MODUL AJAR IPAS — Kelas 6 (Fase C) Topik: Bab 5 — Energi untuk Masa Depan INFORMASI UMUM| Mata Pelajaran | IPAS |
|---|
| Fase / Kelas | Fase C / Kelas 6 |
|---|
| Topik | Bab 5 — Energi untuk Masa Depan |
|---|
| Alokasi Waktu | 27 JP (27 x 35 menit = 945 menit) |
|---|
| Jumlah Pertemuan | 11 |
|---|
| Tahun Ajaran | 2026/2027 |
|---|
| Semester | 2 |
|---|
TUJUAN PEMBELAJARAN- TP 6.5.1 Mengamati fenomena penggunaan energi di lingkungan sekitar secara sederhana serta mencatat hasil pengamatannya
- TP 6.5.2 Menghasilkan upaya penghematan energi di lingkungan sekitar
- TP 6.5.3 Merencanakan dan melakukan penyelidikan mengenai potensi sumber energi alternatif dari sumber daya di lingkungan sekitar
- TP 6.5.4 Menghasilkan gagasan pemanfaatan sumber energi alternatif dari sumber daya yang ada di sekitarnya sebagai upaya mitigasi perubahan iklim
PROFIL LULUSAN| Dimensi | Disasar |
|---|
| Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa | | | Kewargaan | ✓ | | Penalaran Kritis | ✓ | | Kreativitas | ✓ | | Kolaborasi | ✓ | | Kemandirian | ✓ | | Kesehatan | | | Komunikasi | |
PERTANYAAN PEMANTIK- Peralatan apa saja di ruang kelas dan lingkungan sekolah kita yang memerlukan energi untuk bekerja?
- Bagaimana cara kita mengetahui dan mencatat bentuk energi apa yang sedang digunakan oleh peralatan tersebut?
- Bahan bakar apa saja yang dipakai oleh kendaraan yang lewat di depan sekolah atau yang kamu naiki setiap hari?
- Peralatan apa saja di rumah yang bekerja menggunakan bahan bakar fosil seperti gas elpiji atau minyak tanah?
- Bagaimana cara kita mengamati dan mencatat seberapa sering energi fosil digunakan dalam kegiatan transportasi dan rumah tangga?
- Peralatan elektronik apa saja di rumahmu yang sering dibiarkan menyala meski tidak digunakan?
- Bagaimana tindakan nyata yang dapat kita hasilkan agar pemakaian energi listrik di rumah menjadi lebih hemat?
- Aktivitas apa saja di sekolah kita yang paling banyak menghabiskan bahan bakar kendaraan dan energi listrik?
- Upaya nyata apa yang dapat kita lakukan bersama di sekolah untuk menghemat bahan bakar dan energi tersebut?
- Bagaimana kita menggabungkan upaya hemat listrik dan bahan bakar menjadi satu rencana aksi terpadu dalam keseharian?
- Tindakan hemat energi apa saja yang paling mudah dan berdampak besar jika kita lakukan setiap hari di rumah maupun di sekolah?
- Bentang alam apa saja yang ada di sekitar lingkungan tempat tinggal dan sekolah kita?
- Bagaimana kondisi bentang alam tersebut dapat menjadi sumber energi alternatif yang bisa kita selidiki?
- Bagaimana kita membuktikan bahwa sinar matahari dan hembusan angin di sekitar sekolah kita memiliki potensi energi yang dapat dimanfaatkan?
- Alat bantu sederhana apa saja yang dapat kita gunakan untuk menyelidiki intensitas cahaya matahari dan kekuatan angin di lingkungan sekitar?
- Bagaimana aliran air dan sisa bahan organik di sekitar kita dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi?
- Faktor apa saja yang menentukan apakah aliran air atau limbah organik di lingkungan kita berpotensi menjadi energi alternatif?
- Bagaimana pemanfaatan sinar matahari dan hembusan angin di sekitar kita dapat mengurangi penggunaan bahan bakar fosil?
- Gagasan apa yang dapat kita buat untuk memanfaatkan energi surya dan angin guna membantu mencegah memburuknya perubahan iklim?
- Mengapa beralih ke sumber energi bersih di lingkungan sekitar kita dapat membantu mengurangi pemanasan global?
- Gagasan pemanfaatan energi bersih apa saja yang paling mungkin diterapkan di lingkungan sekitar kita untuk menekan emisi gas rumah kaca?
- Bagaimana catatan pengamatan penggunaan energi di sekitar kita dapat membantu menentukan tindakan penghematan energi yang tepat?
- Bagaimana rencana penyelidikan potensi sumber daya alam lokal dapat menghasilkan gagasan energi alternatif untuk mitigasi perubahan iklim?
KEGIATAN PEMBELAJARANPertemuan 1 — Mengamati Penggunaan Energi Sehari-hari di Lingkungan Sekolah dan Mencatat Hasil Pengamatan — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.5.1 Mengamati fenomena penggunaan energi di lingkungan sekitar secara sederhana serta mencatat hasil pengamatannya
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, menyapa murid, dan mengajak berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran (3 menit).
- Guru mengecek kehadiran dan kesiapan perlengkapan alat tulis murid (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik: murid mengamati gambar 3 benda di papan tulis (kipas angin menyala, kompor gas di kantin, jam dinding berdetik) dan menyebutkan sumber/bentuk energi yang digunakan pada ketiga benda tersebut (acuan: kipas angin = energi listrik; kompor gas kantin = energi kimia/gas elpiji; jam dinding = energi kimia/baterai) (5 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu melakukan pengamatan langsung fenomena penggunaan energi pada peralatan di lingkungan sekolah dan mencatat hasil pengamatannya ke dalam tabel observasi (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak demonstrasi guru tentang cara mengamati fenomena penggunaan energi pada benda nyata di kelas (lampu menyala dan dispenser), memperhatikan masukan energi dan perubahan yang teramati (cahaya, panas/dingin) (7 menit).
- Murid berpasangan memainkan permainan cepat 'Tebak Sumber Energi': guru membacakan 4 fenomena penggunaan energi di sekolah dan murid menunjukkan kartu pilihan 'Listrik' atau 'Bahan Bakar/Kimia': (1) Bel sekolah berbunyi kencang (acuan: Listrik); (2) Rumput dipotong dengan mesin pemotong rumput berbahan bensin (acuan: Bahan Bakar/Kimia); (3) Komputer ruang guru menyala (acuan: Listrik); (4) Kendaraan dinas sekolah mengantar surat (acuan: Bahan Bakar/Kimia) (8 menit).
- Murid bersama guru mencermati format tabel lembar observasi yang berisi 4 kolom: Lokasi, Nama Benda/Peralatan, Bentuk Energi yang Digunakan, dan Tanda Penggunaan Terlihat/Terdengar (5 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid dibagi ke dalam kelompok kecil (3-4 orang), menerima lembar observasi, dan mendapat penugasan zona pengamatan di sekolah (ruang kelas, koridor/kantin, atau perpustakaan/taman) (5 menit).
- Murid melakukan penjelajahan langsung (safari observasi energi) di zona masing-masing, mengamati fenomena peralatan yang sedang menggunakan energi, serta mencatat hasil pengamatan secara mandiri ke dalam tabel (minimal 4 peralatan dengan rincian nama alat, energi yang dipakai, dan tanda aktivitas energi yang teramati) (25 menit).
- Murid kembali ke ruang kelas, memeriksa kelengkapan data dalam tabel masing-masing bersama anggota kelompok, memastikan pencatatan mencakup 4 kolom yang disyaratkan secara tepat (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Dua kelompok saling menukarkan lembar hasil pengamatan dan saling memeriksa kelengkapan serta kesesuaian data pengamatan benda dan bentuk energi yang dicatat (acuan kecocokan: lampu/proyektor/kipas = energi listrik; kompor gas/motor = energi kimia/bahan bakar fosil; panel kalkulator = energi surya/cahaya) (10 menit).
- Murid merenungkan ketelitian diri selama proses pengamatan lapangan: hal apa yang mudah diamati secara kasat mata dan hal apa yang membutuhkan pengamatan lebih cermat (5 menit).
Penutup:- Guru bersama murid menyimpulkan kembali pengalaman belajar mengenai cara mengamati dan mencatat fenomena penggunaan energi di lingkungan sekolah (5 menit).
- Murid mengerjakan cek pemahaman akhir 3 butir soal singkat mencocokkan benda sekolah dengan energi yang digunakan pada lembar keluar (exit ticket) (5 menit).
- Guru memberikan apresiasi atas ketelitian pengamatan murid dan menyampaikan bahwa data hasil pengamatan ini akan dilanjutkan pada pertemuan berikutnya untuk mengamati pola penggunaan energi fosil secara lebih spesifik, lalu menutup pelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan panduan daftar 5 benda acuan di kelas yang mudah diamati langsung; murid yang mahir diberikan tantangan mengamati peralatan gabungan (peralatan yang memanfaatkan lebih dari satu bentuk energi atau energi baterai dan listrik).
- Proses: Murid yang memerlukan pendampingan didampingi guru atau tutor sebaya dalam menuliskan tanda-tanda energi pada tabel; murid mandiri melakukan pengamatan di zona yang lebih luas secara otonom.
- Produk: Tabel hasil pengamatan murid bimbingan memuat minimal 4 data peralatan; murid mahir mencatat 6 atau lebih data peralatan beserta keterangan kondisi operasionalnya (aktif/standby).
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik mengamati 3 gambar fenomena di papan tulis (kipas angin menyala, kompor gas kantin, jam dinding baterai) untuk menyebutkan bentuk energi yang digunakan (acuan: kipas angin = listrik; kompor gas = kimia/gas elpiji; jam dinding = kimia/baterai). Kriteria pemetaan: murid yang menjawab benar minimal 2 butir langsung masuk tim mandiri; kurang dari 2 butir mendapat scaffolding panduan benda.
Proses:- Pemeriksaan formatif saat murid melakukan safari pengamatan: mengecek apakah murid mencatat minimal 4 peralatan nyata di zona observasi sekolah dengan mengisi 4 kolom (Lokasi, Nama Benda, Energi yang Digunakan, Tanda Penggunaan). Acuan kesesuaian: peralatan listrik (lampu, dispenser, komputer, bel); peralatan bahan bakar/kimia (kompor gas kantin, sepeda motor guru, genset sekolah).
Akhir Pertemuan:- Exit ticket 3 butir memasangkan fenomena penggunaan energi di sekolah dengan bentuk energi yang benar: (1) Komputer lab menyala -> Listrik; (2) Kompor gas di kantin memasak mie -> Kimia/Gas elpiji; (3) Mesin potong rumput merapikan lapangan -> Bahan bakar bensin/solar (acuan kelulusan: minimal 2 dari 3 butir dijawab tepat).
Formatif:- Observasi unjuk kerja pengamatan fenomena penggunaan energi di lingkungan sekolah menggunakan lembar observasi keterlaksanaan kegiatan
- Pemeriksaan tabel hasil pencatatan pengamatan fenomena penggunaan energi di lingkungan sekolah
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengamati fenomena penggunaan energi di lingkungan sekolah | Mengamati fenomena penggunaan energi di lingkungan sekolah secara kurang fokus dan menemukan kurang dari 2 peralatan yang menggunakan energi. | Mengamati fenomena penggunaan energi di lingkungan sekolah dan menemukan 2-3 peralatan yang menggunakan energi dengan panduan guru. | Mengamati fenomena penggunaan energi di lingkungan sekolah dan menemukan minimal 4 peralatan yang menggunakan energi secara mandiri. | Mengamati fenomena penggunaan energi di lingkungan sekolah dan menemukan lebih dari 5 peralatan yang menggunakan energi serta mengenali tanda aktifnya secara teliti dan mandiri. | | Mencatat hasil pengamatan penggunaan energi | Mencatat hasil pengamatan kurang dari 2 peralatan atau data dalam tabel observasi tidak lengkap. | Mencatat hasil pengamatan 2-3 peralatan ke dalam tabel observasi dengan sebagian kolom (lokasi, nama alat, energi) terisi benar. | Mencatat hasil pengamatan minimal 4 peralatan secara tepat ke dalam 4 kolom tabel observasi (lokasi, nama benda, bentuk energi, tanda penggunaan). | Mencatat hasil pengamatan lebih dari 5 peralatan secara lengkap, tepat, rapi, dan terperinci pada seluruh kolom tabel observasi. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu safari pengamatan di luar kelas (30 menit) mencukupi bagi setiap kelompok untuk menemukan dan mencatat fenomena penggunaan energi secara aman dan tertib?
- Bagian mana dari langkah bimbingan pengamatan fenomena energi yang paling efektif membantu murid yang masih kesulitan mengidentifikasi bentuk energi?
Murid:- Peralatan apa di sekolah yang paling mudah kamu amati penggunaan energinya hari ini?
- Apakah kamu dapat mencatat hasil pengamatanmu ke dalam tabel observasi dengan jelas dan rapi?
Pertemuan 2 — Mengamati dan Mencatat Pola Penggunaan Energi Fosil pada Transportasi dan Rumah Tangga — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.5.1 Mengamati fenomena penggunaan energi di lingkungan sekitar secara sederhana serta mencatat hasil pengamatannya
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan mengondisikan kesiapan belajar (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu mengamati fenomena penggunaan energi fosil pada sektor transportasi dan rumah tangga serta mencatat hasil pengamatan ke dalam tabel (4 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat untuk memetakan kesiapan mengamati jenis energi fosil dengan mengajukan pertanyaan diagnostik: 'Manakah dari peralatan berikut yang memanfaatkan energi fosil: (1) sepeda kayuh, (2) sepeda motor bensin, (3) kompor gas elpiji, (4) kompor induksi listrik?' (acuan jawaban tepat: nomor 2 menggunakan bensin dan nomor 3 menggunakan gas elpiji; murid dikategorikan siap jika tepat mengidentifikasi minimal 2 contoh energi fosil tersebut) (8 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran, Bermakna):- Murid mencermati stimulus 4 gambar di Buku Siswa berupa aktivitas penggunaan energi fosil: (1) sepeda motor mengisi BBM bensin, (2) bus kota berbahan bakar solar, (3) kompor dapur berbahan bakar gas elpiji, dan (4) lampu templok berbahan bakar minyak tanah (8 menit).
- Murid secara mandiri mengisi tabel panduan 'Amati-Pikirkan-Ingin Tahu' untuk mengenali wujud fenomena penggunaan bahan bakar fosil (minyak bumi/BBM, gas bumi/elpiji, minyak tanah) pada moda transportasi dan peralatan rumah tangga (12 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Guru memandu permainan interaktif 'Tebak Jejak Fosil Berpasangan': satu murid membacakan 1 dari 4 kartu aktivitas: Kartu A 'Ibu memasak rendang di dapur', Kartu B 'Ayah mengantar adik naik mobil berbahan solar', Kartu C 'Paman mengisi pertalite untuk sepeda motor', Kartu D 'Nenek menyalakan kompor gas untuk merebus air', dan pasangannya menyebutkan jenis energi fosil yang dipakai (acuan: Kartu A = Gas Elpiji, Kartu B = Solar/BBM, Kartu C = Bensin/Pertalite/BBM, Kartu D = Gas Elpiji) (15 menit).
- Murid melakukan pengamatan langsung pada simulasi data penggunaan energi harian: murid mengamati lembar catatan aktivitas transportasi dan peralatan rumah tangga yang disediakan (terdiri dari 6 peristiwa harian: sepeda motor ke pasar, memasak sarapan dengan kompor gas, bus jemputan sekolah, menyalakan kompor minyak tanah, mobil pikap pengangkut barang, menggoreng camilan dengan kompor gas elpiji) (15 menit).
- Murid secara mandiri mencatat hasil pengamatan tersebut ke dalam Tabel Observasi Penggunaan Energi Fosil dengan melengkapi 3 kolom: Nama Aktivitas, Sektor (Transportasi/Rumah Tangga), dan Jenis Energi Fosil yang Digunakan (BBM/Gas Elpiji/Minyak Tanah) (acuan data tepat: (1) Sepeda motor ke pasar -> Transportasi -> BBM/Bensin; (2) Memasak sarapan -> Rumah Tangga -> Gas Elpiji; (3) Bus jemputan -> Transportasi -> BBM/Solar; (4) Menyalakan kompor minyak -> Rumah Tangga -> Minyak Tanah; (5) Mobil pikap -> Transportasi -> BBM/Solar; (6) Menggoreng camilan -> Rumah Tangga -> Gas Elpiji) (12 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali kelengkapan catatan tabel pengamatannya sendiri, menghitung berapa banyak aktivitas transportasi dan rumah tangga yang bergantung pada bahan bakar fosil berdasarkan data yang telah dicatat (10 menit).
- Murid menuliskan satu catatan refleksi pribadi mengenai pengalaman dan ketelitian mereka selama mengamati serta mencatat fenomena penggunaan energi fosil hari ini (8 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan dan umpan balik terhadap ketepatan dan kerapian tabel pengamatan yang telah diselesaikan murid (acuan: tabel memuat 6 data terisi lengkap sesuai sektor dan jenis bahan bakar fosil) (6 menit).
- Guru menyampaikan tindak lanjut untuk pertemuan berikutnya (pengamatan penghematan energi) serta menutup pembelajaran dengan doa dan salam (4 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan format tabel yang sudah dilengkapi petunjuk pilihan jenis bahan bakar (BBM, Gas Elpiji, Minyak Tanah). Murid yang mahir diberikan lembar pengamatan dengan data terbuka 8 aktivitas harian.
- Proses: Murid yang masih bingung mengidentifikasi sektor penggunaan energi dibimbing secara terarah oleh guru dengan pertanyaan penuntun langsung pada lembar kasus.
- Produk: Semua murid menghasilkan tabel catatan pengamatan; murid dengan kecepatan belajar tinggi mencatat secara mandiri hingga 8 aktivitas dengan deskripsi sektor yang lebih rinci.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik klasikal pada kegiatan pendahuluan: Murid diminta menentukan contoh aktivitas yang menggunakan energi fosil dari 4 pilihan: (1) sepeda kayuh, (2) sepeda motor bensin, (3) kompor gas elpiji, (4) kompor induksi listrik (acuan tepat: nomor 2 dan 3 adalah penggunaan energi fosil; murid dikelompokkan siap mengamati jika mampu memilih tepat minimal 2 aktivitas tersebut).
Proses:- Observasi formatif saat murid mengamati dan mencatat data 6 aktivitas penggunaan energi fosil ke dalam tabel observasi (kriteria: ketepatan mengidentifikasi fenomena energi fosil dan kelengkapan pengisian kolom sektor serta jenis bahan bakar fosil sesuai acuan 6 data yang diberikan).
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman di akhir sesi melalui pemeriksaan tabel catatan hasil pengamatan murid: murid mampu mengisi minimal 5 dari 6 butir aktivitas dengan pasangan sektor dan jenis energi fosil yang tepat (acuan: (1) Motor -> Transportasi & BBM; (2) Kompor gas -> Rumah Tangga & Gas Elpiji; (3) Bus -> Transportasi & BBM; (4) Kompor minyak -> Rumah Tangga & Minyak Tanah; (5) Pikap -> Transportasi & BBM; (6) Kompor gas goreng -> Rumah Tangga & Gas Elpiji).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja pengamatan fenomena penggunaan energi fosil
- Pemeriksaan lembar kerja tabel pencatatan hasil pengamatan fenomena penggunaan energi fosil pada sektor transportasi dan rumah tangga
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Mengamati fenomena penggunaan energi fosil | Murid mengamati dan mengidentifikasi kurang dari 3 fenomena penggunaan energi fosil secara tepat dari 6 fenomena yang disediakan. | Murid mengamati dan mengidentifikasi 3 hingga 4 fenomena penggunaan energi fosil secara tepat dari 6 fenomena yang disediakan. | Murid mengamati dan mengidentifikasi 5 fenomena penggunaan energi fosil secara tepat dari 6 fenomena yang disediakan. | Murid mengamati dan mengidentifikasi seluruh (6) fenomena penggunaan energi fosil secara tepat dan mandiri dari 6 fenomena yang disediakan. | | Mencatat hasil pengamatan penggunaan energi fosil | Murid mencatat hasil pengamatan ke dalam tabel dengan kelengkapan data kurang dari 3 aktivitas secara tepat sesuai acuan. | Murid mencatat hasil pengamatan ke dalam tabel dengan kelengkapan data 3 hingga 4 aktivitas secara tepat sesuai acuan. | Murid mencatat hasil pengamatan ke dalam tabel dengan kelengkapan data 5 aktivitas secara tepat sesuai acuan. | Murid mencatat hasil pengamatan ke dalam tabel secara lengkap, rapi, dan tepat untuk seluruh (6) aktivitas secara mandiri sesuai acuan. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah langkah pengamatan dan simulasi data membantu murid memahami ragam energi fosil di sektor transportasi dan rumah tangga?
- Bagian mana dari kegiatan pencatatan tabel pengamatan yang paling membutuhkan pendampingan bagi murid?
Murid:- Apa saja penggunaan energi fosil yang paling sering kamu amati dalam kehidupan sehari-hari setelah pembelajaran ini?
- Apakah kamu dapat mencatat hasil pengamatan penggunaan energi fosil ke dalam tabel secara runtut dan teliti?
Pertemuan 3 — Menghasilkan Upaya Penghematan Energi Listrik di Lingkungan Rumah — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.5.2 Menghasilkan upaya penghematan energi di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan fokus kegiatan yaitu menghasilkan upaya penghematan energi listrik di rumah (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan cepat tentang identifikasi pemborosan listrik di rumah: (1) Menyalakan lampu kamar tidur di siang hari yang terang, (2) Membiarkan pintu kulkas terbuka lama, (3) Mencabut steker pengisi daya ponsel setelah selesai dipakai. Murid diminta mengangkat kartu 'Boros' atau 'Hemat' (acuan jawaban benar: 1 = Boros, 2 = Boros, 3 = Hemat) (7 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran, yaitu setiap murid mampu menghasilkan daftar rencana tindakan nyata penghematan energi listrik di lingkungan rumah (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Berkesadaran):- Murid mencermati ilustrasi diagram rumah tinggal yang menampilkan 4 ruang utama (kamar tidur, ruang keluarga, dapur, dan teras) yang mengalami pemborosan listrik (lampu menyala tanpa orang, TV menyala ditinggal tidur, kipas angin menyala di ruangan kosong, dispenser pemanas terus menyala tanpa dipakai) (10 menit).
- Murid mendiskusikan bersama guru alasan pentingnya menghentikan kebiasaan boros listrik dan menghubungkannya dengan prinsip penghematan energi listrik di rumah tangga secara kontekstual (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid mengikuti permainan berpasangan 'Tantangan Detektif Hemat Energi': setiap pasangan menerima 4 kartu kasus pemborosan di rumah: (A) Televisi menyala sepanjang malam saat penghuni tidur, (B) Pengisi daya HP tetap tertancap di stopkontak semalaman setelah baterai penuh, (C) Lampu teras tetap menyala dari pagi hingga sore hari, (D) Penyejuk ruangan (AC) disetel suhu paling dingin (16°C) dengan pintu kamar terbuka. Pasangan berlomba adu cepat merumuskan 1 tindakan hemat yang tepat untuk setiap kartu (acuan tindakan: A = mematikan tombol daya/mencabut steker TV sebelum tidur; B = mencabut steker pengisi daya segera setelah penuh; C = mematikan lampu teras saat matahari terbit di pagi hari; D = mengatur suhu AC pada 24-25°C dan memastikan pintu/jendela kamar tertutup rapat) (15 menit).
- Secara mandiri, murid menghasilkan lembar 'Rencana Aksi Hemat Listrik Rumahku' yang memuat minimal 4 tindakan penghematan energi listrik konkret untuk diterapkan di rumahnya, mencakup peralatan yang disasar, tindakan penghematan spesifik, dan waktu pelaksanaannya (30 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid meninjau ulang lembar rencana aksi yang telah dibuatnya menggunakan daftar periksa mandiri (apakah tindakan realistis dilakukan sendiri di rumah, apakah tindakan langsung memotong pemborosan listrik) (10 menit).
- Guru memberikan penguatan dan umpan balik langsung terhadap kelayakan tindakan penghematan energi listrik yang dihasilkan murid (5 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan poin-poin utama upaya penghematan energi listrik yang dapat diterapkan di rumah sehari-hari (5 menit).
- Guru memberikan tindak lanjut agar murid membawa pulang lembar rencana aksi tersebut untuk mulai dipraktikkan di rumah dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kartu panduan bergambar peralatan elektronik rumah tangga beserta contoh tindakan hemat; murid yang cepat diberikan lembar perencanaan yang mencakup analisis perkiraan waktu pengurangan jam pemakaian alat.
- Proses: Murid yang masih kesulitan dipandu secara individual atau berpasangan terbimbing saat merumuskan tindakan; murid yang mandiri langsung menuliskan rencana aksi secara lengkap.
- Produk: Murid dapat menyusun rencana aksi penghematan energi listrik dalam bentuk tabel terstruktur, daftar periksa harian, atau peta pikiran tindakan hemat.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tes diagnostik lisan cepat dengan kartu respons mengenai 3 situasi penggunaan listrik di rumah: (1) Menyalakan lampu kamar tidur di siang hari yang terang, (2) Membiarkan pintu kulkas terbuka lama, (3) Mencabut steker pengisi daya ponsel setelah selesai dipakai. Kriteria penerimaan: Murid mengklasifikasikan situasi dengan acuan jawaban: 1 = Boros, 2 = Boros, 3 = Hemat.
Proses:- Observasi ketepatan pemecahan masalah pada permainan kartu 'Tantangan Detektif Hemat Energi' untuk 4 kasus pemborosan listrik (TV, pengisi daya HP, lampu teras, AC) dengan acuan tindakan penghematan yang relevan.
- Pemeriksaan lembar produk 'Rencana Aksi Hemat Listrik Rumahku' mencakup kelengkapan minimal 4 tindakan penghematan energi listrik yang realistis dan spesifik untuk lingkungan rumah.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid menuliskan 1 tindakan penghematan energi listrik utama yang akan langsung dilakukannya malam ini di rumah beserta alasannya (kriteria penerimaan: tindakan berupa perilaku mematikan/mengurangi durasi alat listrik yang tidak diperlukan, misalnya mematikan lampu saat tidur atau mencabut kabel colokan TV).
Formatif:- Penilaian kinerja perumusan tindakan penghematan energi listrik pada lembar rencana aksi mandiri.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menghasilkan Upaya Penghematan Energi Listrik di Rumah | Menghasilkan kurang dari 2 upaya penghematan energi listrik di rumah, atau tindakan yang dituliskan belum relevan dengan penghematan listrik. | Menghasilkan 2 sampai 3 upaya penghematan energi listrik di rumah yang relevan, namun rumusannya masih bersifat umum/belum spesifik. | Menghasilkan 4 upaya penghematan energi listrik di rumah secara tepat, spesifik menyasar peralatan listrik tertentu, dan realistis dilakukan secara mandiri. | Menghasilkan lebih dari 4 upaya penghematan energi listrik di rumah secara tepat, terperinci dengan waktu pelaksanaan yang konsisten, dan realistis dilakukan secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah aktivitas permainan kartu kasus berhasil mengarahkan murid untuk menghasilkan ide tindakan penghematan energi listrik yang konkret?
- Bagian mana dari perumusan rencana aksi yang masih memerlukan bimbingan tambahan bagi murid?
Murid:- Apakah tindakan penghematan energi listrik yang saya rancang mudah untuk saya terapkan sendiri di rumah mulai hari ini?
- Kebiasaan boros listrik apa di rumah yang paling menantang untuk saya ubah?
Pertemuan 4 — Menghasilkan Upaya Penghematan Bahan Bakar dan Energi di Lingkungan Sekolah — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.5.2 Menghasilkan upaya penghematan energi di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran murid, dan menyampaikan ruang lingkup kegiatan hari ini yaitu menghasilkan upaya penghematan bahan bakar dan energi di lingkungan sekolah (5 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat untuk memetakan pemahaman murid mengenai tindakan penghematan bahan bakar dan energi sekolah melalui 2 pertanyaan lisan: (1) Sebutkan 1 contoh pemborosan bahan bakar saat berangkat atau pulang sekolah! (acuan jawaban: diantar-jemput sendirian menggunakan mobil/motor padahal jarak dekat, membiarkan mesin menyala lama saat menunggu); (2) Sebutkan 1 contoh pemborosan energi di dalam kelas! (acuan jawaban: menyalakan kipas/lampu saat ruangan kosong/terang) (10 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak ulasan guru tentang 3 area utama penggunaan energi di sekolah: (1) transportasi warga sekolah yang memakai BBM, (2) penggunaan listrik untuk penerangan dan pendingin ruangan di kelas, serta (3) penggunaan air dan pompa listrik di toilet/taman (10 menit).
- Murid secara berpasangan memainkan kuis cepat 'Hemat vs Boros': guru membacakan 4 pernyataan perilaku energi di sekolah, murid mengangkat kartu 'Hemat' atau 'Boros' disertai alasannya: (1) Diantar motor sendiri walau rumah 100 meter dari gerbang (acuan: Boros bahan bakar); (2) Membuka tirai jendela agar cahaya matahari masuk dan mematikan lampu siang hari (acuan: Hemat listrik); (3) Berjalan kaki atau bersepeda bersama teman ke sekolah (acuan: Hemat bahan bakar); (4) Menyalakan AC/kipas angin di ruang kelas saat jam istirahat di lapangan (acuan: Boros listrik) (10 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid duduk dalam kelompok kerja (4-5 orang) untuk menganalisis lembar skenario penggunaan energi di sekolah yang memuat 2 masalah utama: (1) Antrean kendaraan bermotor orang tua yang menyala di gerbang sekolah dan banyaknya murid diantar kendaraan pribadi jarak dekat; (2) Lampu dan kipas angin kelas sering menyala tanpa penghuni serta komputer laboratorium tetap tersambung saat tidak dipakai (15 menit).
- Setiap kelompok merumuskan dan menghasilkan daftar upaya penghematan energi konkret untuk sekolah, yang mencakup minimal 2 upaya penghematan bahan bakar transportasi sekolah (acuan: program jalan kaki/bersepeda bersama, kampanye mematikan mesin kendaraan saat menunggu jemputan, atau carpooling/berbagi tumpangan) dan 2 upaya penghematan energi listrik sekolah (acuan: penunjukan piket patroli hemat energi kelas untuk mematikan kipas/lampu sebelum keluar, pemanfaatan ventilasi alami, atau mencabut colokan listrik laboratorium) (20 menit).
- Murid menuliskan rancangan 4 upaya penghematan energi sekolah tersebut ke dalam Lembar Rencana Aksi Hemat Energi Sekolah yang mencakup nama aksi, sasaran lokasi di sekolah, dan tindakan penghematan yang dilakukan (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Perwakilan kelompok menempelkan lembar hasil upaya penghematan energi di papan pajang kelas; kelompok lain saling membaca dan mencocokkan kelayakan tindakan penghematan bahan bakar dan energi yang dirumuskan teman (10 menit).
Penutup:- Guru memberikan cek pemahaman akhir dengan meminta murid menuliskan 1 tindakan penghematan bahan bakar dan 1 tindakan penghematan energi sekolah yang paling siap dilakukan mulai besok (acuan kriteria: menyebutkan tindakan realistis di lingkup sekolah, misalnya berjalan kaki ke sekolah dan mematikan saklar kipas saat pulang) (5 menit).
- Guru bersama murid menyimpulkan pembelajaran hari ini bahwa penghematan bahan bakar dan energi di sekolah dapat terwujud melalui kebiasaan sederhana sehari-hari, lalu menutup pertemuan dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Untuk murid yang membutuhkan bimbingan, disediakan kartu panduan bergambar berisi contoh pemborosan dan pilihan solusi aksi di sekolah. Untuk murid mahir, disediakan lembar studi kasus yang mencakup data perkiraan jarak tempuh kendaraan penjemput sekolah.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan dibimbing menyusun 1 upaya bahan bakar dan 1 upaya listrik terlebih dahulu dengan format kalimat terstruktur. Murid yang mahir menghasilkan upaya mandiri yang menyertakan pembagian peran piket energi di kelas.
- Produk: Murid dapat menyajikan daftar upaya penghematan dalam bentuk tabel rencana aksi sederhana atau daftar poin tindakan terperinci.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik kesiapan mengenai contoh tindakan boros vs hemat bahan bakar transportasi dan listrik sekolah (Pertanyaan 1: Sebutkan 1 contoh pemborosan bahan bakar saat antar-jemput sekolah; acuan jawaban: diantar-jemput sendiri dengan motor/mobil padahal jarak dekat atau membiarkan mesin motor hidup lama saat menunggu. Pertanyaan 2: Sebutkan 1 contoh pemborosan energi listrik di sekolah; acuan jawaban: membiarkan lampu/kipas angin menyala di ruang kelas kosong).
Proses:- Pemeriksaan Lembar Rencana Aksi Hemat Energi Sekolah kelompok dengan kriteria ketepatan: menghasilkan minimal 2 upaya penghematan bahan bakar sekolah yang logis dan minimal 2 upaya penghematan energi listrik sekolah yang dapat diterapkan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman tertulis singkat individu: menuliskan 1 upaya penghematan bahan bakar transportasi sekolah dan 1 upaya penghematan energi listrik di lingkungan sekolah (kriteria ketercapaian: kedua upaya logis, relevan dengan konteks sekolah, dan berbentuk tindakan nyata).
Formatif:- Penilaian kinerja perumusan daftar upaya penghematan bahan bakar dan energi sekolah pada lembar kerja kelompok
- Observasi partisipasi dan penalaran kritis saat kuis cepat 'Hemat vs Boros'
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menghasilkan Upaya Penghematan Bahan Bakar di Lingkungan Sekolah | Belum mampu menghasilkan upaya penghematan bahan bakar transportasi di lingkungan sekolah secara tepat. | Mampu menghasilkan 1 upaya penghematan bahan bakar transportasi di lingkungan sekolah secara tepat dengan bimbingan guru. | Mampu menghasilkan 2 upaya penghematan bahan bakar transportasi di lingkungan sekolah secara tepat dan realistis secara mandiri (acuan: carpooling, jalan kaki/bersepeda, mematikan mesin kendaraan saat menunggu). | Mampu menghasilkan 3 atau lebih upaya penghematan bahan bakar transportasi di lingkungan sekolah secara tepat, realistis, dan terperinci sasarannya secara mandiri. | | Menghasilkan Upaya Penghematan Energi Listrik di Lingkungan Sekolah | Belum mampu menghasilkan upaya penghematan energi listrik di lingkungan sekolah secara tepat. | Mampu menghasilkan 1 upaya penghematan energi listrik di lingkungan sekolah secara tepat dengan bimbingan guru. | Mampu menghasilkan 2 upaya penghematan energi listrik di lingkungan sekolah secara tepat dan dapat diterapkan (acuan: mematikan saklar kipas/lampu saat ruang kosong, memanfaatkan penerangan dan ventilasi alami, mencabut colokan peralatan listrik yang tidak dipakai). | Mampu menghasilkan 3 atau lebih upaya penghematan energi listrik di lingkungan sekolah secara tepat, terperinci, dan mencakup jadwal/peran aksi secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah langkah pembelajaran berhasil memfasilitasi setiap kelompok merumuskan upaya penghematan bahan bakar dan energi yang aplikatif di sekolah?
- Bagaimana keterlibatan murid dalam mengevaluasi kebiasaan penggunaan energi di lingkungan sekolah mereka sendiri?
Murid:- Upaya penghematan energi apa di sekolah yang paling mudah dan paling menantang untuk saya lakukan mulai besok?
- Mengapa penting bagi warga sekolah untuk mengurangi pemborosan bahan bakar kendaraan saat pergi dan pulang sekolah?
Pertemuan 5 — Menghasilkan Daftar Tindakan Penghematan Energi Terpadu dalam Kehidupan Sehari-hari — 3 JP (3 x 35 menit = 105 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.5.2 Menghasilkan upaya penghematan energi di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan memfasilitasi doa bersama (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menyusun daftar terpadu tindakan penghematan energi (listrik dan bahan bakar/energi lain) dalam kehidupan sehari-hari (4 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik melalui kuis lisan cepat tentang tindakan penghematan energi untuk 3 skenario harian (8 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak ulasan guru mengenai pengelompokan tindakan penghematan energi ke dalam tiga ranah aktivitas harian: ranah rumah, ranah sekolah, dan ranah perjalanan/transportasi (10 menit).
- Dalam kelompok beranggotakan 4 murid, murid memainkan permainan tantangan cepat 'Pilah Kartu Tindakan Energi' menggunakan 6 kartu pernyataan untuk mengelompokkan tindakan hemat energi ke ranah yang tepat secara menggembirakan (15 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):- Setiap kelompok menyusun Lembar Kerja Tindakan Terpadu yang menghasilkan minimal 6 rumusan tindakan penghematan energi konkret (2 tindakan ranah rumah, 2 tindakan ranah sekolah, dan 2 tindakan ranah transportasi) (30 menit).
- Kelompok saling menukarkan draf daftar tindakan terpadu untuk memeriksa kelayakan dan kepraktisan tindakan yang dirumuskan menggunakan panduan cek kesesuaian (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid secara individu memilih 3 tindakan dari daftar terpadu yang telah dihasilkan kelompok untuk dijadikan komitmen pribadi harian 'Aksi Hemat Energiku' (10 menit).
Penutup:- Murid bersama guru menyimpulkan pentingnya keterpaduan upaya hemat energi listrik dan bahan bakar dalam rutinitas sehari-hari (5 menit).
- Guru memberikan umpan balik atas daftar tindakan yang telah dihasilkan dan menutup pembelajaran dengan doa serta salam (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan daftar kata kerja operasional hemat energi (misalnya: mematikan, mencabut, berjalan kaki, mengurangi), sedangkan murid mahir langsung merumuskan tindakan mandiri.
- Proses: Kelompok yang membutuhkan pendampingan dipandu bertahap per ranah (rumah, sekolah, transportasi), sedangkan kelompok mahir mandiri menyusun variasi tindakan.
- Produk: Murid bebas menyajikan daftar tindakan terpadu dalam format tabel berkolom terstruktur atau bagan infografis sederhana berisi rincian tindakan.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Diagnostik lisan memetakan kesiapan murid menghasilkan upaya hemat energi pada 3 skenario: (1) Skenario rumah: 'Lampu kamar mandi menyala saat siang hari tanpa orang' (Acuan jawaban benar: mematikan lampu kamar mandi/memanfaatkan cahaya matahari); (2) Skenario sekolah: 'Kipas angin kelas tetap berputar saat jam istirahat di luar' (Acuan jawaban benar: mematikan kipas angin sebelum keluar kelas); (3) Skenario transportasi: 'Pergi ke warung berjarak 100 meter menggunakan sepeda motor' (Acuan jawaban benar: berjalan kaki atau bersepeda gowes).
Proses:- Pengamatan keterlibatan dan ketepatan saat permainan 'Pilah Kartu Tindakan Energi' dengan 6 kartu: (1) 'Mematikan televisi saat tidak ditonton' -> Ranah Rumah; (2) 'Mencabut steker dispenser air saat libur sekolah' -> Ranah Sekolah; (3) 'Berjalan kaki bersama teman saat menuju sekolah yang dekat' -> Ranah Transportasi; (4) 'Mengatur suhu AC ruang kelas pada 24-25 derajat Celcius' -> Ranah Sekolah; (5) 'Memanfaatkan cahaya matahari jendela untuk menerangi ruang belajar siang hari' -> Ranah Rumah; (6) 'Menggunakan angkutan umum atau carpooling saat bepergian jauh' -> Ranah Transportasi (Acuan ketepatan: tepat memasangkan keenam kartu sesuai ranah pasangannya).
- Pemeriksaan draf produk Lembar Kerja Daftar Tindakan Penghematan Energi Terpadu yang memuat minimal 6 tindakan terpadu (2 rumah, 2 sekolah, 2 transportasi) dengan kriteria tindakan jelas dan realistis.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman individu melalui kartu komitmen 3 tindakan terpadu: murid menuliskan 1 tindakan rumah, 1 tindakan sekolah, dan 1 tindakan transportasi (Kriteria penerimaan: ketiga tindakan berwujud tindakan operasional penghematan energi listrik/bahan bakar yang dapat diterapkan langsung dalam kehidupan sehari-hari murid).
Formatif:- Penilaian unjuk kerja pengelompokan kartu tindakan pada tahap Memahami
- Penilaian produk daftar tindakan penghematan energi terpadu menggunakan rubrik ketercapaian
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Penghasilan Upaya Penghematan Energi Terpadu | Menghasilkan kurang dari 3 tindakan penghematan energi, atau tindakan yang dituliskan belum terpadu mencakup ketiga ranah (rumah, sekolah, transportasi). | Menghasilkan 3-4 tindakan penghematan energi yang mencakup sebagian ranah kehidupan sehari-hari dengan rumusan tindakan yang cukup realistis. | Menghasilkan 5-6 tindakan penghematan energi terpadu yang mencakup ranah rumah, sekolah, dan transportasi (minimal 1-2 tindakan per ranah) secara jelas dan realistis. | Menghasilkan lebih dari 6 tindakan penghematan energi terpadu yang mencakup ranah rumah, sekolah, dan transportasi (minimal 2 tindakan per ranah) secara sangat rinci, jelas, dan realistis diterapkan sehari-hari. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid mampu mengaitkan tindakan hemat energi di rumah, sekolah, dan perjalanan menjadi satu kebiasaan terpadu?
- Bagian mana dari aktivitas kelompok yang paling efektif membantu murid merumuskan tindakan hemat energi yang realistis?
Murid:- Tindakan hemat energi apa yang paling mudah untuk langsung kamu terapkan mulai hari ini di rumah?
- Tindakan hemat energi apa di sekolah yang menurutmu paling membutuhkan kerja sama dengan teman-teman?
Pertemuan 6 — Merencanakan Penyelidikan Potensi Energi Alternatif Berdasarkan Bentang Alam Lingkungan Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.5.3 Merencanakan dan melakukan penyelidikan mengenai potensi sumber energi alternatif dari sumber daya di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, mengajak berdoa bersama, dan mengecek kehadiran murid (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu merencanakan penyelidikan mengenai potensi sumber energi alternatif berdasarkan bentang alam sekitar (2 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat: murid menjawab pertanyaan lisan guru tentang bentang alam dan potensi energinya (5 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak paparan guru mengenai hubungan bentang alam (seperti aliran sungai, perbukitan/lapangan berangin kencang, atap terbuka berlimpah sinar matahari) dengan potensi energi alternatif yang menyertainya (10 menit).
- Murid memainkan kuis cepat 'Pasangkan Bentang Alam dan Energinya' menggunakan 3 kartu kasus bentang alam: (1) 'Sungai mengalir deras di dekat lereng' dipasangkan dengan 'Potensi energi air'; (2) 'Punggung bukit lapang tanpa penghalang pohon tinggi' dipasangkan dengan 'Potensi energi angin'; (3) 'Kawasan dataran rendah terbuka terik tanpa naungan' dipasangkan dengan 'Potensi energi surya' (acuan: pasangan tepat 1-air, 2-angin, 3-surya) (5 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid berkumpul dalam kelompok kecil (3-4 orang) untuk menyusun rancangan/rencana penyelidikan potensi energi alternatif di lingkungan sekitar pada format rencana penyelidikan (15 menit).
- Setiap kelompok melengkapi rancangan penyelidikan yang memuat 4 komponen: (1) Bentang alam target yang diselidiki di lingkungan sekitar, (2) Jenis potensi energi alternatif yang diduga ada, (3) Alat/bahan pengamatan sederhana yang diperlukan (misal: anemometer sederhana/kertas pita, wadah penampung air/kincir kertas, pengukur suhu/termometer), dan (4) Langkah kerja pengamatan bertahap (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Perwakilan kelompok saling bertukar draf rencana penyelidikan dengan kelompok lain untuk memeriksa apakah langkah-langkah kerja penyelidikan sudah urut dan alat yang dipilih realistis untuk digunakan pada pertemuan berikutnya (5 menit).
- Murid merapikan draf rencana penyelidikan masing-masing berdasarkan masukan teknis keterlaksanaan penyelidikan (5 menit).
Penutup:- Guru dan murid menyimpulkan komponen penting dalam merencanakan penyelidikan ilmiah terkait potensi energi bentang alam sekitar (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik menyeluruh terhadap rencana penyelidikan yang sudah dirancang tiap kelompok sebagai persiapan pelaksanaan penyelidikan pada pertemuan selanjutnya, lalu menutup sesi dengan doa (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Kelompok yang membutuhkan panduan diberikan lembar rancangan berformat perancah (scaffolding) dengan opsi bentang alam terdekat (misal: halaman sekolah terbuka/lapangan); kelompok mahir dapat memilih lebih dari satu bentang alam di area sekitar lingkungan.
- Proses: Guru membimbing kelompok yang kesulitan menentukan urutan langkah kerja operasional penyelidikan.
- Produk: Rencana penyelidikan disajikan dalam tabel perencanaan tertulis berstruktur 4 komponen.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab lisan diagnostik: 'Sebutkan 1 bentang alam di sekitar kita beserta potensi energi terbarukan yang bisa dihasilkan!' (acuan: sungai/parit deras -> energi air; lapangan/atap terbuka -> energi surya/matahari; dataran berangin/puncak bukit -> energi angin).
Proses:- Observasi formatif saat kelompok merumuskan rencana penyelidikan: memantau ketepatan menghubungkan bentang alam sekitar dengan jenis energi alternatif serta keruntutan langkah kerja penyelidikan yang dirancang.
Akhir Pertemuan:- Pemeriksaan produk draf rencana penyelidikan kelompok yang memuat 4 komponen lengkap: (1) Bentang alam target, (2) Jenis energi alternatif yang diselidiki, (3) Alat bantu sederhana, dan (4) Langkah kerja pengamatan berurutan.
Formatif:- Penilaian kinerja perancangan: Lembar ceklis rencana penyelidikan potensi energi alternatif (menilai kelengkapan bentang alam, jenis energi alternatif, alat bantu, dan langkah kerja operasional).
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Perencanaan Penyelidikan Potensi Energi Alternatif | Rancangan hanya memuat kurang dari 2 komponen rencana (belum memuat bentang alam yang relevan atau langkah kerja penyelidikan). | Rancangan memuat 2 komponen rencana dengan tepat, namun hubungan bentang alam dengan potensi energi alternatif atau alat pengamatan belum selaras. | Rancangan memuat 3-4 komponen rencana secara tepat (bentang alam sekitar, potensi energi alternatif, alat pengamatan, dan langkah kerja penyelidikan runtut). | Rancangan memuat 4 komponen rencana secara tepat, operasional, dan langkah kerja penyelidikan dirinci secara sistematis serta mandiri tanpa bantuan guru. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah murid dapat mengidentifikasi bentang alam di sekitar mereka secara realistis untuk dijadikan target penyelidikan?
- Apakah alur langkah kerja yang dirancang murid sudah cukup operasional untuk dipraktikkan pada pertemuan berikutnya?
Murid:- Bagian mana dari rencana penyelidikan yang paling mudah dan paling sulit kami susun?
- Apakah alat dan langkah penyelidikan yang kami rencanakan dapat benar-benar kami jalankan nanti?
Pertemuan 7 — Melakukan Penyelidikan Potensi Sumber Energi Surya dan Angin di Lingkungan Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.5.3 Merencanakan dan melakukan penyelidikan mengenai potensi sumber energi alternatif dari sumber daya di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan fokus kegiatan pertemuan 7 yaitu melakukan penyelidikan potensi energi surya dan angin di lingkungan sekolah (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan mengajukan 2 pertanyaan pemeriksaan kesiapan penyelidikan: (1) 'Apa indikator sederhana di luar ruangan yang menunjukkan adanya potensi energi surya?' (acuan: suhu permukaan benda meningkat/panas saat terkena terik matahari atau terang cahaya); (2) 'Apa indikator sederhana yang menunjukkan adanya potensi energi angin?' (acuan: pita/kertas bergerak tertiup angin atau putaran kincir kertas) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid dalam kelompok kecil (4-5 orang) mencermati panduan Lembar Penyelidikan Potensi Energi Surya dan Angin yang mencakup langkah operasional pengukuran: mengamati intensitas panas matahari pada 2 piring kertas (satu diletakkan di bawah terik matahari langsung dan satu di tempat teduh selama 10 menit) serta mengamati hembusan angin menggunakan indikator pita kertas/anemometer sederhana pada 2 titik lokasi sekolah (lapangan terbuka dan koridor kelas) (10 menit).
Mengaplikasi (Menggembirakan, Bermakna):- Murid bersama kelompok menuju area luar kelas untuk melaksanakan penyelidikan lapangan secara kolaboratif sesuai panduan: mengukur efek paparan surya (meraba kenaikan suhu pada permukaan piring kertas terik vs teduh) dan mengamati frekuensi kibasan pita angin pada 2 titik lokasi yang ditentukan (15 menit).
- Murid melakukan mini-game tantangan observasi gembira 'Detektif Surya & Angin': setiap kelompok berlomba secara seru dan sportif menemukan titik dengan paparan sinar surya paling optimal dan tiupan angin paling stabil di halaman sekolah lalu menancapkan penanda bendera regu (10 menit).
- Murid kembali ke kelas dan mencatat seluruh data hasil penyelidikan ke dalam tabel Lembar Penyelidikan Potensi Energi: (1) Kondisi paparan surya (suhu/efek panas di terik vs teduh), (2) Gerakan indikator angin (kibasan pita lambat/sedang/cepat di lapangan vs koridor), serta (3) Menentukan simpulan ada/tidaknya potensi energi surya dan angin di lokasi tersebut (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid bersama guru merefleksikan proses penyelidikan yang telah dilakukan: mengevaluasi kendala saat observasi lapangan (misal perubahan tutupan awan atau arah angin mendadak) serta memastikan seluruh data pengamatan telah tercatat lengkap dan objektif pada lembar kerja (10 menit).
Penutup:- Murid dan guru menyimpulkan bersama hasil penyelidikan bahwa lingkungan sekolah memiliki potensi energi alternatif surya dan angin yang terbukti dari hasil observasi lapangan (3 menit).
- Guru memberikan umpan balik terhadap ketelitian pencatatan data kelompok, mengumpulkan Lembar Penyelidikan, dan menginformasikan bahwa pada pertemuan berikutnya (Pertemuan 8) penyelidikan akan dilanjutkan untuk potensi energi air dan biomassa (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar panduan penyelidikan dengan piktogram visual langkah kerja bagi kelompok yang membutuhkan dukungan pemahaman prosedur.
- Proses: Bagi kelompok yang membutuhkan bimbingan, guru mendampingi secara berkala saat pengujian pita angin; bagi kelompok yang mandiri dan cepat, diarahkan menambah titik pengamatan ketiga di area sekitar kantin/kebun sekolah.
- Produk: Format pencatatan data pada lembar penyelidikan dapat berupa isian tabel terstruktur bercentang atau deskripsi rincian kalimat observasi sesuai kesiapan kelompok.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan di awal sesi untuk menguji kesiapan konsep penyelidikan: (1) Sebutkan indikator bahwa lingkungan sekolah memiliki potensi energi surya! (Acuan: benda terasa panas/suhu naik saat terkena terik matahari langsung); (2) Sebutkan indikator bahwa lingkungan sekolah memiliki potensi energi angin! (Acuan: pita kertas/daun bergerak atau berkibar tertiup aliran udara).
Proses:- Penilaian formatif saat kegiatan inti berlangsung menggunakan lembar observasi keterlaksanaan langkah kerja: (1) Kepatuhan kelompok meletakkan objek uji di 2 lokasi berbeda (terik vs teduh), (2) Ketepatan menguji tiupan angin dengan pita/anemometer sederhana di 2 titik observasi, (3) Kelengkapan pengisian tabel data penyelidikan.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir sesi melalui pemeriksaan 2 butir simpulan penyelidikan pada lembar kerja kelompok: (1) Membandingkan kondisi panas antara lokasi terik dan teduh (Acuan: piring di area terik terasa lebih hangat/panas dibandingkan area teduh); (2) Membandingkan kekuatan angin antara lapangan terbuka dan koridor (Acuan: kibasan pita di lapangan terbuka lebih kuat/sering dibandingkan koridor tertutup).
Formatif:- Observasi unjuk kerja saat murid melakukan langkah penyelidikan paparan surya dan hembusan angin di lapangan
- Pemeriksaan kelengkapan dan kesesuaian data pada Lembar Penyelidikan Potensi Energi Surya dan Angin
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Melakukan Penyelidikan Potensi Energi Surya dan Angin | Belum mampu menjalankan langkah penyelidikan uji paparan surya dan hembusan angin di lapangan meski telah dibimbing. | Mampu menjalankan sebagian langkah penyelidikan uji paparan surya atau hembusan angin dengan bimbingan langsung guru. | Mampu menjalankan seluruh langkah penyelidikan uji paparan surya dan hembusan angin di 2 lokasi pengamatan secara runtut dan mandiri. | Mampu menjalankan seluruh langkah penyelidikan uji paparan surya dan hembusan angin secara mandiri, cermat, serta mampu menambahkan titik pengamatan tambahan secara konsisten. | | Mencatat Data Hasil Penyelidikan Potensi Energi | Belum mencatat data hasil penyelidikan uji surya dan angin ke dalam tabel lembar kerja. | Mencatat data hasil penyelidikan tetapi hanya memuat 1 sumber energi (surya saja atau angin saja) dan belum lengkap. | Mencatat seluruh data hasil penyelidikan potensi energi surya dan angin pada tabel secara lengkap sesuai hasil pengamatan nyata. | Mencatat seluruh data hasil penyelidikan potensi energi surya dan angin secara lengkap, rapi, tepat, dan disertai rincian kondisi lingkungan pengamatan secara menyeluruh. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 15 menit untuk penyelidikan di luar kelas cukup efektif dan terkendali?
- Bagaimana keterlibatan setiap murid dalam kelompok saat memegang alat uji dan mencatat data penyelidikan?
Murid:- Bagian mana dari penyelidikan matahari dan angin hari ini yang paling seru dan menantang?
- Apakah kamu menemukan bukti nyata bahwa di sekitar sekolah kita terdapat potensi energi surya dan angin?
Pertemuan 8 — Melakukan Penyelidikan Potensi Sumber Energi Air dan Biomassa di Lingkungan Sekitar — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.5.3 Merencanakan dan melakukan penyelidikan mengenai potensi sumber energi alternatif dari sumber daya di lingkungan sekitar
Pendahuluan:- Guru membuka pelajaran dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan fokus kegiatan yaitu melakukan penyelidikan potensi sumber energi air dan biomassa (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal singkat: meminta murid menuliskan 1 contoh sumber daya air dan 1 contoh sumber biomassa dari lingkungan sekitar pada kertas kecil (acuan air: aliran sungai, parit deras, air terjun, saluran irigasi; acuan biomassa: kotoran ternak, sekam padi, ampas tebu, sampah daun kering, sisa sayuran) (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid dalam kelompok mengamati 2 lembar data profil lingkungan yang dibagikan guru: Profil A (aliran sungai/saluran irigasi desa dengan debit air dan ketinggian jatuh air) dan Profil B (area perkebunan dan peternakan dengan limbah kotoran sapi dan serasah dedaunan) untuk mengidentifikasi variabel penyelidikan potensi energi (keberadaan aliran/debit air untuk energi air, serta ketersediaan volume limbah organik untuk biomassa) (10 menit).
- Kelompok memainkan tantangan kilat 'Tebak Sumber Energi': mencocokkan secara cepat 4 kartu potensi lokal dengan jenis energi yang tepat (Kartu 1: Saluran irigasi bertingkat -> Energi Air; Kartu 2: Tumpukan kotoran sapi peternakan -> Biomassa/Biogas; Kartu 3: Parit dengan aliran deras saat hujan -> Energi Air; Kartu 4: Serbuk gergaji dan ampas tahu -> Biomassa) (8 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid secara berkelompok melakukan penyelidikan lapangan terbatas di lingkungan sekolah atau menggunakan stasiun data lingkungan yang disediakan guru, memeriksa 2 objek penyelidikan: (1) Sumber Air (kondisi aliran selokan/pipa penampungan air hujan, debit aliran tampak, kontinuitas aliran) dan (2) Sumber Biomassa (ketersediaan sampah organik dedaunan/sisa kantin dan potensi pembusukannya) (17 menit).
- Murid mencatat data hasil penyelidikan pada Lembar Penyelidikan Potensi Energi: mengisi tabel parameter sumber daya (nama sumber daya, wujud/kondisi aliran atau bahan, keteraturan ketersediaan harian, dan simpulan potensi: sangat berpotensi / kurang berpotensi) (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid mengevaluasi langkah penyelidikan yang telah dilakukan: kelompok membandingkan ketepatan data pengamatan mereka terhadap acuan penyelidikan potensi air dan biomassa yang dipandu guru (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap proses penyelidikan dan membimbing murid menyimpulkan faktor utama penentu potensi energi air (keberadaan debit dan aliran) dan biomassa (ketersediaan bahan organik) (3 menit).
- Murid mengerjakan cek pemahaman akhir singkat terkait hasil penyelidikan potensi energi air dan biomassa sebelum pelajaran ditutup (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan lembar data dengan pilihan parameter terpandu, sedangkan murid yang mahir diberikan data tambahan variasi musiman debit air dan volume biomassa.
- Proses: Guru memberikan pendampingan langsung pada kelompok yang kesulitan menentukan keteraturan ketersediaan sumber daya, sementara kelompok mandiri melakukan verifikasi data secara mandiri.
- Produk: Tabel hasil penyelidikan diisi dengan format centang terstruktur untuk kelompok berkembang, atau tabel analisis deskriptif lengkap untuk kelompok yang mahir.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik tertulis: Tuliskan masing-masing 1 contoh sumber daya air dan 1 contoh bahan biomassa di sekitar yang dapat dijadikan sumber energi. Acuan jawaban benar: Air = sungai, saluran irigasi, parit berarus, air terjun; Biomassa = kotoran hewan ternak, dedaunan kering, sekam padi, ampas tebu, sisa sayur/makanan.
Proses:- Formatif proses: Penilaian kinerja kelompok saat mengamati dan mencatat data penyelidikan potensi energi air dan biomassa pada Lembar Penyelidikan Potensi Energi. Acuan kriteria: (1) Mencatat kondisi fisik sumber daya (aliran air / wujud biomassa); (2) Menentukan kontinuitas ketersediaan (tersedia terus-menerus / musiman / berkala); (3) Menarik simpulan kelayakan potensi berdasarkan data yang tercatat.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman akhir: Murid menjawab 2 butir pertanyaan singkat. Butir 1: Sebutkan syarat utama agar aliran air dapat berpotensi dijadikan energi alternatif (acuan: memiliki aliran yang bergerak/mengalir deras atau memiliki beda ketinggian/debit yang memadai). Butir 2: Sebutkan bahan organik di lingkungan sekolah yang berpotensi menjadi biomassa (acuan: dedaunan gugur/ranting kering di halaman atau sisa makanan/kulit buah dari kantin).
Formatif:- Asesmen diagnostik awal: mengidentifikasi contoh sumber air dan biomassa di sekitar
- Observasi unjuk kerja penyelidikan: keteraturan pengamatan parameter air dan biomassa
- Pemeriksaan lembar data penyelidikan potensi energi air dan biomassa
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Melakukan Penyelidikan Potensi Energi Air dan Biomassa | Melakukan penyelidikan tanpa mencatat data parameter fisik dan belum mampu menentukan potensi energi air maupun biomassa. | Melakukan penyelidikan dan mencatat data 1 jenis sumber daya (hanya air atau hanya biomassa) dengan panduan intensif guru. | Melakukan penyelidikan serta mencatat data parameter kondisi fisik dan ketersediaan potensi energi air dan biomassa secara lengkap sesuai acuan pengamatan. | Melakukan penyelidikan serta mencatat data parameter potensi energi air dan biomassa secara mandiri, lengkap, tepat, dan mampu membandingkan tingkat kelayakan kedua potensi tersebut secara konsisten. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu 70 menit mencukupi bagi murid untuk menyelidiki data potensi energi air dan biomassa?
- Bagaimana keterlibatan setiap murid dalam kelompok saat melakukan pengamatan dan pencatatan data penyelidikan?
Murid:- Bagian mana dari kegiatan penyelidikan potensi energi air dan biomassa yang paling menarik bagi saya?
- Hal apa yang masih membuat saya bingung ketika menentukan apakah suatu bahan organik dapat berpotensi menjadi sumber energi biomassa?
Pertemuan 9 — Menghasilkan Gagasan Pemanfaatan Energi Surya dan Angin sebagai Upaya Mitigasi Perubahan Iklim — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.5.4 Menghasilkan gagasan pemanfaatan sumber energi alternatif dari sumber daya yang ada di sekitarnya sebagai upaya mitigasi perubahan iklim
Pendahuluan:- Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran, dan menyampaikan fokus kegiatan yaitu menghasilkan gagasan pemanfaatan energi surya dan angin untuk mitigasi perubahan iklim (3 menit).
- Guru melaksanakan asesmen awal diagnostik singkat dengan meminta murid menjawab 2 pertanyaan pemantik: (1) Sebutkan 1 contoh sumber energi alternatif tak terbatas di sekitar kita, (2) Mengapa beralih ke energi surya atau angin dapat mengurangi pemanasan global? Acuan jawaban: (1) Sinar matahari/surya atau angin; (2) Karena energi surya dan angin tidak menghasilkan gas rumah kaca/asap pembakaran bahan bakar fosil yang memicu pemanasan global (7 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid membaca teks ringkas pada lembar panduan mengenai hubungan antara emisi karbon dari pembakaran energi fosil dan pemanfaatan energi surya (panel surya) serta angin (kincir angin) sebagai energi bersih bebas emisi (10 menit).
- Murid mengikuti permainan cepat 'Pilah Kartu Emisi vs Bersih' secara berpasangan untuk mengidentifikasi manfaat mitigasi perubahan iklim: 4 kartu situasi dipilah ke kolom 'Berdampak Emisi' atau 'Mitigasi Bersih'. Kartu: (1) PLTU batu bara menyala terus-menerus, (2) Lampu jalan bertenaga panel surya di taman, (3) Pompa air sawah bertenaga kincir angin, (4) Penggunaan genset bensin untuk penerangan malam. Acuan pemilahan tepat: Kartu 1 dan 4 masuk kolom 'Berdampak Emisi'; Kartu 2 dan 3 masuk kolom 'Mitigasi Bersih' (10 menit).
Mengaplikasi (Bermakna, Berkesadaran):- Murid menyusun 2 gagasan tertulis pemanfaatan energi terbarukan di lembar gagasan mitigasi iklim: 1 gagasan berbasis energi surya dan 1 gagasan berbasis energi angin di lingkungan sekitar sekolah/rumah (20 menit).
- Gagasan murid wajib memuat 3 elemen per butir gagasan: (a) nama alat/inovasi yang memanfaatkan energi surya atau angin, (b) lokasi penempatan di lingkungan sekitar, dan (c) penjelasan bagaimana gagasan tersebut menggantikan energi fosil sehingga mengurangi emisi karbon/mitigasi perubahan iklim (acuan kriteria: gagasan surya mis. 'Pemasangan panel surya pada atap gedung sekolah untuk menyalakan kipas angin kelas sehingga mengurangi pemakaian listrik PLN berbahan bakar batu bara'; gagasan angin mis. 'Pembuatan kincir angin sederhana di tepi lapangan terbuka untuk menyalakan lampu taman malam hari tanpa listrik fosil') (10 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali rumusan gagasannya menggunakan daftar periksa mandiri (apakah sumber energi terbarukan sudah tepat surya/angin, dan apakah hubungan mitigasi penurunan emisinya sudah terurai logis) (5 menit).
Penutup:- Guru memberikan penguatan terhadap gagasan yang telah dihasilkan murid dan menyimpulkan peran strategis energi surya serta angin dalam menahan laju perubahan iklim global (3 menit).
- Guru menyampaikan tindak lanjut untuk pertemuan berikutnya mengenai pemanfaatan energi air dan biomassa, serta menutup pembelajaran dengan doa bersama (2 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan kartu panduan kata kunci pemanfaatan (panel surya, sel fotovoltaik, kincir angin poros horizontal, turbin angin mini) bagi murid yang membutuhkan inspirasi teknologi.
- Proses: Murid yang membutuhkan bimbingan diberikan kerangka kalimat rumpang berstruktur (Alat [...] bertenaga [surya/angin] dipasang di [...] agar menggantikan [...] sehingga emisi gas buang berkurang); murid berkemampuan cepat diarahkan menyusun skema alur penurunan emisi karbon yang lebih komprehensif pada gagasannya.
- Produk: Gagasan disajikan dalam bentuk narasi paragraf terstruktur atau bagan alur gagasan mitigasi iklim yang dilengkapi keterangan komponen.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pertanyaan diagnostik lisan/tulisan singkat: (1) Sebutkan 1 contoh sumber energi alternatif tak terbatas di lingkungan sekitar, (2) Mengapa pemanfaatan energi alternatif seperti matahari atau angin dapat menahan laju perubahan iklim dibandingkan bahan bakar fosil? (Acuan: (1) Sinar matahari/surya atau angin; (2) Energi alternatif tidak menghasilkan gas rumah kaca/karbon dioksida pembakar bumi seperti halnya pembakaran bahan bakar fosil).
Proses:- Pemeriksaan lembar kerja penyusunan gagasan pemanfaatan energi surya dan angin dengan kriteria kelengkapan 3 elemen utama: jenis energi alternatif (surya & angin), konteks lingkungan sekitar, dan mekanisme penurunan emisi/mitigasi perubahan iklim.
Akhir Pertemuan:- Cek pemahaman 2 butir pada lembar refleksi: (1) Sebutkan 1 gagasan terbaikmu memanfaatkan energi surya di lingkungan sekolah! (2) Jelaskan dalam 1 kalimat bagaimana gagasanmu tersebut membantu mitigasi pemanasan global! (Acuan kriteria penerimaan: Jawaban butir 1 memuat inovasi surya yang aplikatif di lingkungan sekitar, jawaban butir 2 secara eksplisit menyebutkan penggantian energi listrik fosil/pengurangan asap emisi gas rumah kaca).
Formatif:- Penilaian kinerja perumusan lembar gagasan pemanfaatan energi surya dan angin untuk mitigasi perubahan iklim beserta lembar periksa mandiri.
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Gagasan pemanfaatan energi surya untuk mitigasi perubahan iklim | Belum mampu menghasilkan gagasan pemanfaatan energi surya yang sesuai dengan konteks lingkungan sekitar. | Menghasilkan gagasan pemanfaatan energi surya di lingkungan sekitar, namun belum mengaitkannya dengan penurunan emisi bahan bakar fosil/mitigasi perubahan iklim. | Menghasilkan gagasan pemanfaatan energi surya di lingkungan sekitar yang secara tepat memuat alat penangkap energi, lokasi penempatan, dan penjelasan pengurangan emisi energi fosil. | Menghasilkan gagasan pemanfaatan energi surya di lingkungan sekitar secara mandiri dan rinci, mencakup spesifikasi fungsi alat, lokasi tepat guna, serta analisis rantai pengurangan emisi karbon secara logis dan mendalam. | | Gagasan pemanfaatan energi angin untuk mitigasi perubahan iklim | Belum mampu menghasilkan gagasan pemanfaatan energi angin yang relevan dengan mitigasi perubahan iklim. | Menghasilkan gagasan pemanfaatan energi angin di lingkungan sekitar, namun belum memuat keterkaitan dengan pengurangan emisi energi fosil. | Menghasilkan gagasan pemanfaatan energi angin di lingkungan sekitar yang memuat alat gerak angin, lokasi penempatan, dan penjelasan pengurangan penggunaan energi fosil secara tepat. | Menghasilkan gagasan pemanfaatan energi angin di lingkungan sekitar secara mandiri dan komprehensif, mencakup kelayakan penempatan angin, fungsi mekanis/elektris pengganti energi fosil, serta dampaknya terhadap pencegahan perubahan iklim. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alur tahapan berpikir murid dari mengidentifikasi masalah emisi fosil hingga memunculkan gagasan energi surya dan angin berlangsung efektif?
- Bagian mana dari perumusan gagasan mitigasi yang masih membutuhkan perancah konseptual bagi murid?
Murid:- Bagian mana dari gagasanku tentang energi surya dan angin yang menurutku paling mudah diterapkan di lingkungan sekitar?
- Mengapa gagasanku tersebut penting untuk menjaga Bumi dari dampak buruk perubahan iklim?
Pertemuan 10 — Menghasilkan Gagasan Pemanfaatan Energi Bersih Lingkungan Sekitar untuk Mitigasi Perubahan Iklim — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.5.4 Menghasilkan gagasan pemanfaatan sumber energi alternatif dari sumber daya yang ada di sekitarnya sebagai upaya mitigasi perubahan iklim
Pendahuluan:- Guru membuka pembelajaran dengan salam, menyapa murid, dan memeriksa kehadiran murid di kelas (3 menit).
- Guru memandu asesmen awal diagnostik melalui kuis cepat lisan mengenai hubungan energi bersih dan mitigasi perubahan iklim: 'Sebutkan 1 contoh sumber energi bersih di sekitar kita dan bagaimana pemanfaatannya mengurangi gas rumah kaca!' (acuan jawaban: energi surya/matahari untuk listrik mengurangi pembakaran batu bara; limbah kotoran/biomassa diolah jadi biogas mengurangi pelepasan gas metana atau pembakaran elpiji) (4 menit).
- Guru menyampaikan tujuan pembelajaran pertemuan ini, yaitu menghasilkan gagasan konkret pemanfaatan energi alternatif lingkungan sekitar sebagai upaya mitigasi perubahan iklim (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Bermakna, Menggembirakan):- Murid menyimak ulasan guru melalui diagram alur mengenai hubungan pemanfaatan energi bersih dengan mitigasi perubahan iklim (pengurangan emisi karbon dioksida dan gas rumah kaca) (7 menit).
- Murid secara berpasangan mengikuti tantangan interaktif 'Tebak Solusi Bersih': guru membacakan 2 masalah lingkungan lokal (1: Asap pekat dan emisi gas akibat genset solar saat listrik padam; 2: Timbunan kotoran ternak dan limbah sayur pasar yang membusuk menghasilkan bau dan gas rumah kaca), lalu pasangan murid berlomba menuliskan solusi energi alternatifnya (acuan jawaban: Masalah 1 solusinya Pembangkit Listrik Tenaga Surya/panel surya di atap; Masalah 2 solusinya instalasi biodigester biomassa/biogas) (8 menit).
Mengaplikasi (Berkesadaran, Bermakna):- Murid membentuk kelompok beranggotakan 3-4 orang untuk menyusun lembar rancangan 'Gagasan Pemanfaatan Energi Bersih untuk Mitigasi Perubahan Iklim' yang memuat: nama sumber energi sekitar (surya, air, angin, atau biomassa sampah/kotoran), bentuk pemanfaatannya, dan perannya dalam mengurangi emisi gas rumah kaca (15 menit).
- Setiap kelompok menyelesaikan formulasi 2 gagasan pemanfaatan energi bersih lingkungan sekitar yang realistis disertai rincian cara kerja mitigasi iklimnya (15 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid bersama kelompoknya meninjau kembali kedua gagasan yang telah ditulis dengan menjawab panduan refleksi: 'Apakah gagasan yang kami hasilkan benar-benar bersumber dari potensi alam sekitar dan terbukti menurunkan emisi gas rumah kaca?' (5 menit).
Penutup:- Murid mengumpulkan lembar gagasan pemanfaatan energi bersih kelompok kepada guru sebagai bukti pencapaian tujuan pembelajaran (5 menit).
- Guru memberikan penguatan terhadap gagasan-gagasan yang telah disusun, mengingatkan murid untuk mempersiapkan diri menghadapi Asesmen Sumatif Bab 5 pada pertemuan berikutnya, dan menutup pembelajaran dengan doa bersama (5 menit).
Diferensiasi:- Konten: Menyediakan lembar bantu berupa kartu panduan potensi energi sekitar (pilihan surya, angin, air, biomassa) bagi kelompok yang membutuhkan bimbingan.
- Proses: Memberikan bimbingan langsung pada kelompok yang kesulitan merumuskan keterkaitan energi bersih dengan penurunan emisi, sedangkan kelompok yang cepat diarahkan merumuskan detail implementasi mitigasi pada 2 gagasan secara mandiri.
- Produk: Gagasan dituangkan dalam lembar kerja terstruktur, dapat berupa deskripsi tertulis atau bagan skema alur pemanfaatan energi bersih.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Tanya jawab diagnostik lisan di awal pembelajaran: Murid menjawab pertanyaan guru mengenai hubungan energi bersih dan mitigasi iklim (acuan: energi surya/angin/air/biomassa menggantikan energi fosil sehingga menekan pembakaran karbon/pelepasan gas rumah kaca).
Proses:- Observasi keterlibatan murid dalam kelompok saat menyusun rancangan gagasan pemanfaatan energi bersih lingkungan sekitar.
- Pemeriksaan draf formulasi gagasan pada lembar kerja mengenai kesesuaian sumber energi lokal dan dampaknya terhadap mitigasi perubahan iklim.
Akhir Pertemuan:- Pemeriksaan lembar produk gagasan pemanfaatan energi bersih kelompok: dinilai berdasarkan ketepatan identifikasi sumber daya energi sekitar, kejelasan bentuk pemanfaatannya, dan ketepatan penjelasan perannya dalam memitigasi perubahan iklim (kriteria penerimaan: gagasan memuat sumber daya lokal yang nyata, teknologi/cara pemanfaatan yang sesuai, dan argumen tepat bagaimana emisi gas rumah kaca dapat dikurangi).
Formatif:- Tanya jawab diagnostik awal mengenai kaitan energi bersih dengan penurunan emisi gas rumah kaca
- Penilaian lembar kerja kelompok penyusunan gagasan pemanfaatan energi bersih untuk mitigasi perubahan iklim menggunakan rubrik ketercapaian
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Menghasilkan gagasan pemanfaatan energi alternatif untuk mitigasi perubahan iklim | Belum mampu menghasilkan gagasan pemanfaatan energi alternatif lingkungan sekitar yang sesuai untuk mitigasi perubahan iklim. | Menghasilkan 1 gagasan pemanfaatan energi alternatif lingkungan sekitar, namun hubungan dengan mitigasi perubahan iklim belum dijelaskan secara tepat. | Menghasilkan 2 gagasan pemanfaatan energi alternatif lingkungan sekitar beserta penjelasan mitigasi perubahan iklim secara tepat dengan sedikit bimbingan guru. | Menghasilkan 2 gagasan pemanfaatan energi alternatif lingkungan sekitar beserta penjelasan mitigasi perubahan iklim secara tepat, rinci, dan mandiri tanpa bimbingan guru. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alur kegiatan memfasilitasi seluruh murid memahami konsep mitigasi perubahan iklim melalui pemanfaatan energi bersih?
- Bagaimana keterlibatan murid selama perumusan gagasan kelompok berlangsung?
Murid:- Energi alternatif apa di sekitarku yang paling menarik untuk dimanfaatkan sebagai energi bersih?
- Bagaimana gagasanku dapat membantu menjaga bumi dari ancaman pemanasan global?
Pertemuan 11 — Asesmen Sumatif Bab — 2 JP (2 x 35 menit = 70 menit)Tujuan Pertemuan:- TP 6.5.1 Mengamati fenomena penggunaan energi di lingkungan sekitar secara sederhana serta mencatat hasil pengamatannya
- TP 6.5.2 Menghasilkan upaya penghematan energi di lingkungan sekitar
- TP 6.5.3 Merencanakan dan melakukan penyelidikan mengenai potensi sumber energi alternatif dari sumber daya di lingkungan sekitar
- TP 6.5.4 Menghasilkan gagasan pemanfaatan sumber energi alternatif dari sumber daya yang ada di sekitarnya sebagai upaya mitigasi perubahan iklim
Pendahuluan:- Guru membuka sesi asesmen sumatif dengan salam, doa bersama, dan mengecek kesiapan fisik serta alat tulis murid di mejanya masing-masing (3 menit).
- Guru menyampaikan tujuan asesmen sumatif bab, yaitu menunjukkan bukti capaian pemahaman dan keterampilan mengenai analisis penggunaan energi, penghematan energi, serta perancangan proyek potensi energi alternatif lingkungan sekitar (2 menit).
- Guru membagikan berkas Lembar Asesmen Sumatif Terpadu yang terdiri atas Lembar Analisis & Aksi Energi (Tugas 1) dan Perancangan Proyek Energi Alternatif (Tugas 2) serta menjelaskan tata tertib pengerjaan mandiri (3 menit).
Kegiatan Inti:Memahami (Berkesadaran):- Murid mencermati instruksi kerja pada Lembar Analisis & Aksi Energi (Tugas 1): mencatat 2 fenomena penggunaan energi di sekolah/rumah beserta jenis energi dan peruntukannya, serta menyusun 3 butir tabel daftar aksi penghematan energi yang realistis (acuan Tugas 1: memuat nama alat/kegiatan, sumber energi listrik/bahan bakar fosil, serta aksi nyata seperti mematikan sakelar lampu saat ruangan kosong, memanfaatkan ventilasi alami, membatasi pemakaian gawai) (4 menit).
- Murid mencermati instruksi kerja pada Lembar Perancangan Proyek Energi Alternatif (Tugas 2): menyusun langkah penyelidikan potensi energi alternatif lokal (tujuan, alat/sumber data, langkah kerja) berdasarkan bentang alam sekitar serta membuat draf visual/infografis gagasan pemanfaatannya untuk mitigasi perubahan iklim (acuan Tugas 2: potensi alam teridentifikasi seperti surya/angin/air/biomassa, peruntukan pembangkitan/pemanfaatan bersih, serta dampak penurunan emisi/efek rumah kaca) (4 menit).
Mengaplikasi (Bermakna):- Murid secara individual dan mandiri mengerjakan Tugas 1: mendeskripsikan catatan hasil pengamatan fenomena penggunaan energi di lingkungan sekitar serta melengkapi tabel daftar aksi nyata penghematan energi yang dapat diterapkan sehari-hari (durasi pengerjaan Tugas 1: 26 menit) (22 menit).
- Murid secara individual dan mandiri melanjutkan mengerjakan Tugas 2: menuliskan rancangan langkah penyelidikan potensi sumber energi alternatif berdasarkan kondisi bentang alam sekitar serta menggambar draf infografis/sketsa visual gagasan pemanfaatannya sebagai upaya mitigasi perubahan iklim (durasi pengerjaan Tugas 2: 24 menit) (24 menit).
Merefleksi (Berkesadaran):- Murid memeriksa kembali kelengkapan seluruh isian pada Lembar Analisis & Aksi Energi (Tugas 1) dan Lembar Perancangan Proyek Energi Alternatif (Tugas 2) secara hening dan mandiri sebelum dikumpulkan (4 menit).
Penutup:- Guru mengumpulkan seluruh lembar portofolio kerja sumatif murid tepat waktu dan memastikan seluruh artefak tugas telah diserahkan dengan identitas lengkap (2 menit).
- Guru memfasilitasi refleksi penutup bab secara singkat mengenai proses belajar sepanjang Bab 5 serta menutup pembelajaran dengan doa dan apresiasi atas kerja mandiri murid (2 menit).
Diferensiasi:- Proses: Pemberian akomodasi akses berupa pembacaan ulang petunjuk tugas secara netral bagi murid yang membutuhkan bantuan membaca instruksi, tanpa mengubah bobot, kriteria, maupun standar ketuntasan asesmen.
Asesmen Pertemuan:Awal:- Pengecekan kesiapan kerja murid melalui konfirmasi pemahaman petunjuk pengerjaan asesmen sumatif Bab 5 (acuan kesiapan: murid memahami instruksi penyusunan catatan pengamatan, tabel aksi penghematan, rancangan langkah penyelidikan, dan infografis gagasan energi alternatif).
Proses:- Pemantauan kemandirian, kepatuhan terhadap alokasi waktu per rincian tugas, dan ketertiban pengerjaan tugas portofolio sumatif di kelas.
Sumatif Bab:- Penilaian portofolio kinerja dan produk terpadu melalui penyusunan Lembar Analisis & Aksi Energi (Bagian 1) dan Perancangan Proyek Energi Alternatif (Bagian 2): Dokumen portofolio kerja murid berisi catatan observasi penggunaan energi beserta tabel daftar aksi penghematan energi (Tugas 1), serta lembar rencana-data penyelidikan potensi energi lingkungan disertai draf infografis gagasan pemanfaatannya untuk mitigasi perubahan iklim (Tugas 2)
- Penilaian kinerja dan produk tertulis serentak: Lembar kerja analisis energi berisi deskripsi catatan hasil pengamatan fenomena penggunaan energi di lingkungan sekitar serta daftar tabel aksi nyata penghematan energi yang dapat diterapkan (30 menit; individual; instrumen: Rubrik penilaian kinerja observasi dan kelayakan daftar aksi penghematan energi)
- Penilaian unjuk kerja dan produk infografis tertulis serentak: Laporan tertulis langkah penyelidikan potensi energi alternatif lingkungan sekitar berdasarkan data bentang alam lokal disertai infografis/sketsa visual gagasan pemanfaatannya sebagai upaya mitigasi perubahan iklim (40 menit; individual; instrumen: Rubrik penilaian perencanaan penyelidikan dan produk infografis gagasan energi alternatif)
Sumatif:- Penilaian portofolio kinerja dan produk terpadu melalui penyusunan Lembar Analisis & Aksi Energi (Bagian 1) dan Perancangan Proyek Energi Alternatif (Bagian 2): Dokumen portofolio kerja murid berisi catatan observasi penggunaan energi beserta tabel daftar aksi penghematan energi (Tugas 1), serta lembar rencana-data penyelidikan potensi energi lingkungan disertai draf infografis gagasan pemanfaatannya untuk mitigasi perubahan iklim (Tugas 2)
- Penilaian kinerja dan produk tertulis serentak: Lembar kerja analisis energi berisi deskripsi catatan hasil pengamatan fenomena penggunaan energi di lingkungan sekitar serta daftar tabel aksi nyata penghematan energi yang dapat diterapkan (30 menit; individual; instrumen: Rubrik penilaian kinerja observasi dan kelayakan daftar aksi penghematan energi)
- Penilaian unjuk kerja dan produk infografis tertulis serentak: Laporan tertulis langkah penyelidikan potensi energi alternatif lingkungan sekitar berdasarkan data bentang alam lokal disertai infografis/sketsa visual gagasan pemanfaatannya sebagai upaya mitigasi perubahan iklim (40 menit; individual; instrumen: Rubrik penilaian perencanaan penyelidikan dan produk infografis gagasan energi alternatif)
Rubrik Pertemuan:| Aspek | Belum Berkembang | Mulai | Berkembang | Sangat Berkembang |
|---|
| Catatan Pengamatan Penggunaan Energi (TP 6.5.1) | Mencatat fenomena penggunaan energi tetapi tidak memuat jenis energi atau peruntukan alat/kegiatan secara tepat. | Mencatat 1 fenomena penggunaan energi di lingkungan sekitar secara lengkap memuat nama alat/kegiatan, bentuk energi yang digunakan, dan peruntukannya (acuan: listrik/bahan bakar fosil pada lampu/alat rumah tangga/transportasi). | Mencatat 2 fenomena penggunaan energi di lingkungan sekitar secara lengkap dan tepat memuat nama alat/kegiatan, bentuk energi yang digunakan, dan peruntukannya sesuai kondisi nyata lingkungan sekitar. | Mencatat lebih dari 2 fenomena penggunaan energi di lingkungan sekitar secara lengkap, tepat, dan terperinci mengenai sumber energi serta pola penggunaannya secara mandiri. | | Upaya Penghematan Energi (TP 6.5.2) | Menghasilkan gagasan penghematan energi yang bersifat umum tanpa rincian tindakan konkret yang dapat diterapkan. | Menghasilkan 1-2 tindakan penghematan energi yang realistis (acuan: mematikan lampu/alat elektronik saat tidak dipakai, memanfaatkan cahaya matahari siang hari, mencabut steker pengisi daya, berjalan kaki/bersepeda untuk jarak dekat). | Menghasilkan 3 tindakan penghematan energi dalam bentuk daftar tabel aksi nyata yang realistis, terukur, dan tepat sasaran pada penggunaan energi listrik dan bahan bakar fosil di rumah/sekolah. | Menghasilkan lebih dari 3 tindakan penghematan energi terpadu yang realistis, terukur, serta disertai langkah pembiasaan mandiri yang konsisten. | | Perencanaan Penyelidikan Potensi Energi Alternatif (TP 6.5.3) | Menuliskan rancangan penyelidikan tetapi belum memuat komponen langkah operasional atau tidak mengaitkan dengan sumber daya bentang alam sekitar. | Menuliskan rancangan penyelidikan yang memuat tujuan dan sumber daya alam lokal, namun langkah operasional penyelidikan belum runtut (acuan: potensi bentang alam seperti panas matahari, aliran air sungai/selokan, tiupan angin lapang, atau limbah organik biomassa). | Merencanakan langkah operasional penyelidikan secara runtut (memuat tujuan, sumber data/alat observasi, dan langkah kerja) untuk membuktikan potensi salah satu sumber energi alternatif lokal berdasarkan bentang alam sekitar. | Merencanakan langkah operasional penyelidikan secara runtut, rinci, dan sistematis disertai instrumen pencatatan data observasi potensi energi alternatif secara mandiri. | | Gagasan Energi Alternatif untuk Mitigasi Perubahan Iklim (TP 6.5.4) | Menghasilkan draf visual/tulisan gagasan energi alternatif tanpa menunjukkan keterkaitan dengan penurunan dampak perubahan iklim/emisi karbon. | Menghasilkan draf infografis gagasan pemanfaatan energi alternatif lokal, namun penjelasan peranannya dalam mitigasi perubahan iklim masih terbatas. | Menghasilkan draf infografis/sketsa visual gagasan pemanfaatan energi alternatif (surya/angin/air/biomassa) yang jelas, memuat cara pemanfaatan dan penjelasannya sebagai upaya mitigasi perubahan iklim (mengurangi pembakaran fosil dan gas rumah kaca). | Menghasilkan draf infografis/sketsa visual gagasan pemanfaatan energi alternatif yang sangat jelas, kreatif, memuat alur kerja konversi energi bersih dan dampak nyata pengurangan emisi untuk mitigasi iklim secara mandiri. |
Refleksi Pertemuan:Guru:- Apakah alokasi waktu pengerjaan Tugas 1 (30 menit) dan Tugas 2 (40 menit) telah memadai bagi seluruh murid untuk menunjukkan kompetensi terbaiknya secara mandiri?
- Bagaimana capaian murid pada asesmen sumatif ini menggambarkan ketuntasan tujuan pembelajaran Bab 5 secara menyeluruh?
Murid:- Bagian mana dari lembar kerja sumatif hari ini yang paling menunjukkan pemahaman terbaikku tentang energi dan masa depan?
- Tindakan nyata apa yang paling ingin segera kupraktikkan di rumah setelah menyelesaikan pembelajaran bab ini?
SUMBER BELAJAR- Buku Panduan Guru IPAS untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikdasmen, 2025)
- Buku Siswa IPAS untuk SD/MI Kelas VI Edisi Revisi (Kemendikdasmen, 2025)
- Lembar Kerja Murid (LKPD) Tabel Pengamatan Penggunaan Energi Sekolah
- Lingkungan nyata sekolah (ruang kelas, kantin, perpustakaan, halaman/kantor)
- Buku Siswa IPAS untuk SD/MI Kelas VI (Edisi Revisi), Bab 5: Energi untuk Masa Depan
- Buku Panduan Guru IPAS untuk SD/MI Kelas VI (Edisi Revisi), Bab 5: Energi untuk Masa Depan
- Lembar Kerja Siswa: Tabel Observasi Penggunaan Energi Fosil Harian
- Kartu aktivitas permainan 'Tebak Jejak Fosil Berpasangan'
- Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek 2022).
- Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial SD/MI Kelas VI Bab 5 (Kemendikbudristek 2022).
- Kartu kasus pemborosan listrik rumah tangga dan lembar kerja 'Rencana Aksi Hemat Listrik Rumahku'.
- Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD/MI Kelas VI
- Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD/MI Kelas VI Bab 5
- Lembar Skenario Masalah Energi Sekolah dan Lembar Kerja Rencana Aksi Hemat Energi Sekolah
- Kartu Kuis Cepat 'Hemat' dan 'Boros'
- Buku Panduan Guru IPAS Kelas VI SD/MI Kurikulum Merdeka (Kemendikbudristek)
- Buku Siswa IPAS Kelas VI SD/MI Bab 5 'Energi untuk Masa Depan' (Kemendikbudristek)
- Set kartu pernyataan tindakan energi dan Lembar Kerja Daftar Tindakan Terpadu
- Buku Panduan Guru IPAS Kelas VI SD/MI (Kemendikbudristek)
- Buku Siswa IPAS Kelas VI SD/MI (Kemendikbudristek)
- Peta lingkungan sekitar sekolah / denah bentang alam sekitar
- Lembar Kerja Rencana Penyelidikan Potensi Energi Alternatif
- Buku Siswa IPAS Kelas VI SD/MI Bab 5 'Energi untuk Masa Depan', Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, 2023
- Lembar Kerja Penyelidikan Potensi Energi Surya dan Angin
- Alat bantu sederhana: piring kertas/termometer sederhana, pita kertas/kincir kertas untuk uji angin, stopwatch, dan penanda regu
- Buku Panduan Guru IPAS Kelas VI SD Bab 5
- Buku Siswa IPAS Kelas VI SD Bab 5
- Lembar profil data lingkungan dan lembar penyelidikan potensi energi alternatif
- Set kartu tantangan tebak sumber energi (air dan biomassa)
- Buku Panduan Guru Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek 2022), Bab 5: Energi untuk Masa Depan.
- Buku Siswa Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial untuk SD/MI Kelas VI (Kemendikbudristek 2022), Bab 5: Energi untuk Masa Depan, Halaman 126-135.
- Lembar aktivitas 'Gagasan Energi Bersih untuk Mitigasi Iklim' dan kartu pilah emisi.
- Buku Panduan Guru IPAS Kelas VI SD (Kemendikbudristek)
- Buku Siswa IPAS Kelas VI SD Bab 5 (Kemendikbudristek)
- Diagram alur siklus gas rumah kaca dan pemanfaatan energi bersih
- Lembar Kerja Kelompok 'Gagasan Energi Bersih Masa Depan'
- Buku Panduan Guru IPAS Kelas VI SD/MI, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
- Buku Siswa IPAS Kelas VI SD/MI, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Bab 5: Energi untuk Masa Depan).
- Lembar Asesmen Sumatif: Portofolio Kerja Analisis & Aksi Energi serta Lembar Perancangan Proyek Energi Alternatif.
|