Modul AjarPertemuan 9Bab 4Fase CSemester 2

Modul Ajar IPAS Kelas 6: Mengomunikasikan Hasil Penyelidikan Kearifan Lokal melalui Produk Kreatif

Modul Ajar ini disusun untuk satu pertemuan tatap muka mata pelajaran IPAS kelas 6 dengan topik "Mengomunikasikan Hasil Penyelidikan Kearifan Lokal melalui Produk Kreatif". Dokumen mengikuti Alur Tujuan Pembelajaran (ATP) Kurikulum Merdeka, lengkap dengan tujuan, langkah kegiatan, dan asesmen ringkas.

MEJAGURU.ID - DOKUMEN MODUL AJAR

Modul Ajar IPAS Kelas 6: Mengomunikasikan Hasil Penyelidikan Kearifan Lokal melalui Produk Kreatif

IPAS - Kelas 6

Bab 4 - Pertemuan 9

MODUL AJAR

IPAS — Kelas 6 (Fase C)

Topik: Mengomunikasikan Hasil Penyelidikan Kearifan Lokal melalui Produk Kreatif

INFORMASI UMUM

Mata PelajaranIPAS
Fase / KelasFase C / Kelas 6
TopikMengomunikasikan Hasil Penyelidikan Kearifan Lokal melalui Produk Kreatif
Alokasi Waktu2x35 menit
Jumlah Pertemuan1

TUJUAN PEMBELAJARAN

  1. Murid dapat mengomunikasikan hasil penyelidikan tentang kearifan lokal daerah setempat secara utuh melalui produk kreatif seperti buku kecil atau cerita bergambar.
  2. Murid dapat mendukung hasil komunikasinya dengan argumen berdasarkan bukti nilai kearifan lokal yang telah ditemukan dalam penyelidikan.

PROFIL LULUSAN

DimensiDisasar
Keimanan dan Ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa
Kewargaan
Penalaran Kritis
Kreativitas
Kolaborasi
Kemandirian
Kesehatan
Komunikasi

PERTANYAAN PEMANTIK

  1. Bagaimana cara terbaik menceritakan kearifan lokal daerahmu agar orang lain ikut bangga dan ingin melestarikannya?
  2. Apa bukti yang paling kuat untuk meyakinkan orang bahwa kearifan lokal daerahmu masih relevan di kehidupan sehari-hari?
  3. Jika kamu membuat buku kecil tentang kearifan lokal, halaman mana yang paling penting dan mengapa?

KEGIATAN PEMBELAJARAN

Pertemuan 1

Pendahuluan:

  • Guru membuka pembelajaran dengan salam dan doa bersama.
  • Guru melakukan asesmen awal: meminta 2-3 murid menyebutkan satu temuan kearifan lokal dari penyelidikan sebelumnya dan satu nilai yang terkandung di dalamnya.
  • Guru menampilkan contoh buku kecil atau cerita bergambar sederhana tentang kearifan lokal untuk memantik minat murid.
  • Guru menyampaikan tujuan pembelajaran hari ini: mengomunikasikan hasil penyelidikan melalui produk kreatif dan mendukungnya dengan argumen berbasis bukti.
  • Guru mengajukan pertanyaan pemantik: 'Bagaimana cara terbaik menceritakan kearifan lokal daerahmu agar orang lain ikut bangga?'

Kegiatan Inti:

Memahami (Berkesadaran, Bermakna):

  • Guru menjelaskan struktur buku kecil (4 halaman): Cover (judul, nama, kelas), Halaman 1 (keragaman kearifan lokal daerah), Halaman 2 (contoh nyata praktik kearifan lokal), Halaman 3 (nilai-nilai untuk kehidupan sehari-hari), Halaman 4 (aksi pelestarian).
  • Guru menunjukkan contoh cara menyusun argumen berbasis bukti: menghubungkan nilai kearifan lokal dengan data hasil penyelidikan (survei dan wawancara sebelumnya).
  • Murid mengidentifikasi data dan bukti dari tabel penyelidikan mereka yang akan dimasukkan ke dalam produk kreatif.
  • Guru memastikan murid memahami bahwa setiap halaman harus memuat argumen yang didukung bukti, bukan sekadar opini.

Mengaplikasi (Bermakna, Menggembirakan):

  • Murid secara individu membuat buku kecil atau cerita bergambar berdasarkan hasil penyelidikan kearifan lokal mereka.
  • Murid menuliskan argumen pada setiap halaman yang didukung bukti nyata dari data penyelidikan (contoh: hasil survei 10 warga, wawancara narasumber, atau observasi langsung).
  • Murid menambahkan ilustrasi sederhana yang mendukung pesan pada setiap halaman.
  • Guru berkeliling memantau proses kerja, memberikan umpan balik formatif secara individual mengenai kelengkapan argumen dan kesesuaian bukti.
  • Beberapa murid (3-4 orang) mempresentasikan produk kreatifnya di depan kelas, menyampaikan argumen utama dan bukti pendukung secara lisan.

Merefleksi (Berkesadaran, Bermakna):

  • Murid melakukan penilaian sejawat: bertukar buku kecil dengan teman sebangku dan memberikan satu pujian serta satu saran perbaikan menggunakan lembar refleksi sederhana.
  • Murid mengevaluasi produk sendiri menggunakan checklist: apakah setiap halaman sudah memuat argumen berbasis bukti?
  • Guru memfasilitasi diskusi singkat: 'Apa yang paling sulit saat mengubah data penyelidikan menjadi cerita? Apa yang akan kalian perbaiki jika ada waktu tambahan?'
  • Murid menuliskan satu hal yang mereka pelajari tentang cara mengomunikasikan hasil penyelidikan secara efektif.

Penutup:

  • Guru bersama murid menyimpulkan bahwa mengomunikasikan hasil penyelidikan secara kreatif membutuhkan argumen yang didukung bukti.
  • Guru memberikan apresiasi terhadap usaha dan kreativitas murid.
  • Guru menyampaikan rencana tindak lanjut: produk kreatif terbaik akan dipajang di pojok kelas atau perpustakaan sekolah.
  • Guru menutup pembelajaran dengan doa dan salam.

Diferensiasi:

  • Konten: Murid yang membutuhkan tantangan lebih dapat menambahkan halaman kelima berisi perbandingan kearifan lokal daerah sendiri dengan daerah lain. Murid yang memerlukan dukungan diberikan kerangka template buku kecil yang sudah berisi panduan pertanyaan di setiap halaman.
  • Proses: Murid cepat dapat langsung menulis dan mengilustrasikan secara mandiri. Murid yang memerlukan pendampingan mendapat bimbingan guru secara individual saat menyusun argumen pada setiap halaman.
  • Produk: Murid dapat memilih format: buku kecil lipat, cerita bergambar di kertas A4, atau poster mini. Kompleksitas ilustrasi dan panjang teks disesuaikan kemampuan masing-masing.

ASESMEN

Awal:

  • Guru meminta 2-3 murid menyebutkan satu temuan kearifan lokal dan satu nilai yang terkandung di dalamnya dari penyelidikan sebelumnya untuk memastikan kesiapan belajar.
  • Guru mengajukan pertanyaan: 'Siapa yang sudah menyiapkan data hasil survei atau wawancara dari pertemuan lalu?' untuk mengecek kelengkapan bahan kerja.

Proses:

  • Guru mengobservasi proses pembuatan buku kecil dan mencatat apakah murid memasukkan bukti dari data penyelidikan pada setiap halaman.
  • Guru memberikan umpan balik lisan individual saat berkeliling: menanyakan 'Bukti apa yang mendukung pernyataanmu di halaman ini?'
  • Penilaian sejawat: murid saling membaca produk teman dan mengisi lembar refleksi berisi pujian dan saran berbasis kriteria.

Akhir:

  • Penilaian produk akhir (buku kecil atau cerita bergambar) menggunakan rubrik dengan 4 aspek: kelengkapan informasi kearifan lokal, kualitas argumen berbasis bukti, kreativitas penyajian, dan kejelasan komunikasi.
  • Presentasi lisan singkat (3-4 murid terpilih) dinilai berdasarkan kemampuan menyampaikan argumen dan bukti secara runtut.

Formatif:

  • Observasi guru selama proses pembuatan produk kreatif (kelengkapan argumen dan penggunaan bukti).
  • Penilaian sejawat menggunakan lembar refleksi sederhana (satu pujian, satu saran).
  • Tanya jawab lisan saat presentasi untuk mengecek pemahaman murid terhadap bukti yang digunakan.

Sumatif:

  • Penilaian produk kreatif (buku kecil/cerita bergambar) menggunakan rubrik 4 level berdasarkan aspek kelengkapan informasi, kualitas argumen berbasis bukti, kreativitas penyajian, dan komunikasi visual.

RUBRIK PENILAIAN

AspekBelum BerkembangMulaiBerkembangSangat Berkembang
Kelengkapan Informasi Kearifan LokalProduk hanya memuat 1 halaman atau kurang, tidak mencakup keragaman kearifan lokal, contoh praktik, nilai, maupun aksi pelestarian.Produk memuat 2 halaman dengan informasi yang belum lengkap; beberapa komponen (keragaman, contoh, nilai, atau aksi) belum tercantum.Produk memuat 3-4 halaman dengan informasi yang cukup lengkap mencakup keragaman, contoh praktik, nilai, dan aksi pelestarian.Produk memuat 4 halaman lengkap dengan informasi detail dan terorganisasi rapi mencakup seluruh komponen: keragaman, contoh nyata, nilai, dan aksi pelestarian.
Kualitas Argumen Berbasis BuktiTidak ada argumen yang didukung bukti; isi produk hanya berupa opini tanpa mengacu pada data penyelidikan.Terdapat 1 argumen yang didukung bukti dari penyelidikan, namun sebagian besar isi masih berupa opini.Terdapat 2-3 argumen yang didukung bukti dari data penyelidikan (survei, wawancara, atau observasi) secara jelas.Setiap halaman memuat argumen yang didukung bukti spesifik dan relevan dari data penyelidikan; hubungan antara bukti dan kesimpulan sangat jelas.
Kreativitas PenyajianProduk tidak memiliki ilustrasi atau elemen visual; tampilan sangat sederhana tanpa upaya kreatif.Produk memiliki sedikit ilustrasi atau elemen visual namun belum mendukung isi pesan secara efektif.Produk memiliki ilustrasi dan elemen visual yang cukup menarik dan mendukung isi pesan pada sebagian besar halaman.Produk memiliki ilustrasi dan elemen visual yang menarik, orisinal, dan mendukung pesan secara efektif di seluruh halaman; tata letak rapi dan estetis.
Kejelasan KomunikasiPesan tidak dapat dipahami pembaca; tulisan tidak runtut dan sulit diikuti.Pesan dapat dipahami sebagian; ada bagian yang membingungkan atau tidak runtut.Pesan disampaikan dengan cukup jelas dan runtut; pembaca dapat memahami isi secara keseluruhan.Pesan disampaikan dengan sangat jelas, runtut, dan menarik; pembaca dapat memahami seluruh isi dan tergugah untuk peduli terhadap kearifan lokal.

REFLEKSI

Refleksi Guru:

  • Apakah murid mampu menghubungkan data penyelidikan dengan argumen dalam produk kreatif mereka?
  • Apakah alokasi waktu cukup untuk proses pembuatan dan presentasi produk?
  • Strategi diferensiasi mana yang paling efektif membantu murid yang memerlukan dukungan tambahan?
  • Apa yang perlu diperbaiki pada pertemuan berikutnya untuk meningkatkan kualitas komunikasi murid?

Refleksi Murid:

  • Apa bagian paling sulit saat mengubah hasil penyelidikanmu menjadi buku kecil atau cerita bergambar?
  • Bukti apa yang paling kuat menurutmu untuk meyakinkan pembaca tentang pentingnya kearifan lokal daerahmu?
  • Apa yang akan kamu perbaiki jika diberi kesempatan membuat produk kreatif ini sekali lagi?
  • Apa satu hal baru yang kamu pelajari tentang cara mengomunikasikan hasil penyelidikan hari ini?

SUMBER BELAJAR

  1. Buku Siswa IPAS Kelas VI SD/MI (Bab 4: Kearifan Lokal, Warisan Leluhur untuk Persatuan Bangsa), Penerbit Kemendikbudristek.
  2. Buku Guru IPAS Kelas VI SD/MI, Penerbit Kemendikbudristek.
  3. Data hasil penyelidikan murid (tabel survei dan wawancara dari pertemuan sebelumnya).
  4. Contoh buku kecil atau cerita bergambar yang disiapkan guru sebagai model.
  5. Kertas A4 atau HVS, pensil warna, spidol, penggaris, lem, dan gunting untuk pembuatan produk kreatif.
  6. Lembar refleksi penilaian sejawat (disiapkan guru).

Lihat & unduh lengkap

Masuk pakai Google untuk membuka modul ajar pertemuan ini secara penuh.

Apa isi pertemuan ini?

Dokumen mencakup tujuan pembelajaran terpilih, urutan kegiatan inti yang sudah disesuaikan dengan alokasi JP, serta pertanyaan pemantik dan asesmen formatif singkat. Cocok dipakai sebagai bahan persiapan tatap muka maupun lampiran supervisi.

Cara pakai pertemuan ini

Unduh DOCX, lalu sesuaikan nama sekolah, kepala sekolah, dan NIP. Bagian kegiatan inti bisa Bapak/Ibu kurangi atau tambah sesuai karakter siswa di kelas; tujuan pembelajaran sebaiknya tetap selaras dengan ATP induk.