Modul AjarPertemuan 2Bab 4Fase ESemester 2

Modul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 10: Teknik Dasar Menyusun Prompt yang Efektif pada KA Generatif

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas 10 dengan topik "Teknik Dasar Menyusun Prompt yang Efektif pada KA Generatif". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 10: Teknik Dasar Menyusun Prompt yang Efektif pada KA Generatif

Koding dan Kecerdasan Artifisial - Kelas 10

Bab 4 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Koding dan Kecerdasan Artifisial — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Teknik Dasar Menyusun Prompt yang Efektif pada KA Generatif

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranKoding dan Kecerdasan Artifisial
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikTeknik Dasar Menyusun Prompt yang Efektif pada KA Generatif
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menerapkan teknik dasar penyusunan prompt (zero-shot, one-shot, dan chain-of-thought) untuk menghasilkan output yang relevan dari sistem KA generatif.
  2. Murid dapat mengevaluasi kualitas output KA berdasarkan relevansi dan ketepatan informasi yang dihasilkan dari prompt yang disusun.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu bertanya sesuatu kepada KA generatif dan merasa jawabannya tidak sesuai harapan — apa yang kamu lakukan selanjutnya?
  2. Menurutmu, apa perbedaan antara pertanyaan 'Jelaskan lingkungan' dengan 'Jelaskan dampak perubahan iklim terhadap ketahanan pangan di Indonesia dalam 50 kata' — mana yang lebih baik dan mengapa?
  3. Jika KA adalah seorang asisten, bagaimana cara kamu memberi instruksi agar ia benar-benar memahami apa yang kamu butuhkan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, mengecek kehadiran, dan mengondisikan suasana belajar yang nyaman (2 menit).
  • Asesmen awal diagnostik: Guru menampilkan dua prompt di layar — Prompt A: 'Jelaskan tentang lingkungan.' dan Prompt B: 'Jelaskan cara perubahan iklim memengaruhi ketersediaan air bersih di kota besar, dalam 3 poin singkat.' — Murid diminta memilih secara lisan prompt mana yang menurutnya lebih baik beserta alasannya (3 menit).
  • Guru merangkum respons murid untuk memetakan pemahaman awal, lalu menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini secara ringkas (2 menit).
  • Guru melontarkan pertanyaan pemantik satu per satu dan memberi waktu murid berpikir sejenak sebelum merespons secara singkat (3 menit).
  • Guru menyampaikan gambaran alur kegiatan: eksplorasi konsep → praktik langsung → evaluasi dan refleksi (1 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menayangkan tiga contoh prompt nyata beserta output-nya dari KA generatif: satu contoh zero-shot (tanpa contoh), satu contoh one-shot (dengan satu contoh panduan), dan satu contoh chain-of-thought (dengan langkah berpikir bertahap). Murid mengamati dan mencatat perbedaan yang mereka lihat di buku catatan (5 menit).
  • Guru menjelaskan secara ringkas definisi dan karakteristik ketiga teknik prompt tersebut menggunakan slide visual yang memperlihatkan struktur prompt secara berdampingan. Murid boleh mengajukan pertanyaan klarifikasi (7 menit).
  • Murid secara berpasangan mendiskusikan: 'Teknik mana yang paling cocok digunakan untuk meminta KA menjelaskan konsep baru? Untuk meminta KA menulis puisi dengan gaya tertentu? Untuk meminta KA memecahkan masalah bertahap?' Setiap pasangan menuliskan jawaban singkat di kertas/sticky note (5 menit).
  • Perwakilan 2–3 pasangan mempresentasikan jawabannya; guru memberikan klarifikasi dan memperkuat pemahaman konsep yang tepat (3 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil (3–4 orang) dan membagikan Lembar Kerja Murid (LKPD) 'Prompt Challenge'. Setiap kelompok mendapat satu skenario kontekstual nyata (misalnya: merencanakan kegiatan sosial sekolah, menulis surat lamaran magang, atau menyusun jadwal belajar mandiri) (2 menit).
  • Setiap kelompok wajib menyusun tiga versi prompt untuk skenario mereka — satu dengan teknik zero-shot, satu dengan one-shot, dan satu dengan chain-of-thought — kemudian menguji ketiganya pada KA generatif yang tersedia (laptop/HP) dan mencatat output yang dihasilkan (15 menit).
  • Kelompok mengevaluasi ketiga output berdasarkan dua kriteria: (1) relevansi — apakah output menjawab kebutuhan skenario? dan (2) ketepatan informasi — apakah konten yang dihasilkan akurat dan tidak menyesatkan? Hasil evaluasi dicatat dalam tabel perbandingan di LKPD (8 menit).
  • Setiap kelompok memilih satu prompt terbaik dari ketiga versi, memperbaikinya berdasarkan hasil evaluasi, lalu menguji ulang prompt yang telah direvisi untuk melihat apakah output membaik (5 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setiap kelompok mempresentasikan secara singkat (2 menit per kelompok): prompt terbaik yang mereka susun, teknik yang digunakan, dan hasil evaluasi kualitas output. Kelompok lain memberikan tanggapan atau pertanyaan singkat (10 menit total).
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas: 'Apa yang membuat sebuah prompt menghasilkan output berkualitas? Apakah teknik chain-of-thought selalu lebih baik dari zero-shot?' — Murid diajak menarik kesimpulan bersama (5 menit).
  • Murid secara mandiri mengisi jurnal refleksi singkat di LKPD dengan menjawab: (1) Teknik prompt mana yang paling efektif untuk kebutuhanku dan mengapa? (2) Apa satu hal yang akan aku terapkan saat menggunakan KA generatif ke depannya? (3) Adakah miskonsepsi yang aku miliki sebelumnya yang kini sudah terluruskan? (5 menit).

Penutup:

  • Guru mengajak murid menyimpulkan poin utama pembelajaran: definisi dan perbedaan zero-shot, one-shot, chain-of-thought, serta kriteria evaluasi kualitas output KA (3 menit).
  • Asesmen akhir: Murid mengerjakan soal exit ticket secara mandiri — diberikan satu skenario baru, murid diminta menulis satu prompt dengan teknik yang paling sesuai dan menjelaskan alasan pemilihan teknik tersebut dalam 2–3 kalimat (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik umum terhadap hasil kerja kelompok yang telah dipresentasikan, menekankan poin-poin evaluasi kualitas output yang perlu diperhatikan (2 menit).
  • Guru menyampaikan keterkaitan materi hari ini dengan pertemuan berikutnya (peran design thinking dalam merancang sistem KA) agar murid memiliki gambaran utuh (1 menit).
  • Guru menutup kelas dengan apresiasi terhadap partisipasi murid dan salam penutup (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang belum familiar dengan KA generatif diberikan lembar panduan singkat berisi daftar istilah kunci (prompt, output, token, konteks) beserta contoh interaksi sederhana sebelum masuk ke tahap Mengaplikasi. Murid yang sudah berpengalaman dapat langsung mengeksplorasi teknik few-shot sebagai perluasan mandiri.
  • Proses: Kelompok yang membutuhkan dukungan lebih diberikan skenario yang lebih terstruktur dengan panduan langkah demi langkah di LKPD. Kelompok yang lebih cepat menyelesaikan tugas diminta menguji apakah prompt chain-of-thought mereka tetap efektif jika skenario diubah, sebagai tantangan tambahan.
  • Produk: Murid yang memiliki kemampuan lebih tinggi dapat menyajikan hasil evaluasi mereka dalam format tabel perbandingan yang lebih rinci atau mempresentasikan temuan mereka secara lisan dengan analisis mendalam. Murid yang memerlukan dukungan cukup menyerahkan tabel perbandingan tertulis dengan minimal tiga baris evaluasi terisi.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan dua prompt (sederhana vs. terstruktur) dan meminta murid memilih secara lisan prompt yang lebih baik beserta alasan singkat — untuk memetakan pemahaman awal tentang karakteristik prompt yang efektif sebelum masuk ke materi.
  • Guru mencatat respons murid (belum paham, cukup paham, atau sudah paham konsep kualitas prompt) sebagai dasar penyesuaian penjelasan pada tahap Memahami.

Proses:

  • Observasi diskusi berpasangan saat murid menganalisis kesesuaian teknik prompt untuk berbagai kebutuhan (tahap Memahami).
  • Pemantauan kerja kelompok saat menyusun, menguji, dan mengevaluasi tiga versi prompt di LKPD (tahap Mengaplikasi) — guru berkeliling, memberikan pertanyaan pancingan, dan mencatat perkembangan pemahaman tiap kelompok.
  • Pengamatan proses revisi prompt: apakah murid mampu mengidentifikasi kelemahan output dan memperbaiki prompt secara tepat.
  • Penilaian sejawat saat sesi presentasi kelompok menggunakan kriteria: relevansi prompt, kualitas output yang dihasilkan, dan kejelasan alasan evaluasi.

Akhir:

  • Exit ticket individual: murid mendapat satu skenario baru dan diminta (1) menulis satu prompt menggunakan teknik yang paling sesuai, dan (2) menjelaskan dalam 2–3 kalimat mengapa mereka memilih teknik tersebut. Dinilai menggunakan rubrik 4 level.
  • LKPD 'Prompt Challenge' dikumpulkan sebagai portofolio: mencakup tiga versi prompt, tabel evaluasi kualitas output (relevansi dan ketepatan), dan prompt revisi akhir beserta justifikasi perbaikan.

Formatif:

  • Observasi diskusi berpasangan pada tahap Memahami: guru mencatat pemahaman murid terhadap perbedaan ketiga teknik prompt.
  • Pengamatan proses kerja kelompok saat menyusun dan menguji prompt pada tahap Mengaplikasi: guru mencatat kemampuan murid menerapkan teknik yang tepat dan mengevaluasi output.
  • Penilaian tabel perbandingan output pada LKPD: kesesuaian analisis relevansi dan ketepatan informasi.
  • Penilaian sejawat (peer assessment) saat sesi presentasi: setiap kelompok memberikan penilaian singkat terhadap kelompok lain menggunakan lembar kriteria sederhana.

Sumatif:

  • Exit ticket: murid menulis satu prompt untuk skenario baru dengan teknik yang dipilih sendiri beserta justifikasi pemilihan teknik (dinilai menggunakan rubrik).
  • LKPD lengkap: mencakup tiga versi prompt, tabel evaluasi output, dan prompt revisi akhir beserta alasannya.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Teknik Prompt (zero-shot, one-shot, chain-of-thought)Murid tidak dapat membedakan atau menerapkan salah satu pun teknik prompt dengan benar; prompt yang disusun tidak mencerminkan karakteristik teknik yang dipilih.Murid dapat menerapkan satu teknik prompt dengan benar namun mengalami kebingungan dalam membedakan atau menerapkan teknik lainnya.Murid dapat menerapkan dua atau lebih teknik prompt dengan benar dan mampu menjelaskan perbedaannya, meskipun masih ada satu teknik yang kurang tepat strukturnya.Murid dapat menerapkan ketiga teknik prompt (zero-shot, one-shot, chain-of-thought) dengan benar, menyusun struktur prompt yang sesuai karakteristik masing-masing, dan dapat memilih teknik yang paling tepat untuk konteks yang berbeda.
Evaluasi Kualitas Output KA (relevansi dan ketepatan informasi)Murid tidak dapat mengidentifikasi apakah output KA relevan atau tidak terhadap skenario; evaluasi tidak berdasarkan kriteria yang jelas.Murid dapat menilai relevansi output secara umum (sesuai/tidak sesuai) namun belum mampu menganalisis ketepatan informasi atau memberikan alasan yang spesifik.Murid dapat mengevaluasi output berdasarkan relevansi dan ketepatan informasi dengan alasan yang cukup jelas, meskipun analisis belum mencakup semua aspek output secara menyeluruh.Murid dapat mengevaluasi output KA secara komprehensif berdasarkan relevansi dan ketepatan informasi, memberikan alasan yang spesifik dan berbasis bukti, serta mampu mengidentifikasi kelemahan output dan merevisi prompt untuk menghasilkan output yang lebih berkualitas.
Revisi dan Perbaikan PromptMurid tidak melakukan revisi prompt atau revisi yang dilakukan tidak menghasilkan perubahan kualitas output yang berarti.Murid melakukan revisi prompt dengan perubahan minor (misalnya hanya mengubah kata-kata) tanpa mempertimbangkan teknik atau struktur yang lebih tepat.Murid merevisi prompt dengan mempertimbangkan hasil evaluasi output dan menghasilkan versi prompt yang lebih baik, meskipun justifikasi revisi belum sepenuhnya sistematis.Murid merevisi prompt secara sistematis berdasarkan hasil evaluasi output, menjelaskan secara rinci perubahan apa yang dilakukan dan mengapa, serta menunjukkan peningkatan kualitas output yang signifikan setelah revisi.
Komunikasi dan Presentasi HasilMurid tidak dapat menyampaikan hasil kerja secara lisan maupun tulisan dengan cara yang dapat dipahami oleh orang lain.Murid dapat menyampaikan hasil kerja secara lisan atau tulisan namun penjelasan kurang runtut dan sulit dipahami tanpa pertanyaan klarifikasi.Murid menyampaikan hasil kerja dengan cukup jelas dan runtut, mencakup teknik yang digunakan dan hasil evaluasi, meskipun penjelasan belum didukung dengan contoh konkret.Murid menyampaikan hasil kerja secara runtut, jelas, dan didukung contoh konkret; mampu menjawab pertanyaan dari kelompok lain dengan penjelasan yang tepat dan logis.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid memahami perbedaan antara teknik zero-shot, one-shot, dan chain-of-thought setelah kegiatan hari ini? Mana yang paling banyak menimbulkan kebingungan?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Tahap mana yang perlu diperpanjang atau diperpendek pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah diferensiasi yang diterapkan sudah cukup mengakomodasi murid yang cepat maupun yang masih memerlukan dukungan lebih?
  • Seberapa efektif skenario kontekstual yang digunakan dalam LKPD untuk memotivasi murid? Perlu diganti atau dipertahankan?
  • Apa tindak lanjut yang perlu dilakukan untuk murid yang belum mencapai target pada exit ticket?

Refleksi Murid:

  • Teknik prompt mana (zero-shot, one-shot, atau chain-of-thought) yang paling mudah kamu pahami hari ini, dan mana yang masih membingungkan?
  • Saat kamu mengevaluasi output KA, apa yang membuatmu yakin bahwa sebuah output itu relevan dan akurat?
  • Adakah hal yang kamu anggap benar tentang cara berinteraksi dengan KA sebelum pembelajaran ini, ternyata kurang tepat? Apa yang berubah?
  • Bagaimana kamu akan menggunakan pemahaman tentang teknik prompt ini dalam kehidupan sehari-hari atau kegiatan belajarmu?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa: Dela Chaerani, Bambang Subeno, Budi Rahayu. Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMA/MA Kelas X. Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, 2025. ISBN: 978-634-00-2054-0.
  2. Buku Guru: Panduan Khusus Bab 4 — Integrasi Prompt Engineering dan Design Thinking pada Kecerdasan Artifisial.
  3. KA generatif berbasis teks yang dapat diakses melalui peramban (misalnya ChatGPT, Gemini, atau platform KA lain yang tersedia dan diizinkan sekolah).
  4. Laptop atau smartphone dengan koneksi internet untuk setiap kelompok (minimal 1 perangkat per kelompok).
  5. LKPD 'Prompt Challenge' yang disiapkan guru: berisi skenario kontekstual, tabel perbandingan teknik prompt, kolom evaluasi output, dan jurnal refleksi.
  6. Slide presentasi guru: menampilkan contoh tiga teknik prompt beserta output berdampingan.
  7. Sticky note atau kertas HVS untuk pencatatan diskusi berpasangan.
  8. Proyektor/layar untuk menampilkan contoh interaksi dengan KA generatif secara langsung.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.