Modul AjarPertemuan 4Bab 2Fase ESemester 1

Modul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 10: Algoritma Pencarian (Sequential & Binary Search) dan Pengurutan (Selection & Insertion Sort)

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas 10 dengan topik "Algoritma Pencarian (Sequential & Binary Search) dan Pengurutan (Selection & Insertion Sort)". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 10: Algoritma Pencarian (Sequential & Binary Search) dan Pengurutan (Selection & Insertion Sort)

Koding dan Kecerdasan Artifisial - Kelas 10

Bab 2 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Koding dan Kecerdasan Artifisial — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Algoritma Pencarian (Sequential & Binary Search) dan Pengurutan (Selection & Insertion Sort)

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranKoding dan Kecerdasan Artifisial
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikAlgoritma Pencarian (Sequential & Binary Search) dan Pengurutan (Selection & Insertion Sort)
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu memahami dan menerapkan algoritma pencarian sequential search dan binary search untuk menemukan data dalam kumpulan data.
  2. Murid mampu membandingkan algoritma pengurutan selection sort dan insertion sort berdasarkan logika dan efisiensinya.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian mencari sebuah kata dalam kamus fisik yang tebal? Apakah kalian mencarinya dari halaman pertama satu per satu, atau langsung membuka bagian tengahnya?
  2. Jika kalian memiliki setumpuk kartu remi yang acak, bagaimana cara paling logis dan cepat untuk mengurutkannya dari nilai terkecil hingga terbesar?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, doa bersama, dan mengecek kehadiran murid.
  • Guru mengondisikan suasana kelas agar nyaman dan siap belajar (membangun keamanan psikologis).
  • Guru memberikan asesmen awal secara lisan menggunakan pertanyaan pemantik untuk mengetahui pemahaman awal murid tentang konsep pencarian dan pengurutan.
  • Guru menyampaikan Tujuan Pembelajaran (TP) yang akan dicapai pada pertemuan ini, yaitu memahami algoritma pencarian (Sequential & Binary) dan membandingkan algoritma pengurutan (Selection & Insertion).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Guru mengajak murid menyadari pentingnya efisiensi dalam memproses data di kehidupan sehari-hari maupun dalam sistem komputer.
  • Murid menyimak penjelasan interaktif tentang perbedaan Sequential Search (mencari satu per satu) dan Binary Search (membagi dua data yang sudah terurut).
  • Murid mengamati demonstrasi visual atau animasi tentang cara kerja Selection Sort (mencari nilai terkecil dan menukar ke depan) dan Insertion Sort (menyisipkan data ke posisi yang tepat).
  • Murid membaca Buku Siswa Bab 2 untuk mendalami pseudocode dan logika dari masing-masing algoritma.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi ke dalam kelompok kecil (3-4 orang) untuk melakukan simulasi algoritma secara fisik menggunakan kartu angka atau kartu remi.
  • Setiap kelompok mempraktikkan pencarian sebuah angka menggunakan metode Sequential Search (kartu acak) dan Binary Search (kartu diurutkan terlebih dahulu).
  • Kelompok kemudian mempraktikkan pengurutan 10 kartu acak menggunakan metode Selection Sort dan mencatat jumlah langkah/tukar yang terjadi.
  • Kelompok mengulangi proses pengurutan dengan kartu yang sama menggunakan metode Insertion Sort, lalu mencatat perbedaannya.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setiap kelompok mendiskusikan dan membandingkan efisiensi: Mengapa Binary Search jauh lebih cepat tetapi butuh syarat data terurut?
  • Murid membandingkan Selection Sort dan Insertion Sort: Algoritma mana yang terasa lebih intuitif atau lebih sedikit langkahnya pada kondisi data tertentu?
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas, memberikan umpan balik, dan meluruskan miskonsepsi terkait logika algoritma.
  • Murid menuliskan kesimpulan singkat di buku catatan mereka tentang algoritma mana yang paling efektif digunakan berdasarkan kondisi data.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan materi tentang kelebihan dan kelemahan masing-masing algoritma pencarian dan pengurutan.
  • Guru memberikan asesmen akhir (sumatif singkat) berupa kuis tertulis membandingkan efisiensi algoritma.
  • Guru menyampaikan rencana materi untuk pertemuan berikutnya (misalnya pengenalan pemrograman teks/Python).
  • Guru menutup pelajaran dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid dengan gaya belajar visual diberikan akses ke video animasi sorting/searching. Murid dengan gaya belajar membaca/logika diberikan pseudocode dari Buku Siswa.
  • Proses: Murid yang masih kesulitan dibimbing langsung oleh guru saat simulasi kartu (guided). Murid yang sudah mahir diminta menganalisis jumlah maksimal loop (kompleksitas waktu sederhana) dari simulasi mereka.
  • Produk: Laporan hasil perbandingan algoritma dapat disajikan dalam bentuk tabel tertulis, diagram alur (flowchart), atau presentasi lisan singkat, sesuai minat kelompok.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan lisan: 'Jika kalian mencari nama teman di kontak HP yang tidak terurut, apa yang kalian lakukan? Bagaimana jika kontaknya sudah terurut abjad?'

Proses:

  • Guru berkeliling mengamati ketepatan langkah murid saat melakukan simulasi Selection Sort dan Insertion Sort menggunakan kartu. Guru memberikan pertanyaan pemantik lanjutan jika kelompok melakukan kesalahan logika.

Akhir:

  • Soal uraian singkat: 1. Jelaskan syarat utama agar Binary Search dapat digunakan! 2. Bandingkan cara kerja Selection Sort dan Insertion Sort, manakah yang menurutmu lebih efisien jika datanya hampir terurut?

Formatif:

  • Observasi aktivitas kelompok saat simulasi kartu (menilai kolaborasi dan pemahaman logika algoritma).
  • Tanya jawab lisan selama tahap refleksi.

Sumatif:

  • Kuis tertulis di akhir pembelajaran yang meminta murid membandingkan efisiensi Sequential vs Binary Search dan Selection vs Insertion Sort.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Algoritma Pencarian (Sequential & Binary)Belum mampu membedakan dan menerapkan langkah-langkah Sequential dan Binary Search.Mampu menerapkan Sequential Search, namun masih keliru dalam menentukan nilai tengah pada Binary Search.Mampu menerapkan kedua algoritma pencarian dengan benar pada simulasi data sederhana.Mampu menerapkan kedua algoritma dengan sangat tepat, cepat, dan dapat menjelaskan syarat serta efisiensi Binary Search dibanding Sequential Search.
Perbandingan Algoritma Pengurutan (Selection & Insertion)Belum mampu melakukan pengurutan data menggunakan kedua algoritma tersebut.Mampu melakukan salah satu algoritma pengurutan, namun belum mampu membandingkan efisiensinya.Mampu melakukan simulasi Selection dan Insertion Sort dengan benar dan membandingkan perbedaan logikanya secara umum.Mampu melakukan simulasi dengan presisi, membandingkan logika secara detail, serta menyimpulkan algoritma mana yang lebih efisien berdasarkan kondisi data awal.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah simulasi menggunakan kartu efektif membantu murid memahami logika algoritma yang abstrak?
  • Apakah alokasi waktu mencukupi untuk tahap eksplorasi dan refleksi?
  • Bagaimana saya bisa memfasilitasi murid yang masih kesulitan membedakan Selection dan Insertion Sort di pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Bagian mana dari simulasi algoritma hari ini yang paling menyenangkan dan mudah dipahami?
  • Apakah kamu merasa kesulitan saat membedakan cara kerja Selection Sort dan Insertion Sort?
  • Bagaimana pemahaman tentang algoritma ini dapat membantumu memecahkan masalah sehari-hari secara lebih terstruktur?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMA/MA Kelas X (Kemdikbudristek, 2025)
  2. Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMA/MA Kelas X (Kemdikbudristek, 2025)
  3. Set kartu angka (1-20) atau kartu remi untuk simulasi algoritma
  4. Proyektor dan laptop untuk menampilkan animasi visual algoritma pencarian dan pengurutan

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.