Modul AjarPertemuan 1Bab 1Fase ESemester 1

Modul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 10: Pengenalan Berpikir Komputasional dan Pilar-Pilarnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial kelas 10 dengan topik "Pengenalan Berpikir Komputasional dan Pilar-Pilarnya dalam Kehidupan Sehari-hari". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial Kelas 10: Pengenalan Berpikir Komputasional dan Pilar-Pilarnya dalam Kehidupan Sehari-hari

Koding dan Kecerdasan Artifisial - Kelas 10

Bab 1 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

Koding dan Kecerdasan Artifisial — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Pengenalan Berpikir Komputasional dan Pilar-Pilarnya dalam Kehidupan Sehari-hari

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranKoding dan Kecerdasan Artifisial
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikPengenalan Berpikir Komputasional dan Pilar-Pilarnya dalam Kehidupan Sehari-hari
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan konsep berpikir komputasional beserta empat pilarnya (dekomposisi, pengenalan pola, abstraksi, dan algoritma) dengan mengaitkan contoh permasalahan nyata dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Murid dapat mengidentifikasi permasalahan sehari-hari yang kompleks dan menentukan pilar berpikir komputasional yang relevan untuk digunakan dalam penyelesaiannya.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian merasa kewalahan menghadapi masalah yang sangat besar atau rumit? Apa yang biasanya kalian lakukan untuk memulai menyelesaikannya?
  2. Bagaimana cara aplikasi ojek online menentukan rute tercepat dari ribuan kemungkinan jalan yang ada?
  3. Apakah cara berpikir manusia dan komputer dalam menyelesaikan masalah itu sama atau berbeda?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengecek kesiapan murid.
  • Guru menayangkan video singkat (2 menit) tentang seseorang yang merencanakan perjalanan wisata ke kota baru sebagai stimulus.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Apa langkah pertama yang kalian lakukan saat menghadapi masalah yang terasa sangat besar dan rumit?'
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: murid menuliskan di sticky note atau kertas kecil apa yang mereka ketahui tentang istilah 'berpikir komputasional' (1-2 kalimat).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan alur kegiatan hari ini.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan definisi berpikir komputasional sebagai pendekatan pemecahan masalah yang sistematis, bukan sekadar menggunakan komputer.
  • Guru memperkenalkan empat pilar berpikir komputasional satu per satu menggunakan infografis: (1) Dekomposisi — memecah masalah besar menjadi bagian kecil, (2) Pengenalan Pola — menemukan kesamaan atau tren, (3) Abstraksi — menyaring informasi tidak relevan dan fokus pada hal penting, (4) Algoritma — menyusun langkah-langkah sistematis.
  • Untuk setiap pilar, guru memberikan satu contoh kehidupan sehari-hari: dekomposisi (merencanakan acara ulang tahun), pengenalan pola (mengenali waktu macet di jalan), abstraksi (memilih rute perjalanan dengan mengabaikan detail tidak penting), algoritma (resep memasak).
  • Guru mengecek pemahaman murid dengan teknik 'Think-Pair-Share': murid berpikir sendiri 1 menit, berdiskusi dengan teman sebangku 2 menit, lalu 2-3 pasangan berbagi jawaban ke kelas.
  • Guru mengklarifikasi miskonsepsi yang muncul dan menegaskan bahwa berpikir komputasional bukan hanya untuk programmer, melainkan keterampilan berpikir universal.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagi murid ke dalam kelompok kecil (4-5 orang).
  • Setiap kelompok menerima satu kartu skenario permasalahan sehari-hari yang berbeda (contoh: antrean panjang di kantin sekolah, kemacetan lalu lintas di sekitar sekolah, pengelolaan sampah di lingkungan RT, perencanaan jadwal belajar menjelang ujian).
  • Kelompok diminta mengidentifikasi: (a) inti permasalahan, (b) pilar berpikir komputasional mana saja yang relevan untuk menyelesaikannya, dan (c) menunjukkan bagaimana tiap pilar diterapkan pada masalah tersebut.
  • Murid menuliskan hasil analisis pada lembar kerja kelompok yang terstruktur (tabel: Pilar — Penerapan pada Masalah — Alasan).
  • Guru berkeliling sebagai fasilitator, memberikan pertanyaan penuntun bagi kelompok yang kesulitan, dan mencatat perkembangan murid untuk asesmen proses.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Dua hingga tiga kelompok mempresentasikan hasil kerja mereka di depan kelas (masing-masing 3 menit).
  • Kelompok lain memberikan umpan balik konstruktif menggunakan format '1 hal yang bagus, 1 hal yang bisa diperbaiki'.
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas: 'Pilar mana yang paling sering muncul? Mengapa? Apakah ada masalah yang membutuhkan keempat pilar sekaligus?'
  • Murid secara individu menuliskan refleksi singkat: (1) Pilar mana yang paling mudah dipahami dan mengapa, (2) Pilar mana yang masih membingungkan, (3) Satu contoh baru dari kehidupan sendiri di mana berpikir komputasional bisa diterapkan.
  • Guru memberikan penguatan dan menghubungkan pembelajaran hari ini dengan pertemuan berikutnya tentang analisis masalah.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan poin-poin kunci: definisi berpikir komputasional dan empat pilarnya.
  • Guru memberikan apresiasi terhadap partisipasi murid selama diskusi dan presentasi.
  • Guru menyampaikan tugas tindak lanjut: murid mencatat satu masalah di rumah atau lingkungan sekitar yang bisa diselesaikan dengan berpikir komputasional, untuk dibahas di pertemuan berikutnya.
  • Guru menutup pembelajaran dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih diberikan kartu skenario dengan panduan pertanyaan tambahan dan contoh penerapan pilar. Murid yang cepat memahami diberikan skenario yang lebih kompleks tanpa panduan tambahan.
  • Proses: Murid yang membutuhkan waktu lebih lama mengerjakan analisis 2 pilar saja dengan pendampingan guru. Murid yang cepat diminta menganalisis keempat pilar dan menambahkan solusi alternatif.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan menyajikan hasil dalam bentuk tabel sederhana. Murid yang mahir dapat menyajikan dalam bentuk diagram alir atau peta konsep.

ASESMEN

Awal:

  • Murid menuliskan pada sticky note: 'Apa yang kamu ketahui tentang berpikir komputasional?' dan 'Sebutkan satu cara kamu biasa menyelesaikan masalah yang rumit.' Guru menggunakan respon ini untuk mengukur pengetahuan awal dan menyesuaikan kedalaman penjelasan.

Proses:

  • Guru menggunakan checklist observasi selama diskusi kelompok untuk memantau: (1) apakah murid mampu mengidentifikasi pilar yang relevan, (2) apakah murid mampu memberikan alasan logis atas pilihan pilar, (3) apakah murid berpartisipasi aktif dalam kelompok.
  • Guru mencatat kualitas jawaban murid saat Think-Pair-Share untuk mengidentifikasi miskonsepsi yang perlu diklarifikasi.

Akhir:

  • Penilaian lembar kerja kelompok menggunakan rubrik 4 level yang menilai ketepatan identifikasi pilar dan kedalaman penjelasan penerapannya.
  • Penilaian refleksi individu: murid mampu menyebutkan contoh baru penerapan berpikir komputasional dari kehidupan sendiri dengan mengaitkan minimal 2 pilar.

Formatif:

  • Observasi keterlibatan murid selama Think-Pair-Share
  • Pemantauan diskusi kelompok menggunakan checklist ketercapaian indikator
  • Umpan balik lisan saat presentasi kelompok

Sumatif:

  • Penilaian lembar kerja kelompok berdasarkan rubrik
  • Penilaian refleksi individu tertulis

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman Konsep Berpikir Komputasional dan Empat PilarMurid belum mampu menyebutkan definisi berpikir komputasional dan tidak dapat menyebutkan keempat pilarnya.Murid mampu menyebutkan definisi berpikir komputasional secara umum dan menyebutkan 1-2 pilar tanpa penjelasan yang tepat.Murid mampu menjelaskan berpikir komputasional dan menyebutkan keempat pilar dengan penjelasan yang sebagian besar tepat serta memberikan contoh sederhana.Murid mampu menjelaskan berpikir komputasional secara rinci, menyebutkan dan menjelaskan keempat pilar dengan tepat, serta mengaitkan masing-masing pilar dengan contoh nyata yang relevan dan beragam.
Identifikasi Permasalahan dan Penentuan Pilar yang RelevanMurid belum mampu mengidentifikasi permasalahan dengan jelas dan tidak dapat menentukan pilar yang relevan.Murid mampu mengidentifikasi permasalahan secara umum namun hanya menentukan 1 pilar yang relevan tanpa alasan yang jelas.Murid mampu mengidentifikasi permasalahan dengan baik dan menentukan 2-3 pilar yang relevan disertai alasan yang logis.Murid mampu mengidentifikasi permasalahan secara rinci, menentukan semua pilar yang relevan dengan alasan kuat, dan menjelaskan keterkaitan antar pilar dalam penyelesaian masalah.
Kemampuan Komunikasi dan Kolaborasi dalam KelompokMurid tidak berpartisipasi dalam diskusi dan tidak berkontribusi pada hasil kerja kelompok.Murid berpartisipasi minimal dalam diskusi, menyampaikan ide secara singkat tanpa elaborasi, dan kontribusi pada hasil kelompok terbatas.Murid berpartisipasi aktif dalam diskusi, menyampaikan ide dengan jelas, mendengarkan pendapat teman, dan berkontribusi signifikan pada hasil kelompok.Murid memimpin atau memfasilitasi diskusi secara produktif, menyampaikan ide dengan jelas dan terstruktur, memberikan umpan balik konstruktif kepada teman, serta memastikan semua anggota kelompok terlibat.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid mampu memahami keempat pilar berpikir komputasional? Pilar mana yang paling sulit dipahami murid?
  • Apakah strategi Think-Pair-Share dan diskusi kelompok efektif untuk mengaktifkan partisipasi seluruh murid?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Bagian mana yang perlu penyesuaian?
  • Apakah diferensiasi yang disiapkan sudah cukup mengakomodasi keragaman kemampuan murid?

Refleksi Murid:

  • Pilar berpikir komputasional mana yang paling mudah kamu pahami? Mengapa?
  • Pilar mana yang masih terasa membingungkan? Apa yang membuatnya sulit?
  • Sebutkan satu contoh baru dari kehidupan sehari-harimu di mana berpikir komputasional bisa diterapkan.
  • Apa yang paling menarik dari pembelajaran hari ini dan apa yang ingin kamu pelajari lebih lanjut?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMA/MA Kelas X, Kemendikbud 2025
  2. Buku Panduan Guru Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk SMA/MA Kelas X, Kemendikbud 2025
  3. Infografis empat pilar berpikir komputasional (disiapkan guru)
  4. Kartu skenario permasalahan sehari-hari (disiapkan guru)
  5. Lembar kerja kelompok terstruktur (disiapkan guru)
  6. Video stimulus tentang pemecahan masalah dalam kehidupan sehari-hari (dari platform edukasi atau buatan guru)
  7. Sticky note atau kertas kecil untuk asesmen awal

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.