Modul AjarPertemuan 7Bab 3Fase ESemester 2

Modul Ajar IPS Kelas 10: Perubahan Iklim sebagai Masalah Lingkungan Hidup dan Respons Masyarakat Indonesia

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPS kelas 10 dengan topik "Perubahan Iklim sebagai Masalah Lingkungan Hidup dan Respons Masyarakat Indonesia". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPS Kelas 10: Perubahan Iklim sebagai Masalah Lingkungan Hidup dan Respons Masyarakat Indonesia

IPS - Kelas 10

Bab 3 - Pertemuan 7

MODUL AJAR

IPS — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Perubahan Iklim sebagai Masalah Lingkungan Hidup dan Respons Masyarakat Indonesia

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPS
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikPerubahan Iklim sebagai Masalah Lingkungan Hidup dan Respons Masyarakat Indonesia
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menganalisis fenomena perubahan iklim sebagai ragam gejala sosial-lingkungan yang berdampak pada kehidupan masyarakat Indonesia dikaitkan dengan perilaku konsumtif dan eksploitasi sumber daya alam
  2. Murid mampu merefleksikan hasil analisis informasi tentang perubahan iklim dan menyusun rencana tindak lanjut berupa aksi nyata yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa cuaca di Indonesia akhir-akhir ini terasa lebih panas dan tidak menentu?
  2. Apa hubungan antara gaya hidup kita sehari-hari dengan perubahan iklim yang terjadi?
  3. Apa yang bisa kita lakukan sebagai remaja untuk mengurangi dampak perubahan iklim?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan mengecek kehadiran murid
  • Guru melakukan asesmen awal dengan memberikan pernyataan: (1) Perilaku membuang sampah sembarangan dapat menyebabkan masalah lingkungan hidup (Sesuai/Tidak Sesuai), (2) Mengurangi konsumsi air minum dalam kemasan merupakan salah satu langkah untuk mengurangi masalah lingkungan hidup (Sesuai/Tidak Sesuai). Murid memberikan respons secara cepat
  • Guru menyampaikan apersepsi dengan menayangkan foto atau video singkat tentang fenomena cuaca ekstrem di Indonesia (banjir, kekeringan, suhu panas ekstrem)
  • Guru melontarkan pertanyaan pemantik: Mengapa cuaca di Indonesia akhir-akhir ini terasa lebih panas dan tidak menentu? Apa hubungannya dengan perilaku kita?
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan aktivitas yang akan dilakukan

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan konsep perubahan iklim secara singkat: perbedaan iklim dan cuaca, penyebab perubahan iklim (emisi gas rumah kaca, deforestasi), dan dampaknya pada kehidupan masyarakat Indonesia
  • Murid membaca artikel atau infografis tentang perubahan iklim di Indonesia yang telah disiapkan guru (dapat diakses dari pojokiklim.menlhk.go.id atau BMKG)
  • Murid mengidentifikasi fenomena perubahan iklim yang terjadi di Indonesia berdasarkan bacaan dan mengaitkannya dengan ragam gejala sosial-lingkungan
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk membahas temuan murid, menekankan fungsi sosiologi dalam mengkaji masalah lingkungan secara kritis dan analitis

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid bekerja berpasangan (Aktivitas 4.7) untuk menganalisis masalah lingkungan hidup yang ada di lingkungan sekitar mereka (sekolah, rumah, atau komunitas)
  • Setiap pasangan mengidentifikasi satu kasus masalah lingkungan konkret (misalnya: sampah plastik berlebihan, penggunaan kendaraan bermotor berlebihan, konsumsi listrik tinggi, dll)
  • Murid menganalisis hubungan antara perilaku konsumtif atau eksploitasi sumber daya alam dengan masalah lingkungan yang mereka pilih
  • Murid menganalisis dampak masalah tersebut terhadap kehidupan masyarakat sekitar dan mengaitkannya dengan fenomena perubahan iklim yang lebih luas
  • Murid mendokumentasikan hasil analisis mereka dalam bentuk catatan atau tabel sederhana

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setiap pasangan mempresentasikan hasil analisis masalah lingkungan yang mereka identifikasi di depan kelas (3-5 menit per pasangan)
  • Murid lain memberikan tanggapan dan masukan terhadap presentasi
  • Guru memfasilitasi refleksi kritis: Apa peran kita dalam menyebabkan masalah ini? Bagaimana kita bisa menjadi bagian dari solusi?
  • Murid secara individual menyusun rencana tindak lanjut berupa aksi nyata yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari untuk mengurangi dampak perubahan iklim (minimal 3 aksi konkret)
  • Murid menuliskan komitmen pribadi mereka dalam lembar refleksi

Penutup:

  • Guru dan murid bersama-sama menyimpulkan pembelajaran: perubahan iklim adalah masalah nyata yang terkait dengan perilaku manusia, dan setiap orang dapat berkontribusi melalui aksi nyata
  • Guru melakukan asesmen akhir dengan meminta 3-5 murid menyampaikan satu aksi nyata yang akan mereka lakukan minggu depan
  • Guru memberikan penguatan tentang pentingnya konsistensi dalam melakukan aksi ramah lingkungan
  • Guru memberikan tugas: murid membuat kampanye sederhana (poster digital atau nondigital) untuk mengajak teman sebaya mengurangi dampak perubahan iklim, mengacu pada data dari Pojok Iklim Kemenhub atau BMKG
  • Guru menutup pembelajaran dengan salam

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan tambahan dapat diberikan artikel yang lebih sederhana dengan infografis visual, sementara murid yang lebih cepat dapat mengakses data statistik lengkap dari BMKG atau jurnal penelitian
  • Proses: Murid dapat memilih pasangan kerja sesuai kenyamanan. Guru memberikan scaffolding lebih intensif pada pasangan yang kesulitan menganalisis, sementara pasangan yang lebih cepat didorong untuk menganalisis lebih mendalam dengan mengaitkan pada isu global (SDGs, Konferensi Iklim)
  • Produk: Murid dapat memilih bentuk presentasi hasil analisis: lisan dengan catatan sederhana, menggunakan slide presentasi, atau membuat poster visual. Rencana aksi dapat ditulis dalam bentuk esai singkat, poin-poin, atau mind map

ASESMEN

Awal:

  • Pernyataan Sesuai/Tidak Sesuai tentang masalah lingkungan hidup untuk mengecek pemahaman awal murid
  • Respons murid terhadap pertanyaan pemantik untuk mengidentifikasi prior knowledge

Proses:

  • Observasi aktivitas analisis masalah lingkungan dalam kerja berpasangan
  • Checklist kemampuan mengidentifikasi hubungan perilaku konsumtif dengan perubahan iklim
  • Pertanyaan lisan saat guru berkeliling untuk mengecek pemahaman murid

Akhir:

  • Presentasi hasil analisis masalah lingkungan hidup di lingkungan sekitar
  • Rencana tindak lanjut aksi nyata yang disusun murid (dinilai dengan rubrik)
  • Refleksi lisan: 3-5 murid menyampaikan satu aksi nyata yang akan dilakukan

Formatif:

  • Observasi partisipasi murid dalam diskusi kelas
  • Observasi proses analisis masalah lingkungan dalam kerja berpasangan
  • Tanya jawab selama presentasi hasil analisis

Sumatif:

  • Penilaian hasil analisis masalah lingkungan hidup (kriteria: penguasaan materi dan relevansi solusi)
  • Penilaian rencana tindak lanjut aksi nyata yang disusun murid
  • Penilaian tugas kampanye (poster digital/nondigital)

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemampuan Menganalisis Masalah LingkunganMurid belum mampu mengidentifikasi masalah lingkungan dengan tepat dan belum dapat mengaitkan dengan perilaku manusiaMurid mampu mengidentifikasi masalah lingkungan namun penjelasan keterkaitan dengan perilaku konsumtif atau eksploitasi SDA masih terbatasMurid mampu mengidentifikasi masalah lingkungan dan menjelaskan keterkaitan dengan perilaku konsumtif atau eksploitasi SDA secara memadai dengan contoh konkretMurid mampu menganalisis masalah lingkungan secara mendalam, mengaitkan dengan perilaku konsumtif dan eksploitasi SDA, serta menghubungkan dengan fenomena perubahan iklim secara sistematis dengan data pendukung
Kualitas Rencana Aksi NyataRencana aksi yang disusun tidak relevan atau tidak realistis untuk dilakukan dalam kehidupan sehari-hariRencana aksi yang disusun relevan namun masih umum dan kurang spesifik, tidak disertai langkah konkretRencana aksi yang disusun relevan, realistis, dan spesifik dengan langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hariRencana aksi yang disusun sangat relevan, realistis, spesifik, prioritas, dan menunjukkan pemahaman mendalam tentang dampak aksi terhadap pengurangan perubahan iklim
Kemampuan Refleksi dan Kesadaran DiriMurid belum mampu merefleksikan peran dirinya dalam masalah lingkunganMurid mulai menyadari peran dirinya dalam masalah lingkungan namun refleksi masih permukaanMurid mampu merefleksikan peran dirinya dalam masalah lingkungan dan menunjukkan kesadaran untuk berubahMurid mampu merefleksikan peran dirinya secara kritis, menunjukkan kesadaran mendalam, dan berkomitmen pada perubahan perilaku jangka panjang
Kolaborasi dalam Kerja BerpasanganMurid tidak terlibat aktif dalam kerja kelompok atau bekerja sendiri tanpa berkolaborasiMurid terlibat dalam kerja kelompok namun kontribusi masih terbatasMurid terlibat aktif dalam kerja kelompok, berbagi ide, dan berkontribusi pada hasil kerja bersamaMurid terlibat sangat aktif, memfasilitasi diskusi, menghargai pendapat pasangan, dan menghasilkan analisis yang berkualitas melalui kolaborasi efektif

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah murid dapat mengaitkan fenomena perubahan iklim dengan perilaku konsumtif dan eksploitasi SDA dalam kehidupan sehari-hari mereka?
  • Apakah strategi diferensiasi yang saya terapkan membantu semua murid mencapai tujuan pembelajaran?
  • Bagaimana saya dapat meningkatkan pembelajaran agar murid tidak hanya memahami tetapi benar-benar berkomitmen melakukan aksi nyata?
  • Apakah asesmen yang saya lakukan memberikan informasi yang cukup tentang pemahaman dan keterampilan murid?

Refleksi Murid:

  • Apa hal baru yang saya pelajari hari ini tentang perubahan iklim dan peran saya di dalamnya?
  • Bagaimana perasaan saya setelah menyadari dampak perilaku saya terhadap lingkungan?
  • Dari rencana aksi yang saya buat, mana yang paling mungkin saya lakukan secara konsisten? Apa tantangannya?
  • Apa yang akan saya lakukan berbeda mulai besok untuk mengurangi dampak perubahan iklim?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPS Kelas X (Edisi Revisi) halaman 227-228 tentang Masalah Lingkungan Hidup
  2. Buku Panduan Guru IPS Kelas X (Edisi Revisi) halaman 76-78 tentang Perubahan Iklim
  3. Pojok Iklim Kementerian Lingkungan Hidup: http://pojokiklim.menlhk.go.id/materi-pojok-iklim/
  4. Data prakiraan cuaca dan informasi iklim dari BMKG: https://iklim.bmkg.go.id/
  5. Video pembelajaran tentang masalah kependudukan Indonesia: https://www.youtube.com/watch?v=XObvhmwVOiA
  6. Artikel, infografis, atau video singkat tentang fenomena cuaca ekstrem di Indonesia
  7. Lembar kerja analisis masalah lingkungan untuk kerja berpasangan
  8. Lembar refleksi rencana aksi nyata
  9. LCD proyektor dan laptop untuk menampilkan media pembelajaran

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.