MODUL AJAR Kimia — Kelas 11 (Fase F) Topik: Bab 4 — Hidrokarbon INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Kimia |
|---|
| Fase / Kelas | Fase F / Kelas 11 |
|---|
| Topik | Bab 4 — Hidrokarbon |
|---|
| Alokasi Waktu | 24 JP (24 x 45 menit = 1080 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 10 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 11.4.1 Menjelaskan senyawa karbon berdasarkan kekhasan atom karbon dan posisinya dalam rantai karbon
- TP 11.4.2 Mengamati fenomena ilmiah pembakaran lilin untuk mengidentifikasi produk reaksi hidrokarbon
- TP 11.4.3 Menjelaskan senyawa karbon golongan hidrokarbon alifatik berdasarkan aturan tata nama IUPAC
- TP 11.4.4 Menjelaskan senyawa karbon hidrokarbon berdasarkan sifat fisik dan hubungan strukturnya
- TP 11.4.5 Menjelaskan senyawa karbon hidrokarbon berdasarkan jenis-jenis isomernya
- TP 11.4.6 Menjelaskan senyawa karbon hidrokarbon ditinjau dari reaksi kimia dan dampak pembakarannya
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Mengapa arang yang merupakan sisa pembakaran kayu, sate, atau kertas selalu berwarna hitam dan tersusun atas unsur yang sama?
- Bagaimana satu jenis atom, yaitu atom karbon, mampu membentuk jutaan ragam senyawa yang berbeda di alam ini?
- Bagaimana cara kita membedakan atom karbon yang berada di ujung rantai dengan atom karbon yang berada di persimpangan atau cabang rantai karbon?
- Apakah semua atom karbon dalam suatu senyawa hidrokarbon mengikat jumlah atom karbon lain yang sama? Mengapa?
- Apa yang terbentuk di permukaan kaca dingin saat diletakkan di atas api lilin yang sedang menyala?
- Mengapa gas hasil pembakaran lilin dapat menyebabkan air kapur menjadi keruh?
- Mengapa senyawa hidrokarbon alkana dengan rumus molekul sama dapat memiliki penataan rantai dan nama resmi yang berbeda?
- Bagaimana aturan sistematis IUPAC membantu kimiawan di seluruh dunia mengenali struktur senyawa alkana hanya dari namanya?
- Bagaimana keberadaan ikatan rangkap dua atau tiga mengubah aturan penomoran rantai utama pada tata nama senyawa hidrokarbon dibandingkan alkana?
- Mengapa penomoran rantai utama pada alkena dan alkuna memprioritaskan posisi ikatan rangkap daripada letak cabang alkil?
- Mengapa gas elpiji (propana dan butana) berwujud gas pada suhu ruang, sedangkan bensin (oktana) berwujud cair dan lilin parafin berwujud padat?
- Jika dua senyawa hidrokarbon memiliki rumus molekul yang sama (misalnya pentana dan 2,2-dimetilpropana), mengapa titik didih keduanya bisa berbeda jauh?
- Bagaimana mungkin dua zat kimia dengan rumus molekul yang persis sama (misalnya C4H10) memiliki wujud fisik atau titik didih yang berbeda?
- Apa yang membedakan antara perubahan pada susunan kerangka karbon dengan perubahan letak ikatan rangkap pada senyawa hidrokarbon?
- Mengapa senyawa dengan rumus molekul sama persis bisa memiliki sifat yang berbeda hanya karena posisi gugus pada ikatan rangkapnya berbeda ruang?
- Bagaimana alkena dan sikloalkana yang memiliki rumus umum sama (CnH2n) dapat digolongkan sebagai pasangan isomer gugus fungsi?
- Bagaimana kita membedakan reaksi pembakaran, substitusi, adisi, dan eliminasi pada hidrokarbon dari perubahan ikatan atau produknya?
- Apa perbedaan zat hasil pembakaran sempurna dan tidak sempurna pada hidrokarbon serta dampaknya terhadap lingkungan sekitar?
- Bagaimana kita membuktikan secara eksperimental bahwa lilin tersusun atas unsur karbon dan hidrogen?
- Mengapa perbedaan struktur rantai hidrokarbon dapat memengaruhi sifat fisik titik didih serta keberagaman jenis senyawanya?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menjelaskan Kekhasan Atom Karbon dan Bentuk Rantai Senyawa Karbon — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.4.1 Menjelaskan senyawa karbon berdasarkan kekhasan atom karbon dan posisinya dalam rantai karbon
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menciptakan suasana belajar yang kondusif (5 menit).
- Guru mengaitkan materi prasyarat konfigurasi elektron dan ikatan kovalen melalui tanya jawab singkat mengenai elektron valensi unsur karbon (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 3 butir kuis lisan singkat: (1) Menentukan elektron valensi atom C dengan nomor atom 6 (acuan: elektron valensi = 4); (2) Menentukan jenis ikatan yang dibentuk C dengan atom nonlogam lain (acuan: ikatan kovalen); (3) Menentukan jumlah ikatan kovalen maksimal yang dapat dibentuk atom C untuk mencapai oktet (acuan: 4 ikatan) (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menjelaskan kekhasan atom karbon dan bentuk rantai senyawa karbon, serta alur kegiatan yang akan dilakukan (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid menyimak stimulus gambar fenomena sisa pembakaran arang serta tayangan model mikroskopis atom karbon (nomor atom 6, konfigurasi elektron 2, 4) dengan penuh kesadaran dan perhatian terfokus (10 menit).
- Murid secara berkelompok menganalisis teks bahan ajar dan lembar kerja untuk memahami 3 kekhasan utama atom karbon: memiliki 4 elektron valensi yang membentuk 4 ikatan kovalen kuat, ukuran jari-jari atom relatif kecil sehingga ikatannya stabil, serta kemampuan melakukan katenasi (membentuk ikatan antaratom karbon berupa rantai terbuka/alifatik lurus atau bercabang, serta rantai melingkar/siklis) (20 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpasangan mengikuti tantangan kartu seru 'Susun Rantai Karbon': setiap pasangan menerima kartu-kartu atom karbon bergambar 4 tangan ikatan, lalu berlomba dalam batas waktu tertentu menyusun dan menjelaskan 4 bentuk rantai senyawa karbon yang terbentuk: (1) rantai alifatik lurus ikatan tunggal (propana: CH3-CH2-CH3), (2) rantai alifatik bercabang (isobutana/2-metilpropana: CH3-CH(CH3)-CH3), (3) rantai tak jenuh ikatan rangkap dua (etena: CH2=CH2), dan (4) rantai siklis jenuh (siklopropana: cincin 3 karbon C3H6) (20 menit).
- Murid mengerjakan Lembar Latihan Aplikasi Konsep untuk menjelaskan kekhasan atom karbon dan mengklasifikasikan bentuk rantai karbon pada 4 senyawa yang disajikan: Senyawa A (pentana: alifatik jenuh lurus), Senyawa B (2-metilbutana: alifatik jenuh bercabang), Senyawa C (propena: alifatik tak jenuh rangkap dua), dan Senyawa D (siklobutana: siklis jenuh) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama kelompoknya menelaah kembali hasil kerjanya, membandingkan ketepatan klasifikasi bentuk rantai karbon, dan mendiskusikan mengapa kemampuan katenasi atom karbon membuat senyawa karbon menjadi kelompok senyawa terbanyak di bumi (15 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan poin-poin utama pembelajaran: 4 elektron valensi atom karbon, ukuran atom yang kecil, serta kemampuannya membentuk aneka rantai (lurus, bercabang, terbuka, siklis, ikatan tunggal, dan rangkap) (5 menit).
- Murid mengerjakan asesmen akhir berupa cek pemahaman tertulis singkat berisi 2 soal untuk mengukur ketercapaian penjelasan kekhasan atom karbon dan identifikasi bentuk rantai (acuan penilaian tersedia pada asesmen) (10 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas kerja sama murid, menyampaikan topik pertemuan berikutnya (posisi atom karbon primer, sekunder, tersier, dan kuarterner), serta menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan visual konfigurasi elektron dan model bola-pasak (molymod) sederhana, sedangkan murid yang berpencapaian tinggi diberikan bahan eksplorasi rantai karbon dengan ikatan rangkap tiga dan cincin aromatik sederhana.
- Proses: Pada kegiatan 'Susun Rantai Karbon', murid yang memerlukan pendampingan dibantu guru dengan panduan bertahap mulai dari rantai 3 karbon lurus, sedangkan murid mahir langsung menyusun variasi rantai bercabang dan cincin secara mandiri.
- Produk: Format penyajian penjelasan bentuk rantai pada lembar kerja murid dapat berupa rumus struktur ikatan garis-elektron maupun rumus struktur termampatkan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik kesiapan pengetahuan prasyarat: (1) 'Berapakah elektron valensi atom karbon dengan nomor atom 6?' (acuan: 4 elektron valensi); (2) 'Untuk mencapai kestabilan oktet (8 elektron), berapa ikatan kovalen yang dibentuk oleh atom C?' (acuan: 4 ikatan kovalen); (3) 'Apakah atom C dapat berikatan kovalen dengan sesama atom C membentuk rantai panjang?' (acuan: dapat, karena memiliki 4 tangan ikatan kovalen yang stabil dan ukuran atom relatif kecil).
Proses:- Lembar observasi aktivitas diskusi dan pengerjaan tugas berpasangan: Mengamati ketepatan murid dalam mengidentifikasi 4 tangan ikatan atom C dan kemampuannya menjelaskan 4 variasi bentuk rantai karbon (alifatik lurus, bercabang, ikatan rangkap, dan siklis). Acuan jawaban pada Lembar Latihan: Senyawa A = alifatik jenuh lurus; Senyawa B = alifatik jenuh bercabang; Senyawa C = alifatik tak jenuh rangkap dua; Senyawa D = siklis jenuh.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis mandiri di penutup (2 soal): Soal 1: 'Jelaskan 2 penyebab utama mengapa atom karbon mampu membentuk senyawa dalam jumlah yang luar biasa banyak di alam!' (Acuan jawaban: (1) Atom karbon memiliki 4 elektron valensi yang dapat membentuk 4 ikatan kovalen stabil; (2) Jari-jari atom karbon relatif kecil sehingga ikatannya kuat dan mampu membentuk aneka rantai karbon yang panjang, bercabang, atau melingkar). Soal 2: 'Sebutkan bentuk rantai karbon dari dua rumus struktur berikut: (a) CH3-CH2-CH2-CH3; (b) CH3-CH(CH3)-CH3!' (Acuan jawaban: (a) rantai alifatik/terbuka lurus; (b) rantai alifatik/terbuka bercabang).
Formatif:- Tanya jawab lisan diagnostik pada awal pembelajaran
- Observasi unjuk kerja berpasangan pada permainan kartu susun rantai karbon
- Pemeriksaan lembar latihan aplikasi konsep penjelasan kekhasan dan bentuk rantai karbon
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menjelaskan kekhasan atom karbon | Belum mampu menjelaskan kekhasan atom karbon terkait elektron valensi dan kestabilan ikatannya. | Mampu menjelaskan 1 kekhasan atom karbon (hanya elektron valensi 4 atau pembentukan 4 ikatan kovalen) dengan bimbingan. | Mampu menjelaskan 2 kekhasan atom karbon (memiliki 4 elektron valensi dan ukuran jari-jari atom relatif kecil yang membentuk ikatan kovalen kuat) secara tepat. | Mampu menjelaskan seluruh kekhasan atom karbon (4 elektron valensi, jari-jari atom kecil, ikatan kovalen kuat, serta kemampuan katenasi membentuk rantai karbon) secara lengkap, tepat, dan mandiri. | | Menjelaskan bentuk rantai senyawa karbon | Belum mampu mengidentifikasi dan membedakan bentuk rantai lurus, bercabang, maupun siklis. | Mampu menjelaskan 1 bentuk rantai senyawa karbon (rantai alifatik lurus) dengan tepat berdasarkan rumus struktur yang diberikan. | Mampu menjelaskan 2-3 bentuk rantai senyawa karbon (rantai alifatik lurus, alifatik bercabang, dan alifatik berikatan rangkap) secara tepat sesuai acuan struktur. | Mampu menjelaskan seluruh variasi bentuk rantai senyawa karbon (alifatik lurus, bercabang, ikatan tunggal, ikatan rangkap, dan siklis) secara tepat, lengkap, dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 135 menit terlaksana secara proporsional di setiap tahapan Memahami, Mengaplikasi, dan Merefleksi?
- Apakah permainan kartu 'Susun Rantai Karbon' efektif membantu murid mengonstruksi pemahaman tentang kekhasan ikatan dan bentuk rantai karbon?
- Bagian mana dari penjelasan bentuk rantai (alifatik lurus, bercabang, atau siklis) yang masih memerlukan scaffolding tambahan bagi murid?
Murid:- Kekhasan atom karbon apa yang paling membuatmu takjub mengapa senyawa karbon sangat melimpah di alam?
- Bentuk rantai karbon mana yang paling mudah dan paling menantang untuk kamu kenali polanya hari ini?
Pertemuan 2 — Menjelaskan Posisi Atom Karbon Primer, Sekunder, Tersier, dan Kuarterner dalam Rantai Karbon — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.4.1 Menjelaskan senyawa karbon berdasarkan kekhasan atom karbon dan posisinya dalam rantai karbon
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama untuk menumbuhkan suasana berkesadaran di kelas (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan struktur propana (CH3-CH2-CH3) di papan tulis dan meminta murid menjawab secara lisan: berapa atom C lain yang diikat oleh atom C di ujung kiri dan atom C di tengah (acuan: C ujung kiri mengikat 1 atom C lain; C tengah mengikat 2 atom C lain) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu menjelaskan posisi atom karbon primer (1°), sekunder (2°), tersier (3°), dan kuarterner (4°) dalam rantai senyawa karbon, serta mengaitkan pentingnya posisi atom ini dalam struktur hidrokarbon (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid menyimak penjelasan guru tentang definisi posisi atom karbon berdasarkan jumlah atom karbon lain yang diikat langsung: primer (mengikat 1 atom C lain), sekunder (mengikat 2 atom C lain), tersier (mengikat 3 atom C lain), dan kuarterner (mengikat 4 atom C lain) (15 menit).
- Murid mengamati dan menganalisis contoh struktur neoheksana (2,2-dimetilbutana): CH3-C(CH3)2-CH2-CH3 bersama guru untuk mengidentifikasi ikatan antaratom karbon (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):- Guru mengadakan permainan tantangan berpasangan 'Tebak Label Karbon' yang menyenangkan: tiap pasangan diberikan 2 struktur rantai karbon berikut: Struktur A yaitu 2,3-dimetilpentana [CH3-CH(CH3)-CH(CH3)-CH2-CH3] dan Struktur B yaitu 2,2,4-trimetilpentana [CH3-C(CH3)2-CH2-CH(CH3)-CH3]; murid saling berlomba memberi label 1°, 2°, 3°, dan 4° pada tiap atom C dengan tepat (acuan Struktur A: 4 atom C primer, 1 atom C sekunder, 2 atom C tersier, 0 atom C kuarterner; acuan Struktur B: 5 atom C primer, 1 atom C sekunder, 1 atom C tersier, 1 atom C kuarterner) (30 menit).
- Murid secara mandiri mengerjakan lembar latihan penentuan posisi atom karbon pada struktur rantai karbon bercabang: (CH3)3C-CH2-CH(CH3)2 (2,2,4-trimetilpentana) dan menghitung jumlah masing-masing jenis atom karbon (acuan: C primer = 5, C sekunder = 1, C tersier = 1, C kuarterner = 1) (25 menit).
Merefleksi (Bermakna, Berkesadaran):- Murid bersama pasangannya mendiskusikan kembali kasus khusus molekul metana (CH4): apakah atom C dalam CH4 tergolong primer, sekunder, tersier, atau kuarterner, lalu menyimpulkan alasan ilmiahnya bahwa CH4 tidak mengikat atom C lain sehingga tidak termasuk ke dalam keempat kategori tersebut (15 menit).
- Perwakilan murid menjelaskan pemahamannya di depan kelas mengenai cara membedakan keempat posisi atom karbon dalam rantai karbon dan guru memberikan umpan balik penguatan konsep (10 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan inti pembelajaran mengenai penentuan atom C primer (1°), sekunder (2°), tersier (3°), dan kuarterner (4°) berdasarkan jumlah atom C lain yang terikat (5 menit).
- Guru memberikan lembar cek pemahaman singkat (exit ticket) berisi 1 soal penentuan jenis atom karbon dan menyampaikan rencana materi pertemuan berikutnya mengenai pengamatan produk pembakaran hidrokarbon, lalu menutup sesi dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan disediakan gambar struktur dengan rumus lewis lengkap di mana ikatan C-C digambar jelas garisnya, sedangkan murid yang mahir diberikan struktur termampatkan dan struktur garis skelet.
- Proses: Bimbingan langsung secara bertahap (scaffolding) diberikan guru kepada murid yang masih kesulitan melacak ikatan antaratom C, sementara murid yang cepat bekerja mandiri menganalisis struktur rantai bercabang lebih kompleks.
- Produk: Semua murid menghasilkan analisis jumlah atom C primer, sekunder, tersier, dan kuarterner dengan tingkat kerumitan struktur rantai yang disesuaikan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pelajaran dengan menampilkan rumus struktur propana CH3-CH2-CH3 di papan tulis: 'Berapa banyak atom karbon lain yang diikat langsung oleh atom C nomor 1 di ujung dan atom C nomor 2 di tengah?' (acuan jawaban: atom C nomor 1 mengikat 1 atom C lain; atom C nomor 2 mengikat 2 atom C lain).
Proses:- Penilaian formatif pada saat aktivitas berpasangan dan latihan mandiri menganalisis struktur senyawa karbon: Murid menganalisis struktur (CH3)3C-CH2-CH(CH3)2 untuk menentukan jumlah masing-masing jenis atom karbon (acuan jawaban: atom C primer = 5 yaitu semua gugus -CH3; atom C sekunder = 1 yaitu gugus -CH2-; atom C tersier = 1 yaitu gugus -CH-; atom C kuarterner = 1 yaitu atom C pusat yang mengikat 4 gugus C).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman (exit ticket) individu di akhir pelajaran: Murid menentukan jenis dan jumlah atom C primer, sekunder, tersier, dan kuarterner pada struktur 2-metilbutana: CH3-CH(CH3)-CH2-CH3 (acuan jawaban lengkap: atom C primer = 3 buah pada ketiga gugus -CH3; atom C sekunder = 1 buah pada gugus -CH2-; atom C tersier = 1 buah pada gugus -CH-; atom C kuarterner = 0 buah).
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran
- Observasi unjuk kerja saat permainan berpasangan 'Tebak Label Karbon'
- Lembar latihan mandiri analisis posisi atom karbon
- Cek pemahaman singkat (exit ticket) pada penutup
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penjelasan dan penentuan posisi atom karbon (primer, sekunder, tersier, dan kuarterner) dalam rantai karbon | Belum mampu menentukan dan menjelaskan posisi atom C primer, sekunder, tersier, dan kuarterner pada struktur rantai karbon yang diberikan (0 atau hanya 1 jenis posisi yang tepat). | Mampu menentukan dan menjelaskan sebagian posisi atom C (tepat menentukan 2 jenis posisi dari 4 jenis posisi atom karbon yang ada pada rantai). | Mampu menentukan dan menjelaskan posisi atom C primer, sekunder, tersier, dan kuarterner pada struktur rantai karbon dengan tepat pada 3 hingga 4 jenis posisi dengan sedikit bimbingan. | Mampu menentukan dan menjelaskan seluruh posisi atom C primer, sekunder, tersier, dan kuarterner secara tepat, runtut, dan mandiri pada berbagai bentuk struktur rantai karbon (terurai maupun termampatkan) tanpa bantuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alur penyampaian konsep posisi atom karbon 1°, 2°, 3°, dan 4° mudah dipahami oleh seluruh murid?
- Bagian struktur rantai karbon mana yang paling sering membuat murid keliru dalam menghitung atom C sekunder atau tersier?
- Apakah aktivitas permainan berpasangan efektif meningkatkan partisipasi aktif dan keceriaan belajar murid?
Murid:- Bagian mana dari penentuan posisi atom karbon (primer, sekunder, tersier, atau kuarterner) yang paling mudah dan paling menantang bagimu?
- Bagaimana caramu memastikan bahwa kamu tidak salah menghitung atom C yang berada pada cabang rantai karbon?
Pertemuan 3 — Mengamati Fenomena Pembakaran Lilin untuk Mengidentifikasi Produk Reaksi Hidrokarbon — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.4.2 Mengamati fenomena ilmiah pembakaran lilin untuk mengidentifikasi produk reaksi hidrokarbon
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu mengamati fenomena pembakaran lilin untuk mengidentifikasi produk reaksinya (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat melalui kuis lisan cepat tentang tanda-tanda reaksi kimia pembakaran: murid menjawab 2 pertanyaan diagnosa mengenai zat yang dihasilkan dari proses pernapasan/pembakaran dan pereaksi untuk mendeteksi gas karbon dioksida (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid dalam kelompok mencermati demonstrasi guru dan gambar panduan alat uji pembakaran hidrokarbon pada Aktivitas 4.4, mencakup lilin yang dinyalakan, corong penangkap gas, selang penghubung, serta tabung berisi air kapur (Ca(OH)2) (15 menit).
- Murid menyimak panduan keselamatan kerja praktikum dan mengidentifikasi parameter fisik yang harus diamati selama reaksi pembakaran berlangsung, yaitu kemunculan uap/embun pada dinding kaca selang dan perubahan kejernihan pada air kapur (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid secara berkelompok merangkai alat dan menyalakan lilin, kemudian mengarahkan gas buang melalui selang transparan menuju tabung berisi air kapur jernih selama 3-5 menit (25 menit).
- Murid secara cermat mengamati dan mencatat 2 fenomena fisik utama yang terjadi pada lembar pengamatan: (1) timbulnya titik-titik embun/uap air pada dinding dalam selang kaca transparan, dan (2) timbulnya kekeruhan (endapan putih kalsium karbonat) pada larutan air kapur (20 menit).
- Dalam suasana menggembirakan melalui 'Tantangan Detektif Reaksi', setiap kelompok mencocokkan hasil pengamatan visual dengan kartu identifikasi produk: kartu A (embun membuktikan adanya H2O/uap air yang mengandung unsur Hidrogen) dan kartu B (air kapur keruh membuktikan adanya CO2 yang mengandung unsur Karbon karena bereaksi membentuk endapan CaCO3) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama kelompok mengevaluasi keterbacaan data pengamatannya dan merumuskan kesimpulan bahwa lilin tergolong senyawa hidrokarbon karena menghasilkan uap air (H2O) dan gas karbon dioksida (CO2) saat dibakar sempurna (15 menit).
Penutup:- Murid membersihkan dan merapikan alat praktikum ke tempat semula secara tertib (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas ketepatan catatan pengamatan murid, menyimpulkan bersama bahwa pembakaran hidrokarbon menghasilkan CO2 dan H2O, serta menutup sesi pembelajaran tanpa mengakhiri bab karena materi hidrokarbon berlanjut ke pertemuan berikutnya (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar panduan pengamatan berstruktur dengan diagram alir pengamatan untuk kelompok yang memerlukan bimbingan ekstra.
- Proses: Kelompok yang membutuhkan bimbingan didampingi secara langsung saat pengamatan perubahan air kapur; kelompok yang cepat diminta mengamati laju perubahan kekeruhan air kapur secara berkala tiap 1 menit.
- Produk: Format pelaporan data pengamatan dapat berupa tabel deskriptif tertulis atau bagan alir visual hasil pengamatan produk reaksi.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan awal: (1) 'Zat apakah yang dihembuskan paru-paru saat bernapas yang dapat mengeruhkan air kapur?' (acuan jawaban: gas karbon dioksida / CO2); (2) 'Cairan apa yang mengembun pada tutup panci saat air mendidih?' (acuan jawaban: uap air / H2O).
Proses:- Observasi formatif saat praktikum berlangsung: guru memeriksa ketelitian murid mencatat 2 fenomena fisik pada LKPD: (1) Adanya embun pada dinding selang kaca (acuan: identifikasi adanya H2O); (2) Kekeruhan pada air kapur (acuan: identifikasi adanya CO2 dari reaksi CO2 + Ca(OH)2 -> CaCO3 + H2O).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat (2 butir) di akhir sesi: (1) Sebutkan fenomena fisik yang membuktikan terbentuknya uap air (H2O) pada pembakaran lilin! (acuan jawaban: terbentuknya titik-titik embun/uap air pada dinding bagian dalam selang/kaca transparan); (2) Sebutkan bukti fisik terbentuknya gas karbon dioksida (CO2) pada pembakaran lilin! (acuan jawaban: air kapur jernih berubah menjadi keruh / terbentuk endapan putih CaCO3).
Formatif:- Lembar observasi unjuk kerja keterampilan proses mengamati pembakaran lilin
- Pemeriksaan lembar data hasil pengamatan identifikasi produk reaksi (embun H2O dan endapan CO2)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengamati fenomena pembakaran lilin untuk mengidentifikasi produk reaksi hidrokarbon (H2O dan CO2) | Belum mampu mencatat bukti pengamatan fisik kemunculan embun maupun kekeruhan air kapur secara mandiri meskipun telah dibimbing. | Mampu mencatat 1 dari 2 fenomena fisik (hanya embun H2O atau hanya kekeruhan air kapur CO2) pada lembar pengamatan dengan bimbingan guru. | Mampu mencatat secara tepat kedua fenomena fisik (embun pada selang untuk H2O dan kekeruhan air kapur untuk CO2) pada lembar pengamatan secara mandiri. | Mampu mencatat secara tepat dan rinci kedua fenomena fisik (embun H2O dan kekeruhan air kapur CO2) disertai catatan perubahan waktu munculnya fenomena secara mandiri dan akurat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah seluruh kelompok berhasil mengamati terbentuknya embun pada selang dan perubahan kekeruhan pada larutan air kapur?
- Bagian mana dari langkah praktikum yang membutuhkan pendampingan lebih intensif bagi murid?
Murid:- Perubahan apa yang paling jelas terlihat saat gas hasil pembakaran lilin dialirkan ke dalam air kapur?
- Bagaimana caramu memastikan bahwa embun yang menempel pada dinding kaca memang berasal dari reaksi pembakaran lilin?
Pertemuan 4 — Menjelaskan Tata Nama IUPAC Senyawa Hidrokarbon Golongan Alkana — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.4.3 Menjelaskan senyawa karbon golongan hidrokarbon alifatik berdasarkan aturan tata nama IUPAC
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, memeriksa kesiapan belajar, dan menyampaikan tujuan pembelajaran mengenai tata nama IUPAC senyawa alkana (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat secara lisan/tulis dengan menampilkan 3 rumus struktur hidrokarbon jenuh rantai lurus: (1) CH4, (2) CH3-CH3, (3) CH3-CH2-CH3 untuk mengidentifikasi kesiapan murid mengingat deret homolog alkana C1-C3 [acuan jawaban: (1) metana, (2) etana, (3) propana] (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati pemaparan guru dan bahan bacaan Buku Siswa mengenai 4 langkah aturan tata nama IUPAC alkana bercabang: penentuan rantai induk terpanjang, penomoran posisi cabang dari ujung terdekat cabang, penamaan cabang alkil (metil, etil), dan perangkaian nama senyawa secara alfabetis [nomor-cabang + nama cabang + nama rantai induk] (20 menit).
- Murid mengkaji 2 contoh terpandu penamaan alkana bercabang: (A) CH3-CH(CH3)-CH2-CH3 [acuan: rantai utama 4 karbon/butana, cabang metil di nomor 2 -> 2-metilbutana] dan (B) CH3-CH2-CH(C2H5)-CH2-CH2-CH3 [acuan: rantai utama 6 karbon/heksana, cabang etil di nomor 3 -> 3-etilheksana] untuk mengonstruksi alur penalaran aturan IUPAC (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpasangan memainkan aktivitas tantangan menggembirakan 'Detektif Struktur Alkana': setiap pasangan menganalisis kartu berisi 4 rumus struktur alkana berikut: (1) CH3-CH(CH3)-CH3, (2) CH3-C(CH3)2-CH2-CH3, (3) CH3-CH(C2H5)-CH2-CH2-CH3, (4) CH3-CH(CH3)-CH(CH3)-CH3, lalu mendiskusikan penamaan IUPAC yang tepat [acuan: (1) 2-metilpropana, (2) 2,2-dimetilbutana, (3) 3-metilheksana, (4) 2,3-dimetilbutana] (30 menit).
- Secara mandiri, murid mengerjakan lembar latihan terstruktur berisi 4 tugas penamaan dan pembuktian struktur: (1) Memberi nama struktur CH3-CH2-CH(CH3)-CH2-CH3 [acuan: 3-metilpentana]; (2) Memberi nama struktur CH3-CH(CH3)-CH(C2H5)-CH2-CH3 [acuan: 3-etil-2-metilpentana]; (3) Menggambar struktur 2,2-dimetilpropana [acuan: atom C pusat mengikat 4 gugus CH3]; (4) Menganalisis ketepatan nama '3-metilbutana' [acuan: salah, penomoran harus dari kanan terdekat cabang sehingga nama yang benar adalah 2-metilbutana] (35 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru membahas hasil lembar latihan mandiri, mencocokkan langkah penetapan rantai induk dan penomoran, serta mengevaluasi kekeliruan umum dalam penentuan nomor posisi cabang (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan prinsip utama tata nama alkana berdasarkan aturan IUPAC (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap ketepatan analisis murid serta menyampaikan agenda pertemuan berikutnya tentang tata nama IUPAC alkena dan alkuna (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan tabel panduan deret alkil (metil, etil, propil) dan daftar langkah hierarki IUPAC terpandu, sedangkan murid cepat diberikan variasi struktur dengan cabang ganda dan rantai utama berbelok.
- Proses: Murid yang kesulitan dipandu langkah demi langkah dalam menentukan rantai karbon terpanjang lewat pembimbingan sebaya atau guru; murid mahir menganalisis pembuktian kesalahan nama senyawa secara mandiri.
- Produk: Tingkat kerumitan latihan disesuaikan: murid berkembang menyelesaikan 3 penamaan dasar rantai lurus dan cabang tunggal, sedangkan murid mahir menuntaskan identifikasi kesalahan penomoran serta struktur bercabang majemuk.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik identifikasi 3 senyawa alkana dasar rantai lurus: (1) CH4, (2) CH3-CH3, (3) CH3-CH2-CH3. Target: murid menyebutkan nama IUPAC secara tepat [acuan: (1) metana, (2) etana, (3) propana].
Proses:- Observasi pengerjaan aktivitas berpasangan 'Detektif Struktur Alkana' pada 4 butir kartu struktur: (1) CH3-CH(CH3)-CH3 [acuan: 2-metilpropana], (2) CH3-C(CH3)2-CH2-CH3 [acuan: 2,2-dimetilbutana], (3) CH3-CH(C2H5)-CH2-CH2-CH3 [acuan: 3-metilheksana], (4) CH3-CH(CH3)-CH(CH3)-CH3 [acuan: 2,3-dimetilbutana]. Dinilai berdasarkan ketepatan penentuan rantai induk, cabang, dan penomorannya.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri tertulis 4 butir: (1) Menamai CH3-CH2-CH(CH3)-CH2-CH3 [acuan: 3-metilpentana]; (2) Menamai CH3-CH(CH3)-CH(C2H5)-CH2-CH3 [acuan: 3-etil-2-metilpentana]; (3) Menggambar rumus struktur 2,2-dimetilpropana [acuan: atom C mengikat empat gugus metil (CH3)4C]; (4) Mengoreksi nama '3-metilbutana' [acuan: nama tidak tepat, nomor cabang harus terkecil dari kanan sehingga nama baku IUPAC adalah 2-metilbutana].
Formatif:- Asesmen diagnostik awal lisan penamaan homolog alkana rantai lurus (metana, etana, propana)
- Observasi unjuk kerja saat penugasan berpasangan 'Detektif Struktur Alkana'
- Cek pemahaman tertulis lembar latihan penamaan dan pembuktian struktur alkana sesuai IUPAC
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penjelasan Tata Nama IUPAC Senyawa Alkana | Mampu menjelaskan penamaan senyawa alkana dengan tepat hanya pada 1 dari 4 butir soal asesmen akhir (kurang dari 2 butir tepat). | Mampu menjelaskan penamaan senyawa alkana dengan tepat pada 2 dari 4 butir soal asesmen akhir dengan bantuan bimbingan alur aturan IUPAC. | Mampu menjelaskan penamaan senyawa alkana dengan tepat pada minimal 3 dari 4 butir soal asesmen akhir secara mandiri sesuai aturan IUPAC. | Mampu menjelaskan penamaan senyawa alkana dengan tepat pada seluruh 4 butir soal asesmen akhir secara mandiri, runtut, dan tepat mengoreksi kesalahan penomoran struktur. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alur penjelasan aturan penentuan rantai terpanjang dan penomoran cabang sudah cukup jelas dipahami oleh seluruh murid?
- Bagian mana dari aturan penamaan cabang dan rantai berbelok yang paling sering menimbulkan miskonsepsi pada murid?
Murid:- Langkah manakah dalam aturan penamaan IUPAC alkana yang paling menantang bagi saya (menentukan rantai induk, nomor cabang, atau menyusun nama)?
- Bagaimana strategi saya agar lebih teliti menemukan rantai C terpanjang saat struktur digambarkan berbelok?
Pertemuan 5 — Menjelaskan Tata Nama IUPAC Senyawa Hidrokarbon Golongan Alkena dan Alkuna — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.4.3 Menjelaskan senyawa karbon golongan hidrokarbon alifatik berdasarkan aturan tata nama IUPAC
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan ruang lingkup pembelajaran mengenai aturan tata nama IUPAC untuk senyawa alkena dan alkuna (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 2 soal lisan singkat mengenai penentuan rantai utama dan penomoran pada struktur alkena CH2=CH-CH2-CH3 serta alkuna CH3-C≡C-CH3; murid merespons secara langsung untuk memetakan kesiapan awal (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mencermati pemaparan guru dan perbandingan aturan tata nama IUPAC antara alkena dan alkuna pada papan tulis, mencakup: (1) pemilihan rantai utama terpanjang yang wajib mengandung ikatan rangkap, (2) penomoran rantai utama dimulai dari ujung terdekat dengan ikatan rangkap, (3) akhiran -ana diganti menjadi -ena untuk rangkap 2 atau -una untuk rangkap 3 disertai penulisan nomor posisi ikatan rangkap, dan (4) penulisan cabang alkil berurutan abjad (20 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Secara berpasangan, murid mengikuti 'Tantangan Cepat IUPAC' untuk menyelesaikan LKPD berisi 4 struktur senyawa hidrokarbon alifatik: (1) CH2=CH-CH(CH3)-CH3, (2) CH3-C(CH3)=CH-CH3, (3) CH≡C-CH(CH3)-CH2-CH3, dan (4) CH3-C≡C-CH(CH3)2 (35 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangannya memverifikasi langkah-langkah tata nama yang telah dirumuskan dengan mencocokkan acuan nama IUPAC yang dibahas bersama guru, mengidentifikasi letak kesalahan penomoran atau penetapan rantai utama bila ada, serta menarik simpulan aturan baku tata nama alkena dan alkuna (15 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan poin utama aturan IUPAC alkena dan alkuna, serta menyelesaikan lembar cek pemahaman akhir mandiri berisi 2 butir soal (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan panduan diagram alir tahapan penamaan IUPAC bagi murid yang membutuhkan perancah konseptual.
- Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi pasangan yang mengalami kesulitan menentukan nomor terkecil ikatan rangkap, serta memberikan struktur rantai alkena/alkuna dengan cabang ganda bagi pasangan yang cepat.
- Produk: Format pengerjaan LKPD memuat langkah penomoran visual pada rantai karbon sebelum penulisan nama akhir IUPAC.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Guru memberikan 2 pertanyaan diagnostik lisan: (1) 'Berapa nomor posisi ikatan rangkap pada rantai CH2=CH-CH2-CH3 jika dinomori sesuai aturan IUPAC?' (acuan: nomor 1 pada 1-butena), dan (2) 'Tentukan nama IUPAC untuk senyawa CH3-C≡C-CH3!' (acuan: 2-butuna). Murid yang menjawab tepat diarahkan menjadi pendamping sebaya.
Proses:- Pemeriksaan lembar kerja berpasangan berisi 4 struktur senyawa hidrokarbon: Butir 1: CH2=CH-CH(CH3)-CH3 (acuan: 3-metil-1-butena); Butir 2: CH3-C(CH3)=CH-CH3 (acuan: 2-metil-2-butena); Butir 3: CH≡C-CH(CH3)-CH2-CH3 (acuan: 3-metil-1-pentuna); Butir 4: CH3-C≡C-CH(CH3)2 (acuan: 4-metil-2-pentuna).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri tertulis berupa 2 butir soal di akhir sesi: (1) Tuliskan nama IUPAC untuk struktur CH2=C(CH3)-CH2-CH3 (acuan: 2-metil-1-butena), dan (2) Tuliskan nama IUPAC untuk struktur CH3-CH(CH3)-C≡C-CH3 (acuan: 4-metil-2-pentuna).
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran untuk mengecek pemahaman dasar penomoran ikatan rangkap.
- Observasi unjuk kerja berpasangan dan pemeriksaan LKPD 'Tantangan Cepat IUPAC' selama kegiatan inti.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Menjelaskan Tata Nama IUPAC Alkena dan Alkuna | Belum tepat menentukan rantai utama, penomoran ikatan rangkap, maupun cabang alkil pada 4 struktur latihan LKPD (0-1 struktur benar dari acuan: 3-metil-1-butena, 2-metil-2-butena, 3-metil-1-pentuna, 4-metil-2-pentuna). | Tepat menentukan nama IUPAC pada 2 dari 4 struktur latihan LKPD sesuai aturan rantai utama dan penomoran ikatan rangkap (acuan: 3-metil-1-butena, 2-metil-2-butena, 3-metil-1-pentuna, 4-metil-2-pentuna). | Tepat menentukan nama IUPAC pada 3 dari 4 struktur latihan LKPD sesuai aturan rantai utama, penomoran ikatan rangkap, dan penamaan cabang (acuan: 3-metil-1-butena, 2-metil-2-butena, 3-metil-1-pentuna, 4-metil-2-pentuna). | Tepat menentukan nama IUPAC pada seluruh (4 dari 4) struktur latihan LKPD secara mandiri dan sistematis (acuan: 3-metil-1-butena, 2-metil-2-butena, 3-metil-1-pentuna, 4-metil-2-pentuna). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat membedakan prioritas penomoran ikatan rangkap dibandingkan penomoran cabang alkil secara tepat?
- Bagian tahapan penjelasan tata nama alkena atau alkuna mana yang paling banyak memunculkan miskonsepsi pada murid?
Murid:- Langkah manakah dalam tata nama IUPAC alkena dan alkuna yang menurutmu paling menantang?
- Bagaimana caramu memastikan penomoran rantai utama sudah memberikan nomor terkecil bagi ikatan rangkap dua atau tiga?
Pertemuan 6 — Menjelaskan Hubungan Struktur Rantai Karbon dengan Sifat Fisik Titik Didih Hidrokarbon — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.4.4 Menjelaskan senyawa karbon hidrokarbon berdasarkan sifat fisik dan hubungan strukturnya
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menjelaskan hubungan struktur rantai karbon (panjang rantai dan percabangan) dengan sifat fisik titik didih hidrokarbon (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat secara lisan dengan menampilkan 2 pertanyaan diagnostik terkait konsep Mr dan struktur alkana: (1) Di antara metana (CH4) dan propana (C3H8), manakah yang memiliki Mr lebih besar? (acuan: propana/C3H8); (2) Mana yang rantainya bercabang antara n-butana dan 2-metilpropana? (acuan: 2-metilpropana) (4コネ/4 menit).
- Guru memberikan apersepsi kontekstual mengenai perbedaan wujud zat elpiji (gas) dan bensin (cair) dalam kehidupan sehari-hari (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mencermati data tabel titik didih deret homolog alkana rantai lurus: metana (-161°C), etana (-89°C), propana (-42°C), butana (-0,5°C), dan pentana (36°C) yang disajikan guru di papan tulis (5 menit).
- Murid menyimak penjelasan guru tentang konsep gaya tarik van der Waals (gaya London) antarmolekul hidrokarbon, di mana semakin panjang rantai karbon (Mr semakin besar), luas permukaan kontak antarmolekul semakin besar sehingga gaya tarik semakin kuat dan titik didih semakin tinggi (12 menit).
- Murid mencermati data perbandingan titik didih isomer C5H12: n-pentana (rantai lurus, titik didih 36°C), 2-metilbutana (1 cabang, titik didih 28°C), dan 2,2-dimetilpropana (2 cabang, titik didih 9,5°C) serta menyimak penjelasan bahwa percabangan membuat bentuk molekul semakin bulat/kompak, memperkecil luas bidang kontak, sehingga gaya van der Waals melemah dan titik didih menurun (13 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berkelompok berpasangan memainkan aktivitas tantangan kartu 'Urut Didih': setiap pasangan menerima 4 set kartu struktur senyawa berikut: (1) n-heksana, (2) 2-metilpentana, (3) 2,2-dimetilbutana, (4) n-heptana (5 menit).
- Secara berpasangan, murid berdiskusi mengurutkan keempat senyawa tersebut dari titik didih terendah ke tertinggi dan menuliskan penjelasannya pada lembar kerja (acuan urutan benar: 2,2-dimetilbutana < 2-metilpentana < n-heksana < n-heptana; dengan alasan: untuk isomer C6 rantai bercabang lebih banyak memiliki titik didih lebih rendah karena bidang kontak kecil, sedangkan n-heptana memiliki C lebih banyak/Mr paling besar sehingga titik didihnya paling tinggi) (10 menit).
- Tiga pasangan secara sukarela menyampaikan hasil urutan dan penjelasannya, sementara pasangan lain saling mencocokkan hasil analisis mereka dengan konfirmasi dari guru (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid secara individu mengerjakan soal cek pemahaman mandiri untuk menjelaskan perbandingan titik didih antara n-oktana dan 2,2,4-trimetilpentana: menentukan mana yang titik didihnya lebih tinggi beserta alasannya (acuan: n-oktana lebih tinggi karena rantai lurus memiliki luas bidang kontak gaya van der Waals yang lebih besar dibandingkan 2,2,4-trimetilpentana yang memiliki 3 cabang metil) (10 menit).
- Murid mengidentifikasi pemahaman konsep yang telah dikuasai dan kendala yang masih dialami dalam menghubungkan bentuk rantai dengan kekuatan gaya antarmolekul (3 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan 2 prinsip utama: (1) Semakin panjang rantai karbon (Mr naik), titik didih semakin tinggi; (2) Untuk jumlah atom C yang sama, semakin banyak cabang, titik didih semakin rendah (4 menit).
- Guru memberikan tindak lanjut untuk membaca materi jenis-jenis isomer struktur pada pertemuan berikutnya, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (3 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan visualisasi gambar bola molekul untuk memperlihatkan perbedaan luas permukaan kontak molekul rantai lurus dan bercabang bagi murid yang membutuhkan bantuan konkret.
- Proses: Memberikan bimbingan terarah (scaffolding) bagi kelompok yang masih bingung membedakan pengaruh jumlah C (Mr) versus pengaruh percabangan saat mengurutkan titik didih; bagi kelompok yang cepat, diberikan tambahan analisis perbandingan titik didih antara pentana dan 1-pentena.
- Produk: Murid dapat menuliskan penjelasan hubungan struktur dengan titik didih dalam bentuk bagan alur kausalitas atau uraian kalimat terstruktur.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan: (1) Di antara metana (CH4) dan propana (C3H8), manakah yang memiliki Mr lebih besar? (acuan jawaban: propana / C3H8, karena jumlah atom C dan H lebih banyak); (2) Tunjukkan mana senyawa rantai lurus dan rantai bercabang antara n-butana dan 2-metilpropana! (acuan jawaban: n-butana adalah rantai lurus, 2-metilpropana adalah rantai bercabang).
Proses:- Penilaian lembar kerja tantangan 'Urut Didih' berpasangan: Mengurutkan 4 senyawa hidrokarbon [(1) n-heksana, (2) 2-metilpentana, (3) 2,2-dimetilbutana, (4) n-heptana] dari titik didih terendah ke tertinggi beserta penjelasannya. Acuan jawaban benar: urutan terendah ke tertinggi adalah 2,2-dimetilbutana < 2-metilpentana < n-heksana < n-heptana. Alasan: 2,2-dimetilbutana, 2-metilpentana, dan n-heksana adalah isomer C6 di mana semakin banyak cabang luas kontak berkurang sehingga gaya van der Waals makin lemah dan titik didih makin rendah; sedangkan n-heptana memiliki rantai 7 karbon (Mr lebih besar) sehingga gaya van der Waals paling kuat dan titik didih paling tinggi.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman mandiri tertulis: Menjelaskan manakah yang memiliki titik didih lebih tinggi antara n-oktana dan 2,2,4-trimetilpentana (keduanya berumus C8H18) beserta alasan hubungan strukturnya. Acuan jawaban: n-oktana memiliki titik didih lebih tinggi daripada 2,2,4-trimetilpentana. Alasan: n-oktana memiliki struktur rantai lurus sehingga memiliki luas permukaan kontak antarmolekul yang lebih besar, menyebabkan gaya tarik van der Waals lebih kuat dibanding 2,2,4-trimetilpentana yang memiliki 3 cabang metil dengan bentuk molekul lebih bulat/kompak.
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan di awal pembelajaran mengenai Mr dan bentuk rantai karbon.
- Observasi unjuk kerja diskusi kelompok berpasangan pada lembar kerja urutan titik didih.
- Pemeriksaan lembar cek pemahaman mandiri di akhir kegiatan inti.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menjelaskan pengaruh panjang rantai karbon terhadap titik didih | Belum mampu mengaitkan panjang rantai/Mr dengan titik didih hidrokarbon. | Menyebutkan bahwa rantai lebih panjang memiliki titik didih lebih tinggi, namun belum dapat menjelaskan kaitannya dengan gaya antarmolekul van der Waals. | Menjelaskan secara tepat bahwa semakin panjang rantai karbon (Mr bertambah), luas bidang kontak bertambah sehingga gaya van der Waals semakin kuat dan titik didih meningkat. | Menjelaskan secara tepat, runtut, dan mendalam hubungan antara pertambahan panjang rantai hidrokarbon, peningkatan Mr, penguatan gaya van der Waals, serta dampaknya terhadap kenaikan titik didih pada berbagai deret homolog secara mandiri. | | Menjelaskan pengaruh percabangan rantai karbon terhadap titik didih | Belum mampu membedakan titik didih senyawa rantai lurus dan bercabang yang berisomer. | Menyebutkan bahwa senyawa bercabang memiliki titik didih lebih rendah, tetapi keliru atau belum menyebutkan alasan luas permukaan kontak. | Menjelaskan secara tepat bahwa percabangan memperkecil luas permukaan bidang kontak antarmolekul, sehingga gaya van der Waals melemah dan titik didih menjadi lebih rendah dibanding isomer rantai lurusnya. | Menjelaskan secara tepat dan komprehensif pengaruh jumlah percabangan terhadap penurunan titik didih isomer hidrokarbon disertai analisis perbandingan kekuatan gaya van der Waals pada minimal 3 senyawa isomerik. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penyajian data tabel titik didih dan perbandingan visual bentuk molekul mempermudah murid memahami konsep gaya van der Waals?
- Bagian mana dari penjelasan hubungan struktur dengan sifat fisik yang masih membingungkan bagi sebagian murid?
Murid:- Apa hubungan antara jumlah atom karbon dan banyaknya cabang dengan tinggi-rendahnya titik didih suatu hidrokarbon?
- Konsep apa yang masih terasa sulit dipahami saat memprediksi titik didih senyawa hidrokarbon?
Pertemuan 7 — Menjelaskan Jenis-Jenis Isomer Struktur Rantai dan Posisi pada Senyawa Hidrokarbon — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.4.5 Menjelaskan senyawa karbon hidrokarbon berdasarkan jenis-jenis isomernya
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran mengenai isomer struktur (rantai dan posisi) pada senyawa hidrokarbon (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat: murid diminta menjawab 2 pertanyaan di lembar memo: (1) 'Apa rumus molekul butana dan 2-metilpropana?' dan (2) 'Apakah rumus molekulnya sama padahal strukturnya berbeda?' (acuan: butana = C4H10; 2-metilpropana = C4H10; keduanya memiliki rumus molekul yang sama yaitu C4H10 meski kerangka strukturnya berbeda) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid mencermati pemodelan di papan tulis mengenai definisi isomer struktur: senyawa-senyawa yang memiliki rumus molekul identik namun susunan ikatan antaratm berbeda, khususnya perbedaan isomer rantai/rangka (perbedaan percabangan kerangka utama C) dan isomer posisi (perbedaan letak ikatan rangkap pada alkena/alkuna) (15 menit).
- Murid secara berpasangan menganalisis 2 pasangan struktur contoh: Pasangan 1 adalah pentana (CH3-CH2-CH2-CH2-CH3) dengan 2-metilbutana (CH3-CH(CH3)-CH2-CH3); Pasangan 2 adalah 1-butena (CH2=CH-CH2-CH3) dengan 2-butena (CH3-CH=CH-CH3). Murid menjelaskan jenis isomer pada masing-masing pasangan tersebut (acuan: Pasangan 1 adalah isomer rantai/rangka karena rumus molekul sama C5H12 namun kerangka karbon berbeda dari rantai lurus menjadi bercabang; Pasangan 2 adalah isomer posisi karena rumus molekul sama C4H8 dan kerangka 4 C sama, namun posisi ikatan rangkap dua berpindah dari C nomor 1 ke C nomor 2) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Dalam format tantangan berpasangan 'Tebak & Pasangkan Isomer', setiap pasangan murid menerima 4 kartu struktur senyawa karbon hidrokarbon: Kartu A: CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 (heksana); Kartu B: CH3-CH(CH3)-CH2-CH2-CH3 (2-metilpentana); Kartu C: CH#C-CH2-CH2-CH3 (1-pentuna); Kartu D: CH3-C#C-CH2-CH3 (2-pentuna). Murid menentukan jenis hubungan isomer antara Kartu A dengan Kartu B, serta Kartu C dengan Kartu D (acuan: A dan B berisomer rantai karena sama-sama C6H14 dengan perbedaan percabangan rantai C; C dan D berisomer posisi karena sama-sama C5H8 dengan posisi ikatan rangkap tiga di atom C nomor 1 pada C dan di atom C nomor 2 pada D) (15 menit).
- Murid secara mandiri menyelesaikan lembar latihan eksplanasi berisi 2 soal penentuan isomer: Soal 1 meminta murid menjelaskan mengapa pasangan CH3-CH2-CH=CH2 (1-butena) dan CH2=C(CH3)2 (2-metilpropena) dikategorikan berisomer rantai padahal sama-sama alkena; Soal 2 meminta murid menjelaskan jenis isomer antara CH3-CH2-CH2-OH dan CH3-CH(OH)-CH3 (diubah ke fokus hidrokarbon murni: antara CH#C-CH2-CH3 (1-butuna) dan CH3-C#C-CH3 (2-butuna)) (acuan: Soal 1 = isomer rantai karena rumus molekul sama C4H8 tetapi rantai utamanya berbeda, yaitu rantai lurus butena versus rantai bercabang metilpropena; Soal 2 = isomer posisi karena rumus molekul sama C4H6 dan rantai utama sama 4 atom C, tetapi letak ikatan rangkap tiga berbeda yaitu di C-1 dan C-2) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangannya saling memeriksa hasil latihan eksplanasi menggunakan lembar kunci verifikasi, mengecek ketepatan penjelasan jenis isomer berdasarkan kriteria: kesamaan rumus molekul, perbedaan kerangka karbon (untuk rantai), atau perbedaan letak ikatan rangkap (untuk posisi) (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan konsep utama: isomer struktur pada hidrokarbon terbagi menjadi isomer rantai (beda kerangka rantai C) dan isomer posisi (beda letak ikatan rangkap) (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap hasil kerja murid serta mengarahkan murid untuk bersiap mempelajari isomer geometri pada pertemuan berikutnya (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan representasi visual berupa bagan rantai atom karbon berwarna bagi murid yang memerlukan dukungan pemahaman konkret.
- Proses: Memberikan scaffolding berupa pertanyaan penuntun (cek jumlah C, cek jenis ikatan, cek posisi ikatan) bagi murid yang membutuhkan bimbingan bertahap; murid berkemampuan cepat diberikan struktur rantai alkuna/alkena 6 karbon.
- Produk: Penjelasan dapat disajikan secara tertulis dalam tabel klasifikasi atau uraian poin struktural.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik tertulis singkat di awal: (1) Sebutkan rumus molekul butana dan 2-metilpropana; (2) Apakah kedua senyawa tersebut memiliki rumus molekul yang sama padahal bentuknya berbeda? (acuan: (1) Butana = C4H10, 2-metilpropana = C4H10; (2) Ya, keduanya sama-sama C4H10).
Proses:- Observasi keterlibatan dan ketepatan penalaran murid saat aktivitas tantangan berpasangan 4 kartu hidrokarbon (Kartu A-B berisomer rantai, C-D berisomer posisi).
- Pemeriksaan lembar latihan mandiri eksplanasi 2 soal penentuan jenis isomer hidrokarbon rantai dan posisi.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid menjelaskan dalam 1 kalimat kunci perbedaan mendasar antara isomer rantai dan isomer posisi pada hidrokarbon (acuan: Isomer rantai terjadi karena perbedaan kerangka/susunan cabang atom karbon, sedangkan isomer posisi terjadi karena perbedaan posisi/letak ikatan rangkap pada rantai karbon yang sama).
Formatif:- Tantangan berpasangan klasifikasi isomer rantai dan posisi
- Lembar latihan eksplanasi jenis isomer hidrokarbon mandiri
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menjelaskan Isomer Rantai | Belum mampu menjelaskan konsep isomer rantai, serta keliru menentukan pasangan senyawa berisomer rantai. | Mampu menyebutkan kesamaan rumus molekul tetapi belum tepat menjelaskan perbedaan susunan kerangka rantai karbonnya. | Mampu menjelaskan isomer rantai dengan tepat berdasarkan kesamaan rumus molekul dan perbedaan kerangka/rantai karbon pada senyawa hidrokarbon yang dianalisis. | Mampu menjelaskan isomer rantai secara runtut, tepat, dan mendalam pada berbagai struktur rantai lurus maupun bercabang secara mandiri. | | Menjelaskan Isomer Posisi | Belum mampu menjelaskan konsep isomer posisi serta keliru mengenali perbedaan letak ikatan rangkap pada hidrokarbon. | Mampu mengenali adanya perbedaan letak ikatan rangkap namun belum tepat mengaitkannya dengan kesamaan rumus molekul dan kerangka yang identik. | Mampu menjelaskan isomer posisi dengan tepat berdasarkan kesamaan kerangka rantai dan rumus molekul beserta pergeseran letak ikatan rangkap. | Mampu menjelaskan isomer posisi secara komprehensif pada alkena maupun alkuna dengan argumentasi penomoran atom karbon yang tepat secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu untuk tahap mengaplikasi tantangan kartu isomer cukup efektif bagi seluruh murid?
- Bagian penjelasan konsep manakah yang masih sering membingungkan murid antara isomer rantai dan posisi?
Murid:- Bagian mana dari penentuan isomer rantai dan posisi yang paling mudah atau paling menantang bagimu?
- Bagaimana caramu membedakan dengan cepat apakah dua senyawa berisomer rantai atau berisomer posisi?
Pertemuan 8 — Menjelaskan Jenis Isomer Geometri serta Isomer Fungsi pada Hidrokarbon Alifatik — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.4.5 Menjelaskan senyawa karbon hidrokarbon berdasarkan jenis-jenis isomernya
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu menjelaskan isomer geometri (cis-trans) serta isomer gugus fungsi pada hidrokarbon alifatik (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan tertulis di papan tulis: (1) Sebutkan syarat adanya isomer struktur yang dipelajari pada pertemuan sebelumnya (acuan: rumus molekul sama tetapi susunan kerangka/posisi ikatan rangkap berbeda), (2) Manakah di antara etana (ikatan tunggal C-C) dan etena (ikatan rangkap C=C) yang tidak dapat berotasi bebas di sekitar ikatan karbonnya? (acuan: etena karena adanya ikatan rangkap dua/ikatan pi yang kaku) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyimak demonstrasi guru menggunakan model molymod untuk membandingkan rotasi bebas pada ikatan tunggal C-C (etana/butana) dengan rotasi kaku/terbatas pada ikatan rangkap C=C (2-butena), lalu mencermati syarat terjadinya isomer geometri (kedua atom C pada ikatan rangkap masing-masing mengikat dua gugus yang berbeda) (15 menit).
- Murid mencermati pemaparan konsep tentang isomer geometri cis-trans (cis: gugus sejenis berada pada sisi yang sama; trans: gugus sejenis berseberangan) serta konsep isomer gugus fungsi antara alkena dengan sikloalkana (keduanya berumus umum CnH2n) dan alkuna dengan sikloalkena/alkadiena (CnH2n-2) berdasarkan contoh dari buku teks (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid secara berpasangan mengikuti tantangan cepat 'Cis-Trans & Isomer Fungsi Match' menggunakan LKPD untuk menganalisis 4 pasang senyawa berikut: (1) cis-2-pentena dan trans-2-pentena [acuan: pasangan isomer geometri], (2) 1-butena dan siklobutana [acuan: pasangan isomer gugus fungsi], (3) 1,1-dikloroetena [acuan: bukan isomer geometri karena satu atom C mengikat 2 gugus identik yaitu H dan H], (4) 1-propuna dan propadiena [acuan: pasangan isomer gugus fungsi] (25 menit).
- Murid secara mandiri menuliskan penjelasan analitis pada lembar kerja: (a) alasan mengapa 2-butena memiliki isomer geometri cis dan trans sedangkan 1-butena tidak memiliki isomer geometri (acuan: atom C nomor 1 pada 1-butena mengikat 2 atom H yang identik, sedangkan pada 2-butena tiap atom C rangkap mengikat gugus berbeda yaitu -H dan -CH3), dan (b) pembuktian bahwa 1-heksena dan sikloheksana merupakan pasangan isomer gugus fungsi (acuan: keduanya memiliki rumus molekul identik C6H12 tetapi berbeda jenis gugus/kerangka alifatik terbuka berikatan rangkap dua vs alisiklik/cincin jenuh) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru mereview kesimpulan konsep isomer geometri dan isomer gugus fungsi, memeriksa kesesuaian hasil kerja mandiri terhadap acuan kunci jawaban, serta mencatat poin penting bahwa keterbatasan rotasi ikatan rangkap menghasilkan isomer ruang (geometri) (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan materi mengenai perbedaan mendasar antara isomer ruang (geometri) dan isomer struktur (gugus fungsi) pada senyawa hidrokarbon alifatik (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik menyeluruh atas hasil analisis murid, menginformasikan materi pertemuan berikutnya mengenai reaksi kimia hidrokarbon dan pembakarannya, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan gambar representasi visual 3D dan model bola-pasak (molymod) bagi murid yang memerlukan konkretisasi spasial isomer geometri.
- Proses: Memberikan scaffolding bertahap berupa panduan checklist syarat isomer geometri (mengecek gugus pada tiap C rangkap) bagi murid yang membutuhkan bimbingan lebih, serta memberikan tantangan penentuan isomer geometri pada senyawa haloalkena/alkena bercabang untuk murid yang lebih cepat memahami.
- Produk: Murid dapat menuangkan penjelasan dalam bentuk tabel perbandingan atau uraian skematis beranotasi pada struktur ikatan hidrokarbon.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik tulis: (1) Sebutkan syarat terjadinya isomer struktur! (acuan jawaban: memiliki rumus molekul sama tetapi susunan rantai atau posisi ikatan berbeda); (2) Apakah ikatan rangkap dua pada etena dapat berputar bebas seperti ikatan tunggal pada etana? (acuan jawaban: tidak dapat berputar bebas karena adanya ikatan rangkap dua yang kaku/terhalang ikatan pi).
Proses:- Formatif pengerjaan tugas mandiri tertulis: Murid menjelaskan keterjadian isomer geometri pada 2-butena vs 1-butena (acuan: 2-butena memiliki isomer geometri karena kedua atom C ikatan rangkap masing-masing mengikat dua gugus berbeda yaitu -H dan -CH3; 1-butena tidak memiliki isomer geometri karena atom C ujung mengikat 2 atom identik yaitu -H dan -H) serta membuktikan isomer gugus fungsi antara 1-heksena dan sikloheksana (acuan: keduanya berumus molekul C6H12, tetapi 1-heksena tergolong alkena rantai terbuka tak jenuh dan sikloheksana tergolong sikloalkana cincin jenuh).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman 1 butir di akhir sesi: Tentukan apakah senyawa 2-metil-2-butena memiliki isomer geometri cis-trans atau tidak, dan jelaskan alasannya! (acuan jawaban: tidak memiliki isomer geometri, karena atom C nomor 2 mengikat dua gugus yang identik yaitu dua gugus metil -CH3).
Formatif:- Penilaian proses lembar kerja mandiri analisis syarat isomer geometri dan penentuan pasangan isomer fungsi
- Observasi unjuk kerja saat tantangan berpasangan 'Cis-Trans & Isomer Fungsi Match'
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penjelasan Isomer Geometri | Belum mampu menjelaskan syarat terjadinya isomer geometri dan tidak dapat membedakan bentuk cis dan trans. | Mampu menyebutkan bentuk cis dan trans tetapi belum tepat dalam menjelaskan syarat keterikatan gugus berbeda pada atom C ikatan rangkap. | Mampu menjelaskan syarat isomer geometri (rotasi kaku ikatan C=C dan dua gugus berbeda pada masing-masing atom C rangkap) serta membedakan bentuk cis-trans secara tepat sesuai acuan. | Mampu menjelaskan secara komprehensif dan mandiri syarat isomer geometri pada berbagai variasi rantai alkena serta mengidentifikasi ketiadaan isomer geometri pada kasus gugus identik secara tepat sesuai acuan. | | Penjelasan Isomer Gugus Fungsi | Belum mampu mengidentifikasi pasangan senyawa yang berisomer gugus fungsi pada hidrokarbon alifatik. | Mampu menunjukkan pasangan isomer gugus fungsi (alkena dengan sikloalkana) tetapi belum mampu menjelaskan kesamaan rumus molekul dan perbedaan kerangka fungsinya. | Mampu menjelaskan hubungan pasangan isomer gugus fungsi (alkena dengan sikloalkana, atau alkuna dengan sikloalkena/alkadiena) berdasarkan kesamaan rumus molekul dan perbedaan strukturnya secara tepat sesuai acuan. | Mampu menjelaskan dan menganalisis pasangan isomer gugus fungsi hidrokarbon secara mendalam, tepat, dan mandiri beserta formula molekulnya secara sistematis sesuai acuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah media molymod dan visualisasi ruang efektif membantu murid memahami konsep keterbatasan rotasi ikatan rangkap pada isomer geometri?
- Bagian mana dari konsep isomer gugus fungsi yang masih membingungkan murid saat membedakan deret homolog dengan rumus umum sama?
Murid:- Bagaimana caramu membedakan dengan cepat apakah suatu alkena memiliki isomer cis-trans atau tidak?
- Apa hal baru yang kamu pahami tentang hubungan antara bentuk ikatan ruang molekul dengan jenis isomer pada hidrokarbon?
Pertemuan 9 — Menjelaskan Reaksi Kimia Hidrokarbon dan Dampak Pembakarannya terhadap Lingkungan — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.4.6 Menjelaskan senyawa karbon hidrokarbon ditinjau dari reaksi kimia dan dampak pembakarannya
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, serta menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini mengenai reaksi kimia hidrokarbon dan dampak pembakarannya terhadap lingkungan (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 2 persamaan reaksi sederhana di papan tulis: (1) CH4 + Cl2 -> CH3Cl + HCl dan (2) C3H8 + 5O2 -> 3CO2 + 4H2O, lalu meminta murid mengidentifikasi jenis reaksinya secara mandiri (acuan: reaksi 1 = reaksi substitusi/pergantian gugus; reaksi 2 = reaksi pembakaran/oksidasi sempurna) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mencermati pemaparan guru dan bahan ajar mengenai ciri 4 jenis reaksi hidrokarbon: substitusi (penggantian atom H pada alkana), adisi (pemutusan ikatan rangkap pada alkena/alkuna menjadi ikatan tunggal), eliminasi (pembentukan ikatan rangkap dari ikatan tunggal dengan pelepasan molekul kecil), serta pembakaran (reaksi dengan oksigen menghasilkan CO2 dan H2O untuk pembakaran sempurna, atau gas CO/jelaga C dan H2O untuk pembakaran tidak sempurna) (15 menit).
- Murid menyimak penjelasan kontekstual mengenai dampak pembakaran bahan bakar hidrokarbon: pembentukan gas rumah kaca CO2 yang memicu peningkatan suhu bumi/pemanasan global, gas CO yang bersifat racun bagi pernapasan karena mengikat hemoglobin, serta partikulat jelaga C yang memicu polusi udara (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan):- Murid mengikuti tantangan berpasangan kuis 'Tebak & Pasangkan Reaksi' yang menggembirakan untuk mengklasifikasikan 4 persamaan reaksi berikut: (1) CH2=CH2 + H2 -> CH3-CH3 (acuan: Adisi); (2) CH3-CH3 -> CH2=CH2 + H2 (acuan: Eliminasi); (3) CH4 + Br2 -> CH3Br + HBr (acuan: Substitusi); (4) C2H4 + 3O2 -> 2CO2 + 2H2O (acuan: Pembakaran sempurna) (15 menit).
- Murid mengerjakan Lembar Latihan mandiri berisi analisis reaksi dan dampak lingkungan yang memuat 3 tugas: (a) Menentukan jenis reaksi dari CH2=CH-CH3 + HCl -> CH3-CHCl-CH3 (acuan: Adisi); (b) Menjelaskan ciri pembakaran tidak sempurna hidrokarbon beserta produk zatnya (acuan: terjadi jika oksigen terbatas, menghasilkan gas karbon monoksida CO atau jelaga karbon C serta uap air H2O); (c) Menjelaskan mekanisme emisi gas CO2 dari pembakaran hidrokarbon dalam memicu efek rumah kaca (acuan: gas CO2 hasil pembakaran menumpuk di atmosfer dan memerangkap radiasi panas bumi sehingga suhu global meningkat) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid dan guru memeriksa bersama hasil latihan mandiri, membahas ketepatan penjelasan jenis reaksi dan dampak lingkungan, serta murid mengidentifikasi aspek materi yang sudah dipahami dan yang masih memerlukan penegasan (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali 4 prinsip reaksi hidrokarbon (substitusi, adisi, eliminasi, pembakaran) serta dampak produk gas buangnya terhadap lingkungan (5 menit).
- Guru memberikan penguatan materi, menginformasikan bahwa seluruh topik pembelajaran telah tuntas dan pada pertemuan berikutnya (Pertemuan 10) akan dilaksanakan Asesmen Sumatif Bab Hidrokarbon, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan bagan intisari reaksi perubahan ikatan (tunggal ke rangkap = eliminasi; rangkap ke tunggal = adisi).
- Proses: Murid yang sudah mahir menganalisis reaksi adisi dengan aturan Markovnikov pada alkena asimetris, sedangkan murid yang sedang berkembang fokus pada identifikasi perubahan jenis ikatan.
- Produk: Semua murid menyelesaikan lembar analisis yang sama, dengan murid mahir memberikan penjelasan teoritis lebih rinci mengenai dampak gas buang CO terhadap afinitas hemoglobin.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik pada pembukaan: Mengidentifikasi jenis reaksi dari: (1) CH4 + Cl2 -> CH3Cl + HCl dan (2) C3H8 + 5O2 -> 3CO2 + 4H2O (acuan jawaban: 1 = substitusi; 2 = pembakaran/oksidasi sempurna).
Proses:- Observasi ketepatan murid saat mengerjakan tantangan kuis berpasangan 'Tebak & Pasangkan Reaksi' pada 4 persamaan reaksi target (acuan: butir 1 = Adisi; butir 2 = Eliminasi; butir 3 = Substitusi; butir 4 = Pembakaran).
- Pemeriksaan ketepatan jawaban murid pada Lembar Latihan mandiri yang mencakup klasifikasi jenis reaksi adisi propena + HCl, ciri produk pembakaran tidak sempurna, dan penjelasan efek gas CO2 terhadap lingkungan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir tertulis singkat berupa 2 pertanyaan: (1) Sebutkan jenis reaksi pada pengubahan etena (CH2=CH2) menjadi etana (CH3-CH3) (acuan: Reaksi Adisi); (2) Jelaskan mengapa gas karbon monoksida (CO) dari pembakaran tidak sempurna berbahaya bagi kesehatan dan lingkungan (acuan: gas CO bersifat toksik karena mengikat hemoglobin dalam darah lebih kuat daripada oksigen sehingga menghambat transportasi oksigen dalam tubuh).
Formatif:- Kuis berpasangan klasifikasi 4 jenis reaksi hidrokarbon
- Lembar latihan mandiri analisis jenis reaksi dan dampak lingkungan dari pembakaran hidrokarbon
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menjelaskan jenis reaksi kimia hidrokarbon (substitusi, adisi, eliminasi, pembakaran) | Belum mampu menjelaskan maupun mengidentifikasi 4 jenis reaksi kimia hidrokarbon sesuai acuan persamaan reaksi yang diberikan. | Mampu menjelaskan dan mengidentifikasi 1-2 jenis reaksi kimia hidrokarbon dengan tepat sesuai acuan. | Mampu menjelaskan dan mengidentifikasi 3 jenis reaksi kimia hidrokarbon dengan tepat sesuai acuan secara mandiri. | Mampu menjelaskan dan mengidentifikasi seluruh 4 jenis reaksi kimia hidrokarbon (substitusi, adisi, eliminasi, pembakaran) dengan tepat dan lengkap sesuai acuan persamaan reaksi secara mandiri. | | Menjelaskan dampak pembakaran hidrokarbon terhadap lingkungan | Belum mampu menjelaskan perbedaan produk pembakaran sempurna/tidak sempurna maupun dampaknya terhadap lingkungan. | Mampu menyebutkan zat produk pembakaran hidrokarbon (CO2, CO, C) namun belum mampu menjelaskan dampaknya terhadap lingkungan atau kesehatan. | Mampu menjelaskan perbedaan pembakaran sempurna dan tidak sempurna serta menjelaskan salah satu dampaknya (gas rumah kaca CO2 atau toksisitas gas CO) dengan tepat sesuai acuan. | Mampu menjelaskan secara rinci dan tepat perbedaan pembakaran sempurna dan tidak sempurna serta dampak menyeluruh produk gas buang (CO2 memicu efek rumah kaca/pemanasan global, CO menyebabkan keracunan/menghambat oksigen, dan jelaga C memicu polusi udara) sesuai acuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alur penjelasan mengenai perbedaan keempat jenis reaksi kimia hidrokarbon cukup mudah dipahami oleh seluruh murid?
- Bagaimana keterlibatan dan antusiasme murid saat menyelesaikan tantangan klasifikasi reaksi kimia dan analisis dampak lingkungan?
Murid:- Bagian mana dari konsep reaksi hidrokarbon (substitusi, adisi, eliminasi, pembakaran) yang paling jelas atau masih membingungkan bagi saya?
- Apa pemahaman baru yang saya peroleh mengenai bahaya pembakaran tidak sempurna bahan bakar bagi lingkungan dan kehidupan sehari-hari?
Pertemuan 10 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.4.1 Menjelaskan senyawa karbon berdasarkan kekhasan atom karbon dan posisinya dalam rantai karbon
- TP 11.4.2 Mengamati fenomena ilmiah pembakaran lilin untuk mengidentifikasi produk reaksi hidrokarbon
- TP 11.4.3 Menjelaskan senyawa karbon golongan hidrokarbon alifatik berdasarkan aturan tata nama IUPAC
- TP 11.4.4 Menjelaskan senyawa karbon hidrokarbon berdasarkan sifat fisik dan hubungan strukturnya
- TP 11.4.5 Menjelaskan senyawa karbon hidrokarbon berdasarkan jenis-jenis isomernya
- TP 11.4.6 Menjelaskan senyawa karbon hidrokarbon ditinjau dari reaksi kimia dan dampak pembakarannya
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan menyampaikan bahwa pertemuan ini adalah sesi Asesmen Sumatif Bab 4 Hidrokarbon yang mencakup unjuk kerja praktikum pengamatan pembakaran lilin dan tes tertulis pemahaman konsep (3 menit).
- Guru membagikan lembar observasi praktikum kelompok dan memberikan pengarahan tata tertib keselamatan kerja laboratorium serta alur pelaksanaan asesmen (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid dalam kelompok menyimak instruksi kerja pengamatan pembakaran lilin pada lembar kerja: (1) Menyalakan lilin dan menempatkan gelas kimia kering terbalik di atas nyala lilin untuk mengamati timbulnya titik-titik embun/uap air pada dinding dalam gelas; (2) Mengalirkan gas hasil pembakaran ke dalam tabung reaksi berisi air kapur (larutan Ca(OH)2) lalu mengamati perubahan kejernihan larutan menjadi keruh akibat pembentukan endapan kalsium karbonat (CaCO3) (3 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid secara berkelompok melaksanakan unjuk kerja pengamatan pembakaran lilin selama 35 menit, mencatat fenomena timbulnya embun air pada dinding gelas dan kekeruhan air kapur secara cermat pada lembar pengamatan kelompok, serta menuliskan kesimpulan identifikasi produk reaksi pembakaran berupa H2O dan CO2 (35 menit).
- Guru membagikan lembar tes tertulis individual, dan murid secara mandiri mengerjakan 5 butir soal tes tertulis hidrokarbon selama 44 menit: Soal 1 tentang kekhasan dan penentuan atom C primer, sekunder, tersier, kuarterner pada struktur 2,2,4-trimetilpentana; Soal 2 tentang tata nama IUPAC senyawa CH3-CH(CH3)-CH=CH-CH3 dan CH3-C(CH3)2-CH2-CH3; Soal 3 tentang perbandingan titik didih n-pentana vs 2,2-dimetilpropana; Soal 4 tentang penggambaran 3 isomer rantai/posisi dari pentena (C5H10); dan Soal 5 tentang penulisan reaksi pembakaran sempurna propana (C3H8) serta dampak gas CO dan CO2 terhadap lingkungan (44 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali kelengkapan seluruh jawaban pada lembar tes tertulis individual dan lembar pengamatan praktikum sebelum dikumpulkan kepada guru (1 menit).
Penutup:- Guru mengumpulkan seluruh lembar observasi praktikum kelompok dan lembar jawaban tes tertulis individual secara tertib (1 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas kedisiplinan dan kejujuran murid selama evaluasi serta menutup rangkaian pembelajaran Bab Hidrokarbon dengan doa dan salam (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi format: menyediakan naskah soal tes tertulis dengan ukuran huruf lebih besar atau kontras tinggi bagi murid dengan hambatan penglihatan tanpa mengubah substansi soal.
- Proses: Akomodasi posisi: menempatkan meja pengamatan praktikum lilin yang mudah dijangkau dan bebas hambatan mobilitas fisik bagi seluruh anggota kelompok.
- Produk: Standar bukti akhir asesmen tetap seragam (lembar pengamatan unjuk kerja dan lembar tes tertulis objektif analitik).
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- kombinasi unjuk kerja laboratorium kelompok dan tes tertulis serentak: lembar catatan data observasi uji pembakaran lilin beserta laporan identifikasi produk dan lembar tes tertulis berisi analisis kekhasan atom karbon, penamaan IUPAC, hubungan struktur dengan sifat fisik, penentuan isomer, serta reaksi dan dampak pembakaran hidrokarbon
- unjuk kerja pengamatan laboratorium: lembar pengamatan kelompok berisi catatan fenomena terbentuknya uap air pada dinding kaca dan kekeruhan air kapur sebagai indikator produk pembakaran lilin yang diobservasi langsung selama praktikum (40 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja pengamatan dengan indikator ketepatan prosedur pengujian uap air dan air kapur, kelengkapan catatan fenomena, serta ketepatan penarikan kesimpulan produk pembakaran)
- tes tertulis serentak: lembar jawaban tes tertulis individual berisi penyelesaian soal kekhasan dan posisi atom karbon, tata nama IUPAC hidrokarbon alifatik, hubungan panjang rantai/cabang terhadap titik didih, penggambaran struktur isomer, serta persamaan reaksi pembakaran dan analisis dampak emisi gas buang (50 menit; individual; instrumen: soal tes tertulis dilengkapi kunci jawaban dan pedoman penskoran analitik)
Sumatif:- kombinasi unjuk kerja laboratorium kelompok dan tes tertulis serentak: lembar catatan data observasi uji pembakaran lilin beserta laporan identifikasi produk dan lembar tes tertulis berisi analisis kekhasan atom karbon, penamaan IUPAC, hubungan struktur dengan sifat fisik, penentuan isomer, serta reaksi dan dampak pembakaran hidrokarbon
- unjuk kerja pengamatan laboratorium: lembar pengamatan kelompok berisi catatan fenomena terbentuknya uap air pada dinding kaca dan kekeruhan air kapur sebagai indikator produk pembakaran lilin yang diobservasi langsung selama praktikum (40 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja pengamatan dengan indikator ketepatan prosedur pengujian uap air dan air kapur, kelengkapan catatan fenomena, serta ketepatan penarikan kesimpulan produk pembakaran)
- tes tertulis serentak: lembar jawaban tes tertulis individual berisi penyelesaian soal kekhasan dan posisi atom karbon, tata nama IUPAC hidrokarbon alifatik, hubungan panjang rantai/cabang terhadap titik didih, penggambaran struktur isomer, serta persamaan reaksi pembakaran dan analisis dampak emisi gas buang (50 menit; individual; instrumen: soal tes tertulis dilengkapi kunci jawaban dan pedoman penskoran analitik)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Unjuk Kerja Pengamatan Pembakaran Lilin (TP 11.4.2) | Belum mampu mengamati atau mencatat fenomena pengembunan air pada dinding gelas dan kekeruhan air kapur, serta keliru menarik kesimpulan produk pembakaran. | Mencatat salah satu fenomena dengan benar (hanya uap air atau hanya kekeruhan air kapur), namun belum tepat menarik kesimpulan adanya gas CO2 dan uap air. | Mencatat kedua fenomena dengan benar (adanya embun air dan air kapur menjadi keruh) serta menyimpulkan produk pembakaran adalah uap air (H2O) dan karbon dioksida (CO2) sesuai panduan pengamatan. | Mencatat kedua fenomena pengamatan secara detail dan akurat, menyimpulkan produk H2O dan CO2 dengan tepat, serta mampu menjelaskan persamaan reaksi pengendapan CaCO3 pada air kapur secara mandiri. | | Tes Tertulis: Kekhasan & Posisi Atom Karbon (TP 11.4.1) | Menjawab benar kurang dari 2 jenis posisi atom C (primer, sekunder, tersier, kuarterner) pada struktur senyawa yang diujikan (2,2,4-trimetilpentana). | Menjawab benar 2-3 jenis posisi atom C pada struktur 2,2,4-trimetilpentana (acuan: primer=5, sekunder=1, tersier=1, kuarterner=1). | Menjawab dengan tepat seluruh 4 jenis posisi atom C pada struktur 2,2,4-trimetilpentana (5 primer, 1 sekunder, 1 tersier, 1 kuarterner). | Menjawab dengan tepat seluruh posisi atom C pada struktur serta mampu menjelaskan alasan penentuan posisi berdasarkan ikatan dengan atom C tetangga secara komprehensif. | | Tes Tertulis: Tata Nama IUPAC Hidrokarbon (TP 11.4.3) | Belum mampu memberi nama IUPAC dengan tepat untuk kedua struktur senyawa hidrokarbon yang diujikan. | Menuliskan nama IUPAC dengan benar pada 1 dari 2 struktur yang diberikan (acuan: 4-metil-2-pentena atau 2,2-dimetilbutana). | Menuliskan nama IUPAC dengan tepat untuk kedua struktur senyawa hidrokarbon (4-metil-2-pentena dan 2,2-dimetilbutana). | Menuliskan nama IUPAC kedua struktur dengan sangat tepat, runtut sesuai aturan penomoran rantai utama dan penulisan cabang abjad tanpa kesalahan tanda hubung. | | Tes Tertulis: Hubungan Struktur dan Titik Didih (TP 11.4.4) | Keliru memprediksi perbandingan titik didih dan tidak mengaitkan dengan struktur rantai karbon. | Mampu memprediksi senyawa dengan titik didih lebih tinggi (n-pentana) namun penjelasan gaya antarmolekulnya belum tepat. | Memprediksi n-pentana memiliki titik didih lebih tinggi daripada 2,2-dimetilpropana dan menjelaskan hubungannya dengan luas permukaan kontak gaya van der Waals rantai lurus vs cabang. | Menjelaskan perbandingan titik didih n-pentana dan 2,2-dimetilpropana secara mendalam berbasis luas bidang singgung molekul dan kekuatan gaya van der Waals secara rinci dan tepat. | | Tes Tertulis: Penentuan Isomer Hidrokarbon (TP 11.4.5) | Tidak mampu menggambarkan isomer pentena (C5H10) dengan benar atau struktur yang dibuat tidak memenuhi valensi 4 atom karbon. | Menggambarkan 1 dari 3 struktur isomer C5H10 dengan benar (pilihan acuan: 1-pentena, 2-pentena, atau 2-metil-1-butena). | Menggambarkan 2-3 struktur isomer C5H10 dengan rumus struktur dan penamaan yang tepat (acuan: 1-pentena, 2-pentena, 2-metil-1-butena). | Menggambarkan minimal 3 struktur isomer C5H10 secara benar beserta nama IUPAC-nya dan mengklasifikasikan jenis isomernya (posisi atau kerangka) dengan sangat tepat. | | Tes Tertulis: Reaksi Kimia & Dampak Lingkungan (TP 11.4.6) | Persamaan reaksi pembakaran tidak setara dan belum mampu menjelaskan dampak gas buang terhadap lingkungan. | Menuliskan reaksi pembakaran setara atau menjelaskan salah satu dampak gas buang (CO2 atau CO), tetapi belum keduanya. | Menuliskan persamaan reaksi pembakaran propana yang setara (C3H8 + 5O2 -> 3CO2 + 4H2O) serta menjelaskan dampak CO2 (efek rumah kaca) dan CO (racun pengikat Hb darah). | Menuliskan persamaan reaksi pembakaran setara lengkap dengan fase zat serta menguraikan mekanisme dampak emisi gas CO dan CO2 terhadap kesehatan dan lingkungan secara rinci. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 40 menit untuk unjuk kerja praktikum dan 50 menit untuk tes tertulis mencukupi bagi murid dalam menunjukkan kompetensi terbaiknya?
- Bagian soal atau konsep manakah dari bab Hidrokarbon yang masih menunjukkan tingkat kekeliruan paling tinggi pada lembar jawaban murid?
Murid:- Bagian mana dari materi hidrokarbon (posisi karbon, tata nama, sifat fisik, isomer, atau reaksi) yang paling mudah dan paling menantang bagiku selama asesmen ini?
- Bagaimana keterampilanku dalam melakukan pengamatan ilmiah pembakaran lilin membantuku memahami reaksi kimia hidrokarbon?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Kimia untuk SMA/MA Kelas XI, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI
- Buku Siswa Kimia untuk SMA/MA Kelas XI, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi RI (Bab 4 Subbab A)
- Set Kartu Bergambar Atom Karbon dan Ikatan Kimia untuk aktivitas berpasangan
- Lembar Kerja Murid (LKPD) Kekhasan Atom Karbon dan Bentuk Rantai
- Buku Panduan Guru Kimia untuk SMA/MA Kelas XI, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2022 (Bab IV: Hidrokarbon)
- Buku Siswa Kimia untuk SMA/MA Kelas XI, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2022 (Bab IV: Hidrokarbon)
- Papan tulis, spidol warna-warni untuk melabeli jenis atom karbon (merah untuk 1°, biru untuk 2°, hijau untuk 3°, hitam untuk 4°)
- Lembar Kerja Murid (LKPD) Analisis Posisi Atom Karbon
- Buku Siswa Kimia SMA/MA Kelas XI Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Aktivitas 4.4)
- Buku Panduan Guru Kimia SMA/MA Kelas XI
- Perangkat praktikum: lilin, korek api, corong kaca/plastik penampung gas, selang transparan, tabung reaksi/gelas beker, larutan air kapur (Ca(OH)2)
- Buku Panduan Guru Kimia untuk SMA/MA Kelas XI (Kemendikbudristek 2022, Bab IV Subbab C)
- Buku Panduan Siswa Kimia untuk SMA/MA Kelas XI (Kemendikbudristek 2022, Bab IV Subbab C)
- Lembar Kerja Murid: Kartu Struktur Alkana dan Latihan Tata Nama IUPAC
- Molymod / Kit Model Molekul Senyawa Hidrokarbon (opsional)
- Buku Siswa Kimia untuk SMA/MA Kelas XI, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia 2022, Bab 4 Subbab D.
- Buku Panduan Guru Kimia untuk SMA/MA Kelas XI, Kemendikbudristek 2022.
- Lembar Kerja Murid (LKPD) 'Tantangan Cepat IUPAC Alkena dan Alkuna'.
- Buku Panduan Guru Kimia untuk SMA/MA Kelas XI, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Buku Siswa Kimia untuk SMA/MA Kelas XI Bab 4 (Subbab F: Sifat Fisis dan Kimia Hidrokarbon), Kemendikbudristek.
- Tabel data titik didih alkana dan isomer pentana/heksana.
- Perangkat kartu struktur senyawa hidrokarbon 'Urut Didih'.
- Buku Panduan Guru Kimia untuk SMA/MA Kelas XI, Kemendikbudristek 2022
- Buku Siswa Kimia untuk SMA/MA Kelas XI, Bab IV: Hidrokarbon, Kemendikbudristek 2022
- Set kartu struktur hidrokarbon dan lembar kerja latihan isomer
- Buku Panduan Guru Kimia untuk SMA/MA Kelas XI, Kemendikbudristek 2022, Bab IV Subbab G (Isomer pada Hidrokarbon)
- Buku Siswa Kimia untuk SMA/MA Kelas XI, Kemendikbudristek 2022, Halaman 111–114
- Model molekul bola-pasak (Molymod) atau plastisin dan tusuk gigi sebagai media visualisasi ruang ikatan hidrokarbon
- Lembar Kerja Murid (LKPD) Isomer Geometri dan Gugus Fungsi
- Buku Panduan Guru Kimia untuk SMA/MA Kelas XI, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
- Buku Siswa Kimia untuk SMA/MA Kelas XI Subbab F, G, dan H, Kemendikbudristek
- Lembar Aktivitas Siswa tentang Reaksi Hidrokarbon dan Dampak Pembakarannya
- Buku Panduan Guru Kimia Kelas XI SMA/MA, Kemendikbudristek 2022
- Buku Siswa Kimia Kelas XI SMA/MA, Kemendikbudristek 2022
- Perangkat unjuk kerja laboratorium: lilin, korek api, gelas kimia, tabung reaksi, larutan air kapur Ca(OH)2
- Lembar Asesmen Unjuk Kerja dan Naskah Soal Tes Tertulis Sumatif Bab 4 Hidrokarbon
|