Modul AjarPertemuan 9Bab 3Fase ESemester 2

Modul Ajar IPS Kelas 10: Hidrosfer Indonesia: Perairan Laut dan Pemanfaatan Sumber Daya Hasil Laut

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPS kelas 10 dengan topik "Hidrosfer Indonesia: Perairan Laut dan Pemanfaatan Sumber Daya Hasil Laut". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPS Kelas 10: Hidrosfer Indonesia: Perairan Laut dan Pemanfaatan Sumber Daya Hasil Laut

IPS - Kelas 10

Bab 3 - Pertemuan 9

MODUL AJAR

IPS — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Hidrosfer Indonesia: Perairan Laut dan Pemanfaatan Sumber Daya Hasil Laut

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPS
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikHidrosfer Indonesia: Perairan Laut dan Pemanfaatan Sumber Daya Hasil Laut
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menjelaskan fenomena perairan laut Indonesia dan mengevaluasi potensi serta masalah pemanfaatan sumber daya hasil laut sebagai bagian dari dinamika lingkungan Indonesia.
  2. Murid mampu mengomunikasikan hasil analisis tentang potensi dan tantangan pengelolaan sumber daya laut Indonesia dalam bentuk media digital atau non-digital.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Indonesia disebut negara maritim dengan 62% wilayahnya berupa lautan — menurut kalian, apakah kekayaan laut Indonesia sudah benar-benar dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan?
  2. Jika kalian menjadi seorang nelayan di pesisir, masalah apa yang paling kalian khawatirkan terkait kondisi laut saat ini dan mengapa?
  3. Apa yang akan terjadi pada kehidupan masyarakat Indonesia jika sumber daya laut habis atau rusak dalam 20 tahun ke depan?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid berdoa bersama sebagai wujud syukur atas karunia sumber daya alam laut yang diberikan Tuhan kepada Indonesia. (±3 menit)
  • Guru melakukan presensi dan mengecek kesiapan belajar murid secara singkat. (±2 menit)
  • Asesmen Awal (Diagnostik): Guru menampilkan dua pernyataan di papan tulis/slide — (1) 'Luas laut Indonesia adalah 70% dari total luas wilayahnya' dan (2) 'Palung Buton dan Palung Sangihe termasuk palung terdalam di Indonesia' — murid menjawab 'Sesuai' atau 'Tidak Sesuai' di selembar kertas kecil atau melalui polling digital (Mentimeter/Google Form). Guru mencatat hasil untuk memetakan titik awal pemahaman murid. (±5 menit)
  • Guru menyampaikan apersepsi dengan menampilkan foto atau video singkat (1–2 menit) tentang keindahan dan kekayaan laut Indonesia (terumbu karang, nelayan, pelabuhan) sekaligus gambar kerusakan laut (pencemaran plastik, penangkapan ikan ilegal). Guru mengaitkan dengan pengalaman murid yang tinggal di dekat wilayah laut atau yang pernah melihat kondisi laut. (±5 menit)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini (TP 10.3.9.1 dan 10.3.9.2), alur kegiatan, dan produk yang akan dihasilkan murid hari ini. (±5 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik pertama dan kedua kepada kelas, memberi waktu 2 menit bagi murid untuk berpikir mandiri (think) sebelum berbagi dengan teman sebangku (pair). Beberapa pasang murid diminta menyampaikan pendapatnya secara singkat (share). (±8 menit) [Berkesadaran]
  • Guru menyajikan materi inti melalui tayangan slide interaktif yang mencakup: (a) fakta wilayah laut Indonesia — luas, garis pantai 81.000 km, deklarasi Djuanda 1957, dan Konvensi Hukum Laut; (b) zona perairan laut (laut teritorial, ZEE, landas kontinen); (c) potensi sumber daya hasil laut — perikanan, terumbu karang, ekosistem mangrove dan lamun, energi kelautan, pariwisata bahari; (d) masalah pemanfaatan — overfishing, pencemaran plastik dan limbah, kerusakan terumbu karang, illegal fishing. Guru mendorong murid untuk mengajukan pertanyaan atau catatan selama paparan berlangsung. (±12 menit) [Bermakna]
  • Murid secara individu mengisi 'Peta Konsep Mini' (template disediakan guru) yang menghubungkan: Fenomena Perairan Laut → Potensi Sumber Daya → Masalah yang Timbul → Dampak bagi Masyarakat. Guru berkeliling memberi umpan balik singkat. (±5 menit) [Berkesadaran]

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi menjadi kelompok kecil (3–4 orang). Setiap kelompok mendapatkan satu 'Kartu Kasus' berisi deskripsi singkat sebuah perairan laut nyata di Indonesia (contoh: Teluk Jakarta, Laut Banda, Selat Makassar, Laut Natuna, Laut Flores) beserta data singkat kondisi terkini. (±3 menit) [Menggembirakan]
  • Kelompok berdiskusi untuk mengidentifikasi dan menganalisis: (a) letak geografis perairan laut tersebut; (b) potensi sumber daya hasil laut yang ada; (c) masalah utama yang terjadi di perairan tersebut; (d) solusi konkret yang dapat dilakukan oleh pemerintah, masyarakat, dan murid sebagai generasi muda. Murid menggunakan buku siswa, kartu kasus, dan sumber digital yang tersedia sebagai referensi. (±15 menit) [Bermakna]
  • Setiap kelompok menyusun hasil diskusi ke dalam sebuah produk komunikasi singkat: boleh berupa infografis tangan (non-digital) di kertas A3, atau slide ringkas (digital) jika tersedia perangkat. Produk harus memuat: nama perairan, peta/sketsa lokasi, potensi, masalah, dan solusi. (±10 menit) [Menggembirakan]
  • Asesmen Proses: Guru mengamati proses diskusi dan pembuatan produk menggunakan lembar observasi (aspek: penguasaan materi, kerja sama, dan kreativitas produk). Guru memberikan umpan balik lisan kepada tiap kelompok selama berkeliling. (berlangsung sepanjang tahap Mengaplikasi)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setiap kelompok mempresentasikan produknya secara singkat (±2 menit per kelompok) kepada kelas. Kelompok lain diberikan kesempatan mengajukan satu pertanyaan atau satu saran konstruktif (penilaian sejawat/peer assessment). Guru memfasilitasi dan meluruskan jika ada miskonsepsi. (±15 menit) [Bermakna]
  • Guru memandu diskusi kelas singkat dengan pertanyaan: 'Dari semua kasus yang dipresentasikan, pola masalah apa yang paling sering muncul? Mengapa hal itu bisa terjadi di banyak wilayah laut Indonesia?' Murid diajak menghubungkan temuan kelompok dengan kondisi nasional secara lebih luas. (±5 menit) [Berkesadaran]
  • Murid secara individu mengisi 'Jurnal Refleksi Singkat' (3 pertanyaan tertulis di lembar yang disediakan): (1) Hal paling penting yang saya pelajari hari ini adalah...; (2) Satu pertanyaan yang masih ingin saya cari jawabannya adalah...; (3) Sebagai warga negara Indonesia, satu tindakan nyata yang bisa saya lakukan untuk menjaga laut adalah.... (±5 menit) [Berkesadaran, Bermakna]

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan materi pembelajaran: fenomena perairan laut Indonesia, potensi sumber daya hasil laut, masalah yang timbul, dan pentingnya pengelolaan berkelanjutan. (±3 menit)
  • Asesmen Akhir: Guru memberikan 2–3 soal refleksi tertulis singkat (exit ticket) yang dikerjakan secara individu dalam 3 menit: (1) Sebutkan dua potensi sumber daya laut Indonesia beserta manfaatnya! (2) Jelaskan satu masalah utama pemanfaatan laut dan dampaknya bagi masyarakat! (3) Bagaimana cara mengatasi masalah tersebut secara berkelanjutan? Lembar dikumpulkan sebelum murid keluar kelas. (±5 menit)
  • Guru menyampaikan tindak lanjut: murid yang belum memahami materi diminta membaca ulang Buku Siswa halaman 192–196 dan mengerjakan latihan mandiri; murid yang sudah memahami diajak mengeksplorasi topik pengayaan tentang Ancaman Krisis Air Bersih dan regulasi kelautan Indonesia. (±2 menit)
  • Guru menutup pembelajaran dengan mengajak murid bersyukur atas kekayaan laut Indonesia dan mengingatkan tanggung jawab bersama untuk menjaganya. Salam penutup. (±2 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan tambahan diberikan 'Kartu Kasus' dengan data yang lebih lengkap dan panduan pertanyaan analisis yang lebih terstruktur (scaffolding). Murid yang sudah memiliki pemahaman lebih baik diberikan 'Kartu Kasus' dengan data yang lebih terbatas sehingga mereka perlu mencari informasi tambahan secara mandiri dari sumber digital.
  • Proses: Murid yang membutuhkan dukungan dapat bekerja dalam kelompok dengan bimbingan guru lebih intensif dan menggunakan peta konsep yang sudah sebagian terisi (partially filled). Murid yang cepat memahami didorong untuk menganalisis lebih dari satu perairan laut dan membandingkan pola masalahnya.
  • Produk: Murid bebas memilih bentuk produk komunikasi: infografis tangan (non-digital) bagi yang lebih nyaman dengan cara konvensional, atau slide/poster digital bagi yang memiliki akses perangkat dan kemampuan teknologi. Murid yang ingin tantangan lebih dapat membuat video pendek (reels) atau peta digital sederhana menggunakan Google My Maps.

ASESMEN

Awal:

  • Guru menampilkan dua pernyataan tentang fakta perairan laut Indonesia di papan tulis atau slide. Murid menjawab 'Sesuai' atau 'Tidak Sesuai' secara tertulis di kertas kecil atau melalui polling digital. Hasil digunakan guru untuk memetakan titik awal pemahaman dan menyesuaikan penekanan materi.
  • Pernyataan 1: 'Luas laut Indonesia adalah 70% dari total luas wilayahnya.' (Jawaban: Tidak Sesuai — luas laut Indonesia sekitar 62% dari total wilayah berdasarkan data resmi.)
  • Pernyataan 2: 'Palung Buton dan Palung Sangihe termasuk palung terdalam di Indonesia.' (Jawaban: Sesuai.)

Proses:

  • Lembar Observasi Diskusi Kelompok: guru mengamati dan mencatat partisipasi, kedalaman analisis, dan kerja sama tiap kelompok selama tahap Mengaplikasi.
  • Umpan balik lisan guru kepada tiap kelompok saat berkeliling selama proses diskusi dan pembuatan produk.
  • Penilaian sejawat terstruktur saat presentasi: setiap kelompok pendengar wajib memberikan satu pertanyaan kritis atau satu saran perbaikan yang dicatat oleh guru sebagai data formatif.
  • Peta Konsep Mini individu yang dikumpulkan setelah tahap Memahami untuk mengecek pemahaman awal sebelum diskusi kelompok.

Akhir:

  • Exit Ticket Individu (3 soal tertulis, dikerjakan ±3 menit): (1) Sebutkan dua potensi sumber daya laut Indonesia beserta manfaatnya bagi masyarakat! (2) Jelaskan satu masalah utama dalam pemanfaatan laut Indonesia dan dampaknya! (3) Bagaimana solusi yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut secara berkelanjutan?
  • Produk Komunikasi Kelompok (infografis/slide/poster digital atau non-digital) dinilai menggunakan rubrik 4 level berdasarkan aspek: penguasaan materi, kelengkapan analisis (potensi, masalah, solusi), kreativitas penyajian, dan kemampuan komunikasi saat presentasi.

Formatif:

  • Polling diagnostik awal (Sesuai/Tidak Sesuai) untuk memetakan pengetahuan awal murid tentang fakta perairan laut Indonesia.
  • Observasi guru selama diskusi kelompok menggunakan lembar observasi (aspek: penguasaan materi, kerja sama, dan kreativitas produk).
  • Penilaian sejawat (peer assessment) saat presentasi kelompok: kelompok lain memberikan satu pertanyaan atau satu saran konstruktif.
  • Jurnal Refleksi Singkat individu yang diisi murid di akhir tahap Merefleksi.

Sumatif:

  • Exit Ticket tertulis individu (3 soal singkat) yang dikerjakan di akhir pembelajaran untuk mengukur pencapaian TP 10.3.9.1.
  • Produk komunikasi kelompok (infografis/slide/poster) sebagai bukti pencapaian TP 10.3.9.2, dinilai menggunakan rubrik 4 level.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penguasaan Materi (Pemahaman Konsep Perairan Laut)Murid belum mampu menjelaskan fenomena perairan laut Indonesia; informasi yang disampaikan tidak akurat atau sangat minim.Murid mampu menyebutkan beberapa fakta dasar tentang perairan laut Indonesia, namun penjelasan masih dangkal dan belum menghubungkan antar konsep.Murid mampu menjelaskan fenomena perairan laut Indonesia dengan cukup akurat dan mulai menghubungkan antara potensi dan masalah yang ada.Murid mampu menjelaskan fenomena perairan laut Indonesia secara akurat, mendalam, dan mengevaluasi potensi serta masalah pemanfaatan sumber daya laut dengan argumen yang logis dan didukung data/fakta.
Kelengkapan Analisis Produk (Potensi, Masalah, dan Solusi)Produk hanya memuat satu aspek (potensi atau masalah saja) atau informasi yang disajikan tidak relevan dengan perairan laut yang dipilih.Produk memuat dua dari tiga aspek (potensi, masalah, solusi) namun analisis masih bersifat deskriptif tanpa penjelasan hubungan sebab-akibat.Produk memuat ketiga aspek (potensi, masalah, solusi) dengan analisis yang cukup jelas dan menunjukkan hubungan antar aspek.Produk memuat ketiga aspek secara lengkap dan mendalam, disertai data/fakta pendukung, analisis sebab-akibat yang tajam, dan solusi yang realistis serta inovatif.
Kreativitas Penyajian ProdukProduk disajikan tanpa struktur yang jelas, sulit dibaca/dipahami, dan tidak menarik secara visual.Produk memiliki struktur dasar namun penyajian visual masih sangat sederhana dan kurang menarik perhatian pembaca.Produk disajikan dengan struktur yang jelas, visual yang cukup menarik, dan informasi mudah dipahami oleh pembaca.Produk disajikan dengan sangat kreatif, struktur yang logis, visual yang menarik dan informatif, serta mampu menyampaikan pesan utama secara efektif kepada audiens.
Kemampuan Komunikasi (Presentasi)Murid tidak mampu menyampaikan hasil analisis secara lisan; presentasi tidak terstruktur dan sulit dipahami.Murid mampu menyampaikan sebagian hasil analisis secara lisan namun masih terbata-bata, kurang percaya diri, dan belum mampu menjawab pertanyaan dari kelompok lain.Murid mampu menyampaikan hasil analisis secara lisan dengan cukup jelas dan percaya diri, serta mampu merespons pertanyaan dari kelompok lain dengan jawaban yang relevan.Murid mampu menyampaikan hasil analisis secara lisan dengan sangat jelas, terstruktur, dan percaya diri; mampu menjawab pertanyaan dengan argumen yang kuat dan mengajak diskusi yang produktif.
Kolaborasi dan Sikap Kerja SamaMurid tidak terlibat aktif dalam diskusi kelompok; cenderung pasif atau mengganggu proses kerja kelompok.Murid terlibat dalam diskusi kelompok namun kontribusinya masih terbatas dan kurang konsisten.Murid terlibat aktif dalam diskusi, memberikan kontribusi yang relevan, dan menghargai pendapat anggota kelompok lain.Murid berperan aktif sebagai anggota kelompok yang konstruktif: mendorong partisipasi semua anggota, mengelola perbedaan pendapat secara positif, dan berkontribusi signifikan terhadap kualitas produk kelompok.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah pertanyaan pemantik yang saya gunakan berhasil memicu rasa ingin tahu dan diskusi yang bermakna dari murid?
  • Apakah alokasi waktu untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi) sudah proporsional dan efektif?
  • Murid mana yang tampak kesulitan dalam memahami konsep atau menyelesaikan produk? Dukungan apa yang perlu saya berikan pada pertemuan berikutnya?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan (konten, proses, produk) sudah menjangkau kebutuhan semua murid secara efektif?
  • Bagaimana kualitas produk komunikasi yang dihasilkan murid? Apakah TP 10.3.9.2 sudah tercapai dengan baik?

Refleksi Murid:

  • Hal paling penting yang saya pelajari tentang perairan laut Indonesia hari ini adalah...
  • Satu pertanyaan yang masih ingin saya cari jawabannya setelah pembelajaran hari ini adalah...
  • Bagian mana dari kegiatan hari ini yang paling membantu saya memahami materi? Mengapa?
  • Sebagai warga negara Indonesia, satu tindakan nyata yang bisa saya lakukan untuk ikut menjaga kelestarian laut Indonesia adalah...

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPS untuk SMA/MA Kelas X (Edisi Revisi) — Bab 3, halaman 192–196 (materi Perairan Laut dan Pemanfaatan Sumber Daya Hasil Laut)
  2. Buku Panduan Guru IPS untuk SMA/MA/SMK Kelas X (Revisi) — Bab 3, Geografi 15
  3. Handoyo, B. (2022). Pengantar Geografi: Penguatan Berpikir Spasial. Bayfa Cendekia Indonesia.
  4. Video/artikel: 'Kondisi Laut di Indonesia', USAID, 2018 — https://pdf.usaid.gov/pdf_docs/PA00XB (dapat diakses guru untuk bahan tayangan)
  5. Peta Indonesia (fisik/digital) untuk menunjukkan lokasi perairan laut yang dikaji
  6. Slide presentasi guru (PowerPoint/Google Slides) berisi fakta perairan laut, zona laut, potensi, dan masalah
  7. Kartu Kasus (dibuat guru): deskripsi singkat 5 perairan laut nyata di Indonesia (Teluk Jakarta, Laut Banda, Selat Makassar, Laut Natuna, Laut Flores) beserta data kondisi terkini
  8. Template Peta Konsep Mini (lembar kerja individu, disiapkan guru)
  9. Template Jurnal Refleksi Singkat (lembar kerja individu, disiapkan guru)
  10. Lembar Exit Ticket (3 soal tertulis, disiapkan guru)
  11. Lembar Observasi Diskusi Kelompok (disiapkan guru)
  12. Kertas A3 dan alat tulis/spidol warna untuk produk infografis non-digital
  13. Perangkat digital (laptop/tablet/HP) dan aplikasi presentasi (opsional, untuk kelompok yang memilih produk digital)
  14. Aplikasi polling digital seperti Mentimeter atau Google Form (opsional, untuk asesmen awal)
  15. Sumber digital tambahan: website resmi KKP (Kementerian Kelautan dan Perikanan) — kkp.go.id untuk data terkini sumber daya laut Indonesia

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.