Modul AjarPertemuan 11Bab 3Fase ESemester 2

Modul Ajar IPS Kelas 10: Keterhubungan Dinamika Masyarakat, Lingkungan, dan Sejarah Bencana Alam Indonesia

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPS kelas 10 dengan topik "Keterhubungan Dinamika Masyarakat, Lingkungan, dan Sejarah Bencana Alam Indonesia". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPS Kelas 10: Keterhubungan Dinamika Masyarakat, Lingkungan, dan Sejarah Bencana Alam Indonesia

IPS - Kelas 10

Bab 3 - Pertemuan 11

MODUL AJAR

IPS — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Keterhubungan Dinamika Masyarakat, Lingkungan, dan Sejarah Bencana Alam Indonesia

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIlmu Pengetahuan Sosial (IPS)
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikKeterhubungan Dinamika Masyarakat, Lingkungan, dan Sejarah Bencana Alam Indonesia
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menelaah keterhubungan antara dinamika lingkungan fisik (bencana alam) dengan kehidupan masyarakat Indonesia dari masa lampau hingga masa kini sebagai refleksi mitigasi bencana.
  2. Murid mampu mengamati dan membandingkan fenomena bencana alam di Indonesia dalam dimensi ruang dan waktu, serta menemukan pola respons masyarakat terhadap bencana.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Mengapa beberapa kerajaan besar di Nusantara bisa runtuh akibat bencana alam?
  2. Bagaimana masyarakat masa kini dapat belajar dari sejarah bencana untuk mengurangi risiko bencana di lingkungan sekitar?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka dengan salam, doa, dan memeriksa kehadiran murid (menumbuhkan karakter religius dan disiplin).
  • Guru melakukan apersepsi: menampilkan gambar/infografis bencana alam terkini di Indonesia dan menanyakan pengalaman murid terkait bencana di lingkungan sekitar.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan skenario kegiatan hari ini.
  • Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat: murid diminta menyebutkan 3 bencana alam yang pernah terjadi di Indonesia dan dampaknya terhadap masyarakat, serta satu kerajaan kuno yang terkait bencana (jika tahu).

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran, Menggembirakan):

  • Murid menyimak penjelasan singkat guru tentang konsep bencana alam, faktor penyebab, dan contoh peristiwa bencana besar di Indonesia (misalnya letusan Gunung Tambora, tsunami Aceh, gempa Yogyakarta) sambil menghubungkan dengan aspek kesejarahan.
  • Murid secara berkelompok (3-4 orang) membaca dan mendiskusikan LKPD yang berisi potongan artikel/infografis tentang dua kejadian: (a) sejarah kerajaan yang terdampak bencana (mis. Kerajaan Tambora dan letusan 1815) dan (b) bencana modern (mis. tsunami Palu 2018).
  • Murid mengidentifikasi dan mencatat keterhubungan antara dinamika lingkungan (fisik) dengan kehidupan masyarakat pada masa lampau dan masa kini menggunakan tabel atau peta konsep yang disediakan.
  • Guru membimbing diskusi dengan pertanyaan: 'Apa persamaan dan perbedaan dampak bencana terhadap masyarakat dahulu dan sekarang?'

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Setiap kelompok membandingkan dua fenomena bencana (lampau vs kini) berdasarkan dimensi ruang (lokasi, sebaran) dan waktu (periode, perubahan) dengan mengisi LKPD analisis perbandingan.
  • Murid merumuskan pola respons masyarakat (mitigasi, adaptasi, evakuasi, rekonstruksi) yang muncul pada tiap periode.
  • Kelompok menyusun produk kreatif untuk menyajikan hasil temuan: poster digital/sederhana, infografik perbandingan, atau alur kronologis yang menunjukkan keterhubungan dinamika masyarakat-lingkungan-sejarah.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Perwakilan 2-3 kelompok mempresentasikan produknya secara singkat, kelompok lain memberi tanggapan.
  • Guru memandu diskusi kelas: 'Apa pelajaran penting dari sejarah bencana untuk kehidupan kita sekarang?' 'Bagaimana kita bisa lebih siap menghadapi bencana di lingkungan sekitar?'
  • Setiap murid menulis refleksi pribadi di lembar refleksi: (1) Hal baru yang dipelajari, (2) Bagaimana sejarah membantu saya memahami risiko bencana, (3) Satu tindakan sederhana yang bisa saya lakukan di rumah/sekolah untuk mitigasi bencana.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan poin-poin penting tentang keterhubungan dinamika masyarakat, lingkungan, dan sejarah bencana.
  • Guru memberikan penguatan konsep dan menjawab pertanyaan yang masih tersisa.
  • Guru menyampaikan informasi asesmen akhir: pengumpulan LKPD dan refleksi.
  • Guru menutup dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid dengan kebutuhan belajar lebih rendah diberikan potongan artikel yang lebih sederhana dengan istilah yang dijelaskan; murid dengan kebutuhan tinggi diberikan data tambahan seperti grafik kejadian bencana modern untuk analisis lebih mendalam.
  • Proses: Murid yang kesulitan bekerja dalam kelompok dibimbing langsung oleh guru; murid yang cepat diberikan kebebasan mencari sumber tambahan dari internet (dengan bimbingan) untuk memperkaya perbandingan.
  • Produk: Murid dapat memilih bentuk produk analisis: bagan, poster manual, poster digital, infografis, atau narasi tertulis sesuai minat dan gaya belajar.

ASESMEN

Awal:

  • Murid diminta menjawab lisan/tertulis singkat: 'Sebutkan 3 bencana alam yang pernah terjadi di Indonesia dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat!' serta 'Apakah kamu mengetahui kerajaan pada masa lampau yang runtuh/disapu bencana alam? Jelaskan singkat!'

Proses:

  • Guru memantau dan mencatat kemampuan murid dalam mengidentifikasi data dari sumber (artikel/infografis) dan menghubungkannya dengan dimensi ruang-waktu, menggunakan lembar observasi yang berisi indikator: keaktifan bertanya, ketepatan mengambil informasi, kerjasama kelompok.

Akhir:

  • Setiap kelompok mengumpulkan LKPD perbandingan bencana yang memuat: deskripsi dua peristiwa (lampau vs kini), perbandingan ruang-waktu, pola respons masyarakat, dan kesimpulan reflektif.
  • Setiap individu mengumpulkan lembar refleksi yang berisi jawaban atas tiga pertanyaan reflektif.

Formatif:

  • Observasi kinerja kelompok dan partisipasi diskusi.
  • Ceklist penyelesaian LKPD dan kualitas identifikasi keterhubungan.

Sumatif:

  • LKPD analisis perbandingan fenomena bencana lampau dan kini.
  • Refleksi tertulis pribadi murid.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kemampuan menelaah keterhubungan dinamika masyarakat, lingkungan, dan sejarah bencanaMurid belum mampu mengidentifikasi hubungan antara bencana alam dan kehidupan masyarakat; masih memerlukan bantuan penuh guru.Murid dapat menyebutkan satu bencana dan dampak langsungnya, namun belum mampu melihat pola atau membandingkan dengan peristiwa lain secara tepat; bimbingan masih diperlukan.Murid mampu mengidentifikasi dua peristiwa bencana, membandingkan dalam aspek ruang dan waktu, serta menjelaskan keterkaitan antara lingkungan dan respons masyarakat dengan sebagian besar logis; cukup mandiri.Murid mampu menganalisis secara mendalam dua peristiwa atau lebih, menunjukkan persamaan dan perbedaan pola respons, menghubungkan dengan konteks kekinian secara reflektif, dan menyajikan secara terstruktur dengan argumen kuat; sepenuhnya mandiri.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah seluruh murid mencapai tujuan pembelajaran? Jika belum, apa hambatannya?
  • Bagaimana aktivitas kelompok berjalan? Apakah strategi diferensiasi yang digunakan membantu murid dengan kebutuhan berbeda?
  • Apakah pertanyaan pemantik berhasil memicu rasa ingin tahu dan diskusi yang hidup?
  • Hal apa yang bisa diperbaiki pada pertemuan berikutnya agar pembelajaran semakin mendalam?

Refleksi Murid:

  • Pengetahuan baru apa yang saya dapatkan tentang keterhubungan bencana alam, sejarah kerajaan, dan kehidupan masyarakat Indonesia?
  • Keterampilan apa yang saya latih hari ini (membandingkan, menganalisis, menyajikan data)?
  • Bagaimana saya bisa menggunakan pemahaman ini untuk lebih siap menghadapi potensi bencana di lingkungan sekitar saya?
  • Apa yang paling menarik atau menantang dari proses belajar tadi?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa: Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMA/MA/SMK Kelas X (Revisi), Bab 3, terutama bagian aktivitas tentang bencana dan kerajaan (Aktivitas 3.16 dan sekitarnya).
  2. Buku Guru: Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMA/MA/SMK Kelas X (Revisi) — petunjuk mitigasi bencana dan pembelajaran berbasis projek.
  3. Infografis BNPB 2022 tentang kejadian bencana di Indonesia (Gambar 3.73 di Buku Siswa).
  4. Artikel singkat tentang letusan Gunung Tambora 1815 dan Kerajaan Tambora, serta bencana modern seperti tsunami Palu 2018.
  5. Alat bantu: kertas plano, spidol warna, akses internet (bila tersedia), LKPD cetak.
  6. Video pendek dari sumber terpercaya (optional) tentang bencana alam di Indonesia dan sejarah kerajaan.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.