Modul AjarPertemuan 3Bab 3Fase ESemester 2

Modul Ajar IPS Kelas 10: Lingkungan Geosfer Fisik Indonesia: Litosfer dan Karakteristik Lapisan Bumi

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPS kelas 10 dengan topik "Lingkungan Geosfer Fisik Indonesia: Litosfer dan Karakteristik Lapisan Bumi". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPS Kelas 10: Lingkungan Geosfer Fisik Indonesia: Litosfer dan Karakteristik Lapisan Bumi

IPS - Kelas 10

Bab 3 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

IPS — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Lingkungan Geosfer Fisik Indonesia: Litosfer dan Karakteristik Lapisan Bumi

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIlmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikLingkungan Geosfer Fisik Indonesia: Litosfer dan Karakteristik Lapisan Bumi
Alokasi Waktu2×45 menit (1 pertemuan)
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menjelaskan fenomena geosfer fisik Indonesia pada lapisan litosfer, mencakup karakteristik lapisan bumi (kerak, mantel, inti) dan jenis-jenis batuan (beku, sedimen, metamorf) yang ada di lingkungan sekitar.
  2. Murid mampu mengumpulkan informasi melalui observasi langsung jenis batuan di lingkungan sekitar, serta mendokumentasikan hasil pengamatan dalam bentuk laporan sederhana dan presentasi.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa di sekitar kita terdapat berbagai jenis batuan dengan bentuk dan warna berbeda?
  2. Bagaimana proses terbentuknya batuan yang kita pijak setiap hari?
  3. Seperti apa rupa permukaan bumi kita jutaan tahun lalu, dan apa buktinya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam, doa, dan presensi singkat (5 menit).
  • Asesmen awal (diagnostik non-kognitif/kognitif sederhana): Guru menampilkan dua pernyataan dari Buku Guru (1. Manusia dan makhluk hidup lain hidup di kerak bumi; 2. Lapisan bumi terdalam disebut inti bumi bagian dalam) dan meminta murid menunjukkan jempol 'sesuai/tidak sesuai' secara serentak. Guru mencatat pemahaman awal kelas (5 menit).
  • Apersepsi: Guru menunjukkan foto bentang alam sekitar (misal: bukit, sungai, singkapan batuan) dan mengaitkan dengan kondisi litosfer lingkungan murid. Guru mengajukan pertanyaan pemantik, 'Apa yang kalian pikirkan ketika melihat bentuk muka bumi di daerah kita? Ada hubungannya dengan lapisan bumi?' (5 menit).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, skenario kegiatan (observasi batuan di lingkungan sekitar), serta bentuk tagihan (laporan observasi) (5 menit).

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid menyimak video animasi pendek atau tayangan slide tentang struktur lapisan bumi (kerak, mantel, inti) dan siklus batuan (batuan beku, sedimen, metamorf). (Berkesadaran dan Menggembirakan)
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas dengan pertanyaan: 'Bagaimana ciri setiap lapisan bumi? Mengapa batuan beku sering berwarna gelap dan keras?' Murid menjawab berdasar video, guru mengklarifikasi dan menulis pohon konsep di papan tulis. (Bermakna)
  • Murid secara berpasangan membaca LKS atau buku siswa halaman tentang karakteristik lapisan bumi dan jenis batuan serta contoh lokalnya. (Kemandirian)
  • Setiap pasangan menuliskan ringkasan karakteristik tiga jenis batuan (beku, sedimen, metamorf) dengan kata-kata sendiri di kertas catatan.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru mengorganisasi kegiatan observasi: murid dalam kelompok berpasangan diberi tugas 'Aktivitas 3.8 Pengenalan Jenis Batuan di Lingkungan Sekitar' dengan panduan lembar observasi yang memuat pertanyaan: (1) Temukan 2-3 contoh batuan, (2) Deskripsikan warna, tekstur, dan kekerasannya, (3) Identifikasi kemungkinan jenisnya (beku/sedimen/metamorf), (4) Foto/sketsa batuan tersebut. (Bermakna)
  • Setiap pasangan keluar kelas (area halaman/kebun sekolah/trotoar) selama 15 menit untuk mengamati, mengumpulkan informasi, dan mendokumentasikan temuan menggunakan kamera ponsel atau menggambar sketsa. Guru memantau dan memberikan bimbingan pada pasangan yang kesulitan. (Kreativitas, Kolaborasi, Menggembirakan)
  • Kembali ke kelas, setiap pasangan menyusun laporan observasi sederhana (deskripsi, identifikasi jenis, foto/sketsa) pada lembar kerja yang disediakan. (Kemandirian)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta setiap pasangan menuliskan refleksi individu selama 3 menit: 'Apa hal baru yang kamu pahami tentang batuan? Bagaimana perasaanmu saat melakukan observasi? Apakah ada batuan yang mengejutkanmu?' (Berkesadaran)
  • Beberapa pasangan secara sukarela membagikan hasil observasi dan refleksinya di depan kelas (presentasi singkat 1-2 menit). Guru memberi apresiasi dan mengajak pasangan lain memberikan tanggapan atau pertanyaan. (Komunikasi)
  • Guru memberikan penguatan konsep: menghubungkan temuan batuan di lingkungan sekolah dengan siklus batuan dan proses geologi skala besar. Kaitkan dengan rasa syukur atas kekayaan alam Indonesia (nilai Keimanan).
  • Murid diminta menyusun kesimpulan bersama dalam bentuk peta pikiran sederhana tentang litosfer dan jenis batuan berdasarkan hasil diskusi dan observasi hari ini. (Penalaran Kritis)

Penutup:

  • Guru memberikan kuis lisan singkat (3 pertanyaan) tentang lapisan bumi dan jenis batuan untuk mengukur ketercapaian TP sebagai asesmen sumatif kecil (5 menit).
  • Murid mengumpulkan laporan observasi dan lembar refleksi.
  • Guru bersama murid menyimpulkan materi dan merefleksikan proses pembelajaran: ‘Apa yang paling berkesan hari ini?’ Guru memberikan umpan balik lisan atas kinerja kelas.
  • Guru menyampaikan materi selanjutnya (Tenaga endogen: tektonisme) dan meminta murid membawa berita atau informasi tentang gempa bumi terkini sebagai jembatan.
  • Doa penutup dan salam (2 menit).

Diferensiasi:

  • Konten: Untuk murid dengan gaya belajar visual, disediakan video animasi dan poster siklus batuan. Untuk auditori, penjelasan lisan dan diskusi diperkuat. Murid yang lebih cepat diberikan tantangan: mencari batuan dengan ciri unik dan menghubungkan dengan peta geologi lokal.
  • Proses: Bimbingan lebih intensif untuk pasangan yang lambat dalam observasi atau identifikasi, guru dapat mendampingi langsung di lapangan. Pasangan yang cepat dapat membantu pasangan lain (tutor sebaya).
  • Produk: Laporan observasi dapat berupa tulisan, gambar berlabel, atau rekaman suara/video singkat. Tidak ada standar tunggal format, yang penting memuat deskripsi dan identifikasi.

ASESMEN

Awal:

  • Diagnostik cepat: Dua pernyataan dari Buku Guru ditayangkan, murid memberi respon 'sesuai/tidak sesuai' dengan jempol. Guru mencatat jumlah yang menjawab benar untuk memetakan pengetahuan awal tentang lapisan bumi.

Proses:

  • Lembar observasi guru untuk menilai keterlibatan dan kemajuan belajar selama tahap Memahami (diskusi, ringkasan) dan Mengaplikasi (observasi lapangan).
  • Ceklis kinerja pasangan saat observasi: (1) Mencari contoh batuan secara sistematis, (2) Mendeskripsikan ciri fisik dengan detail, (3) Mengidentifikasi jenis batuan dengan alasan logis, (4) Mendokumentasikan dengan jelas.
  • Pertanyaan lisan spontan (‘Mengapa kamu menganggap batuan ini sedimen?’) untuk melihat penalaran.

Akhir:

  • Kuis lisan akhir: (1) Sebutkan tiga lapisan utama bumi! (2) Apa perbedaan batuan beku dan batuan sedimen? (3) Berikan contoh batuan di sekitar kita dan perkirakan jenisnya!
  • Penilaian laporan observasi batuan menggunakan rubrik (terlampir).

Formatif:

  • Observasi guru selama diskusi kelas (keaktifan, kualitas pertanyaan/jawaban).
  • Pengecekan catatan hasil membaca dan ringkasan litosfer-batuan.
  • Pengamatan saat observasi lapangan dan penyusunan laporan (menggunakan ceklis rubrik proses).

Sumatif:

  • Kuis lisan singkat di akhir pembelajaran (pertanyaan konsep lapisan bumi dan jenis batuan).
  • Laporan hasil observasi batuan yang dinilai dengan rubrik.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Penjelasan konsep litosfer dan jenis batuan (TP 10.3.3.1)Belum mampu menyebutkan lapisan bumi dan jenis batuan, atau penjelasan banyak kesalahan.Mampu menyebutkan nama lapisan bumi dan satu jenis batuan, namun penjelasan karakteristiknya masih rancu atau tidak lengkap.Mampu menjelaskan karakteristik ketiga lapisan bumi dan tiga jenis batuan dengan benar, disertai contoh yang cukup akurat dari hasil observasi.Mampu menjelaskan karakteristik lapisan bumi dan siklus batuan secara rinci, mengaitkan contoh batuan hasil observasi dengan proses geologi (misal: batuan andesit berkait dengan vulkanisme), serta menunjukkan pemahaman hubungan antar konsep.
Observasi dan dokumentasi batuan (TP 10.3.3.2)Tidak melakukan observasi dengan serius, tidak dapat mendeskripsikan batuan yang ditemukan, dokumentasi tidak ada atau sangat minim.Melakukan observasi, tetapi deskripsi batuan sangat singkat dan kurang terarah, dokumentasi kurang jelas, identifikasi jenis batuan tidak tepat tanpa alasan.Melakukan observasi sistematis, mendeskripsikan warna, tekstur, kekerasan batuan, dokumentasi foto/sketsa baik, identifikasi jenis batuan tepat dan didukung deskripsi yang logis.Melakukan observasi detail, mencakup lokasi temuan, menghubungkan dengan konteks lingkungan (misal: di dekat saluran air banyak batuan sedimen), dokumentasi sangat jelas dan rapi, mampu memberikan identifikasi meyakinkan serta menunjukkan rasa ingin tahu tinggi.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid terlibat aktif dalam kegiatan observasi? Jika tidak, apa kendalanya dan bagaimana saya bisa memfasilitasi lebih baik di pertemuan berikutnya?
  • Bagaimana kualitas identifikasi batuan oleh pasangan? Apakah diperlukan penguatan lebih lanjut tentang ciri khas masing-masing jenis batuan?
  • Apakah alokasi waktu mencukupi untuk setiap tahap (Memahami, Mengaplikasi, Merefleksi)?
  • Bagaimana catatan minat dan antusiasme murid? Apakah ada ide untuk mengembangkan pembelajaran kontekstual berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa hal paling menarik yang kamu pelajari tentang lapisan bumi dan batuan hari ini?
  • Bagian mana dari kegiatan observasi tadi yang paling menantang atau menyenangkan? Mengapa?
  • Apakah kamu sudah bisa membedakan batuan beku, sedimen, dan metamorf? Beri contoh dari lingkunganmu!
  • Jika kamu bisa mengubah satu hal dari cara belajarmu hari ini, apa yang akan kamu lakukan agar lebih paham?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMA/MA Kelas X (Edisi Revisi), halaman 159–162.
  2. Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMA/MA/SMK Kelas X (Edisi Revisi), halaman 189–190.
  3. Video animasi struktur bumi dan siklus batuan (misal: dari kanal YouTube geologi atau Kemendikbudristek).
  4. Poster/gambar siklus batuan.
  5. Lingkungan sekolah (halaman, taman, potongan batu, kerikil) sebagai sumber observasi.
  6. Kamera ponsel atau kertas gambar untuk dokumentasi.
  7. Lembar Kerja Murid (LKPD) ‘Aktivitas 3.8’ yang memuat tabel deskripsi batuan.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.