Modul AjarPertemuan 5Bab 2Fase ESemester 1

Modul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 10: Algoritma Rule-Based dan Pengantar Algoritma Machine Learning

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas 10 dengan topik "Algoritma Rule-Based dan Pengantar Algoritma Machine Learning". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 10: Algoritma Rule-Based dan Pengantar Algoritma Machine Learning

Koding dan Kecerdasan Artifisial - Kelas 10

Bab 2 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Koding dan Kecerdasan Artifisial — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Algoritma Rule-Based dan Pengantar Algoritma Machine Learning

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranKoding dan Kecerdasan Artifisial
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikAlgoritma Rule-Based dan Pengantar Algoritma Machine Learning
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu memahami dan menerapkan algoritma rule-based berbasis aturan logika (if-then/nested if) untuk menyelesaikan permasalahan sederhana, seperti diagnosis awal kesehatan atau klasifikasi teks.
  2. Murid mampu menjelaskan konsep dasar empat algoritma machine learning (decision tree, linear regression, K-means clustering, naive Bayes) dan membandingkan dengan algoritma rule-based melalui contoh nyata.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana sebuah program bisa 'berpikir' hanya dengan aturan-aturan yang kita buat?
  2. Apa bedanya aturan yang dibuat manusia dengan mesin yang 'belajar' dari data?
  3. Pernahkah kalian melihat rekomendasi produk atau film? Kira-kira algoritma apa yang bekerja di baliknya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengecek kehadiran murid.
  • Guru memberikan asesmen awal (diagnostik) berupa pertanyaan lisan atau kuis singkat untuk mengetahui pemahaman murid tentang pengondisian dan konsep algoritma.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan menampilkan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu.
  • Guru mengaitkan materi dengan pengalaman murid (contoh: aplikasi diagnosa sederhana atau rekomendasi) yang sudah pernah dijumpai.

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan guru tentang algoritma rule-based menggunakan contoh diagnosa kesehatan (berdasarkan Buku Siswa hlm.57-58).
  • Murid secara berpasangan menganalisis flowchart yang diberikan dan mengidentifikasi struktur nested if serta hubungan sebab-akibat di dalamnya.
  • Guru memperkenalkan secara singkat konsep dasar empat algoritma machine learning (decision tree, linear regression, K-means clustering, naive Bayes) dengan analogi sederhana, misalnya: decision tree untuk memilih film, linear regression untuk prediksi tinggi badan, K-means untuk mengelompokkan buah, naive Bayes untuk klasifikasi email spam.
  • Murid mencatat perbedaan utama: rule-based bergantung pada aturan eksplisit buatan manusia, sedangkan machine learning membangun model dari data.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi kelas menjadi beberapa kelompok kecil (3-4 orang) dan memberikan Lembar Kerja Murid (LKPD) yang berisi dua skenario: (a) klasifikasi hewan berdasarkan ciri (contoh: mamalia/bukan), (b) prediksi kelulusan berdasarkan nilai dan kehadiran.
  • Setiap kelompok memilih satu skenario, lalu membuat flowchart atau pseudocode algoritma rule-based untuk menyelesaikannya. Untuk skenario yang lebih menantang, kelompok diminta menuliskan kode Python sederhana jika memungkinkan.
  • Kelompok juga mendiskusikan: bagaimana jika permasalahan ini diselesaikan dengan pendekatan machine learning (misal decision tree)? Mereka menuliskan perbedaan pendekatan pada kertas post-it.
  • Guru berkeliling memberikan bimbingan, memastikan setiap anggota kelompok terlibat, dan menanyakan proses berpikir (scaffolding).
  • Murid diizinkan menggunakan laptop atau kertas untuk menuangkan ide.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Dua perwakilan kelompok mempresentasikan hasil flowchart/pseudocode dan perbandingan dengan ML di depan kelas.
  • Murid lain memberikan tanggapan atau pertanyaan melalui kegiatan 'dua bintang satu harapan' (two stars and a wish).
  • Murid melakukan penilaian diri (self-assessment) menggunakan lembar refleksi: apa yang sudah dipahami, apa yang masih sulit, dan apa yang ingin dipelajari lebih lanjut.
  • Guru memandu diskusi ringan: kapan aturan buatan manusia lebih cocok, kapan pembelajaran dari data lebih diperlukan.

Penutup:

  • Guru memberikan asesmen akhir berupa kuis singkat (3-5 pertanyaan) untuk mengukur pencapaian TP.
  • Guru memberikan penguatan konsep dan meluruskan miskonsepsi yang muncul selama pembelajaran.
  • Murid menuliskan satu kalimat kesimpulan di kertas kecil dan menempelkannya di papan 'kesimpulan hari ini'.
  • Guru menyampaikan rencana pertemuan selanjutnya dan memberikan tugas membaca materi lanjutan tentang implementasi ML sederhana.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa atau salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid dengan pemahaman cepat diberikan tantangan tambahan berupa studi kasus yang lebih kompleks (misal: sistem rekomendasi buku atau klasifikasi email multi kategori). Murid yang lambat diberikan lebih banyak contoh konkret dan bimbingan langkah demi langkah dalam membangun algoritma rule-based.
  • Proses: Murid yang sudah mahir dipersilakan langsung menuliskan kode Python dan mengujinya. Murid yang masih perlu banyak bantuan menerima pendampingan intensif dalam kelompok kecil oleh guru atau teman sebaya.
  • Produk: Murid dapat menyajikan hasil dalam bentuk flowchart (gambar), pseudocode, atau kode Python sesuai kemampuan. Bagi yang tidak memiliki laptop, diperbolehkan menggunakan kertas dan pensil.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan: 'Sebutkan contoh pengambilan keputusan dalam kehidupan sehari-hari yang menggunakan aturan jika-maka.' 'Apa yang kalian ketahui tentang algoritma?'
  • Kuis singkat (2 soal): 1) Tuliskan contoh sederhana pengondisian if dalam Python. 2) Apa yang dimaksud dengan logika bercabang?

Proses:

  • Mengamati kemampuan murid dalam mengonstruksi flowchart rule-based menggunakan rubrik (aspek: ketepatan logika, kelengkapan aturan, kerapian diagram).
  • Mengamati diskusi kelompok dan mencatat kontribusi tiap anggota dalam membandingkan rule-based dan ML.
  • Mengumpulkan lembar self-assessment yang diisi murid pada tahap refleksi.

Akhir:

  • Soal 1: Buatlah flowchart algoritma rule-based untuk menentukan apakah seseorang boleh mendonorkan darah (syarat: usia 17-60 tahun, berat badan > 50 kg, tidak sedang sakit).
  • Soal 2: Sebutkan satu perbedaan utama antara algoritma rule-based dan algoritma machine learning decision tree!
  • Soal 3: Manakah dari algoritma berikut yang termasuk machine learning? a) nested if b) linear regression c) bubble sort. (pilihan ganda)

Formatif:

  • Observasi partisipasi dan diskusi selama kerja kelompok (keaktifan, kerjasama, kualitas argumen).
  • Penilaian lembar kerja (flowchart/pseudocode) berdasarkan rubrik.
  • Tanya jawab lisan saat guru berkeliling untuk mengecek pemahaman.

Sumatif:

  • Kuis tertulis di akhir pembelajaran (soal pilihan ganda dan uraian singkat) yang mencakup penerapan rule-based dan pemahaman dasar ML.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman Algoritma Rule-BasedBelum dapat menjelaskan konsep rule-based; flowchart atau pseudocode tidak sesuai dengan logika aturan.Dapat menjelaskan konsep dasar tetapi masih terdapat kesalahan dalam menerapkan aturan (misal urutan kondisi salah).Dapat menjelaskan dan menerapkan rule-based dengan beberapa aturan; flowchart logis dan mencakup sebagian besar skenario.Mampu menjelaskan dengan jelas, membuat flowchart rule-based yang lengkap, menangani semua kasus tepi, dan dapat mengidentifikasi potensi perbaikan.
Kemampuan Membandingkan dengan Machine LearningTidak dapat menyebutkan perbedaan atau salah mengidentifikasi contoh algoritma.Menyebutkan satu perbedaan sederhana (misal: ‘ML pakai data, rule-based tidak’) tanpa penjelasan.Menyebutkan minimal dua perbedaan dengan benar dan memberikan contoh perbandingan secara konkret.Menganalisis kelebihan/kekurangan masing-masing pendekatan pada konteks tertentu dan dapat mengaitkan dengan jenis algoritma ML yang sesuai.
Kolaborasi dan KomunikasiTidak terlibat aktif dalam kelompok; tidak berpartisipasi dalam diskusi atau presentasi.Terlibat sesekali; hanya mendengarkan atau menyampaikan ide secara terbatas.Aktif berdiskusi, membantu menyusun flowchart, dan menyampaikan gagasan saat presentasi.Memimpin diskusi kelompok, mendorong teman untuk berkontribusi, mempresentasikan dengan percaya diri dan menanggapi pertanyaan dengan baik.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid dapat memahami perbedaan mendasar antara rule-based dan machine learning?
  • Bagaimana respons murid terhadap aktivitas kelompok? Apakah ada yang perlu disesuaikan agar lebih kolaboratif?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap sudah cukup?
  • Apakah strategi diferensiasi yang diterapkan berjalan efektif?
  • Apa yang akan diperbaiki pada pertemuan berikutnya agar pembelajaran lebih mendalam?

Refleksi Murid:

  • Apa bagian paling menarik dari pembelajaran hari ini?
  • Kesulitan apa yang kamu alami saat membuat aturan logika?
  • Menurutmu, kapan sebaiknya kita menggunakan aturan buatan manusia dan kapan sebaiknya menggunakan mesin yang belajar dari data?
  • Bagaimana peranmu dalam kelompok? Apakah kamu sudah membantu teman?
  • Apa yang ingin kamu pelajari lebih lanjut tentang kecerdasan buatan?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMA/MA Kelas X (Kemdikbud), halaman 56-59.
  2. Buku Guru Panduan Khusus Bab 2 Algoritma dan Pemrograman Lanjut (Kemdikbud), halaman 79-81.
  3. Laptop atau perangkat dengan akses ke Google Colab/Python (jika tersedia).
  4. LCD proyektor dan papan tulis.
  5. Lembar Kerja Murid (LKPD) yang memuat skenario rule-based dan tabel perbandingan ML.
  6. Kertas post-it, spidol, dan kertas plano untuk presentasi.
  7. Tayangan presentasi daring tentang contoh rule-based vs. ML (opsional, dapat diunduh dari https://buku.kemdikbud.go.id/s/kka10o).

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.