MODUL AJAR Koding dan Kecerdasan Artifisial — Kelas 10 (Fase E) Topik: Bab 5 — Kreativitas dan Etika Produksi Konten Media Sosial INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Koding dan Kecerdasan Artifisial |
|---|
| Fase / Kelas | Fase E / Kelas 10 |
|---|
| Topik | Bab 5 — Kreativitas dan Etika Produksi Konten Media Sosial |
|---|
| Alokasi Waktu | 12 JP (12 x 45 menit = 540 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 6 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 10.5.1 Menerapkan produksi konten digital dalam bentuk sajian multimedia
- TP 10.5.2 Menerapkan diseminasi konten digital dalam bentuk sajian multimedia
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Elemen apa saja yang membuat sebuah sajian multimedia di media sosial menarik dan pesannya mudah dipahami?
- Bagaimana cara menyusun rencana perpaduan teks, gambar, dan audio agar menghasilkan produksi konten digital yang harmonis?
- Bagaimana keterbacaan teks dapat dipengaruhi oleh kontras warna dan pemilihan latar belakang visual pada sebuah poster digital?
- Mengapa penempatan tata letak (layout) antara elemen grafis dan teks menentukan kejelasan pesan dalam sajian multimedia?
- Bagaimana cara memproduksi karya multimedia yang menggabungkan berbagai elemen secara harmonis dan utuh?
- Mengapa penambahan identitas karya seperti tanda pengenal/watermark penting diterapkan saat memproduksi konten digital?
- Bagaimana cara kita memastikan bahwa konten multimedia yang kita bagikan di media digital tidak membocorkan data pribadi atau disalahgunakan orang lain?
- Pengaturan privasi dan izin akses apa saja yang wajib diperiksa sebelum menekan tombol bagikan atau publikasikan pada sebuah platform digital?
- Bagaimana cara kita menyebarkan (diseminasi) konten multimedia secara tepat sasaran pada media digital yang dipilih?
- Pengaturan teknis apa saja yang wajib diperiksa sebelum tombol publikasi atau tautan diseminasi disebarkan ke audiens target?
- Bagaimana memastikan konten multimedia yang kita buat tidak melanggar hak cipta orang lain dan aman saat disebarkan?
- Pengaturan privasi apa saja yang wajib diperiksa sebelum sebuah konten multimedia dipublikasikan ke media sosial?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menerapkan Perencanaan Elemen Multimedia dalam Produksi Konten Digital — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 10.5.1 Menerapkan produksi konten digital dalam bentuk sajian multimedia
Pendahuluan:- Guru membuka kelas, mengecek kehadiran, dan mengondisikan kesiapan belajar murid (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat untuk memetakan pemahaman awal murid mengenai elemen multimedia (teks, grafis/gambar, audio, video, animasi) dalam produksi konten melalui 3 pertanyaan cepat pada proyektor: (1) Sebutkan 3 elemen multimedia dasar! [Acuan: teks, grafis/gambar, audio/suara, video, animasi], (2) Apa fungsi teks judul dalam poster digital? [Acuan: menyampaikan topik utama/fokus perhatian pembaca], (3) Format file apa yang biasa digunakan untuk elemen audio? [Acuan: MP3, WAV, atau AAC] (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Guru menayangkan dua contoh rancangan konten digital (konten A: teks polos tanpa grafis; konten B: perpaduan terencana antara teks judul terstruktur, ilustrasi grafis, dan skema warna kontras), lalu memfasilitasi murid menelaah fungsi integrasi elemen teks, grafis, dan audio dalam produksi konten digital (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru menyelenggarakan aktivitas tantangan 'Permainan Desain Cepat 4 Kartu': setiap murid memilih salah satu skenario tema dari 4 kartu yang disiapkan, yaitu Kartu 1: 'Tips Keamanan Kata Sandi Akun Digital', Kartu 2: 'Etika Menghargai Hak Cipta di Internet', Kartu 3: 'Mengenal Bahaya Oversharing di Media Sosial', atau Kartu 4: 'Langkah Mengatasi Jejak Digital Negatif' (15 menit).
- Murid secara mandiri menyusun lembar perencanaan produksi konten digital (storyboard/wireframe perencanaan multimedia) untuk skenario yang dipilih, dengan merinci minimal 3 elemen multimedia wajib: (1) Elemen Teks: draf teks judul (headline) dan teks penjelasan singkat (sub-headline), (2) Elemen Grafis: sketsa tata letak visual/gambar pendukung beserta palet warna yang dipilih, (3) Elemen Audio/Animasi: deskripsi efek suara latar (backsound) atau transisi visual yang direncanakan (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali lembar perencanaan konten yang telah dibuat menggunakan daftar periksa mandiri (apakah elemen teks, grafis, dan audio telah terencana dan selaras dengan tema skenario), lalu menuliskan 1 poin penyesuaian untuk menyempurnakan rancangan produksinya (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya tahap perencanaan elemen multimedia sebelum masuk ke tahap eksekusi teknis perangkat lunak (3 menit).
- Guru memberikan konfirmasi umpan balik terhadap hasil rancangan perencanaan murid serta menginformasikan bahwa rancangan ini akan diproduksi langsung pada pertemuan berikutnya (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan templat tabel perencanaan elemen multimedia siap isi; murid mahir diberikan tantangan merencanakan hingga 4 elemen termasuk durasi transisi animasi gerak.
- Proses: Guru memberikan bimbingan bertahap pada penentuan deskripsi audio bagi murid yang kesulitan, sementara murid yang telah lancar langsung menyusun wireframe tata letak visual.
- Produk: Format perencanaan dapat berupa lembar wireframe kertas fisik atau dokumen perencanaan digital (Google Docs/Canva).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik tertulis singkat pemetaan kesiapan elemen multimedia: (1) Sebutkan 3 elemen multimedia dasar! (Acuan: kombinasi dari teks, gambar/grafis, audio, video, atau animasi), (2) Apa fungsi teks judul dalam poster digital? (Acuan: menarik perhatian dan menyampaikan topik inti secara cepat), (3) Sebutkan 1 contoh format file audio! (Acuan: MP3, WAV, atau AAC).
Proses:- Observasi keterlaksanaan penyusunan perencanaan produksi konten digital multimedia: memeriksa ketepatan perencanaan elemen teks, grafis, dan audio/animasi sesuai tema skenario kartu yang dipilih.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri di akhir lembar rancangan: Murid menuliskan keselarasan 3 elemen yang direncanakan terhadap pesan tema kartu. Kriteria penerimaan operasional: lembar memuat teks headline yang relevan dengan topik skenario kartu, sketsa visual grafis pendukung yang sesuai, serta deskripsi spesifik jenis audio/efek transisi yang mendukung keterbacaan pesan.
Formatif:- Penilaian proses lembar kerja perencanaan elemen multimedia (storyboard/wireframe) menggunakan rubrik ketepatan dan kelengkapan elemen multimedia.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kelengkapan dan Keselarasan Perencanaan Elemen Multimedia dalam Produksi Konten | Hanya merencanakan 1 elemen multimedia (hanya teks saja atau grafis saja) dan belum sesuai dengan topik skenario kartu yang dipilih. | Merencanakan 2 elemen multimedia (misalnya teks dan grafis) namun deskripsi elemen audio/animasi belum tercantum atau belum selaras dengan tema skenario. | Merencanakan minimal 3 elemen multimedia secara lengkap (teks headline/sub-headline, sketsa grafis, dan deskripsi audio/animasi) yang selaras dengan tema skenario kartu. | Merencanakan minimal 3 elemen multimedia secara lengkap dan terperinci (dilengkapi spesifikasi ukuran teks, palet warna grafis, dan ketukan/ritme audio) yang sangat selaras dengan tema skenario kartu secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 30 menit pada penyusunan lembar perencanaan multimedia cukup bagi murid untuk menuangkan ide secara detail?
- Apakah murid mengalami kendala dalam memvisualisasikan elemen audio ke dalam bentuk deskripsi perencanaan tertulis?
Murid:- Elemen multimedia apa yang paling mudah dan paling menantang untuk kamu rencanakan dalam rancangan kontenmu hari ini?
- Bagaimana perencanaan elemen ini membantumu sebelum memproduksi konten secara langsung di aplikasi pada pertemuan mendatang?
Pertemuan 2 — Menerapkan Pemaduan Teks dan Grafis Terbimbing dalam Produksi Konten Digital — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 10.5.1 Menerapkan produksi konten digital dalam bentuk sajian multimedia
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan fokus pertemuan: memadukan elemen teks dan grafis dalam produksi konten digital multimedia secara terbimbing (4 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat: murid diminta mengamati 2 contoh draf tata letak poster (Draf A: teks abu-abu di atas latar putih bergaris ramai; Draf B: judul teks gelap tebal di atas bidang grafis solid dengan kontras tinggi) lalu menentukan draf yang memiliki keterbacaan teks dan hierarki visual tepat (acuan jawaban benar: Draf B, karena memenuhi prinsip kontras teks terhadap latar grafis) (6 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mencermati demonstrasi terbimbing dari guru mengenai 3 prinsip pemaduan teks dan grafis dalam aplikasi editor grafis (misalnya Canva): (1) kontras warna teks terhadap latar grafis, (2) hierarki ukuran tipografi (judul, subjudul, isi teks), dan (3) penataan ruang kosong/margin agar teks tidak tertutup elemen grafis (15 menit).
- Murid secara berpasangan mengidentifikasi ketidaksesuaian pemaduan teks-grafis pada 1 lembar sampel kerja uji coba yang sengaja memuat teks bertumpuk di atas elemen grafis kompleks (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti tantangan seru 'Tepat Padu 30 Menit': murid membuka aplikasi editor desain (seperti Canva) untuk memproduksi draf konten multimedia berupa poster digital edukatif tema 'Etika Jejak Digital' dengan panduan lembar kerja langkah demi langkah dari guru (10 menit).
- Murid menerapkan langkah pemaduan teks dan grafis: memasukkan 1 gambar/grafis latar, menyisipkan 3 tingkatan teks terstruktur (Judul: 'Jaga Jejak Digitalmu', Subjudul: 'Pikir Sebelum Unggah', dan Teks Isi: 1 kalimat pesan edukasi), serta mengatur kontras warna dan hierarki ukuran font secara terbimbing (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid melakukan pemeriksaan silang (cross-check) berpasangan menggunakan rubrik ceklis terbimbing: memastikan teks terbaca jelas, ukuran judul lebih dominan dari subjudul, serta grafis tidak menutupi pesan teks (10 menit).
- Murid mengidentifikasi satu aspek teknis pemaduan teks atau grafis yang telah berhasil dikuasai dan satu aspek tata letak yang masih membutuhkan penyesuaian (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap hasil pemaduan elemen teks dan grafis murid serta menegaskan pentingnya prinsip keterbacaan dalam produksi konten multimedia (5 menit).
- Guru memandu murid menyimpan fail proyek draf konten digital untuk dilanjutkan pada tahap mandiri pertemuan berikutnya, kemudian menutup sesi pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan template dengan panduan garis kisi (grid/guide) siap pakai bagi murid yang membutuhkan scaffolding penataan tata letak.
- Proses: Memberikan bimbingan langsung pada murid yang kesulitan mengatur layer dan kontras warna; memberikan tantangan eksplorasi palet warna kontras ganda kepada murid yang lebih cepat paham.
- Produk: Semua murid memproduksi poster digital edukasi dengan pemaduan teks dan grafis; murid cepat dapat menambahkan elemen grafis bentuk (shape overlay) untuk mempertegas hierarki.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Murid mengidentifikasi draf poster dengan keterbacaan yang benar dari dua pilihan yang disajikan: Draf A (teks abu-abu di atas latar putih bergaris) vs Draf B (teks gelap tebal di atas bidang grafis solid). Acuan jawaban benar: Draf B (kontras tinggi, keterbacaan optimal).
Proses:- Ceklis observasi pengerjaan praktik pemaduan teks dan grafis: keterpenuhan 3 hierarki teks (judul, subjudul, isi), keterbacaan teks (kontras warna teks terhadap elemen grafis latar), dan kerapian tata letak (tidak ada teks yang tertimpa ilustrasi grafis secara tidak terbaca).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman teknis akhir sesi: murid menunjukkan hasil ekspor draf poster digital dan menunjukkan letak pemaduan 3 hierarki teks beserta grafis pendukungnya sesuai kriteria keterbacaan (acuan kriteria: judul kontras dan terbaca jelas dari jarak pandang layar penuh, subjudul dan teks pesan tidak bertumpuk dengan grafis).
Formatif:- Asesmen diagnostik identifikasi kontras teks-grafis di awal pembelajaran
- Observasi unjuk kerja praktik terbimbing pemaduan teks dan elemen grafis pada lembar draf digital
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pemaduan Teks dan Grafis dalam Produksi Konten | Memasukkan teks dan elemen grafis ke dalam draf namun teks tertutup grafis atau warna teks tidak kontras sehingga teks tidak terbaca. | Memadukan teks dan grafis dengan teks yang mulai terbaca, namun hierarki tipografi (ukuran judul, subjudul, dan isi) belum proporsional dan masih terdapat tumpang tindih elemen dengan bantuan guru. | Menerapkan pemaduan teks dan grafis secara tepat: teks memiliki kontras warna jelas terhadap grafis latar, hierarki tipografi terstruktur, dan tata letak tidak saling menutupi secara terbimbing. | Menerapkan pemaduan teks dan grafis secara presisi dan mandiri: teks sangat kontras dan mudah dibaca pada berbagai resolusi pratinjau, hierarki ukuran teks sangat seimbang, dan penataan elemen grafis memperkuat kejelasan pesan visual. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah langkah demonstrasi terbimbing cukup jelas membantu murid dalam mengatur kontras teks dan penempatan grafis?
- Bagian mana dari langkah pemaduan elemen teks-grafis yang paling sering mengalami kendala teknis oleh murid?
Murid:- Apakah teks pada poster digital yang saya buat sudah dapat dibaca dengan jelas tanpa terhalang oleh grafis latar belakang?
- Langkah apa yang paling membantu saya dalam menentukan ukuran dan warna teks yang pas dengan elemen visual grafis?
Pertemuan 3 — Menerapkan Produksi Konten Digital Multimedia secara Mandiri — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 10.5.1 Menerapkan produksi konten digital dalam bentuk sajian multimedia
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memeriksa kehadiran serta kesiapan perangkat komputer/laptop di laboratorium komputer (5 menit).
- Guru memberikan asesmen awal diagnostik singkat secara lisan/tulis berisikan 2 butir teknis produksi: (1) Sebutkan minimal 2 jenis elemen multimedia yang lazim dipadukan dalam satu bingkai konten grafis/video (kriteria/acuan: teks, gambar/vektor, audio, animasi/video); (2) Jelaskan tujuan pemberian watermark/tanda identitas kreator pada hasil produksi multimedia (kriteria/acuan: menandai kepemilikan/hak cipta karya agar tidak diklaim orang lain) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menerapkan produksi konten digital sajian multimedia secara mandiri dengan kriteria minimal memadukan 2 elemen multimedia dan menyematkan watermark identitas (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati demonstrasi singkat guru tentang integrasi teknis elemen multimedia (teks keterangan, aset visual gambar/vektor, dan watermark nama) menggunakan aplikasi desain grafis/video (misalnya Canva, CapCut, atau aplikasi setara) pada layar proyektor (10 menit).
- Murid menelaah 3 kriteria teknis produksi konten digital yang wajib dipenuhi dalam tugas mandiri: (1) konten digital berupa sajian multimedia utuh, (2) memadukan minimal 2 elemen multimedia berbeda (misalnya teks informatif + gambar/vektor ilustrasi atau grafis + audio/animasi), dan (3) menyisipkan watermark teks identitas nama murid sebagai penanda kepemilikan karya (5 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti sesi 'Tantangan Kilat 3 Menit Menata Elemen': murid secara serentak membuka lembar kerja aplikasi di gawai/laptop masing-masing dan memilih secara bebas kombinasi palet warna serta jenis font yang harmonis dalam suasana kelas yang antusias dan menggembirakan (5 menit).
- Murid secara mandiri memproduksi satu sajian konten multimedia (poster edukasi digital atau cuplikan video pendek informasi) dengan mengimpor dan menata tata letak minimal 2 elemen multimedia (teks tajuk dan gambar/elemen visual) sesuai panduan aktivitas MM-K10-05 (25 menit).
- Murid menerapkan penambahan tanda air (watermark) berupa teks nama mandiri dengan tingkat transparansi terbaca pada area sudut karya multimedia, lalu melakukan ekspor berkas digital (format .png, .jpg, atau .mp4) ke direktori penyimpanan lokal (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kesesuaian berkas hasil ekspor mandirinya menggunakan daftar periksa mandiri: keterpaduan 2 elemen multimedia dan keberadaan watermark identitas (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik langsung kepada murid mengenai ketepatan integrasi elemen multimedia dan kerapian tata letak berkas hasil produksi mandiri murid (5 menit).
Penutup:- Murid menyimpan berkas proyek digital dan memastikan aplikasi ditutup serta perangkat komputer dimatikan secara tertib sesuai prosedur (3 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan inti pembelajaran mengenai pentingnya kemandirian dan ketelitian teknis dalam memproduksi sajian multimedia yang terintegrasi (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan templat panduan susunan elemen dasar visual-teks, sedangkan murid yang sudah mahir diperkenankan memadukan 3 atau lebih elemen multimedia (misalnya teks, grafis vektor, dan audio/animasi).
- Proses: Murid yang mengalami kendala teknis mendapatkan pendampingan langsung pada tahapan penggabungan layer dan penataan watermark, sementara murid mahir mengerjakan mandiri penuh tanpa scaffolding.
- Produk: Format luaran multimedia disesuaikan dengan minat dan keahlian alat murid, baik berupa poster grafis digital resolusi tinggi (teks + gambar) maupun video animasi pendek (teks + grafis gerak/audio).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik tertulis/lisan: (1) Sebutkan minimal 2 elemen multimedia yang lazim digabungkan dalam konten digital. Acuan jawaban benar: memuat minimal dua dari unsur teks, gambar/foto, video, audio, atau animasi grafis; (2) Apa fungsi penambahan watermark pada produksi konten digital? Acuan jawaban benar: sebagai identitas kepemilikan/hak cipta pembuat karya agar terhindar dari klaim tanpa izin.
Proses:- Pengamatan langsung saat murid melakukan penyusunan elemen multimedia: Guru mengamati ketepatan murid memadukan minimal 2 elemen (teks dan grafis/gambar) dalam satu kanvas kerja mandiri.
- Pemeriksaan teknis penempatan watermark identitas: Guru memeriksa bahwa setiap murid secara mandiri membubuhkan teks nama pada karya digitalnya sebelum diekspor.
Akhir Pertemuan:- Pemeriksaan fail hasil produksi mandiri (.png/.jpg/.mp4) berdasarkan daftar periksa kelayakan produksi konten digital: (1) Memuat minimal 2 elemen multimedia (teks + gambar/video/audio) (Acuan: elemen visual dan teks tampil harmonis dalam satu bingkai), (2) Memuat watermark teks identitas nama murid (Acuan: terdapat teks nama murid yang terbaca jelas pada karya).
Formatif:- Asesmen awal diagnostik lisan/tertulis mengenai elemen multimedia dan watermark
- Observasi unjuk kerja mandiri perakitan elemen multimedia dan peletakan watermark
- Pemeriksaan daftar cek keterpaduan minimal 2 elemen multimedia dan watermark pada berkas digital
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pemaduan Elemen Multimedia dalam Produksi Konten Digital | Hanya memuat 1 elemen media tunggal (misalnya hanya teks tanpa gambar atau sebaliknya) dan memerlukan bantuan penuh guru dalam pengoperasian aplikasi. | Memadukan 2 elemen multimedia namun tata letak belum teratur dan membutuhkan arahan berulang dalam penggabungan elemen. | Menerapkan pemaduan minimal 2 elemen multimedia (teks dan gambar/vektor) secara harmonis dan tertata rapi secara mandiri. | Menerapkan pemaduan 3 elemen multimedia atau lebih (teks, gambar/vektor, dan audio/animasi) secara harmonis, proporsional, dan mandiri penuh. | | Penerapan Watermark Identitas Karya | Belum menyertakan watermark identitas nama pada hasil produksi konten digital. | Menyertakan watermark identitas nama namun menutupi konten utama atau tata letaknya mengganggu sajian multimedia. | Menerapkan penyematan watermark identitas nama secara tepat, terbaca, dan tidak mengganggu elemen visual utama karya. | Menerapkan penyematan watermark identitas nama dengan pengaturan transparansi dan penempatan sudut yang sangat estetis dan konsisten secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 45 menit pada tahap inti cukup bagi seluruh murid untuk menyelesaikan produksi konten multimedia mandiri?
- Bagian teknis mana dalam penggabungan elemen multimedia dan pemberian watermark yang paling sering menemui hambatan pada murid?
Murid:- Elemen multimedia apa saja yang berhasil saya padukan dalam konten digital yang saya buat hari ini?
- Apakah saya sudah berhasil membubuhkan tanda pengenal (watermark) nama saya secara mandiri dan rapi pada karya tersebut?
Pertemuan 4 — Menerapkan Pengaturan Privasi dan Keamanan pada Diseminasi Konten Digital — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 10.5.2 Menerapkan diseminasi konten digital dalam bentuk sajian multimedia
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, memeriksa kehadiran murid, serta menyampaikan alur pembelajaran pertemuan 4 mengenai penerapan privasi dan keamanan diseminasi konten (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis kilat 3 butir terkait pengaturan visibilitas diseminasi konten: (1) Opsi tautan apa yang tepat jika portofolio video hanya ingin dilihat oleh penilai yang memiliki tautan tanpa muncul di pencarian publik? (2) Manakah yang tergolong data pribadi yang harus disamarkan sebelum diseminasi: NISN/alamat rumah atau judul portofolio? (3) Apa fungsi izin 'viewer/hanya melihat' dibandingkan 'editor'? Murid menjawab secara serentak menggunakan isyarat jempol atau papan mini. Acuan jawaban: (1) Unlisted/Hanya yang memiliki tautan; (2) NISN dan alamat rumah; (3) Mencegah konten diubah atau dihapus pihak luar tanpa izin (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):- Murid mencermati demonstrasi guru dan lembar panduan mengenai parameter privasi dan keamanan dalam diseminasi konten multimedia: pengaturan audiens/visibilitas (Public, Unlisted/Restricted, Private), hak akses pihak penerima (Viewer vs Editor), perlindungan informasi sensitif (menghapus metadata lokasi/EXIF dan menyamarkan data pribadi), serta penerapan watermark pengaman (12 menit).
- Dalam aktivitas telaah berpasangan yang interaktif ('Detektif Celah Keamanan'), murid menganalisis 3 contoh tangkapan layar simulasi pengaturan diseminasi konten yang sengaja dibuat keliru/rentan: Kasus A (Folder video proyek dibagikan publik dengan izin 'Anyone with the link can EDIT'), Kasus B (Poster infografis kegiatan memuat foto KTP/kartu pelajar tanpa sensor dan izin 'Public'), dan Kasus C (Video vlog tugas sekolah dengan fitur komentar terbuka tanpa moderasi dan penandaan lokasi rumah presisi). Pasangan murid mengidentifikasi celah keamanan pada tiap kasus dan menentukan setelan perbaikan yang benar. Acuan jawaban: Kasus A harus diubah menjadi 'Viewer' dengan akses terbatas; Kasus B harus disensor bagian data pribadi identitas (NIK/NISN) sebelum diunggah; Kasus C harus dimatikan metadata lokasi presisi dan komentar disetel ke moderasi/khusus teman (13 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):- Murid secara mandiri membuka draf konten digital multimedia (video/grafis) dan perangkat/platform penyimpanan digital (Google Drive / platform video edukasi) masing-masing untuk mempraktikkan langsung penerapan prosedur privasi dan keamanan diseminasi: (1) Menyematkan watermark identitas pemilik pada sajian multimedia, (2) Mengatur hak akses tautan menjadi 'Restricted' atau 'Anyone with link as Viewer', (3) Menonaktifkan opsi unduh/cetak/salin bagi peninjau jika konten bersifat draf tertutup, dan (4) Memastikan tidak ada data pribadi rahasia (nomor telepon, alamat pribadi, NISN) yang terekspos dalam sajian maupun metadata berkas (25 menit).
- Murid melakukan verifikasi silang keamanan diseminasi (audit keamanan silang) dengan bertukar tautan uji coba kepada teman sebangku; teman menguji apakah konten dapat diakses sesuai izin yang direncanakan tanpa celah pengubahan atau kebocoran informasi pribadi (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengisi lembar cek kendali keamanan diseminasi (checklist privasi) yang mencakup 4 indikator ketercapaian keamanan: ketiadaan data sensitif, ketepatan tingkat visibilitas, ketepatan hak akses penerima, dan keberadaan proteksi identitas karya (watermark), serta mencatat tindakan mitigasi yang telah mereka terapkan (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan prinsip utama keamanan diseminasi: selalu lakukan 'pengecekan sebelum membagikan' (verifikasi visibilitas, hak akses, dan proteksi data sensitif) agar konten multimedia tersebar secara aman dan bertanggung jawab (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap hasil penerapan privasi murid dan menginformasikan bahwa konfigurasi keamanan yang telah tuntas diterapkan hari ini akan digunakan saat diseminasi konten pada saluran media terpilih di pertemuan berikutnya (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar panduan bergambar langkah demi langkah (cheat sheet) pengaturan privasi cloud/platform untuk murid yang membutuhkan bantuan visual, serta artikel pengayaan kasus celah metadata EXIF berkas multimedia untuk murid yang cepat belajar.
- Proses: Guru memberikan bimbingan berkala langsung pada murid yang masih kesulitan menavigasi menu perizinan berkas (sharing permissions), sementara murid yang mandiri langsung melakukan audit konfigurasi tingkat lanjut pada 2 platform berbeda.
- Produk: Semua murid menghasilkan bukti tautan diseminasi konten dengan pengaturan keamanan yang tepat; murid mahir menambahkan konfigurasi pembatasan pengunduhan berkas (disable download) dan enkripsi tautan pendek khusus.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Kuis diagnostik 3 butir di awal sesi mengenai pengetahuan dasar visibilitas dan data sensitif: (1) Opsi visibilitas tanpa muncul di mesin pencari (Acuan: Unlisted/Tautan terbatas); (2) Identifikasi data pribadi terlarang diseminasi (Acuan: NISN, alamat domisili, nomor kontak pribadi); (3) Perbedaan hak akses Viewer vs Editor (Acuan: Viewer hanya melihat tanpa wewenang mengubah konten, Editor dapat mengedit atau menghapus berkas).
Proses:- Pemeriksaan langsung pada perangkat kerja murid saat mengonfigurasi 4 parameter keamanan diseminasi: (1) Hak akses tautan dibatasi ke 'Viewer', (2) Opsi editor dinonaktifkan untuk publik, (3) Data identitas sensitif (NISN/alamat) telah disaring/disensor, (4) Identitas kepemilikan/watermark disematkan pada konten multimedia.
Akhir Pertemuan:- Pengecekan hasil akhir tautan dan berkas diseminasi menggunakan lembar verifikasi 4 butir acuan: Butir 1: Tautan hanya dapat diakses dengan izin lihat (Viewer) dan bukan Editor; Butir 2: Konten multimedia bersih dari data pribadi sensitif (tanpa NIK, NISN, nomor HP, atau alamat rumah); Butir 3: Berkas multimedia memuat watermark penanda kepemilikan; Butir 4: Opsi pengunduhan tidak sah dinonaktifkan sesuai tujuan diseminasi. Kriteria ketercapaian: murid memenuhi minimal 3 dari 4 butir acuan tersebut.
Formatif:- Observasi unjuk kerja penerapan pengaturan hak akses dan visibilitas berkas konten multimedia pada platform digital
- Pemeriksaan lembar cek kendali keamanan diseminasi konten (checklist privasi dan mitigasi kebocoran data)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan Pengaturan Visibilitas dan Hak Akses Diseminasi Konten | Belum mampu menerapkan pengaturan visibilitas dan membiarkan hak akses berkas terbuka secara bebas sebagai Editor untuk publik tanpa pembatasan. | Menerapkan pengaturan hak akses berkas namun masih keliru memilih tingkat izin (misal: memberikan hak komentar/edit pada pihak yang seharusnya hanya menerima hak lihat) dengan bantuan guru. | Menerapkan pengaturan visibilitas (Unlisted/Restricted) dan hak akses (Viewer/Hanya Melihat) secara tepat sesuai acuan keamanan secara mandiri. | Menerapkan pengaturan visibilitas dan hak akses secara tepat, konsisten, serta mandiri dengan mengaktifkan proteksi tambahan (seperti menonaktifkan izin unduh/salin bagi peninjau). | | Penerapan Perlindungan Privasi dan Keamanan Data pada Konten Multimedia | Membiarkan data pribadi sensitif (seperti NISN, nomor telepon, alamat) terekspos secara terbuka pada konten multimedia yang didiseminasikan. | Menyamarkan sebagian data pribadi sensitif namun masih menyisakan informasi rahasia atau belum menyematkan penanda kepemilikan (watermark). | Menerapkan penyaringan seluruh data pribadi sensitif dan menyematkan penanda kepemilikan (watermark) secara tepat sebelum tautan diseminasi dibagikan. | Menerapkan perlindungan seluruh data pribadi secara tuntas, membersihkan metadata berkas yang berpotensi bocor, dan menyematkan watermark pengaman secara konsisten dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah skenario simulasi 'Detektif Celah Keamanan' efektif membantu murid mengidentifikasi bahaya pengaturan akses yang keliru?
- Bagian pengaturan keamanan mana yang paling sering membuat murid bingung saat mengonfigurasi platform diseminasi?
- Bagaimana memastikan setiap murid telah memverifikasi bahwa draf konten multimedia mereka benar-benar bebas dari kebocoran data pribadi?
Murid:- Langkah proteksi keamanan apa yang paling penting kamu periksa sebelum membagikan tautan konten multimediamu kepada orang lain?
- Mengapa memberikan hak akses 'Editor' kepada publik saat menyebarkan konten merupakan tindakan yang berisiko tinggi?
- Apakah kamu merasa lebih percaya diri bahwa hasil karyamu kini aman dari pembajakan dan penyalahgunaan data?
Pertemuan 5 — Menerapkan Diseminasi Konten Digital Multimedia pada Media Terpilih — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 10.5.2 Menerapkan diseminasi konten digital dalam bentuk sajian multimedia
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar, dan menyampaikan tujuan pembelajaran mengenai penerapan diseminasi konten digital multimedia pada media terpilih (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan tertulis singkat: (1) 'Sebutkan 2 saluran/media digital yang dapat digunakan untuk menyebarkan konten video pendek sekolah!' (acuan: YouTube Shorts, Instagram Reels, TikTok, atau Google Drive sekolah); (2) 'Apa fungsi teks penyerta/caption serta penandaan kategori saat membagikan konten?' (acuan: mempermudah pencarian/penemuan konten dan menyampaikan konteks informasi konten multimedia secara tepat) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid mencermati panduan alur teknis diseminasi konten digital multimedia pada media terpilih (meliputi: penyesuaian spesifikasi format media sasaran, pengisian metadata/judul/deskripsi/tagar yang relevan, dan pengaturan visibilitas publikasi) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Murid melakukan simulasi interaktif cepat 'Pilah Saluran Tepat': murid menjodohkan secara tepat 3 jenis sajian konten multimedia ke 3 media diseminasi yang paling optimal (Kuis Cepat: (a) Infografis poster -> Media feed gambar/LMS; (b) Video panduan 10 menit -> Portal video YouTube/Google Drive; (c) Cuplikan vertikal 30 detik -> Media video pendek Reels/TikTok) (10 menit).
- Murid secara mandiri menerapkan diseminasi berkas konten multimedia yang telah dipersiapkan ke media simulasi terpilih (portal pembelajaran sekolah/drive bersama/media simulasi kelas) dengan melengkapi teks pengantar/caption, 3 tagar tematik relevan, dan menetapkan tautan akses keterbacaan sesuai prosedur diseminasi (35 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid melakukan verifikasi mandiri (self-check) pada hasil diseminasi konten multimedia menggunakan lembar kendali mutu diseminasi (memeriksa keterbukaan tautan, kejelasan teks deskripsi multimedia, dan kesesuaian format pada media tujuan) (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan tahapan kunci dalam diseminasi konten digital multimedia yang tertib, efektif, dan sesuai prosedur teknis media terpilih (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik pelaksanaan diseminasi dan mengingatkan persiapan untuk asesmen unjuk kerja sumatif pada pertemuan berikutnya, lalu menutup sesi dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan langkah demi langkah (checklist) pengunggahan dan pengaturan metadata, sedangkan murid yang lebih mahir mengeksplorasi penyesuaian deskripsi multimedia untuk dua saluran media yang berbeda.
- Proses: Guru memberikan asistensi langsung bagi murid yang mengalami kendala teknis penautan/pengunggahan berkas media, sementara murid yang sudah mandiri langsung menyelesaikan verifikasi tautan diseminasi secara independen.
- Produk: Tautan diseminasi dan pengisian teks penyerta multimedia dievaluasi sesuai tingkat kelengkapan elemen diseminasi yang diterapkan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes diagnostik singkat 2 butir soal: (1) Sebutkan 2 saluran/media digital yang dapat digunakan untuk menyebarkan konten video pendek sekolah! (acuan jawaban: YouTube Shorts, Instagram Reels, TikTok, portal LMS, atau Google Drive sekolah); (2) Apa fungsi teks penyerta/caption serta penandaan kategori saat membagikan konten? (acuan jawaban: memberikan konteks informasi sajian multimedia dan mempermudah keterjangkauan/pencarian konten oleh audiens sasaran).
Proses:- Observasi unjuk kerja saat murid menerapkan proses diseminasi pada media terpilih (pemeriksaan kelengkapan judul, deskripsi konten, ketepatan penautan berkas multimedia, dan pengaturan visibilitas publikasi).
Akhir Pertemuan:- Pengecekan hasil akhir log diseminasi konten digital: verifikasi bahwa tautan konten multimedia dapat diakses tanpa galat, format sajian sesuai media sasaran, dan teks penyerta memuat informasi ringkas serta minimal 2 tagar relevan (kriteria penerimaan: tautan aktif, metadata terisi lengkap, berkas multimedia dapat diputar/dilihat utuh).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja penerapan diseminasi konten digital multimedia pada lembar kerja/log diseminasi media terpilih
- Kuis cepat penjodohan saluran diseminasi pada tahap Mengaplikasi
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan Diseminasi Konten Digital Multimedia | Belum mampu menerapkan diseminasi konten multimedia ke media sasaran; tautan tidak dapat diakses dan teks penyerta konten tidak terisi. | Menerapkan diseminasi konten multimedia pada media terpilih dengan bantuan teknis guru; konten terunggah tetapi teks penyerta atau pengaturan visibilitas media belum lengkap. | Menerapkan diseminasi konten multimedia secara mandiri pada media terpilih dengan tautan aktif yang dapat diakses, format multimedia tepat, serta dilengkapi teks penyerta dan tagar relevan. | Menerapkan diseminasi konten multimedia secara mandiri dan sangat terstruktur pada media terpilih dengan tautan bebas galat, penyesuaian format yang optimal, metadata/teks deskripsi yang komprehensif, serta verifikasi akses audiens yang tepat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat melakukan langkah-langkah diseminasi konten digital multimedia ke media yang ditentukan dengan lancar?
- Bagian mana dari konfigurasi diseminasi (pengunggahan, teks penyerta, atau verifikasi tautan) yang paling banyak memerlukan pendampingan guru?
Murid:- Apakah konten multimedia yang saya sebarkan sudah dapat dibuka dan ditonton/dilihat secara optimal oleh orang lain?
- Langkah apa yang menurut saya paling krusial agar konten digital yang didiseminasikan dapat ditemukan dan dipahami dengan baik oleh target audiens?
Pertemuan 6 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 10.5.1 Menerapkan produksi konten digital dalam bentuk sajian multimedia
- TP 10.5.2 Menerapkan diseminasi konten digital dalam bentuk sajian multimedia
Pendahuluan:- Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, doa bersama, dan mengecek kesiapan perangkat komputer di laboratorium (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab, tata tertib pengerjaan mandiri, serta alur asesmen unjuk kerja terpadu produksi multimedia dan penyusunan portofolio diseminasi (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid mencermati lembar petunjuk tugas unjuk kerja produksi dan portofolio diseminasi, mencakup kriteria keterpaduan minimal dua unsur media (teks dan grafis/gambar), keselarasan pesan ajakan etika digital, kepatuhan hak cipta (pencantuman atribusi/watermark nama diri), serta bukti tangkapan layar pengaturan privasi diseminasi (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid melaksanakan tugas unjuk kerja terpadu produksi multimedia secara individual di laboratorium komputer: membuat konten digital grafis-teks bertema etika digital yang memadukan minimal teks dan grafis asli/berlisensi Creative Commons, menyisipkan watermark identitas karya, lalu mengekspor berkas digital (50 menit).
- Murid menyusun dan melengkapi lembar portofolio diseminasi digital: memilih kanal media sekolah/folder berbagi aman, mengatur batasan privasi (visibilitas tautan terbatas/izin akses), mengambil tangkapan layar bukti konfigurasi privasi, dan mencatatkan langkah mitigasi keamanan data pribadi pada lembar portofolio (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali kelengkapan fail konten multimedia dan lembar portofolio diseminasi menggunakan daftar cek mandiri (memastikan keterpaduan 2 elemen, lisensi/watermark, tangkapan layar privasi, dan tautan kanal aman), kemudian mengunggah seluruh artefak ke peladen tugas yang ditentukan (5 menit).
Penutup:- Guru mengumpulkan seluruh hasil artefak digital dan lembar portofolio dari semua murid secara serentak (3 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas integritas kerja mandiri murid selama asesmen, merangkum pencapaian pembelajaran Bab 5 tentang produksi dan diseminasi multimedia yang bertanggung jawab, serta menutup pertemuan dengan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi akses: penyediaan lembar instruksi dalam format cetak dan digital teks terbaca jelas untuk mendukung murid dengan hambatan visual tanpa mengubah bobot kompetensi.
- Proses: Akomodasi pengerjaan: murid dengan keterbatasan fisik diperkenankan menggunakan alat bantu aksesibilitas komputer (seperti shortcut keyboard khusus) selama mengerjakan tugas mandiri secara individual.
- Produk: Format berkas akhir konten multimedia dapat berupa format gambar statis (PNG/JPG) atau animasi singkat (GIF/MP4) selama memadukan minimal 2 unsur media (teks dan grafis).
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- penilaian unjuk kerja terpadu produksi dan portofolio diseminasi konten multimedia: berkas sajian konten digital multimedia (memadukan minimal teks dan grafis/audio-visual) beserta lembar portofolio bukti rencana dan pelaksanaan diseminasi aman pada platform media yang ditentukan
- unjuk kerja produksi multimedia serentak: berkas produk konten digital multimedia hasil kreasi murid yang memadukan minimal dua unsur media (teks dan grafis/gambar) sesuai prinsip etika konten dan kaidah tata letak yang dikerjakan bersamaan di laboratorium komputer (50 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja produksi konten multimedia (memuat kriteria keterpaduan minimal dua unsur media, keselarasan pesan, dan kepatuhan etika hak cipta))
- penilaian portofolio diseminasi digital serentak: lembar rencana dan dokumentasi bukti pelaksanaan diseminasi/publikasi konten digital ke media yang dipilih (tangkapan layar pengaturan privasi, tautan/kanal publikasi, dan catatan prosedur pembagian informasi yang aman dari penyalahgunaan data pribadi) yang diserahkan secara serentak (40 menit; individual; instrumen: rubrik portofolio diseminasi konten (memuat kriteria ketepatan sasaran media, penerapan pengaturan keamanan/privasi diseminasi, dan kelengkapan bukti publikasi))
Sumatif:- penilaian unjuk kerja terpadu produksi dan portofolio diseminasi konten multimedia: berkas sajian konten digital multimedia (memadukan minimal teks dan grafis/audio-visual) beserta lembar portofolio bukti rencana dan pelaksanaan diseminasi aman pada platform media yang ditentukan
- unjuk kerja produksi multimedia serentak: berkas produk konten digital multimedia hasil kreasi murid yang memadukan minimal dua unsur media (teks dan grafis/gambar) sesuai prinsip etika konten dan kaidah tata letak yang dikerjakan bersamaan di laboratorium komputer (50 menit; individual; instrumen: rubrik unjuk kerja produksi konten multimedia (memuat kriteria keterpaduan minimal dua unsur media, keselarasan pesan, dan kepatuhan etika hak cipta))
- penilaian portofolio diseminasi digital serentak: lembar rencana dan dokumentasi bukti pelaksanaan diseminasi/publikasi konten digital ke media yang dipilih (tangkapan layar pengaturan privasi, tautan/kanal publikasi, dan catatan prosedur pembagian informasi yang aman dari penyalahgunaan data pribadi) yang diserahkan secara serentak (40 menit; individual; instrumen: rubrik portofolio diseminasi konten (memuat kriteria ketepatan sasaran media, penerapan pengaturan keamanan/privasi diseminasi, dan kelengkapan bukti publikasi))
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Keterpaduan Elemen Multimedia (TP 10.5.1) | Produk hanya memuat 1 elemen (hanya teks saja atau hanya gambar saja) tanpa perpaduan yang terbaca. | Produk memadukan 2 elemen media (teks dan grafis) namun penempatan tata letak saling menumpuk sehingga pesan tidak terbaca. | Produk memadukan minimal 2 elemen media (teks dan grafis/gambar) secara terpadu, proporsional, dan pesan ajakan etika digital terbaca jelas. | Produk memadukan lebih dari 2 elemen media (teks, grafis/gambar, dan elemen visual/animasi tambahan) secara harmonis, sangat rapi, dan pesan ajakan etika digital tersampaikan sangat kuat. | | Penerapan Etika Hak Cipta pada Produksi Konten (TP 10.5.1) | Tidak mencantumkan identitas/watermark kepemilikan dan menggunakan materi visual milik pihak lain tanpa atribusi. | Mencantumkan watermark nama diri tetapi masih menggunakan aset grafis berhak cipta tanpa mencantumkan sumber/lisensi. | Mencantumkan watermark nama diri sebagai tanda kepemilikan karya dan seluruh elemen grafis yang dipakai berstatus ciptaan mandiri atau berlisensi bebas (Creative Commons/domain publik) dengan atribusi tepat. | Mencantumkan watermark nama diri secara estetik, seluruh elemen grafis orisinal/berlisensi terbuka, serta menyertakan pernyataan lisensi konten mandiri secara rinci. | | Pengaturan Privasi dan Keamanan Diseminasi (TP 10.5.2) | Lembar portofolio tidak memuat tangkapan layar pengaturan privasi dan menyebarkan konten pada tautan publik tanpa proteksi data diri. | Menyertakan tangkapan layar pengaturan diseminasi tetapi proteksi privasi masih terbuka bebas untuk umum tanpa kontrol akses. | Menyertakan tangkapan layar bukti konfigurasi privasi yang tepat (misal: visibilitas terbatas/akses hanya melalui tautan atau izin tertentu) sehingga data pribadi terlindungi. | Menyertakan tangkapan layar bukti konfigurasi privasi multi-lapis (pembatasan audiens, penonaktifan unduh/penyalahgunaan data, dan izin akses terkelola) secara lengkap dan tepat pada kanal diseminasi. | | Kelengkapan Portofolio Bukti Diseminasi (TP 10.5.2) | Hanya mengumpulkan berkas konten tanpa lembar rencana kanal dan tanpa bukti pelaksanaan publikasi. | Lembar portofolio hanya memuat tautan kanal tanpa disertai catatan rencana sasaran audiens atau bukti publikasi aman. | Lembar portofolio memuat identifikasi target sasaran media, tautan kanal penyimpanan/publikasi resmi sekolah, dan dokumentasi prosedur pembagian yang aman secara lengkap. | Lembar portofolio tersusun sangat sistematis, memuat identifikasi sasaran media, tautan aktif kanal terverifikasi, catatan prosedur keamanan terperinci, serta dokumentasi tangkapan layar yang jelas dan runtut. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 50 menit unjuk kerja produksi dan 20 menit portofolio diseminasi cukup bagi seluruh murid menyelesaikan tugas secara mandiri?
- Bagaimana tingkat pemahaman murid terkait penerapan etika hak cipta dan pengaturan privasi digital berdasarkan artefak yang dikumpulkan?
Murid:- Bagian mana dari pembuatan konten multimedia dan pengaturan privasi diseminasi ini yang berhasil saya kerjakan secara mandiri?
- Langkah proteksi privasi apa yang paling penting untuk selalu saya terapkan ketika menyebarkan konten di media sosial sehari-hari?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMA/MA Kelas X, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, 2025, Bab 5.
- Buku Panduan Guru Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMA/MA Kelas X, Bab 5 (Aktivitas MM-K10-01 dan MM-K10-02).
- Perangkat komputer/laptop atau kertas gambar wireframe/storyboard.
- Contoh poster dan media visual perbandingan perencanaan multimedia.
- Buku Panduan Guru Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMA/MA Kelas X (Kemendikbudristek 2025)
- Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMA/MA Kelas X Bab 5
- Komputer/Laptop/Gawai dengan peramban untuk mengakses aplikasi Canva atau editor desain sejenis
- LCD Proyektor dan Lembar Kerja Panduan Desain Terbimbing
- Buku Panduan Guru Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMA/MA Kelas X, Bab 5 (Aktivitas MM-K10-05)
- Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMA/MA Kelas X, Bab 5
- Komputer/Laptop laboratorium dengan aplikasi desain/video (Canva/CapCut/perangkat lunak sejenis)
- Jaringan internet untuk pengunduhan aset visual berlisensi bebas
- Buku Panduan Guru Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMA/MA Kelas X (Kemendikbudristek, 2025)
- Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMA/MA Kelas X (Kemendikbudristek, 2025, Bab 5 Subbab E: Teknik Keamanan Digital dalam Berbagi Konten)
- Perangkat komputer/laptop/gawai yang terhubung internet
- Platform penyimpanan cloud/video (Google Drive / YouTube Studio unlisted mode)
- Lembar Kerja Aktivitas MM-K10-06 & MM-K10-07 (Ceklis Privasi dan Analisis Keamanan Diseminasi)
- Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMA/MA Kelas X (Kemendikbudristek 2025)
- Komputer/gawai dengan koneksi internet
- Platform media diseminasi (LMS sekolah, Google Drive bersama, atau akun simulasi publikasi digital)
- Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMA/MA Kelas X, Kemendikbudristek 2025, Bab 5
- Buku Panduan Guru Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMA/MA Kelas X, Kemendikbudristek 2025, Bab 5
- Komputer laboratorium sekolah dengan perangkat lunak pengolah grafis/multimedia digital
- Lembar petunjuk unjuk kerja dan lembar portofolio diseminasi digital
|