Modul AjarPertemuan 4Bab 1Fase ESemester 1

Modul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 10: Simulasi Pemecahan Masalah Kompleks dengan Berpikir Komputasional Terintegrasi Kecerdasan Artifisial

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas 10 dengan topik "Simulasi Pemecahan Masalah Kompleks dengan Berpikir Komputasional Terintegrasi Kecerdasan Artifisial". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 10: Simulasi Pemecahan Masalah Kompleks dengan Berpikir Komputasional Terintegrasi Kecerdasan Artifisial

Koding dan Kecerdasan Artifisial - Kelas 10

Bab 1 - Pertemuan 4

MODUL AJAR

Koding dan Kecerdasan Artifisial — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Simulasi Pemecahan Masalah Kompleks dengan Berpikir Komputasional Terintegrasi Kecerdasan Artifisial

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranKoding dan Kecerdasan Artifisial
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikSimulasi Pemecahan Masalah Kompleks dengan Berpikir Komputasional Terintegrasi Kecerdasan Artifisial
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menerapkan keseluruhan langkah berpikir komputasional (dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, penyusunan algoritma) secara terstruktur untuk memecahkan permasalahan kompleks dalam kehidupan sehari-hari melalui simulasi berbasis studi kasus kelompok.
  2. Murid dapat menganalisis persamaan dan perbedaan antara kemampuan berpikir komputasional manusia dengan kemampuan kecerdasan artifisial dalam membantu penyelesaian masalah, serta mengevaluasi keandalan AI sebagai alat bantu.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana cara kalian memecahkan masalah kompleks seperti kemacetan lalu lintas di kota? Apakah kalian bisa merancang langkah-langkahnya secara sistematis?
  2. Pernahkah kalian menggunakan aplikasi AI seperti ChatGPT untuk membantu mengerjakan tugas? Menurut kalian, apakah AI benar-benar 'berpikir' atau hanya meniru pola?
  3. Menurut kalian, mana yang lebih kreatif dalam menyelesaikan masalah: otak manusia atau kecerdasan buatan? Mengapa?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, mengajak berdoa, dan mengecek kehadiran (5 menit).
  • Guru memberikan apersepsi melalui tiga pertanyaan pemantik untuk menggali pemahaman awal dan menstimulasi rasa ingin tahu (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan skenario kegiatan hari ini, serta melakukan diagnosis awal berupa tanya jawab lisan singkat: 'Sebutkan empat langkah berpikir komputasional yang sudah dipelajari sebelumnya!' (asesmen awal) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Siswa dibagi dalam kelompok 4-5 orang dan menerima Lembar Kerja Murid (LKPD) yang berisi studi kasus masalah nyata (contoh: manajemen sampah di sekolah, antrean minta bantuan di UKS, atau mencari rute terpendek ke tempat wisata di kota).
  • Setiap kelompok membaca dan mendiskusikan isi kasus, lalu mengidentifikasi elemen-elemen masalah melalui dekomposisi dan pengenalan pola sederhana (10 menit).
  • Guru menjelaskan keterkaitan empat langkah berpikir komputasional (dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, algoritma) dan menunjukkan contoh integrasi kecerdasan artifisial dalam membantu proses, misalnya melalui video singkat atau demonstrasi penggunaan asisten AI untuk menghasilkan alternatif solusi (10 menit).
  • Siswa diberi kesempatan bertanya dan mengklarifikasi hal yang belum dipahami. Guru memastikan setiap kelompok memiliki gambaran awal tentang peran AI dalam penyelesaian masalah kompleks (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Setiap kelompok melengkapi LKPD dengan melakukan abstraksi (menyaring informasi penting) dan menyusun algoritma solusi dalam bentuk diagram alir atau langkah tertulis (15 menit).
  • Jika sarana memungkinkan, siswa mencoba menggunakan platform AI generatif (ChatGPT/Bing) yang sudah disiapkan untuk menghasilkan solusi alternatif terhadap studi kasus yang sama. Hasil AI dicatat dan dibandingkan dengan rancangan manual kelompok (15 menit).
  • Kelompok mendiskusikan persamaan dan perbedaan antara proses berpikir manusia (yang baru mereka lakukan) dan keluaran AI. Fokus pada kelebihan, kelemahan, dan situasi kapan AI paling membantu (10 menit).
  • Setiap kelompok menyusun ringkasan perbandingan dan mempersiapkan bahan presentasi singkat (boleh berupa flip chart, slide sederhana, atau poster digital) (5 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Dua atau tiga kelompok terpilih mempresentasikan hasil selama 3-5 menit, kelompok lain menanggapi dengan pertanyaan atau masukan (10 menit).
  • Guru memandu diskusi kelas singkat untuk mengonfirmasi pemahaman dan meluruskan miskonsepsi yang muncul (5 menit).
  • Setiap siswa mengisi jurnal refleksi individu (lembar refleksi) yang berisi: (a) Apa yang saya pelajari hari ini? (b) Bagaimana proses berpikir saya? (c) Perbedaan apa yang saya temukan antara cara saya dan cara AI? (d) Kesulitan apa yang masih saya alami? (e) Di mana saya dapat menggunakan cara berpikir ini dalam kehidupan sehari-hari? (5 menit).
  • Guru memberikan penguatan tentang pentingnya metakognisi dan bagaimana mengelola proses belajar secara mandiri dengan tetap memanfaatkan AI secara bijak (5 menit).

Penutup:

  • Bersama siswa, guru menyimpulkan inti pembelajaran: pentingnya struktur berpikir komputasional dan peran AI sebagai alat bantu, bukan pengganti berpikir kritis manusia (5 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa kuis lisan 3 pertanyaan kunci: 'Sebutkan satu perbedaan utama cara berpikir manusia dan AI.' 'Apa langkah abstraksi dalam kasus tadi?' 'Kapan sebaiknya kita menggunakan AI dalam menyelesaikan masalah?' (3 menit).
  • Guru menyampaikan rencana pertemuan berikutnya dan meminta siswa membawa contoh masalah di lingkungan sekitar untuk dibahas (2 menit).
  • Kelas ditutup dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk siswa yang memerlukan pengayaan, studi kasus dapat ditingkatkan kompleksitasnya (misal: mengoptimalkan distribusi bantuan bencana). Untuk siswa yang masih kesulitan, gunakan kasus sederhana sehari-hari (mengatur jadwal belajar agar tetap bisa bermain).
  • Proses: Siswa dengan pemahaman tinggi dapat langsung mengeksplorasi AI secara mandiri dan membuat dua versi algoritma (dengan dan tanpa AI). Siswa yang memerlukan bimbingan didampingi guru dengan scaffolding langkah demi langkah dan dipandu mengisi LKPD lebih terstruktur.
  • Produk: Produk akhir dapat berupa poster digital, presentasi lisan, atau video pendek sesuai minat dan akses teknologi siswa.

ASESMEN

Awal:

  • Tanya jawab lisan: 'Apa saja empat langkah berpikir komputasional?' dan 'Apakah kalian pernah mendengar istilah kecerdasan artifisial? Jika ya, berikan contohnya.' Digunakan untuk memetakan kesiapan belajar.

Proses:

  • Pengamatan langsung oleh guru selama kegiatan kelompok: dinilai keaktifan, ketepatan menerapkan langkah BK, dan kualitas diskusi perbandingan manusia-AI. Hasil pengamatan dicatat dalam lembar observasi terstruktur.
  • Pemeriksaan LKPD setiap kelompok untuk memastikan seluruh langkah diterapkan dengan benar.

Akhir:

  • Penilaian presentasi kelompok berdasarkan rubrik (aspek: penerapan BK, analisis perbandingan, kolaborasi, komunikasi).
  • Kuis lisan: tiga pertanyaan kunci di penutup untuk mengecek ketercapaian TP.

Formatif:

  • Observasi partisipasi dalam diskusi kelompok (checklist keterlibatan).
  • Jurnal refleksi individu untuk menilai metakognisi dan pemahaman diri.
  • Ceklis penyelesaian LKPD (proses dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, algoritma).

Sumatif:

  • Penilaian presentasi kelompok dan produk analisis perbandingan manusia vs AI menggunakan rubrik.
  • Kuis lisan di akhir pembelajaran untuk mengukur penguasaan konsep utama.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan Berpikir Komputasional (dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, algoritma)Langkah dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, atau algoritma tidak terlihat atau seluruhnya salah.Hanya sebagian langkah yang diidentifikasi/diterapkan, namun tidak terstruktur atau belum lengkap.Keempat langkah diterapkan dengan benar dan terstruktur sesuai dengan studi kasus, tetapi penjelasan masih minim.Seluruh langkah diterapkan secara mendalam, sistematis, dan orisinal; siswa mampu menjelaskan alasan pemilihan tiap langkah dan keterkaitannya.
Analisis Persamaan dan Perbedaan Manusia vs AITidak menunjukkan perbandingan atau hanya menyebutkan satu sisi (misal hanya kelebihan AI tanpa melihat keterbatasan).Mencatat perbandingan tetapi dangkal, tidak didukung contoh dari simulasi yang dilakukan.Mampu menyebutkan dua atau lebih persamaan/perbedaan yang relevan disertai contoh konkret dari aktivitas kelompok.Menganalisis dengan kritis, menyertakan kelemahan dan kelebihan masing-masing, serta menunjukkan kesadaran kapan AI dapat menjadi alat bantu yang tepat dan kapan harus mengandalkan penalaran manusia.
Kolaborasi dan KomunikasiAnggota pasif, kerja kelompok tidak merata; presentasi tidak jelas atau didominasi satu orang.Beberapa anggota aktif tetapi masih ada yang diam; penyampaian presentasi kurang terstruktur.Semua anggota menunjukkan peran aktif dalam diskusi dan presentasi; materi disampaikan dengan runtut.Kolaborasi tim sangat solid, semua berkontribusi sesuai peran; presentasi sangat komunikatif, menggunakan media pendukung, dan merespons pertanyaan dengan baik.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh siswa terlibat aktif dalam diskusi dan simulasi?
  • Apakah penggunaan AI membantu memantik analisis kritis atau justru membuat siswa terlalu bergantung pada jawaban instan?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah tepat? Jika kurang, bagian mana yang perlu disesuaikan?
  • Apakah diferensiasi yang disiapkan berjalan efektif? Apa yang perlu diperbaiki untuk pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa hal baru yang saya pelajari hari ini tentang cara berpikir terstruktur dan peran AI?
  • Bagaimana saya bisa menggunakan langkah-langkah berpikir komputasional dalam kehidupan nyata?
  • Apa perbedaan paling mencolok antara cara saya berpikir dan cara AI menjawab?
  • Kesulitan apa yang masih saya alami? Apakah saya sudah bisa mengelola belajar dengan kesadaran penuh?
  • Bagaimana perasaan saya saat berkolaborasi dalam kelompok dan saat mempresentasikan hasil?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru dan Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMA/MA Kelas X (Kemendikdasmen, 2025).
  2. Video tutorial singkat tentang computational thinking dan contoh integrasi AI (tautan disiapkan guru).
  3. Lembar Kerja Murid (LKPD) berisi studi kasus dan panduan langkah berpikir komputasional.
  4. Platform AI generatif (ChatGPT/Bing) yang dapat diakses melalui perangkat sekolah atau ponsel guru sebagai alat bantu simulasi.
  5. Alat tulis, kertas flip chart, spidol, proyektor, laptop (jika tersedia).

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.