Modul AjarPertemuan 6Bab 4Fase ESemester 2

Modul Ajar IPS Kelas 10: Diferensiasi Sosial Budaya di Lingkungan Sekitar dan Pengaruhnya bagi Masyarakat

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPS kelas 10 dengan topik "Diferensiasi Sosial Budaya di Lingkungan Sekitar dan Pengaruhnya bagi Masyarakat". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPS Kelas 10: Diferensiasi Sosial Budaya di Lingkungan Sekitar dan Pengaruhnya bagi Masyarakat

IPS - Kelas 10

Bab 4 - Pertemuan 6

MODUL AJAR

IPS — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Diferensiasi Sosial Budaya di Lingkungan Sekitar dan Pengaruhnya bagi Masyarakat

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIlmu Pengetahuan Sosial
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikDiferensiasi Sosial Budaya di Lingkungan Sekitar dan Pengaruhnya bagi Masyarakat
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menganalisis diferensiasi sosial budaya di lingkungan sekitar serta menjelaskan pengaruhnya terhadap kehidupan sosial masyarakat setempat.
  2. Murid mampu merefleksikan hasil analisis diferensiasi sosial budaya di lingkungan sekitar dan menyusun rencana tindak lanjut berupa sikap toleransi untuk menjaga persatuan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Apa yang membuat masyarakat di sekitar sekolahmu berbeda-beda?
  2. Mengapa perbedaan itu justru bisa menjadi kekuatan bagi kehidupan bermasyarakat?
  3. Pernahkah kamu melihat orang diperlakukan beda karena suku, agama, atau pekerjaannya? Bagaimana perasaanmu?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa sesuai keyakinan masing-masing (Berkesadaran).
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: menampilkan dua pernyataan (misal: 'Terdapat pembedaan manusia berdasarkan jenis kelamin dan kondisi biologis' dan 'Ibu Kartini adalah pahlawan emansipasi') dan meminta murid mengangkat tangan jika setuju/tidak setuju; lalu mendiskusikan secara singkat.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan mengaitkan dengan pengalaman murid tentang keberagaman di kelas/sekolah.
  • Guru memberikan pertanyaan pemantik untuk memicu rasa ingin tahu dan mengaktifkan pengetahuan awal tentang diferensiasi sosial.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid membaca artikel dan mengamati video pendek tentang diferensiasi sosial budaya yang ditayangkan guru (misal video 'Lingkungan Pendidikan Bebas Intoleransi' dari sumber Buku Siswa).
  • Secara berpasangan, murid berdiskusi untuk mengidentifikasi 3 jenis diferensiasi sosial yang ada di lingkungan tempat tinggal/sekolah mereka, mencatat temuan di lembar observasi.
  • Guru berkeliling memantau, memberikan pertanyaan panduan untuk memastikan murid memahami konsep diferensiasi horizontal (suku, agama, profesi, dll.) dan bukan stratifikasi vertikal.
  • Murid menuliskan pemahaman awal mereka: definisi, contoh, dan ciri-ciri diferensiasi sosial budaya yang ditemukan. (Prinsip: Berkesadaran, Bermakna)

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dalam pasangan mengklasifikasikan temuan berdasarkan jenis diferensiasi (suku, agama, profesi, jenis kelamin, dll.) dan menganalisis dampak positif (misal: akulturasi, gotong royong) dan negatif (misal: stereotip, konflik) dari masing-masing terhadap kehidupan masyarakat.
  • Guru memfasilitasi proses analisis dengan lembar kerja yang mendorong murid menghubungkan data dengan konsep sosiologi, serta memberi bimbingan khusus bagi pasangan yang kesulitan (diferensiasi proses).
  • Murid menyusun hasil analisis dalam bentuk laporan kreatif: boleh digital (film pendek, podcast, poster digital, presentasi) atau nondigital (artikel, mading) sesuai minat dan kesiapan (diferensiasi produk).
  • (Prinsip: Bermakna, Menggembirakan)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setiap pasangan mempresentasikan laporan secara singkat (5 menit) di depan kelas, menekankan satu dampak negatif dan bagaimana mereka menyikapinya.
  • Murid lain memberikan umpan balik positif dan pertanyaan, difasilitasi guru agar suasana saling memuliakan.
  • Setelah semua presentasi, murid menulis refleksi pribadi: 'Apa yang bisa aku lakukan untuk mengurangi prasangka dan membangun toleransi di lingkunganku?' dan menyusun rencana tindak lanjut sederhana (misal: kampanye kecil, komitmen pribadi, atau aksi nyata di kelas).
  • Guru memberikan penguatan tentang pentingnya persatuan dalam keberagaman, mengaitkan dengan nilai Ketakwaan (menjaga ciptaan Tuhan) dan Kewargaan (masyarakat harmonis). (Prinsip: Berkesadaran, Bermakna)

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran tentang diferensiasi sosial budaya dan pengaruhnya.
  • Guru memberikan asesmen sumatif: menilai laporan dan presentasi menggunakan rubrik; serta memberikan kuis singkat lisan untuk cek pemahaman.
  • Guru mengajak murid melakukan refleksi bersama dengan menjawab pertanyaan: 'Hal baru apa yang kamu dapat hari ini?','Apakah kamu sudah lebih menghargai perbedaan?'
  • Guru menyampaikan rencana pembelajaran selanjutnya dan menutup dengan doa serta salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid bisa memilih artikel/video yang disediakan guru sesuai minat (misal tentang diferensiasi suku, agama, profesi); guru menyediakan sumber bacaan dengan tingkat kesulitan berjenjang.
  • Proses: Pasangan yang kesulitan mendapat bimbingan langsung guru; pasangan yang cepat bisa menganalisis 4-5 jenis diferensiasi; guru menyediakan lembar panduan pertanyaan untuk membantu observasi.
  • Produk: Murid bebas memilih bentuk laporan: digital (film dokumenter pendek, podcast, poster digital, presentasi) atau nondigital (artikel, poster manual, komik) sesuai minat dan kemampuan.

ASESMEN

Awal:

  • Guru memberikan dua pernyataan singkat (misal: 'Semua perbedaan di masyarakat bersifat vertikal.' atau 'Diferensiasi sosial selalu menimbulkan konflik.') dan murid merespons cepat (jempol atas/bawah) untuk mengetahui pemahaman awal tentang diferensiasi.

Proses:

  • Lembar observasi guru mencatat kemampuan murid mengidentifikasi jenis diferensiasi, keaktifan diskusi, dan kemampuan menyampaikan pendapat.
  • Ceklist kriteria: ketepatan klasifikasi, kelengkapan analisis dampak, dan orisinalitas gagasan.

Akhir:

  • Rubrik penilaian laporan/presentasi (Penguasaan Materi, Kerja Sama, Sikap Mandiri).
  • Pertanyaan refleksi tertulis untuk mengukur ketercapaian TP (merefleksikan hasil analisis).

Formatif:

  • Observasi kinerja saat diskusi pasangan (checklist partisipasi dan kolaborasi).
  • Lembar observasi diferensiasi yang diisi murid (cek pemahaman awal).
  • Pertanyaan lisan selama proses mengaplikasi (cek analisis dampak).

Sumatif:

  • Penilaian laporan/presentasi menggunakan rubrik.
  • Kuis lisan singkat di akhir pertemuan.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penguasaan Materi (Menganalisis diferensiasi sosial dan dampaknya)Belum mampu mengidentifikasi satu jenis diferensiasi; tidak dapat menjelaskan dampak.Mampu mengidentifikasi 1-2 jenis diferensiasi namun analisis dampak masih dangkal atau tidak jelas.Tepat mengidentifikasi 3 jenis diferensiasi, menjelaskan dampak positif dan negatif dengan cukup jelas dan didukung data sederhana.Mengidentifikasi lebih dari 3 jenis diferensiasi, menganalisis dampak dengan tajam, menyertakan contoh konkret dan argumen logis.
Kerja Sama (Kolaborasi dalam pasangan)Tidak terlibat aktif; mengganggu teman; tidak menyelesaikan tugas pasangan.Sesekali berpartisipasi, namun lebih banyak diam atau bergantung pada pasangan.Aktif berdiskusi, mendengarkan pendapat pasangan, dan ikut menyelesaikan tugas bersama.Menunjukkan inisiatif membagi tugas, memotivasi pasangan, dan menyatukan ide secara harmonis; hasil terpadu.
Sikap Mandiri (Menyampaikan laporan secara kreatif dan bertanggung jawab)Laporan tidak selesai atau sangat minim; ditampilkan tanpa persiapan.Laporan sederhana, kurang orisinil; penyampaian monoton.Laporan rapi, menggunakan media yang dipilih, presentasi jelas dan menunjukkan pemahaman.Laporan sangat kreatif, orisinil, penyampaian meyakinkan, mampu mengaitkan dengan isu terkini dan menginspirasi teman.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid aktif dalam kegiatan berpasangan? Apa yang perlu diperbaiki pada pengelompokan?
  • Sejauh mana diferensiasi konten, proses, dan produk berjalan efektif untuk mengakomodasi keberagaman murid?
  • Apakah murid mampu menghubungkan konsep diferensiasi sosial dengan pengalaman hidup mereka?
  • Bagaimana saya bisa menguatkan nilai toleransi dalam kegiatan penutup agar lebih membekas?

Refleksi Murid:

  • Apa tiga hal baru yang kamu pelajari tentang diferensiasi sosial hari ini?
  • Bagian kegiatan mana yang paling menantang dan mengapa?
  • Setelah belajar ini, apa yang akan kamu lakukan jika bertemu teman yang berbeda suku/agama?
  • Seberapa baik kamu bekerja dengan pasanganmu? Beri saran untuk kerja kelompok selanjutnya.

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Teks Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial SMA/SMK Kelas X (Edisi Revisi), terutama Bab 4.
  2. Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMA/MA/SMK Kelas X (Revisi).
  3. Buku Pengantar Antropologi Jilid 1 (referensi guru).
  4. Video 'Lingkungan Pendidikan Bebas Intoleransi' (https://www.youtube.com/watch?v=KMBllpWYTVE).
  5. Artikel dari media massa lokal/nasional tentang keberagaman dan diferensiasi sosial.
  6. Lingkungan sekitar sekolah: data observasi pasangan (sumber primer).
  7. Alat: Lembar observasi, panduan analisis, alat tulis, gawai (jika memungkinkan untuk produk digital), speaker/proyektor.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.