Modul AjarPertemuan 5Bab 1Fase ESemester 1

Modul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 10: Asesmen Sumatif Bab 1: Berpikir Komputasional

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas 10 dengan topik "Asesmen Sumatif Bab 1: Berpikir Komputasional". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 10: Asesmen Sumatif Bab 1: Berpikir Komputasional

Koding dan Kecerdasan Artifisial - Kelas 10

Bab 1 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

Koding dan Kecerdasan Artifisial — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Asesmen Sumatif Bab 1: Berpikir Komputasional

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranKoding dan Kecerdasan Artifisial
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikAsesmen Sumatif Bab 1: Berpikir Komputasional
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mendemonstrasikan kemampuan menerapkan berpikir komputasional secara menyeluruh — meliputi dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan perancangan algoritma — untuk memecahkan permasalahan sehari-hari yang kompleks secara mandiri sebagai bukti ketercapaian kompetensi bab.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Dari semua yang sudah kamu pelajari tentang berpikir komputasional, permasalahan nyata apa yang paling ingin kamu pecahkan menggunakan pendekatan ini?
  2. Bagaimana kamu akan membuktikan kepada orang lain bahwa kamu benar-benar memahami dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma — bukan sekadar hafal teorinya?
  3. Jika kamu diminta menyelesaikan masalah kompleks sendirian dalam waktu terbatas, dari mana kamu akan memulai dan mengapa?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengecek kehadiran murid (2 menit).
  • Guru memandu murid melakukan teknik 'napas sadar' selama 1 menit: tarik napas 4 hitungan, tahan 4 hitungan, lepas 4 hitungan — untuk menciptakan kondisi tenang dan fokus sebelum asesmen.
  • Guru menyampaikan tujuan pertemuan: 'Hari ini adalah waktunya kalian menunjukkan pemahaman utuh tentang berpikir komputasional melalui asesmen sumatif. Ini bukan ujian yang menakutkan, melainkan kesempatan kalian membuktikan kemampuan nyata.' (2 menit)
  • Asesmen awal diagnostik singkat: Guru menampilkan 1 pertanyaan lisan di layar — 'Sebutkan 4 pilar berpikir komputasional dan satu contoh nyata untuk masing-masing!' — murid menjawab dalam hati dan guru mempersilakan 2–3 murid berbagi jawaban singkat untuk mengaktifkan ingatan (5 menit).
  • Guru melontarkan pertanyaan pemantik dan memberi waktu 2 menit bagi murid untuk merespons secara lisan atau dalam catatan kecil pribadi.
  • Guru menjelaskan alur, format, dan rubrik asesmen sumatif secara transparan agar murid tahu persis apa yang dinilai (3 menit).
  • Guru mempersilakan murid menyiapkan alat tulis; memastikan kondisi ruang nyaman dan kondusif.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid membaca dan mencermati lembar soal asesmen sumatif yang terdiri dari tiga bagian: (A) 10 soal pilihan ganda tentang konsep dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma; (B) 1 studi kasus singkat berupa narasi permasalahan nyata (contoh: kemacetan di sekitar sekolah atau pengelolaan antrean kantin); (C) 1 instruksi proyek mini mandiri.
  • Murid diberi waktu 5 menit untuk membaca keseluruhan soal terlebih dahulu sebelum mulai menjawab — strategi ini membantu murid memahami konteks dan merencanakan waktu pengerjaan.
  • Guru mengingatkan: 'Bacalah setiap soal dengan tenang. Identifikasi kata kunci di setiap pertanyaan sebelum menjawab.' (Berkesadaran)
  • Murid mengerjakan Bagian A (pilihan ganda) secara mandiri dalam waktu 15 menit. Guru berkeliling mengamati tanpa memberi petunjuk jawaban, hanya memastikan murid memahami instruksi soal jika ada yang bertanya tentang redaksi soal.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mengerjakan Bagian B: Studi Kasus. Murid membaca narasi permasalahan nyata yang diberikan, kemudian secara mandiri menuliskan analisis menggunakan empat pilar berpikir komputasional: (1) Dekomposisi — mengurai masalah menjadi bagian-bagian kecil; (2) Pengenalan Pola — mengidentifikasi pola atau kesamaan dalam masalah; (3) Abstraksi — menyaring informasi esensial dan mengabaikan detail tidak relevan; (4) Perancangan Algoritma — menyusun langkah-langkah solusi secara sistematis dan terurut. Alokasi waktu: 20 menit. (Bermakna)
  • Murid mengerjakan Bagian C: Proyek Mini Mandiri. Murid memilih satu permasalahan nyata dari kehidupan sehari-hari mereka sendiri (berbeda dari studi kasus Bagian B), lalu menerapkan keempat pilar berpikir komputasional untuk merancang solusinya secara tertulis. Murid menulis hasil analisis dalam format terstruktur: identifikasi masalah → dekomposisi → pengenalan pola → abstraksi → algoritma solusi (minimal 5 langkah terurut). Alokasi waktu: 20 menit. (Bermakna)
  • Guru berkeliling secara aktif selama pengerjaan Bagian B dan C, mencatat observasi kualitas berpikir murid untuk asesmen proses, dan memberi dorongan verbal positif bagi murid yang terlihat ragu ('Percaya pada prosesmu, kamu sudah belajar ini dengan baik.').
  • Jika ada murid yang lebih cepat selesai (diferensiasi murid cepat), guru menyiapkan tantangan pengayaan: murid diminta mengevaluasi solusi yang mereka rancang — apakah efisien? Apa kelemahan algoritmanya? Bagaimana memperbaikinya? Tuliskan dalam catatan tambahan.
  • Bagi murid yang membutuhkan lebih banyak waktu atau dukungan (diferensiasi murid yang memerlukan scaffolding), guru menyediakan kartu bantu visual berisi kerangka empat pilar (tanpa contoh jawaban) yang boleh digunakan sebagai pemandu berpikir.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):

  • Setelah semua bagian selesai dikerjakan, murid mengisi lembar refleksi diri singkat (5 menit) yang memuat pertanyaan: (a) Bagian mana yang paling mudah dan mengapa? (b) Bagian mana yang paling menantang dan mengapa? (c) Pilar berpikir komputasional mana yang paling sering kamu gunakan dalam kehidupan sehari-hari tanpa kamu sadari? (Berkesadaran)
  • Guru memfasilitasi sesi berbagi singkat: 2–3 murid secara sukarela menceritakan permasalahan sehari-hari yang mereka pilih untuk Bagian C dan satu langkah algoritma yang paling kreatif dari solusi mereka — bukan untuk dinilai, melainkan untuk menginspirasi teman (5 menit). (Menggembirakan)
  • Murid mengumpulkan lembar jawaban dan lembar refleksi kepada guru.
  • Guru memberi umpan balik lisan afirmatif kepada kelas secara keseluruhan tentang proses hari ini: 'Kalian sudah menunjukkan kemampuan berpikir sistematis. Perlu diingat bahwa berpikir komputasional bukan hanya untuk coding — ini adalah cara berpikir untuk hidup.' (Bermakna)

Penutup:

  • Guru merangkum secara singkat bahwa hari ini murid telah membuktikan kemampuan mereka menerapkan berpikir komputasional secara menyeluruh dan mandiri (2 menit).
  • Guru menyampaikan apresiasi tulus atas kerja keras murid sepanjang Bab 1, dan menginformasikan bahwa hasil asesmen akan dikembalikan dengan umpan balik tertulis pada pertemuan berikutnya.
  • Guru memberikan preview singkat tentang Bab 2 yang akan datang untuk membangun rasa penasaran: 'Di bab berikutnya kita akan belajar bagaimana mesin bisa berpikir — penasaran? Simpan pertanyaan kalian!'
  • Guru menutup kelas dengan salam dan mengingatkan murid untuk terus melatih pola pikir komputasional dalam kehidupan sehari-hari.

Diferensiasi:

  • Konten: Soal studi kasus disediakan dalam dua versi konteks: (1) konteks perkotaan (kemacetan, antrean transportasi umum) dan (2) konteks pedesaan/sekolah (pengelolaan sampah, jadwal piket). Murid memilih konteks yang paling relevan dengan pengalaman mereka agar asesmen terasa bermakna.
  • Proses: Murid yang membutuhkan scaffolding dapat menggunakan kartu bantu visual berisi kerangka empat pilar berpikir komputasional (tanpa contoh jawaban) sebagai pemandu berpikir. Murid yang lebih cepat selesai mendapat tantangan pengayaan: mengevaluasi efisiensi dan kelemahan algoritma yang telah mereka rancang, serta mengusulkan perbaikannya.
  • Produk: Proyek mini (Bagian C) dapat disajikan dalam bentuk tulisan naratif terstruktur, diagram alur/flowchart sederhana, atau kombinasi keduanya — murid memilih format yang paling nyaman untuk mengekspresikan pemikiran mereka.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan singkat di pendahuluan: guru menampilkan 1 pertanyaan di layar — 'Sebutkan 4 pilar berpikir komputasional dan satu contoh nyata untuk masing-masing!' — 2–3 murid menjawab secara lisan untuk mengaktifkan skema pengetahuan yang sudah dimiliki dan mengidentifikasi murid yang mungkin belum siap.
  • Guru mengamati respons murid untuk menyesuaikan pendekatan fasilitasi selama asesmen berlangsung.

Proses:

  • Observasi langsung oleh guru selama murid mengerjakan Bagian B (studi kasus) dan Bagian C (proyek mini): guru mencatat apakah murid mampu mengidentifikasi masalah, mengurai dengan dekomposisi, mengenali pola, melakukan abstraksi, dan menyusun algoritma secara sistematis.
  • Pencatatan anekdotal singkat oleh guru terhadap murid yang menunjukkan kesulitan signifikan atau kemajuan luar biasa selama proses pengerjaan.
  • Lembar refleksi diri murid (diisi setelah mengerjakan semua bagian) sebagai data proses: mengidentifikasi bagian mana yang mudah dan menantang bagi tiap murid.

Akhir:

  • Penilaian pilihan ganda Bagian A: skor objektif (0–10) mengukur pemahaman konseptual.
  • Penilaian studi kasus Bagian B menggunakan rubrik 4 level (Belum Berkembang, Mulai, Berkembang, Sangat Berkembang) pada aspek: ketepatan dekomposisi, ketepatan pengenalan pola, ketepatan abstraksi, dan kualitas algoritma.
  • Penilaian proyek mini Bagian C menggunakan rubrik 4 level pada aspek: relevansi pemilihan masalah, kelengkapan penerapan keempat pilar, sistematika algoritma, dan kemandirian.
  • Nilai akhir sumatif dihitung dari kombinasi ketiga bagian (bobot: Bagian A 20%, Bagian B 40%, Bagian C 40%).

Formatif:

  • Observasi guru saat murid mengerjakan studi kasus dan proyek mini: guru mencatat kualitas proses berpikir (apakah murid menggunakan keempat pilar secara sistematis).
  • Tanya jawab lisan singkat di awal pertemuan (asesmen diagnostik aktivasi memori) untuk mengecek kesiapan murid.
  • Lembar refleksi diri murid yang diisi di akhir sesi inti sebagai umpan balik proses belajar.

Sumatif:

  • Pilihan ganda (Bagian A): mengukur pemahaman konseptual empat pilar berpikir komputasional — 10 soal, setiap soal bernilai 1 poin.
  • Studi kasus tertulis (Bagian B): mengukur kemampuan menerapkan keempat pilar pada permasalahan yang diberikan — dinilai menggunakan rubrik 4 level.
  • Proyek mini mandiri (Bagian C): mengukur kemampuan mengidentifikasi masalah nyata secara mandiri dan merancang solusi berbasis berpikir komputasional secara menyeluruh — dinilai menggunakan rubrik 4 level.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
DekomposisiMurid tidak mampu mengurai masalah menjadi bagian-bagian kecil, atau uraian yang dibuat tidak relevan dengan masalah yang diberikan.Murid mampu mengurai masalah menjadi beberapa bagian, tetapi uraian masih terlalu umum, tidak lengkap, atau ada bagian penting yang terlewat.Murid mampu mengurai masalah menjadi bagian-bagian yang jelas dan relevan, mencakup sebagian besar komponen penting masalah dengan urutan yang logis.Murid mampu mengurai masalah secara menyeluruh, rinci, dan sistematis ke dalam bagian-bagian kecil yang saling berkaitan, mencakup seluruh komponen penting masalah tanpa ada bagian yang terlewat.
Pengenalan PolaMurid tidak mampu mengidentifikasi pola, tren, atau kesamaan dalam masalah yang diberikan.Murid mampu mengidentifikasi 1 pola yang relevan, tetapi penjelasan masih dangkal atau tidak dikaitkan dengan konteks masalah secara jelas.Murid mampu mengidentifikasi 2–3 pola yang relevan dan menjelaskan bagaimana pola tersebut membantu memahami atau menyelesaikan masalah.Murid mampu mengidentifikasi berbagai pola yang relevan secara tajam, menjelaskan keterkaitan antarpola, dan menggunakan temuan pola tersebut secara eksplisit untuk mendukung solusi yang dirancang.
AbstraksiMurid tidak mampu memilah informasi esensial dari yang tidak relevan, atau justru membuang informasi penting dan mempertahankan detail yang tidak perlu.Murid mampu mengidentifikasi beberapa informasi penting, tetapi masih memasukkan banyak detail yang tidak relevan dalam analisisnya sehingga fokus kurang tajam.Murid mampu memilah informasi esensial dengan cukup tepat, menyederhanakan masalah utama menjadi pernyataan yang lebih fokus, dan mengabaikan sebagian besar detail yang tidak relevan.Murid mampu mengabstraksi masalah dengan sangat tepat: mengidentifikasi hanya aspek-aspek yang benar-benar esensial, menyederhanakan masalah ke dalam inti yang jelas dan padat, serta memberikan alasan logis mengapa informasi tertentu diabaikan.
Perancangan AlgoritmaMurid tidak mampu menyusun langkah-langkah solusi, atau langkah yang disusun tidak logis, tidak berurutan, dan tidak dapat diikuti.Murid mampu menyusun beberapa langkah solusi, tetapi langkah-langkah tersebut tidak lengkap, ada yang terlompat, atau urutan logisnya belum konsisten.Murid mampu menyusun algoritma dengan langkah-langkah yang logis, cukup lengkap, dan dapat diikuti untuk menyelesaikan masalah, meskipun mungkin ada 1–2 langkah yang kurang presisi.Murid mampu merancang algoritma yang lengkap, berurutan secara logis, presisi, dan efisien — setiap langkah jelas, dapat dieksekusi, dan secara keseluruhan algoritma dapat menyelesaikan masalah dari awal hingga akhir tanpa ambiguitas.
Kemandirian dan Kelengkapan Penerapan Empat PilarMurid hanya menerapkan 1 pilar atau tidak menerapkan keempat pilar sama sekali; penyelesaian sangat bergantung pada contoh yang sudah diberikan sebelumnya.Murid menerapkan 2 pilar dengan benar secara mandiri, tetapi penerapan pilar lainnya masih sangat lemah atau tidak tampak.Murid menerapkan 3–4 pilar secara mandiri dengan kualitas yang memadai, meskipun ada 1 pilar yang penerapannya masih kurang mendalam.Murid menerapkan keempat pilar berpikir komputasional secara mandiri, terpadu, dan menyeluruh pada masalah yang dipilihnya sendiri, menunjukkan pemahaman yang utuh dan kemampuan transfer konsep ke konteks baru.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah instruksi dan format asesmen sumatif sudah cukup jelas sehingga murid dapat mengerjakan secara mandiri tanpa kebingungan yang berlebihan?
  • Murid mana yang menunjukkan kesulitan signifikan, dan pada pilar berpikir komputasional yang mana? Apa tindak lanjut yang perlu saya berikan?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap bagian asesmen sudah proporsional? Apakah ada murid yang tidak selesai bukan karena kemampuan, melainkan karena manajemen waktu?
  • Apakah pilihan konteks masalah dalam studi kasus dan proyek mini sudah relevan dan bermakna bagi murid di kelas ini?
  • Apa penyesuaian yang perlu saya lakukan pada pembelajaran berikutnya berdasarkan hasil asesmen sumatif bab ini?

Refleksi Murid:

  • Pilar berpikir komputasional mana yang paling mudah kamu terapkan hari ini, dan mengapa kamu merasa mudah pada bagian tersebut?
  • Pilar mana yang paling menantang? Apa yang akan kamu lakukan untuk memperkuat pemahamanmu tentang pilar tersebut?
  • Apakah masalah nyata yang kamu pilih untuk proyek mini benar-benar masalah yang ingin kamu selesaikan? Bagaimana perasaanmu saat merancang solusinya?
  • Setelah menyelesaikan asesmen ini, apakah kamu merasa berpikir komputasional berguna untuk kehidupanmu sehari-hari? Berikan satu contoh konkret.

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa: Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMA/MA Kelas X (Kemdikbud) — Bab 1: Berpikir Komputasional
  2. Panduan Guru: Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMA/MA Kelas X (Kemdikbud) — Bagian G Sumatif Bab 1
  3. Rubrik Penilaian BK10-01 dari Buku Guru (tautan resmi: https://buku.kemdikbud.go.id/s/kka10a)
  4. Lembar soal asesmen sumatif yang disiapkan guru (pilihan ganda, studi kasus, proyek mini)
  5. Lembar refleksi diri murid (disiapkan guru)
  6. Kartu bantu visual empat pilar berpikir komputasional (disiapkan guru sebagai scaffolding diferensiasi)
  7. Papan tulis / layar proyektor untuk menampilkan pertanyaan pemantik dan instruksi
  8. Alat tulis (pulpen, pensil, penggaris) untuk murid

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.