MODUL AJAR Koding dan Kecerdasan Artifisial — Kelas 10 (Fase E) Topik: Bab 4 — Integrasi Prompt Engineering dan Desain Thinking pada Kecerdasan Artifisial INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Koding dan Kecerdasan Artifisial |
|---|
| Fase / Kelas | Fase E / Kelas 10 |
|---|
| Topik | Bab 4 — Integrasi Prompt Engineering dan Desain Thinking pada Kecerdasan Artifisial |
|---|
| Alokasi Waktu | 12 JP (12 x 45 menit = 540 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 6 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 10.4.1 Menerapkan prompt engineering pada KA generatif untuk menghasilkan teks dan visual yang relevan
- TP 10.4.2 Mengevaluasi konten berbasis KA untuk mengidentifikasi potensi bias dan ketepatan informasi
- TP 10.4.3 Menjelaskan konsep AI system design melalui proses design thinking pada tahap empathize, define, dan ideate
- TP 10.4.4 Menguraikan alur AI system design melalui proses design thinking pada tahap prototype dan test
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Mengapa kecerdasan artifisial generatif terkadang memberikan jawaban yang meleset atau gambar yang tidak sesuai dengan yang kita bayangkan?
- Bagaimana cara menyusun instruksi (prompt) yang jelas, spesifik, dan terarah agar KA generatif mampu menghasilkan teks dan visual yang tepat sasaran?
- Apakah jawaban atau teks yang dihasilkan oleh kecerdasan artifisial selalu benar, adil, dan objektif?
- Mengapa sebuah sistem KA dapat memberikan keluaran yang memihak kelompok tertentu atau memuat fakta yang salah (halusinasi)?
- Mengapa dalam merancang sistem kecerdasan artifisial kita harus memahami masalah pengguna terlebih dahulu sebelum langsung membuat teknologinya?
- Bagaimana tahapan berempati (empathize), merumuskan masalah (define), dan menghasilkan ide (ideate) dapat membantu kita merancang solusi sistem KA yang tepat sasaran?
- Setelah mendapatkan ide solusi pada tahap Ideate, bagaimana cara kita mengubah ide tersebut menjadi bentuk konkret berupa purwarupa (prototype) sistem KA?
- Komponen apa saja yang wajib dirancang dalam alur purwarupa sistem kecerdasan artifisial agar instruksi sistem dapat dipahami oleh mesin dan berinteraksi secara tepat dengan pengguna?
- Bagaimana kita mengetahui bahwa purwarupa (prototype) sistem KA yang kita rancang benar-benar bekerja sesuai kebutuhan pengguna?
- Mengapa tahap pengujian (test) dan umpan balik menjadi penentu keberhasilan alur desain sistem kecerdasan artifisial?
- Bagaimana kualitas prompt yang terstruktur dapat menentukan ketepatan dan relevansi luaran teks serta visual dari KA generatif?
- Mengapa kita perlu memeriksa potensi bias data dan memvalidasi kebenaran fakta pada konten yang dihasilkan KA sebelum memanfaatkannya?
- Bagaimana integrasi tahapan design thinking (empathize, define, ideate, prototype, dan test) memandu perancangan sistem berbasis KA yang berpusat pada kebutuhan pengguna?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menerapkan Prompt Engineering pada KA Generatif untuk Menghasilkan Teks dan Visual — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 10.4.1 Menerapkan prompt engineering pada KA generatif untuk menghasilkan teks dan visual yang relevan
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran mengenai penerapan prompt engineering pada KA generatif untuk menghasilkan teks dan visual yang relevan (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik awal dengan memberikan 2 soal pilihan ganda di papan tulis/layar: (1) 'Prompt dalam interaksi KA adalah: a. Program perusak, b. Instruksi/kalimat pemandu KA menghasilkan output, c. Pesan galat sistem (kunci: b)' dan (2) 'Di antara dua prompt berikut, mana yang menghasilkan teks paling terarah: Prompt A: Jelaskan tentang lingkungan, Prompt B: Buat ringkasan 3 langkah pencegahan banjir di perkotaan untuk siswa SMA (kunci: Prompt B)' (5 menit).
- Guru mengaitkan hasil diagnostik dengan konsep bahwa kualitas teks dan visual yang dihasilkan KA generatif sangat bergantung pada kejelasan komponen prompt (peran/role, tugas/task, konteks/context, format batasan/constraint) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid menyimak demonstrasi terpandu pemodelan prompt dasar vs prompt terstruktur pada aplikasi KA generatif teks dan visual di layar proyektor (10 menit).
- Murid mengidentifikasi 4 komponen utama prompt engineering yang efektif (Role, Task, Context, Constraint) pada 2 contoh template prompt teks dan visual yang disajikan guru (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid secara berpasangan mengikuti tantangan interaktif 'Prompt Battle': merumuskan dan menerapkan prompt teks untuk menghasilkan penjelasan ringkas konsep komputer cerdas dengan ketentuan peran guru koding, bahasa santun untuk anak SMA, maksimal 100 kata (15 menit).
- Murid melanjutkan unjuk kerja mandiri mengerjakan Lembar Kerja Aktivitas PR-K10-01: menerapkan prompt engineering teks (topik: panduan etika bermedia digital, format poin, 3 butir) dan prompt engineering visual (topik: poster robot ramah lingkungan, gaya ilustrasi 2D kartun, palet warna pastel) pada perangkat aplikasi KA generatif yang tersedia (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid membandingkan hasil luaran teks dan visual yang diperoleh dengan instruksi awal, mengidentifikasi apakah luaran sudah memenuhi seluruh batasan dan relevansi yang diminta (10 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan teknik penyusunan prompt engineering yang efektif untuk menghasilkan teks dan visual yang relevan (10 menit).
- Guru memberikan umpan balik umum, menyampaikan rencana topik pertemuan berikutnya mengenai evaluasi bias dan ketepatan informasi konten KA, lalu menutup pembelajaran dengan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan kartu formula struktur prompt (Role + Task + Context + Constraint); murid mahir diberikan studi kasus topik prompt yang memerlukan batasan gaya dan konteks teknis yang lebih kompleks.
- Proses: Murid dengan kesiapan belajar awal rendah mendapatkan pendampingan terfokus pada perumusan prompt teks 1 variasi, sedangkan murid cepat mengeksplorasi variasi parameter gaya visual (misal: penambahan kata kunci pencahayaan, rasio aspek, rendering style).
- Produk: Luaran teks dan visual dapat disesuaikan tingkat kerumitan atribut detailnya selama memenuhi kriteria kelengkapan komponen prompt dan relevansi luaran.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Soal Diagnostik Cepat (Pilihan Ganda tertulis): (1) 'Definisi prompt dalam KA: a. Program perusak, b. Kalimat instruksi pemandu KA, c. Pesan galat' (Acuan jawaban benar: b); (2) 'Pilihan prompt yang lebih spesifik dan terarah antara: Prompt A [Jelaskan tentang lingkungan] vs Prompt B [Buat ringkasan 3 langkah pencegahan banjir di perkotaan untuk siswa SMA]' (Acuan jawaban benar: Prompt B).
Proses:- Observasi unjuk kerja saat murid mempraktikkan pengisian prompt engineering teks (topik panduan etika digital) dan visual (poster robot ramah lingkungan), dinilai dari kelengkapan 4 unsur prompt (Role, Task, Context, Constraint) dan kesesuaian output yang dihasilkan KA.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman penutup: Murid menuliskan perbaikan dari satu prompt mentah 'Buat gambar sekolah' menjadi prompt visual terstruktur (Kriteria penerimaan operasional: prompt perbaikan wajib memuat subjek sekolah, minimal 1 penentu gaya visual seperti 'gaya kartun 2D' atau 'realistis', serta 1 penentu suasana/warna seperti 'pagi hari cerah').
Formatif:- Kuis diagnostik awal pemahaman konsep dasar prompt
- Lembar unjuk kerja perumusan dan penerapan prompt teks dan visual (Aktivitas PR-K10-01)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan Prompt Engineering Teks | Menyusun prompt teks tanpa menyertakan konteks maupun batasan, sehingga teks keluaran KA sangat umum dan tidak sesuai topik yang ditentukan. | Menyusun prompt teks dengan memuat tugas dan topik, namun belum mencantumkan peran dan batasan format (panjang teks/poin) sehingga keluaran kurang terarah. | Menerapkan prompt teks dengan memuat minimal 3 komponen (tugas, konteks topik etika digital, batasan 3 poin) dan menghasilkan teks yang relevan. | Menerapkan prompt teks secara lengkap memuat seluruh komponen (peran, tugas, konteks topik etika digital, batasan 3 poin dan nada bahasa) secara mandiri serta menghasilkan teks yang sangat terarah dan relevan. | | Penerapan Prompt Engineering Visual | Menyusun prompt visual hanya berupa kata kunci tunggal subjek tanpa deskripsi gaya visual atau atribut visual pendukung. | Menyusun prompt visual dengan subjek robot ramah lingkungan, namun belum mencantumkan gaya visual (2D ilustrasi) dan palet warna sehingga luaran visual acak. | Menerapkan prompt visual yang memuat subjek robot ramah lingkungan, penentu gaya visual (2D kartun/ilustrasi), dan atribut warna sesuai kriteria tantangan. | Menerapkan prompt visual yang memuat subjek, gaya visual spesifik (2D kartun), palet warna pastel, serta sudut pandang/pencahayaan terperinci secara mandiri menghasilkan visual yang sepenuhnya relevan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid mampu merumuskan komponen batasan (constraint) dengan tepat dalam menyusun prompt teks maupun visual?
- Bagian instruksi mana yang paling memerlukan bimbingan tambahan saat murid mempraktikkan prompting pada perangkat KA generatif?
Murid:- Apa perbedaan kualitas jawaban teks dan gambar yang kamu dapatkan ketika menggunakan prompt pendek biasa dibandingkan prompt yang terstruktur lengkap?
- Langkah perbaikan apa yang akan kamu lakukan jika hasil luaran visual dari KA belum sesuai dengan yang kamu rencanakan?
Pertemuan 2 — Mengevaluasi Konten Berbasis KA untuk Mengidentifikasi Potensi Bias dan Ketepatan Informasi — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 10.4.2 Mengevaluasi konten berbasis KA untuk mengidentifikasi potensi bias dan ketepatan informasi
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan mengondisikan suasana ruang kelas yang kondusif (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengevaluasi konten berbasis KA untuk menemukan potensi bias dan memeriksa ketepatan informasinya (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat dengan menampilkan 2 pernyataan hasil generasi KA di layar proyektor: (1) 'Semua insinyur penerbangan di dunia adalah laki-laki karena membutuhkan kekuatan fisik ekstra', dan (2) 'Ibu kota negara Indonesia dipindahkan ke Surabaya pada tahun 2020'. Murid diminta menuliskan di secarik kertas apakah pernyataan tersebut memuat kekeliruan fakta atau ketidakadilan/keberpihakan (acuan: butir 1 mengandung bias gender/stereotip; butir 2 mengandung ketidaktepatan fakta sejarah/geografi) (9 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Guru memberikan paparan bermakna tentang bagaimana KA generatif menyusun teks berdasarkan probabilitas data latih, yang berpotensi menghasilkan ketidaktepatan informasi (halusinasi fakta) serta bias (bias data latih, bias algoritma, dan bias stereotip sosial) (15 menit).
- Murid secara berkesadaran mencermati panduan verifikasi konten KA yang mencakup 2 indikator evaluasi: (a) Ketepatan Informasi (pemeriksaan fakta silang dengan sumber kredibel/rujukan resmi), dan (b) Potensi Bias (keberpihakan gender, sosial, budaya, atau representasi data yang timpang) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Guru membagikan Lembar Kerja 'Detektif Konten KA' yang memuat 3 teks cuplikan keluaran KA generatif untuk dievaluasi oleh murid dalam aktivitas permainan tantangan berpasangan 'Audit Fakta dan Bias' (5 menit).
- Murid bekerja berpasangan mengevaluasi ketiga teks pada lembar kerja: Teks 1: 'Sistem rekomendasi beasiswa otomatis menyimpulkan bahwa siswa dari sekolah pedesaan tidak cocok mengambil jurusan ilmu komputer tingkat lanjut.' Teks 2: 'Candi Borobudur dibangun pada masa kejayaan Kerajaan Majapahit di bawah pimpinan Raja Hayam Wuruk.' Teks 3: 'Profesi perawat dan staf administrasi secara alami dirancang khusus untuk perempuan, sedangkan posisi manajer puncak dirancang untuk laki-laki.' Murid menuliskan evaluasi terhadap setiap teks: menunjukkan bagian yang bermasalah, mengkategorikan jenis kelemahan (potensi bias atau ketidaktepatan informasi), serta menuliskan koreksi faktualnya (acuan jawaban: Teks 1 = Potensi Bias representasi/dataset geografis, koreksi: kemampuan akademik tidak ditentukan lokasi asal; Teks 2 = Ketidaktepatan Informasi/halusinasi fakta sejarah, koreksi: Borobudur dibangun wangsa Syailendra masa Kerajaan Mataram Kuno; Teks 3 = Potensi Bias gender/stereotip pekerjaan, koreksi: semua profesi terbuka setara tanpa batasan gender) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid membandingkan hasil temuan evaluasinya dengan acuan verifikasi kelas secara berkesadaran untuk menyadari bahwa pengguna KA wajib memiliki nalar kritis dan tanggung jawab etis sebelum mempercayai atau membagikan keluaran KA (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan prinsip evaluasi konten berbasis KA, yaitu pemeriksaan silang fakta terhadap sumber tepercaya dan kepekaan mendeteksi bias representasi (5 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman 1 butir reflektif singkat di lembar penilaian, lalu menyampaikan pengantar materi proses Design Thinking untuk pertemuan berikutnya sebelum menutup sesi dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Bagi murid yang memerlukan bimbingan terstruktur, disediakan kartu bantu berisi daftar pertanyaan pemandu identifikasi bias dan ketepatan fakta; bagi murid yang berpikiran cepat, diberikan teks keluaran KA tambahan yang memuat bias algoritma tersembunyi pada data statistik ekonomi.
- Proses: Murid yang membutuhkan pendampingan mendapat umpan balik langsung bertahap dari guru saat memeriksa Teks 1, sedangkan pasangan murid yang telah mahir mengevaluasi ketiga teks secara mandiri.
- Produk: Format penulisan evaluasi dapat berupa tabel analisis checklist atau paragraf ulasan evaluatif terstruktur.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Murid mengidentifikasi kekeliruan pada 2 pernyataan keluaran KA berikut: (1) 'Semua insinyur penerbangan di dunia adalah laki-laki karena membutuhkan kekuatan fisik ekstra', dan (2) 'Ibu kota negara Indonesia dipindahkan ke Surabaya pada tahun 2020'. (Acuan jawaban: butir 1 memuat potensi bias/stereotip gender; butir 2 memuat ketidaktepatan informasi fakta sejarah/geografi).
Proses:- Evaluasi tertulis pada Lembar Kerja 'Detektif Konten KA' terhadap 3 cuplikan teks: Teks 1 (sistem beasiswa mendiskriminasi sekolah pedesaan), Teks 2 (klaim Candi Borobudur dibangun Majapahit), dan Teks 3 (pembagian peran perawat vs manajer berbasis gender). Penilaian didasarkan pada ketepatan mengidentifikasi potensi bias pada Teks 1 dan 3, serta ketepatan informasi pada Teks 2 sesuai acuan kunci evaluasi.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid menuliskan evaluasi singkat terhadap 1 pernyataan keluaran KA: 'Algoritma penerimaan kerja otomatis menolak kandidat dengan nama khas daerah tertentu karena dianggap kurang memiliki etos kerja modern.' (Kriteria penerimaan: murid mengidentifikasi teks tersebut memuat potensi bias diskriminatif/dataset suku-daerah dan menjelaskan ketidaktepatannya berdasarkan prinsip keadilan informasi).
Formatif:- Asesmen Awal: Deteksi awal bias dan ketepatan fakta pada 2 pernyataan contoh di secarik kertas.
- Asesmen Proses: Lembar Kerja 'Detektif Konten KA' berisi evaluasi 3 cuplikan teks keluaran KA untuk mengidentifikasi potensi bias dan ketepatan informasi.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi Potensi Bias pada Konten Berbasis KA | Belum mampu mengenali keberadaan bias pada teks keluaran KA yang disajikan. | Mampu mengenali potensi bias hanya pada 1 dari 2 teks uji (Teks 1 atau Teks 3) dengan pendampingan guru. | Mampu mengidentifikasi potensi bias secara tepat pada kedua teks uji (Teks 1 bias geografis dan Teks 3 bias gender) sesuai acuan. | Mampu mengidentifikasi potensi bias secara tepat pada kedua teks uji (Teks 1 dan Teks 3) serta mampu menguraikan faktor penyebab bias data latih secara mandiri dan rinci. | | Evaluasi Ketepatan Informasi pada Konten Berbasis KA | Belum mampu membedakan fakta yang benar dengan halusinasi/ketidaktepatan informasi keluaran KA. | Mampu mengenali ketidaktepatan informasi pada Teks 2 (sejarah Borobudur) namun belum dapat merumuskan koreksi faktanya secara tepat. | Mampu mengidentifikasi ketidaktepatan informasi pada Teks 2 dan memberikan koreksi fakta sejarah secara tepat sesuai acuan rujukan kredibel. | Mampu mengidentifikasi ketidaktepatan informasi pada Teks 2, memberikan koreksi fakta secara lengkap, serta menunjukkan metode verifikasi silang sumber tepercaya secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 90 menit mencukupi bagi murid untuk melatih penalaran kritis dalam membedakan antara bias dan kesalahan faktual?
- Bagaimana respons murid terhadap variasi cuplikan teks KA yang disajikan pada lembar kerja?
Murid:- Langkah apa yang akan saya lakukan ketika membaca teks dari ChatGPT atau alat KA generatif lainnya sebelum menggunakannya sebagai sumber tugas sekolah?
- Mengapa penting bagi kita untuk menyadari bahwa teknologi KA tidak sepenuhnya bebas dari prasangka manusia?
Pertemuan 3 — Menjelaskan Konsep AI System Design melalui Proses Design Thinking Tahap Empathize, Define, dan Ideate — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 10.4.3 Menjelaskan konsep AI system design melalui proses design thinking pada tahap empathize, define, dan ideate
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama untuk menyiapkan suasana belajar yang berkesadaran (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menjelaskan konsep AI system design melalui tahapan design thinking (empathize, define, dan ideate) serta menyampaikan alur aktivitas yang akan dilakukan (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat secara lisan dengan meminta murid menjodohkan secara cepat 3 aktivitas perancangan dengan nama tahapannya: (1) Mewawancarai siswa yang kesulitan belajar matematika, (2) Merumuskan kalimat masalah utama siswa, (3) Melakukan curah pendapat berbagai fitur asisten KA (acuan jawaban: 1 = Empathize, 2 = Define, 3 = Ideate) untuk memetakan kesiapan awal murid (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid menyimak paparan materi pengantar mengenai konsep dasar AI system design yang berpusat pada manusia (human-centered AI) menggunakan kerangka design thinking tahap awal: Empathize (menggali kebutuhan pengguna), Define (merumuskan inti masalah), dan Ideate (mengeksplorasi ragam ide solusi berbasis KA) (15 menit).
- Murid membaca studi kasus 'Asisten Belajar Aljabar Berbasis KA' yang disajikan guru, lalu secara berpasangan mengidentifikasi peran masing-masing dari ketiga tahapan tersebut dalam kasus yang dibaca (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Dalam suasana yang menggembirakan, murid mengikuti permainan kartu tantangan alur konsep perancangan sistem KA 'DT-AI Matching Challenge' secara berkelompok (4 orang): kelompok menerima 3 set kartu skenario aktivitas perancangan sistem AI Tutor dan menyusunnya berurutan sesuai alur Empathize -> Define -> Ideate dengan tepat (kartu 1: 'Mengamati dan mewawancarai murid yang bingung memahami rumus fisika', kartu 2: 'Menetapkan rumusan masalah bahwa murid butuh visualisasi analogi sehari-hari', kartu 3: 'Mencetuskan ide prompt generator analogi konsep fisika'; acuan urutan benar: kartu 1 = Empathize, kartu 2 = Define, kartu 3 = Ideate) (15 menit).
- Setiap kelompok mengerjakan Lembar Kerja Pemahaman Konsep AI System Design dengan menjelaskan alur kerja dari ketiga tahapan tersebut pada skenario baru yang dipilih (misalnya: sistem deteksi stres belajar atau sistem rekomendasi buku bacaan) dengan menuliskan penjelasan konsep: apa tujuan tahap empathize, bagaimana cara merumuskan pernyataan masalah pada tahap define, dan bagaimana mengeksplorasi ide solusi KA pada tahap ideate (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Perwakilan kelompok membagikan hasil lembar kerja penjelasannya dan saling memberikan konfirmasi ketepatan alur konsep empathize, define, dan ideate bersama guru (10 menit).
- Murid secara individu menuliskan refleksi pemahaman mendalam tentang mengapa sistem AI yang canggih sekalipun akan gagal bermanfaat jika perancang mengabaikan tahap empathize dan define sebelum melakukan ideate solusi (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan intisari konsep AI system design pada tahap empathize, define, dan ideate (3 menit).
- Guru memberikan penguatan dan apresiasi atas partisipasi aktif seluruh murid dalam aktivitas berkelompok (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang memerlukan bimbingan tambahan diberikan panduan berupa tabel petunjuk kata kunci (misal: Empathize = amati/wawancara; Define = rumuskan masalah; Ideate = curah ide solusi), sedangkan murid dengan pemahaman cepat diberikan studi kasus kompleks dengan multi-persona pengguna.
- Proses: Pada saat pengerjaan lembar kerja kelompok, guru mendampingi kelompok yang membutuhkan perancah konseptual secara terfokus, sementara kelompok mandiri diberikan keleluasaan mengeksplorasi skenario sistem KA mandiri.
- Produk: Format penjelasan konsep pada lembar kerja dapat dituangkan dalam bentuk diagram alir skematis atau paragraf deskriptif terstruktur sesuai kesepakatan kelompok asalkan memuat kejelasan konsep ketiga tahapan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Guru mengajukan 3 pertanyaan pemetaan konsep secara lisan kepada murid: (1) 'Kegiatan mewawancarai siswa yang kesulitan belajar matematika termasuk tahap apa?', (2) 'Kegiatan merumuskan kalimat masalah utama siswa termasuk tahap apa?', (3) 'Kegiatan mencurahkan ide-ide solusi fitur asisten KA termasuk tahap apa?'. Acuan jawaban benar: (1) Empathize, (2) Define, (3) Ideate.
Proses:- Observasi ketepatan murid menyusun urutan 3 kartu skenario aktivitas perancangan sistem AI Tutor (acuan urutan: Kartu 1 Mengamati & wawancara = Empathize; Kartu 2 Menetapkan rumusan masalah = Define; Kartu 3 Mencetuskan ide prompt generator analogi = Ideate).
- Pemeriksaan lembar kerja penjelasan konsep AI system design kelompok berdasarkan pemenuhan 3 indikator: (1) Penjelasan tahap Empathize sebagai proses mengenali kebutuhan pengguna sistem KA, (2) Penjelasan tahap Define sebagai perumusan masalah spesifik yang dihadapi pengguna, (3) Penjelasan tahap Ideate sebagai eksplorasi ide solusi berbasis KA untuk mengatasi masalah tersebut.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman individu di akhir sesi melalui penulisan penjelasan tertulis 1 paragraf ringkas yang menjawab: 'Jelaskan keterkaitan antara tahap Empathize, Define, dan Ideate dalam perancangan sebuah sistem KA!'. Kriteria penerimaan operasional: Jawaban menjelaskan alur logis bahwa kebutuhan pengguna digali di tahap Empathize, dirumuskan menjadi masalah inti di tahap Define, dan dijadikan dasar pencetusan solusi KA di tahap Ideate.
Formatif:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran tentang pemetaan 3 aktivitas perancangan ke dalam tahapan design thinking
- Observasi unjuk kerja saat permainan kartu kelompok 'DT-AI Matching Challenge'
- Penilaian lembar kerja kelompok mengenai penjelasan konsep alur tahap Empathize, Define, dan Ideate pada AI system design
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penjelasan konsep tahap Empathize pada AI system design | Belum mampu menjelaskan konsep tahap empathize atau keliru mengartikannya sebagai tahap pembuatan produk AI. | Menjelaskan konsep tahap empathize secara terbatas hanya sebatas kegiatan wawancara tanpa mengaitkannya dengan penggalian kebutuhan pengguna sistem KA. | Menjelaskan konsep tahap empathize dengan tepat sebagai proses menggali kebutuhan, konteks, dan kesulitan pengguna sistem KA sesuai panduan. | Menjelaskan konsep tahap empathize secara komprehensif, tepat, dan mandiri dengan menguraikan tujuan penggalian empati serta dampaknya terhadap kesesuaian sistem KA bagi pengguna. | | Penjelasan konsep tahap Define pada AI system design | Belum mampu menjelaskan konsep tahap define atau tertukar dengan tahap pencarian ide solusi. | Menjelaskan konsep tahap define sebatas membuat kalimat pernyataan secara umum tanpa keterhubungan dengan data temuan pengguna. | Menjelaskan konsep tahap define dengan tepat sebagai proses merumuskan masalah inti dan kebutuhan spesifik pengguna sistem KA berdasarkan temuan empathize. | Menjelaskan konsep tahap define secara komprehensif, tepat, dan mendalam dengan menunjukkan cara menyaring informasi menjadi rumusan masalah yang jelas dan fokus untuk dipecahkan oleh sistem KA. | | Penjelasan konsep tahap Ideate pada AI system design | Belum mampu menjelaskan konsep tahap ideate atau menyebutnya sebagai pengujian produk akhir. | Menjelaskan konsep tahap ideate hanya sebatas mengumpulkan ide umum tanpa mengaitkannya dengan perancangan solusi berbasis KA. | Menjelaskan konsep tahap ideate dengan tepat sebagai proses mengeksplorasi beragam ide solusi dan fitur berbasis KA untuk menjawab masalah yang telah dirumuskan. | Menjelaskan konsep tahap ideate secara komprehensif, tepat, dan mendalam dengan menguraikan keragaman ide solusi berbasis KA yang relevan serta bagaimana ide tersebut menjawab kebutuhan pengguna. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alur pembelajaran dari Memahami, Mengaplikasi, hingga Merefleksi berhasil memfasilitasi murid menjelaskan konsep tahap empathize, define, dan ideate dengan tepat?
- Apakah permainan kartu skenario perancangan AI cukup efektif membangkitkan suasana belajar yang menggembirakan dan memperjelas perbedaan ketiga tahapan tersebut?
- Bagian penjelasan konsep mana yang masih menjadi tantangan pemahaman bagi sebagian besar murid?
Murid:- Apa perbedaan mendasar antara tahapan Empathize, Define, dan Ideate yang kamu pelajari hari ini?
- Mengapa kita tidak boleh langsung melompat ke tahap Ideate sebelum menyelesaikan tahap Empathize dan Define saat merancang sistem KA?
- Pengalaman belajar apa yang paling membantumu memahami alur ketiga tahapan design thinking hari ini?
Pertemuan 4 — Menguraikan Alur AI System Design melalui Proses Design Thinking Tahap Prototype — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 10.4.4 Menguraikan alur AI system design melalui proses design thinking pada tahap prototype dan test
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memandu doa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menguraikan alur AI system design melalui proses design thinking pada tahap prototype (4 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan lisan terfokus: (1) Apa fungsi tahap prototype dalam design thinking sistem KA? (acuan jawaban: mewujudkan ide solusi ke dalam bentuk rancangan awal/purwarupa interaksi sistem sebelum diuji); (2) Sebutkan 3 komponen utama dalam alur prototype sistem KA! (acuan jawaban: input/prompt pengguna, struktur pemrosesan/system prompt KA, dan output respons KA) (8 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak paparan guru dan contoh alur AI system design tahap prototype, yang membedakan alur input pengguna, system instruction/prompt template, pemrosesan model generative AI, dan struktur luaran (output) (15 menit).
- Murid berpasangan mengikuti tantangan interaktif 'Susun Balok Alur Prototype KA' yang menggembirakan: menyusun 4 kartu tahapan alur prototype yang diacak: Kartu 1: 'Input Kebutuhan Pengguna', Kartu 2: 'Struktur System Prompt & Konteks Peran KA', Kartu 3: 'Pemrosesan Inferensi Model KA', Kartu 4: 'Format Output Jawaban KA' ke dalam urutan logis (acuan urutan benar: Kartu 1 -> Kartu 2 -> Kartu 3 -> Kartu 4) (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid bekerja dalam kelompok kecil untuk menguraikan alur rancangan prototype sistem KA (contoh kasus: Chatbot Asisten Belajar Mandiri atau Generator Puisi Edukasi) ke dalam Lembar Kerja Alur Prototype yang mencakup 3 bagian utama: (1) Deskripsi Peran & Persona Sistem (System Prompt), (2) Format dan Aturan Alur Input Interaksi Pengguna, (3) Spesifikasi Format Output Respons KA (25 menit).
- Setiap kelompok saling menukarkan lembar alur prototype dengan kelompok mitra untuk memeriksa kelengkapan uraian alur sistem berdasarkan kriteria keterpaduan input, instruksi sistem, dan output yang telah ditetapkan guru (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid secara individu menuliskan refleksi singkat mengenai pentingnya ketelitian dalam menyusun spesifikasi prompt sistem pada tahap prototype agar sistem AI tidak menghasilkan respons yang keluar konteks (5 menit).
- Perwakilan murid membacakan refleksinya dan guru memberikan penegasan mengenai peran tahap prototype sebagai jembatan antara ide konseptual dan implementasi teknis sebelum tahap uji coba (test) (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan intisari alur AI system design tahap prototype yang telah diuraikan hari ini (3 menit).
- Guru melakukan cek pemahaman akhir dan menyampaikan keterkaitan materi hari ini dengan pertemuan berikutnya, yaitu tahap Test untuk menguji efektivitas alur prototype yang telah dibuat (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan scaffolding diberikan panduan berupa lembar template berstruktur jelas dengan pemandu pertanyaan rumpang untuk merinci alur prototype; murid yang lebih cepat diberikan studi kasus sistem KA multi-turn interaksi.
- Proses: Pendampingan langsung intensif oleh guru diberikan kepada kelompok yang mengalami kesulitan merumuskan batas-batas instruksi sistem KA (system prompt); kelompok yang mandiri dipersilakan menambahkan alur penanganan kondisi galat (error handling/fallback) pada respons prototype.
- Produk: Uraian alur prototype sistem KA dapat disajikan dalam format diagram alur alir (flowchart alur sistem) beranotasi atau dalam tabel spesifikasi interaksi sistem KA yang setara.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan lisan diagnostik: (1) Apa fungsi tahap prototype dalam alur design thinking AI? (acuan jawaban: merancang purwarupa awal sistem KA untuk memvalidasi ide sebelum diuji); (2) Sebutkan 3 komponen utama dalam prototype alur sistem KA! (acuan jawaban: input pengguna, system prompt/instruksi pemrosesan KA, dan luaran/output respons sistem).
Proses:- Cek ketepatan penyusunan 4 kartu urutan alur prototype KA pada kegiatan permainan berpasangan (acuan urutan: Input Kebutuhan -> System Prompt -> Inferensi Model KA -> Format Output).
- Pemeriksaan Lembar Kerja Uraian Alur Prototype: guru mengamati ketepatan murid dalam menguraikan ketiga elemen: persona/instruksi sistem, alur masukan pengguna, dan batas format keluaran respons.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman lisan di akhir sesi: Jelaskan mengapa spesifikasi system prompt menjadi bagian krusial pada alur prototype sistem KA! (kriteria penerimaan operasional: jawaban menyebutkan bahwa system prompt berfungsi mengunci peran, konteks, batasan perilaku, dan format respons model kecerdasan artifisial saat berinteraksi dengan pengguna).
Formatif:- Observasi partisipasi dan ketepatan saat menyusun balok alur prototype pada tahap Memahami
- Penilaian Lembar Kerja Uraian Alur AI System Design Tahap Prototype menggunakan rubrik ketercapaian
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menguraikan alur AI system design tahap prototype | Hanya mampu menyebutkan nama tahap prototype tanpa mampu menguraikan komponen alur sistem AI (input, system prompt, output) secara terstruktur. | Mampu menguraikan 1-2 komponen alur sistem AI (misalnya hanya input dan output) namun belum menyertakan rincian instruksi sistem (system prompt) secara tepat. | Mampu menguraikan seluruh alur sistem AI tahap prototype secara runtut dan tepat, mencakup input pengguna, instruksi peran/system prompt, dan batasan format output respons KA. | Mampu menguraikan seluruh alur sistem AI tahap prototype secara komprehensif, tepat, dan mandiri, serta menyertakan skenario alur alternatif (fallback/penanganan input di luar konteks) secara logis. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas permainan balok alur prototype efektif membantu murid memahami logika alur AI system design?
- Bagian mana dari perancangan prototype sistem KA (system prompt, input, atau output) yang paling banyak membutuhkan bimbingan guru?
Murid:- Apa hal terpenting yang saya pelajari hari ini tentang cara merancang purwarupa (prototype) sistem kecerdasan artifisial?
- Bagian alur prototype mana yang menurut saya paling menantang untuk dirumuskan agar respons KA tetap tepat dan relevan?
Pertemuan 5 — Menguraikan Alur AI System Design melalui Proses Design Thinking Tahap Test — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 10.4.4 Menguraikan alur AI system design melalui proses design thinking pada tahap prototype dan test
Pendahuluan:- Guru membuka kelas, mengecek kehadiran, dan menyampaikan fokus pertemuan yaitu menguraikan alur AI system design melalui proses Design Thinking khusus pada tahap Test (pengujian) (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan menanyakan fungsi tahap test dalam siklus design thinking: 'Apa tujuan utama dari tahap Test dalam perancangan sistem KA?' (acuan jawaban: menguji keandalan hasil purwarupa/prompt kepada pengguna atau rekan untuk mengumpulkan umpan balik dan menemukan perbaikan) (5 menit).
- Guru mengaitkan hasil rancangan purwarupa chatbot/prompt dari pertemuan 4 dengan kebutuhan pengujian di pertemuan 5 (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak penjelasan guru dan menelaah diagram alur pengujian sistem KA yang mencakup 3 langkah inti tahap test: (1) Menyusun skenario uji coba prompt/dialog berdasarkan persona pengguna, (2) Mengeksekusi pengujian respons sistem (menguji kesesuaian alur dan antarmuka), dan (3) Mencatat log umpan balik serta rencana iterasi perbaikan (15 menit).
- Murid berpasangan memainkan kuis cepat 'Tebak Langkah Uji': mengurutkan 3 kartu skrip pengujian: Kartu A 'Menjalankan dialog pertanyaan acak pada bot', Kartu B 'Menyiapkan daftar pertanyaan tes pengguna', Kartu C 'Mencatat respons gagal bot untuk direvisi' menjadi urutan alur uji yang tepat (acuan urutan: Kartu B -> Kartu A -> Kartu C) (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):- Murid dalam kelompok kecil saling menukarkan purwarupa sistem prompt/chatbot yang dibuat pada pertemuan 4 untuk melakukan uji silang pengguna (peer-testing) (10 menit).
- Murid menguraikan alur pelaksanaan tahap test pada Lembar Uji Sistem AI yang memuat 4 komponen pengujian: (a) Kriteria Uji: Alur interaksi sistem KA, (b) Kriteria Uji: Kejelasan instruksi antarmuka prompt, (c) Temuan kegagalan/kesalahan respons KA, dan (d) Rekomendasi perbaikan prompt (acuan: lembar terisi lengkap memuat identifikasi ketepatan alur interaksi dan rekomendasi revisi konkret) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid menyimpulkan keterkaitan antara tahap Prototype dan Test sebagai siklus berulang (iterasi) dalam AI system design (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap hasil penguraian alur tahap test yang telah disusun murid (5 menit).
- Murid bersama guru menyimpulkan bagaimana umpan balik pengujian menyempurnakan sistem KA sebelum digunakan pengguna akhir (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan panduan format log uji berstruktur jelas bagi murid yang membutuhkan panduan, dan rubrik analisis komparatif performa prompt bagi murid yang lebih cepat.
- Proses: Memberikan bimbingan langsung pada kelompok yang kesulitan merumuskan parameter pengujian alur interaksi.
- Produk: Uraian alur pengujian dituangkan dalam lembar kerja tabel uji silang dengan tingkat rincian rekomendasi yang disesuaikan kesiapan murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: 'Apa tujuan utama dari tahap Test dalam perancangan sistem KA?' (acuan: menguji keandalan purwarupa/prompt sistem KA kepada pengguna untuk mendapatkan umpan balik dan perbaikan alur sebelum finalisasi).
Proses:- Penilaian lembar kerja penguraian alur tahap test yang mencakup 4 komponen: kriteria uji alur interaksi, kejelasan antarmuka prompt, temuan kesalahan respons, dan rekomendasi perbaikan (acuan: keterisian lengkap dan kesesuaian logika pengujian dengan purwarupa yang diuji).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman singkat (exit ticket): Murid menuliskan 1 alur terpenting saat menguji sistem KA dan 1 alasan mengapa iterasi diperlukan berdasarkan hasil uji (kriteria penerimaan: jawaban menyebutkan pengujian respons sistem menggunakan skenario pengguna dan iterasi dilakukan agar sistem bebas eror respons).
Formatif:- Tanya jawab diagnostik awal mengenai hakikat tahap pengujian dalam siklus AI design thinking
- Observasi unjuk kerja penguraian alur uji pada lembar uji silang purwarupa sistem KA
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penguraian Alur AI System Design Tahap Test | Hanya mampu menyebutkan nama tahap test tanpa mampu menguraikan langkah pengujian alur sistem KA. | Mampu menguraikan 1-2 komponen tahap test (misalnya hanya mengeksekusi tanpa kriteria uji atau catatan perbaikan). | Mampu menguraikan 3-4 komponen tahap test secara runtut (kriteria uji alur, antarmuka prompt, temuan respons, dan rekomendasi perbaikan) dengan benar. | Mampu menguraikan seluruh komponen tahap test secara komprehensif, runtut, dan mengidentifikasi hubungan sebab-akibat antara temuan uji dengan rancangan perbaikan prompt secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat membedakan peran perancang (developer) dan penguji (tester) saat menguraikan alur tahap test?
- Apakah aktivitas peer-testing efektif mendorong pemikiran kritis murid dalam menguji sistem KA?
Murid:- Hal baru apa yang saya pelajari tentang pentingnya tahap test dalam merancang sistem kecerdasan artifisial?
- Bagian alur pengujian mana yang paling menantang saat saya memeriksa purwarupa kelompok lain?
Pertemuan 6 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 10.4.1 Menerapkan prompt engineering pada KA generatif untuk menghasilkan teks dan visual yang relevan
- TP 10.4.2 Mengevaluasi konten berbasis KA untuk mengidentifikasi potensi bias dan ketepatan informasi
- TP 10.4.3 Menjelaskan konsep AI system design melalui proses design thinking pada tahap empathize, define, dan ideate
- TP 10.4.4 Menguraikan alur AI system design melalui proses design thinking pada tahap prototype dan test
Pendahuluan:- Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, memeriksa kehadiran murid di laboratorium komputer, dan mengondisikan kesiapan perangkat keras serta koneksi internet (2 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab yang mencakup unjuk kerja prompt engineering dan evaluasi konten KA, serta presentasi alur AI system design berbasis design thinking (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan Lembar Kerja Unjuk Kerja Digital dan menjelaskan petunjuk pengerjaan Bagian 1: perumusan prompt engineering teks (pendekatan role-based dan few-shot) serta prompt visual, yang dilanjutkan dengan pengisian tabel evaluasi potensi bias dan verifikasi fakta terhadap luaran KA (3 menit).
- Murid dalam kelompok (4 orang per kelompok) membaca dan mengonfirmasi pemahaman terhadap skenario tugas praktik terstandar dan rubrik penilaian yang diberikan tanpa mengubah kriteria uji (3 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid secara berkelompok melaksanakan pengerjaan Tugas 1 (Unjuk kerja praktik digital serentak di laboratorium komputer): merumuskan instruksi prompt teks dan visual pada platform KA generatif, mengunggah tangkapan layar luaran, dan melengkapi tabel analisis evaluasi kritis yang memuat identifikasi potensi bias representasi serta hasil verifikasi fakta dari sumber rujukan sahih ke dokumen portofolio digital (40 menit).
- Murid secara berkelompok melaksanakan Tugas 2 (Penyusunan dan presentasi diagram alur AI system design berkelompok): 7 kelompok secara bergantian memaparkan rancangan konsep pemetaan empati (user persona, problem statement/define, ideation) serta bagan alur kerja sistem KA tahap prototype (input-proses-output dan antarmuka konseptual) dan skenario uji pengguna/test di hadapan kelas dengan alokasi tepat 6 menit per kelompok (total 32 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid secara mandiri mengisi instrumen refleksi proses asesmen untuk mengevaluasi efektivitas kolaborasi kelompok, tantangan teknis dalam memitigasi bias KA, serta ketepatan alur purwarupa yang dirancang (3 menit).
Penutup:- Guru mengumpulkan seluruh tautan dokumen portofolio digital dan lembar penilaian unjuk kerja dari 7 kelompok yang telah selesai dipaparkan (2 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas kedisiplinan unjuk kerja seluruh kelompok, memberikan rangkuman umum pencapaian kompetensi Bab 4, serta menutup sesi dengan doa dan salam (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan pembaca layar (screen reader) dan penyesuaian kontras antarmuka bagi murid dengan hambatan visual tanpa mengurangi kompleksitas instruksi tugas.
- Proses: Memberikan penataan urutan giliran presentasi dan perpanjangan waktu respons tanya-jawab bagi murid yang membutuhkan akomodasi tempo bicara tanpa mengubah rubrik penilaian.
- Produk: Format dokumen portofolio digital dapat diserahkan dalam bentuk dokumen teks terstruktur (.pdf/.docx) atau paparan digital (.slide) selama memuat seluruh bukti artefak yang dipersyaratkan.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- Portofolio proyek integratif dan unjuk kerja terpadu perancangan sistem KA berbasis design thinking: Dokumen portofolio rancangan AI system design mencakup lembar kerja prompt engineering, tabel evaluasi bias dan fakta konten KA, lembar analisis tahapan empathize-define-ideate, serta bagan alur kerja sistem tahap prototype-test beserta rubrik penilaian terstandar
- Unjuk kerja praktik digital serentak di laboratorium komputer: Dokumen digital berisi instruksi prompt teks dan visual beserta tangkapan layar luaran KA generatif, disertai tabel evaluasi kritis yang memuat identifikasi potensi bias representasi dan hasil verifikasi fakta terhadap luaran tersebut (45 menit; kelompok; instrumen: Rubrik penilaian analitik dengan kriteria: ketepatan struktur prompt engineering (tata peran, konteks, instruksi spesifik), kesesuaian luaran teks/visual, ketajaman identifikasi bias data, dan keabsahan verifikasi sumber fakta)
- Penyusunan dan presentasi diagram alur AI system design berkelompok: Dokumen rancangan konsep pemetaan empati (user persona, problem statement/define, ideation) serta sajian bagan alur kerja sistem KA tahap prototype dan skenario uji pengguna (test) yang dipaparkan di hadapan kelas (7 kelompok x 6 menit presentasi dan tanya jawab = 42 menit, muat 28 murid dalam kelompok beranggotakan 4 orang) (45 menit; kelompok; instrumen: Rubrik penilaian terperinci yang membedakan kualitas pemetaan kebutuhan empati-definisi masalah (kriteria: kejelasan rumusan 'How Might We' dan relevansi solusi ideate) dari kualitas uraian alur purwarupa dan pengujian (kriteria: ketepatan logika input-proses-output KA, kelayakan alur antarmuka konseptual, dan ketepatan metrik evaluasi umpan balik uji coba))
Sumatif:- Portofolio proyek integratif dan unjuk kerja terpadu perancangan sistem KA berbasis design thinking: Dokumen portofolio rancangan AI system design mencakup lembar kerja prompt engineering, tabel evaluasi bias dan fakta konten KA, lembar analisis tahapan empathize-define-ideate, serta bagan alur kerja sistem tahap prototype-test beserta rubrik penilaian terstandar
- Unjuk kerja praktik digital serentak di laboratorium komputer: Dokumen digital berisi instruksi prompt teks dan visual beserta tangkapan layar luaran KA generatif, disertai tabel evaluasi kritis yang memuat identifikasi potensi bias representasi dan hasil verifikasi fakta terhadap luaran tersebut (45 menit; kelompok; instrumen: Rubrik penilaian analitik dengan kriteria: ketepatan struktur prompt engineering (tata peran, konteks, instruksi spesifik), kesesuaian luaran teks/visual, ketajaman identifikasi bias data, dan keabsahan verifikasi sumber fakta)
- Penyusunan dan presentasi diagram alur AI system design berkelompok: Dokumen rancangan konsep pemetaan empati (user persona, problem statement/define, ideation) serta sajian bagan alur kerja sistem KA tahap prototype dan skenario uji pengguna (test) yang dipaparkan di hadapan kelas (7 kelompok x 6 menit presentasi dan tanya jawab = 42 menit, muat 28 murid dalam kelompok beranggotakan 4 orang) (45 menit; kelompok; instrumen: Rubrik penilaian terperinci yang membedakan kualitas pemetaan kebutuhan empati-definisi masalah (kriteria: kejelasan rumusan 'How Might We' dan relevansi solusi ideate) dari kualitas uraian alur purwarupa dan pengujian (kriteria: ketepatan logika input-proses-output KA, kelayakan alur antarmuka konseptual, dan ketepatan metrik evaluasi umpan balik uji coba))
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penerapan Prompt Engineering Teks dan Visual (TP 10.4.1) | Menyusun prompt teks dan visual secara generik tanpa menetapkan peran, konteks, atau pembatasan format sehingga luaran KA kurang relevan. | Menyusun prompt teks dan visual dengan menyertakan instruksi dasar, namun elemen peran atau format luaran belum terdefinisi secara terarah. | Menerapkan prompt engineering teks (memuat peran, konteks, instruksi spesifik) dan prompt visual secara terstruktur sehingga menghasilkan teks dan visual yang relevan. | Menerapkan prompt engineering teks (teknik role-based dan few-shot terstruktur) serta prompt visual dengan parameter gaya, komposisi, dan pembatasan spesifik sehingga menghasilkan teks dan visual yang sangat presisi dan kontekstual. | | Evaluasi Konten Berbasis KA: Potensi Bias dan Ketepatan Fakta (TP 10.4.2) | Belum mampu mengidentifikasi adanya potensi bias pada luaran KA dan menerima seluruh informasi tanpa verifikasi sumber fakta rujukan. | Mengidentifikasi adanya potensi bias atau kekeliruan informasi secara umum, namun verifikasi rujukan fakta belum disertai bukti sumber yang valid. | Mengevaluasi konten berbasis KA dengan tepat mengidentifikasi potensi bias representasi serta memverifikasi ketepatan informasi berdasarkan minimal 2 sumber referensi rujukan sahih. | Mengevaluasi konten berbasis KA secara kritis dan mendalam: menganalisis akar penyebab bias data representasi serta memvalidasi rincian fakta secara komprehensif dengan rujukan kredibel. | | Penjelasan Konsep AI System Design: Empathize, Define, Ideate (TP 10.4.3) | Menjelaskan konsep kebutuhan pengguna, rumusan masalah, dan ide solusi tanpa keterkaitan logis dengan pemanfaatan sistem KA. | Menjelaskan tahap empathize dan define melalui user persona sederhana, namun rumusan masalah 'How Might We' belum terarah pada ide solusi sistem KA. | Menjelaskan konsep AI system design secara runtut melalui pemetaan user persona (empathize), rumusan 'How Might We' yang terfokus (define), dan ide solusi KA yang relevan (ideate). | Menjelaskan konsep AI system design secara tajam, komprehensif, dan terpadu: user persona mendalam, perumusan 'How Might We' yang spesifik memecahkan akar masalah, dan diferensiasi ide solusi KA yang inovatif. | | Penguraian Alur AI System Design: Prototype dan Test (TP 10.4.4) | Menguraikan alur sistem tanpa kejelasan hubungan komponen input-proses-output KA serta belum menyertakan skenario pengujian pengguna. | Menguraikan rancangan alur antarmuka sistem purwarupa, namun rincian pemrosesan KA atau parameter metrik uji pengguna (test) masih belum terstruktur. | Menguraikan alur kerja sistem tahap prototype secara logis (diagram alur input-proses-output KA dan antarmuka konseptual) serta menetapkan skenario dan metrik evaluasi uji coba pengguna (test). | Menguraikan alur AI system design tahap prototype secara terperinci dan aplikatif disertai pemetaan arsitektur interaksi sistem KA yang runtut, skenario uji komprehensif, dan mekanisme iterasi perbaikan berdasarkan umpan balik pengguna. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 45 menit untuk praktik digital dan 42 menit untuk 7 kelompok presentasi terlaksana secara tertib dan presisi?
- Bagaimana tingkat penguasaan murid dalam menghubungkan perumusan prompt engineering dengan mitigasi bias data saat mengevaluasi luaran KA?
- Apakah rubrik penilaian analitik yang dirancang mampu membedakan tingkat pemahaman murid pada tahap konseptual (empathize-define-ideate) dan tahap teknikal alur (prototype-test)?
Murid:- Bagian mana dari perancangan prompt engineering yang paling menantang dalam menghasilkan luaran teks dan visual yang tepat?
- Tantangan apa yang dihadapi kelompok saat memverifikasi fakta dan menemukan potensi bias dari hasil keluaran KA?
- Bagaimana proses perancangan sistem berbasis tahapan design thinking membantu saya memahami cara kerja solusi kecerdasan artifisial yang berorientasi pada kebutuhan pengguna?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMA/MA Kelas X (Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, 2025)
- Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMA/MA Kelas X (Bab 4)
- Komputer/Laptop/Gawai dengan koneksi internet
- Aplikasi KA Generatif Teks dan Visual (misalnya ChatGPT, Microsoft Copilot, Canva Magic Studio, atau platform KA sejenis)
- Lembar Kerja Aktivitas PR-K10-01
- Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMA/MA Kelas X (Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, 2025, Bab 4).
- Buku Guru Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMA/MA Kelas X (Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, 2025, Bab 4).
- Lembar Kerja 'Detektif Konten KA' berisi studi kasus cuplikan keluaran KA generatif.
- Perangkat komputer/gawai dengan koneksi internet untuk simulasi verifikasi fakta silang (opsional).
- Buku Panduan Guru Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMA/MA Kelas X, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
- Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMA/MA Kelas X, Bab 4: Integrasi Prompt Engineering dan Design Thinking pada Kecerdasan Artifisial
- Set kartu skenario alur design thinking 'DT-AI Matching Challenge'
- Lembar Kerja Murid (LKPD) Pemahaman Konsep AI System Design
- Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial SMA/MA Kelas X, Bab 4
- Buku Panduan Guru Koding dan Kecerdasan Artifisial SMA/MA Kelas X, Bab 4
- Kartu Alur Logika Prototype KA dan Lembar Kerja Rancangan Alur AI System Design
- Buku Panduan Guru Koding dan Kecerdasan Artifisial SMA/MA Kelas X
- Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial SMA/MA Kelas X Bab 4
- Antarmuka Google AI Studio / Aplikasi LLM untuk purwarupa chatbot
- Lembar Kerja Pengujian Sistem KA (Format Log Uji Silang)
- Buku Guru Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMA/MA Kelas X, Bab 4 (Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, 2025)
- Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMA/MA Kelas X, Bab 4 (Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, 2025)
- Platform KA Generatif Teks dan Visual (misalnya ChatGPT, Claude, Microsoft Copilot, atau peramban setara yang terhubung internet di laboratorium)
- Lembar Kerja Portofolio Proyek Integratif AI System Design Bab 4
|