Modul AjarPertemuan 5Bab 4Fase ESemester 2

Modul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 10: Perancangan Sistem Chatbot Sederhana dengan Tahapan Design Thinking

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas 10 dengan topik "Perancangan Sistem Chatbot Sederhana dengan Tahapan Design Thinking". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 10: Perancangan Sistem Chatbot Sederhana dengan Tahapan Design Thinking

Koding dan Kecerdasan Artifisial - Kelas 10

Bab 4 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Koding dan Kecerdasan Artifisial — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Perancangan Sistem Chatbot Sederhana dengan Tahapan Design Thinking

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranKoding dan Kecerdasan Artifisial
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikPerancangan Sistem Chatbot Sederhana dengan Tahapan Design Thinking
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat merancang sistem chatbot sederhana berbasis KA (menggunakan model seperti Gemini) dengan menerapkan seluruh tahapan design thinking secara berurutan.
  2. Murid dapat memproduksi konten digital hasil integrasi prompt engineering dan design thinking dalam bentuk sajian multimedia yang dapat didiseminasikan.
  3. Murid dapat menguji hasil rancangan chatbot dan melakukan revisi berdasarkan umpan balik untuk meningkatkan kualitas output sistem KA.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian menggunakan chatbot seperti ChatGPT atau Gemini? Menurut kalian, bagaimana cara mereka bisa menjawab pertanyaan kita dengan tepat?
  2. Jika kalian bisa membuat chatbot sendiri untuk membantu memecahkan masalah teman-teman di sekolah, chatbot seperti apa yang akan kalian buat?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, doa, dan mengecek kehadiran murid.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai pada pertemuan ini (merancang chatbot dengan design thinking).
  • Guru memberikan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu murid.
  • Guru melakukan asesmen awal secara lisan untuk memetakan pemahaman awal murid tentang chatbot dan tahapan design thinking.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan konsep dasar chatbot dan memberikan beberapa contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.
  • Guru memaparkan 5 tahapan design thinking (Empathize, Define, Ideate, Prototype, Test) dalam konteks perancangan sistem Kecerdasan Artifisial.
  • Murid mengamati demonstrasi singkat guru tentang cara kerja model KA (seperti Gemini) dan bagaimana prompt engineering memengaruhi output.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi ke dalam kelompok (Aktivitas PR-K10-05) dan dipastikan memiliki akses ke akun Gmail/platform KA.
  • Kelompok melakukan tahap Empathize dan Define: menentukan target pengguna dan masalah yang akan diselesaikan oleh chatbot mereka.
  • Kelompok melakukan tahap Ideate: merancang ide desain prompt yang spesifik dan terstruktur untuk chatbot.
  • Kelompok melakukan tahap Prototype: membangun sistem chatbot sederhana (menggunakan Python dan Library Gemini atau platform visual) dan menyusunnya dalam bentuk sajian multimedia (poster/slide presentasi).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Kelompok melakukan tahap Test: menguji coba chatbot mereka kepada kelompok lain untuk mendapatkan umpan balik.
  • Murid menganalisis hasil keluaran chatbot, mengidentifikasi kekurangan atau bias, dan merevisi prompt berdasarkan umpan balik (iterasi).
  • Setiap kelompok mempresentasikan sajian multimedia hasil rancangan chatbot mereka dan merefleksikan proses belajar yang telah dilalui.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan materi tentang integrasi prompt engineering dan design thinking dalam pembuatan chatbot.
  • Murid mengisi lembar refleksi individu mengenai pengalaman belajar hari ini.
  • Guru memberikan apresiasi atas karya chatbot yang telah dibuat oleh setiap kelompok.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid dibebaskan memilih tema atau masalah spesifik yang ingin diselesaikan oleh chatbot mereka (misal: chatbot pendidikan, kesehatan mental ringan, atau hiburan).
  • Proses: Guru memberikan pendampingan lebih intensif (scaffolding) berupa template prompt dan panduan kode Python dasar bagi kelompok yang belum mahir, sementara kelompok yang sudah mahir didorong untuk mengeksplorasi parameter lanjutan pada model Gemini.
  • Produk: Murid dapat menyajikan hasil rancangan (sajian multimedia) dalam berbagai format sesuai minat, seperti infografis, video demonstrasi singkat, atau slide presentasi interaktif.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab singkat di awal kelas: 'Siapa yang bisa menyebutkan 5 tahapan design thinking?' dan 'Apa perbedaan antara mencari di Google dengan bertanya pada Chatbot?'

Proses:

  • Guru berkeliling memantau aktivitas PR-K10-05, menggunakan rubrik observasi untuk menilai kolaborasi kelompok dan ketepatan penerapan tahap Empathize, Define, dan Ideate.

Akhir:

  • Penilaian terhadap kualitas prompt engineering pada prototype chatbot, kemampuan chatbot menjawab sesuai persona yang dirancang, dan kejelasan sajian multimedia saat diseminasi.

Formatif:

  • Observasi keterlibatan murid selama diskusi kelompok.
  • Penilaian sejawat (peer assessment) saat tahap pengujian (Test) chatbot antar kelompok.

Sumatif:

  • Penilaian produk akhir berupa rancangan chatbot dan sajian multimedia.
  • Penilaian presentasi hasil karya kelompok.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Tahapan Design ThinkingBelum mampu menerapkan tahapan design thinking secara berurutan dalam merancang chatbot.Mampu menerapkan sebagian tahapan design thinking, namun urutan atau pemahaman pada beberapa tahap (seperti Empathize/Define) masih kurang tepat.Mampu menerapkan kelima tahapan design thinking secara berurutan dengan baik untuk merancang chatbot sederhana.Mampu menerapkan kelima tahapan design thinking secara sistematis, mendalam, dan mampu menjelaskan alasan logis di setiap tahapannya.
Kualitas Prompt Engineering & Output ChatbotPrompt yang dibuat sangat singkat, tidak jelas, sehingga output chatbot tidak relevan dengan tujuan.Prompt sudah memuat instruksi dasar, namun output chatbot masih sering melenceng atau kurang spesifik.Prompt dirancang dengan baik (memiliki konteks dan instruksi jelas), menghasilkan output chatbot yang relevan dan sesuai tujuan.Prompt sangat terstruktur dan detail, menghasilkan output chatbot yang sangat akurat, minim bias, dan kelompok mampu merevisi prompt secara efektif berdasarkan umpan balik.
Produksi Sajian MultimediaBelum mampu memproduksi sajian multimedia untuk mendiseminasikan hasil rancangan.Sajian multimedia dibuat namun kurang informatif atau desainnya menyulitkan audiens untuk memahami cara kerja chatbot.Mampu memproduksi sajian multimedia yang informatif, menarik, dan menjelaskan hasil integrasi prompt engineering dengan baik.Mampu memproduksi sajian multimedia yang sangat kreatif, interaktif, komunikatif, dan siap didiseminasikan ke audiens yang lebih luas.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah alokasi waktu cukup untuk murid menyelesaikan aktivitas PR-K10-05 hingga tahap pengujian (Test)?
  • Bagaimana efektivitas strategi diferensiasi proses yang saya terapkan bagi kelompok yang kesulitan dengan teknis (Python/Gemini)?
  • Apakah murid terlihat antusias dan menggembirakan saat merancang chatbot mereka sendiri?

Refleksi Murid:

  • Apa hal baru/koneksi yang saya temukan dalam kehidupan sehari-hari setelah merancang chatbot ini?
  • Strategi belajar apa yang saya gunakan hari ini dan apakah itu efektif?
  • Kesalahan atau miskonsepsi apa yang saya rasakan sebelumnya mengenai AI, dan bagaimana perbaikannya hari ini?
  • Bagaimana umpan balik dari teman/guru membantu saya memperbaiki kualitas chatbot yang saya buat?
  • Emosi atau energi apa yang saya rasakan saat belajar hari ini dan apa penyebabnya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas X (Kemdikbudristek 2025)
  2. Buku Panduan Guru Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas X (Kemdikbudristek 2025)
  3. Laptop/Komputer dengan koneksi internet
  4. Akun Gmail untuk akses Google Gemini / Google AI Studio
  5. Lingkungan pemrograman Python (IDLE, Google Colab, atau sejenisnya)
  6. Layar LCD Proyektor dan Papan Tulis

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.