Modul AjarBab 4Fase DSemester 2

Modul Ajar IPS Kelas 7 Bab 4: Pemberdayaan Masyarakat

Modul Ajar ini memuat seluruh rangkaian IPS kelas 7 untuk Bab 4 "Pemberdayaan Masyarakat", lengkap per pertemuan dalam satu dokumen.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPS Kelas 7 Bab 4: Pemberdayaan Masyarakat

IPS - Kelas 7

Bab 4

MODUL AJAR

IPS — Kelas 7 (Fase D)

Topik: Bab 4 — Pemberdayaan Masyarakat

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPS
Fase / KelasFase D / Kelas 7
TopikBab 4 — Pemberdayaan Masyarakat
Alokasi Waktu26 JP (26 x 40 menit = 1040 menit)
Jumlah Pertemuan9
Tahun Ajaran2026/2027
Semester2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. TP 7.4.1 Mengelaborasi dinamika sosial dan perubahan sistem sosial budaya dalam masyarakat yang majemuk untuk mewujudkan integrasi bangsa dengan prinsip kebhinekaan
  2. TP 7.4.2 Mengidentifikasi upaya masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya melalui lembaga keuangan
  3. TP 7.4.3 Menelaah peran masyarakat dan negara dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di era digital
  4. TP 7.4.4 Mengumpulkan informasi secara berkolaborasi melalui penyelidikan tentang upaya masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya melalui lembaga keuangan
  5. TP 7.4.5 Menerapkan konsep melalui simulasi untuk memperkuat pemahaman prinsip hidup bersama dalam masyarakat yang majemuk
  6. TP 7.4.6 Mengomunikasikan hasil penyelidikan tentang peran masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di era digital dengan menggunakan media informasi yang tepat

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan✓
Penalaran Kritis✓
Kreativitas✓
Kolaborasi✓
Kemandirian✓
Kesehatan
Komunikasi✓

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana kehidupan sosial dan budaya di sekitar kita mengalami perubahan seiring berjalannya waktu?
  2. Mengapa dalam masyarakat majemuk yang terus berubah, prinsip kebhinekaan sangat penting untuk menjaga integrasi bangsa?
  3. Bagaimana cara kita mengambil keputusan bersama ketika warga yang bermusyawarah memiliki latar belakang suku, agama, dan kepentingan yang berbeda?
  4. Mengapa prinsip kebhinekaan harus diterapkan saat mencari solusi atas masalah sosial di lingkungan warga?
  5. Apa yang biasanya dilakukan masyarakat ketika membutuhkan tempat yang aman untuk menyimpan uang hasil panen atau usaha?
  6. Layanan apa saja yang disediakan oleh bank untuk membantu orang tua kalian atau pedagang di sekitar memenuhi kebutuhan modal maupun transaksi harian?
  7. Selain bank, tempat resmi apa saja di sekitar kita yang dapat digunakan masyarakat untuk memperoleh pinjaman dana atau perlindungan keuangan saat membutuhkan?
  8. Bagaimana Pegadaian dan Koperasi Simpan Pinjam membantu masyarakat memenuhi kebutuhan hidup mendesak atau modal usaha?
  9. Bagaimana warga di sekitar tempat tinggal kita memanfaatkan bank atau lembaga keuangan bukan bank untuk memenuhi kebutuhan usaha atau kebutuhan keluarganya?
  10. Informasi apa saja yang perlu kita cari tahu untuk memahami cara masyarakat memanfaatkan layanan lembaga keuangan di lingkungan sekitar?
  11. Bagaimana kebiasaan berbelanja daring atau penggunaan dompet digital di sekitar kita dapat memengaruhi perputaran roda perekonomian?
  12. Apa saja peran nyata yang dapat dilakukan oleh anggota masyarakat agar tidak hanya menjadi konsumen pasif di era ekonomi digital?
  13. Mengapa jaringan internet dan infrastruktur digital perlu dibangun oleh pemerintah hingga ke pelosok desa?
  14. Apa saja bentuk dukungan dan kebijakan negara agar pelaku usaha kecil dapat berkembang di era ekonomi digital?
  15. Bagaimana cara terbaik menyampaikan data temuan ekonomi digital kepada orang lain agar mudah dipahami?
  16. Mengapa pemilihan media informasi (seperti infografik ringkas atau poster bagan) sangat memengaruhi kejelasan peran masyarakat yang kita sampaikan?
  17. Bagaimana penguasaan materi dinamika sosial, lembaga keuangan, dan ekonomi digital dapat membuktikan kesiapan kita hidup memberdayakan diri dalam masyarakat majemuk?
  18. Apa bukti konkret bahwa kita mampu menerapkan prinsip kebhinekaan dan mengomunikasikan potensi ekonomi digital secara bertanggung jawab?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1 — Mengelaborasi Dinamika Sosial dan Perubahan Sistem Sosial Budaya dalam Masyarakat yang Majemuk — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.4.1 Mengelaborasi dinamika sosial dan perubahan sistem sosial budaya dalam masyarakat yang majemuk untuk mewujudkan integrasi bangsa dengan prinsip kebhinekaan

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan alur kegiatan pembelajaran mengenai dinamika sosial dan perubahan sistem sosial budaya (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 3 pertanyaan lisan tertarget untuk memetakan kesiapan murid: (1) Apa yang dimaksud dinamika sosial? (acuan: pergerakan, interaksi, atau perubahan dalam hubungan antarmanusia di masyarakat); (2) Sebutkan 1 contoh perubahan sistem sosial budaya dalam tradisi/kebiasaan masyarakat! (acuan: gotong royong luring bergeser ke koordinasi grup digital, atau perubahan transaksi pasar tradisional ke daring); (3) Apa keterkaitan perubahan sosial budaya dengan kebhinekaan untuk integrasi bangsa? (acuan: saling menghargai keragaman tradisi saat terjadi perubahan agar tidak terjadi perpecahan) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mencermati pemaparan konsep esensial dan studi teks singkat mengenai dinamika sosial, faktor perubahan sistem sosial budaya (internal seperti penemuan baru dan eksternal seperti pengaruh budaya luar), serta tantangannya dalam masyarakat majemuk (15 menit).
  • Murid berpartisipasi dalam kuis interaktif cepat 'Tebak Faktor & Bentuk Dinamika' secara berpasangan menggunakan 4 kartu kasus: Kasus A (Penggunaan traktor menggantikan bajak kerbau pada kelompok tani majemuk), Kasus B (Masuknya festival budaya luar yang diadopsi kalangan muda), Kasus C (Musyawarah antarwarga lintas suku dalam pembagian jadwal ronda malam), Kasus D (Pergeseran sistem arisan tunai ke aplikasi dompet digital). Murid mencocokkan setiap kasus dengan faktor pendorong (teknologi, kontak budaya, kebutuhan integrasi, inovasi digital) dan pengaruhnya terhadap tatanan sosial (10 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid secara mandiri menganalisis lembar telaah elaborasi kasus dinamika sosial pada masyarakat majemuk: Teks Kasus 'Desa Sukadamai yang Majemuk Menghadapi Masuknya Industrialisasi dan Era Digitalisasi Komunikasi'. Murid mengelaborasi 3 komponen: (1) bentuk dinamika sosial dan perubahan sistem sosial budaya yang terjadi; (2) potensi dampak terhadap kerukunan/kemajemukan; serta (3) strategi menjaga integrasi bangsa berlandaskan prinsip kebhinekaan (20 menit).
  • Murid saling memeriksa hasil elaborasi bersama rekan sebangku menggunakan panduan rubrik indikator ketercapaian, lalu menyempurnakan argumen elaborasinya secara mandiri (10 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengevaluasi pemahamannya tentang bagaimana perubahan sistem sosial budaya harus disikapi secara bijak dengan menjunjung tinggi nilai persatuan dan prinsip kebhinekaan dalam kehidupan sehari-hari (10 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan inti konsep elaborasi dinamika sosial dan perubahan sistem sosial budaya dalam mewujudkan integrasi bangsa (3 menit).
  • Guru memberikan asesmen akhir berupa cek pemahaman singkat dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam penutup (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang memerlukan bimbingan diberikan teks kasus dengan penanda kata kunci konsep (faktor perubahan, bentuk interaksi, prinsip integrasi), sedangkan murid mahir menganalisis teks kasus utuh dengan variabel perubahan sosial budaya yang lebih kompleks.
  • Proses: Murid yang membutuhkan perancah dipandu dengan pertanyaan arahan langkah demi langkah dalam mengelaborasi hubungan sebab-akibat perubahan sosial, sedangkan murid yang siap bekerja secara mandiri menganalisis hubungan dinamika dan integrasi bangsa secara mendalam.
  • Produk: Elaborasi disajikan dalam format tabel telaah terstruktur bagi murid reguler/bimbingan, atau esai elaboratif analitis bagi murid yang membutuhkan pengayaan pada kompetensi yang sama.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik lisan di awal sesi pembelajaran dengan 3 butir pertanyaan beracuan: (1) Definisi dinamika sosial (acuan: pergerakan, interaksi, atau perubahan dalam hubungan antarmanusia di masyarakat); (2) Contoh perubahan sistem sosial budaya (acuan: gotong royong luring beralih ke koordinasi grup digital, atau perubahan transaksi pasar tradisional ke daring); (3) Makna prinsip kebhinekaan untuk integrasi saat terjadi perubahan sosial budaya (acuan: saling menghargai keragaman tradisi saat terjadi perubahan agar persatuan tetap utuh tanpa perpecahan).

Proses:

  • Penilaian formatif pada pengerjaan Lembar Kerja Elaborasi Dinamika Sosial 'Desa Sukadamai': Menilai ketepatan mengelaborasi 3 komponen kasus: (1) bentuk dinamika sosial dan perubahan sistem sosial budaya (acuan: pergeseran mata pencaharian agraris ke industri dan pola interaksi tatap muka menjadi digital); (2) potensi dampak terhadap kemajemukan (acuan: timbulnya kesenjangan adaptasi atau potensi benturan antarkelompok jika tidak ada adaptasi); (3) wujud integrasi bangsa berprinsip kebhinekaan (acuan: musyawarah warga lintas latar belakang, saling menghormati perbedaan budaya kerja, dan mengutamakan kebersamaan).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis singkat 2 butir pada penutup: (1) Sebutkan 2 faktor pendorong perubahan sistem sosial budaya dalam masyarakat majemuk! (acuan: penemuan teknologi baru/inovasi dan interaksi antarkelompok budaya yang berbeda); (2) Jelaskan mengapa prinsip kebhinekaan menjadi kunci menjaga integrasi bangsa saat terjadi perubahan sosial budaya! (acuan: karena kebhinekaan memastikan setiap kelompok yang beragam merasa dihargai dan memiliki komitmen bersama untuk bersatu dalam menghadapi perubahan).

Formatif:

  • Asesmen awal diagnostik lisan kesiapan pemahaman konsep dinamika sosial, perubahan sistem sosial budaya, dan integrasi
  • Asesmen proses formatif melalui telaah lembar kerja elaborasi kasus dinamika sosial masyarakat majemuk dan aktivitas kuis pencocokan kasus

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Elaborasi Dinamika Sosial dan Perubahan Sistem Sosial BudayaBelum mampu menguraikan bentuk dinamika sosial maupun faktor perubahan sistem sosial budaya dalam kasus masyarakat majemuk secara tepat.Mampu menguraikan 1 dari 3 komponen (bentuk dinamika sosial/faktor perubahan/dampaknya pada kemajemukan) dengan bantuan bimbingan guru.Mampu mengelaborasi secara mandiri 2-3 komponen dinamika sosial dan perubahan sistem sosial budaya dalam kasus masyarakat majemuk secara runtut dan tepat sesuai acuan materi.Mampu mengelaborasi seluruh 3 komponen dinamika sosial dan perubahan sistem sosial budaya secara mendalam, tepat, dan mengaitkan sebab-akibat timbal balik antarperubahan secara komprehensif tanpa kesalahan konsep.
Keterkaitan Integrasi Bangsa dengan Prinsip KebhinekaanBelum mampu menghubungkan dampak dinamika sosial budaya terhadap integrasi bangsa dan prinsip kebhinekaan.Menyebutkan prinsip kebhinekaan namun belum mampu menjelaskan kaitannya dengan upaya mewujudkan integrasi bangsa di tengah perubahan sosial.Mampu menjelaskan keterkaitan prinsip kebhinekaan secara tepat sebagai sarana mempertahankan integrasi bangsa di tengah perubahan sistem sosial budaya.Mampu mengelaborasi secara komprehensif peran prinsip kebhinekaan dalam memperkuat integrasi bangsa di tengah dinamika sosial yang kompleks disertai penalaran yang logis dan kritis.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah desain studi kasus dan kuis tebak kasus berhasil memfasilitasi pemahaman murid mengenai konsep dinamika sosial dan perubahan sistem sosial budaya secara mendalam?
  • Bagaimana keterlibatan murid dalam mengaitkan perubahan sosial budaya dengan pentingnya integrasi bangsa dan prinsip kebhinekaan?

Murid:

  • Perubahan sistem sosial budaya apa yang paling nyata kamu amati di lingkungan sekitarmu saat ini?
  • Bagaimana caramu menerapkan prinsip kebhinekaan untuk menjaga kerukunan saat terjadi perbedaan pandangan atau perubahan cara hidup di lingkunganmu?

Pertemuan 2 — Menerapkan Konsep melalui Simulasi Musyawarah Pemecahan Masalah Sosial Berdasarkan Prinsip Kebhinekaan — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.4.5 Menerapkan konsep melalui simulasi untuk memperkuat pemahaman prinsip hidup bersama dalam masyarakat yang majemuk

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan kelas agar siap belajar (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menerapkan konsep musyawarah untuk memperkuat prinsip hidup bersama dalam masyarakat majemuk (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan cepat mengenai 3 prinsip musyawarah mufakat dalam kebhinekaan: (1) saling menghargai perbedaan latar belakang, (2) mengutamakan kepentingan bersama di atas golongan, dan (3) mencapai kesepakatan tanpa diskriminasi (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid mencermati lembar skenario masalah sosial warga majemuk RT 05 yang berisi konflik jadwal penggunaan balai warga antara kelompok remaja karang taruna (latihan pentas seni daerah), kelompok pengajian bapak-bapak, dan kelompok ibadah kebaktian mingguan (10 menit).
  • Murid bersama guru membedah 3 konsep kunci hidup bersama dalam masyarakat majemuk yang harus diterapkan dalam musyawarah: keterbukaan menerima perbedaan pandangan, keadilan alokasi fasilitas, dan penyelesaian damai tanpa prasangka (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan):

  • Murid dibagi ke dalam kelompok simulasi berisi 5-6 orang dan memainkan permainan peran simulasi 'Sidang Musyawarah Warga Bhinneka', di mana setiap murid memegang kartu peran tokoh warga: Tokoh Adat Jawa, Tokoh Pemuda Batak, Tokoh Agama Islam, Tokoh Agama Kristen, dan Pengurus RT yang memfasilitasi sidang (15 menit).
  • Murid dalam kelompok menjalankan simulasi musyawarah secara interaktif dan seru dengan menerapkan aturan main 'Tongkat Bicara Kebhinekaan', di mana setiap pihak mengajukan usulan solusi yang mengakomodasi kepentingan bersama sesuai prinsip hidup bersama (10 menit).
  • Setiap kelompok simulasi merumuskan dan menuliskan 1 butir kesepakatan mufakat tertulis yang memuat jadwal giliran pemakaian balai warga yang adil bagi ketiga kelompok tanpa merugikan salah satu pihak (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid membandingkan kesepakatan kelompoknya dengan kelompok lain untuk memeriksa apakah prinsip kebhinekaan dan keadilan bersama sudah benar-benar terakomodasi dalam butir kesepakatan yang dihasilkan (10 menit).
  • Murid mengisi lembar refleksi diri secara sadar mengenai pengalaman mempraktikkan toleransi, menahan ego kelompok, dan menghargai keberagaman selama simulasi musyawarah berlangsung (10 menit).

Penutup:

  • Murid dan guru menyimpulkan inti pembelajaran mengenai penerapan konsep musyawarah berlandaskan prinsip kebhinekaan dalam mengatasi masalah sosial (10 menit).
  • Guru memberikan umpan balik atas pelaksanaan simulasi musyawarah serta menutup pertemuan dengan doa dan salam (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu skenario dengan panduan alur usulan bertahap, sedangkan murid yang siap diberikan skenario tambahan berupa keterbatasan kapasitas balai warga.
  • Proses: Murid yang memerlukan scaffolding didampingi langsung oleh guru saat pembagian giliran bicara dalam simulasi, sedangkan kelompok yang mandiri menjalankan simulasi secara penuh dipandu lembar alur peran.
  • Produk: Rumusan kesepakatan musyawarah dapat dituangkan dalam bentuk bagan jadwal piket/penggunaan balai sederhana atau teks piagam kesepakatan warga RT 05.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik lisan: 'Sebutkan 3 prinsip utama dalam musyawarah masyarakat yang majemuk!' (Kriteria penerimaan/acuan: murid menyebutkan (1) menghargai keberagaman identitas/pendapat, (2) mengutamakan kepentingan umum di atas golongan, dan (3) tidak memaksakan kehendak/anti-diskriminasi).

Proses:

  • Lembar observasi unjuk kerja simulasi musyawarah: Guru mengamati keterlibatan murid dalam menerapkan prinsip hidup bersama (kesediaan mendengarkan pandangan peran lain, mengemukakan solusi yang inklusif/adil, dan menyepakati mufakat tanpa memaksakan kehendak).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis singkat pada penutup: 'Tuliskan 1 solusi adil pembagian jadwal balai warga pada skenario tadi yang mencerminkan prinsip kebhinekaan!' (Kriteria penerimaan/acuan: usulan membagi waktu secara adil dan bergantian antara pentas seni, pengajian, dan kebaktian tanpa meniadakan salah satunya).

Formatif:

  • Observasi unjuk kerja simulasi musyawarah pemecahan masalah sosial warga majemuk
  • Penilaian lembar kesepakatan hasil musyawarah warga

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penerapan konsep prinsip hidup bersama dalam simulasi musyawarahBelum mampu menerapkan konsep prinsip hidup bersama; peran dalam simulasi musyawarah memaksakan kehendak sendiri dan mengabaikan keberagaman kepentingan warga lain.Mulai menerapkan 1 konsep prinsip hidup bersama dalam simulasi musyawarah (misalnya bersedia mendengarkan pendapat kelompok lain), namun solusi yang diusulkan masih memihak kelompok sendiri.Mampu menerapkan 2 konsep prinsip hidup bersama dalam simulasi musyawarah (mendengarkan pendapat berbeda dan mengusulkan solusi yang adil bagi seluruh kelompok yang majemuk).Secara konsisten dan mandiri menerapkan seluruh konsep prinsip hidup bersama (mendengarkan secara terbuka, mengusulkan solusi inklusif, dan menyepakati keputusan mufakat tanpa diskriminasi) dalam simulasi musyawarah.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alur simulasi musyawarah berjalan tertib dan memfasilitasi seluruh murid memahami prinsip kebhinekaan?
  • Bagian mana dari peran simulasi yang paling menantang bagi murid dan membutuhkan panduan lebih intensif?

Murid:

  • Sikap apa yang paling sulit saya lakukan saat menjalankan musyawarah dengan teman yang berbeda peran?
  • Mengapa bermusyawarah secara adil sangat penting dalam kehidupan masyarakat yang beragam?

Pertemuan 3 — Mengidentifikasi Upaya Pemenuhan Kebutuhan Masyarakat melalui Lembaga Keuangan Bank — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.4.2 Mengidentifikasi upaya masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya melalui lembaga keuangan

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar, dan memimpin doa bersama (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan lisan terarah: (1) Sebutkan fungsi utama lembaga perbankan yang kalian ketahui (acuan: menghimpun dana masyarakat dalam bentuk simpanan/tabungan dan menyalurkan dana dalam bentuk kredit/pinjaman); (2) Sebutkan 2 contoh nama bank yang ada di sekitar kita (acuan: BRI, BNI, Mandiri, BCA, Bank Syariah Indonesia, BPR, atau bank umum lainnya) (10 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengidentifikasi upaya masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya melalui jenis dan produk layanan lembaga keuangan bank (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid mencermati bagan dan teks bacaan ringkas tentang 3 kategori lembaga bank: Bank Sentral (menjaga kestabilan nilai rupiah), Bank Umum (menghimpun dana tabungan/giro/deposito dan memberi kredit konvensional/syariah), serta Bank Perkreditan Rakyat/BPR (melayani tabungan dan kredit mikro di wilayah lokal/pedesaan) (15 menit).
  • Murid menyimak ulasan guru mengenai produk layanan bank yang dipakai masyarakat untuk memenuhi kebutuhan: produk penghimpun dana (tabungan, deposito), produk penyalur dana (kredit modal usaha, KPR, pinjaman konsumtif), dan jasa pembayaran/transfer (15 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid memainkan permainan kuis tantangan berpasangan 'Tepat Kebutuhan, Tepat Layanan Bank': setiap pasangan menerima 4 kartu kasus kebutuhan masyarakat lalu secara cepat dan tepat mengidentifikasi jenis layanan bank yang paling sesuai (kartu 1: Pak Joko ingin menyisihkan sisa gaji bulanan dengan aman dan bisa ditarik sewaktu-waktu -> acuan: Rekening Tabungan Bank Umum; kartu 2: Bu Rina membutuhkan modal tambahan sebesar Rp5.000.000 untuk warung kelontongnya di desa -> acuan: Kredit Usaha Rakyat/Kredit Mikro BPR; kartu 3: Toko Berkah perlu membayar barang pesanan dari distributor di luar kota secara cepat -> acuan: Layanan Transfer Perbankan; kartu 4: Pak Hendra ingin mengunci dana pensiun selama 1 tahun agar berbunga/berbagi hasil lebih tinggi tanpa dicairkan bulanan -> acuan: Deposito Berjangka) (20 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Identifikasi 4 Kasus Pemenuhan Kebutuhan melalui Bank: mengidentifikasi jenis bank (Bank Sentral/Bank Umum/BPR) dan nama produk bank yang tepat untuk 4 skenario pemenuhan kebutuhan masyarakat berikut: Kasus A: Petani di pelosok desa meminjam uang modal pupuk tanpa jaminan rumit (acuan: BPR - Kredit Mikro/Pertanian); Kasus B: Karyawan menyimpan uang belanja bulanan agar mendapat kartu ATM (acuan: Bank Umum - Rekening Tabungan); Kasus C: Pedagang besar membeli rumah tinggal baru dengan pembayaran dicicil 15 tahun (acuan: Bank Umum - Kredit Pemilikan Rumah/KPR); Kasus D: Pemerintah menetapkan kebijakan moneter untuk mengendalikan inflasi agar harga kebutuhan pokok terkendali (acuan: Bank Sentral/Bank Indonesia - Pengaturan Kebijakan Moneter) (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan jawaban Lembar Identifikasi secara terbuka berdasarkan acuan yang telah ditetapkan dan mengidentifikasi layanan bank mana yang paling sering dimanfaatkan oleh keluarga masing-masing (10 menit).
  • Murid menuliskan satu refleksi pribadi singkat mengenai manfaat keberadaan lembaga bank dalam membantu pemenuhan kebutuhan keluarga sehari-hari (5 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan penguatan terhadap kesimpulan hasil identifikasi pemenuhan kebutuhan melalui lembaga keuangan bank (5 menit).
  • Guru menginformasikan bahwa pada pertemuan berikutnya akan dipelajari pemenuhan kebutuhan melalui lembaga keuangan bukan bank (seperti pegadaian dan koperasi) (3 menit).
  • Guru menutup sesi pembelajaran dengan doa dan salam penutup (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan kata kunci perbedaan produk (tabungan vs kredit vs deposito). Murid yang berpencapaian tinggi diberikan kartu kasus tambahan dengan variasi produk bank syariah (akad mudharabah/wadiah).
  • Proses: Murid dengan kesiapan belajar rendah mendapatkan bimbingan berulang melalui pemodelan contoh oleh guru, sedangkan murid berpencapaian tinggi bekerja secara mandiri penuh tanpa petunjuk tambahan.
  • Produk: Format penyajian lembar identifikasi dapat berupa tabel centang klasifikasi atau penulisan uraian singkat sesuai kesiapan murid, dengan kriteria ketepatan identifikasi yang sama.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Tanya jawab diagnostik lisan: (1) Apa fungsi utama lembaga bank bagi masyarakat? (acuan jawaban: menghimpun dana masyarakat dalam bentuk tabungan/simpanan dan menyalurkan kembali dalam bentuk kredit/pinjaman); (2) Sebutkan 2 contoh nama bank yang ada di lingkungan sekitar! (acuan jawaban: menyebutkan minimal 2 bank nyata, misal BRI, Bank Mandiri, BNI, BCA, BSI, atau BPR setempat).

Proses:

  • Pemeriksaan ketepatan pengerjaan tantangan berpasangan 4 kartu kasus kebutuhan masyarakat (acuan kunci: kartu 1 = Rekening Tabungan Bank Umum; kartu 2 = Kredit Usaha Rakyat/Kredit Mikro BPR; kartu 3 = Layanan Transfer Perbankan; kartu 4 = Deposito Berjangka).
  • Pemeriksaan Lembar Identifikasi 4 Kasus Pemenuhan Kebutuhan melalui Bank (Kasus A = BPR/Kredit Mikro; Kasus B = Bank Umum/Tabungan; Kasus C = Bank Umum/KPR; Kasus D = Bank Sentral/Kebijakan Moneter).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman mandiri di akhir pembelajaran (exit ticket): Murid menentukan 1 produk bank yang tepat untuk situasi seorang warga yang ingin menyimpan uang hasil panen Rp10.000.000 dengan aman tanpa risiko hilang di rumah (acuan jawaban benar: produk tabungan/deposito pada Bank Umum atau BPR).

Formatif:

  • Asesmen diagnostik lisan di pendahuluan mengenai fungsi dasar dan contoh bank
  • Observasi unjuk kerja permainan tantangan berpasangan 'Tepat Kebutuhan, Tepat Layanan Bank'
  • Penilaian Lembar Identifikasi 4 Kasus Pemenuhan Kebutuhan melalui Bank

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan mengidentifikasi jenis lembaga bank dan produk layanannya untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat pada Lembar Identifikasi 4 KasusTepat mengidentifikasi 0-1 dari 4 pasangan jenis bank dan produk layanan kebutuhan masyarakat sesuai acuan kunci (Kasus A: BPR - Kredit Mikro; Kasus B: Bank Umum - Tabungan; Kasus C: Bank Umum - KPR; Kasus D: Bank Sentral - Kebijakan Moneter).Tepat mengidentifikasi 2 dari 4 pasangan jenis bank dan produk layanan kebutuhan masyarakat sesuai acuan kunci (Kasus A: BPR - Kredit Mikro; Kasus B: Bank Umum - Tabungan; Kasus C: Bank Umum - KPR; Kasus D: Bank Sentral - Kebijakan Moneter).Tepat mengidentifikasi 3 dari 4 pasangan jenis bank dan produk layanan kebutuhan masyarakat sesuai acuan kunci (Kasus A: BPR - Kredit Mikro; Kasus B: Bank Umum - Tabungan; Kasus C: Bank Umum - KPR; Kasus D: Bank Sentral - Kebijakan Moneter) secara mandiri.Tepat mengidentifikasi seluruh 4 pasangan jenis bank dan produk layanan kebutuhan masyarakat sesuai acuan kunci (Kasus A: BPR - Kredit Mikro; Kasus B: Bank Umum - Tabungan; Kasus C: Bank Umum - KPR; Kasus D: Bank Sentral - Kebijakan Moneter) secara tepat dan mandiri tanpa kesalahan.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 120 menit cukup memfasilitasi murid dalam membedakan produk layanan bank untuk berbagai kebutuhan masyarakat?
  • Bagian mana dari pengidentifikasian layanan bank (Bank Sentral vs Bank Umum vs BPR) yang paling sering menimbulkan kekeliruan pada murid?

Murid:

  • Layanan bank apa yang menurutmu paling bermanfaat untuk membantu kebutuhan ekonomi keluargamu saat ini?
  • Apakah kamu sudah dapat membedakan kapan seseorang harus menggunakan tabungan biasa dan kapan membutuhkan pinjaman/kredit bank?

Pertemuan 4 — Mengidentifikasi Upaya Pemenuhan Kebutuhan Masyarakat melalui Lembaga Keuangan Bukan Bank — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.4.2 Mengidentifikasi upaya masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya melalui lembaga keuangan

Pendahuluan:

  • Guru mengondisikan kelas, mengecek kehadiran, dan menyampaikan tujuan pembelajaran mengenai identifikasi pemenuhan kebutuhan masyarakat melalui Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB) (5 menit).
  • Guru melakukan asesmen awal berupa kuis cepat lisan 3 pertanyaan untuk mengecek kesiapan murid mengidentifikasi LKBB: (1) Sebutkan 1 contoh lembaga keuangan selain bank di sekitar kita! (acuan: Pegadaian, Koperasi Simpan Pinjam, Asuransi, Perusahaan Pembiayaan/Multifinance); (2) Jika seseorang butuh dana darurat dengan menyerahkan cincin emas sebagai jaminan sementara, lembaga mana yang dituju? (acuan: Pegadaian); (3) Apa nama lembaga keuangan berasas kekeluargaan tempat anggota menyimpan dan meminjam modal? (acuan: Koperasi Simpan Pinjam) (10 menit).
  • Guru mengaitkan hasil asesmen awal dengan topik LKBB dan menjelaskan alur kegiatan serta manfaat memahami LKBB dalam pengelolaan keuangan masyarakat (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna):

  • Murid mencermati paparan materi dan ilustrasi pada Buku Siswa halaman 213 mengenai jenis-jenis LKBB (Pegadaian, Koperasi Simpan Pinjam, Asuransi, Perusahaan Pembiayaan) dan fungsi masing-masing dalam memenuhi kebutuhan dana darurat, modal kerja, perlindungan risiko, dan pengadaan barang cicilan (15 menit).
  • Guru memberikan kesempatan tanya jawab terarah untuk memastikan murid memahami perbedaan kebutuhan yang dipenuhi oleh masing-masing LKBB berdasarkan karakteristik layanannya (10 menit).

Mengaplikasi (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid mengikuti permainan cepat tantangan pasangan 'Kartu Solusi LKBB' secara mandiri dan interaktif, di mana murid mencocokkan 4 kartu skenario kebutuhan masyarakat dengan kartu lembaga keuangan bukan bank yang tepat: Skenario 1: 'Pak Joko butuh uang tunai cepat untuk biaya rumah sakit hari ini dengan menjaminkan BPKB motor' dipasangkan dengan LKBB: Pegadaian; Skenario 2: 'Bu Siti ingin memperbesar stok warung kelontongnya dengan mengajukan pinjaman modal usaha kecil berasas kekeluargaan sebagai anggota resmi' dipasangkan dengan LKBB: Koperasi Simpan Pinjam; Skenario 3: 'Keluarga Budi ingin perlindungan ganti rugi biaya perbaikan bila kendaraan keluarga mengalami kecelakaan lalu lintas' dipasangkan dengan LKBB: Perusahaan Asuransi; Skenario 4: 'Pak Ahmad memerlukan sepeda motor baru untuk bekerja sebagai kurir tetapi ingin membayar melalui cicilan bulanan resmi' dipasangkan dengan LKBB: Perusahaan Pembiayaan / Multifinance (20 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan Lembar Identifikasi Kebutuhan LKBB yang berisi 4 butir kasus pemenuhan kebutuhan untuk menentukan jenis LKBB yang tepat beserta bentuk kebutuhan yang terpenuhi: Kasus A: Butuh dana darurat tunai cepat dengan jaminan barang elektronik (Jawaban: Pegadaian; Kebutuhan: Dana darurat/likuiditas cepat); Kasus B: Sekelompok petani ingin meminjam dana bersama untuk membeli pupuk melalui iuran simpanan anggota (Jawaban: Koperasi Simpan Pinjam; Kebutuhan: Modal usaha kelompok/pertanian); Kasus C: Pemilik toko mengantisipasi kerugian finansial akibat bahaya kebakaran ruko (Jawaban: Perusahaan Asuransi; Kebutuhan: Perlindungan/proteksi risiko finansial); Kasus D: Membeli laptop untuk usaha rumahan secara angsuran tanpa pinjaman uang tunai langsung (Jawaban: Perusahaan Pembiayaan/Multifinance; Kebutuhan: Pembiayaan barang modal/konsumtif) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid bersama guru mencocokkan hasil lembar kerja dengan acuan kunci, lalu murid memeriksa kebenaran hasil pekerjaannya secara mandiri guna menyadari jenis LKBB mana yang sudah dikuasai dan yang masih tertukar (15 menit).
  • Murid menuliskan satu kalimat refleksi personal di buku catatan tentang manfaat memahami lembaga keuangan bukan bank bagi perencanaan pemenuhan kebutuhan keluarga (10 menit).

Penutup:

  • Guru memandu simpulan mengenai 4 jenis LKBB dan perannya dalam memenuhi aneka kebutuhan finansial masyarakat (5 menit).
  • Guru memberikan tindak lanjut untuk membaca kembali ragam LKBB di sekitar tempat tinggal dan menutup pembelajaran dengan salam serta doa (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang membutuhkan bimbingan, disediakan kartu ringkasan visual yang memuat kata kunci 4 LKBB (gadai = jaminan barang; koperasi = keanggotaan/kekeluargaan; asuransi = proteksi risiko; pembiayaan = cicilan barang). Bagi murid berkemampuan tinggi, disediakan skenario kasus tambahan dengan variasi kondisi kebutuhan yang lebih mendalam pada kompetensi identifikasi yang sama.
  • Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan menyelesaikan tugas dengan bantuan kartu petunjuk kata kunci layanan LKBB, sedangkan murid yang mandiri langsung menganalisis teks skenario kasus secara mandiri.
  • Produk: Seluruh murid mengumpulkan lembar identifikasi 4 LKBB yang sama; murid cepat menambahkan identifikasi bentuk layanan spesifik yang digunakan pada setiap skenario kasus.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan lisan diagnostik singkat: (1) Sebutkan satu contoh LKBB di sekitar tempat tinggal! (acuan: Pegadaian, Koperasi Simpan Pinjam, Asuransi, atau Leasing/Pembiayaan); (2) Jika masyarakat butuh uang tunai darurat dengan menitipkan perhiasan sebagai jaminan, ke lembaga mana mereka pergi? (acuan: Pegadaian); (3) Lembaga simpan pinjam manakah yang anggotanya saling tolong-menolong dengan asas kekeluargaan? (acuan: Koperasi Simpan Pinjam).

Proses:

  • Pemeriksaan lembar identifikasi 4 kasus LKBB: Kasus A: Dana tunai jaminan barang elektronik (Kunci: Pegadaian); Kasus B: Modal pupuk anggota berasas kekeluargaan (Kunci: Koperasi Simpan Pinjam); Kasus C: Proteksi ganti rugi risiko kebakaran ruko (Kunci: Perusahaan Asuransi); Kasus D: Pembelian laptop lewat sistem angsuran resmi (Kunci: Perusahaan Pembiayaan/Multifinance). Kriteria ketepatan: dinilai dari jumlah butir kasus yang diidentifikasi secara tepat jenis lembaganya (maksimal 4).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis singkat di akhir sesi (2 butir): (1) Lembaga bukan bank yang membantu pemenuhan kebutuhan modal usaha warga melalui simpanan bersama anggota adalah... (Kunci: Koperasi Simpan Pinjam); (2) Lembaga bukan bank yang membantu masyarakat mendapatkan dana tunai cepat dengan sistem titip jaminan barang bergerak adalah... (Kunci: Pegadaian).

Formatif:

  • Penilaian proses melalui Lembar Identifikasi Kebutuhan LKBB (4 butir kasus) yang mencocokkan skenario pemenuhan kebutuhan dengan jenis LKBB yang tepat.

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Ketepatan Mengidentifikasi LKBB dalam Memenuhi KebutuhanTepat mengidentifikasi paling banyak 1 dari 4 jenis LKBB berdasarkan skenario pemenuhan kebutuhan masyarakat.Tepat mengidentifikasi 2 dari 4 jenis LKBB berdasarkan skenario pemenuhan kebutuhan masyarakat.Tepat mengidentifikasi 3 dari 4 jenis LKBB berdasarkan skenario pemenuhan kebutuhan masyarakat.Tepat mengidentifikasi seluruh 4 dari 4 jenis LKBB (Pegadaian, Koperasi Simpan Pinjam, Perusahaan Asuransi, Perusahaan Pembiayaan) berdasarkan skenario pemenuhan kebutuhan masyarakat secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah skenario kasus LKBB yang diberikan cukup kontekstual dan mudah dipahami oleh murid kelas 7?
  • Apakah alokasi waktu pada tahap Mengaplikasi melalui permainan kartu dan lembar kerja kasus berjalan secara efektif dan tuntas?

Murid:

  • Lembaga Keuangan Bukan Bank apa yang paling sering saya jumpai layanannya di lingkungan sekitar rumah?
  • Bagian mana dari tugas mengidentifikasi kebutuhan dan jenis LKBB hari ini yang masih membuat saya ragu atau tertukar?

Pertemuan 5 — Mengumpulkan Informasi secara Berkolaborasi melalui Penyelidikan Pemanfaatan Lembaga Keuangan di Lingkungan Sekitar — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.4.4 Mengumpulkan informasi secara berkolaborasi melalui penyelidikan tentang upaya masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya melalui lembaga keuangan

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan kesiapan belajar (3 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-5, yaitu mengumpulkan informasi secara berkolaborasi melalui penyelidikan tentang pemanfaatan lembaga keuangan oleh masyarakat sekitar (4 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis singkat 3 butir untuk memetakan kesiapan murid dalam merencanakan pengumpulan data penyelidikan lembaga keuangan (8 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Menggembirakan, Berkesadaran):

  • Murid mencermati panduan lembar instrumen penyelidikan yang memuat 4 aspek data pemanfaatan lembaga keuangan: (1) jenis lembaga yang diakses warga, (2) produk/layanan yang digunakan, (3) kebutuhan hidup/usaha yang terpenuhi, dan (4) kendala pemanfaatan (10 menit).
  • Murid bersama kelompoknya mengikuti simulasi permainan pemilahan data 'Pilah Fakta Lapangan' dengan mencocokkan 4 kartu bukti transaksi ke pos lembaga keuangan yang tepat (kunci: Kartu A slip setoran tabungan -> Bank Umum; Kartu B bukti angsuran simpan pinjam anggota -> Koperasi; Kartu C surat bukti gadai emas -> Pegadaian; Kartu D polis premi kesehatan -> Asuransi) untuk menyamakan persepsi data yang dicari (15 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Murid dibagi ke dalam kelompok kolaboratif beranggotakan 4-5 orang dan membagi peran pengumpul data penyelidikan (pencatat, pewawancara, analis data dokumen) secara berkesadaran (10 menit).
  • Setiap kelompok melakukan kegiatan pengumpulan informasi penyelidikan melalui studi dokumen profil pemanfaatan lembaga keuangan warga sekitar sekolah dan wawancara terbimbing dengan narasumber representatif warga sekolah (kantin sekolah/koperasi/staf) menggunakan lembar panduan wawancara (40 menit).
  • Kelompok memverifikasi dan menyusun seluruh informasi yang terkumpul ke dalam tabel matriks data penyelidikan mencakup minimal 3 lembaga keuangan (Bank Umum/BPR, Koperasi Simpan Pinjam, Pegadaian) beserta kebutuhan masyarakat yang terlayani (15 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kelengkapan informasi hasil penyelidikan kelompoknya menggunakan rubrik evaluasi diri dan mencatat data yang masih kurang atau telah valid (10 menit).

Penutup:

  • Murid bersama guru menyimpulkan alur pengumpulan data penyelidikan pemanfaatan lembaga keuangan yang telah terlaksana (3 menit).
  • Guru memberikan umpan balik formatif terhadap lembar pengumpulan data hasil kerja kelompok dan menyampaikan rencana analisis data pada pertemuan selanjutnya (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Kelompok yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar instrumen berstruktur panduan pertanyaan tertutup, sedangkan kelompok mahir diberikan panduan eksplorasi data terbuka mencakup analisis perbandingan bunga dan syarat administrasi.
  • Proses: Guru memberikan pendampingan intensif pada kelompok yang kesulitan menggali rincian kebutuhan masyarakat, sementara kelompok yang mandiri langsung melakukan verifikasi silang data hasil pencatatan.
  • Produk: Matriks kompilasi data penyelidikan dapat disajikan dalam bentuk lembar tabel isian terstruktur atau bagan klasifikasi infografis data.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Kuis diagnostik 3 butir untuk memeriksa pemahaman instrumen penyelidikan: (1) Sebutkan 2 instrumen pengumpul data yang dapat digunakan saat menyelidiki pemanfaatan lembaga keuangan di lingkungan sekitar! (Kriteria acuan: wawancara/kuesioner/pedoman observasi/studi dokumentasi bukti transaksi); (2) Jika ingin mengetahui alasan warga meminjam modal usaha, pihak mana yang relevan diwawancarai? (Kriteria acuan: pelaku usaha mikro/pedagang/anggota koperasi); (3) Sebutkan 1 contoh bukti pemanfaatan lembaga bukan bank dalam pemenuhan kebutuhan! (Kriteria acuan: bukti transaksi gadai barang di Pegadaian / kartu simpan pinjam Koperasi).

Proses:

  • Observasi keterlibatan anggota kelompok saat mengumpulkan data di lapangan/lingkungan sekolah menggunakan lembar ceklis kolaborasi (indikator: pembagian peran pengumpul data berjalan, pencatatan jawaban narasumber runut, dan konfirmasi bukti informasi dilakukan bersama).
  • Pemeriksaan lembar kerja matriks penyelidikan kelompok: memverifikasi keterisian data 4 aspek (jenis lembaga keuangan, layanan yang diakses, kebutuhan yang terpenuhi, kendala) dengan acuan minimal 3 lembaga (Bank Umum/BPR, Koperasi, Pegadaian).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman individu di akhir sesi (tiket keluar) dengan menjawab 1 pertanyaan reflektif operasional: 'Tuliskan 1 data penting pemenuhan kebutuhan warga yang kelompokmu temukan hari ini terkait pemanfaatan bank atau lembaga bukan bank beserta sumber perolehannya!' (Kriteria penerimaan: memuat jenis lembaga secara tepat, jenis kebutuhan warga yang terlayani, dan identitas/peran narasumber yang valid).

Formatif:

  • Penilaian kinerja pengumpulan informasi penyelidikan melalui lembar observasi kolaborasi dan verifikasi kelengkapan matriks data penyelidikan lembaga keuangan

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Koleksi Informasi Penyelidikan Lembaga KeuanganMengumpulkan informasi yang memuat kurang dari 2 jenis lembaga keuangan dan aspek data kebutuhan masyarakat belum teridentifikasi secara jelas.Mengumpulkan informasi tentang 2 jenis lembaga keuangan beserta pemenuhan kebutuhan masyarakat namun data produk dan kendala belum lengkap.Mengumpulkan informasi lengkap mencakup 3 jenis lembaga keuangan (Bank Umum/BPR, Koperasi, Pegadaian) beserta produk, kebutuhan masyarakat yang terpenuhi, dan kendalanya secara terstruktur.Mengumpulkan informasi mendalam mencakup lebih dari 3 jenis lembaga keuangan (Bank Umum, BPR, Koperasi, Pegadaian/Asuransi) beserta rincian produk, pemenuhan kebutuhan, kendala, dan bukti dokumentasi transaksi yang valid.
Kolaborasi Pengumpulan DataPengumpulan data didominasi oleh satu anggota kelompok tanpa adanya pembagian tugas penyelidikan.Pembagian tugas pengumpulan data sudah dibentuk namun sebagian anggota belum menjalankan perannya dalam mencatat atau menggali data.Seluruh anggota kelompok berbagi peran secara aktif (pewawancara, pencatat, pengolah data) dan saling membantu menyelesaikan pencatatan data penyelidikan.Seluruh anggota kelompok berbagi peran secara seimbang, berinisiatif saling mengonfirmasi keabsahan data narasumber, dan menyelesaikan seluruh target pengumpulan informasi tepat waktu secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah desain instrumen penyelidikan membantu murid mengumpulkan data konkret mengenai pemanfaatan lembaga keuangan di sekitar?
  • Bagaimana keterlibatan kolaboratif setiap murid selama kegiatan penggalian informasi berlangsung?

Murid:

  • Informasi baru apa yang paling menarik yang saya temukan hari ini mengenai cara masyarakat sekitar memanfaatkan lembaga keuangan untuk memenuhi kebutuhannya?
  • Bagian mana dari kerja sama pengumpulan data kelompok tadi yang menurut saya paling berhasil dan apa yang perlu saya tingkatkan?

Pertemuan 6 — Menelaah Peran Masyarakat dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi di Era Digital — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.4.3 Menelaah peran masyarakat dan negara dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di era digital

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan memfasilitasi doa bersama (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-6, yaitu menelaah peran masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di era digital (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui 2 pertanyaan lisan singkat untuk mengecek kesiapan konsep telaah peran masyarakat: (1) 'Sebutkan 1 contoh kegiatan ekonomi masyarakat menggunakan platform digital!' (acuan jawaban: belanja di e-commerce, pesan makanan online, jualan online, bayar pakai QRIS/dompet digital); (2) 'Mengapa masyarakat perlu memiliki literasi digital dalam berkegiatan ekonomi?' (acuan jawaban: agar terhindar dari penipuan digital/mampu memanfaatkan aplikasi teknologi secara produktif dan efisien) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid mencermati pemaparan guru dan bahan bacaan Buku Siswa mengenai hakikat ekonomi digital serta 3 pilar peran masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi: (a) Belajar dan mengadopsi teknologi digital untuk efisiensi transaksi/usaha; (b) Meningkatkan literasi digital agar cerdas dan aman bertransaksi; (c) Mengembangkan keterampilan teknologi untuk menciptakan inovasi usaha atau memperluas jangkauan pasar (15 menit).
  • Guru mengadakan kuis interaktif cepat 'Pilah Peran Digital' di mana murid mengangkat kartu kode A (Konsumsi Digital), B (Produksi/Pemasaran Digital), atau C (Literasi/Keamanan Digital) saat guru membacakan 3 skenario: (1) 'Ibu Ani memasarkan keripik singkong melalui media sosial dan marketplace lokal' (Kunci: B); (2) 'Pak Rudi memeriksa izin legalitas toko online sebelum mentransfer uang pembayaran' (Kunci: C); (3) 'Sinta membeli buku pelajaran menggunakan aplikasi dompet digital' (Kunci: A) (15 menit).

Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membagikan Lembar Telaah Mandiri yang memuat 3 studi kasus peran masyarakat di era digital: Kasus 1 (Pak Joko pengrajin gerabah beralih memakai katalog digital dan pembayaran nontunai sehingga omzet naik 40%); Kasus 2 (Komunitas pemuda desa mengikuti pelatihan pengelolaan toko daring untuk memasarkan produk pertanian warga secara langsung ke konsumen kota); Kasus 3 (Warga RT 04 mengikuti penyuluhan pencegahan penipuan transaksi digital agar aman berbisnis online) (10 menit).
  • Murid secara mandiri mengerjakan lembar telaah dengan menganalisis keterkaitan antara tindakan masyarakat pada ketiga studi kasus tersebut dengan dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi digital (acuan telaah: Kasus 1 menunjukkan peran adaptasi teknologi digital yang memperluas pasar dan efisiensi transaksi; Kasus 2 menunjukkan peningkatan keterampilan teknologi yang memotong rantai distribusi dan memberdayakan komoditas lokal; Kasus 3 menunjukkan peningkatan literasi digital yang menjaga kepercayaan dan stabilitas transaksi keuangan digital) (20 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengecek hasil pekerjaannya melalui klarifikasi bersama guru mengenai indikator keberhasilan telaah peran masyarakat (pilar adaptasi, keterampilan, dan literasi digital) (15 menit).
  • Murid menuliskan refleksi kesadaran diri pada buku catatan mengenai peran digital yang sudah dan belum mereka jalankan sebagai bagian dari masyarakat ekonomi digital (5 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan intisari pembelajaran bahwa pertumbuhan ekonomi digital sangat ditentukan oleh kesiapan masyarakat dalam mengadopsi teknologi, mengasah keterampilan, dan menguatkan literasi digital (10 menit).
  • Guru memberikan tindak lanjut pengingat untuk pertemuan berikutnya (Pertemuan 7) yang akan menelaah peran negara dalam ekonomi digital, serta menutup pembelajaran dengan doa dan salam (10 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan kata kunci peran masyarakat (adaptasi teknologi, literasi digital, keterampilan teknologi), sedangkan murid yang cepat diberikan studi kasus kontekstual tambahan berupa analisis dampak maraknya adopsi pembayaran QRIS oleh pedagang mikro kaki lima.
  • Proses: Guru memberikan bimbingan berkala secara individual bagi murid yang kesulitan menghubungkan studi kasus dengan konsep pertumbuhan ekonomi, sementara murid yang telah mahir menelaah secara mandiri tanpa bantuan perancah.
  • Produk: Format penulisan telaah pada Lembar Kerja dapat berupa bagan alur sebab-akibat atau uraian paragraf analisis terstruktur sesuai kenyamanan belajar murid.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Diagnostik tanya jawab lisan kesiapan prasyarat di awal sesi: (1) 'Sebutkan 1 contoh kegiatan ekonomi masyarakat menggunakan platform digital!' (Acuan jawaban benar: belanja online/e-commerce, pemesanan transportasi/makanan daring, jualan online, atau pembayaran digital QRIS/e-wallet); (2) 'Mengapa masyarakat perlu memiliki literasi digital dalam kegiatan ekonomi?' (Acuan jawaban benar: agar aman dari risiko kejahatan/penipuan siber serta mampu memanfaatkan aplikasi ekonomi secara produktif).

Proses:

  • Pemeriksaan ketepatan Lembar Telaah Mandiri 3 Kasus Peran Masyarakat: Kasus 1 (Pak Joko) dinilai dari ketepatan menelaah pilar adopsi teknologi dan dampaknya terhadap efisiensi/perluasan pasar; Kasus 2 (Pemuda Desa) dinilai dari ketepatan menelaah pilar peningkatan keterampilan teknologi dan dampaknya terhadap produktivitas distribusi lokal; Kasus 3 (Penyuluhan RT 04) dinilai dari ketepatan menelaah pilar literasi/keamanan digital dan dampaknya terhadap kepercayaan transaksi ekonomi.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman tertulis singkat (tiket keluar) berupa 1 pertanyaan telaah: 'Jelaskan bagaimana peningkatan keterampilan teknologi pada pelaku usaha mikro di lingkungan sekitar dapat mendorong laju pertumbuhan ekonomi digital!' (Kriteria penerimaan operasional: jawaban memuat hubungan logis bahwa penguasaan keterampilan teknologi memungkinkan pelaku usaha memperluas jangkauan pemasaran daring, meningkatkan efisiensi operasional/pembukuan, dan menaikkan volume penjualan produk).

Formatif:

  • Penilaian proses lembar telaah mandiri mengenai peran masyarakat dalam pertumbuhan ekonomi digital berdasarkan 3 studi kasus
  • Observasi respon murid dalam kuis interaktif 'Pilah Peran Digital' pada tahap pemahaman konsep

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menelaah peran masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di era digitalBelum mampu menelaah peran masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital; telaah pada ketiga studi kasus belum memuat pilar peran (adaptasi, literasi, atau keterampilan teknologi) dan belum mengaitkannya dengan dampak ekonomi.Mampu menelaah peran masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital secara tepat pada 1 dari 3 studi kasus yang disediakan sesuai acuan kunci telaah.Mampu menelaah peran masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital secara tepat pada 2 dari 3 studi kasus yang disediakan sesuai acuan kunci telaah.Mampu menelaah peran masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital secara tepat dan lengkap pada seluruh (3 dari 3) studi kasus yang disediakan sesuai acuan kunci telaah secara mandiri.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu selama 120 menit cukup memfasilitasi setiap murid untuk menelaah ketiga studi kasus peran masyarakat secara mendalam dan mandiri?
  • Bagian studi kasus manakah yang paling menantang bagi murid saat mengaitkan tindakan masyarakat dengan konsep pertumbuhan ekonomi digital?

Murid:

  • Peran apa yang menurutmu paling mendesak untuk ditingkatkan oleh masyarakat di sekitarmu agar pertumbuhan ekonomi digital memberikan manfaat nyata?
  • Apakah kamu merasa sudah cukup mandiri dalam menelaah keterkaitan antara aktivitas digital masyarakat dengan dampak ekonominya?

Pertemuan 7 — Menelaah Peran Negara dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi di Era Digital — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.4.3 Menelaah peran masyarakat dan negara dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di era digital

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan ruang kelas yang tertib (5 menit).
  • Murid menyimak penjelasan guru tentang tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menelaah peran negara/pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi pada era digital (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal singkat melalui kuis cepat 'Tebak Peran': murid diminta merespons apakah program 'Pembangunan Menara Sinyal BTS di Daerah 3T' merupakan peran masyarakat atau peran negara/pemerintah (acuan jawaban: peran negara/pemerintah dalam penyediaan infrastruktur) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Menggembirakan, Bermakna):

  • Murid membaca teks materi tentang 4 pilar peran pemerintah dalam ekonomi digital: (1) Penyediaan dan perluasan infrastruktur internet (IKT), (2) Peningkatan literasi dan pelatihan digital masyarakat, (3) Pemberian bantuan permodalan/fasilitasi bagi UMKM digital, serta (4) Penyusunan regulasi perlindungan transaksi dan konsumen digital (15 menit).
  • Murid bermain kuis cepat berpasangan 'Tangkas Kartu Kebijakan': murid menjodohkan 4 kartu program kerja pemerintah dengan 4 pilar peran negara yang tepat (acuan: Kartu 1 'Program Tol Langit Palapa Ring' -> Pilar Infrastruktur; Kartu 2 'Pelatihan Digital Entrepreneurship Academy' -> Pilar Literasi/Pelatihan; Kartu 3 'Penyaluran KUR Digital UMKM' -> Pilar Akses Permodalan; Kartu 4 'UU Perlindungan Data Pribadi dalam E-Commerce' -> Pilar Regulasi) (15 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • Guru membagikan Lembar Telaah Kasus Kebijakan Negara yang memuat 3 studi kasus singkat: Kasus A (Daerah pedalaman belum terjangkau internet sehingga pedagang lokal tertinggal), Kasus B (Banyak penipuan toko daring fiktif yang merugikan pembeli), dan Kasus C (Pedagang pasar tradisional bingung menggunakan QRIS untuk transaksi) (10 menit).
  • Murid secara mandiri menelaah ketiga kasus tersebut dengan mengidentifikasi peran negara apa yang harus diambil beserta dampak ekonominya: Kasus A ditelaah peran perluasan jaringan internet untuk memperluas pasar; Kasus B ditelaah peran regulasi/keamanan hukum untuk menumbuhkan kepercayaan bertransaksi; Kasus C ditelaah peran pelatihan literasi teknologi agar efisiensi pembayaran meningkat (30 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid memeriksa kembali hasil telaahnya berdasarkan kunci acuan telaah peran negara yang dibahas bersama guru untuk melihat ketepatan argumen hubungan peran dan dampaknya (15 menit).
  • Murid menuliskan refleksi kesadaran diri pada buku catatan mengenai pentingnya peran negara dalam menjamin keadilan ekonomi bagi seluruh warga di era digital (10 menit).

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan 4 peran pokok negara dalam ekonomi digital (infrastruktur, pelatihan literasi, permodalan, dan regulasi) (5 minit).
  • Guru memberikan konfirmasi dan umpan balik atas pemahaman telaah peran negara, serta menyampaikan bahwa pertemuan berikutnya akan mengomunikasikan hasil penyelidikan ekonomi digital (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan rincian 4 pilar peran negara; murid yang mahir diberikan studi kasus tambahan mengenai regulasi kecerdasan buatan dalam ekonomi kreatif.
  • Proses: Murid yang memerlukan pendampingan diberikan pertanyaan pemandu bertahap saat menganalisis hubungan sebab-akibat kebijakan negara terhadap pertumbuhan ekonomi.
  • Produk: Format penulisan telaah dapat disajikan dalam bentuk diagram sebab-akibat atau tabel analisis terstruktur sesuai kesiapan murid.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Pertanyaan diagnostik: 'Jika di suatu desa pedesaan dibangun menara sinyal telekomunikasi oleh Kominfo, siapakah yang memegang peran tersebut dan apa tujuannya?' (Acuan jawaban: Pihak yang berperan adalah negara/pemerintah, tujuannya untuk menyediakan infrastruktur digital agar masyarakat desa bisa terhubung ke jaringan internet dan pasar daring).

Proses:

  • Penilaian pengerjaan Lembar Telaah Kasus: Menilai kemampuan murid menelaah 3 kasus nyata peran negara (Kasus A: infrastruktur internet, Kasus B: regulasi keamanan, Kasus C: literasi digital) beserta dampak positifnya terhadap pertumbuhan ekonomi (acuan: tepat mengidentifikasi peran negara dan menjelaskan dampak ekonominya pada masing-masing kasus).

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman 2 butir isian singkat pada akhir sesi: (1) Sebutkan 2 contoh tindakan nyata pemerintah dalam bidang infrastruktur dan regulasi untuk ekonomi digital (acuan: infrastruktur = pembangunan internet/BTS/satelit; regulasi = hukum perlindungan transaksi elektronik/konsumen/data pribadi); (2) Jelaskan dampak jika pemerintah memberikan pelatihan literasi digital kepada pelaku UMKM (acuan: UMKM mampu memasarkan produk secara daring sehingga omzet/pendapatan meningkat dan mendorong ekonomi nasional).

Formatif:

  • Tes diagnostik awal tanya jawab mengenai pemilahan peran masyarakat vs negara dalam ekonomi digital
  • Kuis penjodohan kartu kebijakan pemerintah dengan pilar peran negara
  • Lembar telaah kasus hubungan peran kebijakan negara terhadap pertumbuhan ekonomi

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menelaah peran negara dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digitalBelum mampu menelaah peran negara, hanya mampu menyebutkan 1 peran negara tanpa mengaitkannya dengan dampak pertumbuhan ekonomi pada ketiga kasus studi.Mampu menelaah 1-2 peran negara secara tepat pada kasus studi, namun analisis keterkaitan dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi belum logis/lengkap.Mampu menelaah seluruh 3 peran negara (infrastruktur, regulasi, literasi) secara tepat pada studi kasus beserta penjelasan dampak ekonominya sesuai acuan.Mampu menelaah seluruh 3 peran negara secara tepat, mendalam, dan mandiri, serta mampu menjelaskan keterpaduan antarperan negara (misal: pentingnya sinergi infrastruktur dengan literasi digital) terhadap ketahanan ekonomi nasional.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu 120 menit mencukupi bagi murid untuk menganalisis studi kasus peran negara secara mendalam?
  • Bagian telaah mana yang paling banyak membutuhkan bimbingan guru dalam menghubungkan peran negara dengan pertumbuhan ekonomi?

Murid:

  • Peran negara manakah yang menurutmu paling mendesak dibutuhkan oleh masyarakat di sekitarmu saat ini?
  • Setelah belajar hari ini, apa yang kamu pahami tentang tanggung jawab pemerintah dalam menciptakan ekonomi digital yang aman dan adil?

Pertemuan 8 — Mengomunikasikan Hasil Penyelidikan Peran Masyarakat dalam Pertumbuhan Ekonomi Digital Menggunakan Media Informasi — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.4.6 Mengomunikasikan hasil penyelidikan tentang peran masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di era digital dengan menggunakan media informasi yang tepat

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan memimpin doa bersama secara khidmat (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengomunikasikan hasil penyelidikan peran masyarakat dalam pertumbuhan ekonomi digital dengan media informasi yang tepat (5 menit).
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat: murid diminta menjodohkan 3 jenis temuan penyelidikan dengan format media informasi penyajian yang paling tepat pada lembar pemantik (acuan: Temuan 1 'Data persentase penggunaan e-wallet warga' -> Diagram lingkaran/grafik; Temuan 2 'Alur tahapan pedagang pasar berjualan di marketplace' -> Bagan alur/flowchart; Temuan 3 'Daftar 3 peran utama warga dalam literasi digital' -> Infografik poin/poster ringkas) (10 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid dalam kelompok mencermati contoh tampilan media informasi (infografik visual dan lembar ringkasan tabel data) yang menyajikan hasil penyelidikan peran masyarakat di era ekonomi digital, mencakup 3 aspek isi: (1) Bentuk peran adaptasi teknologi/literasi digital masyarakat, (2) Contoh pemanfaatan platform ekonomi digital oleh masyarakat, dan (3) Dampak kegiatan ekonomi digital terhadap pendapatan/kesejahteraan warga (15 menit).
  • Murid bersama kelompoknya menyusun kerangka pesan komunikasi dengan mengorganisasikan data penyelidikan yang telah mereka kumpulkan ke dalam 3 aspek isi tersebut secara runtut sebelum dituangkan ke media final (15 menit).

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Tantangan Menggembirakan 'Galeri Mini Informasi Digital': Setiap kelompok memilih media informasi yang disepakati (poster infografik kertas plano berwarna atau selebaran infografik digital) untuk mengomunikasikan hasil penyelidikan mereka, memastikan ketiga aspek peran masyarakat tertuang jelas (25 menit).
  • Murid melaksanakan kegiatan komunikasi silang antarkelompok melalui pameran galeri berjalan (gallery walk): perwakilan kelompok mengomunikasikan isi sajian medianya kepada kelompok pengunjung yang bertukar stan secara bergantian dan mencatat keterbacaan informasi peran masyarakat pada lembar apresiasi (25 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid mengevaluasi efektivitas media informasi yang telah digunakan dalam menyampaikan hasil penyelidikan peran masyarakat berdasarkan umpan balik keterbacaan dari kelompok pengunjung (10 menit).

Penutup:

  • Guru memberikan apresiasi menyeluruh terhadap kejelasan pengomunikasian hasil penyelidikan seluruh kelompok menggunakan media informasi (5 menit).
  • Guru bersama murid menyimpulkan pentingnya media informasi yang tepat dalam mengomunikasikan fakta ekonomi digital masyarakat, lalu menginformasikan agenda pertemuan berikutnya yaitu pelaksanaan Asesmen Sumatif Bab 4, diakhiri dengan doa penutup (5 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Kelompok yang membutuhkan panduan diberikan format kerangka media informasi berstruktur baku (kolom aspek 1, 2, dan 3 yang telah terbagi); kelompok yang mahir diberikan keleluasaan merancang tata letak visual infografik secara mandiri.
  • Proses: Guru memberikan scaffolding terarah pada kelompok yang kesulitan meringkas narasi penyelidikan ke dalam media visual.
  • Produk: Media informasi dapat berupa infografik visual di kertas plano berwarna/karton manila atau lembar infografik digital cetak/tampilan layar sesuai kesiapan sumber daya murid.

Asesmen Pertemuan:

Awal:

  • Murid menjodohkan 3 jenis data hasil penyelidikan dengan media informasi yang tepat pada lembar awal. Butir: (1) Data persentase penggunaan dompet digital oleh 50 warga RT; (2) Alur 4 langkah UMKM lokal mendaftar ke toko daring; (3) Tiga ragam peran warga dalam meningkatkan literasi digital di desa. Kunci Acuan: (1) Diagram lingkaran / grafik batang; (2) Bagan alur (flowchart); (3) Infografik poin / poster ringkas berbutir.

Proses:

  • Pengamatan unjuk kerja komunikasi kelompok pada saat pameran media informasi, dengan memeriksa kelengkapan 3 aspek isi hasil penyelidikan yang dikomunikasikan: (1) Peran masyarakat dalam literasi/adaptasi teknologi, (2) Ragam platform digital yang digunakan warga, (3) Manfaat/dampak ekonomi bagi warga.

Akhir Pertemuan:

  • Cek pemahaman ketercapaian komunikasi di akhir sesi: Murid secara mandiri menuliskan 1 alasan kesesuaian media informasi yang kelompoknya pilih untuk mengomunikasikan hasil penyelidikan peran masyarakat. Kriteria penerimaan operasional: Jawaban memuat korelasi logis antara format media (tabel/grafik/bagan/poster) dengan keterbacaan salah satu aspek data penyelidikan peran masyarakat.

Formatif:

  • Penilaian unjuk kerja pengomunikasian hasil penyelidikan peran masyarakat melalui lembar observasi rubrik saat sesi pameran galeri media informasi
  • Penilaian asesmen awal penjodohan kesesuaian data temuan dengan media penyajian

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan Isi Hasil Penyelidikan Peran Masyarakat yang DikomunikasikanMengomunikasikan hasil penyelidikan yang hanya memuat 1 dari 3 aspek acuan (aspek: 1. peran literasi/adaptasi teknologi warga, 2. pemanfaatan platform digital, 3. dampak ekonomi bagi warga) ke dalam media informasi.Mengomunikasikan hasil penyelidikan yang memuat 2 dari 3 aspek acuan ke dalam media informasi.Mengomunikasikan hasil penyelidikan yang memuat lengkap seluruh 3 aspek acuan ke dalam media informasi.Mengomunikasikan hasil penyelidikan yang memuat lengkap seluruh 3 aspek acuan secara mandiri dan terperinci dengan data pendukung konkret pada media informasi.
Ketepatan Penggunaan Media InformasiMedia informasi yang dibuat belum terstruktur dan memuat informasi yang sulit dibaca oleh pengunjung.Media informasi yang dibuat menyajikan sebagian informasi secara terbaca namun tata letak pesan visual belum mendukung kejelasan data.Media informasi yang dibuat menyajikan seluruh data penyelidikan peran masyarakat secara terbaca, jelas, dan runtut sesuai pilihan format media.Media informasi yang dibuat menyajikan seluruh data penyelidikan secara runtut, sangat terstruktur, dan memiliki keterbacaan data yang sangat jelas serta konsisten.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu kegiatan pameran galeri media informasi cukup memberi ruang bagi seluruh murid untuk mengomunikasikan hasil penyelidikannya?
  • Bagaimana variasi pemilihan media informasi membantu pemahaman murid mengenai peran masyarakat dalam ekonomi digital?

Murid:

  • Bagian mana dari media informasi kelompokmu yang paling mudah dipahami oleh teman saat sesi galeri berjalan?
  • Apa hal terpenting yang kamu pelajari tentang cara mengomunikasikan data peran masyarakat di era digital?

Pertemuan 9 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)

Tujuan Pertemuan:

  • TP 7.4.1 Mengelaborasi dinamika sosial dan perubahan sistem sosial budaya dalam masyarakat yang majemuk untuk mewujudkan integrasi bangsa dengan prinsip kebhinekaan
  • TP 7.4.2 Mengidentifikasi upaya masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya melalui lembaga keuangan
  • TP 7.4.3 Menelaah peran masyarakat dan negara dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di era digital
  • TP 7.4.4 Mengumpulkan informasi secara berkolaborasi melalui penyelidikan tentang upaya masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya melalui lembaga keuangan
  • TP 7.4.5 Menerapkan konsep melalui simulasi untuk memperkuat pemahaman prinsip hidup bersama dalam masyarakat yang majemuk
  • TP 7.4.6 Mengomunikasikan hasil penyelidikan tentang peran masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi di era digital dengan menggunakan media informasi yang tepat

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan fisik serta psikis murid, dan memimpin doa bersama secara khidmat (2 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan sesi asesmen sumatif bab pemberdayaan masyarakat yang mencakup 3 tugas: tes tertulis individual, unjuk kerja simulasi kelompok, serta presentasi portofolio penyelidikan media informasi (3 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran):

  • Murid menyimak penjelasan teknis, tata tertib asesmen, pembagian giliran kelompok, serta rubrik kriteria penilaian untuk ketiga bagian tugas sumatif (3 menit).

Mengaplikasi (Bermakna):

  • TUGAS 1 (INDIVIDUAL): Seluruh murid mengerjakan Tes Tertulis Terpadu Serentak selama 45 menit pada lembar soal uraian telaah kasus yang mencakup 3 butir soal: Soal 1 (TP 7.4.1) mengenai elaborasi dinamika sosial dan integrasi bangsa majemuk [Kunci Acuan: murid menguraikan potensi konflik akibat stereotip/prasangka keragaman budaya dan merumuskan solusi integrasi berupa musyawarah mufakat atau dialog lintas budaya berprinsip kebhinekaan]; Soal 2 (TP 7.4.2) mengenai identifikasi upaya pemenuhan kebutuhan lewat lembaga keuangan bank dan bukan bank [Kunci Acuan: murid mengidentifikasi minimal fungsi tabungan/kredit perbankan untuk modal usaha dan minimal peran pegadaian/koperasi/asuransi dalam pemenuhan likuiditas darurat serta proteksi keuangan]; Soal 3 (TP 7.4.3) mengenai telaah peran masyarakat dan negara dalam ekonomi digital [Kunci Acuan: peran masyarakat berupa adopsi transaksi nontunai/e-commerce/kreativitas UMKM digital, dan peran negara berupa penyediaan regulasi perlindungan konsumen, pembangunan infrastruktur internet Palapa Ring, serta pelatihan digitalisasi UMKM] (45 menit).
  • TUGAS 2 (KELOMPOK): Murid dalam 5 kelompok (masing-masing 5-6 orang) secara bergantian melaksanakan unjuk kerja simulasi musyawarah pemecahan masalah sosial budaya majemuk berlandaskan prinsip kebhinekaan selama masing-masing 6 menit dan 1 menit transisi kelompok [Kunci Acuan Kasus Simulasi: Kelompok 1: Musyawarah penataan jadwal ronda malam saat perayaan hari besar keagamaan; Kelompok 2: Musyawarah pemanfaatan balai warga bersama lintas etnis pendatang dan lokal; Kelompok 3: Penanganan salah paham perbedaan logat/bahasa daerah di lingkungan pasar komunitas; Kelompok 4: Musyawarah pengelolaan kebisingan pentas seni adat di permukiman padat; Kelompok 5: Penyelesaian sengketa batas lahan ruang publik pemuda multikultural; Kriteria: menerapkan dialog setara, menghormati hak berpendapat, dan menghasilkan solusi damai tanpa diskriminasi] (35 menit).
  • TUGAS 3 (KELOMPOK): Murid dalam 5 kelompok secara bergantian selama 8 menit per kelompok memaparkan presentasi media informasi (infografik/slide) dan menyerahkan catatan portofolio data wawancara penyelidikan pemanfaatan lembaga keuangan sekitar (TP 7.4.4) serta peran masyarakat dalam pertumbuhan ekonomi digital (TP 7.4.6) [Kunci Acuan: portofolio memuat catatan data primer wawancara minimal 1 nasabah bank/koperasi/agen bank mengenai tujuan peminjaman modal/menabung, dan media informasi menyajikan data peran masyarakat dalam adopsi pasar digital/pembayaran QRIS secara komunikatif] (27 menit).

Merefleksi (Berkesadaran):

  • Murid secara individu mengisi lembar refleksi diri mengenai proses penyelesaian asesmen, mencatat kompetensi yang sudah dikuasai dan kendala yang dihadapi selama mengikuti rangkaian tugas Bab 4 (3 menit).

Penutup:

  • Guru mengumpulkan seluruh lembar jawaban tes tertulis, instrumen penilaian simulasi, dan portofolio laporan media informasi kelompok (1 menit).
  • Guru memberikan apresiasi atas kejujuran, sportivitas, dan kerja keras seluruh murid selama menuntaskan rangkaian asesmen sumatif Bab 4, lalu menutup sesi dengan doa penutup (1 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Akomodasi akses: penyediaan teks lembar soal dengan ukuran huruf lebih besar atau pendampingan pembacaan instruksi bagi murid yang memiliki hambatan penglihatan tanpa mengubah substansi butir asesmen.
  • Proses: Akomodasi akses: penyesuaian tempat duduk di barisan depan saat menyimak instruksi simulasi bagi murid yang membutuhkan fokus ekstra.
  • Produk: Standar bukti capaian tetap sama bagi seluruh murid sesuai kriteria rubrik baku.

Asesmen Pertemuan:

Sumatif Bab:

  • kombinasi tes tertulis terpadu, unjuk kerja simulasi dinamika masyarakat majemuk, dan penilaian portofolio penyelidikan ekonomi digital serta lembaga keuangan: lembar jawaban tes uraian dan telaah kasus, catatan portofolio data wawancara lembaga keuangan, penampilan kelompok dalam simulasi pemecahan masalah keberagaman, serta sajian infografik/presentasi ekonomi digital
  • tes tertulis terpadu serentak: lembar jawaban murid yang memuat analisis dinamika sosial integrasi bangsa, identifikasi peran lembaga keuangan dalam kebutuhan masyarakat, dan telaah peran masyarakat-negara dalam ekonomi digital yang dikerjakan seluruh murid serentak (45 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran dan rubrik asesmen uraian telaah kasus)
  • penilaian unjuk kerja simulasi kelompok: performa kelompok (5-6 murid per kelompok, 5 kelompok) dalam memeragakan simulasi musyawarah pemecahan masalah sosial budaya majemuk berlandaskan prinsip kebhinekaan, tampil bergantian masing-masing 6 menit (35 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja simulasi penerapan prinsip kebhinekaan)
  • penilaian presentasi dan portofolio hasil penyelidikan kelompok: tayangan media informasi (infografik/slide) dan catatan hasil penyelidikan wawancara pemanfaatan lembaga keuangan serta peran ekonomi digital yang dipaparkan bergantian selama 8 menit per kelompok untuk 5 kelompok (40 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian portofolio data penyelidikan dan performa presentasi media informasi)

Sumatif:

  • kombinasi tes tertulis terpadu, unjuk kerja simulasi dinamika masyarakat majemuk, dan penilaian portofolio penyelidikan ekonomi digital serta lembaga keuangan: lembar jawaban tes uraian dan telaah kasus, catatan portofolio data wawancara lembaga keuangan, penampilan kelompok dalam simulasi pemecahan masalah keberagaman, serta sajian infografik/presentasi ekonomi digital
  • tes tertulis terpadu serentak: lembar jawaban murid yang memuat analisis dinamika sosial integrasi bangsa, identifikasi peran lembaga keuangan dalam kebutuhan masyarakat, dan telaah peran masyarakat-negara dalam ekonomi digital yang dikerjakan seluruh murid serentak (45 menit; individual; instrumen: pedoman penskoran dan rubrik asesmen uraian telaah kasus)
  • penilaian unjuk kerja simulasi kelompok: performa kelompok (5-6 murid per kelompok, 5 kelompok) dalam memeragakan simulasi musyawarah pemecahan masalah sosial budaya majemuk berlandaskan prinsip kebhinekaan, tampil bergantian masing-masing 6 menit (35 menit; kelompok; instrumen: rubrik unjuk kerja simulasi penerapan prinsip kebhinekaan)
  • penilaian presentasi dan portofolio hasil penyelidikan kelompok: tayangan media informasi (infografik/slide) dan catatan hasil penyelidikan wawancara pemanfaatan lembaga keuangan serta peran ekonomi digital yang dipaparkan bergantian selama 8 menit per kelompok untuk 5 kelompok (40 menit; kelompok; instrumen: rubrik penilaian portofolio data penyelidikan dan performa presentasi media informasi)

Rubrik Pertemuan:

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Elaborasi Dinamika Sosial & Integrasi Bangsa (Tes Tertulis - TP 7.4.1) [Acuan: (1) identifikasi potensi masalah/konflik keberagaman, (2) usulan solusi integrasi berbasis kebhinekaan]Belum mampu menguraikan potensi masalah maupun solusi integrasi bangsa berprinsip kebhinekaan pada lembar tes.Menguraikan 1 dari 2 acuan secara tepat (hanya menyebutkan potensi konflik atau hanya menyebutkan solusi integrasi secara umum).Menguraikan kedua acuan (potensi masalah dan solusi integrasi berprinsip kebhinekaan) dengan tepat namun analisis dinamika sosial masih sederhana.Menguraikan kedua acuan secara komprehensif, tepat, dan mendalam disertai contoh konkret penerapan prinsip kebhinekaan.
Identifikasi Upaya Pemenuhan Kebutuhan via Lembaga Keuangan (Tes Tertulis - TP 7.4.2) [Acuan: (1) peran lembaga bank/tabungan/kredit, (2) peran lembaga keuangan bukan bank/koperasi/pegadaian]Belum tepat mengidentifikasi fungsi lembaga keuangan bank maupun bukan bank dalam pemenuhan kebutuhan.Mengidentifikasi 1 dari 2 acuan fungsi lembaga keuangan secara tepat (hanya bank atau hanya bukan bank).Mengidentifikasi kedua acuan (fungsi bank dan bukan bank) dalam pemenuhan kebutuhan masyarakat secara tepat.Mengidentifikasi kedua acuan secara tepat, rinci, dan mampu membedakan karakteristik peruntukan kebutuhan modal/konsumsi masyarakat.
Telaah Peran Masyarakat & Negara dalam Ekonomi Digital (Tes Tertulis - TP 7.4.3) [Acuan: (1) peran masyarakat: adopsi e-commerce/nontunai/UMKM digital, (2) peran negara: regulasi/infrastruktur internet]Belum mampu menelaah peran masyarakat maupun peran negara dalam pertumbuhan ekonomi digital.Menelaah 1 dari 2 acuan peran secara tepat (hanya menelaah peran masyarakat atau peran negara saja).Menelaah kedua acuan peran (masyarakat dan negara) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital secara tepat.Menelaah kedua acuan peran secara kritis, tepat, dan menjelaskan keterkaitan sinergi antara peran negara dan keaktifan masyarakat.
Penerapan Konsep Simulasi Hidup Bersama (Unjuk Kerja - TP 7.4.5) [Acuan: (1) peragaan dialog tanpa diskriminasi, (2) keterlibatan aktif anggota kelompok, (3) kesepakatan solusi musyawarah]Memeragakan simulasi tetapi belum menunjukkan prinsip kebhinekaan dan belum menghasilkan kesepakatan solusi musyawarah.Memeragakan simulasi dengan memenuhi 1-2 dari 3 acuan yang ditetapkan.Memeragakan simulasi musyawarah secara runtut memenuhi seluruh 3 acuan prinsip kebhinekaan.Memeragakan simulasi musyawarah secara sangat meyakinkan, seluruh anggota kelompok berpartisipasi aktif, adil, dan solutif sesuai prinsip kebhinekaan.
Pengumpulan Informasi Penyelidikan & Komunikasi Media Digital (Portofolio & Presentasi - TP 7.4.4 & TP 7.4.6) [Acuan: (1) catatan data hasil wawancara pemanfaatan lembaga keuangan, (2) sajian media informasi infografik/slide peran ekonomi digital]Portofolio catatan wawancara tidak lengkap dan media informasi belum memuat data peran ekonomi digital.Menyajikan 1 dari 2 acuan bukti (hanya menyerahkan catatan wawancara atau hanya menayangkan media tanpa data penyelidikan).Menyajikan kedua acuan (portofolio catatan penyelidikan lembaga keuangan dan tayangan media peran ekonomi digital) secara lengkap dan informatif.Menyajikan kedua acuan secara utuh, data penyelidikan valid, media informasi sangat komunikatif, serta disajikan secara terstruktur dan lugas.

Refleksi Pertemuan:

Guru:

  • Apakah alokasi waktu untuk ketiga bentuk tugas sumatif (tertulis, simulasi, presentasi portofolio) terlaksana secara tertib dan proporsional?
  • Bagaimana ketercapaian murid secara menyeluruh terhadap 6 TP pada Bab Pemberdayaan Masyarakat berdasarkan hasil asesmen hari ini?
  • Tindak lanjut apa yang perlu disiapkan bagi murid yang belum mencapai kriteria ketercapaian pada aspek pemahaman konsep maupun keterampilan proses?

Murid:

  • Bagian mana dari asesmen sumatif hari ini (tes uraian, simulasi keberagaman, atau presentasi portofolio) yang paling memperlihatkan pemahaman terbaik saya?
  • Tantangan apa yang saya rasakan saat harus bekerja sama dalam simulasi musyawarah dan menyajikan data penyelidikan?
  • Bagaimana materi pemberdayaan masyarakat dan literasi keuangan ini akan saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP/MTs Kelas VII (Edisi Revisi), Pusat Perbukuan Kemendikbudristek
  2. Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP/MTs Kelas VII (Edisi Revisi), Tema IV: Pemberdayaan Masyarakat, Pusat Perbukuan Kemendikbudristek
  3. Lembar Telaah Kasus Dinamika Sosial 'Desa Sukadamai'
  4. Set Kartu Kasus Interaktif 'Tebak Faktor & Bentuk Dinamika'
  5. Buku Panduan Guru IPS Kelas VII Edisi Revisi (Kemendikbudristek, 2023)
  6. Buku Siswa IPS Kelas VII Edisi Revisi (Kemendikbudristek, 2023) Tema IV
  7. Lembar skenario studi kasus musyawarah balai warga RT 05
  8. Kartu peran tokoh simulasi dan tongkat bicara
  9. Buku Siswa IPS SMP/MTs Kelas VII, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, 2023, Tema IV: Pemberdayaan Masyarakat (Materi Lembaga Keuangan Bank).
  10. Buku Panduan Guru IPS SMP/MTs Kelas VII, Kemendikbudristek RI, 2023.
  11. Kartu Skenario Kasus Kebutuhan Finansial dan Lembar Identifikasi Produk Perbankan.
  12. Buku Siswa IPS Kelas VII SMP/MTs Kemendikbudristek Edisi Revisi 2023, Bab 4 Tema IV (halaman 212-214)
  13. Buku Panduan Guru IPS Kelas VII SMP/MTs Kemendikbudristek Edisi Revisi 2023
  14. Kartu Skenario Solusi LKBB dan Lembar Kerja Identifikasi Kebutuhan LKBB
  15. Buku Panduan Guru IPS Kelas VII SMP/MTs Revisi (Kemendikbudristek)
  16. Buku Siswa IPS Kelas VII Bab 4 Pemberdayaan Masyarakat (Kemendikbudristek)
  17. Format instrumen wawancara dan lembar matriks kompilasi data penyelidikan lapangan
  18. Narasumber lingkungan sekolah/masyarakat sekitar (pengelola koperasi sekolah, pelaku usaha/kantin, staf administrasi)
  19. Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Sosial SMP/MTs Kelas VII Revisi, Pusat Perbukuan Kemendikbudristek
  20. Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial SMP/MTs Kelas VII Revisi (Tema IV: Pemberdayaan Masyarakat), Pusat Perbukuan Kemendikbudristek
  21. Lembar Telaah Mandiri 3 Studi Kasus Peran Ekonomi Digital Masyarakat
  22. Buku Panduan Guru IPS Kelas VII Edisi Revisi, Kemendikbudristek 2023
  23. Buku Siswa IPS Kelas VII Edisi Revisi (Tema IV: Pemberdayaan Masyarakat), Kemendikbudristek 2023
  24. Lembar Kerja Murid (LKPD) Telaah Kasus Peran Negara di Era Digital
  25. Set Kartu Kuis Kebijakan Pemerintah
  26. Buku Panduan Guru IPS Kelas VII Edisi Revisi, Kemendikbudristek
  27. Buku Siswa IPS Kelas VII Edisi Revisi Tema IV: Pemberdayaan Masyarakat, Kemendikbudristek (Aktivitas 11 Ekonomi Digital)
  28. Data laporan hasil penyelidikan lapangan murid dari Pertemuan 5, 6, dan 7
  29. Kertas plano, spidol warna, lembar bagan infografik, gawai/aplikasi desain sederhana (opsional)
  30. Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas VII (Edisi Revisi), Kemendikbudristek 2023.
  31. Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial SMP Kelas VII (Edisi Revisi), Tema IV: Pemberdayaan Masyarakat, Kemendikbudristek 2023.
  32. Naskah Lembar Soal Tes Uraian Terpadu Bab 4.
  33. Lembar Skenario Kasus Simulasi Musyawarah Kebhinekaan.
  34. Artefak Portofolio Penyelidikan Wawancara Lembaga Keuangan dan Media Infografik/Slide Ekonomi Digital buatan murid.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar bab ini secara penuh.

Apa isi bab ini?

Dokumen memuat seluruh pertemuan bab ini dalam satu berkas: tujuan pembelajaran per pertemuan, urutan kegiatan inti sesuai alokasi JP, pertanyaan pemantik, asesmen formatif, asesmen sumatif bab, rubrik, dan refleksi. Cocok dipakai sebagai persiapan tatap muka sekaligus lampiran supervisi.

Cara pakai bab ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.