MODUL AJAR IPS — Kelas 10 (Fase E) Topik: Hakikat dan Fungsi Penelitian Sosial INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | IPS |
|---|
| Fase / Kelas | Fase E / Kelas 10 |
|---|
| Topik | Hakikat dan Fungsi Penelitian Sosial |
|---|
| Alokasi Waktu | 2x45 menit |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 1 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- Murid mampu menjelaskan hakikat penelitian sosial sebagai usaha sistematis untuk memperoleh data dan memahami fenomena kehidupan masyarakat.
- Murid mampu mengidentifikasi fungsi penelitian sosial dalam mengkaji gejala dan fenomena sosial di masyarakat secara kritis dan analitis.
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | | | Kesehatan | | | Komunikasi | ✓ |
PERTANYAAN PEMANTIK- Pernahkah kalian melihat suatu masalah sosial di lingkungan sekitar? Bagaimana cara kalian mencari tahu penyebabnya?
- Mengapa berita hoaks bisa cepat menyebar? Menurutmu, bagaimana cara ilmiah untuk membuktikan kebenaran suatu informasi sosial?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, menyapa murid, dan mengecek kehadiran.
- Guru mengajukan pertanyaan pemantik, meminta murid menceritakan pengalaman singkat tentang upaya mereka mencari informasi ketika menghadapi masalah di lingkungan (asesmen awal).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan skenario kegiatan hari ini.
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid membaca teks singkat tentang 'Pengantar Penelitian Sosial' di Buku Siswa, kemudian berdiskusi berpasangan untuk merumuskan definisi penelitian sosial dengan kata-kata sendiri.
- Guru memberikan penguatan konsep hakikat penelitian sosial secara interaktif, mengaitkan dengan contoh nyata seperti survei kepuasan warga atau penelitian tentang media sosial.
- Murid menyimak presentasi guru mengenai fungsi penelitian sosial (kritis, analitis, kreatif, solutif) dan mencatat poin-poin penting.
- Setiap pasangan berbagi satu contoh fungsi penelitian yang mereka temukan dalam kehidupan sehari-hari.
Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):- Murid dibagi dalam kelompok kecil (4–5 orang). Setiap kelompok menerima LKPD berisi dua studi kasus singkat: (a) fenomena kemacetan di kota besar, (b) penyebaran berita hoaks di kalangan remaja.
- Kelompok mendiskusikan: (1) Bagaimana hakikat penelitian sosial tampak pada studi kasus tersebut? (2) Fungsi penelitian sosial apa yang paling dominan untuk mengkaji setiap kasus? Mereka menuliskan hasil diskusi dalam lembar kerja.
- Kelompok mempresentasikan hasil diskusinya secara singkat. Kelompok lain memberi tanggapan atau pertanyaan.
- Guru memberikan umpan balik langsung terhadap pemahaman konsep dan ketepatan identifikasi fungsi penelitian.
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Setiap murid menuliskan refleksi pribadi: (a) Hal baru apa yang saya pahami tentang penelitian sosial? (b) Mengapa penelitian sosial penting untuk kehidupan saya? (c) Sikap kritis apa yang akan saya kembangkan setelah belajar materi ini?
- Beberapa murid secara sukarela membacakan refleksinya, sementara guru memberi apresiasi.
- Guru menekankan kembali bahwa penelitian sosial adalah alat untuk membangun kesadaran kritis dan solutif, sejalan dengan dimensi bernalar kritis dan kreatif.
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan poin-poin utama tentang hakikat dan fungsi penelitian sosial.
- Guru memberikan kuis singkat (3 pertanyaan) sebagai asesmen sumatif akhir untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran.
- Guru memberikan tugas mandiri: mencari satu berita tentang penelitian sosial di media massa dan menuliskan analisis singkat mengenai hakikat dan fungsi penelitian tersebut (dikumpulkan pertemuan selanjutnya).
- Guru menyampaikan gambaran singkat topik pertemuan berikutnya dan menutup dengan salam.
Diferensiasi:- Konten: Bagi murid yang membutuhkan bimbingan lebih, disediakan bacaan alternatif dengan bahasa yang lebih sederhana dan daftar istilah. Untuk murid yang cepat, disediakan artikel tambahan tentang penelitian sosial kontemporer (misal: riset tentang perilaku digital).
- Proses: Murid dapat memilih bentuk diskusi: diskusi lisan, mind map, atau catatan tempel. Kelompok dibuat heterogen agar terjadi tutor sebaya.
- Produk: Murid dapat menuangkan refleksi dalam bentuk tulisan naratif, gambar komik singkat, atau rekaman suara (dikirim lewat LMS).
ASESMENAwal:- Guru menanyakan pengalaman murid mencari informasi tentang masalah sosial, mencermati kemampuan awal mereka dalam menghubungkan fenomena dengan metode sistematis.
Proses:- Lembar observasi diskusi pasangan dan kelompok: indikator meliputi partisipasi, kemampuan menjelaskan hakikat penelitian, dan ketepatan mengidentifikasi fungsi penelitian pada studi kasus.
- Cek kualitas reflektif dari tulisan/lisan saat refleksi.
Akhir:- Kuis singkat: tiga soal pilihan ganda dan satu uraian pendek tentang hakikat dan fungsi penelitian sosial.
- Rubrik penilaian tugas mandiri analisis artikel (dikumpulkan pertemuan berikutnya).
Formatif:- Observasi diskusi berpasangan dan kelompok menggunakan lembar ceklis pemahaman konsep.
- Tanya jawab lisan selama presentasi dan sesi refleksi.
- Penilaian diri pada lembar refleksi.
Sumatif:- Kuis singkat tertulis di akhir pertemuan.
- Tugas mandiri analisis artikel penelitian sosial.
RUBRIK PENILAIAN| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menjelaskan Hakikat Penelitian Sosial | Belum mampu menyebutkan unsur sistematis, data, atau fenomena masyarakat; definisi masih rancu. | Dapat menyebutkan sebagian unsur (misal: data dan fenomena) tetapi belum utuh menjelaskan keterkaitannya. | Mampu menjelaskan hakikat penelitian sosial sebagai usaha sistematis untuk memperoleh data dan memahami fenomena masyarakat dengan bahasa sendiri meski belum detail. | Mampu menjelaskan dengan lengkap, menyebutkan unsur sistematis, data, fenomena masyarakat, dan memberikan contoh relevan. | | Mengidentifikasi Fungsi Penelitian Sosial | Tidak dapat menyebutkan fungsi penelitian sosial atau keliru mengaitkan dengan kasus. | Dapat menyebutkan satu atau dua fungsi penelitian sosial tetapi belum secara kritis dan analitis dikaitkan dengan gejala sosial. | Mampu mengidentifikasi fungsi penelitian sosial pada gejala sosial yang diberikan disertai alasan yang menunjukkan sikap kritis dan analitis. | Mampu mengidentifikasi fungsi penelitian sosial secara tepat, menguraikan secara kritis dan analitis pada dua kasus atau lebih, serta memberikan solusi awal. |
REFLEKSIRefleksi Guru:- Apakah semua murid terlibat aktif dalam diskusi dan mampu menjelaskan hakikat penelitian sosial?
- Bagaimana efektivitas studi kasus dalam membantu murid mengidentifikasi fungsi penelitian?
- Apakah kegiatan refleksi cukup mendorong murid untuk menyadari pentingnya berpikir kritis dalam kehidupan sehari-hari?
Refleksi Murid:- Apa bagian paling menarik dari pembelajaran hari ini? Mengapa?
- Sebutkan satu contoh nyata dalam kehidupanmu yang membutuhkan penelitian sosial!
- Sikap atau keterampilan baru apa yang kamu dapatkan setelah belajar tentang penelitian sosial?
SUMBER BELAJAR- Buku Siswa: Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMA/MA Kelas X (Edisi Revisi), halaman 77–79.
- Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Sosial untuk SMA/MA/SMK Kelas X (Revisi).
- Lembar Kerja Murid (LKPD) berisi studi kasus.
- Slide presentasi guru tentang hakikat dan fungsi penelitian sosial.
- Papan tulis, spidol, dan kertas refleksi.
|