MODUL AJAR IPS — Kelas 8 (Fase D) Topik: Masyarakat Indonesia dan Kontribusinya terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 8 |
|---|
| Topik | Masyarakat Indonesia dan Kontribusinya terhadap Sustainable Development Goals (SDGs) |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x40 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid dapat mengelaborasi hubungan antara upaya pelestarian lingkungan dan adaptasi perubahan iklim oleh masyarakat Indonesia dengan pencapaian SDGs dalam konteks lokal, nasional, dan global.
- Murid dapat menyajikan hasil penyelidikan secara kolaboratif mengenai kontribusi nyata masyarakat dan pemerintah Indonesia dalam mendukung SDGs terkait lingkungan hidup.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kamu melihat atau mendengar kegiatan warga di sekitarmu yang menjaga lingkungan, seperti menanam pohon atau memilah sampah? Menurutmu, apakah kegiatan kecil seperti itu bisa berdampak pada masalah global seperti perubahan iklim?
- Indonesia memiliki hutan hujan tropis terluas ketiga di dunia, namun juga menghadapi ancaman deforestasi. Bagaimana menurutmu peran masyarakat dan pemerintah Indonesia dalam menjaga hutan tersebut bisa berkontribusi pada tujuan pembangunan berkelanjutan dunia?
- Dari 17 tujuan SDGs, tujuan mana saja yang menurutmu paling relevan dengan kondisi lingkungan di daerahmu, dan mengapa?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid berdoa sesuai kepercayaan masing-masing (2 menit).
- Guru memeriksa kehadiran dan mengondisikan kelas agar siap belajar (1 menit).
- Asesmen Awal — Guru menampilkan sebuah infografis singkat bertuliskan '17 Tujuan SDGs' dan meminta murid secara mandiri menulis di sticky note: (a) satu tujuan SDGs yang sudah mereka kenal, dan (b) satu contoh kegiatan masyarakat Indonesia yang mereka tahu berkaitan dengan lingkungan. Sticky note ditempel di papan kelas sebagai peta pengetahuan awal (5 menit).
- Guru melakukan tanya jawab singkat berdasarkan hasil sticky note untuk mengidentifikasi pemahaman awal dan miskonsepsi murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran 8.1.11.1 dan 8.1.11.2, serta alur kegiatan hari ini secara ringkas (2 menit).
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik untuk membangkitkan rasa ingin tahu dan mendorong koneksi dengan pengalaman nyata murid (2 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru membagi murid ke dalam 5 kelompok (4–5 orang per kelompok). Tiap kelompok mendapat amplop berisi kartu informasi tentang satu klaster SDGs terkait lingkungan: Kelompok 1 (SDG 13 — Penanganan Perubahan Iklim), Kelompok 2 (SDG 14 — Ekosistem Lautan), Kelompok 3 (SDG 15 — Ekosistem Daratan), Kelompok 4 (SDG 6 — Air Bersih dan Sanitasi), Kelompok 5 (SDG 7 — Energi Bersih). Kartu memuat definisi tujuan, indikator kunci, dan 1–2 contoh program nyata Indonesia.
- Setiap anggota kelompok membaca kartu informasi secara mandiri selama 3 menit, lalu berdiskusi dalam kelompok untuk menyepakati: (a) inti dari tujuan SDGs yang mereka pelajari, dan (b) hubungannya dengan upaya pelestarian lingkungan dan adaptasi perubahan iklim di Indonesia (7 menit). [Prinsip: Berkesadaran — murid diajak fokus pada informasi yang mereka baca dan mengaitkannya dengan konteks nyata]
- Guru menayangkan peta konsep rumpang di layar proyektor yang menghubungkan: 'Aktivitas Masyarakat / Kebijakan Pemerintah' → 'Pelestarian Lingkungan & Adaptasi Iklim' → 'Capaian SDGs' (konteks lokal, nasional, global). Kelompok mendiskusikan bagaimana SDGs yang mereka pelajari mengisi peta konsep tersebut (5 menit).
- Perwakilan satu kelompok memaparkan hasil diskusinya kepada kelas (2 menit), diikuti klarifikasi singkat dari guru untuk meluruskan pemahaman konsep kunci. [Prinsip: Bermakna — koneksi dibuat eksplisit antara aksi lokal dan dampak global]
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Setiap kelompok menerima Lembar Kerja Penyelidikan Kolaboratif (LKPK) yang memandu mereka melakukan mini-investigasi terhadap SDGs yang menjadi tanggung jawab kelompoknya. LKPK berisi: (a) kolom 'Bukti Kontribusi Masyarakat' (program komunitas, NGO, atau individu), (b) kolom 'Bukti Kontribusi Pemerintah' (kebijakan, program nasional, atau regulasi), dan (c) kolom 'Dampak: Lokal, Nasional, Global'. (1 menit untuk membaca instruksi)
- Kelompok mengisi LKPK menggunakan bahan ajar (kartu informasi, artikel pendek yang telah disiapkan guru, dan buku siswa). Guru berkeliling untuk memfasilitasi dan mengajukan pertanyaan menggali ('Apa buktinya?', 'Mengapa hubungan ini penting?', 'Bagaimana dampaknya di luar Indonesia?') kepada tiap kelompok (12 menit). [Prinsip: Bermakna — penyelidikan berbasis data dan contoh nyata, bukan hafalan]
- Asesmen Proses — Guru mengamati proses kerja kelompok menggunakan daftar periksa (checklist observasi): keaktifan semua anggota, kualitas argumen yang dibangun, kemampuan menghubungkan bukti dengan konsep SDGs. Guru memberikan umpan balik lisan secara langsung kepada kelompok yang membutuhkan panduan lebih lanjut.
- Setiap kelompok menyusun produk 'Kartu Kontribusi Indonesia untuk SDGs': selembar kertas A4 bergambar sederhana atau mind map yang menampilkan temuan penyelidikan mereka secara visual dan ringkas. Produk ini dirancang agar dapat dipresentasikan dalam 2–3 menit (10 menit). [Prinsip: Menggembirakan — format visual kreatif memberi kebebasan berekspresi dan mendorong antusiasme]
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Setiap kelompok mempresentasikan 'Kartu Kontribusi Indonesia untuk SDGs' mereka secara bergiliran (masing-masing 2 menit, total ±10 menit). Kelompok lain dapat mengajukan satu pertanyaan atau komentar singkat. [Prinsip: Komunikasi dan Kolaborasi aktif]
- Setelah semua kelompok presentasi, guru memandu diskusi kelas: 'Dari semua yang kalian temukan, apa pola umum yang muncul tentang cara masyarakat dan pemerintah Indonesia berkontribusi pada SDGs?' (3 menit). [Prinsip: Berkesadaran — mengajak murid menarik makna lebih dalam dari proses yang baru dilalui]
- Murid secara individu mengisi 'Lembar Refleksi 3-2-1': (3) tiga hal yang baru dipahami, (2) dua pertanyaan yang masih ingin dijawab, (1) satu aksi nyata yang bisa mereka lakukan sebagai pelajar untuk mendukung SDGs di lingkungan terdekat (4 menit). [Prinsip: Bermakna dan Berkesadaran — menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan dan tanggung jawab pribadi]
Penutup:- Guru meminta 2–3 murid membacakan satu aksi nyata dari Lembar Refleksi 3-2-1 mereka, lalu merangkum poin utama pembelajaran: hubungan antara pelestarian lingkungan, adaptasi iklim, dan SDGs dalam konteks lokal–nasional–global (3 menit).
- Asesmen Akhir — Guru membagikan kuis singkat berupa 3 soal isian/esai pendek (dikerjakan secara mandiri, 5 menit): Soal 1: Sebutkan satu program pemerintah Indonesia yang berkontribusi pada SDG 13 dan jelaskan dampaknya. Soal 2: Hubungkan antara kegiatan rehabilitasi mangrove oleh masyarakat pesisir dengan pencapaian minimal dua tujuan SDGs. Soal 3: Jelaskan bagaimana kontribusi lokal Indonesia dapat berdampak pada tujuan SDGs di tingkat global.
- Guru memberikan apresiasi atas partisipasi dan kerja keras murid (1 menit).
- Guru menyampaikan rencana tindak lanjut: pada pertemuan berikutnya murid akan memperdalam materi tentang topik selanjutnya dalam bab ini. Murid didorong untuk mengamati satu kegiatan pelestarian lingkungan di sekitar rumah atau sekolah mereka sebagai bahan observasi lanjutan (1 menit).
- Guru menutup kelas dengan salam (1 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid dengan kecepatan belajar lebih tinggi mendapat kartu informasi dengan level kompleksitas lebih tinggi, memuat data statistik capaian SDGs Indonesia dari laporan VNR (Voluntary National Review) atau BAPPENAS. Murid yang membutuhkan dukungan lebih mendapat kartu informasi yang dilengkapi glosarium istilah kunci dan pertanyaan panduan yang lebih terstruktur.
- Proses: Murid yang cepat didorong untuk menganalisis hubungan lintas SDGs (misalnya, bagaimana SDG 15 mendukung SDG 13 sekaligus SDG 1) dan mengisi kolom analisis lanjutan di LKPK. Murid yang memerlukan dukungan mendapat scaffolding berupa kerangka kalimat ('Program ___ yang dilakukan oleh ___ berkontribusi pada SDG ___ karena ___') untuk membantu mereka mengisi LKPK dan menyusun presentasi.
- Produk: Murid yang cepat dapat menyajikan 'Kartu Kontribusi' dalam bentuk infografis digital menggunakan aplikasi sederhana di ponsel (jika tersedia) atau membuat narasi tertulis yang lebih elaboratif. Murid yang memerlukan dukungan dapat menyajikan produk dalam bentuk peta pikiran sederhana bergambar tanpa harus memenuhi kelengkapan data seperti kelompok lainnya, namun tetap memuat poin utama kontribusi dan kaitan dengan SDGs.
ASESMENAwal:- Guru meminta murid menuliskan pada sticky note: (a) satu tujuan SDGs yang sudah mereka kenal, dan (b) satu contoh kegiatan masyarakat Indonesia yang berkaitan dengan lingkungan. Hasil digunakan untuk memetakan pengetahuan awal dan menyesuaikan penekanan materi selama pembelajaran.
Proses:- Observasi langsung menggunakan checklist saat kelompok mengerjakan LKPK pada tahap Mengaplikasi: guru menilai keaktifan partisipasi semua anggota, kualitas argumentasi yang dibangun, dan kemampuan menghubungkan data/contoh nyata dengan tujuan SDGs yang relevan.
- Umpan balik lisan langsung diberikan guru kepada kelompok yang membutuhkan panduan lebih lanjut saat berkeliling.
- Kualitas pertanyaan dan komentar yang diajukan kelompok lain saat sesi presentasi pada tahap Merefleksi.
Akhir:- Kuis singkat 3 soal esai pendek yang dikerjakan secara mandiri (5 menit) di akhir pertemuan, menilai kemampuan: (1) mengidentifikasi program pemerintah dan kaitannya dengan SDG spesifik, (2) menghubungkan kegiatan masyarakat dengan minimal dua tujuan SDGs secara tertulis, (3) menjelaskan bagaimana kontribusi lokal berdampak pada tujuan global.
- Produk 'Kartu Kontribusi Indonesia untuk SDGs' dinilai menggunakan rubrik berdasarkan aspek: kelengkapan data kontribusi (masyarakat dan pemerintah), kedalaman elaborasi hubungan dengan SDGs, akurasi konteks (lokal/nasional/global), dan kejelasan penyajian visual/tertulis.
Formatif:- Observasi guru menggunakan checklist selama diskusi kelompok pada tahap Mengaplikasi: mencakup indikator keaktifan anggota, kualitas argumen, dan kemampuan menghubungkan bukti dengan konsep SDGs.
- Lembar Refleksi 3-2-1 yang diisi murid secara individu pada tahap Merefleksi: digunakan guru untuk mengetahui kedalaman pemahaman dan relevansi yang dibangun murid.
- Pertanyaan lisan guru selama kelompok mengerjakan LKPK untuk menggali dan memandu penalaran murid secara real-time.
Sumatif:- Kuis singkat 3 soal isian/esai pendek di akhir pertemuan yang mengukur kemampuan murid menghubungkan program nyata dengan SDGs serta menjelaskan dampaknya dalam konteks lokal, nasional, dan global.
- Produk 'Kartu Kontribusi Indonesia untuk SDGs' yang dinilai menggunakan rubrik 4 level berdasarkan aspek kelengkapan data, kedalaman analisis hubungan, dan kejelasan penyajian.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Elaborasi Hubungan Pelestarian Lingkungan/Adaptasi Iklim dengan SDGs (TP 8.1.11.1) | Murid belum dapat menjelaskan hubungan antara upaya pelestarian lingkungan atau adaptasi iklim dengan tujuan SDGs. Jawaban tidak relevan atau tidak ada. | Murid dapat menyebutkan satu hubungan sederhana antara kegiatan lingkungan dengan satu tujuan SDGs, namun penjelasan masih dangkal dan belum menunjukkan pemahaman konteks lokal, nasional, atau global. | Murid dapat menjelaskan hubungan antara upaya pelestarian lingkungan dan adaptasi iklim dengan dua atau lebih tujuan SDGs, serta mampu membedakan konteks lokal dan nasional dengan contoh yang relevan. | Murid mampu mengelaborasi secara mendalam hubungan antara upaya pelestarian lingkungan dan adaptasi perubahan iklim oleh masyarakat Indonesia dengan pencapaian SDGs secara komprehensif dalam konteks lokal, nasional, dan global, disertai bukti konkret dan analisis keterkaitan lintas SDGs. | | Kelengkapan Data Penyelidikan Kontribusi Masyarakat dan Pemerintah (TP 8.1.11.2) | Produk tidak memuat data kontribusi masyarakat atau pemerintah, atau data yang disajikan tidak relevan dengan SDGs lingkungan hidup. | Produk memuat satu contoh kontribusi (masyarakat atau pemerintah saja) dengan penjelasan terbatas dan belum menghubungkan secara eksplisit dengan SDGs. | Produk memuat contoh kontribusi masyarakat dan pemerintah Indonesia masing-masing minimal satu, disertai penjelasan kaitannya dengan SDGs terkait lingkungan hidup. | Produk memuat data kontribusi masyarakat dan pemerintah Indonesia yang beragam dan spesifik (nama program, lokasi, dampak terukur), dihubungkan dengan minimal dua SDGs secara eksplisit dalam konteks yang berbeda (lokal, nasional, atau global). | | Kolaborasi dalam Penyelidikan | Murid tidak berpartisipasi aktif dalam kerja kelompok. Pengerjaan LKPK didominasi satu anggota atau tidak diselesaikan. | Murid terlibat sebagian dalam diskusi kelompok, namun kontribusi tidak merata atau hanya menjawab jika diminta. | Murid berpartisipasi aktif dalam diskusi, berbagi informasi, dan membantu anggota kelompok yang kesulitan. Semua anggota berkontribusi pada produk akhir. | Murid memimpin atau memfasilitasi diskusi kelompok secara proaktif, mendorong semua anggota untuk berkontribusi, memberikan dan menerima umpan balik konstruktif, serta menghasilkan produk yang mencerminkan sinergi seluruh anggota. | | Kejelasan Komunikasi dan Penyajian Hasil (TP 8.1.11.2) | Presentasi atau produk tidak dapat dipahami. Penyampaian tidak terstruktur, informasi utama tidak tersampaikan. | Presentasi dan produk dapat dipahami sebagian. Informasi pokok tersampaikan namun tidak runtut atau kurang jelas kaitan antar bagiannya. | Presentasi dan produk disampaikan dengan jelas dan runtut. Konten utama (SDGs, kontribusi, dampak) tersampaikan dengan baik dan dapat dipahami oleh audiens. | Presentasi dan produk disampaikan dengan sangat jelas, runtut, dan menarik. Murid mampu menjawab pertanyaan dari kelompok lain, menggunakan istilah yang tepat, dan mengaitkan penyajian dengan konteks yang relevan secara meyakinkan. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah seluruh murid terlibat aktif dalam diskusi kelompok dan penyelidikan? Kelompok atau individu mana yang membutuhkan perhatian lebih pada pertemuan berikutnya?
- Seberapa efektif kartu informasi dan LKPK dalam membantu murid membangun pemahaman tentang hubungan pelestarian lingkungan dengan SDGs? Apakah perlu direvisi tingkat kompleksitasnya?
- Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami–Mengaplikasi–Merefleksi) sudah seimbang? Tahap mana yang memerlukan lebih banyak waktu?
- Apakah diferensiasi yang disiapkan benar-benar membantu murid dengan kebutuhan berbeda, atau perlu strategi tambahan?
- Dari hasil kuis akhir dan Lembar Refleksi 3-2-1, konsep mana yang masih paling banyak disalahpahami murid dan perlu ditindaklanjuti?
Refleksi Murid:- Dari kegiatan hari ini, apa satu hal paling penting yang kamu pelajari tentang hubungan antara upaya masyarakat Indonesia dan tujuan SDGs?
- Bagian mana dari kegiatan ini yang menurutmu paling menantang? Mengapa, dan bagaimana kamu mengatasinya?
- Satu aksi nyata apa yang bisa kamu lakukan sebagai pelajar di lingkungan sekolah atau rumahmu untuk mendukung salah satu tujuan SDGs yang kamu pelajari hari ini?
- Seberapa yakin kamu sekarang dapat menjelaskan kepada orang lain mengapa kontribusi masyarakat lokal Indonesia penting bagi tujuan global? (Skala 1–5, dan jelaskan alasanmu)
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa IPS Kelas VIII SMP/MTs (Kemdikbud, Kurikulum Merdeka) — Bab 1: Lingkungan dan Masyarakat Indonesia
- Buku Guru IPS Kelas VIII SMP/MTs (Kemdikbud, Kurikulum Merdeka)
- Kartu Informasi SDGs (disiapkan guru): berisi ringkasan SDG 6, 7, 13, 14, 15 beserta program nyata Indonesia dan data kunci
- Infografis '17 Tujuan SDGs' (dapat diunduh dari https://www.sdg2030indonesia.org atau dicetak dari sumber Kemdikbud)
- Artikel pendek pilihan guru tentang program lingkungan Indonesia: rehabilitasi mangrove, energi terbarukan desa, pengelolaan sampah berbasis komunitas (disiapkan dan dicetak sebelum kelas)
- Lembar Kerja Penyelidikan Kolaboratif (LKPK) — disiapkan guru
- Lembar Refleksi 3-2-1 — disiapkan guru
- Sticky note/kertas tempel (untuk asesmen awal)
- Kertas A4 atau asturo, spidol warna (untuk produk Kartu Kontribusi)
- Proyektor/LCD dan laptop (untuk menampilkan peta konsep rumpang dan infografis)
- Video dokumenter 'Rehabilitasi Mangrove untuk Masyarakat Pesisir dan Mengurangi Dampak Perubahan Iklim Dunia' (https://buku.kemdikbud.go.id/s/IPS14) — opsional sebagai pengayaan atau apabila ada waktu tersisa
|