Modul AjarPertemuan 1Bab 2Fase ESemester 1

Modul Ajar IPS Kelas 10: Hakikat dan Fungsi Penelitian Sosial

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPS kelas 10 dengan topik "Hakikat dan Fungsi Penelitian Sosial". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPS Kelas 10: Hakikat dan Fungsi Penelitian Sosial

IPS - Kelas 10

Bab 2 - Pertemuan 1

MODUL AJAR

IPS — Kelas 10 (Fase E)

Topik: Hakikat dan Fungsi Penelitian Sosial

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPS
Fase / KelasFase E / Kelas 10
TopikHakikat dan Fungsi Penelitian Sosial
Alokasi Waktu2x45 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid mampu menjelaskan hakikat penelitian sosial sebagai usaha sistematis untuk memperoleh data dan memahami fenomena kehidupan masyarakat.
  2. Murid mampu mengidentifikasi fungsi penelitian sosial dalam mengkaji gejala dan fenomena sosial di masyarakat secara kritis dan analitis.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian melihat suatu masalah sosial di lingkungan sekitar? Bagaimana cara kalian mencari tahu penyebabnya?
  2. Mengapa berita hoaks bisa cepat menyebar? Menurutmu, bagaimana cara ilmiah untuk membuktikan kebenaran suatu informasi sosial?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengecek kehadiran.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik, meminta murid menceritakan pengalaman singkat tentang upaya mereka mencari informasi ketika menghadapi masalah di lingkungan (asesmen awal).
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan skenario kegiatan hari ini.

Kegiatan Inti:

Memahami (Bermakna, Berkesadaran):

  • Murid membaca teks singkat tentang 'Pengantar Penelitian Sosial' di Buku Siswa, kemudian berdiskusi berpasangan untuk merumuskan definisi penelitian sosial dengan kata-kata sendiri.
  • Guru memberikan penguatan konsep hakikat penelitian sosial secara interaktif, mengaitkan dengan contoh nyata seperti survei kepuasan warga atau penelitian tentang media sosial.
  • Murid menyimak presentasi guru mengenai fungsi penelitian sosial (kritis, analitis, kreatif, solutif) dan mencatat poin-poin penting.
  • Setiap pasangan berbagi satu contoh fungsi penelitian yang mereka temukan dalam kehidupan sehari-hari.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid dibagi dalam kelompok kecil (4–5 orang). Setiap kelompok menerima LKPD berisi dua studi kasus singkat: (a) fenomena kemacetan di kota besar, (b) penyebaran berita hoaks di kalangan remaja.
  • Kelompok mendiskusikan: (1) Bagaimana hakikat penelitian sosial tampak pada studi kasus tersebut? (2) Fungsi penelitian sosial apa yang paling dominan untuk mengkaji setiap kasus? Mereka menuliskan hasil diskusi dalam lembar kerja.
  • Kelompok mempresentasikan hasil diskusinya secara singkat. Kelompok lain memberi tanggapan atau pertanyaan.
  • Guru memberikan umpan balik langsung terhadap pemahaman konsep dan ketepatan identifikasi fungsi penelitian.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Setiap murid menuliskan refleksi pribadi: (a) Hal baru apa yang saya pahami tentang penelitian sosial? (b) Mengapa penelitian sosial penting untuk kehidupan saya? (c) Sikap kritis apa yang akan saya kembangkan setelah belajar materi ini?
  • Beberapa murid secara sukarela membacakan refleksinya, sementara guru memberi apresiasi.
  • Guru menekankan kembali bahwa penelitian sosial adalah alat untuk membangun kesadaran kritis dan solutif, sejalan dengan dimensi bernalar kritis dan kreatif.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan poin-poin utama tentang hakikat dan fungsi penelitian sosial.
  • Guru memberikan kuis singkat (3 pertanyaan) sebagai asesmen sumatif akhir untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran.
  • Guru memberikan tugas mandiri: mencari satu berita tentang penelitian sosial di media massa dan menuliskan analisis singkat mengenai hakikat dan fungsi penelitian tersebut (dikumpulkan pertemuan selanjutnya).
  • Guru menyampaikan gambaran singkat topik pertemuan berikutnya dan menutup dengan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Bagi murid yang membutuhkan bimbingan lebih, disediakan bacaan alternatif dengan bahasa yang lebih sederhana dan daftar istilah. Untuk murid yang cepat, disediakan artikel tambahan tentang penelitian sosial kontemporer (misal: riset tentang perilaku digital).
  • Proses: Murid dapat memilih bentuk diskusi: diskusi lisan, mind map, atau catatan tempel. Kelompok dibuat heterogen agar terjadi tutor sebaya.
  • Produk: Murid dapat menuangkan refleksi dalam bentuk tulisan naratif, gambar komik singkat, atau rekaman suara (dikirim lewat LMS).

ASESMEN

Awal:

  • Guru menanyakan pengalaman murid mencari informasi tentang masalah sosial, mencermati kemampuan awal mereka dalam menghubungkan fenomena dengan metode sistematis.

Proses:

  • Lembar observasi diskusi pasangan dan kelompok: indikator meliputi partisipasi, kemampuan menjelaskan hakikat penelitian, dan ketepatan mengidentifikasi fungsi penelitian pada studi kasus.
  • Cek kualitas reflektif dari tulisan/lisan saat refleksi.

Akhir:

  • Kuis singkat: tiga soal pilihan ganda dan satu uraian pendek tentang hakikat dan fungsi penelitian sosial.
  • Rubrik penilaian tugas mandiri analisis artikel (dikumpulkan pertemuan berikutnya).

Formatif:

  • Observasi diskusi berpasangan dan kelompok menggunakan lembar ceklis pemahaman konsep.
  • Tanya jawab lisan selama presentasi dan sesi refleksi.
  • Penilaian diri pada lembar refleksi.

Sumatif:

  • Kuis singkat tertulis di akhir pertemuan.
  • Tugas mandiri analisis artikel penelitian sosial.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Menjelaskan Hakikat Penelitian SosialBelum mampu menyebutkan unsur sistematis, data, atau fenomena masyarakat; definisi masih rancu.Dapat menyebutkan sebagian unsur (misal: data dan fenomena) tetapi belum utuh menjelaskan keterkaitannya.Mampu menjelaskan hakikat penelitian sosial sebagai usaha sistematis untuk memperoleh data dan memahami fenomena masyarakat dengan bahasa sendiri meski belum detail.Mampu menjelaskan dengan lengkap, menyebutkan unsur sistematis, data, fenomena masyarakat, dan memberikan contoh relevan.
Mengidentifikasi Fungsi Penelitian SosialTidak dapat menyebutkan fungsi penelitian sosial atau keliru mengaitkan dengan kasus.Dapat menyebutkan satu atau dua fungsi penelitian sosial tetapi belum secara kritis dan analitis dikaitkan dengan gejala sosial.Mampu mengidentifikasi fungsi penelitian sosial pada gejala sosial yang diberikan disertai alasan yang menunjukkan sikap kritis dan analitis.Mampu mengidentifikasi fungsi penelitian sosial secara tepat, menguraikan secara kritis dan analitis pada dua kasus atau lebih, serta memberikan solusi awal.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah semua murid terlibat aktif dalam diskusi dan mampu menjelaskan hakikat penelitian sosial?
  • Bagaimana efektivitas studi kasus dalam membantu murid mengidentifikasi fungsi penelitian?
  • Apakah kegiatan refleksi cukup mendorong murid untuk menyadari pentingnya berpikir kritis dalam kehidupan sehari-hari?

Refleksi Murid:

  • Apa bagian paling menarik dari pembelajaran hari ini? Mengapa?
  • Sebutkan satu contoh nyata dalam kehidupanmu yang membutuhkan penelitian sosial!
  • Sikap atau keterampilan baru apa yang kamu dapatkan setelah belajar tentang penelitian sosial?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa: Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMA/MA Kelas X (Edisi Revisi), halaman 77–79.
  2. Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMA/MA/SMK Kelas X (Revisi).
  3. Lembar Kerja Murid (LKPD) berisi studi kasus.
  4. Slide presentasi guru tentang hakikat dan fungsi penelitian sosial.
  5. Papan tulis, spidol, dan kertas refleksi.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.