Modul AjarPertemuan 1Bab 2Fase DSemester 1

Modul Ajar IPS Kelas 8: Perubahan Iklim dan Potensi Bencana Akibat Aktivitas Manusia

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPS kelas 8 dengan topik "Perubahan Iklim dan Potensi Bencana Akibat Aktivitas Manusia". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPS Kelas 8: Perubahan Iklim dan Potensi Bencana Akibat Aktivitas Manusia

IPS - Kelas 8

Bab 2 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

IPS — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Perubahan Iklim dan Potensi Bencana Akibat Aktivitas Manusia

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPS
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikPerubahan Iklim dan Potensi Bencana Akibat Aktivitas Manusia
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan berbagai potensi bencana yang berkaitan dengan perubahan iklim akibat aktivitas manusia di lingkungan sekitar.
  2. Murid dapat mengidentifikasi berbagai cuaca ekstrem dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat di lingkungan lokal.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa banjir, tanah longsor, dan kekeringan semakin sering terjadi di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir?
  2. Aktivitas manusia apa saja yang kamu lakukan sehari-hari yang tanpa disadari dapat memperburuk perubahan iklim?
  3. Pernahkah kamu merasakan cuaca yang sangat tidak biasa di lingkungan sekitarmu? Apa dampaknya bagi kehidupan sehari-hari?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan doa, kemudian memeriksa kehadiran murid.
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik dengan mengajukan pertanyaan: 'Sebutkan perbedaan cuaca dan iklim!' untuk mengecek pemahaman prasyarat murid.
  • Guru menayangkan foto atau video singkat bencana terkait perubahan iklim di Indonesia (misalnya banjir bandang, kekeringan) untuk membangun konteks.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu murid.
  • Guru menjelaskan alur kegiatan pembelajaran hari ini agar murid siap secara mental dan fisik.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid membaca artikel 'Waspada Cuaca Ekstrem Mengintai Indonesia' pada Buku Siswa (Aktivitas 2.1) secara individu dengan penuh konsentrasi.
  • Guru memandu murid mengidentifikasi konsep kunci: perubahan iklim, cuaca ekstrem, efek rumah kaca, dan potensi bencana.
  • Murid mencatat berbagai jenis cuaca ekstrem (gelombang panas, hujan lebat, angin kencang, kekeringan) dan menghubungkannya dengan aktivitas manusia yang menyebabkannya.
  • Guru memberikan penjelasan singkat tentang hubungan sebab-akibat antara aktivitas manusia (pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, limbah industri) dan perubahan iklim yang memicu bencana.
  • Murid mengamati infografis atau peta sebaran bencana terkait iklim di Indonesia dan mengidentifikasi pola-polanya.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid secara individu mengerjakan Aktivitas 2.1: mengidentifikasi minimal 3 bentuk cuaca ekstrem, dampaknya bagi masyarakat, dan aktivitas manusia yang memperburuknya berdasarkan artikel dan pengalaman di lingkungan sekitar.
  • Murid menyusun tabel analisis berisi kolom: Jenis Cuaca Ekstrem, Penyebab (Aktivitas Manusia), Dampak terhadap Masyarakat, dan Contoh di Lingkungan Lokal.
  • Beberapa murid mempresentasikan hasil tabelnya di depan kelas, murid lain memberikan tanggapan dan pertanyaan kritis.
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk menghubungkan temuan murid dengan konteks lokal daerah masing-masing, membahas potensi bencana nyata yang mungkin terjadi di lingkungan sekolah.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid menuliskan refleksi singkat: Apa yang sudah kamu pahami tentang hubungan aktivitas manusia dan potensi bencana? Apa yang masih ingin kamu ketahui lebih lanjut?
  • Murid mengevaluasi tabel analisis miliknya sendiri dengan memeriksa kelengkapan dan ketepatan informasi (self-assessment).
  • Guru memberikan umpan balik terhadap pemahaman murid dan meluruskan miskonsepsi yang muncul selama diskusi.
  • Murid merumuskan satu tindakan nyata yang bisa dilakukan untuk mengurangi dampak perubahan iklim di lingkungan sekitar sebagai komitmen pribadi.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan materi inti: hubungan aktivitas manusia dengan perubahan iklim dan potensi bencana, serta jenis-jenis cuaca ekstrem dan dampaknya.
  • Guru melakukan asesmen akhir berupa 3 pertanyaan kuis singkat secara lisan atau tertulis untuk mengecek ketercapaian tujuan pembelajaran.
  • Guru memberikan apresiasi terhadap partisipasi murid dan menyampaikan gambaran materi pertemuan berikutnya tentang adaptasi manusia terhadap perubahan iklim.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan tambahan diberikan artikel yang lebih sederhana dengan kosakata yang diberi penjelasan; murid yang sudah mahir diberikan artikel ilmiah tambahan tentang data perubahan iklim global.
  • Proses: Murid yang membutuhkan waktu lebih lama mengerjakan tabel dengan jumlah baris lebih sedikit (2 jenis cuaca ekstrem); murid cepat diminta menambahkan kolom 'Solusi Mitigasi' pada tabelnya.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan menyajikan hasil dalam bentuk poin-poin singkat; murid mahir menyajikan dalam bentuk peta konsep atau infografis sederhana.

ASESMEN

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: 'Sebutkan perbedaan cuaca dan iklim!'
  • Pertanyaan lanjutan: 'Apakah kamu pernah mengalami atau mendengar kejadian cuaca tidak biasa di sekitar tempat tinggalmu? Ceritakan singkat.'

Proses:

  • Observasi aktivitas murid saat membaca dan mengidentifikasi konsep kunci dari artikel.
  • Pemeriksaan kelengkapan dan ketepatan tabel analisis cuaca ekstrem (Jenis, Penyebab, Dampak, Contoh Lokal).
  • Kualitas tanggapan dan pertanyaan kritis murid saat presentasi dan diskusi kelas.
  • Kemampuan murid menghubungkan materi dengan konteks lingkungan lokal.

Akhir:

  • Kuis tertulis 3 soal uraian singkat yang mengukur kemampuan menjelaskan potensi bencana akibat perubahan iklim dan mengidentifikasi cuaca ekstrem serta dampaknya.
  • Penilaian refleksi tertulis dan komitmen tindakan nyata murid.

Formatif:

  • Observasi keterlibatan murid selama membaca dan menganalisis artikel.
  • Pemeriksaan tabel analisis cuaca ekstrem yang disusun murid.
  • Tanya jawab selama diskusi kelas untuk mengecek pemahaman konsep.
  • Penilaian refleksi tertulis murid.

Sumatif:

  • Kuis tertulis singkat (3 soal) di akhir pembelajaran: (1) Sebutkan 3 potensi bencana akibat perubahan iklim, (2) Jelaskan hubungan aktivitas manusia dengan salah satu bencana tersebut, (3) Identifikasi dampak cuaca ekstrem terhadap masyarakat di lingkungan sekitar.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman Konsep Potensi Bencana Akibat Perubahan Iklim (TP 8.2.1.1)Belum mampu menyebutkan potensi bencana yang berkaitan dengan perubahan iklim akibat aktivitas manusia.Mampu menyebutkan 1 potensi bencana tetapi belum dapat menjelaskan kaitannya dengan aktivitas manusia.Mampu menjelaskan 2-3 potensi bencana dan menghubungkannya dengan aktivitas manusia secara tepat.Mampu menjelaskan lebih dari 3 potensi bencana, menghubungkan dengan aktivitas manusia secara rinci, dan memberikan contoh kontekstual dari lingkungan sekitar.
Identifikasi Cuaca Ekstrem dan Dampaknya (TP 8.2.1.2)Belum mampu mengidentifikasi jenis cuaca ekstrem maupun dampaknya terhadap masyarakat.Mampu menyebutkan 1 jenis cuaca ekstrem tetapi belum dapat menjelaskan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.Mampu mengidentifikasi 2-3 jenis cuaca ekstrem dan menjelaskan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat di lingkungan lokal.Mampu mengidentifikasi berbagai jenis cuaca ekstrem, menjelaskan dampaknya secara rinci terhadap berbagai aspek kehidupan masyarakat, dan menghubungkannya dengan kondisi lokal secara kritis.
Kemampuan Komunikasi dan Penalaran KritisBelum mampu menyampaikan pendapat atau hasil analisis secara lisan maupun tulisan.Mampu menyampaikan pendapat secara sederhana tetapi belum didukung data atau alasan yang jelas.Mampu menyampaikan hasil analisis secara terstruktur dengan dukungan data dan alasan yang logis.Mampu menyampaikan hasil analisis secara terstruktur, kritis, didukung data yang relevan, serta mampu menanggapi pendapat orang lain secara konstruktif.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid mampu membedakan cuaca dan iklim sebagai prasyarat memahami materi?
  • Apakah metode analisis artikel dan tabel efektif membantu murid mencapai tujuan pembelajaran?
  • Bagian mana dari pembelajaran yang perlu diperbaiki untuk pertemuan berikutnya?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah mengakomodasi kebutuhan murid yang beragam?

Refleksi Murid:

  • Apa hal baru yang kamu pelajari hari ini tentang perubahan iklim dan potensi bencana?
  • Bagian mana yang masih sulit kamu pahami dan perlu dipelajari lebih lanjut?
  • Tindakan nyata apa yang bisa kamu lakukan mulai hari ini untuk mengurangi dampak perubahan iklim di lingkunganmu?
  • Bagaimana perasaanmu selama proses pembelajaran hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPS SMP/MTs Kelas VIII, Supardi dkk., Kemendikbudristek (ISBN 978-634-00-0087-0), Bab 2: Ragam Aktivitas Manusia.
  2. Buku Guru IPS SMP/MTs Kelas VIII, Supardi dkk., Kemendikbudristek, Panduan Khusus Bab 2.
  3. Artikel berita tentang cuaca ekstrem di Indonesia (sumber: BMKG atau media terpercaya).
  4. Infografis atau peta sebaran bencana terkait iklim di Indonesia (sumber: BNPB atau BMKG).
  5. Video singkat tentang perubahan iklim dan dampaknya (tautan: https://buku.kemdikbud.go.id/s/IPS8).
  6. Papan tulis, spidol, dan LCD proyektor.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.