MODUL AJAR IPS — Kelas 10 (Fase E) Topik: Hidrosfer Indonesia: Perairan Darat dan Pengelolaan Sumber Daya Air INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | IPS |
|---|
| Fase / Kelas | Fase E / Kelas 10 |
|---|
| Topik | Hidrosfer Indonesia: Perairan Darat dan Pengelolaan Sumber Daya Air |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x45 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid mampu menjelaskan fenomena geosfer fisik pada lapisan hidrosfer Indonesia, mencakup karakteristik perairan darat dan potensi sumber daya air bagi kehidupan.
- Murid mampu mengevaluasi masalah pengelolaan sumber daya air di Indonesia, seperti sedimentasi danau dan ancaman krisis air bersih, berdasarkan sumber primer maupun sekunder.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kalian membayangkan apa yang akan terjadi jika sumber air bersih di sekitar kita tiba-tiba mengering atau tercemar parah?
- Mengapa krisis air bersih masih menjadi ancaman di Indonesia padahal negara kita memiliki banyak sungai dan danau?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, doa, dan mengecek kehadiran murid.
- Guru menciptakan suasana belajar yang menggembirakan dengan mengajak murid berbagi pengalaman singkat tentang penggunaan air di rumah hari ini.
- Guru memberikan asesmen awal (diagnostik) berupa 3 pernyataan Benar/Salah terkait perairan darat untuk memetakan pemahaman awal murid.
- Guru menyampaikan Tujuan Pembelajaran dan mengaitkannya dengan pentingnya menjaga sumber daya air bagi kehidupan sehari-hari.
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Guru memandu murid mengamati gambar atau video tentang kondisi krisis air bersih di Indonesia (misalnya krisis air di Gunungkidul atau pencemaran sungai).
- Murid melakukan tanya jawab mengenai karakteristik perairan darat (sungai, danau, air tanah freatik/artesis) dan potensinya.
- Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk mengidentifikasi penyebab utama masalah pengelolaan sumber daya air seperti sedimentasi dan kontaminasi bakteri E-coli.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid dibagi menjadi kelompok berpasangan untuk melakukan 'Aktivitas 3.14: Detektif Perairan Darat'.
- Setiap pasangan memilih satu perairan darat di lingkungan sekitar, lalu mengumpulkan informasi dari berbagai sumber (primer/sekunder) mengenai letak, manfaat, dan masalah yang terjadi.
- Murid berdiskusi merumuskan solusi atau cara mengantisipasi masalah (misal: krisis air bersih) di perairan darat tersebut.
- Murid menyusun laporan hasil penyelidikan dalam bentuk digital (infografis/video pendek) atau nondigital (poster/makalah singkat).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Beberapa kelompok mempresentasikan temuan 'Detektif Perairan Darat' di depan kelas.
- Kelompok lain memberikan tanggapan dan umpan balik yang konstruktif.
- Guru memandu murid menyimpulkan akar masalah krisis air bersih dan efektivitas solusi yang ditawarkan.
- Murid merefleksikan peran individu mereka dalam menjaga kelestarian perairan darat di lingkungan masing-masing.
Penutup:- Guru memberikan penguatan materi mengenai karakteristik hidrosfer dan pentingnya pengelolaan sumber daya air.
- Murid mengerjakan asesmen akhir (sumatif singkat) untuk mengevaluasi pemahaman konsep dan keterampilan proses.
- Guru memberikan informasi tentang materi pada pertemuan berikutnya yaitu Perairan Laut.
- Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam.
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan teks bacaan yang lebih sederhana tentang siklus air dan jenis perairan darat, sedangkan murid yang mahir diberikan artikel jurnal atau berita kompleks tentang krisis air bersih di berbagai daerah.
- Proses: Guru memberikan pendampingan intensif (tutor sebaya atau bimbingan langsung) bagi murid yang kesulitan merumuskan masalah, sementara kelompok yang mandiri dibebaskan mengeksplorasi sumber sekunder secara luas.
- Produk: Murid dibebaskan memilih format laporan 'Detektif Perairan Darat' sesuai minat dan kemampuan, baik berupa infografis digital, video presentasi, maupun poster tulisan tangan (nondigital).
ASESMENAwal:- Tes Benar/Salah (True/False) lisan/tulisan: 1) Membuang sampah di sungai menyebabkan pencemaran. 2) Waduk adalah danau buatan untuk menyimpan air. 3) Hulu sungai adalah kepala sungai/sumber mata air.
Proses:- Pemantauan guru saat murid bekerja berpasangan, memberikan pertanyaan pemantik lanjutan jika kelompok mengalami kebuntuan dalam mencari solusi krisis air.
Akhir:- Penilaian produk laporan 'Detektif Perairan Darat' dan kemampuan murid dalam menjawab pertanyaan esai: 'Evaluasilah satu masalah krisis air bersih di daerahmu dan berikan solusi konkretnya!'
Formatif:- Observasi keterlibatan dan kolaborasi murid selama diskusi kelompok (Aktivitas Detektif Perairan Darat).
- Penilaian rubrik terhadap kualitas argumen dan solusi saat presentasi kelas.
Sumatif:- Penilaian produk laporan hasil pengamatan (digital/nondigital) mengenai masalah perairan darat dan solusinya.
- Tes tertulis singkat (esai) mengevaluasi masalah pengelolaan sumber daya air.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Pemahaman Konsep (Karakteristik Perairan Darat) | Belum mampu menjelaskan karakteristik perairan darat dan potensi sumber daya air. | Mampu menyebutkan karakteristik perairan darat namun belum dapat menjelaskan potensinya bagi kehidupan. | Mampu menjelaskan karakteristik perairan darat dan potensi sumber daya air dengan baik dan tepat. | Mampu menjelaskan karakteristik perairan darat, potensinya, serta mengaitkannya dengan fenomena geosfer secara komprehensif. | | Keterampilan Proses (Mengevaluasi Masalah dan Solusi) | Belum mampu mengidentifikasi masalah pengelolaan sumber daya air dari sumber yang diberikan. | Mampu mengidentifikasi masalah air bersih namun belum mampu merumuskan solusi yang relevan. | Mampu mengevaluasi masalah pengelolaan air dan merumuskan solusi berdasarkan sumber primer/sekunder dengan logis. | Mampu mengevaluasi masalah secara kritis, menggunakan berbagai sumber referensi yang valid, dan menawarkan solusi inovatif serta aplikatif. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah alokasi waktu untuk Aktivitas Detektif Perairan Darat sudah cukup?
- Apakah murid terlihat antusias dan menggembirakan saat merumuskan solusi krisis air?
- Bagaimana efektivitas asesmen awal dalam memetakan kesiapan belajar murid?
Refleksi Murid:- Apa hal baru yang paling mengejutkan yang kamu pelajari tentang kondisi air tanah atau sungai di sekitarmu?
- Bagaimana perasaanmu saat bekerja sama dengan teman untuk mencari solusi krisis air?
- Tindakan nyata apa yang akan kamu lakukan mulai hari ini untuk menghemat atau menjaga kebersihan air di lingkunganmu?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa IPS Kelas X (Edisi Revisi), Kemendikbudristek.
- Buku Panduan Guru IPS Kelas X (Edisi Revisi), Kemendikbudristek.
- Artikel atau berita daring tentang krisis air bersih di Indonesia (misal: kasus di Gunungkidul).
- Lingkungan sekitar (sungai, danau, sumur, atau selokan di dekat sekolah/rumah).
- Perangkat digital (gawai/laptop) untuk pencarian sumber sekunder dan pembuatan laporan.
|