MODUL AJAR IPS — Kelas 8 (Fase D) Topik: Perubahan Iklim dan Kaitannya dengan Potensi Bencana serta SDGs INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | IPS |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 8 |
|---|
| Topik | Perubahan Iklim dan Kaitannya dengan Potensi Bencana serta SDGs |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x40 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid mampu memprediksi dampak perubahan iklim terhadap kehidupan ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat Indonesia dalam konteks lokal dan global.
- Murid mampu merefleksikan pola adaptasi terhadap perubahan iklim dan upaya mitigasi bencana untuk menunjang Sustainable Development Goals (SDGs).
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kalian merasakan cuaca yang lebih panas atau hujan yang lebih deras dibanding tahun-tahun sebelumnya? Menurutmu, apa penyebabnya?
- Jika permukaan air laut terus naik, apa yang akan terjadi pada masyarakat pesisir di Indonesia?
- Bagaimana upaya kita sebagai remaja dapat berkontribusi pada pencapaian SDGs terkait perubahan iklim?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, doa, dan memeriksa kehadiran murid.
- Guru menayangkan gambar atau video singkat (1-2 menit) tentang dampak perubahan iklim di Indonesia, misalnya banjir rob di pesisir utara Jawa atau kekeringan di NTT.
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangun rasa ingin tahu murid.
- Guru melakukan asesmen awal (diagnostik): meminta murid menuliskan di sticky note atau kertas kecil 2 hal yang mereka ketahui tentang perubahan iklim dan 1 hal yang ingin mereka ketahui.
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan garis besar kegiatan hari ini.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru menyajikan infografis atau peta konsep tentang hubungan perubahan iklim, potensi bencana (banjir, kekeringan, badai, kenaikan muka air laut), dan dampaknya terhadap ekonomi, sosial, budaya masyarakat Indonesia.
- Murid mengamati infografis secara saksama dan mencatat poin-poin penting di lembar kerja individu.
- Guru memberikan penjelasan singkat tentang konsep perubahan iklim, greenhouse effect, dan kaitannya dengan aktivitas manusia.
- Murid mengajukan pertanyaan klarifikasi tentang materi yang belum dipahami.
- Guru memandu diskusi kelas singkat: Mengapa Indonesia rentan terhadap dampak perubahan iklim?
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid dibagi dalam kelompok kecil (4-5 orang). Setiap kelompok mendapat studi kasus berbeda tentang dampak perubahan iklim di wilayah Indonesia (misalnya: kelompok 1 - nelayan pesisir Semarang, kelompok 2 - petani di Gunung Kidul, kelompok 3 - masyarakat urban Jakarta, kelompok 4 - masyarakat adat Papua).
- Setiap kelompok menganalisis studi kasus dengan panduan pertanyaan: (a) Apa dampak perubahan iklim terhadap ekonomi, sosial, dan budaya masyarakat dalam kasus ini? (b) Bagaimana pola adaptasi yang telah dilakukan masyarakat? (c) Upaya mitigasi bencana apa yang bisa diterapkan? (d) SDGs nomor berapa yang relevan dan bagaimana keterkaitannya?
- Kelompok menyusun peta pikiran (mind map) yang menghubungkan dampak perubahan iklim, adaptasi, mitigasi, dan SDGs terkait.
- Perwakilan setiap kelompok mempresentasikan hasil analisis secara singkat (2-3 menit per kelompok).
- Kelompok lain memberikan tanggapan, pertanyaan, atau tambahan informasi.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memandu refleksi kelas: Apa pola yang sama dari semua studi kasus yang telah dianalisis?
- Murid secara individu menuliskan refleksi di jurnal belajar: (a) Satu hal baru yang saya pelajari hari ini, (b) Satu hal yang mengubah cara pandang saya, (c) Satu tindakan nyata yang bisa saya lakukan untuk mendukung SDGs terkait iklim.
- Guru memberikan umpan balik terhadap pemahaman murid dan meluruskan miskonsepsi jika ada.
- Murid melakukan penilaian diri menggunakan checklist ketercapaian tujuan pembelajaran.
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan materi pembelajaran: kaitan perubahan iklim dengan potensi bencana dan pentingnya adaptasi serta mitigasi untuk mendukung SDGs.
- Guru memberikan asesmen akhir berupa 3 pertanyaan tertulis singkat (exit ticket).
- Guru menyampaikan rencana tindak lanjut dan tugas pengayaan bagi yang berminat: mencari contoh program adaptasi perubahan iklim di daerah masing-masing.
- Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam.
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih diberikan studi kasus dengan bahasa lebih sederhana dan dilengkapi glosarium istilah. Murid mahir diberikan studi kasus dengan data statistik tambahan dan diminta menganalisis hubungan sebab-akibat yang lebih kompleks.
- Proses: Murid yang membutuhkan dukungan lebih bekerja dengan scaffolding berupa panduan pertanyaan bertahap. Murid mahir diberikan kebebasan mengeksplorasi sumber tambahan dan menyusun argumen kritis secara mandiri.
- Produk: Murid yang membutuhkan dukungan lebih menyajikan hasil dalam bentuk peta pikiran sederhana. Murid mahir dapat menyajikan dalam bentuk poster digital atau esai argumentatif singkat tentang solusi berbasis SDGs.
ASESMENAwal:- Murid menuliskan 2 hal yang sudah diketahui tentang perubahan iklim dan 1 hal yang ingin diketahui (strategi K-W: Know-Want to Know) pada sticky note atau kertas kecil.
- Guru mengidentifikasi tingkat pemahaman awal murid untuk menyesuaikan kedalaman penjelasan.
Proses:- Observasi keterlibatan aktif murid dalam diskusi kelompok menggunakan lembar observasi.
- Penilaian kualitas analisis studi kasus pada peta pikiran kelompok (kelengkapan, kelogisan hubungan antar-konsep).
- Umpan balik lisan guru saat presentasi kelompok untuk menguji kedalaman pemahaman.
- Jurnal refleksi individu dinilai berdasarkan kedalaman dan relevansi dengan TP.
Akhir:- Exit ticket berisi 3 pertanyaan: (1) Prediksi satu dampak perubahan iklim terhadap kehidupan ekonomi masyarakat pesisir Indonesia dan jelaskan alasannya. (2) Jelaskan satu pola adaptasi masyarakat terhadap perubahan iklim dan bagaimana hal itu membantu mitigasi bencana. (3) Hubungkan upaya adaptasi/mitigasi tersebut dengan satu tujuan SDGs yang relevan.
Formatif:- Observasi partisipasi dalam diskusi kelompok
- Penilaian peta pikiran (mind map) kelompok
- Jurnal refleksi individu
- Penilaian diri (self-assessment) dengan checklist TP
Sumatif:- Exit ticket: 3 pertanyaan tertulis yang mengukur kemampuan memprediksi dampak perubahan iklim dan merefleksikan pola adaptasi serta mitigasi bencana terkait SDGs
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Memprediksi dampak perubahan iklim (TP 8.3.3.1) | Belum dapat menyebutkan dampak perubahan iklim terhadap kehidupan masyarakat. | Menyebutkan dampak perubahan iklim tetapi belum menjelaskan keterkaitan dengan aspek ekonomi, sosial, atau budaya. | Memprediksi dampak perubahan iklim terhadap minimal 2 aspek (ekonomi, sosial, budaya) dengan penjelasan logis dalam konteks lokal. | Memprediksi dampak perubahan iklim terhadap aspek ekonomi, sosial, dan budaya secara komprehensif dalam konteks lokal dan global dengan argumen berbasis data/fakta. | | Merefleksikan pola adaptasi dan mitigasi terkait SDGs (TP 8.3.3.2) | Belum dapat menyebutkan pola adaptasi atau upaya mitigasi bencana terkait perubahan iklim. | Menyebutkan pola adaptasi atau mitigasi tetapi belum mengaitkan dengan SDGs. | Menjelaskan pola adaptasi dan upaya mitigasi bencana serta menghubungkannya dengan minimal 1 tujuan SDGs yang relevan. | Merefleksikan pola adaptasi dan mitigasi bencana secara kritis, menghubungkan dengan SDGs yang tepat, serta mengusulkan langkah tindak lanjut yang realistis dan kontekstual. | | Kolaborasi dalam kerja kelompok | Tidak terlibat dalam diskusi kelompok dan tidak berkontribusi pada produk kelompok. | Terlibat minimal dalam diskusi, kontribusi terbatas pada satu bagian kecil. | Berpartisipasi aktif dalam diskusi, memberikan ide, dan menghargai pendapat anggota lain. | Memimpin atau memfasilitasi diskusi kelompok secara produktif, mensinergikan ide anggota, dan memastikan semua anggota berkontribusi. | | Penalaran kritis dalam analisis studi kasus | Belum mampu mengidentifikasi hubungan sebab-akibat dalam studi kasus. | Mengidentifikasi hubungan sebab-akibat secara sederhana tanpa elaborasi. | Menganalisis hubungan sebab-akibat dengan mempertimbangkan berbagai faktor dan memberikan penjelasan logis. | Menganalisis secara mendalam dengan mempertimbangkan berbagai perspektif, menyajikan argumen kritis, dan mengusulkan solusi berbasis bukti. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah seluruh murid dapat mencapai tujuan pembelajaran hari ini? Jika tidak, apa hambatan utamanya?
- Apakah studi kasus yang dipilih relevan dan sesuai dengan tingkat pemahaman murid?
- Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional?
- Strategi diferensiasi mana yang efektif dan mana yang perlu diperbaiki untuk pertemuan selanjutnya?
Refleksi Murid:- Apa hal baru yang saya pelajari tentang perubahan iklim dan dampaknya terhadap masyarakat Indonesia?
- Apakah saya sudah memahami hubungan antara adaptasi perubahan iklim, mitigasi bencana, dan SDGs?
- Apa satu tindakan nyata yang bisa saya lakukan di lingkungan saya untuk mendukung upaya mitigasi perubahan iklim?
- Bagian mana dari pembelajaran hari ini yang masih membingungkan dan perlu saya pelajari lagi?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa IPS SMP/MTs Kelas VIII, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
- Buku Guru IPS SMP/MTs Kelas VIII, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
- Video Rehabilitasi Mangrove untuk Masyarakat Pesisir dan Mengurangi Dampak Perubahan Iklim Dunia (https://buku.kemdikbud.go.id/s/IPS14)
- Infografis perubahan iklim dari BMKG atau KLHK
- Peta persebaran bencana terkait iklim di Indonesia (BNPB)
- Dokumen SDGs Indonesia (Bappenas) khususnya Tujuan 13: Penanganan Perubahan Iklim
- Lembar kerja murid (LKPD) studi kasus dampak perubahan iklim
- Sticky note, kertas plano, spidol warna untuk peta pikiran
|