Modul AjarPertemuan 3Bab 5Fase CSemester 2

Modul Ajar IPAS Kelas 6: Keterbatasan Energi Fosil dan Dampaknya terhadap Lingkungan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPAS kelas 6 dengan topik "Keterbatasan Energi Fosil dan Dampaknya terhadap Lingkungan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPAS Kelas 6: Keterbatasan Energi Fosil dan Dampaknya terhadap Lingkungan

IPAS - Kelas 6

Bab 5 - Pertemuan 3

MODUL AJAR

IPAS — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Keterbatasan Energi Fosil dan Dampaknya terhadap Lingkungan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikKeterbatasan Energi Fosil dan Dampaknya terhadap Lingkungan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan keterbatasan energi fosil sebagai sumber energi yang tidak terbarukan dan dampak penggunaannya terhadap lingkungan.
  2. Murid dapat menyelidiki penggunaan energi fosil di lingkungan sekitarnya secara mandiri menggunakan lembar kerja yang telah disiapkan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Pernahkah kalian membayangkan apa yang terjadi jika bensin dan solar di seluruh dunia habis?
  2. Dari mana asal bahan bakar yang digunakan kendaraan di sekitar rumah kalian, dan berapa lama waktu yang dibutuhkan alam untuk membentuknya?
  3. Apa dampak yang kalian rasakan ketika banyak kendaraan mengeluarkan asap di jalan raya?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pelajaran dengan salam dan mengajak murid melakukan 1 menit pernapasan sadar (mindful breathing) untuk membangun kesiapan belajar.
  • Guru menampilkan gambar kilang minyak dan antrian kendaraan di SPBU, lalu bertanya: 'Menurut kalian, apakah bahan bakar ini bisa habis?'
  • Guru melakukan asesmen awal diagnostik: murid menuliskan di sticky note dua hal yang sudah mereka ketahui tentang energi fosil dan satu hal yang ingin mereka ketahui.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dan menjelaskan alur kegiatan yang akan dilakukan.

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menayangkan video pendek (3-4 menit) tentang proses pembentukan minyak bumi selama jutaan tahun dan fakta cadangan minyak dunia yang terus menipis.
  • Murid mencatat poin-poin penting dari video di buku tugas masing-masing.
  • Guru memfasilitasi diskusi kelas terbimbing dengan pertanyaan: 'Mengapa energi fosil disebut tidak terbarukan?' dan 'Apa saja dampak pembakaran energi fosil bagi lingkungan?'
  • Guru menampilkan infografis sederhana tentang dampak penggunaan energi fosil: polusi udara, pemanasan global, dan kerusakan ekosistem.
  • Murid membuat catatan ringkas berupa peta konsep sederhana yang menghubungkan: energi fosil → keterbatasan → dampak lingkungan.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Guru membagikan Lembar Kerja Penyelidikan yang berisi tabel pengamatan penggunaan energi fosil di lingkungan sekitar murid.
  • Guru menjelaskan prosedur pengisian lembar kerja: murid mengidentifikasi minimal 5 contoh penggunaan energi fosil yang mereka temui sehari-hari (di rumah, sekolah, perjalanan), lalu menuliskan jenis bahan bakar, kegunaan, dan potensi dampaknya.
  • Murid secara mandiri mengisi lembar kerja berdasarkan pengalaman dan pengamatan mereka sendiri selama 10 menit.
  • Guru berkeliling untuk melakukan asesmen proses, memberikan scaffolding bagi murid yang kesulitan dengan memberikan contoh pemancing, dan memberikan tantangan tambahan bagi murid yang sudah selesai lebih dulu.
  • Beberapa murid (2-3 orang) mempresentasikan hasil penyelidikan mereka di depan kelas secara singkat.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru mengajak murid melihat kembali peta konsep yang dibuat di tahap Memahami dan menambahkan informasi baru yang diperoleh dari penyelidikan.
  • Murid menuliskan 1 paragraf refleksi di buku tugas: 'Apa yang bisa saya lakukan untuk mengurangi penggunaan energi fosil di kehidupan sehari-hari?'
  • Guru memfasilitasi sharing singkat: 2-3 murid membacakan refleksi mereka, kemudian kelas memberikan apresiasi.
  • Guru memberikan penguatan tentang tanggung jawab warga negara dalam menjaga lingkungan melalui penghematan energi.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini: energi fosil terbatas, membutuhkan jutaan tahun untuk terbentuk, dan penggunaannya berdampak pada lingkungan.
  • Guru memberikan asesmen akhir: murid menjawab 3 pertanyaan tertulis singkat tentang keterbatasan energi fosil dan dampaknya.
  • Guru menyampaikan rencana tindak lanjut: pada pertemuan berikutnya akan membahas energi alternatif sebagai solusi.
  • Guru menutup pelajaran dengan mengajak murid mengucapkan satu komitmen penghematan energi yang akan mereka lakukan hari ini.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan lebih diberikan infografis bergambar dengan teks sederhana tentang energi fosil. Murid yang sudah mahir diberikan artikel tambahan tentang data cadangan minyak Indonesia untuk dianalisis.
  • Proses: Murid yang membutuhkan waktu lebih lama mengisi lembar kerja dengan 3 contoh penggunaan energi fosil. Murid yang cepat selesai diminta menambahkan kolom 'alternatif pengganti' pada lembar kerja mereka.
  • Produk: Murid yang membutuhkan dukungan menyampaikan hasil secara lisan dengan bimbingan. Murid yang mahir menyajikan hasil dalam bentuk poster mini atau diagram.

ASESMEN

Awal:

  • Murid menuliskan di sticky note: 2 hal yang sudah diketahui tentang energi fosil dan 1 hal yang ingin diketahui (teknik KWL sederhana).
  • Guru mengajukan pertanyaan lisan: 'Siapa yang tahu dari mana asal bensin?' untuk mengecek pengetahuan prasyarat.

Proses:

  • Guru mengamati dan mencatat keaktifan murid dalam diskusi kelas menggunakan checklist observasi.
  • Guru memeriksa proses pengisian lembar kerja penyelidikan secara mandiri: apakah murid mampu mengidentifikasi contoh penggunaan energi fosil dengan tepat.
  • Guru memberikan umpan balik lisan saat berkeliling kelas pada tahap Mengaplikasi.

Akhir:

  • Murid menjawab 3 pertanyaan uraian singkat: (1) Mengapa energi fosil disebut sumber energi tidak terbarukan? (2) Sebutkan 2 dampak negatif penggunaan energi fosil terhadap lingkungan! (3) Berdasarkan penyelidikanmu, tuliskan 2 contoh penggunaan energi fosil di lingkunganmu dan dampak yang mungkin ditimbulkan.

Formatif:

  • Observasi keterlibatan murid selama diskusi kelas terbimbing.
  • Pemeriksaan kelengkapan dan ketepatan pengisian Lembar Kerja Penyelidikan.
  • Kualitas peta konsep yang dibuat murid.

Sumatif:

  • Jawaban tertulis 3 pertanyaan uraian singkat di akhir pembelajaran tentang keterbatasan energi fosil dan dampak lingkungannya.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman konsep keterbatasan energi fosil (TP 6.5.3.1)Murid belum mampu menyebutkan alasan mengapa energi fosil terbatas dan belum dapat menyebutkan dampaknya terhadap lingkungan.Murid mampu menyebutkan bahwa energi fosil bisa habis, tetapi belum dapat menjelaskan alasannya secara tepat atau menyebutkan dampaknya masih terbatas pada satu contoh.Murid mampu menjelaskan bahwa energi fosil membutuhkan waktu sangat lama untuk terbentuk sehingga bisa habis, dan menyebutkan minimal 2 dampak penggunaannya terhadap lingkungan.Murid mampu menjelaskan secara rinci proses terbentuknya energi fosil, alasan keterbatasannya, serta menghubungkan dampak penggunaannya dengan isu pemanasan global dan polusi udara menggunakan contoh konkret.
Keterampilan penyelidikan penggunaan energi fosil (TP 6.5.3.2)Murid belum mampu mengisi lembar kerja penyelidikan atau hanya mengisi kurang dari 2 contoh tanpa keterangan yang jelas.Murid mampu mengisi lembar kerja dengan 2-3 contoh penggunaan energi fosil, namun keterangan jenis bahan bakar atau dampaknya belum lengkap.Murid secara mandiri mengisi lembar kerja dengan minimal 4 contoh penggunaan energi fosil, mencantumkan jenis bahan bakar dan dampaknya dengan tepat.Murid secara mandiri mengisi lembar kerja dengan 5 atau lebih contoh, mencantumkan jenis bahan bakar, kegunaan, dan dampak secara lengkap, serta mampu menjelaskan pola penggunaan energi fosil di lingkungannya.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah murid mampu menjelaskan keterbatasan energi fosil dengan pemahaman yang mendalam, bukan sekadar hafalan?
  • Apakah lembar kerja penyelidikan efektif membantu murid menghubungkan konsep dengan kehidupan nyata?
  • Apakah diferensiasi yang diberikan sudah cukup mengakomodasi kebutuhan semua murid?
  • Langkah mana yang perlu diperbaiki agar pembelajaran lebih bermakna pada pertemuan berikutnya?

Refleksi Murid:

  • Apa hal baru yang saya pelajari hari ini tentang energi fosil?
  • Apakah saya sudah bisa menjelaskan mengapa energi fosil bisa habis kepada orang lain?
  • Apa yang masih membingungkan dan ingin saya pelajari lebih lanjut?
  • Tindakan nyata apa yang bisa saya lakukan mulai hari ini untuk menghemat energi?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPAS Kelas VI SD/MI (Edisi Revisi 2025), Bab V: Energi untuk Masa Depan, halaman 114-122.
  2. Buku Panduan Guru IPAS Kelas VI SD/MI (Edisi Revisi 2025), Bab V.
  3. Video pembelajaran tentang proses pembentukan energi fosil (durasi 3-4 menit, disiapkan guru dari sumber terpercaya seperti Rumah Belajar Kemendikbud).
  4. Infografis dampak penggunaan energi fosil terhadap lingkungan (dicetak atau ditayangkan melalui proyektor).
  5. Lembar Kerja Penyelidikan Penggunaan Energi Fosil (disiapkan guru, berisi tabel: nama benda/kegiatan, jenis bahan bakar, kegunaan, dampak lingkungan).
  6. Sticky note untuk asesmen awal.
  7. Proyektor/layar untuk menayangkan video dan infografis.

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.