MODUL AJAR Kimia — Kelas 11 (Fase F) Topik: Bab 2 — Ikatan Kimia INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Kimia |
|---|
| Fase / Kelas | Fase F / Kelas 11 |
|---|
| Topik | Bab 2 — Ikatan Kimia |
|---|
| Alokasi Waktu | 21 JP (21 x 45 menit = 945 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 9 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 11.2.1 Membandingkan jenis ikatan kimia berdasarkan proses pembentukan ikatan ion, kovalen, dan logam
- TP 11.2.2 Mengaitkan jenis ikatan kimia dengan bentuk molekul berdasarkan teori tolakan pasangan elektron
- TP 11.2.3 Mengaitkan bentuk molekul dengan gaya intermolekuler pada senyawa kovalen
- TP 11.2.4 Memprediksi sifat fisik materi berdasarkan jenis ikatan kimia dan gaya intermolekuler
- TP 11.2.5 Merencanakan dan melakukan penyelidikan sifat fisik materi berdasarkan jenis ikatan kimia secara sistematis
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Mengapa garam dapur (NaCl) rapuh dan hancur saat dipukul, sedangkan kawat tembaga (Cu) justru membengkok tanpa patah?
- Bagaimana perpindahan atau pergerakan elektron membedakan pembentukan ikatan pada garam dapur dengan ikatan pada kawat tembaga?
- Mengapa gas hidrogen (H2), gas oksigen (O2), dan gas nitrogen (N2) memiliki jumlah pasangan elektron yang dipakai bersama secara berbeda?
- Bagaimana suatu ikatan kovalen dapat terbentuk jika hanya satu atom yang menyumbangkan pasangan elektron ikatannya, seperti pada ion amonium (NH4+)?
- Mengapa molekul metana (CH4) yang memiliki 4 pasangan elektron ikatan membentuk susunan ruang tetrahedral 3 dimensi, bukan bujur sangkar datar?
- Bagaimana tolakan antar-pasangan elektron valensi di sekitar atom pusat menentukan geometri dasar suatu molekul?
- Mengapa molekul air (H2O) berbentuk bengkok, sedangkan karbon dioksida (CO2) berbentuk linear padahal keduanya sama-sama tersusun atas tiga atom?
- Bagaimana keberadaan pasangan elektron bebas (PEB) pada atom pusat dapat mengubah simetri bentuk molekul dan menentukan apakah senyawa tersebut polar atau nonpolar?
- Mengapa molekul oksigen (O2) yang nonpolar dapat dicairkan pada suhu rendah melalui gaya antarmolekul?
- Bagaimana bentuk molekul dan keberadaan pasangan elektron bebas mempengaruhi jenis gaya intermolekuler yang terbentuk antarmolekul kovalen?
- Mengapa air (H2O) yang bermassa molekul relatif kecil (Mr = 18) berwujud cair pada suhu kamar dan mendidih pada suhu 100 °C, sedangkan gas metana (CH4) dengan Mr = 16 sudah mendidih pada suhu -161 °C?
- Mengapa garam dapur (NaCl) membutuhkan suhu di atas 800 °C untuk meleleh, sedangkan lilin atau gula dapat meleleh pada suhu yang jauh lebih rendah?
- Mengapa larutan garam dapur dapat menghantarkan arus listrik dan menyalakan lampu, sedangkan larutan gula tidak?
- Bagaimana kita dapat membuktikan secara eksperimental hubungan antara jenis ikatan kimia (ion vs kovalen) dengan daya hantar listrik dan kelarutan dalam air?
- Mengapa larutan garam dapur dapat membuat lampu alat uji elektrolit menyala terang, sedangkan larutan gula tidak membuat lampu menyala sama sekali?
- Bagaimana perbedaan kelarutan antara senyawa ion seperti garam dan senyawa kovalen nonpolar seperti minyak ketika dimasukkan ke dalam air?
- Bagaimana keterkaitan antara gaya tarik antar-partikel di tingkat mikroskopis dengan titik didih dan kelarutan suatu zat dalam kehidupan sehari-hari?
- Mengapa uji daya hantar listrik dan kelarutan dapat membuktikan jenis ikatan kimia yang menyusun suatu materi?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Membandingkan Pembentukan Ikatan Ion dan Ikatan Logam — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.2.1 Membandingkan jenis ikatan kimia berdasarkan proses pembentukan ikatan ion, kovalen, dan logam
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan 1 yaitu membandingkan proses pembentukan ikatan ion dan ikatan logam (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan tertulis singkat di papan tulis: (1) 'Apakah atom Na melepaskan atau menerima elektron untuk stabil?' (acuan: melepaskan 1 elektron) dan (2) 'Sebutkan jenis partikel bermuatan yang bergerak bebas dalam logam!' (acuan: elektron valensi/lautan elektron) (10 menit).
- Guru mengaitkan jawaban diagnostik dengan fenomena garam kristal rapuh vs kawat logam lentur untuk memantik rasa ingin tahu murid (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mencermati ilustrasi diagram transfer elektron pada pembentukan NaCl dan diagram model 'lautan elektron' (kation logam dalam delokalisasi elektron) pada logam tembaga Cu (15 menit).
- Murid dalam kelompok kecil (3-4 orang) membaca penjelasan tentang serah-terima elektron pada ikatan ion (antara logam dan nonlogam) serta gaya tarik elektrostatik kation-anion, dibandingkan dengan gaya tarik kation terhadap lautan elektron terdelokalisasi pada ikatan logam (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpasangan memainkan aktivitas tantangan kartu ceria 'Tebak & Pasangkan Jenis Ikatan': setiap pasangan mencocokkan 4 kartu skenario pembentukan ikatan berikut: (1) 'Atom Mg (Z=12) mentransfer 2 elektron ke atom O (Z=8) membentuk kisi kristal ionik' -> Ikatan Ion; (2) 'Atom-atom Fe melepaskan elektron valensinya ke ruang antar-kisi membentuk awan elektron terdelokalisasi' -> Ikatan Logam; (3) 'Kation Ca2+ dan anion 2Cl- saling tarik menarik elektrostatik kuat' -> Ikatan Ion; (4) 'Kation Al3+ berada dalam kepungan elektron valensi yang bebas berpindah di seluruh kisi kristal' -> Ikatan Logam (acuan kunci: kartu 1 = Ikatan Ion, kartu 2 = Ikatan Logam, kartu 3 = Ikatan Ion, kartu 4 = Ikatan Logam) (20 menit).
- Setiap murid secara kolaboratif menyusun tabel komparasi pembentukan ikatan ion vs ikatan logam pada LKPD yang memuat 4 aspek perbandingan: (1) Unsur pembentuk (acuan: ion = logam + nonlogam; logam = sesama atom logam), (2) Perilaku elektron valensi (acuan: ion = serah-terima/transfer elektron; logam = delokalisasi membentuk lautan elektron), (3) Partikel yang berinteraksi (acuan: ion = kation positif dan anion negatif; logam = kation logam positif dan lautan elektron), dan (4) Jenis gaya pengikat (acuan: ion = gaya elektrostatik kation-anion; logam = gaya tarik kation terhadap lautan elektron) (20 menit).
- Perwakilan kelompok membacakan baris tabel perbandingan untuk diverifikasi bersama guru dan kelompok lain (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru meninjau kembali tabel komparasi yang telah disusun untuk memastikan pemahaman tentang perbedaan mendasar transfer elektron pada ikatan ion dan delokalisasi elektron pada ikatan logam (15 menit).
Penutup:- Murid mengerjakan cek pemahaman akhir berupa 2 soal komparasi singkat tertulis: 'Bandingkan proses pembentukan ikatan pada kristal KCl dengan logam seng (Zn) berdasarkan keterlibatan elektron dan jenis partikel yang terbentuk!' (acuan kunci: pada KCl terjadi transfer 1 elektron dari K ke Cl membentuk kation K+ dan anion Cl- dengan gaya elektrostatik; pada Zn terjadi delokalisasi elektron valensi Zn membentuk kation Zn2+ dalam lautan elektron bergerak) (10 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar hari ini, mengingatkan materi berikutnya mengenai ikatan kovalen, dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu visual bergambar diagram partikel kisi kristal ionik dan kisi lautan elektron bagi murid yang membutuhkan bantuan konkret.
- Proses: Memberikan bimbingan terstruktur (scaffolding isian rumpang) bagi murid yang belum lancar mengidentifikasi kation-anion, dan memberi tantangan menganalisis perbandingan MgF2 vs padatan logam Na bagi murid yang cepat paham.
- Produk: Format penyajian tabel komparasi dapat berupa diagram matriks tertulis atau bagan alur komparatif.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik tertulis 2 butir soal: (1) 'Apakah atom Na melepaskan atau menerima elektron untuk stabil?' (acuan: melepaskan 1 elektron membentuk ion Na+); (2) 'Sebutkan jenis partikel bermuatan yang bergerak bebas dalam logam!' (acuan: elektron valensi terdelokalisasi/lautan elektron).
Proses:- Pemeriksaan ketepatan pengelompokan 4 kartu skenario pembentukan ikatan (kartu 1: ion, kartu 2: logam, kartu 3: ion, kartu 4: logam).
- Pemeriksaan ketepatan pengisian 4 aspek tabel komparasi pembentukan ikatan ion dan logam pada LKPD: (1) Unsur pembentuk (ion: logam + nonlogam; logam: sesama atom unsur logam), (2) Perilaku elektron (ion: serah-terima/transfer elektron valensi; logam: delokalisasi elektron membentuk lautan elektron), (3) Partikel yang berinteraksi (ion: kation positif dan anion negatif; logam: kation logam dalam lautan elektron), (4) Gaya pengikat (ion: gaya tarik elektrostatik antarion; logam: gaya tarik elektrostatik kation dengan lautan elektron).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir tertulis: 'Bandingkan proses pembentukan ikatan pada kristal KCl dengan logam seng (Zn) berdasarkan keterlibatan elektron dan jenis partikel yang terbentuk!' (acuan jawaban: KCl melibatkan serah terima/transfer elektron dari K ke Cl menghasilkan kation K+ dan anion Cl- yang saling tarik-menarik elektrostatik, sedangkan Zn melibatkan delokalisasi elektron valensi membentuk kation Zn2+ yang ditarik oleh lautan elektron bebas).
Formatif:- Asesmen awal diagnostik kesiapan konsep elektron valensi
- Observasi unjuk kerja permainan tantangan kartu dan penyusunan tabel komparasi LKPD
- Cek pemahaman tertulis komparasi pembentukan ikatan ion vs logam di akhir pertemuan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Membandingkan Pembentukan Ikatan Ion dan Ikatan Logam | Mampu membandingkan proses pembentukan ikatan ion dan logam hanya pada 1 aspek komparasi secara tepat sesuai acuan. | Mampu membandingkan proses pembentukan ikatan ion dan logam pada 2 aspek komparasi secara tepat sesuai acuan. | Mampu membandingkan proses pembentukan ikatan ion dan logam pada 3 aspek komparasi secara tepat sesuai acuan. | Mampu membandingkan proses pembentukan ikatan ion dan logam secara tepat pada seluruh (4) aspek komparasi (unsur pembentuk, perilaku elektron, partikel penyusun, gaya pengikat) sesuai acuan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 135 menit mencukupi bagi murid untuk memahami perbedaan transfer elektron pada ikatan ion dan delokalisasi elektron pada ikatan logam?
- Bagian manakah dari kegiatan tantangan kartu dan tabel perbandingan yang paling efektif memfasilitasi pemahaman komparatif murid?
Murid:- Apa perbedaan paling mendasar antara elektron pada ikatan ion (seperti garam dapur) dan elektron pada ikatan logam (seperti kawat tembaga)?
- Langkah kegiatan mana hari ini yang paling membantumu memahami cara terbentuknya ikatan ion dan ikatan logam?
Pertemuan 2 — Membandingkan Pembentukan Ikatan Kovalen Tunggal, Rangkap, dan Koordinasi — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.2.1 Membandingkan jenis ikatan kimia berdasarkan proses pembentukan ikatan ion, kovalen, dan logam
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan mengondisikan kesiapan belajar (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu membandingkan pembentukan ikatan kovalen tunggal, rangkap dua, rangkap tiga, dan kovalen koordinasi (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan singkat di papan tulis mengenai konfigurasi elektron dan elektron valensi atom nonlogam: (1) Berapakah elektron valensi atom 1H, 8O, dan 7N? (2) Bagaimana atom-atom tersebut mencapai konfigurasi oktet/duplet jika berikatan sesama nonlogam? (acuan jawaban: 1H memiliki 1 elektron valensi/butuh 1 elektron menjadi duplet; 8O memiliki 6 elektron valensi/butuh 2 elektron menjadi oktet; 7N memiliki 5 elektron valensi/butuh 3 elektron menjadi oktet; atom-atom mencapai kestabilan melalui pemakaian bersama pasangan elektron) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid mencermati bagan struktur Lewis molekul H2, O2, N2, dan NH4+ yang ditampilkan di proyektor untuk mengamati perbedaan asal dan jumlah pasangan elektron ikatan (PEI) (15 menit).
- Murid berdiskusi terpimpin membedakan proses pembentukan ikatan kovalen: ikatan kovalen tunggal (pemakaian bersama 1 pasang elektron dari kedua atom, misal H-H atau H-Cl), kovalen rangkap dua (pemakaian bersama 2 pasang elektron dari kedua atom, misal O=O), kovalen rangkap tiga (pemakaian bersama 3 pasang elektron dari kedua atom, misal N≡N), dan kovalen koordinasi (pemakaian bersama 1 pasang elektron yang hanya disumbangkan oleh salah satu atom yang memiliki PEB, misal donor PEB dari N pada NH3 ke ion H+) (20 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpasangan memainkan aktivitas tantangan kartu ikatan kovalen: murid mengambil paket 4 kartu senyawa kovalen lalu membandingkan serta mengelompokkan jenis ikatannya ke dalam tabel perbandingan (25 menit).
- Setiap pasangan menyelesaikan lembar perbandingan 4 molekul berikut: (1) Cl2, (2) CO2, (3) C2H2, dan (4) ion H3O+ dengan menentukan jumlah PEI serta sumber asal elektronnya (acuan pengelompokan dan perbandingan: Cl2 = kovalen tunggal dengan 1 pasang PEI dari kedua atom Cl; CO2 = kovalen rangkap dua dengan 2 pasang PEI pada masing-masing ikatan C=O dari atom C dan O; C2H2 = kovalen rangkap tiga antara C≡C dengan 3 pasang PEI dari kedua atom C; H3O+ = memiliki ikatan kovalen koordinasi karena 1 pasang PEI berasal sepenuhnya dari PEB atom O pada H2O kepada H+) (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengevaluasi hasil lembar perbandingan secara bersama, memeriksa ketepatan analisis jumlah PEI dan sumber elektron pembentuk ikatan kovalen berdasarkan kunci acuan (10 menit).
- Murid mengidentifikasi kesulitan yang dialami dalam membedakan kovalen koordinasi dengan kovalen biasa serta mencatat strategi pemecahannya (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan konsep perbandingan ikatan kovalen tunggal, rangkap, dan koordinasi berdasarkan jumlah PEI dan asal elektron (5 menit).
- Guru menginformasikan topik untuk Pertemuan 3 yaitu mengenai geometri molekul dasar berdasarkan teori tolakan pasangan elektron (VSEPR) dan menutup pembelajaran dengan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar panduan bergambar struktur Lewis lengkap dengan tanda panah asal elektron; murid yang cepat diberikan rumus molekul kompleks seperti SO3 dan HNO3 untuk dianalisis jenis ikatan kovalen tunggal, rangkap, dan koordinasinya.
- Proses: Murid berpasangan saling bertukar peran dalam mengidentifikasi pasangan elektron ikatan dan asalnya.
- Produk: Tabel perbandingan jenis ikatan kovalen (tunggal, rangkap dua, rangkap tiga, koordinasi) beserta asal elektronnya.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik tertulis/lisan pada pembukaan: 1) Berapakah elektron valensi atom 1H, 8O, dan 7N? 2) Bagaimana atom-atom tersebut mencapai kestabilan duplet/oktet jika saling berikatan? (Acuan: 1H valensi 1 butuh 1 elektron; 8O valensi 6 butuh 2 elektron; 7N valensi 5 butuh 3 elektron; mencapai stabil melalui pemakaian bersama pasangan elektron).
Proses:- Observasi pengerjaan tantangan kartu lembar kerja perbandingan 4 molekul: (1) Cl2, (2) CO2, (3) C2H2, dan (4) H3O+. Kriteria ketercapaian: Tepat membandingkan jenis ikatan kovalen (tunggal/rangkap dua/rangkap tiga/koordinasi), jumlah pasangan elektron ikatan, dan asal penyumbang elektron untuk keempat molekul tersebut.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman 2 butir soal di akhir kegiatan: 1) Jelaskan perbedaan pembentukan ikatan kovalen rangkap dua pada O2 dengan ikatan kovalen koordinasi pada NH4+! (Acuan: O2 melibatkan pemakaian bersama 2 pasang elektron yang masing-masing atom O menyumbang 2 elektron; NH4+ melibatkan 1 pasang elektron ikatan yang hanya disumbangkan oleh atom N dari molekul NH3 ke ion H+). 2) Tentukan jenis ikatan kovalen yang terbentuk pada molekul N2! (Acuan: kovalen rangkap tiga karena terdapat 3 pasang elektron ikatan yang dipakai bersama dari kedua atom N).
Formatif:- Penilaian proses lembar kerja perbandingan pembentukan ikatan kovalen (tunggal, rangkap dua, rangkap tiga, koordinasi) pada molekul Cl2, CO2, C2H2, dan H3O+.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Membandingkan pembentukan ikatan kovalen tunggal, rangkap, dan koordinasi | Belum mampu membedakan pembentukan ikatan kovalen tunggal, rangkap dua, rangkap tiga, dan koordinasi pada molekul target (0-1 molekul tepat). | Mampu membandingkan pembentukan ikatan kovalen tunggal dan rangkap berdasarkan jumlah PEI, namun keliru menentukan ikatan kovalen koordinasi dan asal elektronnya (2 molekul tepat dari 4 target: Cl2, CO2, C2H2, H3O+). | Mampu membandingkan pembentukan ikatan kovalen tunggal, rangkap, dan koordinasi dengan tepat berdasarkan jumlah PEI dan asal elektron pada 3-4 molekul target secara tepat. | Mampu membandingkan pembentukan ikatan kovalen tunggal, rangkap dua, rangkap tiga, dan koordinasi pada seluruh molekul target (Cl2, CO2, C2H2, H3O+) secara tepat dan mandiri serta mampu membandingkan pada molekul kompleks tambahan (SO3 dan HNO3). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 135 menit mencukupi bagi murid untuk membedakan ikatan kovalen biasa dan kovalen koordinasi?
- Apakah aktivitas tantangan kartu ikatan kovalen efektif meningkatkan pemahaman konsep pasangan elektron ikatan?
Murid:- Bagian mana dari pembentukan ikatan kovalen tunggal, rangkap, atau koordinasi yang paling mudah dan paling menantang untuk dipahami?
- Bagaimana caraku membedakan ikatan kovalen koordinasi dengan ikatan kovalen biasa saat melihat struktur Lewis?
Pertemuan 3 — Mengaitkan Pasangan Elektron Bebas dan Terikat dengan Geometri Molekul Dasar Teori Tolakan Pasangan Elektron — 3 JP (3 x 45 menit = 135 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.2.2 Mengaitkan jenis ikatan kimia dengan bentuk molekul berdasarkan teori tolakan pasangan elektron
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan memimpin doa bersama (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-3, yaitu mengaitkan jumlah pasangan elektron ikatan (PEI) dan pasangan elektron bebas (PEB) dengan geometri molekul dasar menurut Teori Tolakan Pasangan Elektron Kulit Valensi / VSEPR (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik singkat awal berupa 2 butir pertanyaan di papan tulis untuk mengidentifikasi jumlah pasangan elektron valensi pada atom pusat BeCl2 dan CH4 (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mencermati bagan 5 geometri molekul dasar (linier, segitiga planar, tetrahedral, trigonal bipiramida, dan oktahedral) serta menyimak penjelasan prinsip Teori VSEPR bahwa pasangan-pasangan elektron di sekitar atom pusat saling tolak-menolak sejauh mungkin untuk meminimalkan gaya tolak (15 menit).
- Murid mengkaji contoh penentuan geometri dasar melalui penghitungan domain elektron atom pusat pada molekul BeCl2 (domain 2 = linier, 180°), BF3 (domain 3 = segitiga planar, 120°), dan CCl4 (domain 4 = tetrahedral, 109,5°) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid berpasangan memainkan aktivitas tantangan menggembirakan 'Rakit Balon Geometri' dengan merangkai balon terikat sebagai analogi domain elektron untuk membuktikan mengapa 2 balon otomatis membentuk garis lurus (linier), 3 balon membentuk segitiga datar, dan 4 balon membentuk tetrahedral (15 menit).
- Secara berpasangan, murid mengerjakan Lembar Kerja Teori VSEPR untuk menentukan jumlah domain elektron (PEI dan PEB pada atom pusat) serta mengaitkannya dengan geometri molekul dasar pada 5 senyawa target: (1) BeCl2, (2) BF3, (3) CH4, (4) PCl5, dan (5) SF6 (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangan mengecek kesesuaian hasil analisis lembar kerja mereka dengan kunci verifikasi yang dipaparkan guru di papan tulis, lalu menandai pemahaman konsep tolakan elektron yang telah dikuasai (20 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan inti pembelajaran bahwa geometri molekul dasar ditentukan oleh minimasi tolakan dari total domain elektron ikatan dan bebas di sekitar atom pusat (15 menit).
- Guru memberikan tindak lanjut untuk membaca bentuk molekul turunan yang memiliki PEB pada pertemuan berikutnya, lalu menutup sesi dengan doa dan salam (15 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang memerlukan bimbingan diberikan kartu panduan struktur Lewis atom pusat dengan elektron valensi yang sudah terpetakan, sedangkan murid yang telah mahir langsung menganalisis senyawa pusat dari nomor atom unsur.
- Proses: Pada tahap mengaplikasi, murid yang kesulitan mendapatkan pendampingan bertahap menghitung domain elektron bersama guru, sementara kelompok mahir menyelesaikan seluruh 5 senyawa secara mandiri.
- Produk: Semua murid mengisi lembar kerja tabel kaitan domain dengan geometri molekul dasar; murid mahir menambahkan besar sudut ikatan teoritis pada masing-masing geometri molekul dasar.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik tertulis singkat 2 butir soal: (1) Tentukan jumlah elektron valensi atom Be pada BeCl2 (nomor atom Be = 4, Cl = 17) dan gambarkan pasangan elektron ikatannya! [Acuan: Be bervalensi 2, membentuk 2 ikatan kovalen tunggal dengan 2 atom Cl, tanpa PEB]; (2) Tentukan jumlah pasangan elektron di sekitar atom pusat C pada molekul CH4! [Acuan: C memiliki 4 elektron valensi yang semuanya membentuk 4 pasangan elektron ikatan dengan 4 atom H].
Proses:- Observasi formatif saat pengerjaan lembar kerja 5 senyawa target dengan daftar kunci verifikasi: (1) BeCl2: 2 PEI, 0 PEB, domain 2 -> Geometri Linier (sudut 180°); (2) BF3: 3 PEI, 0 PEB, domain 3 -> Geometri Segitiga Planar (sudut 120°); (3) CH4: 4 PEI, 0 PEB, domain 4 -> Geometri Tetrahedral (sudut 109,5°); (4) PCl5: 5 PEI, 0 PEB, domain 5 -> Geometri Trigonal Bipiramida (sudut 90° dan 120°); (5) SF6: 6 PEI, 0 PEB, domain 6 -> Geometri Oktahedral (sudut 90°).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman 1 butir di akhir sesi: 'Jika suatu molekul memiliki atom pusat dengan 4 ikatan tunggal tanpa pasangan elektron bebas di sekitarnya, geometri molekul apakah yang terbentuk dan mengapa tidak berbentuk bujur sangkar datar?' [Acuan: Geometri tetrahedral (sudut 109,5°), karena orientasi 3 dimensi menghasilkan tolakan antar-pasangan elektron yang lebih minimal dibandingkan bujur sangkar datar 2 dimensi (sudut 90°)].
Formatif:- Penilaian kinerja pengerjaan Lembar Kerja Penentuan Geometri Molekul Dasar Teori VSEPR pada 5 senyawa target
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengaitkan Pasangan Elektron dengan Geometri Molekul Dasar Teori VSEPR | Mengaitkan jumlah domain pasangan elektron dengan geometri molekul dasar secara tepat pada 1 dari 5 senyawa target acuan (BeCl2, BF3, CH4, PCl5, SF6) dengan bimbingan penuh guru. | Mengaitkan jumlah domain pasangan elektron dengan geometri molekul dasar secara tepat pada 2-3 dari 5 senyawa target acuan (BeCl2, BF3, CH4, PCl5, SF6) dengan sedikit bantuan. | Mengaitkan jumlah domain pasangan elektron dengan geometri molekul dasar secara tepat pada 4 dari 5 senyawa target acuan (BeCl2, BF3, CH4, PCl5, SF6) secara mandiri. | Mengaitkan jumlah domain pasangan elektron dengan geometri molekul dasar secara tepat pada seluruh 5 senyawa target acuan (BeCl2, BF3, CH4, PCl5, SF6) secara konsisten dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan analogi ikatan balon efektif membantu murid mengabstraksi konsep tolakan pasangan elektron dalam ruang 3 dimensi?
- Bagian penentuan geometri dasar mana yang paling sering membuat murid keliru dalam menghitung domain elektron?
Murid:- Bagian mana dari konsep teori VSEPR yang paling membantumu memahami bentuk dasar suatu molekul?
- Apakah kamu sudah dapat membedakan dengan jelas antara geometri molekul dasar 2 domain, 3 domain, hingga 6 domain?
Pertemuan 4 — Mengaitkan Teori Tolakan Pasangan Elektron dengan Bentuk Molekul Turunan dan Kepolaran Senyawa — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.2.2 Mengaitkan jenis ikatan kimia dengan bentuk molekul berdasarkan teori tolakan pasangan elektron
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan kesiapan belajar (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengaitkan jenis ikatan kovalen dan teori tolakan pasangan elektron (VSEPR) dengan bentuk molekul turunan serta sifat kepolaran senyawa (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen diagnostik awal singkat: murid menjawab 2 butir soal pada secarik kertas mengenai penentuan PEI dan PEB untuk mengukur kesiapan belajar. Butir 1: 'Berapa jumlah PEI dan PEB pada atom pusat N pada molekul NH3 (nomor atom N=7, H=1)?' (acuan: PEI = 3, PEB = 1). Butir 2: 'Berapa jumlah PEI dan PEB pada atom pusat C pada molekul CH4 (nomor atom C=6, H=1)?' (acuan: PEI = 4, PEB = 0) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid mencermati pemodelan visual dan representasi struktur Lewis molekul CH4 (AX4), NH3 (AX3E), H2O (AX2E2), dan XeF2 (AX2E3) untuk memahami pengaruh gaya tolakan Pasangan Elektron Bebas (PEB) terhadap sudut ikatan dan geometri turunan (10 menit).
- Murid mengkaji materi konsep bahwa tolakan PEB-PEB > PEB-PEI > PEI-PEI, serta menganalisis keterkaitan bentuk molekul simetris/asimetris dan momen dipol terhadap sifat kepolaran senyawa kovalen (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Secara berpasangan, murid memainkan permainan tantangan kartu 'Detektif Bentuk & Polar' di mana setiap pasangan menganalisis 4 kartu senyawa berikut: Kartu 1: SO2 (nomor atom S=16, O=8; rumus tipe AX2E; acuan: bentuk bengkok/huruf V, sifat polar karena asimetris dan momen dipol tidak nol); Kartu 2: SF4 (nomor atom S=16, F=9; rumus tipe AX4E; acuan: bentuk jungkat-jungkit/seesaw, sifat polar karena asimetris dan momen dipol tidak nol); Kartu 3: XeF2 (nomor atom Xe=54, F=9; rumus tipe AX2E3; acuan: bentuk linear, sifat nonpolar karena simetris dan resultan momen dipol saling meniadakan/nol); Kartu 4: PCl3 (nomor atom P=15, Cl=17; rumus tipe AX3E; acuan: bentuk piramida trigonal, sifat polar karena asimetris dan momen dipol tidak nol) (20 menit).
- Setiap pasangan menuliskan hasil pengaitan antara rumus tipe VSEPR, nama bentuk molekul turunan, dan simpulan kepolaran senyawa pada Lembar Kerja Aktivitas sesuai acuan keempat kartu di atas (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid membandingkan hasil analisis kelompoknya dengan acuan kunci bersama guru untuk mengonfirmasi ketepatan pengaitan tolakan pasangan elektron dengan bentuk molekul dan kepolaran (10 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan bahwa adanya PEB menyebabkan desakan sudut ikatan yang menghasilkan bentuk molekul turunan asimetris, yang jika momen dipolnya tidak saling meniadakan akan menjadikan senyawa kovalen bersifat polar (5 menit).
- Murid mengerjakan cek pemahaman akhir 1 butir soal: 'Tentukan tipe VSEPR, bentuk molekul turunan, dan kepolaran molekul ClF3 (nomor atom Cl=17, F=9)!' (acuan: elektron valensi Cl = 7, berikatan dengan 3 atom F sehingga PEI = 3, sisa 4 elektron bebas menjadi PEB = 2, tipe molekul AX3E2, bentuk molekul bentuk T/huruf T, dan bersifat polar karena bentuknya asimetris sehingga resultan momen dipol tidak sama dengan nol) (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan struktur Lewis atom pusat dan tabel tipe VSEPR AXnEm; murid yang telah mahir langsung menganalisis senyawa dengan pasangan elektron pusat yang mengalami ekspansi oktet.
- Proses: Murid berpencapaian tinggi bekerja mandiri memprediksi resultan vektor momen dipol pada bentuk turunan; murid yang membutuhkan bimbingan diarahkan secara bertahap menghitung jumlah elektron valensi dan menentukan PEI/PEB dengan bantuan guru.
- Produk: Format penyajian lembar kerja dapat berupa tabel matriks analisis atau diagram alir klasifikasi kepolaran senyawa.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes tertulis diagnostik singkat 2 butir soal sebelum inti pembelajaran: (1) Menentukan jumlah PEI dan PEB atom pusat N pada molekul NH3 (acuan: PEI = 3, PEB = 1); (2) Menentukan jumlah PEI dan PEB atom pusat C pada molekul CH4 (acuan: PEI = 4, PEB = 0).
Proses:- Observasi keterlibatan diskusi pasangan dan ketepatan pengerjaan Lembar Kerja Tantangan Kartu 'Detektif Bentuk & Polar' untuk 4 senyawa target (SO2, SF4, XeF2, PCl3) dengan acuan: (1) SO2 = AX2E, bentuk bengkok, polar; (2) SF4 = AX4E, bentuk jungkat-jungkit/seesaw, polar; (3) XeF2 = AX2E3, bentuk linear, nonpolar; (4) PCl3 = AX3E, bentuk piramida trigonal, polar.
Akhir Pertemuan:- Pengecekan pemahaman akhir tertulis mandiri dengan butir: Menentukan tipe VSEPR, bentuk molekul turunan, dan kepolaran molekul ClF3. Acuan jawaban benar: Tipe AX3E2, Bentuk molekul T / huruf T, Sifat polar (karena asimetris dan resultan momen dipol tidak sama dengan nol).
Formatif:- Asesmen diagnostik awal pemahaman PEI dan PEB pada struktur molekul sederhana
- Penilaian kinerja pengerjaan Lembar Kerja Permainan Tantangan Kartu 'Detektif Bentuk & Polar' (analisis tipe VSEPR, bentuk turunan, dan kepolaran)
- Cek pemahaman tertulis di akhir pertemuan mengenai penentuan bentuk molekul turunan dan kepolaran senyawa
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pengaitan Teori VSEPR dengan Bentuk Molekul Turunan | Belum mampu mengaitkan jumlah PEI dan PEB dengan bentuk molekul turunan (tepat 0-1 dari 4 senyawa kartu acuan: SO2, SF4, XeF2, PCl3). | Mampu mengaitkan jumlah PEI dan PEB dengan bentuk molekul turunan secara tepat pada 2 dari 4 senyawa kartu acuan (acuan: SO2 = bengkok; SF4 = jungkat-jungkit; XeF2 = linear; PCl3 = piramida trigonal). | Mampu mengaitkan jumlah PEI dan PEB dengan bentuk molekul turunan secara tepat pada 3 dari 4 senyawa kartu acuan (acuan: SO2 = bengkok; SF4 = jungkat-jungkit; XeF2 = linear; PCl3 = piramida trigonal). | Mampu mengaitkan jumlah PEI dan PEB dengan bentuk molekul turunan secara tepat pada seluruh 4 senyawa kartu acuan secara mandiri (acuan: SO2 = bengkok; SF4 = jungkat-jungkit; XeF2 = linear; PCl3 = piramida trigonal). | | Pengaitan Bentuk Molekul dengan Kepolaran Senyawa | Belum mampu mengaitkan simetri bentuk molekul dengan kepolaran senyawa (tepat 0-1 dari 4 senyawa kartu acuan: SO2, SF4, XeF2, PCl3). | Mampu mengaitkan simetri bentuk molekul dengan sifat kepolaran secara tepat pada 2 dari 4 senyawa kartu acuan (acuan: SO2 = polar; SF4 = polar; XeF2 = nonpolar; PCl3 = polar). | Mampu mengaitkan simetri bentuk molekul dengan sifat kepolaran secara tepat pada 3 dari 4 senyawa kartu acuan (acuan: SO2 = polar; SF4 = polar; XeF2 = nonpolar; PCl3 = polar). | Mampu mengaitkan simetri bentuk molekul dengan sifat kepolaran secara tepat pada seluruh 4 senyawa kartu acuan secara mandiri (acuan: SO2 = polar; SF4 = polar; XeF2 = nonpolar; PCl3 = polar). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan permainan kartu tantangan efektif memfasilitasi murid memahami perbedaan tolakan PEB yang menghasilkan bentuk turunan?
- Bagian mana dari konsep kepolaran senyawa berbasis simetri bentuk molekul yang masih menimbulkan miskonsepsi bagi murid?
Murid:- Bagaimana keberadaan pasangan elektron bebas (PEB) dapat mempengaruhi bentuk molekul dan kepolaran yang telah saya pelajari hari ini?
- Langkah analisis apa yang paling membantu saya dalam menentukan apakah suatu molekul bersifat polar atau nonpolar?
Pertemuan 5 — Mengaitkan Bentuk Molekul dengan Gaya van der Waals dan Ikatan Hidrogen — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.2.3 Mengaitkan bentuk molekul dengan gaya intermolekuler pada senyawa kovalen
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menciptakan suasana belajar yang tertib (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengaitkan bentuk molekul dengan gaya intermolekuler (gaya van der Waals dan ikatan hidrogen) pada senyawa kovalen (4 menit).
- Murid mengerjakan tes diagnostik singkat pada lembar awal mengenai kepolaran berdasarkan bentuk molekul: (1) Menentukan simetri bentuk molekul CO2 (linier, nonpolar) dan H2O (bentuk V/bengkok, polar); (2) Mengidentifikasi atom elektronegatif penyusun ikatan hidrogen (F, O, N berikatan dengan H) (8 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati pemodelan 3 gambar wujud dan interaksi: Gambar 1 (oksigen cair dengan interaksi dipol sesaat/gaya London antarmolekul O2 linier simetris), Gambar 2 (interaksi dipol permanen antarmolekul HCl bentuk linier asimetris), dan Gambar 3 (interaksi ikatan hidrogen antarmolekul H2O bentuk V) (10 menit).
- Murid menganalisis prinsip keterkaitan bentuk molekul dengan gaya intermolekuler: bentuk molekul simetris tanpa PEB menghasilkan molekul nonpolar dengan gaya London (dipol sesaat-dipol terimbas); bentuk molekul asimetris dengan PEB menghasilkan kepolaran tetap dengan gaya dipol-dipol; serta molekul polar dengan ikatan langsung H ke N, O, atau F yang membentuk ikatan hidrogen (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Dalam aktivitas tantangan berpasangan 'Tebak Interaksi Molekul', murid menerima 4 kartu kasus molekul kovalen: Kartu 1 (CH4: bentuk tetrahedral simetris, nonpolar), Kartu 2 (NH3: bentuk trigonal piramida asimetris, polar, ada ikatan N-H), Kartu 3 (SO2: bentuk V asimetris, polar, tanpa H-N/O/F), dan Kartu 4 (CO2: bentuk linier simetris, nonpolar) (15 menit).
- Setiap pasangan mengaitkan bentuk molekul tiap kartu dengan jenis gaya intermolekulernya secara tepat: CH4 -> gaya London; NH3 -> ikatan hidrogen (dan van der Waals/dipol-dipol); SO2 -> gaya dipol-dipol (van der Waals); CO2 -> gaya London (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama pasangannya memvalidasi hasil pengaitan bentuk molekul dengan gaya intermolekuler berdasarkan acuan kunci serta mengevaluasi kesalahan identifikasi yang sempat terjadi selama aktivitas (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap ketepatan murid dalam mengaitkan bentuk molekul dengan gaya intermolekuler (5 menit).
- Murid menuliskan satu kesimpulan reflektif mengenai perbedaan interaksi gaya London, dipol-dipol, dan ikatan hidrogen pada buku catatan masing-masing (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan visual yang menunjukkan simetri bentuk molekul dan letak pasangan elektron bebas (PEB). Murid mahir diberikan tambahan molekul poliatomik yang lebih kompleks seperti XeF4 (bujur sangkar nonpolar -> gaya London) dan HF (linier polar berikatan hidrogen).
- Proses: Murid yang memerlukan bimbingan berdiskusi berpasangan dengan arahan langsung langkah demi langkah dari guru, sedangkan murid yang sudah paham bekerja mandiri menyelesaikan seluruh penentuan gaya intermolekuler.
- Produk: Format pengisian tabel keterkaitan bentuk molekul dengan gaya intermolekuler dapat berupa bagan matriks berpasangan atau lembar isian alur klasifikasi molekul.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik 2 butir soal: (1) 'Tentukan apakah bentuk molekul CO2 (linier tanpa PEB) dan H2O (bentuk V dengan 2 PEB) bersifat polar atau nonpolar!' (Acuan jawaban: CO2 nonpolar karena bentuk simetris; H2O polar karena bentuk asimetris dan memiliki PEB); (2) 'Sebutkan 3 unsur elektronegatif yang jika mengikat hidrogen dapat menimbulkan ikatan hidrogen antarmolekulnya!' (Acuan jawaban: Fluorin/F, Oksigen/O, dan Nitrogen/N). Kriteria: 2 butir benar = siap; 1 butir benar = bimbingan parsial; 0 benar = bimbingan intensif konsep kepolaran.
Proses:- Penilaian formatif lembar pengaitan 4 kartu molekul dengan gaya intermolekulernya: (1) Kartu CH4 (tetrahedral simetris) dikaitkan ke gaya London/dispersi; (2) Kartu NH3 (trigonal piramida asimetris, ikatan N-H) dikaitkan ke ikatan hidrogen; (3) Kartu SO2 (bentuk V asimetris, momen dipol tidak nol) dikaitkan ke gaya dipol-dipol van der Waals; (4) Kartu CO2 (linier simetris) dikaitkan ke gaya London/dispersi. Dinilai dari ketepatan pasangan bentuk molekul dan gaya intermolekulernya (skala skor 1-4 sesuai jumlah pasangan tepat).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir 3 butir: (1) Molekul CCl4 memiliki bentuk tetrahedral simetris, gaya intermolekuler apa yang terjadi antarmolekulnya? (Acuan: Gaya London / dispersi); (2) Molekul NF3 memiliki bentuk trigonal piramida asimetris tanpa ikatan O-H/N-H/F-H, gaya utama apa yang bekerja? (Acuan: Gaya dipol-dipol / van der Waals); (3) Molekul HF memiliki bentuk linier polar dengan ikatan langsung H-F, gaya utama apa yang terbentuk? (Acuan: Ikatan hidrogen). Kriteria: tuntas jika minimal 2 dari 3 butir dijawab tepat sesuai acuan.
Formatif:- Lembar kerja diagnostik awal kepolaran dan bentuk molekul
- Observasi unjuk kerja berpasangan dalam aktivitas 'Tebak Interaksi Molekul'
- Cek pemahaman formatif lembar pengaitan 4 kartu molekul dengan jenis gaya intermolekuler
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengaitkan bentuk molekul dengan gaya intermolekuler senyawa kovalen | Belum mampu mengaitkan bentuk molekul simetris/asimetris dengan gaya intermolekuler (0-1 kartu tepat dari 4 target: CH4, NH3, SO2, CO2). | Mulai mampu mengaitkan bentuk molekul dengan gaya intermolekuler namun masih terbatas pada 2 kartu tepat dari 4 target dengan bantuan guru. | Mampu mengaitkan bentuk molekul dengan gaya intermolekuler (gaya London, dipol-dipol, dan ikatan hidrogen) secara tepat pada minimal 3 dari 4 target kartu secara mandiri. | Mampu mengaitkan bentuk molekul dengan seluruh gaya intermolekuler (gaya London, dipol-dipol, dan ikatan hidrogen) secara tepat pada keempat target kartu (CH4, NH3, SO2, CO2) secara konsisten dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas tantangan berpasangan efektif memfasilitasi murid dalam mengaitkan bentuk molekul simetris/asimetris dengan jenis gaya antarmolekul?
- Bagian mana dari penjelasan perbedaan gaya van der Waals (London dan dipol-dipol) serta ikatan hidrogen yang masih memerlukan penguatan pada pertemuan berikutnya?
Murid:- Bagaimana cara saya menentukan apakah suatu molekul kovalen mengalami gaya London, gaya dipol-dipol, atau ikatan hidrogen berdasarkan bentuk molekulnya?
- Apakah saya sudah dapat membedakan gaya antarmolekul yang lemah (van der Waals) dengan ikatan hidrogen yang lebih kuat?
Pertemuan 6 — Memprediksi Sifat Fisik Titik Didih dan Titik Leleh Materi Berdasarkan Ikatan Kimia dan Gaya Intermolekuler — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.2.4 Memprediksi sifat fisik materi berdasarkan jenis ikatan kimia dan gaya intermolekuler
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam pembuka, menyapa murid, dan memfasilitasi doa bersama untuk menciptakan suasana belajar yang tertib dan siap (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-6, yaitu memprediksi urutan dan perbandingan sifat fisik titik didih serta titik leleh materi berdasarkan jenis ikatan kimia (ion, kovalen, logam) dan gaya intermolekuler (ikatan hidrogen, dipol-dipol, dispersi London) (2 menit).
- Guru melakukan asesmen awal berupa tes diagnostik singkat 3 butir soal tertulis di papan tulis: (1) Sebutkan urutan kekuatan relatif dari yang terkuat: ikatan ion, gaya dispersi London, dan ikatan hidrogen; (2) Tentukan jenis interaksi antarmolekul dominan pada H2O; (3) Tentukan jenis interaksi dominan pada CH4. Kunci jawaban: (1) Ikatan ion > ikatan hidrogen > gaya dispersi London; (2) Ikatan hidrogen; (3) Gaya dispersi London / van der Waals (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mencermati tabel data sifat fisik 4 zat: NaCl (titik leleh 801 °C, ikatan ion), Fe (titik leleh 1538 °C, ikatan logam), H2O (titik didih 100 °C, ikatan hidrogen), dan CH4 (titik didih -161 °C, gaya dispersi London) yang ditampilkan guru untuk menghubungkan kekuatan ikatan/gaya dengan energi yang dibutuhkan untuk memutuskan interaksi fasa (10 menit).
- Murid menyimak penjelasan guru dan mengajukan pertanyaan terarah mengenai prinsip prediksi: semakin kuat ikatan kimia (kovalen raksasa/logam/ion) atau gaya intermolekuler (ikatan hidrogen > dipol-dipol permanen > dispersi London sesaat), semakin tinggi titik didih dan titik lelehnya (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagi murid berpasangan untuk memainkan tantangan cepat kartu interaktif 'Tebak Peringkat Titik Didih/Leleh' (Joyful Challenge) guna memprediksi urutan titik didih 3 set senyawa: Set 1 (HF vs HCl vs HBr); Set 2 (CH4 vs C2H6 vs C3H8); Set 3 (NaCl vs H2O vs O2) (15 menit).
- Secara berpasangan, murid mengerjakan Lembar Kerja Prediksi Sifat Fisik yang berisi 4 kasus prediksi: Kasus 1: Memprediksi perbandingan titik didih NH3 vs PH3 (Acuan: Titik didih NH3 lebih tinggi daripada PH3 karena NH3 memiliki ikatan hidrogen antarmolekul yang jauh lebih kuat dibanding gaya dipol-dipol pada PH3); Kasus 2: Memprediksi perbandingan titik leleh KCl vs Cl2 (Acuan: Titik leleh KCl jauh lebih tinggi daripada Cl2 karena KCl berikatan ionik dengan kisi kristal elektrostatik kuat, sedangkan Cl2 molekul kovalen nonpolar dengan gaya London lemah); Kasus 3: Memprediksi urutan titik didih dari terendah ke tertinggi untuk He, Ne, Ar (Acuan: Urutan titik didih terendah ke tertinggi adalah He < Ne < Ar karena ketiganya nonpolar dengan gaya dispersi London, di mana Mr dan ukuran awan elektron meningkat dari He ke Ar sehingga gaya tarik makin kuat); Kasus 4: Memprediksi perbandingan titik didih etanol (C2H5OH) vs dimetil eter (CH3OCH3) yang berisomer Mr = 46 (Acuan: Titik didih C2H5OH lebih tinggi daripada CH3OCH3 karena C2H5OH memiliki gugus -OH yang membentuk ikatan hidrogen, sedangkan CH3OCH3 hanya memiliki gaya dipol-dipol permanen) (20 menit).
- Murid dan guru memeriksa bersama hasil prediksi dari lembar kerja tersebut menggunakan kunci acuan konseptual di papan tulis (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid secara mandiri menuliskan refleksi kesadaran konsep (mindful learning) di lembar catatan tentang alur berpikir logis yang digunakan saat memprediksi titik didih/leleh: mulai dari mengidentifikasi jenis zat (ion/logam/kovalen), menentukan jenis gaya intermolekuler (apakah ada ikatan hidrogen, dipol permanen, atau dispersi), hingga membandingkan pengaruh massa molar jika jenis gayanya sama (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan cek pemahaman cepat (asesmen akhir) berupa 1 soal prediksi tertulis: 'Prediksikan zat mana yang memiliki titik didih lebih tinggi antara H2O dan H2S, serta tuliskan 1 alasan gaya interaksinya!' Acuan jawaban: H2O lebih tinggi dari H2S karena H2O memiliki ikatan hidrogen sedangkan H2S hanya gaya dipol-dipol (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap hasil cek pemahaman, menegaskan kembali pola hubungan gaya intermolekuler dengan sifat fisik, serta mengingatkan murid untuk membaca topik pertemuan berikutnya tentang perencanaan prosedur penyelidikan daya hantar listrik dan kelarutan senyawa (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan bagan hierarki alur keputusan gaya antarmolekul (Ionik > Logam > Ikatan Hidrogen > Dipol-dipol > London); murid berkemampuan cepat diberikan data molekul bercabang vs rantai lurus (isomer pentana) untuk memprediksi pengaruh luas permukaan kontak terhadap titik didih.
- Proses: Murid berkesiapan sedang didampingi secara berpasangan; murid berkesiapan tinggi bekerja mandiri memprediksi variasi kasus Mr setara dengan bentuk geometri molekul berbeda.
- Produk: Seluruh murid menyelesaikan 4 kasus lembar prediksi yang sama, dengan variasi penjelasan murid mahir mencakup visualisasi orientasi kutub antarmolekul.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Soal diagnostik tertulis 3 butir: (1) Urutan kekuatan relatif: ikatan ion, gaya dispersi London, ikatan hidrogen; (2) Jenis interaksi antarmolekul pada H2O; (3) Jenis interaksi antarmolekul pada CH4. Kunci/acuan jawaban: (1) Ikatan ion > ikatan hidrogen > gaya dispersi London; (2) Ikatan hidrogen; (3) Gaya dispersi London.
Proses:- Penilaian lembar kerja prediksi 4 kasus: Kasus 1 (NH3 vs PH3), Kasus 2 (KCl vs Cl2), Kasus 3 (He, Ne, Ar), Kasus 4 (C2H5OH vs CH3OCH3). Acuan kunci: Kasus 1 NH3 > PH3 (ikatan hidrogen vs dipol-dipol); Kasus 2 KCl > Cl2 (ikatan ionik elektrostatik vs gaya dispersi kovalen nonpolar); Kasus 3 He < Ne < Ar (kenaikan Mr/awan elektron pada gaya London); Kasus 4 C2H5OH > CH3OCH3 (ikatan hidrogen vs dipol-dipol).
Akhir Pertemuan:- Butir cek pemahaman mandiri: 'Prediksikan manakah yang memiliki titik didih lebih tinggi antara H2O dan H2S serta sebutkan dasar gaya antarmolekulnya!' Kunci/acuan jawaban: H2O lebih tinggi daripada H2S; acuan alasan: antarmolekul H2O memiliki ikatan hidrogen sedangkan H2S hanya memiliki gaya tarik dipol-dipol permanen (van der Waals) yang relatif lebih lemah.
Formatif:- Asesmen diagnostik awal 3 butir pertanyaan prasyarat jenis ikatan dan interaksi
- Observasi unjuk kerja berpasangan pada lembar kerja prediksi sifat fisik titik didih dan titik leleh
- Cek pemahaman tertulis 1 butir di akhir pembelajaran
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Ketepatan Memprediksi Perbandingan Titik Didih dan Titik Leleh Berdasarkan Jenis Ikatan dan Gaya Intermolekuler | Memprediksi dengan tepat 1 dari 4 kasus prediksi sifat fisik materi pada lembar kerja (Acuan: Kasus 1 NH3 > PH3; Kasus 2 KCl > Cl2; Kasus 3 He < Ne < Ar; Kasus 4 C2H5OH > CH3OCH3) dengan pendampingan penuh guru. | Memprediksi dengan tepat 2 dari 4 kasus prediksi sifat fisik materi pada lembar kerja (Acuan: Kasus 1 NH3 > PH3; Kasus 2 KCl > Cl2; Kasus 3 He < Ne < Ar; Kasus 4 C2H5OH > CH3OCH3) secara terbimbing. | Memprediksi dengan tepat 3 dari 4 kasus prediksi sifat fisik materi pada lembar kerja (Acuan: Kasus 1 NH3 > PH3; Kasus 2 KCl > Cl2; Kasus 3 He < Ne < Ar; Kasus 4 C2H5OH > CH3OCH3) secara mandiri. | Memprediksi dengan tepat seluruh 4 kasus prediksi sifat fisik materi pada lembar kerja (Acuan: Kasus 1 NH3 > PH3; Kasus 2 KCl > Cl2; Kasus 3 He < Ne < Ar; Kasus 4 C2H5OH > CH3OCH3) secara mandiri dan lengkap beserta alasan gaya interaksinya. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alur penjelasan konseptual perbandingan kekuatan ikatan kimia versus gaya antarmolekul cukup mudah dipahami murid untuk memprediksi titik didih/leleh?
- Apakah kegiatan tantangan berpasangan berhasil memotivasi murid secara menggembirakan tanpa mengurangi fokus pemahaman konsep?
Murid:- Bagian mana dari langkah memprediksi titik didih dan titik leleh suatu senyawa yang menurutmu paling mudah dan paling menantang?
- Bagaimana kamu membedakan kapan harus menggunakan alasan ikatan hidrogen dibandingkan dengan gaya dispersi London saat memprediksi sifat fisik zat?
Pertemuan 7 — Merencanakan Prosedur Penyelidikan Daya Hantar Listrik dan Kelarutan Senyawa Berdasarkan Jenis Ikatan Kimia — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.2.5 Merencanakan dan melakukan penyelidikan sifat fisik materi berdasarkan jenis ikatan kimia secara sistematis
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar, dan menyampaikan bahwa fokus pertemuan ini adalah merencanakan prosedur penyelidikan daya hantar listrik dan kelarutan senyawa berdasarkan jenis ikatan kimia untuk persiapan praktikum pertemuan berikutnya (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat melalui pertanyaan tertulis terarah mengenai identifikasi variabel dan pengelompokan bahan uji berdasarkan jenis ikatannya (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid secara berpasangan mencermati stimulus rancangan penyelidikan mengenai 4 sampel bahan: NaCl (padatan dan larutan), sukrosa/gula (padatan dan larutan), serta pelarut air dan minyak tanah untuk mengidentifikasi komponen penyelidikan ilmiah yang valid (15 menit).
- Murid mengikuti permainan cepat tantangan kartu 'Variabel Match' untuk menjodohkan secara tepat 4 kartu jenis variabel dengan perannya dalam eksperimen: (1) Variabel manipulasi/bebas -> jenis zat/ikatan (senyawa ion NaCl dan kovalen sukrosa); (2) Variabel respon/terikat -> daya hantar listrik (nyala lampu/gelembung) dan kelarutan (larut/tidak larut); (3) Variabel kontrol -> volume pelarut (50 mL), massa zat (2 gram), dan tegangan baterai (9V); (4) Prosedur keselamatan kerja -> pembilasan elektrode dengan akuades di antara pengujian (15 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):- Dalam kelompok kerja, murid merumuskan dan menuliskan dokumen rancangan prosedur operasional penyelidikan daya hantar listrik (alat uji elektrolit) dan uji kelarutan (pelarut polar air vs nonpolar minyak) secara sistematis, memuat daftar alat-bahan, penentuan variabel lengkap, langkah kerja berurutan, dan tabel pencatatan data pengamatan (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid melakukan telaah silang (peer review) terhadap dokumen rancangan prosedur milik kelompok lain menggunakan checklist validitas rencana penyelidikan (kelengkapan variabel, kejelasan langkah uji, dan format tabel data) serta menyempurnakan rancangannya sendiri berdasarkan catatan yang diterima (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan kriteria prosedur penyelidikan ilmiah yang valid dan sistematis terkait sifat fisik daya hantar listrik dan kelarutan senyawa ion dan kovalen (5 menit).
- Guru memberikan penguatan arah belajar, memverifikasi kesiapan draf rencana kerja tiap kelompok untuk pelaksanaan eksperimen di laboratorium pada Pertemuan 8, lalu menutup sesi dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan format draf prosedur terstruktur dengan panduan pengisian variabel bertahap, sedangkan murid yang mahir diberikan tantangan tambahan untuk merencanakan pengujian pada fasa lelehan serta penambahan sampel senyawa kovalen polar lainnya (seperti asam cuka/HCl encer).
- Proses: Guru memberikan bimbingan intensif pada kelompok yang kesulitan menentukan variabel kontrol uji kelarutan, sementara kelompok yang mandiri langsung menyusun rincian langkah teknis dan tabel data secara lengkap.
- Produk: Setiap kelompok menghasilkan satu lembar dokumen rencana prosedur penyelidikan yang memuat minimal tujuan, alat-bahan, variabel, langkah kerja terurut, dan tabel data siap pakai untuk Pertemuan 8.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Murid menjawab 2 butir pertanyaan diagnostik singkat: (1) 'Kelompokkan zat NaCl dan C12H22O11 ke dalam senyawa ion atau kovalen!' (acuan kunci: NaCl = senyawa ion; C12H22O11/sukrosa = senyawa kovalen); (2) 'Tentukan variabel bebas dan variabel terikat jika kita ingin menguji kemampuan menghantarkan listrik dari larutan garam dapur dan larutan gula pasir!' (acuan kunci: variabel bebas = jenis zat/larutan yang diuji; variabel terikat = daya hantar listrik/nyala lampu/kemunculan gelembung gas).
Proses:- Penilaian formatif lembar rancangan prosedur penyelidikan kelompok dengan memeriksa 4 elemen wajib: (1) Ketepatan rumusan 3 variabel: bebas (jenis zat ion/kovalen), terikat (daya hantar dan kelarutan), dan kontrol (volume pelarut, massa zat, jenis elektrode); (2) Kelengkapan alat dan bahan uji (alat uji elektrolit, lampu, baterai, elektrode karbon, gelas kimia, tabung reaksi, akuades, minyak, NaCl, sukrosa); (3) Keruntutan langkah kerja pengujian daya hantar dan kelarutan; (4) Desain tabel data pengamatan yang memuat kolom wujud padat, lelehan/larutan, indikator nyala lampu, ada/tidaknya gelembung, serta keterlarutan dalam air dan minyak.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir perorangan melalui lembar cek kelayakan rencana: murid menuliskan 1 variabel kontrol krusial agar pengujian daya hantar listrik antar-larutan bersifat adil/valid serta 1 langkah pencegahan kontaminasi antar-sampel (acuan kunci: variabel kontrol yang diterima mencakup volume pelarut yang sama / konsentrasi zat yang sama / sumber tegangan baterai yang sama; langkah pencegahan kontaminasi yang diterima mencakup membilas elektrode karbon dengan akuades dan mengeringkannya dengan tisu setiap kali berganti larutan uji).
Formatif:- Asesmen diagnostik awal tentang identifikasi variabel penyelidikan dan sifat fisik ikatan ion vs kovalen
- Observasi unjuk kerja dan lembar telaah silang perumusan rancangan prosedur penyelidikan sifat fisik
- Pemeriksaan draf dokumen rancangan prosedur penyelidikan (tujuan, variabel, langkah kerja, tabel pengamatan)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Perencanaan Variabel Penyelidikan Sifat Fisik (Daya Hantar Listrik dan Kelarutan) | Belum mampu merumuskan variabel manipulasi, terikat, dan kontrol dengan tepat pada penyelidikan daya hantar listrik dan kelarutan. | Merumuskan variabel manipulasi dan terikat dengan tepat, namun belum menyertakan variabel kontrol secara tepat. | Merumuskan seluruh variabel (manipulasi, terikat, dan kontrol) secara tepat dan lengkap sesuai acuan penyelidikan sifat fisik ikatan kimia. | Merumuskan seluruh variabel secara tepat, lengkap, serta merinci parameter kuantitatif operasional pada variabel kontrol (misal: volume pelarut 50 mL, massa 2 gram) secara mandiri. | | Penyusunan Prosedur Kerja dan Tabel Data Pengamatan Penyelidikan | Langkah kerja tidak terurut dan belum memuat tabel pengamatan untuk daya hantar listrik maupun kelarutan. | Menyusun langkah kerja pengujian daya hantar dan kelarutan namun urutannya belum runtut, atau tabel data belum memisahkan indikator pengamatan secara jelas. | Menyusun langkah kerja pengujian daya hantar listrik dan kelarutan secara runtut, sistematis, serta melengkapinya dengan tabel pencatatan data yang memuat semua indikator pengamatan. | Menyusun langkah kerja yang runtut dan sistematis, tabel pengamatan lengkap, serta menyertakan prosedur operasional keselamatan kerja laboratorium secara mandiri dan rinci. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 90 menit mencukupi bagi setiap kelompok untuk menyelesaikan draf rancangan prosedur penyelidikan yang operasional?
- Bagian mana dari perumusan rancangan (penentuan variabel, langkah kerja, atau desain tabel data) yang paling banyak membutuhkan bimbingan guru?
Murid:- Apakah saya sudah dapat menentukan variabel bebas, terikat, dan kontrol dalam merencanakan percobaan daya hantar listrik dan kelarutan secara mandiri?
- Apakah rancangan prosedur yang kelompok saya buat sudah cukup jelas dan siap dipraktikkan pada pertemuan praktikum berikutnya?
Pertemuan 8 — Melakukan Penyelidikan Daya Hantar Listrik dan Kelarutan Senyawa Berdasarkan Jenis Ikatan Kimia — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.2.5 Merencanakan dan melakukan penyelidikan sifat fisik materi berdasarkan jenis ikatan kimia secara sistematis
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menegaskan fokus pertemuan yaitu melakukan penyelidikan laboratorium mengenai daya hantar listrik dan kelarutan berdasarkan rancangan prosedur yang telah disusun pada pertemuan sebelumnya (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik kesiapan praktikum melalui dua pertanyaan cepat: (1) 'Apa indikator teramati bahwa suatu larutan menghantarkan listrik pada alat uji elektrolit?' dan (2) 'Mengapa elektrode harus dibilas dengan akuades dan dikeringkan setiap kali berganti larutan uji?' (acuan jawaban: 1. Lampu menyala dan/atau muncul gelembung gas pada elektrode; 2. Untuk mencegah kontaminasi silang antarzat yang dapat membiaskan hasil pengamatan) (5 menit).
- Guru menyampaikan tata tertib keselamatan kerja laboratorium (K3) dalam menangani larutan kimia dan alat uji listrik arus searah (DC) (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid dalam kelompok memeriksa kelengkapan alat dan bahan penyelidikan yang tersedia di meja praktikum: perangkat uji daya hantar listrik (baterai, kabel, elektrode karbon, lampu LED), tabung reaksi dan rak, akuades, serta 4 sampel zat uji: garam dapur (NaCl), gula pasir (sukrosa/C12H22O11), cuka dapur (CH3COOH encer), dan minyak goreng (5 menit).
- Murid mencocokkan langkah kerja operasional dengan lembar prosedur yang dirancang pada Pertemuan 7: pengujian kelarutan dalam akuades (larut/tidak larut) dan pengujian daya hantar listrik (lampu menyala terang/redup/padam dan ada/tidaknya gelembung gas pada elektrode) (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid secara berkelompok melakukan penyelidikan tahap 1 (uji kelarutan): memasukkan 1 sendok kecil NaCl, sukrosa, dan beberapa tetes minyak ke dalam masing-masing 10 mL akuades dalam tabung reaksi terpisah, mengaduknya secara konstan selama 30 detik, lalu mengamati dan mencatat ketercampuran zat (acuan: NaCl larut homogen, gula larut homogen, minyak tidak larut/membentuk dua lapisan terpisah) (15 menit).
- Murid secara berkelompok melakukan permainan tantangan berpasangan 'Detektif Arus Listrik': setiap kelompok menguji daya hantar listrik pada larutan NaCl, larutan gula, cuka encer, dan minyak murni menggunakan elektrode karbon yang terhubung ke baterai dan lampu LED, secara bergantian dan tertib, sambil mencatat fenomena nyala lampu dan pembentukan gelembung gas (acuan: larutan NaCl membuat lampu menyala terang dan timbul banyak gelembung gas; larutan gula membuat lampu padam tanpa gelembung gas; larutan cuka membuat lampu menyala redup/padam dengan sedikit gelembung gas; minyak murni membuat lampu padam tanpa gelembung gas) (15 menit).
- Murid membersihkan dan membilas elektrode karbon dengan akuades serta mengeringkannya dengan tisu setiap kali berpindah larutan guna menjamin keakuratan data pengamatan secara sistematis (10 menit).
- Murid mencatat seluruh data mentah pengamatan ke dalam tabel lembar kerja praktikum secara objektif dan mandiri (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid membandingkan hasil pengamatan daya hantar listrik dan kelarutan yang diperoleh dengan prediksi teoretis berdasarkan jenis ikatan kimianya: mengonfirmasi bahwa senyawa ion (NaCl) terdisosiasi menjadi ion bebas sehingga menghantarkan listrik dan larut dalam pelarut polar, sedangkan senyawa kovalen nonpolar (minyak) tidak larut dalam air dan tidak menghantarkan listrik (8 menit).
- Murid mengevaluasi kendala teknis yang dialami selama eksperimen (misal: sambungan kabel longgar atau residu larutan sebelumnya pada elektrode) serta merumuskan perbaikan ketelitian kerja laboratorium ke depan (4 menit).
Penutup:- Murid merapikan kembali alat praktikum, membuang limbah cair pada wadah pembuangan yang ditentukan, dan membersihkan meja kerja laboratorium sesuai prosedur keselamatan (4 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap data hasil penyelidikan seluruh kelompok dan mengingatkan persiapan untuk pelaksanaan Asesmen Sumatif pada pertemuan berikutnya (4 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan panduan diagram alir bergambar urutan perakitan alat uji elektrolit dan pembilasan elektrode bagi kelompok yang membutuhkan visualisasi konkret.
- Proses: Memberikan bimbingan langsung (scaffolding) pada kelompok yang kesulitan merangkai kutub elektrode, sementara kelompok yang mandiri langsung melakukan pengujian 4 sampel zat secara mandiri.
- Produk: Kelompok dapat menyajikan data hasil penyelidikan dalam format tabel matriks standar atau diagram alir komparasi sifat fisik zat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik kesiapan praktikum mengenai indikator daya hantar listrik dan teknik pencegahan kontaminasi silang elektrode (acuan: indikator berupa nyala lampu dan/atau gelembung gas; pembilasan elektrode dengan akuades bertujuan mencegah tercampurnya ion larutan sebelumnya).
Proses:- Observasi sistematis pelaksanaan penyelidikan: ketepatan prosedur perakitan alat uji, teknik pengujian kelarutan dan daya hantar listrik pada 4 sampel zat (larutan NaCl, larutan gula, larutan cuka, dan minyak), serta ketelitian pembilasan elektrode antarzat.
Akhir Pertemuan:- Pemeriksaan ketepatan tabel hasil penyelidikan sifat fisik 4 zat uji (acuan tepat: (1) Larutan NaCl: larut, lampu menyala/banyak gelembung; (2) Larutan sukrosa: larut, lampu padam/tanpa gelembung; (3) Cuka encer: larut, lampu redup-padam/sedikit gelembung; (4) Minyak goreng: tidak larut/memisah, lampu padam/tanpa gelembung).
Formatif:- Lembar observasi unjuk kerja pelaksanaan penyelidikan laboratorium (merangkai alat, menguji sampel, membilas elektrode, mencatat data)
- Cek lembar data hasil pengamatan kelarutan dan daya hantar listrik 4 zat uji
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pelaksanaan Penyelidikan Daya Hantar Listrik dan Kelarutan Sifat Fisik Materi | Melakukan penyelidikan kurang dari 2 sampel zat uji secara tidak berurutan dan tidak membilas elektrode antar-pengujian. | Melakukan penyelidikan pada 2 sampel zat uji sesuai prosedur namun membutuhkan bimbingan guru dalam merangkai alat dan membilas elektrode. | Melakukan penyelidikan pada seluruh 4 sampel zat uji (larutan NaCl, gula, cuka, minyak) secara berurutan dan sistematis sesuai prosedur kerja. | Melakukan penyelidikan pada seluruh 4 sampel zat uji secara mandiri, sangat sistematis dengan teknik pembilasan elektrode yang konsisten bersih dan pencatatan data yang presisi. | | Pencatatan Data Hasil Penyelidikan Berdasarkan Jenis Ikatan Kimia | Mencatat hasil penyelidikan dengan benar untuk 1 sampel zat uji saja. | Mencatat hasil penyelidikan dengan tepat untuk 2 dari 4 sampel zat uji sesuai acuan fenomena daya hantar listrik dan kelarutan. | Mencatat hasil penyelidikan dengan tepat untuk sekurang-kurangnya 3 dari 4 sampel zat uji sesuai acuan fenomena daya hantar listrik dan kelarutan. | Mencatat hasil penyelidikan dengan tepat dan lengkap untuk seluruh 4 sampel zat uji (NaCl, gula, cuka, minyak) mencakup aspek kelarutan, nyala lampu, dan kemunculan gelembung gas. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 90 menit mencukupi bagi seluruh kelompok untuk menyelesaikan pengujian daya hantar listrik dan kelarutan pada 4 zat uji secara aman dan tertib?
- Apakah murid menunjukkan kemandirian dan kecermatan dalam merangkai alat serta mencatat data pengamatan secara objektif?
Murid:- Bagian mana dari langkah penyelidikan laboratorium hari ini yang paling menantang untuk dilakukan secara teliti?
- Bagaimana data nyala lampu dan kelarutan yang kamu amati membuktikan perbedaan sifat antara senyawa ion dan senyawa kovalen?
Pertemuan 9 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 45 menit = 90 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 11.2.1 Membandingkan jenis ikatan kimia berdasarkan proses pembentukan ikatan ion, kovalen, dan logam
- TP 11.2.2 Mengaitkan jenis ikatan kimia dengan bentuk molekul berdasarkan teori tolakan pasangan elektron
- TP 11.2.3 Mengaitkan bentuk molekul dengan gaya intermolekuler pada senyawa kovalen
- TP 11.2.4 Memprediksi sifat fisik materi berdasarkan jenis ikatan kimia dan gaya intermolekuler
- TP 11.2.5 Merencanakan dan melakukan penyelidikan sifat fisik materi berdasarkan jenis ikatan kimia secara sistematis
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan ruang laboratorium/kelas, dan mengondisikan murid untuk asesmen sumatif bab (2 menit).
- Guru menyampaikan tata tertib, pembagian sesi waktu (Sesi 1: Tes Tertulis Individual 42 menit; Sesi 2: Unjuk Kerja Penyelidikan Kelompok 42 menit), serta tujuan pengumpulan bukti capaian TP 11.2.1 sampai TP 11.2.5 (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid mencermati petunjuk pengerjaan dan membaca 4 butir soal tes tertulis penalaran ikatan kimia yang dibagikan guru (2 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid mengerjakan secara mandiri 4 butir tes tertulis penalaran ikatan kimia pada lembar jawaban: Soal 1 membandingkan pembentukan ikatan pada NaCl (ion: transfer elektron dari Na ke Cl), Cl2 (kovalen: pemakaian bersama 1 pasang elektron), dan logam Fe (logam: kation Fe dalam lautan elektron terdelokalisasi); Soal 2 mengaitkan rumus CH4 (PEI=4, PEB=0 -> tetrahedral) dan NH3 (PEI=3, PEB=1 -> trigonal piramida) dengan bentuk molekulnya berdasarkan teori tolakan pasangan elektron; Soal 3 menelaah interaksi antarmolekul CH4 (gaya London/dispersi nonpolar) vs NH3 (ikatan hidrogen polar karena N-H); Soal 4 memprediksi urutan titik didih dari terendah ke tertinggi: CH4 < NH3 < NaCl beserta alasannya (36 menit).
- Murid berkumpul dalam kelompok kerja laboratorium (4-5 murid) dan membaca lembar kerja unjuk kerja penyelidikan sifat fisik materi (daya hantar listrik dan kelarutan) pada 3 sampel: NaCl, sukrosa/gula (C12H22O11), dan minyak kelapa (2 menit).
- Kelompok melaksanakan penyelidikan laboratorium secara sistematis: merangkai prosedur uji elektrolit pada lelehan/larutan ketiga sampel, menguji kelarutan ketiga sampel dalam pelarut air (polar) dan pelarut heksana (nonpolar), mencatat data pengamatan pada tabel, serta menyusun analisis kesimpulan keterkaitan jenis ikatan (ion, kovalen polar, kovalen nonpolar) dengan sifat fisik materi (40 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengumpulkan seluruh artefak lembar jawaban tes penalaran individual dan lembar kerja penyelidikan kelompok, lalu secara hening merefleksikan ketepatan strategi berpikir dan ketelitian penyelidikan yang telah dilaksanakan selama pembelajaran bab Ikatan Kimia (3 menit).
Penutup:- Guru memberikan konfirmasi penutupan rangkaian asesmen sumatif Bab Ikatan Kimia, mengapresiasi integritas dan keteraturan kerja murid di laboratorium, serta menyampaikan agenda bab berikutnya (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Akomodasi akses: teks soal tes tertulis dan lembar panduan kerja laboratorium disediakan dengan tingkat keterbacaan kontras tinggi bagi murid yang membutuhkan tanpa mengubah indikator ketercapaian.
- Proses: Akomodasi akses waktu membaca instruksi diberikan secara terstruktur tanpa mengurangi atau membocorkan konten instrumen tes tertulis dan penyelidikan.
- Produk: Format pelaporan data tabel uji daya hantar dan kelarutan dapat ditulis tangan rapi pada lembar kerja cetak yang disediakan sesuai standar rubrik kinerja.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan teknis asesmen dan konfirmasi prasyarat alat uji elektrolit serta bahan pengujian di laboratorium oleh guru sebelum pengerjaan dimulai.
Proses:- Pemantauan kemandirian murid selama tes tertulis dan observasi keteraturan kerja sistematis saat kelompok melaksanakan prosedur penyelidikan uji daya hantar listrik dan uji kelarutan.
Sumatif Bab:- kombinasi tes tertulis terpadu dan unjuk kerja penyelidikan laboratorium: lembar jawaban tes penalaran ikatan kimia, bentuk molekul, dan gaya intermolekuler, serta lembar kerja penyelidikan berisi rancangan prosedur, data pengamatan uji daya hantar listrik dan kelarutan, beserta analisis simpulan sifat fisik materi
- tes tertulis serentak: lembar jawaban murid yang memuat analisis perbandingan pembentukan ikatan (ion, kovalen, logam), penentuan bentuk molekul berdasarkan teori tolakan pasangan elektron, telaah keterkaitan bentuk molekul dengan gaya intermolekuler (van der Waals dan ikatan hidrogen), serta prediksi urutan titik didih zat (45 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran analitik)
- unjuk kerja penyelidikan laboratorium: lembar kerja kelompok berisi rancangan langkah kerja sistematis, tabel data hasil pengujian daya hantar listrik (menggunakan alat uji elektrolit) dan uji kelarutan (dalam pelarut air dan pelarut nonpolar) pada berbagai senyawa, serta kesimpulan keterkaitan jenis ikatan dengan sifat fisik zat (45 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian kinerja laboratorium dengan kriteria kelayakan rancangan prosedur, ketelitian pencatatan data uji daya hantar dan kelarutan, serta ketepatan penarikan simpulan)
Sumatif:- kombinasi tes tertulis terpadu dan unjuk kerja penyelidikan laboratorium: lembar jawaban tes penalaran ikatan kimia, bentuk molekul, dan gaya intermolekuler, serta lembar kerja penyelidikan berisi rancangan prosedur, data pengamatan uji daya hantar listrik dan kelarutan, beserta analisis simpulan sifat fisik materi
- tes tertulis serentak: lembar jawaban murid yang memuat analisis perbandingan pembentukan ikatan (ion, kovalen, logam), penentuan bentuk molekul berdasarkan teori tolakan pasangan elektron, telaah keterkaitan bentuk molekul dengan gaya intermolekuler (van der Waals dan ikatan hidrogen), serta prediksi urutan titik didih zat (45 menit; individual; instrumen: kunci jawaban dan pedoman penskoran analitik)
- unjuk kerja penyelidikan laboratorium: lembar kerja kelompok berisi rancangan langkah kerja sistematis, tabel data hasil pengujian daya hantar listrik (menggunakan alat uji elektrolit) dan uji kelarutan (dalam pelarut air dan pelarut nonpolar) pada berbagai senyawa, serta kesimpulan keterkaitan jenis ikatan dengan sifat fisik zat (45 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian kinerja laboratorium dengan kriteria kelayakan rancangan prosedur, ketelitian pencatatan data uji daya hantar dan kelarutan, serta ketepatan penarikan simpulan)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pembandingan Pembentukan Ikatan Kimia (TP 11.2.1) | Belum mampu membandingkan proses pembentukan ikatan pada senyawa ion, kovalen, dan logam sesuai acuan. | Mampu membandingkan proses pembentukan 1 jenis ikatan secara tepat (Acuan: ion = serah-terima elektron Na ke Cl; kovalen = pemakaian bersama elektron Cl2; logam = lautan elektron mengelilingi kation Fe). | Mampu membandingkan proses pembentukan 2 jenis ikatan secara tepat sesuai acuan di atas. | Mampu membandingkan proses pembentukan ketiga jenis ikatan (ion NaCl, kovalen Cl2, dan logam Fe) secara lengkap dan tepat sesuai acuan. | | Bentuk Molekul Berdasarkan Teori Tolakan Pasangan Elektron (TP 11.2.2) | Belum mampu mengaitkan jumlah PEI dan PEB dengan bentuk molekul CH4 dan NH3. | Mampu mengaitkan PEI/PEB dengan bentuk molekul secara tepat pada 1 senyawa (Acuan: CH4 memiliki 4 PEI dan 0 PEB -> tetrahedral; NH3 memiliki 3 PEI dan 1 PEB -> trigonal piramida). | Mampu mengaitkan PEI/PEB dengan bentuk molekul kedua senyawa namun analisis tolakannya belum lengkap. | Mampu mengaitkan PEI dan PEB dengan bentuk molekul CH4 (tetrahedral) dan NH3 (trigonal piramida) secara tepat dan lengkap sesuai acuan teori tolakan elektron. | | Gaya Intermolekuler Senyawa Kovalen (TP 11.2.3) | Belum mampu menelaah jenis gaya intermolekuler yang bekerja pada molekul CH4 dan NH3. | Mampu mengidentifikasi gaya intermolekuler pada 1 molekul secara tepat (Acuan: CH4 nonpolar bekerja gaya London/dispersi van der Waals; NH3 polar bekerja ikatan hidrogen antar-atom N dan H). | Mampu mengidentifikasi jenis gaya pada CH4 dan NH3 secara tepat namun belum mengaitkannya dengan kepolaran/bentuk molekulnya. | Mampu mengaitkan bentuk molekul dan kepolaran dengan gaya intermolekuler CH4 (gaya London) dan NH3 (ikatan hidrogen) secara utuh dan tepat sesuai acuan. | | Prediksi Titik Didih Materi (TP 11.2.4) | Belum mampu memprediksi urutan titik didih zat atau memberikan urutan yang keliru. | Mampu memprediksi urutan titik didih dengan benar (Acuan urutan titik didih terendah ke tertinggi: CH4 < NH3 < NaCl) tanpa alasan yang tepat. | Mampu memprediksi urutan titik didih dengan benar (CH4 < NH3 < NaCl) dan menjelaskan 1 alasan keterkaitan ikatan/gaya intermolekulernya. | Mampu memprediksi urutan titik didih dengan benar (CH4 < NH3 < NaCl) disertai analisis lengkap keterkaitan ikatan ionik yang sangat kuat, ikatan hidrogen, dan gaya London. | | Penyelidikan Sifat Fisik Materi (TP 11.2.5) | Rancangan langkah kerja dan tabel pengamatan daya hantar listrik serta kelarutan belum tersusun secara sistematis. | Menyusun rancangan prosedur dan mencatat data pengamatan uji daya hantar listrik dan kelarutan untuk 1 sampel zat secara tepat (Acuan: NaCl = larutan menghantar listrik, larut dalam air, tidak larut heksana; Gula = larutan tidak menghantar listrik, larut dalam air, tidak larut heksana; Minyak = tidak menghantar listrik, tidak larut dalam air, larut dalam heksana). | Menyusun prosedur kerja, mencatat data pengamatan uji daya hantar dan kelarutan untuk 2-3 sampel secara tepat sesuai acuan, namun simpulan keterkaitan jenis ikatan belum tuntas. | Melakukan prosedur penyelidikan secara sistematis, mencatat seluruh data uji daya hantar dan kelarutan 3 sampel secara akurat, serta menyimpulkan keterkaitan jenis ikatan materi dengan sifat fisiknya secara logis dan tepat. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 45 menit untuk tes tertulis penalaran dan 45 menit untuk penyelidikan laboratorium terlaksana secara efektif dan kondusif?
- Bagaimana ketercapaian murid pada indikator penalaran mikroskopis (bentuk molekul dan gaya intermolekuler) dibandingkan keterampilan proses penyelidikan sifat fisik?
Murid:- Bagian mana dari konsep ikatan kimia, bentuk molekul, dan gaya intermolekul yang paling menantang saat saya kerjakan dalam tes tertulis?
- Bagaimana pengalaman saya dalam melakukan pembuktian uji daya hantar listrik dan kelarutan memperjelas pemahaman saya tentang perbedaan ikatan kimia?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru Kimia untuk SMA/MA Kelas XI, Kemendikbudristek 2022, Bab 2 Ikatan Kimia
- Buku Siswa Kimia untuk SMA/MA Kelas XI, Kemendikbudristek 2022, Bab 2 Subbab Ikatan Ion dan Ikatan Logam
- Set kartu skenario pembentukan ikatan dan LKPD tabel komparasi ikatan ion dan ikatan logam
- Buku Panduan Guru Kimia SMA/MA Kelas XI, Kemendikbudristek 2022 (Bab II)
- Buku Siswa Kimia SMA/MA Kelas XI, Kemendikbudristek 2022 (Subbab C Ikatan Kovalen)
- Set kartu ikatan kovalen dan lembar kerja perbandingan struktur Lewis molekul
- Buku Panduan Guru Kimia SMA/MA Kelas XI, Kemendikbudristek 2021, Bab II Subbab E Bentuk Molekul
- Buku Siswa Kimia SMA/MA Kelas XI, Kemendikbudristek 2021, Bab II Subbab E Bentuk Molekul
- Alat peraga: balon karet dan benang untuk analogi tolakan domain elektron VSEPR
- Lembar Kerja Murid (LKPD) Geometri Molekul Dasar Teori VSEPR
- Buku Siswa Kimia SMA/MA Kelas XI, Kemendikbudristek
- Buku Panduan Guru Kimia SMA/MA Kelas XI, Kemendikbudristek
- Perangkat kartu tantangan 'Detektif Bentuk & Polar' dan Lembar Kerja Aktivitas Murid
- Simulasi PhET Interactive Simulations: Molecule Shapes (PhET Colorado)
- Buku Panduan Guru Kimia untuk SMA/MA Kelas XI, Kemendikbudristek 2022, Bab II Subbab F (Ikatan Antarmolekul)
- Buku Teks Siswa Kimia untuk SMA/MA Kelas XI, Kemendikbudristek 2022, Subbab F (Gaya van der Waals dan Ikatan Hidrogen)
- Perangkat kartu molekul: CH4, NH3, SO2, CO2 beserta lembar visual geometri molekul dan pasangan elektron
- Buku Panduan Guru Kimia untuk SMA/MA Kelas XI, Kemendikbudristek 2022 (Subbab F: Ikatan Antarmolekul)
- Buku Siswa Kimia untuk SMA/MA Kelas XI, Kemendikbudristek 2022 (Bab II: Ikatan Kimia)
- Kartu tantangan perbandingan senyawa dan tabel data titik didih/leleh senyawa kimia
- Buku Panduan Guru Kimia untuk SMA/MA Kelas XI, Kemendikbudristek 2022
- Buku Siswa Kimia untuk SMA/MA Kelas XI, Subbab Ikatan Ion dan Ikatan Kovalen, Kemendikbudristek 2022
- Lembar Kerja Rencana Penyelidikan Ilmiah (LKPD Perencanaan Percobaan Daya Hantar Listrik dan Kelarutan)
- Kartu Variabel Percobaan Kimia
- Buku Panduan Guru Kimia untuk SMA/MA Kelas XI (Kemendikbudristek 2022), Bab 2: Ikatan Kimia
- Buku Siswa Kimia untuk SMA/MA Kelas XI (Kemendikbudristek 2022), Subbab Sifat Senyawa Ion dan Kovalen
- Perangkat uji elektrolit (baterai 9V/kotak baterai AA, bohlam/LED 3-9V, kabel buaya, elektrode karbon/grafit)
- Tabung reaksi, rak tabung, pipet tetes, spatula, gelas kimia, akuades, tisu
- Sampel uji: garam dapur (NaCl), gula pasir (sukrosa), asam cuka (CH3COOH encer), minyak goreng
- Buku Siswa Kimia untuk SMA/MA Kelas XI Bab 2 (Ikatan Kimia), Kemendikbudristek 2022
- Perangkat uji daya hantar listrik (baterai, lampu/multimeter, elektroda karbon, kabel capit buaya)
- Bahan uji: garam dapur (NaCl), sukrosa (gula pasir), minyak kelapa, aquades, dan pelarut nonpolar (heksana)
- Lembar Soal Tes Penalaran dan Lembar Kerja Penyelidikan Laboratorium
|