MODUL AJAR IPS — Kelas 7 (Fase D) Topik: Bab 3 — Potensi Ekonomi Lingkungan INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | IPS |
|---|
| Fase / Kelas | Fase D / Kelas 7 |
|---|
| Topik | Bab 3 — Potensi Ekonomi Lingkungan |
|---|
| Alokasi Waktu | 28 JP (28 x 40 menit = 1120 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 10 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 7.3.1 Menjelaskan konektivitas antarruang terhadap upaya pemanfaatan dan pelestarian potensi sumber daya alam
- TP 7.3.2 Mengidentifikasi upaya masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya melalui kegiatan ekonomi, harga, dan pasar
- TP 7.3.3 Menelaah potensi Indonesia menjadi negara maju melalui pemanfaatan potensi sumber daya alam dan perdagangan internasional
- TP 7.3.4 Menganalisis keterhubungan sejarah lokal dan toponimi wilayah di lingkungan sekitar
- TP 7.3.5 Mengelaborasi proses interaksi sosial dalam masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup
- TP 7.3.6 Menyajikan hasil penyelidikan potensi sumber daya alam dan kegiatan ekonomi di lingkungan sekitar dengan media informasi yang tepat
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Mengapa sayuran segar dari daerah pegunungan dapat kita nikmati di daerah perkotaan atau pesisir?
- Bagaimana perbedaan potensi alam di suatu daerah mendorong terjadinya hubungan saling bergantung antarwilayah?
- Jika hutan di kawasan hulu pegunungan gundul, mengapa masyarakat perkotaan di daerah hilir pantai yang terdampak banjir dan krisis air bersih?
- Bagaimana kerja sama antarwilayah hulu dan hilir dapat menjaga kelestarian sumber daya alam bersama?
- Mengapa setiap hari orang-orang di sekitar kita melakukan pekerjaan yang berbeda-beda?
- Bagaimana beras dari sawah atau ikan dari laut bisa sampai ke meja makan di rumah kita?
- Apa yang terjadi jika salah satu kegiatan ekonomi, misalnya distribusi bahan pokok, terhenti?
- Mengapa harga cabai atau bahan pokok di pasar bisa tiba-tiba naik menjelang hari raya dan kembali turun setelahnya?
- Apakah bertransaksi belanja melalui aplikasi daring seperti Shopee atau Tokopedia juga dapat disebut bertransaksi di pasar?
- Mengapa negara dengan kekayaan sumber daya alam yang melimpah belum tentu otomatis menjadi negara maju?
- Bagaimana pemanfaatan potensi sumber daya alam (seperti nikel, hutan lestari, dan laut) dapat mendorong Indonesia beralih dari negara berkembang menjadi negara maju?
- Mengapa komoditas ekspor Indonesia seperti nikel dan kopi sangat diminati oleh pasar dunia?
- Bagaimana perdagangan internasional dapat membantu Indonesia bertransformasi dari negara berkembang menjadi negara maju?
- Mengapa sebuah tempat atau jalan di sekitar kita memiliki nama tertentu, seperti Rawamangun, Kaliurang, atau Pasar Baru?
- Bagaimana sebuah nama tempat (toponimi) dapat menceritakan sejarah, kondisi alam masa lalu, atau aktivitas masyarakat di lingkungan sekitar kita?
- Mengapa manusia tidak dapat memenuhi kebutuhan hidupnya seorang diri tanpa berhubungan dengan orang lain?
- Bagaimana bentuk kerja sama atau kesepakatan sosial yang terjadi di lingkungan sekitar saat masyarakat berusaha memenuhi kebutuhan pokoknya?
- Bagaimana cara terbaik menyajikan data potensi sumber daya alam dan kegiatan ekonomi lingkungan sekitar agar mudah dipahami orang lain?
- Mengapa pemilihan media informasi (seperti infografik kertas, bagan alur, atau poster ringkas) sangat menentukan kejelasan penyajian hasil penyelidikan kalian?
- Bagaimana keterkaitan antara potensi alam di sekitar kita, sejarah penamaan tempat, hingga aktivitas pasar dalam membentuk perekonomian masyarakat?
- Mengapa pengelolaan potensi sumber daya alam yang bijak dan kerja sama antarwilayah menjadi kunci penting bagi kemajuan Indonesia?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Menjelaskan Konektivitas Antarruang dalam Pemanfaatan Potensi Sumber Daya Alam — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.3.1 Menjelaskan konektivitas antarruang terhadap upaya pemanfaatan dan pelestarian potensi sumber daya alam
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan suasana belajar yang kondusif (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menjelaskan konektivitas antarruang dalam pemanfaatan potensi sumber daya alam (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan cepat tentang keterkaitan sumber daya alam dua wilayah berbeda (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid mengamati dua gambar komparasi bentang alam: Gambar A (kawasan pegunungan dengan kebun teh dan sayur) dan Gambar B (kawasan pesisir dengan perahu nelayan dan ikan tangkapan) yang ditampilkan guru (5 menit).
- Guru memfasilitasi tanya jawab interaktif terpandu mengenai perbedaan potensi sumber daya alam kedua wilayah tersebut dan alasan terjadinya pertukaran komoditas antardaerah (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Secara berpasangan, murid memainkan permainan simulasi kartu 'Alur Komoditas Antarruang' untuk mencocokkan 3 pasangan wilayah penghasil dan pemanfaat komoditas berikut: Pasangan 1: Dataran Tinggi Dieng (penghasil kentang/kubis) berpasangan dengan Pesisir Semarang (konsumen sayuran dan penghasil ikan asin); Pasangan 2: Perairan Natuna (penghasil ikan laut segar) berpasangan dengan Kota Bandung (pusat kuliner/konsumen ikan laut); Pasangan 3: Hutan Kalimantan (penghasil rotan) berpasangan dengan Cirebon (pusat industri kerajinan mebel rotan) (15 menit).
- Setiap pasangan murid mengerjakan Lembar Kerja untuk menjelaskan secara tertulis konsep konektivitas antarruang pada pemanfaatan SDA dengan menjawab 3 pertanyaan analisis: (1) Mengapa wilayah pegunungan dan pesisir saling membutuhkan sumber daya alam masing-masing? (2) Bagaimana konektivitas antarruang membantu pemenuhan kebutuhan SDA yang langka di suatu wilayah? (3) Apa akibatnya jika jalur konektivitas antarkedua wilayah terputus terhadap pemanfaatan sumber daya alam tersebut? (15 menit).
- Perwakilan beberapa pasangan murid membacakan hasil penjelasan tertulis mereka mengenai konektivitas pemanfaatan sumber daya alam untuk diverifikasi bersama guru (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid menyimpulkan secara bersama-sama bahwa tidak ada satu pun wilayah yang mandiri seutuhnya tanpa konektivitas dengan wilayah lain dalam memanfaatkan potensi sumber daya alam (5 menit).
- Murid mengisi kartu refleksi singkat berkesadaran untuk mengevaluasi pemahaman pribadinya terkait keterkaitan antarwilayah dalam pemanfaatan sumber daya alam di sekitarnya (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik penguatan terhadap penjelasan murid mengenai konektivitas antarruang dalam pemanfaatan sumber daya alam (3 menit).
- Guru menyampaikan topik yang akan dipelajari pada Pertemuan 2, yaitu konektivitas antarruang dalam upaya pelestarian potensi sumber daya alam, kemudian menutup sesi dengan doa dan salam (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan panduan diagram alur sederhana hubungan antarruang bagi murid yang membutuhkan scaffolding visual, serta teks narasi studi kasus arus distribusi antarprovinsi bagi murid yang berpikiran cepat.
- Proses: Memberikan bimbingan terarah bagi pasangan murid yang belum lancar mengidentifikasi keterkaitan antarruang, dan memberikan keleluasaan berdiskusi mandiri bagi pasangan yang telah memahami konsep dasar.
- Produk: Bagi murid cepat, penjelasan tertulis pada LK dilengkapi dengan identifikasi faktor pendukung konektivitas (seperti sarana transportasi); bagi murid reguler, penjelasan difokuskan pada hubungan timbal balik komoditas antarwilayah.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: 'Jika wilayah pesisir membutuhkan sayuran dan wilayah pegunungan membutuhkan garam, bagaimana cara kedua wilayah memanfaatkan sumber daya alam tersebut?' (Kriteria ketercapaian: murid menjawab adanya pertukaran komoditas, perdagangan antardaerah, atau pengiriman barang antarwilayah).
Proses:- Ketepatan mencocokkan kartu pada simulasi 'Alur Komoditas Antarruang' untuk 3 pasangan wilayah: Pasangan 1 (Dataran Tinggi Dieng - Pesisir Semarang), Pasangan 2 (Perairan Natuna - Kota Bandung), Pasangan 3 (Hutan Kalimantan - Cirebon).
- Ketepatan penjelasan tertulis pada Lembar Kerja yang memuat 3 acuan kunci: (1) Wilayah pegunungan dan pesisir saling membutuhkan karena perbedaan kondisi fisik dan potensi alam menghasilkan surplus komoditas yang berbeda (sayur vs ikan/garam); (2) Konektivitas antarruang mendistribusikan komoditas dari daerah surplus (kelebihan) ke daerah defisit (kekurangan) sehingga kebutuhan terpenuhi; (3) Putusnya jalur konektivitas menyebabkan komoditas di daerah produsen menumpuk/rusak dan di daerah konsumen terjadi kelangkaan serta lonjakan harga.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman singkat di akhir sesi: Murid menuliskan satu kalimat simpulan mengenai peran konektivitas antarruang dalam pemanfaatan potensi sumber daya alam (Kriteria ketercapaian: memuat hubungan ketergantungan/saling melengkapi kebutuhan komoditas antardaerah).
Formatif:- Asesmen diagnostik lisan awal pembelajaran
- Observasi unjuk kerja permainan simulasi kartu Alur Komoditas
- Penilaian penjelasan tertulis pada Lembar Kerja Lembar Kerja Analisis Konektivitas Antarruang
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menjelaskan konektivitas antarruang dalam pemanfaatan potensi sumber daya alam | Belum mampu menjelaskan keterkaitan antarruang dalam pemanfaatan potensi sumber daya alam atau hanya menyebutkan nama daerah tanpa mengaitkan sumber daya alamnya. | Mampu menjelaskan konektivitas antarruang pada 1 dari 3 pertanyaan analisis Lembar Kerja secara tepat sesuai acuan kunci. | Mampu menjelaskan konektivitas antarruang pada 2 dari 3 pertanyaan analisis Lembar Kerja secara tepat sesuai acuan kunci. | Mampu menjelaskan konektivitas antarruang pada seluruh 3 pertanyaan analisis Lembar Kerja secara tepat dan runtut sesuai acuan kunci. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah strategi permainan kartu komoditas efektif membantu murid memahami konsep konektivitas antarwilayah?
- Apakah pembagian waktu 80 menit sudah proporsional pada setiap tahap kegiatan pembelajaran?
- Bagian mana dari konsep konektivitas antarruang yang masih memerlukan penguatan pada murid?
Murid:- Apa hal baru yang saya pahami tentang hubungan antara daerah tempat tinggal saya dengan daerah lain dalam hal sumber daya alam?
- Apakah saya dapat menjelaskan mengapa daerah dataran tinggi dan daerah pesisir harus saling terhubung?
Pertemuan 2 — Menjelaskan Konektivitas Antarruang dalam Upaya Pelestarian Potensi Sumber Daya Alam — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.3.1 Menjelaskan konektivitas antarruang terhadap upaya pemanfaatan dan pelestarian potensi sumber daya alam
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengajak berdoa bersama (5 menit).
- Guru memberikan asesmen diagnostik singkat: murid diminta menjawab secara lisan hubungan sebab-akibat sederhana, 'Apa dampak kerusakan hutan di gunung terhadap pasokan air bersih di kota pesisir?' (acuan jawaban: hutan gundul di hulu mengurangi resapan air sehingga pasokan air tanah di hilir berkurang dan debit limpasan menyebabkan erosi/banjir di hilir) (10 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini, yaitu menjelaskan konektivitas antarruang dalam upaya pelestarian potensi sumber daya alam, serta menjelaskan alur kegiatan tantangan kelompok (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak paparan guru dan infografis tentang keterkaitan ekologis kawasan hulu (pegunungan/hutan), tengah (daerah aliran sungai/pertanian), dan hilir (kawasan pesisir/kota) serta dampaknya terhadap keberlanjutan sumber daya air dan tanah (15 menit).
- Murid dalam kelompok 4-5 orang memainkan kuis cepat 'Teka-Teki Ruang Lestari': mencocokkan 3 kartu masalah kerusakan ruang dengan 3 kartu solusi pelestarian lintas ruang yang tepat: Kartu 1 (Erosi hulu menutup sedimentasi muara -> Solusi: Reboisasi terasering hulu untuk menjaga perikanan hilir); Kartu 2 (Limbah pabrik daerah tengah mencemari air minum pesisir -> Solusi: Pengolahan IPAL komunal lintas kabupaten); Kartu 3 (Abrasi pantai mengancam tambak garam -> Solusi: Penanaman mangrove bersama warga pesisir dan penyedia bibit pedalaman) (acuan: pasangan tepat Kartu 1-Solusi 1, Kartu 2-Solusi 2, Kartu 3-Solusi 3) (15 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid bersama kelompoknya mengerjakan Lembar Kerja Kasus 'Satu Aliran Menjaga Bersama' untuk menguraikan 3 skenario konektivitas pelestarian: Skenario A (Reboisasi hutan hulu oleh konsorsium industri hilir); Skenario B (Pengendalian sampah plastik sungai dari wilayah perkotaan tengah agar tidak merusak terumbu karang di laut hilir); Skenario C (Pemberian insentif dana konservasi dari kota pengguna air ke desa penjaga mata air pegunungan) (15 menit).
- Setiap kelompok menuliskan penjelasan tertulis mengenai: (1) Ruang yang berinteraksi, (2) Bentuk upaya pelestarian yang dilakukan, dan (3) Dampak positif konektivitas tersebut bagi ketersediaan potensi SDA kedua wilayah (acuan: Skenario A: hulu & hilir, reboisasi pohon penyerap air, menjaga debit air tanah industri dan mencegah sedimentasi; Skenario B: kota tengah & pesisir/laut, filter jaring sampah sungai, terumbu karang terjaga dan hasil laut melimpah; Skenario C: pedesaan hulu & perkotaan hilir, pembayaran jasa lingkungan/insentif ekologi, hutan lindung tetap lestari dan pasokan air minum kota berkelanjutan) (25 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Perwakilan kelompok menempelkan lembar penjelasan di dinding kelas, lalu setiap murid melakukan gallery walk membaca penjelasan kelompok lain dan mencatat 1 persamaan bentuk kerja sama pelestarian antarruang yang paling efektif (10 menit).
- Guru memfasilitasi refleksi bersama tentang pentingnya memandang kelestarian lingkungan sebagai tanggung jawab kolektif lintas batas wilayah administrasi (10 menit).
Penutup:- Murid mengerjakan cek pemahaman akhir mandiri (exit ticket) berisi 1 soal penalaran konektivitas pelestarian SDA (acuan: menjelaskan minimal 2 wilayah yang terhubung dan 1 bentuk tindakan pelestarian bersama) (5 menit).
- Guru memberikan penguatan materi, mengapresiasi keaktifan murid, dan menginfokan topik pertemuan berikutnya mengenai kegiatan ekonomi dalam memenuhi kebutuhan hidup tanpa menutup bab, kemudian menutup sesi dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan visual berisi bagan alur hubungan hulu-tengah-hilir; murid yang sudah mahir diberikan bahan studi kasus tambahan mengenai skema pembayaran jasa lingkungan (payment for environmental services).
- Proses: Pada kelompok dengan kesiapan belajar awal, guru membimbing langsung identifikasi ruang; pada kelompok mahir, murid bekerja mandiri menganalisis hubungan timbal balik pelestarian tanpa arahan bertahap.
- Produk: Penjelasan konektivitas pelestarian dapat disajikan dalam bentuk bagan alur tertulis, diagram sebab-akibat, atau paragraf uraian terstruktur sesuai preferensi kelompok.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan lisan diagnostik: 'Apa dampak kerusakan hutan di daerah hulu pegunungan terhadap ketersediaan air bersih dan potensi perikanan di wilayah hilir/pantai?' (Acuan jawaban: Hutan gundul di hulu menyebabkan erosi tanah, banjir bandang, berkurangnya resapan air tanah, sehingga pasokan air bersih di hilir menyusut dan endapan lumpur merusak ekosistem perairan/pantai di hilir).
Proses:- Observasi partisipasi dan ketepatan penjelasan dalam kelompok saat mengerjakan 3 skenario Lembar Kerja 'Satu Aliran Menjaga Bersama' dengan acuan: (1) Skenario A (konektivitas hulu-hilir: reboisasi hutan menjaga pasokan air industri & cegah banjir); (2) Skenario B (konektivitas tengah-pantai: penanganan sampah sungai mencegah kepunahan terumbu karang/ikan pesisir); (3) Skenario C (konektivitas desa hulu-kota hilir: insentif jasa lingkungan menjamin konservasi sumber mata air secara berkelanjutan).
Akhir Pertemuan:- Exit Ticket Mandiri (1 butir soal): 'Jelaskan mengapa masyarakat perkotaan yang jauh dari kawasan hutan wajib berkontribusi menjaga kelestarian hutan di pegunungan!' (Kriteria penerimaan: Jawaban memuat keterkaitan ruang secara logis, yaitu masyarakat kota bergantung pada pasokan oksigen/air bersih dari hutan hulu, dan menjelaskan wujud kontribusi/kerja sama pelestarian nyata seperti tidak boros air, mendukung dana konservasi, atau gerakan menanam pohon).
Formatif:- Tanya jawab diagnostik awal konektivitas hulu-hilir
- Kuis pencocokan 'Teka-Teki Ruang Lestari'
- Penilaian lembar kerja kelompok studi kasus pelestarian antarruang
- Exit ticket cek pemahaman individual pada akhir pembelajaran
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menjelaskan konektivitas antarruang dalam upaya pelestarian potensi SDA | Hanya mampu menyebutkan nama wilayah (hulu atau hilir) tanpa mampu menjelaskan hubungan timbal balik maupun upaya pelestarian SDA antarruang. | Mampu menjelaskan konektivitas antarruang dalam upaya pelestarian potensi SDA pada 1 skenario kasus secara tepat sesuai acuan kunci. | Mampu menjelaskan konektivitas antarruang dalam upaya pelestarian potensi SDA pada 2 dari 3 skenario kasus (mencakup ruang yang terhubung, bentuk pelestarian, dan dampak positif) secara tepat sesuai acuan kunci. | Mampu menjelaskan konektivitas antarruang dalam upaya pelestarian potensi SDA pada seluruh 3 skenario kasus (Skenario A, B, dan C) secara lengkap, runtut, dan mandiri sesuai acuan kunci. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas permainan 'Teka-Teki Ruang Lestari' berhasil memicu keterlibatan aktif dan kegembiraan seluruh murid dalam memahami konsep konektivitas?
- Apakah murid mampu mengaitkan konsep keterhubungan ruang dengan tindakan nyata pelestarian sumber daya alam, bukan sekadar teori geografis?
Murid:- Hal baru apa yang paling membuka matamu tentang ketergantungan wilayah tempat tinggalmu dengan wilayah alam lain di sekitarmu?
- Tindakan sederhana apa yang bisa kamu lakukan sehari-hari untuk ikut menjaga kelestarian sumber daya alam di daerah lain?
Pertemuan 3 — Mengidentifikasi Upaya Masyarakat Memenuhi Kebutuhan melalui Kegiatan Ekonomi — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.3.2 Mengidentifikasi upaya masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya melalui kegiatan ekonomi, harga, dan pasar
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan kelas agar siap belajar (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: mengidentifikasi jenis-jenis kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, dan konsumsi) serta pelaku yang terlibat dalam upaya masyarakat memenuhi kebutuhan hidup (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat secara lisan dengan menanyakan: 'Sebutkan jenis kegiatan ekonomi ketika petani memanen padi di sawah dan pedagang mengangkut beras ke pasar!' Murid menjawab secara langsung (acuan jawaban benar: petani memanen = produksi; pedagang mengangkut = distribusi) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyimak penjelasan guru dan mencermati tayangan/bagan tentang 3 bentuk kegiatan ekonomi dalam memenuhi kebutuhan: produksi (menghasilkan barang/jasa), distribusi (menyalurkan barang/jasa), dan konsumsi (menggunakan/menghabiskan nilai guna barang/jasa) beserta pelaku-pelakunya (produsen, distributor, konsumen) (15 menit).
- Murid secara berpasangan mencermati 3 studi kasus singkat tentang pemenuhan kebutuhan di masyarakat: (Kasus A) Pabrik roti memanggang 500 bungkus roti tawar setiap pagi; (Kasus B) Agen truk mengantarkan peti telur dari peternakan Blitar ke toko-toko kelontong di kota; (Kasus C) Keluarga Pak Joko membeli dan memakan sayur bayam untuk makan siang. Murid mengidentifikasi jenis kegiatan ekonominya (acuan: Kasus A = Produksi; Kasus B = Distribusi; Kasus C = Konsumsi) (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru membagi kelas menjadi kelompok kecil beranggotakan 3-4 murid untuk memainkan permainan tantangan kelompok 'Pilahlah Kartu Ekonomi'. Guru membagikan 6 kartu skenario aktivitas pemenuhan kebutuhan masyarakat berikut: (1) Nelayan mengeringkan ikan asin di tepi pantai; (2) Kurir ekspedisi mengantarkan paket baju pesanan warga; (3) Seorang murid membeli dan meminum jus jeruk di kantin; (4) Pengrajin menganyam rotan menjadi kursi tamu; (5) Pedagang sayur keliling menjajakan dagangannya ke perumahan warga; (6) Pasien membayar jasa periksa dan meminum obat dari dokter (15 menit).
- Setiap kelompok berdiskusi mengidentifikasi dan mengelompokkan ke-6 kartu tersebut ke dalam kolom Lembar Kerja: Produksi, Distribusi, atau Konsumsi, serta menuliskan pelaku ekonominya (acuan kunci: Produksi = kartu 1 [nelayan] & kartu 4 [pengrajin]; Distribusi = kartu 2 [kurir] & kartu 5 [pedagang keliling]; Konsumsi = kartu 3 [murid] & kartu 6 [pasien]) (15 menit).
- Setiap kelompok menukarkan lembar kerjanya dengan kelompok sebelah untuk saling memeriksa kecocokan jawaban berdasarkan kunci verifikasi yang dipandu oleh guru di papan tulis (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid secara mandiri menjawab 1 pertanyaan reflektif tertulis pada lembar asesmen proses: 'Mengapa ketiga kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, dan konsumsi) harus berjalan berkesinambungan agar kebutuhan masyarakat terpenuhi?' (kriteria penerimaan: jawaban mengidentifikasi ketergantungan antar-kegiatan, bahwa barang yang diproduksi tidak akan berguna tanpa distribusi dan tidak ada gunanya bila tidak dikonsumsi untuk memenuhi kebutuhan hidup) (15 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan intisari pembelajaran tentang 3 bentuk kegiatan ekonomi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan (produksi, distribusi, konsumsi) (5 menit).
- Guru memberikan penguatan dan menginformasikan topik pertemuan berikutnya mengenai mekanisme harga dan pasar dalam pemenuhan kebutuhan, lalu menutup pembelajaran dengan doa dan salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu skenario dengan ilustrasi gambar konkret aktivitas ekonomi, sedangkan murid yang siap diberikan teks skenario deskriptif tanpa bantuan gambar.
- Proses: Pada aktivitas kelompok, murid yang belum memahami dibimbing langsung oleh guru dengan pertanyaan pancingan, sementara kelompok yang mahir diberikan tantangan tambahan mengidentifikasi peran pelaku ekonomi pada rantai distribusi yang lebih panjang.
- Produk: Semua murid menghasilkan identifikasi 6 skenario kegiatan ekonomi pada format lembar kerja yang sama.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pembelajaran: 'Sebutkan jenis kegiatan ekonomi ketika petani memanen padi di sawah dan pedagang mengangkut beras ke pasar!' (acuan jawaban benar: petani memanen = produksi; pedagang mengangkut = distribusi).
Proses:- Observasi keterlibatan kelompok dan penilaian ketepatan lembar kerja pemilahan 6 kartu aktivitas ekonomi: (1) Nelayan mengeringkan ikan (Produksi); (2) Kurir mengantar paket (Distribusi); (3) Murid meminum jus (Konsumsi); (4) Pengrajin menganyam kursi (Produksi); (5) Pedagang menjajakan sayur (Distribusi); (6) Pasien meminum obat dokter (Konsumsi). Kriteria: tepat mengelompokkan minimal 5 dari 6 skenario.
- Pemeriksaan refleksi mandiri murid tentang keterkaitan kegiatan ekonomi dalam pemenuhan kebutuhan dengan kriteria: menyebutkan secara tepat fungsi masing-masing kegiatan (menghasilkan, menyalurkan, memakai) dalam rantai pemenuhan kebutuhan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman singkat di akhir sesi: Murid mengidentifikasi secara lisan/catatan cepat 1 contoh aktivitas konsumsi, 1 produksi, dan 1 distribusi yang ada di lingkungan tempat tinggal masing-masing (kriteria penerimaan: contoh relevan dengan batasan produksi menghasilkan barang/jasa, distribusi mengalirkan barang/jasa, konsumsi menggunakan barang/jasa).
Formatif:- Penilaian kinerja kelompok pada lembar kerja klasifikasi 6 skenario kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi).
- Penilaian respon tertulis refleksi mandiri mengenai keterkaitan ketiga kegiatan ekonomi dalam pemenuhan kebutuhan.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengidentifikasi jenis kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi) dalam upaya pemenuhan kebutuhan | Tepat mengidentifikasi 1 sampai 2 dari 6 skenario kegiatan ekonomi yang disediakan pada lembar kerja (acuan: Kartu 1 & 4 = Produksi; Kartu 2 & 5 = Distribusi; Kartu 3 & 6 = Konsumsi). | Tepat mengidentifikasi 3 sampai 4 dari 6 skenario kegiatan ekonomi yang disediakan pada lembar kerja (acuan: Kartu 1 & 4 = Produksi; Kartu 2 & 5 = Distribusi; Kartu 3 & 6 = Konsumsi). | Tepat mengidentifikasi 5 dari 6 skenario kegiatan ekonomi yang disediakan pada lembar kerja secara tepat sesuai acuan (Kartu 1 & 4 = Produksi; Kartu 2 & 5 = Distribusi; Kartu 3 & 6 = Konsumsi). | Tepat mengidentifikasi seluruh 6 dari 6 skenario kegiatan ekonomi yang disediakan pada lembar kerja secara mandiri dan tepat sesuai acuan (Kartu 1 & 4 = Produksi; Kartu 2 & 5 = Distribusi; Kartu 3 & 6 = Konsumsi). |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah permainan kartu skenario ekonomi efektif membantu murid membedakan kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi?
- Bagian mana dari kegiatan identifikasi ekonomi yang masih membingungkan murid?
- Apakah alokasi waktu 120 menit berjalan efektif di setiap tahapan Memahami, Mengaplikasi, dan Merefleksi?
Murid:- Aktivitas ekonomi apa yang paling sering saya jumpai dan saya lakukan setiap hari di rumah?
- Mengapa saya dan keluarga saya tidak bisa memenuhi semua kebutuhan hidup sendirian tanpa bantuan pelaku ekonomi lain?
- Bagian kegiatan mana dalam pelajaran hari ini yang paling menyenangkan bagi saya?
Pertemuan 4 — Mengidentifikasi Upaya Pemenuhan Kebutuhan melalui Mekanisme Harga dan Pasar — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.3.2 Mengidentifikasi upaya masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya melalui kegiatan ekonomi, harga, dan pasar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan kesiapan belajar (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini: mengidentifikasi upaya masyarakat memenuhi kebutuhan melalui mekanisme harga dan pasar (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat secara lisan dengan mengajukan 2 pertanyaan: (1) 'Apa arti pasar?' (acuan: tempat/sarana bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi jual beli baik langsung maupun daring); (2) 'Apa yang dimaksud dengan harga keseimbangan/harga pasar?' (acuan: kesepakatan harga antara penjual dan pembeli melalui tawar-menawar) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mencermati bacaan di Buku Siswa hal. 140-141 mengenai pengertian pasar (konvensional dan daring), 2 fungsi utama pasar (fungsi distribusi dan fungsi pembentuk harga), serta konsep harga keseimbangan (15 menit).
- Guru mengadakan permainan kuis interaktif cepat 'Pasar Nyata vs Digital': guru membacakan 4 contoh sarana pemenuhan kebutuhan: (1) Toko kelontong Bu Siti, (2) Platform e-commerce Tokopedia, (3) Los sayur Pasar Tradisional Beringharjo, (4) Layanan pesan antar GrabMart. Murid mengangkat kartu hijau jika pasar konkret/langsung atau kartu kuning jika pasar abstrak/daring (acuan: 1=langsung, 2=daring, 3=langsung, 4=daring) (15 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):- Murid dibagi berpasangan untuk mengerjakan Lembar Aktivitas Mekanisme Pasar dan Harga yang memuat 4 kasus upaya pemenuhan kebutuhan berikut: Kasus 1: Ibu Rina menawar harga beras dari Rp15.000 menjadi Rp14.000 di toko sembako hingga pedagang sepakat. Kasus 2: Pak Joko membeli pupuk langsung lewat toko pertanian digital saat stok pupuk lokal habis. Kasus 3: Menjelang hari raya, permintaan daging melonjak sehingga pedagang menaikkan harga jual daging menjadi Rp140.000/kg. Kasus 4: Petani sayur mendistribusikan langsung hasil panen sawi ke pedagang pasar induk saat harga di tengkulak desa anjlok (15 menit).
- Secara berpasangan, murid mengidentifikasi unsur pemenuhan kebutuhan pada setiap kasus dengan melengkapi tabel: (a) jenis pasar yang digunakan (konvensional/daring), (b) fungsi pasar yang bekerja (distribusi/pembentuk harga), dan (c) proses pembentukan harga (tawar-menawar/kenaikan permintaan/kesepakatan langsung). Kunci acuan: Kasus 1 = pasar konvensional, fungsi pembentuk harga, tawar-menawar; Kasus 2 = pasar daring, fungsi distribusi, kesepakatan langsung harga aplikasi; Kasus 3 = pasar konvensional, fungsi pembentuk harga, kenaikan permintaan; Kasus 4 = pasar konvensional, fungsi distribusi, penyesuaian saluran distribusi (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Perwakilan murid membacakan hasil identifikasi tabelnya dan bersama guru menyimpulkan bagaimana mekanisme pasar dan harga membantu masyarakat memperoleh barang kebutuhan hidup (15 menit).
- Murid secara individu menuliskan refleksi kesadaran diri: bagaimana mereka sendiri atau keluarganya menyikapi perbedaan harga saat berbelanja kebutuhan pokok sehari-hari (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap hasil belajar mengenai peran pasar dan penetapan harga dalam kehidupan ekonomi (5 menit).
- Guru memandu murid menutup sesi dengan berdoa bersama dan menyampaikan rencana materi pertemuan berikutnya tentang potensi Indonesia menjadi negara maju melalui SDA (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan bacaan ilustrasi kasus bergambar untuk pasangan murid yang memerlukan scaffolding visual, dan teks naratif ekonomi komprehensif untuk murid yang siap membaca cepat.
- Proses: Pasangan yang mengalami kesulitan diberikan bimbingan terfokus oleh guru dengan membedah kata kunci pada kasus, sedangkan pasangan yang mahir diberikan tantangan menganalisis kasus tambahan dengan fluktuasi harga yang lebih variatif.
- Produk: Format pengisian identifikasi tabel dapat berupa diagram pohon konsep mekanisme pasar atau isian tabel terstruktur.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan lisan diagnostik: (1) Apa arti pasar? (acuan: tempat/sarana bertemunya penjual dan pembeli untuk melakukan transaksi jual beli secara langsung maupun daring); (2) Apa arti harga keseimbangan/pasar? (acuan: harga yang disepakati antara penjual dan pembeli melalui proses tawar-menawar atau mekanisme permintaan-penawaran).
Proses:- Observasi keterlibatan murid dalam kuis kartu 'Pasar Nyata vs Digital' (memeriksa ketepatan membedakan 4 sarana: toko kelontong, e-commerce Tokopedia, pasar Beringharjo, GrabMart).
- Pemeriksaan lembar kerja identifikasi 4 kasus pemenuhan kebutuhan melalui mekanisme harga dan pasar (mengukur ketepatan menentukan jenis pasar, fungsi pasar, dan proses pembentukan harga sesuai acuan kunci).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat (2 soal pada lembar refleksi): (1) Tuliskan 2 fungsi pasar bagi masyarakat (acuan: fungsi distribusi dan fungsi pembentuk harga); (2) Bagaimana kesepakatan harga dapat terjadi antara pembeli dan penjual? (acuan: terjadi proses tawar-menawar hingga tercapai kesepakatan harga atau penyesuaian permintaan pembeli dengan penawaran penjual).
Formatif:- Tanya jawab diagnostik awal pemahaman konsep pasar dan harga keseimbangan
- Kuis pemilahan kartu pasar konkret vs pasar abstrak (daring)
- Penilaian kinerja pengerjaan tabel identifikasi 4 kasus mekanisme pasar dan harga
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Identifikasi Upaya Pemenuhan Kebutuhan melalui Mekanisme Pasar dan Harga | Hanya mampu mengidentifikasi unsur jenis pasar, fungsi pasar, dan proses pembentukan harga secara tepat pada 1 dari 4 kasus yang disediakan. | Mampu mengidentifikasi unsur jenis pasar, fungsi pasar, dan proses pembentukan harga secara tepat pada 2 dari 4 kasus yang disediakan. | Mampu mengidentifikasi unsur jenis pasar, fungsi pasar, dan proses pembentukan harga secara tepat pada 3 dari 4 kasus yang disediakan sesuai acuan kunci. | Mampu mengidentifikasi unsur jenis pasar, fungsi pasar, dan proses pembentukan harga secara tepat pada seluruh 4 kasus yang disediakan secara mandiri dan tepat sesuai acuan kunci. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah simulasi kuis kartu dan analisis kasus kontekstual efektif membantu murid memahami mekanisme harga dan fungsi pasar?
- Bagian mana dari konsep pembentukan harga keseimbangan yang masih membingungkan bagi murid?
Murid:- Apa hal terpenting yang saya pelajari hari ini tentang mengapa harga barang di pasar bisa berubah-ubah?
- Bagaimana pengetahuan tentang fungsi pasar ini membantu saya menjadi pembeli yang lebih bijak saat berbelanja?
Pertemuan 5 — Menelaah Potensi Indonesia Menjadi Negara Maju melalui Pemanfaatan Potensi Sumber Daya Alam — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.3.3 Menelaah potensi Indonesia menjadi negara maju melalui pemanfaatan potensi sumber daya alam dan perdagangan internasional
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini yaitu menelaah potensi Indonesia menjadi negara maju melalui pemanfaatan potensi sumber daya alam (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan singkat berisi 2 pertanyaan: (1) 'Sebutkan 1 ciri utama perekonomian negara maju dalam mengelola bahan mentah!' (acuan: mengolah bahan mentah menjadi barang jadi/bernilai tambah tinggi melalui industri/hilirisasi, bukan sekadar mengekspor mentah); (2) 'Sebutkan 1 contoh komoditas tambang Indonesia yang bernilai strategis bagi industri dunia!' (acuan: nikel/bauksit/tembaga/timah) (10 menit).
- Guru mengaitkan jawaban murid dengan apersepsi tentang posisi Indonesia yang kaya sumber daya alam dan tantangan mengubah potensi tersebut menjadi kemakmuran nyata (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mencermati tayangan infografik perbandingan pemanfaatan sumber daya alam: skenario A (ekspor bijih nikel mentah bernilai rendah) versus skenario B (hilirisasi nikel menjadi baterai kendaraan listrik bernilai tambah tinggi) (10 menit).
- Murid secara berpasangan mendiskusikan konsep indikator negara maju dalam pemanfaatan SDA: penguasaan teknologi pengolahan, penciptaan nilai tambah (value added), penyerapan tenaga kerja terampil, dan keberlanjutan lingkungan (15 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid membentuk kelompok beranggotakan 4 orang untuk melakukan permainan tantangan analisis 'Kuis Telaah Komoditas Strategis': setiap kelompok menerima Lembar Telaah yang memuat 3 studi kasus komoditas SDA Indonesia: (1) Nikel untuk ekosistem kendaraan listrik, (2) Kelapa sawit untuk hilirisasi produk turunan oleokimia, dan (3) Potensi perikanan tangkap dan budi daya laut terintegrasi (15 menit).
- Murid dalam kelompok menelaah ketiga komoditas tersebut dengan mengisi matriks analisis: (a) potensi ketersediaan di Indonesia, (b) kendala pengolahan saat ini, dan (c) langkah strategis agar pemanfaatan komoditas tersebut mampu mendorong pendapatan per kapita dan kemajuan ekonomi Indonesia (10 menit).
- Perwakilan kelompok saling mencocokkan hasil telaah dengan kelompok pasangan (peer-review) berdasarkan lembar panduan indikator nilai tambah industri yang dibagikan guru (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama guru menyimpulkan inti telaah bahwa sumber daya alam melimpah hanya menjadi modal dasar; syarat menjadi negara maju adalah hilirisasi industri, peningkatan kualitas SDM pengolah, dan tata kelola yang berkelanjutan (15 menit).
- Murid secara individu menuliskan satu refleksi singkat pada kartu kendali belajar mengenai peran generasi muda dalam mendukung pemanfaatan SDA bernilai tambah di masa depan (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap hasil lembar telaah kelompok serta mengonfirmasi ketercapaian pemahaman konsep (5 menit).
- Guru menginformasikan agenda pertemuan berikutnya (Pertemuan 6 mengenai telaah potensi menjadi negara maju melalui perdagangan internasional) dan menutup kelas dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan infografik visual bergambar skema alur hilirisasi bagi murid yang membutuhkan dukungan visual konkret, serta lembar data tabel statistik nilai ekspor bagi kelompok yang siap menganalisis angka.
- Proses: Memberikan pendampingan terstruktur dan pemodelan satu contoh komoditas (misal: bauksit menjadi aluminium) pada kelompok yang kesulitan, serta memberi tantangan analisis dampak lingkungan bagi kelompok yang selesai lebih awal.
- Produk: Kelompok dapat menyajikan matriks telaah dalam bentuk bagan alur hubungan sebab-akibat atau tabel matriks terstruktur sesuai kesepakatan kelompok.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: (1) Sebutkan 1 ciri negara maju dalam mengelola SDA mentah (Acuan jawaban: mengolah bahan mentah menjadi produk jadi/hilirisasi bernilai tambah tinggi); (2) Sebutkan 1 komoditas tambang strategis Indonesia (Acuan jawaban: nikel, bauksit, tembaga, atau timah).
Proses:- Observasi diskusi kelompok dan pemeriksaan pengerjaan Lembar Telaah Potensi SDA untuk 3 komoditas: (1) Nikel (acuan: hilirisasi baterai EV meningkatkan devisa dan teknologi), (2) Kelapa Sawit (acuan: hilirisasi minyak goreng/oleokimia meningkatkan nilai jual dibanding ekspor CPO mentah), (3) Perikanan Laut (acuan: industri pengalengan/pengolahan beku berstandar higienis menyerap tenaga kerja lokal dan meningkatkan ekspor bernilai tinggi).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman individu (exit ticket) berisi 1 pertanyaan telaah: 'Jelaskan mengapa kebijakan melarang ekspor mineral mentah dan mewajibkan pembangunan smelter (hilirisasi) di dalam negeri merupakan langkah penting Indonesia menuju negara maju?' (Kriteria penerimaan: jawaban memuat minimal 2 alasan logis, yaitu penciptaan nilai tambah ekonomi/kenaikan harga jual dan penyerapan tenaga kerja terampil/alih teknologi industri).
Formatif:- Penilaian asesmen awal lisan mengenai ciri negara maju dalam mengelola bahan mentah dan komoditas strategis
- Penilaian kinerja kelompok melalui Lembar Kerja Telaah Potensi SDA Menuju Negara Maju yang memuat 3 komoditas strategis (Nikel, Kelapa Sawit, Perikanan Laut)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menelaah Potensi SDA dalam Mendorong Indonesia Menjadi Negara Maju | Hanya mampu menyebutkan nama potensi sumber daya alam tanpa mampu menelaah hubungannya dengan peningkatan nilai tambah atau syarat menuju negara maju (kurang dari 2 komoditas tepat). | Mampu menelaah hubungan pemanfaatan potensi sumber daya alam terhadap syarat negara maju pada 1 dari 3 komoditas strategis (Nikel, Sawit, Perikanan) dengan bantuan parsial guru. | Mampu menelaah potensi pemanfaatan sumber daya alam terhadap penciptaan nilai tambah dan peluang Indonesia menjadi negara maju secara tepat pada minimal 2 dari 3 komoditas strategis (Nikel, Sawit, Perikanan). | Mampu menelaah potensi pemanfaatan sumber daya alam secara komprehensif pada seluruh 3 komoditas strategis (Nikel, Sawit, Perikanan) mencakup potensi, kendala rantai pasok, dan solusi hilirisasi bernilai tambah secara mandiri dan logis. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah strategi pemodelan studi kasus hilirisasi nikel efektif membantu murid memahami korelasi pemanfaatan SDA dengan status negara maju?
- Bagian mana dari aktivitas telaah kelompok yang paling memerlukan intervensi bimbingan guru?
Murid:- Apa wawasan baru yang saya peroleh mengenai perbedaan menjual barang tambang mentah dengan produk olahan industri?
- Menurut saya, apa tantangan terbesar yang dihadapi bangsa Indonesia untuk mengolah kekayaan alamnya sendiri?
Pertemuan 6 — Menelaah Potensi Indonesia Menjadi Negara Maju melalui Perdagangan Internasional — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.3.3 Menelaah potensi Indonesia menjadi negara maju melalui pemanfaatan potensi sumber daya alam dan perdagangan internasional
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyiapkan suasana kelas yang nyaman (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-6, yaitu menelaah potensi Indonesia menjadi negara maju melalui perdagangan internasional (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat secara tertulis mengenai konsep dasar perdagangan internasional dan komoditas ekspor Indonesia menggunakan 2 pertanyaan tertulis: (1) Sebutkan 2 komoditas unggulan Indonesia yang diekspor ke luar negeri! (Acuan: nikel, kelapa sawit/CPO, kopi, karet, batu bara, atau rempah-rempah); (2) Apa arti kegiatan ekspor bagi pendapatan negara? (Acuan: ekspor mendatangkan devisa/meningkatkan penerimaan negara) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid mencermati infografik data ekspor komoditas unggulan Indonesia serta proyeksi posisi ekonomi Indonesia tahun 2045 oleh OECD yang ditayangkan guru di papan tulis (15 menit).
- Secara berpasangan, murid berpartisipasi dalam kuis kilat interaktif 'Tebak Jalur Komoditas' dengan mencocokkan kartu 3 komoditas ekspor utama Indonesia ke negara tujuan utama: Kartu Komoditas: (1) Nikel olahan, (2) Kopi arabika, (3) Kelapa sawit (CPO); Kartu Negara Tujuan: (A) Tiongkok & Uni Eropa, (B) Amerika Serikat & Jepang, (C) India & Pakistan. (Acuan pasangan: 1-A, 2-B, 3-C) (15 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid membentuk kelompok kerja beranggotakan 4 orang dan menerima lembar analisis kasus komoditas ekspor unggulan (nikel untuk bahan baku baterai kendaraan listrik) untuk menelaah kontribusinya terhadap peluang Indonesia menjadi negara maju (15 menit).
- Setiap kelompok menelaah 3 aspek kunci pada lembar kerja: (1) peluang peningkatan devisa melalui kebijakan hilirisasi komoditas ekspor nikel, (2) tantangan persaingan pasar global dan pembatasan impor dari negara tujuan, dan (3) peran transfer teknologi dari mitra dagang internasional dalam mempercepat industrialisasi (Acuan telaah: devisa meningkat karena nilai tambah ekspor produk jadi lebih tinggi dibanding bahan mentah; tantangan berupa tarif/kebijakan proteksi dagang negara lain; transfer teknologi mendorong modernisasi industri domestik) (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Perwakilan kelompok membacakan ringkasan telaah mereka dan kelompok lain membandingkan hasil telaahnya dengan dipandu oleh guru (15 menit).
- Murid bersama guru menyimpulkan hubungan kausal antara perdagangan internasional bernilai tambah tinggi dengan prospek Indonesia menjadi negara maju (10 menit).
Penutup:- Murid mengerjakan lembar cek pemahaman akhir berupa 2 butir soal telaah singkat (10 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap pencapaian belajar hari ini serta menutup kegiatan dengan doa dan salam (10 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks ringkas dengan panduan istilah kunci (hilirisasi, devisa, ekspor produk jadi). Murid yang siap menerima tantangan diberikan artikel analitis tentang neraca perdagangan manufaktur Indonesia.
- Proses: Kelompok pemula didampingi guru dengan pertanyaan penuntun pada tahap menelaah peluang devisa, sedangkan kelompok mahir menelaah secara mandiri hingga mencakup implikasi transfer teknologi.
- Produk: Semua murid mengisi lembar telaah dengan cakupan kompetensi yang sama; kelompok mahir menyajikan elaborasi dampak hilirisasi dengan minimal 2 data pendukung dari teks.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik tertulis singkat 2 butir soal: (1) Sebutkan 2 komoditas unggulan Indonesia yang diekspor ke pasar dunia! (Acuan jawaban: nikel, kelapa sawit/CPO, kopi, batu bara, karet, atau rempah-rempah); (2) Jelaskan apa manfaat kegiatan ekspor komoditas bagi pendapatan negara! (Acuan jawaban: ekspor menghasilkan devisa/menambah cadangan kas negara/menaikkan pendapatan nasional).
Proses:- Observasi keterlibatan kelompok dan penilaian lembar kerja telaah potensi perdagangan internasional dengan acuan 3 aspek kunci: (1) Peluang nilai tambah hilirisasi produk ekspor nikel bagi pendapatan negara; (2) Tantangan persaingan dan regulasi perdagangan antarnegara; (3) Manfaat transfer teknologi dari perdagangan internasional bagi kemajuan industri nasional.
Akhir Pertemuan:- Tes tertulis cek pemahaman akhir 2 butir: (1) Mengapa ekspor barang setengah jadi atau barang jadi (hilirisasi) lebih mendukung Indonesia menjadi negara maju dibandingkan mengekspor bahan mentah? (Acuan: barang jadi/setengah jadi memiliki nilai jual jauh lebih tinggi, menyerap banyak tenaga kerja lokal, dan menghasilkan devisa lebih besar); (2) Sebutkan 2 faktor dalam perdagangan internasional yang dapat mempercepat kemajuan ekonomi Indonesia! (Acuan: perluasan pasar ekspor produk bernilai tambah tinggi, transfer teknologi industri modern, masuknya investasi untuk infrastruktur produksi).
Formatif:- Kuis kilat menjodohkan komoditas dan negara tujuan dagang pada tahap Memahami
- Penilaian lembar kerja kelompok saat menelaah potensi Indonesia menjadi negara maju melalui perdagangan internasional
- Cek pemahaman tertulis di akhir pertemuan
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menelaah potensi Indonesia menjadi negara maju melalui perdagangan internasional | Mampu menelaah 1 dari 3 aspek telaah potensi perdagangan internasional (peluang nilai tambah ekspor, tantangan pasar global, atau transfer teknologi) dengan acuan yang tepat. | Mampu menelaah 2 dari 3 aspek telaah potensi perdagangan internasional (peluang nilai tambah ekspor, tantangan pasar global, atau transfer teknologi) dengan acuan yang tepat. | Mampu menelaah seluruh 3 aspek telaah potensi perdagangan internasional (peluang nilai tambah ekspor, tantangan pasar global, dan transfer teknologi) dengan tepat secara terbimbing. | Mampu menelaah seluruh 3 aspek telaah potensi perdagangan internasional (peluang nilai tambah ekspor, tantangan pasar global, dan transfer teknologi) dengan tepat, mendalam, dan mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu selama 120 menit cukup untuk memfasilitasi murid menelaah artikel perdagangan internasional secara mendalam?
- Bagaimana respons murid terhadap kegiatan kuis kilat menjodohkan kartu komoditas dagang internasional?
Murid:- Bagian mana dari pembahasan perdagangan komoditas ekspor Indonesia yang paling menarik bagi saya?
- Setelah menelaah materi hari ini, apa alasan terkuat bahwa perdagangan internasional dapat membawa Indonesia menjadi negara maju?
Pertemuan 7 — Menganalisis Keterhubungan Sejarah Lokal dan Toponimi Wilayah di Lingkungan Sekitar — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.3.4 Menganalisis keterhubungan sejarah lokal dan toponimi wilayah di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menciptakan suasana belajar yang kondusif (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menganalisis keterhubungan sejarah lokal dan toponimi wilayah di lingkungan sekitar (5 menit).
- Guru melakukan asesmen awal diagnostik singkat dengan menampilkan 3 nama wilayah berikut di papan tulis: (1) 'Rawa Pening', (2) 'Kebun Jeruk', (3) 'Kampung Pandai Besi', kemudian meminta murid mengidentifikasi asal-usul penamaannya berdasarkan ciri fisik alam atau aktivitas manusia (acuan diagnostik: 1 = ciri fisik/bentang perairan rawa; 2 = vegetasi/tanaman khas; 3 = aktivitas profesi/mata pencaharian masyarakat) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Guru memberikan pengantar bermakna tentang konsep toponimi sebagai studi asal-usul nama tempat yang berkaitan erat dengan peristiwa sejarah lokal, bentang fisik alam, dan budaya masyarakat (15 menit).
- Murid dalam kelompok kecil (3-4 orang) memainkan aktivitas kuis tebak makna toponimi yang menggembirakan 'Jejak Nama Tempat' dengan mencocokkan 4 kartu studi kasus toponimi berikut dengan latar belakang sejarahnya: Kartu 1: 'Pekalongan' -> latar sejarah: tempat penangkapan ikan/kalong; Kartu 2: 'Bukit Duri' -> latar fisik alam: perbukitan yang banyak ditumbuhi semak berduri; Kartu 3: 'Pasar Senen' -> latar aktivitas sosial/sejarah: pasar tradisional yang beroperasi setiap hari Senin pada masa kolonial; Kartu 4: 'Sungai Bambu' -> latar alam: kawasan aliran air yang tepiannya dipenuhi rumpun pohon bambu (acuan kunci: Kartu 1=kegiatan ekonomi bahari, Kartu 2=bentang alam fisik, Kartu 3=sejarah jadwal perniagaan, Kartu 4=kondisi vegetasi alam) (20 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Setiap kelompok menerima Lembar Kerja Analisis Toponimi yang memuat teks narasi sejarah lokal tentang 3 wilayah sekitar: Wilayah A ('Kali Deres' - daerah berarus sungai deras masa lampau), Wilayah B ('Kampung Tenun' - kawasan pengrajin tekstil masa kolonial), dan Wilayah C ('Batu Tulis' - tempat ditemukannya prasasti batu peninggalan kerajaan) (20 menit).
- Secara berkolaborasi dan bernalar kritis, murid menganalisis teks narasi tersebut untuk mengisi tabel keterhubungan sejarah lokal dan toponimi wilayah yang meliputi 3 unsur: (1) Asal kata/nama toponimi, (2) Kategori penamaan (aspek fisik alam, aspek sosial budaya/aktivitas manusia, atau aspek sejarah historis), dan (3) Hubungan antara peristiwa masa lalu dengan kondisi wilayah pada masa kini (acuan analisis: Wilayah A = aspek fisik bentang perairan, Wilayah B = aspek aktivitas mata pencaharian/budaya, Wilayah C = aspek peninggalan sejarah/historis) (20 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Perwakilan kelompok memaparkan temuan analisis keterhubungan sejarah lokal dan toponimi wilayah di hadapan kelas secara bergantian, sementara kelompok lain dan guru memberikan verifikasi terhadap ketepatan analisisnya (10 menit).
- Murid bersama guru melakukan refleksi berkesadaran untuk menyimpulkan bahwa toponimi bukan sekadar nama, melainkan arsip sejarah lokal yang merekam jejak interaksi manusia dengan lingkungannya di masa lampau (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap hasil analisis murid dan menyelenggarakan cek pemahaman singkat melalui 1 pertanyaan penutup tertulis: 'Bagaimana penamaan wilayah Kampung Tenun membuktikan adanya keterhubungan antara toponimi dengan kegiatan sejarah lokal masyarakatnya?' (acuan: nama tersebut membuktikan di masa lalu wilayah tersebut merupakan pusat perajin tenun yang menjadi mata pencaharian utama warga setempat) (5 menit).
- Guru menyampaikan agenda pertemuan berikutnya yaitu mengenai interaksi sosial dalam memenuhi kebutuhan hidup, lalu menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Kelompok yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar narasi teks sejarah lokal dengan kata kunci penamaan yang ditebalkan; kelompok mahir menganalisis teks narasi yang lebih panjang dan tanpa penanda kata kunci.
- Proses: Murid yang memerlukan scaffolding mendapatkan panduan pertanyaan arahan bertahap dari guru; murid yang mahir menganalisis keterhubungan sejarah dan toponimi secara mandiri.
- Produk: Kelompok dapat menyajikan hasil analisis keterhubungan sejarah lokal dan toponimi dalam bentuk bagan keterhubungan atau tabel analisis terstruktur.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik: Mengidentifikasi asal-usul penamaan 3 wilayah (Rawa Pening, Kebun Jeruk, Kampung Pandai Besi) berdasarkan unsur fisik alam, vegetasi, atau aktivitas manusia (kunci acuan: Rawa Pening = bentang fisik rawa/perairan; Kebun Jeruk = bentang vegetasi/tanaman; Kampung Pandai Besi = mata pencaharian/kegiatan masyarakat).
Proses:- Penilaian lembar kerja kelompok: Ketepatan menganalisis 3 wilayah studi kasus (Wilayah A 'Kali Deres', Wilayah B 'Kampung Tenun', Wilayah C 'Batu Tulis') yang mencakup: (1) penguraian asal-usul toponimi, (2) ketepatan kategori latar belakang penamaan (fisik alam, budaya/pekerjaan, sejarah historis), dan (3) uraian keterhubungannya dengan peristiwa sejarah lokal (acuan: Wilayah A = kategori fisik perairan/arus sungai deras; Wilayah B = kategori sosial-ekonomi/perajin tenun masa lampau; Wilayah C = kategori historis/penemuan prasasti batu masa kerajaan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat: Menjelaskan keterhubungan toponimi 'Kampung Tenun' dengan sejarah lokal masyarakat masa lalu (kriteria penerimaan: jawaban memuat penjelasan bahwa penamaan tersebut merekam sejarah mata pencaharian atau tradisi perajin tenun yang bermukim di wilayah tersebut pada masa lampau).
Formatif:- Asesmen diagnostik awal: mengelompokkan latar belakang 3 nama wilayah uji coba.
- Asesmen formatif proses: lembar kerja analisis keterhubungan sejarah lokal dan toponimi wilayah pada 3 kasus (Wilayah A, B, C).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menganalisis keterhubungan sejarah lokal dan toponimi wilayah | Belum mampu mengidentifikasi asal-usul toponimi dan belum mampu menghubungkannya dengan latar sejarah lokal pada ketiga wilayah studi kasus. | Mampu mengidentifikasi asal-usul toponimi dan kategori penamaan pada 1 dari 3 wilayah studi kasus dengan tepat sesuai acuan, namun belum mampu menguraikan keterhubungannya dengan peristiwa sejarah lokal secara tepat. | Mampu menganalisis asal-usul toponimi, kategori penamaan, dan keterhubungannya dengan peristiwa sejarah lokal pada 2 dari 3 wilayah studi kasus dengan tepat sesuai acuan (acuan: Wilayah A, B, C). | Mampu menganalisis asal-usul toponimi, kategori penamaan, dan keterhubungannya dengan peristiwa sejarah lokal pada seluruh (3 dari 3) wilayah studi kasus dengan tepat, lengkap, dan logis sesuai acuan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah penggunaan studi kasus toponimi lokal membantu murid memahami konsep keterhubungan sejarah dengan lingkungan sekitarnya?
- Bagian langkah manakah yang paling efektif mendorong keterampilan bernalar kritis murid saat menelaah asal-usul nama tempat?
Murid:- Apa hal baru dan paling menarik yang kamu pelajari tentang asal-usul nama tempat di sekitarmu hari ini?
- Mengapa penting bagi kita untuk mengetahui sejarah lokal di balik penamaan wilayah tempat tinggal kita?
Pertemuan 8 — Mengelaborasi Proses Interaksi Sosial dalam Masyarakat untuk Memenuhi Kebutuhan Hidup — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.3.5 Mengelaborasi proses interaksi sosial dalam masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyiapkan suasana belajar yang kondusif (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran bahwa hari ini murid akan mengelaborasi proses interaksi sosial dalam masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup, lalu mengajukan pertanyaan pemantik mengenai ketergantungan antarmanusia dalam memenuhi kebutuhan sandang, pangan, dan papan (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan meminta murid merespons secara lisan 2 studi kasus ketergantungan sosial: (1) 'Pak Budi ingin makan nasi tetapi tidak memiliki sawah, apa interaksi sosial yang harus dilakukannya?' (acuan: interaksi jual beli/tawar-menawar antara pembeli dan pedagang beras); (2) 'Warga desa ingin saluran air sawah lancar saat kemarau, interaksi sosial apa yang terjadi?' (acuan: interaksi kerja sama/gotong royong antarpetani) guna memetakan kesiapan murid (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Menggembirakan, Bermakna):- Murid menyimak paparan guru dan membaca ringkasan materi mengenai bentuk interaksi sosial asosiatif (kerja sama, akomodasi/tawar-menawar) dalam pemenuhan kebutuhan ekonomi dan kebutuhan sosial hidup bermasyarakat (15 menit).
- Guru mengadakan simulasi kuis interaktif berpasangan 'Tebak Interaksi Kebutuhan': setiap pasangan menerima 3 kartu situasi lalu menentukan bentuk interaksi dan jenis kebutuhan yang dipenuhi: Situasi 1: 'Ibu berbelanja sayur di pasar pagi dan menawar harga wortel' (acuan: interaksi tawar-menawar/jual beli untuk memenuhi kebutuhan biologis/pangan); Situasi 2: 'Warga mendirikan pos ronda secara bersama-sama' (acuan: interaksi kerja sama/gotong royong untuk memenuhi kebutuhan rasa aman/sosial); Situasi 3: 'Pengrajin tahu membeli pasokan kedelai dari koperasi desa' (acuan: interaksi kemitraan/kontrak kerja sama untuk memenuhi kebutuhan bahan baku produksi) (15 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):- Murid dibagi ke dalam kelompok beranggotakan 4-5 orang untuk mengerjakan Lembar Aktivitas Elaborasi Kasus Interaksi Pemenuhan Kebutuhan yang memuat 3 skenario nyata: Skenario A (petani sayur dan pedagang grosir di pasar induk), Skenario B (nelayan yang membentuk kelompok usaha bersama untuk membeli jaring tangkap), dan Skenario C (warga perumahan yang mengumpulkan iuran sampah untuk jasa petugas kebersihan). Setiap kelompok menguraikan proses interaksi: siapa pelakunya, motif pemenuhan kebutuhan apa yang melatarbelakangi, serta bagaimana kesepakatan sosial tercapai (acuan: Skenario A = interaksi distribusi/transaksi pasar memenuhi pangan; Skenario B = interaksi kerja sama asosiatif permodalan memenuhi alat produksi; Skenario C = interaksi gotong royong/kesepakatan jasa memenuhi kebutuhan sanitasi lingkungan) (25 menit).
- Setiap kelompok saling menukarkan lembar hasil elaborasinya dengan kelompok pasangan untuk saling membaca dan mencocokkan kelengkapan analisis proses interaksi sosial berdasarkan panduan indikator kunci yang diberikan guru (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid di bawah bimbingan guru menyimpulkan hubungan timbal balik antara interaksi sosial dengan keberlangsungan pemenuhan ragam kebutuhan hidup manusia (10 menit).
- Murid secara mandiri menuliskan 1 refleksi berkesadaran di buku catatan mengenai contoh interaksi sosial yang dilakukan keluarganya pekan ini dalam mencukupi kebutuhan rumah tangga (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan umpan balik formatif terhadap pemahaman murid mengenai proses interaksi sosial dalam pemenuhan kebutuhan hidup (5 menit).
- Guru menyampaikan rencana kegiatan pembelajaran pertemuan berikutnya (Pertemuan 9: menyajikan hasil penyelidikan potensi SDA dan kegiatan ekonomi) dan menutup pertemuan dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang memerlukan bimbingan diberikan teks skenario kasus yang memuat pertanyaan penuntun terstruktur per aspek (pelaku, kebutuhan, bentuk hubungan). Murid yang mahir diberikan skenario tambahan berupa dinamika tawar-menawar distribusi barang antarwilayah.
- Proses: Guru memberikan scaffolding pendampingan intensif pada kelompok yang kesulitan mengurai alur sebab-akibat interaksi, sementara kelompok mandiri mengelaborasi dampak jika interaksi sosial tersebut macet.
- Produk: Lembar elaborasi dapat disajikan dalam bentuk diagram alur interaksi terstruktur atau tabel rincian proses pemenuhan kebutuhan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: (1) 'Pak Budi ingin makan nasi tetapi tidak memiliki sawah, apa interaksi sosial yang harus dilakukannya?' (acuan jawaban: interaksi jual beli/tawar-menawar antara pembeli dan pedagang beras); (2) 'Warga desa ingin saluran air sawah lancar saat kemarau, interaksi sosial apa yang terjadi?' (acuan jawaban: interaksi kerja sama/gotong royong antarpetani).
Proses:- Pengamatan keterlibatan diskusi dan ketepatan pengerjaan Lembar Elaborasi Interaksi Sosial yang memuat 3 skenario: Skenario A (petani sayur dan pedagang grosir), Skenario B (kelompok nelayan pembelian jaring), dan Skenario C (warga iuran jasa sampah). Kriteria: ketepatan mengidentifikasi pihak yang berinteraksi, jenis kebutuhan yang disasar, dan bentuk proses interaksi yang terbentuk sesuai daftar acuan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis 2 butir pada lembar refleksi: (1) Mengapa tawar-menawar harga di pasar tradisional tergolong interaksi sosial pemenuhan kebutuhan? (kriteria penerimaan: murid menjelaskan adanya kontak dan komunikasi dua arah untuk menyepakati harga agar kebutuhan barang dan uang kedua belah pihak terpenuhi); (2) Tuliskan 1 contoh interaksi sosial kerja sama di lingkungan sekitarmu yang bertujuan memenuhi kebutuhan hidup bersama (kriteria penerimaan: menyebutkan bentuk gotong royong/kerja bakti/iuran bersama warga dengan tujuan pemenuhan fasilitas umum/lingkungan yang jelas).
Formatif:- Penilaian lisan asesmen diagnostik di awal pembelajaran
- Observasi unjuk pemahaman saat simulasi kuis kartu berpasangan
- Pemeriksaan Lembar Kerja Elaborasi Proses Interaksi Sosial Pemenuhan Kebutuhan Hidup
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Elaborasi Proses Interaksi Sosial dalam Memenuhi Kebutuhan Hidup | Belum mampu menguraikan proses interaksi sosial, hanya menyebutkan pihak yang terlibat tanpa mengaitkannya dengan jenis kebutuhan hidup yang dipenuhi pada ketiga skenario. | Mampu menguraikan proses interaksi sosial dan mengaitkannya dengan pemenuhan kebutuhan hidup secara tepat pada 1 dari 3 skenario kasus (acuan: Skenario A, B, atau C). | Mampu menguraikan proses interaksi sosial (pelaku, bentuk interaksi, dan alur kesepakatan) serta mengaitkannya dengan jenis kebutuhan hidup secara tepat pada 2 dari 3 skenario kasus. | Mampu menguraikan proses interaksi sosial (pelaku, bentuk interaksi asosiatif/tawar-menawar/kerja sama, dan alur kesepakatan) serta mengaitkannya dengan jenis kebutuhan hidup secara lengkap dan tepat pada seluruh (3 dari 3) skenario kasus. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah desain skenario kasus konkret membantu murid memahami keterkaitan nyata antara interaksi sosial dan pemenuhan kebutuhan hidup?
- Bagian mana dari langkah elaborasi kelompok yang membutuhkan bimbingan guru lebih terarah?
Murid:- Bagaimana perasaanmu setelah mengetahui bahwa setiap barang kebutuhan di rumahmu memerlukan rangkaian interaksi sosial banyak orang?
- Interaksi sosial apa yang paling sering kamu lakukan dalam kehidupan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan belajarmu?
Pertemuan 9 — Menyajikan Hasil Penyelidikan Potensi Sumber Daya Alam dan Kegiatan Ekonomi di Lingkungan Sekitar — 2 JP (2 x 40 menit = 80 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.3.6 Menyajikan hasil penyelidikan potensi sumber daya alam dan kegiatan ekonomi di lingkungan sekitar dengan media informasi yang tepat
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, memeriksa kesiapan belajar murid, dan memimpin doa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ke-9, yaitu menyajikan hasil penyelidikan potensi sumber daya alam dan kegiatan ekonomi di lingkungan sekitar menggunakan media informasi yang tepat (4 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat: murid diminta menjawab 1 pertanyaan diagnostik secara lisan/tulis singkat mengenai 3 komponen pokok yang wajib disajikan dari laporan penyelidikan (acuan jawaban: 1. Jenis potensi SDA sekitar, 2. Jenis kegiatan ekonomi pemanfaatannya, 3. Bentuk penyajian visual/media yang terstruktur) (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna):- Murid dalam kelompok kecil (3-4 orang) mencermati contoh format sajian informasi visual (format bagan tabel infografis) yang disediakan guru untuk memahami cara mengorganisasi data penyelidikan potensi SDA dan kegiatan ekonomi secara ringkas, jelas, dan terbaca (10 menit).
- Murid bersama kelompoknya mengidentifikasi dan memilih media informasi yang paling tepat (poster bagan kertas plano, lembar infografik, atau matriks diagram) sesuai karakteristik data hasil penyelidikan lapangan/wawancara yang telah dikumpulkan pada tugas sebelumnya (8 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid secara kolaboratif menyusun dan menyajikan data hasil penyelidikan potensi SDA (seperti pertanian sayur, perikanan darat, perkebunan, atau kerajinan lokal) dan kegiatan ekonomi terkait (produksi, distribusi, atau konsumsi) ke dalam media informasi pilihan kelompok (25 menit).
- Tantangan Menyenangkan 'Galeri Estafet 3-Menit': Setiap kelompok menempelkan draf media penyajiannya di dinding kelas, lalu murid berkeliling saling membaca dan menyematkan 1 catatan apresiasi menggunakan sticky note terkait keterbacaan data dan kesesuaian media yang dipilih (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid kembali ke kelompok masing-masing, memeriksa catatan rekan, dan menyempurnakan kejelasan tata letak penyajian informasi agar data potensi SDA serta kegiatan ekonomi terbaca utuh dan akurat (7 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan prinsip penting dalam menyajikan data hasil penyelidikan dengan media informasi yang tepat (4 menit).
- Guru memberikan penguatan atas produk sajian informasi tiap kelompok dan mengingatkan persiapan untuk asesmen sumatif pada Pertemuan 10 tanpa merangkum atau menutup bab secara keseluruhan (4 menit).
Diferensiasi:- Konten: Kelompok yang memerlukan bimbingan diberikan panduan format matriks penyajian terstruktur (kolom SDA, kolom bentuk kegiatan ekonomi, kolom lokasi); kelompok yang mahir diarahkan menyajikan data dengan diagram alur keterkaitan rantai pasok ekonomi SDA setempat.
- Proses: Guru memberikan pendampingan intensif bagi kelompok yang kesulitan menstrukturkan data ke dalam media informasi kertas plano.
- Produk: Kelompok bebas menentukan bentuk media informasi penyajian (poster dinding, lembar infografik manual, bagan klasifikasi bertingkat, atau booklet lipat sajian data).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik di awal pelajaran mengenai 3 komponen wajib penyajian laporan penyelidikan ekonomi lingkungan (kriteria penerimaan: murid menyebutkan komponen 1. Potensi SDA lokal, 2. Kegiatan ekonomi yang memanfaatkannya, dan 3. Media/format penyajian visual yang runtut).
Proses:- Pemeriksaan draf produk sajian kelompok selama tahap pengerjaan (cek kelengkapan: memuat minimal 2 jenis potensi SDA lingkungan sekitar dan minimal 2 kegiatan ekonomi pengolahannya yang disajikan secara sistematis pada media pilihan).
Akhir Pertemuan:- Pengecekan akhir keterbacaan produk sajian informasi kelompok melalui lembar ceklis ketercapaian penyajian data (kriteria: seluruh informasi potensi SDA lokal dan kegiatan ekonomi masyarakat tersaji jelas, rapi, dan mudah dibaca pada media yang dipilih).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja penyajian data hasil penyelidikan pada media informasi (kesesuaian komponen potensi SDA dan kegiatan ekonomi, ketepatan media visual)
- Observasi partisipasi kolaborasi kelompok dalam merancang media sajian
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Kelengkapan materi sajian (Potensi SDA dan Kegiatan Ekonomi Sekitar) | Menyajikan data penyelidikan yang hanya memuat 1 unsur saja (potensi SDA saja atau kegiatan ekonomi saja) dengan bimbingan penuh. | Menyajikan data penyelidikan yang memuat potensi SDA dan kegiatan ekonomi sekitar, namun data belum lengkap atau ada keterangan yang terlewat. | Menyajikan data penyelidikan yang memuat minimal 2 potensi SDA lokal dan 2 kegiatan ekonomi terkait secara lengkap dan tepat. | Menyajikan data penyelidikan yang memuat lebih dari 2 potensi SDA lokal dan keterkaitannya dengan kegiatan ekonomi sekitar secara lengkap, rinci, dan mendalam. | | Ketepatan pemilihan dan pengorganisasian media informasi | Media informasi yang digunakan belum terstruktur sehingga data hasil penyelidikan sulit dibaca atau dipahami. | Memilih media informasi yang sesuai, namun penyusunan tata letak data hasil penyelidikan masih kurang runtut. | Memilih media informasi yang tepat dengan tata letak bagan/visual yang runtut, terbaca jelas, dan memudahkan pemahaman informasi. | Memilih dan mengorganisasi media informasi secara sangat tepat, terstruktur rapi, kreatif, dan sangat memudahkan pembaca memahami seluruh alur data. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah instruksi perancangan media informasi untuk menyajikan data penyelidikan tersampaikan dengan jelas kepada seluruh kelompok?
- Bagaimana keterlibatan setiap murid dalam kelompok saat menyusun sajian informasi potensi SDA dan kegiatan ekonomi?
Murid:- Apakah media informasi yang kelompok kami pilih berhasil menyajikan data potensi SDA dan kegiatan ekonomi sekitar dengan jelas?
- Bagian mana dari penyajian data kelompok kami yang paling mudah dipahami oleh teman-teman saat pameran galeri?
Pertemuan 10 — Asesmen Sumatif Bab — 3 JP (3 x 40 menit = 120 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 7.3.1 Menjelaskan konektivitas antarruang terhadap upaya pemanfaatan dan pelestarian potensi sumber daya alam
- TP 7.3.2 Mengidentifikasi upaya masyarakat dalam memenuhi kebutuhannya melalui kegiatan ekonomi, harga, dan pasar
- TP 7.3.3 Menelaah potensi Indonesia menjadi negara maju melalui pemanfaatan potensi sumber daya alam dan perdagangan internasional
- TP 7.3.4 Menganalisis keterhubungan sejarah lokal dan toponimi wilayah di lingkungan sekitar
- TP 7.3.5 Mengelaborasi proses interaksi sosial dalam masyarakat untuk memenuhi kebutuhan hidup
- TP 7.3.6 Menyajikan hasil penyelidikan potensi sumber daya alam dan kegiatan ekonomi di lingkungan sekitar dengan media informasi yang tepat
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kesiapan fisik murid, serta memimpin doa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pertemuan ke-10, yaitu pelaksanaan Asesmen Sumatif Bab 3 yang terdiri atas dua bagian: tes tertulis uraian mandiri (50 menit) dan unjuk kerja presentasi kelompok hasil penyelidikan potensi ekonomi lingkungan (60 menit) (4 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Guru membagikan Lembar Soal Uraian Sumatif Bab 3 dan menjelaskan instruksi pengerjaan tes mandiri serta kriteria kelengkapan jawaban (3 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Seluruh murid secara mandiri mengerjakan 5 butir soal uraian/analisis kasus komprehensif pada lembar jawaban yang disediakan: Soal 1 (TP 7.3.1): Jelaskan bagaimana konektivitas antarwilayah pesisir dan dataran tinggi memengaruhi pemanfaatan dan upaya pelestarian potensi sumber daya alam! [Acuan jawaban: Wilayah dataran tinggi menghasilkan sayuran/perkebunan dan pesisir menghasilkan ikan; konektivitas antarruang berupa distribusi jalan dan transportasi memfasilitasi pertukaran hasil alam, sementara pelestariannya memerlukan kerja sama hulu-hilir seperti menjaga daerah aliran sungai di hulu agar tidak mencemari pesisir di hilir]; Soal 2 (TP 7.3.2): Identifikasi 3 upaya masyarakat dalam memenuhi kebutuhan hidupnya melalui kegiatan ekonomi, pembentukan harga, dan interaksi di pasar! [Acuan jawaban: (a) Melakukan kegiatan produksi, distribusi, atau konsumsi barang/jasa; (b) Memanfaatkan mekanisme tawar-menawar antara penjual dan pembeli hingga terbentuk kesepakatan harga keseimbangan; (c) Memanfaatkan pasar nyata maupun daring sebagai sarana bertemunya pasokan barang dan permintaan kebutuhan]; Soal 3 (TP 7.3.3): Telaah 2 potensi utama yang dimiliki Indonesia untuk bertransformasi menjadi negara maju melalui pemanfaatan sumber daya alam dan perdagangan internasional! [Acuan jawaban: (a) Hilirisasi dan peningkatan nilai tambah komoditas sumber daya alam tambang/perkebunan sehingga tidak hanya mengekspor bahan mentah; (b) Peningkatan daya saing produk ekspor dalam perdagangan internasional didukung posisi strategis jalur maritim dan bonus demografi]; Soal 4 (TP 7.3.4): Analisis hubungan antara sejarah lokal dan toponimi (asal-usul penamaan) suatu tempat dengan aktivitas ekonomi masyarakat di lingkungan sekitar! [Acuan jawaban: Nama tempat sering mencerminkan bentang alam dominan, komoditas unggulan masa lalu, atau pangkalan niaga bersejarah yang mendasari mata pencaharian turun-temurun masyarakat setempat]; Soal 5 (TP 7.3.5): Elaborasi bagaimana interaksi sosial antarindividu maupun kelompok dalam masyarakat dapat memfasilitasi pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari! [Acuan jawaban: Interaksi sosial asosiatif seperti kerja sama antarpetani/pedagang, pembagian peran sosial, dan kepatuhan pada norma transaksi memungkinkan pertukaran barang, jasa, serta tenaga kerja berlangsung tertib dan saling menguntungkan] (50 menit).
- Guru mengumpulkan lembar jawaban tes tertulis dari seluruh murid secara tertib dan menyiapkan giliran presentasi kelompok (4 menit).
- Sebanyak 7 kelompok (masing-masing 4 murid, total 28 murid) menyajikan unjuk kerja hasil penyelidikan potensi SDA dan kegiatan ekonomi lingkungan sekitar menggunakan media informasi infografik atau salindia. Setiap kelompok diberi waktu 8 menit (6 menit pemaparan isi penyelidikan mengenai potensi SDA, alur kegiatan ekonomi lokal, toponimi tempat riset, serta solusi pelestarian, dan 2 menit tanya jawab/transisi antarkelompok; 7 kelompok x 8 menit = 56 menit) (56 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Guru memfasilitasi refleksi menyeluruh atas proses pengerjaan tes mandiri dan penampilan presentasi, memberikan konfirmasi pencapaian pembelajaran seluruh Bab 3, serta mengapresiasi integritas murid (0 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan umum mengenai keterkaitan konsep potensi ekonomi lingkungan dan menutup rangkaian bab dengan doa bersama (0 menit).
Diferensiasi:- Konten: Memberikan pembacaan ulang petunjuk pengerjaan soal bagi murid yang membutuhkan klarifikasi pemahaman teks, tanpa mengubah indikator soal atau tingkat kesulitan materi.
- Proses: Menyediakan pendampingan penyesuaian posisi duduk/akses proyektor bagi murid saat presentasi tanpa mengurangi beban giliran bicara dalam kelompok.
- Produk: Format media informasi penyelidikan diizinkan dalam bentuk salindia digital maupun poster/infografik cetak manual dengan kriteria penilaian konten yang setara.
Asesmen Pertemuan:Sumatif Bab:- Asesmen kombinasi: tes tertulis uraian/analisis kasus komprehensif serentak dan unjuk kerja presentasi kelompok hasil penyelidikan potensi ekonomi lingkungan: Lembar jawaban tertulis komprehensif yang memuat analisis konektivitas antarruang SDA, mekanisme pasar/harga, potensi menuju negara maju, sejarah lokal/toponimi, dan elaborasi interaksi sosial ekonomi; serta performa presentasi media informasi (infografik/salindia) hasil penyelidikan potensi SDA dan kegiatan ekonomi lingkungan sekitar yang dinilai dengan rubrik penilaian.
- Tes tertulis uraian dan analisis kasus serentak: Lembar jawaban uraian komprehensif yang memuat penjelasan konektivitas antarruang pemanfaatan SDA, identifikasi peran kegiatan ekonomi dan pasar/harga, telaah potensi Indonesia menjadi negara maju melalui perdagangan internasional, analisis toponimi dan sejarah lokal, serta elaborasi proses interaksi sosial pemenuhan kebutuhan yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid. (60 menit; individual; instrumen: Pedoman penskoran dan rubrik asesmen tertulis uraian)
- Unjuk kerja presentasi kelompok: Performa penyajian hasil penyelidikan potensi SDA dan kegiatan ekonomi lingkungan menggunakan media infografik/salindia oleh 7 kelompok (masing-masing 4 murid) dengan alokasi 8 menit per kelompok (6 menit presentasi + 2 menit tanya jawab/transisi, total 56 menit untuk 7 kelompok, muat satu kelas 28 murid). (60 menit; kelompok; instrumen: Rubrik unjuk kerja presentasi (kriteria: kejelasan penyampaian materi, kesesuaian isi penyelidikan, efektivitas media informasi, dan kolaborasi))
Sumatif:- Asesmen kombinasi: tes tertulis uraian/analisis kasus komprehensif serentak dan unjuk kerja presentasi kelompok hasil penyelidikan potensi ekonomi lingkungan: Lembar jawaban tertulis komprehensif yang memuat analisis konektivitas antarruang SDA, mekanisme pasar/harga, potensi menuju negara maju, sejarah lokal/toponimi, dan elaborasi interaksi sosial ekonomi; serta performa presentasi media informasi (infografik/salindia) hasil penyelidikan potensi SDA dan kegiatan ekonomi lingkungan sekitar yang dinilai dengan rubrik penilaian.
- Tes tertulis uraian dan analisis kasus serentak: Lembar jawaban uraian komprehensif yang memuat penjelasan konektivitas antarruang pemanfaatan SDA, identifikasi peran kegiatan ekonomi dan pasar/harga, telaah potensi Indonesia menjadi negara maju melalui perdagangan internasional, analisis toponimi dan sejarah lokal, serta elaborasi proses interaksi sosial pemenuhan kebutuhan yang dikerjakan serentak oleh seluruh murid. (60 menit; individual; instrumen: Pedoman penskoran dan rubrik asesmen tertulis uraian)
- Unjuk kerja presentasi kelompok: Performa penyajian hasil penyelidikan potensi SDA dan kegiatan ekonomi lingkungan menggunakan media infografik/salindia oleh 7 kelompok (masing-masing 4 murid) dengan alokasi 8 menit per kelompok (6 menit presentasi + 2 menit tanya jawab/transisi, total 56 menit untuk 7 kelompok, muat satu kelas 28 murid). (60 menit; kelompok; instrumen: Rubrik unjuk kerja presentasi (kriteria: kejelasan penyampaian materi, kesesuaian isi penyelidikan, efektivitas media informasi, dan kolaborasi))
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penjelasan Konektivitas Antarruang SDA (TP 7.3.1) | Belum mampu menjelaskan keterkaitan potensi SDA antarruang maupun upaya pelestariannya sesuai acuan jawaban. | Menjelaskan pertukaran potensi SDA antarruang namun belum menyertakan upaya pelestarian hulu-hilir secara tepat. | Menjelaskan konektivitas potensi SDA pesisir-dataran tinggi dan upaya pelestarian hulu-hilir dengan 1 bagian kurang lengkap. | Menjelaskan secara tepat dan lengkap konektivitas potensi SDA antarruang beserta upaya pelestarian lingkungan hulu-hilir sesuai acuan jawaban. | | Identifikasi Upaya Pemenuhan Kebutuhan melalui Ekonomi, Harga, dan Pasar (TP 7.3.2) | Mengidentifikasi 0 dari 3 upaya pemenuhan kebutuhan (kegiatan ekonomi, kesepakatan harga, peran pasar) sesuai acuan jawaban. | Mengidentifikasi hanya 1 dari 3 upaya pemenuhan kebutuhan sesuai daftar acuan jawaban. | Mengidentifikasi 2 dari 3 upaya pemenuhan kebutuhan sesuai daftar acuan jawaban. | Mengidentifikasi seluruh 3 upaya pemenuhan kebutuhan (kegiatan ekonomi, kesepakatan harga tawar-menawar, dan akses pasar) secara tepat sesuai acuan jawaban. | | Telaah Potensi Indonesia Menuju Negara Maju (TP 7.3.3) | Menelaah 0 dari 2 potensi kemajuan Indonesia melalui pemanfaatan SDA dan perdagangan internasional sesuai acuan jawaban. | Menelaah hanya 1 dari 2 potensi (hilirisasi SDA atau daya saing ekspor perdagangan internasional) sesuai acuan jawaban. | Menelaah 2 potensi kemajuan namun argumentasi keterkaitannya dengan SDA dan perdagangan internasional masih bersifat umum. | Menelaah seluruh 2 potensi (hilirisasi/peningkatan nilai tambah SDA dan daya saing ekspor perdagangan internasional) secara tepat dan logis sesuai acuan jawaban. | | Analisis Sejarah Lokal dan Toponimi Wilayah (TP 7.3.4) | Belum mampu menganalisis hubungan toponimi/sejarah lokal dengan corak kegiatan ekonomi masyarakat sekitar. | Menganalisis keterkaitan penamaan tempat namun belum menghubungkannya dengan latar sejarah bentang alam atau komoditas ekonomi lokal. | Menganalisis hubungan toponimi dengan kegiatan ekonomi masyarakat sekitar dengan penjelasan yang cukup tepat. | Menganalisis secara kritis dan utuh keterhubungan latar sejarah toponimi wilayah dengan perkembangan aktivitas ekonomi masyarakat di lingkungan sekitar. | | Elaborasi Proses Interaksi Sosial Pemenuhan Kebutuhan (TP 7.3.5) | Belum mampu mengelaborasi bentuk interaksi sosial asosiatif dalam pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari. | Menguraikan interaksi sosial sebatas kontak antarindividu tanpa mengaitkannya dengan kerja sama pemenuhan kebutuhan hidup. | Mengelaborasi proses interaksi sosial (kerja sama/transaksi) dalam pemenuhan kebutuhan dengan penjelasan yang cukup jelas. | Mengelaborasi secara runtut dan komprehensif bagaimana proses interaksi sosial asosiatif memfasilitasi pertukaran barang, jasa, dan pemenuhan kebutuhan hidup. | | Penyajian Hasil Penyelidikan Potensi SDA dan Ekonomi Lokal (TP 7.3.6) | Media informasi memuat kurang dari 2 unsur penyelidikan dan paparan lisan tidak menyampaikan data hasil riset. | Menyajikan hasil penyelidikan dengan media informasi yang memuat 2 unsur (potensi SDA dan kegiatan ekonomi) namun penyampaian kurang jelas. | Menyajikan hasil penyelidikan menggunakan media informasi yang memuat 3 unsur (potensi SDA, kegiatan ekonomi, dan toponimi/pelestarian) secara jelas dan kolaboratif. | Menyajikan hasil penyelidikan secara utuh memuat 4 unsur lengkap (potensi SDA, alur ekonomi lokal, toponimi lokasi, solusi pelestarian) didukung media informasi yang efektif serta kolaborasi tim yang solid. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu tes tertulis (50 menit) dan presentasi 7 kelompok (56 menit) berjalan efektif dan mencerminkan penguasaan komprehensif murid?
- Bagaimana variasi pencapaian murid pada aspek pemahaman konsep (TP 1-5) dibandingkan unjuk kerja keterampilan proses (TP 6)?
Murid:- Materi apa dari Bab Potensi Ekonomi Lingkungan yang paling saya kuasai dan paling relevan dengan kondisi tempat tinggal saya?
- Bagaimana kontribusi saya dalam kelompok saat menyajikan data penyelidikan potensi sumber daya alam lingkungan sekitar?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru IPS Kelas VII Revisi (Kemendikbudristek 2023, Bab 3)
- Buku Siswa IPS Kelas VII Revisi (Kemendikbudristek 2023, Bab 3)
- Gambar bentang alam pegunungan dan pesisir
- Kartu permainan 'Alur Komoditas Antarruang'
- Lembar Kerja Murid
- Buku Panduan Guru IPS Kelas VII Kemendikbudristek (Edisi Revisi)
- Buku Siswa IPS Kelas VII Kemendikbudristek Tema III: Potensi Ekonomi Lingkungan
- Kartu Masalah dan Solusi 'Teka-Teki Ruang Lestari'
- Lembar Kerja Kasus 'Satu Aliran Menjaga Bersama'
- Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP/MTs Kelas VII (Edisi Revisi, 2023), Kemendikbudristek, Tema III: Potensi Ekonomi Lingkungan.
- Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMP/MTs Kelas VII (Edisi Revisi, 2023), Kemendikbudristek, Tema III: Potensi Ekonomi Lingkungan.
- Set kartu skenario aktivitas kegiatan ekonomi (produksi, distribusi, konsumsi).
- Lembar Kerja Murid (LKPD) 'Pilahlah Kartu Ekonomi'.
- Buku Siswa IPS Kelas VII SMP/MTs Kemendikbudristek Edisi Revisi, Bab 3 Potensi Ekonomi Lingkungan, hal. 140-143.
- Buku Panduan Guru IPS Kelas VII SMP/MTs Kemendikbudristek Edisi Revisi, Bab 3, hal. 163-170.
- Kartu Kuis Warna (Hijau dan Kuning) 'Pasar Nyata vs Digital'.
- Lembar Aktivitas Siswa: 4 Kasus Mekanisme Pasar dan Harga.
- Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Sosial SMP/MTs Kelas VII Edisi Revisi 2023 (Kemendikbudristek)
- Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial SMP/MTs Kelas VII Edisi Revisi 2023 (Kemendikbudristek, Bab 3 Tema Potensi Ekonomi Lingkungan)
- Lembar Kerja Siswa Telaah Hilirisasi Komoditas Strategis (Nikel, Kelapa Sawit, Perikanan Laut)
- Infografik Alur Rantai Nilai Nikel dan Kendaraan Listrik Nasional
- Buku Panduan Guru IPS Kelas VII Edisi Revisi (Kemendikbudristek 2023), Tema III Bagian B 'Potensi Indonesia Menjadi Negara Maju'
- Buku Siswa IPS Kelas VII Edisi Revisi (Kemendikbudristek 2023), Tema III Halaman 126
- Lembar Kerja Analisis Kasus Ekspor Nikel dan Hilirisasi Industri
- Set Kartu Kuis Kilat Komoditas dan Negara Tujuan Ekspor
- Buku Panduan Guru IPS Kelas VII Revisi, Kemendikbudristek 2023, Halaman 131-135 (Tema III: Potensi Ekonomi Lingkungan - Subbab Toponimi).
- Buku Siswa IPS Kelas VII Revisi, Kemendikbudristek 2023, Halaman 131-135.
- Kartu Aktivitas 'Jejak Nama Tempat' dan Lembar Kerja Analisis Toponimi Wilayah Sekitar.
- Buku Siswa IPS Kelas VII Kemendikbudristek Edisi Revisi 2023, Tema III: Potensi Ekonomi Lingkungan
- Buku Panduan Guru IPS Kelas VII Kemendikbudristek Edisi Revisi 2023
- Kartu situasi simulasi 'Tebak Interaksi Kebutuhan' dan Lembar Aktivitas Kasus
- Buku Panduan Guru IPS Kelas VII Revisi (Kemendikbudristek)
- Buku Siswa IPS Kelas VII Revisi (Kemendikbudristek)
- Kertas plano, spidol warna, sticky note, penggaris
- Data/catatan hasil penyelidikan potensi SDA dan kegiatan ekonomi lingkungan yang telah disiapkan murid sebelumnya
- Buku Panduan Guru IPS SMP/MTs Kelas VII (Edisi Revisi), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
- Buku Siswa IPS SMP/MTs Kelas VII (Edisi Revisi), Kemendikbudristek
- Lembar Soal dan Lembar Jawaban Tes Tertulis Sumatif Bab 3
- Rubrik Penilaian Unjuk Kerja Presentasi Kelompok
- Media presentasi (infografik/salindia hasil penyelidikan kelompok)
|