Modul AjarPertemuan 2Bab 1Fase ESemester 1

Modul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 10: Penerapan Berpikir Komputasional: Dekomposisi dan Pengenalan Pola

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas 10 dengan topik "Penerapan Berpikir Komputasional: Dekomposisi dan Pengenalan Pola". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 10: Penerapan Berpikir Komputasional: Dekomposisi dan Pengenalan Pola

Koding dan Kecerdasan Artifisial - Kelas 10

Bab 1 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

Koding dan Kecerdasan Artifisial — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Penerapan Berpikir Komputasional: Dekomposisi dan Pengenalan Pola

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranKoding dan Kecerdasan Artifisial
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikPenerapan Berpikir Komputasional: Dekomposisi dan Pengenalan Pola
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menerapkan dekomposisi untuk memecah permasalahan sehari-hari yang kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan terkelola.
  2. Murid dapat mengenali pola yang terdapat dalam sekumpulan data atau situasi nyata sebagai langkah awal pemecahan masalah secara sistematis.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian merasa kewalahan saat menghadapi masalah yang sangat besar, seperti antrean panjang di kantin atau menumpuknya tugas sekolah?
  2. Bagaimana cara kalian memecah masalah besar tersebut agar terasa lebih ringan dan mudah diselesaikan?
  3. Apakah kalian menyadari bahwa masalah-masalah yang sering terjadi di sekitar kita biasanya memiliki pola atau kesamaan tertentu?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, doa, dan memeriksa kehadiran murid.
  • Guru menyampaikan apersepsi dengan mengaitkan pengalaman murid saat menghadapi masalah rumit dalam kehidupan sehari-hari.
  • Guru menyampaikan Tujuan Pembelajaran yang akan dicapai pada pertemuan ini, yaitu menerapkan dekomposisi dan pengenalan pola.
  • Guru melakukan asesmen awal secara lisan untuk memetakan pemahaman awal murid tentang cara mereka memecahkan masalah.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid mengamati contoh masalah sehari-hari yang kompleks, seperti pengelolaan sampah sekolah atau antrean kantin.
  • Guru memandu diskusi kelas untuk membedah masalah tersebut menjadi komponen-komponen kecil (dekomposisi) dan mencari kesamaan kejadian atau tren (pengenalan pola).
  • Murid secara aktif mengonstruksi pemahaman bahwa memecah masalah besar akan mempermudah pencarian solusi.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi ke dalam kelompok kecil untuk melakukan Aktivitas BK-K10-01: Observasi dan Identifikasi Masalah.
  • Setiap kelompok mengobservasi lingkungan sekitar, memilih satu masalah nyata, lalu menerapkan dekomposisi untuk memecah masalah tersebut.
  • Murid mengidentifikasi pola yang muncul dari masalah yang dipilih dan menuangkannya ke dalam tabel observasi (situasi, gejala, perkiraan masalah, dampak).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis dan dekomposisi masalah mereka di depan kelas.
  • Murid dari kelompok lain memberikan umpan balik konstruktif dan pertanyaan.
  • Murid bersama guru mengevaluasi dan memaknai bagaimana penerapan dekomposisi dan pengenalan pola membantu mereka melihat masalah dengan lebih terstruktur.

Penutup:

  • Guru dan murid menyimpulkan pembelajaran hari ini tentang pentingnya dekomposisi dan pengenalan pola.
  • Guru memberikan apresiasi atas kerja sama dan pemikiran kritis murid selama diskusi kelompok.
  • Guru menyampaikan rencana materi untuk pertemuan berikutnya (Abstraksi dan Algoritma).
  • Kelas ditutup dengan doa bersama.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan contoh masalah yang lebih sederhana dan terstruktur (misal: jadwal piket kelas), sedangkan murid yang mahir dibebaskan mengeksplorasi masalah yang lebih kompleks (misal: sistem daur ulang sampah sekolah).
  • Proses: Guru memberikan pendampingan intensif (scaffolding) bagi kelompok yang kesulitan melakukan dekomposisi, sementara kelompok yang mandiri difasilitasi dengan pertanyaan pemantik lanjutan untuk memperdalam analisis pola.
  • Produk: Laporan hasil analisis masalah dapat disajikan dalam berbagai bentuk sesuai minat murid, seperti tabel sederhana, peta konsep (mind map), atau presentasi digital.

ASESMEN

Awal:

  • Guru memberikan pertanyaan lisan di awal kelas: 'Coba sebutkan satu masalah di sekolah, lalu sebutkan bagian-bagian kecil penyebab masalah tersebut!'

Proses:

  • Guru berkeliling memantau diskusi kelompok, menggunakan lembar observasi untuk menilai kemampuan murid dalam menerapkan dekomposisi dan menemukan pola pada masalah yang mereka pilih.

Akhir:

  • Penilaian sumatif berdasarkan kelengkapan, kedalaman analisis, dan kelogisan tabel observasi masalah (Aktivitas BK-K10-01) yang dikumpulkan di akhir pembelajaran.

Formatif:

  • Observasi diskusi kelompok
  • Penilaian proses saat presentasi dan pemberian umpan balik

Sumatif:

  • Penilaian hasil kerja kelompok (Tabel Observasi Aktivitas BK-K10-01)

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan DekomposisiBelum mampu memecah permasalahan sehari-hari yang kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.Mampu memecah permasalahan menjadi bagian kecil, namun belum terkelola dengan baik atau kurang relevan.Mampu menerapkan dekomposisi untuk memecah permasalahan kompleks menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan terkelola.Mampu menerapkan dekomposisi secara sangat rinci, terstruktur, dan mengaitkannya dengan solusi yang logis.
Pengenalan PolaBelum mampu mengenali pola atau kesamaan dalam data/situasi nyata.Mampu menyebutkan kesamaan, namun belum akurat sebagai langkah awal pemecahan masalah.Mampu mengenali pola yang terdapat dalam sekumpulan data atau situasi nyata sebagai langkah awal pemecahan masalah secara sistematis.Mampu mengenali pola yang kompleks dan menggunakannya untuk memprediksi atau merumuskan akar masalah dengan sangat tajam.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah metode diskusi kelompok dan observasi lingkungan efektif dalam membantu murid memahami konsep dekomposisi?
  • Bagian mana dari kegiatan analisis masalah ini yang paling menantang bagi murid, dan bagaimana saya bisa memperbaikinya di pertemuan depan?

Refleksi Murid:

  • Apakah memecah masalah menjadi bagian-bagian kecil (dekomposisi) membantumu merasa lebih mudah dalam merencanakan penyelesaiannya?
  • Pola atau kesamaan apa yang paling mengejutkan yang kamu temukan saat menganalisis masalah di lingkungan sekolah tadi?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas X
  2. Buku Panduan Guru Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas X
  3. Lembar Kerja Murid (LKPD) Aktivitas BK-K10-01
  4. Alat tulis, kertas karton, atau sticky notes untuk diskusi kelompok

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.