Modul AjarPertemuan 2Bab 2Fase ESemester 1

Modul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 10: Implementasi Logika Pemrograman dalam Flowchart

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas 10 dengan topik "Implementasi Logika Pemrograman dalam Flowchart". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 10: Implementasi Logika Pemrograman dalam Flowchart

Koding dan Kecerdasan Artifisial - Kelas 10

Bab 2 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Koding dan Kecerdasan Artifisial — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Implementasi Logika Pemrograman dalam Flowchart

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranKoding dan Kecerdasan Artifisial
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikImplementasi Logika Pemrograman dalam Flowchart
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menganalisis logika algoritma dasar dan menuangkannya ke dalam bentuk flowchart secara tepat dan sistematis.
  2. Murid mampu menerapkan berpikir komputasional untuk merancang alur penyelesaian masalah nyata melalui representasi flowchart.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian mengikuti langkah-langkah resep masakan? Bagaimana jika salah satu langkah dilewati — apa yang terjadi?
  2. Sebutkan salah satu kegunaan IF-THEN dalam kehidupan sehari-hari!
  3. Bagaimana cara kita menggambarkan alur pengambilan keputusan agar orang lain bisa memahaminya dengan cepat?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam dan memeriksa kesiapan murid serta sarana (laptop, LCD proyektor, papan tulis).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: meminta 2-3 murid menyebutkan simbol flowchart yang diketahui dan fungsinya.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan menjelaskan relevansi implementasi logika pemrograman dalam flowchart untuk menyelesaikan masalah nyata.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Sebutkan salah satu kegunaan IF-THEN!' untuk mengaktifkan pengetahuan awal murid.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menampilkan contoh teks prosedur 'Cara Menulis Surat Izin Tidak Masuk Sekolah' dan meminta murid membaca serta mengidentifikasi langkah tetap dan langkah percabangan.
  • Guru menjelaskan tiga jenis logika pemrograman: sekuensial, percabangan (IF-THEN), dan perulangan (looping) beserta simbol flowchart yang sesuai.
  • Murid mencatat perbedaan kalimat perintah, kalimat tanya, dan kalimat pernyataan serta hubungannya dengan simbol proses, decision, dan input/output dalam flowchart.
  • Guru menampilkan contoh flowchart penentuan kelulusan (nilai >= 60) dan memandu murid menelusuri alur dari Start hingga End.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mengerjakan Aktivitas AP-K10-05 secara mandiri: membaca teks prosedur, menandai langkah tetap dan percabangan, kemudian mengonversi teks tersebut menjadi flowchart lengkap.
  • Murid mengerjakan Aktivitas AP-K10-06 secara mandiri: menganalisis logika klasifikasi kalimat (perintah, tanya, pernyataan) berdasarkan tanda akhir kalimat, lalu menyusun flowchart klasifikasi tersebut.
  • Guru memantau proses kerja murid, memberikan scaffolding kepada yang membutuhkan dan tantangan tambahan kepada yang lebih cepat.
  • Perwakilan murid mempresentasikan flowchart hasil kerjanya di depan kelas menggunakan papan tulis atau LCD proyektor.
  • Murid lain memberikan tanggapan, mengoreksi, atau mengajukan pertanyaan terhadap flowchart yang dipresentasikan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru memfasilitasi diskusi kelas: 'Apa kesulitan terbesar saat mengonversi teks menjadi flowchart? Bagaimana kalian mengatasinya?'
  • Murid menuliskan satu hal baru yang dipelajari dan satu hal yang masih membingungkan pada sticky note atau kertas kecil.
  • Guru memberikan umpan balik terhadap kesalahan umum yang ditemukan selama presentasi dan aktivitas, serta menegaskan pentingnya implementasi logika pemrograman dalam flowchart.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan poin-poin utama: logika sekuensial, percabangan, dan perulangan serta representasinya dalam flowchart.
  • Guru melakukan asesmen akhir singkat: murid menjawab 2 soal tertulis tentang konversi logika ke flowchart.
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran pertemuan berikutnya dan menutup dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan diberikan template flowchart setengah jadi untuk dilengkapi; murid mahir diberikan studi kasus tanpa panduan langkah.
  • Proses: Murid yang lebih cepat diminta membuat flowchart dengan dua level percabangan bersarang (nested IF); murid yang lebih lambat difasilitasi dengan bimbingan langkah per langkah oleh guru.
  • Produk: Murid dapat menyajikan flowchart dalam bentuk gambar tangan di kertas, digital menggunakan aplikasi (draw.io/Canva), atau narasi terstruktur sesuai preferensi belajarnya.

ASESMEN

Awal:

  • Guru meminta murid menyebutkan minimal 3 simbol flowchart beserta fungsinya untuk mengukur pemahaman prasyarat.
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan: 'Apa perbedaan langkah berurutan dan langkah bersyarat dalam algoritma?' untuk memetakan kesiapan belajar.

Proses:

  • Guru mengamati ketepatan murid dalam mengidentifikasi langkah tetap dan langkah percabangan pada teks prosedur.
  • Guru memeriksa kesesuaian simbol flowchart yang digunakan murid (proses, decision, input/output, terminator) selama aktivitas berlangsung.
  • Guru mencatat kemampuan murid dalam menjelaskan alur flowchart saat presentasi.

Akhir:

  • Murid mengerjakan 2 soal tertulis: (1) Diberikan deskripsi masalah sederhana, murid menyusun langkah logika dan menggambar flowchart; (2) Diberikan flowchart, murid mengidentifikasi jenis logika yang digunakan dan menjelaskan alurnya.
  • Produk flowchart dari Aktivitas AP-K10-05 dan AP-K10-06 dinilai dengan rubrik penilaian.

Formatif:

  • Observasi proses kerja murid selama Aktivitas AP-K10-05 dan AP-K10-06.
  • Tanya jawab lisan saat presentasi flowchart dan tanggapan antar murid.
  • Catatan sticky note refleksi murid.

Sumatif:

  • Penilaian produk flowchart Aktivitas AP-K10-05 dan AP-K10-06 menggunakan rubrik.
  • Soal tertulis singkat (2 soal) konversi logika algoritma ke flowchart di akhir pembelajaran.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Simbol FlowchartMenggunakan simbol flowchart secara tidak tepat pada lebih dari 3 bagian; belum memahami fungsi simbol.Menggunakan simbol flowchart dengan tepat pada sebagian besar bagian, namun masih terdapat 2-3 kesalahan.Menggunakan simbol flowchart dengan tepat, hanya terdapat 1 kesalahan minor.Menggunakan seluruh simbol flowchart dengan tepat dan konsisten tanpa kesalahan.
Kelengkapan dan Sistematika AlurFlowchart tidak memiliki alur yang jelas; banyak langkah yang hilang atau tidak berurutan.Flowchart memiliki alur dari Start ke End namun beberapa langkah tidak berurutan atau ada langkah yang terlewat.Flowchart memiliki alur lengkap dan sistematis dari Start ke End dengan seluruh langkah tercantum, terdapat sedikit kekurangan pada penempatan.Flowchart lengkap, sistematis, logis dari Start ke End; setiap langkah terhubung dengan tepat dan mudah dipahami.
Penerapan Logika Percabangan dan PerulanganBelum mampu mengidentifikasi dan merepresentasikan logika percabangan atau perulangan dalam flowchart.Mampu mengidentifikasi logika percabangan/perulangan namun representasi dalam flowchart belum tepat.Mampu merepresentasikan logika percabangan dan/atau perulangan dalam flowchart dengan tepat, terdapat sedikit ketidaksesuaian.Merepresentasikan logika percabangan dan perulangan secara tepat, termasuk kondisi dan alur Ya/Tidak yang jelas dan benar.
Kemampuan Komunikasi dan PresentasiTidak mampu menjelaskan alur flowchart yang dibuat; jawaban tidak relevan.Mampu menjelaskan alur flowchart secara garis besar namun kurang rinci dan kurang percaya diri.Mampu menjelaskan alur flowchart dengan rinci dan cukup percaya diri, sesekali membutuhkan bantuan.Mampu menjelaskan alur flowchart dengan rinci, percaya diri, dan mampu menjawab pertanyaan dari teman atau guru dengan tepat.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid mampu mengonversi teks prosedur menjadi flowchart? Bagian mana yang paling sulit bagi mereka?
  • Apakah strategi diferensiasi (template setengah jadi dan tantangan nested IF) efektif memfasilitasi keberagaman kecepatan belajar?
  • Apakah alokasi waktu 2x45 menit cukup untuk menyelesaikan kedua aktivitas dan presentasi? Penyesuaian apa yang perlu dilakukan di pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa hal baru yang saya pelajari hari ini tentang hubungan logika pemrograman dan flowchart?
  • Bagian mana dari pembuatan flowchart yang masih saya rasa sulit? Apa rencana saya untuk memperbaikinya?
  • Bagaimana saya bisa menggunakan flowchart untuk menyelesaikan masalah di kehidupan sehari-hari?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMA/MA Kelas X, Kemdikbud.
  2. Buku Panduan Guru Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMA/MA Kelas X, Kemdikbud.
  3. Rubrik penilaian aktivitas AP-K10-05: https://buku.kemdikbud.go.id/s/kka10n
  4. Rubrik penilaian aktivitas AP-K10-06 (tersedia di buku guru).
  5. Laptop, LCD proyektor, papan tulis, spidol warna.
  6. Kertas A4 atau buku gambar untuk menggambar flowchart.
  7. Aplikasi flowchart digital (opsional): draw.io, Canva, atau Microsoft Visio.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.