Modul AjarPertemuan 5Bab 1Fase DSemester 1

Modul Ajar IPS Kelas 8: Faktor Aktivitas Manusia terhadap Perubahan Iklim di Indonesia

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPS kelas 8 dengan topik "Faktor Aktivitas Manusia terhadap Perubahan Iklim di Indonesia". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPS Kelas 8: Faktor Aktivitas Manusia terhadap Perubahan Iklim di Indonesia

IPS - Kelas 8

Bab 1 - Pertemuan 5

MODUL AJAR

IPS — Kelas 8 (Fase D)

Topik: Faktor Aktivitas Manusia terhadap Perubahan Iklim di Indonesia

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPS
Fase / KelasFase D / Kelas 8
TopikFaktor Aktivitas Manusia terhadap Perubahan Iklim di Indonesia
Alokasi Waktu2x40 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan berbagai faktor aktivitas manusia (deforestasi, industrialisasi, alih fungsi lahan) yang berkontribusi terhadap perubahan iklim di Indonesia.
  2. Murid dapat mengajukan pertanyaan kritis dan mendiskusikan hubungan sebab-akibat antara aktivitas manusia di Indonesia dengan gejala perubahan iklim yang terjadi.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kamu merasakan cuaca di daerahmu terasa lebih panas atau hujannya lebih lebat dibanding beberapa tahun lalu? Menurutmu, apa yang menyebabkan hal itu?
  2. Jika sebuah hutan ditebang habis untuk dijadikan kebun sawit, kira-kira apa yang akan terjadi pada suhu dan cuaca di daerah sekitarnya?
  3. Dari semua aktivitas manusia sehari-hari — mulai dari naik kendaraan bermotor, membuang sampah, hingga membuka lahan — mana menurutmu yang paling besar dampaknya terhadap perubahan iklim di Indonesia? Mengapa?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mempersilakan ketua kelas memimpin doa bersama (2 menit).
  • Guru memeriksa kehadiran murid dan mengondisikan kelas agar siap belajar (1 menit).
  • Asesmen awal diagnostik: Guru membagikan sticky note (atau meminta murid menulis di selembar kertas). Murid menuliskan satu kata atau kalimat singkat: 'Menurutku, perubahan iklim disebabkan oleh...' Hasil dikumpulkan dan guru membaca beberapa secara acak untuk memetakan pemahaman awal (5 menit).
  • Guru menampilkan dua foto berdampingan: foto hutan lebat di Kalimantan dan foto lahan gundul/kebakaran hutan di lokasi yang sama, lalu mengajukan pertanyaan pemantik pertama dan kedua untuk memancing rasa ingin tahu (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini secara singkat dan jelas: 'Hari ini kita akan mencari tahu aktivitas manusia apa saja yang menyebabkan perubahan iklim di Indonesia dan berlatih mengajukan pertanyaan kritis tentang masalah ini.' (2 menit).
  • Guru menjelaskan alur kegiatan secara singkat agar murid tahu apa yang akan mereka lakukan selama 80 menit ke depan (2 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menayangkan infografis atau diagram sederhana 'Tiga Faktor Utama Aktivitas Manusia terhadap Perubahan Iklim di Indonesia': (1) Deforestasi, (2) Industrialisasi, (3) Alih Fungsi Lahan. Murid diminta mengamati selama 2 menit dalam hening penuh (mindful observation) (2 menit).
  • Guru memberikan teks bacaan singkat (±300 kata) yang menjelaskan ketiga faktor tersebut beserta contoh nyata di Indonesia: deforestasi di Kalimantan/Sumatera, pabrik dan kendaraan bermotor sebagai sumber emisi CO₂, serta alih fungsi lahan gambut menjadi perkebunan. Murid membaca secara mandiri dan menandai bagian yang belum dipahami (5 menit).
  • Guru memandu diskusi kelas singkat untuk mengklarifikasi konsep: 'Apa itu gas rumah kaca?', 'Bagaimana hutan berperan menyerap CO₂?', 'Mengapa lahan gambut sangat penting?' Guru menggunakan teknik bertanya bertingkat untuk membangun pemahaman bertahap (8 menit).
  • Murid secara individu mengisi tabel 'Faktor → Proses → Dampak Iklim' di lembar kerja yang sudah disiapkan guru. Contoh: Deforestasi → Pohon ditebang → Berkurangnya penyerapan CO₂ → Suhu bumi meningkat (5 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid dibagi menjadi kelompok beranggotakan 4 orang. Setiap kelompok mendapat satu 'Kartu Kasus': (Kasus A) Kebakaran hutan gambut di Riau, (Kasus B) Pembangunan kawasan industri di pinggir kota, (Kasus C) Alih fungsi lahan pertanian menjadi perumahan di Jawa, (Kasus D) Penebangan hutan mangrove untuk tambak udang di Sulawesi. Kelompok dengan jumlah lebih diberi kasus yang sama (2 menit).
  • Setiap kelompok berdiskusi untuk menjawab pertanyaan analisis pada lembar kasus: (1) Aktivitas manusia apa yang terjadi dalam kasus ini? (2) Bagaimana proses aktivitas tersebut berkontribusi terhadap perubahan iklim? (3) Apa gejala perubahan iklim yang mungkin muncul akibat kasus ini? (10 menit).
  • Setiap kelompok merumuskan minimal 2 pertanyaan kritis tentang kasusnya. Guru membimbing dengan contoh: pertanyaan level rendah ('Apa yang terjadi?') vs pertanyaan kritis ('Mengapa hal ini terus terjadi meski sudah ada larangan?'). Pertanyaan ditulis di kertas plano/karton kecil (5 menit).
  • Satu perwakilan tiap kelompok mempresentasikan hasil analisis dan pertanyaan kritisnya kepada kelas dalam format 'Galeri Jalan' (gallery walk): kertas plano ditempel di dinding, dan murid dari kelompok lain berkeliling membaca serta memberi komentar/tanda bintang pada pertanyaan yang mereka anggap paling tajam (8 menit).
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas singkat untuk membahas 1-2 pertanyaan kritis terbaik yang paling banyak mendapat tanda bintang. Guru mendorong murid untuk mengaitkan jawaban dengan data atau fakta yang sudah mereka baca (5 menit).

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid kembali ke tempat duduk masing-masing. Secara individu, murid mengisi bagian refleksi di lembar kerja: 'Dari semua yang kamu pelajari hari ini, hubungan sebab-akibat mana yang paling mengejutkan atau paling penting menurutmu? Jelaskan alasanmu.' (4 menit).
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik ketiga kepada kelas dan mempersilakan 2-3 murid berbagi pendapatnya secara lisan. Guru merespons dengan apresiasi dan mengaitkan jawaban dengan konsep yang telah dipelajari (4 menit).
  • Guru memimpin refleksi bersama dengan pertanyaan: 'Sebagai warga Indonesia, apakah kita juga turut berkontribusi pada perubahan iklim dalam kehidupan sehari-hari? Apa contoh kecil yang bisa kita ubah?' Kegiatan ini memperkuat dimensi Kewargaan murid (3 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran: tiga faktor utama aktivitas manusia penyebab perubahan iklim dan hubungan sebab-akibatnya. Guru menggunakan teknik 'sambung kalimat': 'Perubahan iklim terjadi karena manusia...' dan meminta beberapa siswa melanjutkan (3 menit).
  • Asesmen akhir: Guru membagikan soal asesmen singkat (exit ticket) berisi 2 pertanyaan tertulis: (1) Sebutkan dan jelaskan 2 faktor aktivitas manusia yang berkontribusi terhadap perubahan iklim di Indonesia beserta contohnya! (2) Buatlah 1 pertanyaan kritis tentang hubungan aktivitas manusia dengan perubahan iklim di Indonesia yang belum terjawab hari ini. Murid mengerjakan selama 5 menit, kemudian dikumpulkan (5 menit).
  • Guru memberikan umpan balik singkat terhadap proses diskusi dan presentasi yang berlangsung hari ini — menyebutkan hal positif yang diamati dan satu hal yang bisa diperkuat pada pertemuan berikutnya (2 menit).
  • Guru menyampaikan keterkaitan materi hari ini dengan pertemuan berikutnya: dampak perubahan iklim terhadap kehidupan masyarakat Indonesia dan upaya adaptasi yang bisa dilakukan (1 menit).
  • Guru menutup pembelajaran dengan salam (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih diberikan teks bacaan dengan kosakata yang disederhanakan dan dilengkapi ilustrasi/gambar. Murid yang sudah mahir dapat diberikan artikel pendek tambahan dari sumber seperti KLHK atau Mongabay tentang data emisi karbon Indonesia terkini untuk memperdalam analisis.
  • Proses: Pada tahap Mengaplikasi, murid dengan kecepatan belajar lebih lambat dapat berdiskusi bersama guru atau asisten sebaya (teman sebangku yang sudah paham) dalam kelompoknya. Murid cepat didorong untuk merumuskan lebih dari 2 pertanyaan kritis dan mencari hubungan antar-kasus yang berbeda.
  • Produk: Murid yang belum mencapai target cukup melengkapi tabel 'Faktor → Proses → Dampak' untuk 2 faktor saja. Murid yang sudah berkembang dapat membuat peta konsep sederhana yang menghubungkan ketiga faktor aktivitas manusia dengan berbagai gejala perubahan iklim di Indonesia sebagai pengayaan.

ASESMEN

Awal:

  • Sticky note diagnostik: murid menuliskan satu kata atau kalimat singkat tentang penyebab perubahan iklim menurut pengetahuan awal mereka. Guru membaca beberapa secara acak untuk memetakan miskonsepsi dan tingkat pemahaman awal sebelum memulai kegiatan inti.

Proses:

  • Observasi guru selama diskusi kelompok: guru berkeliling memantau proses diskusi, mencatat murid yang aktif, pasif, atau mengalami kesulitan memahami konsep untuk memberikan bantuan terarah.
  • Lembar kerja individu tabel 'Faktor → Proses → Dampak Iklim' yang diisi selama tahap Memahami digunakan sebagai cek pemahaman sebelum masuk ke tahap Mengaplikasi.
  • Penilaian kualitas pertanyaan kritis kelompok selama gallery walk: guru mengamati dan memberi catatan singkat pada pertanyaan yang menunjukkan penalaran sebab-akibat yang kuat.

Akhir:

  • Exit ticket tertulis (dikerjakan individu, 5 menit): Pertanyaan 1 — Sebutkan dan jelaskan 2 faktor aktivitas manusia yang berkontribusi terhadap perubahan iklim di Indonesia beserta contoh nyatanya! Pertanyaan 2 — Tuliskan 1 pertanyaan kritis tentang hubungan aktivitas manusia dengan perubahan iklim di Indonesia yang masih ingin kamu selidiki lebih lanjut. Hasil exit ticket digunakan guru untuk menentukan tindak lanjut pada pertemuan berikutnya.

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid dalam diskusi kelompok dan gallery walk menggunakan lembar observasi sederhana (aktif bertanya, memberikan argumen, mendengarkan pendapat teman).
  • Kualitas pertanyaan kritis yang dirumuskan kelompok: dinilai dari ketajaman pertanyaan (apakah mempertanyakan sebab mendalam, bukan sekadar fakta).
  • Kelengkapan dan ketepatan tabel 'Faktor → Proses → Dampak Iklim' pada lembar kerja individu.

Sumatif:

  • Exit ticket: (1) kemampuan menjelaskan minimal 2 faktor aktivitas manusia beserta contohnya, dan (2) kemampuan merumuskan pertanyaan kritis yang menunjukkan pemahaman hubungan sebab-akibat.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan Faktor Aktivitas Manusia (TP 8.1.5.1)Murid belum dapat menyebutkan faktor aktivitas manusia penyebab perubahan iklim, atau menyebutkan faktor yang tidak relevan.Murid dapat menyebutkan 1 faktor aktivitas manusia (misalnya deforestasi) tetapi belum dapat menjelaskan prosesnya secara tepat.Murid dapat menyebutkan dan menjelaskan 2 faktor aktivitas manusia dengan proses yang tepat, disertai contoh di Indonesia.Murid dapat menjelaskan ketiga faktor (deforestasi, industrialisasi, alih fungsi lahan) secara rinci beserta contoh nyata di Indonesia dan mengaitkan ketiganya sebagai penyebab meningkatnya emisi gas rumah kaca.
Mengajukan Pertanyaan Kritis (TP 8.1.5.2)Murid tidak dapat merumuskan pertanyaan, atau pertanyaan yang dibuat hanya meminta fakta sederhana (misalnya 'Apa itu deforestasi?').Murid dapat merumuskan pertanyaan yang meminta penjelasan, tetapi belum menunjukkan hubungan sebab-akibat (misalnya 'Mengapa hutan ditebang?').Murid dapat merumuskan 1-2 pertanyaan kritis yang menunjukkan hubungan sebab-akibat antara aktivitas manusia dengan gejala perubahan iklim secara tepat.Murid dapat merumuskan pertanyaan kritis yang tajam, menghubungkan aktivitas manusia dengan gejala perubahan iklim secara sistematis, dan mampu mendiskusikan kemungkinan jawabannya berdasarkan data atau fakta yang tersedia.
Partisipasi Diskusi dan KolaborasiMurid tidak aktif dalam diskusi kelompok dan tidak berkontribusi pada penyusunan analisis kasus.Murid sesekali berkontribusi dalam diskusi kelompok tetapi lebih banyak mengikuti pendapat anggota lain tanpa memberikan argumen sendiri.Murid aktif berkontribusi dalam diskusi, menyampaikan pendapat yang relevan, dan mendengarkan serta merespons pendapat anggota kelompok lain.Murid berperan aktif sebagai penggerak diskusi: mengajukan pertanyaan kepada anggota kelompok, mendorong semua anggota untuk berkontribusi, dan membantu merangkum hasil diskusi kelompok.
Kemampuan Komunikasi Lisan/TertulisMurid tidak menyampaikan hasil diskusi atau tulisan yang diserahkan tidak dapat dipahami.Murid menyampaikan hasil diskusi dengan kalimat yang kurang terstruktur dan sebagian informasi tidak akurat.Murid menyampaikan hasil diskusi atau menuliskan jawaban dengan kalimat yang jelas, terstruktur, dan informasi yang disampaikan sebagian besar akurat.Murid menyampaikan hasil diskusi atau tulisan secara sistematis, menggunakan istilah yang tepat, dengan argumentasi yang didukung fakta, dan menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh teman sebayanya.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah pertanyaan pemantik yang saya gunakan berhasil memancing rasa ingin tahu dan diskusi yang bermakna dari murid?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional? Tahap mana yang perlu disesuaikan pada pertemuan berikutnya?
  • Murid mana yang belum aktif dalam diskusi atau menunjukkan kesulitan dalam memahami konsep? Tindak lanjut apa yang perlu saya lakukan?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan sudah menjangkau kebutuhan murid yang memerlukan dukungan lebih maupun yang sudah mahir?
  • Seberapa efektif metode gallery walk dalam mendorong murid untuk berpikir kritis dan saling belajar dari kelompok lain?

Refleksi Murid:

  • Dari tiga faktor aktivitas manusia yang kita pelajari hari ini (deforestasi, industrialisasi, alih fungsi lahan), mana yang menurutmu paling mengancam iklim Indonesia? Jelaskan alasanmu.
  • Apakah ada hal yang masih membingungkanmu tentang hubungan antara aktivitas manusia dengan perubahan iklim? Tuliskan pertanyaanmu.
  • Dalam kehidupan sehari-harimu, apakah ada aktivitas yang tanpa sadar ikut berkontribusi pada perubahan iklim? Apa yang bisa kamu lakukan untuk mengubahnya?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPS Kelas VIII SMP/MTs (Kemdikbudristek) — Bab 2: Ragam Aktivitas Manusia, Sub-bab Perubahan Iklim
  2. Buku Guru IPS Kelas VIII SMP/MTs (Kemdikbudristek) — Panduan Khusus Bab 2
  3. Infografis 'Tiga Faktor Aktivitas Manusia terhadap Perubahan Iklim di Indonesia' (disiapkan guru, dapat dibuat di Canva)
  4. Foto berdampingan hutan lebat vs lahan gundul/kebakaran hutan di Kalimantan/Sumatera (sumber: KLHK, WWF Indonesia, atau media daring terpercaya)
  5. Kartu Kasus empat skenario (Kasus A–D) yang disiapkan guru dalam format kartu cetak atau kertas A5
  6. Lembar Kerja Murid (LKPD) berisi tabel 'Faktor → Proses → Dampak Iklim' dan lembar analisis kasus
  7. Sticky note/kertas kecil untuk asesmen awal dan exit ticket
  8. Kertas plano atau karton kecil untuk gallery walk
  9. Video pengayaan perubahan iklim (opsional): https://buku.kemdikbud.go.id/s/IPS7
  10. Artikel pengayaan: Ari, Mochamad & Doddy S. Sukadri. 'Kekeringan dan Bencana Iklim: Menakar Aksi Adaptasi dan Ketahanan Iklim di Indonesia'. Mongabay.com, 18 September 2023. Tersedia di: https://buku.kemdikbud.go.id/s/IPS45

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.