MODUL AJAR Kimia — Kelas 11 (Fase F) Topik: Bab 7 — Kesetimbangan Kimia INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Kimia |
|---|
| Fase / Kelas | Fase F / Kelas 11 |
|---|
| Topik | Bab 7 — Kesetimbangan Kimia |
|---|
| Alokasi Waktu | 30 JP (30 x 45 menit = 1350 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 12 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 11.7.1 Menganalisis konsep kesetimbangan kimia dinamis pada sistem homogen dan heterogen
- TP 11.7.2 Menganalisis nilai tetapan kesetimbangan kimia konsentrasi dan tekanan parsial
- TP 11.7.3 Menganalisis pergeseran arah kesetimbangan kimia berdasarkan asas Le Chatelier
- TP 11.7.4 Menganalisis penerapan kesetimbangan kimia dalam proses industri
- TP 11.7.5 Mengomunikasikan hasil penyelidikan faktor yang memengaruhi pergeseran kesetimbangan kimia secara sistematis
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Ketika air mendidih dalam panci tertutup rapat dengan api kecil yang konstan, mengapa volume air tampak tidak berkurang meskipun penguapan terus terjadi?
- Apakah reaksi kimia yang telah mencapai keadaan setimbang berarti reaksinya telah berhenti total, atau zat-zatnya tetap saling bereaksi secara mikroskopis?
- Mengapa pelarutan garam hingga jenuh dengan endapan padatnya dan peruraian gas dinitrogen tetroksida dalam wadah tertutup dikelompokkan ke dalam jenis kesetimbangan yang berbeda?
- Bagaimana fase atau wujud zat reaktan dan produk menentukan apakah suatu reaksi bolak-balik tergolong kesetimbangan homogen atau heterogen?
- Mengapa dalam penentuan tetapan kesetimbangan konsentrasi (Kc), zat berfase padat (solid) dan cair murni (liquid) tidak diikutsertakan dalam rumusan matematisnya?
- Bagaimana hubungan kuantitatif antara konsentrasi zat-zat pada saat setimbang dengan nilai tetapan kesetimbangan (Kc) suatu reaksi?
- Bagaimana cara kita menyatakan tetapan kesetimbangan jika seluruh zat yang bereaksi berada dalam wujud gas dan diukur berdasarkan tekanannya?
- Apakah zat berwujud padat (solid) atau cair (liquid) diperhitungkan dalam menentukan nilai tetapan kesetimbangan tekanan parsial (Kp)?
- Jika tetapan kesetimbangan konsentrasi (Kc) dihitung dari molaritas dan tetapan tekanan parsial (Kp) dari tekanan gas, bagaimana persamaan gas ideal PV = nRT dapat menghubungkan keduanya?
- Pada kondisi reaksi kesetimbangan gas seperti apa nilai Kp akan bernilai tepat sama dengan Kc?
- Apa yang terjadi pada sistem kesetimbangan jika konsentrasi salah satu pereaksi ditambahkan terus-menerus?
- Mengapa kenaikan suhu dapat mengubah arah kesetimbangan reaksi endotermik dan eksotermik secara berbeda?
- Mengapa saat piston alat suntik tertutup ditekan, gas NO2 yang berwarna cokelat mula-mula pekat lalu warnanya berangsur memudar menjadi tidak berwarna (N2O4)?
- Bagaimana hubungan antara perubahan volume wadah dengan pergeseran arah kesetimbangan reaksi yang melibatkan gas?
- Bagaimana cara menyajikan rancangan percobaan kesetimbangan kimia agar variabel-variabel penyelidikannya mudah dipahami orang lain?
- Mengapa data perubahan visual (seperti warna larutan) dalam penyelidikan pergeseran kesetimbangan harus dicatat dan dikomunikasikan secara sistematis dan terstruktur?
- Bagaimana urutan yang sistematis dalam menyusun laporan dan mengomunikasikan bukti pergeseran kesetimbangan kimia dari data percobaan?
- Mengapa dalam mengomunikasikan hasil analisis penyelidikan kita harus menghubungkan data perubahan warna/suhu dengan pergeseran arah reaksi menurut Asas Le Chatelier?
- Mengapa dalam pabrik pembuatan pupuk amonia, reaksi sintesis tidak dijalankan pada suhu serendah mungkin padahal reaksinya bersifat eksoterm?
- Bagaimana pabrik industri menyiasati kesetimbangan agar amonia yang dihasilkan terus bertambah secara efisien?
- Mengapa pada tahap pembentukan gas SO3 dalam pembuatan asam sulfat proses Kontak digunakan suhu sekitar 450 °C, padahal reaksinya bersifat eksoterm yang secara teori menghasilkan produk maksimal pada suhu rendah?
- Bagaimana pabrik asam sulfat mengoptimalkan hasil gas SO3 tanpa harus menggunakan tekanan yang sangat tinggi yang memakan biaya konstruksi mahal?
- Bagaimana prinsip pergeseran kesetimbangan Le Chatelier dan perhitungan tetapan kesetimbangan dapat dibuktikan ketepatannya secara analitis dan eksperimental?
- Mengapa pemahaman komprehensif terhadap kesetimbangan kimia sangat penting dalam mengoptimalkan efisiensi sintesis zat pada skala industri?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menganalisis Ciri-Ciri Keadaan Kesetimbangan Kimia Dinamis — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.7.1 Menganalisis konsep kesetimbangan kimia dinamis pada sistem homogen dan heterogen
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan ruang lingkup pembelajaran tentang ciri-ciri keadaan kesetimbangan kimia dinamis (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan tertulis singkat di papan tulis: (1) Apa arti reaksi reversibel? (2) Pada saat reaksi mencapai keadaan setimbang, apakah laju pembentukan produk sama atau berbeda dengan laju penguraian reaktan? (acuan: (1) Reaksi bolak-balik di mana reaktan membentuk produk dan produk dapat bereaksi kembali membentuk reaktan; (2) Laju pembentukan produk sama besar dengan laju penguraian kembali produk menjadi reaktan/v_maju = v_balik) (10 menit).
- Guru mengaitkan jawaban murid dengan fenomena bejana tertutup berisi gas N2O4 (tidak berwarna) yang terurai menjadi NO2 (cokelat) hingga intensitas warna cokelat konstan, serta menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mencermati paparan grafik hubungan konsentrasi vs waktu dan laju reaksi vs waktu pada pembentukan kesetimbangan N2O4(g) <=> 2NO2(g) dari Buku Siswa Gambar 7.4 (15 menit).
- Murid dalam kelompok kecil (3-4 orang) membaca dan menelaah 4 ciri keadaan kesetimbangan dinamis: (1) Reaksi berlangsung dua arah (reversibel) dalam sistem tertutup; (2) Laju reaksi maju sama dengan laju reaksi balik (v1 = v2); (3) Konsentrasi reaktan dan produk konstan (tidak berubah terhadap waktu); (4) Reaksi terus berlangsung secara mikroskopis meskipun secara makroskopis tidak tampak perubahan (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid secara berpasangan mengikuti tantangan interaktif 'Detektif Kesetimbangan': memeriksa 4 kartu skenario fenomena untuk dianalisis apakah sistem berada dalam kesetimbangan dinamis atau bukan: Kartu 1: 'Air menguap dalam gelas terbuka hingga habis' (Analisis: Bukan kesetimbangan dinamis, karena sistem terbuka dan zat meninggalkan sistem); Kartu 2: 'Reaksi N2(g) + 3H2(g) <=> 2NH3(g) dalam wadah tertutup pada suhu tetap dengan laju pembentukan NH3 sama dengan laju penguraiannya' (Analisis: Kesetimbangan dinamis, karena sistem tertutup dan v_maju = v_balik); Kartu 3: 'Pembakaran kayu menghasilkan abu dan gas CO2 yang membubung ke udara' (Analisis: Bukan kesetimbangan dinamis, karena reaksi searah/irreversibel dan sistem terbuka); Kartu 4: 'Kristal I2 padat menyublim menjadi uap I2 ungu dalam labu tertutup rapat hingga warna ungu konstan' (Analisis: Kesetimbangan dinamis, karena sistem tertutup dan laju sublimasi sama dengan laju deposisi sehingga sifat makroskopis konstan) (20 menit).
- Murid mengerjakan Lembar Kerja Analisis Kesetimbangan Dinamis yang memuat 3 grafik konsentrasi terhadap waktu (Grafik A: [reaktan] menurun dan [produk] meningkat hingga keduanya mendatar pada nilai tetap; Grafik B: [reaktan] habis menjadi nol; Grafik C: konsentrasi terus berfluktuasi) untuk menganalisis grafik mana yang menunjukkan kesetimbangan dinamis beserta alasannya (acuan: Grafik A menunjukkan kesetimbangan dinamis karena setelah waktu t_setimbang konsentrasi reaktan dan produk bernilai konstan dan reaktan tidak habis; Grafik B reaksi berkesudahan/irreversibel; Grafik C sistem belum mencapai kesetimbangan) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru memverifikasi ketepatan analisis kartu skenario dan grafik, mengidentifikasi miskonsepsi umum (seperti anggapan keliru bahwa konsentrasi reaktan dan produk harus bernilai sama saat setimbang, yang benar adalah lajunya yang sama dan konsentrasinya konstan) (15 menit).
- Murid secara mandiri menuliskan satu kesimpulan analisis pribadi pada jurnal belajar mengenai perbedaan mendasar antara keadaan diam (statis) dengan kesetimbangan dinamis pada tingkat partikel (10 menit).
Penutup:- Murid menyelesaikan asesmen akhir berupa 3 butir soal cek pemahaman cepat mengenai ciri-ciri kesetimbangan dinamis (10 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas hasil cek pemahaman dan menginformasikan bahwa materi pertemuan berikutnya adalah menganalisis perbedaan sistem kesetimbangan homogen dan heterogen, lalu menutup sesi dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan visual yang menyandingkan grafik v vs t dan [ ] vs t secara berdampingan; murid yang cepat diberikan data numerik laju reaksi maju dan balik pada berbagai detik untuk dianalisis titik waktu tercapainya kesetimbangan.
- Proses: Murid yang memerlukan scaffolding berdiskusi dengan bimbingan langsung guru pada analisis grafik; murid yang mandiri menganalisis 4 kartu skenario secara mandiri bersama pasangannya.
- Produk: Analisis disajikan dalam bentuk lembar kerja isian terstruktur untuk kelompok reguler, sedangkan murid berkemampuan cepat melengkapi lembar kerja dengan justifikasi matematis kesamaan laju reaksi (v_maju = v_balik).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik tertulis singkat: (1) Jelaskan apa yang dimaksud dengan reaksi bolak-balik (reversibel)! (acuan: Reaksi kimia di mana produk dapat bereaksi kembali menghasilkan reaktan asal); (2) Pada saat reaksi mencapai kesetimbangan, bagaimana perbandingan laju reaksi pembentukan produk terhadap laju reaksi penguraian reaktan? (acuan: Laju reaksi pembentukan produk sama dengan laju penguraian reaktan atau v_maju = v_balik).
Proses:- Pemeriksaan ketepatan analisis pada Lembar Kerja Analisis Kesetimbangan Dinamis: Menganalisis 4 kartu skenario (Kartu 1: Bukan; Kartu 2: Ya; Kartu 3: Bukan; Kartu 4: Ya) dan menganalisis 3 grafik profil konsentrasi terhadap waktu (Grafik A: Setimbang dinamis karena konsentrasi konstan dan reaktan tidak habis; Grafik B: Reaksi berkesudahan; Grafik C: Belum setimbang).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri di akhir pertemuan terdiri dari 3 butir pilihan analisis benar/salah beserta alasan: Butir 1: 'Pada keadaan kesetimbangan kimia dinamis, reaksi telah berhenti berlangsung secara makroskopis maupun mikroskopis' (acuan: Salah, reaksi berhenti secara makroskopis karena sifat terukur konstan, tetapi tetap berlangsung dua arah secara mikroskopis); Butir 2: 'Syarat mutlak kesetimbangan dinamis adalah konsentrasi pereaksi harus sama besar dengan konsentrasi produk' (acuan: Salah, konsentrasi pereaksi dan produk tidak harus sama, melainkan konstan terhadap waktu); Butir 3: 'Kesetimbangan dinamis hanya dapat terjadi dalam sistem tertutup pada suhu tetap' (acuan: Benar, sistem tertutup mencegah materi keluar-masuk sehingga laju pembentukan dan penguraian dapat seimbang pada suhu konstan).
Formatif:- Asesmen diagnostik awal melalui 2 pertanyaan konsep reaksi bolak-balik dan laju reaksi di awal pembelajaran
- Observasi unjuk kerja analisis kartu skenario dan grafik kesetimbangan dinamis pada Lembar Kerja
- Cek pemahaman akhir tertulis berisi 3 butir pernyataan analisis kesetimbangan dinamis
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menganalisis Ciri-Ciri Keadaan Kesetimbangan Kimia Dinamis | Menganalisis tepat kurang dari 2 dari 4 kriteria keadaan kesetimbangan dinamis (sistem tertutup, laju reaksi maju sama dengan laju reaksi balik, konsentrasi reaktan dan produk konstan, reaksi terus berlangsung secara mikroskopis). | Menganalisis tepat 2 dari 4 kriteria keadaan kesetimbangan dinamis (sistem tertutup, laju reaksi maju sama dengan laju reaksi balik, konsentrasi reaktan dan produk konstan, reaksi terus berlangsung secara mikroskopis). | Menganalisis tepat 3 dari 4 kriteria keadaan kesetimbangan dinamis (sistem tertutup, laju reaksi maju sama dengan laju reaksi balik, konsentrasi reaktan dan produk konstan, reaksi terus berlangsung secara mikroskopis). | Menganalisis tepat seluruh 4 dari 4 kriteria keadaan kesetimbangan dinamis (sistem tertutup, laju reaksi maju sama dengan laju reaksi balik, konsentrasi reaktan dan produk konstan, reaksi terus berlangsung secara mikroskopis) secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid berhasil membedakan konsep konsentrasi konstan dengan konsentrasi sama pada keadaan setimbang?
- Bagian mana dari analisis grafik konsentrasi dan laju reaksi yang masih menimbulkan kesulitan bagi murid?
Murid:- Apa perbedaan utama antara reaksi yang berhenti dengan reaksi yang berada dalam keadaan setimbang dinamis?
- Bagaimana saya dapat membuktikan bahwa suatu sistem tertutup sudah mencapai keadaan setimbang berdasarkan data konsentrasi dan laju reaksi?
Pertemuan 2 — Menganalisis Perbedaan Sistem Kesetimbangan Homogen dan Heterogen — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.7.1 Menganalisis konsep kesetimbangan kimia dinamis pada sistem homogen dan heterogen
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan memimpin doa bersama (5 menit).
- Guru mengaitkan konsep kesetimbangan dinamis dari pertemuan sebelumnya melalui pertanyaan apersepsi mengenai wujud zat dalam reaksi kimia (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat secara tertulis mengenai penentuan fase zat (s, l, g, aq) pada persamaan reaksi kimia (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati pemaparan konsep esensial dan contoh persamaan reaksi di papan tulis: reaksi pembentukan gas amonia N2(g) + 3H2(g) <=> 2NH3(g) sebagai kesetimbangan homogen karena semua zat berfase gas, dan reaksi dekomposisi batu kapur CaCO3(s) <=> CaO(s) + CO2(g) sebagai kesetimbangan heterogen karena melibatkan fase padat dan gas sekaligus (15 menit).
- Murid membentuk kelompok berpasangan untuk mendiskusikan karakteristik batas antarfase pada sistem tertutup, mencatat bahwa kesetimbangan homogen berlangsung dalam satu wujud zat tunggal (semua gas atau semua larutan), sedangkan kesetimbangan heterogen terjadi jika terdapat dua atau lebih wujud zat berbeda di dalam sistem reaksi yang setimbang (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpasangan memainkan aktivitas tantangan kartu cepat 'Klasifikasi Reaksi Kesetimbangan' berisi 4 kartu reaksi untuk dikategorikan ke dalam kolom Homogen atau Heterogen: Kartu 1: AgCl(s) <=> Ag+(aq) + Cl-(aq); Kartu 2: PCl5(g) <=> PCl3(g) + Cl2(g); Kartu 3: Fe2O3(s) + 3CO(g) <=> 2Fe(s) + 3CO2(g); Kartu 4: 2N2O5(g) <=> 4NO2(g) + O2(g) (acuan: Reaksi 1 = Heterogen karena ada fase padat dan larutan; Reaksi 2 = Homogen karena semua gas; Reaksi 3 = Heterogen karena ada padat dan gas; Reaksi 4 = Homogen karena semua gas) (20 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar latihan analisis sistem kesetimbangan yang berisi 4 persamaan reaksi berikut: (1) H2(g) + I2(g) <=> 2HI(g), (2) C(s) + H2O(g) <=> CO(g) + H2(g), (3) CH3COOH(aq) <=> CH3COO-(aq) + H+(aq), (4) BaSO4(s) <=> Ba2+(aq) + SO4 2-(aq), dengan menganalisis fase setiap komponen zat dan menentukan klasifikasi homogen atau heterogen beserta alasannya (acuan: (1) Homogen, semua zat gas; (2) Heterogen, melibatkan padat C dan gas H2O/CO/H2; (3) Homogen, semua zat larutan air/aq; (4) Heterogen, melibatkan padat BaSO4 dan larutan Ba2+/SO4 2-) (35 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mencocokkan hasil analisis lembar latihan, mengoreksi kesalahpahaman penentuan fase, dan menyimpulkan kata kunci pembeda kesetimbangan homogen (satu fase) dan heterogen (lebih dari satu fase) (15 menit).
- Murid menuliskan satu kalimat refleksi pribadi di lembar refleksi mengenai indikator visual atau simbolik yang paling memudahkan mereka dalam membedakan kesetimbangan homogen dan heterogen pada persamaan kimia (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap ketepatan analisis murid dan memberikan penguatan atas konsep kesetimbangan homogen dan heterogen yang telah dipelajari (10 PI; total langkah penutup: 10 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar kerja dengan tanda warna pembeda pada indeks fase zat (s, l, g, aq), sedangkan murid yang cepat diberikan persamaan reaksi kompleks yang melibatkan campuran gas dan fase cair murni murni seperti kesetimbangan uap-cair.
- Proses: Murid dengan pemahaman awal bertahap dibimbing guru secara terarah saat klasifikasi berpasangan, sementara murid yang telah menguasai konsep dasar langsung menganalisis secara mandiri.
- Produk: Semua murid menghasilkan tabel klasifikasi dan justifikasi analisis fase 4 reaksi kesetimbangan, dengan murid berkemampuan lanjut menambahkan analisis jumlah wujud fase fisik yang terbentuk dalam sistem tertutup.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Murid menjawab 2 butir diagnostik penentuan fase: Sebutkan arti simbol (s), (l), (g), dan (aq) pada persamaan reaksi; dan tentukan fase zat pada reaksi peruraian air 2H2O(l) -> 2H2(g) + O2(g) (acuan: (s)=padat/solid, (l)=cair/liquid, (g)=gas, (aq)=larutan dalam air/aqueous; H2O berfase cair, H2 dan O2 berfase gas).
Proses:- Formatif kinerja pada aktivitas klasifikasi 4 kartu reaksi kesetimbangan: (1) AgCl(s) <=> Ag+(aq) + Cl-(aq), (2) PCl5(g) <=> PCl3(g) + Cl2(g), (3) Fe2O3(s) + 3CO(g) <=> 2Fe(s) + 3CO2(g), (4) 2N2O5(g) <=> 4NO2(g) + O2(g). Guru memeriksa kecocokan klasifikasi (acuan: kartu 1 Heterogen, kartu 2 Homogen, kartu 3 Heterogen, kartu 4 Homogen).
Akhir Pertemuan:- Pengecekan lembar latihan mandiri analisis 4 sistem reaksi kesetimbangan: (1) H2(g) + I2(g) <=> 2HI(g), (2) C(s) + H2O(g) <=> CO(g) + H2(g), (3) CH3COOH(aq) <=> CH3COO-(aq) + H+(aq), (4) BaSO4(s) <=> Ba2+(aq) + SO4 2-(aq). Kriteria ketuntasan: tepat menganalisis klasifikasi dan alasan fase pada minimal 3 dari 4 reaksi (acuan: reaksi 1 homogen karena semua gas; reaksi 2 heterogen karena ada padat dan gas; reaksi 3 homogen karena semua larutan/aq; reaksi 4 heterogen karena ada padat dan larutan).
Formatif:- Asesmen diagnostik awal tertulis penentuan wujud/fase zat pada persamaan reaksi.
- Observasi unjuk kerja saat aktivitas tantangan klasifikasi kartu reaksi kesetimbangan.
- Penilaian analisis lembar latihan klasifikasi kesetimbangan homogen dan heterogen beserta justifikasi fasenya.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menganalisis perbedaan sistem kesetimbangan homogen dan heterogen | Menganalisis dengan tepat paling banyak 1 dari 4 sistem kesetimbangan pada lembar latihan (acuan: reaksi 1 homogen; 2 heterogen; 3 homogen; 4 heterogen) dengan bimbingan penuh guru. | Menganalisis dengan tepat 2 dari 4 sistem kesetimbangan pada lembar latihan (acuan: reaksi 1 homogen; 2 heterogen; 3 homogen; 4 heterogen) berdasarkan peninjauan fase zat. | Menganalisis dengan tepat 3 dari 4 sistem kesetimbangan pada lembar latihan (acuan: reaksi 1 homogen; 2 heterogen; 3 homogen; 4 heterogen) disertai alasan fase komponen yang tepat secara mandiri. | Menganalisis dengan tepat seluruh 4 dari 4 sistem kesetimbangan pada lembar latihan (acuan: reaksi 1 homogen; 2 heterogen; 3 homogen; 4 heterogen) disertai analisis rincian fase zat reaktan dan produk secara konsisten dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas klasifikasi kartu membantu murid membedakan kesetimbangan homogen dan heterogen secara efektif?
- Bagian mana dari penentuan wujud zat (khususnya perbedaan antara larutan aq dan cairan murni l) yang masih menimbulkan keraguan bagi murid?
Murid:- Apa ciri utama pada persamaan reaksi yang langsung menunjukkan bahwa reaksi tersebut merupakan kesetimbangan heterogen?
- Langkah analisis apa yang paling membantumu menentukan apakah suatu reaksi bolak-balik tergolong homogen atau heterogen?
Pertemuan 3 — Menganalisis Persamaan dan Nilai Tetapan Kesetimbangan Konsentrasi (Kc) — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.7.2 Menganalisis nilai tetapan kesetimbangan kimia konsentrasi dan tekanan parsial
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan memimpin doa bersama (5 menit).
- Guru mengaitkan materi pertemuan sebelumnya tentang kesetimbangan homogen dan heterogen dengan konsep tetapan kesetimbangan konsentrasi (Kc) (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 2 soal singkat di papan tulis mengenai identifikasi fase zat dan penentuan koefisien reaksi setara: (1) Reaksi N2(g) + 3H2(g) <=> 2NH3(g); sebutkan wujud zat dan koefisien masing-masing zat (acuan: N2 gas koefisien 1, H2 gas koefisien 3, NH3 gas koefisien 2). (2) Reaksi CaCO3(s) <=> CaO(s) + CO2(g); tentukan zat yang berfase gas dan padat (acuan: CO2 gas; CaCO3 dan CaO padat) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati pemodelan perumusan hukum kesetimbangan kimia (Aksi Massa Guldberg-Waage) yang disajikan guru, bahwa Kc merupakan perbandingan hasil kali konsentrasi produk berpangkat koefisien terhadap hasil kali konsentrasi reaktan berpangkat koefisien pada keadaan setimbang (15 menit).
- Murid secara berpasangan menganalisis aturan penulisan Kc pada sistem heterogen bahwa hanya spesi berfase gas (g) dan larutan (aq) yang dimasukkan dalam rumus karena konsentrasi fase padat murni (s) dan cair murni (l) bernilai konstan (15 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid berpasangan mengikuti tantangan interaktif 'Kartu Reaksi Cepat Kc' (prinsip menggembirakan), di mana setiap pasangan berlomba menyusun kartu rumus Kc secara tepat untuk 2 reaksi: (1) PCl5(g) <=> PCl3(g) + Cl2(g) [acuan: Kc = ([PCl3][Cl2]) / [PCl5]] dan (2) C(s) + H2O(g) <=> CO(g) + H2(g) [acuan: Kc = ([CO][H2]) / [H2O]] (15 menit).
- Murid dalam kelompok kecil mengerjakan LKPD untuk menganalisis dan menghitung nilai Kc dari data konsentrasi kesetimbangan pada 2 kasus reaksi kuantitatif berikut: Soal 1: Dalam wadah 1 L pada keadaan setimbang terdapat 0,4 mol N2, 0,2 mol H2, dan 0,4 mol NH3 menurut reaksi N2(g) + 3H2(g) <=> 2NH3(g). Hitung nilai Kc! (acuan: Kc = [NH3]^2 / ([N2][H2]^3) = (0,4)^2 / (0,4 x (0,2)^3) = 0,16 / (0,4 x 0,008) = 0,16 / 0,0032 = 50). Soal 2: Reaksi heterogen Fe2O3(s) + 3CO(g) <=> 2Fe(s) + 3CO2(g), jika pada keadaan setimbang konsentrasi CO = 0,2 M dan CO2 = 0,4 M, tentukan nilai Kc! (acuan: Kc = [CO2]^3 / [CO]^3 = (0,4)^3 / (0,2)^3 = 0,064 / 0,008 = 8) (15 menit).
- Perwakilan kelompok menuliskan hasil analisis dan langkah perhitungan Kc di papan tulis, lalu kelompok lain saling memverifikasi ketepatan rumus dan hasil matematisnya secara terbimbing (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengevaluasi pemahaman konsepnya dengan meninjau kembali kesalahan umum yang sering terjadi, seperti kekeliruan memasukkan fase solid/liquid ke dalam rumus Kc atau lupa mempangkatkan konsentrasi dengan koefisien reaksi (15 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan prinsip perumusan persamaan Kc (hanya fase gas dan aqueous berpangkat koefisien) dan metode perhitungan nilai Kc dari konsentrasi saat setimbang (10 menit).
- Guru memberikan pengantar topik pertemuan berikutnya mengenai tetapan kesetimbangan tekanan parsial (Kp) dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (10 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar bantu ringkasan aturan fase zat penyusun Kc untuk murid yang membutuhkan scaffolding.
- Proses: Memberikan pendampingan intensif bagi kelompok yang mengalami kendala operasional perpangkatan konsentrasi; kelompok yang mahir diberikan tantangan menganalisis nilai Kc pada reaksi pembalikan atau pengalian koefisien.
- Produk: Hasil analisis dan perhitungan pada LKPD dapat disajikan dalam format tabel alur reaksi (Mula-mula, Reaksi, Setimbang/MRS) atau rumusan langsung sesuai tingkat kesiapan murid.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik prasyarat tertulis singkat di awal pertemuan untuk mengecek kemampuan menuliskan koefisien dan fase zat pada 2 reaksi kesetimbangan: (1) Reaksi N2(g) + 3H2(g) <=> 2NH3(g); sebutkan wujud zat dan koefisien masing-masing zat (acuan: N2 fase gas koefisien 1, H2 fase gas koefisien 3, NH3 fase gas koefisien 2). (2) Reaksi CaCO3(s) <=> CaO(s) + CO2(g); tentukan zat yang berfase gas dan padat (acuan: zat berfase gas adalah CO2; zat berfase padat adalah CaCO3 dan CaO).
Proses:- Penilaian formatif saat kerja kelompok menyelesaikan 2 soal perhitungan Kc: Soal 1: Penentuan nilai Kc reaksi N2(g) + 3H2(g) <=> 2NH3(g) dengan volume 1 L, mol setimbang N2 = 0,4 mol, H2 = 0,2 mol, NH3 = 0,4 mol (acuan: rumus Kc = [NH3]^2 / ([N2][H2]^3); substitusi nilai Kc = (0,4)^2 / (0,4 x 0,2^3) = 50). Soal 2: Penentuan nilai Kc reaksi Fe2O3(s) + 3CO(g) <=> 2Fe(s) + 3CO2(g) pada kondisi setimbang [CO] = 0,2 M dan [CO2] = 0,4 M (acuan: rumus Kc = [CO2]^3 / [CO]^3 karena Fe2O3 dan Fe berfase padat; substitusi nilai Kc = (0,4)^3 / (0,2)^3 = 8).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri di akhir pembelajaran berisi 2 butir soal: Butir 1: Tuliskan persamaan Kc untuk reaksi 2SO2(g) + O2(g) <=> 2SO3(g) (acuan: Kc = [SO3]^2 / ([SO2]^2[O2])). Butir 2: Pada reaksi kesetimbangan H2(g) + I2(g) <=> 2HI(g) dalam wadah 1 L, saat setimbang terdapat [H2] = 0,1 M, [I2] = 0,1 M, dan [HI] = 0,8 M. Hitunglah nilai Kc! (acuan: Kc = [HI]^2 / ([H2][I2]) = (0,8)^2 / (0,1 x 0,1) = 0,64 / 0,01 = 64).
Formatif:- Observasi unjuk kerja berpasangan pada tantangan Kartu Reaksi Cepat Kc
- Pemeriksaan ketepatan penyelesaian LKPD analisis persamaan dan nilai numerik Kc
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menganalisis Persamaan Tetapan Kesetimbangan Konsentrasi (Kc) | Belum mampu merumuskan persamaan Kc dengan tepat (masih memasukkan fase padat/cair murni atau keliru meletakkan posisi reaktan dan produk). | Mampu merumuskan persamaan Kc dengan tepat pada sistem kesetimbangan homogen gas, namun masih keliru mengeliminasi fase padat/cair pada sistem heterogen. | Mampu merumuskan persamaan Kc dengan tepat pada sistem kesetimbangan homogen maupun heterogen sesuai aturan fase zat dan koefisien reaksi secara tepat. | Mampu merumuskan persamaan Kc dengan tepat pada seluruh jenis sistem reaksi homogen dan heterogen secara mandiri serta konsisten pada berbagai variasi kompleksitas reaksi. | | Menganalisis Nilai Numerik Tetapan Kesetimbangan Konsentrasi (Kc) | Belum mampu menyubstitusikan nilai konsentrasi kesetimbangan ke dalam rumus Kc dan perhitungan matematis belum tepat. | Mampu menyubstitusikan nilai konsentrasi kesetimbangan ke dalam persamaan Kc, namun perhitungan nilai numerik masih keliru pada operasi perpangkatan koefisien. | Mampu menyubstitusikan nilai konsentrasi kesetimbangan ke dalam persamaan Kc dan menghitung nilai numerik Kc secara tepat sesuai acuan data soal. | Mampu menyubstitusikan konsentrasi kesetimbangan serta menghitung nilai numerik Kc secara tepat, runtut, dan mandiri tanpa kesalahan operasional matematika. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu untuk tahap latihan perhitungan numerik Kc telah mencukupi kebutuhan seluruh murid?
- Apakah variasi aktivitas Kartu Reaksi Cepat berhasil memotivasi murid memahami aturan fase zat dalam Kc?
Murid:- Bagian mana dari perumusan atau perhitungan nilai Kc yang menurut saya paling menantang untuk diselesaikan?
- Langkah apa yang akan saya lakukan agar tidak keliru membedakan fase zat yang dilibatkan dalam perhitungan Kc?
Pertemuan 4 — Menganalisis Persamaan dan Nilai Tetapan Kesetimbangan Tekanan Parsial (Kp) — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.7.2 Menganalisis nilai tetapan kesetimbangan kimia konsentrasi dan tekanan parsial
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, memeriksa kehadiran murid, serta mengondisikan kelas agar kondusif (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menganalisis perumusan persamaan tetapan kesetimbangan tekanan parsial (Kp) dan menghitung nilai Kp dari data tekanan parsial gas saat setimbang (5 menit).
- Guru memberikan asesmen awal diagnostik singkat secara tertulis/lisan mengenai konsep fase zat dalam kesetimbangan dan konsep tekanan parsial gas: (1) Reaksi mana yang zatnya diperhitungkan dalam Kp? A: N2(g) + 3H2(g) <=> 2NH3(g), B: CaCO3(s) <=> CaO(s) + CO2(g); (2) Jika P_total campuran gas CO2 dan CO adalah 5 atm dan P_CO2 = 2 atm, berapakah P_CO? [Acuan: (1) Pada reaksi A semua zat (N2, H2, NH3) diperhitungkan karena berfase gas; pada reaksi B hanya CO2(g) yang diperhitungkan, sedangkan CaCO3(s) dan CaO(s) diabaikan; (2) P_CO = P_total - P_CO2 = 5 - 2 = 3 atm] (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mencermati pemaparan konsep dan contoh penulisan rumus Kp pada kesetimbangan gas aW(g) + bX(g) <=> cY(g) + dZ(g) dengan rumus Kp = (P_Y^c * P_Z^d) / (P_W^a * P_X^b), serta penegasan bahwa hanya zat berfase gas (g) yang dimasukkan ke dalam persamaan Kp (15 menit).
- Murid secara berpasangan mengikuti kuis tantangan cepat 'Cocokkan Rumus Kp' yang menggembirakan untuk menganalisis 3 persamaan reaksi berikut: (1) PCl5(g) <=> PCl3(g) + Cl2(g); (2) 2SO2(g) + O2(g) <=> 2SO3(g); (3) C(s) + H2O(g) <=> CO(g) + H2(g). [Acuan jawaban: (1) Kp = (P_PCl3 * P_Cl2) / P_PCl5; (2) Kp = (P_SO3)^2 / ((P_SO2)^2 * P_O2); (3) Kp = (P_CO * P_H2) / P_H2O, zat C(s) tidak masuk] (15 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid berkumpul dalam kelompok kecil (3-4 orang) untuk berkolaborasi menyelesaikan Lembar Analisis Kp yang berisi 2 permasalahan kuantitatif: Masalah 1: Reaksi 2NO2(g) <=> N2O4(g). Pada keadaan setimbang diperoleh tekanan parsial P_NO2 = 0,2 atm dan P_N2O4 = 0,08 atm. Tentukan persamaan dan nilai Kp. Masalah 2: Reaksi NH4COONH2(s) <=> 2NH3(g) + CO2(g). Pada keadaan setimbang, tekanan total gas dalam wadah tertutup adalah 3 atm. Tentukan persamaan Kp, tekanan parsial masing-masing gas, dan nilai Kp (30 menit).
- Setiap kelompok menganalisis langkah penyelesaian dan menghitung nilai numerik Kp berdasarkan data tekanan parsial setimbang dengan bimbingan dan fasilitasi guru [Acuan jawaban Masalah 1: Persamaan Kp = P_N2O4 / (P_NO2)^2; Nilai Kp = 0,08 / (0,2)^2 = 0,08 / 0,04 = 2 atm^-1. Acuan jawaban Masalah 2: Fase padat tidak masuk rumus sehingga Kp = (P_NH3)^2 * P_CO2; Rasio koefisien NH3 : CO2 = 2 : 1, maka P_NH3 = (2/3) * 3 atm = 2 atm dan P_CO2 = (1/3) * 3 atm = 1 atm; Nilai Kp = (2)^2 * 1 = 4 * 1 = 4 atm^3] (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Perwakilan kelompok menuliskan hasil analisis dan perhitungan nilai Kp di papan tulis, kemudian murid bersama guru memverifikasi ketepatan penentuan fase gas dan perhitungan matematika perpangkatan koefisien secara teliti (15 menit).
- Murid melakukan refleksi terbimbing mengenai makna fisis nilai Kp: menyimpulkan bahwa nilai Kp hanya bergantung pada suhu dan hanya melibatkan spesi gas, serta mengevaluasi bagian analisis perhitungan mana yang dirasa paling menantang (10 menit).
Penutup:- Murid mengerjakan asesmen akhir berupa cek pemahaman mandiri tertulis singkat (1 soal analisis Kp) pada secarik kertas: 'Pada reaksi N2(g) + 3H2(g) <=> 2NH3(g), saat setimbang tercatat P_N2 = 1 atm, P_H2 = 2 atm, dan P_NH3 = 4 atm. Tuliskan rumus Kp dan hitung nilainya!' [Acuan jawaban: Kp = (P_NH3)^2 / (P_N2 * (P_H2)^3) = (4)^2 / (1 * (2)^3) = 16 / 8 = 2 atm^-2] (8 menit).
- Guru menyampaikan apresiasi atas keterlibatan aktif dan ketelitian bernalar murid, serta memberikan arahan topik pertemuan berikutnya yaitu menganalisis hubungan kuantitatif antara nilai Kc dan Kp (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu panduan rumus dasar Kp beserta petunjuk eliminasi fase padat/cair untuk murid yang memerlukan perancah (scaffolding), serta menyediakan variasi soal reaksi heterogen bertingkat untuk murid yang siap tantangan lebih tinggi.
- Proses: Memberikan bimbingan langsung pada kelompok yang memerlukan penguatan operasi aljabar perpangkatan, sementara kelompok yang mahir bekerja mandiri menganalisis tekanan parsial dari fraksi mol dan tekanan total.
- Produk: Format penyelesaian lembar kerja dapat berupa tabel langkah sistematis terstruktur (reaksi - fase - rumus Kp - substitusi angka) atau uraian matematis analitis langsung.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Cek diagnostik kesiapan konsep prasyarat (fase dan tekanan parsial) melalui 2 pertanyaan di pendahuluan: (1) Reaksi mana yang zatnya diperhitungkan dalam Kp? A: N2(g) + 3H2(g) <=> 2NH3(g), B: CaCO3(s) <=> CaO(s) + CO2(g); (2) Jika P_total campuran gas CO2 dan CO adalah 5 atm dan P_CO2 = 2 atm, berapakah P_CO? [Acuan: (1) Reaksi A semua zat (N2, H2, NH3) masuk rumus karena gas; Reaksi B hanya CO2(g) yang masuk, CaCO3(s) dan CaO(s) tidak masuk; (2) P_CO = 5 - 2 = 3 atm].
Proses:- Penilaian kerja kolaboratif penyelesaian Lembar Analisis Kp (Masalah 1 dan Masalah 2) yang memuat perumusan ekspresi Kp dan perhitungan nilai numerik Kp [Acuan: Masalah 1 menghasilkan persamaan Kp = P_N2O4 / (P_NO2)^2 dan nilai Kp = 2; Masalah 2 menghasilkan persamaan Kp = (P_NH3)^2 * P_CO2, P_NH3 = 2 atm, P_CO2 = 1 atm, dan nilai Kp = 4].
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri akhir sesi pembelajaran: Menuliskan persamaan dan menghitung nilai Kp untuk reaksi N2(g) + 3H2(g) <=> 2NH3(g) dengan data P_N2 = 1 atm, P_H2 = 2 atm, dan P_NH3 = 4 atm [Acuan: Rumus Kp = (P_NH3)^2 / (P_N2 * (P_H2)^3); Substitusi = (4)^2 / (1 * 2^3) = 16 / 8; Nilai Kp = 2].
Formatif:- Asesmen diagnostik awal lisan/tertulis pemahaman konsep fase zat dan tekanan parsial
- Observasi unjuk kerja dan lembar analisis perhitungan nilai Kp selama kegiatan inti kelompok
- Tiket keluar (exit ticket) cek pemahaman mandiri di penutup pertemuan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menganalisis Persamaan Tetapan Kesetimbangan Tekanan Parsial (Kp) | Belum mampu merumuskan persamaan Kp dengan benar dan masih memasukkan zat berfase padat (solid) atau cair (liquid) ke dalam rumus. | Mampu memilah zat berfase gas tetapi belum tepat dalam menempatkan posisi reaktan/produk atau perpangkatan koefisien pada persamaan Kp. | Mampu merumuskan persamaan Kp dengan tepat sesuai aturan fase gas dan pangkat koefisien pada reaksi homogen maupun heterogen secara tepat. | Mampu merumuskan persamaan Kp dengan tepat pada reaksi homogen dan heterogen yang kompleks secara mandiri dan konsisten tanpa kekeliruan. | | Menganalisis Nilai Kuantitatif Tetapan Kesetimbangan Tekanan Parsial (Kp) | Belum mampu mensubstitusikan nilai tekanan parsial ke dalam rumus Kp sehingga perhitungan nilai Kp salah. | Mampu mensubstitusikan data tekanan parsial ke dalam rumus Kp, namun terdapat kekeliruan pada operasi hitung numerik atau perpangkatan koefisien. | Mampu mensubstitusikan data tekanan parsial setimbang dan menghitung nilai numerik Kp dengan tepat sesuai acuan perhitungan matematis. | Mampu menganalisis tekanan parsial dari tekanan total campuran dan menghitung nilai numerik Kp secara tepat, runtut, dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 135 menit mencukupi bagi seluruh murid untuk memahami konsep Kp dan menyelesaikan perhitungan kuantitatif?
- Bagian mana dari analisis penentuan tekanan parsial gas yang masih menjadi kendala umum bagi murid?
- Apakah strategi pembelajaran berpasangan dan kelompok berhasil memicu nalar kritis dan kolaborasi murid secara efektif?
Murid:- Apa perbedaan mendasar yang saya pahami antara penulisan tetapan kesetimbangan Kc dengan Kp?
- Langkah mana yang paling menantang bagi saya dalam menghitung nilai Kp: merumuskan persamaannya atau melakukan perhitungan matematikanya?
- Bagaimana strategi belajar yang akan saya gunakan agar lebih teliti dalam menghitung perpangkatan koefisien reaksi?
Pertemuan 5 — Menganalisis Hubungan Kuantitatif Antara Nilai Kc dan Kp — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.7.2 Menganalisis nilai tetapan kesetimbangan kimia konsentrasi dan tekanan parsial
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar, dan menyampaikan tujuan pembelajaran mengenai hubungan kuantitatif Kc dan Kp (5 menit).
- Guru melakukan diagnostik singkat dengan menampilkan 2 pertanyaan prasyarat di papan tulis: (1) 'Tuliskan persamaan gas ideal dan ubah menjadi P = ...' (acuan jawaban: P = (n/V)RT = [M]RT); (2) 'Untuk reaksi N2(g) + 3H2(g) <=> 2NH3(g), berapa selisih koefisien gas produk dikurangi reaktan (Δn)?' (acuan jawaban: Δn = 2 - (1 + 3) = -2) (10 menit).
- Guru mengaitkan jawaban murid dengan fenomena pengukuran gas dalam industri kimia di mana tekanan parsial lebih mudah diukur daripada konsentrasi molar (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penurunan matematis hubungan Kp dan Kc dari hukum gas ideal untuk reaksi umum aA(g) + bB(g) <=> cC(g) + dD(g) yang dipandu guru di papan tulis hingga didapatkan rumus Kp = Kc(RT)^Δn (15 menit).
- Murid mencatat secara berkesadaran ketentuan variabel rumus: R = 0,08206 L.atm/(mol.K), T dalam Kelvin (T = °C + 273), dan Δn = jumlah koefisien produk gas dikurangi reaktan gas (hanya fase gas) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpasangan memainkan aktivitas tantangan cepat 'Duel Nilai Δn' untuk 3 persamaan reaksi berikut: (1) 2SO2(g) + O2(g) <=> 2SO3(g) (acuan Δn = 2 - 3 = -1); (2) H2(g) + I2(g) <=> 2HI(g) (acuan Δn = 2 - 2 = 0); (3) CaCO3(s) <=> CaO(s) + CO2(g) (acuan Δn = 1 - 0 = 1, fase padat diabaikan) (15 menit).
- Secara berpasangan, murid mengerjakan Lembar Kerja Analisis Hubungan Kc dan Kp berisi 3 soal kuantitatif: Soal 1: Reaksi N2O4(g) <=> 2NO2(g) pada 300 K memiliki Kc = 4,0 x 10^-3; tentukan nilai Kp (acuan: Δn = 1; Kp = 4,0 x 10^-3 x (0,082 x 300)^1 = 4,0 x 10^-3 x 24,6 = 0,0984 atm). Soal 2: Reaksi 2NO2(g) <=> 2NO(g) + O2(g) pada 500 K memiliki Kp = 1,5 x 10^-2; tentukan Kc (acuan: Δn = 3 - 2 = 1; Kc = Kp / (RT)^1 = 1,5 x 10^-2 / (0,082 x 500) = 1,5 x 10^-2 / 41 = 3,66 x 10^-4 M). Soal 3: Reaksi H2(g) + I2(g) <=> 2HI(g) pada 700 K memiliki Kc = 54; buktikan secara matematis apakah Kp = Kc (acuan: Δn = 2 - 2 = 0; Kp = Kc(RT)^0 = Kc(1) = 54, terbukti Kp = Kc) (30 menit).
- Guru memfasilitasi konfirmasi kelas di mana murid memeriksa hasil perhitungannya dan menganalisis syarat reaksi yang menghasilkan Kp = Kc, Kp > Kc, dan Kp < Kc berdasarkan tanda nilai Δn (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid menganalisis secara mandiri sebuah studi kasus singkat: Reaksi C(s) + H2O(g) <=> CO(g) + H2(g) pada suhu 1000 K. Murid menentukan nilai Δn reaksi tersebut (acuan: koefisien produk gas (1+1) dikurangi reaktan gas (1) = 1; C(s) tidak dihitung) serta menyimpulkan apakah Kp > Kc atau sebaliknya (acuan: karena Δn = 1 > 0 dan RT = 82 > 1, maka Kp > Kc) (15 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan hubungan kuantitatif Kp = Kc(RT)^Δn dan pengaruh fase padat/cair terhadap penentuan Δn (10 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap ketelitian konversi suhu ke Kelvin dan penyertaan hanya spesi gas dalam Δn, lalu menutup pembelajaran dengan doa (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar bantu ringkasan konversi suhu (T = °C + 273) dan pengingat rumus gas ideal bagi murid yang memerlukan dukungan numerasi.
- Proses: Memberikan bimbingan terpandu pada kelompok berpasangan yang kesulitan dalam aljabar perpangkatan negatif/nol, sedangkan murid yang mahir diberikan tantangan menghitung nilai Kp reaksi heterogen bertingkat.
- Produk: Murid dapat menuliskan langkah penurunan matematis secara terinci atau dalam bentuk bagan alur perhitungan bertahap.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Dua pertanyaan diagnostik lisan/tulis di awal pembelajaran: (1) Tuliskan hubungan tekanan, volume, mol, dan suhu pada gas ideal serta nyatakan P dalam konsentrasi molar! (acuan: P = nRT/V, karena n/V = M, maka P = MRT); (2) Tentukan selisih koefisien gas produk dan reaktan (Δn) untuk reaksi N2(g) + 3H2(g) <=> 2NH3(g)! (acuan: Δn = 2 - (1 + 3) = -2).
Proses:- Penilaian lembar kerja berpasangan pengerjaan 3 soal perhitungan: Soal 1 menghitung Kp dari Kc = 4,0 x 10^-3 pada 300 K (acuan jawaban: Kp = 0,0984 atm); Soal 2 menghitung Kc dari Kp = 1,5 x 10^-2 pada 500 K (acuan jawaban: Kc = 3,66 x 10^-4 M); Soal 3 pembuktian Kp = Kc bila Δn = 0 pada reaksi sintesis HI (acuan jawaban: (RT)^0 = 1 sehingga Kp = Kc = 54).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis individu (refleksi penerapan): Menentukan Δn dan perbandingan nilai Kp terhadap Kc untuk reaksi C(s) + H2O(g) <=> CO(g) + H2(g) pada 1000 K (acuan: Δn = (1 + 1) - 1 = 1; karena Δn bernilai positif dan RT = 82 > 1, maka Kp = 82 Kc sehingga Kp > Kc).
Formatif:- Tes diagnostik awal 2 butir pemahaman persamaan gas ideal dan selisih koefisien gas (Δn)
- Observasi unjuk kerja berpasangan pada lembar kerja perhitungan kuantitatif Kc dan Kp
- Cek pemahaman mandiri di akhir sesi (analisis nilai Δn dan perbandingan Kp terhadap Kc pada reaksi heterogen)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menganalisis nilai tetapan kesetimbangan konsentrasi (Kc) dan tekanan parsial (Kp) | Belum mampu menentukan nilai selisih koefisien gas (Δn) dengan tepat dan keliru menggunakan rumus hubungan Kp = Kc(RT)^Δn dalam perhitungan kuantitatif. | Mampu menentukan nilai Δn untuk reaksi homogen gas, tetapi belum konsisten mengabaikan fase padat/cair pada reaksi heterogen dan masih melakukan kesalahan substitusi numerik nilai R atau T. | Mampu menentukan nilai Δn dengan tepat baik untuk sistem homogen maupun heterogen serta menghitung nilai Kp dari Kc (atau sebaliknya) secara benar pada seluruh butir soal latihan. | Mampu menganalisis secara mandiri dan tepat seluruh perhitungan konversi nilai Kc dan Kp serta menganalisis hubungan perbandingan relatif Kp terhadap Kc berdasarkan nilai Δn (Kp = Kc saat Δn = 0; Kp > Kc saat Δn > 0; Kp < Kc saat Δn < 0) secara komprehensif. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alur penurunan rumus Kp = Kc(RT)^Δn dapat dipahami dengan baik oleh murid tanpa menimbulkan miskonsepsi pada penggunaan fase padat/cair?
- Bagian perhitungan numerasi mana yang paling banyak membutuhkan scaffolding bagi murid saat mengonversi nilai Kc dan Kp?
Murid:- Bagaimana langkah saya dalam memastikan hanya zat berfase gas yang dihitung ke dalam nilai selisih koefisien (Δn)?
- Kapan suatu reaksi kesetimbangan memiliki nilai Kp yang sama persis dengan nilai Kc?
Pertemuan 6 — Menganalisis Pengaruh Perubahan Konsentrasi dan Suhu terhadap Arah Kesetimbangan Berdasarkan Asas Le Chatelier — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.7.3 Menganalisis pergeseran arah kesetimbangan kimia berdasarkan asas Le Chatelier
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran mengenai analisis pengaruh perubahan konsentrasi serta suhu terhadap pergeseran arah kesetimbangan kimia berdasarkan Asas Le Chatelier (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat untuk mendiagnosis kesiapan murid mengenai pemahaman reaksi eksotermik/endotermik dan konsep kesetimbangan dinamis (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mencermati tayangan visual reaksi kesetimbangan ion Fe3+(aq) (kuning) + SCN-(aq) (bening) ⇌ Fe(SCN)2+(aq) (merah darah) dan teks penjelasan Asas Le Chatelier bahwa sistem kesetimbangan akan bergeser untuk meminimalkan gangguan dari luar (15 menit).
- Murid bersama teman sebangku melakukan permainan tebak cepat 'Aksi-Reaksi Kesetimbangan' menggunakan 3 kartu kasus konsentrasi dan suhu: (1) Reaksi N2(g) + 3H2(g) ⇌ 2NH3(g) (ΔH = -92 kJ) jika konsentrasi N2 ditambah -> kesetimbangan bergeser ke kanan; (2) Reaksi yang sama jika suhu dinaikkan -> kesetimbangan bergeser ke kiri (endoterm); (3) Reaksi 2NO2(g) (cokelat) ⇌ N2O4(g) (tidak berwarna) (ΔH = -57 kJ) jika didinginkan -> kesetimbangan bergeser ke kanan (eksoterm/ke arah zat tidak berwarna) (15 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid bekerja dalam kelompok (3-4 orang) mengerjakan lembar analisis yang memuat 4 kasus pergeseran kesetimbangan: Kasus 1: Reaksi Fe3+(aq) + SCN-(aq) ⇌ Fe(SCN)2+(aq), bila Fe(NO3)3 ditambahkan (acuan: konsentrasi Fe3+ bertambah, sistem bergeser ke arah kanan/produk sehingga warna merah makin pekat); Kasus 2: Reaksi yang sama bila ditambahkan zat pengikat Fe3+ (acuan: konsentrasi Fe3+ berkurang, sistem bergeser ke arah kiri/reaktan sehingga warna memudar); Kasus 3: Reaksi 2SO2(g) + O2(g) ⇌ 2SO3(g) (ΔH = -198 kJ) jika suhu dinaikkan (acuan: kenaikan suhu menggeser kesetimbangan ke arah reaksi endoterm, yaitu ke kiri/reaktan); Kasus 4: Reaksi N2O4(g) ⇌ 2NO2(g) (ΔH = +58 kJ) jika suhu diturunkan (acuan: penurunan suhu menggeser kesetimbangan ke arah reaksi eksoterm, yaitu ke kiri/reaktan) (30 menit).
- Perwakilan kelompok menuliskan dan membandingkan hasil analisis keempat kasus tersebut di papan tulis, lalu guru memberikan umpan balik langsung terhadap ketepatan penentuan arah pergeseran kesetimbangan kimia (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid secara berpasangan mendiskusikan kembali prinsip pokok Asas Le Chatelier pada perubahan konsentrasi dan suhu, serta mencatat mengapa nilai tetapan kesetimbangan (Kc) hanya dipengaruhi oleh perubahan suhu dan bukan perubahan konsentrasi (15 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan prinsip pergeseran arah kesetimbangan akibat perubahan konsentrasi dan suhu berdasarkan Asas Le Chatelier (10 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap hasil belajar hari ini, menyampaikan topik pertemuan berikutnya mengenai pengaruh tekanan dan volume, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (10 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan visual arah pergeseran (tanda panah penambahan vs pengurangan zat, serta aturan suhu naik ke endoterm dan suhu turun ke eksoterm). Murid mahir diberikan persamaan reaksi kesetimbangan bertingkat.
- Proses: Murid yang mengalami kesulitan didampingi melalui bimbingan terstruktur langkah demi langkah dalam menentukan nilai ΔH reaksi bolak-balik, sedangkan murid yang mandiri menganalisis 4 kasus secara langsung.
- Produk: Semua murid menghasilkan lembar analisis pergeseran kesetimbangan dengan kriteria ketepatan arah yang sama.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik tertulis singkat (2 soal): (1) Tentukan apakah reaksi 2SO2(g) + O2(g) ⇌ 2SO3(g) (ΔH = -198 kJ) tergolong eksotermik atau endotermik ke arah produk? (Acuan jawaban: reaksi ke arah produk adalah eksotermik karena nilai ΔH negatif); (2) Jika pada wadah tertutup terdapat reaksi kesetimbangan A ⇌ B, apa arti keadaan setimbang tersebut? (Acuan jawaban: laju pembentukan B sama dengan laju pembentukan A, serta konsentrasi zat-zat konstan).
Proses:- Pemeriksaan lembar analisis kelompok pada 4 kasus: (1) Fe3+ ditambah -> bergeser ke kanan; (2) Fe3+ berkurang -> bergeser ke kiri; (3) Reaksi eksotermik dipanaskan -> bergeser ke kiri; (4) Reaksi endotermik didinginkan -> bergeser ke kiri.
- Observasi kemampuan murid dalam menerapkan Asas Le Chatelier saat membedakan efek gangguan konsentrasi versus efek suhu terhadap pergeseran arah kesetimbangan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman individu (2 soal): (1) Diberikan reaksi N2(g) + 3H2(g) ⇌ 2NH3(g) (ΔH = -92 kJ). Tentukan arah pergeseran kesetimbangan jika gas NH3 dikeluarkan dari wadah! (Acuan: bergeser ke arah kanan/produk untuk menggantikan NH3 yang berkurang); (2) Pada reaksi yang sama, ke mana arah kesetimbangan jika suhu sistem dinaikkan? (Acuan: bergeser ke arah kiri/reaktan karena reaksi ke arah reaktan bersifat endotermik).
Formatif:- Penilaian proses analisis lembar kerja kelompok pada 4 kasus pergeseran kesetimbangan akibat konsentrasi dan suhu
- Pengamatan keaktifan dan penalaran kritis selama diskusi kelompok
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menganalisis pengaruh perubahan konsentrasi terhadap pergeseran kesetimbangan | Belum mampu menentukan arah pergeseran kesetimbangan saat terjadi perubahan konsentrasi zat. | Mampu menentukan arah pergeseran kesetimbangan pada perubahan konsentrasi hanya jika zat reaktan yang ditambah, tetapi keliru pada pengurangan zat. | Mampu menganalisis dan menentukan arah pergeseran kesetimbangan secara tepat pada penambahan maupun pengurangan konsentrasi reaktan dan produk sesuai Asas Le Chatelier. | Mampu menganalisis dan menentukan arah pergeseran kesetimbangan secara mandiri dan konsisten pada berbagai variasi perubahan konsentrasi reaktan dan produk serta menjelaskan rasionalisasi pergeserannya. | | Menganalisis pengaruh perubahan suhu terhadap pergeseran kesetimbangan | Belum mampu mengaitkan tanda nilai ΔH reaksi dengan arah pergeseran kesetimbangan saat suhu diubah. | Mampu menentukan jenis reaksi eksoterm/endoterm berdasarkan nilai ΔH, namun keliru menentukan arah pergeseran kesetimbangan saat suhu dinaikkan atau diturunkan. | Mampu menganalisis dan menentukan arah pergeseran kesetimbangan secara tepat saat suhu dinaikkan (ke arah endoterm) atau diturunkan (ke arah eksoterm). | Mampu menganalisis secara tepat dan konsisten arah pergeseran kesetimbangan pada reaksi endotermik maupun eksotermik saat suhu diubah, serta membedakan dampaknya terhadap pergeseran posisi kesetimbangan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh murid telah memahami perbedaan mendasar arah pergeseran akibat gangguan konsentrasi dan suhu?
- Apakah metode diskusi kelompok dan permainan kartu efektif membantu murid mengaitkan tanda ΔH dengan pergeseran suhu?
Murid:- Bagian mana dari penentuan arah pergeseran kesetimbangan akibat perubahan suhu yang masih membingungkan bagiku?
- Bagaimana caraku mengingat dengan mudah pengaruh penambahan atau pengurangan konsentrasi terhadap pergeseran kesetimbangan?
Pertemuan 7 — Menganalisis Pengaruh Tekanan dan Volume terhadap Arah Kesetimbangan Berdasarkan Asas Le Chatelier — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.7.3 Menganalisis pergeseran arah kesetimbangan kimia berdasarkan asas Le Chatelier
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-7 mengenai analisis pergeseran kesetimbangan akibat perubahan tekanan dan volume (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan lisan singkat untuk mengecek pemahaman konsep koefisien gas: (1) Reaksi N2(g) + 3H2(g) <=> 2NH3(g), berapa jumlah koefisien gas di sisi reaktan dan produk? (acuan: reaktan = 1+3 = 4; produk = 2); (2) Reaksi mana yang koefisien gas kedua sisinya sama: A. H2(g) + I2(g) <=> 2HI(g) atau B. 2SO2(g) + O2(g) <=> 2SO3(g)? (acuan: Reaksi A, karena reaktan = 1+1 = 2 dan produk = 2) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mencermati ilustrasi mikroskopis sistem kesetimbangan 2NO2(g) [cokelat] <=> N2O4(g) [tidak berwarna] saat volume diperkecil (tekanan diperbesar) dan mendengarkan penjelasan guru mengenai prinsip Asas Le Chatelier: jika tekanan diperbesar (volume diperkecil), kesetimbangan bergeser ke arah jumlah koefisien gas yang lebih kecil, dan sebaliknya (15 menit).
- Murid berpasangan memainkan kuis cepat 'Tunjuk Arah' yang menggembirakan: guru menyebutkan 2 kondisi aksi (tekanan dinaikkan atau volume diperbesar) pada reaksi 2SO2(g) + O2(g) <=> 2SO3(g), lalu murid serentak mengarahkan jempol ke kanan atau ke kiri sesuai arah pergeseran kesetimbangan (acuan: tekanan dinaikkan -> geser ke kanan/produk karena koefisien 2 < 3; volume diperbesar -> geser ke kiri/reaktan karena koefisien 3 > 2) (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid dalam kelompok kecil (3-4 orang) berkolaborasi menyelesaikan Lembar Analisis Pergeseran Kesetimbangan yang memuat 3 sistem reaksi gas: (1) PCl5(g) <=> PCl3(g) + Cl2(g) jika tekanan diperbesar; (2) CO(g) + 3H2(g) <=> CH4(g) + H2O(g) jika volume diperbesar; (3) H2(g) + I2(g) <=> 2HI(g) jika volume diperkecil (acuan kunci: (1) geser ke kiri karena koefisien reaktan 1 < produk 2; (2) geser ke kiri karena koefisien reaktan 4 > produk 2; (3) tidak bergeser karena jumlah koefisien gas reaktan 2 = produk 2) (25 menit).
- Perwakilan kelompok mengomunikasikan hasil analisisnya di depan kelas untuk mencocokkan arah pergeseran beserta alasan perbandingan koefisien gasnya (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid menyimpulkan aturan pengaruh tekanan dan volume pada kesetimbangan secara sadar: perubahan tekanan dan volume hanya memengaruhi sistem reaksi yang memiliki perbedaan jumlah koefisien gas antar-ruas (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan konsep dan melaksanakan asesmen akhir berupa 1 soal cek pemahaman singkat: 'Ke arah mana kesetimbangan reaksi 2CO2(g) <=> 2CO(g) + O2(g) bergeser jika tekanan sistem diturunkan?' (acuan: bergeser ke arah kanan/produk karena koefisien produk 3 > koefisien reaktan 2) (7 menit).
- Guru menginformasikan agenda pertemuan berikutnya (Pertemuan 8: Penyelidikan faktor pergeseran kesetimbangan) dan menutup sesi dengan doa serta salam (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan rumus koefisien gas (koefisien kiri vs kanan), sedangkan murid yang lebih cepat diberikan reaksi heterogen yang melibatkan wujud padat/cair seperti CaCO3(s) <=> CaO(s) + CO2(g).
- Proses: Scaffolding bertahap: guru membimbing langsung kelompok yang kesulitan menghitung total koefisien fase gas, sedangkan kelompok mahir berdiskusi mandiri.
- Produk: Format penyampaian hasil analisis dapat berupa tabel ringkasan pergeseran atau bagan panah alur sebab-akibat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: (1) Reaksi N2(g) + 3H2(g) <=> 2NH3(g), tentukan total koefisien gas reaktan dan produk! (Acuan: reaktan = 4, produk = 2); (2) Manakah reaksi yang koefisien gas reaktan sama dengan produk: A. H2(g) + I2(g) <=> 2HI(g) atau B. 2SO2(g) + O2(g) <=> 2SO3(g)? (Acuan: Reaksi A, reaktan = 2 dan produk = 2).
Proses:- Observasi keterlibatan murid pada kuis Tunjuk Arah untuk reaksi 2SO2(g) + O2(g) <=> 2SO3(g) (Acuan: tekanan naik -> kanan; volume naik -> kiri).
- Pemeriksaan Lembar Analisis 3 butir reaksi: (1) PCl5(g) <=> PCl3(g) + Cl2(g) tekanan naik (Acuan: geser ke kiri); (2) CO(g) + 3H2(g) <=> CH4(g) + H2O(g) volume naik (Acuan: geser ke kiri); (3) H2(g) + I2(g) <=> 2HI(g) volume turun (Acuan: tidak bergeser).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman individu tertulis (1 butir): Reaksi 2CO2(g) <=> 2CO(g) + O2(g), tentukan arah pergeseran kesetimbangan jika tekanan diturunkan beserta alasannya! (Acuan: Bergeser ke kanan/produk, karena penurunan tekanan menggeser kesetimbangan ke ruas dengan jumlah koefisien gas lebih besar, yaitu 3 > 2).
Formatif:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran
- Observasi unjuk kerja saat kuis cepat 'Tunjuk Arah'
- Penilaian lembar analisis pergeseran kesetimbangan kelompok
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menganalisis pergeseran kesetimbangan akibat perubahan tekanan dan volume | Belum mampu menentukan arah pergeseran kesetimbangan reaksi gas saat tekanan atau volume diubah (0 dari 3 butir tepat). | Mampu menentukan arah pergeseran kesetimbangan secara tepat pada 1 dari 3 butir reaksi latihan berdasarkan koefisien gas. | Mampu menentukan arah pergeseran kesetimbangan secara tepat pada 2 dari 3 butir reaksi latihan berdasarkan perbandingan koefisien gas. | Mampu menganalisis dan menentukan arah pergeseran kesetimbangan secara tepat pada seluruh (3 dari 3) butir reaksi latihan beserta alasan perbandingan koefisien gas secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas apersepsi dan kuis cepat efektif membantu murid membedakan pengaruh tekanan dan volume terhadap koefisien gas?
- Bagian mana dari analisis reaksi kesetimbangan yang masih menimbulkan kebingungan bagi murid?
Murid:- Apakah saya sudah memahami hubungan antara perubahan tekanan/volume dengan jumlah koefisien gas pada reaksi kesetimbangan?
- Apa langkah yang akan saya lakukan jika menemui reaksi yang jumlah koefisien gas reaktan dan produknya sama?
Pertemuan 8 — Mengomunikasikan Rancangan dan Data Pengamatan Penyelidikan Faktor Pergeseran Kesetimbangan Kimia — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.7.5 Mengomunikasikan hasil penyelidikan faktor yang memengaruhi pergeseran kesetimbangan kimia secara sistematis
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan kelas dalam suasana berkesadaran dan siap belajar (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-8 yaitu menyusun dan mengomunikasikan rancangan serta data pengamatan penyelidikan faktor pergeseran kesetimbangan kimia (faktor konsentrasi pada sistem ion besi(III) dan tiosianat: Fe3+ + SCN- <=> [Fe(SCN)]2+) secara sistematis (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat: murid menjawab pertanyaan lisan mengenai kelengkapan komponen tabel pengamatan dan variabel rancangan percobaan (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati panduan penyusunan format komunikasi ilmiah untuk penyelidikan kesetimbangan kimia yang memuat 3 elemen sistematis: tujuan dan hipotesis, identifikasi variabel (bebas: konsentrasi reaktan Fe3+/SCN-; terikat: kepekatan warna merah darah/arah pergeseran; kontrol: volume larutan awal), serta format tabel data pengamatan terstruktur (15 menit).
- Guru memodelkan cara menyajikan catatan data kualitatif dan kuantitatif dari penyelidikan tabung reaksi secara berkesadaran, menekankan keterbacaan data tanpa menyisipkan interpretasi subjektif (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Dalam kelompok berpasangan, murid memainkan permainan tantangan estafet 'Susun Format Data' secara menggembirakan: murid saling bertukar kartu rancangan dan secara bergiliran menyusun 4 bagian komponen laporan data (judul penyelidikan, skema alat/bahan, tabel variabel perlakuan, dan tabel pencatatan warna sebelum-sesudah) ke dalam format komunikasi ilmiah yang runtut dan rapi (15 menit).
- Setiap kelompok menyalin dan memfinalisasi penyusunan dokumen komunikasi rancangan dan lembar data pengamatan penyelidikan pergeseran kesetimbangan larutan Fe3+ dan SCN- sesuai data hasil penyelidikan yang telah disediakan, memastikan kelengkapan label kolom, satuan, dan rincian kondisi pengamatan secara sistematis (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Perwakilan kelompok memajang lembar komunikasi rancangan dan data pengamatannya, kemudian saling memeriksa lembar kelompok lain menggunakan daftar periksa kelengkapan sistematis komunikasi data (10 menit).
- Murid menyimpulkan kriteria komunikasi data yang efektif: format terstruktur mempermudah verifikasi hasil dan keterulangan (reproducibility) penyelidikan ilmiah kesetimbangan kimia (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik atas lembar kerja komunikasi data pengamatan yang disusun murid serta mengonfirmasi kelengkapan elemen sistematisnya (3 menit).
- Guru menginformasikan bahwa data terstruktur yang telah disusun hari ini akan dianalisis lebih mendalam pada Pertemuan 9 untuk mengomunikasikan hasil analisis penyelidikannya (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan templat tabel data rumpang dengan label kolom yang sudah disiapkan; murid yang lebih cepat diberikan data penyelidikan dengan variasi 2 faktor perlakuan konsentrasi sekaligus (penambahan FeCl3 dan penambahan KSCN).
- Proses: Penyusunan data dapat dilakukan berpasangan dengan pembagian peran pencatat variabel dan penata format visual data tabel.
- Produk: Format penyajian dapat berupa lembar komunikasi data tabel konvensional atau infografik tabel digital.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan lisan diagnostik: 'Sebutkan 3 komponen utama yang wajib ada dalam tabel data pengamatan penyelidikan kimia agar dapat dipahami oleh pembaca!' (Acuan jawaban benar: 1) Judul/keterangan perlakuan, 2) Kolom kondisi awal/kontrol sebelum perlakuan, 3) Kolom perubahan teramati/hasil setelah perlakuan).
Proses:- Observasi formatif saat murid menyusun lembar komunikasi rancangan dan data pengamatan: memeriksa apakah murid mencantumkan variabel bebas (penambahan tetes FeCl3 0,1 M dan KSCN 0,1 M), variabel kontrol (volume larutan campuran asal), serta kolom deskripsi perubahan warna merah jingga menjadi merah tua/memudar secara sistematis.
Akhir Pertemuan:- Pengecekan lembar rancangan dan data pengamatan: murid mengumpulkan lembar data yang memuat tabel dengan minimal 3 baris perlakuan (Tabung 1: kontrol tanpa perlakuan; Tabung 2: penambahan Fe3+; Tabung 3: penambahan SCN-) disertai deskripsi pengamatan visual yang terperinci dan sistematis (Acuan: Tabung 1 = warna merah jingga tetap; Tabung 2 = warna merah darah bertambah pekat; Tabung 3 = warna merah darah bertambah pekat).
Formatif:- Penilaian lembar penyusunan rancangan dan tabel data pengamatan penyelidikan pergeseran kesetimbangan kimia
- Daftar periksa (checklist) kelengkapan elemen komunikasi sistematis (tujuan, variabel, format data)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Sistematika Rancangan dan Variabel Penyelidikan | Menyajikan rancangan penyelidikan tanpa mencantumkan variabel bebas, terikat, atau kontrol. | Menyajikan rancangan penyelidikan dengan mencantumkan sebagian variabel (1 atau 2 variabel) secara tepat. | Menyajikan rancangan penyelidikan dengan mencantumkan ketiga variabel (bebas, terikat, dan kontrol) secara tepat dan berurutan. | Menyajikan rancangan penyelidikan dengan mencantumkan ketiga variabel secara lengkap, tepat, terstruktur sangat rapi, dan mandiri. | | Kelengkapan dan Kejelasan Format Data Pengamatan | Tabel data pengamatan tidak terstruktur, tidak memuat label kolom atau kondisi perlakuan pembanding. | Tabel data pengamatan memuat baris perlakuan dan hasil, tetapi label kolom atau kondisi kontrol belum lengkap. | Tabel data pengamatan disusun sistematis memuat tabung kontrol dan seluruh tabung perlakuan beserta deskripsi perubahan teramati sesuai acuan. | Tabel data pengamatan disusun secara sangat sistematis, terperinci dengan pemisahan jelas antara kondisi awal, perlakuan, dan perubahan visual akhir secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 90 menit cukup bagi murid untuk berlatih menyusun format komunikasi data ilmiah yang rapi dan terstruktur?
- Bagian mana dari format penyajian data yang paling sering membingungkan murid saat mengomunikasikan rancangan penyelidikan?
Murid:- Hal penting apa yang saya pelajari hari ini tentang menyajikan data pengamatan sains agar mudah dipahami orang lain?
- Bagian mana dari penyusunan rancangan dan tabel pengamatan yang paling menantang bagi saya?
Pertemuan 9 — Mengomunikasikan Analisis Hasil Penyelidikan Faktor Pergeseran Kesetimbangan Kimia — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.7.5 Mengomunikasikan hasil penyelidikan faktor yang memengaruhi pergeseran kesetimbangan kimia secara sistematis
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kesiapan murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu mengomunikasikan analisis hasil penyelidikan faktor pergeseran kesetimbangan kimia secara sistematis (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan meminta murid menanggapi 2 pertanyaan terkait alur penyampaian data penyelidikan (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak penjelasan dan rubrik format pengomunikasian analisis hasil penyelidikan yang memuat sistematika: (1) variabel/faktor yang diuji, (2) data hasil pengamatan perubahan warna/kondisi, (3) analisis hubungan data dengan arah pergeseran kesetimbangan, dan (4) simpulan keterkaitan dengan asas Le Chatelier (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Tantangan Berpasangan 'Estafet Komunikasi Analisis': Secara berpasangan murid saling bertukar hasil tulisan laporan analisis data penyelidikan faktor konsentrasi (sistem FeCl3 + KSCN) dan suhu (sistem CoCl2/air panas-dingin), lalu saling menyimulasikan komunikasi lisan penyampaian analisis secara runtut dan bergantian mengecek kelengkapan sistematikanya dengan antusias (25 menit).
- Perwakilan murid mengomunikasikan paparan analisis hasil penyelidikannya secara sistematis di hadapan kelas menggunakan media visual/papan tulis atau lembar komunikasi penyelidikan (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru merefleksi proses pengomunikasian hasil penyelidikan, mengidentifikasi bagian alur analisis yang sudah runtut dan bagian yang masih membutuhkan kejelasan pertautan antara data pengamatan dengan asas kesetimbangan (10 menit).
Penutup:- Murid menyimpulkan unsur-unsur penting dalam mengomunikasikan analisis hasil penyelidikan kesetimbangan kimia secara logis dan runtut (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap komunikasi murid dan menginformasikan topik pertemuan berikutnya mengenai kesetimbangan kimia pada sintesis amonia industri Haber-Bosch (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan panduan alur komunikasi dengan kartu panduan urutan bagi murid yang membutuhkan scaffolding, serta data variasi konsentrasi kompleks bagi murid yang siap belajar cepat.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan berlatih komunikasi terpandu dengan format kerangka bertahap, sedangkan murid yang mahir mengomunikasikan analisis perbandingan dua variabel berbeda secara mandiri.
- Produk: Format pengomunikasian analisis hasil penyelidikan dapat disajikan dalam bentuk lembar infografik alur analisis atau laporan ringkas sistematis.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik tertulis/lisan: 1. Sebutkan urutan logis dalam menyusun komunikasi laporan analisis data percobaan (acuan: urutan benar adalah: Faktor yang diuji -> Data pengamatan perubahan -> Analisis arah pergeseran -> Kesimpulan hubungan dengan Asas Le Chatelier). 2. Apa yang harus disampaikan untuk membuktikan arah pergeseran pada reaksi FeCl3 + KSCN saat ditambah SCN- (acuan: warna merah darah menjadi semakin tua/pekat, membuktikan kesetimbangan bergeser ke arah produk/FeSCN2+)?
Proses:- Observasi formatif saat Tantangan Berpasangan dan penyampaian hasil analisis: menilai sistematika pengomunikasian murid yang mencakup kejelasan penyampaian data pengamatan, ketepatan analisis arah pergeseran, dan penarikan simpulan sesuai Asas Le Chatelier berdasarkan lembar pengamatan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir berupa lembar cek mandiri 3 butir analisis sistematis: (1) Menyebutkan faktor yang diubah (Fe3+ ditambahkan), (2) Menyebutkan data perubahan warna yang teramati (larutan menjadi merah lebih pekat), (3) Menyebutkan analisis pergeseran dan alasannya (kesetimbangan bergeser ke kanan/produk untuk mengonsumsi kelebihan ion Fe3+ sesuai asas Le Chatelier). (acuan jawaban benar: memuat ketiga poin tepat sesuai acuan tersebut).
Formatif:- Penilaian kinerja pengomunikasian analisis hasil penyelidikan pergeseran kesetimbangan kimia menggunakan lembar observasi komunikasi sistematis.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Sistematika Pengomunikasian Analisis Hasil Penyelidikan | Mengomunikasikan analisis hasil penyelidikan tanpa alur yang teratur (hanya menyebutkan data pengamatan mentah tanpa menghubungkan dengan arah pergeseran atau asas Le Chatelier). | Mengomunikasikan analisis hasil penyelidikan secara parsial dengan memuat data dan arah pergeseran, namun belum menghubungkan alasan pergeseran dengan asas Le Chatelier secara sistematis. | Mengomunikasikan analisis hasil penyelidikan secara sistematis dan runtut memuat: faktor yang diuji, data pengamatan, analisis arah pergeseran, dan simpulan keterkaitannya dengan asas Le Chatelier secara tepat. | Mengomunikasikan analisis hasil penyelidikan secara sangat sistematis, runtut, mendalam, dan terstruktur menghubungkan seluruh variabel data pengamatan dengan asas Le Chatelier secara mandiri tanpa bantuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alur kegiatan estafet komunikasi efektif membantu murid mengomunikasikan analisis penyelidikan secara runtut?
- Apakah scaffolding yang diberikan sudah memadai bagi murid yang mengalami kesulitan menyusun analisis data?
Murid:- Bagian mana dari pengomunikasian analisis hasil penyelidikan yang paling mudah dan paling menantang bagiku?
- Bagaimana aku memastikan penjelasan pergeseran kesetimbangan yang kusampaikan sudah didukung oleh data pengamatan yang valid?
Pertemuan 10 — Menganalisis Kesetimbangan Kimia pada Sintesis Amonia dalam Proses Industri Haber-Bosch — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.7.4 Menganalisis penerapan kesetimbangan kimia dalam proses industri
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran mengenai analisis penerapan kesetimbangan kimia pada sintesis amonia proses Haber-Bosch (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan reaksi N2(g) + 3H2(g) <=> 2NH3(g) ΔH = -92 kJ pada papan tulis dan meminta murid secara cepat menentukan arah pergeseran kesetimbangan jika tekanan dinaikkan dan suhu diturunkan (acuan: tekanan naik bergeser ke kanan/produk karena koefisien gas produk 2 < reaktan 4; suhu turun bergeser ke kanan/eksoterm) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mencermati bagan alur proses Haber-Bosch dan persamaan termokimia N2(g) + 3H2(g) <=> 2NH3(g) ΔH = -92 kJ, lalu mengidentifikasi 4 variabel operasional industri: pengaruh tekanan tinggi (150-250 atm), suhu kompromi (400-450 °C), pemisahan amonia cair secara berkala, dan penambahan katalis serbuk besi (15 menit).
- Murid berpasangan mengikuti tantangan interaktif kuis cepat 'Kondisi Pabrik vs Asas Le Chatelier' untuk menganalisis secara teoritis mengapa suhu sangat rendah tidak dipilih di pabrik (faktor laju reaksi lambat) meskipun menguntungkan secara kesetimbangan (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid bekerja dalam kelompok beranggotakan 3-4 orang menyelesaikan Lembar Analisis Kasus Industri Amonia yang berisi 4 skenario optimasi pabrik: Skenario 1 (Analisis pergeseran saat tekanan dinaikkan dari 1 atm ke 200 atm), Skenario 2 (Analisis alasan pemilihan suhu kompromi 450 °C ditinjau dari kesetimbangan dan laju reaksi), Skenario 3 (Analisis dampak pengembunan dan pengeluaran produk NH3 cair secara kontinu terhadap kesetimbangan), dan Skenario 4 (Analisis peran katalis Fe terhadap nilai tetapan kesetimbangan dan kecepatan pencapaian kesetimbangan) (20 menit).
- Perwakilan kelompok saling mencocokkan hasil analisis 4 skenario dengan bimbingan guru menggunakan acuan kunci analisis industri (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid secara individu merumuskan kesimpulan analisis mengenai keterkaitan asas Le Chatelier dengan kondisi kompromi suhu dan tekanan dalam efisiensi industri kimia (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan hasil analisis penerapan kesetimbangan pada sintesis amonia Haber-Bosch (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap miskonsepsi peran katalis (katalis tidak menggeser kesetimbangan dan tidak mengubah nilai Kc, melainkan hanya mempercepat tercapainya keadaan setimbang) serta menginformasikan materi pertemuan berikutnya tentang proses kontak sintesis asam sulfat (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan bagan alur proses Haber-Bosch dengan anotasi visual sederhana untuk murid yang membutuhkan penguatan konsep, dan data termodinamika perbandingan yield amonia pada berbagai variasi suhu-tekanan untuk murid yang sudah mahir.
- Proses: Memberikan bimbingan langsung terstruktur pada kelompok yang kesulitan mengaitkan konsep laju reaksi dan kesetimbangan, sedangkan kelompok mahir menganalisis dilema ekonomi-energi pemilihan tekanan ekstrem.
- Produk: Tingkat kedalaman analisis lembar kasus: kelompok reguler melengkapi analisis 4 skenario standar, sedangkan kelompok mahir melengkapi analisis dengan grafik yield terhadap temperatur.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik tertulis singkat di pendahuluan: Reaksi sintesis amonia berlangsung menurut persamaan: N2(g) + 3H2(g) <=> 2NH3(g) ΔH = -92 kJ. Tentukan ke arah mana kesetimbangan bergeser jika: (1) Tekanan sistem diperbesar, dan (2) Suhu sistem diturunkan. (Acuan: (1) Bergeser ke arah kanan/produk karena jumlah koefisien gas kanan = 2 lebih kecil dari kiri = 4; (2) Bergeser ke arah kanan/eksoterm karena pelepasan kalor diimbangi sistem dengan menghasilkan lebih banyak panas).
Proses:- Penilaian pengerjaan Lembar Analisis Kasus Industri Amonia pada 4 skenario: Skenario 1 (Pengaruh tekanan tinggi 200 atm; acuan: menggeser kesetimbangan ke arah kanan/produk dengan koefisien terkecil, meningkatkan persentase yield NH3); Skenario 2 (Pemilihan suhu 450 °C; acuan: merupakan suhu kompromi karena jika suhu terlalu rendah kesetimbangan ke kanan tetapi laju reaksi sangat lambat, sedangkan suhu 450 °C memberi laju reaksi cukup cepat dengan yield memadai); Skenario 3 (Pengembunan dan pengeluaran NH3 cair secara kontinu; acuan: mengurangi konsentrasi produk dalam kesetimbangan fasa gas sehingga kesetimbangan terus-menerus bergeser ke kanan membentuk NH3 baru); Skenario 4 (Fungsi penambahan serbuk katalis Fe; acuan: menurunkan energi aktivasi sehingga kesetimbangan tercapai jauh lebih cepat, tanpa menggeser arah kesetimbangan dan tanpa mengubah nilai tetapan kesetimbangan Kc).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman individu di akhir tahap inti: Murid menganalisis apakah pernyataan berikut Benar atau Salah: 'Penambahan katalis besi pada proses Haber-Bosch bertujuan untuk menggeser kesetimbangan ke arah kanan sehingga jumlah amonia yang terbentuk bertambah banyak.' (Acuan jawaban: Salah. Alasan: Katalis hanya mempercepat laju reaksi maju dan balik secara seimbang agar keadaan kesetimbangan tercapai lebih cepat, tetapi tidak menggeser posisi kesetimbangan maupun menambah perolehan produk amonia).
Formatif:- Asesmen diagnostik awal di pendahuluan mengenai arah pergeseran kesetimbangan reaksi Haber-Bosch
- Lembar Analisis Kasus Industri Amonia (4 skenario operasional pabrik Haber-Bosch)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menganalisis pengaruh tekanan dan suhu pada sintesis amonia Haber-Bosch | Belum mampu menganalisis pengaruh perubahan tekanan dan suhu terhadap pergeseran kesetimbangan amonia sesuai asas Le Chatelier. | Mampu menganalisis pengaruh tekanan atau suhu secara teoritis tetapi belum tepat menjelaskan alasan pemilihan kondisi kompromi di industri. | Mampu menganalisis pengaruh tekanan tinggi dan alasan pemilihan suhu kompromi (450 °C) pada sintesis amonia dengan tepat sesuai acuan konsep kesetimbangan dan laju reaksi. | Mampu menganalisis secara komprehensif dan mendalam hubungan tekanan tinggi, suhu kompromi, yield produk, serta batasan laju reaksi pada sintesis amonia Haber-Bosch secara mandiri dan tepat. | | Menganalisis peran katalis dan pengeluaran produk kontinu pada sintesis amonia | Belum mampu menganalisis pengaruh katalis dan pengeluaran produk amonia cair terhadap sistem kesetimbangan. | Mampu menyebutkan peran katalis dan pengeluaran produk tetapi masih mengalami miskonsepsi bahwa katalis dapat menggeser posisi kesetimbangan. | Mampu menganalisis dengan tepat bahwa pengeluaran amonia cair menggeser reaksi ke arah kanan dan katalis mempercepat ketercapaian kesetimbangan tanpa mengubah posisi/tetapan kesetimbangan. | Mampu menganalisis peran katalis serta manipulasi konsentrasi melalui pengeluaran produk kontinu secara tepat, sistematis, dan bebas dari miskonsepsi kesetimbangan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat memahami mengapa industri memilih kondisi kompromi dibandingkan kondisi ekstrim teoritis?
- Apakah miskonsepsi terkait penambahan katalis terhadap nilai tetapan kesetimbangan berhasil diluruskan selama kegiatan inti?
Murid:- Bagian mana dari penerapan asas Le Chatelier pada proses industri Haber-Bosch yang paling menantang untuk dianalisis?
- Mengapa penting bagi seorang insinyur kimia untuk mempertimbangkan laju reaksi sekaligus kesetimbangan kimia dalam merancang pabrik?
Pertemuan 11 — Menganalisis Kesetimbangan Kimia pada Sintesis Asam Sulfat dalam Proses Kontak di Industri — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.7.4 Menganalisis penerapan kesetimbangan kimia dalam proses industri
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran mengenai analisis kesetimbangan kimia pada sintesis asam sulfat dalam proses Kontak (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat secara lisan dengan meminta murid menjawab 2 pertanyaan berikut: (1) Reaksi 2SO2(g) + O2(g) <=> 2SO3(g) memiliki delta H = -198 kJ (eksoterm); ke arah manakah kesetimbangan bergeser jika suhu dinaikkan? (Acuan jawaban benar: ke arah reaktan/kiri/SO2 dan O2); (2) Bagaimana pengaruh peningkatan tekanan terhadap jumlah mol produk SO3? (Acuan jawaban benar: jumlah SO3 bertambah karena kesetimbangan bergeser ke arah koefisien gas lebih kecil/ke kanan) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Menggembirakan):- Murid menyimak paparan singkat guru dan membaca infografis teknis tentang tahapan proses Kontak: (1) Pembakaran belerang S + O2 -> SO2; (2) Reaksi kesetimbangan oksidasi SO2 menjadi SO3: 2SO2(g) + O2(g) <=> 2SO3(g) delta H = -198 kJ; (3) Pelarutan SO3 dalam H2SO4 pekat membentuk oleum (H2S2O7) lalu diencerkan menjadi H2SO4 (15 menit).
- Murid bersama pasangannya bermain kuis cepat berpasangan 'Tebak Kondisi Kontak' (gamifikasi kartu) untuk mengidentifikasi 3 parameter kondisi operasional industri: kartu Suhu Kompromi (400-450 °C), kartu Tekanan (1-2 atm / tekanan atmosferik normal), dan kartu Katalis (V2O5 / vanadium pentoksida), lalu saling memeriksa alasan ilmiahnya secara bergantian (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid secara berkelompok (3-4 orang) berdiskusi menganalisis Lembar Kerja Analisis Proses Kontak yang memuat 4 butir masalah kesetimbangan industri: (1) Menganalisis pengaruh pemilihan suhu kompromi 450 °C terhadap pergeseran kesetimbangan dan laju reaksi; (2) Menganalisis alasan ekonomis-teknis mengapa tekanan operasional dipertahankan pada 1-2 atm meskipun tekanan tinggi menggeser reaksi ke arah produk SO3; (3) Menganalisis fungsi penambahan katalis V2O5 terhadap posisi kesetimbangan dan laju pencapaian kesetimbangan; (4) Menganalisis alasan mengapa SO3 tidak dilarutkan langsung ke dalam air melainkan ke dalam H2SO4 pekat ditinjau dari keselamatan dan efisiensi penyerapan sistem (25 menit).
- Perwakilan kelompok membagikan hasil lembar analisisnya kepada kelompok lain secara berputar (gallery walk mini) untuk memverifikasi kesesuaian analisis kondisi optimum reaksi kesetimbangan proses Kontak berdasarkan asas Le Chatelier dan kinetika kimia (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid secara mandiri merefleksikan pentingnya menyeimbangkan faktor termodinamika kesetimbangan (hasil reaksi) dan faktor kinetika (laju reaksi) serta efisiensi biaya dalam operasi industri kimia nyata dengan menuliskan 1 kesimpulan intisari di buku catatan (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan 3 prinsip utama optimasi kesetimbangan pada proses Kontak: kompromi suhu, efisiensi tekanan rendah karena konversi sudah tinggi (>98%), dan pemanfaatan katalis V2O5 untuk mempercepat tercapainya kesetimbangan tanpa mengubah nilai tetapan kesetimbangan (3 menit).
- Guru memberikan asesmen akhir berupa 2 butir soal cek pemahaman tertulis singkat yang dikerjakan mandiri dan menginformasikan bahwa pertemuan berikutnya adalah Asesmen Sumatif Bab Kesetimbangan Kimia (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan berisi ringkasan reaksi tahap 1-3 proses Kontak beserta tanda panah pergeseran Le Chatelier; murid yang mahir diberikan grafik konversi SO3 vs suhu pada berbagai variasi tekanan.
- Proses: Murid yang kesulitan dipandu dengan pertanyaan arahan langsung oleh guru pada analisis kompromi laju vs kesetimbangan; murid yang mahir diminta menganalisis efisiensi biaya energi jika suhu dinaikkan melebihi 500 °C.
- Produk: Analisis dituangkan dalam lembar kerja tabel analisis terstruktur untuk kelompok reguler, sedangkan kelompok mahir menyertakan diagram alir hubungan variabel suhu-tekanan-katalis terhadap rendemen SO3.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Dua pertanyaan diagnostik lisan di kegiatan pendahuluan: (1) Reaksi 2SO2(g) + O2(g) <=> 2SO3(g) (delta H = -198 kJ); ke arah mana kesetimbangan bergeser jika suhu dinaikkan? (Acuan jawaban: ke arah kiri/reaktan/SO2 dan O2); (2) Jika tekanan sistem dinaikkan, bagaimana jumlah produk SO3? (Acuan jawaban: bertambah/meningkat karena reaksi bergeser ke ruas koefisien lebih kecil yaitu kanan).
Proses:- Penilaian lembar kerja analisis proses Kontak yang memuat 4 butir analisis operasional: (1) Suhu kompromi 400-450 °C dipilih karena pada suhu rendah kesetimbangan bergeser ke kanan tetapi reaksi berlangsung sangat lambat, sedangkan suhu 450 °C memberikan laju reaksi memadai dengan hasil konversi tetap tinggi; (2) Tekanan 1-2 atm dipilih karena pada tekanan ini konversi SO2 menjadi SO3 sudah mencapai 98-99% sehingga tidak diperlukan bejana bertekanan tinggi yang mahal; (3) Katalis V2O5 berfungsi menurunkan energi aktivasi dan mempercepat laju reaksi maju dan balik sehingga kesetimbangan tercapai lebih cepat, tetapi tidak mengubah posisi kesetimbangan maupun nilai tetapan Kc/Kp; (4) Gas SO3 dialirkan ke H2SO4 pekat membentuk oleum karena reaksi SO3 langsung dengan air sangat eksotermik dan membentuk kabut asam sulfat yang sulit dikondensasikan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis individu (2 butir): (1) Jelaskan peran katalis V2O5 pada reaksi kesetimbangan pembentukan SO3 dalam proses Kontak! (Acuan: mempercepat tercapainya keadaan kesetimbangan dengan menurunkan energi aktivasi tanpa menggeser arah kesetimbangan dan tanpa mengubah nilai Kc); (2) Mengapa industri proses Kontak tidak menggunakan tekanan sangat tinggi seperti proses Haber-Bosch (200 atm)? (Acuan: karena pada tekanan atmosferik/1-2 atm konversi SO2 menjadi SO3 sudah sangat tinggi yaitu sekitar 98-99%, sehingga penambahan tekanan tinggi tidak ekonomis dibanding biaya peralatannya).
Formatif:- Tanya jawab lisan diagnostik di awal pembelajaran tentang pergeseran kesetimbangan pada reaksi pembentukan SO3
- Observasi diskusi kelompok dan pemeriksaan lembar kerja analisis penerapan kesetimbangan pada sintesis asam sulfat proses Kontak
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menganalisis pengaruh kondisi suhu dan tekanan terhadap kesetimbangan pada sintesis asam sulfat | Belum mampu menganalisis alasan pemilihan suhu kompromi (400-450 °C) dan tekanan (1-2 atm) pada reaksi kesetimbangan proses Kontak berdasarkan asas Le Chatelier. | Mampu menganalisis pengaruh suhu atau tekanan saja terhadap pergeseran reaksi kesetimbangan SO3 secara teoritis, namun belum mengaitkannya dengan alasan kompromi laju reaksi atau efisiensi biaya operasional industri. | Mampu menganalisis dengan tepat alasan pemilihan suhu kompromi (450 °C) untuk menyeimbangkan laju dan kesetimbangan, serta alasan pemilihan tekanan 1-2 atm karena konversi telah mencapai 98% secara mandiri sesuai acuan materi. | Mampu menganalisis secara komprehensif dan mendalam hubungan interdependensi suhu kompromi, tekanan 1-2 atm, dan efisiensi konversi gas SO3 pada proses Kontak serta membandingkannya secara kritis dengan kondisi proses Haber-Bosch. | | Menganalisis peranan katalis V2O5 dalam reaksi kesetimbangan sintesis asam sulfat | Belum mampu menganalisis peran katalis V2O5 dan masih menganggap katalis dapat menggeser posisi kesetimbangan atau menambah jumlah produk SO3. | Mampu menyebutkan bahwa katalis V2O5 mempercepat reaksi, namun masih keliru menganggap katalis dapat mengubah nilai tetapan kesetimbangan. | Mampu menganalisis secara tepat bahwa V2O5 mempercepat laju pencapaian kesetimbangan kedua arah tanpa menggeser kesetimbangan dan tanpa mengubah nilai tetapan kesetimbangan sesuai acuan konsep. | Mampu menganalisis peranan katalis V2O5 dalam menurunkan energi aktivasi pada suhu operasional kompromi dan merinci dampaknya terhadap efisiensi waktu siklus produksi industri asam sulfat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu untuk diskusi analisis kompromi termodinamika vs kinetika pada proses Kontak sudah berjalan efektif?
- Apakah murid telah memahami bahwa katalis sama sekali tidak menggeser arah kesetimbangan kimia dalam penerapan industri nyata?
Murid:- Bagian mana dari konsep kesetimbangan pada proses Kontak yang paling menantang untuk dipahami?
- Bagaimana pemahaman tentang proses Kontak membantu saya memahami bahwa keputusan industri harus mempertimbangkan sains sekaligus aspek efisiensi ekonomi?
Pertemuan 12 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.7.1 Menganalisis konsep kesetimbangan kimia dinamis pada sistem homogen dan heterogen
- TP 11.7.2 Menganalisis nilai tetapan kesetimbangan kimia konsentrasi dan tekanan parsial
- TP 11.7.3 Menganalisis pergeseran arah kesetimbangan kimia berdasarkan asas Le Chatelier
- TP 11.7.4 Menganalisis penerapan kesetimbangan kimia dalam proses industri
- TP 11.7.5 Mengomunikasikan hasil penyelidikan faktor yang memengaruhi pergeseran kesetimbangan kimia secara sistematis
Pendahuluan:- Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, doa bersama, dan presensi, lalu menjelaskan tujuan asesmen sumatif akhir Bab 7 yang terdiri atas dua bagian: tes pemecahan masalah tertulis serentak (45 menit) dan unjuk kerja presentasi kelompok hasil penyelidikan (42 menit) (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan naskah lembar tes pemecahan masalah tertulis serentak kepada setiap murid dan membacakan petunjuk teknis pengerjaan, tata tertib integritas akademik, serta alokasi waktu pengerjaan mandiri selama 40 menit tanpa membuka catatan (2 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid mengerjakan tes tertulis pemecahan masalah secara individual serentak yang memuat 4 butir soal terstruktur: (Soal 1) Menganalisis perbedaan kesetimbangan homogen 2SO2(g) + O2(g) <=> 2SO3(g) dan heterogen CaCO3(s) <=> CaO(s) + CO2(g) beserta penulisan rumus Kc masing-masing [Acuan: Reaksi 1 homogen karena semua zat berfase gas, Kc = [SO3]^2 / ([SO2]^2 * [O2]); Reaksi 2 heterogen karena melibatkan fase padat dan gas, Kc = [CO2] karena zat padat murni konsentrasinya konstan]; (Soal 2) Menghitung nilai Kc dan Kp reaksi PCl5(g) <=> PCl3(g) + Cl2(g) dalam wadah 1 L pada 250 °C (523 K) jika saat setimbang terdapat 0,1 mol PCl5, 0,2 mol PCl3, dan 0,2 mol Cl2 dengan R = 0,082 L.atm/mol.K [Acuan: [PCl5] = 0,1 M, [PCl3] = 0,2 M, [Cl2] = 0,2 M; Kc = (0,2 * 0,2) / 0,1 = 0,4; Delta n = (1 + 1) - 1 = 1; Kp = Kc * (R * T)^(Delta n) = 0,4 * (0,082 * 523)^1 = 0,4 * 42,886 = 17,15 atm]; (Soal 3) Menganalisis arah pergeseran kesetimbangan N2(g) + 3H2(g) <=> 2NH3(g) (Delta H = -92 kJ) jika: (a) konsentrasi N2 ditambah, (b) suhu dinaikkan, (c) volume wadah diperkecil [Acuan: (a) bergeser ke kanan/produk untuk mengurangi kelebihan reaktan; (b) bergeser ke kiri/reaktan karena reaksi bersifat eksoterm sehingga kenaikan suhu menguntungkan reaksi endoterm; (c) bergeser ke kanan/produk karena jumlah koefisien gas produk (2) lebih kecil dibanding reaktan (4)]; (Soal 4) Menganalisis kondisi optimum industri Haber-Bosch untuk sintesis amonia N2(g) + 3H2(g) <=> 2NH3(g) (Delta H = -92 kJ) ditinjau dari aspek kesetimbangan dan laju reaksi [Acuan: Tekanan tinggi (150-250 atm) menggeser kesetimbangan ke arah pembentukan NH3; Suhu kompromi (400-500 °C) digunakan agar laju reaksi cukup cepat meski kesetimbangan sedikit bergeser ke kiri; Penggunaan katalis serbuk besi (Fe) dengan promotor Al2O3/K2O mempercepat pencapaian keadaan setimbang tanpa mengubah pergeseran; Pengeluaran NH3 cair secara kontinyu menggeser kesetimbangan terus ke arah produk] (40 menit).
- Guru mengumpulkan lembar jawaban tes tertulis serentak, lalu mengatur transisi ke sesi unjuk kerja presentasi kelompok hasil penyelidikan faktor pergeseran kesetimbangan (3 menit).
- Tujuh kelompok murid (masing-masing 4 murid, total 28 murid satu kelas) secara bergiliran menampilkan presentasi unjuk kerja hasil penyelidikan faktor yang memengaruhi pergeseran kesetimbangan kimia (faktor konsentrasi, suhu, atau volume) menggunakan lembar tayang dengan alokasi tepat 6 menit per kelompok (4 menit paparan sistematis memuat rumusan masalah, variabel, data pengamatan warna/wujud, dan simpulan arah pergeseran + 2 menit tanya jawab) (42 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru dan murid melakukan refleksi menyeluruh terhadap pelaksanaan asesmen sumatif bab kesetimbangan kimia, mengidentifikasi pencapaian kompetensi, serta menyampaikan umpan balik umum sebelum menutup sesi (0 menit).
Penutup:- Guru memberikan apresiasi atas kedisiplinan, integritas, dan performa seluruh murid dalam menyelesaikan rangkaian asesmen sumatif Bab 7 Kesetimbangan Kimia, menyampaikan rencana pengembalian hasil evaluasi, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (0 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi aksesibilitas berupa naskah soal tertulis dengan ukuran huruf lebih besar atau tata letak berjarak renggang bagi murid dengan hambatan penglihatan ringan, tanpa mengubah teks soal, tingkat kesulitan analitis, maupun kunci jawaban acuan.
- Proses: Akomodasi akses tata letak meja presentasi yang fleksibel untuk mobilitas anggota kelompok dan pemberian kartu aba-aba waktu visual saat presentasi berlangsung, tanpa mengurangi bobot indikator penilaian.
- Produk: Akomodasi format media tayang presentasi unjuk kerja yang dapat menggunakan salindia digital proyektor maupun lembar bagan plano grafis berorientasi visual jelas, dengan kriteria penilaian sistematika komunikasi yang setara.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- Kombinasi tes pemecahan masalah tertulis serentak dan unjuk kerja presentasi kelompok hasil penyelidikan: Lembar jawaban analisis konsep kesetimbangan, perhitungan Kc/Kp, studi kasus Le Chatelier, kajian industri Haber-Bosch, serta rekaman performa dan lembar tayang presentasi kelompok faktor pergeseran kesetimbangan
- tes tertulis pemecahan masalah serentak: Lembar jawaban tertulis serentak seluruh kelas yang memuat analisis kesetimbangan homogen/heterogen, perhitungan matematis nilai Kc dan Kp secara terstruktur, prediksi arah pergeseran kesetimbangan berdasar asas Le Chatelier, serta analisis kondisi optimum reaksi industri Haber-Bosch (45 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran analitik dan kunci jawaban)
- unjuk kerja presentasi kelompok: Penyampaian lisan dan visual hasil penyelidikan faktor pergeseran kesetimbangan oleh 7 kelompok (masing-masing 4 murid) dengan alokasi 6 menit per kelompok (4 menit paparan + 2 menit tanya jawab; total 42 menit, muat 28 murid satu kelas) (45 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja presentasi)
Sumatif:- Kombinasi tes pemecahan masalah tertulis serentak dan unjuk kerja presentasi kelompok hasil penyelidikan: Lembar jawaban analisis konsep kesetimbangan, perhitungan Kc/Kp, studi kasus Le Chatelier, kajian industri Haber-Bosch, serta rekaman performa dan lembar tayang presentasi kelompok faktor pergeseran kesetimbangan
- tes tertulis pemecahan masalah serentak: Lembar jawaban tertulis serentak seluruh kelas yang memuat analisis kesetimbangan homogen/heterogen, perhitungan matematis nilai Kc dan Kp secara terstruktur, prediksi arah pergeseran kesetimbangan berdasar asas Le Chatelier, serta analisis kondisi optimum reaksi industri Haber-Bosch (45 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran analitik dan kunci jawaban)
- unjuk kerja presentasi kelompok: Penyampaian lisan dan visual hasil penyelidikan faktor pergeseran kesetimbangan oleh 7 kelompok (masing-masing 4 murid) dengan alokasi 6 menit per kelompok (4 menit paparan + 2 menit tanya jawab; total 42 menit, muat 28 murid satu kelas) (45 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja presentasi)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menganalisis Sistem Kesetimbangan Homogen dan Heterogen (TP 11.7.1) | Belum mampu membedakan sistem homogen dan heterogen serta salah menuliskan rumus tetapan kesetimbangan Kc. | Mampu membedakan fase zat tetapi keliru menyertakan konsentrasi zat padat murni ke dalam rumusan rumus Kc kesetimbangan heterogen. | Tepat membedakan sistem homogen dan heterogen berdasarkan fase zat serta menuliskan rumus Kc kedua sistem dengan tepat sesuai acuan [Homogen: Kc = [SO3]^2 / ([SO2]^2 * [O2]); Heterogen: Kc = [CO2]]. | Sangat tepat membedakan sistem homogen dan heterogen, menuliskan rumus Kc dengan tepat, serta memberikan analisis mendalam mengapa konsentrasi zat padat murni bernilai konstan dan tidak disertakan dalam Kc. | | Menganalisis Nilai Tetapan Kc dan Kp (TP 11.7.2) | Terjadi kesalahan konsep dalam perumusan stoikiometri kesetimbangan dan gagal menghitung nilai Kc maupun Kp. | Mampu menghitung nilai Kc dengan benar (Kc = 0,4) namun keliru menghitung nilai Delta n atau konversi nilai Kp. | Tepat dan runtut menghitung nilai Kc = 0,4 dan nilai Kp = 17,15 atm dengan menggunakan relasi Kp = Kc * (R*T)^(Delta n) secara tepat sesuai langkah perhitungan acuan. | Sangat terstruktur dan mandiri dalam menghitung nilai Kc (0,4) dan Kp (17,15 atm) serta mampu menganalisis signifikansi fisis nilai tetapan tersebut terhadap posisi kesetimbangan. | | Menganalisis Pergeseran Kesetimbangan Asas Le Chatelier (TP 11.7.3) | Salah memprediksi arah pergeseran kesetimbangan pada ketiga faktor gangguan yang diberikan. | Tepat memprediksi 1-2 arah pergeseran kesetimbangan namun alasan yang diberikan belum sesuai dengan asas Le Chatelier. | Tepat memprediksi dan menganalisis ketiga arah pergeseran kesetimbangan sesuai acuan: (a) penambahan N2 bergeser ke kanan, (b) kenaikan suhu bergeser ke kiri, dan (c) pengecilan volume bergeser ke kanan. | Sangat tepat menganalisis arah pergeseran pada ketiga faktor gangguan disertai argumentasi ilmiah yang utuh mengenai respon sistem dalam meminimalkan gangguan. | | Menganalisis Kondisi Reaksi Industri Haber-Bosch (TP 11.7.4) | Belum mampu mengaitkan faktor kesetimbangan dengan kondisi operasional sintesis amonia dalam industri Haber-Bosch. | Menyebutkan kondisi operasional (tekanan/suhu/katalis) namun gagal menganalisis kompromi antara faktor kesetimbangan dan faktor laju reaksi. | Tepat menganalisis 4 kondisi optimum proses Haber-Bosch sesuai acuan: tekanan tinggi (150-250 atm), suhu kompromi (400-500 °C), penggunaan katalis besi, dan pemisahan amonia secara kontinyu. | Sangat komprehensif menganalisis 4 kondisi optimum Haber-Bosch serta mampu mengevaluasi secara kritis aspek efisiensi termodinamika versus kinetika reaksi dalam industri. | | Mengomunikasikan Hasil Penyelidikan Faktor Pergeseran Kesetimbangan (TP 11.7.5) | Penyampaian presentasi tidak runtut, data penyelidikan tidak disajikan dengan jelas, dan tidak mampu menjawab pertanyaan tanggapan. | Menyampaikan data hasil penyelidikan namun visualisasi kurang jelas serta penarikan simpulan faktor pergeseran belum sistematis. | Mengomunikasikan hasil penyelidikan secara sistematis dan runtut (memuat masalah, data pengamatan warna/wujud, dan simpulan arah pergeseran) dengan bantuan visual yang jelas serta tepat menjawab pertanyaan dalam batas waktu 6 menit. | Sangat sistematis, lugas, dan terstruktur dalam menyajikan data visual penyelidikan, menarik simpulan pergeseran secara ilmiah, serta mempertahankan argumen secara tangkas dan terbuka dalam tanya jawab. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 45 menit untuk tes tertulis pemecahan masalah dan 42 menit untuk 7 kelompok presentasi berjalan efektif dan tertib?
- Bagaimana tingkat pemahaman murid terhadap keterkaitan konsep termodinamika kesetimbangan dan kinetika kimia pada proses industri Haber-Bosch?
- Apakah instrumen rubrik analitik mampu mengukur secara objektif performa individual tertulis maupun unjuk kerja presentasi kelompok?
Murid:- Apakah saya berhasil mengaplikasikan konsep tetapan kesetimbangan dan asas Le Chatelier secara tepat dalam menyelesaikan soal pemecahan masalah?
- Bagaimana kontribusi saya dalam menyampaikan hasil penyelidikan kelompok secara runtut, jelas, dan percaya diri?
- Materi kesetimbangan kimia apa yang sudah saya kuasai secara mendalam dan bagian mana yang memerlukan penguatan mandiri lebih lanjut?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Kimia untuk SMA/MA Kelas XI, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
- Buku Siswa Kimia untuk SMA/MA Kelas XI Bab 7, Kemendikbudristek
- Lembar Kerja Murid (LKPD) Analisis Kesetimbangan Dinamis
- Set kartu skenario fenomena 'Detektif Kesetimbangan'
- Buku Panduan Guru Kimia untuk SMA/MA Kelas XI, Kemendikbudristek 2022
- Buku Siswa Kimia untuk SMA/MA Kelas XI Bab 7 Kesetimbangan Kimia, Kemendikbudristek 2022
- Set kartu reaksi kimia kesetimbangan homogen dan heterogen
- Lembar Kerja Murid (LKPD) Analisis Sistem Kesetimbangan Kimia
- Buku Panduan Guru Kimia untuk SMA/MA Kelas XI (Kemendikbudristek 2022, Bab VII Kesetimbangan Kimia)
- Buku Siswa Kimia untuk SMA/MA Kelas XI (Kemendikbudristek 2022, Subbab B)
- Lembar Kerja Murid (LKPD) Tetapan Kesetimbangan Konsentrasi (Kc)
- Perangkat Kartu Reaksi Cepat Kc
- Buku Panduan Guru Kimia untuk SMA/MA Kelas XI, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia
- Buku Siswa Kimia untuk SMA/MA Kelas XI, Subbab B: Tetapan Kesetimbangan Tekanan Parsial (Kp), Kemendikbudristek
- Lembar Aktivitas Siswa / LKPD Analisis Persamaan dan Perhitungan Kp
- Papan tulis, spidol, dan kalkulator sains
- Buku Siswa Kimia untuk SMA/MA Kelas XI, Subbab B & C (Kesetimbangan Kimia)
- Lembar Kerja Murid (LKPD) Hubungan Kuantitatif Kc dan Kp
- Slide materi / papan tulis untuk demonstrasi penurunan rumus Kp = Kc(RT)^Δn
- Buku Panduan Guru Kimia untuk SMA/MA Kelas XI, Pusat Perbukuan Kemendikbudristek
- Buku Siswa Kimia untuk SMA/MA Kelas XI, Bab VII: Kesetimbangan Kimia, Subbab D
- Lembar Kerja Murid (LKPD) Analisis Pergeseran Kesetimbangan Kimia
- Kartu kasus 'Aksi-Reaksi Kesetimbangan'
- Buku Panduan Guru Kimia untuk SMA/MA Kelas XI, Kemendikbudristek 2022, Subbab D Pergeseran Kesetimbangan
- Buku Siswa Kimia untuk SMA/MA Kelas XI, Kemendikbudristek 2022, Halaman 202-204
- Lembar Kerja Murid (LKPD) Pengaruh Tekanan dan Volume pada Kesetimbangan Gas
- Buku Siswa Kimia SMA/MA Kelas XI Bab 7, Kemendikbudristek 2022
- Buku Panduan Guru Kimia SMA/MA Kelas XI Bab 7, Kemendikbudristek 2022
- Lembar Kerja Siswa (LKS): Format Komunikasi Rancangan dan Data Pengamatan Pergeseran Kesetimbangan
- Buku Siswa Kimia Kelas XI Kemendikbudristek Bab 7
- Buku Panduan Guru Kimia Kelas XI Kemendikbudristek
- Lembar Kerja Data Pengamatan Hasil Penyelidikan Faktor Pergeseran Kesetimbangan (pertemuan 8)
- Papan tulis / lembar presentasi komunikasi analisis
- Buku Panduan Guru Kimia untuk SMA/MA Kelas XI (Pusat Perbukuan Kemendikbudristek), Subbab E: Kesetimbangan Kimia dalam Dunia Industri
- Buku Siswa Kimia untuk SMA/MA Kelas XI (Pusat Perbukuan Kemendikbudristek), Subbab E
- Diagram alur proses sintesis Haber-Bosch dan Lembar Analisis Kasus Industri Amonia
- Buku Panduan Guru Kimia untuk SMA/MA Kelas XI, Kemendikbudristek 2022, Bab 7 Kesetimbangan Kimia
- Buku Siswa Kimia untuk SMA/MA Kelas XI, Kemendikbudristek 2022, Subbab Kesetimbangan Kimia dalam Dunia Industri (Proses Kontak)
- Bagan alir tahapan sintesis asam sulfat proses Kontak dan Lembar Kerja Analisis Proses Kontak
- Buku Panduan Guru Kimia untuk SMA/MA Kelas XI, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI, 2022
- Buku Siswa Kimia untuk SMA/MA Kelas XI Subbab A-E, Kemendikbudristek RI, 2022
- Naskah Soal Asesmen Tertulis Pemecahan Masalah Bab Kesetimbangan Kimia
- Lembar Instrumen Rubrik Penilaian Unjuk Kerja Presentasi Kelompok
- Perangkat LCD Proyektor, Salindia Presentasi, dan Lembar Tayang Penyelidikan Kelompok
|