbedaannya dengan penyimpanan berkas digital nir-basis-data (acuan: basis data terstruktur dalam relasi tabel dan mengurangi redundansi, sedangkan berkas nir-basis-data berdiri sendiri dan rawan duplikasi); (2) Menjelaskan fungsi tabel (acuan: entitas penampung data bertipe sama); (3) Menjelaskan fungsi baris/rekaman (acuan: satu kesatuan data lengkap tiap entitas); (4) Menjelaskan fungsi kolom/atribut (acuan: karakteristik atau properti data tertentu) (22 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid mencermati instruksi Bagian 2 (Tes Kinerja Komputasi) pada berkas basis data sekolah di lab komputer dan secara mandiri menyelesaikan 3 tugas pengolahan data: (1) Entri 1 rekaman baru ke tabel siswa (acuan: INSERT INTO siswa VALUES ('1025', 'Rian Pratama', '10A', 88)); (2) Pembaruan nilai rekaman siswa (acuan: UPDATE siswa SET nilai = 92 WHERE nis = '1025'); (3) Mengeksekusi sintaks kueri penarikan kembali dengan penyaringan dan pengurutan (acuan: SELECT * FROM siswa WHERE nilai >= 80 ORDER BY nama ASC) serta menyimpan berkas kerja (28 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mencermati instruksi Bagian 3 (Penilaian Produk) dan menyusun lembar pemecahan masalah dekomposisi serta diagram relasi sistem informasi perpustakaan sekolah: menguraikan minimal 2 entitas (acuan: Siswa dan Buku), menetapkan atribut lengkap beserta primary key (acuan: Siswa [NIS {PK}, Nama, Kelas]; Buku [ID_Buku {PK}, Judul, Penulis]), dan memodelkan relasi peminjaman berkas digital dengan foreign key (acuan: tabel Peminjaman memuat ID_Pinjam {PK}, NIS {FK}, ID_Buku {FK}, Tanggal_Pinjam) (30 menit).

Penutup:

  • Guru mengumpulkan berkas lembar jawaban tertulis, dokumen diagram pemodelan produk, serta memastikan berkas basis data tersimpan di direktori server lab (3 menit).
  • Guru bersama murid melakukan refleksi singkat mengenai ketercapaian seluruh proses asesmen bab, menutup sesi dengan apresiasi atas kejujuran dan kemandirian murid, serta salam penutup (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi format teks soal dengan ukuran font lebih besar atau kontras tinggi bagi murid dengan hambatan visual tanpa mengubah butir uji maupun kriteria ketepatan.
  • Proses: Pemberian waktu jeda peralihan teknis antarperangkat (kertas ke komputer) tanpa mengurangi atau menambahkan waktu kerja efektif yang diuji.
  • Produk: Format penyerahan diagram pemodelan relasi dapat berupa diagram digital pada aplikasi komputer lab atau gambar skema terstruktur pada lembar dokumen kerja cetak sesuai preferensi akses murid.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pemeriksaan kesiapan asesmen: pengecekan kelengkapan lembar instrumen sumatif tertulis dan ketersediaan aplikasi pengolah basis data aktif pada masing-masing perangkat lab murid.

Proses:

  • Pengawasan keterlaksanaan pengerjaan mandiri asesmen sumatif sesuai alokasi waktu per rincian tugas dan penegakan integritas akademik.

Sumatif Bab:

  • kombinasi tes tertulis dan tes kinerja komputasi: lembar jawaban konsep basis data beserta lembar kerja praktik pengolahan data dan perancangan struktur relasi berkas digital
  • tes tertulis: lembar jawaban tes tertulis yang memuat uraian konsep dasar basis data, fungsi tabel, baris (rekaman), kolom (atribut), serta perbandingannya dengan berkas digital nir-basis-data yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid (25 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran dan kunci jawaban)
  • tes kinerja: berkas basis data dan lembar kerja kueri hasil pengerjaan serentak di lab komputer yang memuat entri data baru, pembaruan rekaman, serta sintaks kueri penyaringan dan pengurutan data yang dieksekusi dengan tepat (35 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja pengolahan basis data (kriteria: validitas entri, ketepatan pembaruan, dan keakuratan kueri saring/urut))
  • penilaian produk: dokumen pemecahan masalah yang memuat hasil dekomposisi struktur data informasi sekolah serta diagram pemodelan relasi antarberkas digital yang disusun serentak oleh seluruh murid (30 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian produk pemodelan data (kriteria: ketepatan dekomposisi entitas, kejelasan atribut, dan ketepatan relasi antarberkas))

Sumatif:

  • kombinasi tes tertulis dan tes kinerja komputasi: lembar jawaban konsep basis data beserta lembar kerja praktik pengolahan data dan perancangan struktur relasi berkas digital
  • tes tertulis: lembar jawaban tes tertulis yang memuat uraian konsep dasar basis data, fungsi tabel, baris (rekaman), kolom (atribut), serta perbandingannya dengan berkas digital nir-basis-data yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid (25 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran dan kunci jawaban)
  • tes kinerja: berkas basis data dan lembar kerja kueri hasil pengerjaan serentak di lab komputer yang memuat entri data baru, pembaruan rekaman, serta sintaks kueri penyaringan dan pengurutan data yang dieksekusi dengan tepat (35 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja pengolahan basis data (kriteria: validitas entri, ketepatan pembaruan, dan keakuratan kueri saring/urut))
  • penilaian produk: dokumen pemecahan masalah yang memuat hasil dekomposisi struktur data informasi sekolah serta diagram pemodelan relasi antarberkas digital yang disusun serentak oleh seluruh murid (30 menit; individual; instrumen: rubrik penilaian produk pemodelan data (kriteria: ketepatan dekomposisi entitas, kejelasan atribut, dan ketepatan relasi antarberkas))

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penjelasan Konsep Dasar Basis Data (Tes Tertulis)Menjelaskan kurang dari 2 konsep dasar (dari acuan: fungsi tabel, rekaman, atribut, dan perbandingan dengan berkas nir-basis-data) dengan tepat.Menjelaskan 2 konsep dasar basis data secara tepat sesuai acuan kunci jawaban.Menjelaskan 3 konsep dasar basis data secara tepat sesuai acuan kunci jawaban.Menjelaskan seluruh 4 konsep dasar basis data (tabel, rekaman/baris, atribut/kolom, dan perbedaan struktur basis data vs nir-basis-data) secara tepat dan lengkap sesuai acuan kunci jawaban.
Pengolahan Data untuk Penyimpanan dan Penarikan Kembali (Tes Kinerja)Hanya menyelesaikan 1 langkah manipulasi data (entri baru, pembaruan rekaman, atau sintaks kueri penarikan kembali) secara tepat.Menyelesaikan 2 langkah manipulasi data secara tepat (misalnya entri baru dan pembaruan rekaman tepat, kueri penarikan belum tepat).Menyelesaikan 3 langkah manipulasi data: entri data baru valid, pembaruan rekaman tepat, dan penarikan data (kueri saring/urut) tereksekusi dengan tepat sesuai instruksi.Menyelesaikan seluruh 3 langkah manipulasi data secara mandiri, tepat, tanpa kesalahan sintaks kueri, dan hasil penyaringan data terurut akurat sesuai acuan instruksi.
Dekomposisi dan Pemodelan Relasi Data Digital (Penilaian Produk)Hanya mendekonstruksi 1 entitas tanpa kelengkapan atribut atau relasi antarberkas tidak terbentuk.Mendekomposisi 2 entitas secara tepat namun atribut primary key atau relasi foreign key belum tepat.Mendekomposisi minimal 2 entitas (Siswa, Buku) secara tepat, menentukan primary key masing-masing, dan memodelkan relasi peminjaman dengan foreign key secara tepat.Mendekomposisi entitas secara komprehensif, merinci seluruh atribut dan kunci primer secara tepat, serta memodelkan skema relasi antarberkas digital secara runtut, logis, dan presisi.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu pada masing-masing rincian tugas sumatif memadai bagi seluruh murid untuk menunjukkan kompetensinya secara optimal?
  • Bagian capaian TP manakah (konsep dasar, pengolahan kueri, atau dekomposisi pemodelan relasi) yang masih menunjukkan disparitas hasil antar-murid paling besar?

Murid:

  • Tugas asesmen manakah yang paling menantang bagi saya antara menjelaskan konsep, mengeksekusi kueri, atau menyusun diagram pemodelan relasi data?
  • Bagaimana penguasaan konsep dan praktik basis data pada bab ini membantu saya memahami cara kerja sistem informasi digital di kehidupan sehari-hari?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Guru Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMA/MA Kelas X, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
  2. Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMA/MA Kelas X, Bab 6: Pengelolaan Informasi Digital.
  3. Set Kartu Konsep 'Cocok Konsep Basis Data' dan Lembar Kerja Siswa.
  4. Buku Panduan Guru Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMA/MA Kelas X, Pusat Perbukuan Kemendikbudristek
  5. Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMA/MA Kelas X, Pusat Perbukuan Kemendikbudristek
  6. Aplikasi DBMS lokal / SQLite Web / Live SQL Compiler / Lembar Kerja Sintaks Basis Data
  7. Buku Panduan Guru Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMA/MA Kelas X (Kemendikbudristek 2025)
  8. Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMA/MA Kelas X Bab 6
  9. Lembar Kerja Aktivitas Penarikan Data (Query SELECT)
  10. Buku Panduan Guru Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMA/MA Kelas X (Kemendikbudristek, 2025)
  11. Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMA/MA Kelas X Bab 1 & Bab 6
  12. Lembar Kerja Aktivitas Dekomposisi Pengaturan Data Digital
  13. Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMA/MA Kelas X, Bab 6 Pengelolaan Informasi Digital
  14. Buku Panduan Guru Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMA/MA Kelas X
  15. Lembar Kerja Murid: Studi Kasus Pemodelan Relasi Data Lab Komputer
  16. Papan tulis/kertas plano dan kartu entitas relasi data
  17. Buku Panduan Guru Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMA/MA Kelas X, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, 2025
  18. Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMA/MA Kelas X, Bab 6: Pengelolaan Informasi Digital, 2025
  19. Aplikasi perangkat lunak basis data relasional di laboratorium komputer sekolah
  20. Lembar Soal Asesmen Tertulis dan Lembar Kinerja Praktik Pemodelan Basis Data

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.