Modul AjarPertemuan 4Bab 4Fase ESemester 2

Modul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 10: Konsep Design Thinking dan Penerapannya pada Solusi Berbasis KA

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas 10 dengan topik "Konsep Design Thinking dan Penerapannya pada Solusi Berbasis KA". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 10: Konsep Design Thinking dan Penerapannya pada Solusi Berbasis KA

Koding dan Kecerdasan Artifisial - Kelas 10

Bab 4 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Koding dan Kecerdasan Artifisial — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Konsep Design Thinking dan Penerapannya pada Solusi Berbasis KA

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranKoding dan Kecerdasan Artifisial
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikKonsep Design Thinking dan Penerapannya pada Solusi Berbasis KA
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan lima tahap design thinking (empathize–define–ideate–prototype–test) dan mengaitkan setiap tahap dengan perancangan solusi digital berbasis KA
  2. Murid dapat menerapkan berpikir komputasional untuk mengidentifikasi masalah nyata dan merumuskan solusi berbasis KA menggunakan pendekatan design thinking

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian menemukan aplikasi atau layanan digital yang tidak sesuai dengan kebutuhan pengguna? Mengapa hal itu bisa terjadi?
  2. Bagaimana cara merancang solusi berbasis KA yang benar-benar membantu menyelesaikan masalah nyata pengguna?
  3. Apa saja tahapan yang perlu dilalui agar solusi KA yang dibuat tepat sasaran dan efektif?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengecek kehadiran murid
  • Guru menayangkan contoh aplikasi KA yang sukses (misal: chatbot layanan pelanggan, asisten virtual) dan yang kurang berhasil, lalu meminta murid mengamati perbedaannya
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran: memahami dan menerapkan design thinking dalam perancangan solusi berbasis KA
  • Guru melakukan asesmen diagnostik dengan menanyakan: 'Apa yang kalian ketahui tentang proses merancang produk digital? Langkah apa saja yang biasanya dilakukan?'

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Guru menjelaskan konsep design thinking sebagai pendekatan sistematis untuk memecahkan masalah dengan berfokus pada pengguna
  • Guru mempresentasikan lima tahap design thinking: Empathize (berempati dengan pengguna), Define (merumuskan masalah), Ideate (mengembangkan ide solusi), Prototype (membuat prototipe), dan Test (menguji dan revisi)
  • Guru menghubungkan setiap tahap dengan pengalaman sehari-hari murid, misalnya ketika memilih warna pakaian atau menata ruangan
  • Guru menayangkan video atau studi kasus singkat tentang penerapan design thinking dalam pembuatan chatbot atau sistem KA lainnya
  • Murid mencatat poin penting dari setiap tahap dan mendiskusikan bagaimana KA dapat diintegrasikan di setiap tahap

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil (4-5 orang)
  • Setiap kelompok diberikan skenario masalah nyata, misalnya: 'Pengelompokan warna dalam kehidupan sehari-hari untuk membantu pengguna memilih kombinasi warna yang harmonis'
  • Kelompok menerapkan tahap Empathize: mengidentifikasi siapa pengguna, melakukan mini survei atau wawancara singkat ke teman sekelas tentang kesulitan mencocokkan warna
  • Kelompok menerapkan tahap Define: merumuskan masalah berdasarkan hasil empati, misalnya 'Pengguna kesulitan mengelompokkan warna yang serasi untuk outfit atau dekorasi ruangan'
  • Kelompok menerapkan tahap Ideate: brainstorming ide solusi berbasis KA, seperti sistem clustering warna menggunakan prompt engineering atau algoritma pengelompokan
  • Kelompok menerapkan tahap Prototype: menyusun prompt sederhana untuk KA generatif atau membuat flowchart alur sistem KA yang akan mengelompokkan warna
  • Kelompok menerapkan tahap Test: menguji prompt atau prototipe mereka dengan memberikan input warna, menganalisis output, dan mencatat perbaikan yang diperlukan
  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil kerja mereka, menjelaskan bagaimana mereka menerapkan berpikir komputasional dalam setiap tahap design thinking

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memfasilitasi diskusi kelas: kelompok lain memberikan umpan balik konstruktif terhadap presentasi setiap kelompok
  • Murid merefleksikan proses yang telah dilalui: tahap mana yang paling menantang? Apa yang mereka pelajari tentang pentingnya empati dalam merancang solusi KA?
  • Guru mengajak murid mengevaluasi kualitas output KA yang mereka hasilkan: apakah relevan, akurat, dan sesuai kebutuhan pengguna?
  • Murid menuliskan refleksi pribadi tentang bagaimana design thinking dapat membantu mereka merancang solusi digital yang lebih efektif di masa depan
  • Guru menegaskan kembali bahwa design thinking adalah proses iteratif yang terus disempurnakan berdasarkan umpan balik pengguna

Penutup:

  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta murid mengerjakan kuis singkat atau lembar kerja tentang lima tahap design thinking dan penerapannya pada KA
  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: design thinking membantu merancang solusi KA yang berpusat pada pengguna dan dapat disesuaikan melalui iterasi
  • Guru memberikan penguatan positif atas partisipasi aktif murid dalam diskusi dan praktik kelompok
  • Guru menyampaikan tugas mandiri: murid mencari contoh produk KA lain dan menganalisis tahap design thinking apa yang mungkin digunakan dalam pengembangannya
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang sudah paham dapat langsung mengerjakan proyek dengan skenario yang lebih kompleks (misalnya sistem rekomendasi produk), sedangkan yang membutuhkan penguatan dapat menggunakan template tahapan design thinking yang lebih terstruktur
  • Proses: Guru memberikan scaffolding tambahan kepada kelompok yang kesulitan dengan panduan pertanyaan pemandu di setiap tahap. Kelompok yang lebih cepat dapat mengeksplorasi tools KA generatif secara langsung untuk membuat prototipe yang lebih interaktif
  • Produk: Kelompok dapat memilih format presentasi yang sesuai kemampuan: bagan alur sederhana, slide presentasi, atau demonstrasi langsung menggunakan prompt KA. Penilaian disesuaikan dengan kompleksitas produk yang dihasilkan

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan tentang pengetahuan awal murid mengenai proses perancangan produk digital
  • Mengamati respons murid terhadap contoh aplikasi KA yang ditayangkan

Proses:

  • Observasi kerja kelompok menggunakan checklist: keterlibatan anggota, pemahaman tahap design thinking, kreativitas solusi
  • Memberikan umpan balik langsung saat kelompok mempresentasikan hasil tahap Prototype dan Test
  • Memantau diskusi kelompok dan memberikan pertanyaan pemandu jika kelompok mengalami kesulitan

Akhir:

  • Kuis tertulis atau digital tentang lima tahap design thinking dan contoh penerapannya pada solusi KA
  • Penilaian produk: prototipe prompt atau flowchart sistem KA yang dibuat kelompok
  • Evaluasi lembar refleksi murid tentang proses pembelajaran dan penerapan design thinking

Formatif:

  • Observasi aktivitas kelompok saat menerapkan setiap tahap design thinking
  • Tanya jawab selama diskusi kelas untuk mengecek pemahaman konsep
  • Penilaian proses presentasi kelompok dan kualitas umpan balik yang diberikan

Sumatif:

  • Penilaian hasil kerja kelompok: prototipe solusi KA berdasarkan design thinking
  • Kuis individu tentang lima tahap design thinking dan penerapannya
  • Penilaian lembar refleksi murid

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman lima tahap design thinkingTidak dapat menjelaskan tahap design thinking atau menjelaskan kurang dari 3 tahap dengan tidak tepatDapat menjelaskan 3 tahap design thinking namun masih memerlukan bantuan dan penjelasan kurang detailDapat menjelaskan 4-5 tahap design thinking dengan cukup tepat namun belum mengaitkan dengan solusi KA secara mendalamDapat menjelaskan kelima tahap design thinking dengan tepat dan jelas mengaitkan setiap tahap dengan perancangan solusi berbasis KA
Penerapan berpikir komputasional dalam design thinkingTidak menunjukkan penerapan berpikir komputasional dalam mengidentifikasi masalah dan merumuskan solusiMenunjukkan penerapan berpikir komputasional pada 1-2 tahap namun belum sistematisMenerapkan berpikir komputasional dalam mengidentifikasi masalah dan merumuskan solusi namun belum optimal dalam tahap implementasiMenerapkan berpikir komputasional secara sistematis dalam semua tahap design thinking untuk mengidentifikasi masalah nyata dan merumuskan solusi KA yang tepat
Kualitas prototipe solusi KAPrototipe tidak lengkap, tidak sesuai dengan masalah yang dirumuskan, atau tidak menunjukkan penggunaan KAPrototipe sederhana, sesuai masalah namun kurang detail dalam penggunaan KA atau prompt engineeringPrototipe cukup lengkap, menunjukkan alur sistem KA atau prompt yang relevan namun belum diuji atau direvisiPrototipe lengkap, sistematis, menunjukkan prompt atau alur KA yang jelas, telah diuji dan direvisi berdasarkan umpan balik
Kolaborasi dan partisipasi dalam kelompokTidak berpartisipasi aktif dalam diskusi kelompok atau tidak berkontribusi pada hasil kerjaBerpartisipasi namun kontribusi terbatas atau pasif dalam diskusi kelompokBerpartisipasi aktif, berkontribusi pada beberapa tahap kerja kelompok, dan terlibat dalam diskusiBerpartisipasi sangat aktif, berkontribusi pada semua tahap kerja kelompok, memfasilitasi diskusi, dan membantu anggota lain

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah murid mampu memahami dan menerapkan kelima tahap design thinking dengan baik?
  • Strategi pembelajaran mana yang paling efektif dalam memfasilitasi pemahaman murid tentang integrasi design thinking dan KA?
  • Bagaimana saya dapat meningkatkan diferensiasi pembelajaran agar semua murid dapat mencapai tujuan pembelajaran?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap pembelajaran sudah sesuai dan efektif?

Refleksi Murid:

  • Tahap design thinking mana yang paling menantang bagi saya? Mengapa?
  • Apa yang saya pelajari tentang pentingnya empati dalam merancang solusi berbasis KA?
  • Bagaimana saya dapat menerapkan design thinking dalam proyek atau masalah lain di kehidupan sehari-hari?
  • Apa yang akan saya lakukan secara berbeda jika diberikan kesempatan untuk mengulang proyek ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial SMA/MA Kelas X
  2. Buku Guru Koding dan Kecerdasan Artifisial SMA/MA Kelas X
  3. Video tutorial tentang design thinking dari platform edukatif (YouTube, Coursera)
  4. Akses ke tools KA generatif seperti ChatGPT, Gemini, atau platform serupa
  5. Template worksheet tahapan design thinking
  6. Papan tulis/whiteboard digital untuk brainstorming kelompok
  7. Alat presentasi (proyektor/laptop)
  8. Contoh studi kasus produk digital berbasis KA

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.