Modul AjarPertemuan 2Bab 5Fase CSemester 2

Modul Ajar IPAS Kelas 6: Pemanfaatan Energi Fosil dan Keunggulannya dalam Kehidupan

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPAS kelas 6 dengan topik "Pemanfaatan Energi Fosil dan Keunggulannya dalam Kehidupan". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPAS Kelas 6: Pemanfaatan Energi Fosil dan Keunggulannya dalam Kehidupan

IPAS - Kelas 6

Bab 5 - Pertemuan 2

MODUL AJAR

IPAS — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Pemanfaatan Energi Fosil dan Keunggulannya dalam Kehidupan

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikPemanfaatan Energi Fosil dan Keunggulannya dalam Kehidupan
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat menjelaskan pemanfaatan energi fosil (batu bara, minyak bumi, gas alam) dalam kehidupan sehari-hari beserta keunggulannya sebagai sumber energi.
  2. Murid dapat membuat prediksi tentang apa yang akan terjadi jika energi fosil terus digunakan tanpa batas berdasarkan data dan informasi yang tersedia.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bayangkan satu hari tanpa listrik, kendaraan bermotor, dan kompor gas — kira-kira apa saja yang tidak bisa kamu lakukan?
  2. Dari mana asalnya energi yang membuat lampu menyala, motor berjalan, dan kompor menyala setiap hari di rumahmu?
  3. Kalau energi fosil suatu saat habis, apa menurutmu yang akan terjadi pada kehidupan manusia di bumi ini?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka kelas dengan salam dan mengajak murid melakukan 'Check-In Energi': setiap murid menyebutkan satu benda di rumahnya yang membutuhkan energi fosil untuk bergerak atau berfungsi. (2 menit)
  • Guru menampilkan gambar atau video singkat (±1 menit) yang menunjukkan aktivitas sehari-hari yang bergantung pada energi fosil: kendaraan bermotor, PLTU, kompor gas, dan pabrik. (3 menit)
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik secara lisan dan memberi kesempatan 2–3 murid merespons secara bebas untuk membangkitkan rasa ingin tahu. (3 menit)
  • Asesmen Awal — Guru membagikan kartu 'Tahu / Ingin Tahu' (metode KWL sederhana): murid menuliskan satu hal yang sudah mereka ketahui tentang energi fosil dan satu hal yang ingin mereka ketahui. Guru mengamati kartu untuk memetakan pengetahuan awal murid. (4 menit)
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini dengan bahasa yang mudah dipahami: 'Hari ini kita akan belajar dari mana kita mendapat energi sehari-hari, apa keunggulannya, dan apa yang mungkin terjadi jika kita terus menggunakannya tanpa batas.' (2 menit)
  • Guru menjelaskan alur kegiatan: membaca bahan, berdiskusi kelompok, lalu membuat prediksi bersama. (1 menit)

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru meminta murid membuka Buku Siswa halaman 120–122 (teks 'Energi Fosil, Kebutuhan Utama Manusia Saat Ini' dan infografis proses pengolahan minyak bumi). Murid membaca secara mandiri selama 4 menit, kemudian guru membacakan poin-poin kunci bersama kelas. (6 menit) — Berkesadaran: murid diminta membaca dengan fokus penuh dan menandai informasi penting.
  • Guru menyajikan tabel 'Tiga Jenis Energi Fosil' di papan tulis atau layar proyektor dengan kolom: Jenis Fosil | Bentuk Fisik | Contoh Penggunaan | Keunggulan. Kolom 'Contoh Penggunaan' dan 'Keunggulan' masih kosong. (2 menit)
  • Murid secara berpasangan mengisi kolom kosong tabel tersebut berdasarkan teks yang sudah dibaca. Guru berkeliling memberi scaffolding ringan kepada pasangan yang kesulitan dengan pertanyaan pandu: 'Coba cari kalimat di teks yang menyebutkan batu bara digunakan untuk apa?' (6 menit) — Bermakna: murid mengaitkan informasi bacaan dengan pengalaman nyata mereka.
  • Guru mengonfirmasi jawaban bersama kelas, meluruskan miskonsepsi, dan menambahkan contoh kontekstual seperti PLTU Suralaya (batu bara), pertamina (minyak bumi), dan elpiji rumah tangga (gas alam). (4 menit) — Berkesadaran: guru mendorong murid menyadari bahwa semua contoh berkaitan langsung dengan kehidupan mereka.

Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):

  • Guru membagi murid menjadi kelompok kecil beranggotakan 3–4 orang. Setiap kelompok mendapat 'Kartu Data Energi Fosil' yang berisi fakta singkat: (a) cadangan minyak bumi Indonesia diperkirakan habis dalam beberapa dekade ke depan, (b) konsumsi BBM Indonesia terus meningkat setiap tahun, (c) PLTU batu bara menyuplai lebih dari 60% listrik Indonesia, (d) emisi CO2 Indonesia meningkat seiring penggunaan energi fosil. (2 menit) — Menggembirakan: format kartu data dibuat berwarna dan bergambar ikon sederhana.
  • Setiap kelompok berdiskusi dan menjawab dua pertanyaan pada lembar kerja kelompok: (1) Berdasarkan kartu data tersebut, buatlah prediksi: apa yang akan terjadi dalam 50 tahun ke depan jika penggunaan energi fosil terus meningkat tanpa ada perubahan? (2) Tuliskan minimal 3 dampak yang mungkin terjadi, lalu urutkan dari dampak yang menurutmu paling besar. (8 menit) — Bermakna: prediksi dihubungkan dengan kondisi nyata Indonesia.
  • Setiap kelompok menuliskan prediksi utama mereka pada selembar kertas besar atau post-it berwarna dan menempelkannya di papan kelas membentuk 'Galeri Prediksi'. (3 menit) — Menggembirakan: suasana galeri memberi rasa bangga pada hasil kerja murid.
  • Guru memimpin 'Kunjungan Galeri Cepat' (gallery walk): masing-masing perwakilan kelompok membacakan prediksi kelompoknya dalam 30 detik, kemudian kelas memberikan tepuk tangan atau isyarat 'setuju' dengan acungan jempol. (5 menit)

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru membimbing diskusi kelas dengan pertanyaan reflektif: 'Dari semua prediksi yang kita buat tadi, mana yang paling mengejutkan atau mengubah cara pandangmu? Mengapa?' Beberapa murid berbagi secara sukarela. (4 menit) — Berkesadaran: murid didorong mengenali perubahan perspektif dalam dirinya sendiri.
  • Murid secara individu mengisi bagian 'Sudah Tahu' dan 'Baru Tahu' pada kartu KWL yang dibagikan di awal pembelajaran, lalu menambahkan satu kalimat: 'Setelah belajar hari ini, saya akan…' sebagai bentuk komitmen pribadi yang dikaitkan dengan kebiasaan penggunaan energi di rumah. (4 menit) — Bermakna: refleksi dikaitkan dengan tindakan nyata di kehidupan murid.
  • Guru mengajak murid menyimpulkan pembelajaran hari ini bersama-sama: 'Siapa yang bisa merangkum: apa saja keunggulan energi fosil dan apa prediksi kita jika terus digunakan tanpa batas?' Guru menuliskan rangkuman poin kunci di papan. (3 menit)

Penutup:

  • Guru memberikan soal asesmen akhir tertulis singkat (2 soal) kepada setiap murid secara individual — dikerjakan dalam 5 menit. (5 menit)
  • Guru meminta 2–3 murid berbagi jawaban mereka secara lisan dan memberi umpan balik langsung. (3 menit)
  • Guru menyampaikan keterkaitan topik hari ini dengan pertemuan berikutnya: 'Kita sudah tahu keunggulan energi fosil sekaligus risikonya. Pertemuan berikutnya kita akan cari tahu: adakah sumber energi lain yang bisa menggantikannya?' (1 menit)
  • Guru menutup kelas dengan ajakan sederhana: 'Mulai hari ini, coba catat satu kebiasaan penggunaan energi di rumahmu yang bisa dikurangi. Kita bahas bersama pertemuan depan.' (1 menit)

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan dukungan tambahan diberikan teks bacaan yang sudah disederhanakan dengan kosakata lebih mudah dan poin-poin utama yang sudah digarisbawahi. Murid yang sudah siap mendapat tantangan berupa artikel pendek (satu halaman) tentang data konsumsi energi fosil Indonesia versus negara lain untuk memperkaya bahan prediksi mereka.
  • Proses: Murid yang memerlukan bimbingan lebih dapat mengisi tabel 'Tiga Jenis Energi Fosil' dengan panduan pertanyaan pandu tercetak di lembar kerjanya. Murid yang cepat memahami dapat langsung membuat prediksi dalam bentuk diagram sebab-akibat (cause-effect) daripada daftar biasa.
  • Produk: Murid yang belum berkembang cukup menyebutkan 1–2 pemanfaatan dan 1 prediksi secara lisan. Murid yang berkembang menuliskan prediksi dalam paragraf singkat. Murid yang sangat berkembang dapat menyajikan prediksi dalam bentuk infografis sederhana buatan tangan.

ASESMEN

Awal:

  • Kartu 'Tahu / Ingin Tahu' (bagian pertama KWL): murid menuliskan satu hal yang sudah mereka ketahui tentang energi fosil dan satu hal yang ingin mereka ketahui. Guru membaca sekilas kartu untuk memetakan pengetahuan awal kelas sebelum masuk ke tahap Memahami.
  • Pertanyaan lisan pemantik ('Dari mana asalnya energi yang membuat lampu menyala?') untuk melihat sejauh mana murid sudah memiliki konsep awal tentang energi fosil.

Proses:

  • Observasi pengisian tabel 'Tiga Jenis Energi Fosil' secara berpasangan: guru berkeliling dan mencatat keakuratan jawaban serta keterlibatan murid.
  • Galeri Prediksi (post-it kelompok): guru menilai apakah prediksi yang dibuat murid didasarkan pada data dari Kartu Data Energi Fosil atau hanya opini tanpa dasar.
  • Diskusi reflektif: guru memperhatikan kualitas respons murid saat ditanya 'Mana prediksi yang paling mengejutkan?' sebagai indikator kedalaman pemahaman.

Akhir:

  • Soal uraian singkat individu nomor 1: Murid menyebutkan 2 contoh pemanfaatan energi fosil beserta keunggulannya — dinilai menggunakan rubrik aspek Pemahaman Konsep.
  • Soal uraian singkat individu nomor 2: Murid membuat prediksi tentang dampak penggunaan energi fosil tanpa batas disertai alasan berdasarkan data — dinilai menggunakan rubrik aspek Keterampilan Memprediksi.

Formatif:

  • Kartu KWL (Know–Want to Know–Learned) yang diisi murid di awal dan di fase Merefleksi untuk memetakan perkembangan pemahaman.
  • Observasi guru selama diskusi berpasangan (pengisian tabel Tiga Jenis Energi Fosil): guru mencatat murid yang aktif, pasif, atau mengalami miskonsepsi menggunakan lembar observasi sederhana.
  • Galeri Prediksi (post-it kelompok): guru menilai kualitas prediksi kelompok secara formatif berdasarkan kesesuaian dengan data yang diberikan.

Sumatif:

  • Soal tertulis individu di akhir pembelajaran (2 soal uraian singkat): (1) Sebutkan 2 contoh pemanfaatan energi fosil dalam kehidupan sehari-hari dan jelaskan keunggulannya! (2) Berdasarkan data yang kamu pelajari, tuliskan prediksimu tentang apa yang akan terjadi jika energi fosil terus digunakan tanpa batas — berikan alasanmu!
  • Penilaian lembar kerja kelompok (Kartu Data + pertanyaan prediksi) yang dikumpulkan setelah kegiatan Mengaplikasi.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Pemahaman Konsep Energi Fosil (TP 6.5.2.1)Murid belum dapat menyebutkan contoh pemanfaatan energi fosil atau menyebutkan dengan salah (contoh: menyebutkan panel surya sebagai energi fosil).Murid dapat menyebutkan 1 contoh pemanfaatan energi fosil tetapi belum dapat menjelaskan keunggulannya, atau penjelasan keunggulannya sangat umum dan tidak spesifik.Murid dapat menyebutkan 2 contoh pemanfaatan energi fosil dari jenis yang berbeda (misalnya batu bara dan minyak bumi) dan menjelaskan keunggulan masing-masing dengan cukup jelas.Murid dapat menyebutkan minimal 2 contoh pemanfaatan energi fosil dari jenis berbeda, menjelaskan keunggulannya secara spesifik, dan mengaitkannya dengan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari di Indonesia.
Keterampilan Memprediksi Berbasis Data (TP 6.5.2.2)Murid tidak membuat prediksi, atau prediksi yang dibuat tidak berkaitan dengan penggunaan energi fosil dan tidak ada kaitannya dengan data yang diberikan.Murid membuat prediksi sederhana (misalnya 'energi fosil akan habis') tetapi belum memberikan alasan atau tidak mengacu pada data yang tersedia.Murid membuat prediksi yang logis tentang dampak penggunaan energi fosil tanpa batas (misalnya kelangkaan energi atau peningkatan polusi) dan menyertakan minimal satu alasan berdasarkan data dari Kartu Data Energi Fosil.Murid membuat prediksi yang logis dan spesifik, menyebutkan minimal 2 dampak berbeda (misalnya dampak lingkungan dan dampak ekonomi), mengaitkan setiap dampak dengan data yang diberikan, serta menggunakan kalimat sebab-akibat yang jelas dan terstruktur.
Kolaborasi dan Partisipasi KelompokMurid tidak aktif dalam diskusi kelompok, tidak memberikan kontribusi dalam pengisian lembar kerja atau pembuatan prediksi.Murid sesekali memberikan pendapat dalam diskusi kelompok tetapi lebih banyak pasif dan menunggu teman.Murid aktif berpendapat dalam diskusi kelompok, berkontribusi dalam pengisian lembar kerja, dan mau mendengarkan pendapat teman.Murid aktif memimpin atau mendorong diskusi kelompok, memastikan semua anggota kelompok berkontribusi, dan mampu mengintegrasikan berbagai pendapat menjadi prediksi yang kohesif.
Komunikasi Hasil (lisan dan/atau tulisan)Murid tidak dapat menyampaikan hasil diskusi atau prediksinya baik secara lisan maupun tulisan.Murid menyampaikan hasil prediksi dengan kalimat yang kurang jelas atau sangat singkat sehingga sulit dipahami pendengar.Murid menyampaikan hasil prediksi dengan kalimat yang cukup jelas, menggunakan istilah yang tepat (energi fosil, batu bara, minyak bumi, gas alam), dan dapat dipahami oleh pendengar.Murid menyampaikan hasil prediksi dengan kalimat yang jelas, terstruktur, menggunakan istilah ilmiah yang tepat, dan mampu menjawab pertanyaan klarifikasi dari guru atau teman dengan percaya diri.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah pertanyaan pemantik yang saya gunakan berhasil memancing rasa ingin tahu murid? Bagian mana yang perlu diperkuat di pertemuan berikutnya?
  • Apakah semua murid terlibat aktif dalam diskusi berpasangan dan diskusi kelompok, atau ada murid yang cenderung pasif? Apa yang perlu saya lakukan untuk melibatkan mereka?
  • Apakah alokasi waktu setiap tahap (Memahami–Mengaplikasi–Merefleksi) sudah proporsional? Tahap mana yang terasa terlalu panjang atau terlalu pendek?
  • Apakah diferensiasi yang saya terapkan sudah menjangkau murid yang membutuhkan dukungan tambahan dan murid yang sudah siap belajar lebih lanjut?
  • Berdasarkan hasil soal akhir, berapa persen murid yang sudah mencapai level 'Berkembang' pada kedua aspek TP? Apa tindak lanjut yang perlu saya siapkan?

Refleksi Murid:

  • Hal baru apa yang kamu pelajari hari ini tentang energi fosil yang sebelumnya belum kamu ketahui?
  • Dari prediksi yang kamu dan kelompokmu buat, mana yang paling membuatmu berpikir keras? Mengapa?
  • Adakah satu kebiasaan penggunaan energi di rumahmu yang ingin kamu ubah setelah belajar hari ini? Apa itu?
  • Bagian mana dari pelajaran hari ini yang menurutmu paling menarik? Bagian mana yang paling sulit dipahami?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPAS SD/MI Kelas VI (Edisi Revisi 2025), Kemendikdasmen RI — halaman 120–122 (teks Energi Fosil, Kebutuhan Utama Manusia Saat Ini dan infografis pengolahan minyak bumi)
  2. Panduan Guru IPAS SD/MI Kelas VI (Edisi Revisi 2025), Kemendikdasmen RI — Bab V Energi untuk Masa Depan
  3. Kartu Data Energi Fosil (dibuat guru): berisi fakta singkat tentang cadangan energi fosil Indonesia, konsumsi BBM, pasokan listrik PLTU, dan data emisi CO2 — dicetak berwarna per kelompok
  4. Lembar Kerja Kelompok: tabel Tiga Jenis Energi Fosil dan lembar prediksi dampak penggunaan energi fosil
  5. Kartu KWL (Know–Want to Know–Learned): dicetak per murid untuk asesmen awal dan refleksi
  6. Post-it berwarna atau kertas besar untuk Galeri Prediksi
  7. Papan tulis / layar proyektor untuk menampilkan tabel, gambar, atau video singkat
  8. Video atau gambar aktivitas sehari-hari yang bergantung pada energi fosil (PLTU, kendaraan bermotor, kompor gas) — dapat diambil dari sumber terbuka seperti YouTube atau Kemdikbud TV

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.